Anda di halaman 1dari 16

STANDAR AUDIT SA 330

RESPONS AUDITOR TERHADAP RISIKO YANG TELAH DINILAI

PENDAHULUAN

Ruang Lingkup

Standar Audit (SA) ini berkaitan dengan tanggung jawab auditor untuk merancang dan
menerapkan respons terhadap risiko kesalahan penyajian material yang diidentifikasi dan dinilai oleh
auditor berdasarkan SA 315 dalam suatu audit atas laporan keuangan.

Tanggal Efektif

SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan keuangan untuk periode yang dimulai pada atau
setelah tanggal: (i) 1 Januari 2013 (untuk Emiten), atau (ii) 1 Januari 2014 (untuk entitas selain
Emiten). Penerapan dini dianjurkan untuk entitas selain Emiten.

TUJUAN

Tujuan auditor adalah untuk memperoleh bukti audit cukup dan tepat yang berkaitan dengan
penilaian risiko kesalahan penyajian material, melalui pendesainan dan penerapan respons yang tepat
terhadap risiko tersebut.

DEFINISI

Untuk tujuan SA ini, istilah-istilah berikut mempunyai arti yang dijelaskan seperti di bawah ini:

(a) Prosedur substantif: Suatu prosedur audit yang dirancang untuk mendeteksi kesalahan
penyajian material pada tingkat asersi. Prosedur substantif terdiri dari: (i) Pengujian rinci (dari
setiap golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan); dan (ii) Prosedur analitis
substantif.
(b) Pengujian pengendalian: Suatu prosedur audit yang dirancang untuk mengevaluasi efektivitas
operasi pengendalian dalam mencegah, atau mendeteksi dan mengoreksi, kesalahan penyajian
material pada tingkat asersi.
KETENTUAN

Respons Keseluruhan

Auditor harus merancang dan mengimplementasikan respons keseluruhan untuk menanggapi


risiko kesalahan penyajian material yang telah dinilai pada tingkat laporan keuangan.

Prosedur Audit Sebagai Repons Terhadap Risiko Kesalahan Penyajian Material Yang Telah
Dinilai Pada Tingkat Asersi

Auditor harus merancang dan mengimplementasikan prosedur audit lebih lanjut yang sifat,
saat, dan luasnya didasarkan pada dan merupakan respons terhadap risiko kesalahan penyajian
material yang telah dinilai pada tingkat asersi.

Pengujian Pengendalian

Auditor harus merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian untuk memperoleh bukti
audit yang cukup dan tepat terhadap efektivitas operasi pengendalian yang relevan jika:

(a) Penilaian auditor terhadap risiko kesalahan penyajian material pada tingkat asersi mencakup
suatu harapan bahwa pengendalian beroperasi secara efektif , atau
(b) Prosedur substantif tidak dapat memberikan bukti audit yang cukup dan tepat pada tingkat
asersi.

Dalam merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian, auditor harus memperoleh bukti audit
yang lebih meyakinkan ketika auditor ingin lebih mengandalkan efektivitas pengendalian.

Sifat dan Luas Pengujian Pengendalian

Dalam merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian, auditor harus:

(a)Melaksanakan prosedur audit lain yang dikombinasikan dengan permintaan keterangan untuk
memperoleh bukti audit tentang efektivitas operasi pengendalian
(b) Menentukan apakah pengendalian yang diuji bergantung pada pengendalian lain (pengendalian tidak
langsung) dan, jika demikian, apakah perlu untuk memperoleh bukti audit yang mendukung
efektivitas operasi pengendalian tidak langsung tersebut.
Saat Pengujian Pengendalian

Ketika auditor bermaksud untuk mengandalkan pada pengendalian, auditor harus menguji
pengendalian tersebut untuk waktu tertentu, atau sepanjang periode yang diaudit,tergantung pada
paragraf 12 dan 15 berikut ini, untuk memberikan basis yang tepat bagi auditor.

Penggunaan Bukti Audit yang Diperoleh Selama Periode Interim

Jika auditor memperoleh bukti audit tentang efektivitas operasi pengendalian selama
periodeinterim, auditor harus:

(a) Memperoleh bukti audit tentang perubahan signifikan atas pengendalian tersebut setelah tanggal
periode interim tersebut; dan
(b) Menentukan bukti audit tambahan yang harus diperoleh setelah periode interim sampai dengan
tanggal laporan posisi keuangan.

Penggunaan Bukti Audit yang Diperoleh dalam Audit Sebelumnya

Dalam menentukan tepat atau tidak tepatnya untuk menggunakan bukti audit tentang efektivitas
operasi pengendalian yang diperoleh dalam audit sebelumnya, dan, jika demikian, lamanya periode
waktu yang mungkin telah berlalu sebelum pengujian ulang suatu pengendalian, auditor
harusmempertimbangkan hal-hal berikut:

(a) Efektivitas unsur lain pengendalian intern


(b) Risiko yang timbul dari karakteristik pengendalian
(c) Efektivitas pengendalian umum atas teknologi informasi;
(d) Efektivitas pengendalian dan penerapannya oleh entitas
(e) Dalam hal terdapat perubahan kondisi dan
(f) Risiko kesalahan penyajian material dan tingkat kepercayaan terhadap pengendalian.

Pengendalian atas Risiko Signifikan


Jika auditor merencanakan untuk mengandalkan pengendalian terhadap suatu risiko yang
auditor telah tentukan sebagai risiko signifikan, auditor harus menguji pengendalian tersebut dalam
periode sekarang.

Penilaian atas Efektivitas Operasi Pengendalian

Ketika menilai efektivitas operasi pengendalian yang relevan, auditor harus menilai apakah
kesalahan penyajian yang telah dideteksi oleh prosedur substantif menunjukkan bahwa pengendalian
tidak beroperasi secara efektif. Namun, tidak adanya kesalahan penyajian yang dideteksi oleh prosedur
substantif, tidak memberikan bukti audit bahwa pengendalian yang bersangkutan dengan asersi yang
telah diuji adalah efektif.

Prosedur Substantif

Tanpa memperhatikan risiko yang telah dinilai atas kesalahan penyajian material, auditor harus
merancang dan melaksanakan prosedur substantif untuk setiap golongan transaksi, saldo akun, dan
pengungkapan yang material.

Auditor harus mempertimbangkan apakah prosedur konfirmasi eksternal harus dilaksanakan sebagai
prosedur audit substantif.

Prosedur Substantif yang Berkaitan dengan Proses Tutup Buku Laporan Keuangan

Prosedur substantif yang dilakukan auditor harus mencakup prosedur audit berikut yang
berkaitan dengan proses tutup buku laporan keuangan:

(a) Mencocokkan atau merekonsiliasi laporan keuangan dengan catatan akuntansi yang
melandasinya; dan
(b) Memeriksa entri jurnal yang material dan penyesuaian lainnya yang dibuat selama penyusunan
laporan keuangan.

Prosedur Substantif Sebagai Respons terhadap Risiko Signifikan

Jika auditor telah menentukan bahwa risiko kesalahan penyajian material yang telah ditentukan
pada tingkat asersi merupakan risiko signifikan, auditor harus melaksanakan prosedur substantif yang
secara khusus untuk merespons risiko tersebut. Ketika pendekatan terhadap risiko signifikan hanya
terdiri dari prosedur substantif, prosedur tersebut harus mencakup pengujian rinci.

Saat Prosedur Substantif

Jika prosedur substantif dilaksanakan pada tanggal interim, auditor harus mengecek setelah
periode interim sampai dengan tanggal laporan posisi keuangan dengan melaksanakan:

(a) Prosedur substantif yang dikombinasikan dengan pengujian pengendalian dalam periode
tersebut; atau
(b) Hanya prosedur substantif yang memberikan basis memadai untuk memperluas kesimpulan
audit dari tanggal interim sampai dengan tanggal laporan posisi keuangan, jika auditor
menentukan bahwa hal tersebut sudah cukup.

Kecukupan Penyajian dan Pengungkapan

Auditor harus melaksanakan prosedur audit untuk menilai apakah penyajian menyeluruh
laporan keuangan, termasuk pengungkapan yang bersangkutan, adalah sesuai dengan kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku.

Evaluasi terhadap Kecukupan dan Ketepatan Bukti audit

Berdasarkan atas prosedur audit yang dilaksanakan dan bukti audit yang diperoleh, auditor
harus mengevaluasi sebelum menyimpulkan suatu audit, apakah penilaian risiko kesalahan penyajian
material pada tingkat asersi tetap relevan.

Auditor harus menyimpulkan apakah bukti audit yang cukup dan tepat telah diperoleh. Dalam
menyatakan suatu opini, auditor harus mempertimbangkan semua bukti audit relevan, tanpa
memperhatikan apakah bukti tersebut mendukung atau bertentangan dengan asersi dalam laporan
keuangan.

Jika auditor tidak memperoleh bukti audit yang cukupdan tepat untuk suatuasersi laporan keuangan
yang material, auditor harus berusaha untuk memperoleh bukti audit lanjutan. Jika auditor tidak dapat
memperoleh bukti audit
yang cukup dan tepat, auditor harus menyatakan opini wajar dengan pengecualian atau opini tidak
menyatakan pendapat terhadap laporan keuangan tersebut.

Dokumentasi

Auditor harus memasukkan dalam dokumentasi audit:

(a) Respons keseluruhan untuk menanggapi risiko kesalahan penyajian material yang telah dinilai
pada tingkat laporan keuangan, dan sifat, saat, dan luas prosedur audit lebih lanjut yang
dilaksanakan;
(b) Hubungan antara prosedur audit dengan risiko yang telah dinilaipada tingkat asersi; dan
(c) Hasil prosedur audit, termasuk kesimpulan ketika prosedur audit belum memberikan hasil yang
jelas.

MATERI PENERAPAN DAN PENJELASAN LAIN

Respons Keseluruhan

Respons keseluruhan untuk menanggapi risiko kesalahan penyajian material yang telah dinilai
pada tingkat laporan keuangan dapat mencakup:

Penekanan kepada tim audit atas perlunya mempertahankan skeptisisme profesional.


Penugasan staf berpengalaman atau personel yang mempunyai kemampuan khusus atau
penggunaan pakar.
Penyediaan supervisi tambahan.
Pemasukan tambahan prosedur audit yang tidak dapat diprediksi dalam pemilihan prosedur
lebih lanjut.
Perubahan umum atas sifat, saat, atau luas prosedur audit, Misalnya: pelaksanaan prosedur
substantif pada akhir periode bukan pada saat tanggal interim; atau modifikasi sifat prosedur
audit untuk memperoleh bukti audit yang lebih meyakinkan.

Prosedur Audit sebagai Respons terhadap Risiko Kesalahan Penyajian Material yang Telah
Dinilai pada Tingkat Asersi

Sifat, Saat, dan Luas Prosedur Audit Lebih Lanjut


Penilaian risiko yang telah diidentifikasi oleh auditor pada tingkat asersi memberikan suatu basis
untuk mempertimbangkan pendekatan audit yang tepat untuk merancangdan melaksanakan prosedur
audit lebih lanjut. Misalnya, auditor dapat menentukan bahwa:

(a) Dengan melakukan pengujian pengendalian saja, auditor dapat mencapai respons yang efektif
untuk risiko kesalahan penyajian material yang telah dinilai untuk asersi tertentu;
(b) Melaksanakan prosedur substantif saja adalah tepat untuk asersi tertentu dan, oleh karena itu,
auditor mengabaikan dampak pengendalian dari penilaian risiko yang relevan.
(c) Kombinasi pendekatan dengan menggunakan pengujian pengendalian dan prosedur substantif
merupakan suatu pendekatan yang efektif.

Sifat suatu prosedur audit mengacu kepada tujuan dilakukannya prosedur tersebut dan tipe prosedur
audit tersebut. Sifat prosedur audit tersebut merupakan hal yang paling penting dalam merespons
risiko yang telah dinilai.

Saat prosedur audit mengacu kepada kapan prosedur tersebut dilaksanakan, atau periode atau tanggal
bukti audit tersebut berlaku.

Luas prosedur audit mengacu kepada kuantitas prosedur yang dilaksanakan, misalnya ukuran sampel
atau jumlah observasi terhadap aktivitas pengendalian.

Perancangan dan pelaksanaan prosedur audit lebih lanjut yang sifat, saat, dan luasnya didasarkan pada
dan merupakan respons terhadap risiko kesalahan penyajian material yang telah dinilai pada tingkat
asersi memberikan kaitan yang jelas antara prosedur audit lebih lanjut dan penilaian risiko yang
dilakukan oleh auditor.

Respons terhadap Risiko yang Telah Dinilai pada Tingkat Asersi

Sifat

Risiko yang telah dinilai auditor mungkin dapat berdampak terhadap pemilihan berbagai tipe
prosedur audit yang akan dilaksanakan maupun kombinasinya. Misalnya, ketika risiko yang telah
dinilai tinggi, auditor dapat melakukan konfirmasi atas kelengkapan ketentuan kontrak dengan pihak
ketiga, sebagai tambahan atas inspeksi terhadap dokumen kontrak. Lebih lanjut, prosedur audit
tertentu mungkin lebih tepat untuk beberapa asersi dibandingkan dengan prosedur audit lainnya.
Saat

Auditor dapat melaksanakan pengujian pengendalian atau prosedur substantif pada suatu
tanggal interim atau pada akhir periode. Untuk risiko kesalahan penyajian material yang lebih tinggi,
kemungkinan besar auditor memutuskan akan lebih efektif untuk melaksanakan prosedur substantif
pada saat lebih mendekati, atau pada saat akhir periode dibandingkan pada tanggal yang lebih awal,
atau untuk melaksanakan prosedur audit tanpa pemberitahuan atau pada waktu yang tidak dapat
diprediksi. Hal ini sangat relevan pada saat mempertimbangkan respons terhadap risiko atas
kecurangan.

Luas prosedur audit

Luas prosedur audit perlu ditentukan setelah mempertimbangkan materialitas, risiko yang telah
dinilai, dan tingkat keyakinan yang ingin diperoleh auditor. Ketika tujuan audit tercapai dengan
kombinasi berbagai prosedur, luas setiap prosedur dipertimbangkan secara terpisah. Secara umum,
prosedur audit akan lebih luas sejalan dengan meningkatnya risiko kesalahan penyajian material.

Pertimbangan spesifik atas entitas sektor publik

Pertimbangan spesifik bagi entitas yang lebih kecil A18. Untuk audit entitas yang sangat kecil,
tidak terdapat banyak aktivitas pengendalian yang dapat diidentifikasi oleh auditor, atau luas
keberadaan atau operasinya yang telah didokumentasikan oleh entitas mungkin terbatas. Dalam
beberapa kasus, akan lebih efisien bagi auditor untuk melaksanakan prosedur audit lanjutan yang
mengutamakan prosedur substantif.

Penentuan Risiko Lebih Tinggi

Ketika memperoleh bukti audit yang lebih meyakinkan karena penilaian risiko yang lebih
tinggi, auditor dapat meningkatkan kuantitas bukti, atau memperoleh bukti yang lebih relevan atau
andal, misalnya, dengan menekankan pada pemerolehan bukti dari pihak ketiga atau dengan
memperoleh bukti penguat dari sejumlah sumber yang independen.

Pengujian Pengendalian Perancangan dan Pelaksanaan Pengujian Pengendalian

Pengujian atas pengendalian dilaksanakan hanya untuk pengendalian yang auditor yakini tepat
dirancang untuk mencegah, atau mendeteksi, dan mengoreksi kesalahan penyajian material atas suatu
asersi. Jika terdapat pengendalian yang sangat berbeda yang digunakan pada waktu yang berbeda
selama periode audit, maka setiap pengendalian tersebut dianggap sebagai hal yang terpisah.

Bukti Audit dan Keandalan yang Ingin Dituju

Suatu tingkat keyakinan yang lebih tinggi dapat dicapai melalui efektivitas operasi
pengendalian ketika pendekatan yang diterapkan terutama terdiri dari pengujian pengendalian,
khususnya jika tidak mungkin atau tidak praktis untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat
hanya dari prosedur substantif.

Sifat dan Luas Pengujian Pengendalian Prosedur audit lainnya yang dikombinasikan dengan
permintaan keterangan

Permintaan keterangan saja tidak cukup untuk menguji efektivitas operasi pengendalian. Oleh
karena itu prosedur audit lain dilakukan dengan mengombinasikan dengan permintaan keterangan.
Oleh karena itu, permintaan keteranganyang dikombinasikan dengan inspeksi atau pengulangan
prosedur pelaksanaan kembali (reperformance) mungkin dapat menghasilkan tingkat keyakinan yang
lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan keterangan dan obervasi, karena observasi hanya relevan
pada waktu tertentu pada saat observasi tersebut dilakukan.

Luas Pengujian Pengendalian

Ketika dibutuhkan bukti audit yang lebih meyakinkan berkaitan dengan efektivitas pengendalian,
adalah semestinya dilakukan dengan menambah pengujian atas pengendalian. Untuk meningkatkan
keyakinan terhadap pengendalian, hal-hal yang juga dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam
menentukan pengujian pengendalian mencakup berikut ini:

Frekuensi dilakukannya pengendalian oleh entitas selama periode tersebut.


Lamanya waktu selama periode audit yang di dalamnya auditor dapat mengandalkan
efektivitas pengendalian operasi.
Tingkat penyimpangan yang diharapkan dari suatu pengendalian.
Relevansi dan keandalan bukti audit yang diperoleh yang berkaitan dengan efektivitas operasi
pengendalian tersebut pada tingkat asersi.
Luasnya bukti audit yang diperoleh dari pengujian atas pengendalian lainnya terhadap asersi.
SA 530 berisi panduan lebih lanjut tentang luas pengujian tersebut.

Pengujian atas pengendalian tidak langsung

Dalam kondisi tertentu, mungkin diperlukan untuk memperoleh bukti audit yang mendukung
efektivitas operasi pengendalian tidak langsung. Oleh karena proses pengolahan teknologi informasi
mempunyai sifat konsistensi, bukti audit tentang implementasi pengendalian aplikasi otomatis, pada
saat dipertimbangkan dalam kombinasi dengan bukti audit tentang efektivitas operasi pengendalian
umum entitas (secara khusus, perubahan pengendalian), dapat juga memberikan bukti audit penting
tentang efektivitas operasi.

Saat Pengujian Pengendalian Periode kepercayaan yang dituju

Bukti audit yang relevan hanya pada waktu tertentu mungkin cukup untuk tujuan auditor

Penggunaan bukti audit yang diperoleh selama periode interim

Faktor relevan dalam menentukan bukti audit tambahan apa yang diperoleh tentang
pengendalian yang dioperasikan selama periode sisa setelah suatu periode interim mencakup:

Signifkansi risiko yang ditentukan atas kesalahan penyajian material pada tingkat asersi.
Pengendalian khusus yang telah diuji selama periode interim, dan perubahan penting atas
pengendalian tersebut sejak pengendalian tersebut diuji, termasuk perubahan dalam sistem
informasi, proses, dan karyawan.
Tingkat bukti audit atas efektivitas operasi pengendalian tersebut diperoleh.
Lamanya sisa periode.
Luas prosedur substantif lebih lanjut yang auditor ingin kurangi berdasarkan keyakinan auditor
atas pengendalian.
Lingkungan pengendalian.

Bukti audit tambahan dapat diperoleh, misalnya, dengan menambah pengujian pengendalian atas sisa
periode atau menguji pemantauan oleh entitas terhadap pengendalian.

Penggunaan bukti audit yang diperoleh dari audit sebelumnya


Dalam kondisi tertentu, bukti audit yang diperoleh dari audit periode lalu dapat memberikan
bukti audit ketika auditor melakukan prosedur audit untuk membuat pengacuan untuk audit periode
kini.

Pengendalian yang telah berubah dari audit sebelumnya

Perubahan dapat memengaruhi relevansi bukti audit yang diperoleh dalam audit sebelumnya
seperti kemungkinan tidak lagi sebagai basis untuk diandalkan secara berkelanjutan. Misalnya,
perubahan dalam suatu sistem yang memungkinkan entitas untuk menerima suatu laporan baru dari
dari sistem yang kemungkinan tidak memengaruhi relevansi bukti audit yang diperoleh dalam audit
sebelumnya; namun, perubahan yang menyebabkan data yang diakumulasi atau dihitung dengan cara
yang berbeda mempunyai pengaruh atas relevansi bukti audit.

Pengendalian yang tidak berubah dari audit periode lalu

Keputusan auditor mengenai apakah akan mengandalkan pada bukti audit yang diperoleh dari
audit periode lalu untuk:

(a) Pengendalian yang belum berubah sejak terakhir kali diuji; dan
(b) Pengendalian yang bukan merupakan pengendalian yang menurunkan suatu risiko signifikan,
merupakan suatu pertimbangan profesional.

Secara umum, makin tinggi risiko kesalahan penyajian material, atau makin besar kepercayaan yang
diandalkan pada pengendalian, maka makin pendek jeda waktu untuk pengujian kembali. Faktor yang
dapat mengurangi periode pengujian kembali pengendalian, atau mengakibatkan tidak diandalkannya
bukti audit yang diperoleh dalam audit periode lalu, mencakup hal berikut ini:

Suatu defisiensi dalam lingkungan pengendalian.


Defisiensi dalam pemantauan pengendalian.
Adanya unsur proses manual yang signifikan dalam pengendalian relevan tersebut.
Pergantian karyawan yang berdampak signifikan terhadap aplikasi pengendalian.\
Perubahan kondisi yang menunjukkan perlunya perubahan dalam pengendalian.
Defisiensi dalam pengendalian umum teknologi informasi.

Penilaian terhadap Efektivitas Operasi Pengendalian


Kesalahan penyajian material yang diidentifikasi oleh prosedur audit merupakan indikator
yang kuat akan adanya defisiensi signifikan dalam pengendalian internal.

Konsep efektivitas operasi pengendalian mengakui bahwa penyimpangan dapat terjadi dalam berbagai
cara yang diterapkan oleh entitas tersebut. Penyimpangan dari pengendalian yang telah ditentukan
dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pergantian karyawan utama, fluktuasi musiman
signifikan dalam jumlah transaksi, dan kesalahan manusia. Tingkat penyimpangan yang terdeteksi,
khususnya ketika dibandingkan dengan tingkat penyimpangan yang diharapkan, dapat
mengindikasikan bahwa pengendalian tidak dapat diandalkan untuk menurunkan risiko pada tingkat
asersi sebagaimana yang telah dinilai oleh auditor.

Prosedur Substantif

Paragraf 18 mensyaratkan auditor untuk merancang dan melaksanakan prosedur substantif untuk
setiap golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan, tanpa memperhatikan risiko yang telah
dinilai atas kesalahan penyajian material. Ketentuan ini mencerminkan fakta bahwa:

(a) penilaian risiko oleh auditor merupakan suatu pertimbangan dan mungkin tidak dapat
mengidentifikasi semua risiko kesalahan penyajian material; dan
(b) terdapat keterbatasan bawaan dalam pengendalian internal, termasuk di dalamnya pengabaian
pengendalian oleh manajemen.

Sifat dan Luas Prosedur Substantif

Sesuai dengan kondisi, auditor dapat menentukan bahwa:

Hanya melaksanakan prosedur analitis substantif saja sudah cukup untuk menurunkan risiko
audit ke tingkat rendah yang dapat diterima. Misalnya, ketika penentuan risiko auditor
didukung oleh bukti audit yang diperoleh dari pengujian pengendalian.
Hanya pengujian rinci yang sudah memadai.
Kombinasi prosedur analitis substantif dan pengujian rinci merupakan prosedur yang paling
responsif terhadap risiko yang telah dinilai.

Prosedur analitis substantif secara umum lebih dapat diterapkan untuk transaksi dalam jumlah yang
besar yang cenderung dapat diperkirakan setiap waktu. SA520 menetapkan ketentuan dan panduan
tentang penerapan prosedur analitis selama audit.
Pertimbangan Apakah Prosedur Konfirmasi Eksternal Dilaksanakan

Prosedur konfirmasi eksternal sering kali relevan ketika ditujukan ke asersi yang berkaitan dengan
saldo akun dan unsurnya, tetapi tidak terbatas pada saldo akun dan unsurnya tersebut. Misalnya,
auditor dapat meminta konfirmasi eksternal tentang syarat-syarat perjanjian, kontrak, atau transaksi
antara entitas dengan pihak lain. Prosedur konfirmasi eksternal juga dapat dilakukan untuk
mendapatkan bukti audit tentang tidak adanya beberapa kondisi. Misalnya, suatu permintaan mungkin
khusus untuk mendapatkan penegasan tidak adanya perjanjian tambahan (side agreement) yang
mungkin relevan untuk asersi pisah batas pendapatan entitas. Situasi lainnya di mana prosedur
konfirmasi eksternal mungkin merupakan bukti audit yang relevan dalam merespons risiko yang telah
dinilai atas kesalahan penyajian material mencakup:

Saldo bank dan informasi lain yang relevan dengan hubungan perbankan.
Saldo piutang usaha dan syarat-syaratnya.
Sediaan yang berada di tangan pihak ketiga dalam gudang kawasan berikat untuk diproses
lebih lanjut atau dalam kondisi konsinyasi.
Akta kepemilikan properti yang dipegang oleh pengacara atau konsultan keuangan untuk
penyimpanan yang aman atau sebagai jaminan.
Investasi yang dipegang oleh pihak ketiga untuk keamanan penyimpanan, atau dibeli dari
pialang saham namun belum diterima pada tanggal laporan posisi keuangan.
Jumlah yang terutang kepada kreditur, termasuk ketentuan yang relevan untuk pembayaran dan
ketentuan pembatasannya (covenants).
Saldo utang usaha dan ketentuannya.

Faktor yang dapat membantu auditor dalam menentukan apakah prosedur konfirmasi eksternal perlu
dilakukan sebagai prosedur audit substantif mencakup:

Pengetahuan pihak yang akan dikonfirmasi tentang hal pokok


Kemampuan atau kesediaan pihak yang dikonfirmasi untuk memberikan respons

Dalam situasi tersebut, pihak yang dikonfirmasi dapat tidak memberikan respons, memberikan
respons secara tidak resmi, atau mungkin berusaha membatasi pengandalan terhadap respons
tersebut.
Objektivitas pihak yang dikonfirmasi: jika pihak yang dikonfirmasi adalah pihak yang
mempunyai hubungan istimewa dengan entitas, respons atas permintaan konfirmasi mungkin
menjadi kurang andal.

Prosedur Substantif Terkait dengan Proses Tutup Buku Laporan Keuangan

Sifat, dan juga luas, pemeriksaan auditor atas entri jurnal dan penyesuaian lainnya tergantung
pada sifat dan kompleksitas proses pelaporan keuangan entitas dan risiko kesalahan penyajian material
yang terkait.

Prosedur Substantif yang Responsif terhadap Risiko Signifikan

Paragraf 21 SA ini mensyaratkan auditor untuk melakukan prosedur substantif yang secara
khusus memberikan respons atas risiko yang telah ditetapkan auditor sebagai risiko yang signifikan.
Bukti audit dalam bentuk konfirmasi eksternal yang diterima langsung oleh auditor dari pihak yang
dikonfirmasi dapat membantu auditor untuk memperoleh bukti audit dengan tingkat keandalan tinggi
yang diperlukan auditor untuk merespons risiko signifikan atas kesalahan penyajian material, yang
disebabkan karena kecurangan atau kesalahan.

Saat Prosedur Substantif

Dalam hampir semua situasi, bukti audit dari prosedur audit substantif periode lalu
memberikan sedikit atau tidak memberikan sama sekali bukti audit untuk periode kini. Namun, ada
beberapa pengecualian, misalnya, opini hukum yang diperoleh dalam audit periode lalu yang berkaitan
dengan struktur perubahan aset menjadi sekuritas yang tidak ada perubahan yang terjadi, yang
mungkin masih relevan untuk periode audit kini. Dalam hal ini, merupakan hal yang tepat untuk
menggunakan bukti audit dari prosedur substantif audit periode lalu jika bukti tersebut dan hal pokok
yang terkait di dalamnya tidak berubah secara fundamental, dan prosedur audit telah dilakukan untuk
membuat pengacuan untuk audit periode kini.

Penggunaan Bukti Audit yang Diperoleh Selama Suatu Periode Interim

Dalam kondisi tertentu, auditor dapat menentukan bahwa merupakan hal efektif untuk melakukan
prosedur substantif pada suatu tanggal interim, dan untuk membandingkan dan merekonsiliasi
informasi tentang saldo pada akhir periode dengan informasi yang dapat dibandingkan pada saat
tanggal interim tersebut untuk:

(a) Mengidentifikasi jumlah yang tampak tidak biasa;


(b) Menginvestigasi jumlah yang tidak biasa tersebut; dan
(c) Melakukan prosedur analitik substantif atau pengujian rinci untuk menguji periode antara
periode interim sampai dengan tanggal laporan posisi keuangan.

Kesalahan penyajian yang diketahui pada suatu tanggal interim

Jika auditor menyimpulkan bahwa sifat, saat, dan luas prosedur substantif yang direncanakan
yang mencakup periode di antara tanggal interim dan tanggal laporan posisi keuangan perlu
dimodifikasi sebagai akibat dari kesalahan penyajian yang tidak diperkirakan terjadi pada tanggal
interim, modifikasi tersebut mungkin berupa perluasan atau pengulangan prosedur yang telah
dilakukan pada tanggal interim tersebut pada tanggal laporan posisi keuangan.

Kecukupan Penyajian Dan Pengungkapan

Penilaian terhadap penyajian keseluruhan laporan keuangan, termasuk pengungkapan terkait,


berkaitan dengan apakah laporan keuangan tersebut telah disajikan sedemikian rupa dengan cara
menyajikan penggolongan dan penjelasan informasi keuangan, serta bentuk, pengaturan, dan isi
laporan keuangan serta catatan yang ditambahkandengan tepat. Hal ini mencakup, misalnya, istilah
yang digunakan, jumlah rincian yang diberikan, klasifikasi pos dalam laporan keuangan, serta basis
jumlah yang ditetapkan.

Evaluasi terhadap Kecukupan dan Ketepatan Bukti audit

Audit atas laporan keuangan adalah suatu proses kumulatif dan berulang. Selama auditor
melakukan prosedur audit yang direncanakan, bukti audit yang diperoleh dapat menyebabkan auditor
untuk melakukan modifikasi sifat, saat, serta luas prosedur lain yang direncanakan. Suatu informasi
dapat menjadi perhatian auditor karena berbeda secara signifikan dengan informasi yang menjadi basis
penilaian risiko.

Dalam kondisi demikian, auditor mungkin perlu untuk mengkaji ulang prosedur audit yang telah
direncanakan, berdasarkan atas pertimbangan yang telah diubah atas risiko yang telah ditetapkan untuk
seluruh atau sebagian golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan dan asersi terkait. SA315
memberikan panduan lebih lanjut dalam merevisi penilaian risiko auditor.

Auditor tidak dapat menganggap bahwa kecurangan atau kesalahan merupakan kejadian yang
terisolasi. Oleh karena itu, pertimbangan mengenai bagaimana mendeteksi kesalahan penyajian dapat
memengaruhi risiko kesalahan penyajian material yang telah dinilai adalah penting dalam
menentukan apakah penilaian risiko kesalahan penyajian masih tepat.

Pertimbangan auditor untuk menentukan bukti audit cukup dan layak dipengaruhi oleh faktor-faktor
berikut ini:

Signikansi potensi kesalahan penyajian dalam asersi dan kemungkinan kesalahan penyajian
tersebut berdampak material, baik secara individu maupun gabungan dengan potensi
kesalahan penyajian lainnya, terhadap laporan keuangan.
Efektivitas respons dan pengendalian manajemen untuk menangani risiko tersebut.
Pengalaman yang diperoleh selama audit sebelumnya yang berkaitan dengan kesalahan
penyajian potensial yang sama.dsb

Dokumentasi

Bentuk dan luasnya dokumentasi audit merupakan masalah pertimbangan profesional, dan
dipengaruhi oleh sifat, ukuran, dan kompleksitas entitas serta pengendalian internalnya, ketersediaan
informasi dari entitas dan metodologi audit serta teknologi yang digunakan dalam audit.