Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Praktik keperawatan yang aman mencakup pemahaman tentang batasan legal


dimana perawat harus berfungsi. Seperti halnya semua aspek keperawatan saat ini,
pemahaman tentang implikasi hukum mendukung pikiran kritis pada bagian perawat.
Perawat harus memahami hukum untuk melindungi dirinya dari pertanggungjawaban
dan untuk melindungi hak-hak klien. Perawat tidak perlu takut hukum, akan tetapi harus
memandang informasi yang mengikutinya sebagai dasar pemahaman apa yang
diharapkan oleh masyarakat kita dari pemberi asuhan keperawatan professional. Hukum
di masyarakat kita berubah-ubah dan dengan terus menerus berubah untuk memenuhi
kebutuhan manusia dan hukum dimaksudkan untuk melindungi. Karena teknologi telah
memperluas peranan perawat, dilemma etis yang dihubungkan dengan perawatan klien
telah meningkat dan sering juga menjadi masalah legal juga. Ketika hukum federal
mengena untuk semua negara bagian, perawat juga harus sadar bahwa hukum beragam
secara luas melintasi negeri. Perawat penting untuk mengetahui hukum di Negara mereka
yang mempengaruhi praktik mereka. Publik mendapat informasi lebih baik dibanding
waktu lampau tentang hak-hak perawatan keehatan mereka. Terbiasanya perawat dengan
hukum meningkatkan kemampuannya untuk menjadi advokat klien.

1.2 Rumusan masalah

1. untuk mengetahui tentang pengertian legal


2. untuk mengetahui tentang dimensi legal dalam keperawatan
3. untuk mengetahui tentang batas tanggung jawab dalam keperawatan
4. untuk mengetahui berbagai aspek legal dalam keperawatan
5. untuk mengetahui perlindungan legal untuk perawat

1.3 Tujuan

1. Untuk memenuhi tugas keperawatan profesional tentang tentang peranan legal


praktek keperawatan
2. Dan untuk menambah wawasan kita tentang peranan legal praktek kerawatan

1
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Definisi peranan legal praktek keperawatan

Perawat adalah orang yang mengasuh, merawat dan melindungi, yang merawat
orang sakit, luka dan usia lanjut (di kutip oleh Ellis, Harley, 1980).Peran perawat adalah
menjaga pasien mempertahankan kondisi terbaiknya terhadap masalah kesehatan yang
menimpa dirinya (Florence Nigthingale dalam bukunya What it is and What it is not)

Keperawatan adalah fungsi unik dari perawat membantu individu sakit atau sehat
dalam melaksanakan segala aktivitasnya untuk mencapai kesehatan atau untuk meninggal
dunia dengan tenang yang dapat dapat ia lakukan sendiri tanpa bantuan apabila cukup
kekuatan, harapan dan pengetahuan (Virginia Handerson, 1958) Perawatan adalah suatu
bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
yang di dasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-
spritual yang komprehensif serta di tujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat
baik sakit maupun sehat yg mencakup seluruh siklus kehdpan manusia (Lokakarya
keperawatan Nasional 1986)
Praktik keperawatan berarti membantu individu atau kelompok dalam
mempertahankan atau meningkatkan kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan
dengan mengkaji status, menentukan diagnosa, merencanakan dan mengimplementasi
strategi keperawatan untuk mencapai tujuan, serta mengevaluasi respon terhadap
perawatan dan pengobatan (National Council of State Board of Nursing/NCSBN) Praktik
keperawatan profesional tertuang juga dlm Nurse Practice Art New York 1972 Praktik
keperawatan terdapat dalam American Nursing Association/ANA)

2.2 Pengertian Legal

Legal adalah sesuat yang di anggap sah oleh hukum dan undang-undang (Kamus Besar
Bahasa Indonesia)

2
2.3 Dimensi Legal Dalam Keperawatan

Perawat perlu tahu tentang hukum yang mengatur prakteknya untuk:

1. Memberikan kepastian bahwa keputusan dan tindakan perawat yang di lakukan


konsisten dengan prinsip prinsip hokum
2. Melindungi perawat dari liabilitas

2.4 Batas Tanggung Jawab Dalam Keperawatan

1. Menjalankan Pesanan Dokter

Menurut Becker (Dlm Kozier,Erb 1990) empat hal yg hrs di tanyakan perawat untuk
melindungi mereka secara hukum:

a. Tanyakan pesanan yang di tanyakan pasien


b. Tanyakan setiap pesanan setiap kondisi pasien berubah
c. Tanyakan dan catat pesan verbal untuk mencegah kesalahan komunikasi.
d. Tanyakan pesanan (Standing Order ), terutama bila perawat tidak berpengalaman.

2. Melaksanakan Intervensi Keperawatan Mandiri atau yang di Delegasi


Dlm Melaksanakan intervensi keperawatan ,perawat memperhatikan beberapa prekausi:
a. Ketahui pembagian tugas ( Job Deskrption) mereka Ikuti kebijakan & prosedur yg
di tetapkan di tempat kerja
b. Selalu identifikasi pasien, terutama sebelum melaksanakan intervensi utama.
c. Pastikan bahwa obat yang benar di berikan dengan dosis, rute, waktu dan pasien
yg benar.
d. Lakukan setiap prosedur secara tepat
e. Catat semua pengkajian dan perawatan yang di berikan dengan cepat dan akurat.
f. Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien
g. Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik (rapport) dengan
pasien.
h. Pertahankan kompetisi praktik keperawatan.
i. Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat.
j. Sewaktu mendelegasikan tanggung jawab keperawatan, pastikan bahwa orang
yang di berikan delegasi tugas mengetahui apa yang harus di kerjakan dan orang
tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang di butuhkan.
k. Selalu waspada saat melakukan intervensi keperawatan dan perhatikan secara
penuh setiap tugas yang di laksanakan.

2.5 Berbagai Aspek Legal Dalam Keperawatan

3
Fungsi Hukum Dalam Praktek Keperawatan :

a. Hukum memberikan kerangka untuk menentukan tindakan keperawatan mana


yang sesuai dengan hukum
b. Membedakan tujuan perawat dengan tujuan profesi yang lain
c. Membantu menentukan batas-batas kewenangan tindakan keperawatan mandiri
d. Membantu dalam mempertahankan standar praktik keperawatan dengan
meletakan posisi perawat memiliki akuntabilitas di bawah hukum (Kozier,Erb)

Aspek Legal Dalam Keperawatan

Hukum mengatur perilaku hubungan antar manusia sebagai subjek hukum yang
melahirkan hak dan kewajiban. Dalam kehidupan manusia, baik secara perorangan
maupun berkelompok, hukum mengatur perilaku hubungan baik antara manusia yang
satu dengan yang lain, antar kelompok manusia, maupun antara manusia dengan
kelompok manusia. Hukum dalam interaksi manusia merupakan suatu keniscayaan
(Praptianingsih, S., 2006).
Berhubungan dengan pasal 1 ayat 6 UU no 36/2009 tentang kesehatan berbunyi :
Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan
serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang
kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya
kesehatan.

Begitupun dalam pasal 63 ayat 4 UU no 36/2009 berbunyi Pelaksanaan


pengobatan dan/atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan
hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan
untuk itu. Yang mana berdasarkan pasal ini keperawatan merupakan salah satu
profesi/tenaga kesehatan yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada pasien yang
membutuhkan
Pelayanan keperawatan di rumah sakit meliputi : proses pemberian asuhan
keperawatan, penelitian dan pendidikan berkelanjutan. Dalam hal ini proses pemberian
asuhan keperawatan sebagai inti dari kegiatan yang dilakukan dan dilanjutkan dengan

4
pelaksanaan penelitian-penelitian yang menunjang terhadap asuhan keperawatan, juga
peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang diperoleh melalui
pendidikan dimana hal ini semua bertujuan untuk keamanaan pemberian asuhan bagi
pemberi pelayanan dan juga pasien selaku penerima asuhan .
Berdasarkan undang-undang kesehatan yang diturunkan dalam Kepmenkes 1239
dan Permenkes No. HK.02.02/Menkes/148/I/2010, terdapat beberapa hal yang
berhubungan dengan kegiatan keperawatan. Adapun kegiatan yang secara langsung dapat
berhubungan dengan aspek legalisasi keperawatan :
1. Proses Keperawatan
2. Tindakn keperawatan
3. Informed Consent
4. Dll

Untuk melindungi tenaga perawat akan adanya tuntutan dari klien/pasien perlu
ditetapkan dengan jelas apa hak, kewajiban serta kewenangan perawat agar tidak terjadi
kesalahan dalam melakukan tugasnya serta memberikan suatu kepastian hukum,
perlindungan tenaga perawat. Hak dan kewajiban perawat ditentukan dalam Kepmenkes
1239/2001 dan Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik Nomor Y.M.00.03.2.6.95

1. Kewajiban Perawat
Mempunyai izin untuk melakukan pekerjaan maupun untuk melakukan praktik
keperawatan (Pasal 1, 3, 6, 8)
Membantu Program Pemerintah di bidang kesehatan (Pasal 18)
Meningkatkan mutu pelayanan profesi (Pasal 19)
Mencantumkan Surat Izin Praktik Perawat di ruang praktiknya ( untuk praktik
perorangan) (Pasal 21)

5
Memenuhi persyaratan mutu layanan dalam bentuk ketersediaan sarana dan
prasarana minimal bagi perawat (pasal 22, 23) dan berpraktik sesuai dengan
peraturan perundangan (Pasal 30)
Menjalankan fungsi keperawatan berdasarkan ketentuan
Mengumpulkan sejumlah angka kredit (Ketentuan MenPAN 94/2001)

2. Hak Perawat
Dalam Kepmenkes 1239/2001 hak perawat tidak dijelaskan secara eksplisit tetapi dapat
kita lihat pada pasal 15 dan 20 sebagai berikut

Pasal 15 : dalam melaksanakan praktik keperawatan berwenang untuk :


Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa
keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi
keperawatan.
Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir (1) meliputi : intervensi
keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimana dimaksud angka (1) dan (2)
harus sesuai dengan standar asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi
profesi
Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaaan tertulis
dari dokter

Pasal 20, menjelaskan sebagai berikut :


Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seorang/pasien, perawat berwenang
untuk melakukan tindakan pelayanan kesehatan di luar kewenangan sebagai
dimaksud dalam pasal 15
Pelayanan dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan
untuk penyelamatan jiwa.

2.6 Perlindungan Legal Untuk Perawat

Untuk menjalankan praktiknya scr hukum perawat hrs di lindungi dari tuntutan
mal praktik dan kelalaian pada keadaan darurat. Contoh: UU di A.S yg bernama Good
Samaritan Acts yg memberikan perlindungan tenaga kesehatan dlm memberikan
pertolongan pada keadaan darurat. Di Kanada terdpt UU lalu lintas yg memperbolehkan

6
setiap orang u/ meolong korban pada setiap situasi kecelakaan yg bernama Traffic Acrt Di
Indonesia UU Kesehatan No 23 tahun 1992.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Praktik keperawatan berarti membantu individu atau kelompok dalam


mempertahankan atau meningkatkan kesehatan yang optimal sepanjang proses kehidupan
dengan mengkaji status, menentukan diagnosa, merencanakan dan mengimplementasi
strategi keperawatan untuk mencapai tujuan, serta mengevaluasi respon terhadap
perawatan dan pengobatan (National Council of State Board of Nursing/NCSBN)
Saat ini, praktik pelayanan keperawatan di banyak rumah sakit di Indonesia belum
mencerminkan praktik pelayanan profesional. Metoda pemberian asuhan keperawatan

7
yang dilaksanakan belum sepenuhnya berorientasi pada upaya pemenuhan kebutuhan
klien, melainkan lebih berorientasi pada pelaksanaan tugas.

3.2 Saran

Dalam prakteknya perawat dituntut untuk tanggap dalam memberikan asuhan


keperawatan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan
masalah kesehatan dan kompleks, memberikan tindakan keperawatan langsung,
pendidikan, nasehat, konseling, dalam rangka penyelesaian masalah keperawatan melalui
pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan sistem klien,
memberikan pelayanan keperawatan disarana kesehatan dan tatanan lainnya

DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin, A. 2008, Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem pernapasan,

Salemba Medika. Jakarta Hal: 72-82

Zulkifli Amin, Asril Bahar, 2006. Tuberkulosis Paru, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta:
UI

http://fechamim.wordpress.com/2012/04/16/legal-etik-dalam-praktek-telemedicine/

http://b11nk.wordpress.com/2010/11/21/aspek-etik-dan-legal-dalam-praktik-keperawatan/

8
A. Nama : mira mayasari ( kelompok 8 )

Pertanyaan : berikan contoh legalitas perawat dalam tindakan medis ?

Dijawab oleh ( Ramadhan & Nada ) : kasus , seorang laki laki usia 15 tahun dibawa ke
UGD karena mengalami dehidrasi berat dan mendapat terapi pemasangan infus . setelah
dilakukan beberapa kali penusukan oleh perawat , pemasangan infus gagal dilakukan sehingga
dibagian tangan dan kaki klien kebiruan . keluarga klien mengadukan ke bagian komite etik
untuk meminta pertanggungjawaban perawat.

B. Nama :Echi sagita ( kelompok 1 )

Pertanyaan : maksud dari prekuasi ?

9
Dijawab oleh ( firsty farerintersya ) : prekausi sama dengan langkah langkah,
Melaksanakan Intervensi Keperawatan Mandiri atau yang di DelegasiDlm Melaksanakan
intervensi keperawatan ,perawat memperhatikan beberapa prekausi:

Ketahui pembagian tugas ( Job Deskrption) mereka Ikuti kebijakan & prosedur yg
di tetapkan di tempat kerja
Selalu identifikasi pasien, terutama sebelum melaksanakan intervensi utama.
Pastikan bahwa obat yang benar di berikan dengan dosis, rute, waktu dan pasien
yg benar.
Lakukan setiap prosedur secara tepat
Catat semua pengkajian dan perawatan yang di berikan dengan cepat dan akurat.
Catat semua kecelakaan yang mengenai pasien
Jalin dan pertahankan hubungan saling percaya yang baik (rapport) dengan
pasien.
Pertahankan kompetisi praktik keperawatan.
Mengetahui kekuatan dan kelemahan perawat.

C. Nama : Rudi ( kelompok 5 )

Pertanyaan nya : jelaskan pasal 23 no. 36 tahun .2009 tentang legilitas ?

Dijawab oleh : Agnes permata haryani ( kelompok 5 ) :

a. Tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan masyarakat


b. Kewenangan untuk menyelenggrakan pelayanan kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat ( 1 ) dilakukan sesuai dengan keahlian yang dimiliki
c. Dalam menyenlenggrakan pelayanan kesehatan , tenaga kesehatan wajib memiliki
izin dari pemerintahan

D. Nama : Resi efriani ( kelompok 2 )

Pertanyaan nya : jelaskan prinsip prinsip legal & legalistik dalam keperawatan ?

Dijawab oleh : Ramadhan & Teguh wiradarma :

Otonomi

10
Beneficience( berbuat baik )
Justice( keadilan )
Non Maleficience
Moral Right
Nilai dan Norma Masyarakat .

E. Nama : Dwi gustin permata sari ( kelompok 6 )

Pertanyaannya : apa hak dan kewajiban perawat dalam membuka praktek ?

Dijawab oleh : Reka Ratulia

Kewajiban Perawat dalam membuka praktek :


Mempunyai izin untuk melakukan pekerjaan maupun untuk melakukan praktik
keperawatan (Pasal 1, 3, 6, 8)
Membantu Program Pemerintah di bidang kesehatan (Pasal 18)
Meningkatkan mutu pelayanan profesi (Pasal 19)
Mencantumkan Surat Izin Praktik Perawat di ruang praktiknya ( untuk praktik
perorangan) (Pasal 21)
Memenuhi persyaratan mutu layanan dalam bentuk ketersediaan sarana dan
prasarana minimal bagi perawat (pasal 22, 23) dan berpraktik sesuai dengan
peraturan perundangan (Pasal 30)
Menjalankan fungsi keperawatan berdasarkan ketentuan
Mengumpulkan sejumlah angka kredit (Ketentuan MenPAN 94/2001)
Sedangkan hak Perawat dalam membuka praktek sebagai berikut :
Dalam Kepmenkes 1239/2001 hak perawat tidak dijelaskan secara eksplisit tetapi dapat
kita lihat pada pasal 15 dan 20 sebagai berikut

Pasal 15 : dalam melaksanakan praktik keperawatan berwenang untuk :


Melaksanakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa
keperawatan, perencanaan, melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi
keperawatan.
Tindakan keperawatan sebagaimana dimaksud pada butir (1) meliputi : intervensi
keperawatan, observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan.
Dalam melaksanakan asuhan keperawatan sebagaimana dimaksud angka (1) dan (2)
harus sesuai dengan standar asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi
profesi

11
Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan berdasarkan permintaaan tertulis
dari dokter

F.Nama : Sri dewi lestari ( kelompok 3 )

Pertanyaan nya : legal yang di anggap sah , itu seperti apa ? dalam tindakan keperawatan

Dijawab oleh : ( nada vrawinata & mardianto prayogi ) :

a. Ada persetujuan kehendak antara pihak pihak yang membuat perjanjian


( consencius )
b. Ada kecakapan terhadap pihak pihak untuk membuat perjanjian ( capacity )
c. Ada sesuatu hal tertentu ( a certain subject matter ) dan ada sesuatu sebab yang
halal ( legal cause )
d. Kontrak perawat pasien dilakuan sebelum melakukan tindakan asuhan
keperawatan
e. Kontak juga dilakukan sebelum menerima dan diterima ditempat kerja
f. Kontrak P- PS digunakan untuk melindungi hak hak kedua belah pihak yang
bekerja sama
g. Kontrak juga untuk menggugat pihak yang melanggar kontrak yang disepakati
( dalami et al 2010 )

12