Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH SKI

Kelompok

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1

MALUKU TENGAH
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala inayah rahmatnya serta
ridho- Nya, kami telah menyusun sebuah rangkuman
yang di beri judul Makalah Tradisi Upacara Adat Kesukuan Nusantara
Dengan adanya Rangkuman ini, yang menyajikan metode praktis agar mudah untuk
di pelajari. Semoga dapat membantu kepahaman kita dalam pelajaran SKI ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini sangat sederhana dan banyk kekurangannya.
Karena itu, kritik maupun saran yang membangun untuk perbaikan makalah ini sangat kami
harapkan.
Sekian dan trerima kasih semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan
pembaca pada umumnya.

Tulehu, 1 febuari 2017

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR........................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................1
1.2 Tujuan Pembuatan Makalah..............................................................................1
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................2
2.1 Tradisi Masyarakat Sunda.................................................................................2
2.2 Tradisi Masyarakat Jawa...................................................................................4
2.3 Tradisi Masyarakat Aceh...................................................................................5
2.4 Tradisi Masyarakat Bugis.................................................................................6
BAB III PENUTUP...........................................................................................................9
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................9
3.2 Saran.................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 10

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Keragaman budaya atau cultural diversity adalah keniscayaan yang ada di bumi
Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri
keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan
kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan
daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan
kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta
orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga
mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari
pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini
juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan
masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar
juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga
menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga
berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung
perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama
tertentu. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat
keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja
keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya
dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan.

1.2 Tujuan Penulisan

Untuk lebih menguasai dan memahami suatu mata pelajaran maka harus ada
pembelajaran dan pendalaman tentang mata pelajaran tersebut, untuk itu maka di
tugaskanlah pembuatan makalah tentang Sejarah Kebudayaan Islam ini.
Selain itu, dengan di tugaskannya pembuatan makalah ini siswa menjadi lebih luas
wawasannya baik dalam bidang mata pelajaran maupun penguasaan Informasi Teknologi,
karena sebagian besar materi dalam makalah ini diambil dari Internet.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tradisi Masyarakat Sunda dan Jawa
2.1.1 Tradisi Masyarakat Sunda
- Ngaliwet, demikian istilah yang lazim digunakan oleh masyarakat sunda
yang akan mengadakan makan bersama dengan menu spesial di akhir pekan.
Ngaliwet bukan hanya sekedar makan bersama melainkan, ada ritual masak
bersama pula. Mulai dari patungan biaya membeli bahan makanan atau
menyumbangkan jenis bahan makanan mentah untuk dimasak. Ngaliwet menjadi
tradisi orang sunda yang telah lama ada. Hampir setiap akhir pekan terutama para
remaja mengadakan acara ngaliwet. Entah sejak kapan tradisi ngaliwet tersebut
sudah berlangsung. Para remaja biasanya mengadakan ngaliwet pada malam
minggu ataupun hari minggu menjelang makan siang.

2.1.2 Tradisi Masyarakat Jawa


- Bagi masyarakat Jawa, kegiatan tahunan yang bernama nyadran atau
sadranan merupakan ungkapan refleksi sosial-keagamaan. Hal ini dilakukan dalam
rangka menziarahi makam para leluhur. Ritus ini dipahami sebagai bentuk
pelestarian warisan tradisi dan budaya para nenek moyang. Nyadran dalam tradisi
Jawa biasanya dilakukan pada bulan tertentu, seperti menjelang bulan Ramadhan,
yaitu Sya'ban.
Nyadran dengan ziarah kubur merupakan dua ekspresi kultural keagamaan
yang memiliki kesamaan dalam ritus dan objeknya. Perbedaannya hanya terletak
pada pelaksanaannya, di mana nyadran biasanya ditentukan waktunya oleh pihak
yang memiliki otoritas di daerah, dan pelaksanaannya dilakukan secara kolektif.

2.2 Tradisi Masyarakat Aceh


- Masyarakat Aceh punya tradisi tersendiri untuk menyambut hari-hari besar Islam.
Makmeugang atau Uroe Meugang adalah salah satu tradisi dalam masyarakat Aceh yang
telah ada sejak berabad yang lalu yaitu berupa kegiatan membeli dan memakan daging di
hari istimewa, biasanya dua hari menjelang puasa dan dua hari menjelang Lebaran Idul
Fitri dan Idul Adha.

2.3 Tradisi Upacara Minangkabau


- Upacara kehamilan, Ketika roh ditiupkan kedalam seorang ibu pada saat janin
berusia 16 minggu, maka disaat inilah bebera kalangan masyarakat mengharapkan doa
dari kerabatnya. Pengertian kerabat disini terdirin dari para ipar dan besan dari masing-
masing pasangan isteri.
Seperti pada umumnya setiap hajad kebaikan maka keluarga yang akan membangun
kehidupan baru menjadi pasangan keluarga sakinah ma waddah wa rahmah memohon
kepada Yang Maha Kuasa agar awal kehidupan janin membawa harapan yang dicita-
citakan.
Upacara Turun Mandi dan Kekah, Sering upacara ini dilakukan dengan tradisi tertentu
diantara para ipar besan dan induk bako dari pihak si Bayi. Induk Bako si Bayi akan
memberikan sesuatu kepada sang bayi sebagai wujud kasih sayangnya atas kedatangan
bayi itu dalam keluarga muda.

2.4 Macam Macam Upacara Adat Kesukuan Indonesia

2.1 Tahlilan
Tahlilan adalah upacara kenduri atau selamatan untuk berdoa kepada Alloh dengan
membaca surat Yasin dan beberapa surat dan ayat pilihan lainnya, diikuti kalimat-
kalimat tahlil (laailaaha illallah), tahmid (Alhamdulillah) dan tasbih (subhanallah).
Biasanya diselenggarakan sebagai ucapan syukur kepada Alloh SWT (tasyakuran)
dan mendoakan seseorang yang telah meninggal dunia pada hari ke 3, 7, 40, 100,
1.000 dan khaul (tahunan). Tradisi ini berasal dari kebiasaan orang-orang Hindu dan
Budha yaitu Kenduri, selamatan dan sesaji. Dalam agam Islam tradisi ini tidak dapat
dibenarkan karena mengandung unsure kemusyrikan. Dalam tahlilan sesaji digantikan
dengan berkat atau lauk-pauk yang bisa dibawa pulang oleh peserta. Ulama yang
mengubah tradisi ini adalah Sunan Kalijaga dengan maksud agar orang yang baru
masuk Islam tidak terkejut karena harus meninggalkan tradisi mereka, sehingga
mereka kembali ke agamanya.

SENI BUDAYA LOKAL SEBAGAI BAGIAN DARI TRADISI ISLAM

Pengertian Seni Budaya Lokal.

Seni budaya lokal artinya adalah bentuk seni atau tradisi yang ada pada daerah tertentu,
mengakar dan menjadi pola hidup di masyarakat tersebut. Budaya ini berkembang secara
turun temurun dan terus dilestarikan oleh generasi selanjutnya.
Semakin banyak suku di Indonesia semakin memperkaya khazanah kebudayaan Nusantara.

Karena setiap suku memiliki tradisi dan adat istiadat yang berbeda-beda. Dan memberikan
identitas dan corak yang jelas bagi daerahnya.

Beberapa kesenian dan budaya lokal kemudian berakulturasi dengan Islam, namun keduanya
tidak kehilangan ciri khasnya. Melalui akulturasi tersebut, Islam menggunakan budaya lokal
sebagai media dakwah.

Kebudayaan Menurut Islam

Arti kebudayaan adalah hasil karya cipta manusia. Sedang kebudayaan dalam pandangan
Islam adalah sebuah tata nilai dan tradisi yang berkembang dari ajaran Islam. Tata nilai
tersebut mernupakan penerjemahan/untuk merealisir pokok-pokok ajaran al Quran dan
Hadis dalam kehidupan nyata.

Dari berbagai kelompok masyarakat di dunia termasuk Indoneisa telah menghasilkan sebuah
kebudayaan yang disebut kebudayaan Islam. Tertu saja sudah beradaptasi dengan budaya
lokal Nusantara. Hasilnya lahirlah beragam budaya lokal yang bercorak Islam.

Pengertian Tradisi Islam

Sebelum membahas tradisi Islam, perlu ditegaskan dahulu arti kesenian Islam. Kesenian
Islam yaitu ekspresi estetis dikalangan orang Islam dengan menggunakan medium.

Karya seni Islam dalam segala bentuk manifestasinya, apakah seni suara, musik, gerak, sastra
atau seni pandang, seperti lukis, kaligrafi dan arsitektur adalah merupakan bagian dari
ekspresi keimanan tauhid berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Mengingat bidang estetis adalah wawasan yang tidak diberikan batasan terperinci dan paten
dalam Islam yaitu lebih merupakan cobaan terhadap orang Islam untuk berkreasi dengan
alasan keimanan tauhid tentang valid/tidaknya sebuah karya seni sebagai karya Islam adalah
tetap merupakan upaya ijtihadi.

Dalam karya seni Islam terdapat beberapa lahan kesenian yang kurang digunakan. Yaitu seni
tari serta representasi figure manusia dan hewan termasuk sedikit sekali yang dikembangkan
dalam karya seni Islam. Sebenarnya tidak ada dalil qoti yang mendiskreditkan kreasi
demikian. Tetapi corak aqidah Islam yang tauhid mendorong timbulnya kecurigaan terhadap
representasi figural yang mengarah kepada kemusyrikan. Dalam hal ini sangat dominan.

.
Seni Budaya Lokal Yang Bernuansa Islam

Seni budaya lokal yang bernuansa Islam lebih diartikan sebagai kesenian daerah yang
diilhami oleh Agama Islam. Dengan kata lain kesenian Nusantara yang telah berbaur dengan
tradisi Islam. Dalam beberapa hal didaerah kita terdapat kesenian daerah yang
dilhami/berbaur denga agama Islam antara lain:

Debus

Debus adalah kesenian asli masyarakat Banten, muncul pertama kali pada abad ke-16 pada
masa pemerintahan Sultan Maulana Hasannudin (1532-1570). Pada masa pemerintahan
Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682) debus difokuskan untuk membangkitkan semangat
pejuang dalam melawan Belanda.

Kesenian ini merupakan bentuk kombinasi dari seni tari, seni suara, seni kebatinan yang
bernuansa megis. Pertunjukkan ini dimulai dengan pembukaan (membaca) salawat kepada
Nabi Muhammad SAW. Zikir selama 10 menit yang diiringi musik.

Bersamaan dengan beluk (nyanyian zikir dengan suara keras) atraksi kekebalan tubuh
sesuai permintaan penontonnya. Misalnya menusuk perut, mengisi anggota badan dengan
golok dan sejenisnya.

Tari Saman

Berasal dari Aceh, dari dataran tinggi Gayo. Dahulunya tari saman disampaikan untuk
merayakan peristiwa penting dalam adat Aceh, juga pada perayaan hari kelahiran Nabi
Muhammad SAW. Kata saman berasal dari salah satu nama ulama besar Aceh yaitu Syekh
Saman.

Tari saman tidak diiringi musik, menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan.
Tarian ini dipandu yang lazim disebut Syekh. Biasanya terdiri dari delapan penari dan dua
pemberi aba-aba sambil bernyanyi.

Hadrah

Musih ini berkembang di kalangan pesantren. Hadrah adalah suatu bentuk seni suara yang
bernafaskan Islam dengan diiringi instrumen musik rebana dan disertai tarian dari para
penabuh rebana. Ciri khasnya penggunaan rebana (perkusi dari kulit binatang) sebagai alat
musik. Lagu yang dinyanyikan brupa puji-pujian kepada Allah dan Rasul, juga nasihat
agama..

APRESIASI TERHADAP TRADISI DAN UPACARA ADAT KESUKUAN


NUSANTARA

Mempelajari Tradisi Dan Upacara Adat Kesukuan Yang Bernuasna Islami.

Tradisi merupakan kebudayaan masa lampau yang diwariskan dalam bentuk sikap, perilaku
sosial, kepercayaan, prinsip-prinsi, dan sekepakatan perilaku. Hal ini berasal dari pengalaman
di masa lampau yang membentuk perilaku masa kini.
Di Indonesia terdapat berbagai macam tradisi yang masih dijaga dengan baik oleh
pengikutnya. Bisa dalam bentuk adat istiadat, ritual, upacara keagamaan. Dalam
pelaksanaannya tergantung/terpengaruh oleh lingkungan setempat.

Selamatan

Setiap ada peristiwa yang menakutkan, atau yang menyenangkan atau adanya harapan,
seperti perkawinan, sakit, panen padi, menanam padi selalu mengadakan upacara selamatan.
Selamatan dilakukan sebagai rasa syukur, dengan permohonan agar selalu mendapatkan
keselamatan.

Setelah Islam datang selamatan dikemas Islami, seperti dengan tahlilan, penajian. Sebelum
Islam datang diisi dengan bacaan mantra-mantra.
Ada upacara lain yang sering dilakukan masyarakat sekitar kita, yaitu upacara kematian,
yaitu saur tanah, satu hari, tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, seribu hari,
nguwis-uwisi kematian seseorang. Acara selamatan selalu diisi dengan kenduri (membagi-
bagi makanan) sesuai tema selamatan yang sedang dilakukan.

Upacara Turun Tanah di Aceh

Nama aslinya adalah Peutron Aneuk U Tanoh atau turun tanah. Artinya orang tua
menurunkan bayi ke tanah setelah bayi berusia 44 hari. Sebelumnya seorang ibu melakukan
pantangan dengan tujuan agar bayi sehat dan baik.

Upacara dipimpin oleh ketua adat dengan menggendong bayi menuju tangga rumah sambil
membaca doa-doa dari ayat Al Quran. Kemudian menuruni tangga rumah dengan bayi
tetap digendongnya.
Sampai di tanang upacara dilanjutkan mencincang batang pisang atau pohon keladi yang
telah disediakan. Hal ini mengibaratkan keperkasaan dan dimaksudkan agar bayi kelak
dikaruniai sifat perkasa dan kesatria.

Ketua ada melanjutkan acara membawa masuk bayi ke dalam nimah yang disambut oleh
seluruh hadirin dan keluarga. Dimeriahkan dengan rebana, tari-tarian, pencak silat,
permainan kesenian lainnya. Disajikan pula berbagai makanan.

MEMBERIKAN APRESIASI TERHADAP TRADISI DAN UPACARA KESUKUAN


NUSANTARA YANG BERNUANSA ISLAMI.

Selanjutnya kita akan membahas apa itu kenduri. Kenduri adalah selamatan, upacara tradisi
yang disesuaikan dengan ajaran-ajaran agama di Jawa. Gejala kenduri merupakan bagian dari
proses Islamisasi yang belum selesai sejak Islam masuk ke Nusantara yang dibawa oleh para
wali.

Hal ini diperkuat oleh analils Dr. Zamakhsyari Dhofier, bahwa penyebaran Islam di Jawa
tidak mudah penuh tantangan, dan setahap demi tahap. Pada dasarnya ada dua tahap yaitu;
gelombang pertama ialah pengislaman orang Jawa menjadi orang Islam sekedarnya, yang
selesai pada pada abad ke-16. Gelombang kedua ialah pemantapan mereka betul-betul
menjadi orang Islam yang taat, yang secara pelan-pelan menggantikan kehidupan keagamaan
yang lama, hampir secara menyeluruh tetapi tidak pernah disempurnakan misalnya syariah
Islam belum secara menyeluruh pernah diterapkan di Jawa.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Masyarakat sunda jawa bugis aceh atau pun yang lainnya memiliki struktur sosial dan
kebudayaan masing masing. Masyarakat sunda memiliki keperibadiam lebih kepada
sopan santun dan ramah tmah sedangkan masyarakat jawa lebih kepada kedisiplinan
mereka yang kuat, beda lai dengan masyarakat aceh yang masyarakatnya lebih agamis.

3.2 Saran
Beragam suku bangsa di negara ini beragam pula budayanya, mulai dari sabang
sampai merauke mulai dari yang beragama sampai yang atheis semua memiliki ciri dan
keperibadian khas masing masing.
Masyarakat sunda beda budayanya dengan masyarakat minang begitu pula beda
dengan masyarakat jawa, terlepas dari itu semua kita adalah saru dalam NKRI hal ini lah
yang patut di kedepankan, kita bersatu ketika zaman perjuangan dahulu maka harus juga
kita bersatu dalam zaman pembangunan sekarang ini

DAFTAR PUSTAKA

1. id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia
2. www.docstoc.com/docs/10178284/Suku-bangsa-di-indonesia
3. anaamy.wordpress.com/.../apresiasi-terhadap-tradisi-dan-upacara.
4. perdetik.blogspot.com/.../apresiasi-terhadap-tradisi-dan-upacara