Anda di halaman 1dari 339

`

BUPATI SUKABUMI
PROVINSI JAWA BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI


NOMOR 4 TAHUN 2016

TENTANG

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH


KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2016-2021

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SUKABUMI,

Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan perencanaan pembangunan


daerah yang sinergis dan terpadu perlu disusun Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Sukabumi;
b. bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25
Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah
beberapakali diubah terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, 6 (enam) bulan setelah Kepala
Daerah dilantik, Pemerintah Daerah menetapkan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD);
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun
2016-2021.
Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam
Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Berita Negara
Republik Indonesia tanggal 8 Agustus 1950)
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten
Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang
Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam
Lingkungan Provinsi Djawa Barat (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab
Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran
Negara Republlik Indonesia Nomor 4400);
6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4725);
10. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);
11. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang
Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5038);
12. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5059);
13. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587)
sebagaimana telah beberapakali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang
Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5679);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang
Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang
Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara
Republik Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4576);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang
Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar
Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006
Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4614);
19. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang
Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada
Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban
Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah, Dan Informasi Laporan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4963);
21. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang
Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4815);
22. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4817);
23. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4833);
24. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
(RPJMN) Tahun 2015-2019;
25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah beberapakalidiubah terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah;
26. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8
Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah;
27. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012
tentang Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup
Strategis Dalam Penyusunan dan Evaluasi Rencana
Pembangunan Daerah;
28. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun
2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun
2013-2018;
29. Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 13
Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah Kabupaten Sukabumi tahun 2005-
2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun
2009 Nomor 13);
30. Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 22
Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2032 (Lembaran
Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2012 Nomor 22).
Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUKABUMI


dan
BUPATI SUKABUMI

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA


PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH
KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2016-2021.

Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :
1. Daerah adalah Kabupaten Sukabumi.
2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan
oleh pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut
asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-
luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.
3. Pemerintah Daerah adalah Bupati sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.
4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD
adalah lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai
unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.
5. Bupati adalah Bupati Sukabumi.
6. Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat PD adalah unsur
pembantu Bupati dan DPRD dalam penyelenggaran Urusan
Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
7. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Sukabumi yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen
perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi untuk
periode 5 (lima) tahunan yang merupakan penjabaran visi, misi, dan
program Bupati dengan berpedoman pada RPJPD serta memperhatikan
RPJM Nasional dan RPJMD Provinsi.
8. Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang
selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan
pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi untuk periode 1 (satu)
tahunan yang digunakan sebagai pedoman untuk menyusun Kebijakan
Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Sukabumi.
9. Rencana Strategis Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat
Renstra PD, adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk
periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2016 sampai dengan
2021.
10. Rencana Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat Renja PD
adalah rencana pembangunan tahunan PD yang merupakan dokumen
perencanaan PD untuk periode 1 (satu) tahun.
11. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi yang selanjutnya
disingkat RTRW adalah hasil perencanaan tata ruang wilayah yang
mengatur struktur dan pola ruang Kabupaten.
12. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat
APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Sukabumi.

Pasal 2
(1) RPJMD merupakan penjabaran visi, misi, kebijakan dan program Bupati
yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMN.
(2) RPJMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat tujuan, sasaran,
strategi, arah kebijakan, program pembangunan daerah dan keuangan
daerah, serta program perangkat daerah dan lintas daerah yang disertai
dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif.

Pasal 3
RPJMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 menjadi pedoman bagi :
a. penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk kurun
waktu 5 (lima) tahun;
b. penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah; dan
c. Instrumen Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

Pasal 4
Visi dan Misi Bupati sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)
meliputi:
a. Visi Bupati adalah TERWUJUDNYA KABUPATEN SUKABUMI YANG
RELIGIUS DAN MANDIRI
b. Misi Bupati adalah :
1. Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis ekonomi
lokal melalui bidang agribisnis, pariwisata dan industri yang
berwawasan lingkungan;
2. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berdaya saing dan religius;
3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional;
dan
4. Optimalisasi pelayanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur
daerah.
Pasal 5
(1) Sistematika RPJMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, terdiri dari :
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
BAB III : GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
BAB IV : ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
BAB V : PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN
BAB VI : STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
BAB VII : KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN
DAERAH
BAB VIII : INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG
DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN
BAB IX : PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH
BAB X : PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai isi dan uraian Lampiran BAB VIII dan
BAB IX sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan
Bupati.

Pasal 6
Isi beserta uraian RPJMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, tercantum
dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan
Peraturan Daerah ini.

Pasal 7
(1) Ketetapan Perangkat Daerah penanggungjawab setiap urusan yang
tercantum dalam RPJMD tahun 2016-2021 dapat berubah sesuai
dengan perkembangan peraturan yang berlaku pada tahun berkenaan.
(2) Kerangka pendanaan yang mencakup pendapatan, belanja dan
pembiayaan sebagaimana teracantum dalam lampiran merupakan
angka yang bersifat indikatif, yang disesuaikan dengan kebijakan
Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan kemampuan keuangan daerah.
(3) Dalam hal pelaksanaan RPJMD terjadi perubahan sebagaimana
dimaksud pada aya (1) dan ayat (2), perubahan tersebut dimuat dalam
dokumen RKPD tahunan yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati
Pasal 8
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah
Kabupaten Sukabumi.

Ditetapkan di Palabuhanratu
pada tanggal 16 Agustus 2016

BUPATI SUKABUMI,

ttd

MARWAN HAMAMI

Diundangkan di Palabuhanratu
pada tanggal

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SUKABUMI,

ttd

IYOS SOMANTRI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2016 NOMOR 4

NOREG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA


BARAT 4/132/2016
DAFTAR ISI

Hal
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ........................ I-1
1.2. Dasar Hukum Penyusunan ........................ I-5
1.3. Keterkaitan RPJMD Dengan Dokumen ........................ I-8
Perencanaan Lainnya
1.3.1. Keterkaitan RPJMD dengan RPJPD ........................ I-10
Kabupaten Sukabumi
1.3.2. Keterkaitan RPJMD dengan Renstra ........................ I-11
SKPD
1.3.3. Keterkaitan RPJMD dengan Rencana ........................ I-13
Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
1.3.4. Keterkaitan RPJMD dengan Dokumen ........................ I-14
RTRW Kabupaten Sukabumi
1.3.5. Keterkaitan RPJMD Dengan Hasil ........................ I-15
Evaluasi RPJMD Sebelumnya dan
Dokumen KLHS.
1.3.6. Keterkaitan RPJMD dengan ........................ I-16
Penganggaran.
1.4. Sistematika Penulisan ........................ I-16
1.5. Maksud dan Tujuan ........................ I-18

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH


2.1. Aspek Geografi dan Demografi ........................ II-1
2.1.1. Karakteristik Lokasi Dan Wilayah ........................ II-1
2.1.2. Potensi Pengembangan Wilayah ........................ II-5
2.1.3. Wilayah Rawan Bencana ........................ II-7
2.1.4. Demografi ........................ II-10
2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat ........................ II-13
2.2.1 Fokus kesejahteraan dan ........................ II-13
pemerataan ekonomi
2.2.2 Fokus kesejahteraan Sosial ........................ II-23
2.2.3 Fokus seni budaya dan olahraga ........................ II-33
2.3. Aspek Pelayanan Umum ........................ II-35
2.3.1 Fokus layanan urusan wajib ........................ II-35
2.3.2 Fokus layanan urusan pilihan ........................ II-54
2.4. Aspek Daya Saing Daerah ........................ II-63
2.4.1 Fokus Kemampuan Ekonomi ........................ II-63
Daerah
2.4.2 Fokus fasilitas wilayah/infrastruktur ........................ II-64
2.4.3 Fokus iklim berinvestasi ........................ II-68
2.4.4 Fokus sumber daya manusia ........................ II-70

BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN


KERANGKA PENDANAAN
3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu ........................ III-2
3.2. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu ........................ III-15
3.3. Kerangka Pendanaan ........................ III-17

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 i


BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
4.1. Permasalahan Pembangunan Daerah ........................ IV-2
4.1.1 Identifikasi Permasalahan Untuk ........................ IV-2
Penentuan Program Pembangunan
Daerah
4.1.2 Identifikasi Permasalahan untuk ........................ IV-13
Pemenuhan Penyelenggaraan
Urusan Pemerintahan Daerah
4.2. Penelaahan RPJMN dan RPJMD Provinsi ........................ IV-17
4.3. Penelaahan RPJMD Daerah Lainnya ........................ IV-21
4.4. Isu Strategis Pembangunan Daerah ........................ IV-24
4.4.1 Isu Internasional ........................ IV-25
4.4.2 Isu (Kebijakan) Nasional ........................ IV-30
4.4.3 Isu (Kebijakan) Provinsi Jawa Barat ........................ IV-35
4.4.4 Isu-isu Strategis Kabupaten ........................ IV-41
Sukabumi

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN


5.1. Visi Pembangunan ........................ V-1
5.2. Misi ........................ V-5
5.3. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Daerah ........................ V-9

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN


6.1. Strategi ........................ VI-1
6.2. Arah Kebijakan ........................ VI-22

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH


7.1. Program Pembangunan Daerah Untuk ........................ VII-1
Pencapaian Visi dan Misi Bupati Sukabumi
Tahun 2016-2021

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI VIII-1


KEBUTUHAN PENDANAAN

BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH IX-1

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN


10.1 Pedoman Transisi ........................ X-1
10.2 Kaidah Pelaksanaan ........................ X-1

BAB XI PENUTUP ........................ XI-1

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 ii


DAFTAR TABEL

Hal
Tabel 2.1 Data wilayah administratif Kabupaten Sukabumi ..................... II-2
Tahun 2014
Tabel 2.2 Data Klimatologi Kabupaten Sukabumi Tahun 2014 ..................... II-4
Tabel 2.3 Jumlah Kejadian Bencana Alam Kabupaten Sukabumi ..................... II-8
Tahun 2014
Tabel 2.4 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio, dan ..................... II-12
Kepadatan Penduduk Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.5 Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut Kategori Lapangan ..................... II-17
Usaha Kabupaten Sukabumi, 2012-2014
Tabel 2.6 Struktur Ekonomi Menurut Kategori Lapangan Usaha ..................... II-18
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.7 Tabel Gini Ratio Kabupaten Sukabumi pada Tahun 2008
..................... II-22
s/d Tahun 2014 bersama Kab/Kota lainnya di Jawa Barat
Tabel 2.8 Metodologi Baru Perhitungan IPM ..................... II-24
Tabel 2.9 IPM Menurut Komponen dan Kabupaten/Kota ..................... II-25
di Jawa Barat, 2014
Tabel 2.10 Tabel APK Kabupaten Sukabumi, 2011-2015 ..................... II-28
Tabel 2.11 Tabel APK/APM Kabupaten Sukabumi, 2011-2015 ..................... II-30
Tabel 2.12 Angka Partisipasi Sekolah Kabupaten Sukabumi, 2012- ..................... II-36
2014
Tabel 2.13 Perbandingan Capaian Rasio Guru-Siswa ..................... II-36
Tahun 2011-2015
Tabel 2.14 Capaian APK Tahun 2011 201 ..................... II-37

Tabel 2.15 Peningkatan Kondisi Ruang Kelas Baik ..................... II-38


Tabel 2.16 Fasilitas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Tahun 2012- ..................... II-39
2014
Tabel 2.17 Tenaga Kesehatan yang Tersebar di Kecamatan (Selain ..................... II-39
RS) Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2014

Tabel 2.18 Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Kabupaten Sukabumi ..................... II-40
Tahun 2014
Tabel 2.19 Jaringan Jalan Menurut Status, Jenis Permukaan, dan ..................... II-41
Kondisinya Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.20 Timbulan Sampah (m3) Menurut Wilayah Kabupaten ..................... II-46
Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.21 Rasio Akseptor Keluarga Berencana (KB) Kabupaten ..................... II-47
Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.22 Status Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Sukabumi, ..................... II-49
Tahun 2012-2014
Tabel 2.23 Jumlah Panti dan Penghuninya Kabupaten Sukabumi ..................... II-49
Tahun 2014
Tabel 2.24 Jumlah Unit Koperasi, Anggota, dan Simpanan ..................... II-51
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2014
Tabel 2.25 Jumlah UMKM terbina di Kabupaten Sukabumi ..................... II-52
Tabel 2.26 Jumlah Perusahaan PMA dan PMDN Kabupaten Sukabumi ..................... II-52
Tahun 2014

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 iii


Tabel 2.27 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah Menurut Pendidikan ..................... II-53
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.28 Produktivitas Pertanian Komoditas Padi Kabupaten ..................... II-55
Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.29 Produktivitas Tanaman Palawija Kabupaten Sukabumi ..................... II-55
Tahun 2014
Tabel 2.30 Jumlah dan Produksi Ternak Besar dan Ternak Kecil ..................... II-56
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.31 Jumlah, Produksi Daging dan Telur Unggas ..................... II-57
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.32 Jumlah Obyek WIsata Menurut Jenisnya ..................... II-60
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2014
Tabel 2.33 Produksi dan Nilai Produksi Komoditas Perikanan ..................... II-61
Kabupaten Sukabumi Tahun 2010-2014
Tabel 2.34 Tenaga Kerja dan Nilai Investasi Industri ..................... II-62
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.35 Jumlah Transmigran yang Ditempatkan di UPT Lokal ..................... II-62
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.36 Data sarana prasarana transportasi ..................... II-66
Tabel 2.37 Jumlah Bank dan Unit Bank Kabupaten Sukabumi Tahun ..................... II-66
2012-2014
Tabel 2.38 Jumlah Hotel dan Rumah Makan Kabupaten Sukabumi ..................... II-67
Tahun 2011-2014
Tabel 2.39 Jumlah dan Distribusi Pelanggan Listrik ..................... II-68
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tabel 2.40 Distribusi Air Bersih dan Jumlah Konsumen Air Bersih ..................... II-68
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2014
Tabel 2.41 Jumlah Tindakan Kriminalitas Menurut Jenisnya ..................... II-69
Kabupaten Sukabumi Tahun 2010-2014
Tabel 2.42 Rasio Ketergantungan Kabupaten Sukabumi Tahun 2014 ..................... II-73
Tabel 3.1 Derajat Otonomi Fiskal Daerah Kabupaten Sukabumi ..................... III-3
Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
Tabel 3.2 Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun ..................... III-5
2011-2015 (Juta Rupiah)
Tabel 3.3 Rata-Rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah ..................... III-6
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2015 (persen)
Tabel 3.4 Perkembangan Kontribusi Sumber Pendapatan Daerah ..................... III-8
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2015 (%)
Tabel 3.5 Penggunaan Anggaran Belanja Daerah ..................... III-10
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
Tabel 3.6 Neraca Keuangan Daerah ..................... III-12
Kabupaten Sukabumi 2011-2015 (Juta Rupiah)
Tabel 3.7 Analisis Neraca Keuangan Daerah ..................... III-15
Kabupaten Sukabumi 2011-2014 (Juta Rupiah)
Tabel 3.8 Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur (Juta ..................... III-16
Rupiah) Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2015
Tabel 3.9 Defisit Riil Anggaran Kabupaten Sukabumi ..................... III-17
Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
Tabel 3.10 Komposisi Pembiayaan Anggaran Kabupaten Sukabumi ..................... III-17
Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
Tabel 3.11 Proyeksi Pendapatan Kabupaten Sukabumi Tahun 2016- ..................... III-19
2021 (Juta Rupiah)
Tabel 3.12 Proyeksi Belanja Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 ..................... III-20

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 iv


(Juta Rupiah)
Tabel 3.13 Proyeksi Kapasitas Riil Keuangan Daerah ..................... III-21
Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 (Rupiah)
Tabel 3.14 Pendanaan Prioritas ..................... III-22
Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 (Rupiah)
Tabel 4.1 Identifikasi Permasalahan untuk Penentuan Program ..................... IV-3
Pembangunan Daerah
Tabel 4.2 Identifikasi Kebijakan dalam RPJMN dan RPJMD Provinsi ..................... IV-18
Jawa Barat
Tabel 4.3 Identifikasi RPJMD Daerah Lain di ..................... IV-22
Provinsi Jawa Barat
Tabel 4.4 Produksi Kelautan dan Perikanan Perikanan ..................... IV-48
Tahun 2012-2014
Tabel 4.5 Jumlah Investor dan Jumlah Investasi di Kabupaten ..................... IV-56
Sukabumi Tahun 2010-2015
Tabel 4.6 Data Izin Usaha di Kabupaten Sukabumi ..................... IV-56
Tahun 2011-2015
Tabel 4.7 Laju Investasi Daerah Di Kabupaten Sukabumi ..................... IV-57
Tahun 2009-2014
Tabel 4.8 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ..................... IV-67
Kabupaten Sukabumi Tahun 2015
Tabel 4.9 Jumlah dan jenis PSKS ..................... IV-68
Tabel 4.10 Angka Partisipasi Sekolah Kabupaten Sukabumi, 2012- ..................... IV-85
2014
Tabel 5.1 Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran ..................... V-21
Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Sukabumi
Tahun 2016-2021
Tabel 6.1 Strategi Berdasarkan Tujuan dan Sasaran dari Misi 1 ..................... VI-2
Tabel 6.2 Strategi Berdasarkan Tujuan dan Sasaran dari Misi 2 ..................... VI-5
Tabel 6.3 Strategi Berdasarkan Tujuan dan Sasaran dari Misi 3 ..................... VI-8
Tabel 6.4 Strategi Berdasarkan Tujuan dan Sasaran dari Misi 4 ..................... VI-11
Tabel 6.5 Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Menengah ..................... VI-24
Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021
Tabel 7.1 Program Pembangunan Daerah Kabupaten Sukabumi ..................... VII-12
Tahun 2016-2021 Dalam Rangka Pencapaian Visi dan Misi
Bupati
Tabel 9.1 Penetapan Indikator Kinerja Pemerintah Kabupaten ..................... IX-4
Sukabumi Tahun 2016-2021
Tabel 9.1 Target Indikator Makro Kabupaten sukabumi ..................... IX-21

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 v


DAFTAR GAMBAR

Hal
Gambar 1.1 Bagan Alir Keterkaitan RPJMD Kabupaten .................... I-9
Sukabumi Dengan Dokumen Perencanaan
Pembangunan Lainnya.
Gambar 1.2 Diagram Rencana Tahapan Lima Tahunan .................... I-11
Pencapaian Pembangunan Jangka Panjang
Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2005-2025
Gambar 1.3 Hubungan Kinerja Pembangunan Daerah .................... I-12
Gambar 1.4 Bagan Alir Penyusunan RKPD .................... I-13
Gambar 2.1 Peta Tingkat Risiko Multi Bencana di Kabupaten .................... II-10
Sukabumi
Gambar 2.2 Jumlah Penduduk Kabupaten Sukabumi, 2010- .................... II-11
2014
Gambar 2.3 Piramida Penduduk Kabupaten Sukabumi, 2014 .................... II-13
Gambar 2.4 Nilai Produk Domestik Regional Bruto adh Berlaku .................... II-15
(Milyar Rupiah) Kabupaten Sukabumi, 2010-2014
Gambar 2.5 Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten .................... II-16
Sukabumi, 2010-2014
Gambar 2.6 Struktur Perekonomian Daerah Kabupaten .................... II-18
Sukabumi, 2014
Gambar 2.7 PDRB Per Kapita Kabupaten Sukabumi, 2010- .................... II-20
2014
Gambar 2.8 Tingkat Kemiskinan Kabupaten Sukabumi, 2010- .................... II-21
2014
Gambar 2.9 Angka IPM Kabupaten Sukabumi .................... II-25
Gambar 2.10 Angka Melek Huruf Kabupaten Sukabumi, 2012- .................... II-26
2014
Gambar 2.11 Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten Sukabumi, .................... II-27
2010-2014
Gambar 2.12 Harapan Usia Sekolah Kabupaten Sukabumi, .................... II-28
2010-2014
Gambar 2.13 APK Kabupaten Sukabumi, 2011-2015 .................... II-29
Gambar 2.14 Sebaran kecamatan yang belum mempunyai SMA .................... II-30
Gambar 2.15 Angka Harapan Hidup Kabupaten Sukabumi, .................... II-32
2010-2014
Gambar 2.16 Rasio Penduduk yang Bekerja Kabupaten .................... II-33
Sukabumi, 2010-2014
Gambar 2.17 Jumlah Bis dan Non Bis Kabupaten Sukabumi, .................... II-45
2011-2014
Gambar 2.18 Jumlah Kecelakaan Di Kabupaten Sukabumi, .................... II-45
2012-2014
Gambar 2.19 Peserta KB Menurut Jenis Alat KB Kabupaten .................... II-48
Sukabumi, 2014
Gambar 2.20 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) .................... II-50

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 vi


Kabupaten Sukabumi, 2010-2014
Gambar 2.21 Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten .................... II-51
Sukabumi, 2010-2014
Gambar 2.22 Persentase Pengunjung Perpustakaan .................... II-54
Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 2.23 Produksi Sayuran Unggulan (Kw) .................... II-56
Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 2.24 Luas Hutan Rakyat (Ha) .................... II-57
Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 2.25 Persentase Luas Lahan Kritis Menurut Statusnya .................... II-58
(%) Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 2.26 Perkembangan Produksi Komoditas Perkebunan .................... II-59
Gambar 2.27 Jumlah Wisatawan Kabupaten Sukabumi, 2011- .................... II-60
2014
Gambar 2.28 Jumlah Produksi Perikanan (Kg) Kabupaten .................... II-61
Sukabumi, 2010-2014
Gambar 2.29 Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten .................... II-64
Sukabumi, 2010-2015
Gambar 2.30 Kondisi infrastruktur jalan .................... II-65
Gambar 2.31 Jumlah Penjualan KWh Listrik Kabupaten .................... II-67
Sukabumi, 2011-2014
Gambar 2.32 Jumlah Demonstrasi Kabupaten Sukabumi, 2010- .................... II-70
2013
Gambar 2.33 Persentase Kepala Keluarga Menurut Tingkat .................... II-71
Pendidikan Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 2.34 Persentase Pencari Kerja Menurut Tingkat .................... II-72
Pendidikan Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 4.1 Fokus Kebijakan Setiap Tahapan dalam RPJPN .................... IV-31
2005-2025
Gambar 4.2 Struktur Perekonomian Daerah .................... IV-42
Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 4.3 Kawasan Budidaya bunga dan daun potong .................... IV-44
Gambar 4.4 Kawasan Agribisnis Berbasis Peternakan .................... IV-45
Gambar 4.5 Kawasan Minapolitan .................... IV-48
Gambar 4.6 Persentase Kepala Keluarga Menurut Tingkat .................... IV-50
Pendidikan Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 4.7 Persentase Pencari Kerja Menurut Tingkat .................... IV-51
Pendidikan Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 4.8 Tingkat Kemiskinan .................... IV-53
Kabupaten Sukabumi, 2006-2014
Gambar 4.9 Peta Keragaman Geologi Geopark Nasional .................... IV-59
Ciletuh
Gambar 4.10 Jumlah Wisatawan Yang Berkunjung .................... IV-60
Gambar 4.11 Angka Harapan Hidup Kabupaten Sukabumi, .................... IV-80
2010-2014
Gambar 4.12 Angka Melek Huruf Kabupaten Sukabumi, 2012- .................... IV-82
2014
Gambar 4.13 Rata-rata Lama Sekolah Kabupaten Sukabumi, .................... IV-83

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 vii


2010-2014
Gambar 4.14 Harapan Usia Sekolah .................... IV-84
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014
Gambar 4.15 Peta Tingkat Risiko Multi Bencana di Kabupaten .................... IV-89
Sukabumi
Gambar 4.16 Persentase Luas Lahan Kritis Menurut Statusnya .................... IV-90
(%)
Kabupaten Sukabumi, 2014
Gambar 5.1 Hubungan Antar Elemen Visi Pembangunan .................... V-2
Kabupaten Sukabumi
Gambar 6.1 Fokus/Tema Pembangunan Kabupaten Sukabumi, .................... VI-23
RKPD Tahun 2016-2021

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 viii


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah, maka sistem penyelenggaraan
pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan telah
mengalami perubahan yang cukup mendasar. Pada aspek
perencanaan pembangunan daerah, terjadi penataan kembali
tahapan dan tatacara penyusunan dokumen rencana pembangunan
pusat dan daerah, pemerintah daerah merupakan bagian integral
dari sistem perencanaan pembangunan nasional. Dengan demikian,
maka pesan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dibidang
perencanaan pembangunan daerah sangat jelas, bahwa
perencanaan pembangunan yang disusun oleh seluruh pemerintah
daerah (provinsi, kabupaten dan kota) selain dalam upaya untuk
pencapaian target prioritas pembangunan daerah sebagaimana
telah dituangkan kedalam visi, misi dan program kerja kepala
daerah dan wakil kepala daerah terpilih, juga merupakan
penjabaran dari sasaran prioritas nasional dan program strategis
nasional yang wajib diintegrasikan ke dalam dokumen rencana
pembangunan daerah.
Terkait dengan penegasan diatas, maka landasan yang
memayungi penyerasian dan penyelarasan pembangunan daerah
dengan pembangunan nasional, penyerasian antara prioritas
nasional dengan prioritas daerah dan penyerasian antara target
sasaran 5 (lima) tahunan nasional dengan 5 (lima) tahunan daerah,
telah diatur dalam Pasal 258 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2014 yang mengamanatkan, bahwa pembangunan daerah
merupakan perwujudan dari pelaksanaan Urusan Pemerintahan
yang telah diserahkan ke daerah sebagai bagian integral dari
pembangunan nasional.
Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 263 ayat (1) Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 dokumen perencanaan
pembangunan terdiri dari (i) rencana pembangunan daerah
(RPJPD, RPJMD dan RKPD); dan (ii) rencana perangkat daerah
(Renstra PD dan Renja PD). Penjelasan lebih lanjut tentang
tahapan dan tatacara penyusunan rencana pembangunan jangka
menengah daerah telah diatur dalam Pasal 264 ayat (3), bahwa
RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala
daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan,

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 I-1


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program


Perangkat Daerah dan lintas Perangkat Daerah yang disertai
dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu
5 (lima) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan
RPJMN.
Dengan mencermati kandungan substansi antara tahapan
dan tatacara penyusun dokumen rencana pembangunan daerah
pada masa Undang-Undang Nomor 32 tentang Pemerintahan
Daerah dengan tahapan dan tatacara penyusunan dokumen
rencana pembangunan daerah dalam perspektif Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, nampak
adanya perbedaan konstruksi dalam penyusunan dokumen
perencanaan dimaksud. Jika dalam dalam Undang-Undang Nomor
32 Tahun 2004, RPJMD merupakan penjabaran dari RPJPD dan
ketika disusun memperhatikan RPJM Nasional, memperhatikan
RPJMD provinsi jika RPJMD kabupaten/kota, serta memperhatikan
RTRW, maka dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 RPJMD
merupakan penjabaran dari RPJPD dan ketika disusun berpedoman
pada RPJMN, berpedoman pada RPJMD provinsi jika RPJMD
kabupaten/kota, serta berpedoman pada dokumen RTRW.
Oleh karena itu, perbedaan yang demikian tajam dalam
mekanisme penyusunan dokumen RPJMD antara yang ditetapkan
dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dengan tahapan dan
tatacara penyusunan rencana pembangunan daerah dalam
perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, mengharuskan
setiap pemerintah daerah dalam menyusun dokumen rencana
pembangunan daerah dan rencana perangkat daerah harus sejalan
dan selaras dengan kebijakan prioritas pembangunan nasional dan
program strategis nasional yang menjadi agenda utama
pembangunan nasional. Oleh karena itu, jika dokumen rencana
pembangunan daerah dan rencana perangkat daerah disusun tidak
mengintegrasikan dengan prioritas nasional dan program srategis
nasional, akan dikenakan sanksi dengan tahapan dari yang bersifat
ringan berupa sanksi administrasi sampai sanksi yang berat. Hal ini
sesuai dengan ketetapan dalam Pasal 68 huruf f Undang-Undang
Nomor 23 tahun 2014.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada tanggal 09 Desember
2015 telah melaksanakan Pemilukada serentak sebagaimana telah
ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2015. Dalam
Pemilukada tersebut telah terpilih secara jujur, transparan, adil dan
demokratis Drs H. Marwan Hamami, MM sebagai Bupati Sukabumi
dan Drs. Adjo Sardjono, MM sebagai Wakil Bupati Sukabumi untuk

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-2


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

periode masa jabatan Tahun 2016-2021. Selanjutnya Bupati dan


Wakil Bupati terpilih telah dilantik pada tanggal 17 Februari 2016
oleh Gubernur Jawa Barat, di Bandung.
Dalam ketentuan Pasal 263 ayat (3) Undang-Undang Nomor
23 Tahun 2014 dan Pasal 11 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
2008, bahwa Bupati dan Wakil Bupati terpilih setelah dilantik wajib
menyusun RPJMD yang merupakan penjabaran dari visi, misi, dan
program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi,
arah kebijakan, pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta
program Perangkat Daerah dan lintas Perangkat Daerah yang
disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka
waktu 5 (lima) tahun yang disusun dengan berpedoman pada
RPJPD dan RPJMN, serta memperhatikan kondisi lingkungan
strategis di daerah dan hasil evaluasi pelaksanaan RPJMD
Kabupaten Sukabumi Tahun 2010-2015, Sehingga penyusunan
RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 dilakukan melalui
beberapa pendekatan :
1. Pendekatan Politik. Pendekatan politik memandang bahwa
pemilihan Kepala Daerah adalah proses penyusunan rencana,
karena rakyat pemilih menent ukan pilihannya berdasarkan
program-program pembangunan yang ditawarkan masing
masing calon Kepala Daerah. Oleh karena itu, rencana
pembangunan adalah penjabaran dari agenda agenda
pembangunan yang ditawarkan Calon Kepala Daerah pada saat
kampanye ke dalam rencana pembangunan jangka menengah.
2. Pendekatan Teknokratik. Perencanaan dengan pendekatan
teknokratik dilaksanakan dengan menggunakan metoda dan
kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang
secara fungsional bertugas untuk itu.
3. Pendekatan Partisipatif. Perencanaan dengan pendekatan
partisipatif dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak yang
berkepentingan (stakeholders) terhadap pembangunan.
Pelibatan mereka adalah untuk mendapatkan aspirasi dan
menciptakan rasa memiliki.
4. Pendekatan Bottom Up dan Top Down. Pendekatan atas bawah
dan, bawah atas dalam perencanaan dilaksanakan menurut
jenjang pemerintahan.
Selanjutnya sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 40 ayat
(2), sistematika penyusunan RPJMD, paling sedikit mencakup 10
(sepuluh) bab, yaitu : Bab I Pendahuluan; Bab II Gambaran Umum
Kondisi Daerah; Bab III Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah
Serta Kerangka Pendanaan; Bab IV Analisis Isu-Isu Strategis; Bab V

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-3


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran; Bab VI Strategi Dan Arah Kebijakan;
Bab VII Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah; Bab
VIII Indikasi Rencana Program Prioritas Yang Disertai Kebutuhan
Pendanaan; Bab IX Penetapan Indikator Kinerja Daerah; dan Bab X
Pedoman Transisi dan Kaidah Pelaksanaan.
Periodesasi Dokumen RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun
2016-2021 mulai berlaku efektif sejak tahun 2016 sampai dengan
tahun 2021 dan dapat dilakukan evaluasi sekurang-kurangnya 1
(satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Evaluasi dilakukan dengan
mempertimbangkan (i) hasil pengendalian dan evaluasi
menunjukkan bahwa proses perumusan, tidak sesuai dengan
tahapan dan tatacara penyusunan rencana pembangunan daerah
yang diatur dalam regulasi; (ii) hasil pengendalian dan evaluasi
menunjukkan bahwa substansi yang dirumuskan, tidak sesuai
dengan regulasi; (iii) terjadi perubahan yang mendasar, antara lain
terjadinya bencana alam, goncangan politik, krisis ekonomi, konflik
sosial budaya, gangguan keamanan, pemekaran daerah, atau
perubahan kebijakan nasional; dan (iv) merugikan kepentingan
nasional, yaitu bertentangan dengan kebijakan nasional.
Regulasi yang dijadikan sebagai landasan hukum dalam
penyusunan RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021,
berpedoman antara lain kepada Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 25 Tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 8
Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian
dan Evalusi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008.
Dokumen RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021
ditetapkan dengan Peraturan Daerah paling lama 6 (enam) bulan
setelah Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi dilantik. Dokumen
RPJMD yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah selanjutnya
dijabarkan kedalam dokumen Rencana Strategis 5 (lima) tahunan
Perangkat Daerah (Renstra PD), dokumen Rencana Pembangunan
Tahunan Daerah (RKPD) untuk 5 (lima) tahun kedepan dan
Rencana Kerja Tahunan Perangkat Daerah (Renja PD) untuk 5
(lima) tahun kedepan.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-4


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1.2. Dasar Hukum Penyusunan


Dasar hukum yang dijadikan landasan dalam penyusunan
dokumen RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021, yaitu :
1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan
Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Djawa
Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 8 Agustus
1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten
Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-
Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-
Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Djawa Barat
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan
Lembaran Negara Republlik Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4725);

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-5


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

9. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan


Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4846);
10. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5038);
11. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5059);
12. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5234);
13. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5587);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana
Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4575);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem
Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Tahun
2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4576);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4578);
17. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman
Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);
18. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman
Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4593);
19. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan
Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-6


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan


Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
20. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
21. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah,
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah
Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dan Informasi
Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada
Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4963);
22. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman
Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
23. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4817);
24. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4833);
25. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2011 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010
tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas Dan Wewenang Serta
Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Di
Wilayah Provinsi;
26. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun
2015-2019;
27. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
28. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008
tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-7


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

29. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang


Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam
Penyusunan dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah;
30. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2013
tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018;
31. Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 13 Tahun 2009
tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Kabupaten Sukabumi tahun 2005-2025;
32. Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 22 Tahun 2012
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi
Tahun 2012-2032;

1.3. Keterkaitan RPJMD Dengan Dokumen Perencanaan Lainnya


Tahapan dan tatacara penyusunan rencana pembangunan
daerah sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008, telah dijadikan sebagai pedoman Pemerintah
Kabupaten Sukabumi dalam menyusun dokumen RPJMD Kabupaten
Sukabumi Tahun 2016-2021. Dalam merumuskan kebijakan juga
telah mengacu pada dokumen RPJM Nasional Tahun 2015-2019,
RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2013-2018, dokumen RTRW
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2032, serta memperhatikan
dokumen RPJMD dan RTRW Kabupaten/Kota terdekat dengan
Kabupaten Sukabumi. Oleh karena itu, RPJMD merupakan bagian
yang terintegrasi dengan rencana pembangunan nasional, rencana
pembangunan Provinsi Jawa Barat dan rencana pembangunan
Kabupaten/Kota terdekat lainnya. Dengan demikian, dokumen
RPJMD harus sinkron, selaras dan bersinergi antar daerah, antar
waktu, antar ruang dan antar fungsi pemerintah, serta menjamin
keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan daerah.
Untuk memberikan gambaran tentang keterkaitan antara
RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 dengan dokumen
perencanaan pembangunan lainnya, dibawah ini disajikan gambar
tentang bagan alur yang memperlihatkan keterkaitan dimaksud.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-8


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 1. 1
Bagan Alir Keterkaitan RPJMD Kabupaten Sukabumi Dengan
Dokumen Perencanaan Pembangunan Lainnya.

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan


Rencana Pembangunan Daerah, telah memuat visi, misi dan
program kepala daerah dan wakil kepala terpilih untuk periode
2016-2021 yang dalam penyusunannya berpedoman pada RPJPD
Kabupaten Sukabumi Tahun 2005-2025. Tahap berikutnya
melakukan penyelarasan dan mensinkronkan dengan tujuan dan
sasaran RPJMD dengan arah kebijakan dan sasaran pokok RPJPD
periode 5 (lima) tahunan ketiga (Tahun 2015-2019) dan periode 5
(lima) tahunan keempat (Tahun 2020-2025). Selanjutnya dokumen
RPJMD Kabupaten Sukabumi dijadikan sebagai landasan dalam
perumusan rencana pembangunan 5 (lima) tahunan seluruh
Perangkat Daerah (Renstra PD), perumusan kebijakan Rencana
Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan perumusan kebijakan
rencana perangkat daerah tahunan oleh seluruh Perangkat Daerah
(Renja PD) sesuai dengan kewenangan, tugas dan fungsinya
masing-masing.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-9


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1.3.1. Keterkaitan RPJMD Kabupaten Sukabumi dengan RPJPD


Kabupaten Sukabumi
RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 adalah
rencana pembangunan tahap ketiga dari pelaksanaan RPJPD
2005-2025. Oleh sebab itu, penyusunan RPJMD selain memuat visi,
misi, dan program juga berpedoman kepada RPJPD Kabupaten
Sukabumi 2005-2025. Dengan kata lain, menyelaraskan pencapaian
visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, strategi dan program
pembangunan jangka menengah daerah dengan visi, misi, arah
kebijakan pembangunan jangka panjang daerah.
Secara umum, arah pembangunan jangka panjang
Kabupaten Sukabumi 2005-2025 pada dasarnya dalam rangka
pencapaian sasaran peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia
sehingga memiliki tingkat kesejahteraan yang memadai yakni
minimal mencapai angka IPM sebesar 78 pada tahun 2025 (IPM
Jawa Barat tahun 2025 diproyeksikan mencapai 82,82). Secara
bertahap, target IPM Kabupaten Sukabumi yang ingin dicapai pada
akhir RPJM ke-1 (2006-2010) mencapai IPM 70,87, pada akhir
RPJM ke-2 (2011-2015) minimal mencapai IPM 72,82 (IPM Jawa
Barat diproyeksikan mencapai 80,81), pada akhir RPJM ke-3 (2016-
2020) minimal mencapai IPM 75,13 (IPM Jawa Barat diproyeksikan
mencapai berkisar 81), dan pada akhir RPJM ke-2 (2021-2025)
minimal mencapai IPM 77,33 (IPM Jawa Barat diproyeksikan
mencapai 82,82). (target IPM pada RPJPD Kabupaten Sukabumi
merupakan perhitungan metode lama).
Sasaran pokok sebagaimana diamanatkan dalam RPJPD
dijabarkan dalam program pembangunan daerah sesuai dengan
arah kebijakan pembangunan daerah periode 5 (lima) tahun
berkenaan. Suatu program pembangunan daerah harus
menjabarkan dengan baik sasaran-sasaran pokok sebagaimana
diamanatkan dalam RPJPD dan tujuan dan sasaran dari visi dan
misi rencana pembangunan 5 (lima) tahun. Untuk itu, diperlukan
identifikasi berbagai permasalahan pembangunan daerah untuk
menjabarkan pencapaian sasaran pokok sebagaimana diamanatkan
dalam RPJPD dan mencapai tujuan dan sasaran RPJMD.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-10


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 1.2
Diagram Rencana Tahapan Lima Tahunan Pencapaian
Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2005-2025

Inovasi berkelanjutan
TAHAPAN PENCAPAIAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG pd komoditas unggulan
utk pengembangan

VISI perekonomian masya-


rakat Kab. Sukabumi
Menumbuhkembangkan 2021-2025
produktivitas setiap wilayah (RPJMD ke-4)
sbg pusat-pusat produksi
yang berbasis sumber daya
alam yang ramah lingkungan
MISI-1 MASYARAKAT YANG BERIMAN Meningkatkan kualitas SDM
DAN BERTAQWA, SEHAT, CERDAS
2016-2020
pada segala bidang serta
& PRODUKTIF (RPJMD ke-3)
akselerasi wilayah2 tertinggal
MISI-2 PEREKONOMIAN TANGGUH
&/ wilayah pengemb. khusus;
BERBASIS PERDESAAN YANG
menumbuhkembangkan
RAMAH LINGKUNGAN
MISI-3 TATA KELOLA PEMERINTAHAN
ekonomi berbasis pedesaan;
YANG BAIK pemanfaatan teknologi tepat
MISI-4 PEMERATAAN PEMBANGUNAN guna, penguatan pranata
WILAYAH YG BERKEADILAN sosial, peningkatan infrastruktur
sampai pedesaan
Mengubah kondisi daerah 2011-2015
kearah lebih baik menuju (RPJMD ke-2)
masyarakat yg berahlak
mulia, produktif dan
sejahtera (perorangan &
kelembagaan siap
membangun )

2005-2010
RPJMD ke-1

FOKUS TAHU & MAU MAMPU LEBIH PRODUKTIF MAMPU MENGHASILKAN MANDIRI &SURVIVE

1.3.2. Keterkaitan RPJMD Kabupaten Sukabumi dengan Renstra


SKPD
Seperti diketahui, bahwa perumusan isi dan substansi
rancangan awal RPJMD sangat menentukan kualitas dokumen
RPJMD yang akan dihasilkan. Tersusunnya rancangan awal RPJMD
sangat strategis untuk mengarahkan penyusunan rancangan
Renstra SKPD dan berfungsi sebagai koridor perencanaan
pembangunan indikatif selama 5 (lima) tahun yang disusun
menggunakan pendekatan teknokratis dan partisipatif.
Sesuai dengan Pasal 172 Undang-Undang No. 23 tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah, Perangkat Daerah menyusun
rencana strategis dengan berpedoman pada RPJMD Kabupaten
Sukabumi Tahun 2016-2021. Rencana strategis Perangkat Daerah
tersebut memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan
pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-11


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas


dan fungsi setiap Perangkat Daerah.
Pencapaian sasaran, program, dan kegiatan pembangunan
dalam rencana strategis Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud
diselaraskan dengan pencapaian sasaran, program, dan kegiatan
pembangunan yang ditetapkan dalam rencana strategis
kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian untuk
tercapainya sasaran pembangunan nasional.
Perumusan tujuan dan sasaran dari visi dan misi kepala
daerah dan wakil kepala daerah menjadi landasan perumusan visi,
misi, tujuan dan sasaran Renstra PD untuk periode 5 (lima) tahun.
Kuatnya hubungan kedua lembaga antara kepala daerah dan
Perangkat Daerah dalam perumusan tujuan dan sasaran untuk
mewujudkan visi dan misi, dapat di jelaskan dalam bagan berikut
ini:

Gambar 1.3
Hubungan Kinerja Pembangunan Daerah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-12


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1.3.3. Keterkaitan RPJMD Kabupaten Sukabumi dengan Rencana


Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang selanjutnya
disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang selanjutnya
disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan Daerah untuk
periode 1 (satu) tahun.
RKPD merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat
rancangan kerangka ekonomi Daerah, prioritas pembangunan
Daerah, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu 1
(satu) tahun yang disusun dengan berpedoman pada Rencana
Kerja Pemerintah dan program strategis nasional yang ditetapkan
oleh Pemerintah Pusat.
Prioritas dan sasaran pembangunan pada RKPD harus
berpedoman pada RPJMD Kabupaten Sukabumi, RPJMD Provinsi
Jawa Barat, serta RPJM Nasional. Harus berpedoman pada RPJMD
mengandung makna bahwa prioritas dan sasaran pembangunan
tahunan daerah harus selaras dengan program pembangunan
daerah yang ditetapkan dalam RPJMD. Selain itu, rencana program
serta kegiatan prioritas tahunan daerah juga harus selaras dengan
indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RPJMD.

Gambar 1.4
Bagan Alir Penyusunan RKPD

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-13


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1.3.4. Keterkaitan RPJMD dengan Dokumen RTRW Kabupaten


Sukabumi
Perencanaan pembangunan daerah pada prinsipnya
bertujuan mengintegrasikan rencana tata ruang wilayah dengan
rencana pembangunan daerah. Dalam kaitan itu, penyusunan
RPJMD harus berpedoman pada RTRW. Oleh karena itu, diperlukan
kegiatan penelaahan RTRW untuk menjamin agar arah kebijakan
dalam RPJMD selaras dengan, atau tidak menyimpang dari arah
kebijakan RTRW.
Tata ruang merupakan perwujudan dari struktur ruang dan
pola ruang. Penelaahan rencana tata ruang bertujuan untuk melihat
kerangka pemanfaatan ruang daerah dalam 5 (lima) tahun
mendatang berikut asumsi-asumsinya, dengan cara menelaah
rencana struktur ruang.
Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan
sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai
pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara
hierarkis memiliki hubungan fungsional. Telaahan terhadap rencana
struktur ruang meliputi: Peta rencana struktur ruang; Rencana
sistem perkotaan; Rencana jaringan transportasi; Rencana jaringan
energi; Rencana jaringan telekomunikasi; dan Rencana sistem
jaringan sumber daya air, dan Menelaah rencana pola ruang. Pola
ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang
meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan fungsi
budidaya. Telaahan terhadap rencana pola ruang, meliputi:
Rencana kawasan lindung; dan Rencana kawasan budidaya yang
memiliki nilai strategis.
Menelaah indikasi program pemanfaatan ruang. Program
pemanfaatan ruang adalah program yang disusun dalam rangka
mewujudkan rencana tata ruang yang bersifat indikatif, melalui
sinkronisasi program sektoral dan kewilayahan baik di pusat
maupun di daerah secara terpadu.
Telaahan terhadap indikasi program pemanfaatan meliputi:
Provinsi
a. Menelaah program pembangunan sektoral wilayah provinsi;
b. Menelaah program pengembangan wilayah provinsi;
c. Menelaah program pengembangan kawasan perkotaan yang
mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten/kota;
d. Menelaah program pengembangan kawasan perdesaan yang
mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten/kota; dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-14


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

e. Menelaah program pengembangan kawasan dan lingkungan


strategis yang merupakan kewenangan Pemerintah Daerah
provinsi.
Kabupaten
a. Menelaah program pembangunan sektoral wilayah kabupaten;
b. Menelaah program pengembangan wilayah kabupaten;
c. Menelaah program pengembangan kawasan perkotaan;
d. Menelaah program pengembangan kawasan perdesaan; dan
e. Menelaah program pengembangan kawasan dan lingkungan
strategis yang merupakan kewenangan Pemerintah Daerah
kabupaten.

1.3.5. Keterkaitan RPJMD Dengan Hasil Evaluasi RPJMD


Sebelumnya dan Dokumen KLHS.
Dokumen RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021
merupakan penjabaran dari RPJPD Kabupaten Sukabumi Tahun
2005-2025, memuata visi, misi dan program kerja Bupati dan Wakil
Bupati terpilih, mengacu pada RPJMD Provinsi Jawa Barat,
mengacu pada RPJMN Tahun 2015-2019, serta memperhatikan
hasil evaluasi RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2010-2015.
Untuk menjamin, agar implementasi RPJMD dapat sejalan dengan
kebijakan pemanfaatan sumber daya alam sesuai kapasitas daya
dukungnya, maka penyusunan dokumen RPJMD harus bersinergi
dan memperhatikan data dan informasi serta mengadopsi Kajian
Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Dokumen KLHS dimaksud
merupakan bagian penting yang dihasilkan oleh Perangkat Daerah
yang membidangi dalam pengelolaan sumber daya alam dan
lingkungan hidup.
Adapun arahan umum kebijakan Pembanguan Berkelanjutan
berdasarkan hasil kajian lingkungan hidup strategis Kabupaten
Sukabumi adalah sebagai berikut :
1. Tertib tata ruang dan pemanfaatan sumberdaya yang
berwawasan lingkungan
2. Meningkatkan perekonomian masyarakat yang berbasis
sumberdaya (SDA, SDM, dan sosial budaya) lokal, dan
3. Meningkatkan kapasitas aparat dan dukungan kebijakan
Dengan demikian, setiap perumusan kebijakan yang terkait
dengan pemanfaatan sumber daya alam untuk kegiatan
pembangunan, harus sudah bersinergi dengan data dan informasi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-15


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

tentang daya dukung sumber daya alam yang telah tersedia. Hal
ini penting dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem lingkungan
hidup dan sumber daya alam dari kerusakan kepunahan. Oleh
karena itu, dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah baik
untuk 5 (lima) tahunan maupun tahunan sudah saatnya
dipertimbangkan melalui pendekatan prinsip pembangunan
berkelanjutan (development sustainable).

1.3.6. Keterkaitan RPJMD dengan Penganggaran.


Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana ditetapkan
dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara dengan tegas telah menetapkan, bahwa Tahun
Anggaran meliputi masa satu tahun, mulai dari tanggal 1 Januari
sampai dengan tanggal 31 Desember. Sementara itu, program
prioritas dan alokasi pagu anggaran yang ditetapkan dalam
dokumen RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021,
merupakan program dan anggaran yang masih bersifat indikatif
dan untuk dapat dioperasionalkan setiap tahunnya, maka perlu
dijabarkan kedalam RKPD sebagai rencana pembangunan tahunan
daerah. Setelah dokumen RKPD dimaksud ditetapkan dengan
Keputusan Bupati, selanjutnya dijadikan sebagai pedoman bagi
penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA), perumusan PPAS dan
terakhir perumusan kebijakan Rancangan Peraturan Daerah
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD)
Kabupaten Sukabumi tahunan untuk selama 5 (lima) tahun. Hal ini
sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 17 dan Pasal 18 Undang-
Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

1.4. Sistematika Penulisan


Sesuai dengan amanat dalam Pasal 40 ayat (2) Peraturan
Pemerintah Nomo 8 Tahun 2008 dan ketentuan pada Pasal 64 ayat
(1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008,
sistematika penulisan RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016
2021, terdiri dari :

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-16


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang, dasar
hukum, keterkaikan RPJMD dengan dokumen
perencanaan lainnya. Oleh karena itu, sistematika
penulisan Bab I RPJMD meliputi : Latar Belakang;
Dasar Hukum Penyusunan; Keterkaitan RPJMD dengan
dokumen perencanaan lainnya; Sistematika Penulisan;
serta Maksud dan Tujuan.
BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
Bab ini menguraikan gambaran kondisi daerah dari
aspek Geografi, Demografi, Kesejahteraan Masyarakat,
Aspek Pelayanan Umum dan Aspek Daya Saing Daerah.
Oleh karena itu, sistematika penulisan pada Bab II,
meliputi: Karateristik Lokasi dan Wilayah; Aspek
Kesejahteraan Masyarakat; Aspek Pelayanan Umum;
dan Aspek Daya Saing Daerah.
BAB III GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
DAN KERANGKA PENDANAAN
Bab ini menguraikan hubungan kinerja keuangan masa
lalu, kebijakan pengelolaan keuangan masa lalu dan
kerangka pendanaan untuk 5 (lima) tahun kedepan,
meliputi : Kinerja Keuangan Masa Lalu; Kebijakan
Pengelolaan Keuangan Masa Lalu; dan Kerangka
Pendanaan
BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS
Bab ini menguraikan hubungan antara permasalahan
pembangunan dengan isu-isu strategis, meliputi :
Permasalahan Pembangunan; dan Isu-isu Strategis yang
akan menentukan kinerja pembangunan dalam 5 (lima)
tahun mendatang
BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN
Bab ini menguraikan hubungan antara Visi dengan Misi,
Tujuan dan Sasaran, meliputi : Visi dan Misi Pemerintah
Daerah Kabupaten Sukabumi untuk kurun waktu 5
(lima) tahun ke depan, yang disertai dengan tujuan dan
sasarannya.
BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Bab ini memuat dan menjelaskan strategi dan arah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-17


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

kebijakan pembangunan Kabupaten Sukabumi untuk


kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan.
BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM
PEMBANGUNAN DAERAH
Bab ini menguraikan tentang kebijakan umum yang
perlu dirumuskan dalam Pencapaian target program-
program prioritas daerah
BAB INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS
VIII DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN
Bab ini menguraikan indikasi program prioritas daerah
disertai kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.
BAB IX PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH
Bab ini menguraikan tentang penetapan indikator yang
ditetapkan sebagai Pengukuran pencapaian
keberhasilan kinerja dari setiap urusan pemerintahan
BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH
PELAKSANAAN
Bab ini menguraikan tentang pedoman masa transisi
dan kaidah pelaksanaan RPJMD

1.5. Maksud dan Tujuan


Maksud dari penyusunan RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun
2016-2021 adalah untuk menjadi pedoman bagi seluruh perangkat
daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi,
masyarakat, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya
dalam melaksanakan pembangunan daerah untuk mewujudkan visi,
misi dan program pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi
dalam rangka mendorong terwujudnya peningkatan kesejahteraan
masyarakat di Kabupaten Sukabumi, juga masyarakat di
kabupaten/kota tetangga dan umumnya masyarakat di Provinsi
Jawa Barat.
Sedangkan tujuan disusunnya RPJMD Kabupaten Sukabumi
Tahun 2016-2021, antara lain :
1. Merumuskan gambaran umum kondisi daerah sebagai dasar
untuk perumusan permasalahan dan isu strategis daerah, serta
sebagai dasar penentuan prioritas program pembangunan
daerah 5 (lima) tahun kedepan;

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-18


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

2. Merumuskan gambaran pengelolaan keuangan daerah serta


kerangka pendanaan yang bersifat indikatif, untuk selanjutnya
dijadikan sebagai dasar proyeksi kemampuan riil kapasitas
pendanaan tahunan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun
kedepan;
3. Menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam tujuan
dan sasaran pembangunan daerah tahun 2016 sampai dengan
tahun 2021, yang disertai dengan program prioritas untuk
masing-masing Perangkat Daerah dari tahun 2016 sampai
dengan 2021, dengan berpedoman pada RPJPD Kabupaten
Sukabumi Tahun 2005-2025;
4. Menetapkan berbagai program prioritas yang disertai dengan
indikasi pagu anggaran dan target indikator kinerja yang akan
dilaksanakan pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2021;
5. Menetapkan indikator kinerja perangkat daerah dan indikator
kinerja kepala daerah, sebagai dasar penilaian keberhasilan
pemerintah daerah periode tahun 2016 sampai dengan tahun
2021;
6. Mendukung koordinasi untuk menjamin terwujudnya integrasi,
sinkronisasi dan sinergitas pembangunan antar daerah, antar
waktu, antar fungsi pemerintahan daerah maupun antara
Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Pemerintah Pusat dan
antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat, serta menyediakan pedoman bagi seluruh
perangkat daerah dalam penyusunan Renstra PD, Renja PD
sesuai kewenangan, tugas dan fungsinya masing-masing,
sekaligus merupakan landasan dalam menentukan program-
program unggulan yang terkait langsung dengan pencapaian
visi dan misi pembangunan daerah;
7. Menjadi pedoman dalam penyusunan program-program tahunan
untuk jangka waktu selama 5 (lima) tahun yang akan dibahas
dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan daerah
(Musrenbang) mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga
tingkat Kabupaten, provinsi dan nasional;
8. Menjadi landasan untuk mengintegrasikan dan mensinergikan
perencanaan dengan penganggaran serta sinergi antara
pengendalian, pelaksanaan, dan evaluasi hasil rencana
pembangunan di Kabupaten Sukabumi;
9. Memudahkan seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah dan
DPRD untuk memahami dalam menentukan program-program
pembangunan yang ditindaklanjuti dengan kegiatan yang
nantinya diukur dengan indikator-indikator; dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-19


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

10. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien,


efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, maka kandungan nilai strategis dari
RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 adalah sebagai
pedoman dalam penyusunan dokumen Rencana Strategis
Perangkat Daerah (Renstra PD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD), perumusan kebijakan Rencana Kerja Perangkat Daerah
(Renja PD) dalam rangka mendorong terwujudnya pencapaian
target visi dan misi kepala daerah terpilih ke dalam tujuan dan
sasaran yang akan dicapai dalam kurun waktu tahun 2016-2021,
serta perumusan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran
pembangunan daerah dimaksud dalam bentuk program beserta
kerangka pendanaannya selama tahun 2016-2021.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 I-20


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BAB II
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1. Aspek Geografi dan Demografi


Aspek geografi dalam perencanaan pembangunan daerah
memiliki sisi strategis utamanya dalam memberikan dukungan baik
langsung maupun tidak langsung terhadap pelaksanaan
pembangunan daerah. Penjabaran aspek geografi akan
memberikan gambaran utuh bagaimana karakteristik wilayah
Kabupaten Sukabumi baik dalam kaitannya dengan luas dan
batasan wilayah, letak geografis, topografi, hingga penggunaan
lahan dalam pembangunan daerah. Selain itu, akan dilihat pula
berbagai potensi pengembangan wilayah seperti yang telah
diuraikan dalam perencanaan tata ruang wilayah hingga identifikasi
wilayah rawan bencana.
Aspek lain yang akan dibahas adalah aspek demografi dimana
dalam pembangunan daerah akan memberikan ukuran, struktur,
maupun distribusi/persebaran penduduk baik secara series maupun
kewilayahan. Analisis aspek demografi ini menjadi penting
mengingat pelaksana utama pembangunan sekaligus obyek
pembangunan adalah penduduk, sehingga keterkaitan antara
demografi dengan aspek-aspek lain akan menjadi perlu untuk
diperhatikan secara seksama.

2.1.1. Karakteristik Lokasi Dan Wilayah

a. Letak dan Kondisi Geografis


Kabupaten Sukabumi berada di wilayah Propinsi Jawa Barat
dengan jarak tempuh 95 km dari Ibukota Propinsi Jawa Barat
(Bandung) dan 120 km dari Ibukota Negara (Jakarta). Secara
geografis wilayah Kabupaten Sukabumi terletak diantara 6o 57 -
7o 25 Lintang Selatan dan 106o49 - 107o00 Bujur Timur dan
mempunyai luas daerah 4.162 km2 atau 11,21 persen dari luas
Jawa Barat atau 3,01 persen dari luas Pulau Jawa, dengan batas-
batas wilayahnya :
Sebelah Utara, berbatasan dengan Kabupaten Bogor,
Sebelah Selatan , berbatasan dengan Samudera Indonesia,
Sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan
Samudera Indonesia, serta
Sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Cianjur.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-1


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Selain itu secara administratif Kabupaten Sukabumi juga


berbatasan secara langsung dengan wilayah Kota Sukabumi yang
merupakan daerah kantong (enclave) dikelilingi beberapa wilayah
kecamatan di Kabupaten Sukabumi, kecamatan tersebut yaitu
Kecamatan Sukabumi di sebelah Utara, Kecamatan Cisaat dan
Kecamatan Gunungguruh di sebelah Barat, Kecamatan Nyalindung
di sebelah Selatan, Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan
Kebonpedes di sebelah Timur. Sampai dengan tahun 2015 wilayah
Kabupaten Sukabumi terbagi ke dalam 47 kecamatan, 5 kelurahan
dan 381 desa. Ibukota Kabupaten Sukabumi saat ini berada di
Kecamatan Palabuhanratu walaupun masih ada beberapa kantor
pemerintahan yang berada di kecamatan lainnya seperti Cisaat,
Cibadak dan di Kota Sukabumi.

Tabel 2.1
Data Wilayah Administratif Kabupaten Sukabumi
Tahun 2014

No Kecamatan Luas (Km2) Jumlah Desa Kelurahan


(1) (2) (3) (4) (5)
1 Ciemas 304,57 9 0
2 Ciracap 148,62 8 0
3 Waluran 98,91 6 0
4 Surade 119,43 11 1
5 Cibitung 88,93 6 0
6 Jampang Kulon 62,68 10 1
7 Cimanggu 62,67 6 0
8 Kalibunder 88,17 7 0
9 Tegalbuleud 255,63 8 0
10 Cidolog 95,82 5 0
11 Sagaranten 113,11 12 0
12 Cidadap 85,90 6 0
13 Curug Kembar 55,96 7 0
14 Pabuaran 115,79 7 0
15 Lengkong 146,60 5 0
16 Pelabuhan Ratu 91,86 9 1
17 Simpenan 168,02 7 0
18 Warung Kiara 95,06 12 0
19 Bantar Gadung 76,10 7 0
20 Jampang Tengah 198,58 11 0
21 Purabaya 116,11 7 0
22 Cikembar 83,93 10 0
23 Nyalindung 104,47 10 0
24 Geger Bitung 67,74 7 0
25 Sukaraja 42,09 9 0
26 Kebon Pedes 10,92 5 0
27 Cireunghas 30,81 5 0
28 Sukalarang 30,99 6 0
29 Sukabumi 30,00 6 0

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-2


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Kecamatan Luas (Km2) Jumlah Desa Kelurahan


(1) (2) (3) (4) (5)
30 Kadudampit 70,08 9 0
31 Cisaat 21,58 13 0
32 Gunung Guruh 26,40 7 0
33 Cibadak 63,15 9 1
34 Cicantayan 34,99 8 0
35 Caringin 36,63 9 0
36 Nagrak 71,28 10 0
37 Ciambar 53,55 6 0
38 Cicurug 52,25 12 1
39 Cidahu 35,39 8 0
40 Parakan Salak 36,97 6 0
41 Parung Kuda 24,10 8 0
42 Bojong Genteng 20,46 5 0
43 Kalapanunggal 49,46 7 0
44 Cikidang 155,10 12 0
45 Cisolok 173,56 13 0
46 Cikakak 113,23 9 0
47 Kabandungan 136,76 6 0
Kabupaten Sukabumi 4.164,41 381 5
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

b. Topografi
Bentuk topografi wilayah Kabupaten Sukabumi pada
umumnya meliputi permukaan yang bergelombang di daerah
selatan dan bergunung di daerah bagian utara dan tengah dengan
ketinggian berkisar antara 0-2.960 m dpl. Adanya daerah pantai
dan gunung-gunung antara lain Gunung Salak dan Gunung Gede
yang masing-masing mempunyai puncak ketinggian 2.211 m dpl
dan 2.958 m dpl menyebabkan keadaan lereng sangat miring (lebih
besar dari 35o) meliputi 29 persen dari luas Kabupaten Sukabumi.
Sementara kemiringan antara [13o-35o] meliputi 37 persen dan
kemiringan antara [2o-13o] meliputi 21 persen dari luas kabupaten.
Sisanya daerah datar meliputi 13 persen dari luas kabupaten.
Keadaan topografi yang demikian menyebabkan wilayah Kabupaten
Sukabumi menjadi rawan terhadap longsor, erosi tanah dan lain-
lain.

c. Geologi
Potensi geologis Kabupaten Sukabumi yang sudah
dimanfaatkan antara lain sumber panas bumi di daerah Gunung
Salak dan Cisolok, bahan tambang dan bahan galian emas,
perak, batu-bara, pasir kwarsa, pasir besi, bentonit, teras, batu
gamping, tanah liat dan lain-lain. Jenis tanah di bagian utara
wilayah Sukabumi pada umumnya terdiri dari tanah latosol,
andosol dan regosol. Di bagian tengah pada umumnya terdiri dari

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-3


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

tanah latosol dan podsolik, sedangkan di bagian selatan sebagian


besar terdiri dari tanah laterit, grumosol, podsolik dan alluvial.
Dari aspek kemampuan tanah (kedalaman efektif dan
tekstur), daerah Kabupaten Sukabumi sebagian besar bertekstur
tanah sedang (tanah lempung). Kedalaman tanahnya dapat
dikelompokkan menjadi 2 (dua) golongan besar yaitu kedalaman
tanah sangat dalam (lebih dari 90 cm) dan kedalaman tanah
kurang dalam (kurang dari 90 cm). Kedalaman tanah sangat dalam
tersebar di bagian utara, sedangkan kedalaman tanah kurang
dalam tersebar di bagian tengah dan selatan. Hal ini
mengakibatkan wilayah bagian utara lebih subur dibanding wilayah
bagian selatan.

d. Hidrologi
Bila diamati dari sumber air, ternyata sumber daya air
cukup banyak, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya aliran
sungai seperti Sungai Cimandiri dan anak-anak sungainya,
Cipelang, Citatih, Citarik, Cibodas dan Cidadap. Selain itu terdapat
juga Sungai Ciletuh, Cikarang, Cikaso dan Cibuni yang merupakan
batas dengan daerah Kabupaten Cianjur di sebelah Timur.
Sumber-sumber air tersebut banyak digunakan masyarakat untuk
mengairi lahan pertanian dan kegiatan non pertanian lainnya.

e. Klimatologi
Seperti halnya wilayah lain di Indonesia, Kabupaten
Sukabumi termasuk wilayah yang beriklim tropis dimana curah
hujan tertinggi pada tahun 2014 berada pada bulan Desember
sebesar 753 mm dengan hari hujan sebanyak 31 hari. Temperatur
tertinggi pada tahun 2014 menurut pengamatan PT Goalpara
(BMKG Bogor) berada pada bulan April sebesar 20,80C dan
terendah berada pada bulan Agustus dan September sebesar
19,40C.

Tabel 2.2
Data Klimatologi
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Rata-rata Curah Hujan
Bulan Kelembaban Hari Hujan
Temperatur RR (mm)
(1) (2) (3) (4) (5)
Januari 20,7 92 27 452
Februari 20,6 88 17 116
Maret 20,6 91 28 382
April 20,8 91 23 581

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-4


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Rata-rata Curah Hujan


Bulan Kelembaban Hari Hujan
Temperatur RR (mm)
(1) (2) (3) (4) (5)
Mei 19,8 88 16 269
Juni 20,0 88 30 198
Juli 19,7 92 14 133
Agustus 19,4 91 12 209
September 19,4 86 0 0
Oktober 20,5 90 11 190
November 20,3 88 26 552
Desember 20,6 91 31 753
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

f. Penggunaan Lahan
Potensi pemanfaatan lahan untuk produksi/budidaya di
Kabupaten Sukabumi sangat besar. Pemanfaatan lahan di
Kabupaten Sukabumi dapat terlihat dari pola penggunaan lahan
yang didominasi oleh kegiatan pertanian, perkebunan, kehutanan
dan perikanan air tawar (78,24%). Sementara sisanya adalah
lahan terbangun yang meliputi perumahan/pemukiman,
perkantoran serta industri/pabrik. Luasnya potensi lahan yang
dapat dimanfaatkan memerlukan penataan dan pengendalian
sesuai dengan peruntukan pemanfaatan ruang sebagaimana
tertuang di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Sukabumi agar tidak terjadi inkonsistensi pemanfaatan
ruang.

2.1.2. Potensi Pengembangan Wilayah


Dalam ketentuan umum Peraturan Daerah Tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-
2032 tersebut, dijelaskan bahwa wilayah pengembangan yang
selanjutnya disebut WP adalah bagian dari kawasan budidaya,
baik di ruang darat maupun ruang laut yang pengembangannya
diarahkan untuk mendorong pertumbuhan dalam segala aspek
pengembangan wilayah untuk mendorong pertumbuhan wilayah.
Sedangkan Sub Wilayah Pengembangan yang selanjutnya disebut
SWP adalah sub bagian dari WP yang pengembangannya
diarahkan untuk mendorong pertumbuhan dalam segala aspek
pengembangan wilayah untuk mendorong pertumbuhan wilayah.
Sementara itu, Strategi Penataan Ruang dijelaskan secara rinci
dalam pasal 4 Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2032, yaitu :

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-5


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1) Pencapaian luas kawasan lindung hutan dan non hutan


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a dengan strategi
meliputi :
a. menetapkan kawasan-kawasan di luar kawasan hutan
yang mempunyai fungsi lindung menjadi kawasan lindung;
b. meningkatkan fungsi kawasan lindung;
c. memulihkan secara bertahap kawasan lindung yang telah
berubah fungsi; dan
d. membatasi pengembangan prasarana wilayah di sekitar
kawasan lindung.
2) Pengembangan sentra agribisnis berorientasi sistem
agropolitan dan minapolitan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 huruf b dengan strategi meliputi :
a. meningkatkan akses jalan dari sentra produksi pertanian
ke pusat pemasaran;
b. mengembangkan kawasan agrobisnis berorientasi
agropolitan;
c. mempertahankan kawasan lahan pertanian pangan
berkelanjutan (LP2B); dan
d. mengembangkan kawasan minapolitan.
3) Pengembangan wisata budaya, wisata alam, dan wisata
buatan memanfaatkan potensi alam dan memperhatikan
kelestarian lingkungan hidup dan budaya sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 huruf c dengan strategi meliputi :
a. mengembangkan kawasan wisata budaya;
b. mengembangkan kawasan wisata alam;
c. mengembangkan kawasan wisata buatan;
d. mengembangkan komoditas wisata berorientasi pasar
mancanegara, pelestarian lingkungan dan penelitian.
4) Pengembangan kawasan peruntukan industri bertumpu pada
potensi sumberdaya lokal sebagaimana dimaksud dalam Pasal
3 huruf d dengan strategi meliputi :
a. membangun dan menata kawasan industri;
b. membatasi pertumbuhan industri di luar kawasan industri;
c. mengembangkan dan menata industri rumah tangga;
d. meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan
industri; dan meningkatkan kemitraaan antar-industri.
5) Pengembangan sistem pusat kegiatan dan peningkatan sistem
pelayanan sarana dan prasarana wilayah secara berjenjang
dan sinergis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf e
dengan strategi meliputi:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-6


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

a. memantapkan pengembangan 2 (dua) WP dan 8


(delapan) SWP dalam rangka pemerataan pembangunan
wilayah Utara dan wilayah Selatan;
b. menetapkan sistem pusat kegiatan PKNp, PKW, PKLp,
PKL, PPK, dan PPL;
c. memantapkan fungsi PKNp dan PKW sesuai standar
pelayanan minimal;
d. menata dan mengembangkan sistem jaringan prasarana
wilayah yang dapat menjadi pengarah, pembentuk,
pengikat, pengendali dan pendorong pengembangan
wilayah;
e. memantapkan keterkaitan fungsional antar pusat kegiatan
perkotaan dan perdesaan secara sinergis;
f. mengendalikan perkembangan kawasan terbangun di
kawasan perkotaan sesuai dengan prinsip-prinsip
pengelolaan DAS dan mitigasi bencana;
g. menata kawasan perkotaan dalam rangka pengembangan
koridor Barat-Timur di wilayah Utara Kabupaten; dan
h. menata kawasan pesisir dalam rangka pengembangan
koridor Barat-Timur di wilayah Selatan Kabupaten.
6) Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan
negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf f dengan
strategi meliputi:
a. mendukung penetapan Kawasan Strategis Nasional
dengan fungsi khusus Pertahanan dan Keamanan;
b. mengembangkan kawasan lindung dan/atau kawasan
budidaya tidak terbangun di sekitar kawasan khusus
pertahanan dan keamanan;
c. mengembangkan budidaya secara selektif di dalam dan di
sekitar kawasan khusus pertahanan untuk menjaga fungsi
pertahanan dan keamanan; dan
d. turut serta menjaga dan memelihara aset-aset pertahanan
dan keamanan.

2.1.3. Wilayah Rawan Bencana


Berdasarkan jumlah bencana pada tahun 2014, maka
bencana yang paling potensial di Kabupaten Sukabumi adalah
kebakaran bangunan sebanyak 76 kejadian kebakaran. Kebakaran
bangunan cukup sering terjadi di Kabupaten Sukabumi dalam
kurun waktu beberapa tahun terakhir sehingga pemerintah daerah
seharusnya sudah memiliki antisipasi terkait kejadian bencana ini.
Selain itu, potensi bencana longsor di Kabupaten Sukabumi cukup

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-7


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

tinggi dimana pada tahun 2014 mencapai 36 kejadian dan angka


ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Tabel 2.3
Jumlah Kejadian Bencana Alam
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014

N 201 201 201


Jenis Bencana Alam 2010 2014
o 1 2 3
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Gempa bumi 3 2 2 2 14
2 Longsor 29 65 13 25 36
3 Tanah Anjlok - - - - 3
4 Angin topan/Putting 9 9 13 16 27
5 Banjir 6 16 3 4 19
6 Kebakaran bangunan 80 71 120 118 76
7 Kebakaran hutan - - - - -
8 Wabah penyakit menular - 2 4 4 -
9 Gelombang Pasang - - - - 7
Sumber: Kantor Satpol PP Kabupaten Sukabumi, 2015

Secara umum kondisi Kabupaten Sukabumi merupakan


salah satu kabupaten yang rawan bencana. Berdasarkan Indeks
Rawan Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan oleh Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2011,
Kabupaten Sukabumi menempati urutan Ke-3 (tiga) daerah Rawan
Bencana kategori kabupaten/kota di Indonesia.
Sedangkan Se-Jawa Barat, menempati urutan ke-3 (tiga).
Fakta juga menunjukan bahwa apabila terjadi bencana, ternyata
koordinasi antar instansi terkait belum optimal. Padahal dalam
menghadapi dan menanggulangi berbagai macam permasalahan
bencana tersebut diperlukan suatu perencanaan dan penataan
yang matang, sehingga dapat dilaksanakan secara terarah dan
terpadu. Di sisi lain, penanggulangan bencana yang dilakukan di
Kabupaten Sukabumi selama ini belum didasarkan pada langkah-
langkah yang sistematis dan terencana, sehingga acapkali terjadi
tumpang tindih dan bahkan kadang-kadang terdapat langkah
upaya penting yang terlewati.
Pengkajian risiko bencana dilakukan dengan menganalisa
parameter-parameter risiko bencana seperti: tingkat ancaman,
tingkat kerentanan, dan tingkat kapasitas desa dalam menghadapi
bencana di Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan hasil pengkajian
parameter-parameter risiko tersebut diperoleh bahwa tingkat
risiko masing-masing desa adalah berbeda-beda sesuai dengan
jenis masing-masing ancamannya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-8


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Peta multi risiko disusun berdasarkan penjumlahan dari


indeks-indeks risiko masing-masing ancaman berdasarkan faktor-
faktor pembobotan dari masing-masing bencana. Gambaran
tentang peta multi risiko di Kabupaten Sukabumi dapat dilihat
pada gambar di bawah ini:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-9


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.1
Peta Tingkat Risiko Multi Bencana di Kabupaten Sukabumi

(sumber : Analisa 2013)

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-10


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Peta multi bencana diatas menggambarkan bahwa sebagian


besar wilayah di Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat risiko yang
tinggi. Secara lebih detail dijelaskan bahwa terdapat 236 desa
dengan tingkat risiko tinggi terhadap multi bencana, 119 desa
dengan tingkat risiko sedang dan hanya terdapat 14 desa dengan
tingkat risiko rendah.

2.1.4.Demografi
Demografi merupakan ilmu yang dapat menggambarkan dan
mempelajari segala persoalan-persoalan kependudukan suatu
wilayah dari segi kuantitas, distribusi hingga komponen-komponen
perubahannya. Kondisi demografi di Kabupaten Sukabumi sangat
kompleks mengingat wilayah geografis yang cukup luas dengan
jumlah penduduk yang meningkat setiap tahunnya. Selain itu,
distribusi penduduk yang menyebar tidak merata menimbulkan
tantangan tersendiri dalam membuat kebijakan kependudukan agar
pembangunan dirasakan setiap lapisan masyarakat.
Penduduk Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun dimana pada tahun 2014 jumlah penduduk
mencapai 2.442.113 jiwa dengan pertumbuhan penduduk tahunan
sebesar 0,57 persen. Meskipun secara pertumbuhan kurang
signifikan, namun secara absolut kenaikan penduduk Kabupaten
Sukabumi mencapai 13.696 jiwa. Pertumbuhan penduduk yang
minim ini merupakan salah satu keberhasilan dari program Keluarga
Berencana dimana masyarakat diarahkan untuk merencanakan
keluarganya agar hidup sehat sejahtera.

Gambar 2.2
Jumlah Penduduk Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-11


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Jika dilihat dari jenis kelaminnya, sebagian besar penduduk


Kabupaten Sukabumi berjenis kelamin laki-laki yang terlihat dari
Sex Ratio mencapai 103,04 pada tahun 2014. Angka tersebut
mengindikasikan bahwa diantara 100 penduduk perempuan,
terdapat 103 penduduk laki-laki. Selain itu pada tabel di bawah juga
terlihat kepadatan penduduk yang terus meningkat di setiap
tahunnya hingga pada tahun 2014 terdapat sebanyak 582
penduduk yang mendiami setiap satu km2 wilayah di Kabupaten
Sukabumi.

Tabel 2.4
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Sex Ratio, dan
Kepadatan Penduduk Kabupaten Sukabumi Tahun 2014

Rasio
Kepadatan
Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah Jenis
Penduduk
Kelamin
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
2010 1.199.221 1.159.197 2.358.418 103,45 566
2011 1.207.781 1.168.714 2.376.495 103,34 571
2012 1.215.693 1.177.498 2.393.191 103,24 575
2013 1.222.814 1.185.603 2.408.417 103,14 578
2014 1.229.168 1.192.945 2.422.113 103,04 582
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Piramida penduduk merupakan sebuah gambaran awal


mengenai struktur umur penduduk baik untuk dianalisis mengenai
produktivitas umurnya maupun analisis keberhasilan program-
program kependudukan selama ini (utamanya Keluarga Berencana).
Di Kabupaten Sukabumi, terlihat bahwa sebagian besar penduduk
berada pada usia produktif dan umur non produktif tua dimana
pada usia muda paling sedikit jumlah penduduknya kemudian
semakin bertambah usia semakin banyak penduduknya hingga
berumur 75 ke atas. Piramida penduduk ini selain mengindikasikan
rendahnya tingkat ketergantungan penduduk non produktif,
semakin tingginya jumlah penduduk pada kelompok umur tua juga
mengasumsikan cukup tingginya derajat kesehatan masyarakat
Kabupaten Sukabumi.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-12


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.3
Piramida Penduduk
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat


Aspek kesejahteraan masyarakat akan menjelaskan tentang
perkembangan kesejahteraan wilayah Kabupaten Sukabumi yang
ditinjau dari sisi kesejahteraan dan pemerataan ekonomi serta
kesejahteraan sosial. Pada aspek ini akan terlihat sebuah potret
kehidupan masyarakat Kabupaten Sukabumi serta analisis dan
kajian singkat terkait kehidupan sosial ekonomi secara umum yang
mencakup kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan
sosial, serta seni budaya.

2.2.1.Fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi


Fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi ini akan
menjabarkan hasil pembangunan Kabupaten Sukabumi utamanya
terkait bidang perekonomian wilayah. Fokus ini akan mengkaji lebih
dalam berbagai indikator-indikator perekonomian baik makro
maupun mikro yang secara langsung maupun tidak langsung
merupakan esensi dari pergerakan roda perekonomian
(pembangunan perekonomian) Kabupaten Sukabumi. Pada
hakekatnya, pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha dan
kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup
masyarakat, memperluas lapangan kerja, memeratakan distribusi
pendapatan masyarakat, meningkatkan hubungan ekonomi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-13


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

regional, dan transformasi kegiatan perekonomian dari primer ke


sekunder dan tersier. Oleh karena itu, penting adanya melihat
berbagai indikator pada tujuan pembangunan tersebut demi
peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Indikator-indikator utama yang akan digunakan dalam
menganalisis kesejahteraan dan perekonomian daerah Kabupaten
Sukabumi antara lain Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),
struktur perekonomian wilayah, Laju Pertumbuhan Ekonomi, angka
kemiskinan hingga Gini Rasio. Indikator-indikator ini nantinya akan
menjadi salah satu dasar utama bagi perencanaan pembangunan,
terutama dalam monitoring dan evaluasi berbagai kebijakan dalam
menyukseskan program-program prioritas pembangunan nasional.

a. Nilai Produk Domestik Regional Bruto


Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan suatu
indikator kinerja pembangunan perekonomian daerah yang
menunjukkan suatu besaran atau nilai tambah bruto (kotor) dari
keseluruhan barang dan jasa yang tercipta atau dihasilkan di
Kabupaten Sukabumi yang timbul akibat berbagai aktivitas
ekonomi. PDRB Kabupaten Sukabumi akan menggambarkan
kemampuan atau potensi ekonomi dan kinerja perekonomian
daerah baik dalam pengelolaan sumber daya manusia maupun
sumber daya alam. Kemampuan, potensi, dan kinerja sumber daya
alam maupun sumber daya manusia dalam mengembangkan
perekonomian daerah sangat penting untuk dianalisis guna
evaluasi, monitoring, hingga perencanaan pembangunan berbasis
ekonomi.
Pada penghitungan periode ini, metode penghitungan PDRB
mengalami perubahan baik terkait tahun dasar maupun metodologi
penghitungan. Rincian sektor lapangan usaha pada PDRB
meningkat menjadi 17 kategori dimana sebelumnya hanya 9 sektor
lapangan usaha. Peningkatan cakupan kategori ini juga
menimbulkan efek berupa revisi dan penyempurnaan nilai PDRB
pada lima tahun terakhir sehingga analisis periodik juga terbatas
pada penghitungan dengan metode yang baru.
Setiap tahun terjadi peningkatan nilai Produk Domestik
Regional Bruto Kabupaten Sukabumi yang mengindikasikan
pergerakan perekonomian wilayah terus berputar dan menuju ke
arah yang positif. Pada tahun 2014, nilai Produk Domestik Regional
Bruto Kabupaten Sukabumi mencapai Rp.40,97 trilyun dimana pada
tahun sebelumnya hanya mencapai Rp.37,92 trilyun. Peningkatan
nilai PDRB ini akan menjadi potensi positif bagi pergerakan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-14


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

perekonomian makro sebagai modal pelaksanaan pembangunan


daerah ke depannya.

Gambar 2.4
Nilai Produk Domestik Regional Bruto adh Berlaku
(Milyar Rupiah) Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

b. Laju Pertumbuhan Ekonomi


Salah satu titik tolak pembangunan suatu daerah yaitu
dengan melihat pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut dari tahun
ke tahun. Pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat
memang menjadi syarat utama atau indikator keberhasilan
pembangunan itu sendiri. Pembangunan ekonomi diartikan sebagai
proses kenaikan output (tergantung dari jenis output yang
diharapkan/ditetapkan) dalam jangka panjang. Laju pertumbuhan
ekonomi merupakan indikator makro dalam melihat perkembangan
perekonomian suatu daerah, sehingga keberhasilan pembangunan
daerah secara umum dapat terukur. Oleh karena itulah, indikator ini
dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan ke depannya,
baik dengan melihat pertumbuhan ekonomi secara periodik maupun
pertumbuhan ekonomi sektor lapangan usaha yang potensial.
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi berjalan
cukup stabil dimana pada tahun 2014 mencapai 5,48 persen. Dalam
kurun waktu lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi paling
tinggi sebesar 6,38 persen dan paling rendah pada tahun 2011
sebesar 4,42 persen. Kestabilan pertumbuhan ekonomi ini

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-15


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

berpotensi memberi angin segar bagi para pelaku ekonomi


sekaligus pengambil kebijakan mengingat pergerakan ekonomi
yang stabil menunjukkan keberhasilan berbagai program dan
kegiatan pembangunan yang mendukung pemberdayaan
perekonomian daerah.
Gambar 2.5
Laju Pertumbuhan Penduduk
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Pertumbuhan perekonomian sektoral pada tahun 2014


didominasi oleh pertumbuhan ekonomi kategori informasi dan
komunikasi dengan pertumbuhan sebesar 16,43 persen dan jasa
kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh sebesar 15,34 persen.
Seluruh kategori perekonomian menunjukkan pertumbuhan
ekonomi positif meskipun pada kategori administrasi pemerintahan,
pertahanan dan jaminan sosial wajib cukup rendah
pertumbuhannya yakni hanya sebesar 0,02 persen.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-16


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 2.5
Laju Pertumbuhan Ekonomi Menurut Kategori Lapangan
Usaha Kabupaten Sukabumi, 2012-2014

Kategori Lapangan Usaha 2012 2013 2014


(1) (2) (3) (4) (5)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3,59 2,29 5,37
B Pertambangan dan Penggalian -0,47 1,29 2,19
C Industri Pengolahan 4,64 5,58 4,10
D Pengadaan Listrik dan Gas 4,25 4,41 3,12
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
E 5,24 5,71 5,13
Limbah dan Daur Ulang
F Konstruksi 11,46 9,48 5,60
Perdagangan Besar dan Eceran,
G 9,43 7,49 5,20
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 9,69 4,73 6,74
Penyediaan Akomodasi dan Makan
I 6,11 5,71 5,91
Minum
J Informasi dan Komunikasi 10,22 8,44 16,43
K Jasa Keuangan dan Asuransi 9,19 9,90 1,36
L Real Estat 11,42 9,48 5,60
M,N Jasa Perusahaan 6,22 7,58 4,62
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
O 1,74 -2,63 0,02
dan Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan 12,28 7,13 12,80
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 8,18 9,50 15,34
R,S,T,U Jasa Lainnya 9,85 8,35 8,82
Kabupaten Sukabumi 6,38 5,20 5,48
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

c. Struktur Ekonomi Wilayah


Struktur perekonomian wilayah akan memberikan suatu
gambaran utuh tentang kategori perekonomian yang memberi
dampak signifikan pada pembentukan perekonomian suatu daerah
dalam hal ini Kabupaten Sukabumi. Pada gambar di bawah terlihat
bahwa kategori perekonomian yang mendominasi perekonomian di
Kabupaten Sukabumi adalah kategori pertanian, perikanan, dan
kehutanan dimana kontribusi perekonomiannya mencapai 23,35
persen. Selain itu, kategori lain yang memberi andil dominan pada
pembentukan struktur ekonomi wilayah adalah kategori
perdagangan besar dan eceran (termasuk reparasi mobil dan
sepeda motor) yang kontribusinya mencapai 20,30 persen.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-17


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.6
Struktur Perekonomian Daerah
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Apabila dibandingan tahun sebelumnya, maka struktur


ekonomi daerah menurut lapangan usaha dapat dilihat dalam tabel
di bawah ini :

Tabel 2.6
Struktur Ekonomi Menurut Kategori Lapangan Usaha
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Distribusi
Kategori Lapangan Usaha
2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 23,97 22,85 23,35
B Pertambangan dan Penggalian 9,08 8,40 8,08
C Industri Pengolahan 15,32 15,32 14,92
D Pengadaan Listrik dan Gas 0,10 0,08 0,08
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
E 0,03 0,03 0,03
Limbah dan Daur Ulang
F Konstruksi 9,49 10,11 10,00
Perdagangan Besar dan Eceran,
G 18,99 20,51 20,30
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 6,10 6,06 5,82
Penyediaan Akomodasi dan Makan
I 2,47 2,41 2,39
Minum
J Informasi dan Komunikasi 2,27 2,21 2,34
K Jasa Keuangan dan Asuransi 0,68 0,70 0,68
L Real Estat 1,48 1,46 1,44

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-18


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Distribusi
Kategori Lapangan Usaha
2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5)
M,N Jasa Perusahaan 0,31 0,31 0,32
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
O 3,78 3,59 3,64
dan Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan 3,59 3,60 3,99
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,83 0,84 0,94
R,S,T,U Jasa Lainnya 1,52 1,52 1,69
Kabupaten Sukabumi 100,00 100,00 100,00
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

d. PDRB per kapita


PDRB merupakan suatu gambaran perekonomian makro suatu
wilayah yang identik dengan peningkatan pembangunan
perekonomian. Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana
pengaruh PDRB terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat, dapat
dilihat secara makro berdasarkan PDRB per kapita yaitu gambaran
rata-rata pendapatan yang diterima oleh penduduk secara makro
sehingga untuk analisis lebih lanjut diperlukan analisis ketimpangan
pendapatan. Meskipun ukuran ini memiliki kelemahan karena
perlakuan yang dibagi rata tersebut, namun setidak-tidaknya dapat
memberikan gambaran awal perkembangan tingkat kesejahteraan
masyarakat secara makro.
PDRB per kapita Kabupaten Sukabumi mengalami kenaikan di
setiap tahunnya hingga pada tahun 2014 mencapai Rp.16,91 juta
per tahun. Angka ini terbilang cukup kecil mengingat jika di rata-
rata kan maka PDRB per kapita per bulan hanya sekitar Rp.1,41
juta. Namun peningkatan ini dapat menjadi salah satu modal awal
pemerintah daerah untuk terus meningkatkan perekonomian
daerah demi ketercapaian kesejahteraan masyarakat Kabupaten
Sukabumi.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-19


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.7
PDRB Per Kapita
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

e. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan suatu kondisi masyarakat yang
memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kemiskinan juga merupakan sebuah permasalahan klasik dan
kontinyu yang selalu ada dan berkembang di suatu wilayah. Oleh
karena itu, tugas utama pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait
kemiskinan adalah berusaha meminimalisir dan memberdayakan
masyarakat sehingga memiliki daya saing dalam meningkatkan
kesejahteraan hidupnya. Indikator yang sangat nyata dalam melihat
kemiskinan di suatu wilayah utamanya Kabupaten Sukabumi adalah
tingkat kemiskinan yang menyatakan persentase penduduk miskin
terhadap keseluruhan penduduk di Kabupaten Sukabumi.
Penurunan tingkat kemiskinan yang terlihat pada gambar di
bawah ini merupakan suatu fenomena yang layak untuk disyukuri
mengingat program dan kegiatan pemerintah selama ini dalam
mengentaskan kemiskinan cukup massive. Meskipun begitu, tingkat
kemiskinan sebesar 8,88 persen pada tahun 2014 masih tergolong
cukup tinggi sehingga penting adanya perhatian pemerintah daerah
untuk lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi setiap gerak
langkah program pembangunan guna menurunkan angka
kemiskinan utamanya kemiskinan struktural maupun kemiskinan
budaya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-20


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.8
Tingkat Kemiskinan
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

f. Gini Rasio
Pembangunan tingkat kesejahteraan masyarakat di
Kabupaten Sukabumi dalam hal ini merupakan bagian dari proses
perbaikan kualitas kesejahteraan ekonomi penduduk. Dimana, hal
itu salah satunya dapat dimulai dengan memperbaiki tingkat
kemerataan distribusi pendapatan diantara berbagai golongan
ekonomi masyarakat. Pembangunan tingkat kesejahteraan ekonomi
di Kabupaten Sukabumi dapat dipandang sebagai usaha untuk
memajukan kehidupan masyarakat/warganya.
Pembangunan ekonomi pada satu sisi merupakan suatu
proses yang bersifat multidimensional yang mencakup berbagai
perubahan atas struktur sosial, sikap sikap masyarakat, dan
institusi-institusi pemerintahan dan masyarakat, di samping tetap
mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan
ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan. Jadi,
pada hakikatnya pembangunan itu harus mencerminkan perubahan
total suatu masyarakat atau penyesuaian sistem sosial secara
keseluruhan. Untuk itu, proses pembangunan ekonomi di
Kabupaten Sukabumi tidak terjadi sendirinya, tetapi memerlukan
berbagai usaha yang konsisten dari berbagai pihak untuk
memberikan kemakmuran yang sebesar besarnya penduduk.
Berkaitan dengan tingkat kemerataan pembangunan, maka
Koefisien Gini digunakan untuk mengukur kesenjangan pendapatan
dan kekayaan. Koefisien Gini (Gini Ratio) adalah ukuran

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-21


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan)


yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga
satu (ketimpangan yang sempurna).
Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Barat, Gini Rasio
Kabupaten Sukabumi dengan Provinsi Jawa Barat dan
Kabupaten/Kota Lainnya di Jawa Barat terlihat pada tabel berikut :
Tabel 2.7
Tabel Gini Ratio Kabupaten Sukabumi pada Tahun 2008 s/d
Tahun 2014 bersama Kab/Kota lainnya di Jawa Barat
GINI RATIO
WILAYAH
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
JAWA BARAT 0,35 0,33 0,35 0,39 0,42 0,40 0,40
Kab Bogor 0,305 0,287 0,409 0,414 0,42 0,382 0,385
Kab Sukabumi 0,312 0,255 0,246 0,301 0,352 0,301 0,321
Kab Cianjur 0,288 0,263 0,262 0,.293 0,329 0,285 0,280
Kab Bandung 0,283 0,27 0,289 0,357 0,358 0,344 0,374
Kab Garut 0,303 0,276 0,283 0,297 0,336 0,309 0,330
Kab Tasikmalaya 0,282 0,263 0,254 0,374 0,329 0,317 0,294
Kab Ciamis 0,299 0,249 0,245 0,312 0,307 0,332 0,310
Kab Kuningan 0,226 0,227 0,232 0,331 0,363 0,325 0,370
Kab Cirebon 0,26 0,283 0,303 0,273 0,355 0,321 0,284
Kab Majalengka 0,289 0,232 0,26 0,313 0,386 0,322 0,342
Kab Sumedang 0,321 0,287 0,267 0,325 0,367 0,337 0,328
Kab Indramayu 0,218 0,207 0,241 0,28 0,285 0,276 0,281
Kab Subang 0,271 0,229 0,245 0,276 0,327 0,331 0,314
Kab Purwakarta 0,351 0,29 0,304 0,338 0,391 0,388 0,369
Kab Karawang 0,254 0,259 0,279 0,328 0,344 0,319 0,303
Kab Bekasi 0,283 0,291 0,286 0,325 0,363 0,329 0,328
Kab Bandung Barat 0,296 0,238 0,293 0,285 0,373 0,309 0,326
Kota Bogor 0,366 0,362 0,338 0,391 0,446 0,405 0,363
Kota Sukabumi 0,331 0,269 0,338 0,34 0,397 0,341 0,359
Kota Bandung 0,31 0,376 0,358 0,411 0,422 0,415 0,477
Kota Cirebon 0,322 0,368 0,348 0,377 0,407 0,378 0,404
Kota Bekasi 0,359 0,298 0,274 0,37 0,371 0,354 0,329
Kota Depok 0,34 0,279 0,311 0,36 0,395 0,394 0,365
Kota Cimahi 0,296 0,272 0,274 0,344 0,373 0,404 0,388
Kota Tasikmalaya 0,348 0,365 0,327 0,374 0,398 0,394 0,371
Kota Banjar 0,325 0,301 0,316 0,369 0,389 0,341 0,320
Sumber : BPS Provinsi Jawa Barat

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-22


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Pada tabel terlihat bahwa tahun 2008 untuk Provinsi Jawa


Barat adalah 0,35 sedangkan Kabupaten Sukabumi adalah 0,312.
Tahun 2009, gini ratio Provinsi Jawa Barat adalah 0,33 sedangkan
gini ratio Kabupaten Sukabumi adalah 0,255. Tahun 2010, gini ratio
Provinsi Jawa Barat adalah adalah 0,35 sedangkan gini ratio
Kabupaten Sukabumi adalah 0,246. Tahun 2011, gini ratio Provinsi
Jawa Barat adalah 0.39 sedangkan gini ratio Kabupaten Sukabumi
adalah 0.301. Tahun 2012, gini ratio Provinsi Jawa Barat adalah
0.42 sedangkan gini ratio Kabupaten Sukabumi adalah 0.352.
Tahun 2013, gini ratio Provinsi Jawa Barat adalah 0.40 sedangkan
gini ratio Kabupaten Sukabumi adalah 0.301. Terakhir pada Tahun
2014, gini ratio Provinsi Jawa Barat adalah 0.40 sedangkan gini
ratio Kabupaten Sukabumi adalah 0.321.

2.2.2.Fokus kesejahteraan Sosial


Fokus kesejahteraan sosial masyarakat dalam analisis hasil
pembangunan Kabupaten Sukabumi dapat dilihat dari beberapa
aspek, antara lain aspek kependudukan, pelayanan pendidikan,
pelayanan kesehatan, ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan
dan perlindungan anak, hingga seni budaya. Namun dari aspek-
aspek tersebut terdapat aspek utama sekaligus ultimate impact
dalam melihat kesejahteraan sosial masyarakat yakni melalui
analisis pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun
ke tahun. Dengan menggabungkan tiga komponen dasar yakni
kesehatan, pendidikan dan ekonomi, menjadikan IPM sebagai salah
satu indeks acuan pembangunan suatu daerah untuk memonitoring
dan mengevaluasi kinerja pemerintah daerah.

a. Indeks Pembangunan Manusia


Pembangunan manusia merupakan pembangunan yang
bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik
secara vertikal (menyeluruh di semua lapisan masyarakat dan
horizontal (kehidupan lebih baik dari segala bidang). Pembangunan
suatu daerah sendiri akan tercapai apabila setiap orang
memperoleh peluang seluas-luasnya untuk hidup sehat,
berpendidikan dan berketerampilan serta mampu mencukupi
kebutuhan baik primer, sekunder maupun tersier. Untuk melihat
keberhasilan pembangunan manusia perlu adanya pemotretan hasil
pembangunan manusia yang sudah dilakukan guna evaluasi
perbaikan ke depannya. Pengukuran tingkat keberhasilan
pembangunan manusia dilakukan dengan menggunakan IPM
sebagai indeks komposit yang dapat diperbandingkan di seluruh
wilayah Indonesia.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-23


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Indeks pembangunan manusia atau Human Development


Index (HDI) yang diperkenalkan oleh United Nations Development
Programes (UNDP) sejak tahun 1990 adalah sebuah indeks
komposit untuk mengukur keberhasilan atau kinerja suatu
negara/wilayah dalam bidang pembangunan manusia. Pada periode
ini, IPM dihitung dengan menggunakan metodologi baru utamanya
dalam pendekatan penghitungan indeks pendidikan. Pada metode
baru ini, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar yang
mencakup Angka Harapan Hidup (kesehatan), Harapan Lama
Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah (pendidikan), dan Daya Beli
Per Kapita (standar hidup layak/ekonomi).

Tabel 2.8
Metodologi Baru Perhitungan IPM
Angka Harapan
Rata-rata
Harapan Lama Pengeluaran
Lama Sekolah
Tahun Hidup Sekolah Perkapita/Tahun IPM
(RLS/MYS)
(AHH) (HLS/EYS)
(Tahun) (Tahun) (Tahun) (Ribu Rp.)
2010 69.47 10.08 5.82 7,659.00 60.69
2011 69.55 10.10 6.07 7,684.00 61.14
2012 69.63 10.73 6.32 7,700.00 62.27
2013 69.70 11.80 6.32 7,800.00 63.63
2014 69.73 12.12 6.36 7,824.00 64.07
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2010-2014 (Metode Baru IPM dan Konstan
2010)

Angka IPM selama kurun waktu 2010 hingga 2014 terus


mengalami kenaikkan. Pada tahun 2014, IPM tercatat sebesar
64,07 naik dari angka IPM tahun 2010 yang sebesar 60,69.
Adapun secara jelas, kenaikan IPM Kabupaten Sukabumi dari
Tahun 2010-2014 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-24


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.9
Angka IPM Kabupaten Sukabumi

Sementara itu, perbandingan IPM Kabupaten Sukabumi


dengan kab/kota lainnya di Jawa Barat disajikan dalam tabel di
bawah ini :

Tabel 2.9
IPM Menurut Komponen dan Kabupaten/Kota
di Jawa Barat, 2014
Rata- Pengeluaran
Angka Harapan
Rata Riil Per
Harapan Lama
Prov/Kabupaten/Kota Lama Kapita yang IPM
Hidup Sekolah
Sekolah disesuaikan
(Tahun) (Tahun)
(Tahun) (000 Rp)
Provinsi Jawa Barat 72,23 12,14 7,71 9.450 68,87

Kab Sukabumi 67,73 12,12 6,36 7.824 64,07

Kota Sukabumi 71,76 13,18 8,70 9.640 71,19

Kab Cianjur 69.08 11.82 6.52 6.760 62.13

Kab Bogor 70.49 11.81 7.43 9.070 66.96

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-25


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

b. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu faktor kunci dalam
peningkatan potensi dan daya saing sumber daya manusia. Hal ini
dikarenakan, dengan memiliki pendidikan yang berkualitas maka
setiap penduduk akan memiliki lebih banyak kesempatan dalam
memperbaiki kualitas kehidupannya dari mulai mendapatkan
pekerjaan yang lebih baik, pendapatan lebih layak, hingga
kehidupan yang lebih sejahtera. Berikut beberapa indikator kinerja
pembangunan daerah pada bidang pendidikan:

Angka Melek Huruf


Angka melek huruf di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2014
mencapai 99,39 persen yang berarti angka buta huruf hanya
sebesar 0,61 persen. Prestasi ini cukup membanggakan bagi
segenap stakeholders di bidang pendidikan karena pelaksanaan
program dan kegiatan pendidikan untuk masyarakat yang optimal
maka capaian ini bisa diperoleh. AMH harus lebih diprioritaslan
dengan dan diimbangi dengan pemberian bekal keterampilan hidup
(life skill) atau keterampilan vokasional sehingga masyarakat yang
buta aksara terentaskan tidak hanya mampu baca tulis hitung
(calistung) tetapi mampu menerapkan kemampuan calistung dalam
keterampilan usaha mandiri untuk memenuhi kebutuhan
hidup/kesejahteraan hidup.

Gambar 2.10
Angka Melek Huruf
Kabupaten Sukabumi, 2012-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-26


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Rata-rata Lama Sekolah


Rata-rata lama sekolah merupakan suatu indikator yang
menggambarkan rata-rata lama sekolah penduduk di suatu wilayah
dalam mengenyam jenjang pendidikan. Rata-rata lama sekolah di
Kabupaten Sukabumi mengalami kenaikan meskipun tidak
signifikan dimana pada tahun 2014 mencapai 6,36 tahun. Angka ini
mengindikasikan bahwa penduduk di Kabupaten Sukabumi rata-rata
hanya bersekolah hingga jenjang pendidikan Sekolah Menengah
Pertama (SMP) kelas 1 semester kesatu.

Gambar 2.11
Rata-rata Lama Sekolah
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Harapan Usia Lama Sekolah


Harapan Lama Sekolah merupakan salah satu indikator baru
dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia yang
mengimplementasikan peningkatan pembangunan di bidang
pendidikan. Harapan Lama Sekolah mengindikasikan harapan
penduduk suatu wilayah dalam mengenyam pendidikan ke
depannya untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia secara
menyeluruh.
Di Kabupaten Sukabumi, Harapan Usia Lama Sekolah
meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 12,12 tahun pada
tahun 2014. Hal ini mengindikasikan bahwa penduduk yang
memasuki usia sekolah pada tahun 2014 memiliki kesempatan
menimba ilmu hingga mencapai jenjang pendidikan SMA. Angka ini

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-27


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

menggambarkan makin tingginya perhatian pemerintah Kabupaten


Sukabumi terhadap dunia pendidikan sehingga harapan lama
sekolah setiap penduduk dapat mengikuti pendidikan hingga
jenjang perguruan tinggi.

Gambar 2.12
Harapan Usia Sekolah
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Angka Partisipasi Kasar dan Angka Partisipasi Murni


Kondisi APK di Kabupaten Sukabumi untuk ketiga jenjang
pendidikan, yaitu SD / MI / Sederajat, SMP/ MTs/ Sederajat dan
SMA/SMK/MA/ Sederajat mengalami penurunan dari tahun
sebelumnya, juga masih terdapat beberapa kecamatan yang masih
dibawah nilai rata-rata. Kondisi APK di Kabupaten Sukabumi dapat
diuraikan sebagai berikut :

Tabel 2.10
Tabel APK Kabupaten Sukabumi, 2011-2015
NO JENJANG APK / TAHUN
SEKOLAH APM 2011 2012 2013 2014 2015
(%) (%) (%) (%) (%)
1 SD / MI / APK 122,77 104.09 102,19 114,48 109,06
Sederajat
2 SMP/ MTs/ APK 87,34 88.99 95,98 95,99 94,59
Sederajat
3 SMA/SMK/MA/ APK 34,10 40.46 51,67 59,04 54,31
Sederajat
Sumber: LKPJ AMJ Tahun 2011-2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-28


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Capain APK SD/MI/Sederajat selama lima tahun mengalami


fluktuasi, hal ini disebabkan oleh jumlah anak usia 7-12 Tahun
mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada 2 tahun terakhir,
yaitu dari 229.342 anak pada tahun 2014 menjadi 272.793 anak
pada tahun 2015 atau terjadi kenaikan sebanyak 3,76%, hal ini
diasumsikan karena terjadinya perpindahan penduduk ke
Kabupaten Sukabumi dengan membawa keluarganya, kemudian
penyebab lain adalah terdapat anak diluar usia 7-12 tahun yang
bersekolah sebanyak 9,24%. Selain itu terjadi perubahan basis data
perhitungan APK/APM dari Badan Pusat Statistik ke Data Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil.

Gambar 2.13
APK Kabupaten Sukabumi, 2011-2015

Sumber: LKPJ AMJ Tahun 2011-2015

Sama halnya dengan capaian APK SD/MI/Sederajat, capaian


APK SMP/ MTs/ Sederajat selama lima tahun juga mengalami
fluktuasi, hal ini disebabkan oleh masih banyaknya anak di bawah
usia 13 tahun dan diatas usia 15 tahun yang berada di jenjang
SMP/ MTs/ Sederajat.
Sementara itu capaian APK SMA/SMK/MA/ Sederajat tahun
2015 sebesar 54,31 turun dari tahun 2014 sebesar 59,04%.
turunya APK SMA/SMK/MA/Sederajat ini disebabkan oleh masih
terdapatnya 10 kecamatan yang belum mempunyai SMA, yaitu
kecamatan Bantargadung, Cibitung, Cidahu, Cidadap, Cimanggu,
Curungkembar, Gegerbitung, Kebonpedes, Pabuaran dan Purabaya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-29


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Kondisi ini memperlihatkan adanya korelasi yang signifikan antara


kecamatan yang belum mempunyai SMAN dengan APK terendah.

Gambar 2.14
Sebaran kecamatan yang belum mempunyai SMA

Kondisi APM di KabupatenSukabumi untuk ketiga jenjang


pendidikan, yaitu SD / MI / Sederajat , SMP/ MTs/ Sederajat dan
SMA/SMK/MA/ Sederajat juga mengalami penurunan. Kondisi APM
di Kabupaten Sukabumi dapat diuraikan sebagai berikut :
Tabel 2.11
Tabel APK/APM
Kabupaten Sukabumi, 2011-2015
NO JENJANG APK / TAHUN
SEKOLAH APM 2011 2012 2013 2014 2015
(%) (%) (%) (%) (%)
1 SD / MI / APM 111,54 99.96 99,98 99,99 98,47
Sederajat
2 SMP/ MTs/ APM 79,32 84.89 85,19 85,20 75,43
Sederajat
3 SMA/SMK/MA/ APM 23,73 30,73 38,76 42,02 38,73
Sederajat
Sumber: LKPJ AMJ Tahun 2011-2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-30


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Capaian APM SD/MI/Sederajat selama lima tahun mengalami


fluktuasi, hal ini disebabkan oleh terjadinya penurunan jumlah
siswa Usia 7-12 tahun yang sedang bersekolah karena faktor sosial
ekonomi. Kemudian APM SMP/MTs/Sederajat tahun 2015 sebesar
75,43%, mengalami penurunan dibanding tahun 2014 yaitu sebesar
85,20% . Hal ini terjadinya penurunan jumlah siswa Usia 7-12
tahun sedang bersekolah karena faktor sosial ekonomi. Juga masih
rendahnya akses ke jenjang SMP/MTs/Sederajat. Sedangkan APM
SMA/MA/Sederajat tahun 2015 sebesar 38,73% , juga mengalami
penurunan dibanding tahun 2014 yaitu sebesar 42,02%. Hal ini
terjadi karena rendahnya akses terhadap SMA/MA/Sederajat,
banyak usia SMA/MA/Sederajat yang sudah bekerja, dan rendahnya
minat masyarakat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
karena kemungkinan faktor ekonomi dan budaya serta masih
tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan di sekolah negeri.

c. Kesehatan
Kesehatan merupakan modal dasar bagi manusia untuk
melakukan aktivitas kesehariannya, sehingga dapat dikatakan
bahwa pergerakan perekonomian maupun pembangunan daerah
sangat tergantung pada derajat kesehatan suatu masyarakat.
Indikator kinerja pembangunan di bidang kesehatan diwakili oleh
Angka Harapan Hidup yang merupakan salah satu indikator
penyusun Indeks Pembangunan Manusia. Angka Harapan Hidup
mengindikasikan peluang bayi yang baru lahir akan mencapai usia
harapan hidup sekian tahun.
Angka Harapan Hidup penduduk Kabupaten Sukabumi
mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Hal ini mengindikasikan
semakin tingginya kualitas dan optimalisasi pelayanan kesehatan
hingga ke seluruh wilayah kabupaten. Angka Harapan Hidup
penduduk Kabupaten Sukabumi pada tahun 2014 mencapai 69,73
tahun yang mengindikasikan bahwa bayi yang baru lahir pada
tahun 2014 akan memiliki harapan hidup hingga umur 69-70 tahun.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-31


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.15
Angka Harapan Hidup
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

d. Ketenagakerjaan
Pada fokus kesejahteraan masyarakat di bidang
ketenagakerjaan akan menyoroti perihal penduduk yang bekerja.
Penduduk yang bekerja merupakan orang yang melakukan suatu
pekerjaan dengan maksud untuk memperoleh atau membantu
memperoleh penghasilan atau keuntungan selama paling sedikit
satu jam dalam seminggu yang lalu. Secara konseptual, seharusnya
penduduk yang bekerja di suatu wilayah akan tercakup cukup
banyak. Begitu pula dengan penduduk bekerja di Kabupaten
Sukabumi yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang
bekerja (Tingkat Kesempatan Kerja) di setiap tahunnya dimana
pada tahun 2014 persentase penduduk yang bekerja mencapai
91,91 persen dari jumlah angkatan kerja.
Rasio Penduduk yang Bekerja di Kabupaten Sukabumi Tahun
2010-2014 dapat dilihat di gambar di bawah ini :

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-32


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.16
Rasio Penduduk yang Bekerja
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

2.2.3. Fokus seni budaya dan olahraga

a. Kebudayaan
Kebudayaan suatu bangsa hakekatnya adalah identitas,
kepribadian, atau jati diri bangsa itu, sehingga membangun
kebudayaan adalah membangun identitas, jati diri atau kepribadian
bangsa itu. Persaingan antar bangsa pada dasarnya adalah
pertarungan untuk mempertahankan jati diri bangsa yang
berlangsung dalam kontek karakteristik kebudayaan yang dinamis
yang terus berubah seiring perubahan yang dialami para pelaku
budayanya.
Kehidupan sosial budaya masyarakat Kabupaten Sukabumi
termasuk yang bercorak heterogen namun masih dalam pengaruh
dominasi kebudayaan suku sunda. Dominasi ini dimungkinkan
sebagai konsekuensi Kabupaten sukabumi merupakan sub kultur
dari lingkup kebudayaan yang hidup dan tinggal di wilayah Jawa
Barat (Sunda Pituin maupun Sunda Mukimin). Identitas kesundaan
atau ciri pribadi orang Sunda dapat terlihat dan terapresiasi antara
lain dalam penggunaan bahasa sehari-hari bahasa Sunda yang
memiliki intonasi khas, kesenian, kepribadian dan sistem
kemasyarakatan orang Sunda.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-33


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Berbagai ungkapan tradisional Sunda yang masih digunakan


di masyarakat antara lain, silih asih, silih asah jeung silih asuh
sebagai konsep kemasyarakatan dan bernegara. Ungkapan cageur,
bageur, pinter tur singer sebagai konsep pembangunan manusianya
dan ungkapan genah, merenah tur tumaninah digunakan sebagai
konsep pembangunan rumah maupun lingkungan perumahan, desa
dan kota. Ungkapan tersebut merupakan gambaran pandangan
hidup masyarakat yang memiliki nilai nilai kehidupan bermasyarakat
yang luhur dan sangat penting untuk dipelihara, dilestarikan dan
diwariskan kepada generasi penerus.
Pengembangan kebudayaan yang berlandaskan nilai nilai luhur
budaya lokal diarahkan untuk mengimbangi perubahan masyarakat
yang sangat cepat sebagai akibat dari globalisasi dan pesatnya
kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Di samping itu
pengembangan kebudayaan dimaksudkan untuk menciptakan iklim
kondusif dan harmonis sehingga nilai-nilai kearifan lokal akan
mampu merespon modernisasi secara positif dan produktif sejalan
serta memperkaya khasanah kebudayaan nasional.
Pembangunan kebudayaan diarahkan pada pelestarian nilai-
nilai tradisional dan kearifan lokal masyarakat serta optimalisasi
keberfungsian lembaga sosial kemasyarakatan di Kabupaten
Sukabumi. Sasaran pembangunan kebudayaan diantaranya adalah :
kegiatan pameran dan pagelaran kesenian; intensitas pembinaan
seniman dan organisasi kesenian; pelestarian peninggalan
sejarah, museum dan purbakala; dan pelestarian nilai-nilai
tradisional dan kearifan lokal. Dengan indikator sebagai berikut:
a) Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Kesenian Daerah.
b) 10 (sepuluh) Budaya Daerah yang dikembangkan berupa :
Syukuran Nelayan Palabuhanratu, Syukuran Nelayan Ciwaru
Ciemas, Syukuran Nelayan Ujunggenteng, Syukuran Nelayan
Minajaya, Syukuran Nelayan Tegalbuleud, Syukuran Nelayan
Cisolok, Seren Taun Ciptagelar, Seren Taun Cipta Mulya, Seren
Taun Sirna Resmi, Seren Taun Girijaya.
c) Grup/Sanggar Kesenian
d) Festival Seni dan Budaya melalui pelaksanaan Pasanggiri
Kesenian Daerah, Pelaksanaan Pergelaran Tingkat Kabupaten,
Pelaksanaan Pergelaran Tingkat, Pelaksanaan Pergelaran di
Pusat.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-34


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

2.3. Aspek Pelayanan Umum


Pada bagian aspek pelayanan umum akan dijelaskan
perkembangan kinerja yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten
Sukabumi, baik pada urusan pelayanan wajib dan urusan pilihan.
Berikut penjabaran aspek pelayanan umum sebagai bagian dari hasil
pembangunan daerah selama ini.

2.3.1.Fokus layanan urusan wajib


Urusan pelayanan wajib merupakan urusan pemerintahan
yang harus diselenggarakan oleh pemerintah daerah karena
berkaitan dengan pelayanan dasar terhadap kebutuhan masyarakat.
Secara umum, penyelenggaraan pelayanan dasar oleh Pemerintah
Kabupaten Sukabumi sudah mulai ada perbaikan, namun masih perlu
adanya peningkatan terutama sarana prasarana penunjang
kebutuhan dasar kehidupan masyarakat seperti pendidikan,
kesehatan, hingga aksesibilitas wilayah. Berikut indikator kinerja hasil
pembangunan daerah yang merupakan gambaran pelayanan urusan
wajib pemerintah kabupaten hingga saat ini.

a) Pendidikan

Angka Partisipasi Sekolah


Angka Partisipasi Sekolah (APS) menggambarkan seberapa
banyak atau besar penduduk usia sekolah yang telah menikmati
pendidikan tanpa melihat jenjang pendidikannya. Secara umum,
peningkatan APS menunjukkan adanya keberhasilan di bidang
pendidikan, terutama yang berkaitan dengan upaya memperluas
jangkauan pelayanan pendidikan. APS yang terus mengalami trend
kenaikan mengindikasikan jumlah penduduk usia sekolah yang
memang seharusnya bersekolah semakin meningkat.
Keberhasilan peningkatan angka partisipasi pendidikan tidak
terlepas dari dukungan pemerintah baik secara langsung maupun
tidak langsung. Dukungan pemerintah secara langsung dapat dilihat
dari pemberian Bantuan Operasional Sekolah Daerah, pemberian
beasiswa kepada pelajar, peningkatan insentif tenaga pengajar dan
pemberian beasiswa transisi untuk melanjutkan dari
jenjang SD/Mi ke SMP/Mts dan dari SMP/MTs ke jenjang
SMA/SMK/MA. Sedangkan dukungan secara tidak langsung dapat
dilihat pada peningkatan sarana prasarana pendukung pendidikan
seperti perbaikan jalan menuju akses pendidikan, peningkatan
jangkauan listrik ke desa-desa terpencil, dan sebagainya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-35


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Angka Partisipasi Sekolah Kabupaten Sukabumi cukup baik


terutama pada usia jenjang pendidikan sekolah dasar yang
mencapai 99,64 dan jenjang pendidikan sekolah menengah
pertama yang mencapai 92,00. Namun untuk angka partisipasi usia
sekolah 16-18 tahun atau usia jenjang pendidikan sekolah
menengah atas hanya mencapai angka partisipasi sekolah sebesar
61,32 saja.

Tabel 2.12
Angka Partisipasi Sekolah
Kabupaten Sukabumi, 2012-2014
Usia Sekolah 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4)
7-12 97,33 99,16 99,64
13-15 87,99 88,12 92,00
16-18 50,66 56,42 61,32
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Rasio Guru-Murid dan Rasio Sekolah-Murid


Rasio ini menggambarkan pemenuhan kuantitas atau jumlah
tenaga kependidikan dan sarana pendidikan bagi masyarakat di
suatu wilayah. Khusus di Kabupaten Sukabumi, pemenuhan jumlah
guru maupun jumlah sekolah terhadap murid sudah memenuhi
syarat dan terbilang lebih dari cukup. Namun permasalahan
mendasar pada pendidikan di Kabupaten Sukabumi adalah terkait
kualitas dan distribusi/persebaran pelayanan pendidikan yang
memadai. Oleh karena itu, perlu adanya analisis lebih lanjut dalam
kaitannya dengan pendidikan dan program-program prioritas
khusus untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan masyarakat.
Tabel 2.13
Perbandingan Capaian Rasio Guru-Siswa
Tahun 2011-2015
Rasio Rasio
Jenjang
Sekolah Guru Murid Sekolah- Guru-
Pendidikan
Murid Murid
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Sekolah Dasar 1.199 11.099 247.407 206,34 22,29
SLTP 281 5.127 87.896 312,80 17,14
SMU 63 1.624 22.497 357,10 13,85
SMK 124 2.820 32.378 261,11 11,48
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-36


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya layanan
pendidikan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun
yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk
membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani
agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih
lanjut. (UU No. 20 Th 2003 tentang Sisdiknas, Pasal 1, butir 14).
Pendidikan Anak Usia Dini dilaksanakan melalui tiga Jalur,
yaitu : Jalur formal melalui Taman Kanak-Kanak, Raudhatul Athfal
(RA) atau bentuk lain sederajat, Jalur Nonformal melalui Kelompok
Bermain, Taman Penitipan Anak dan Satuan PAUD Sejenis (SPS)
atau bentuk lain sedrajat serta Jalur Informal melalui Jalur
Pendidikan Keluarga atau Pendidikan yang diselenggarakan oleh
lingkungan. Data capaian APK PAUD Tahun 2011-2015 adalah
sebagai berikut :

Tabel 2.14
Capaian APK Tahun 2011 2015
Tahun 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
% 12,35 14,51 26,06 41,22 38,61
Sumber : LKPJ AMJ Tahun 2011-2015

APK PAUD pada Tahun 2015 baru mencapai angka 38,61%,


capaian tersebut dihitung berdasarkan penduduk usia 0-6 tahun,
sedangkan apabila di hitung berdasarkan usia 3-6 tahun capaian
indikator sudah 56,90%. Satuan pendidikan PAUD secara
kuantitatif sudah mencukupi, tetapi belum memberikan kontribusi
terhadap APK PAUD karena rasio jumlah peserta didik tiap
rombongan belajar belum memenuhi rasio minimal (1 rombel:15
peserta didik).

Peningkatan Kondisi Ruang Kelas


Peningkatan kondisi ruang kelas dilaksanakan melalui
rehabilitasi ruang kelas SD/MI Sederajat, SMP/MTs Sederajat, dan
SMA/SMK Sederajat. Rehabilitasi kondisi ruang kelas dikarenakan
jumlah kerusakan sekolah setiap tahun selalu bertambah.
Peningkatan Kondisi Ruang Kelas dalam kondisi baik Tahun 2011-
2015 dapat dilihat dalam tabel berikut :

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-37


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 2.15
Peningkatan Kondisi Ruang Kelas Baik

No Jenjang Sekolah Peningkatan Kondisi Ruang Kelas


Baik (%)
2011 2012 2013 2014 2015
1. SD/MI Sederajat 61,35 63,35 63,72 61,35 62,20
2. SMP/MTs Sederajat 73,68 74,35 75,60 75,48 76,34
3. SMA/SMK 81,55 81,23 78,62 80,19 85,67
Sederajat
Sumber : LKPJ AMJ Tahun 2011-2015

Angka Putus Sekolah


Angka putus sekolah (DO) jenjang SD/MI dan SMP/MTs
belum tercapai namun demikian bila dicermati angka putus sekolah
tersebut menunjukkan angka sangat rendah karena masih dibawah
angka 1,00, yaitu 0,22%.

Angka Kelulusan
Angka kelulusan menjadi salah satu indikator atau tolak ukur
tingkat keberhasilan sekolah dalam melaksanakan proses kegiatan
belajar mengajar (KBM). Angka kelulusan tinggi bisa pula dianggap
sebuah prestasi sehingga kebanggaan bagi sekolah yang
bersangkutan. Tidak sampai disitu, angka kelulusan yang tinggi bisa
juga menjadi bahan promosi untuk menarik minat calon siswa baru.
Tidak mengherankan angka kelulusan ini menjadi begitu penting
dan berharga bagi sekolah, terlebih apabila diumumkan sebagai
sekolah dengan tingkat kelulusan atau nilai tertinggi maka euforia
akan nampak jelas sekali.
Angka kelulusan (AL) SD Kabupaten Sukabumi mencapai
angka 99,96% dan Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs Kabupaten
Sukabumi mencapai angka 99,99. Sedangkan Angka Kelulusan (AL)
SMA/SMK/MA Kabupaten Sukabumi adalah 99,99%.
b) Kesehatan
Kesehatan merupakan salah satu modal utama dari sumber
daya manusia dalam melaksanakan aktivitas untuk mencapai
kesejahteraan hidupnya. Kesehatan juga menjadi pra syarat mutlak
bagi penduduk untuk melaksanakan segala program perencanaan
pembangunan terkait pendidikan, ketenagakerjaan, perekonomian,
bahkan kesehatan itu sendiri. Oleh karena itu, peningkatan bidang
kesehatan akan memiliki multiplier effect pada program-program
pembangunan ke depannya baik secara langsung maupun tidak
langsung

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-38


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan suatu


daerah adalah melihat bagaimana perkembangan kesehatan
masyarakat baik dari segi fasilitas, sarana prasarana, pemerataan
kesehatan, maupun tingkat kesehatan penduduk. Peningkatan
berbagai pelayanan kesehatan terus dilaksanakan oleh Pemerintah
Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan derajat kesehatan
masyarakat yang optimal dan berkualitas. Meskipun begitu, perlu
adanya penyempurnaan pada beberapa program pembangunan
kesehatan masyarakat seperti peningkatan kesadaran akan
kesehatan ibu dan bayi, kesadaran untuk menggunakan fasilitas
kesehatan resmi, hingga terkait pola hidup sehat di masyarakat.
Tabel berikut menggambarkan data fasilitas kesehatan Kabupaten
Sukabumi Tahun 2012-2014 :
Tabel 2.16
Fasilitas Kesehatan
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2014
Puskes Puskes
Rumah Pustu Ambulan
Tahun mas mas Posyandu
Sakit Inpres ce
Inpres Keliling
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
2012 6 58 121 57 2 3.281
2013 6 58 121 57 2 3.362
2014 7 58 128 58 2 3.385
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015
Sedangkan data pelayanan kesehatan di Kabupaten
Sukabumi, dapat dilihat dari sebaran tenaga kesehatan di tingkat
kecamatan seperti terlihat dalam tabel berikut :
Tabel 2.17
Tenaga Kesehatan yang Tersebar di Kecamatan (Selain RS)
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2014
Tenaga Kesehatan 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4)
Dokter Ahli 0 0 0
Dokter Umum 75 74 89
Dokter Gigi 23 23 18
Kesmas 60 57 60
Bidan 693 693 847
Perawat 476 465 536
Sanitarian 51 35 53
Tenaga Gizi 35 33 32
Tenaga Farmasi 15 14 12
Tenaga Keteknisan 3 3 4
Non Kesehatan 243 212 233
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-39


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Data pelayanan kesehatan dari sebaran tenaga kesehatan di


Rumah Sakit seperti terlihat dalam tabel berikut :

Tabel 2.18
Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
RS
RS RS
Tenaga Kesehatan Sekar Wangi
Pelabuhan Ratu Jampang Kulon
Cibadak
(1) (2) (3) (4)
Dokter Ahli 22 10 7
Dokter Umum 20 10 16
Dokter Gigi 2 2 1
Perawat 234 181 149
Bidan 40 60 18
Apoteker 5 3 2
Ass. Apoteker 10 0 1
Analis 11 11 5
Ahli Gizi 10 8 2
Penata Rontgen 3 2 1
Fisioterafis 3 2 0
Psikologi 1 1 0
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

c) Pekerjaan umum

Kondisi jaringan jalan


Aksesibilitas wilayah terkait perhubungan darat masih
menjadi pekerjaan rumah yang cukup penting untuk diselesaikan
oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Jalan sebagai penghubung
utama antar wilayah khususnya daerah-daerah yang cukup jauh
dari pusat kota masih belum optimal pengadaannya bahkan kondisi
jalan masih banyak yang belum layak. Meskipun sebagian besar
jalan sudah beraspal, akan tetapi kondisi jalan yang rusak berat
juga cukup banyak yakni mencapai 353,72 km jalan yang rusak dan
696,90 km jalan yang rusak berat.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-40


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 2.19
Jaringan Jalan Menurut Status, Jenis Permukaan, dan
Kondisinya Kabupaten Sukabumi Tahun 2014

Jalan Jalan Jalan


Uraian Total
Negara Provinsi Kabupaten
(1) (2) (3) (4) (5)
Jenis
Permukaan
Aspal - 269,01 1.472,03 1.741,04
Kerikil - - 215,65 215,65
Tanah - - 41,97 41,97
Tidak Dirinci - - 0,70 0,70
Kondisi Jalan
Baik - 123,83 222,30 346,13
Sedang - 138,14 457,43 595,57
Rusak Sedang - 7,04 - 7,04
Rusak - - 353,72 353,72
Rusak Berat - - 696,90 696,90
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Irigasi
Areal irigasi potensial di Kabupaten Sukabumi mencapai 19
Daerah Irigasi (> 500 Ha) dengan cakupan areal mencapai 20.792
Ha, 1024 Daerah Irigasi (< 500 Ha) dengan cakupan areal : 35.138
Ha, 756 Daerah Irigasi Tadah Hujan dengan cakupan 7.635 Ha.
Dari keseluruhan areal irigasi yang ada, jaringan irigasi yang
berfungsi secara optimal baru mencapai 40 %. Hal ini disebabkan
oleh Catchment Area yang terdegradasi, kondisi jaringan irigasi
yang mengalami penurunan fungsi, kurangnya tanggung jawab
pemakai air terhadap pemeliharaan dan minimnya dana
pemeliharan.

d) Perumahan
Di Kabupaten Sukabumi, penyediaan perumahan khususnya
untuk masyarakat berpendapatan menengah ke bawah, selama ini
difasilitasi oleh Perum Perumnas sebagai pengembang milik
pemerintah, namun di dalam melakukan pembangunan
perumahannya masih terbatas.Pembangunan prasarana dan sarana
permukiman yang meliputi air bersih dan penyehatan lingkungan
(air limbah, persampahan dan drainase) banyak kemajuan yang
telah dicapai, namun demikian cakupan pelayanan air bersih dan
penyehatan lingkungan di Kabupaten Sukabumi masih jauh dari
memadai dimana kondisinya adalah sebagai berikut :

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-41


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1) Air Bersih. Sistem air bersih terbangun baru melayani 30.545


jaringan air minum (Skala Ibukota Kecamatan) atau 40%
penduduk perkotaan, 85.475 jaringan air minum (Skala
Perkotaan) dan dan yang sudah terlayani jaringan air minum
(Skala Perdesaan) adalah sebanyak 172 Desa/Kelurahan dari 386
Desa/Kelurahan di Kabupaten Sukabumi. Untuk Skala Ibukota
Kecamatan dan Skala Perkotaan sebagian besar dilayani oleh
PDAM (90%) dimana permasalahannya adalah jumlah penduduk
yang terlayani air bersih meningkat tetapi cakupan layanan
menurun karena keterbatasan sumber air baku. (Sumber:
Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Sukabumi), sedangkan
jaringan air minum (Skala Perdesaan) masih disubsidi oleh
pemerintah karena masyarakat miskin di kawasan rawan air
terutama di perdesaan dan daerah terpencil masih harus
berjuang untuk mendapatkan air bersih pada saat musim
kemarau dibanding kelompok yang lebih mampu di perkotaan
2) Sanitasi (PLP). Pelayanan sistem pengolahan air limbah di
kabupaten Sukabumi masih terbatas, pelayanan terpusat hanya
pada diperkotaan tingkat pelayanan sanitasi (jamban) di
perkotaan mencapai 50% penduduk diperkotaan dan perdesaan
23 % penduduk dimana Prasarana MCK masih jauh dari target
yang diinginkan.
3) Saluran drainase perkotaan. Perbaikan/pembangunan
saluran drainase di perkotaan dilakukan untuk menurunkan
lamanya waktu genangan di daerah perkotaan belum optimal
dimana rencana Pembangunan jaringan drainase dari 18.000 m
menjadi 50.000m pada tahun 2010, saat ini belum mencapai,
karena alokasi anggaran pembangunan belum optimal
disesuaikan dengan kebutuhan permasalahan lain adalah
penanganan genangan air di ruas jalan perkotaan yang
merupakan kewenangan provinsi dan pusat karena kurangnya
koordinasi penanganan sehingga pembebanan anggaran
pembangunan dan pemeliharaannya ditanggung oleh daerah
yang seharusnya beban pemerintah provinsi dan pusat.
4) Perumahan dan Permukiman. Masih adanya permukiman
kumuh tersebar di berbagai ibu kota kecamatan yang
penduduknya padat dimana permasalahan utamanya adalah
masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam penanganan
kawasan kumuh termasuk pendanaan dan menumbuhkan
gerakan masyarakat. Masalah perumahan permukiman di
Kabupaten Sukabumi selain pemenuhan kebutuhan rumah yang
masih belum mencukupi antara lain : permukiman kumuh, rumah
di bantaran sungai, dan rumah di daerah bencana. Kawasan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-42


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

permukiman kumuh di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2008


tercatat sebanyak 160 lokasi dengan luas 7.739 ha. Lokasi
permukiman kumuh tersebut ditemui di kecamatan sebagai
berikut: Kecamatan Sagaranten, Palabuhanratu, Simpenan,
Warungkiara, Bantargadung, Cikembar, Cisaat, Cicurug,
Kalapanunggal, dan Cisolok. Jumlah keluarga yang berada di
kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Sukabumi pada
tahun 2008 adalah 7.661 keluarga dan meliputi 6.161 bangunan.
Adapun untuk rumah di bantaran sungai, pada tahun 2008
tercatat masih ada 1.828 keluarga yang bertempat tinggal di
bantaran sungai atau sebanyak 1.269 bangunan. Masalah
perumahan permukiman lainnya di Kabupaten Sukabumi adalah
keluarga yang bertempat tinggal di bawah jaringan listrik
tegangan tinggi yaitu sebanyak 4.848 keluarga atau sejumlah
1.542 bangunan. Pasar perumahan yang ada tidak dapat
dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah backlog stok
rumah masih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan tambahan
rumah per tahun disamping itu rumah yang ada, kualitasnya
tidak layak huni. Pengembangan perumahan swadaya masih
terkendala terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat,
ketersediaan tanah dan pembiayaan; disamping itu bantuan
bahan bangunan bergulir untuk perumahan swadaya belum
sepenuhnya dimanfaatkan, perlu dukungan pemberian kredit
mikro dari Bank/Lembaga Keuangan, serta dukungan prasarana
dan sarana, fasos dan fasum seperti listrik dsb. Mengingat
sifatnya sebagai kebutuhan dasar manusia yang pada umumnya
tidak cost-recovery maka keterlibatan badan usaha milik swasta
dan masyarakat dalam penyediaan dan pengelolaan prasarana
dan sarana dasar permukiman sangat diperlukan karena
keterlibatannya sampai saat ini masih terbatas.
5) Perencanaan pembangunan. Tahapan pembangunan diawali
dengan adanya proses penyusunan perencanan pembangunan.
Proses perencanaan pembangunan di daerah meliputi :
a) Rencana Pembangunan Jangka Panjang daerah
(RPJPD). RPJPD menekankan tentang pentingnya
penggunaan perencanaan strategis berbasis skenario
(scenario planning), keterlibatan stakeholders yang relevan
dan kompeten, terutama lembaga penelitian untuk
merumuskan skenario perkembangan faktor-faktor eksternal
pendorong pembangunan daerah (sosial, politik, ekonomi,
teknologi, lingkungan hidup) dan implikasinya pada
pembangunan daerah selama 20 tahun. RPJPD pada periode

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-43


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

2005-2025 ditetapkan melalui peraturan daerah nomor 13


tahun 2009.
b) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) menekankan tentang pentingnya menerjemahkan
visi, misi dan program kepala daerah terpilih kedalam tujuan,
sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan serta
program dan kegiatan untuk merespon kebutuhan dan
aspirasi masyarakat yang dilengkapi dengan indikator kinerja
untuk mengukur keberhasilan pembangunan daerah dalam
5 tahun.
c) Rencana Strategis Perangkat Daerah (RENSTRA PD)
menekankan tentang pentingnya setiap PD memiliki tolok
ukur kinerja kunci pelayanan yang jelas berdasarkan tupoksi
dan dapat memberikan gambaran secara cepat kepada
masyarakat tentang status kinerja pelayanan PD dan rencana
pencapaian program PD sesuai dengan Standar Pelayanan
Minimal (SPM).
d) Rencana Kerja Pemerintah daerah (RKPD) menekankan
tentang pentingnya penyusunan perencanaan berdasarkan
Kerangka Penyelenggaraan Fungsi, Urusan Wajib dan Urusan
Pilihan Pemerintahan Daerah; perumusan tujuan dan sasaran
pembangunan daerah yang realistis dan konsisten dengan
visi, misi Kepala Daerah, dan RPJMD; memastikan bahwa
sumber daya dan dana daerah diarahkan untuk menangani
isu pembangunan daerah yang prioritas dan mendesak
selama 1 tahun.
e) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RENJA PD)
menekankan tentang pentingnya menyusun program dan
kegiatan sebagai dasar bagi penyusunan rencana dan
penganggaran tahunan dan rencana strategis jangka
menengah daerah.
6) Perhubungan. Jumlah bis dan non bis yang berada di terminal
dan sub terminal di Kabupaten Sukabumi mengalami penurunan
dari tahun ke tahun hingga pada tahun 2014 hanya mencapai
4.537 unit yang tersebar di seluruh pelosok wilayah. Penurunan
armada perhubungan darat ini dikarenakan meningkatnya
volume kendaraan pribadi sehingga masyarakat banyak yang
beralih ke fasilitas peribadi tersebut. Pemerintah daerah perlu
merumuskan solusi taktis untuk masyarakat yang bekerja dalam
bidang perhubungan mengingat permasalahan yang dihadapi
kian hari kian kompleks.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-44


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.17
Jumlah Bis dan Non Bis
Kabupaten Sukabumi, 2011-2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Di lain hal, jumlah kecelakaan yang terjadi di Kabupaten


Sukabumi mengalami penurunan hingga mencapai 335
kecelakaan pada tahun 2014. Angka ini menurun drastis jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 375
kecelakaan dan tahun 2012 yang mencapai 443 kecelakaan.

Gambar 2.18
Jumlah Kecelakaan
Di Kabupaten Sukabumi, 2012-2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

7) Lingkungan hidup. Dalam pengelolaan sampah, pemerintah


Kabupaten Sukabumi telah membagi menjadi 6 koordinator

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-45


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

wilayah dimana setiap koordinator memiliki cakupan pelayanan


yang berbeda-beda. Pada tahun 2014, timbunan sampah
mencapai 773,70 m3/hari.

Tabel 2.20
Timbulan Sampah (m3) Menurut Wilayah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014

Wilayah Timbulan Sampah (m3/hari) Distribusi


(1) (2) (3)
Korwil Sukabumi 328,94 42,52
Korwil Cibadak 121,44 15,70
Korwil Cicurug 111,00 14,35
Korwil PL Ratu 134,89 17,43
Korwil Jampang Kulon 56,30 7,28
Korwil Sagaranten 21,13 2,73
Total 773,70 100,00
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Permasalahan yang dihadapi adalah banyaknya timbunan


sampah yang terkumpul belum optimal penanganannya tetang
(diangkut/ditanam) sehingga pada saat sampah tersebut menjadi
terdekomposisi dan menimbulkan bau yang menganggu
pernafasan dan mengundang lalat yang merupakan pembawa
dari berbagai jenis penyakit. Hal ini terjadi dikarenakan masih
kurangnya penyediaan tempat sampah yang memadai; masih
banyaknya masyarakat yang membuang sampah kesungai,
khususnya masyarakat perkotaan; pada beberapa daerah yang
padat penduduknya hanya memiliki TPS yang sangat kecil dan
tidak cukup untuk menampung sampah yang ditimbulkan; masih
terbatasnya jumlah truk yang dijadikan sebagai pengangkut
sampah; serta luas TPA yang digunakan semakin kecil.
Dalam mengoptimalkan pengelolaan persampahan selanjutnya
diperlukan penanganan secara terintegrasi yang dilakukan oleh
pemerintah, masyarakat dan swasta agar bisa dicapai pelayanan
secara optimal.
8) Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Terkait
dengan pemberdayaan perempuan melalui pemenuhan kuota
perempuan di parlemen, anggota dewan perwakilan rakyat
berjenis kelamin perempuan di Kabupaten Sukabumi hanya
sebanyak 4 anggota saja dari 50 anggota dewan. Hal ini
menunjukkan masih kurangnya eksistensi perempuan di dalam
kancah perpolitikan daerah sehingga perlu adanya dorongan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-46


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

untuk peningkatan daya saing utamanya di bidang perekonomian


maupun bidang lainnya.
9) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. Keluarga
Berencana (KB) merupakan program nasional yang bertujuan
mengendalikan jumlah penduduk melalui perencanaan keluarga
yang sehat dan sejahtera baik dari segi kualitas kehidupan sosial
maupun ekonomi. Program nasional ini sudah dilaksanakan sejak
Orde Baru namun hingga sekarang masih ditemui keluarga yang
belum sadar akan arti pentingnya keluarga berencana
Akseptor Keluarga Berencana.
Akseptor Keluarga Berencana yang aktif cukup fluktuatif di setiap
tahunnya dimana persentase terhadap pasangan usia subur juga
fluktuatif. Pada tahun 2014, persentase akseptor KB aktif
terhadap pasangan usia subur mencapai 70,30 persen padahal
pada tahun sebelumnya hanya mencapai 67,11 persen.

Tabel 2.21
Rasio Akseptor Keluarga Berencana (KB)
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Rasio
Tahun Peserta KB PUS
Akseptor KB
(1) (2) (3) (4)
2012 344.642 492.696 69,95
2013 306.241 456.356 67,11
2014 330.457 470.095 70,30
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Akseptor Keluarga Berencana yang aktif menggunakan alat


kontrasepsi yang beragam dari Pil KB, KB suntik, hingga metode
operasi terhadap pria maupun wanita. Sebagian besar akseptor
Keluarga Berencana menggunakan alat kontrasepsi suntik KB
yang mencapai 49,39 persen penggunanya dan diikuti oleh pil KB
sebanyak 34,94 persen. Sedangkan paling sedikit akseptor
Keluarga Berencana yang aktif menggunakan kondom (0,80%)
dan metode operasi pria (0,80%).

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-47


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.19
Peserta KB Menurut Jenis Alat KB
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I


Keluarga sejahtera merupakan salah satu tujuan
dilaksanakannya pembangunan daerah secara merata dan
berkualitas. Hal ini dikarenakan salah satu tujuan pembangunan
nasional mengindikasikan bahwa pentingnya kesejahteraan
tercipta pada setiap individu di suatu wilayah. Selama
pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Sukabumi,
sebagian besar keluarga berada pada status keluarga pra
sejahtera sebanyak 235.211 keluarga dan keluarga sejahtera I
sebanyak 253.201 keluarga. Angka ini cukup memprihatinkan
mengingat pembangunan daerah telah dilaksanakan cukup lama.
Oleh karena itu, penting perhatian pemerintah dalam
menyejahterakan masyarakat utamanya dalam meningkatkan
daya saing agar memiliki kemandirian dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-48


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 2.22
Status Kesejahteraan Keluarga
Kabupaten Sukabumi, Tahun 2012-2014

Pra Sejahtera Sejahtera Sejahtera Sejahtera


No Tahun Jumlah
Sejahtera I II III III Plus
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 2012 208.761 213.783 183.916 77.283 18.852 702.595
2 2013 241.283 231.814 144.029 61.672 14.273 693.071
3 2014 235.211 253.201 151.945 61.678 13.550 715.585
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

10) Sosial. Aspek sosial dalam pembangunan menjadi penting


karena terkait dengan masyarakat yang memiliki keterbatasan
dalam menjalankan kehidupan baik secara fisik maupun
psikologis. Di Kabupaten Sukabumi terdapat 27 panti sosial
asuhan anak dengan jumlah penghuni sebanyak 1.191 jiwa.
Selain itu terdapat panti sosial bina netra sebanyak 2 unit dan
panti sosial bina laras, karya wanita, dan korban napza yang
masing-masing sebanyak 1 unit.

Tabel 2.23
Jumlah Panti dan Penghuninya
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Jumlah
Jenis Panti Jumlah Panti
Penghuni
(1) (2) (3)
Panti Sosial Asuhan Anak 27 1.191
Panti Sosial Bina Netra 2 35
Panti Sosial Bina Laras 1 110
Panti Sosial Karya Wanita 1 50
Panti Sosial Korban Napza 1 40
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

11) Ketenagakerjaan. Ketenagakerjaan merupakan salah satu


aspek yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat.
Salah satu sasaran utama pembangunan adalah terciptanya
lapangan kerja baru dalam jumlah dan kualitas yang memadai
agar dapat menyerap tambahan angkatan kerja yang memasuki
pasar kerja setiap tahun. Setiap upaya pembangunan selalu
diarahkan pada perluasan kesempatan kerja dan berusaha
sehingga penduduk dapat memperoleh manfaat langsung dari
pembangunan.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-49


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tingkat partisipasi angkatan kerja


Konsep ketenagakerjaan mendefinisikan bahwa angkatan kerja
adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja atau
mencari pekerjaan dalam periode seminggu yang lalu (seminggu
sebelum waktu survei). Masalah ketenagakerjaan di Indonesia
umumnya dan di Kabupaten Sukabumi pada khususnya, dalam
tahun-tahun belakangan ini, diperkirakan akan semakin
kompleks. Ini diindikasikan dari terus bertambahnya penduduk
usia kerja tiap tahunnya.

Gambar 2.20
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Kabupaten Sukabumi cukup


fluktuatif dalam beberapa kurun waktu terakhir dimana pada
tahun 2014 mencapai angka 63,71 persen. Dari keseluruhan
angkatan kerja tersebut, sebesar 8,09 persen merupakan
pengangguran dimana tidak melakukan aktivitas bekerja selama
satu jam berturut-turut dalam seminggu. Meskipun angka
pengangguran menurun, namun angka 8,09 persen masih berada
pada kategori tinggi mengingat masih ada kategori pengangguran
lain yang lebih kompleks seperti pengangguran terselubung
maupun pengangguran tidak kentara

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-50


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.21
Tingkat Pengangguran Terbuka
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

12) Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Salah satu wadah


perekonomian yang menunjang bagi pengembangan ekonomi
masyarakat mikro adalah koperasi yang merupakan wadah
kegiatan produktif masyarakat dalam perekonomian rakyat.
Perkembangan koperasi di Kabupaten Sukabumi cukup baik
dimana pada tahun-tahun terakhir mengalami kenaikan jumlah
unit koperasi hingga sebanyak 1.880 unit koperasi pada tahun
2014 dengan jumlah anggota 117.766 anggota dan simpanan
mencapai Rp. 126.577.550.058,-.

Tabel 2.24
Jumlah Unit Koperasi, Anggota, dan Simpanan
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2014
Tahun Unit Anggota Simpanan (Rp)
(1) (2) (3) (4)
2011 1.797 114.631 75.751.017.946
2012 1.831 115.874 125.431.324.555
2013 1.852 116.426 126.577.550.058
2014 1.880 117.766 126.577.550.058
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Sementara itu perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah


(UMKM) di Kabupaten Sukabumi cukup baik dimana
pertumbuhan ekonomi mikro kecil mengalami peningkatan
seiring dengan telah beroperasinya Pusat Layanan Usaha
Terpadu atau PLUT-KUMKM Kabupaten Sukabumi. Akan tetapi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-51


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

terdapat UMKM yang terbina belum terfasilitasi dalam hal


legaliasasi usaha mikro dan kecil.
Pada tahun 2014 terdapat UMKM sebanyak 24.361 Dengan
jumlah UMKM terbina sebanyak 4.982 UMKM. Dan yang telah
memiliki legalisasi sebanyak 1.398 seperti terlihat dalam tabel di
bawah ini :

Tabel 2.25
Jumlah UMKM terbina di Kabupaten Sukabumi

LEGALITAS
JUMLAH UMKM UMKM YANG UMKM YANG
JUMLAH
TAHUN YANG SUDAH SUDAH BELUM
UMKM
DIBINA TERLEGALISASI TERLEGALISASI

PIRT SHAT HALAL HAKI IUMK

2011 23,161 3,328 287 100 326 - - 713 2,615

2012 23,561 4,806 362 200 376 - - 938 3,868

2013 23,961 4,894 412 350 406 - - 1,168 3,726

2014 24,361 4,982 462 500 436 - - 1,398 3,584

Sumber : Diskopperindag Kab. Sukabumi Tahun 2015

13) Penanaman modal. Jumlah perusahaan PMA dan PMDN yang


beroperasi di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2014 mencapai
496 perusahaan dimana sebanyak 16 perusahaan asing dan 480
perusahaan dalam negeri.

Tabel 2.26
Jumlah Perusahaan PMA dan PMDN
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Sektor PMA PMDN Jumlah
(1) (2) (3) (4)
Industri 9 40 49
Pertanian 1 2 3
Peternakan 1 11 12
Perkebunan 0 1 1
Perikanan 0 0 0
Pertambangan 2 1 3
Pariwisata 0 8 8
Lainnya 3 417 420
Total 16 480 496
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

14) Pelayanan Pemerintahan. Jumlah pegawai negeri sipil daerah


di Kabupaten Sukabumi mencapai 14.583 pegawai pada tahun
2014. Dari keseluruhan pegawai negeri tersebut, sebagian besar

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-52


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

memiliki jenjang pendidikan hingga S1 sebanyak 6.876 pegawai


dan sebanyak 3.652 pegawai merupakan lulusan diploma.
Meskipun begitu, masih terdapat cukup banyak pegawai negeri
yang memiliki pendidikan tidak memenuhi standar sehingga
perlu peningkatan kompetensi kembali demi optimalisasi
pelayanan kepada masyarakat.

Tabel 2.27
Jumlah Pegawai Negeri Sipil Daerah Menurut Pendidikan
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Tingkat Pendidikan Laki-laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4)
SD 191 4 195
SLTP 289 14 303
SLTA 2.162 709 2.871
Diploma 1.587 2.065 3.652
S1 4.098 2.778 6.876
Spesialis 9 8 17
S2 522 144 666
S3 2 1 3
2014 8.860 5.723 14.583
2013 9.560 5.384 14.944
2012 9.953 5.524 15.477
2011 10.474 5.681 16.155
2010 10.532 5.709 16.241
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

15) Perpustakaan. Setiap tahun perpustakaan di Kabupaten


Sukabumi mengalami peningkatan jumlah koleksi buku hingga
mencapai 47.245 buku pada tahun 2014. Hal ini juga secara
langsung meningkatkan animo masyarakat dalam mengunjungi
perpustakaan dimana pada tahun 2014 mencapai 64.664
pengunjung yang sebagian besar merupakan anak sekolah dasar
(27,32%), SMU (19,87%), dan SMP (18,79%).

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-53


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.22
Persentase Pengunjung Perpustakaan
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

16) Statistik. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi secara


kontinyu mempublikasikan buku publikasi Kabupaten Sukabumi
Dalam Angka maupun Produk Domestik Regional Bruto
Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari partisipasi
pelaksanaan pembangunan daerah. Publikasi statistik tersebut
digunakan sebagai landasan bagi perencanaan, monitoring,
maupun evaluasi pembangunan Kabupaten Sukabumi oleh
stakeholders terkait.

2.3.2.Fokus layanan urusan pilihan


Layanan urusan pilihan merupakan urusan pemerintah
yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan
potensi unggulan yang ada di Kabupaten Sukabumi.
Besarnya potensi kewilayahan yang dimiliki Kabupaten
Sukabumi menjadikan setiap fokus layanan pilihan memiliki
integrasi yang cukup signifikan pada pelaksanaan pembangunan
daerah. Berikut fokus layanan urusan pilihan yang merupakan
bagian dari hasil pembangunan daerah dalam berbagai bidang.

a. Pertanian
Dilihat dari segi produktivitas pertanian komoditas padi
baik sawah maupun gogo, progress Kabupaten Sukabumi cukup
baik mengingat produktivitas padi sawah mencapai 6,44 ton/ha

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-54


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

pada tahun 2014 dan produktivitas padi gogo mencapai 3,79


ton/ha. Tingginya produktivitas ini juga diimbangi dengan
kenaikan produksi secara umum meskipun pada komoditas padi
sawah sempat menurun sedikit dari produksi tahun lalu.

Tabel 2.28
Produktivitas Pertanian Komoditas Padi
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Luas Panen
Luas Produksi Produktivitas
Tahun Kotor Bersih
Tanam (Ton) (Ton/Ha)
(Ha) (Ha)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Padi Sawah
2012 143.473 135.371 129.636 761.459 5,87
2013 127.417 131.791 126.221 841.252 6,66
2014 139.009 135.935 130.199 838.534 6,44
Padi Gogo
2012 24.415 19.396 18.572 53.897 2,90
2013 23.987 22.973 22.973 87.551 3,81
2014 20.210 24.843 24.843 94.237 3,79
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Pada komoditas tanaman palawija, produksi unggulan


Kabupaten Sukabumi adalah tanaman palawija ubi kayu yang
mencapai produksi sebesar 165.520 ton dengan produktivitas
mencapai 20,89 ton/ha.

Tabel 2.29
Produktivitas Tanaman Palawija
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Luas Tanam Luas Panen Produktivitas
Komoditas Produksi
(Ha) (Ha) (Ton/Ha)
(1) (2) (3) (4) (5)
Jagung 9.278 5.679 34.993 6,16
Ubi Kayu 7.967 7.923 165.520 20,89
Ubi Jalar 1.119 1.172 18.093 15,44
Kacang Tanah 6.117 5.980 9.478 1,58
Kacang Hijau 1.138 1.147 1.725 1,50
Kacang Kedelai 14.828 11.124 18.127 1,63
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015
Sedangkan pada komoditas sayuran, produksi tertinggi
komoditas sayuran adalah tomat dengan produksi paling tinggi
yakni sebanyak 275.590 kuintal pada tahun 2014. Tingginya
produksi tomat juga diiringi oleh tingginya produksi ketimun
(264.546 kuintal) dan petsai/sawi (242.029 kuintal).

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-55


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.23
Produksi Sayuran Unggulan (Kw)
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

b. Peternakan
Pada subsektor peternakan, sapi potong merupakan
komoditas yang paling tinggi produksi dagingnya yang mencapai
1.483.841 kg dengan jumlah populasi sebanyak 16.849 ekor pada
tahun 2014. Selain itu, komoditas kambing juga memiliki produksi
cukup tinggi yakni mencapai 628.750 kg dengan populasi kambing
sebanyak 83.990 ekor.

Tabel 2.30
Jumlah dan Produksi Ternak Besar dan Ternak Kecil
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Produksi daging
Komoditas Jumlah (Ekor)
(kg)
(1) (2) (3)
Ternak besar
Sapi Potong 16.849 1.483.841
Sapi Perah 3.723 31.265
Kerbau 9.177 76.080
Kuda 209 0
Ternak Kecil
Kambing 83.990 628.750
Domba 343.747 130.508
Kelinci 11.629 0
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Pada komoditas peternakan unggas, pada tahun 2014


produksi daging didominasi oleh ayam pedaging sebanyak

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-56


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

8.848.000 ekor dengan produksi daging sebanyak 47.509.847 kg.


Sedangkan produksi telur didominasi oleh ayam ras petelur yang
menghasilkan telur sebanyak 27.646.718 kg.

Tabel 2.31
Jumlah, Produksi Daging dan Telur Unggas
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Komoditas Jumlah (Ekor) Daging (kg) Telur (kg)
(1) (2) (3) (4)
Ayam Kampung (Buras) 1.220.240 2.527.079 1.932.573
Ayam Ras Petelur 2.340.463 0 27.646.718
Ayam Pedaging 8.848.000 47.509.847 0
Itik 101.670 78.141 535.145
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

c. Kehutanan
Pada subsektor kehutanan, akan dilihat terkait luas hutan
rakyat yang menurun signifikan hingga mencapai 34.795,30 ha.

Gambar 2.24
Luas Hutan Rakyat (Ha)
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Selain itu, terlihat pula lahan kritis yang mencapai 196.468


ha dengan rincian 146.800 ha lahan agak kritis; 41.700 ha lahan
kritis; dan 7.968 ha lahan sangat kritis.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-57


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.25
Persentase Luas Lahan Kritis Menurut Statusnya (%)
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

d. Perkebunan
Perkebunan mempunyai peranan penting dalam
Pembangunan Daerah antara lain sebagai pendukung pertumbuhan
ekonomi regional maupun nasional, penghasil devisa negara,
penyediaan bahan baku industri, menciptakan lapangan kerja,
pendorong pengembangan wilayah serta berperan dalam
melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Usaha perkebunan terbukti cukup tangguh bertahan dari
terpaan badai resesi dan krisis moneter yang melanda
perekonomian Indonesia. Untuk itu, usaha perkebunan perlu
diselenggarakan, dikelola, dilindungi dan dimanfaatkan secara
terencana, terbuka, terpadu, profesional dan bertanggung-jawab
demi meningkatkan perekonomian rakyat.
Kualitas produksi perkebunan rakyat di Kabupaten Sukabumi
masih rendah sehingga memiliki nilai jual di bawah harga rata-rata.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-58


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.26
Perkembangan Produksi Komoditas Perkebunan

Sumber : LKPJ AMJ 2011 - 2015

Produktivitas beberapa komoditas perkebunan dalam empat


tahun ke belakang berlangsung fluktuatif. Hal ini menunjukkan
bahwa produktivitas tanaman lebih dipengaruhi oleh iklim dan
tingkat kesuburan tanah, selain itu penurunan juga diakibatkan
oleh banyaknya tanaman tua dan rusak. Peningkatan kesuburan
tanah dalam bentuk kegiatan intensifikasi berupa pemberian pupuk,
tidak akan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi.
Selain itu, kondisi iklim yang mengalami fluktuasi ekstrim sukar
diprediksi oleh petani, sehingga sulit untuk melaksanakan
pemeliharaan tanaman.
Dalam rangka mendukung pencapaian kinerja pemanfaatan
lahan cadangan/terlantar, ditempuh melalui upaya pembinaan dan
pengawasan terhadap perkebunan besar. Pemanfaatan lahan
cadangan sepanjang tahun 2011 sampai dengan tahun 2014
cenderung stabil di angka 500 Ha. Dalam rangka meningkatkan
kinerja perkebunan besar, selain dilakukan pembinaan secara rutin
berdasarkan Tupoksi Dinas Kehutanan dan Perkebunan, juga
ditunjang oleh Kegiatan Optimalisasi pemanfaatan lahan cadangan
dan evaluasi kinerja Perkebunan Besar Swasta. Hal ini dilakukan
dengan harapan pengelolaan perkebunan di Kabupaten Sukabumi
dapat meningkat sehingga mampu mendongkrak perekonomian
perdesaan.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-59


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

e. Pariwisata
Jumlah wisatawan yang berkunjung di Kabupaten
Sukabumi untuk menikmati obyek wisata meningkat dari tahun ke
tahun. Pada tahun 2014, sebanyak 2.917.660 wisatawan baik
dalam negeri maupun mancanegara berlibur di Kabupaten
Sukabumi. Mereka mengunjungi obyek wisata di Kabupaten
Sukabumi yang tercatat sebanyak 50 obyek wisata dengan rincian
sebanyak 34 obyek wisata alami, 8 obyek wisata buatan, dan 8
obyek wisata minat khusus.

Gambar 2.27
Jumlah Wisatawan
Kabupaten Sukabumi, 2011-2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Tabel 2.32
Jumlah Obyek WIsata Menurut Jenisnya
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2014

Jenis Wisata 2012 2013 2014


(1) (2) (3) (4)
Alami 34 34 34
Buatan 8 8 8
Minat Khusus 8 8 8
Total 50 50 50
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

f. Kelautan dan perikanan


Subsektor Kelautan dan perikanan merupakan salah satu
potensi sumber daya yang akan memberikan dampak signifikan
pada perekonomian Kabupaten Sukabumi. Potensi tersebut harus
dioptimalkan secara baik dengan tetap mengindahkan aspek

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-60


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

berkelanjutan bagi generasi mendatang. Pengembangan


pelabuhan laut merupakan langkah maju dalam pengembangan
wilayah Kabupaten Sukabumi. Pelabuhan laut dibutuhkan untuk
membantu kelancaran distribusi barang dan jasa (sebagai fishing
base) untuk mempercepat pengembangan wilayah di Kabupaten
Sukabumi. Dimulainya pembangunan Pelabuhan Perikanan
Nusantara (PPN) menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) di
Palabuhanratu diharapkan akan mampu menjadi penggerak dan
pendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan khususnya
di sektor perikanan. Untuk data jumlah produksi perikanan di
Kabupaten Sukabumi, dapat dilihat dalam gambar di bawah ini :

Gambar 2.28
Jumlah Produksi Perikanan (Kg)
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Jumlah produksi perikanan di Kabupaten Sukabumi


mengalami fluktuasi dengan tren meningkat di setiap tahunnya.
Pada tahun 2014, produksi perikanan mencapai 10.357.023 kg
dengan nilai produksi sebesar Rp. 288.233.337.400,-.

Tabel 2.33
Produksi dan Nilai Produksi Komoditas Perikanan
Kabupaten Sukabumi Tahun 2010-2014
Tahun Produksi (Kg) Nilai Produksi (000 Rp)
(1) (2) (3)
2010 6.744.292 144.701.150.000
2011 6.539.133 120.339.550.319
2012 8.846.526 183.439.608.741
2013 7.929.076 213.439.504.947
2014 10.357.023 288.233.337.400
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-61


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

g. Perindustrian
Industri formal di Kabupaten Sukabumi mampu menyerap
tenaga kerja sebanyak 5.695 tenaga kerja, sedangkan pada
industri non formal mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak
yakni mencapai 43.661 tenaga kerja. Selain itu, nilai investasi
pada industri non formal juga jauh lebih besar yakni mencapai
Rp.619,21 milyar jika dibandingkan nilai investasi pada industri
formal yang sebesar Rp.102,39 milyar.

Tabel 2.34
Tenaga Kerja dan Nilai Investasi Industri
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
Uraian Jumlah
(1) (2)
Industri Formal
Tenaga Kerja 5.695
Nilai Investasi (000 Rp) 102.394.946
Industri Non Formal
Tenaga Kerja 43.661
Nilai Investasi (000 Rp) 619.214.125
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

h. Ketransmigrasian
Jumlah transmigran yang ditempatkan di Unit Pemukiman
Transmigrasi Lokal hingga tahun 2014 sebanyak 514 KK yang
merupakan Transmigran Penduduk Setempat dan 61 KK
transmigran eksodan.

Tabel 2.35
Jumlah Transmigran yang Ditempatkan di UPT Lokal
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014
TPS Eksodan
UPT
KK Jiwa KK Jiwa
(1) (2) (3) (4) (5)
Curug Luhur(SP.Ps. Gembor) 90 253 9 32
Curug Luhur(SP.Gr. Gembor) 14 56 2 10
Cikopeng 192 741 29 115
Cikarang 38 104 5 25
Cimanggu II 109 324 6 21
Balewer 71 280 10 51
Total 514 1.758 61 254
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-62


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

2.4. Aspek Daya Saing Daerah


Daya saing daerah merupakan salah satu aspek tujuan
penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan potensi, kekhasan,
dan unggulan daerah. Suatu daya saing (competitiveness)
merupakan salah satu faktor keberhasilan pembangunan ekonomi
yang berhubungan dengan tujuan pembangunan daerah dalam
mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan. Pada
aspek daya saing daerah akan memberikan gambaran tentang
kemampuan ekonomi daerah, fasilitas wilayah/infrastruktur, iklim
berinvestasi dan sumber daya manusia.

2.4.1.Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah

a. Pengeluaran Konsumsi Non Pangan Per Kapita


Pengeluaran konsumsi masyarakat Kabupaten Sukabumi
masih didominasi oleh pengeluaran konsumsi pangan dimana pada
tahun 2014 sebanyak 55,13 persen pengeluaran konsumsi
digunakan untuk membeli komoditas pangan dan sebanyak 44,87
persen digunakan untuk membeli keperluan non pangan.

b. Upah Minimum Regional


Dalam melihat faktor peningkatan kesejahteraan tenaga
kerja sebagai salah satu ukuran daya saing kehidupan masyarakat,
maka perlu adanya analisis singkat terkait Upah Minimun Regional
(UMR). Di Kabupaten Sukabumi, UMR mengalami peningkatan yang
cukup signifikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir
terutama setelah tahun 2013. UMR Kabupaten Sukabumi pada
tahun 2015 mencapai Rp.1.699.000,- yang mengindikasikan
peningkatan kesejahteraan tenaga kerja utamanya pada
perusahaan-perusahaan yang mengikuti aturan tentang UMR dan
tidak mengajukan penundaan pembayaran UMR.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-63


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 2.29
Upah Minimum Regional (UMR)
Kabupaten Sukabumi, 2010-2015

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

c. Nilai Tukar Petani


Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator untuk
melihat kemampuan/daya beli petani di wilayah pedesaan. Selain
itu, NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk
pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk
biaya produksi pertaniannya. Semakin tinggi NTP-nya maka
semakin kuat kemampuan/daya beli petani.
Pada periode tahun 2012-2014, NTP Kabupaten Sukabumi
selalu berada di atas nilai 100 bahkan mencapai 105,13 pada tahun
2014 yang berarti bahwa petani mengalami surplus/peningkatan
daya beli karena kenaikan penerimaan hasil produksi relatif lebih
besar jika dibandingkan dengan kenaikan harga input biaya
produksi dan kebutuhan konsumsi rumahtangganya.

2.4.2.Fokus fasilitas wilayah/infrastruktur

a. Perhubungan
Jalan merupakan moda transportasi utama yang berperan
penting dalam mendukung pembangunan daerah serta mempunyai
kontribusi terbesar dalam melayani mobilitas manusia maupun
distribusi komoditas perdagangan dan industri. Prasarana jalan
semakin diperlukan untuk menjembatani kesenjangan dan
mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan antar wilayah,

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-64


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

antar perkotaan dan antar perdesaan. Sampai pada tahun 2014


tantangan yang masih harus dihadapi adalah menurunnya kualitas
pelayanan jalan di jalur-jalur utama perekonomian akibat
meningkatnya volume kendaraan maupun muatan dan dimensi
berlebih yang ditemui antara lain di ruas jalan Ciawi-Cicurug-
Sukabumi-Gekbrong. Kondisi ini mengakibatkan ongkos produksi
secara ekonomi menjadi tinggi akibat dari kemacetan yang
berdampak kepada meningkatnya Biaya Operasi Kendaraan (BOK ).

Gambar 2.30
Kondisi infrastruktur jalan

Sementara itu, perkeretaapian diselenggarakan berdasarkan


azas manfaat, adil dan merata, berdasarkan kepada keseimbangan
kepentingan umum, keterpaduan dan percaya diri sendiri, dan
bahwa perkeretaapian ditujukan untuk memperlancar perpindahan
orang dan/atau barang secara massal, menunjang pemerataan,
pertumbuhan dan stabilitas serta sebagai pendorong dan
penggerak pembangunan.
Sampai saat ini, perkeretaapian masih berkembang terbatas
di Kabupaten Sukabumi, dimana rute layanan untuk angkutan baik
penumpang ataupun barang hanya terbatas hanya untuk
Sukabumi-Bogor dan Sukabumi-Cianjur. Disisi lain minat
masyarakat dalam pelayanan perkeretaapian sangat tinggi, hal ini
terbukti dengan sangat tingginya jumlah penumpang setiap
harinya.
Sementara itu data sarana prasarana transportasi dapat
dilihat dalam tabel di bawah ini :

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-65


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 2.36
Data sarana prasarana transportasi
No Indikator Kinerja Satuan Target Capaian s/d
Akhir 2015 Terhadap
Renstra Target Akhir
(2015) Renstra (%)
1 Rasio Panjang Jalan Yang Dilayani % 98 100%
Angkutan Umum
2 Kapal Pengawasan perairan Buah 2 100%
3 Pembangunan dan Pemeliharaan % 50 100%
terminal Type A,B dan C yang
representatif
4 Kelengkapan dan kebutuhan alat % 50 110%
kelengkapan jalan
5 Jumlah Angkutan Umum yang memiliki % 100 90% (Badan
trayek Hukum)
6 Kecepatan rata-rata km/jam 40 100%
7 Kendaraan wajib uji lulus Uji % 100 100%
Kendaraan
8 Pemasangan Titik PJU Titik 3891 99,43%
Sumber : Dishubkominfo

b. Perbankan dan lembaga keuangan lainnya


Salah satu indikator pergerakan perekonomian yang kontinyu
dan konsisten adalah semakin banyaknya unit bank yang beroperasi
di suatu wilayah. Kondisi perbankan di Kabupaten Sukabumi
mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya dimana pada
tahun 2014 jumlah bank mencapai 18 bank dengan rincian 6 Bank
Pemerintah (90 unit bank), 10 Bank Swasta Nasional (42 unit bank)
dan 2 Bank Pemerintah Daerah (44 unit bank).

Tabel 2.37
Jumlah Bank dan Unit Bank
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2014
Jumlah Bank Jumlah Unit Bank
Jenis Bank
2012 2013 2014 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Bank Pemerintah 6 6 6 88 90 90
Bank Swasta Nasional 9 10 10 40 42 42
Bank Pemerintah
2 2 2 42 44 44
Daerah
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-66


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

c. Restoran dan perhotelan


Statistik perhotelan di Kabupaten Sukabumi belum memiliki
kualitas yang berdaya saing dimana akomodasi perhotelan hanya
sebanyak 3 hotel dan 124 akomodasi selevel hotel melati,losmen,
maupun penginapan. Selain itu, akomodasi penyediaan makan dan
minum di Kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan mencapai
82 rumah makan yang beroperasi.

Tabel 2.38
Jumlah Hotel dan Rumah Makan
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2014

Uraian 2011 2012 2013 2014


(1) (2) (3) (4) (5)
Hotel Bintang 6 6 3 3
Hotel Melati, Losmen, Penginapan 107 122 124 124
Rumah makan 46 72 82 82
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

d. Listrik dan Air Minum


Penjualan KWh yang merupakan cerminan penggunaan
fasilitas listrik mengalami peningkatan pada dua tahun terakhir
dimana pada tahun 2014 mencapai 1,04 milyar KWh. Dari
penjualan KWh tersebut, sebagian besar pelanggan yang
menggunakan fasilitas listrik adalah pelanggan rumah tangga
sebanyak 516.778 sambungan dan pelanggan sosial sebanyak
15.726 sambungan.
Gambar 2.31
Jumlah Penjualan KWh Listrik
Kabupaten Sukabumi, 2011-2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-67


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Jumlah dan distribusi pelanggan listrik Kabupaten Sukabumi tahun


2014 disajikan dalam tabel berikut :

Tabel 2.39
Jumlah dan Distribusi Pelanggan Listrik
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014

Jumlah Distribusi
Jenis Pelanggan
Pelanggan Pelanggan
(1) (2) (3)
Sosial 15.726 2,88
rumahtangga 516.778 94,61
Bisnis 10.783 1,97
Industri 350 0,06
Pemerintah 2.538 0,46
Multiguna 29 0,01
Jumlah 546.204 100,00
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Distribusi air bersih di Kabupaten Sukabumi cukup stabil


dimana pada tahun 2014 mencapai 8,14 juta m3 dengan jumlah
konsumen sebanyak 29.807 pelanggan.

Tabel 2.40
Distribusi Air Bersih dan Jumlah Konsumen Air Bersih
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2014

Distribusi Air Bersih Jumlah


Tahun
(m3) konsumen

(1) (2) (3)


2012 8.189.473 24.035
2013 8.321.570 26.224
2014 8.142.114 29.807
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

2.4.3.Fokus iklim berinvestasi


Suatu investor akan tertarik berinvestasi pada suatu daerah
jika didukung dengan regulasi yang baik, regulasi tersebut
diantaranya adalah adanya kemudahaan perijinan serta pengenaan
pajak dan retribusi daerah dengan tingkat biaya yang kompetitif.
Investasi yang akan masuk ke suatu daerah bergantung kepada
daya saing investasi yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan.
Daya saing investasi suatu daerah tidak terjadi dengan serta merta.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-68


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Pembentukan daya saing investasi berlangsung secara terus-


menerus dari waktu ke waktu dan dipengaruhi oleh banyak faktor,
seperti pertumbuhan ekonomi, situasi politik, keamanan hingga
kemudahan perijinan dalam mendirikan maupun pengembangan
usaha.

a. Angka kriminalitas
Kejadian kriminalitas menunjukkan bagaimana situasi
keamanan di suatu wilayah sehingga aktivitas masyarakat bisa
dilakukan dengan nyaman tanpa rasa takut. Kejadian kriminalitas di
Kabupaten Sukabumi pada tahun 2014 sebagian besar adalah kasus
pencurian biasa (umum) yang mencapai 200 kasus.

Tabel 2.41
Jumlah Tindakan Kriminalitas Menurut Jenisnya
Kabupaten Sukabumi Tahun 2010-2014

No Tindakan Kriminalitas 2010 2011 2012 2013 2014


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Perampokan dng senjata api 2 - - - -
2 Perampokan dng senjata tajam 6 3 21 23 -
3 Pencurian kendaraan roda 4 10 9 4 4 -
4 Pencurian kendaraan roda 2 24 29 39 42 -
5 Pencurian biasa ( umum ) 90 79 111 110 200
6 Pencurian kawat listrik/telphone - - - - -
7 Pencurian kayu hutan - 1 4 4 5
8 Pencurian hewan 10 7 6 6 -
9 Pembunuhan 29 15 15 15 -
10 Penganiayaan 26 14 21 25 6
11 Pemerkosaan - 2 3 4 -
12 Pelanggaran susila/adat - 3 4 4 -
13 Penipuan 12 19 28 25 9
14 Pemerasan - - - - -
15 Penodongan - 1 2 2 -
16 Penculikan - - - - -
17 Perkelahian/kenakalan remaja 10 6 7 6 -
18 Pengrusakan barang/bangunan 9 12 19 19 -
19 Perjudian gelap - - - - -
20 Pemalsuan uang/surat berharga - 1 1 1 -
21 Pemalsuan barang/benda - - - - -
22 Penyelundupan barang/orang - 1 - - -
23 Pelanggaran narkoba 3 1 5 6 26
24 Korupsi - - - - 8
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-69


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

b. Demonstrasi
Demonstrasi menunjukkan kebebasan aspirasi masyarakat
dalam berpendapat jika dilakukan dengan damai dan tujuan yang
jelas. Namun jika demonstrasi dilakukan dengan diiringi kekerasan
maka sudah menyalahi konsep dasar sebuah demokrasi.
Demonstrasi yang terjadi di Kabupaten Sukabumi mengalami
penurunan hingga pada tahun 2013 hanya terdapat 9 kali
demonstrasi utamanya terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Gambar 2.32
Jumlah Demonstrasi
Kabupaten Sukabumi, 2010-2013

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

2.4.4.Fokus sumber daya manusia


Manusia sebagai subjek sekaligus objek pembangunan
merupakan pondasi awal dan sebagai tujuan akhir dari
pembangunan daerah. Namun untuk mencapai pembangunan yang
diinginkan, tidak hanya kuantitas penduduk saja yang dibutuhkan,
melainkan sumber daya manusia berkualitaslah yang menjadi
harapan utama penyokong pembangunan suatu daerah.
Indikator paling mudah dalam melihat kualitas sumber daya
manusia adalah pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh
masyarakat. Selain itu, kelompok umur produktif dan non poduktif
juga dapat dijadikan acuan dalam menunjang analisis beban
kualitas sumber daya manusia. Analisis kinerja atas sumber daya
manusia dapat dilakukan terhadap indikator pendidikan penduduk
yang telah ditamatkan sehingga akan terlihat kualitas sumber daya

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-70


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

manusia serta rasio ketergantungan yang menggambarkan


ketergantungan penduduk usia non produktif terhadap penduduk
produktif.

a. Daya Saing Masyarakat (Pendidikan)


Kepala keluarga merupakan tulang punggung keluarga
dalam menjalankan aktivitas kesehariannya utamanya dalam
memenuhi kebutuhan hidup di rumahtangga tersebut. Oleh karena
itu, pendidikan kepala keluarga menjadi penting adanya mengingat
hal tersebut akan menentukan kualitas pekerjaan dan daya
saingnya sebagai tenaga kerja untuk memperluas kesempatan
mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Gambar 2.33
Persentase Kepala Keluarga Menurut Tingkat Pendidikan
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Di Kabupaten Sukabumi, sebagian kepala keluarga hanya


memiliki jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah
Pertama (SMP) yang total keduanya mencapai 80,41 persen.
Rendahnya tingkat pendidikan kepala keluarga rata-rata hanya
sampai pada jenjang SD/SM perlu mendapat perhatian penuh dari
pemerintah untuk meningkatkan keterampilan mereka demi
peningkatan kualitas diri dan keluarganya.
Daya saing tenaga kerja juga dapat dilihat dari karakteristik
pencari kerja dimana pada tahun 2014 sebanyak 39,42 persen

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-71


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

pencari kerja memiliki pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA)


dan sebanyak 27,07 persen hanya memiliki ijazah hingga Sekolah
Menengah Pertama (SMP). Kondisi ini lebih memprihatinkan lagi
karena sebanyak 19,90 persen pencari kerja hanya penduduk yang
lulus Sekolah Dasar (SD).

Gambar 2.34
Persentase Pencari Kerja Menurut Tingkat Pendidikan
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

b. Rasio ketergantungan
Selain dari kualitas pendidikan, poduktivitas penduduk juga
ditentukan oleh kelompok umur dimana terdapat kelompok usia
non produktif (<15 tahun dan >64 tahun) serta usia produktif (15-
64 tahun). Asumsi umum yang berlaku adalah penduduk usia non
produktif akan menjadi beban tanggungan oleh penduduk usia
produktif baik dalam hal pendidikan, kesehatan, maupun
pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Di Kabupaten Sukabumi, rasio
ketergantungan penduduk non produktif mencapai 53,33 dimana
angka ini mengindikasikan bahwa dari 100 penduduk usia produktif
harus menanggung 53-54 penduduk usia non produktif.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-72


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 2.42
Rasio Ketergantungan
Kabupaten Sukabumi Tahun 2014

Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah Keterangan


(1) (2) (3) (4) (5)
0-14 361.571 345.995 707.566 Usia non produktif muda
15-64 802.603 777.026 1.579.629 Usia produktif
65+ 64.994 69.924 134.918 Usia non produktif tua
Jumlah 1.229.168 1.192.945 2.422.113
Rasio
53,15 53,53 53,33
Ketergantungan
Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 II-73


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BAB III
GAMBARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
DAN KERANGKA PENDANAAN

Perumusan perencanaan pembangunan daerah merupakan salah


satu proses mendasar dalam tatanan tugas pokok dan fungsi pemerintah
daerah sebagai penyambung kewenangan dari pemerintah pusat dalam
kerangka menyejahterakan setiap Warga Negara Indonesia. Dalam setiap
tahapan perumusan kebijakan teknis pembangunan harus disesuaikan
dengan kemampuan pendanaan daerah sebagai pendukung utama
pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu, perencanaan pengelolaan
keuangan daerah merupakan bagian integral dari perencanaan
pembangunan daerah sehingga kebijakan pembangunan harus
dioptimalkan pelaksanaannya sesuai kemampuan pendanaannya.
Dalam penentuan pagu indikatif program prioritas, gambaran
pengelolaan keuangan daerah dan kerangka pendanaannya menjadi dasar
utama penentuan target sasaran maupun program pembangunan. Untuk
mengetahui kemampuan pendanaan pembangunan dalam jangka
menengah, diperlukan prediksi penerimaan daerah selama 5 (lima) tahun
ke depan. Sebagai upaya untuk memprediksi dengan baik sumber-sumber
penerimaan di masa datang maka diperlukan gambaran umum kinerja
keuangan melalui realisasi APBD sekurang-kurangnya dalam 5 (lima)
tahun di masa lalu.
Salah satu pertimbangan yang mendasari perlunya diselenggarakan
otonomi daerah adalah peningkatan kemandirian pemerintahan daerah
yang mempunyai implikasi langsung terhadap kemampuan keuangan
daerah, sumber daya manusia, dan sumber daya alam dalam
menjalankan roda pemerintahan dan kelanjutan pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi adalah ujung tombak pelaksanaan
pembangunan daerah karena pemerintah daerah lebih mengetahui
kebutuhan dan potensi rakyat di daerahnya. Hasil dari pelaksanaan
pembangunan berbasis otonomi tersebut pada akhirnya dapat
meningkatkan local accountability pemerintah pusat terhadap rakyatnya
melalui pemerintah daerah.
Pelaksanaan otonomi daerah secara langsung akan berpengaruh
terhadap sistem pembiayaan, pengelolaan, dan pengawasan keuangan
daerah. Sistem pembiayaan daerah dalam konteks otonomi daerah
merupakan aspek yang sangat penting. Daerah diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas fiskal (fiscal capacity) agar mampu mencukupi
kebutuhan fiskalnya (fiscal need) sehingga tidak mengalami defisit fiskal

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-1


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

(fiscal gap). Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah
tersebut adalah dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Terkait dengan hal tersebut, pengelolaan keuangan daerah yang
merupakan keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan,
pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan
pengawasan keuangan daerah adalah hal yang sangat penting dalam
proses perencanaan suatu daerah secara keseluruhan. Tahapan-tahapan
dalam pengelolaan keuangan daerah sangat krusial dalam memulai roda
pemerintahan dan pembangunan setiap tahunnya. Oleh karena itu,
perwujudan pelayanan dan kesejahteraan kepada masyarakat dari
pengelolaan keuangan daerah harus melalui perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan yang terstruktur
dengan baik.
Dalam kurun waktu tahun 2011 sampai tahun 2015, pengelolaan
keuangan daerah yang dimulai dari perencanaan, penatausahaan,
pelaporan, dan pengawasan, telah mengalami perubahan yang sangat
mendasar. Perubahan ini terkait dengan paket undang-undang keuangan
negara yang dimulai dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 17
Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2004 tentang Perbendaharaan sampai Undang-Undang Nomor 15 Tahun
2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
Negara, serta Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan
Retribusi Daerah. Dari paket undang-undang keuangan negara tersebut,
maka terbitlah Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 71
Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Dalam tataran teknis
pun terbitlah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
Tentang Perubahan Kedua Permendagri Nomor 13 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 55 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penatausahaan dan Penyusunan
Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Serta Penyampaiannya serta
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 69 Tahun 2013 tentang
Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual pada
Pemerintah.

3.1. Kinerja Keuangan Masa Lalu


Kinerja keuangan Kabupaten Sukabumi pada periode
pembangunan sebelumnya menggambarkan kemampuan
pendanaan pembangunan pemerintahan daerah selama ini. Derajat
Otonomi Fiskal Daerah (DOFD) sebagai salah satu indikator untuk
menganalisis kemampuan keuangan daerah diukur melalui
kontribusi realisasi PAD terhadap APBD Kabupaten Sukabumi
sebagai analisis dasar dalam melihat kemandirian daerah selama

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-2


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

pelaksanaan pembangunan. Kesinambungan penyelenggaraan


pembangunan di masa datang ditentukan sejauh mana kemandirian
pembiayaan tersedia untuk melaksanakan pembangunan daerah.
Perkembangan DOFD Kabupaten Sukabumi periode tahun 2011-
2015, dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.1
Derajat Otonomi Fiskal Daerah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
Total Pendapatan Derajat Desentralisasi
Tahun PAD
Daerah Fiskal Daerah (%)
(1) (2) (3) (4)
2011 151.825,72 1.856.087,25 8,18
2012 185.190,54 2.033.421,62 9,11
2013 273.452,38 2.408.355,09 11,35
2014 457.059,98 2.942.653,32 15,53
2015)* 509.484,99 3.212.187,23 15,86
Rata-rata 315.402,72 2.490.540,90 12,66
Sumber : DPPKAD Kabupaten Sukabumi

Dari tabel di atas terlihat bahwa derajat otonomi fiskal


Kabupaten Sukabumi masih dalam kategori minim dimana pada
tahun 2015 mencapai 15,86 persen dari total keseluruhan anggaran
pendapatan daerah. Meskipun begitu, kekuatan otonomi fiskal
Kabupaten Sukabumi semakin meningkat di setiap tahunnya
dimana pada tahun 2011 hanya sebesar 8,18 persen derajat
otonomi fiskalnya dan meningkat tajam hingga tahun 2015 dengan
rata-rata selama empat tahun mencapai 12,66 persen. Diharapkan
pada periode pembangunan ini, pemerintah Kabupaten Sukabumi
dapat meningkatkan peran Pendapatan Asli Daerah dalam era
desentralisasi fiskal agar kemandirian wilayah dapat terwujud.

a. Kinerja Pelaksanaan APBD


Dalam kurun waktu tahun 2011 hingga 2015, APBD
Kabupaten Sukabumi mengalami perkembangan yang cukup
signifikan. Sebagaimana diketahui, sumber pendapatan daerah
terdiri atas:
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari kelompok Pajak
Daerah, Retribusi Daerah, Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan, dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah;
Dana Perimbangan yang meliputi Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil
Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus;
Kelompok Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah yang meliputi
pendapatan hibah dan dana penyesuaian otonomi khusus.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-3


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambaran mengenai perkembangan Pendapatan Daerah


Kabupaten Sukabumi selama kurun waktu tahun 2011-2015 dapat dilihat
pada tabel di bawah.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-4


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 3.2
Realisasi Pendapatan Daerah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PENDAPATAN DAERAH 1.856.087,25 2.033.421,62 2.408.355,09 2.942.653,32 3.212.187,23
A PENDAPATAN ASLI DAERAH 151.825,72 185.190,54 273.452,38 457.059,98 509.484,99
1 Pajak Daerah 68.498,88 81.838,36 141.621,77 173.084,51 186.582,72
2 Hasil Retribusi Daerah 33.270,62 23.825,70 33.303,96 29.947,81 35.323,21
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
3 5.199,15 6.178,68 7.048,68 6.775,13 7.168,06
Dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang
4 44.857,07 73.347,80 91.477,97 247.252,53 280.410,99
Sah
B PENDAPATAN TRANSFER 1.626.200,20 1.748.048,14 1.999.350,20 2.266.689,89 2.480.100,71
Transfer Pemerintah Pusat-Dana
1 1.249.793,33 1.481.897,19 1.613.526,65 1.759.824,88 1.777.394,51
Perimbangan
- Bagi Hasil Pajak 81.214,27 94.770,50 73.282,44 66.497,00 61.487,17
- Bagi Hasil Bukan Pajak(SDA) 81.654,98 65.217,35 45.147,83 74.056,49 69.018,27
- Dana Alokasi Umum 971.457,18 1.193.642,55 1.331.012,06 1.458.379,43 1.496.070,33
- Dana Alokasi Khusus 115.466,90 128.266,79 164.084,32 160.891,96 150.818,73
2 Transfer Pemerintah Pusat-Lainnya 307.938,49 190.464,51 282.344,04 338.609,88 497.608,99
- Dana Penyesuaian 307.938,49 190.464,51 282.344,04 338.609,88 497.608,99
3 Transfer Pemerintah Provinsi 68.468,38 75.686,44 103.479,51 168.255,13 205.097,22
- Pendapatan Bagi Hasil Pajak 68.468,38 75.686,44 103.479,51 168.255,13 205.097,22
LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH
C 78.061,33 100.182,94 135.552,51 218.903,45 222.601,52
YANG SAH
1 Pendapatan Hibah - 292,52 667,79 1.210,76 2.879,76

2 Pendapatan Lainnya 78.061,33 99.890,42 134.884,72 217.692,69


219.721,77

Sumber: DPPKAD Kabupaten Sukabumi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-5


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 3.3
Rata-Rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2012-2015 (persen)
Uraian 2012 2013 2014 2015 Rata-rata
1 2 3 4 5 Pertumbuhan
6
PENDAPATAN DAERAH 9,55 18,44 22,19 9,16 14,84
A PENDAPATAN ASLI DAERAH 21,98 47,66 11,47 37,06 29,54
1 Pajak Daerah 19,47 73,05 7,8 30,63 32,74
2 Hasil Retribusi Daerah -28,39 39,78 17,95 4,82 8,54
3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 18,84 14,08 -3,88 8,71 9,44
4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 63,51 24,72 170,29 67,98 81,63
B PENDAPATAN TRANSFER 7,49 14,38 13,37 9,42 11,17
1 Transfer Pemerintah Pusat-Dana Perimbangan 18,57 8,88 9,07 1 9,38
- Bagi Hasil Pajak 16,69 -22,67 -9,26 -7,53 -5,69
- Bagi Hasil Bukan Pajak(SDA) -20,13 -30,77 64,03 -6,8 1,58
- Dana Alokasi Umum 22,87 11,51 9,57 2,58 11,63
- Dana Alokasi Khusus 11,09 27,92 -1,95 -6,26 7,70
2 Transfer Pemerintah Pusat-Lainnya -38,15 48,24 19,93 46,96 19,25
- Dana Penyesuaian -38,15 48,24 19,93 46,96 19,25
3 Transfer Pemerintah Provinsi 10,54 36,72 62,6 21,9 32,94
- Pendapatan Bagi Hasil Pajak 10,54 36,72 62,6 21,9 32,94
C LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 28,34 35,3 61,49 1,69 31,71
1 Pendapatan Hibah 0 128,29 81,31 137,85 86,86
2 Pendapatan Lainnya 27,96 35,03 61,39 0,93 31,33
Sumber: Data Diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-6


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Analisis terhadap perkembangan pendapatan daerah ini


dapat dijelaskan antara lain:
1. Realisasi pendapatan daerah mengalami kenaikan dengan rata-
rata pertumbuhan sebesar 14,84 persen yang dipengaruhi oleh
adanya kenaikan semua unsur-unsur pendapatan daerah, yaitu:
PAD, Pendapatan Transfer, dan Lain-Lain Pendapatan yang Sah,
Rata-rata pertumbuhan terbesar ada pada Lain-lain Pendapatan
yang Sah dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 31,71 persen,
kemudian komponen Pendapatan Asli Daerah sebesar 29,54
persen, Sedangkan Pendapatan Transfer menjadi komponen
dengan rata-rata pertumbuhan terkecil yakni sebesar 11,16
persen.
2. Selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, realisasi
pendapatan asli daerah (PAD) meningkat signifikan dengan rata-
rata pertumbuhan sebesar 29,54 persen. Semua unsur PAD
menunjukan trend meningkat (pajak daerah, retribusi, hasil
pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain PAD yang sah).
Kenaikan yang cukup besar dari unsur PAD menggambarkan
adanya upaya intensifikasi dan ekstensifikasi PAD yang telah
dilakukan khususnya pajak daerah dan lain-lain pendapatan
daerah yang sah sebagai unsur dominan dalam memberikan
kontribusi terhadap PAD.
Hal ini mengindikasikan bahwa gerak perekonomian Kabupaten
Sukabumi terus tumbuh karena meningkatnya pajak daerah
berarti telah terjadi peningkatan pergerakan perekonomian
daerah khususnya dunia usaha. Kontribusi Pendapatan Asli
Daerah terhadap total Pendapatan Daerah Kabupaten Sukabumi
mulai tahun 2011 hingga 2015 meningkat dari 8,18 persen pada
tahun 2011 hingga mencapai 15,86 persen pada tahun 2015
yang menunjukkan peningkatan kemandirian keuangan daerah
Kabupaten Sukabumi.
3. Realisasi penerimaan Pendapatan Transfer mengalami kenaikan
dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 11,17 persen. Kenaikan
ini dipengaruhi oleh unsur dana bagi hasil pajak dari transfer
pemerintah provinsi yang meningkat cukup tajam dengan rata-
rata pertumbuhan mencapai 32,94 persen. Dana perimbangan
juga memberikan dampak pertumbuhan cukup besar dimana
pertumbuhan dana perimbangan dipengaruhi oleh pertumbuhan
dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.
Kontribusi Pendapatan Transfer terhadap pendapatan daerah
sangat signifikan yakni mencapai 77,21 persen pada tahun 2015.
Dominasi pendapatan transfer ini menurun di setiap tahunnya

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-7


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

yang disebabkan menurunnya kontribusi transfer pemerintah


pusat lainnya, dana alokasi umum maupun bagi hasil pajak.
4. Secara total realisasi, Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar 31,71 persen. Demikian
juga kontribusinya terhadap pendapatan daerah terus meningkat
dari 4,21 persen pada tahun 2011 menjadi 6,84 persen pada
tahun 2015.
Perkembangan kontribusi sumber pendapatan daerah
Kabupaten Sukabumi tahun 2011-2015 dapat dilihat pada tabel
berikut :

Tabel 3.4
Perkembangan Kontribusi Sumber Pendapatan Daerah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2015 (%)
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PENDAPATAN DAERAH 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
PENDAPATAN ASLI
A 8,18 9,11 11,35 15,53 15,86
DAERAH
1 Pajak Daerah 3,69 4,02 5,88 5,88 5,81
2 Hasil Retribusi Daerah 1,79 1,17 1,38 1,02 1,10
Hasil Pengelolaan Kekayaan
3 0,28 0,30 0,29 0,23 0,22
Daerah yang Dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli
4 2,42 3,61 3,80 8,40 8,73
Daerah yang Sah
B PENDAPATAN TRANSFER 87,61 85,97 83,02 77,03 77,21
Transfer Pemerintah Pusat-
1 67,33 72,88 67,00 59,80 55,33
Dana Perimbangan
- Bagi Hasil Pajak 4,38 4,66 3,04 2,26 1,91
- Bagi Hasil Bukan Pajak(SDA) 4,40 3,21 1,87 2,52 2,15
- Dana Alokasi Umum 52,34 58,70 55,27 49,56 46,57
- Dana Alokasi Khusus 6,22 6,31 6,81 5,47 4,70
Transfer Pemerintah Pusat-
2 16,59 9,37 11,72 11,51 15,49
Lainnya
- Dana Penyesuaian 16,59 9,37 11,72 11,51 15,49
Transfer Pemerintah
3 3,69 3,72 4,30 5,72 6,38
Provinsi
- Pendapatan Bagi Hasil Pajak 3,69 3,72 4,30 5,72 6,38
LAIN-LAIN PENDAPATAN
C 4,21 4,93 5,63 7,44 6,93
DAERAH YANG SAH
1 Pendapatan Hibah - 0,01 0,03 0,04 0,09
2 Pendapatan Lainnya 4,21 4,91 5,60 7,40 6,84
Sumber: Data Diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-8


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Belanja Daerah dipergunakan dalam rangka mendanai


dalam pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi
kewenangan kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib, urusan
pilihan, dan urusan yang penanganannya dalam bidang tertentu
yang dapat dilaksanakan bersama dengan pemerintah provinsi dan
pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan
dengan ketentuan perundang-undangan.
Belanja Daerah diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah
yang diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan pembangunan
melalui peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan,
fasilitas sosial, fasilitas umum yang layak, serta mengembangkan
sistem jaminan sosial.
Proporsi realisasi belanja daerah pada pelaksanaan
pembangunan daerah anggaran belanja tahun 2011-2015 dapat
dilihat pada tabel berikut:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-9


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 3.5
Penggunaan Anggaran Belanja Daerah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
Rata-rata
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
Pertumbuhan
1 2 3 4 5 6 7
BELANJA DAERAH 1.850.313,98 1.999.104,67 2.442.127,47 2.773.710,87 3.204.585,07 14,83
Belanja Operasi 1.634.106,06 1.715.227,54 2.026.123,52 2.319.101,28 2.661.490,66 13,08
Belanja Pegawai 1.046.613,37 1.133.486,23 1.270.566,21 1.381.939,61 1.454.191,10 8,60
Belanja Subsidi 0 0 0 0 3.433,59
Belanja Barang 397.510,35 432.306,31 611.649,07 767.564,63 806.181,23 20,19
Belanja Hibah 135.124.56 86.835,32 60.900,48 66.227,89 102.969,88 32,46
Belanja Bantuan Sosial 4.837,59 2.943,58 7.341,75 9.764,75 7.174,80 26,63
Belanja Bantuan Keuangan 50.020.19 59.656,10 75.666,01 93.605,38 288.540,05 69,52
Belanja Modal 202.654,07 268.721,25 392.139,04 422.908,95 508.051,55 26,63
Belanja Tanah 1.356.99 746,13 3.535,63 5.602,06 9.289,14 113,28
Belanja Peralatan dan
76.503,17 101.817,13 148.711,19 104.855,14 132.012,59 18,89
Mesin
Belanja Bangunan dan
59.593,09 74.790,26 116.518,17 130.402,49 194.890,94 35,67
Gedung
Belanja Jalan, Irigasi dan
58.919,16 81.847,54 112.624,34 173.270,94 151.651,92 29,47
Jaringan

Belanja Aset Tetap Lainnya 6.281,66 9.520,19 10.749,71 8.778,32 18.237,34 38,47
Belanja Aset Lainnya 0 0 0 0 1.969,61
Belanja Tak Terduga 1.101,20 359,54 1.726,56 1.144,56 3.847,08 128,82
Belanja Tak Terduga 1.101,20 359,54 1.726,56 1.144,56 3.847,08 128,82
Transfer 12.452,65 14.796,34 22.138.,5 30.555,22 31.195,79 27,14
- Tranfer Bagi Hasil ke
12.452,65 14.796,34 22.138,35 30.555,22 31.195,79 27,14
Kab/Kota/Desa
- Bagi Hasil Pajak 6.813,75 10.867,41 17.611,70 25.086,68 25.739,98 41,65
- Bagi Hasil Retribusi 5.638,90 3.928,93 4.526,65 5.468,54 5.455,81 1,37
Sumber: Data Diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-10


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Analisis terhadap realisasi belanja daerah selama tahun


anggaran 2011-2015 dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Secara umum, realisasi belanja daerah Kabupaten Sukabumi
mengalami kenaikan dari tahun ke tahun dimana pada tahun
2015 mencapai Rp.3,20 trilyun. Kontribusi terbesar dari
pembentukan belanja daerah adalah belanja operasi dimana
belanja operasi menggunakan dana daerah sebanyak Rp.2,66
trilyun atau sebesar 83,13 persen. Sedangkan dana transfer
hanya sebesar Rp.31,20 milyar atau memiliki andil sebesar 0,98
persen.
2) Pertumbuhan realisasi belanja daerah menunjukkan peningkatan
pengelolaan keuangan daerah juga mengindikasikan
meningkatnya pendapatan daerah dimana rata-rata
pertumbuhan belanja daerah tahun 2011-2015 mencapai 14,83
persen.
3) Meskipun memiliki porsi belanja daerah paling tinggi, belanja
operasi hanya memiliki pertumbuhan belanja daerah sebesar
13,08 persen. Namun demikian, dominasi yang tinggi pada
pembentukan belanja daerah menyebabkan meskipun rendah
rata-rata pertumbuhannya rendah tetap memberi dampak yang
signifikan pada pertumbuhan belanja daerah seluruhnya.

b. Neraca Daerah
Neraca keuangan daerah Kabupaten Sukabumi pada periode
tahun 2011-2015 menunjukkan perkembangan yang cukup baik
meskipun terjadi fluktuasi pada beberapa unsur. Hal tersebut
terlihat pada pertumbuhan aset tetap Kabupaten Sukabumi dalam
kurun waktu 5 tahun terakhir sebesar 8,45 persen dengan jumlah
aset tetap pada tahun 2014 hampir mencapai Rp.4,14 trilyun.
Pertumbuhan jumlah aset daerah selama kurun waktu empat tahun
terakhir mencapai 9,70 persen, sedangkan jumlah kewajiban dan
ekuitas dana mengalami pertumbuhan sebesar 9,91 persen.
Unsur pembentukan aset daerah yang paling dominan dalam
neraca keuangan daerah adalah aset tetap dengan kontribusi aset
mencapai 89,22 persen, sedangkan aset 7,70 persen saja. Pada
kewajiban dan ekuitas dana, sebagian besar dipengaruhi oleh
ekuitas dana investasi yang mencapai Rp.4,14 trilyun atau
mencapai 88,77 persen. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel
neraca keuangan daerah Kabupaten Sukabumi sebagai berikut:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-11


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 3.6
Neraca Keuangan Daerah
Kabupaten Sukabumi 2011-2015 (Juta Rupiah)
Kode
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
Rekening
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 ASET
1.1 ASET LANCAR
1.1.1 Kas 127.798,12 158.549,64 121.253,60 270.999,34 277.703,62
1.1.2 Investasi Jangka Pendek - - - -
1.1.3 Piutang 3.488,26 4.194,09 13.369,44 188.312,59 198.627,02
1.1.4 Piutang Lain-lain 17.521,86 10.459,56 15.995,05 301.788,46 18.762,32
1.1.5 Persediaan 21.461,16 29.330,86 50.547,89 51.905,05 111.335,78
1.1.6 Penyisihan Piutang - (2.475,04) (5.345,47) (170.232,76) 174.662,50
JUMLAH ASET LANCAR 170.269,39 200.059,11 195.820,52 352.536,15 431.766,25
1.2 INVESTASI JANGKA PANJANG
1.2.1 Investasi Non Permanen 678,85 463,39 468,25 471,69 456,19
1.2.2 Investasi Permanen 95.432,59 101.391,83 85.317,91 91.187,31 116.551,30
JUMLAH INVESTASI JANGKA
96.111,44 101.855,22 85.786,16 91.659,00 117.007,49
PANJANG
1.3 ASET TETAP
1.3.1 Tanah 438.584,49 435.787,08 427.483,34 433.029,01 449.369,93
1.3.2 Peralatan dan Mesin 464.245,27 579.541,21 730.838,02 822.931,96 838.892,14
1.3.3 Gedung dan Bangunan 734.003,02 866.951,87 956.080,18 1.103.268,57 127.811,54
1.3.4 Jalan, Jaringan dan Instalasi 1.529.844,63 1.610.623,42 1.726.372,98 1.547.200,12 1.737.002,28
1.3.5 Aset Tetap Lainnya 73.601,02 89.993,00 101.223,03 112.224,23 109.225,85
1.3.6 Konstruksi Dalam Pengerjaan 5.311,69 2.087,96 2.101,32 17.268,22 30.505,03
1.3.7 Akumulasi Penyusutan - - - - (1.682.375,12)
JUMLAH ASET TETAP 3.245.590,13 3.584.984,54 3.944.704,64 4.035.922,16 2.760.734,66
1.4 DANA CADANGAN
1.4.1 Dana Cadangan 5.391,29 5.694,52 6.028,18 20.903,54 16.708,49
JUMLAH DANA CADANGAN 5.391,29 5.694,52 6.028,18 20.903,54 16.708,49
1.5 ASET LAINNYA
1.5.1 Tagihan Pitang Penjualan Angsuran - - - -
Tagihan Tuntutan Ganti Rugi
1.5.2 65,91 239,94 604,97 982,34 873,51
Daerah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-12


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Kode
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
Rekening
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1.5.3 Kemitraan dengan Pihak Ketiga 3.029,40 2.768,50 7.899,68 8.420,54 22.274,24
1.5.4 Aset Tidak Berwujud - - - - 11.917,51
1.5.5 Aset Lain-lain 746,38 412,53 5.205,66 139.068,22 45.784,16
JUMLAH ASET LAINNYA 3.841,69 3.420,97 13.710,31 148.471,11 80.849,41
JUMLAH ASET 3.521.203,96 3.896.014,36 4.246.049,81 4.650.491,92 3.407.066,30
2 KEWAJIBAN
2.1 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
Utang Perhitungan Fihak Ketiga
2.1.1 (20,96) 5,07 35,36 321,38 23,28
(PFK)
2.1.2 Utang Pihak Ketiga 5.280,05 7.156,65 13.590,35 90.818,06
Bagian Lancar Utang Jangka
2.1.3 - - - -
Panjang
2.1.4 Pendapatan Diterima Dimuka - - 22,02 50,27 713,09
2.1.5 Utang Jangka Pendek Lainnya - 3.993,13 - - 49.246,38
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA
5.259,09 11.154,85 13.647,73 91.189,71 49.982,75
PENDEK
2.2 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
2.2.1 Utang Dalam Negeri - - - -
2.2.2 Utang Luar Negeri - - - -
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA
- - - -
PANJANG
JUMLAH KEWAJIBAN 5.259,09 11.154,85 13.647,73 91.189,71 49.982,75
3 EKUITAS DANA
3.1 EKUITAS DANA LANCAR
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
3.1.1 127.778,91 158.191,46 121.085,42 270.653,38 -
(SiLPA)
3.1.2 Cadangan untuk Piutang 21.010,11 12.178,61 24.019,03 30.631,16 -
3.1.3 Cadangan untuk Persediaan 21.461,16 29.330,86 50.547,89 51.905,65 -
Dana yang Harus Disediakan untuk
3.1.4 (5.280,05) (11.149,78) (13.612,37) (90.868,33) -
Pembayaran Utang Jangka Pendek
3.1.5 Pendapatan yang Ditangguhkan 40,17 353,11 132,82 24,57 -
JUMLAH EKUITAS DANA
LANCAR 165.010,31 188.904,25 182.172,79 262.346,44 -

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-13


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Kode
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
Rekening
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
3.2 EKUITAS DANA INVESTASI
Diinvestasikan dalam Investasi
3.2.1 96.111,44 101.855,22 85.786,16 91.659,00 -
Jangka Panjang
3.2.2 Diinvestasikan dalam Aset Tetap 3.245.590,13 3.584.984,54 3.944.704,64 4.035.922,12 -
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya
3.2.3 3.841,69 3.420,98 13.710,31 148.471,11 -
(Tidak termasuk Dana Cadangan)
Dana yang Harus Disediakan untuk
3.2.4 Pembayaran Hutang Jangka - - - - -
Panjang
JUMLAH EKUITAS DANA
3.345.543,27 3.690.260,74 4.044.201,11 4.276.052,23 -
INVESTASI
3.3 EKUITAS DANA CADANGAN
Diinvestasikan dalam Dana
3.3.1 5.391,29 5.694,52 6.028,18 20.903,54 -
Cadangan
JUMLAH EKUITAS DANA
5.391,29 5.694,52 6.028,18 20.903,54 -
CADANGAN
JUMLAH EKUITAS DANA 3.515.944,87 3.884.859,52 4.232.402,08 4.554.302,21 -
EQUITAS 3.357.083,55
JUMLAH EQUITAS 3.357.083,55
JUMLAH KEWAJIBAN DAN
3.521.203,96 3.896.014,37 4.246.049,81 4.650.491,92 3.407.066,30
EKUITAS DANA
Sumber: Data diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-14


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Analisis neraca daerah bertujuan untuk mengetahui


kemampuan keuangan Pemerintah Daerah melalui perhitungan
rasio likuiditas, solvabilitas dan rasio aktivitas serta kemampuan
aset daerah untuk penyediaan dana pembangunan daerah.
Analisis data neraca daerah sekurang-kurangnya dilakukan
untuk hal-hal sebagai berikut:

Tabel 3.7
Analisis Neraca Keuangan Daerah
Kabupaten Sukabumi 2011-2014 (Juta Rupiah)
Rata -
No Uraian 2011 2012 2013 2014 Sat
Rata
1 Rasio Likuiditas
Rasio Lancar
- 32,38 17,93 14,35 3,87 17,13 kali
(current ratio)
Rasio Quick (quick
- 28,30 15,31 10,64 3,30 14,39 kali
ratio)
Rasio
2
solvabilitas
Rasio total hutang
- 0,149 0,286 0,321 1,961 0,679 %
terhadap total aset
Rasio total hutang
- terhadap total 0,150 0,287 0,322 2,002 0,690 %
modal
Sumber: Data diolah

Berdasarkan analisa rasio keuangan daerah, kemampuan


keuangan Pemerintah Kab. Sukabumi dalam memenuhi kewajiban
atau utang jangka pendeknya terhitung baik, hal ini dapat dilihat
dari rata-rata Rasio Likuiditas tahun 2011 sampai dengan tahun
2014 yang dihitung dari Rasio Lancar (current ratio) sebesar 17,13
kali dan Rasio Quick (quick ratio) sebesar 14,39 kali.
Sedangkan kemampuan pemerintah Kab. Sukabumi dalam
memenuhi hutang jangka panjangnya yang dilihat dari Rasio
Solvabilitas juga terlihat baik, hal ini dapat dilihat dari rasio total
hutang terhadap total aset rata-rata dari tahun 2011 sampai
dengan tahun 2014 adalah 0,679 persen dan rasio total hutang
terhadap modal rata-ratanya sebesar 0,690 persen.

3.2. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu


Analisis belanja dilakukan untuk mengefektifkan dan
mengefisiensikan alokasi dana belanja daerah dengan tujuan untuk
memperoleh gambaran realisasi dari kebijakan pembelanjaan dan
pengeluaran pembiayaan daerah pada periode tahun anggaran
sebelumnya. Analisis ini digunakan sebagai bahan untuk
menentukan kebijakan pembelanjaan dan pengeluaran pembiayaan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-15


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

dimasa datang dalam rangka peningkatan kapasitas pendanaan


pembangunan daerah.
Analisis belanja dilakukan melalui analisis sebagai berikut:
a. Analisis Proporsi Belanja untuk Pemenuhan Kebutuhan
Aparatur
Proporsi penggunaan Anggaran Pemerintah untuk Pegawai
Pemerintahan hanya diperuntukkan PNS. Proporsi ini dibagi menjadi
belanja langsung dan tidak langsung, dengan jumlah nilai paling
besar pada belanja tidak langsung.

Tabel 3.8
Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur (Juta Rupiah)
Kabupaten Sukabumi Tahun 2011-2015
Total belanja untuk Total pengeluaran
No. Tahun pemenuhan kebutuhan (Belanja + Pembiayaan Persentase
aparatur Pengeluaran)
1 2 3 4 5
1 2011 1.046.613,37 1.855.813,98 56,40
2 2012 1.133.486,23 2.003.007,90 56,59
3 2013 1.270.566,21 2.596.982,27 48,92
4 2014 1.381.939,61 2.793.085,37 49,48
5 2015 1.317.060,20 3.217.090,02 40,94
Sumber: Data Diolah

Dari tabel diatas dapat dilihat persentase proporsi belanja


pemenuhan kebutuhan aparatur dari tahun 2011 sampai dengan
tahun 2015 mengalami penurunan. Pada tahun 2015, total
pengeluaran mencapai 3,22 trilyun rupiah dengan penggunaan untuk
pemenuhan kebutuhan aparatur sebesar 1,32 trilyun rupiah sehingga
proporsi mencapai 40,94 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa
dalam pemenuhan kebutuhan aparatur negara semakin menurun
sehingga alokasi anggaran dapat dipergunakan lebih efisien terutama
dalam meningkatkan capaian pembangunan utamanya kesejahteraan
masyarakat secara merata dan berkesinambungan.

b. Analisis Pembiayaan
Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang
dimaksudkan untuk menutupi selisih antara Pendapatan dan
Belanja Daerah. Adapun pembiayaan tersebut bersumber dari Sisa
Lebih Perhitungan Anggaran Sebelumnya (SiLPA), pencairan dana
cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan,
penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian
pinjaman, serta penerimaan piutang daerah. Berikut dapat dilihat
perkembangan defisit anggaran pada tabel berikut:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-16


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 3.9
Defisit Riil Anggaran Kabupaten Sukabumi
Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
No Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Pendapatan 1.856.087,25 2.033.421,62 2.408.355,09 2.942.653,33 3.212.187,23
2 Belanja Daerah 1.850.313,98 1.999.104,67 2.442.127,47 2.773.710,01 3.204.585,07
3 Surplus/Defisit 5.773,28 34.316,95 (33.772,38) 168.943,32 7.602,16
4 Pembiayaan Netto 122.005,63 123.874,50 154.857,79 101.710,06 268.148,43
SiLPA (Sisa
Lebih
5 127.778,91 158.191,45 121.085,42 270.653,78 275.750,59
Pembiayaan
Anggaran)
Sumber: Data Diolah

Sementara itu komposisi pembiayaan anggaran Kabupaten


Sukabumi Tahun 2011-2015 disajikan pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.10
Komposisi Pembiayaan Anggaran Kabupaten Sukabumi
Tahun 2011-2015 (Juta Rupiah)
Uraian 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Penerimaan Daerah 127.505,63 127.777,73 158.191,45 121.085,42 280.653,38

1 Penggunaan SiLPA 127.505,63 127.777,73 158.191,45 121.085,42 270.653,38

Pencairan Dana 10.000,00


2 - - - -
Cadangan
Pengeluaran Daerah 5.500,00 3.903,23 3.336,65 19.375,36 12.504,95
Pembentukan Dana 5.804,95
1 - 303,23 336,65 14.875,36
Cadangan
Penyertaan Modal
2 (Investasi) Pemerintah 5.500,00 3.600,00 3.000,00 4.500,00 6.700,00
Daerah
PEMBIAYAAN NETTO 122.005,63 123.874,50 154.857,79 101.710,06 268.148,43

Sumber: Data Diolah

3.3. Kerangka Pendanaan


Pada bagian kerangka pendanaan pembangunan Kabupaten
Sukabumi periode 2016-2021 akan memberikan gambaran tentang
proyeksi pendapatan, Proyeksi Sisa Lebih Riil Perhitungan Anggaran
(SILPA), dan Proyeksi Belanja daerah.
a. Proyeksi Pendapatan
Proyeksi pendapatan merupakan target pendapatan yang
diharapkan akan tercapai oleh suatu daerah untuk melaksanakan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-17


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

perencanaan pembangunan daerah, dalam hal ini Kabupaten


Sukabumi. Penentuan proyeksi pendapatan daerah Kabupaten
Sukabumi dilakukan berdasarkan pada data dan informasi yang
dapat mempengaruhi pertumbuhan positif maupun pertumbuhan
negatif pendapatan daerah yang secara umum dapat dirincikan
sebagai berikut:
1. Angka rata-rata pertumbuhan pendapatan daerah masa lalu
2. Asumsi indikator makro ekonomi (PDRB/laju pertumbuhan
ekonomi, inflasi dan lain-lain);
3. Kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah;
dan
4. Kebijakan dibidang keuangan negara.
Proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Sukabumi dapat
dilihat sebagaimana tersaji pada tabel berikut:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-18


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 3.11
Proyeksi Pendapatan Kabupaten Sukabumi
Tahun 2016-2021 (Juta Rupiah)
URAIAN 2016 2017 2018 2019 2020 2021
PENDAPATAN 3.339.297.354.000 3.533.641.675.540 3.721.152.968.332 3.896.373.498.664 4.120.278.078.921 4.472.936.734.400
Pendapatan Asli Daerah 495.101.293.000 588.630.000.000 652.882.500.000 712.408.500.000 784.424.500.000 912.687.000.000
Pajak Daerah 180.765.000.000 208.878.000.000 231.936.000.000 248.444.000.000 271.005.000.000 300.150.000.000
Retribusi Daerah 35.562.790.000 43.277.615.000 47.592.526.500 51.628.429.150 57.492.422.065 68.178.785.272
A
Hasil Peng. Kekayaan Daerah
8.015.450.000 8.610.000.000 8.880.000.000 9.720.000.000 10.700.000.000 11.620.000.000
Yang dipisahkan
Lain-Lain PAD Sah 270.758.053.000 327.864.385.000 364.473.973.500 402.616.070.850 445.227.077.935 532.738.214.728
Dana Perimbangan 2.350.606.569.000 2.445.643.971.050 2.562.951.204.977 2.672.515.629.679 2.818.090.201.136 3.035.982.927.551
Bagi Hasil Pajak 91.495.974.600 100.645.572.060 110.710.129.266 99.639.116.339 89.675.204.705 98.642.725.176
B
Bagi Hasil Bukan Pajak 60.997.316.400 67.097.048.040 73.806.752.844 70.116.415.202 73.622.235.962 77.303.347.760
DAU 1.595.761.459.000 1.675.549.531.950 1.776.082.503.867 1.900.408.279.138 2.052.440.941.469 2.257.685.035.616
DAK 602.351.819.000 602.351.819.000 602.351.819.000 602.351.819.000 602.351.819.000 602.351.819.000
Lain-Lain Pendapatan Sah 493.589.492.000 499.367.704.490 505.319.263.355 511.449.368.985 517.763.377.785 524.266.806.848

Pendapatan Hibah 761.723.000 761.723.000 761.723.000 761.723.000 761.723.000 761.723.000


Dana Darurat - - - - - -
Bagi Hasil Pajak Provinsi dan
C 192.607.083.000 198.385.295.490 204.336.854.355 210.466.959.985 216.780.968.785 223.284.397.848
Penerimaan daerah lainnya
Dana Penyesuaian dan
300.220.686.000 300.220.686.000 300.220.686.000 300.220.686.000 300.220.686.000 300.220.686.000
otonomi khusus
Bantuan Keuangan dari
Provinsi atau pemerintah - - - - - -
daerah lainnya
PENERIMAAN PEMBIAYAAN

SiLPA
Sumber: Data Diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-19


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

b. Proyeksi Belanja
Berikut proyeksi belanja Daerah Kabupaten Sukabumi periode 2016-2021:
Tabel 3.12
Proyeksi Belanja Kabupaten Sukabumi
Tahun 2016-2021 (Juta Rupiah)
URAIAN 2016 2017 2018 2019 2020 2021
BELANJA 3.421.385.977.000 3.580.165.657.573 3.768.607.431.005 3.944.302.504.955 4.169.165.665.337 4.524.268.700.138
A Belanja Tidak Langsung 2.058.690.561.590 2.175.472.458.080 2.307.035.127.819 2.470.923.765.759 2.636.325.320.861 2.783.562.989.248
a Belanja Pegawai 1.550.799.401.090 1.628.339.371.145 1.660.906.158.567 1.677.515.220.153 1.711.065.524.556 1.796.618.800.784
b Belanja Subsidi 3.814.942.000 4.005.689.100 4.205.973.555 4.416.272.233 4.637.085.844 4.868.940.137
c Belanja Hibah 10.975.000.000 12.072.500.000 13.279.750.000 19.919.625.000 34.859.343.750 38.345.278.125
d Belanja Bantuan Sosial 9.269.516.000 9.547.601.480 10.024.981.554 10.726.730.263 11.584.868.684 12.743.355.552
Belanja bagi hasil kepada
e provinsi/kota dan pemerintah 32.603.668.500 37.823.342.250 41.929.278.975 45.010.864.373 49.274.613.310 55.249.317.791
desa
f Belanja Bantuan Keuangan 441.228.034.000 473.683.954.105 566.688.985.168 703.335.053.737 814.903.884.717 865.737.296.859
g Belanja Tak Terduga 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000
B Belanja Langsung 1.362.695.415.410 1.404.693.199.493 1.461.572.303.186 1.473.378.739.196 1.532.840.344.476 1.740.705.710.890
a Belanja Pegawai 149.456.980.365 140.469.319.949 146.157.230.319 147.337.873.920 153.284.034.448 174.070.571.089
b Belanja Barang dan Jasa 799.067.472.644 702.346.599.747 730.786.151.593 736.689.369.598 766.420.172.238 870.352.855.445
c Belanja Modal 414.170.962.401 561.877.279.797 584.628.921.274 589.351.495.678 613.136.137.790 696.282.284.356
Sumber: Data Diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-20


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

c. Proyeksi Kapasitas Riil Keuangan Daerah


Proyeksi kapasitas riil keuangan daerah pada pembangunan jangka menengah Kabupaten Sukabumi
periode 2016-2021 terlihat pada tabel berikut.

Tabel 3.13
Proyeksi Kapasitas Riil Keuangan Daerah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 (Rupiah)
No URAIAN 2016 (Rp) 2017 (Rp) 2018 (Rp) 2019 (Rp) 2020 (Rp) 2021 (Rp)
1 Penerimaan 3.442.841.141.000 3.601.620.821.573 3.790.062.595.006 3.965.757.668.955 4.190.620.829.338 4.545.723.864.138
a Pendapatan 3.339.297.354.000 3.533.641.675.540 3.721.152.968.332 3.896.373.498.664 4.120.278.078.921 4.472.936.734.400
b SILPA 103.543.787.000 67.979.146.033 68.909.626.674 69.384.170.291 70.342.750.417 72.787.129.738
2 Belanja Wajib/Mengikat 1.742.181.644.013 1.825.020.341.982 1.922.344.887.415 2.013.108.833.435 2.129.287.124.514 2.312.798.117.071
dan prioritas utama

a Belanja Tidak Langsung 1.550.799.400.678 1.624.538.096.987 1.711.171.340.568 1.791.964.680.100 1.895.380.546.521 2.058.732.478.424


b Belanja Langsung 176.382.243.335 184.769.012.552 194.622.360.344 203.811.498.841 215.573.640.680 234.152.691.065
c Penyertaan Modal 15.000.000.000 15.713.232.443 16.551.186.502 17.332.654.494 18.332.937.313 19.912.947.582
Kapasitas Riil (1-2) 1.700.659.496.987 1.776.600.479.591 1.867.717.707.591 1.952.648.835.520 2.061.333.704.824 2.232.925.747.067

Sumber : data diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-21


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Dengan mmeperhatikan kapasitas riil yang tersedia


sebagaimana tabel di atas, maka pendanaan selama 5 (lima) tahun
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Prioritas I, digunakan untuk alokasi belanja pengeluaran
wajib/mengikat dan Prioritas Utama.
2. Prioritas II, digunakan untuk alokasi agenda prioritas pembangunan
kepala daerah dan Urusan lainya di luar Agenda prioritas
pembangunan.
3. Prioritas III, digunakan untuk alokasi Belanja Tidak Langsung
Lainnya seperti Bantuan Sosial, Hibah, dan lain sebagainya.
Pembagian pendanaan untuk program prioritas di atas secara
lebih lanjut dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 3.14
Pendanaan Prioritas
Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 (Rupiah)
2016 2017 2018 2019 2020 2021
No Uraian
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1 Prioritas I 1.742.181.644.013 1.825.020.341.982 1.922.344.887.415 2.013.108.833.435 2.129.287.124.514 2.312.798.117.071

2 Prioritas II 1.192.662.278.487 1.234.026.251.223 1.282.623.464.150 1.327.944.763.018 1.385.956.245.363 1.477.589.067.691

3 Prioritas III 507.997.218.500 532.151.891.635 560.530.447.075 586.996.018.146 620.872.077.466 674.381.465.596

Jumlah 3.442.841.141.000,00 3.591.198.484.839,31 3.765.498.798.639,42 3.928.049.614.599,21 4.136.115.447.342,75 4.464.768.650.358,35

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021 III-22


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BAB IV
ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

Rumusan perencanaan pembangunan daerah memiliki posisi


strategis sebagai ujung tombak pencapaian target pembangunan
daerah, dalam upaya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan
masyarakat melalui optimalisasi berbagai pelaksanaan program dan
kegiatan pembangunan. Penyusunan suatu perencanaan pembangunan
daerah yang dimulai dengan perumusan berbagai analisis permasalahan
baik melalui identifikasi, pemahaman, hingga solusi menjadi salah satu
poin penting dalam menyukseskan pembangunan. Analisis permasalahan
pembangunan dapat memberikan gambaran bagi pemerintah dalam
menemukan permasalahan utama yang dihadapi oleh regionalnya
sehingga akan berdampak pada tepatnya berbagai program dan kegiatan
pembangunan yang dirumuskan.
Penyusunan perencanaan pembangunan daerah Kabupaten
Sukabumi, dimulai dengan merumuskan berbagai analisis permasalahan
yang akan menjadi salah satu starter utama dan paling mendasar dalam
merumuskan berbagai kebijakan publik. Pendalaman terhadap pokok
permasalahan pada masing-masing bidang kegiatan pembangunan daerah
akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan strategis sebagai
bentuk antisipasi dan upaya pengendalian permasalahan pembangunan.
Berbagai permasalahan tersebut harus dirumuskan secara tepat dan
merupakan kesatuan permasalahan atau peluang yang dipandang dari sisi
positif penyelenggaraan pembangunan sebagai bagian dari identifikasi isu-
isu strategis pembangunan Kabupaten Sukabumi, baik berskala regional,
provinsi, nasional, maupun internasional. Hal ini dimaksudkan untuk
mendapatkan rumusan kerangka kebijakan yang tepat dalam
memanfaatkan peluang yang dianggap sebagai penghambat lajunya
pembangunan untuk kemudian dapat diantisipasi dengan menjadikannya
sebagai akselerator capaian pembangunan.
Analisis isu-isu strategis merupakan pemahaman permasalahan
pembangunan dan isu-isu yang relevan sebagai pijakan penting dalam
menyusun setiap perencanaan pembangunan daerah. Permasalahan
pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi pada hakikatnya
menggambarkan kinerja daerah atau kondisi masyarakat yang belum
sesuai harapan dengan cita-cita pembangunan. Sedangkan isu strategis
sendiri merupakan tantangan atau peluang yang harus diperhatikan atau
dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang
signifikan bagi masyarakat di masa mendatang. Suatu analisis isu-isu

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-1


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

strategis menghasilkan rumusan kebijakan yang bersifat antisipatif dan


solutif atas berbagai kondisi yang tidak ideal di masa depan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka menengah dan
panjang.

4.1 Permasalahan Pembangunan Daerah

4.1.1. Identifikasi Permasalahan Untuk Penentuan Program


Pembangunan Daerah

Dalam RPJPD Tahap III atau RPJMD Ke-3 (20162021)


ditujukan untuk menumbuhkembangkan produktivitas setiap
wilayah sebagai pusat-pusat produksi yang bertumpu pada
pemanfaatan potensi dan sumber daya lokal yang ramah
lingkungan. Upaya tersebut bertujuan untuk mencapai kemandirian
masyarakat pada setiap wilayah di Kabupaten Sukabumi dalam
segala bidang sehingga tingkat ketergantungan terhadap pihak
eksternal dapat direduksi. Selain itu pencapaian kemandirian juga
dimaksudkan untuk meningkatkan kontribusi Kabupaten Sukabumi
terhadap pembangunan Jawa Barat dan pembangunan Nasional.
Untuk dapat melaksanakan amanat RPJPD Kabupaten
Sukabumi dan melihat tingkat capaian pembangunan, khususnya
di Tahap Identifikasi permasalahan pembangunan dapat diuraikan
menurut bidang urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah,
atau terhadap beberapa urusan yang dianggap memiliki pengaruh
yang sangat kuat terhadap munculnya permasalahan pada bidang
urusan lainnya. Hal ini bertujuan agar dapat dipetakan berbagai
permasalahan yang terkait dengan urusan yang menjadi
kewenangan dan tanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan
daerah guna menentukan isu-isu strategis pembangunan jangka
menengah daerah, dengan mengisi tabel sebagai berikut:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-2


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 4.1
Identifikasi Permasalahan untuk Penentuan Program Pembangunan Daerah

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
1. Bidang Pendidikan Penuntasan Program Wajib Belajar 12 Belum Tuntasnya Program Wajar Penanganan sarana dan Prasarana
Tahun Dikdas 9 Tahun pada Periode RPJMD pendidikan menengah melalui
Tahap II pembangunan unit sekolah baru (USB)
Rehabilitasi dan penambahan ruang
kelas baru (RKB)
Ditingkatkannya bantuan beasiswa bagi
siswa yang berasal dari keluarga tidak
mampu.
2. Bidang Kesehatan Peningkatan upaya pencegahan, Relatif masih tingginya kasus Pemberantasan penyakit menular dan
pemberantasan dan pengendalian penyakit menular dan tidak penyakit tidak menular
penyakit menular serta tidak menular, menular Meningkatkan rasio tenaga kesehatan
Peningkatan kualitas dan kuantitas Masih minimnya kualitas dan Penanganan kasus persalinan dengan
tenaga kesehatan, peningkatan kuantitas tenaga kesehatan tenaga medis
pelayanan kesehatan Penurunan angka kematian ibu
Terutama ibu dan anak serta dan bayi
peningkatan kualitas dan kuantitas
sarana dan prasarana pelayanan
kesehatan.
3. Bidang Keagamaan Kerukunan Antar Umat Beragama Belum optimalnya implementasi dan Pemantapan fungsi dan peran Forum
aktualisasi pemahaman dan Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai
pengamalan nilai keagamaan dalam wadah kerukunan hidup baik inter-umat
kehidupan bernegara. beragama maupun antar umat beragama
4. Bidang Kebudayaan Mengembangkan nilai-nilai tradisional dan Belum optimalnya pelestarian nilai Mengembangkan keterpaduan nilai-nilai
kearifan lokal masyarakat, serta nilai budaya tradisional dan kearifan tradisional, kearifan lokal dan fungsi-fungsi
optimalisasi lokal masyarakat lembaga sosial budaya dan kemasyarakat di
keberfungsian lembaga-lembaga sosial Belum optimalnya fungsi lembaga Kabupaten Sukabumi sehingga dapat
budaya dan kemasyakatan di Kabupaten sosial budaya dan kemasyarakatan. dijadikan faktor penyeimbang terhadap

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-3


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
Sukabumi. perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi
5 Bidang Peningkatan kompetensi dan daya saing Rendahnya kompetensi tenaga Optimalisasi sarana prasarana dan
Ketenagakerjaan Peningkatan sarana, prasarana dan kerja kurikulum balai latihan kerja dalam rangka
memperluas kurikulum pelatihan tenaga Belum optimalnya sarana meningkatkan produktivitas, kualitas, dan
kerja yang berbasis peluang kerja dan prasarana dan kurikulum balai peningkatan kesejahteraan pekerja serta
potensi lokal serta kewirausahaan. latihan kerja. wirausaha baru.
Pemantapan pelaksanaan hubungan Belum terbangunnya hubungan
industrial untuk menciptakan industrial yang baik dalam
peningkatan produktivitas, kualitas, dan menciptakan peningkatan
peningkatan kesejahteraan pekerja produktivitas, kualitas, dan
peningkatan kesejahteraan
pekerja
6 Bidang Pemuda dan Penyiapan kemandirian pemuda dalam Belum optimalnya peran Peningkatan peran kelembagaan pemuda
Olahraga hal kemampuan untuk mensejahterakan kelembagaan pemuda dalam pembangunan
dirinya Minimnya pembinaan terhadap Peningkatan sarana dan prasarana
Pengembangan keolahragaan yang cabang olahraga berprestasi olahraga berprestasi
berprestasi baik
Mencetak atlet berprestasi pada event
olahraga nasional.
7 Bidang Pemberdayaan perempuan berbasis Belum optimalnya pemberdayaan Optimalisasi pemberdayaan ekonomi,
Pemberdayaan kemandirian ekonomi, pendidikan dan ekonomi, pendidikan dan pendidikan dan kesehatan perempuan
Perempuan dan kesehatan kesehatan perempuan Meningkatkan upaya pencegahan
Perlindungan Anak Peningkatan upaya perlindungan Masih maraknya kasus kekerasan kekerasan dalam rumah tangga
terhadap perempuan dan anak terhadap perempuan dan anak Perlindungan anak dan perempuan,
Peningkatan peran serta dan kesetaraan Belum meratanya kesempatan kesetaraan gender, trafficking
jender dalam pembangunan. perempuan dalam pembangunan Pengembangan partisipasi lembaga
sosial masyarakat dalam penanganan
permasalahan perempuan dan anak

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-4


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
8 Bidang Sosial Peningkatan kualitas dan kuantitas Masih rendahnya pemberdayaan Pelatihan, Bimbingan dan bantuan
kesejahteraan perseorangan, keluarga, potensi sumber kesejahteraan penunjangan sarana prasarana PSKS
kelompok dan komunitas masyarakat sosial (PSKS), Pekerja Sosial, Perbaikan kesejahteraan sosial (PMKS)
Peningkatan penggalian potensi sumber PSM, Karang Taruna, Tagana,
kehidupan penyandang masalah Keluarga Pioneer, WPKS, TKSK
kesejahteraan sosial. dalam penanganan PMKS
Masih tingginya jumlah PMKS
9 Bidang Ilmu Peningkatan kerjasama dengan Belum optimalnya penerapan Peningkatan kerjasama dengan lembaga
Pengentahuan dan lembaga-lembaga penelitian nasional teknologi tepat guna dalam penelitian nasional dan provinsi
Teknologi (IPTEK). dalam penciptaan teknologi tepat guna rangka peningkatan daya saing Penciptaan dan pemanfaatan Teknologi
untuk meningkakan daya saing ekonomi ekonomi daerah Tepat Guna dalam peningkatan daya
daerah, dan perluasan Belum optimalnya penerapan saing ekonomi daerah
Perwujudan Kabupaten berbasis teknologi informasi dalam Penerapan tahapan e-gov
teknologi informasi. menunjang kinerja
penyelenggaran pemerintah
daerah (e-gov)
10 Bidang Pertanian Perekonomian lokal diarahkan untuk Fokus pembangunan ekonomi Pembangunan ekonomi lokal berbasis
dan Kelautan. menciptakan agro-industri lokal belum berbasis agro industri lokal
SDM berkualitas, diarahkan untuk SDM Aparatur (tenaga penyuluh) Bimtek dan Diklat bagi Aparatur (tenaga
mewujudkan standar kompetensi belum memenuhi standar penyuluh)
aparatur (tenaga penyuluh) serta kompetensi
kelompok/gapoktan Belum optimalnya kualitas Pembinaan Kelompok Tani/Gapoktan
Infrastruktur pertanian, diarahkan untuk kompetensi Kelompok
mewujudkan sarana dan prasarana Tani/Gapoktan
kelembagaan pasar komoditas pertanian Belum adanya pasar komoditas Pendirian sentra komoditas
di tingkat petani (Farm-Gate Market) untuk petani dan nelayan
maupun nelayan Masih banyak terdapat daerah Penanganan desa rentan pangan dan
Ketahanan Pangan dan Energi, diarahkan rawan pangan penyediaan bahan pangan masyarakat
untuk mewujudkan kemandirian pangan
dan energi sebagai dampak dari

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-5


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
ketahanan pangan (food security) dan
kedaulatan pangan (food sovereignty);
Meningkatkan aksesibilitas petani dan
nelayan terhadap sumber daya produktif,
termasuk permodalan dan infrastruktur Belum sepenuhnya pelaksanaan Penegakan Perda LP2B
pertanian Perda LP2B
Regulasi PEL, diarahkan untuk
Mewujudkan komitmen bersama dalam
mengembangkan agribisnis untuk
seluruh stakeholder; Mewujudkan
peraturan daerah tentang lahan abadi Belum terwujudnya indikator Nilai Tukar Petani (NTP) dan Kontribusi
pertanian; makro agribisnis pertanian terhadap PDRB
Indikator Makro Agribisnis, yang
ditujukan untuk mewujudkan kendali
peningkatan indikator makro
pembangunan agribisnis 20 %
11 Bidang Penciptaan destinasi wisata Kabupaten Belum optimalnya pengelolaan Penataan 30 Objek Destinasi Tujuan
Kepariwisataan Sukabumi sebagai salah satu unggulan destinasi wisata Kabupaten Wisata
pariwisata Jawa Barat Sukabumi
12 Bidang Koperasi, Pengembangan KUMKM di berbagai Daya saing KUKM yang masih Kualitas dan kuantitas Pembinaan dan
Usaha Mikro Kecil sektor perekonomian melalui peningkatan rendah dan belum memiliki daya fasilitasi KUKM
dan Menengah kualitas serta kehandalan untuk tawar usaha
(KUMKM). memposisikan KUMKM yang mempunyai
daya tawar usaha dengan meningkatkan
produktivitas dan efisiensi dalam
melakukan aktivitas bisnisnya
13 Bidang Investasi Semakin banyak pengusaha lokal Belum kondusifnya iklim investasi Kemudahan perijinan dan pelayanan
Daerah sebagai investor pembangunan di daerah di Kabupaten Sukabumi penanaman modal
yang disertai peningkatan dan Belum optimalnya pengembangan Pendataan potensi unggulan daerah
pemantapan regulasi di bidang investasi potensi investasi melalui sektor yang menjadi peluang investasi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-6


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
serta memperluas kerjasama investasi unggulan
dengan daerah lain di Jawa Barat
ataupun daerah lain di Indonesia atau
bahkan kerjasama dengan negara-negara
lain.
14 Bidang Energi Upaya kemandirian energi daerah dan Belum mandirinya energi daerah Optimalisasi energi terbaru dan
perdesaan dan perdesaan terbaharukan
15 Bidang Infrastruktur Pengelolaan Sumber Daya Air Rendahnya kualitas dan kuantitas Pembangunan dan pemeliharaan
Wilayah Transportasi Dan Perhubungan jaringan irigasi Jaringan Irigasi
1) Kebinamargaan Rendahnya tingkat kemantapan Peningkatan tingkat kemantapan jalan
2) Perhubungan jalan dan jembatan dan jembatan
3) Cipta Karya dan Tataruang Minimnya kuantitas dan kualitas Pembangunan fasilitas perhubungan
fasilitas perhubungan;
Masih rendahnya peran serta
masyarakat dalam membantu
menangani masalah perhubungan
Masih tingginya masyarakat yang
memiliki perumahan tidak layak
huni;
Masih minimnya cakupan
pelayanan air minum/air bersih;
Belum optimalnya penanganan
sanitasi di wilayah pemukiman;
16 Kebersihan, Tercapainya kondisi kawasan strategis Sistem drainase jalan yang belum Penyusunan Rencana Induk Sistem
Pertamanan dan dan lingkungan yang bersih termasuk berfungsi dengan baik Pengelolaan Drainase
Pemakaman saluran Drainase. Pembangunan sarana dan prasarana
Pencapaian pengurangan kuantitas Masih rendahnya kualitas dan TPST dan Optimalisaasi 3R
sampah sebesar 20 % dan Pencapaian tingkat pengelolaan sampah Penyediaan armada pelayanan
sasaran cakupan pelayanan 50 % persampahan
penduduk Penyusunan Masterplan persampahan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-7


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
Tercapainya kualitas pelayanan yang Pembebasan lahan untuk TPA
sesuai atau mampu melampaui standar Pendirian Bank Sampah
pelayanan Minimal persampahan Sosialisasi dan kampanye PHBS

Tercapainya peningkatan kualitas Keterbatasan lahan TPA


pengelolaan TPA menjadi sanitary landfill Belum optimalnya peran serta
serta Tidak dioperasikannya tpa secara masyarakat dalam pengelolaan
open dumping sebagaimana persampahan
diamanatkan dalam Undang-undang
nomor 18 tahun 2008 tentang
persampahan
Tercapainya peningkatan kinerja institusi Belum adanya kerjasama
pengelola persampahan yang mantap pengelolaan persampahan
yang didukung oleh struktur
kelembagaan yang kokoh dan
pembiayaan yang optimal.
Meningkatnya peran serta masyarakat Kurangnya kesadaran masyarakat
dalam perilaku hidup sehat, dalam PHBS
Terciptanya kerjasama pengelolaan
persampahan pemerintah dan swasta
baik skala Lokal, regional dan nasional.
Termanfaatkannya teknologi tepat guna
dalam pengolahan sampah sehingga
tercipta Produk yang mempunyai nilai
ekonomi.
17 Bidang Sumber Partisipasi dan tanggung jawab Meningkatnya degradasi kualitas Peningkatan kualitas pengelolaan,
Daya Alam dan masyarakat dalam pengelolaan sumber lingkungan hidup; pengawasan dan pengendalian
Lingkungan Hidup daya alam lingkungan serta sumber daya alam

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-8


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
Sistem informasi sumber daya alam dan Belum tersedianya data dasar dan Penyediaan data dasar dan sistem
lingkungan hidup yang yang handal, sistem informasi sumberdaya informasi sumberdaya alam dan
serta sarana prasarana dan infrastruktur alam dan lingkungan hidup lingkungan hidup
lingkungan yang semakin lengkap dan Mitigasi dan Penanggulangan Bencana
memadai Tingginya jumlah daerah rawan
Konservasi dan pemulihan kualitas dan bencana
fungsi sumber daya alam dan lingkungan
hidup
Sistem mitigasi dan penanggulangan
bencana yang handal, pengelolaan
pesisir dan laut secara terpadu, dan
tercapainya luasan kawasan lindung
Sistem pemantauan dan penilaian
lingkungan semakin dimantapkan dalam
rangka perbaikan berkesinambungan
kualitas lingkungan
Sistem manajemen pengelolaan sumber
daya alam yang efektif dan efisien
18 Bidang Peningkatan pemberdayaan keluarga Belum terintegrasinya data Peningkatan kualitas data penduduk
Kependudukan berkualitas, pemantapan sistem kependudukan melalui SIDAKEP yang berbasis GIS
administrasi kependudukan dan
Peningkatan persebaran penduduk
sesuai dengan potensinya serta
penyelenggaraan program transmigrasi.
19 Bidang Politik Perwujudan demokrasi pada proses Belum optimalnya peran Penguatan partai politik/LSM dan Ormas
politik, pemantapan semangat kelembagaan politik dalam
kebangsaan, membangun kemandirian pembangunan
partai politik, dan pemantapan peran
masyarakat madani (civil society)
20 Bidang Hukum dan Penguatan penerapan produk hukum Belum optimalnya pelaksanaan, Sosialisasi dan penegakan hukum

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-9


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
Hak Asasi Manusia untuk memantapkan pelaksanaan pengelolaan dan penataan hukum
(HAM) otonomi dan penyelenggaraan
pemerintahan, memantapkan penegakan
hukum dan perlindungan hak asasi
manusia (HAM)
21 Bidang Ketentraman Meminimalkan gangguan keamanan dan Masih terdapatnya gangguan Penambahan rasio jumlah satuan polisi
dan Ketertiban ketertiban masyarakat, mengoptimalkan keamanan dan ketertiban pamong paraja
potensi masyarakat dalam pemeliharaan Pelibatan masyarakat secara aktif dalam
keamanan dan ketertiban masyarakat keamanan, ketentraman dan ketertiban
yang berbasis pada masyarakat patuh
hukum serta peningkatan pelayanan
keamanan dan perlindungan masyarakat
dari berbagai gangguan
22 Bidang Aparatur Pemantapan profesionalitas aparatur Belum optimalnya kompetensi Peningkatan kompetensi aparatur dalam
dan Pelayanan yang didukung oleh penataan sistem dan aparatur pelayanan publik
Publik prosedur serta standarisasi kualitas Belum termanfaatkannya Optimalisasi peran PPTSP (Pusat
pelayanan, pemantapan teknologi teknologi informasi dalam Perijinan Terpadu Satu Pintu) melalui
informasi dan komunikasi dalam pelayanan PPTSP perluasan dan pemanfaatn teknologi
manajemen pemerintahan dan pelayanan Belum rutinnya pelaksanaan informasi
publik, survey indeks kepuasan Peningkatan indeks kepuasan
pengembangan budaya organisasi yang masyarakat dalam pelayanan masyarakat dalam pelayanan perizinan
berorientasi pelayan serta peningkatan perizinan Peningkatan Kapasitas Aparatur
harmonisasi hubungan antartingkat Kec/Desa
pemerintahan dan dengan pemangku
kepentingan lainnya.
Pembangunan kecamatan dan desa
diarahkan pada pengembangan kapasitas
kecamatan dan desa dalam rangka
penguatan daya saing. Penyelenggaran
pelayanan publik yang bermutu dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-10


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
akuntabel difokuskan pada bidang
perijinan
23 Bidang Keuangan Peningkatan daya guna kekayaan dan Belum optimalnya pengelolan Inventarisasi / penatausahaan barang
Daerah aset daerah kekayaan dan asset daerah milik daerah dan pengamanan asset
Optimalisasi kinerja organisasi perangkat daerah
daerah dalam pengelolaan belanja
daerah,
Penerapan konsentrasi kewilayahan Masih dibatasinya pelimpahan Evaluasi terhadap pelimpahan sebagian
dalam pembangunan daerah, kewenangan bupati kepada camat kewenangan bupati kepada camat
dalam menjalankan konsentrasi
pembangunan

Menjaga kesinambungan fiskal daerah Belum tersedianya data yang Peningkatan capaian realisasi PBB dan
akurat mengenai sumber retribusi daerah
sumber penerimaan daerah Intensifikasi dan ekstensifikasi PAD
Belum optimalnya peningkatan
pendapatan asli daerah
24 Bidang Tata Ruang Proporsi Kawasan lindung sebesar 45% Belum adanya aturan terkait Disusun dan diimplementasikannya perda
dan Kawasan Budidaya sebesar 55% pemanfaatan ruang di kawasan terkait pemanfaatan kawasan lindung non
termasuk alokasi untuk lahan sawah lindung non hutan hutan
beririgasi teknis sebagai lahan sawah Perlunya kejelasan dan ketegasan Tersusun dan diimplementasikannya
abadi, telah dapat diimplementasikan terkait perkembangan kawasan perda kawasan khusus di dalam kawasan
secara konsisten khusus yang berada di dalam lindung
kawasan lindung (termasuk Optimalisasi pelaksanaan perda LP2B dan
kawasan buffer) sehingga tidak produk turunannya
mengakibatkan terjadinya
eksploitasi kawasan lindung
Implementasi perda Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan
(LP2B) belum optimal, terutama

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-11


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Pokok Permasalahan Pembangunan


No Indikator dan Target RPJPD Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
RPJPD Daerah
terkait insentif dan disinsentif
sehingga resiko alih fungsi lahan
sawah masih sangat tinggi.

Pengembangan wilayah Kabupaten Infrastruktur dasar dan penunjang Kelengkapan infrastruktur dasar dan
Sukabumi dilaksanakan berdasarkan yang belum memadai penunjang
struktur dan pola ruang yang telah Belum optimalnya perencanaan Perencanaan sektor yang detil tentang
disiapkan pranatanya, termasuk dalam sektor terkait pengembangan KSK arah pengembangan kawasan
pengembangan kawasan koridor, sesuai tema kawasan Peningkatan SDM
perbatasan, dan kawasan lainnya, Sumber daya manusia yang belum
sebagai kawasan strategis kabupaten memadai
Sukabumi

Penataan ruang dilaksanakan dengan Tingginya biaya pengadaan data Memiliki data spasial yang up to date
penggunaan data dan informasi spasial spasial (citra terbaru, peta skala (kekinian)
yang mutakhir(selalu terbaharui) serta besar dll) Kelengkapan teknologi penunjang
operasional dalam kerangka Kurangnya dukungan teknologi SDM yang mumpuni
pengembangan infrastruktur data spasial. informatika penunjang
Sumberdaya manusia (ahli) yang
terbatas

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-12


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

4.1.2. Identifikasi Permasalahan untuk Pemenuhan


Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah
Permasalahan pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi
dapat dikatakan sebagai gap expectation antara kinerja
pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan,
serta antara apa yang ingin dicapai dalam pembangunan jangka
menengah dengan kondisi riil saat dokumen perencanaan ini
sedang dirumuskan. Permasalahan pembangunan daerah
Kabupaten Sukabumi pada umumnya timbul dari kekuatan yang
belum didayagunakan secara optimal dan kelemahan yang tidak
diatasi sehingga terjadi kesenjangan tersebut. Untuk
mengefektifkan sistem perencanaan pembangunan daerah
Kabupaten Sukabumi serta bagaimana visi dan misi Kabupaten
Sukabumi dibuat dengan sebaik-baiknya, dibutuhkan pengetahuan
yang mendalam tentang kekuatan dan kelemahan terkait peluang
dan tantangan yang akan dihadapi hingga akhir periode
pelaksanaan pembangunan nanti.
Tujuan dari perumusan permasalahan pembangunan daerah
Kabupaten Sukabumi adalah untuk mengidentifikasi berbagai faktor
yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan kinerja
pembangunan Kabupaten Sukabumi di masa lalu, khususnya yang
berhubungan dengan kemampuan manajemen pemerintahan dalam
memberdayakan kewenangan yang dimilikinya bersama dengan
pengembangan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki.
Penekanan pada sub bab ini, yaitu permasalahan pembangunan
daerah adalah rumusan yang memiliki dampak tertinggi bagi
masyarakat dan daerah. Hambatan maupun tantangan yang akan
diselesaikan dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan
sumber daya dan anggaran yang dimiliki oleh Kabupaten Sukabumi.
Adapun rumusan permasalahannya sebagai berikut:
1. Bidang Ekonomi
Menurunnya tenaga kerja di sektor pertanian
Belum optimalnya produksi pangan
Masih terdapatnya daerah rawan pangan
Belum berkembangnya sentra produksi pertanian, perkebunan
dan peternakan
Rendahnya tingkat kemampuan kelembagaan tani
Rendahnya tingkat produksi dan produktivitas komoditi
pertanian non pangan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-13


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Rendahnya pendapatan usaha perikanan


Rendahnya produksi dan mutu perikanan tangkap, budidaya
dan hasil olahan
Masih tersebarnya usaha perikan yang belum berbasis
kawasan
Belum terkelolanya kapasitas lembaga usaha ekonomi mikro
perdesaan
Masih rendahnya kesempatan kerja
Rendahnya minat masyarakat mengikuti program transmigrasi
Belum kondusifnya iklim investasi di Kabupaten Sukabumi
Rendahnya kinerja IKM
Daya saing KUKM yang masih rendah dan belum memiliki
daya tawar usaha
Belum terkelolanya potensi eksport dengan baik
Rendahnya pengelolaan dan pengembangan pariwisata
daerah
Belum optimalnya pengendalian kebutuhan pokok masyarakat
Masih minimnya sarana prasarana perdagangan

2. Bidang Sosial Budaya


Belum optimalnya pelestarian nilainilai budaya tradisional dan
kearifan lokal masyarakat
Belum optimalnya peran kelembagaan pemuda
Minimnya pembinaan terhadap cabang olahraga berprestasi
dan olahraga masyarakat
Belum optimalnya implementasi dan aktualisasi pemahaman
dan pengamalan nilai keagamaan dalam kehidupan
bernegara.
Masih terdapatnya gangguan keamanan dan ketertiban
Kualitas pelayanan Rumah Sakit, Puskesmas dan sarana
kesehatan lainnya belum sepenuhnya merujuk kepada
Standar Pelayanan Minimal
Belum optimalnya ketersediaan obat
Rendahnya kualitas pelayanan ibu hamil

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-14


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Masih terdapatnya kasus kematian ibu dan bayi


Masih tingginya angka kesakitan
Belum maksimalnya pemerataan puskesmas dalam pembinaan
upaya kesehatan kerja dan olahraga
Masih tingginya praktik-praktik pengobatan tradisional tanpa
ijin dinas terkait
Masih minimnya kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan
Masih rendahnya akses pelayanan kesehatan dasar
Tingginya angka korban NAFZA
Masih rendahnya pelayanan kesehatan melalui Jamkesda dan
BPJS
Masih rendahnya derajat kesehatan masyarakat miskin
Masih terdapatnya kasus balita gizi buruk
Rendahnya kualitas kesehatan lingkungan
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam PHBS
Relatif masih tingginya kasus penyakit menular dan tidak
menular
Laju pertumbuhan penduduk relatif masih tinggi
Belum sepenuhnya Pasangan Usia Subur Pra KS dan KS
mengikuti program KB
Rendahnya Minat Baca Masyarakat
Kurang meratanya sarana prasarana pendidikan dan tenaga
pendidik yang berkualitas di setiap wilayah
Masih rendahnya peran serta masyarakat dan pemangku
kepentingan lainnya terhadap pendidikan
3. Bidang Infrastruktur
Belum terwujudnya tertib pemanfaatan ruang
Tingginya angka kejadian bencana
Rendahnya tingkat kemantapan jalan dan jembatan
Rendahnya kualitas dan kuantitas jaringan irigasi
Masih minimnya sarana dan prasarana dasar permukiman
Masih tingginya masyarakat yang memiliki perumahan tidak
layak huni
Masih minimnya ketersediaan sarana dan prasarana
kelengkapan jalan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-15


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

masih rendahnya kinerja pelayanan transportasi


Tingginya angka kecelakaan
Masih tingginya pencemaran dan kerusakan lingkungan
Meningkatnya degradasi kualitas lingkungan hidup;

4. Bidang Pemerintahan
Belum meratanya kompetensi pegawai Aparatur Sipil Negara
Belum ditegakannya disiplin dan etika pegawai menjadi bagian
budaya organisasi
Struktur perangkat daerah belum efektif dan efisien
Minimnya kerjasama antara pemerintah daerah, Instansi
Pemerintah dan Lembaga Non Pemerintah
Belum optimalnya tata kelola administrasi kewilayahan
Perubahan aturan tentang pembentukan daerah otonomi baru
Belum optimalnya kapasitas penguatan kelembagaan DPRD
dan kualitas layanan pimpinan daerah
Pemahaman dan budaya hukum belum optimal
Belum konsistennya dokumen perencanaan daerah
Minimnya rasio pengawas internal pemerintah
Masih adanya temuan - temuan hasil pemeriksaan
Masih Rendah Pendapatan Asli daerah
Belum tertatanya arsip daerah secara baku
Belum terintegrasinya data kependudukan
Belum tertibnya administrasi pertanahan
Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan
Rendahnya pengelolaan administrasi desa
Masih adanya desa tertinggal dan sangat tertinggal
Belum optimalnya penerapan teknologi informasi dalam
menunjang kinerja penyelenggaran pemerintah daerah (e-
gov)
Permasalahan pembangunan akan menjadikan titik awal
perumusan setiap kebijakan strategis pembangunan daerah agar
menjadi lebih relevan dalam mencapai tujuannya. Selain itu,

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-16


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

permasalahan pembangunan yang terkait dengan pencapaian


target pembangunan nasional juga menjadi penunjang dalam
mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional. Oleh karenanya,
dalam merumuskan hierarki permasalahan daerah harus memiliki
dasar yang jelas dan valid sehingga permasalahan merupakan
potret keadaan sebenarnya dalam realita pembangunan.

4.2 Penelaahan RPJMN dan RPJMD Provinsi


Penelaahan kebijakan pembangunan nasional yang
ditetapkan dalam RPJMN merupakan salah satu identifikasi faktor-
faktor eksternal yang bertujuan untuk mendapatkan butir-butir
kebijakan pemerintah terpenting, yang berhubungan, dan
berpengaruh langsung terhadap perencanaan pembangunan daerah
dalam 5 (lima) tahun ke depan. Hasil telaahan pada dasarnya
dimaksudkan sebagai sumber utama bagi identifikasi isu-isu
strategis. Kebijakan yang diidentifikasi dapat berupa peluang atau,
sebaliknya, ancaman bagi daerah selama kurun waktu 5 (lima) tahun
yang akan datang.
Penelaahan kebijakan pembangunan nasional untuk
penyusunan RPJMD kabupaten Sukabumi dilakukan terhadap
dokumen RPJMN dan RPJMD Provinsi Jawa Barat atau kebijakan
pemerintah dan provinsi terkait dengan pembangunan daerah
kabupaten/kota.
Hasil telaahan kebijakan selanjutnya disusun ke dalam tabel
sebagai berikut:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-17


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 4.2
Identifikasi Kebijakan dalam RPJMN dan RPJMD Provinsi Jawa Barat

Kebijakan
No.
RPJMN RPJMD Provinsi Lain-lain

(1) (2) (3) (4)


Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Membangun perekonomian
Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkelanjutan merupakan landasan yang kokoh dan
utama untuk mempersiapkan Indonesia lepas dari posisi sebagai negara berkeadilandimaknai melalui
berpendapatan menengah menjadi negara maju. Pertumbuhan ekonomi yang kebijakan pengembangan
berkelanjutan ditandai dengan terjadinya transformasi ekonomi melalui penguatan kemampuan dan daya saing
1. pertanian, perikanan dan pertambangan, berkembangnya industri manufaktur di ekonomi Jawa Barat berbasis
berbagai wilayah, modernisasi sektor jasa, penguasaan iptek dan berkembangnya potensi lokal;
inovasi, terjaganya kesinambungan fiskal, meningkatnya daya saing produk ekspor
non-migas terutama produk manufaktur dan jasa, meningkatnya daya saing dan
peranan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi, serta
meningkatnya ketersediaan lapangan kerja dan kesempatan kerja yang berkualitas.
Meningkatkan Pengelolaan dan Nilai Tambah Sumber Daya Alam (SDA)
yang Berkelanjutan. Arah kebijakan peningkatan pengelolaan dan nilai tambah
SDA adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi melalui peningkatan
produktivitas dan per-luasan areal pertanian, meningkatkan daya saing dan nilai
tambah komoditi pertanian dan perikanan, meningkatkan produktivitas sumber
2. daya hutan, mengoptimalkan nilai tambah dalam pemanfaatan sumber daya
mineral dan tam-bang lainnya, meningkatkan produksi dan ragam bauran sumber
daya energi, meningkatkan efisiensi dan pemerataan dalam pemanfaatan energi,
mengembangkan ekonomi kelautan yang terintegrasi antarsektor dan antarwilayah,
dan meningkatnya efektivitas pengelolaan dan pemanfaatan keragaman hayati
Indonesia yang sangat kaya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-18


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Untuk Pertumbuhan dan Mewujudkan Jawa Barat


Pemerataan. Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memperkuat yang nyaman dengan
konektivitas nasional untuk mencapai kese-imbangan pembangunan, mempercepat pembangunan infrastruktur
penyediaan infrastruktur perumahan dan kawasan permukiman (air minum dan strategis yang berkelanjutan
sanitasi) serta infrastruktur kelistrikan, menjamin ketahanan air, pangan dan energi dimaknai melalui kebijakan
untuk mendukung ketahanan nasional, dan mengembangkan sistem transportasi optimalisasi kuantitas, kualitas
3. massal perkotaan. Kesemuanya dilaksanakan secara terintegrasi dan dengan dan pelayanan infrastruktur
meningkatkan peran kerjasama Pemerintah-Swasta. wilayah serta pengendalian tata
ruang berbasis daya dukung
lingkungan dan mitigasi bencana
serta peningkatan penciptaan
dan pemanfaatan energi baru
terbarukan
Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup, Mitigasi Bencana Alam dan
Penannganan Perubahan Iklim. Arah kebijakan peningkatan kualitas
lingkungan hidup, mitigasi bencana dan perubahan iklim adalah melalui
4. peningkatan pemantauan kua-litas lingkungan, pengendalian pencemaran dan
kerusakan ling-kungan hidup, penegakan hukum lingkungan hidup; mengurangi
risiko bencana, meningkatkan ketangguhan pemerintah dan masyarakat terhadap
bencana, serta memperkuat kapasitas mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
5. Penyiapan Landasan Pembangunan yang Kokoh. Landasan pembangunan Meningkatkan kinerja
yang kokoh dicirikan oleh meningkatnya kualitas pelayanan publik yang didukung pemerintahan melalui
oleh birokrasi yang bersih, transparan, efektif dan efisien; meningkatnya kualitas profesionalisme tatakelola dan
penegakan hukum dan efektivitas pencegahan dan pemberantasan korupsi, perluasan partisipasi publik
semakin mantapnya konsolidasi demokrasi, semakin tangguhnya kapasitas dimaknai melalui kebijakan
penjagaan pertahanan dan stabilitas keamanan nasional, dan meningkatnya peran penyelenggaraan good
kepemimpinan dan kualitas partisipasi Indonesia dalam forum internasional. governance yang bermutu,
akuntabel, toleran dan berbasis
ilmu pengetahuan dan
teknologi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-19


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

6. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat Membangun masyarakat yang
Yang Berkeadilan. Sumberdaya manusia yang berkualitas tercermin dari berkualitas dan berdaya saing
meningkatnya akses pendidikan yang berkualitas pada semua jenjang pendidikan dimaknai melalui kebijakan
dengan memberikan perhatian lebih pada penduduk miskin dan daerah 3T; optimalisasi kualitas dan sebaran
mening-katnya kompetensi siswa Indonesia dalam Bidang Matematika, Sains dan layanan pendidikan,kesehatandan
Literasi; meningkatnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan, terutama kepada kesejahteraan sosial, serta
para ibu, anak, remaja dan lansia; meningkatnya pelayanan gizi masyarakat yang peningkatan kapabilitas
berkualitas, meningkatnya efektivitas pencegahan dan pengendalian penya-kit dan sumberdaya manusia Jawa Barat;
penyehatan lingkungan, serta berkembangnya jaminan kesehatan.
Mengokohkan kehidupan
sosial kemasyarakatan melalui
peningkatan peran pemuda,
olahraga, seni, budaya dan
pariwisata dalam bingkai kearifan
lokal dimaknai melalui kebijakan
peningkatan kehidupan sosial
kemasyarakatan yang berbasis
potensi lokal.

7 Mengembangkan dan Memeratakan Pembangunan Daerah. Pembangunan


daerah diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan wilayah Jawa-Bali dan
Sumatera bersamaan dengan meningkatkan kinerja pusat-pusat pertumbuhan
wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua; menjamin
pemenuhan pelayanan dasar di seluruh wilayah bagi seluruh lapisan masyarakat;
mempercepat pembangunan daerah tertinggal dan kawasan perbatasan;
membangun kawasan perkotaan dan perdesaan; mempercepat penetapan Rencana
Tata Ruang Wilayah; dan mengoptimalkan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi
daerah.
Sumber : diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-20


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

4.3 Penelaahan RPJMD Daerah Lainnya

Penyusunan RPJMD juga memperhatikan dokumen RPJMD


daerah lainnya agar tercipta keterpaduan pembangunaan jangka
menengah daerah dengan daerah sekitar, atau dalam satu wilayah
kepulauan atau yang ditetapkan sebagai satu kesatuan wilayah
pembangunan atau dengan daerah lain yang memiliki hubungan
keterkaitan atau pengaruh dalam pelaksanaan pembangunan
daerah. Perlunya suatu daerah menelaah RPJMD daerah lain karena
alasan:
1. Adanya persamaan kepentingan atau tujuan atau upaya-upaya
strategis yang harus disinergikan;
2. Adanya persamaan permasalahan pembangunan yang
memerlukan upaya pemecahan bersama;
3. Adanya agenda pembangunan kewilayahan yang menentukan
kewenangan bersama, utamanya daerah-daerah yang letaknya
berdekatan; dan
4. Adanya kebijakan pemerintah menetapkan daerah sebagai
bagian dari kesatuan wilayah/kawasan pembangunan.
Selanjutnya, identifikasi kebijakan dari dokumen RPJMD
daerah lain dituangkan dalam tabel sebagai berikut:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-21


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 4.3
Identifikasi RPJMD Daerah Lain di
Provinsi Jawa Barat

No. Daerah Lain Periode RPJMD Kebijakan Terkait Keterangan


1 Kota Sukabumi Tahun 2013 - 2018 1) Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Beriman, Bertaqwa dan
Berbudaya
2) Mewujudkan Pelayanan Pendidikan Yang Berkualitas

3) Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas

4) Mewujudkan Pengembangan Perdagangan dan Sektor Lapangan Usaha


Lainnya yang Berdaya Saing Tinggi
5) Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Dengan Aparatur
Pemerintah Daerah Yang Profesional Dan Amanah
6) Mewujudkan Kota Sukabumi yang Nyaman dan Indah

2 Kabupaten Tahun 2013 - 2018 1) Pembangunan sosial masyarakat, budaya dan kehidupan
Bogor beragama diarahkan untuk mencapai sasaran peningkatan kualitas
sumberdaya manusia yang ditandai dengan meningkatnya indeks
pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan gender (IPG).
Pembangunan bidang sosial masyarakat, budaya dan kehidupan beragama
diprioritaskan pada pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan akses
dan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan akses dan kualitas
pelayanan pendidikan, peningkatan partisipasi pemuda, budaya dan
prestasi olahraga, peningkatan kualitas kehidupan beragama, pelestarian
budaya, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial,
peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, serta
perlindungan anak.
2) Pembangunan ekonomi diarahkan pada peningkatan tingkat

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-22


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dalam bentuk percepatan


pertumbuhan ekonomi berbasis keunggulan potensi lokal, yang didukung
oleh peningkatan ketahanan pangan dan revitalisasi pertanian, perbaikan
iklim investasi, perbaikan kualitas sumber daya manusia, perbaikan
infrastruktur dasar, serta terjaganya dan terpeliharanya lingkungan hidup
secara berkelanjutan.
3) Pemantapan tata kelola pemerintahan daerah yang lebih baik
diarahkan pada peningkatan kinerja secara terpadu, penuh integritas,
akuntabel, taat kepada hukum yang berwibawa, dan transparan serta
peningkatan kualitas pelayananpublik yang ditopang oleh efisiensi struktur
pemerintah di daerah, kapasitas pegawai pemerintah yang memadai, dan
data kependudukan yang baik.
Sumber : diolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-23


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

4.4 Isu Strategis Pembangunan Daerah


Isu-isu strategis merupakan berbagai persoalan maupun
fenomena yang menjadi perbincangan baik internasional, nasional,
hingga regional karena pengaruhnya yang krusial terhadap kondisi
atau perihal pelaksanaan pembangunan daerah masa kini maupun
mendatang. Terkait dengan hal tersebut, perlu kiranya isu-isu
strategis menjadi salah satu acuan pokok dalam penyusunan
program kegiatan prioritas pembangunan agar pencapaian tujuan
pembangunan daerah lebih terstruktur, tepat, dan cepat. Diharapkan
dengan memperhatikan setiap isu strategis yang teridentifikasi,
dalam waktu lima tahun ke depan pembangunan Kabupaten
Sukabumi lebih signifikan sebagai sarana menuju perwujudan
masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Tindak lanjut dari identifikasi isu-isu strategis tersebut nantinya
akan dianalisis dan dikaji sehingga memiliki sebuah kesimpulan
dalam membantu perumusan perencanaan kebijakan pembangunan
daerah. Analisis dan kajian isu-isu strategis tersebut juga
memerlukan berbagai pertimbangan agar dalam realisasi
perencanaan pembangunannya nanti masih sesuai dengan koridor
capaian pembangunan nasional. Pertimbangan-pertimbangan
tersebut adalah sebagai berikut:
a) Memiliki pengaruh yang besar atau signifikan terhadap
pencapaian sasaran pembangunan nasional;
b) Merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Daerah
Kabupaten Sukabumi berdasarkan urusan kewenangannya;
c) Cakupan dampak serta manfaat yang ditimbulkannya cukup vital
terhadap daerah dan masyarakat;
d) Memiliki daya ungkit signifikan terhadap capaian progress
pembangunan daerah;
e) Faktor kemungkinan atau kemudahannya untuk dikelola; dan
f) Merupakan prioritas janji politik yang perlu segera diwujudkan.
Berdasarkan proses tersebut, isu-isu strategi yang dihasilkan
merupakan kumpulan persoalan yang dihadapi dan dinilai perlu
diantisipasi dan/atau ditanggulangi dalam rangka mewujudkan
keberhasilan pencapaian tujuan penyelenggaraan pembangunan di
Kabupaten Sukabumi selama lima tahun kedepan (tahun 2016-2021).

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-24


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

4.4.1 Isu Internasional


Isu-isu strategis di tingkat internasional yang relevan bagi
perencanaan pembangunan selama lima tahun masa perencanaan
jangka menengah daerah Kabupaten Sukabumi antara lain:
pencapaian tujuan pembangunan Sustainable Development Goals
(SDGs), penerapan sumber energi alternatif sebagai antisipasi
sumber energi tak terbaharukan, antisipasi perubahan iklim global
(global warning/climate change), serta kemajuan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) yang semakin pesat.

a. Sustainable Development Goals (SDGs)


Isu strategis internasional yang relevan pada sebagian besar
perencanaan pembangunan daerah adalah pencapaian tujuan
pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)
yang setelah berakhir periode kegiatannya akan dilanjutkan pada
laporan panel tingkat tinggi (High-Level Panel of Eminent
Persons/HLPEP) dengan lima pergeseran transformatif seperti:
1. Mengakhiri kelaparan dan extreme poverty;
2. Melaksanakan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yang
berbasis sosial, ekonomi, dan lingkungan;
3. Menciptakan kesempatan pekerjaan dan penghidupan serta
mengaitkan growth dengan pembangunan berkelanjutan;
4. Bebas dari konflik dan kekerasan, transparansi dan institusi publik
yang efektif dan akuntabel; dan
5. Visi dan semangat baru kemitraan global. Peran spesifik bagi
setiap aktor pemerintah, akademisi, bisnis, CSO, dan lain-lain.

1) Penerapan Green Economic Global (Ekonomi Ramah


Lingkungan)
Telah diselenggarakan konferensi tingkat internasional
mengenai Green Economic Global yang dilaksanakan di Surabaya,
Jawa Timur mengusung tema The Role of Lokal Government on
Blue Economy. Pemrakarsa konferensi internasional ini adalah
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Universitas Khon
Kaen Thailand, dan Yayasan Damandiri dengan didukung oleh
Pemerintah Daerah Surabaya.
Sekitar 400 peserta termasuk para tokoh dari berbagai
negara hadir dalam konferensi itu, antara lain dari Afrika Selatan
dan beberapa negara di Afrika, Asia, Australia, dan Selandia Baru.
Dalam forum berskala internasional tersebut, sejumlah pakar

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-25


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

terkait baik dari kalangan akademisi maupun pemerintah telah


menyajikan berbagai persoalan berkaitan dengan pengembangan
ekonomi bersifat ramah lingkungan yang dapat diterapkan di
beberapa wilayah di Tanah Air. Hal ini dilakukan sebagai
penerapan Green Economy yang telah menjadi pembicaraan
hangat di sejumlah negara di dunia karena degradasi lingkungan
semakin lama semakin meluas dengan tingkat keparahan yang
semakin tinggi.
Indonesia memiliki potensi besar dalam memberikan
kontribusi pengalihan pembangunan internasional ke pola
pembangunan yang berkelanjutan. Hal tersebut dapat dilakukan
dengan pencegahan pembalakan liar hutan sehingga Indonesia
dapat menciptakan sumber pendapatan dan lapangan kerja ramah
lingkungan baru, menjaga keanekaragaman hayati, ketersediaan
air bersih, dan obat-obatan alami bagi masyarakat.
Menurut PBB, apabila dunia berhasil mengurangi perusakan
hutan hingga separuh pada 2030, dunia akan bisa mencegah
kerugian senilai US$ 3,7 triliun akibat kenaikan emisi gas rumah
kaca global. Tentunya beberapa tahun belakangan ini, negara-
negara maju yang telah mulai menerapkan berbagai produk hijau
juga telah mendorong negara-negara berkembang untuk segera
saling mengupayakan langkah-langkah menuju pengembangan
ekonomi ramah lingkungan agar masyarakat dapat hidup lebih
sehat ke depan.

2) Penerapan sumber energi alternatif sebagai antisipasi


sumber energi tak terbaharukan
Keberlanjutan sumber energi di masa depan semakin
menipis, selain khawatir akan kapasitasnya yang semakin
berkurang, masyarakat dunia juga khawatir akan isu global
warming yang diakibatkan oleh hasil pembakaran energi fosil
sehingga membuat lapisan ozon semakin tipis. Indonesia sendiri
masih sangat tergantung dengan pasokan energi yang berasal
dari energi fosil untuk digunakan sebagai bahan bakar minyak
(BBM).
Tingginya konsumsi BBM di Indonesia cukup memprihatinkan
sehingga perlu adanya pembaharuan dalam menyikapi krisis
energi dengan penggunaan energi alternatif. Energi alternatif ini
sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari,
terutama dengan kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis
dan kesuburan tanah yang berpotensi. Sumber energi alternatif

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-26


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

dapat berasal dari sampah yang kita hasilkan baik organik maupun
anorganik serta berasal dari sumber energi terbarukan seperti
biomassa, matahari, angin, dan sebagainya. Diharapkan ke
depannya, Indonesia memiliki sumber energi yang akan
mencukupi kebutuhan energi dalam negeri tanpa khawatir dengan
peningkatan pemanasan global.

3) Antisipasi perubahan iklim global (Global


Warming/Climate Change)
Perkembangan lingkungan pada era globalisasi
pembangunan sekarang ini menunjukkan penurunan. Hal ini
disebabkan pembangunan yang mengesampingkan faktor
kelestarian lingkungan hidup sehingga menyebabkan kelestarian
hidup yang buruk degan akibat ancaman global warming. Global
warming merupakan efek atau dampak dari rusaknya kelestarian
ekosistem alam yang dapat mengakibatkan kekeringan,
kelangkaan bahan pangan, hingga banjir dan bahkan mampu
menjadi penyebab utama dalam adanya bencana alam.
Perlu adanya antisipasi dari pemerintah dan masyarakat
dunia dalam menyikapi global warming. Segala bentuk
perencanaan pembangunan harus mempunyai strategi dalam
menerapkan pembangunan yang ramah lingkungan. Hal ini
dilakukan agar kelestarian alam dapat terjaga dan efek global
warming dapat diminimalisir atau dapat dihindari namun tetap
terlaksana pertumbuhan ekonomi yang lebih baik

4) Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi


Pada era globalisasi sekarang ini, ilmu pengetahuan dan
komunikasi semakin mudah terjangkau oleh lapisan masyarakat
yang mengindikasikan perkembangan IPTEK dan telekomunikasi
mengalami perkembangan yang positif. Kemajuan IPTEK dan
komunikasi bertujuan untuk mempermudah kehidupan seseorang
dalam berbagai hal. Dengan perkembangan yang positif ini, dunia
industri teknologi dan komunikasi semakin menunjukkan agregrat
yang signifikan.
Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap
proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima
sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
Lebih cepat
Lebih luas sebarannya, dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-27


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Lebih lama penyimpanannya.


Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan
bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada
teknologi ini, seperti e-government, e-commerce, e-education, e-
medicine, e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu
berbasiskan elektronika.
Dengan adanya kemajuan teknologi, informasi, dan
komunikasi ini, Negara Indonesia diharapkan mampu mengikuti
setiap perkembangan globalisasi yang ada sehingga diharapkan
Indonesia mempunyai peluang dalam memanfaatkan atau
membuat produk yang lebih unggul. Ke depannya nanti, diharapkan
Indonesia tidak hanya sebagai pemakai (user) tetapi mampu
menjadi pembuat (produsen) sehingga memiliki persaingan yang
cukup sehat alam pengembangan teknologi, informasi, dan
komunikasi. Jika hal tersebut terealisasi, maka Indonesia akan
mampu menjadi Negara yang tidak hanya mengandalkan teknologi
dari luar negeri, namun mampu mengekspor segala bentuk
teknologi informasi, dan komunikasi sesuai dengan spesifikasi yang
mampu berdaya saing internasional.
E-Government sendiri merupakan kegiatan yang terkait
dengan upaya seluruh lembaga pemerintah dalam bekerja
bersama-sama memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi,
sehingga dapat menyediakan jasa layanan elektronik dan informasi
yang akurat kepada individu masyarakat dan dunia usaha. Inisiatif
e-Government adalah suatu proses yang berlangsung terus
menerus untuk memperbaiki kinerja pemerintah dan
penyelenggaraan layanan yang efisien bagi publik. Perlu ditekankan
bahwa, efisiensi sangat tergantung pada kurun waktu dan
teknologi. e-Government yang sangat efisien saat ini belum tentu
efisien beberapa tahun ke depan karena perkembangan TIK dan
demand dari stakeholdernya.
Pengembangan e-Government merupakan upaya untuk
mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan melalui
penggunaan media elektronik untuk meningkatkan kualitas layanan
publik. Dengan adanya pengembangan e-Government maka perlu
dilakukan penataan sistem dan proses kerja di lingkungan
pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mencakup 2 (dua)
kegiatan atau aktifitas yang berkaitan langsung, (Inpres No.3,
2003) yaitu:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-28


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

a) Pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen


dan proses kerja secara elektronis;
b) Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan
publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat
di seluruh wilayah negara.
Pelaksanaan dalam pengembangan e-Government diarahkan
untuk mencapai 4 (empat) tujuan utama, (Inpres No.3, 2003)
yaitu:
a) Pembentukan jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik
yang memiliki kualitas dan lingkup yang dapat memuaskan
masyarakat luas serta dapat terjangkau di seluruh wilayah
Indonesia pada setiap saat tidak dibatasi oleh sekat waktu dan
dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat.
b) Pembentukan hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk
meningkatkan perkembangan perekonomian nasional dan
memperkuat kemampuan menghadapi perubahan dan
persaingan perdagangan internasional.
c) Pembentukan mekanisme dan saluran komunikasi dengan
lembaga lembaga negara serta penyediaan fasilitas dialog
publik bagi masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam
perumusan kebijakan negara.
d) Pembentukan sistem manajemen dan proses kerja yang
transparan dan efisien serta memperlancar transaksi dan
layanan antar lembaga pemerintah dan pemerintah daerah
otonom.
Berdasarkan sifat transaksi informasi dan pelayanan publik
yang disediakan oleh pemerintah, pengembangan e-Government
dilaksanakan melalui 4 (empat) tingkatan sebagai berikut (Inpres
No.3, 2003):
Tingkat 1 Persiapan yang meliputi:
a) Pembuatan situs informasi di setiap lembaga;
b) Penyiapan SDM;
c) Penyiapan sarana akses yang mudah misalnya
d) menyediakan sarana Warnet, SME-Center, dll;
e) Sosialisasi situs informasi baik untuk internal maupun untuk
publik.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-29


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tingkat 2 Pematangan yang meliputi:


a) Pembuatan situs informasi publik interaktif;
b) Pembuatan antar muka keterhubungan dengan lembaga lain;
Tingkat 3 Pemantapan yang meliputi:
a) Pembuatan situs transaksi pelayanan publik;
b) Pembuatan interoperabilitas aplikasi maupun data dengan
lembaga lain.
Tingkat 4 Pemanfaatan yang meliputi:
a) Pembuatan aplikasi untuk pelayanan yang bersifat G2G, G2B
dan G2C yang terintegrasi.

4.4.2 Isu (Kebijakan) Nasional


Kebijakan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia
dalam pelaksanaan pembangunan nasional menjadi isu nasional
yang memiliki potensi besar untuk mempengaruhi arah
pembangunan Kabupaten Sukabumi pada masa mendatang.
Dokumen perencanaan tingkat nasional akan menjadi salah satu
sumber kebijakan yang memiliki kepastian tinggi dan dalam amanat
peraturan perundangan harus diikuti karena penyusunan RPJMD
harus terintegrasi dengan berbagai dokumen perencanaan
pembangunan baik regional maupun nasional.

a. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional


(RPJPN)
Isu-isu secara nasional yang memiliki potensi besar untuk
memengaruhi arah pembangunan Kabupaten Sukabumi pada masa
mendatang adalah kebijakan dari Pemerintah Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Pada penyusunan RPJMD Kabupaten Sukabumi
(2016-2021) akan diselaraskan dengan periode RPJMN III (2015-
2019) yang mengacu pada RPJPN tahap ketiga (2015-2019).
Arah kebijakan pada RPJMN 2015-2019 ditekankan pada:
1. Pembangunan daya saing industri nasional untuk meningkatkan
nilai tambah sumber daya alam;
2. Pembangunan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan
produktivitas; dan
3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melahirkan
inovasi.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-30


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 4.1
Fokus Kebijakan Setiap Tahapan dalam RPJPN 2005-2025

Sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 17


tahun 2007 tentang RPJPN, arah kebijakan untuk periode RPJMN III
(2015-2019) yang relevan untuk pengembangan potensi daerah
dalam kerangka pembangunan dijelaskan sebagai berikut:
1. Berlandaskan pelaksanaan, pencapaian, dan sebagai
keberlanjutan RPJM tahap III, RPJM tahap III ditujukan untuk
lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh di
berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing
kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya
alam dan sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan
ilmu dan teknologi yang terus meningkat.
2. Kualitas sumber daya manusia terus mengalami perubahan
positif yang ditandai oleh meningkatnya kualitas dan relevansi
pendidikan; meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi
masyarakat; meningkatnya kesetaraan gender; meningkatnya
tumbuh kembang optimal serta kesejahteraan dan perlindungan
anak; tercapainya kondisi penduduk tumbuh seimbang; serta
mantapnya budaya dan karakter bangsa.
3. Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan semakin efektif dan
efisien yang dicerminkan oleh terjaganya daya dukung
lingkungan dan kemampuan pemulihan untuk mendukung
kualitas kehidupan sosial dan ekonomi secara serasi, seimbang,
dan lestari; terus membaiknya pengelolaan dan pendayagunaan
sumber daya alam yang diimbangi dengan upaya pelestarian
fungsi lingkungan hidup; meningkatnya kesadaran, sikap mental,
dan perilaku masyarakat terhadap lingkungan hidup; serta

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-31


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

semakin mantapnya kelembagaan dan kapasitas penataan ruang


di seluruh wilayah Indonesia.
4. Daya saing perekonomian Indonesia semakin kuat dan kompetitif
dengan semakin terpadunya industri manufaktur dengan
pertanian, kelautan, dan sumber daya alam lainnya secara
berkelanjutan; terpenuhinya ketersediaan infrastruktur yang
didukung oleh mantapnya kerja sama pemerintah dan dunia
usaha; makin selarasnya pembangunan pendidikan, industri, ilmu
pengetahuan dan teknologi; serta terlaksananya penataan
kelembagaan ekonomi untuk mendorong peningkatan efisiensi,
produktivitas, penguasaan, dan penerapan teknologi oleh
masyarakat dalam kegiatan perekonomian.
5. Ketersediaan infrastruktur yang sesuai dengan rencana tata
ruang ditandai oleh berkembangnya jaringan infrastruktur
transportasi; terpenuhinya pasokan tenaga listrik yang handal
dan efisien sesuai kebutuhan sehingga elektrifikasi rumah tangga
dan elektrifikasi perdesaan dapat tercapai; mulai
dimanfaatkannya tenaga nuklir untuk pembangkit listrik dengan
mempertimbangkan faktor keselamatan secara ketat;
terselenggaranya pelayanan pos dan telematika yang efisien dan
modern guna terciptanya masyarakat informasi Indonesia;
terwujudnya konservasi sumber daya air yang mampu menjaga
keberlanjutan fungsi sumber daya air dan pengembangan
sumber daya air; serta terpenuhinya penyediaan air minumuntuk
memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
6. Wilayah perdesaan merupakan titik vital pembangunan
masyarakat ekonomi lemah. Oleh karena itu, pengembangan
infrastruktur perdesaan harus terus dikembangkan terutama
untuk mendukung pembangunan pertanian. Selain itu,
pemenuhan kebutuhan hunian yang dilengkapi sarana prasarana
pendukung kehidupan bagi seluruh masyarakat harus terus
ditingkatkan dengan didukung oleh sistem pembiayaan
perumahan jangka panjang, berkelanjutan, efisien, dan
akuntabel. Diharapkan, dengan terpenuhinya kondisi tersebut
semakin mendorong terwujudnya kabupaten/kota tanpa
permukiman kumuh.

b. Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden Periode 2014-


2019
Dalam merumuskan dan merealisasikan berbagai
komitmen Presiden dan Wakil Presiden Negara Kesatuan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-32


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Republik Indonesia yang terpilih pada periode ini, serta


berdasarkan kajian maupun analisis mengenai permasalahan dan
isu strategis nasional yang menjadi prioritas untuk ditangani
dalam lima tahun ke depan, termasuk dalam penyelarasan
dengan sasaran-sasaran pokok pembangunan jangka panjang
dalam RPJP Nasional tahun 2005-2025, maka untuk memajukan
Negara Indonesia ke depan ditetapkan visi RPJM Nasional tahun
2015-2019 sebagai berikut: Terwujudnya Indonesia yang
Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan
Gotong Royong
Gotong royong merupakan intisari dari ideologi
Pancasila. Tanggung jawab untuk membangun bangsa harus
dilakukan dengan cara musyawarah dalam memutuskan dan
gotong royong dalam kerja. Kekuatan rakyat adalah Gotong
Royong, dimana rakyat selalu bahu-membahu dan bekerjasama
menyelesaikan berbagai hambatan dan tantangannya ke depan.
Berdaulat adalah hakikat dari kemerdekaan, yaitu hak
setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan
menentukan apa yang terbaik bagi bangsanya sendiri. Oleh
karena itu, pembangunan sebagai usaha untuk mewujudkan
kedaulatan sebagai negara merdeka, merupakan upaya
membangun kemandirian. Bangsa yang berdaulat dan mandiri
adalah bangsa yang mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan
sederajat dengan bangsa lain. Oleh karena itu, untuk
membangun kemandirian diperlukan kekuatan dan kemampuan
nasional di segala lini baik bidang ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya dan pertahanan keamanan.
Kemandirian suatu bangsa tercermin antara lain pada
ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu
memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunannya;
kemandirian aparatur pemerintah dan aparatur penegak hukum
dalam menjalankan tugasnya; kemampuan untuk memenuhi
pembiayaan pembangunan yang bersumber dari dalam negeri
yang makin kokoh dan berkurangnya ketergantungan kepada
sumber luar negeri; dan kemampuan memenuhi kebutuhan
pokok.
Kemandirian dalam kebudayaan harus dicerminkan
dalam setiap aspek kehidupan baik hukum, ekonomi, politik,
sosial budaya, maupun pertahanan keamanan. Kemandirian dan
kemajuan suatu bangsa tidak boleh hanya diukur dari

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-33


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

perkembangan ekonomi semata, namun kemandirian dan


kemajuan juga tercermin dalam kelembagaan, pranata-pranata,
dan nilai-nilai yang mendasari kehidupan politik dan sosial.
Secara lebih mendasar lagi, kemandirian sesungguhnya
mencerminkan sikap seseorang atau sebuah bangsa mengenai
jati dirinya, masyarakatnya, serta semangatnya dalam
menghadapi berbagai tantangan.
Upaya untuk mewujudkan Visi tersebut ditempuh melalui
Misi sebagai berikut:
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga
kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan
mengamankan sumberdaya maritim, dan mencerminkan
kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan
demokratis berlandaskan Negara Hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat
jati diri sebagai negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia indonesia yang tinggi,
maju dan sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing
6. Mewujudkan indonesia menjadi negara maritim yang mandiri,
maju, kuat, dan berlandaskan kepentingan nasional.
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam
kebudayaan.
Dalam rangka mencapai visi dan misi serta untuk
menunjukkan prioritas dalam jalan perubahan menuju Indonesia
yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi,
dan berkepribadian dalam kebudayaan, dirumuskan sembilan
agenda prioritas. Kesembilan agenda prioritas itu disebut NAWA
CITA, yaitu:
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap
bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga
negara;
2. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata
kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan
terpercaya;
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat
daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan;

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-34


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi


sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi,
bermartabat, dan terpercaya;
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat
Indonesia;
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar
Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan
bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya;
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan
sektor-sektor strategis ekonomi domestik;
8. Melakukan revolusi karakter bangsa; serta
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial
Indonesia.
Dalam pelaksanaan agenda prioritas nasional tersebut,
dirumuskanlah kebijakan pengembangan wilayah pulau-pulau
besar yang diarahkan untuk mendorong percepatan
pembangunan di wilayah Kalimantan, Sulawesi, NusaTenggara,
Maluku dan Papua dengan tetap mempertahankan momentum
pembangunan di wilayah Jawa-Bali dan Sumatera. Percepatan
pembangunan wilayah ditujukan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya
manusia, serta mengurangi kesenjangan.

4.4.3 Isu (Kebijakan) Provinsi Jawa Barat


Dalam pelaksanaan pembangunan nasional, Provinsi Jawa
Barat merupakan bagian dari pengembangan wilayah Jawa-Bali
dimana memiliki potensi dan keunggulan wilayah yang ditopang
oleh tiga sektor yakni sektor industri pengolahan, perdagangan,
hotel dan restoran, serta pertanian. Terkait dengan hal tersebut,
tema pengembangan wilayah Jawa-Bali adalah sebagai berikut:
a. Lumbung pangan nasional;
b. Pendorong sektor industri dan jasa nasional dengan
pengembangan industri makanan-minuman, tekstil, otomotif,
alutsista, telematika, kimia, alumina, dan besi baja;
c. Salah satu pintu gerbang destinasi wisata terbaik dunia dengan
pengembangan industri kreatif; dan
d. Percepatan pembangunan ekonomi berbasis maritim (kelautan)
melalui pengembangan industri perkapalan dan pariwisata
bahari.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-35


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Untuk merealisasikan terwujudnya tema pengembangan


wilayah Jawa-Bali, maka kontribusi Provinsi Jawa Barat sangat
strategis dimana kegiatan strategis jangka menengah wilayah
Provinsi Jawa Barat dapat dijabarkan sebagai berikut:

PERKERETAAPIAN DIPERUNTUKKAN BAGI PENGANGKUTAN


PENUMPANG DAN BARANG
1. Pembangunan Jalur KA Bandung-Tanjungsari-Sumedang-Kertajati-
Kadipaten-Cirebon
2. Pembangunan Jalur KA Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang
3. Pembangunan jalur ganda KA antara Padalarang - Bandung -
Cicalengka (KA Perkotaan Bandung termasuk elektrifikasi)
4. Pembangunan jalur KA baru lingkar luar Jabodetabek antara
Parungpanjang Citayam
5. Pembangunan double-double track (DDT) antara Manggarai
Jatinegara Bekasi Cikarang
6. Lanjutan pembangunan shortcut antara Cibungur - Tanjung Rasa
7. Pembangunan jalur KA antara Cangkring - Pelabuhan Cirebon
8. Elektrifikasi reL ganda KA Cikarang-Cikampek
9. Reaktivasi jalur KA antara Rancaekek - Tanjung. Sari
10. Pembangunan jalur KA baru antara Tanjung Sari - Kertajati
11. Reaktivasi jalur KA antara Cirebon - Kadipaten dan pembangunan
jalur KA baru antara Kadipaten - Bandara Kertajati
12. Reaktivasi jalur KA antara Banjar Kroya
13. Reaktivasi jalur KA antara Banjar - Pangandaran - Cijulang
14. Pembangunan monorail Bandung Raya (Pemprov Jabar, KPS)
15. Pembangunan Jalur KA ganda Parsial Jalur KA Cisomang-
Cikadongdong
16. Pembangunan Jalur KA ganda Jalur Cikadongdong-Padalarang
17. Pembangunan Jalur KA ganda KA Parungpanjang-Tenjo
18. Pembangunan Jalur KA ganda Parsial Purwakarta-Ciganea
19. Pembangunan Jalur KAElektrifikasi Citayam-Nambo
20. Pembangunan Jalur KA Shortcut Jalur KA Cibungur-Tanjungrasa
21. Pembangunan Jalur KA Stasiun Kejaksan-Pelabuhan Cirebon
22. Pembangunan Jalur KA Bandung-Tanjungsari
23. Terminal Terpadu (Kereta Api) Gedebage
24. Light Rail Transit (LRT) Kota Bandung

PERHUBUNGAN DARAT
1. Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Bandung*
2. Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Bogor*
3. Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Bekasi*
4. Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Depok*
5. Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Cimahi*
6. Pengembangan Sistem Transit dan Semi BRT Kota Tasikmalaya*

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-36


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

PERHUBUNGAN UDARA
1. Pembangunan Bandara Kertajati*
2. Pengembangan Bandar Udara Nusawiru di Kab. Pangandaran
3. Pengembangan Bandar Udara Cakrabhuwana Kab. Cirebon
4. Pembangunan Airstrip Pangandaran
5. Pembangunan Bandara Citarate

PERHUBUNGAN LAUT
1. Pengembangan Pelabuhan Pemanukan
2. Pembangunan Pelabuhan Laut Regional di Jawa Barat Selatan
3. Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon di Kota Cirebon
4. Pembangunan Pelabuhan Laut di Indramayu untuk mendukung
pariwisata ke Pulau Biawak
5. Pembangunan Pelabuhan Muara Gembong dan Tarumajaya di Kab.
Bekasi
6. Pengembangan Pelabuhan Pangandaran
7. Pembangunan Pelabuhan Regional

JALAN
1. Pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi
2. Pembangunan Jalan Tol Cibitung - Cilincing
3. Pembangunan Jalan Tol Cikampek-Palimanan
4. Pembangunan Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan
5. Pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
6. Pembangunan Jalan tol Pasir Koja- Soreang
7. Pembangunan Jalan Tol Kota Bandung (BIUTR)
8. Pembangunan Flyover Kopo (Bandung) dan Bulak Kapal (Bekasi)
9. Pembangunan Flyover Kopo (Bandung) - Keracondong
10. Pembangunan Flyover Bulak Kapal (Bekasi)

ENERGI
Pipa Cirebon-Bekasi 220 km

KETENAGALISTRIKAN
1. PLTGU Jawa-1 1600 MW
2. PS Upper Cisokan Pump Storage (FTP2) 1040 MW
3. PLTU Jawa-1 (FTP2) 1000 MW
4. PLTGU Muara Tawar Add-on 2,3,4 650 MW
5. PLTGU Peaker Jawa Bali -1 400 MW
6. PLTGU/MG Peaker Jawa-Bali 4 300 MW
7. PLTGU/MG Peaker Jawa-Bali 4 150 MW
8. PLTA Jatigede (FTP2) 110 MW
9. PLTP Patuha (FTP2) 110 MW
10. PLTP Tangkuban Perahu I (FTP2) 55 MW
11. Pengembangan jaringan transmisi dan distribusi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-37


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA


1. Pembangunan Serat Optik antar seluruh kabupaten/kota
2. Pengembangan transmisi penyiaran TVRI

SUMBER DAYA AIR


1. Pembangunan Waduk Ciawi (2015-2018) Bogor
2. Revitalisasi Situ - Jawa Barat (25 Situ)
3. Pembangunan SPAM Air Baku Kali Baru Barat dan Kali Baru Timur
Bogor
4. Pembangunan DI Sadawarna Subang, Indramayu
5. Rehabilitasi Jaringan Irigasi SS Sukamandi Cs, SS Jengkol Cs, SS
Gadung Cs, SS Rancabango Cs, dan SS Beres - Kab Subang (Loan
World Bank - WISMP2) Bekasi
6. Pembebasan Tanah untuk Floodway Cisangkuy Bandung
7. Pembangunan Floodway Cisangkuy Bandung
8. Pembangunan Retensi Cieunteung Bandung
9. Pembangunan relokasi tanggul s. Citarum Hilir, desa Teluk Buyung
Kab. Karawang
10. Pembebasan lahan untuk pembangunan tanggul s. Citarum Hilir,
desa Pantai Sederhana Kab. Bekasi
11. Pembangunan tanggul s. Citarum Hilir, desa Pantai Sederhana Kab.
Bekasi
12. Sodetan Sungai Cilamatan Ds. Wanasari Kec Cipunagara Subang
13. Pembebasan Lahan untuk rehabilitasi 4 anak sungai - Loan JICA IP-
559 Bandung
14. Upper Citarum Basin Flood Management (Loan JICA IP-559)
Bandung
15. Peningkatan Kapasitas Sungai Citarum Hulu Rancamanyar s/d
Nanjung Bandung
16. Pembebasan Lahan untuk peningkatan kapasitas s. Citarum Hilir
17. Peningkatan Kapasitas Sungai Citarum Hilir dari s. Cikao s/d Muara
Gembong Bandung
18. Pembangunan Check Dam di Sungai Cipamingkis Bogor
19. Pembangunan Waduk Tegal Luar Bandung
20. Pembangunan Waduk Santosa Bandung
21. Pembangunan Waduk Sadawarna Bandung
22. Pembangunan Waduk Cimeta Bandung
23. Pembangunan Waduk Sukawana Bandung
24. Pembangunan Waduk Cikapundung Bandung
25. Pembangunan Waduk Citarik Bandung
26. Rehabilitasi Saluran Tarum Barat ruas Curug - Cibeet (Loan ADB -
ICWRMIP) Karawang
27. Rehabilitasi Saluran Tarum Barat ruas Cibeet - Bekasi (Loan ADB -
ICWRMIP) Bekasi
28. Rehabilitasi Saluran Tarum Barat ruas Bekasi-Cawang Bekasi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-38


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

29. Operasi dan Pemeliharaan Sungai Citarum Hulu Sapan-Nanjung dan


Anak-anak Sungai Citarum Hulu Bandung
30. Pembangunan Jaringan Irigasi DI. Leuwigoong AMS-19A Garut
31. Pembangunan Jaringan Irigasi DI. Leuwigoong AMS-19B Garut
32. Perbaikan Irigasi Kecil 78 Desa Provinsi Jawa Barat
33. Pengerukan Lembah Putri di Muara Sungai Ciputrapinggan Kab.
Pangandaran
34. Perbaikan dan Pengaturan Sungai Cikidang di Ds. Babakan Kec.
Pangandaran, Kab. Pangandaran Kab. Pangandaran
35. Pembangunan Acces Road Matenggeng Ciamis/Cilacap
36. Pembangunan Perkantoran Waduk Matenggeng Ciamis/Cilacap
37. Pembangunan Waduk Matenggeng Ciamis/Cilacap
38. Pembebasan Tanah Bendungan Matenggeng Kab. Ciamis/ Kab.
Cilacap
39. Pembangunan Pipa Transmisi Air Baku Tasikmalaya, Ciamis, Cilacap,
Banyumas
40. Pembangunan Saluran pembawa Air Baku dari Waduk Jatiluhur
41. Rehabilitasi Daerah Irigasi Rentang.

AIR MINUM
Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Pondok Gede Bekasi

SANITASI
1. Pengelolaan Persampahan Kota Bandung (PLTSa Gedebage)
2. Pembangunan Pengelolaan dan Pengolahan Akhir Persampahan
Wilayah Bogor dan Depok (TPPAS Regional Nambo)
3. Pembangunan TPA Legok Nangka

PENDIDIKAN
1. Pendidikan gratis Sd, SLTP, SLTA diseluruh jawa barat, beasiswa
pendidikan untuk pemuda, tenaga medis, keluarga atlit
2. Pembangunan dan pengembangan SMK kelautan
3. BOS untuk SMA, SMK
4. Pendirian akademi komunitas
5. Penegerian Politeknik Negeri Subang

KESEHATAN
1. Pembangunan RS Pratama di Rancabuaya-Kab. Garut, Cidaun-Kab.
Cianjur, Cipatujah-Kab. Tasikmalaya.
2. Pengembangan RS Daerah RSUD Garut, RSUD Cililin-Kab. Bandung,
RSUD Sukabumi.

PERUMAHAN
1. Pembangunan rumah layak huni bagi rakyat miskin dan buruh
(masyarakat berpenghasilan rendah / MBR)
2. Pembangunan perumahan dan kawasan siap bangun (Kasiba) dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-39


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

lingkungan siap bangun (Lisiba)


3. Pembangunan Rusunawa (Urban Renewal) di Metropolitan Bandung
Raya dan Metropolitan Bodebek Karpur

PARIWISATA
1. Pembangunan Destinasi Wisata Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

Dalam rangka mewujudkan visi sebagai negara maju dan


sejahtera pada tahun 2025, Indonesia bertekad mempercepat
perwujudan transformasi ekonomi. Oleh karena itu, selain
penyelarasan RPJPD dengan sasaran pembangunan yang tertuang
dalam dokumen RPJPN, saat ini pemerintah menyusun Masterplan
Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI) yang mengedepankan pendekatan not business as usual
dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan terfokus
pada prioritas yang konkrit dan terukur. Meskipun begitu, MP3EI
tetap merupakan bagian dari sistem perencanaan nasional yang
merupakan supporting priority perencanaan pembangunan
pemerintah.
Langkah-langkah terobosan yang tertuang di dalam strategi
dan kebijakan MP3EI dirumuskan dengan memperhatikan
sejumlah prasyarat yang diperlukan serta pengembangan strategi
yang terdiri atas 3 (tiga) pilar utama berdasarkan visi dan misi
yang telah ditetapkan, yaitu:
a. Strategi peningkatan potensi wilayah melalui pengembangan
pusat-pusat pertumbuhan di dalam koridor ekonomi;
b. Strategi memperkuat konektivitas nasional; serta
c. Strategi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan
IPTEK.
Kabupaten Sukabumi merupakan bagian dari Provinsi Jawa
Barat dimana dalam MP3EI termasuk dalam koridor ekonomi jawa
dengan tema pembangunan Pendorong Industri dan Jasa
Nasional. Ibukota Jawa Barat yakni Kota Bandung merupakan salah
satu dari lima pusat ekonomi wilayah koridor jawa dengan fokus
pembangunan ekonomi pada kegiatan ekonomi utama makanan-
minuman, tekstil, dan peralatan transportasi. Selain itu, terdapat
pula aspirasi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi utama
perkapalan, telematika, dan alat utama sistem senjata (alutsista).

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-40


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

4.4.4 Isu-isu Strategis Kabupaten Sukabumi


Berdasarkan hasil analisis dan perumusan permasalahan yang
dijabarkan melalui fenomena pembangunan daerah Kabupaten
Sukabumi selama ini, serta kajian dari isu-isu strategis
pembangunan baik isu internasional, isu dan kebijakan strategis
nasional, maupun isu dan kebijakan strategis Provinsi Jawa Barat,
maka dapat dirumuskan isu-isu strategis pembangunan jangka
menengah Kabupaten Sukabumi pada periode 2016-2021 adalah
sebagai berikut:
a. Pengembangan agribisnis, Minapolitan dan lembaga
keuangan pertanian
Permasalahan yang dihadapi di dalam negeri, antara lain
kejadian rawan pangan yang semakin meluas, perkembangan
agribinis yang belum mampu membangun daya saing yang tinggi
dan gagal memanfaatkan keunggulan komparatif yang dimiliki.
Pada sisi lain, konsumsi pangan sebagian masyarakat yang
berpendapatan menengah dan tinggi terus mengalami
pertumbuhan. Indonesia terpaksa mengimpor komoditas pangan
dalam jumlah relatif besar seperti beras, jagung, kedelai, daging
dan susu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perencanaan dalam pengembangan agroindustri merupakan
bagian (subsistem) dari agribisnis secara lebih luas. Adanya
pengembangan industrialisasi sektor pertanian tersebut akan diikuti
dengan pembangunan infrastruktur, transportasi, komunikasi dan
kelembagaan sosial yang secara alami dapat meningkatkan daya
tarik investasi. Implikasinya terhadap kegiatan ekonomi masyarakat
adalah hasil produksi dari pusat pertumbuhan tersebut, dipakai oleh
kegiatan ekonomi yang berada daerah sekitar (hinterland),
sedangkan sisi lainnya adalah produksi hasil daerah hinterland
tersebut juga dipakai untuk kegiatan ekonomi yang ada di pusat
pertumbuhan industri.
Dalam perekonomian nasional, umumnya sektor pertanian
secara tradisional dikenal sebagai sektor penting sebagai sumber
utama pangan dan pertumbuhan ekonomi. Kategori perekonomian
yang mendominasi perekonomian di Kabupaten Sukabumi adalah
kategori pertanian, perikanan, dan kehutanan dimana kontribusi
perekonomiannya mencapai 23,35 persen. Selain itu, kategori lain
yang memberi andil dominan pada pembentukan struktur ekonomi
wilayah adalan kategori perdagangan besar dan eceran (termasuk
reparasi mobil dan sepeda motor) yang kontribusinya mencapai

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-41


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

20,30 persen.
Gambar 4.2
Struktur Perekonomian Daerah
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Tingginya kontribusi sektor pertanian belum diimbangin


dengan pemanfaatan produk pertanian secara optimal dan
berkualitas. Peningkatan nilai tambah pada produk pertanian akan
memberikan dampak positif bagi perkembangan perekonomian
Kabupaten Sukabumi sehingga perumusan perencanaan
pembangunan jangka menengah daerah periode ini harus fokus
pada pengembangan nilai tambah sektor pertanian.
Masing-masing sektor lapangan usaha memiliki potensi dan
keunggulan tersendiri dan saling berkaitan. Disinilah titik awal
pergerakan ekonomi, keunggulan masing-masing kawasan industri,
akan melahirkan suatu keterhubungan/interkoneksi, yang akan
berlanjut pada ketergantungan/interpendensi, hingga interelasi
antar kawasan industri, khususnya pusat-pusat unggulan pertanian
yang akan dikoneksikan dengan manufakturnya. Diharapkan
keberhasilan pembangunan sektorsektor ini merupakan
representasi dari wajah pembangunan masa depan Kabupaten
Sukabumi yang berdaya saing dan berkelanjutan. Pendekatan ini
digunakan karena diyakini akan memberikan dampak positif
terhadap beberapa antara lain dalam mewujudkan agroindustri.
Aspek penting dalam pergerakan roda perekonomian, diantaranya
peningkatan nilai tambah, produktivitas, inovasi, serta memperluas
lapangan pekerjaan.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-42


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Dalam kebijakan dan strategi penataan ruang Kabupaten


Sukabumi disebutkan bahwa pengembangan sentra agribisnis
berorientasi sistem agropolitan dan minapolitan.
Selanjutnya strategi pengembangan sentra agribisnis
berorientasi sistem agropolitan dan minapolitan, meliputi :
Meningkatkan akses jalan dari sentra produksi pertanian ke
pusat pemasaran;
Mengembangkan kawasan agrobisnis berorientasi agropolitan;
Mempertahankan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan
(LP2B); dan
Mengembangkan kawasan minapolitan.
Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Bupati Sukabumi Nomor
37 Tahun 2015 tentang Kawasan Strategis Cepat Tumbuh atau
KSCT, Kabupaten Sukabumi menetapkan KSCT sebanyak 6 lokasi,
KSCT ditetapkan mengacu pada Kawasan Strategis Kabupaten
(KSK) dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten
Sukabumi.
Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) di Kabupaten
Sukabumi adalah :
a. Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Agrowisata Cicurug di
Kecamatan Cicurug.
b. Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Agrowisata berbasis Adventure
Sukasirna dan sekitarnya di Kecamatan Cibadak.
c. Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Agrowisata dan Pertanian di
Kecamatan Sukabumi.
d. Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Pertanian dan Agrowisata di
Kecamatan Sukalarang.
e. Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Minapolitan dan Pariwisata di
Kecamatan Palabuhanratu.
f. Kawasan Strategis Cepat Tumbuh Wisata berbasis konservasi,
Pertanian dan Perikanan Tangkap di Kecamatan Ciracap.

1) Kawasan Budidaya Bunga dan Daun Potong


Salah satu kawasan strategis cepat tumbuh adalah wilayah
Sukabumi dan Sukaraja yang peruntukkannya untuk agrowisata dan
pertanian. Salah satu komoditi pertanian yang juga dapat dijadikan
sebagai obyek agrowisata adalah budidaya bunga dan daun potong.
Penetapan komoditi ini juga seiring dengan kebiasaan masyarakat
Kecamatan Sukabumi dan sekitarnya dalam kegiatan usaha taninya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-43


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Salah satu target yang ingin diwujudkan dalam Kabuddapo adalah


mewujudkan kampung flori.
Khusus Kawasan bunga dan daun potong kecamatan yang
teridentifikasi ada tujuh kecamatan yaitu:
1. Kecamatan Sukabumi
2. Kecamatan Sukaraja
3. Kecamatan Cidahu
4. Kecamatan Cicurug
5. Kecamatan Nagrak
6. Kecamatan Cibadak
7. Kecamatan Kadudampit

Gambar 4.3
Kawasan Budidaya bunga dan daun potong

2) Kawasan Agribisnis Berbasis Peternakan


Khusus subsektor peternakan yang selama ini kurang
mendapat perhatian karena pemerintah lebih fokus pada usaha
peningkatan beras, mulai menggigit perekonomian nasional.
Populasi ternak utama seperti sapi, kerbau dan kambing mengalami
pengurasan yang terus meningkat setiap tahun. Pengurasan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-44


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

berkelanjutan ini mulai mengancam keberlanjutan produksi hasil


ternak dalam negeri, sehingga jumlah impor terus meningkat.
Statistik Peternakan memperlihatkan bahwa 65 persen
produksi daging dalam negeri berasal dari impor. Hal ini
diperlihatkan oleh peningkatan impor ayam broiler dan jumlah sapi
bakalan yang akan digemukan dalam negeri yang telah mencapai
angka fantastis yakni 450 ribu ekor. Dengan ketergantungan
kepada ternak impor serta impor bahan baku pakan, sebenarnya
Indonesia hanya mendapat nilai tambah dari tenaga kerja.
Ancaman Dibalik Pertumbuhan PDB Subsektor Peternakan
Pertumbuhan PDB subsektor peternakan selama 15 tahun terakhir
sangat dipengaruhi oleh perekonomian dunia.
Dalam kaitan itu khusus untuk subsektor peternakan dan
salah satu suatu langkah dalam mewujudkan swasembada daging
sapi dan kerbau di Kabupaten Sukabumi sudah memiliki rencana
pengembangan kawasan agribisnis berbasis peternakan.
Gambar 4.4
Kawasan Agribisnis Berbasis Peternakan

Pengembangan kawasan agribisnis berbasis peternakan di


Kabupaten Sukabumi telah di tetapkan menjadi tiga zona yakni
Zona inti, zona penyangga dan zona pendukung. Zona inti adalah
Kecamatan Purabaya, Zona penyangga: Kecamatan Nyalindung,
Pabuaran, Sagaranten, Tegalbuleud, Cidolog, Cibitung, Surade dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-45


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Ciracap. Adapun zona pendukung ditetapkan Curugkembar,


Jampangtengah, Cikembar, Gegerbitung dan Ciemas.
Fokus akselerasi Program Swasembada daging Sapi dan
Kerbau dengan akselerasi penambahan populasi pada lokasi
Kagrisnak melalui pola swadaya difokuskan di Desa Pagelaran
Kecamatan Purabaya sebagai kecamatan inti. Kecamatan Purabaya
dipilih selain memiliki potensi hijauan dengan status lahan HGU
yang saat ini statusnya kurang bermanfaat, juga dikarenakan
budaya masyarakat untuk beternak sapi potong cukup baik.
Fokus pembangunan peternakan pada zona inti adalah:
Sebagai sentra pembibitan ternak sapi potong dan kerbau
dengan Kualitas unggul
Sebagai sentra pembesaran dan penggemukan ternak melalui
pola kemitraan antara investor dan peternak dengan bakalan
menjaring hasil IB dari masyarakat
Sebagai pusat pelatihan bagi para peternak di wilayah lain
khususnya untuk ternak sapi potong dan kerbau.
Zona penyangga terdiri dari: Kecamatan Pabuaran,
Sagaranten, Tegalbuleud, Cidolog, Cibitung, Surade dan Ciracap.
Zona penyangga diarahkan untuk menjadi kecamatan yang
mendukung keberadaan zona inti. Pada pembagian zona harus
pula diiringi dengan pembagian tugas, berdasarkan perencanaan
awal pembagian peran tersebut direncanakan sebagai berikut :
Pabuaran : Sentra Budidaya Kerbau
Sagaranten : Pembibitan
Tegalbuleud : Pembibitan sapi lokal dan kerbau
Cidolog : Pembibitan
Cibitung : Pembibitan
Adapun zona pendukung ditetapkan Curugkembar,
Jampangtengah, Cikembar, Gegerbitung dan Ciemas. (diusulkan
Cibadak, Cicurug dan Parungkuda).
Curugkembar : Pemasaran
Jampangtengah : Penyedia pakan hijauan
Cikembar : Penyedia Pakan Hijauan Dan Direncanakan
Sebagai Calon Lokasi Pabrik Pakan
Ternak/Konsentrat
Gegerbitung : Penyedia pakan hijauan
Ciemas : Penyedia Pakan Konsentrat (Ubi Kayu)
Cibadak : Pemasaran (RPH)
Parungkuda : Pemasaran dan RPH

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-46


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Cicurug : Feed Plot and Marketing centre

3) Minapolitan
Kabupaten Sukabumi berbatasan langsung di sebelah
Selatan dengan Samudera Indonesia, dengan panjang garis pantai
adalah 117 km yang memanjang dari wilayah kecamatan Cisolok,
Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Ciemas, Ciracap, Surade,
Cibitung, dan Tegalbuleud. Posisi tersebut menyebabkan tingginya
potensi sumber daya pesisir, perikanan dan kelautan. Adapun jenis
potensi sumber daya pesisir dan kelautan yang ada antara lain:
ikan laut, terumbu karang, hutan mangrove, rumput laut, penyu,
bahan tambang dan mineral. Sejauh ini, pemanfaatan pesisir dan
kelautan di wilayah Kabupaten Sukabumi selain dimanfaatkan untuk
pariwisata pantai, juga sebagai daerah penangkapan ikan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Center for Policy
Reform (CPR) Indonesia akan mewujudkan Program Kawasan
Minapolitan di berbagai daerah. Minapolitan merupakan strategi
pembangunan perikanan berbasis kawasan. Peraturan Menteri
Kelautan dan Perikanan Nomor 41 Tahun 2009, menetapkan 41
lokasi percontohan pengembangan kawasan minapolitan dan
melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.
KEP.32/MEN/2010 tentang penetapan Kawasan Minapolitan.
Kawasan Minapolitan Perikanan Tangkap di Palabuhanratu
adalah suatu kawasan pengembangan ekonomi berbasis usaha
penangkapan ikan yang dikembangkan secara terintegrasi oleh
pemerintah, swasta dan masyarakat untuk menciptakan iklim usaha
yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi wilayah, penciptaan
lapangan kerja dan pendapatan masyarakat kawasan
Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Minapolitan yang diinisiasi oleh menteri Kelautan dan
Perikanan pada era Menteri KKP Fadel Muhammad dan dilengkapi
dengan industry perikanan pada masa Menteri Kelautan dan
Perikanan Sharif C. Sutardjo. Minapolitan diatur melalui PERMENKP
NO. PER.12/men/2010 tentang Minapolitan dan KEPMENKP NO.
KEP.32/MEN/2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan.
Palabuhanratu salah satu kawasan minapolitan di Jawa Barat
yang ditetapkan sebagai zona inti minapolitan melalui SK Bupati.
Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 523/Kep-565/Dislutkan/2010
tanggal 9 Agustus 2010. Kemudian dilengkapi dengan perda

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-47


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Kabupaten Sukabumi No.22 Tahun 2011 tentang Rencana Tata


Ruang dan Tata Wilayah.

Gambar 4.5
Kawasan Minapolitan

Kawasan Minapolitan
BupatiSukabumi, Nomor

Produksi Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi


selama tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 dapat digambarkan
dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.4
Produksi Kelautan dan Perikanan Perikanan
Tahun 2012-2014
Produksi (Ton)
No Cabang Produksi
2012 2013 2014 2015
1 Perikanan Budidaya 5.730,93 13.092,26 18.000,00 29.551,40
Pembesaran 1.989.243,16 2. 576.639,97 3.358.595,70 3.700.777,85
2
Pembenihan
3 Perikanan Tangkap 9.258 9.814,29 10.934,25 13.790,42

4 Pengolahan 8.454 11.096 13.005 15.571


Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-48


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

4) Lembaga Keuangan Pertanian


Selama ini kegiatan bantuan langsung ke masyarakat
dampaknya tidak begitu nampak, sehingga pola bantuan kedepan
kelompok hanya menerima bantuan satu kali, setelah memperoleh
bantuan langsung kelompok diperbolehkan mengakses kredit
bersubsidi dengan bunga 6% bekerjasama dengan pihak BPR
Sukabumi selama dua tahun berturut-turut. Pasca kredit bersubsidi
kelompok dianggap mampu untuk mengakses kredit cinta rakyat
dan KUR dengan bunga 9%.
Kelompokkelompok tani bersatu menjadi gabungan
kelompok tani. Gapoktan membentuk koperasi pertanian, pinjaman
disalurkan melalui koperasi pertanian, namun peminjam atas nama
perorangan. Cikal bakal lembaga keuangan pertanian dan
perikanan sudah diawali Program Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP)
dan LKM (Lembaga Keuangan Mikro).

b. Peningkatan Ketahanan Pangan


Rendahnya penguasaan lahan oleh masyarakat berdampak
pada rendahnya ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Pada tahun 2015 tercatat sebanyak 87 desa sebagai desa rentan
pangan yang harus segera ditangani oleh pemerintah daerah.
Sedangkan kesejahteraan petani diukur oleh pendapatan bersih
para petani setiap musim kemudian dibreakdown menjadi
pendapatan bulanan. Pendapatan para petani berdasarkan hasil
kajian masih dibawah UMR. Kondisi ini berakibat pada penurunan
jumlah petani. Jumlah petani di Kabupaten Sukabumi tahun 2003
berdasarkan hasil sensus BPS 354.800 KK sedangkan tahun 2013
sebanyak 291.754 KK tani atau turun 63.046 atau 17,77%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat alih fungsi


lahan Pertanian di Jabar sejak 2010 adalah sebesar 0,76%. Jumlah
kehilangan tertinggi berada di Kabupaten Sukabumi sebesar 6,07%,
Sumedang 0,77%, Ciamis, 0,70%, Cianjur 0,52%, Subang 0,51%
dan Bekasi 0,42%. Tingginya alih fungsi lahan pertanian ke non
pertanian berdampak pada penurunan produksi pertanian sehingga
trend PDRB sektor pertanian pun terus merosot. Disisi lain lahan-
lahan yang dikuasai oleh konglomerat utamanya lahan HGU saat ini
banyak yang kondisinya tidak produktif atau lahan terlantar.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-49


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

c. Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan


Tingkat Pengangguran
Daya saing tenaga kerja menjadikan setiap tenaga kerja
memiliki peluang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Daya saing memiliki keterkaitan yang erat dengan kualitas sumber
daya manusia. Hal ini dikarenakan pemberdayaan masyarakat
berbanding positif dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja.
Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memperhatikan kualitas
masyarakat dalam bekerja untuk lebih meningkatkan mutu dan skill
tenaga kerja agar lapangan usaha yang ada lebih memiliki nilai
lebih.
Kepala keluarga merupakan tulang punggung keluarga
dalam menjalankan aktivitas kesehariannya utamanya dalam
memenuhi kebutuhan hidup di rumah tangga tersebut. Oleh karena
itu, pendidikan kepala keluarga menjadi penting adanya mengingat
hal tersebut akan menentukan kualitas pekerjaan dan daya
saingnya sebagai tenaga kerja untuk memperluas kesempatan
mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Gambar 4.6
Persentase Kepala Keluarga Menurut Tingkat Pendidikan
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Di Kabupaten Sukabumi, sebagian kepala keluarga hanya


memiliki jenjang pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah
Pertama (SMP) yang total keduanya mencapai 80,41 persen.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-50


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Minimnya pendidikan kepala keluarga di Kabupaten Sukabumi ini


perlu mendapat perhatian penuh dari pemerintah untuk
meningkatkan keterampilan mereka demi peningkatan kualitas diri
dan keluarganya.
Daya saing tenaga kerja juga dapat dilihat dari karakteristik
pencari kerja dimana pada tahun 2014 sebanyak 39,42 persen
pencari kerja memiliki pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA)
dan sebanyak 27,07 persen hanya memiliki ijazah hingga Sekolah
Menengah Pertama (SMP). Kondisi ini lebih memprihatinkan lagi
karena sebanyak 19,90 persen pencari kerja hanya penduduk yang
lulus Sekolah Dasar (SD).
Gambar 4.7
Persentase Pencari Kerja Menurut Tingkat Pendidikan
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Kabupaten Sukabumi


cukup fluktuatif dalam beberapa kurun waktu terakhir dimana pada
tahun 2014 mencapai angka 63,71 persen. Dari keseluruhan
angkatan kerja tersebut, sebesar 8,09 persen merupakan
pengangguran dimana tidak melakukan aktivitas bekerja selama
satu jam berturut-turut dalam seminggu. Meksipun angka
pengangguran menurun, namun angka 8,09 persen masih berada
pada kategori tinggi mengingat masih ada kategori pengangguran
lain yang lebih kompleks seperti pengangguran terselubung
maupun pengangguran tidak kentara.
Kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang
menggambarkan ketersediaan pekerjaan untuk diisi oleh para

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-51


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

pencari kerja. Namun bisa diartikan juga sebagai permintaan atas


tenaga kerja.
Kesempatan kerja disektor pertanian dan perikanan dibatasi
oleh musim sehingga tenaga kerja di sektor pertanian semakin sulit
oleh karenanya harus diciptakan usaha pertanian dan perikanan
yang sifatnya kontinyu dengan pendapatan tenaga kerja yang
memadai, diversifikasi usahatani menjadi salah satu solusinya.
Kesempatan usaha sama dengan peluang usaha, mungkin
masyarakat atau pengangguran sudah mendengar dan mempelajari
adanya peluang usaha. Namun, dibatasi oleh keterampilan, modal
dan perizinan. Oleh karenanya kesempatan usaha harus terus
dikembangkan untuk mengatasi pengangguran, diantaranya
melalui penumbuhan wirasusaha-wirausahawan baru.

Tingkat Kemiskinan
Kemiskinan merupakan suatu kondisi masyarakat yang
memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kemiskinan juga merupakan sebuah permasalahan klasik dan
kontinu yang selalu ada dan berkembang di suatu wilayah. Oleh
karena itu, tugas utama pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait
kemiskinan adalah berusaha meminimalisir dan memberdayakan
masyarakat sehingga memiliki daya saing dalam meningkatkan
kesejahteraan hidupnya. Indikator yang sangat nyata dalam melihat
kemiskinan di suatu wilayah utamanya Kabupaten Sukabumi adalah
tingkat kemiskinan yang menyatakan persentase penduduk miskin
terhadap keseluruhan penduduk di Kabupaten Sukabumi.
Kemiskinan merupakan permasalahan bangsa yang
mendesak dan memerlukan langkah-langkah penanganan dan
pendekatan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh. Langkah-
langkah tersebut harus ditujukan untuk mengurangi beban dan
memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak untuk
menempuh dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.
Menyadari pentingnya penanggulangan kemiskinan untuk
keberlanjutan berbangsa dan bernegara maka pemerintah
menempatkan upaya penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas
utama. Hal tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan
Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2005-2025 dan selaras dengan
kesepakatan global dalam mewujudkan pencapaian Millenium
Development Goals (MDGs) untuk mengurangi kemiskinan sebesar
50 persen pada tahun 2015 melalui Millennium Declaration.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-52


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) pemerintah


masih memerlukan upaya yang lebih optimal dalam mempercepat
penurunan tingkat kemiskinan. Sementara itu pemerintah bertujuan
menurunkan kemiskinan sampai pada angka 8-10% hingga tahun
2019 sebagaimana yang tertuang dalam dokumen Rencana
Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Untuk itu
diperlukan upaya-upaya untuk mendukung visi dan misi pemerintah
dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia.
Untuk mengukur kemiskinan berdasar susenas, BPS
menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar
(basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan
dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk
memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang
diukur dari sisi pengeluaran. Jadi penduduk miskin adalah
penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan
dibawah garis kemiskinan. Dibawah ini grafik penurunan angka
kemiskinan di Kabupaten Sukabumi tahun 2010-2014.
Gambar 4.8
Tingkat Kemiskinan
Kabupaten Sukabumi, 2006-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Berdasar perhitungan Headcount Index oleh BPS, Angka


Kemiskinan Kabupaten Sukabumi menunjukkan penurunan yang
cukup significant, dari angka 17,66% pada tahun 2006, 10,33%
pada tahun 2010 dan menjadi 8,88% pada tahun 2014. Angka ini
lebih rendah dari Angka kemiskinan Provinsi Jawa Barat sebesar
9,18% dan nasional sebesar 11,47%. Namun demikian penduduk
rentan miskin dan hampir miskin masih cukup tinggi, ini ditunjukkan
dengan masih tingginya peserta sasaran program penanggulangan
kemiskinan, berdasar data PPLS 2011 sekitar 1.151.006 jiwa atau

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-53


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

lebih 42,5%, mereka adalah pemegang kartu Jamkesmas atau


penerima Bantuan Iuran BPJS.
Harus diakui bahwa upaya-upaya penanggulangan
kemiskinan yang dilaksanakan selama ini memiliki kelemahan
maupun keberhasilan. Oleh karena itu, sejak tahun 2005,
Pemerintah berupaya menyempurnakan kebijakan penanggulangan
kemiskinan baik dari sisi paradigma, basis data, anggaran, maupun
instrumen program penanggulangan kemiskinan.
Upaya penanggulangan kemiskinan tidak semata merupakan
tanggung jawab pemerintah pusat namun peranan pemerintah
daerah juga sangat berpengaruh dalam membantu percepatan
penurunan tingkat kemiskinan. Karena kemiskinan itu kompleks dan
multidimensi. Secara konseptual, kemiskinan memiliki dimensi yang
sangat kompleks. Tidak sekedar terkait kemampuan ekonomi
(konsumsi) masyarakat tetapi menyangkut status kehidupan sosial
mereka dalam makna yang luas. Dalam hal ini perlu untuk
menetapkan konsep pemahaman kemiskinan dan ruang lingkup
intervensi kebijakan untuk penanggulangannya. Secara kontekstual,
masalah kemiskinan di daerah dibentuk oleh kombinasi karakteristik
wilayah (makro), komunitas (meso) dan rumah-tangga (mikro)
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah
daerah dalam mendukung upaya penanggulangan kemiskinan
adalah dengan menempatkan kemiskinan sebagai agenda utama
kebijakan Pembangunan daerah di Kabupaten Sukabumi. Untuk itu
perlu perumusan masalah kemiskinan yang lebih sinergi melalui
Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang komprehensif
untuk memperkuat proses penyusunan, dan substansi dari setiap
dokumen perencanaan dan pembangunan daerah, baik dokumen 5
tahunan yakni RPJMD dan Renstra-PD, begitu juga dengan
dokumen tahunan yakni RKPD dan Renja PD.
Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang
komprehensif dalam hal ini diperlukan untuk menjabarkan strategi
dasar penanggulangan kemiskinan nasional ke dalam konteks
penyelesaian masalah lokal yang perlu diprioritaskan
penangananya. Ada karakteristik tertentu dari kemiskinan yang
secara empiris cenderung tipikal antar-daerah dan oleh sebab itu
menjadi target nasional untuk ditangani. Dalam hal ini perlu untuk
memastikan bahwa indikator itu menjadi prioritas intervensi
kebijakan daerah dan merancang sinergi antara inisiatif kebijakan
nasional dan daerah.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-54


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah


dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu
diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari
kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk
miskin,kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi
tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Pada periode
2002-2012, indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan Indeks
keparahan kemiskinan (P2) terus menunjukan kecenderungan
menurun.indeks kedalaman kemiskinan (P1) turun dari 3,15 (2002)
menjadi 1,50 (keadaan 2013). Demikian indeks kaparahan
kemiskinan (P2) turun dari 0,86 (keadaan 2002) menjadi 0,38
(keadaan 2013), penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan
bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin
mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran
penduduk miskin juga semakin menyempit.

d. Terciptanya iklim investasi yang kondusif


Sebagai salah satu daerah terluas se Jawa dan Bali,
Kabupaten Sukabumi memiliki potensi investasi yang cukup besar.
Investasi merupakan kekuatan ekonomi yang perlu didukung
dengan iklim kondusif agar perkembangan dunia usaha dapat
dicapai seperti yang diharapkan. Kegiatan investasi sangat
dipengaruhi oleh sarana dan prasarana, peraturan perundang-
undangan di bidang penanaman modal, pelayanan investasi serta
kelembagaan, prosedur perijinan dan kualitas sumber daya manusia
yang mempunyai kemampuan dan berdedikasi tinggi.
Cakupan administrasi dalam berinvestasi menjadi salah satu
aspek penting dalam memberikan daya tarik kepada investor.
Perijinan yang mudah, pajak yang layak dan wajar, serta kerjasama
yang baik dan koordinatif dair pemerintah daerah akan memberi
dampak signifikan pada peningkatan penanaman modal di
Kabupaten Sukabumi. Selain itu, penciptaan kondusivitas wilayah
dari kasus kriminalitas hingga konflik masyarakat juga menjadi
tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, dan akan memberi
ruang pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya di
daerah.
Perkembangan investasi pertahun, dapat dilihat dalam grafik
berikut:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-55


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 4.5
Jumlah Investor dan Jumlah Investasi di Kabupaten
Sukabumi Tahun 2010-2015

Sumber : Diolah

Suatu investor akan tertarik berinvestasi pada suatu daerah


jika didukung dengan regulasi yang baik, regulasi tersebut
diantaranya adalah adanya kemudahaan perijinan serta pengenaan
pajak dan retribusi daerah dengan tingkat biaya yang kompetitif.
Investasi yang akan masuk ke suatu daerah bergantung kepada
daya saing investasi yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan.
Daya saing investasi suatu daerah tidak terjadi dengan serta merta.
Pembentukan daya saing investasi berlangsung secara terus-
menerus dari waktu ke waktu dan dipengaruhi oleh banyak faktor,
seperti pertumbuhan ekonomi, situasi politik, keamanan hingga
kemudahan perijinan dalam mendirikan maupun pengembangan
usaha.
Badan Koordinasi Penanaman Modal sendiri sudah
mengeluarkan Peraturan Nomor 14 Tahun 2009 tentang Sistem
Pelayanan Informasi dan Perizinan Perizinan Investasi yang harus
dilaksanakan secara elektronik.
Tabel 4.6
Data Izin Usaha di Kabupaten Sukabumi
Tahun 2011-2015

Sumber : Diolah

Pembinaan dan pengembangan promosi investasi baik


tingkat lokal, regional, nasional dan internasional melalui berbagai

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-56


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

media merupakan salah satu tugas pokok daerah dalam Bidang


Penanaman Modal dan Promosi Investasi. Namun tidak mungkin
menarik investor untuk menanamkan modalnya, bila Pemerintah
Kabupaten Sukabumi, tidak memiliki daya saing yang kompetitif
dan tawaran yang menarik. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya
saing suatu daerah tersebut adalah Faktor Keamanan, Politik, dan
Sosial Budaya, Faktor Ekonomi Daerah, Faktor Infrastruktur Fisik,
Faktor Kelembagaan, dan Faktor Tenaga Kerja. Tantangan lain
adalah, daerah lain juga tentu saja tidak tinggal diam, akan
berlomba-lomba untuk meningkatkan investasi di daerah nya
masing-masing. Pemerintah Daerah lain bisa mejadi kompetitor
namun bisa juga menjadi mitra.
Sementara itu, laju investasi daerah di Kabupaten Sukabumi
adalah sebagai berikut :
Tabel 4.7
Laju Investasi Daerah Di Kabupaten Sukabumi
Tahun 2009-2014

e. Pengembangan pariwisata Daerah


Pembangunan kepariwisataan di kabupaten Sukabumi tidak
terlepas dari kebijakan pembangunan yang telah menjadi komitmen
pemerintah daerah. Kepariwisataan di pandang sebagai sektor
pembangunan yang memiliki tolak ukur pertumbuhan yang sangat
kuat dan memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi
baik dari pendapatan sektor formal maupun informal, yang berbasis
ekonomi kerakyatan.
Pendekatan integral pembangunan kepariwisataan di
kabupaten Sukabumi memiliki makna yang multidimensional baik
dari segi pendekatan normatif kewilayahan maupun pengembangan
produk wisata. Kekuatan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-57


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

wisata yang tidak pernah terlupakan oleh kelompok maupun


individu wisatawan, citra kabupaten Sukabumi sebagai kawasan
pantai lebih mendorong minat wisatawan berkunjung ke daerah
wisata pantai yang terbentang antara Palabuhan Ratu sampai
dengan Cibangban dan kawasan wisata bahari Ujung Genteng dan
Pengumbahan ketimbang kabupaten Sukabumi sebagai kawasan
wisata pegunungan, pantai Palabuhanratu sampai dengan
Cibangban, lembah Gunung Salak dan Gunung Gede yang memiliki
panorama dan tempat rekreasi pegunungan. Konsentrasi
wisatawan ke kabupaten Sukabumi adalah untuk berkunjung ke
pantai sedangkan daya tarik pegunungan belum menjadi minat
utama bagi wisatawan yang berkunjung ke kabupaten Sukabumi.
Dalam rangka menjadikan destinasi wisata kelas dunia
keberadaan kawasan cagar alam geologi atau dinamakan geopark
dapat menjadi objek wisata unggulan Kabupaten Sukabumi. Lokasi
geopark berada di zona inti yaitu ciletuh. Dalam geopark ciletuh
terdapat potensi keragaman geologi, hayati dan budaya.
Keberadaannya menjadi potensi yang cukup besar untuk
dikembangkan. Deliniasi potensi geopark ciletuh meliputi 8
kecamatan meliputi Kecamatan Ciemas, Ciracap, Waluran, Surade,
Simpenan, Palabuhanratu, Cikakak dan Cisolok.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-58


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 4.9
Peta Keragaman Geologi Geopark Nasional Ciletuh

Pengembangan kepariwisataan Kabupaten Sukabumi


berlandaskan kepada pemanfaatan SDA yang tersedia di pedesaan
sebagai bagian penting dan strategis mengingat pembangunan di
Kabupaten Sukabumi menggunakan pola pendekatan
pembangunan pedesaan, oleh karena potensi dan masyarakat desa
sebagi tumpuan pembangunan.
Secara keseluruhan Kabupaten Sukabumi memiliki 50 obyek
wisata yang memberikan dukungan terhadap perekonomian
Kabupaten Sukabumi, meliputi 34 wisata alam, 8 wisata buatan dan
8 wisata minat khusus. Hotel berbintang di Kabupaten Sukabumi
pada tahun 2014 berjumlah 3 buah sedangkan hotel non bintang
(melati) sebanyak 124 buah
Jika dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan, setiap tahun
kecenderungannya mengalami peningkatan khususnya wisatawan
domestik. Pada tahun 2014 arus kunjungan wisatawan domestik ke
obyek wisata meningkat 6,93% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara untuk kunjungan wisatawan asing pada tahun 2014

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-59


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

mengalami kenaikan sebesar 51,26%. Perkembangan jumlah


kunjungan wisatawan dari tahun 2010 sampai tahun 2014 yang
datang ke obyek wisata Kabupaten Sukabumi tergambarkan dalam
tabel sebagai berikut:

Gambar 4.10
Jumlah Wisatawan Yang Berkunjung

1. Kawasan peruntukan pariwisata budaya, meliputi :


a) Kawasan wisata remaja terutama di Kecamatan Kadudampit
dan Nagrak;
b) Kawasan desa wisata terutama di Kecamatan Sagaranten,
Curugkembar, Nyalindung, dan Purabaya; dan
c) Kawasan wisata budaya di Kecamatan Cisolok dan Cikakak
(Kampung Cipta Gelar dan Cipta Rasa), Kecamatan
Kabandungan, Simpenan, dan Cidahu (Girijaya)
2. Kawasan peruntukan pariwisata alam, meliputi :
a) Kawasan wisata bahari, berlokasi di kawasan wisata
Palabuhanratu dan sekitarnya (Citepus, Cibangban, Cimaja
dan Cisolok), kawasan pantai Simpenan, Kawasan wisata
Ujunggenteng dan sekitarnya di Kecamatan Ciracap, Surade,
dan Ciemas;
b) Kawasan wisata agro, terdapat di Kecamatan Ciracap,
Ciemas, Surade, Sukabumi, Kalapanunggal, Cidahu dan
Parakansalak;
c) Kawasan ekowisata terutama di Taman Nasional Gunung
Halimun (TNGH) Kecamatan Kabandungan, Taman Nasional

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-60


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gununggede Pangrango (TNGP) di Kecamatan Sukabumi dan


Kadudampit, Kawasan pantai Ujunggenteng dan sekitarnya,
serta kawasan pantai Palabuhanratu dan sekitarnya;
d) Kawasan wisata sungai, terdapat di Kecamatan Warungkiara,
Cikidang, dan Simpenan, dan Jampangtengah;
e) Kawasan wisata danau, terdapat di Kecamatan Parakansalak,
Kadudampit, Purabaya, Kalibunder, dan Nyalindung; dan
f) Kawasan wisata geologi terdapat di Kecamatan Ciemas,
Ciracap, Waluran, Surade, Simpenan, Palabuhanratu, Cikakak
dan Cisolok.
3. Kawasan peruntukan pariwisata buatan, meliputi :
a) Kawasan wisata spa di Kecamatan Cisolok, Parakansalak dan
Cidahu.
b) Kawasan wisata sentra industri terutama di Kecamatan
Sukaraja, Cisaat dan Cicurug.

f. Peningkatan peran pemuda dan Pembinaan prestrasi


Olahraga
Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan aset
bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Kemajuan
atau kehancuran bangsa dan negara banyak tergantung pada kaum
mudanya sebagai agent of change. Pada setiap perkembangan dan
pergantian peradaban selalu ada darah muda yang memeloporinya.
Pemuda adalah jiwa seorang insan manusia yang memiliki
ketangguhan dan semangat yang tinggi dalam memperjuangkan
revolusi dan renovasi peradaban bangsanya menuju arah yang
lebih baik. Kaum muda merupakan sosok yang penting dalam
setiap perubahan, karena kaum muda bergerak atas nilai-nilai
idealisme dan moralitas dalam melihat persoalan yang ada, demi
tercapainya kesejahteraan bangsa. Mereka adalah sosok yang
merindukan perubahan dan sesuatu yang baru dalam hidup ini.
Pemuda merupakan entitas yang selalu bersikap kritis
terhadap berbagai situasi yang terjadi di masyarakat, sosok yang
penuh semangat dan gairah, yang memiliki idealisme tinggi demi
tercapainya kesejahteraan bangsa, serta yang dinamis dan kaya
akan kreativitas. Selain itu pemuda juga merupakan generasi yang
nantinya akan meneruskan kemana negara ini akan berjalan.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-61


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang


Pemuda, disebutkan bahwa pemuda adalah warga negara
Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan
perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Artinya
pembinaan pemuda harus dipersiapkan sedini mungkin.
Pembangunan kepemudaan adalah proses memfasilitasi
segala hal yang berkaitan dengan kepemudaan yang bertujuan
untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif,
inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing,
serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan,
dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam
kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemuda
berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen
perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional.
Peran aktif pemuda sebagai kekuatan moral diwujudkan
dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam
bertindak pada setiap dimensi kehidupan kepemudaan,
memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan
meningkatkan kesadaran hukum. Sebagai kontrol sosial diwujudkan
dengan memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan
kesadaran atas tanggungjawab, hak, dan kewajiban sebagai warga
negara, membangkitkan sikap kritis terhadap lingkungan dan
penegakan hukum, meningkatkan partisipasi dalam perumusan
kebijakan publik, menjamin transparansi dan akuntabilitas publik,
dan memberikan kemudahan akses informasi.
Sebagai agen perubahan diwujudkan dengan
mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, sumberdaya
ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan
teknologi, olahraga, seni, dan budaya, kepedulian terhadap
lingkungan hidup, pendidikan kewirausahaan, serta kepemimpinan
dan kepeloporan pemuda
Kabupaten Sukabumi memilki potensi besar untuk digali,
dikembangkan sehingga berdayaguna dan berhasilguna, salah satu
komponen strategis dan vital adalah pemuda, kuantitas pemuda di
Kabupaten Sukabumi yang besar adalah potensi sekaligus
tantangan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dalam
melakukan pembinaan, pedampingan dan pengembangan pemuda
yang ada di Kabupaten Sukabumi, keterpaduan sumberdaya alam
dan sumberdaya manusia merupakan asset dasar dalam

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-62


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

menciptakan satu wilayah denagnkarakteristik kreatif-produktif dan


sejahtera.
Maka tidak berlebihan kiranya apabila Pemerintah Daerah
Kabupaten Sukabumi berupaya keras dalam membangun pemuda
produktif, memilki kompetensi unggul, berdaya saing, inovatif,
mampu menjadi bagian penting dan diperhitungkan dalam kancah
persaingan global.
Disepakatinya pembentukan komunitas masyarakat tunggal
yaitu Asean Comunity 2015 merupakan lonceng peringatan kepada
seluruh pemuda di indonesia, untuk segera mempersiapkan diri
dengan segenap kompetensi yang memadai sehingga mampu
terlibat dan tidak tersingkirkan dalam persainga antar pemuda se
Asean yang bukan saja ketat, berat dan membutuhkan kehandalan,
keterampilan, kerja keras dan berpola fikir maju, sinyalemen Asean
comunity 2015 harus disikapi secara serius oleh Pemerintah disetiap
tingkatan. Karena pembinaan, pendampingan, pemberdayaan,
pemberian kesempatan kepada pemuda adalah hal yang tidak bisa
ditawar dan ditunggu lagi.
Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah
dalam rangka peningkatan partisipasi dan peran aktif pemuda
dalam berbagai bidang pembangunan antara lain melalui
penyadaran pemuda, diklat bela negara, loka karya kepedulian,
pelestarian lingkungan dan pola hidup sehat dan sosialisasi bahaya
napza dan pergaulan bebas, pengembangan pemuda, seminar
kepemimpinan dan validasi data base OKP/Ormas dan implementasi
UU No. 40 Tahun 2009.
Olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan
mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang, dan
berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan
dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan.
Pembinaan prestasi olahraga dengan berbagai cara
telah dilakukan sejak jaman olimpiade modern hingga jaman
sekarang. Pembinaan tersebut tidak hanya terpaku pada satu
cabang olahraga saja akan tetapi pembinaan yang dilakukan
terhadap seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan.
Pengembangan olahraga sampai sekarang ini mengalami
perubahan sesuai dengan perkembangan dan penerapan teknologi
dalam olahraga IPTEK olahraga, memang tidak bisa di pungkiri
sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan prestasi
olahraga adalah teknologi. Pada tingkat Internasional masih
dihadapkan pada kesulitan menetapkan teknologi olahraga

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-63


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

yang dapat memuaskan banyak orang, sehingga sampai


sekarang ini ditemukan teknologi olahraga yang beragam sesuai
dengan sudut pandang disiplin ilmu keolahragaan yang
digunakan memahami fenomena olahraga. Pengembangan
olahraga prestasi sangat kompleks sehingga memerlukan waktu
yang panjang untuk menghasilkan suatu prestasi pada tingkat
daerah, nasional dan Internasional. Waktu yang panjang
juga tidak cukup jika tidak didukung oleh suatu program latihan
secara bertahap dan berkelanjutan serta membutuhkan dana yang
cukup. Untuk itu dalam pengembangannya dimulai dari
sejak dini melalui pendidikan jasmani dan olahraga di
sekolah-sekolah dasar. Kemudian dilanjutkan dengan pembinaan
spesialisasi olahraga pada usia dini, pemantapan dan pembinaan
lebih lanjut.
Dalam olahraga sangat dibutuhkan suatu manajemen
olahraga dimana manajemen olahraga terbagi dalam 2 bagian
manajemen olahraga pemerintah dan manajemen olahraga swasta.
Organisasi merupakan suatu wadah atau alat untuk mencapai
tujuan organisasi.
Berdasarkan beberapa tantangan yang ada sekarang,
serta memperhatikan kondisi prestasi olahraga di
Kabupaten Sukabumi, sudah selayaknya Pemerintah Daerah
dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap
pembinaan olahraga prestasi sejak dini secara berjenjang,
penyediaan sarana prasarana olahraga di masih-masing
wilayah, serta pemberian penghargaan kepada atlit-atlit
dan pembina olah raga prestasi.
Peningkatan capaian olahraga prestasi sampai dengan tahun
2015 dari berbagai cabang olahraga prestasi sebanyak 36 cabang
olahraga.
Selanjutnya pembangunan penyediaan sarana prasarana
olahraga di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi sampai dengan
tahun 2015 terbangun sebanyak 129 lapangan olahraga dan 3 GOR

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-64


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

g. Pemahaman, penghayatan, pengamalan, dan


pengembangan nilai-nilai keagamaan
Dalam kehidupan beragama, sikap toleransi sangatlah
dibutuhkan karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat
beragama dapat berlangsung dengan tetap saling menghargai dan
memelihara hak dan kewajiban masing-masing. Dengan adanya
kesadaran pentingnya toleransi dalam kehidupan beragama,
diharapkan dapat terjalin hubungan yang harmonis antar warga
negara yang pada akhirnya membawa kesejahteraan bagi
masyarakat dan percepatan pembangunan negeri ini. Perlu
perhatian lebih bagi pemangku kebijakan untuk mengkondisikan
keamanan dan kedamaian di masyarakat melalui kebijakan
strategis dalam kerangka toleransi dan kebersamaan.

h. Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial


(PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial
(PSKS)
Salah satu inti dari berdirinya suatu negara adalah
penjaminan masyarakat yang berada di dalamnya untuk memenuhi
kebutuhan agar memiliki kehidupan yang tentram, damai, dan
sejahtera dari sisi sosial maupun ekonominya. Oleh karena itu,
pembangunan menyeluruh menjadi poin penting dalam perwujudan
kehidupan masyarakat tanpa adanya kesenjangan sosial ekonomi
sehingga terjalin rasa kebersamaan dalam kemerataan menikmati
hasil pembangunan.
Hasil pembangunan yang adil dan merata harus menjadi
perhatian pemerintah daerah untuk memberikan dampak nyata
pembangunan kepada seluruh rakyat atau masyarakat dalam suatu
daerah tanpa membedakan antara satu dengan yang lain. Dampak
pembangunan diharapkan dapat merangkul seluruh lapisan
masyarakat sehingga kesejahteraan daerah akan tercipta sesuai visi
pembangunan nasional. Namun dalam perkembangannya, capaian
pembangunan dan hasil-hasilnya belum sepenuhnya dirasakan oleh
seluruh lapisan masyarakat. Masih cukup tinggi kesenjangan yang
terjadi di beberapa wilayah regional Republik Indonesia disebabkan
oleh banyak faktor seperti wilayah geografis Indonesia yang sangat
beranekaragam hingga kurang optimalnya pemerataan kualitas
pendidikan dan kesehatan.
Penyelenggaraan kesejahteraan sosial merupakan kewajiban
dari setiap pemerintah kepada warga masyarakatnya, namun

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-65


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

demikian penyelenggaraan kesejahteraan sosial bukanlah suatu hal


yang mudah karena permasalahan yang terjadi di dalamnya jauh
sangat kompleks. Sebagaimana kita ketahui bahwa sasaran
garapan dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi ialah para
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang sebagaian
besar diantara mereka merupakan penduduk miskin yang tidak
mampu menjalankan peran dan fungsi sosialnya dimasyarakat
secara wajar.
Penyebab terjadinya berbagai permasalahan sosial yang
diderita oleh para PMKS ini sangat bervariasi, hal tersebut kita
dapat kelompokan kedalam 2 (dua) kelompok besar yaitu yang
dikarenakan faktor eksternal dan internal, faktor eksternal
diantaranya kejadian bencana alam/sosial, kebijakan pemerintah,
serta pengaruh lingkungan, sedangkan faktor internal diantaranya
tingkat pendidikan yang rendah serta keterbatasan fisik atau mental
yang dimiliki oleh seorang individu.
Dalam kehidupan bermasyarakat memang kesenjangan
merupakan suatu kasus yang pasti selalu ada, namun peran
pemerintah disini adalah meminimalisasi terjadinya kesenjangan
kehidupan sosial ekonomi yang berujung tekanan pada kelompok
miskin. Sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat, Kabupaten
Sukabumi memiliki permasalahan tersendiri dalam mencakup
kesenjangan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan
karakteristik geografi dan sosial budaya yang menjadikan kendala
bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat utamanya di wilayah-wilayah yang cukup jauh dari
pusat pemerintahan maupun pusat perekonomian.
Permasalahan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan
Sosial (PMKS) adalah seseorang, keluarga atau kelompok
masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan,
tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga tidak dapat
terpenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani, rohani dan sosial) secara
memadai dan wajar.Hambatan, kesulitan dan gangguan tersebut
dapat berupa kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan
sosial, keterbelakangan, keterasingan dan perubahan lingkungan
(secara mendadak) yang kurang mendukung, seperti terjadinya

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-66


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

bencana. PMKS yang menjadi sasaran penyelenggaraan urusan


sosial yang saat ini terdapat 27 jenis PMKS. Jumlah PMKS yang ada
di Kabupaten Sukabumi pada Tahun 2015 sesuai dengan hasil
pendataan PMKS dan hasil verifikasi dan validasi kepesertaan
PBIJKN padatahun 2015, sebagai berikut:
Tabel 4.8
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Kabupaten Sukabumi Tahun 2015

No. Jenis PMKS Jumlah


(Jiwa)
1 Anak balita terlantar 4.845
2 Anak terlantar 23.137
3 Anak yang berhadapan dengan hukum 165
4 Anak jalanan 360
5 Anak dengan kedisabilitasan 320
6 Anak yang menjadi korban tindak kekerasan atau 83
diperlakukan salah
7 Anak yang memerlukan perlindungan khusus 1.099
8 Lanjut usia terlantar 14.202
9 Penyandang disabilitas 3.595
10 Tuna susila 436
11 Gelandangan 772
12 Pengemis 1.158
13 Pemulung 411
14 Kelompok Minoritas 10.800
15 Bekas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (BWBLP) 349
16 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) 630
17 Korban Penyalahgunaan NAPZA 820
18 Korban trafficking 300
19 Korban tindak kekerasan 304
20 Pekerja Migran Bermasalah Sosial (PMBS) 912
21 Korban bencana alam 3.666
22 Korban bencana sosial 489
23 Perempuan rawan sosial ekonomi 7.609
24 Fakir Miskin 1.296.514
25 Keluarga bermasalah sosial psikologis 1.930
26 Komunitas adat 22.522
Jumlah 1.397.428

Hal yang cukup menonjol dalam hal ini adalah peningkatan


jumlah penyandang masalah sosial yang cukup sangat banyak

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-67


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

sehingga perhatian kita harus terfokus permasalahan sosial


tersebut. Dengan beberapa permasalahan tersebut, beberapa
tantangan permasalahan sosial di Kabupaten Sukabumi masih
relatif sangat besar.
Selain itu dalam rangka upaya menurunkan jumlah PMKS
dan perlindungan terhadap masyarakat miskin, Dinas Sosial juga
dibantu oleh Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). PSKS
merupakan perseorangan, keluarga, kelompok, dan/atau
masyarakat yang dapat berperan serta untuk menjaga,
menciptakan, mendukung, dan memperkuat penyelenggaraan
kesejahteraan sosial. Jumlah dan jenis PSKS yang terdaftar
diantaranya :
Tabel 4.9
Jumlah dan jenis PSKS

No. Jenis PSKS Jumlah


(Jiwa)
1 Pekerja Sosial Profesional 9
2 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) 1,930
3 Taruna Siaga Bencana (TAGANA) 114
4 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) 121
5 Karang Taruna (KT) 4,381
6 Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) 1
7 Keluarga Pioner 1,138
8 Wahana Kesejahteraan Sosial Keluarga Berbasis Masyarakat 50
(WKSBM)
9 Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial (WPKS) 1,930
10 Penyuluh Sosial 522
11 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) 47
12 Dunia Usaha 1,065

i. Pemberdayaan serta perlindungan bagi perempuan dan


anak
Isu gender dan anak merupakan masalah utama dalam
pembangunan, khususnya pembangunan sumberdaya manusia.
Walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk
meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak serta penguatan
kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, namun
data menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam hal akses,
partisipasi, manfaat serta penguasaan terhadap sumberdaya seperti
pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan bidang strategis
lainnya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-68


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Perlindungan bagi perempuan dan anak dari berbagai


tindakan eksploitasi, diskriminasi dan kekerasan juga masih belum
optimal, sehingga pelayanan dan penanganan kepada perempuan
dan anak sebagai kelompok rentan dan korban terbesar akibat
kekerasan juga masih relative rendah. Dampak dari pelaksanaan
pembangunan yang belum mempertimbangkan kesetaraan,
pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, akan
memperlambat proses pembangunan suatu bangsa.
Diperlukansuatusistem yang terpadu dan komitmen yang kuat dari
semua pemangku kepentingan untuk dapat mengatasi isu gender
dan anak seperti tersebut di atas. Selain itu belum opptimalnya
penanganan terhadap beberapa isu/kasus yang terjadi pada
perempuan dan anak diantaranya:

Kekerasan terhadap Perempuan


Beberapa permasalahan yang masih dihadapi adalah masih
belum memadainya jumlah dan kualitas tempat pelayanan bagi
perempuan korban kekerasan, karena banyaknya jumlah korban
yang harus dilayani dan luasnya cakupan wilayah yang harus
dijangkau. Sampai dengan tahun 2015 belum tersedia data yang
representatif tentang kekerasan terhadap perempuan. Data hasil
pelayanan dari P2TP2A Kabupaten Sukabumi tindak kekerasan
berjumlah 390 kasus dengan jumlah korban sebanyak 464 orang,
tetapi data ini masih jauh dari keadaan sebenarnya disebabkan
metodologi yang belum memadai.
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Data Kekerasan Terhadap
Perempuan dan Anak yang berbasis Unit Pelayanan Terpadu belum
berjalan seperti yang diharapkan sehingga data yang akurat, cepat
dan periodik mengenai korban kekerasan belum dapat terlaksana
dengan baik. Demikian pula kasus tindak pidana perdagangan
orang semakin meningkat. Dalam jumlah kasus yang ada sampai
dengan tahun 2015 korban trafficking menduduki pringkat paling
banyak yaitu sebanyak 136 kasus dengan jumalh korban sebanyak
160 orang.

Tenaga Kerja Perempuan


Tenaga kerja perempuan terutama disektor informal jenisnya
sangat luas dan kondisinya dinamis, serta belum mendapat
perhatian serius, antara lain dalam permodalan, teknologi,
pendidikan dan pelatihan, upah sangat rendah, tanpa uang lembur,
tanpa promosi kerja, tidak terorganisir, jaminan kesehatan akibat

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-69


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

kerja adalah menjadi tanggungan pribadi tenaga kerja perempuan.


Sedangkan yang bekerja di perusahaan, tenaga kerja perempuan
masih sering dieksploitasi oleh pengusaha, mendapat perlakuan
kekerasan, pelecehan seksual, pemberian upah yang lebih rendah,
perlakuan diskriminatif di tempat kerja, jam kerja yang tidak
menentu, kesempatan karir, dan lain-lain. Kerugian lain yakni dari
pemotongan pajak lebih besar dari pada tenaga kerja laki-laki,
karena perempuan dianggap berstatus lajang.
Demikian juga dengan perlindungan tenaga kerja perempuan
yang bekerja di luar negeri, masih perlu mendapatkan perhatian
serius seperti rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya
keterampilan, rendahnya kemampuan berkomunikasi, masih adanya
TKI illegal, bahkan deportasi.Sementara permasalahan yang lama
juga masih terus berlangsung seperti kekerasan fisik, kekerasan
seksual, gaji tidak dibayar, diperdagangkan dan lain-lain.
Permasalahan keluarga TKI yang ditinggalkan perlu mendapat
prioritas penanganan secara terpadu, khususnya dalam tiga hal
yaitu pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan ketahanan
keluarga, dan perlindungan anak-anak TKI.

Politik dan Pengambilan Keputusan


Keterwakilan perempuan dalam politik dan pengambilan
keputusan, maupun peran dan partisipasi perempuan dalam politik
belum maksimal. Hal iniditunjukkan dari rendahnya jumlah
perempuan yang menduduki jabatan strategis di eksekutif,
legislatif,yudikatif, partai politik, dan organisasi-organisasi profesi
lainnya, sebagai berikut:
a. Keterwakilan perempuan dilembaga legislatif mengalami
kesenjangan yang sangat signifikan. Bahkan mengalami
penurunan dari periode sebelumnya, periode sekarang (2014-
2019) jumlah perempuan anggota DPRD hanya 6 orang dari
jumlah keseluruhan 50 orang, itu artinya hanya 12%
keterwailan perempuan bagi pengambilan keputusan di
lembaga legislatif;
b. Sampai dengan tahun 2015, perempuan yang menjabat Bupati
0% persen; perempuan yang menjabat Wakil Bupati 0%;
perempuan yang menjabat Eselon II 3 orang; Eselon III 37
orang; Eselon IV 272 orang. Sedangkan untuk angka partisifasi
perempuan di lembaga pemerintah hanya sebanyak 8,3%.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-70


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Ekonomi
Di bidang ekonomi, dalam upaya penurunan kemiskinan masih
terdapat permasalahan gender.Sesuai dengan hasil pendataan PMKS,
jumlah Perempuan Rawan Sosial Ekonomi menunjukan angka yang
sangat tinggi yaitu sekitar 7.609 jiwa. Dengan adanya program
Perempuan Kepala Keluarga berbagai program perlindungan sosial
bagi penduduk miskin telah diluncurkan, namun sebagian besar
peserta program PEKKA mengalami kesulitan dalam mengakses aset
finansial.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di
Kabupaten Sukabumi sebanyak 431.293 orang yang tidak diikuti oleh
peningkatan peluang kerja yang baik bagi mereka, sehingga
menyebabkan produktivitas ekonomi perempuan belum optimal. Ada
dua hal yang menjadi catatan yaitu, pertama, masih banyak
perempuan Indonesia yang termasuk dalam kategori pekerja
keluarga yang tidak dibayar (tidak mendapat upah); dan kedua, lebih
dari separuh perempuan yang bekerja terkonsentrasi dalam
pekerjaan yang bergaji rendah. Sebagian besar perempuan bekerja
di sektor informal dengan keahlian, keterampilan dan upah yang
lebih rendah dibandingkan dengan upah laki-laki dan mereka juga
mengalami perlindungan yang kurang optimal.

Kelembagaan Pengarusutamaan Gender


Belum efektifnya kelembagaan PUG dan pemberdayaan
perempuan antara lain terlihat dari: 1) Belum optimalnya penerapan
piranti hukum, piranti analisis, dan dukungan politik terhadap
program kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai
prioritas pembangunan; 2) Belum memadainya kapasitas
kelembagaan dalam pelaksanaan PUG, terutama sumber daya
manusia, serta ketersediaan dan penggunaan data terpilah menurut
jenis kelamin dalam siklus pembangunan; dan 3) Masih rendahnya
pemahaman mengenai konsep dan isu gender serta manfaat PUG
dalam pembangunan, terutama di kabupaten/kota.

Pembangunan Perlindungan Anak dari segala bentuk


kekerasan dan diskriminasi
Kekerasan yang dialami anak merupakan fenomena gunung
es.Jumlah tindak kekerasan yang terjadi lebih tinggi daripada jumlah
yang dilaporkan.Minimnya pengetahuan masyarakat tentang layanan
menjadi salah satu penyebab kasus kekerasan terhadap anak tidak
mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya. Selama tahun

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-71


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

2015 tercatat kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani hanya


oleh RPTC sebanyak 11 orang anak dari jumlah tindak kekerasan
yang terjadi sebanyak 89 orang. Itu artinya sekitar 12% korban
kekerasan adalah anak-anak. Belum lagi yang tidak terlapor dan
tidak melalui RPTC, kemungkinan masih banyak kasus-kasus yang
terjadi di luar sana.

j. Reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan


yang baik (Good Governance)
Good governance didefinisikan sebagai suatu kesepakatan
menyangkut pengaturan negara yang diciptakan bersama oleh
pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk mewujudkan
kepemerintahan yang baik secara umum. Dalam good governance
mengandung pengertian terkait nilai yang menjunjung tinggi
keinginan rakyat, kemandirian, aspek fungsional dan pemerintahan
yang efektif dan efisien. Mewujudkan Good Governance (tata
pemerintahan yang baik) secara menyeluruh memiliki cakupan
seluruh mekanisme, proses, dan lembaga-lembaga dimana warga
dan kelompok masyarakat yang mengutarakan kepentingan
mereka, menggunakan hak hukum, memenuhi kewajiban, dan
menjembatani perbedaan-perbedaan di antara mereka.
Dalam menciptakan tata pemerintahan yang baik sangat
tergantung dari ketiga lembaga yang menyusun pemerintahan
tersebut yaitu pemerintah (government), dunia usaha (swasta), dan
masyarakat. Ketiga domain itu harus saling berinteraksi antara satu
dengan yang lainnya sehingga terjalin sebuah sinergi dalam rangka
mencapai tujuan.
Penerapan prinsip-prinsip clean government dan good
governance secara universal diyakini sebagai prinsip dasar yang
diperlukan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Pelayanan prima kepada publik menjadi suatu tujuan utama dalam
mewujudkan reformasi birokrasi pemerintahan baik pusat maupun
daerah. Oleh karena itu, peningkatan dan perbaikan tatanan
birokrasi menjadi suatu hal mutlak yang harus diwujudkan.
Aparatur pemerintahan sebagai subyek dari pembangunan
reformasi birokrasi harus menjadi titik tolak dalam program
pencapaian good governance. Peningkatan sumber daya aparatur
dari segi kualitas dan pembentukan struktur organisasi dengan tata
laksana kelembagaan yang efektif dan efisien menjadi prioritas
dalam mengembangkan kapasitas pemerintah serta akuntabilitas
pengelolaan keuangan daerah. Hasil akhir yang diharapkan dari

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-72


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

prinsip good governance and clean government adalah terciptanya


pemerintahan yang baik (clean government) dan pelayan publik
yang semakin baik (good and clean public service). Bila semua itu
terwujud, maka konflik kepentingan yang selama ini dikedepankan
hingga menghambat perjalanan dan gerak langkah pembangunan
Kabupaten Sukabumi dapat diminimalisir.
Tata kelola pemerintah yang baik merupakan core business
dalam mengimplementasikan pembangunan daerah mengingat
aparatur pemerintah adalah subyek pembangunan utama.
Sekurang-kurangnya terdapat empat elemen penting dalam
penyelenggaraan pemerintahan yang harus diperhatikan untuk
mencapai good governanceyakniaccountability, transparency,
predictability, dan participation. Empat hal tersebut akan
menjadikan pelaksanaan pemerintahan menjadi efektif dan efisien
melalui optimalisasi pemberdayaan aparatur pemerintahan daerah.
Melalui tata kelola pemerintahan yang baik, diharapkan akan
menjadi dasar dalam pencapaian reformasi birokrasi dengan fokus
pemberiaan pelayanan prima kepada masyarakat.
Pelayanan terhadap masyarakat merupakan tugas pokok
aparatur pemerintah daerah terutama pelayanan dasar yang
merupakan urusan wajib Pemerintah Daerah dan Pelayanan lainnya
khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti
pelayanan kesehatan, pendidikan, pelayanan administrasi
kependudukan, Pelayanan Peirzinan dan Non Perizinan. Untuk
mewujudkan pelayanan yang prima, pemerintah daerah harus
merumuskan program-program kegiatan penunjang peningkatan
kualitas sumber daya manusia yang selama ini masih belum
maksimal direalisasikan.
Dalam mengkaji permasalahan tersebut, berikut pemicu
munculnya fenomena kinerja aparatur pemerintahan:

1) Kurang optimalnya pemberdayaan sumber daya aparatur


pemerintahan utamanya dalam peningkatan kualitas
kinerja
Kualitas sumber daya aparatur pemerintah Kabupaten
Sukabumi menjadi suatu permasalahan dalam peningkatan kinerja
pemerintah daerah. Minimnya aparatur daerah yang profesional,
berkualitas, dan amanah menjadi pekerjaan rumah bagi
pemerintah daerah sebagai bagian dari pencapaian Good
Governance melalui Reformasi Birokrasi (RB). Untuk mengefektifkan
kinerja pemerintah daerah, pemerintah perlu menambah jumlah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-73


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

PNS atau tidak menambah jumlah PNS, namun meningkatkan


kualifikasi PNS dengan memberikan pelatihan dalam hal pelayanan
dan kinerja. Hal ini akan memberikan pengaruh yang positif bagi
peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja mengingat potensi
sumber daya aparatur akan dipergunakan secara optimal.

2) Rendahnya pengawasan pelaksanaan pembangunan baik


teknis maupun administrasi
Peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan
negara/daerah ditunjukkan dengan adanya akuntabilitas pelaporan
keuangan yang memadai, meliputi kewajaran penyajian Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan Laporan Keuangan
Kementerian/Lembaga (LKK/L). Akuntabilitas keuangan daerah
sangat erat kaitannya dengan penyimpangan penggunaan
anggaran. Fakta yang sangat mencolok sebagai bukti masih
lemahnya good governance selama ini adalah tingginya korupsi
yang terjadi. Korupsi dapat dikatakan merajalela terutama di
kalangan birokrasi pada institusi publik atau lembaga pemerintah
baik departemen maupun lembaga bukan departemen. Korupsi
biasanya yang terjadi disertai dengan tindakan kolusi dan
nepotisme dimana kedua belah pihak akan merasa diuntungkan
dengan merugikan pihak negara.

3) Rendahnya kualitas pelayanan publik


Pelayanan yang berkualitas merupakan kemampuan aparatur
negara dalam memberikan pelayanan yang dapat memberikan
kepuasan kepada para konsumen dalam hal ini masyarakat dengan
standar yang telah ditentukan. Rendahnya kualitas pelayanan
publik merupakan salah satu sorotan yang diarahkan kepada
birokrasi pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat. Perbaikan pelayanan publik di era reformasi
merupakan harapan seluruh masyarakat, namun dalam perjalanan
reformasi di Kabupaten Sukabumi ternyata tidak mengalami
perubahan yang signifikan.
Berbagai tanggapan masyarakat justru cenderung
menunjukkan bahwa berbagai jenis pelayanan publik mengalami
kemunduran yang utamanya ditandai dengan banyaknya
penyimpangan dalam layanan publik tersebut. Sistem dan prosedur
pelayanan yang berbelit-belit, dan sumber daya manusia yang
lamban dalam memberikan pelayanan, mahal, tertutup, dan
diskriminatif serta berbudaya bukan melayani melainkan dilayani

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-74


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

juga merupakan aspek layanan publik yang banyak disoroti.


Rendahnya kualitas pelayanan publik yang dilaksanakan oleh
sebagian aparatur pemerintahan atau administrasi negara dalam
menjalankan tugas dan fungsinya akan menjadi hambatan berat
bagi pelaksanaan pembangunan jika tidak diantisipasi dengan cara
yang bijak.

k. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam


Pembangunan yang mendukung e-government
Teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap
proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima
sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
Lebih cepat
Lebih luas sebarannya, dan
Lebih lama penyimpanannya.
Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan
bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada
teknologi ini, seperti e-government, e-commerce, e-education, e-
medicine, e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu
berbasiskan elektronika.
Dengan adanya kemajuan teknologi, informasi, dan
komunikasi ini, Negara Indonesia diharapkan mampu mengikuti
setiap perkembangan globalisasi yang ada sehingga diharapkan
Indonesia mempunyai peluang dalam memanfaatkan atau
membuat produk yang lebih unggul. Ke depannya nanti, diharapkan
Indonesia tidak hanya sebagai pemakai (user) tetapi mampu
menjadi pembuat (produsen) sehingga memiliki persaingan yang
cukup sehat alam pengembangan teknologi, informasi, dan
komunikasi. Jika hal tersebut terealisasi, maka Indonesia akan
mampu menjadi Negara yang tidak hanya mengandalkan teknologi
dari luar negeri, namun mampu mengekspor segala bentuk
teknologi informasi, dan komunikasi sesuai dengan spesifikasi yang
mampu berdaya saing internasional.

l. Masih Rendahnya Pendapatan Asli daerah


Dalam kurun waktu tahun 2011 hingga 2015, APBD
Kabupaten Sukabumi mengalami perkembangan yang cukup
signifikan. Sebagaimana diketahui, sumber pendapatan daerah
terdiri atas:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-75


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari kelompok Pajak


Daerah, Retribusi Daerah, Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan, dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah;
Dana Perimbangan yang meliputi Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil
Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus;
Kelompok Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah yang meliputi
pendapatan hibah dan dana penyesuaian otonomi khusus.
Perkembangan pendapatan daerah ini dapat dijelaskan
antara lain:
1. Realisasi pendapatan daerah mengalami kenaikan dengan rata-
rata pertumbuhan sebesar 16,73 persen yang dipengaruhi oleh
adanya kenaikan semua unsur-unsur pendapatan daerah, yaitu:
PAD, Pendapatan Transfer, dan Lain-Lain Pendapatan yang Sah.
Rata-rata pertumbuhan terbesar ada pada komponen
Pendapatan Asli Daerah sebesar 45,59 persen, kemudian Lain-
lain Pendapatan yang Sah dengan rata-rata pertumbuhan
sebesar 41,71 persen. Sedangkan Pendapatan Transfer menjadi
komponen dengan rata-rata pertumbuhan terkecil yakni sebesar
11,75 persen.
2. Selama kurun waktu beberapa tahun terakhir, realisasi
pendapatan asli daerah (PAD) meningkat signifikan dengan rata-
rata pertumbuhan sebesar 45,59 persen. Semua unsur PAD
menunjukan trend meningkat (pajak daerah, retribusi, hasil
pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain PAD yang sah).
Kenaikan yang cukup besar dari unsur PAD menggambarkan
adanya upaya intensifikasi dan ekstensifikasi PAD yang telah
dilakukan khususnya pajak daerah dan lain-lain pendapatan
daerah yang sah sebagai unsur dominan dalam memberikan
kontribusi terhadap PAD.
Hal ini mengindikasikan bahwa gerak perekonomian Kabupaten
Sukabumi terus tumbuh karena meningkatnya pajak daerah
berarti telah terjadi peningkatan pergerakan perekonomian
daerah khususnya dunia usaha. Kontribusi Pendapatan Asli
Daerah terhadap total Pendapatan Daerah Kabupaten Sukabumi
mulai tahun 2011 hingga 2014 meningkat dari 8,18 persen pada
tahun 2011 hingga mencapai 15,53 persen pada tahun 2014
yang menunjukkan peningkatan kemandirian keuangan daerah
Kabupaten Sukabumi.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-76


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

3. Realisasi penerimaan Pendapatan Transfer mengalami kenaikan


dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 11,75 persen. Kenaikan
ini dipengaruhi oleh unsur dana bagi hasil pajak dari transfer
pemerintah provinsi yang meningkat cukup tajam dengan rata-
rata pertumbuhan mencapai 36,62 persen. Dana perimbangan
juga memberikan dampak pertumbuhan cukup besar dimana
pertumbuhan dana perimbangan dipengaruhi oleh pertumbuhan
dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.
Kontribusi Pendapatan Transfer terhadap pendapatan daerah
sangat signifikan yakni mencapai 77,03 persen pada tahun 2014.
Dominasi pendpaatan transfer ini menurun di setiap tahunnya
yang disebabkan menurunnya kontribusi transfer pemerintah
pusat lainnya, dana alokasi umum maupun bagi hasil pajak.
4. Secara total realisasi, Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
memiliki rata-rata pertumbuhan sebesar 41,71 persen. Demikian
juga kontribusinya terhadap pendapatan daerah terus meningkat
dari 4,21 persen pada tahun 2011 menjadi 7,44 persen pada
tahun 2014.

m. Membangun budaya partisipasi masyarakat dalam


pembangunan
Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu
faktor kunci dalam melaksanakan reformasi global pembangunan
daerah. Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus dalam
menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi
dalam persaingan global sehingga mampu meningkatkan kapabilitas
pembangunan. Sehubungan dengan hal tersebut, kemampuan
suatu daerah untuk berdaya saing tinggi adalah kunci bagi
tercapainya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat baik bidang
sosial maupun ekonomi.
Pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi memiliki visi
utama dalam mewujudkan kemandirian masyarakat terutama dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemandirian dalam hal ini memiliki
makna bahwa setiap masyarakat harus mampu dalam memenuhi
setiap kebutuhan hidupnya sendiri maupun keluarganya dengan
kuantitas dan kualitas yang layak baik dalam pemenuhan
kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier. Oleh karenanya,
kemandirian mutlak membutuhkan kemampuan setiap individu
dalam partisipasi pelaksanaan pembangunan daerah.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-77


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Kemampuan setiap individu dalam menjalankan aktivitas


pembangunan merupakan bentuk dari keluaran potensi sumber
daya manusia sebagai subyek maupun obyek pembangunan
daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu adanya perhatian
khusus dari pemerintah daerah terkait peningkatan kualitas sumber
daya manusia sejak dini agar ke depannya Kabupaten Sukabumi
memiliki tenaga kerja yang berdaya saing.
Memiliki SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi akan
menjadikan Kabupaten Sukabumi siap menghadapi segala
tantangan globalisasi dan mampu memanfaatkan segala peluang
yang ada. Dengan peningkatan SDM berdaya saing juga akan
menempatkan kualitas SDM pada posisi yang lebih baik bagi
kehidupannya sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan
dasarnya dan memiliki peluang yang lebih besar dalam
mengembangkan kesejahteraan sosial ekonominya.

n. Meningkatkan Akses Layanan Derajat Kesehatan


Masyarakat
Pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan sampai saat
ini telah cukup baik dalam meningkatkan derajat kesehatan dan
status gizi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari adanya
peningkatan beberapa indikator derajat kesehatan masyarakat
antara lain : menurunnya angka kematian bayi, menurunnya
angka kematian balita, menurunnya angka kematian ibu,
meningkatnya status gizi dan menurunnya angka kesakitan
berbagai penyakit. Namun demikian fenomena keberhasilan
pembangunan kesehatan masih dirasa belum optimal terutama
karena dihadapkan pada kendala masih terbatasnya tenaga, sarana
dan prasarana serta masih rendahnya tingkat pemahaman dan
kesadaran masyarakat tentang lingkungan sehat dan perilaku hidup
bersih dan sehat. Pembangunan kesehatan harus juga
memperhatikan faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan
dan pelayanan kesehatan harus memperhatikan antara lain
ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, obat dan
perbekalan kesehatan, tenaga kesehatan serta pembiayaan dan
manajemen kesehatan.

Upaya Kesehatan Masyarakat


Tahun 2015, Cakupan Kunjungan Bayi dari target 90% sudah
tercapai 102,62%, Cakupan Pelayanan Anak Balita dari target 90%
baru tercapai 80.49%, Angka Kematian Bayi dari target 29 Per

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-78


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1000 KH baru sekitar 8.04 KH, Cakupan Neonatal dengan


Komplikasi yang ditangani dari target 60% sudah tercapai 66.05%,
Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani dari target 80%
sudah tercapai 98,64%, Cakupan pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan dari target
85% sudah tercapai 92%, Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 dari
target 95% baru tercapai 92,8%, Cakupan Pelayanan Ibu Nifas dari
target 90% sudah tercapai 94,53%, Jumlah Kematian Ibu dari
target 15 kasus sudah ada 54 kasus kematian ibu, Cakupan Peserta
KB Aktif dari target 95% sudah tercapai 95.34%.

Angka kesakitan
Untuk angka kesakitan, baik yang dilayani di pelayanan
kesehatan dasar (Puskesmas) maupun di pelayanan kesehatan
rujukan (Rumah Sakit) dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2015
di tiga Rumah Sakit, yaitu: RSUD Palabuhanratu, RSUD Sekarwangi
dan RSUD Jampangkulon.
Buffer stock obat minimal dipergunakan untuk 24 bulan untuk
menjaga kenaikan kasus kesakitan dan antisipasi Kejadian Luar
Biasa (KLB), sedangkan pengadaan pada tahun berjalan merupakan
kebutuhan untuk tahun berikutnya.
Adapun pencapaian melalui penyediaan obat dan perbekalan
kesehatan dengan target 24 bulan sedangkan capaiannya pada
tahun 2015 baru 18 bulan, sedangkan stok obat tersebut juga
digunakan untuk pasien JKN dikarenakan uang kapitasi yang
diterima oleh puskesmas selama 2 tahun baru digunakan 4 bulan
anggarannya untuk belanja obat.

Penyehatan Lingkungan
Lingkungan mempunyai pengaruh yang besar dalam
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga harus
mendapat perhatian yang serius.
Kesehatan lingkungan merupakan faktor terbesar yang
mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat. Dalam upaya
penanggulangan penyakit berbasis lingkungan, perlu dikembangkan
kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
Adapun pencapaian program penyehatan lingkungan tahun
2015 adalah cakupan air bersih yang sehat 68,17%, Cakupan
jamban sehat 64,23%, Cakupan sarana pengolahan air limbah
(SPAL) yang sehat adalah 58,36%. Sedangkan target Sustainable

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-79


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Development Goals (SDGs) untuk cakupan air bersih dan sanitasi


adalah 100%.

Angka Harapan Hidup


Angka Harapan Hidup penduduk Kabupaten Sukabumi
mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Hal ini mengindikasikan
semakin tingginya kualitas dan optimalisasi pelayanan kesehatan
hingga ke seluruh wilayah kabupaten.

Gambar 4.11
Angka Harapan Hidup
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Angka Harapan Hidup penduduk Kabupaten Sukabumi pada


tahun 2014 mencapai 69,73 tahun yang mengindikasikan bahwa
bayi yang baru lahir pada tahun 2014 akan memiliki harapan hidup
hingga umur 69-70 tahun.

Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin


Pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin yang selalu
menjadi isu adalah belum optimalnya penanganan dan pelayanan
jaminan kesehatan masyarakat miskin.
Jaminan kesehatan masyarakat miskin bertujuan untuk
meningkatkan jumlah, pemerataan dan kualitas pelayanan
kesehatan bagi masyarakat miskin melalui Puskesmas dan
jaringannya meliputi Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling,
bidan desa dan Posyandu, dengan sasaran meningkatnya

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-80


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

kunjungan dan cakupan pelayanan kesehatan dasar bagi penduduk


miskin (kuratif dan preventif).
Kesehatan yang merupakan hak asasi manusia dan salah satu
unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita
bangsa Indonesia. Pemerintah berkewajiban memberikan
pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, termasuk masyarakat
miskin.
Adapun pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin yang
disediakan oleh pemerintah adalah Jaminan Kesehatan Dasar
(Jamkesda) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui
Pemberian Bantuan Iuran (PBI) bagi penduduk miskin. Adapun
capaian s.d tahun 2015 adalah 55,25% dari taget 100%.

o. Peningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan


Keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari
pengembangan kualitas sumber daya manusia. Sebagai subyek
sekaligus obyek pembangunan, manusia wajib memiliki persyaratan
untuk memenuhi standar minimal kualitas sumber daya agar
pencapaian pembangunan daerah lebih efektif dan efisien. Dalam
rangka pemenuhan persyaratan tersebut, diperlukan sebuah usaha
pembangunan manusia oleh pemerintah daerah. Salah satu
indikator dalam melihat keberhasilan peningkatan kualitas sumber
daya manusia adalah dengan melihat kualitas pendidikan di wilayah
tersebut.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 pasal 11
pendidikan merupakan salah urusan wajib pelayanan dasar. Dalam
perwujudan urusan wajib tersebut diatur dalam Permendiknas
Nomor 15 tahun 2010 dan diubah melalui Permendikbud nomor 23
tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal pendidikan dasar
(SPM Dikdas). Indikator SPM Dikdas terdiri dari 14 indikator yang
menjadi kewenangan Kabaupten dan 13 indikator yang menjadi
kewenangan satuan pendidikan (SD/MI dan SMP/MTs).
Dalam Permendikbud dijelaskan bahwa batas akhir
pemenuhan indikator SPM Dikdas oleh kabupaten/kota adalah
tahun 2014. Sehubungan dengan itu maka Pemerintah Kabupaten
Sukabumi menindaklanjuti penerapan dan pencapaian SPM Dikdas
di Kabupaten Sukabumi ditargetkan paling lambat tahun 2015
melalui Perbup Nomor 63 tahun 2013. Capaian indikator SPM pada
dasarnya merupakan tahapan menuju tercapainya Standar Nasional
Pendidikan (SNP) yang terdiri dari 8 komponen standar, yaitu

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-81


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

standar kelulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan,


sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan, penilaian.
Hasil analisis data capaian indikator SPM Dikdas yang menjadi
kewenangan Kabupaten kondisi tahun 2015 menunjukkan bahwa
dari 14 indikator baru 2 indikator (2 IP) yang mencapai 100%, yaitu
IP 12 tentang jumlah pengawas sekolah yang memiliki kualifikasi
S1/D4 dan telah memiliki sertifikat pendidikan. Dan IP 13 tentang
pemerintah kabupaten/kota memiliki rencana dan melaksanakan
kegiatan untuk membantu satuan pendidikan dalam
mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran yang efektif.
Kegiatan yang mendukung IP 13 adalah Manajemen
Pengembangan Kurikulum pada program Manajemen Pelayanan
Pendidikan. Adapun capaianya <75% adalah IP
15,16,17,18,19,20,24. Sedangkan yang capaian IP >75% tetapi
belum 100% adalah IP 21,22,13,25.
Mengingat masih banyaknya indikator SPM Dikdas yang belum
tercapai, sementara target yang ditetapkan berdasarkan Perbup
nomor 63 tahun 2013 tercapai 100% tahun 2015, maka untuk
tindak lanjut target capaian 5 tahun kedepan perlu dilaksanakan
Akselerasi Capaian SPM Dikdas.
Berikut beberapa indikator kinerja pembangunan daerah pada
bidang pendidikan:

Gambar 4.12
Angka Melek Huruf
Kabupaten Sukabumi, 2012-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-82


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Angka melek huruf di Kabupaten Sukabumi pada tahun


2014 mencapai 99,39 persen yang berarti angka buta huruf hanya
sebesar 0,61 persen (Gambar 2.1). Prestasi ini cukup
membanggakan bagi segenap stakeholders di bidang pendidikan
karena pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan untuk
masyarakat yang optimal maka capaian ini bisa diperoleh. Sebagai
pondasi utama dalam pendidikan, program dan kegiatann terkait
melek huruf harus selalu digencarkan untuk mengimplementasikan
potensi minimal sumber daya manusia dalam mengenyam dunia
pendidikan.
Selain Angka Melek Huruf indikator kinerja pembangunan
daerah lainnya pada bidang pendidikan adalah Rata-rata Lama
Sekolah, seperti disajikan dalam grafik di bawah ini:

Gambar 4.13
Rata-rata Lama Sekolah
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Rata-rata lama sekolah di Kabupaten Sukabumi mengalami


kenaikan meskipun tidak signifikan dimana pada tahun 2014
mencapai 6,36 tahun (Gambar 2.2). Angka ini mengindikasikan
bahwa penduduk di Kabupaten Sukabumi rata-rata hanya
bersekolah hingga jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama
(SMP) kelas 1 semester kedua.
Harapan Lama Sekolah merupakan salah satu indikator
baru dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia yang

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-83


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

mengimplementasikan peningkatan pembangunan di bidang


pendidikan. Harapan Lama Sekolah mengindikasikan harapan
penduduk suatu wilayah dalam mengenyam pendidikan ke
depannya untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia secara
menyeluruh.
Di Kabupaten Sukabumi, Harapan Usia Lama Sekolah
meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai 12,12 tahun pada
tahun 2014. Hal ini mengindikasikan bahwa penduduk yang
memasuki usia sekolah pada tahun 2014 memiliki kesempatan
menimba ilmu hingga mencapai jenjang pendidikan SMA. Angka ini
menggambarkan makin tingginya perhatian pemerintah Kabupaten
Sukabumi terhadap dunia pendidikan sehingga harapan lama
sekolah setiap penduduk dapat mengikuti pendidikan hingga
jenjang perguruan tinggi.
Gambar 4.14
Harapan Usia Sekolah
Kabupaten Sukabumi, 2010-2014

Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015


Angka Partisipasi Sekolah Kabupaten Sukabumi cukup baik
terutama pada usia jenjang pendidikan sekolah dasar seperti
terlihat dalam tabel di bawah ini :

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-84


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 4.10
Angka Partisipasi Sekolah
Kabupaten Sukabumi, 2012-2014

Usia Sekolah 2012 2013 2014


(1) (2) (3) (4)

7-12 97,33 99,16 99,64


13-15 87,99 88,12 92,00
16-18 50,66 56,42 61,32
Sumber: BPS Kabupaten Sukabumi, 2015

Berdasarkan sajian tabel diatas, maka angka partisipasi


sekolah di Kabupaten Sukabumi dapat dinilai cukup baik terutama
pada usia jenjang pendidikan sekolah dasar yang mencapai 99,64
dan jenjang pendidikan sekolah menengah pertama yang mencapai
92,00. Namun untuk angka partisipasi usia sekolah 16-18 tahun
atau usia jenjang pendidikan sekolah menengah atas hanya
mencapai angka partisipasi sekolah sebesar 61,32 saja.

p. Penataan ruang yang terpadu dan berkelanjutan


Perkembangan wilayah di Jawa Barat semakin baik yang
ditunjukkan dengan berkembangnya permukiman di perkotaan dan
perdesaan sesuai dengan rencana tata ruang dan mantapnya
sistem pengendalian serta koordinasi dalam pengaturan,
pembinaan, pelaksanaan, serta pengawasan penataan ruang.
Proporsi Kawasan lindung sebesar 45% dan Kawasan Budidaya
sebesar 55% termasuk alokasi untuk lahan sawah beririgasi teknis
sebagai lahan sawah abadi, telah dapat diimplementasikan secara
konsisten.
Hal diatas diakibatkan oleh belum adanya aturan terkait
pemanfaatan ruang di kawasan lindung non hutan, selain itu
perlunya kejelasan dan ketegasan terkait perkembangan kawasan
khusus yang berada di dalam kawasan lindung (termasuk kawasan
buffer) sehingga tidak mengakibatkan terjadinya eksploitasi
kawasan lindung
Selanjutnya implementasi perda Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan (LP2B) belum optimal, terutama terkait insentif dan
disinsentif sehingga resiko alih fungsi lahan sawah masih sangat
tinggi.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-85


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu disusun dan


diimplementasikannya perda terkait pemanfaatan kawasan lindung
non hutan, perlunya penyusunan dan diimplementasikannya perda
kawasan khusus di dalam kawasan lindung, selanjutnya perlu di
optimalisasi pelaksanaan perda LP2B dan produk turunannya.

q. Peningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur


daerah
Perencanaan pembangunan yang efektif adalah perencanaan
yang mensinergikan antara peningkatan perekonomian,
pemerataan kesejahteraan masyarakat, serta mempertahankan
kualitas lingkungan hidup untuk generasi mendatang. Perencanaan
tersebut akan berhasil jika terdapat harmonisasi antara
perencanaan pembangunan dengan perencanaan tata ruang
wilayah yang berjalan seimbang serta memiliki kesesuaian tujuan
yakni pencapaian hasil pembangunan yang berkelanjutan. Oleh
karena itu, dalam pengembangan berbagai infrastruktur penunjang
kehidupan masyarakat perlu adanya perencanaan yang matang dan
terkoordinir sehingga tercapai keseimbangan pembangunan daerah.
Peningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur daerah,
memiliki isu pokok yang menjadi pemicu yaitu; belum meratanya
pembangunan infrastruktur dasar di seluruh daerah.
Kondisi geografis dan topografi wilayah menjadi alasan
tersendiri yang menyebabkan rendahnya tingkat aksesibilitas
wilayah. Wilayah yang luas dengan medan yang cukup sulit
menyebabkan belum semua daerah dapat terhubung dengan baik
dan optimal. Rendahnya aksesibilitas juga disebabkan oleh masih
rendahnya tingkat kemantapan jalan kabupaten yang masih berada
pada angka 48,57 persen dan minimnya kuantitas dan kualitas
fasilitas perhubungan terutama cakupan layanan transportasi
publik, sehingga pergerakan orang dan barang menjadi lambat dan
terbatas.
Jalan merupakan moda transportasi utama yang berperan
penting dalam mendukung pembangunan daerah serta mempunyai
kontribusi terbesar dalam melayani mobilitas manusia maupun
distribusi komoditas perdagangan dan industri. Prasarana jalan
semakin diperlukan untuk menjembatani kesenjangan dan
mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan antar wilayah,
antar perkotaan dan antar perdesaan. Sampai pada tahun 2014
tantangan yang masih harus dihadapi adalah menurunnya kualitas
pelayanan jalan di jalur-jalur utama perekonomian akibat

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-86


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

meningkatnya volume kendaraan maupun muatan dan dimensi


berlebih yang ditemui antara lain di ruas jalan Ciawi-Cicurug-
Sukabumi-Gekbrong. Kondisi ini mengakibatkan ongkos produksi
secara ekonomi menjadi tinggi akibat dari kemacetan yang
berdampak kepada meningkatnya Biaya Operasi Kendaraan (BOK ).
Perkeretaapian diselenggarakan berdasarkan azas manfaat,
adil dan merata, berdasarkan kepada keseimbangan kepentingan
umum, keterpaduan dan percaya diri sendiri, dan bahwa
perkeretaapian ditujukan untuk memperlancar perpindahan orang
dan/atau barang secara massal, menunjang pemerataan,
pertumbuhan dan stabilitas serta sebagai pendorong dan
penggerak pembangunan. Sampai saat ini, perkeretaapian masih
berkembang terbatas di Kabupaten Sukabumi, dimana rute layanan
untuk angkutan baik penumpang ataupun barang hanya terbatas
hanya untuk Sukabumi-Bogor dan Sukabumi-Cianjur. Disisi lain
minat masyarakat dalam pelayanan perkeretaapian sangat tinggi,
hal ini terbukti dengan sangat tingginya jumlah penumpang setiap
harinya.
Pengembangan kawasan pemukiman dan penanganan
kawasan kumuh juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Hal ini dikarenakan masih minimnya fasilitas perumahan dan
permukiman yang dimiliki masyarakat untuk memenuhi standar
kelayakan, seperti fasilitas air minum/air bersih, fasilitas
pengolahan limbah domestik, fasilitas sanitasi, fasilitas
persampahan dan drainase serta masih luasnya kawasan kumuh
perkotaan yang harus ditangani mencapai 77,05 ha.
Pengembangan wilayah Kabupaten Sukabumi dilaksanakan
berdasarkan struktur dan pola ruang yang telah disiapkan
pranatanya, termasuk dalam pengembangan kawasan koridor,
perbatasan, dan kawasan lainnya, sebagai kawasan strategis
kabupaten Sukabumi.
Permasalahan pengembangan wilayah Kabupaten Sukabumi
antara lain disebabkan oleh Infrastruktur dasar dan penunjang yang
belum memadai, belum optimalnya perencanaan sektor terkait
pengembangan KSK sesuai tema kawasan serta sumber daya
manusia yang belum memadai.
Untuk mengatasi masalah tersebut adalah kelengkapan
infrastruktur dasar dan penunjang, perencanaan sektor yang detil
tentang arah pengembangan kawasan serta Peningkatan SDM
bidang infrastruktur yang berkualitas.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-87


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Penataan ruang perlu dilaksanakan dengan penggunaan data


dan informasi spasial yang mutakhir (selalu terbaharui) serta
operasional dalam kerangka pengembangan infrastruktur data
spasial.
Kendala pelaksanaan penataan ruang tersebut diantaranya
adalah tingginya biaya pengadaan data spasial (citra terbaru, peta
skala besar dll), kurangnya dukungan teknologi informatika
penunjang, serta Sumberdaya manusia (ahli) yang terbatas
Permasalahan lain yang tidak kalah pentingnya adalah terkait
minimnya sarana prasarana penunjang pengembangan
perekonomian kerakyatan yang seharusnya difasilitasi oleh
pemerintah daerah. Hal ini menyebabkan masih belum optimalnya
pemberdayaan perekonomian rakyat disamping juga belum
maksimalnya program dan kegiatan pemerintah dalam
mengembangkan berbagai usaha mikro kecil dan menengah
utamanya industri rumah tangga.

r. Menurunkan degradasi kualitas lingkungan hidup


Proses pemanfaatan sumber daya alam dalam rangka
pembangunan daerah tentu saja dengan tetap mengacu pada
peraturan perundang-undangan yang mengatur pemanfaatan
sumber daya alam tersebut. Sebagaimana Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia 1945 (UUD 1945) mengamanatkan,
pemerintah dan seluruh unsur masyarakat wajib melakukan
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pelaksanaan
pembangunan berkelanjutan, agar lingkungan hidup Indonesia
tetap menjadi sumber daya dan penunjang hidup bagi rakyat
Indonesia serta makhluk hidup lain.
Namun Tidak dapat dipungkiri, pertambahan penduduk,
peningkatan urbanisasi, dan pertumbuhan ekonomi berdampak
pada kualitas lingkungan.
Seperti diketahui bahwa isu strategis pembangunan
berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi dari aspek lingkungan
adalah : Kerawanan bencana, kerusakan lingkungan, dan krisis
penggunaan air. Sedangkan untuk aspek ekonomi adalah:
Rendahnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Kemudian dari aspek sosial adalah: Rendahnya kualitas dan daya
saing sumber daya manusia; Kesenjangan kapasitas masyarakat
untuk beradaptasi terhadap kecepatan perubahan sosial ekonomi
dan Belum optimalnya tata kelola pemerintahan.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-88


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Kerawanan bencana, memiliki kecenderungan antara lain:


Rawan gerakan tanah/longsor, dan tsunami sebagian besar pada
kawasan budidaya (termasuk permukiman); Kabupaten Sukabumi
adalah Rangking 3 daerah rawan bencana (BNPB, 2013) serta
Rangking 3 kejadian bencana se Jabar (BPBD, 2015)
Kabupaten Sukabumi terhitung memiliki multi risiko bencana.
Berdasarkan penjumlahan dari indeks-indeks risiko masing-masing
ancaman berdasarkan faktor-faktor pembobotan dari masing-
masing bencana. Gambaran tentang peta multi risiko di Kabupaten
Sukabumi dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 4.15
Peta Tingkat Risiko Multi Bencana di Kabupaten Sukabumi

Peta multi bencana diatas menggambarkan bahwa sebagian


besar wilayah di Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat risiko yang
tinggi. Secara lebih detail dijelaskan bahwa terdapat 236 desa
dengan tingkat risiko tinggi terhadap multi bencana, 119 desa
dengan tingkat risiko sedang dan hanya terdapat 14 desa dengan
tingkat risiko rendah.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-89


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Selanjutnya Kerusakan lingkungan, memiliki kecenderungan


antara lain : Pencemaran air dan udara; Kerusakan habitat, dan
Kepunahan sumberdaya keanekaragaman hayati. Krisis
penggunaan air, memiliki kecenderungan antara lain:
Pengairan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pertanian
makin berkurang
Selain itu dari sisi lahan wilayah, terlihat pula lahan kritis
yang mencapai 196.468 ha dengan rincian 146.800 ha lahan agak
kritis; 41.700 ha lahan kritis; dan 7.968 ha lahan sangat kritis.

Gambar 4.16
Persentase Luas Lahan Kritis Menurut Statusnya (%)
Kabupaten Sukabumi, 2014

Sumber: Kabupaten Sukabumi Dalam Angka, 2015

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 IV-90


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BAB V
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu wilayah administratif di


Provinsi Jawa Barat yang memiliki berbagai sumber daya alam
beranekaragam termasuk kebudayaan masyarakat yang cukup kental dan
berkarakter kuat. Potensi-potensi tersebut merupakan salah satu modal
berharga bagi setiap pelaksana pembangunan daerah untuk memulai
rangkaian program dan kegiatan pembangunan sebagai upaya untuk
menyejahterakan masyarakat. Kesejahteraan rakyat akan terbangun
secara konsisten dan merata jika segenap insan di Kabupaten Sukabumi
berpartisipasi aktif dalam mengembangkan kemampuan dirinya untuk
mandiri sekaligus berdaya saing sehingga memiliki kesempatan yang lebih
besar dalam menggapai cita-citanya yakni meningkatnya taraf kehidupan
keluarga secara sosial ekonomi dalam masyarakat.
Percepatan pencapaian kesejahteraan ekonomi, sosial, dan
lingkungan memerlukan kebijakan dan peran pemerintah yang kuat dan
efektif dalam mengatur jalannya pembangunan yang berkelanjutan sesuai
dengan visi dan misi pembangunan. Untuk mewujudkan kesejahteraan
masyarakat, dilakukan perencanaan yang efektif dengan partipasi para
pelaku pembangunan secara terkoordinir. Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjelaskan bahwa polarisasi
rumusan konsep perencanaan pembangunan difokuskan pada penguatan
peran Pemerintah Daerah dan peningkatan partisipasi masyarakat. Visi
dan misi kepala daerah terpilih dijabarkan secara mendetail ke dalam
rumusan yang dapat dimengerti dan diukur capaian keberhasilannya.
Penjabaran tersebut dilakukan dengan memerhatikan visi, misi dan arah
kebijakan pembangunan jangka menengah Kabupaten Sukabumi serta
menyelaraskan dengan arah kebijakan pusat.

5.1 Visi Pembangunan


Memasuki periode pembangunan jangka menengah kepala daerah
yang baru, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam merumuskan
perencanaan pembangunan daerah memiliki visi pembangunan yang
merepresentasikan keinginan kepala daerah terpilih selama masa
kepemimpinannya. Visi pembangunan merupakan hal penting dan utama
untuk menyatukan cita dan cipta bersama seluruh komponen dalam
pencapaian pembangunan daerah sesuai dengan perkembangan
permasalahan pembangunan dan isu strategis yang dihadapi oleh
Kabupaten Sukabumi. Selain itu, visi juga dibangun sebagai usaha

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 1


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan dan


menyelaraskan pandangan tentang apa yang ingin dicapai dalam satu
periode pembangunan (dalam hal ini pembangunan Kabupaten Sukabumi
periode 2016-2021).
Berdasarkan pada pandangan di atas dan sebagaimana visi Bupati
dan Wakil Bupati terpilih, serta selaras dengan hasil analisis permasalahan
dan isu strategis pembangunan Kabupaten Sukabumi, maka untuk
Kabupaten Sukabumi lebih baik ke depan ditetapkan Visi Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi
periode 2016-2021 sebagai berikut:

Terwujudnya Kabupaten Sukabumi Yang Religius dan Mandiri

Visi tersebut mengandung dua elemen penting dalam capaian


pembangunan Kabupaten Sukabumi periode 2016-2021 yakni religius dan
mandiri. Dari dua elemen tersebut maka dapat ditelaah bahwa kepala
daerah ingin membangun Kabupaten Sukabumi menjadi lebih baik dengan
tetap mempertahankan moral religiusitas dan kemandirian masyarakat
seperti yang tergambar pada gambar berikut.

Gambar 5.1
Hubungan Antar Elemen Visi Pembangunan
Kabupaten Sukabumi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 2


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1. Masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Religius


Pembangunan Kabupaten Sukabumi merupakan proses perubahan
yang direncanakan dalam memperbaiki berbagai aspek kehidupan
masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan
merata. Proses perubahan tersebut mencakup sistem sosial, termasuk
politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi,
kelembagaan, hingga budaya daerah.
Dalam pembangunan Kabupaten Sukabumi, aspek yang penting
untuk diperhatikan perkembangannya adalah kesejahteraan sosial dan
ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Kesejahteraan sosial dan
ekonomi merupakan suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial materiil
maupun spiritual yang memungkinkan bagi setiap masyarakat di
Kabupaten Sukabumi untuk memenuhi beberapa kebutuhan jasmani,
rohani, maupun sosial yang baik bagi diri, keluarga, dan masyarakat.
Kesejahteraan tidak hanya dikaitkan pada konsep lahiriah saja, akan tetapi
juga menjangkau sisi rohani seperti rasa aman, sentosa, makmur, sehat,
dan selamat (terlepas dari segala macam gangguan).
Elemen visi pembangunan Masyarakat Kabupaten Sukabumi yang
Religius pada intinya adalah pemerintah Kabupaten Sukabumi
melaksanakan pembangunan daerah dengan tetap berpegang pada moral
dan akhlak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Diharapkan, akhir dari
pelaksanaan pembangunan akan terbentuk suatu tatanan perikehidupan
yang religius, dan harmonis dalam lingkungan Kabupaten Sukabumi yang
bermartabat dan berdaya saing.
Sementara itu, religius juga mengandung wujud makna toleransi.
Toleransi merupakan suatu sikap manusia sebagai umat beragama yang
mempunyai keyakinan untuk menghormati dan menghargai manusia yang
beragama lain. Sebab kita ketahui bahwa Kabupaten Sukabumi dengan
mayoritas penduduk beragama Islam harus memiliki sikap toleran
terhadap pemeluk agama lain. Sehingga makna toleransi dalam
pembangunan dapat diartikan sebagai pembangunan yang menyentuh
semua komponen masyarakat.

2. Kemandirian Masyarakat Kabupaten Sukabumi


Kemandirian masyarakat merupakan suatu kondisi yang dialami
oleh masyarakat yang ditandai dengan kemampuan memikirkan,
memutuskan, serta melakukan sesuatu yang dipandangnya tepat demi
mencapai tujuan hidup dengan mempergunakan daya kemampuan yang
dimiliki. Pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya
kemandirian merupakan usaha nyata untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif dalam segala aspek
pembangunan. Dalam konteks peningkatan daya saing sumber daya

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 3


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

manusia, pemberdayaan masyarakat menjadi upaya optimal untuk


meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat bawah yang tidak
mampu melepaskan diri dari perangkat kemiskinan dan keterbelakangan.
Pembangunan Kabupaten Sukabumi dipandang sebagai proses
perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek
kehidupan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan
merata. Melalui elemen visi ini, pemerintah ingin mencapai adanya
keseimbangan antara kemandirian sosial dan ekonomi serta keharmonisan
antara pembangunan sosial-ekonomi dengan aspek lingkungan hidup
dengan memperluas kerjasama, baik nasional maupun internasional.
Kemandirian ekonomi dan sosial merupakan suatu tata kehidupan
dan penghidupan sosial materiil maupun spiritual yang memungkinkan
bagi setiap masyarakat di Kabupaten Sukabumi untuk memenuhi
beberapa kebutuhan jasmani, rohani, dan sosial yang baik bagi diri,
keluarga, dan masyarakat. Peningkatan kemandirian dapat diwujudkan
oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan program-program
pembangunan daerah untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran.
Kemandirian Masyarakat Kabupaten Sukabumi akan menjadi
cerminan utuh dan menyeluruh dalam keberhasilan pelaksanaan
pembangunan Kabupaten Sukabumi. Hal ini dikarenakan visi
pembangunan daerah memberi penekanan pada peningkatan kualitas dan
daya saing sebagai modal dasar dalam membentuk kemandirian setiap
individu masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Kemandirian masyarakat yang tercantum dalam visi dan misi Bupati
Sukabumi, ditekankan dalam hal "pemberdayaan" (empowerment). Pada
hakekatnya upaya-upaya pembangunan di masyarakat memfokuskan pada
pemberdayaan dengan melakukan power sharing agar masyarakat
memiliki kemampuan dan kesetaraan dengan beragam stakeholders
lainnya, dan untuk menoptimalkannya dilakukan dengan information
sharing agar pemahaman antara masyarakat dapat setara pula dengan
stakeholders lain.
Pemberdayaan sendiri pada intinya membahas bagaimana individu,
kelompok, ataupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka
sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan
keinginan mereka. Prinsip ini pada intinya mendorong masyarakat untuk
menentukan sendiri apa yang harus ia lakukan dalam kaitan dengan
upaya mengatasi permasalahan yang dihadapi, sehingga masyarakat
mempunyai kesadaran dan kekuasaan penuh untuk membentuk hari
depannya. Berdasarkan hal tersebut terlihat bahwa pemberdayaan dapat
membuat masyarakat lebih mandiri baik secara ekonomi, sosial maupun
politik. Oleh karena itu pemberdayaan dapat membantu pencapaian ke
empat misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, yaitu kemandirian ekonomi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 4


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

(misi 1), sumber daya manusia yang berdaya saing (misi 2), tata kelola
pemerintahan yang bersih dan profesional (misi 3) dalam hal ini berkaitan
dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, dan
optimalisasi pelayanan dasar (misi 4).

5.2 Misi
Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan
dilaksanakan dalam mewujudkan sebuah Visi dengan cara-cara yang
efektif dan efisien. Misi juga dapat dipandang sebagai pilihan jalan (the
choosen track) bagi pemerintah daerah dalam menyediakan dan
menyelenggarakan layanan bagi masyarakat dan aktivitas pembangunan
pada umumnya bagi stakeholders pembangunan secara keseluruhan.
Suatu rumusan Misi pembangunan daerah menjadi alasan utama
suatu organisasi (pemerintah daerah) harus berdiri dengan membawa
komitmen dan konsistensi kinerja yang terus dijaga oleh segenap
stakeholders pembangunan. Berdasarkan identifikasi visi pembangunan
serta penjabaran secara umum, maka ditetapkan misi pembangunan
daerah jangka menengah Kabupaten Sukabumi sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis
ekonomi lokal melalui bidang agribisnis, pariwisata dan
industri yang berwawasan lingkungan;
2. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berdaya saing dan
religius;
3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan
profesional; dan
4. Optimalisasi pelayanan kesehatan, pendidikan dan
infrastruktur daerah.
Penjelasan masing-masing dari misi di atas dijabarkan sebagai
berikut:

1. Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis


ekonomi lokal melalui bidang agribisnis, pariwisata dan
industri yang berwawasan lingkungan
Perekonomian daerah dibangun atas dasar peningkatan
kesejahteraan masyarakat secara merata, konsisten, dan berkualitas.
Pembangunan melalui pengembangan perekonomian menjadi penunjang
utama pelaksanaan pembangunan daerah. Kualitas perekonomian daerah
akan menjadi sorotan berbagai pelaksana pembangunan dalam
meningkatkan daya saing ekonomi Kabupaten Sukabumi. Pembangunan
dan peningkatan perekonomian daerah Kabupaten Sukabumi
dititikberatkan pada daya saing dalam pengembangan ekonomi yang
berwawasan lingkungan. Perekonomian daerah saat ini masih perlu

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 5


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

adanya pembenahan baik dari segi besaran nilai ekonomi maupun


pemerataan bagi masyarakat. Disamping itu, pengelolaan SDA secara
maksimal dan bijaksana perlu dilakukan dalam mendukung pertumbuhan
ekonomi daerah.
Dalam rangka menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan maka
perekonomian makro maupun mikro terus dilaksanakan pemerintah
daerah. Hal ini perlu didukung dengan adanya penciptaan iklim usaha baik
dan kompetitif serta pendampingan usaha bagi masyarakat agar
peningkatan dan stabilitas perekonomian dapat terealisasi. Peningkatan
sektor pariwisata juga bisa menjadi alternatif strategis dalam
pengembangan UMKM utamanya masyarakat di area obyek wisata. Selain
itu, wisatawan yang masuk akan menjadi salah satu investasi dalam
peningkatan nilai tambah sektor tersebut.
Pada perekonomian makro, perluasan pembangunan ekonomi
diselenggarakan berdasarkan pendekatan pengembangan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi, baik yang telah ada maupun yang baru.
Pendekatan ini merupakan integrasi dari pendekatan sektoral dan regional
sehingga setiap wilayah dapat mengembangkan produk yang menjadi
keunggulan daerahnya. Sedangkan dalam pengembangan perekonomian
mikro, masyarakat dituntut untuk menggerakkan diri dengan berfokus
pada pergerakan perekonomian kerakyatan yang memiliki stabilitas lebih
tinggi serta memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat secara merata.
Masih tingginya kesenjangan pendapatan masyarakat
mengindikasikan rendahnya pemerataan kesejahteraan penduduk di
Kabupaten Sukabumi. Sehingga perlu adanya perhatian khusus
pemerintah dalam menggerakkan perekonomian masyarakat secara
merata, optimal dan konsisten dengan tetap berpegang pada
keberlanjutan lingkungan hidup.

2. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berdaya saing dan


religius
Keberhasilan suatu bangsa atau daerah sangat erat kaitannya
dengan keunggulan sumber daya manusia. Melihat pengalaman di negara-
negara yang telah maju termasuk di kawasan Asia memperlihatkan bahwa
kualitas SDM yang dimiliki memungkinkan suatu bangsa atau daerah
tersebut untuk mampu secara efisien menerapkan dan mengendalikan
ilmu pengetahuan dan teknologi dengan produktivitas tinggi.
Perkembangan teknologi saat ini menuntut adanya kesiapan
masyarakat untuk menerima dan mengadaptasi perubahan secara global
sehingga masyarakat Kabupaten Sukabumi harus mampu memanfaatkan
kemajuan-kemajuan dari hasil implikasi langsung perkembangan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 6


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

teknologi. Untuk itu, upaya mewujudkan kualitas sumber daya manusia


Kabupaten Sukabumi yang mandiri dan berdaya saing tinggi serta memiliki
akhlak mulia menjadi misi yang tidak terpisahkan dari pembangunan
daerah di tengah kemajuan teknologi saat ini.
Kebijakan untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang
mandiri dan berdaya saing tinggi berupa pengembangan pendidikan
secara merata di Kabupaten Sukabumi baik pendidikan formal di sekolah
maupun pendidikan informal di luar sekolah. Namun, sumber daya
manusia yang mandiri dan berdaya saing tinggi saja tidak cukup dalam
pembangunan daerah, karena diperlukan juga sumber daya manusia
berakhlak mulia yang dapat membentuk identitas dan karakter manusia
berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan agama penting untuk dipahami
dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terbentuk karakter
masyarakat Kabupaten Sukabumi yang selaras dengan perwujudan
pembangunan daerah.
Dengan demikian rencana pembangunan sumber daya manusia
Kabupaten Sukabumi bersifat komprehensif yang telah
mempertimbangkan baik aspek jasmani (sandang, pangan dan
perumahan) maupun aspek rohani (pendidikan mental dan spiritual)
sesuai dengan potensi sumberdaya yang dimiliki, lingkungan sosial
maupun kultural daerah.

3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan


profesional
Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang jujur, bersih,
dan pro rakyat sebagai pengejawantahan dari prinsip-prinsip dasar good
governance. Dalam mewujudkan Good Governance diperlukan semangat
dan tekad yang kuat dari para aparatur negara. Fasilitas yang sudah
disediakan dalam mencapai hal tersebut adalah dengan melaksanakan
Reformasi Birokrasi secara utuh dan konsisten sebagai bagian dari
perbaikan tata kelola pemerintahan. Setidaknya ada sembilan parameter
keberhasilan reformasi birokrasi, yaitu:
1) Tidak ada korupsi
2) Tidak ada pelanggaran hukum
3) Tata kelola keuangan yang baik
4) Semua program pemerintah daerah berjalan dengan baik
5) Perijinan cepat dan mudah serta tidak ada overlap
6) Komunikasi dengan publik berjalan baik
7) Penggunaan waktu efektif dan produktif

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 7


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

8) Adanya reward dan punishment terhadap kinerja aparat pemerintah,


dan
9) Hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Birokrasi pemerintahan daerah tidak saja menitikberatkan kepada
kualitas atau kinerja aparatur, namun juga kepada kelembagaan dan
ketatalaksanaan. Pada era reformasi birokrasi saat ini, perwujudan
pemerintah yang baik merupakan salah satu fokus dari reformasi birokrasi.
Pemerintah daerah yang ditopang oleh aparatur dengan kinerja baik,
bertanggung jawab, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,
diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan,
profesional, dan efektif dalam menjalankan tugasnya. Kondisi ini
diharapkan mampu menjamin kinerja pemerintah dalam menciptakan
pelayanan publik yang prima serta menciptakan kepastian hukum dan
akuntabilitas publik.
Reformasi birokrasi meliputi beberapa aspek tentang pelayanan
masyarakat, peningkatan kinerja, dan penegakan hukum. Dalam
melakukan reformasi birokrasi, pemerintah melakukan pembenahan
sistem birokrasi, mulai dari penataan kewenangan, prosedur operasi
standar, kerjasama, sinergi, dan integrasi organisasi, serta penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas. Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga
melakukan pembenahan manajemen kepegawaian, serta upaya-upaya
terobosan guna meningkatkan kapasitas, mutu, dan kinerja aparatur
pemerintah daerah. Upaya ini dilakukan untuk mengawal pencapaian tata
kelola pemerintahan yang lebih baik serta peningkatan kualitas pelayanan
publik sebagai corong pelayanan kepada masyarakat.

4. Optimalisasi pelayanan kesehatan, pendidikan dan


infrastruktur daerah
Pendidikan adalah salah satu kebutuhan dasar dan hak bagi
masyarakat Kabupaten Sukabumi yang harus terpenuhi sebagai bagian
dari kebutuhan primer. Untuk lebih meningkatkan pendidikan, diperlukan
mutu dan jumlah tenaga kependidikan yang baik pula sehingga dapat
meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Hidup sehat merupakan salah satu hak dan kebutuhan dasar bagi
masyarakat Kabupaten Sukabumi. Oleh karena itu, untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan yang optimal harus ditunjang dengan prasarana dan
sarana kesehatan serta jumlah tenaga medis yang ada. Dengan
tersedianya prasarana dan sarana kesehatan serta jumlah tenaga medis
yang mencukupi akan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat di
Kabupaten Sukabumi. Selain itu, untuk lebih meningkatkan mutu hidup
sehat atau kesehatan perlu diperhatikan pula kesejahteraan para medis

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 8


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

agar memberi motivasi lebih dalam peningkatan pelayanan mutu hidup


sehat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Penyediaan infrastruktur yang handal dalam perencanaan wilayah
dan kota dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan seperti pemerataan pembangunan, penghematan energi,
pelestarian ekologi atau lingkungan, pembangunan ekonomi yang
menitikberatkan pada peningkatan performa, dan menyerap peran serta
masyarakat dalam proses pembangunan secara maksimal. Secara harfiah,
pembangunan infrastruktur merupakan suatu usaha atau rangkaian usaha
pertumbuhan dan perubahan yang dilakukan secara terencana untuk
membangun prasarana atau segala sesuatu yang merupakan penunjang
utama terselenggaranya suatu proses pembangunan. Infrastruktur
memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak
pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.
Membangun infrastruktur bertujuan mengembangkan kualitas,
infrastruktur yang handal, berkelanjutan dan tangguh, termasuk
infrastruktur regional dan lintas batas, untuk mendukung pembangunan
ekonomi dan kesejahteraan manusia, dengan fokus pada akses terjangkau
dan merata bagi semua. Keberadaan infrastruktur yang memadai sangat
diperlukan karena merupakan bagian yang sangat penting dalam sistem
pelayanan masyarakat. Berbagai fasilitas fisik merupakan hal yang vital
guna mendukung berbagai kegiatan pemerintahan, perekonomian, industri
dan kegiatan sosial di masyarakat dan pemerintahan.

5.3 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Daerah


Penetapan tujuan dan sasaran merupakan tahap terpenting dalam
perencanaan pembangunan dan akan menjadi dasar penyusunan
arsitektur kinerja pembangunan daerah. Tujuan dan sasaran adalah tahap
perumusan sasaran strategis yang menunjukkan suatu tingkatan prioritas
tertinggi dalam rumusan kebijakan pada perencanaan pembangunan
jangka menengah daerah.
Tujuan pembangunan adalah penjabaran atau implementasi dari
pernyataan visi dan misi yang menunjukkan hasil akhir jangka waktu
tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa tujuan adalah suatu pernyataan-
pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi,
melaksanakan misi dengan menjawab seluruh isu strategis dan
permasalahan pembangunan daerah. Pernyataan tujuan harus
menunjukkan suatu kondisi optimal yang ingin dicapai dimasa datang dan
juga diselaraskan dengan amanat pembangunan nasional.
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan yaitu hasil yang akan
dicapai secara nyata oleh Kabupaten Sukabumi dari masing-masing tujuan
dalam rumusan yang lebih spesifik dan terukur dalam suatu indikator

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 9


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

beserta targetnya. Sasaran dinyatakan sesuai indikator secara spesifik,


fokus, terukur, dan dapat dicapai dengan indikator kinerja atau tolok ukur
keberhasilan pencapaian sasaran yang akan diwujudkan selama 5 (lima)
tahun pelaksanaan pembangunan jangka menengah.
Selanjutnya, sasaran dipisahkan menjadi sasaran makro dan
sasaran spesifik pembangunan daerah sebagai arsitektur kinerja impact
yang saling terhubung dimana sasaran makro merupakan lagging indicator
yang dipicu oleh sasaran spesifik sebagai leading indicator. Dengan
demikian, sasaran makro pembangunan merupakan representasi langsung
keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan daerah yang sekaligus
menjadi indikator utama pencapaian pembangunan jangka menengah
Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan visi dan misi sebagaimana telah dijelaskan di atas,
maka arahan tujuan pembangunan Kabupaten Sukabumi selama periode
pembangunan 2016-2021 dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan masyarakat melalui
pengembangan agribisnis dan lembaga keuangan pertanian
2. Meningkatkan daya beli masyarakat melalui pengembangan
minapolitan
3. Meningkatkan kesempatan dan produktivitas Kerja serta perluasan
kesempatan usaha
4. Menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong
pembangunan industri di berbagai sektor yang memiliki daya saing
dan berwawasan lingkungan
5. Meningkatkan pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat
berbasis potensi lokal
6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan
ekonomi masyarakat berbasis ekonomi lokal
7. Meningkatkan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dan
peningkatan nilai ekspor
8. Meningkatkan kapasitas lembaga dan kemandirian usaha ekonomi
mikro perdesaan
9. Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal
10. Meningkatkan kualitas dan partisipasi pemuda dalam pembangunan
11. Meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga
12. Meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan, dan
pengembangan nilai-nilai keagamaan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 10


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

13. Mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan


masyarakat
14. Meningkatkan penanganan dan kemandirian penyandang masalah
kesejahteraan sosial (PMKS), Melestarikan Keperintisan,
Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Sosial.
15. Meningkatkan Partisipasi Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)
16. Meningkatkan perlindungan terhadap anak dan perempuan
17. Mewujudkan reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan
yang bersih dan profesional
18. Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan dan aset daerah
19. Meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan
sipil
20. Mengoptimalkan pengelolaan administrasi pertanahan
21. Membangun budaya partisipasi masyarakat dalam Pembangunan
22. Meningkatkan tata kelola pemerintahan desa dan keberdayaan
masyarakat perdesaan
23. Mengentaskan desa sangat tertinggal dan tertinggal
24. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan
penyelenggaraan pemerintahan kabupaten sukabumi yang
mendukung e-goverment
25. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
26. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dalam mewujudkan
penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas
27. Meningkatkan budaya baca masyarakat
28. Meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan untuk
menghasilkan SDM yang religius, mandiri dan berdaya saing
29. mewujudkan penataan ruang yang terpadu dan berkelanjutan
30. Mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan dan
penanggulangan bencana yang handal
31. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur daerah yang
mendukung perekonomian
32. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk peningkatan
produktifitas ekonomi dan pelayanan dasar
33. Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 11


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

34. Meningkatkan Perlindungan, Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya


Alam
Berdasarkan tujuan pembangunan daerah sebagai representasi visi
dan misi pembangunan jangka menengah Kabupaten Sukabumi, maka
ditetapkan sasaran pembangunan pada masing-masing tujuan sebagai
berikut:

Tujuan 1: Meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan


masyarakat melalui pengembangan agribisnis dan lembaga
keuangan pertanian
Untuk meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan masyarakat
melalui pengembangan agribisnis dan lembaga keuangan pertanian, maka
sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Terciptanya Kesempatan kerja di sektor agribisnis
2. Meningkatnya produksi pangan
3. Terlaksananya intervensi pencegahan dan penanggulangan rawan
pangan serta teratasinya kerawanan pangan
4. Terwujudnya sentra produksi pertanian, perkebunan dan peternakan
5. Meningkatnya kapasitas kelembagaan tani berorientasi agribisnis
berbasis potensi lokal
6. Meningkatnya produksi pertanian non pangan

Tujuan 2: Meningkatkan daya beli masyarakat melalui


pengembangan minapolitan.
Dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat melalui
pengembangan minapolitan, maka sasaran pembangunan yang harus
dicapai adalah:
1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas pelaku perikanan
2. Meningkatnya produksi, nilai tambah produk perikanan serta sarana
prasarana perikanan
3. Terwujudnya sentra perikanan budidaya air tawar, laut, dan
pengolahan hasil perikanan

Tujuan 3: Meningkatkan kesempatan dan produktivitas kerja


serta perluasan kesempatan usaha
Dalam upaya meningkatkan kesempatan dan produktivitas kerja
serta perluasan kesempatan usaha, maka sasaran pembangunan yang
harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya kesempatan kerja dan produktivitas pekerja dan serta
melindungi hak-hak pekerja
2. meningkatnya kemandirian masyarakat perdesaan dalam pengelolaan
potensi daerah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 12


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

3. meningkatnya jumlah transmigran yang diberangkatkan dan


terbinanya transmigran dan translok

Tujuan 4: Menciptakan iklim investasi yang kondusif serta


mendorong pembangunan industri di berbagai sektor yang
memiliki daya saing dan berwawasan lingkungan
Guna menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong
pembangunan industri di berbagai sektor yang memiliki daya saing dan
berwawasan lingkungan, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai
adalah:
1. Terciptanya iklim usaha yang kondusif dan kemudahan investasi
2. Mendorong pertumbuhan industri rumah tangga, kecil dan menengah

Tujuan 5: Meningkatkan pengembangan pariwisata dan ekonomi


masyarakat berbasis potensi lokal
Untuk meningkatkan pengembangan pariwisata dan ekonomi
masyarakat berbasis potensi lokal, maka sasaran pembangunan yang
harus dicapai adalah:
1. Tertatanya objek wisata
2. Terlaksananya pembinaan masyarakat pariwisata
3. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan

Tujuan 6: Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui


pengembangan ekonomi masyarakat berbasis ekonomi lokal.
Dalam upaya Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui
pengembangan ekonomi masyarakat berbasis ekonomi lokal, maka
sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya penataan dan pengembangan kelompok-kelompok
usaha masyarakat dan koperasi

Tujuan 7: Meningkatkan ketersediaan kebutuhan pokok


masyarakat dan peningkatan nilai ekspor.
Guna meningkatkan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dan
peningkatan nilai ekspor, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai
adalah:
1. Ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat
2. Meningkatnya nilai ekspor Kabupaten Sukabumi
3. Tersedianya sarana perdagangan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 13


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tujuan 8: Meningkatkan kapasitas lembaga dan kemandirian


usaha ekonomi mikro perdesaan.
Untuk meningkatkan kapasitas lembaga dan kemandirian usaha
ekonomi mikro perdesaan, maka sasaran pembangunan yang harus
dicapai adalah:
1. Meningkatnya manajemen pengelolaan bumdesa
2. Meningkatnya pemberdayaan lembaga usaha ekonomi desa

Tujuan 9: Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal;


Guna melestarikan dan mengembangkan budaya lokal, maka
sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya pelestarian dan apresiasi masyarakat terhadap budaya
dan kearifan lokal

Tujuan 10: Meningkatkan kualitas dan partisipasi pemuda dalam


pembangunan.
Guna meningkatkan kualitas dan partisipasi pemuda dalam
pembangunan, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Optimalisasi pembinaan pemuda sehingga dapat berperan aktif dalam
pembangunan

Tujuan 11: Meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga.


Guna meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga, maka
sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya pembinaan olahraga yang berorientasi pada prestasi
2. Meningkatnya pembinaaan olahraga masyarakat

Tujuan 12: Meningkatkan pemahaman, penghayatan,


pengamalan, dan pengembangan nilai-nilai keagamaan
Guna meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan, dan
pengembangan nilai-nilai keagamaan, maka sasaran pembangunan yang
harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya kualitas kehidupan beragama

Tujuan 13: Mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum serta


perlindungan masyarakat
Guna mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum serta
perlindungan masyarakat, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai
adalah:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 14


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

1. Meningkatnya peran pemerintah dan masyarakat dalam pemeliharaan


ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
2. Menguatnya kelembagaan sosial dan organisasi kemasyarakatan
dalam pembangunan manusia yang berdaya saing tinggi dan religius.
3. Meningkatnya pembinaan dan pendidikan politik daerah
4. Menurunnya gangguan terhadap ketertiban umum dan keamanan
masyarakat
5. Meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap perda dan perkada
6. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota Sat.Linmas
dalam penanganan berbagai tugas khususnya tanggap darurat
penanggulangan bencana

Tujuan 14: Meningkatkan penanganan dan kemandirian


Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), melestarikan
keperintisan, kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial
Guna meningkatkan penanganan dan kemandirian Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), melestarikan keperintisan,
kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial, maka sasaran pembangunan
yang harus dicapai adalah:
1. Menurunnya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial,
berdayanya komunitas adat dan pelestarian nilai-nilai keperintisan,
kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial
2. Terehabilitasi dan terbantunya penyandang disabilitas, tuna sosial,
Anak Nakal Korban Narkotika (ANKN), Anak Jalanan, ODHA, ABH,
BWBLP dan WNI- Migran Bermasalah, Korban Perdagangan Orang dan
Korban Tindak Kekerasan
3. Meningkatnya pelayanan, perlindungan dan jaminan sosial bagi
masyarakat miskin dan korban bencana alam

Tujuan 15: Meningkatkan Partisipasi Potensi Sumber


Kesejahteraan Sosial (PSKS).
Guna meningkatkan Partisipasi Potensi Sumber Kesejahteraan
Sosial (PSKS), maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya Partisipasi Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)

Tujuan 16: Meningkatkan perlindungan terhadap anak dan


perempuan.
Guna meningkatkan perlindungan terhadap anak dan perempuan,
maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Peningkatan partisipasi, pemberdayaan perempuan dan
pengembangan hak-hak anak
2. Peningkatan kualitias hidup dan perlindungan perempuan & anak

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 15


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tujuan 17: Mewujudkan reformasi birokrasi menuju tata kelola


pemerintahan yang bersih dan profesional.
Guna mewujudkan reformasi birokrasi menuju tata kelola
pemerintahan yang bersih dan profesional, maka sasaran pembangunan
yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya kualitas dan Kompetensi aparatur
2. Meningkatnya disiplin aparatur
3. Tertatanya struktur organisasi pemerintah yang efektif dan efisien
4. Meningkatnya kualitas pelayanan publik
5. Meningkatnya kerjasama antar pemerintah daerah, instansi
pemerintah dan lembaga non pemerintah
6. Meningkatnya pengelolaan administrasi kewilayahan
7. Terwujudnya pemekaran Kabupaten Sukabumi
8. Terwujudnya akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah
9. Meningkatnya kapasitas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten
Sukabumi dalam produktifitas kedewanan
10. Meningkatnya kualitas pelayanan kedinasan kepala daerah dan wakil
kepala daerah
11. Tersedianya Produk hukum yang diperlukan masyarakat
12. Meningkatnya kualitas perencanaan dan pembangunan daerah
13. Meningkatnya birokrasi yang profesional dan akuntabel
14. Terwujudnya pemerintahan yang bersih bebas korupsi kolusi dan
nepotisme

Tujuan 18: Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan dan


aset daerah.
Guna Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan dan aset
daerah, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Tersedianya pedoman pelaksanaan APBD
2. Tersedianya laporan keuangan dan aset daerah yang akuntabel
3. Meningkatnya pendapatan asli daerah
4. Meningkatnya pengelolaan dan pelayanan tata kearsipan pemerintah
daerah

Tujuan 19: Meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan


dan pencatatan sipil.
Guna Meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan dan
pencatatan sipil, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya kualitas pelayanan administrasi kependudukan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 16


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tujuan 20 : Mengoptimalkan pengelolaan administrasi


pertanahan.

Guna Mengoptimalkan pengelolaan administrasi pertanahan, maka


sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Tertib administrasi pertanahan

Tujuan 21: Membangun budaya partisipasi masyarakat.


Guna Membangun budaya partisipasi masyarakat, maka sasaran
pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan

Tujuan 22: Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah


desa.
Guna meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah desa,
maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya penyelenggara pemerintah desa yang terlatih
2. Meningkatnya pengelolaan administrasi desa

Tujuan 23: Meningkatkan keberdayaan masyarakat pedesaan.


Guna meningkatkan keberdayaan masyarakat pedesaan, maka
sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya keterampilan tenaga teknis dan masyarakat
2. Status desa tertinggal dan sangat tertinggal
3. Meningkatnya pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat

Tujuan 24: Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi


dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten
Sukabumi yang mendukung e-goverment.
Guna pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam
pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Sukabumi yang
mendukung e-goverment, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai
adalah:
1. Meningkatnya penyebaran informasi pemda terhadap masyarkat luas
baik internal maupun eksternal kabupaten melalui kerjasama dengang
media massa baik media cetak, radio, televisi maupun media online
2. Meningkatnya penyebaran informasi pemda terhadap masyarakat luas
baik internal maupun eksternal kabupaten melalui media yang dikelola
oleh pemerintah daerah (website, sistem elektronik serta media sosial)
dan melalui media tradisional

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 17


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penyelenggaraan pemerintahan


Kabupaten Sukabumi berbasis IT menuju e-government
4. Terlaksananya pengadaan barang dan jasa secara elektronik

Tujuan 25: Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


Guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka sasaran
pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya kualitas pelayanan rumah sakit
2. Tersedianya obat, bahan kimia dan perbekalan kesehatan
3. Pembinaan kesehatan ibu dan reproduksi
4. Menurunnya kasus kematian ibu dan bayi
5. Menurunkan angka kesakitan
6. Meningkatnya pembinaan upaya kesehatan kerja dan olahraga
7. Meningkatnya pembinaan, pengembangan dan pengawasan upaya
kesehatan tradisional dan komplementer
8. Meningkatnya mutu dan akses pelayanan keperawatan, kebidanan
dan keteknisian medik
9. Meningkatnya akses pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas bagi
masyarakat
10. Meningkatnya Mutu dan Akses Pelayanan Kesehatan Jiwa dan NAPZA
11. Meningkatnya layanan kesehatan untuk masyarakat
12. Meningkatnya layanan kesehatan untuk masyarakat miskin
13. Meningkatnya pelayanan gizi masyarakat
14. Meningkatnya kualitas kesehatan lingkungan
15. Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat
16. Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular dan penyakit
tidak menular
17. Meningkatnya Kesehatan Jemaah Haji Kab. Sukabumi
18. meningkatnya akses pelayanan kesehatan

Tujuan 26: Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dalam


mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas.
Guna mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dalam
mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas, maka sasaran
pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Menurunnya laju pertumbuhan penduduk
2. Meningkatnya kesertaan ber-KB pasangan usia subur (PUS) Pra-KS
dan KS 1 anggota kelompok usaha ekonomi produktif dari 80 persen
menjadi 82 persen dan pembinaan keluarga menjadi sekitar 70
persen.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 18


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tujuan 27: Meningkatkan budaya baca masyarakat.


Guna meningkatkan budaya baca masyarakat, maka sasaran
pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Terwujudnya pembudayaan gemar membaca masyarakat

Tujuan 28: Meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan


untuk menghasilkan SDM yang religius, mandiri dan berdaya
saing.
Guna meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan untuk
menghasilkan SDM yang religius, mandiri dan berdaya saing, maka
sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya akses dan mutu layanan pendidikan
2. Meningkatnya manajemen dan tata kelola pendidikan

Tujuan 29: Mewujudkan penataan ruang yang terpadu dan


berkelanjutan.
Guna mewujudkan penataan ruang yang terpadu dan
berkelanjutan, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Terwujudnya perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian tata ruang
yang efisien, produktif, berkelanjutan dan berdaya saing dibidang
agribisnis, pariwisata dan industri

Tujuan 30: Mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup


berkelanjutan dan penanggulangan bencana yang handal.
Guna mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan
dan penanggulangan bencana yang handal, maka sasaran pembangunan
yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya daya dukung dan daya tampung lingkungan serta
kualitas penanganan bencana
2. Meningkatnya cakupan pelayanan bencana kebakaran

Tujuan 31: Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur


daerah yang mendukung perekonomian.
Guna meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur daerah
yang mendukung perekonomian, maka sasaran pembangunan yang harus
dicapai adalah:
1. Meningkatnya kualitas infrastruktur jalan dan jembatan
2. Meningkatnya infrastruktur sumber daya air dan irigasi untuk
konservasi, pendayagunaan sumberdaya air, serta pengendalian daya
rusak air

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 19


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

3. Meningkatnya kondisi sarana dan prasarana dasar permukiman


4. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas perumahan
5. Meningkatnya ketersediaan informasi jasa konstruksi dan kualitas
layanan perizinan usaha jasa konstruksi

Tujuan 32: meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk


peningkatan produktifitas ekonomi dan pelayanan dasar.
Guna meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk peningkatan
produktifitas ekonomi dan pelayanan dasar, maka sasaran pembangunan
yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya kualitas infrastruktur dasar masyarakat

Tujuan 33: Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan


hidup.
Guna meningkatkan pengendalian pencemaran dan kerusakan
lingkungan hidup, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai adalah:
1. Meningkatnya pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan
hidup

Tujuan 34: Meningkatkan perlindungan, rehabilitasi dan


konservasi sumber daya alam.
Guna meningkatkan perlindungan, rehabilitasi dan konservasi
sumber daya alam, maka sasaran pembangunan yang harus dicapai
adalah:
1. Meningkatnya perlindungan, rehabilitasi dan konservasi sumber daya
alam serta keanekaragaman hayati
2. Meningkatnya ekosistem dan sumber daya pesisir

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 20


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Dalam melihat keterkaitan dan hierarki visi, misi, tujuan, dan


sasaran pembangunan Kabupaten Sukabumi periode pembangunan 2016-
2021 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 5.1
Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran
Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Sukabumi
Tahun 2016-2021

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Meningkatkan Meningkatkan daya Terciptanya Jumlah tenaga kerja sektor
kemandirian beli dan ketahanan kesempatan kerja di pertanian, perkebunan dan
ekonomi pangan masyarakat sektor agribisnis peternakan :
masyarakat melalui - Tenaga kerja sektor pertanian
berbasis potensi pengembangan
ekonomi lokal agribisnis dan lembaga - Tenaga kerja sektor perkebunan
melalui sektor keuangan pertanian
agribisnis,
- Tenaga kerja sektor peternakan
parIwisata, dan
industri
Jumlah petani yang baru
berwawasan
bergabung di kelompok tani
lingkungan
Meningkatnya Produksi Meningkatnya produksi hasil
Pangan pertanian, perkebunan dan
peternakan :
Jumlah produksi pangan pada
perkebunan
jumlah produksi padi
Jumlah produksi jagung
Jumlah produksi kedelai
Jumlah produksi ubi kayu
Jumlah produksi cabe
Jumlah produksi tomat
Jumlah produksi bawang merah
Jumlah produksi daging sapi dan
kerbau
Jumlah produksi daging domba
dan kambing
Jumlah produksi daging unggas
Jumlah produksi telur
Jumlah produksi susu
Optimasi Lahan
Cetak lahan sawah/perluasan areal
sawah
Pengembangan infrastruktur
pertanian
Alat panen dan pasca panen

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 21


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Alat Mesin Pertanian (Alsintan)
pertanian
Sarana prasarana, teknologi pasca
panen dan pengolahan hasil
perkebunan
Pengembangan dan Penguatan
Permodalan Kelompok
Perkebunan, pertanian dan
peternakan
Terlaksananya Penanganan kerawanan pangan
intervensi pencegahan Ketersediaan dan cadangan
dan penanggulangan pangan
rawan pangan serta
teratasinya kerawanan Penganekaragaman dan keamanan
pangan pangan
Distribusi dan akses pangan
Terwujudnya sentra Berkembangnya sentra komoditas
produksi pertanian, peternakan :
perkebunan dan - Kawasan agrisbisnis peternakan
peternakan (Kagrisnak)
- Sentra Peternakan Rakyat (SPR)
sapi potong
- Sentra Peternakan Rakyat (SPR)
sapi perah
- Sentra Peternakan Rakyat (SPR)
domba dan kambing
- Sentra Peternakan Rakyat (SPR)
ayam buras
- Sentra Peternakan Rakyat (SPR)
itik
Berkembangnya sentra komoditas
Perkebunan :
- sentra komoditas karet
- sentra komoditas teh
- Sentra komoditas kelapa
- Sentra komoditas cengkeh
Berkembangnya sentra komoditas
hortikultura :
Sentra komoditas cabe
Sentra komoditas bawang Merah
Sentra komoditas manggis
Sentra komoditas pepaya
Sentra komoditas pisang
Sentra komoditas jambu kristal
Sentra komoditas bunga dan daun
potong
Sentra komoditas biofarmaka

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 22


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Produk olahan hasil pertanian :
Hasil olahan padi
Hasil olahan palawija
Hasil olahan hortikultura
Hasil olahan peternakan
Pengembangan, Pemasaran dan
promosi atas hasil produksi
pertanian unggul daerah :
Pemasaran dan promosi hasil
Pertanian
Pemasaran dan promosi hasil
Perkebunan
Meningkatnya kapasitas Kelembagaan petani :
kelembagaan tani Jumlah Gabungan Kelompok Tani
berorientasi agribisnis (Gapoktan)
berbasis potensi lokal Jumlah Pusat Pelatihan Pertanian
Perdesaan Swadaya (P4S)
Jumlah Koperasi Pertanian
(KOPTAN)
Jumlah Lembaga Keuangan Mikro
(LKM)
Meningkatnya Produksi Jumlah produksi perkebunan
Pertanian Non Pangan rakyat
- Jumlah produksi karet
- Jumlah produksi teh
- Jumlah produksi kelapa
- Jumlah produksi cengkeh
- Jumlah produksi kopi
- Jumlah produksi aren
- Jumlah produksi pala
- Jumlah produksi kakao
Jumlah produksi perkebunan besar
:
- Jumlah produksi karet
- Jumlah produksi teh
- Jumlah produksi kakao
- Jumlah produksi kelapa sawit

- Jumlah produksi cengkeh


Jumlah teknologi pertanian,
perkebunan dan peternakan tepat
guna
Meningkatkan daya Meningkatnya kualitas Jumlah Tenaga kerja sektor
beli masyarakat dan kuantitas pelaku Perikanan
melalui perikanan - Jumlah nelayan
pengembangan - Jumlah pembudidaya ikan
minapolitan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 23


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
- Jumlah pengolah dan pemasar
hasil perikanan
- Jumlah nelayan dan
pembudidaya ikan yang baru
bergabung di kelompok tani
Meningkatnya Pendapatan
Pengolah / Pemasar Ikan
Meningkatnya pendapatan
nelayan
Meningkatnya pendapatan
pembudidaya ikan
Meningkatnya Produksi perikanan tangkap
produksi, nilai tambah Produksi ikan konsumsi
produk perikanan serta Produksi benih ikan konsumsi
sarana prasarana
Produksi ikan hias
perikanan
Sertifikasi pembenih ikan
Sertifikasi pembudidaya ikan
Jenis produk olahan hasil
perikanan
Produksi hasil olahan perikanan
unit pengolah ikan (UPI)
Jumlah UPI yang memiliki izin
usaha perikanan (IUP) dan
sertifikasi pengolahan hasil (SPh)
Jumlah kelompok yang bermitra
Jumlah produk yang diekspor
Jumlah pemasar yang sudah
diregistrasi
Jumlah koperasi nelayan
Jumlah koperasi POKDAKAN
Jumlah koperasi POKLAHSAR
Konsumsi perikanan
tersedianya penahan gelombang,
Tersedianya fasilitas penunjang air
bersih, fasilitas jalan produksi,
Tersedianya tempat berlabuh/
bongkar muat kapal, tersedianya
pemecah gelombang
Moderenisasi armada tangkap,
peningkatan produksi dan mutu
produksi
Sentra pemasaran ikan terpadu
Terwujudnya sentra Cluster budidaya
perikanan budidaya air
tawar, laut, dan Cluster budidaya laut
pengolahan hasil Cluster pengolahan hasil perikanan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 24


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
perikanan Jumlah teknologi perikanan
tangkap yang didiseminasikan

- Teknologi perikanan tangkap

- Teknologi budidaya
- Teknologi pengolahan hasil

KUB
POKDAKAN
POKLAHSAR
Meningkatkan Meningkatnya Rasio penduduk yang bekerja
kesempatan dan kesempatan kerja dan
produktivitas Kerja produktivitas pekerja Pencari kerja yang ditempatkan
serta perluasan dan serta melindungi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
kesempatan usaha hak-hak pekerja
Jumlah pencari kerja yang memiliki
kompetensi (pelatihan
institusional)
Jumlah pelatihan kewirausahaan

Jumlah pelatihan berbasis


kompetensi
Jumlah pelatihan berbasis
masyarakat
Tempat Uji Kompetensi (TUK)
Jumlah alumni pelatihan berbasis
kompetensi yang mengikuti uji
kompotensi
Persentase penyelesaian kasus
hubungan industrial
Meningkatnya Jumlah masyarakat Pedesaan
kemandirian dalam memberdayakan Potensi
masyarakat perdesaan Daerah (Pelatihan Non
dalam pengelolaan Institusional)
potensi daerah
Meningkatnya jumlah Jumlah KK transmigran yg
transmigran yang diberangkatkan pd tahun berjalan
diberangkatkan dan
terbinanya transmigran Jumlah KK transmigran yg dibina
dan translok
Menciptakan iklim Terciptanya Iklim Usaha Izin Usaha yang diterbitkan
investasi yang yang Kondusif dan
kondusif serta Kemudahan Investasi Pelayanan penanaman modal dan
mendorong Perlindungan Investasi
pembangunan industri
di berbagai sektor Kenaikan nilai realisasi PMDN
yang memiliki daya
saing dan berwawasan Kenaikan nilai realisasi PMA

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 25


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
lingkungan Mendorong Jumlah produk IKM yang
pertumbuhan industri berkualitas
rumah tangga, kecil dan
IKM produktif
menengah
Meningkatkan Tertatanya objek wisata Peningkatan sarana prasarana
pengembangan objek wisata
pariwisata dan
Terlaksananya Pembinaan terhadap stakeholder
ekonomi masyarakat
pembinaan masyarakat pariwisata:
berbasis potensi lokal
pariwisata
Lembaga
Masyarakat pariwisata
Meningkatnya jumlah Meningkatnya kunjungan
kunjungan wisatawan wisatawan :
Lokal
Macanegara
Event wisata
Meningkatkan Meningkatnya Jumlah Koperasi yang berkinerja
kesejahteraan penataan dan baik
Masyarakat melalui pengembangan Jumlah UMKM yang berkembang,
pengembangan kelompok-kelompok berdaya saing dan terlegalisasi
ekonomi masyarakat usaha masyarakat dan
berbasis ekonomi koperasi Kemitraan antara pengusaha besar
lokal dan UKM dalam pemenuhan
kebutuhan lokal
Meningkatkan ketersediaan Terjaminnya ketersediaan bahan
ketersediaan kebutuhan pokok kebutuhan pokok masyarakat dan
kebutuhan pokok masyarakat barang-barang penting
masyarakat dan Meningkatnya nilai Nilai Ekspor tahun berjalan
peningkatan nilai ekspor Kabupaten
ekspor Sukabumi jumlah temuan barang yang
diawasi
tertera ulangnya alat Ukur, Takar,
Timbang dan Perlengkapannya
(UTTP)
Tersedianya sarana Pembangunan pasar rakyat
perdagangan
Peningkatan pasar rakyat
Pengembangan pasar rakyat
Meningkatkan Meningkatnya Jumlah BUMDesa yang
kapasitas lembaga dan manajemen berkembang
kemandirian usaha pengelolaan BUMDesa
ekonomi mikro Meningkatnya Jumlah lembaga usaha ekonomi
perdesaan pemberdayaan desa yang mandiri
lembaga usaha
ekonomi desa
Mewujudkan Melestarikan dan Meningkatnya kompetensi Pembina seni / Budaya
sumber daya mengembangkan pelestarian dan daerah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 26


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
manusia yang budaya lokal apresiasi masyarakat Budaya daerah yang
berdaya saing terhadap budaya dan dikembangkan
tinggi dan kearifan lokal Jumlah group/sanggar kesenian
religius
Festival seni dan budaya
Sarana penyelenggaraan seni dan
budaya
Pengelolaan dan Pengembangan
Pelestarian Sejarah Purbakala,
Museum dan Peninggalan Bawah
Air
Meningkatkan kualitas Optimalisasi pembinaan Sarana dan prasarana kepemudaan
dan partisipasi pemuda sehingga dapat
pemuda dalam berperan aktif dalam Pemuda produktif
pembangunan pembangunan
Lembaga pemuda
Penciptaan dan Penumbuhan
entrepreuner baru

Meningkatkan Meningkatnya Olahraga berprestasi


pembinaan dan pembinaan olahraga
prestasi olahraga yang berorientasi pada Sarana prasarana olahraga :
prestasi
- Stadion

- Lapang Olahraga Outdoor

- Gedung Olahraga
Penyediaan GOR di setiap Eks
Kewedanaan
Meningkatnya olahraga rekreasi/tradisional
Pembinaaan Olahraga
Masyarakat
Meningkatkan meningkatnya kualitas Pelaksanaan Pengajian Aparatur
pemahaman, kehidupan beragama (Majelis Ta'lim Aparatur)
penghayatan,
pengamalan, dan Penguatan Lembaga Keagamaan
pengembangan nilai-
nilai keagamaan Rakor lembaga keagamaan
Kabupaten dan Kecamatan

Penyelenggaraan pengembangan
Pendidikan Islam di sekolah

Gerakan Sukabumi Mubarokah

Penyelenggaraan hari besar Islam


dan hari besar lainnya

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 27


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Penyelenggaraan Idul Fitri dan Idul
Adha
Penyelenggaraan Pemulangan dan
Pemberangkatan Jamaah Haji
Apresiasi Ilmu, Seni dan Olahraga
Santri Pontren, Pendidikan Diniyah
dan Pendidikan Al-Quran
Penyelenggaran MTQ Tingkat
Desa, Kecamatan, Kabupaten,
Provinsi dan Nasional
Penguatan Pendidikan Keagamaan
pada Pontren, Pendidikan Diniyah,
dan Pendidikan Al qur'an
Pendataan dan Pemakmuran
Lembaga Keagamaan Islam
berbasis IT
Pembanguanan dan Pemeliharaan
Aset Keagamaan Islam (Pusbangdai
dan Asrama Haji Kabupaten
Sukabumi, Masjid Agung
Palabuhanratu, Gedung Islamic
Centre Cisaat (GICC), Masjid Raya
Cibadak)
Mewujudkan Meningkatnya peran Pengawasan langsung Kamtibmas
ketentraman dan pemerintah dan dan Kerja sama intelkam
ketertiban umum masyarakat dalam
serta perlindungan pemeliharaan
masyarakat ketertiban umum dan
ketentraman
masyarakat
Menguatnya jumlah Kegiatan pembinaan LSM,
kelembagaan sosial dan OKP/Ormas yang terdaftar dan
organisasi aktif di Kabupaten Sukabumi
kemasyarakatan dalam
pembangunan manusia
yang berdaya saing
tinggi dan religius.
Meningkatnya jumlah kegiatan
pembinaan dan pendidikan/pembinaan politik
pendidikan politik daerah
daerah
Menurunnya gangguan Jumlah kegiatan Patroli
terhadap ketertiban Pemeliharaan Tibum Tranmas
umum dan keamanan
masyarakat Jumlah kegiatan pengamanan hari
besar nasional dan hari besar
keagamaan
Meningkatnya Jumlah Pelanggaran PERDA
Kepatuhan Masyarakat

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 28


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
terhadap Perda dan Jumlah kegiatan pembinaan/
Perkada pelatihan/ bimbingan teknis bagi
anggota POL PP
Jumlah PPNS

Meningkatnya Jumlah anggota linmas desa


pengetahuan dan terlatiih dalam tanggap darurat
keterampilan anggota penanggulangan bencana
Sat.Linmas dalam Jumlah anggota linmas desa
penanganan berbagai terlatiih dalam pemeliharaan
tugas khususnya trantibum dan pengamanan
tanggap darurat wilayah
penanggulangan
bencana
Meningkatkan Menurunnya Jumlah Bimbingan, Pelatihan dan Bantuan
penanganan dan Penyandang Masalah bagi PMKS dan Komunitas Adat
kemandirian Kesejahteraan Sosial,
penyandang masalah Berdayanya Komunitas Bimbingan, bantuan dan
kesejahteraan sosial Adat dan Pelestarian Pelestarian Nilai-nilai Keperintisan,
(PMKS), Melestarikan Nilai-nilai Keperintisan, Kepahlawanan dan
Keperintisan, Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Sosial
Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Sosial.
Kesetiakawanan Terehabilitasi dan Bimbingan, Rehabilitasi dan
Sosial. Terbantunya Bantuan bagi Penyandang
Penyandang Disabilitas, Disabilitas, Tuna Sosial, ANKN,
Tuna Sosial, Anak Nakal ODHA, ABH dan BWBLP.
Korban Narkotika Penanganan WNI- Migran
(ANKN), Anak Jalanan, Bermasalah, Korban Perdagangan
ODHA, ABH, BWBLP Orang dan Korban Tindak
dan WNI- Migran Kekerasan
Bermasalah, Korban
Perdagangan Orang dan
Korban Tindak
Kekerasan
Meningkatnya Perlindungan dan Pelayanan bagi
Pelayanan, Masyarakat Miskin melalui Sistem
Perlindungan dan Layanan dan Rujukan Terpadu
Jaminan Sosial bagi (SLRT)/SELARAS
Masyarakat Miskin dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan
Korban Bencana Alam. Jaminan Sosial bagi Masyarakat
Miskin (Keluarga, Anak, Lanjut
Usia, Disabilitas Berat) dan Korban
Bencana
Meningkatkan Meningkatnya Pemberdayaan Potensi Sumber
Partisipasi Potensi Partisipasi Potensi Kesejahteraan Sosial (PSKS) :
Sumber Kesejahteraan Sumber Kesejahteraan Peksos, PSM, Karang Taruna,
Sosial (PSKS) Sosial (PSKS) Tagana, Keluarga Pioner, WPKS,
Penyuluh Sosial Masyarakat, TKSK
dalam Penanganan Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS).

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 29


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Pemberdayaan Lembaga Potensi
Sumber Kesejahteraan Sosial
(PSKS) : LKS, LK3, WKSBM dan
Dunia Usaha dalam Penanganan
Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Meningkatkan Peningkatan Partisipasi, Partisipasi Perempuan di Lembaga
perlindungan Pemberdayaan Pemerintah, Swasta dan Organisasi
terhadap anak dan Perempuan dan Perempuan
perempuan Pengembangan Hak- Pengembangan Hak-hak Anak
hak Anak
Peningkatan Kualitias Pemberdayaan dan Perlindungan
Hidup dan Perlindungan terhadap Perempuan
Perempuan & Anak Pencegahan dan Penanggulangan
WNI-Migran, Korban Perdagangan
Orang dan Korban Tindak
Kekerasan bagi Perempuan dan
Anak
Mewujudkan Mewujudkan Meningkatnya kualitas Jumlah PNS yang mengikuti
tata kelola Reformasi birokrasi dan Kompetensi pendidikan dan pelatihan
pemerintahan menuju tata kelola aparatur kepemimpinan
yang bersih dan pemerintahan yang Jumlah ASN yang mengikuti
profesional bersih dan profesional pendidikan dan pelatihan teknis
Jumlah CPNS yang mengikuti diklat
prajabatan
Sosialisasi Kediklatan
Hasil Kajian dalam Perencanaan
Kediklatan
Evaluasi Purna Diklat
Analisis Kebutuhan Diklat
Jumlah jenis diklat yang
diakreditasi / re akreditasi
Persentase Peningkatan
Kompetensi Pegawai
Tingkat partisipasi anggota KORPRI

Meningkatnya kapasitas sumber


daya aparatur
Meningkatnya disiplin Persentase Pelanggaran Disiplin
aparatur Pegawai
Tingkat disiplin aparatur
Tertatanya struktur Pelaksanaan Penataan
organisasi pemerintah kelembagaan sesuai dengan
yang efektif dan efisien Peraturan perundang Undangan
Pelaksanaan Penataan
Ketatalaksanaan sesuai dengan
Peraturan perundang Undangan
Meningkatnya Kualitas Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
pelayanan Publik

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 30


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Penatapan standar pelayanan dan
Maklumat pelayanan
Pelaksanaan Gelar Inovasi
Pelayanan Publik
penataan Pelayanan Perizinan
Terpadu Kecamatan (PATEN)

Cakupan pelayanan administrasi


perkantoran
Cakupan peningkatan sarana
prasarana aparatur
Meningkatnya Jalinan kerjasama antara
kerjasama antar pemerintah daerah dengan
pemerintah daerah, pemerintah daerah
Instansi Pemerintah Jalinan kerjasama antara
dan Lembaga Non pemerintah daerah dengan
Pemerintah instansi pemerintah
Jalinan kerjasama antar
pemerintah daerah dengan pihak
ke tiga dan masyarakat
Meningkatnya Dokumen Batas Wilayah
pengelolaan administrasi pemerintahan yang
administrasi ditetapkan
kewilayahan Dokumen Daftar Rupa Bumi yang
dibakukan
Data dasar pemerintahan
Terwujudnya Persentase kelengkapan
Pemekaran Kabupaten persyaratan pemekaran Kabupaten
Sukabumi Sukabumi
Dokumen pembentukan DOB
Kabupaten Sukabumi Utara

Terwujudnya LPPD,RPPD dan ELPPD


akuntabilitas
penyelenggaraan
pemerintahan daerah
Meningkatnya kapasitas Jumlah Pimpinan dan anggota
pimpinan dan anggota DPRD dalam mengikuti Bintek,
DPRD Kabupaten Seminar, Workshop, in house
Sukabumi dalam training dan Sosialiasi
produktifitas
kedewanan
Meningkatnya kualitas Jumlah dialog/audiensi kepala
pelayanan kedinasan daerah dan wakil kepala daerah
kepala daerah dan dengan tokoh masyarakat dan
wakil kepala daerah pimpinan organisasi masyarakat

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 31


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Jumlah Kunjungan kerja Kepala
Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Tersedianya Produk Jumlah Peraturan Daerah


hukum yang diperlukan Kabupaten Sukabumi yang
masyarakat Disahkannya/ditetapkan
Persentase Produk hukum yang
disosialisasikan
Advokasi hukum aparatur
(perdata/ptun)
Penyuluhan Hukum
Jumlah Perda yang diundangkan

Jumlah Perbup yang diundangkan

Jumlah Keputusan Bupati yang


diterbitkan
Data dan pemantauan sektor
investasi dan pengembangan
BUMD
Data dan pemantauan sektor
pengembangan perekonomian dan
perajin
Data dan pemantauan sektor
sumber daya alam dan lingkungan
hidup
Pembinaan Kesejahteraan Sosial

Lembaga Kemasyarakatan
Budaya dan Adat
Kabupaten Sukabumi sehat

Meningkatnya kualitas Jumlah Dokumen Perencanaan


perencanaan dan dan Evaluasi Pembangunan
pembangunan daerah Daerah
Konsistensi dokumen perencanaan

Jumlah Fasilitasi Program


Pembangunan
Meningkatnya birokrasi Rasio Aparat Pengawas Internal
yang profesional dan Pemerintah (APIP) yang
akuntabel profesional melalui pendidikan dan
latihan teknis substansi
pengawasan dan Diklat Fungsional
(sertifikasi)
Terwujudnya Prosentasi Rekomendasi hasil
pemerintahan yang Pemeriksaan Reguler Inspektorat
bersih bebas korupsi Kab, Sukabumi yang ditindaklanjuti
kolusi dan nepotisme SKPD.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 32


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Rata-rata jumlah temuan pada
Seluruh SKPD
Rasio SKPD yang menerapkan
manajemen resiko dibanding
dengan Seluruh SKPD di Kabupaten
Sukabumi dalam mewujudkan
kinerja SKPD yang baik.
Laporan Keuangan Pemerintah
Derah (LKPD) Kab. Sukabumi yang
direviu APIP
Prosentase dokumen Rencana
Kerja Anggaran (RKA) SKPD yang
telah di reviu APIP
Rasio SKPD Yang menerapkan SPIP
dengan Seluruh Jumlah total SKPD
Rata-rata nilai hasil evaluasi AKIP
SKPD di lingkungan Pemerintah
Kab. Sukabumi
Rasio Aparat Sipil Negara yang
wajib menyampaikan LHKASN
dengan Jumlah seluruh ASN non
pejabat eselon 2 dan 3 di Kab.
Sukabumi
Rasio SKPD yang memenuhi
kriteria Penilaian Mandiri
Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
Prosentase Kepala SKPD (PA), KPA
dan Bendahara Pengeluaran SKPD
yang meningkat pemahaman atas
hasil pemeriksaan mengikuti
melalui Rakor Hasil Pengawasan
Prosentase SKPD yang dilakukan
pemeriksaan tertentu
Rasio Penyelesaian Pengaduan
Masyarakat atau Lembaga dengan
jumlah pengaduan yang ditangani
Meningkatkan Tersedianya Pedoman Raperda dan Perbup APBD yang
efektifitas pengelolaan Pelaksanaan APBD ditetapkan
keuangan dan aset Perbup tentang Pergesaran
daerah Penjabaran
APBD yang ditetapkan
Tersedianya Laporan Laporan Keuangan yang akuntabel
Keuangan dan Aset Inventarisasi/ penatausahaan
Daerah yang akuntabel Barang milik daerah
Pengamanan Aset tanah
Jumlah Kebijakan tentang
pengelolaan keuangan dan asset
daerah yang ditetapkan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 33


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Cakupan pengelolaan laporan
SKPD
Meningkatnya Kenaikan Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
pemungutan pajak (Tax
performance index)
Meningkatnya OPD yang menerapkan arsip secara
pengelolaan dan baku
pelayanan tata Peningkatan Kegiatan SDM
kearsipan pemerintah Pengelola kearsipan
daerah
Meningkatkan Meningkatnya kualitas Cakupan Kepemilikan KK
pelayanan pelayanan administrasi Cakupan Kepemilikan KTP
administrasi kependudukan
Cakupan Kepemilikan akta
kependudukan dan
kelahiran
pencatatan sipil
Cakupan Penerbitan Akta
Kematian
Jumlah SKPD yang terintegrasi
dengan basis data terpadu
kependudukan
Mengoptimalkan Tertib administrasi Fasilitasi pembahasan
pengelolaan pertanahan penyelesaian masalah pertanahan
administrasi
pertanahan Fasilitasi dan terinventarisasinya
hak-hak atas tanah Pemkab
Sukabumi
Fasilitasi Penatagunaan Tanah

Membangun budaya Meningkatnya Jumlah kelompok masyarakat yang


partisipasi masyarakat partisipasi masyarakat berpartisipasi dalam
dalam pembangunan pembangunan
Capaian Realisasi PBB dan
Retribusi Daerah
Meningkatkan Meningkatnya Jumlah Penyelenggara Pemerintah
Profesionalisme Penyelenggara Desa yang terlatih
Aparatur Pemerintah Pemerintah Desa yang
Desa terlatih
Meningkatnya Jumlah Administrasi Desa yang
Pengelolaan terkelola dengan baik
Administrasi Desa
Meningkatkan Meningkatnya Jumlah Tenaga Teknis dan
Keberdayaan Keterampilan Tenaga Masyarakat yang terlatih
Masyarakat Pedesaan Teknis dan Masyarakat
Status Desa Tertinggal Jumlah Desa Sangat Tertinggal dan
dan Sangat Tertinggal Tertinggal yang statusnya
meningkat
Meningkatnya Jumlah Kelompok Binaan Lembaga
Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa
Lembaga dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 34


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Organisasi Masyarakat
Pemanfaatan Meningkatnya Penyampaian informasi publik
Teknologi Informasi Penyebaran Informasi melalui jalinan komunikasi dan
dan Komunikasi dalam Pemda terhadap kerjasama dengan media
pelaksanaan Masyarkat luas baik
Penyelenggaraan internal maupun
Pemerintahan eksternal Kabupaten
Kabupaten Sukabumi melalui kerjasama
yang mendukung E- dengang media massa
Goverment baik media cetak, radio,
televisi maupun media
online
Meningkatnya Penyampaian informasi publik
Penyebaran Informasi melalui media informasi yang di
Pemda terhadap kelola Pemerintah Daerah
Masyarakat luas baik Fasilitasi Pengadaan Barang dan
internal maupun Jasa Pemerintah secara Elektronik
eksternal Kabupaten (LPSE)
melalui Media yang
dikelola oleh
Pemerintah Daerah
(website, Sistem
Elektronik serta Media
Sosial) dan melalui
media tradisional
Meningkatkan kualitas Terintegrasinya Sistem Informasi
dan kuantitas Manajemen Pemda berbasis IT
Penyelenggaraan
Pemerintahan Tersedianya Prasarana, Sarana dan
Kabupaten Sukabumi Fasilitas Kominfo
berbasis IT menuju e-
government Meningkatnya Pembinaan dan
Pengawasan Penggunaan TIK

Meningkatnya penataan dan


pengawasan menara
telekomuniasi
Terlaksananya Jumlah aparatur yang memahami
pengadaan barang dan pengadaan barang dan jasa secara
jasa secara elektronik elektronik
Pengadaan secara elektronik (e-
purchasing dan e-catalog)

Jumlah aparat desa yang


memahami pengadaan barang dan
jasa secara elektronik
Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 35


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Rekapitulasi Pelaksanaan Anggaran
OPD & DPPA-OPD

Laporan Pengegendalian dan


Evaluasi Penyerapan Anggaran
(TEPA)
Optimalisasi Meningkatkan Derajat Meningkatnya kualitas BOR sesuai standar (Bed
pelayanan publik Kesehatan Masyarakat pelayanan Rumah Sakit Occupancy Ratio nilai standar 60-
khususnya di 85%)
bidang ALOS sesuai standar (Average
kesehatan, Lange Of Stay nilai standar 3-5
pendidikan dan hari)
infrastruktur TOI sesuai standar (Turn Over
Interval nilai standar 1-3 hari)
Menurunkan angka NDR ( Net
Death Rate nilai standar <25 )

Menurunkan angka GDR (Gross


Death Rate nilai standar < 45 )

Frekuensi pemakaian tempat tidur


( Bed Turn Over /BTO ) nilai
standar 40-50 kali
Jumlah Kunjungan pasien Instalasi
gawat darurat
Jumlah Kunjungan Pasien Rawat
Jalan
kepuasan costumer baik (Nilai baik
antara 62,51 - 81,25)

BOR sesuai standar (Bed


Occupancy Ratio nilai standar 60-
85%)
ALOS sesuai standar (Average
Lange Of Stay nilai standar 3-5
hari)
TOI sesuai standar (Turn Over
Interval nilai standar 1-3 hari)

Menurunkan angka NDR ( Net


Death Rate nilai standar <25 )

Menurunkan angka GDR (Gross


Death Rate nilai standar < 45 )

Frekuensi pemakaian tempat tidur


( Bed Turn Over /BTO ) nilai
standar 40-50 kali

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 36


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Jumlah Kunjungan Pasien Rawat
Jalan
Jumlah Kunjungan pasien Instalasi
gawat darurat
kepuasan costumer baik ( nilai
baik antara 62,51 - 81,25)

BOR sesuai standar (Bed


Occupancy Ratio nilai standar 60-
85%)
ALOS sesuai standar (Average
Lange Of Stay nilai standar 3-5
hari)
TOI sesuai standar (Turn Over
Interval nilai standar 1-3 hari)

Menurunkan angka NDR ( Net


Death Rate nilai standar <25 )

Menurunkan angka GDR (Gross


Death Rate nilai standar < 45 )

Frekuensi pemakaian tempat tidur


( Bed Turn Over /BTO ) nilai
standar 40-50 kali
Jumlah Kunjungan Pasien Rawat
Jalan
Jumlah Kunjungan pasien Instalasi
gawat darurat
kepuasan costumer baik ( nilai
baik antara 62,51 - 81,25)

Tersedianya obat, Tersedianya obat, perbekalan


bahan kimia dan kesehatan
perbekalan kesehatan Tersedianya obat Program
Tersedianya bahan
kimia/reagensia untuk
pemeriksaan kesehatan
Pembinaan Kesehatan cakupan Puskesmas yang
Ibu dan Reproduksi melaksanakan kelas ibu hamil

cakupan Puskesmas yang


melakukan orientasi program
perencanaan persalinan dan
pencegahan komplikasi (P4K)
Cakupan komplikasi kebidanan
yang ditangani

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 37


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Cakupan pertolongan persalinan
oleh tenaga kesehatan yang
memiliki kompetensi kebidanan
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4

Cakupan Pelayanan Ibu Nifas

Cakupan Kunjungan Neonatal


Pertama (KN1) sesuai standar

Cakupan Kunjungan Neonatal


Lengkap (KNL) sesuai standar

Cakupan Neonatal dengan


Komplikasi yang ditangani
Cakupan Kunjungan Bayi
cakupan peserta KB aktif
Menurunnya kasus Menurunnya Jumlah Kematian Ibu
kematian ibu dan bayi
Menurunnya Angka Kematian Bayi

Menurunnya angka Cakupan Pelayanan Anak Balita


kesakitan
Puskesmas yang melaksanakan
penjaringan kesehatan untuk
peserta didik kelas 1
Puskesmas yang melaksanakan
penjaringan kesehatan untuk
peserta didik kelas 7 dan 10
Puskesmas yang
menyelenggarakan kegiatan
kesehatan remaja
Jumlah Puskesmas yang
menyelenggarakan kegiatan
kesehatan lansia
Meningkatnya Persentase Puskesmas yang
pembinaan upaya menyelenggarakan kesehatan
kesehatan kerja dan kerja dasar
olahraga Jumlah pos UKK yang terbentuk di
daerah PPI/TPI

Persentase Puskesmas yang


melaksanakan kegiatan kesehatan
olah raga pada kelompok
masyarakat di wilayah kerjanya
Meningkatnya Persentase Puskesmas yang
pembinaan, menyelenggarakan kesehatan
pengembangan dan tradisional dan kimplementer
pengawasan upaya

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 38


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
kesehatan tradisional
dan komplementer

Meningkatnya mutu Jumlah puskesmas yang


dan akses pelayanan menerapkan Pelayanan
keperawatan, Keperawatan Kesehatan
kebidanan dan Masyarakat (Perkesmas)
keteknisian medik
Meningkatnya akses Jumlah Puskesmas non rawat inap
pelayanan kesehatan dan Puskesmas rawat inap yang
dasar yang berkualitas memberikan pelayanan sesuai
bagi masyarakat standar
Jumlah Puskesmas yang telah
melaksanakan manajemen
Puskesmas
Meningkatnya Mutu Jumlah Puskesmas yang
dan Akses Pelayanan menyelenggarakan pelayanan
Kesehatan Jiwa dan kesehatan jiwa dan NAPZA
NAPZA Jumlah Puskesmas yang
melaksanakan pelayanan
kesehatan Gigi dan Mulut
Jumlah Puskesmas yang
memberikan pelayanan
laboratorium
Jumlah Puskesmas yang
memberikan pelayanan Kesehatan
Indra
Meningkatnya layanan Jumlah Penduduk Penerima
kesehatan untuk Bantuan Iuran (PBI) yang menjadi
masyarakat peserta jaminan kesehatan
nasional (JKN)
Meningkatnya layanan Cakupan pelayanan kesehatan
kesehatan untuk pasien masyarakat miskin di
masyarakat miskin fasilitas kesehatan
Meningkatnya Ibu hamil KEK yang mendapat
pelayanan gizi makanan tambahan
masyarakat
Ibu hamil yang mendapat Tablet
Tambah Darah (TTD) 90 tablet
selama masa kehamilan
Bayi usia kurang dari 6 bulan yang
mendapat ASI eksklusif

Bayi baru lahir mendapat Inisiasi


Menyusu Dini (IMD)

Balita kurus yang mendapat


makanan tambahan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 39


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Remaja puteri yang mendapat
Tablet Tambah Darah (TTD)

Balita gizi Sangat Kurus mendapat


perawatan
Pemberian makanan pendamping
ASI pada anak usia 6 - 24 bulan
keluarga miskin
Meningkatnya kualitas Cakupan sarana air bersih (SAB)
kesehatan lingkungan
Cakupan Rumah Sehat
Cakupan Akses Jamban Keluarga
(JAGA)
Cakupan Angka Bebas Jentik

Cakupan Saluran Pembuangan Air


Limbah (SPAL)

Cakupan Tempat Sampah


Meningkatnya perilaku kebijakan publik yang berwawasan
hidup bersih dan sehat kesehatan
Cakupan PHBS di Tatanan RT

Cakupan strata desa siaga aktif


Cakupan sekolah yang
mempromosikan kesehatan

Jumlah Tema pesan dalam


komunikasi, informasi dan edukasi
kepada masyarakat
Jumlah dunia usaha yang
memanfaatkan CSR-nya untuk
program kesehatan
Menurunnya angka Cakupan penemuan dan
kesakitan akibat penanganan penderita penyakit
penyakit menular dan TBC BTA
penyakit tidak menular Meningkatnya angka kesembuhan
penderita TB Paru BTA Positif

Cakupan penemuan dan


penanganan penderita penyakit
DBD
Cakupan balita dengan pneumonia
yang ditangani

Cakupan penemuan dan


penanganan penderita Diare

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 40


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Cakupan Penemuan dan
Penanganan Kasus Penderita
Filariasis
Cakupan Penemuan dan
Penanganan suspect Flu Burung

Cakupan Penemuan dan


Penanganan Kasus Penderita Kusta

Cakupan Penemuan dan


Penanganan Kasus Penderita
HIV/AIDS
Annual Paracite Index (API)
Malaria
Cakupan Penemuan dan
Penanganan Kasus Penderita
Rabies
Persentase PKM yang
melaksanakan pengendalian PTM
Terpadu
Persentase desa / kelurahan yang
melaksanakan kegiatan posbindu
PTM
Persentase perempuan usia 30- 50
Tahun yang dideteksi dini kanker
serviks dan payudara
Persentase Puskesmas Yang
melaksanakan Kebijakan Kawasan
Tanpa Rokok (KTR), minimal 50 %
sekolah
Prevalensi tekanan darah tinggi

Mempertahankan Prevalen
Obesitas
Prevalensi merokok pada
penduduk usia <= 18Tahun

Cakupan Desa/Kelurahan
mengalami KLB yang dilakukan
Penyelidikan Epidemiologi kurang
dari 24 Jam
Acute Flacid Paralysis (AFP) rate
per 100.000 penduduk < 15 th

Cakupan Desa/kelurahan Universal


Child Immunization (UCI)

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 41


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Meningkatnya Cakupan Pemeriksaan dan
Kesehatan Jemaah Haji pembinaan Kesehatan Jemaah
Kab. Sukabumi Haji
Cakupan penanggulangan krisis
kesehatan akibat bencana

Cakupan Tenaga Kesehatan Berizin


di Praktek Mandiri dan Sarana
Kesehatan
Cakupan Sarana Kesehatan Berizin

Cakupan Sertifikasi Produk


Kesehatan Rumah Tangga

Cakupan Puskesmas Terakreditasi

Cakupan Puskesmas dengan


Sistem Informasi Terintegrasi

Jumlah SDM Kesehatan yang


ditingkatkan kompetensinya
(kumulatif)
meningkatnya akses Peningkatan fasilitas pelayanan
pelayanan kesehatan kesehatan
Mengendalikan laju menurunnya laju cakupan pasangan usia subur
pertumbuhan pertumbuhan (PUS) yang istrinya dibawah 20
penduduk dalam penduduk tahun.
mewujudkan cakupan sasaran pasangan usia
penduduk tumbuh subur menjadi peserta KB aktif
seimbang dan
berkualitas cakupan pasangan yang ingin ber-
KB tidak terpenuhi (Unmet Need)

Ratio Petugas lapangan keluarga


berencana/penyuluh Keluarga
Berencana (PLKB/PKB) 1 petugas
disetiap 2 (dua) desa/kelurahan
Ratio pembantu pembina keluarga
berencana (PPKBD) 1 (satu)
petugas di setiap desa/kelurahan
cakupan penyedia alat dan obat
kontrasepsi untuk memenuhi
permintaan masyarakat setiap
tahun
cakupan penyedia informasi data
mikro keluarga di setiap
desa/kelurahan setiap tahun

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 42


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
meningkatnya cakupan anggota bina keluarga
kesertaan ber-KB balita (BKB) ber-KB
pasangan usia subur
(PUS) Pra-KS dan KS 1 Cakupan PUS peserta KB anggota
anggota kelompok usaha peningkaatan pendapatan
usaha ekonomi keluarga sejahtera (UPPKS) yang
produktif dari 80 ber-KB
persen menjadi 82
persen dan pembinaan
keluarga menjadi
sekitar 70 persen.
Meningkatkan budaya Terwujudnya Jumlah koleksi bahan
baca masyarakat pembudayaan gemar perpustakaan di Kab. Sukabumi
membaca masyarakat
Jumlah Pengunjung Perpustakaan

Tingkat kompetensi Pengelola


perpustakaan
Meningkatkan akses Meningkatnya akses APK SD Sederajat
dan kualitas layanan dan mutu layanan APM SD Sederajat
pendidikan untuk pendidikan
APK SMP Sederajat
menghasilkan SDM
yang religius, mandiri APM SMP Sederajat
dan berdaya saing Angka kelulusan SD
Angka Kelulusan SMP
Angka Mengulang Kelas SD

Angka DO SD
Angka DO SMP
Angka melanjutkan dari SD
Sederajat ke SMP Sederajat
Angka melanjutkan dari SMP
Sederajat ke SMA Sederajat

Rata-rata nilai ujian akhir SD

Rata-rata nilai ujian nasional SMP


Jumlah SD yang memenuhi SPM
Jumlah SMP yang memenuhi SPM

SD yang biaya operasionalnya


terbantu dana APBD
SMP yang biaya operasionalnya
terbantu dana APBD
APK PAUD (3-6 tahun)
Jumlah lembaga PAUD yang
memiliki ruang kelas untuk belajar

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 43


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Jumlah PAUD yang
menyelenggarakan pembinaan
pendidikan keluarga (parenting)
Angka kelulusan Paket A
Angka kelulusan Paket B
Angka kelulusan Paket C
Meningkatkan Angka Melek Huruf

Setiap SD/MI memiliki jumlah guru


kelas yang cukup (rasio antara
guru kelas dengan jumlah siswa 1 :
32 orang)
Setiap SMP tersedia 1 (satu) orang
guru untuk setiap mata pelajaran
(11 mata pelajaran), dan untuk
daerah khusus tersedia 1 (satu)
orang guru untuk setiap rumpun
mata pelajaran (7 rumpun)
Jumlah guru yang memenuhi
kualifikasi S1/D-IV di setiap SD/MI
minimal 2 orang untuk setiap
satuan pendidikan
Di setiap SMP tersedia guru
dengan kualifikasi akademik S-1
atau D-IV sebanyak 70% atau lebih
(untuk daerah khusus sebanyak
40% atau lebih)
Jumlah guru yang disertifikasi
sebagai pendidik di SD/MI minimal
2 orang untuk setiap satuan
pendidikan
Di setiap SMP tersedia guru
dengan kualifikasi akademik S-1
atau D-IV dan 35% atau lebih
(untuk daerah khusus 20% atau
lebih) dari keseluruhan guru telah
memiliki sertifikat pendidik
PTK PAUD yang lulus KMD
PTK SD yang lulus KMD
PTK SMP yang lulus KMD
Setiap SD memiliki tenaga
kependidikan terlatih dan
bersertifikat
Setiap SMP memiliki tenaga
kependidikan terlatih dan
bersertifikat
Persentase kepala sekolah jenjang
SD dan SMP yang telah mengikuti
diklat calon kepala sekolah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 44


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Satuan Pendidikan Formal TK dan
Jenjang pendidikan dasar yang
terakreditasi minimal baik
jumlah TK terakreditasi
jumlah SD terakreditasi
jumlah SMP terakreditasi
Satuan Pendidikan Nonformal yang
terakreditasi minimal baik
jumlah PAUD terakreditasi
jumlah LKP terakreditasi
jumlah PKBM terakreditasi

Meningkatnya Jumlah Basis Data Pendidikan


manajemen dan tata (Berbasis Sekolah dan Berbasis
kelola pendidikan Masyarakat)
Jumlah Dokumen Rencana dan
Pelaporan Pendidikan
Jumlah SOP Pendidikan
Jumlah Aplikasi yang
dikembangkan untuk
meningkatkan efektifitas tata
kelola pendidikan
Jumlah Percontohan Sekolah Sehat
disetiap jenjang satuan pendidikan
Jumlah dokumen rencana
manajemen pengembangan
kurikulum dan proses pembelajran
yang efektif
Skor LAKIP minimal 80
mewujudkan terwujudnya Perda Dokumen RDTR
penataan ruang yang perencanaan, Dokumen RTBL
terpadu dan pemanfaatan dan Dokumen Pengawasan dan
berkelanjutan pengendalian tata Pengendalian pemanfaatan Ruang
ruang yang efisien,
mekanisme dan Tata cara
produktif,
perizinan dalam rangka
berkelanjutan dan
pemanfaatan dan penataan ruang
berdaya saing dibidang
agribisnis, pariwisata Ruang Terbuka Hijau (RTH)
dan industri
masterplan pertamanan dan
pemakaman
Mewujudkan meningkatnya daya Penanganan Tanggap Darurat
pengelolaan dukung dan daya
lingkungan hidup tampung lingkungan Terpenuhi dan terdistribusikannya
berkelanjutan dan serta kualitas kebutuhan logistik untuk korban
penanggulangan penanganan bencana bencana
bencana yang handal jumlah pelaksanaan upaya mitigasi
bencana

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 45


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Terselenggaranya Rehabilitasi dan
Rekonstruksi pasca bencana

meningkatnya cakupan Cakupan pelayanan bencana


pelayanan bencana kebakaran di kabupaten
kebakaran
tingkat waktu tanggap (response
time rate) daerah layanan WMK

persentase aparatur pemadam


kebakaran yang memenuhi standar
kualifikasi
jumlah mobil pemadam kebakaran
di atas 3000-5000 liter pada WMK

Jumlah Sumber daya manusia yang


terlatih dan sigap dalam upaya
mitigasi bencana kebakaran
Meningkatkan meningkatnya kualitas persentase tingkat kondisi jalan
ketersediaan dan infrastruktur jalan dan kabupaten baik dan sedang
kualitas infrastruktur jembatan
Persentase terhubungnya pusat -
daerah yang
pusat kegiatan dan pusat produksi
mendukung
di wilayah kabupaten
perekonomian
pelayaanan informasi tentang
Infrastruktur
ketersediaan sarana pengelolaan
jalan
Terbangunnya ruas jalan baru

Meningkatnya Tingkat kondisi baik jaringan irigasi


infrastruktur sumber di daerah irigasi kewenangan
daya air dan irigasi kabupaten
untuk konservasi, peningkatan kapasitas lembaga
pendayagunaan pengelola irigasi baik SDM, regulasi
sumberdaya air, serta maupun sarana prasarananya
pengendalian daya Tingkat kondisi infrastruktur
rusak air sumber daya air dalam rangka
konservasi sungai, danau dan
sumber daya air lainnya
meningkatnya kondisi Cakupan layanan air minum
sarana dan prasarana perdesaan
dasar permukiman cakupan pelayanan air minum
perkotaan
cakupan pelayanan air limbah
domestik
Persentase pengurangan sampah
perkotaan
Persentase pengangkutan sampah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 46


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Persentase pengoperasian TPA
kawasan kumuh
Tersedianya Pelayanan Jaringan
Drainase Skala Kawasan dan Skala
Kota
Pengurangan Luas Genangan

meningkatnya cakupan rumah layak huni


ketersediaan dan Cakupan Lingkungan Yang Sehat
kualitas perumahan dan Aman yang didukung dengan
PSU
Meningkatnya cakupan pelayanan informasi jasa
ketersediaan informasi konstruksi
jasa konstruksi dan
kualitas layanan cakupan pelayanan Izin Usaha Jasa
perizinan usaha jasa Konstruksi (IUJK)
konstruksi
meningkatkan Meningkatnya kualitas Tersedianya simpul jaringan
ketersediaan infrastruktur dasar transportasi berbasis jalan dan
infrastruktur untuk masyarakat keretaapi
peningkatan Tersedianya simpul jaringan
produktifitas ekonomi transportasi berbasis perairan
dan pelayanan dasar
Tersedianya perlengkapan Jalan
(Fasilitas Lalu lintas dan PJU)

Tersedianya navigasi dan fasilitas


keselamatan pelayaran

Tersedianya sarana angkutan


umum publik dan operasional
perhubungan
Menurunnya tingkat kemacetan
lalu lintas di jalan

Menurunnya tingkat pelanggaran


lalu lintas dan angkutan jalan

meningkatnya pengawasan dan


pengendalian perairan

meningkatnya kinerja angkutan


umum
meningkatnya kualitas pelayanan
perhubungan
Meningkatnya jumlah kendaraan
yang melaksanaan pengujian
kendaraan bermotor

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 47


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Misi Tujuan Sasaran Indikator Kinerja

1 2 3 4
Meningkatnya kualitas Peralatan
Pengujian Kendaraan Bermotor

Meningkatnya Pelopor
Keselamatan Transportasi
Meningkatnya pembinaan dan
audit keselamatan transportasi

Pengendalian meningkatnya Penanganan Pengaduan


pencemaran dan pengendalian Lingkungan Hidup
kerusakan lingkungan pencemaran dan
hidup kerusakan lingkungan Jumlah Masyarakat,
hidup Lembaga/Kelompok Masyarakat,
Stakeholders dalam Pengelolaan
Lingkungan Hidup
menurunnya jumlah pencemaran
air sungai
menurunnya jumlah pencemaran
udara
tertanganinya izin lingkungan dan
izin PPLH
menurunnya pencemaran akibat
limbah B3 dan sampah

Meningkatkan Meningkatnya Persentase Peningkatan


Perlindungan, Perlindungan, Pengelolaan Tutupan Lahan
Rehabilitasi dan Rehabilitasi dan (Vegetasi)
Konservasi Sumber Konservasi Sumber Persentase Peningkatan
Daya Alam Daya Alam serta Pengelolaan Taman
keanekaragaman hayati Keanekaragaman Hayati
meningkatnya Persentase Peningkatan
ekosistem dan sumber Pengelolaan dan Rehabilitasi
daya pesisir Ekosistem dan Sumber Daya Pesisir

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 V- 48


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BAB VI
STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan yang


komprehensif untuk mencapai tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten
Sukabumi dengan efektif dan efisien. Strategi dan arah kebijakan
merupakan salah satu sarana untuk melakukan perubahan, transformasi,
reformasi, dan perbaikan kinerja daerah. Perencanaan yang komprehensif
disusun dengan mengagendakan aktivitas pembangunan dengan segala
program yang mendukung capaian pembangunan. Salah satu poin penting
dalam aktivitas tersebut adalah upaya memperbaiki kinerja dan kapasitas
birokrasi, sistem manajemen, serta pemanfaatan teknologi informasi
sehingga pembangunan daerah mampu menjangkau seluruh lapisan
masyarakat dan merata ke seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat
terwujud.

6.1. Strategi
Rumusan strategi menunjukkan langkah dan keinginan yang kuat
dari pemerintah daerah dalam menciptakan nilai tambah (value added)
perencanaan bagi para pemangku kepentingan pembangunan daerah.
Strategi merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program
indikatif untuk mewujudkan visi dan misi dalam sasaran RPJMD. Rumusan
strategi dijadikan salah satu rujukan penting dalam perencanaan
pembangunan daerah yang menjelaskan bagaimana sasaran akan dicapai
dan diperjelas dengan serangkaian arah kebijakan.
Beberapa langkah yang telah ditempuh untuk menentukan strategi
pembangunan jangka menengah Kabupaten Sukabumi antara lain:
1. Mengkaji sasaran pembangunan lima tahunan;
2. Mengkaji gambaran umum kondisi daerah dan capaian pembangunan
sampai dengan periode awal perencanaan serta permasalahan
pembangunan terpenting dan isu-isu strategis pembangunan daerah;
3. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur
kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan
dihadapi oleh daerah (khususnya pemerintahan daerah);
4. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors)
dan pengembangan berbagai kerangka kebijakan (arah kebijakan dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 1


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

kebijakan umum) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan


analisis sebelumnya;
5. Mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan
sumber daya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi; dan
6. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai sasaran
pembangunan jangka menengah dengan memerhatikan arah kebijakan
yang efektif untuk mencapai sasaran RPJMD.
Adapun rumusan strategi pembangunan berupa pernyataan-
pernyataan yang menjelaskan bagaimana secara sistematis tujuan dan
sasaran pembangunan akan dicapai, diuraikan dalam penjelasan
berdasarkan misi, tujuan dan sasaran sebagai berikut :

1. Misi 1
Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Berbasis
Ekonomi Lokal Melalui Bidang Agribisnis, Pariwisata dan
Industri Yang Berwawasan Lingkungan;

Tabel 6.1
Strategi Berdasarkan Tujuan dan Sasaran dari Misi 1

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
1 Meningkatkan daya beli dan Terciptanya Meningkatkan
ketahanan pangan Kesempatan kerja di kesempatan kerja di
masyarakat melalui sektor agribisnis sektor pertanian melalui
pengembangan agribisnis pengolahan produksi
dan lembaga keuangan pemasaran hasil
pertanian pertanian, dan
pengembangan usaha
agribisnis melalui
kelompoktani
Meningkatnya Meningkatkan produksi
Produksi Pangan hasil pertanian,
perkebunan dan
peternakan
Terlaksananya Pencegahan dan
intervensi penanggulangan rawan
pencegahan dan pangan
penanggulangan
rawan pangan Serta
Teratasinya
kerawanan pangan
Terwujudnya Sentra Mengembangkan Sentra
Produksi Pertanian, Agribisnis berbasis
Perkebunan dan Kawasan
Peternakan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 2


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
Meningkatnya Menumbuhkan dan
kapasitas meningkatkan kapasitas
kelembagaan tani kelembagaan tani sebagai
berorientasi kekuatan ekonomi petani
agribisnis berbasis
potensi lokal
Meningkatnya Meningkatkan produksi
Produksi Pertanian dan kualitas hasil
Non Pangan pertanian non pangan
2 Meningkatkan daya beli Meningkatnya Meningkatkan kualitas
masyarakat melalui kualitas dan dan kuantitas pelaku
pengembangan minapolitan kuantitas pelaku perikanan
perikanan
Meningkatnya Meningkatkan produksi
produksi, nilai dan nilai tambah produk
tambah produk perikanan
perikanan serta
sarana prasarana
perikanan
Terwujudnya sentra Mengembangkan Sentra
perikanan budidaya Perikanan berbasis
air tawar, laut, dan Kawasan
pengolahan hasil
perikanan
3 Meningkatkan kesempatan Meningkatnya Perluasan kesempatan
dan produktivitas Kerja kesempatan kerja kerja, Peningkatan
serta perluasan dan produktivitas Produktivitas Tenaga
kesempatan usaha pekerja dan serta Kerja dan perlindungan
melindungi hak-hak Hak-hak Pekerja
pekerja Meningkatkan kompetensi
pencari kerja
Meningkatnya Peningkatan Produktivitas
Kemandirian masyarakat dalam
Masyarakat mengembangkan potensi
Perdesaan dalam daerah
Pengelolaan Potensi
Daerah
Meningkatnya Pemberangkatan KK
jumlah transmigran Transmigran
yang Pembinaan sosial ekonomi
diberangkatkan dan di pemukiman translok
terbinanya dan transmigran
transmigran dan
translok
4 Menciptakan iklim investasi Terciptanya Iklim Penciptaan iklim investasi
yang kondusif serta Usaha yang yang Kondusif dan
mendorong pembangunan Kondusif dan Pembangunan Industri di
industri di berbagai sektor Kemudahan Berbagai Sektor Yang
yang memiliki daya saing Investasi Berwawasan Lingkungan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 3


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
dan berwawasan Mendorong meningkatkan
lingkungan pertumbuhan kemampuan daya saing
industri rumah Industri rumah tangga
tangga, kecil dan industri kecil dan
menengah menengah
5 Meningkatkan Tertatanya Objek Meningkatkan dan
pengembangan pariwisata Wisata Pengembangan Obyek
dan ekonomi masyarakat Wisata
berbasis potensi lokal
Terlaksananya Membangun,
Pembinaan mengembangkan serta
Masyarakat meningkatkan pembinaan
Pariwisata kemitraan terhadap
stakeholder pariwisata
dan ekonomi masyarakat
dalam pengelolan
kepariwisataan daerah
Meningkatnya Meningkatkan Produk
jumlah kunjungan kepariwisataan yang
wisatawan dikembangkan serta
penguatan fungsi
stakeholder
kepariwisataan
6 Meningkatkan Meningkatnya penataan pengelolaan
kesejahteraan Masyarakat penataan dan koperasi dan UMKM
melalui pengembangan pengembangan
ekonomi masyarakat kelompok-kelompok
berbasis ekonomi lokal usaha masyarakat
dan koperasi
7 Meningkatkan Ketersediaan ketersediaan Menjaga stabilitas dan
Kebutuhan Pokok kebutuhan pokok distribusi kebutuhan
Masyarakat dan masyarakat barang-barang penting
Peningkatan Nilai Ekspor
Meningkatnya nilai Pengembangan Ekonomi
ekspor kabupaten Berbasis Potensi Lokal
sukabumi
Tersedianya sarana Penyediaan sarana
perdagangan perdagangan
8 Meningkatkan kapasitas Meningkatnya Meningkatkan Kapasitas
lembaga dan kemandirian Manajemen Lembaga dan kemandirian
usaha ekonomi mikro Pengelolaan Usaha Ekonomi Mikro
perdesaan BUMDesa Perdesaan
Meningkatnya
Pemberdayaan
Lembaga Usaha
Ekonomi Desa

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 4


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

2. Misi 2
Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing dan
Religius;
Tabel 6.2
Strategi Berdasarkan Tujuan dan Sasaran dari Misi 2

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
9 Melestarikan dan Meningkatnya Meningkatakan SDM
mengembangkan budaya pelestarian dan bidang seni dan budaya
lokal apresiasi Meningkatkan apresiasi
masyarakat
masyarakat terhadap
terhadap budaya
budaya daerah
dan kearifan lokal
Melestarikan kesenian
daerah
Melestarikan seni dan
budaya
Meningkatkan kualitas
sarana dan prasarana
peninggalan sejarah dan
budaya
10 Meningkatkan kualitas dan Optimalisasi Meningkatkan kualitas
partisipasi pemuda dalam pembinaan pemuda sarana dan prasarana
pembangunan sehingga dapat olahraga
berperan aktif dalam Meningkatkan kompetensi
pembangunan pemuda
Meningkatkan Kualitas
Sarana dan Prasarana
Aktivitas Kepemudaan
Dalam Rangka
Perwujudan Pemuda
Mandiri
Meningkatkan
kemandirian pemuda
11 Meningkatkan pembinaan Meningkatnya Meningkatkan Kualitas
dan prestasi olahraga Pembinaan Olahraga dan Kuantitas
yang berorientasi Olahragawan Berprestasi
pada prestasi Secara Berkelanjutan
Meningatkan kualitas
sarana prasarana
olahraga
Meningkatnya Meningkatkan Kualitas
Pembinaaan dan kuntitas Olahraga
Olahraga Masyarakat
Masyarakat
12 Meningkatkan pemahaman, meningkatnya Meningkatkan
penghayatan, pengamalan, kualitas kehidupan Pemahaman,
dan pengembangan nilai- beragama Penghayatan, Pengamalan
nilai keagamaan dan Pengembangan Nilai-

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 5


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
nilai Keagamaan;
13 Mewujudkan ketentraman Meningkatnya peran Melibatkan seluruh
dan ketertiban umum serta pemerintah dan komponen dan pelaku
perlindungan masyarakat masyarakat dalam kamtibmas
pemeliharaan
ketertiban umum
dan ketentraman
masyarakat
Menguatnya Dukungan kegiatan,
kelembagaan sosial pembinaan dan desiminasi
dan organisasi tentang kelembagaan
kemasyarakatan sosial dan organisasi
dalam kemasyarakatan
pembangunan
manusia yang
berdaya saing tinggi
dan religius.
Meningkatnya pendidikan dan pelatihan
pembinaan dan politik bagi parpol
pendidikan politik
daerah
Menurunnya Peningkatan kualitas SDM
gangguan terhadap satpol PP dan
ketertiban umum memperkuat sarana dan
dan keamanan prasarana
masyarakat
Meningkatnya Peningkatan kualitas SDM
Kepatuhan satpol PP dan
Masyarakat memperkuat sarana dan
terhadap Perda dan prasarana
Perkada
Meningkatnya Peningkatan kualitas SDM
pengetahuan dan satpol PP dan
keterampilan memperkuat sarana dan
anggota Sat.Linmas prasarana
dalam penanganan
berbagai tugas
khususnya tanggap
darurat
penanggulangan
bencana
14 Meningkatkan penanganan Menurunnya Jumlah Pembangunan Modal
dan kemandirian Penyandang Sosial melaui Bimbingan,
penyandang masalah Masalah Pelatihan dan Bantuan
kesejahteraan sosial Kesejahteraan bagi Masyarakat Miskin
(PMKS), Melestarikan Sosial, Berdayanya dan Pembangunan Nilai-
Keperintisan, Komunitas Adat dan nilai Keperintisan dan
Kepahlawanan dan Pelestarian Nilai-nilai Kepahlawanan.
Kesetiakawanan Sosial. Keperintisan,
Kepahlawanan dan
Kesetiakawanan
Sosial.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 6


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
Terehabilitasi dan Rehabilitasi, Pelatihan dan
Terbantunya Bantuan bagi Penyandang
Penyandang Disabilitas Tuna Sosial,
Disabilitas, Tuna Anak naka Korban
Sosial, Anak Nakal Narkotika (ANKN), ODHA
Korban Narkotika dan Bencana Sosial
(ANKN), Anak
Jalanan, ODHA,
ABH, BWBLP dan
WNI- Migran
Bermasalah, Korban
Perdagangan Orang
dan Korban Tindak
Kekerasan
Meningkatnya Peningkatan Basis Data
Pelayanan, Terpadu dalam Pelayanan
Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial
Jaminan Sosial bagi dalam Penanganan
Masyarakat Miskin Perlindungan dan
dan Korban Bencana Penjaminan
Alam. Kesejahteraan Sosial
melalui Program Sistem
layanan dan Rujukan
Terpadu (SLRT) di
Kabupaten Sukabumi
15 Meningkatkan Partisipasi Meningkatnya Menjalin Kemitraan
Potensi Sumber Partisipasi Potensi dengan lembaga dan /
Kesejahteraan Sosial Sumber atau Elemen Khusus
(PSKS) Kesejahteraan Sosial Penyelenggara
(PSKS) Kesejahteraan Sosial.
16 Meningkatkan perlindungan Peningkatan Pengembangan Sistem
terhadap anak dan Partisipasi, Informasi Gender dan
perempuan Pemberdayaan Anak
Perempuan dan
Pengembangan
Hak-hak Anak
Peningkatan Kualitas Maksimalisasi Peran dan
Hidup dan Fungsi Lembaga
Perlindungan Perlindungan Perempuan
Perempuan & Anak dan Anak dan
Perencanaan Aksi Tindak
Pidana Perdagangan
Orang

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 7


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

3. Misi 3
Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan
Profesional;
Tabel 6.3
Strategi Berdasarkan Tujuan dan Sasaran dari Misi 3

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
17 Mewujudkan Reformasi Meningkatnya Meningkatkan kualitas
birokrasi menuju tata kelola kualitas dan dan Kompetensi aparatur
pemerintahan yang bersih Kompetensi
dan profesional aparatur
Meningkatnya Meningkatkan kualitas
disiplin aparatur sumber daya aparatur
Tertatanya struktur Penataan kelembagaan
organisasi perangkat Daerah
pemerintah yang
efektif dan efisien peningkatan kapasitas
ketatalaksanaan
perangkat daerah
Meningkatnya Standarisasi pelayanan
Kualitas pelayanan publik pada seluruh
Publik perangkat daerah
Meningkatnya peningkatan kemudahan
kerjasama antar penyelenggaraan
pemerintah daerah, kerjasama daerah
Instansi Pemerintah
dan Lembaga Non
Pemerintah
Meningkatnya Penataan Batas Wilayah
pengelolaan administrasi pemerintahan
administrasi
kewilayahan
Terwujudnya peningkatan dan
Pemekaran penguatan koordinasi,
Kabupaten konsultasi dan lobi kepada
Sukabumi Pemerintah provinsi,
Pemerintah Pusat dan
Stakeholder lainnya
Terwujudnya Peningkatan kualitas
akuntabilitas laporan penyelenggaraan
penyelenggaraan pemerintahan deerah
pemerintahan
daerah
Meningkatnya Peningkatan kualitas SDM
kapasitas pimpinan anggota DPRD
dan anggota DPRD
Kabupaten
Sukabumi dalam
produktifitas
kedewanan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 8


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
Meningkatnya Melaksanakan komunikasi
kualitas pelayanan pimpinan daerah dengan
kedinasan kepala berbagai elemen
daerah dan wakil mesyarakat
kepala daerah
Tersedianya Produk penataan produk hukum
hukum yang daerah
diperlukan
masyarakat
Meningkatnya Peningkatan peran serta
kualitas seluruh komponen
perencanaan dan masyarakat dalam
pembangunan perencanaan
daerah pembangunan daerah
Meningkatnya Peningkatan kualitas dan
birokrasi yang kuantitas aparatur
profesional dan pengawas internal
akuntabel pemerintah (APIP) yang
professional
Terwujudnya Meningkatkankan
pemerintahan yang efektifitas sistem
bersih bebas korupsi pemantauan, evaluasi dan
kolusi dan monitoring penerapan
nepotisme SPIP
18 Meningkatkan efektifitas Tersedianya Meningkatkan kinerja
pengelolaan keuangan dan Pedoman pengelolaan keuangan
aset daerah Pelaksanaan APBD dan asset daerah
Tersedianya Meningkatkan kinerja
Laporan Keuangan pengelolaan keuangan
dan Aset Daerah dan asset daerah
yang akuntabel
Meningkatnya Meningkatkan kinerja
Pendapatan Asli pengelolaan keuangan
Daerah dan asset daerah
Meningkatnya Peningkatan tata kelola
pengelolaan dan kearsipan
pelayanan tata
kearsipan
pemerintah daerah
19 Meningkatkan pelayanan Meningkatnya Peningkatan kualitas
administrasi kependudukan kualitas pelayanan pelayanan admistrasi
dan pencatatan sipil administrasi kependudukan dan
kependudukan pencatatan sipil
Peningkatan Penggunaan
Tekonologi Informasi
dalam memperkuat dan
integrasi data
kependudukan
20 Mengoptimalkan Tertib administrasi Penataan administrasi
pengelolaan administrasi pertanahan pertanahan
pertanahan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 9


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
21 Membangun budaya Meningkatnya Membangun budaya
partisipasi masyarakat partisipasi partisipasi masyarakat
masyarakat dalam
pembangunan Memperluas wajib pungut
retribusi dan pajak daerah
22 Meningkatkan Meningkatnya Meningkatkan
Profesionalisme Aparatur Penyelenggara Profesionalisme Aparatur
Pemerintah Desa Pemerintah Desa Pemerintah Desa
yang terlatih
Meningkatnya
Pengelolaan
Administrasi Desa
23 Meningkatkan Keberdayaan Meningkatnya Meningkatkan
Masyarakat Pedesaan Keterampilan Keberdayaan Masyarakat
Tenaga Teknis dan Pedesaan
Masyarakat
Status Desa Meningkatkan kualitas
Tertinggal dan ekonomi, lingkungan dan
Sangat Tertinggal social
Meningkatnya
Pemberdayaan
Lembaga dan
Organisasi
Masyarakat
24 Pemanfaatan Teknologi Meningkatnya Mengembangkan sistem
Informasi dan Komunikasi Penyebaran penjalinan dan kerjasama
dalam pelaksanaan Informasi Pemda dengan Media Massa
Penyelenggaraan terhadap Masyarkat Mengembangkan sistem
Pemerintahan Kabupaten luas baik internal Informasi Publik dan
Sukabumi yang maupun eksternal Daerah
mendukung E-Goverment Kabupaten melalui
kerjasama dengang
media massa baik
media cetak, radio,
televisi maupun
media online
Meningkatkan Mengembangkan Sistem
kualitas dan Informasi dan Informatika
kuantitas
Penyelenggaraan
Pemerintahan
Kabupaten
Sukabumi berbasis
IT menuju e-
government
Terlaksananya Meningkatan kapasitas
pengadaan barang dan Jumlah SDM yang
dan jasa secara telah memiliki Sertifikat
elektronik Pengadaan Barang dan
Jasa Pemerintah

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 10


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
mengoptimalkan layanan
pengadaan secara
elektronik (LPSE)

4. Misi 4
Optimalisasi pelayanan kesehatan, pendidikan dan
infrastruktur daerah;
Tabel 6.4
Strategi Berdasarkan Tujuan dan Sasaran dari Misi 4

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
25 Meningkatkan Derajat Meningkatnya Upaya peningkatan mutu
Kesehatan Masyarakat kualitas pelayanan pelayanan dengan
Rumah Sakit menekankan patient
safety dan
penyempurnaan proses
pelayanan yang mengacu
evident base dan pada
pemenuhan Standar
Pelayanan Minimal
Tersedianya obat, Meningkatkan
bahan kimia dan ketersediaan,
perbekalan keterjangkauan,
kesehatan pemerataan dan kualitas
farmasi dan alat
kesehatan
Pembinaan Mengoptimalkan fasilitas
Kesehatan Ibu dan dan peran tenaga
Reproduksi kesehatan dalam upaya
penurunan AKI dan AKB
Menurunnya kasus Mengoptimalkan fasilitas
kematian ibu dan dan peran tenaga
bayi kesehatan dalam upaya
penurunan AKI dan AKB
Menurunnya angka Meningkatkan kompetensi
kesakitan petugas dalam
melaksanakan pelayanan
kesehatan anak balita
termasuk SDIDTK
Meningkatkan mutu dan
pelayanan kesehatan di
Puskesmas

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 11


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
Meningkatnya Meningkatkan Akses
pembinaan upaya Peayanan Kesehatan
kesehatan kerja dan Dasar yang Berkualitas
olahraga
Meningkatnya Meningkatkan Akses
pembinaan, Peayanan Kesehatan
pengembangan dan Dasar yang Berkualitas
pengawasan upaya
kesehatan
tradisional dan
komplementer
Meningkatnya mutu Meningkatkan Akses
dan akses Peayanan Kesehatan
pelayanan Dasar yang Berkualitas
keperawatan,
kebidanan dan
keteknisian medik
Meningkatnya akses Meningkatkan Akses
pelayanan Peayanan Kesehatan
kesehatan dasar Dasar yang Berkualitas
yang berkualitas
bagi masyarakat
Meningkatnya Mutu Meningkatkan Akses
dan Akses Peayanan Kesehatan
Pelayanan Dasar yang Berkualitas
Kesehatan Jiwa dan
NAPZA
Meningkatnya Meningkatkan jumlah,
layanan kesehatan pemerataan, dan kualitas
untuk masyarakat pelayanan kesehatan bagi
masyarakat miskin
Meningkatnya
layanan kesehatan
untuk masyarakat
miskin
Meningkatnya Mengoptimalkan fasilitas
pelayanan gizi dan peran tenaga
masyarakat kesehatan dalam upaya
penurunan masalah gizi
Meningkatnya Meningkatkan Upaya
kualitas kesehatan Penyehatan Lingkungan
lingkungan
Meningkatnya Meningkatkan Promosi
perilaku hidup Kesehatan dan
bersih dan sehat Pemberdayaan
Masyarakat
Menurunnya angka Meningkatkan
kesakitan akibat Pengendalian Penyakit
penyakit menular dan Penyehatan
dan penyakit tidak Lingkungan
menular

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 12


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
Meningkatnya Meningkatkan Kesehatan
Kesehatan Jemaah Jamaah Haji
Haji Kab. Sukabumi
meningkatnya akses Meningkatkan mutu
pelayanan pelayanan kesehatan di
kesehatan puskesmas dan
jaringannya.
26 Mengendalikan laju menurunnya laju Menurunkan Pasangan
pertumbuhan penduduk pertumbuhan Usia Subur yang isterinya
dalam mewujudkan penduduk dibawah usia 20 tahun
penduduk tumbuh meningkatnya Meningkatkan Cakupan
seimbang dan berkualitas kesertaan ber-KB Anggota Bina Keluarga
pasangan usia subur Balita(BKB) ber-KB
(PUS) Pra-KS dan
KS 1 anggota
kelompok usaha
ekonomi produktif
dari 80 persen
menjadi 82 persen
dan pembinaan
keluarga menjadi
sekitar 70 persen.
27 Meningkatkan budaya baca Terwujudnya Meningkatkan sosialisasi
masyarakat pembudayaan dan promosi gemar
gemar membaca membaca
masyarakat
28 Meningkatkan akses dan Meningkatnya akses Mendekatkan akses
kualitas layanan pendidikan dan mutu layanan layanan pendidikan
untuk menghasilkan SDM pendidikan kepada masyarakat
yang religius, mandiri dan Penyediaan Beasiwa
berdaya saing Transisi dan Rawan DO
Menjamin anak usia
sekolah medapatkan
layanan pendidikan
melalui jalur pendidikan
formal dan nonformal
Meningkatkan Capaian
Indikator SPM Dikdas
Memprioritaskan sekolah
SSN memenuhi indikator
SPM dan meningkatkan
sekolah SSN ke SSN plus
Peningkatan Insentif guru
PAUD
Memberikan layanan
pendidikan jalur non
formal bagi penduduk
yang tidak terlayani
melalui pendidikan jalur
formal

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 13


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
Pemerataan distribusi
guru
Peningkatan kompetensi
guru dan tenaga
kependidikan
Pemberian penghargaan
dan perlindungan guru
dan tenaga kependidikan
berdasarkan inovasi
pendidikan yang
dikembangkan
Meningkatkan kemahiran
guru dibidang
kepramukaan
Meningkatnya Meningkatkan Tatakeola
manajemen dan tata pendidikan yang
kelola pendidikan akuntabel,transparan dan
partisipatif
29 mewujudkan penataan terwujudnya meningkatkan proses
ruang yang terpadu dan perencanaan, perencanaan,
berkelanjutan pemanfaatan dan pemanfaatan dan
pengendalian tata pengendalian tata ruang
ruang yang efisien, untuk mewujudkan tata
produktif, ruang wilayah efisien,
berkelanjutan dan produktif, berkelanjutan
berdaya saing dan berdaya saing
dibidang agribisnis, dibidang agribisnis,
pariwisata dan pariwisata dan industri
industri
30 Mewujudkan pengelolaan meningkatnya daya meningkatkan upaya
lingkungan hidup dukung dan daya pencegahan dan
berkelanjutan dan tampung lingkungan penanggulangan bencana
penanggulangan bencana serta kualitas
yang handal penanganan
bencana
meningkatnya meningkatkan cakupan
cakupan pelayanan pelayanan bencana
bencana kebakaran kebakaran
31 Meningkatkan ketersediaan meningkatnya meningkatkan
dan kualitas infrastruktur kualitas infrastruktur jalan guna
daerah yang mendukung infrastruktur jalan mendukung pelayanan
perekonomian dan jembatan pergerakan orang dan
barang
Meningkatnya meningkatkan kualitas
infrastruktur sumber infrastruktur sumber daya
daya air dan irigasi air dan irigasi untuk
untuk konservasi, konservasi,
pendayagunaan pendayagunaan
sumberdaya air, sumberdaya air, serta
serta pengendalian pengendalian daya rusak
daya rusak air air

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 14


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

No Tujuan Sasaran Strategi

1 2 3 4
meningkatnya meningkatkan kualitas
kondisi sarana dan infrastruktur dasar
prasarana dasar permukiman
permukiman
meningkatnya meningkatkan
ketersediaan dan ketersediaan dan kualitas
kualitas perumahan perumahan
Meningkatnya meningkatkan pelayanan
ketersediaan jasa konstruksi dan
informasi jasa kinerja pengelolaan
konstruksi dan bangunan, gedung/rumah
kualitas layanan negara
perizinan usaha jasa
konstruksi
32 meningkatkan ketersediaan Meningkatnya Membangun saran dan
infrastruktur untuk kualitas infrastruktur prasarana perhubungan
peningkatan produktifitas dasar masyarakat dalam rangka
ekonomi dan pelayanan peningkatan pelayanan
dasar pergerakan orang dan
barang
Meningkatkan kinerja dan
pelayanan transportasi
yang tertib dan nyaman
Meningkatkan
Keselamatan transportasi
jalan
33 Pengendalian pencemaran meningkatnya Meningkatkan kualitas
dan kerusakan lingkungan pengendalian lingkungan hidup
hidup pencemaran dan
kerusakan
lingkungan hidup
34 Meningkatkan Meningkatnya Pelestarian Fungsi,
Perlindungan, Rehabilitasi Perlindungan, Pemeliharaan dan
dan Konservasi Sumber Rehabilitasi dan Pemanfaatan KEHATI
Daya Alam Konservasi Sumber serta Sumber Daya Alam
Daya Alam serta Berkelanjutan
keanekaragaman
hayati
meningkatnya
ekosistem dan
sumber daya pesisir

Pencapaian sasaran pembangunan dalam RPJMD ditentukan oleh


keberhasilan dalam perumusan strategi yang kemudian ditindaklanjuti
dengan realisasi pelaksanaan strategi sebagai prioritas pembangunan
(strategy focused organization) enam tahun mendatang. Dalam
manajemen kinerja, prioritas pembangunan merupakan salah satu teknik
dalam mengarahkan perhatian birokrasi terhadap fokus utama
pembangunan daerah. Pemerintah daerah telah menyusun strategi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 15


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

pembangunan sebagaimana telah digambarkan di atas sehingga dapat


dijadikan sebagai prioritas pembangunan daerah lima tahun kedepan.
Keenam prioritas pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Sukabumi
Tahun 2016-2021, meliputi:
1. Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Pengembangan
Agribisnis;
2. Perluasan Kesempatan Kerja dan Kesempatan Usaha;
3. Peningkatkan Kemampuan Daerah dalam Menciptakan
Kesejahteraan Masyarakat;
4. Peningkatkan Kualitas Sumber Daya Masyarakat, Melalui Layanan
Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Agama, Budaya, Pemuda Dan
Olahraga;
5. Peningkatkan Efektivitas dan Profesionalisme Aparatur Pemerintah
serta Membangun Budaya Birokrat Pelayan Masyarakat.
6. Peningkatan kualitas pelayanan inftrastruktur dasar
Penjelasan singkat mengenai masing-masing prioritas pembangunan
sebagai berikut:

1. Penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui


pengembangan agribisnis
Dalam kehidupan manusia terdapat tiga utama kebutuhan pokok
yaitu sandang, pangan, dan papan. Kebutuhan pokok manusia berupa
pangan menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia untuk hidup dan
untuk dapat beraktifitas. Kabupaten Sukabumi merupakan daratan dengan
aneka sumberdaya yang berpotensi tinggi, lahan-lahan potensial dalam
bidang pertanian sebagai bahan pokok pangan yang dibutuhkan oleh
masyarakat. Menyikapi isu/permasalahan di masa depan tentang
kurangnya ketersediaan bahan pokok pangan, Kabupaten Sukabumi harus
mulai mewaspadai dan menyiasati ketahanan pangan daerah. Ketahanan
pangan merupakan permasalahan yang krusial karena hal ini akan
memberi dampak pada sektor-sektor yang sedang berjalan.
Ketahanan pangan menurut UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan,
diartikan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang
tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun
mutunya, aman, merata dan terjangkau. Dengan adanya hal itu,
pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 68 tahun 2002
tentang ketahanan pangan, yang menyatakan bahwa penyediaan pangan
diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga
yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 16


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Peran aktif pemerintah dan masyarakat khususnya Kabupaten


Sukabumi sangat diperlukan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang
tangguh melalui penciptaan iklim yang kondusif bagi berfungsinya
subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan secara sinergi.
Sehingga dengan memiliki ketahanan pangan, daerah akan memiliki
ketersediaan yang cukup dalam memenuhi kebutuhan pangan
masyarakat.
Pengembangan dan pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan
dimaksudkan untuk penggalian potensi-potensi kemandirian dan
pengembangan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan dan
pengembangan ekonomi strategis dalam pengelolaan sumber daya
alam/agraria secara adil dan berkelanjutan. Pengembangan SDA harus
dalam pengontrolan dan pengelolaan pemerintah berdasarkan asas
kerakyatan. Pengembangan ekonomi strategis berbasis potensi lokal
hendaknya memperhatikan akar budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Selain itu, dalam menumbuh-kembangkan model-model pengembangan
ekonomi berbasis rakyat perlu adanya dasar keswadayaan dan
kemandirian dengan diperkuat institusi dan kelembagaan ekonomi
masyarakat.
Upaya pengembangan ekonomi rakyat perlu diarahkan untuk
mendorong perubahan struktural dengan cara memperkuat kedudukan
dan peran ekonomi rakyat dalam perekonomian nasional yang dimulai dari
perekonomian daerah. Salah satu upaya dalam menyiasati strategi ini
yakni dengan mengupayakan pengembangan dan pembangunan ekonomi
lokal daerah. Melalui pengembangan ekonomi lokal daerah, maka secara
langsung potensi-potensi daerah dapat terangkat dan berkembang
sehingga akan membantu mempertangguh perekonomian daerah.
Pengembangan agribisnis merupakan salah satu opsi yang perlu
dipertimbangkan sebagai industri berbasis sumber daya. Agribisnis
berpotensi dapat meningkatkan cadangan devisa serta penyediaan
lapangan kerja (khususnya pada Kabupaten Sukabumi) yang mempunyai
potensi dalam mengkolaborasikan sentra pertanian dengan sentra bisnis.
Pengembangan agribisnis akan sangat strategis jika dilakukan secara
terpadu dan berkelanjutan. Pengertian terpadu adalah keterkaitan usaha
sektor hulu dan hilir (backward and forward linkages), serta
pengintegrasian kedua sektor tersebut secara sinergis dan produktif.
Sedangkan dengan konsep berkelanjutan, diartikan sebagai pemanfaatan
teknologi konservasi sumber daya dengan melibatkan kelompok/lembaga
masyarakat, serta pemerintah pada semua aspek.

2. Perluasan Kesempatan Kerja dan Kesempatan Usaha


Pekerjaan merupakan aktifitas manusia yang menghasilkan sesuatu
baik barang ataupun berupa uang. Barang dan uang yang dihasilkan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 17


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Kehidupan


manusia dapat berlangsung dengan baik apabila manusia mempunyai
pekerjaan, agar dihasilkan sesuatu sebagai pemenuhan kebutuhan hidup.
Meningkatkan dan memperluas kesempatan kerja dapat memberikan
dampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat Kabupaten
Sukabumi. Kesempatan kerja merupakan penciptaan lapangan usaha
terutama sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja secara merata
dari berbagai kalangan. Diperlukan campur tangan dan upaya pemerintah
daerah Kabupaten Sukabumi dalam peningkatan dan perluasan
kesempatan kerja untuk mengurangi angka pengangguran dengan cara
membuka lapangan usaha secara efektif dan efisien.
Kondisi daerah yang kondusif merupakan prasyarat utama dalam
membuka dan memperluas lapangan usaha. Selain kondisi daerah yang
memadai, SDM daerah juga mempengaruhi dalam penyerapan tenaga
kerja. Peningkatan daya saing manusia di Kabupaten Sukabumi dan
peningkatan infrastruktur daerah merupakan modal dasar dalam upaya
penciptaan kesempatan kerja berbasis SDM yang berkualitas, sehingga
bisa disimpulkan bahwa peningkatan dan perluasan kesempatan kerja
merupakan impact dari peningkatan SDM dan infrastruktur.

3. Peningkatkan Kemampuan Daerah Dalam Menciptakan


Kesejahteraan Masyarakat
Kesejahteraan merupakan kata yang cukup kompleks, karena ia
mengandung beberapa unsur untuk dapat mencapai sejahtera. Sejahtera
dapat dikatakan sebagai bahagia dan berkecukupan dalam segala hal,
dan segala aspek kehidupan manusia berpengaruh dalam mencapai
sejahtera. Peningkatan kemampuan daerah dalam menciptakan
kesejahteraan masyarakat dilakukan dengan upaya mengatasi kemiskinan
dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Kemiskinan merupakan permasalahan kompleks dan bersifat
multidimensional, sehingga upaya pengentasan kemiskinan harus
dilakukan secara komprehensif, yang mencakup berbagai aspek kehidupan
masyarakat dan dilaksanakan secara terpadu. Pemerintah Kabupaten
Sukabumi dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan perlu
melakukan efektifitas kualitas bantuan dan perlindungan sosial bagi
masyarakat miskin. Dengan adanya pengefektifan berbagai strategi
pengentasan kemiskinan, diharapkan terjadi konsistensi penurunan angka
kemiskinan di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, ketepatan sasaran
penerima bantuan dan perlindungan sosial perlu diperhatikan agar
pengentasan kemiskinan berdampak efektif dan efisien dalam mengurangi
beban masyarakat.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 18


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Upaya memberdayakan penduduk miskin perlu dilakukan agar


penduduk miskin memiliki kesempatan keluar dari garis kemiskinan dan
terus menjaga perekonomiannya agar tidak kembali ke dalam lingkaran
kemiskinan. Hal ini sangat diperlukan karena upaya pemberdayaan usaha
ekonomi masyarakat miskin bertujuan untuk mempercepat pengentasan
kemiskinan dan memiliki dampak panjang dalam kestabilan perekonomian
masyarakat. Selain itu, dengan melakukan strategi pemberdayaan,
diharapkan masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan
kemiskinan dengan memanfaatkan segala potensi SDM maupun SDA di
masing-masing wilayahnya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam rangka strategi
peningkatan kualitas lingkungan hidup perlu melakukan upaya berupa
meningkatkan kualitas perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian tata
ruang agar dapat mendayagunakan segala potensi dengan tepat untuk
pencapaian pembangunan daerah. Selain itu, upaya peningkatan kualitas
lingkungan hidup perkotaan serta peningkatan kualitas udara dan perairan
perlu dilakukan demi mewujudkan lingkungan hidup yang berkualitas.
Mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan berkualitas perlu
didukung oleh upaya penegakan hukum lingkungan secara efektif dan adil
sehingga keseimbangan antara integritas undang-undang dan lingkungan
alam sekitar tetap terjaga. Sinergi antara peningkatan perekonomian dan
peningkatan kualitas lingkungan hidup perlu dilakukan sebagai persiapan
menghadapi dinamika pasar global perekonomian. Perlu disadari
sepenuhnya bahwa kegiatan pembangunan perekonomian yang bersifat
fisik dan memanfaatkan sumber daya alam mengandung resiko berupa
dampak perubahan ekosistem baik secara negatif maupun positif. Oleh
karena itu, perlu dilakukan sinkronisasi terkait pembangunan berwawasan
sosial ekonomi dengan berwawasan lingkungan. Secara nyata, hal ini
dapat diupayakan dengan meningkatkan luas tutupan lahan dan
penerapan konsep strategi pembangunan ekonomi hijau (green economy)
yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Upaya-upaya tersebut
diharapkan dapat menjaga komponen ekosistem alam dan kehidupan
manusia sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan
menjaga kualitas lingkungan hidup.

4. Peningkatkan Kualitas Sumber Daya Masyarakat, Melalui


Layanan Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Agama, Budaya,
Pemuda Dan Olahraga
Strategi ini memiliki fokus pada pembangunan berupa
pembentukan pribadi manusia yang bermoral dan berakhlak mulia. Hal ini
dilakukan karena tidak dipungkiri bahwa perilaku, sikap, kecerdasan
emosional manusia pada masyarakat sangat mempengaruhi
pembangunan daerah. Sehingga perlu upaya yang mampu mengarahkan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 19


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

masyarakat pada kegiatan yang menunjang pembentukan pribadi yang


berakhlak mulia. Melalui pribadi yang mulia, diharapkan segala sesuatu
yang dilakukan oleh masyarakat mengarah pada kebaikan, sehingga
pembangunan daerah dapat berlangsung dengan lebih baik, lebih efisien
dan lebih optimal.
Kualitas sumber daya manusia (masyarakat) merupakan unsur
kunci dan pendukung utama dalam pembangunan serta menjadi cerminan
keberhasilan dari pembangunan daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten
Sukabumi mengupayakan peningkatkan kualitas sumber daya masyarakat,
melalui layanan pendidikan, kesehatan, sosial, agama, budaya, pemuda
dan olahraga. Hal ini dilakukan untuk membentuk kualitas manusia yang
handal dan bermoral. Pendidikan merupakan faktor utama dalam
pembentukan jati diri manusia dan sangat berperan dalam membentuk
baik atau buruknya pribadi dan kualitas manusia secara normatif. Melalui
sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus yang
berkualitas dan mampu bersaing dengan SDM di dalam wilayah maupun di
luar wilayah. Fokus utama pembangunan bidang pendidikan adalah
meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara merata.
Meningkatnya angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah diharapkan
dapat menstimulasi peningkatan indeks pembangunan manusia di
Kabupaten Sukabumi.
Selain faktor pendidikan, faktor kesehatan merupakan hal yang
penting dalam mendukung segala aktifitas manusia. Pembangunan di
bidang kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk
mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan
pembangunan ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya
penanggulangan kemiskinan. Perbaikan akses dan mutu di bidang
kesehatan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan angka harapan
hidup bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Dalam mendukung segala upaya peningkatan kualitas sumber daya
manusia tersebut maka infrastruktur dasar mempunyai peran yang cukup
penting. Infrastruktur dasar seperti pembangunan jalan, jembatan,
penyediaan air bersih, irigasi (pengairan), sarana dan prasarana
kesehatan, serta infrastruktur pendidikan merupakan hal pokok dan
mendasar sebagai pendukung kehidupan. Peningkatan kualitas dan
kuantitas infrastruktur dasar mempunyai tujuan berupa pemerataan dan
pengembangan wilayah dengan prototipe kawasan berkembang
sekitarnya.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 20


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

5. Peningkatkan Efektivitas dan Profesionalisme Aparatur


Pemerintah serta Membangun Budaya Birokrat Pelayan
Masyarakat
Kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah merupakan salah satu
hal yang penting dalam mendukung keberlangsungan dan pelaksanaan
pembangunan daerah, maka perlu adanya peningkatan Efektifitas dan
Profesionalisme Aparatur dalam kinerjanya. Aparatur pemerintah
sesungguhnya adalah pelayan masyarakat, karena aparatur pemerintah
bekerja untuk masyarakat, sehingga perlu adanya penanaman budaya
birokrat sebagai pelayan masyarakat. Upaya peningkatan kinerja
penyelenggaraan pemerintah daerah bisa dilakukan melalui cara reformasi
birokras, sehingga mampu membangun pemerintah daerah yang bekerja
dengan efektif dan professional serta dengan kesungguhan hati.
Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan sangat fundamental
dalam mewujudkan good governance.
Peningkatan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,
akan menstimulasi kinerja birokrasi dan mengubah pola pikir pegawai
pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Selain itu pengendalian dan
pengelolaan aset daerah secara efektif akan mendorong percepatan
pembangunan daerah dari segi infrastruktur dan layanan masyarakat.
Dalam upaya mewujudkan kinerja aparatur yang baik sangat diperlukan
koordinasi dan manajemen yang kooperatif sehingga pelayanan dapat
berjalann dengan optimal. Penambahan kapasitas aparatur yang
berkualitas dan penerapan standar pelayanan minimal dapat menjadi
jaminan sehingga pelayanan publik dapat berjalan efektif dan efisien.
Terkait reformasi birokrasi, pada prinsipnya terdapat lima hal pokok yaitu
penataan kelembagaan, penataan ketatalaksanaan, penataan sumber
daya manusia, akuntabilitas dan pelayanan, serta kualitas pelayanan.

6. Peningkatan Kualitas Pelayanan Inftrastruktur Dasar


Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan
pendapatan daerah dengan disertai dengan perubahan fundamental
dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi
penduduk suatu daerah. Perkembangan teknologi saat ini menuntut
adanya kesiapan masyarakat untuk menerima dan mengadaptasi
perubahan secara global sehingga masyarakat harus mampu
memanfaatkan kemajuan-kemajuan dari hasil implikasi langsung
perkembangan teknologi. Untuk itu, upaya mewujudkan kualitas sumber
daya manusia yang mandiri dan berdaya saing tinggi menjadi tujuan yang
tidak terpisahkan dari pembangunan daerah di tengah kemajuan teknologi
saat ini.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 21


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Untuk menunjang hal tersebut, perlu adanya peningkatan


infrastruktur yang mendorong tumbuhnya perekonomian daerah
utamanya di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan maupun
pusat perkotaan. Hal ini perlu difokuskan untuk mewujudkan pemerataan
capaian hasil pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi
utamanya dalam bidang ekonomi masyarakat.

6.2. Arah Kebijakan

6.2.1 Arah Kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah


Daerah (RPJMD)
Arah kebijakan merupakan instrumen langkah-langkah dalam
perencanaan yang memberikan panduan kepada pemerintah daerah agar
lebih terarah dalam menentukan dan mencapai tujuan pembangunan.
Arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah merupakan
pedoman dalam menentukan tahapan dan prioritas pembangunan lima
tahunan guna mencapai sasaran RPJMD secara bertahap. Tahapan dan
prioritas yang ditetapkan mencerminkan urgensi permasalahan dan isu
strategis yang hendak diselesaikan namun tetap selaras dengan
pengaturan waktu. Penekanan prioritas pada setiap tahapan berbeda-beda
namun memiliki kesinambungan dari satu periode ke periode lainnya
dalam rangka mencapai sasaran tahapan lima tahunan dalam RPJMD.
Di samping itu, arah kebijakan juga dimaksudkan untuk
memberikan jawaban atas permasalahan dan isu-isu strategis
pembangunan kewilayahan. Analisis permasalahan dan isu-isu strategis
kewilayahan akan menjadi basis utama dari rumusan arah kebijakan
pembangunan kewilayahan untuk memberikan prioritas terkait
pemerataan pembangunan dan penciptaan daerah-daerah unggulan.
Fokus kebijakan kewilayahan harus dipedomani bersama antara
pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota termasuk SKPD yang
terlibat di dalamnya.

6.2.2 Arah Kebijakan Tahunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah


Arah kebijakan merupakan keputusan dari stakeholder sebagai
pedoman untuk mengarahkan perumusan strategi yang dipilih agar
selaras dalam mencapai tujuan dan sasaran pada setiap tahapan selama
kurun waktu lima tahun. Rumusan arah kebijakan merasionalkan pilihan
strategi sehingga memiliki fokus serta sesuai dengan pengaturan
pelaksanaannya. Penekanan fokus atau tema setiap tahun selama periode
RPJMD memiliki kesinambungan dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan,
dan sasaran yang telah ditetapkan. Fokus atau tema pembangunan
Kabupaten Sukabumi dapat dilihat pada Gambar 6.1.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 22


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Gambar 6.1
Fokus/Tema Pembangunan Kabupaten Sukabumi, RKPD
Tahun 2016-2021

Untuk selanjutnya, masing-masing tema pembangunan di atas


diterjemahkan dalam arah kebijakan sesuai prioritas pembangunan tiap
tahun sebagaimana berikut.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 23


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 6.5
Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Menengah
Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021
Arah Kebijakan
No Misi Prioritas Pembangunan
2016 2017 2018 2019 2020 2021
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Penguatan ketahanan
Meningkatkan
pangan masyarakat melalui
kemandirian ekonomi
pengembangan agribisnis
masyarakat berbasis
Perluasan Kesempatan
potensi ekonomi lokal
Kerja dan Kesempatan
1 melalui sektor
Usaha
agribisnis, pariwisata,
Peningkatkan Kemampuan
dan industri
Daerah Dalam
berwawasan
Menciptakan
lingkungan
Kesejahteraan Masyarakat Pembangunan
Peningkatkan Kualitas sarana
Mewujudkan sumber Sumber Daya Masyarakat, Mendorong Pembangunan pemerintahan,
Pembangunan
daya manusia yang Melalui Layanan produktivitas wilayah infrastruktur penataan pusat Pembangunan Pemeliharaan
2 Sumber Daya
berdaya saing tinggi Pendidikan, Kesehatan, melalui menuju sentra pertumbuhan Ekonomi berbasis infrastruktur
Sosial, Agama, Budaya, Manusia yang
dan religius pengembangan produksi dan Palabuhanratu dan kawasan wilayah
Pemuda Dan Olahraga Berdaya saing
sentra produksi pariwisata peningkatan
Peningkatkan Efektivitas kualitas pelayanan
Mewujudkan tata Dan Profesionalisme publik
kelola pemerintahan Aparatur Pemerintah Serta
3
yang bersih dan Membangun Budaya
profesional Birokrat Pelayan
Masyarakat
Optimalisasi pelayanan Peningkatan kualitas
publik khususnya di pelayanan inftrastruktur
4 bidang kesehatan, dasar
pendidikan dan
infrastruktur

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 20162021 VI- 24


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BAB VII
KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM
PEMBANGUNAN DAERAH

7.1 Program Pembangunan Daerah Untuk Pencapaian Visi dan


Misi Bupati Sukabumi Tahun 2016-2021
Program prioritas Bupati ditetapkan sesuai dengan janji Bupati dan
Wakil Bupati selama kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan disusun
berdasarkan bidang urusan yang menjadi prioritas pertama dalam
program pembangunan daerah selama lima tahun. Adapun janji
kampanye Bupati Sukabumi Tahun 2016-2021 yaitu :

1. Perluasan Kesempatan Kerja dan Kesempatan Usaha


a) Membuka lebih banyak lapangan kerja dan mencetak
wirausahawan baru dan santri wirausaha berbasis agribisnis,
UMKM, IKM dan ekonomi kreatif.
b) Penerapan teknologi pertanian tepat guna dan peningkatan SDM
pelaku Pertanian Memaksimalkan peran fungsi koperasi pertanian
c) Membentuk pusat promosi hasil pertanian
d) Fasilitasi sarana prasarana dan pembiayaan sektor perikanan
budidaya air tawar.
e) Optimalisasi pasar ikan Cibaraja
f) Mendorong serta mengoptimalkan peran diklat non aparatur
menjadi pusat pelatihan tenaga kerja dan keterampilan (Pendirian
Balai Latihan Kerja/BLK)
g) Penyerapan tenaga kerja di sektor formal yang seimbang antara
laki-laki dan perempuan.
h) Mendorong usaha pertanian menjadi usaha agribisis berbasis sentra
/wilayah/kawasan.
i) Memberikan perizinan gratis untuk UMKM, IKM dan pelaku ekonomi
kreatif serta memberikan penghargaan setiap tahun pagi para
pengusaha muda inspiratif dan pengusaha yang membantu
pemberdayaan masyarakat.
j) Memfasilitasi kerjasama permodalan UMKM, IKM dan pelaku
ekonomi kreatif
k) Memperkuat permodalan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di 41
Kecamatan eks lokasi PNPM-MPd untuk mengoptimalkan
pelayanannya kepada kelompok-kelompok Simpan Pinjam Khusus
Perempuan (SPP)
l) Melindungi Pasar Tradisonal dan membangun pasar semi modern

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-1


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

m) Menggelar Bursa Kerja Sukabumi (Sukabumi Job Fair) 2 kali setiap


tahun
n) Mengembangkan usaha mikro perekonomian pedesaan melalui
Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa)
o) Mendorong pendirian BMT (Baitul mal wattanwil)

2. Pembangunan Inprastruktur dan Pengembangkan Pariwisata


Sukabumi Menjadi Destinasi Wisata Dunia dan Optimalisasi
Pemanfaatan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Yang
Berwawasan Lingkungan
a) Memperbaiki infrastruktur jalan kabupaten dan membangun jalan
strategis kabupaten. Mendorong percepatan pembangunan jalan
Tol Ciawi Sukabumi
b) Mencetak lebih banyak lahan sawah baru dalam 5 tahun,
memperbaiki Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sumber air serta
membangun jaringan irigasi
c) Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 2 kali lipat
dari 2.917.660 menjadi 6.000.000 wisatawan, 150.000 diantaranya
wisatawan asing pada tahun 2020
d) Penataan destinasi wisata
e) Mengatasi kemacetan di daerah perkotaan dalam 5 tahun,
penataan sarana Transportasi Publik (public transport) dan
penataan angkutan barang
f) Membangun fasilitas publik berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH) di
kawasan perkotaan dan fasilitas free hotspot di kawasan yang
dilalui jaringan fiber optik
g) Pelaksanaan Sukabumi Go Green
h) Peningkatan pengawasan dan pengendalian tata ruang dalam
rangka melindungi keanekaragaman hayati
i) Meningkatkan anggaran desa untuk meningkatkan kemampuan
desa dalam pembangunan sesuai kewenangan desa, yaitu:
a) Membangun dan memperbaiki Infrastruktur Desa (rehabilitasi
serta pemeliharan jalan, jembatan, dan irigasi perdesaan)
b) Penyedian Sarana Air Bersih.
c) Meningkatkan kesejahteraan aparatur desa sampai dengan RW
dan RT
d) Memproritaskan pembangunan desa-desa perbatasan antar
Provinsi, dan antar Kabupaten/Kota

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-2


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

3. Peningkatkan Efektivitas dan Profesionalisme Aparatur


Pemerintah Serta Membangun Budaya Birokrat Pelayan
Masyarakat
a) Melaksanakan agenda Reformasi Birokrasi dalam rangka
peningkatan kualitas kemampuan dan profesionalisme aparatur
pemerintah daerah untuk mewujudkan tatakelola pemerintahan
yang bersih (clean government) dan tata kelola pemerintahan yang
baik (good governance).
b) Memberlakukan sistem lelang jabatan (promosi terbuka)
c) Memperkuat Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN).
(urusan pemerintahan umum)
d) Memperkuat pelayanan sistem informasi data kependudukan
(SIDAKEP)
e) Memperkuat basis data Sukabumi (Sukabumi 1 data). (urusan
statistik)
f) Melaksanakan Gerakan Turun ke Bawah dalam rangka
mendengarkan suara rakyat.
g) Menyediakan pengaduan pelayanan publik melalui SMS Center
dan e-mail.
h) Mendorong percepatan pemekaran Kabupaten Sukabumi (DOB
KSU)
i) Menambah kewenangan Camat
j) Mencanangkan pelaksanaan e-budgeting

4. Peningkatan Kemampuan Daerah Dalam Menciptakan


Kesejahteraan Masyarakat
a) Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
b) Mewujudkan tatakelola dan peran strategis BUMD dalam
meningkatkan upaya kontribusi pendapatan daerah
c) Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
d) Menurunkan angka kemiskinan
e) Membangun Rusunami dan Rusunawa untuk buruh di kawasan
industri
f) Pengelolaan cadangan pangan
g) Membangun Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) secara maksimal
dalam 5 tahun
h) Pelibatan BUMD dalam setiap investasi industri strategis yang
menguasai hajat hidup orang banyak

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-3


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

5. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Masyarakat, Melalui


Layanan Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Agama, Budaya,
Pemuda dan Olahraga
a) Mendorong pendirian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kabupaten
Sukabumi
b) Menyediakan beasiswa kedokteran untuk putra daerah dengan
syarat WAJIB mengabdi di wilayah yang sangat memerlukan tenaga
dokter
c) Pemberian beasiswa bagi siswa dan santri berprestasi dari keluarga
berpenghasilan rendah
d) Meningkatkan insentif guru PAUD dan guru MD sebesar 100 sesuai
kualifikasi dan sertifikasi yang dimiliki
e) Meningkatkan kompetensi pengelola dan tenaga penididik PAUD
pendidik dan tenaga penididik PAUD
f) Meningkatkan peran serta PKK dan Posyandu dalam membangun
kesadaran masyarakat tentang kesehatan
g) Menyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi MD dan
jenjang Pendidikan SD/MI/SDLB dan SMP/MTS serta Pesantren
Salafiyah dan satuan pendidikan Non-Islam setara SD dan SMP
h) Optimalisasi Program Kesetaraan Paket A/B/C bagi siswa putus sekolah dan
masyarakat yang terkendala layanan melalui pendidikan jalur formal dan Paket C
untuk buruh pabrik
i) Mengembangkan Manajemen Pengelolaan MD, serta peningkatan
kualiatas guru MD
j) Fasilitasi sarana prasarana MD dan PAUD
k) Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat
dengan menerapkan SPM (Standar Pelayanan Minimal)
l) Peningkatan fasilitas pelayanan Puskesmas dan membangun ruang
rawat inap di Puskesmas yang belum memiliki ruang rawat inap
m) Penangulangan sampah yang ramah lingkungan
n) Optimalisasi progam Keluarga Berencana
o) Sukabumi menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA)
p) Melanjutkan kebijakan Gerakan Memakmurkan Mesjid (GMM) dan
penguatan Gerakan Pramuka Iqomah
q) Optimalisasi implementasi pembiasan akhlak mulia di sekolah
r) Meningkatkan kualitas dan intensitas pembinaan kerukunan umat
melalui kegiatan-kegiatan berbasis gotong royong
s) Gerakan Wajib Zakat di setiap Desa
t) Melaksanakan Gerakan Rebo Nyunda dan Menyelenggarakan
festival budaya sunda setiap tahun
u) Pemberian bantuan bagi kelompok Budaya
v) Revitalisasi museum Palagan Bojongkokosan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-4


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

w) Meningkatkan mutu Tenaga Teknis Olahraga, membangun dan


memperbaiki sarana prasarana olahraga dan memberikan asuransi
bagi atlet Sukabumi yang berprestasi
x) Menjadikan Kabupaten Sukabumi berprestasi dalam olahraga
y) Meningkatkan sarana dan prasarana kepemudaan dan
mengembangan sistem informasi manajemen kepemudaan berbasis
E-YOUTH
z) Meningkatkan pemberdayaan pemuda dan memberikan beasiswa
bagi pemuda teladan
Janji Bupati dan Wakil Bupati tersebut diatas telah dijabarkan
kedalam visi, misi, tujuan dan sasaran (indikator dan target)
pembangunan. Untuk mencapai indikator target kinerja visi dan misi pada
sasaran pembangunan jangka menengah daerah maka strategi menjadi
sarana untuk mendapatkan rumusan tentang program prioritas yang akan
diselenggarakan oleh SKPD terkait. Guna mendapatkan sekumpulan
program prioritas yang inheren di setiap strategi, dibutuhkan kebijakan
umum. Program-program prioritas di masing-masing strategi disebut
program pembangunan daerah untuk menggambarkan capaian atau
dukungannya secara langsung terhadap sasaran pembangunan daerah
Kabupaten Sukabumi.
Program prioritas seluruh SKPD lainnya dalam penyelenggaraan
urusan pemerintahan yang mendukung visi dan misi RPJMD secara tidak
langsung akan dijelaskan pada bagian berikutnya. Rumusan kebijakan
umum bertujuan menjelaskan cara yang ditempuh untuk menerjemahkan
strategi ke dalam rencana program-program prioritas pembangunan.
Kebijakan umum pembangunan memberikan arah perumusan rencana
program prioritas pembangunan yang disertai kerangka pengeluaran
jangka menengah daerah dan menjadi pedoman bagi SKPD dalam
menyusun program dan kegiatan pada Rencana Strategis (Renstra) SKPD.
Program pembangunan merupakan bentuk instrumen kebijakan
yang memuat satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD atau
masyarakat. Pelaksanaan program-program pembangunan daerah
bertujuan untuk mencapai sasaran dan tujuan pembangunan daerah,
sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil terpilih. Dalam rangka
pencapaian misi, tujuan dan sasaran pembangunan yang berpedoman
kepada strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya, maka
disusun program-program pembangunan Kabupaten Sukabumi untuk
periode 2016-2021.
Program-program pembangunan Kabupaten Sukabumi untuk
periode 2016-2021 merupakan program prioritas yang secara spesifik
dimaksudkan untuk mencapai sasaran RPJMD sesuai dengan masing-
masing kebijakan umum. Program-program berikut, dalam perumusannya

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-5


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

dijabarkan langsung dari visi dan misi Bupati namun tetap dalam koridor
sebagai pendukung atau prasyarat tercapainya visi dan misi Renstra SKPD,
sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Dalam mewujudkan capaian keberhasilan pembangunan,
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan rangkaian program sesuai
dengan Urusan Wajib dan Urusan Pilihan yang dilaksanakan oleh SKPD di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Penetapan program
pembangunan dan penanganan urusan pembangunan yang disesuaikan
dengan misi pembangunan daerah adalah sebagai berikut.

1. Misi: Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat


berbasis potensi ekonomi lokal melalui sektor agribisnis,
pariwisata, dan industri berwawasan lingkungan.
Urusan dan Program untuk mendukung misi ini adalah:

Urusan Tenaga Kerja


a) Program perluasan dan pengembangan kesempatan kerja
b) Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja
c) Program Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan

Urusan Pangan
a) Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa


a) Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan

Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah


a) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
b) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan
Kompetitif Usaha Kecil Menengah
c) Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha
Mikro Kecil Menengah

Urusan Penanaman Modal


a) Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi
b) Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi

Urusan Kelautan dan Perikanan


a) Program Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Perikanan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-6


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

b) Program Pengembangan Perikanan Tangkap


c) Program Pengembangan Budidaya Perikanan

Urusan Pariwisata
a) Program Pengembangan Pariwisata

Urusan Pertanian
a) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
b) Program Peningkatan Ketahanan Pangan
c) Program Peningkatan Produksi Pertanian

Urusan Perdagangan
a) Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan dan Pengembangan
Ekspor
b) program penyediaan sarana dan prasarana perdagangan

Urusan Perindustrian
a) Program Pengembangan Industri Rumah Tangga, Kecil Menengah

Urusan Transmigrasi
a) Program pengembangan wilayah Transmigrasi

2. Misi 2 : Mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya


saing tinggi dan religius.
Urusan dan Program untuk mendukung misi ini adalah:

Urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan


masyarakat
a) Program Pemeliharaan Keamanan, Ketertiban dan Perlindungan
Masyarakat
b) Program Penguatan Kelembagaan Sosial dan Organisasi Massa
c) Program Penjalinan Koordinasi dan Komunikasi dengan
Kelembagaan Politik

Urusan Sosial
a) Program Peningkatan Pemahaman, Penghayatan, Pengamalan dan
Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan;
b) Program Penguatan Lembaga-lembaga Sosial dan Pendidikan
Keagamaan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-7


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

c) Program Pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial


(PMKS), komunitas adat dan Pelestarian Nilai-nilai Keperintisan,
Kepahlawanan & Kesetiakawanan Sosial (K2KS).
d) Program Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
e) Program Perlindungan dan Jaminan Sosial
f) Program Pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial

Urusan Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak


a) Program Pemberdayaan, perlindungan anak dan perempuan

Urusan kepemudaan dan Olahraga


a) Program Pembinaan dan Peningkatan Partisipasi Pemuda dan
Prestasi Olahraga

Urusan Kebudayaan
a) Program Pengembangan Nilai-nilai Budaya dan Pembinaan
Kesenian

3. Misi 3 : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih


dan professional
Urusan dan Program untuk mendukung misi ini adalah:

Urusan Pertanahan
a) Program Penataan Ruang dan Pertanahan

Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil


a) Program Penataan Administrasi Kependudukan

Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa


a) Program Peningkatan Partisipasi Pembangunan Kecamatan
b) Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa
c) Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaaan

Urusan Komunikasi dan Informatika


a) Program peningkatan publikasi dan kerjasama informasi daerah
b) Program Pengembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Urusan kearsipan
a) Program peningkatan kualitas dan pelayanan tata kearsipan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-8


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Penunjang Urusan Pemerintahan


a) Program Pendidikan Kedinasan
b) Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur
c) Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan
d) Program Penataan Pelayanan Publik Daerah
e) Program Kerjasama Pembangunan
f) Program Pengelolaan Wilayah Administrasi Kecamatan dan Desa
g) Program Penataan Daerah Otonom Baru
h) Program peningkatan kualitas lembaga perwakilan rakyat daerah
i) Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah
j) Program Penegakan Supremasi Hukum
k) Program Peningkatan Budaya Organisasi Pemerintah yang Bersih,
Peduli dan Profesional
l) Program Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah
m) Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan
dan Asset Daerah
n) Program Peningkatan Sumber-Sumber Penerimaan Daerah

4. Misi 4 : Optimalisasi pelayanan publik khususnya di bidang


kesehatan, pendidikan dan infrastruktur
Urusan dan Program untuk mendukung misi ini adalah:

Urusan Pendidikan
a) Program Wajar Dikdas 9 Tahun
b) Program PAUD dan Pendidikan Masyarakat
c) Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
d) Program Manajeman Layanan Pendidikan

Urusan Kesehatan
a) Program pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah
sakit
b) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
c) Program Upaya Kesehatan Masyarakat
d) Progran Pembinaan Kesehatan Khusus

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-9


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

e) Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin


f) Program Perbaikan Gizi Masyarakat
g) Program Penyehatan Lingkungan
h) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
i) Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
j) Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
k) Program Peningkatan dan Pembangunan Fasilitas Kesehatan

Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang


a) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air
Limbah
b) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan
Drainase
c) Program Pembinaan Jasa Konstruksi
d) Program Penataan Ruang dan Pertanahan
e) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Perkotaan
f) Program Jalan dan Jembatan
g) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan
h) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa
dan Jaringan Pengairan Lainnya.

Urusan Perumahan rakyat dan kawasan pemukiman


a) Program Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman

Urusan Sosial
a) Program penanggulangan bencana

Urusan Lingkungan Hidup


a) Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
Hidup
b) Program Perlindungan, Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya
Alam

Urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana


a) Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
b) Program Keluarga Kecil Yang Berkualitas

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-10


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Urusan Perhubungan
a) Program Pembangunan, Pemeliharaan dan Pengembangan Sarana
Prasarana dan Fasilitas Perhubungan
b) Program Peningkatan Kinerja dan pelayanan perhubungan
c) Program Pembinaan dan Peningkatan Keselamatan Perhubungan

Urusan perpustakaan
a) Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan
Perpustakaan

Rumusan kebijakan umum dan program prioritas pada program


pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi selengkapnya dituangkan
dalam tabel berikut ini:

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-11


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Tabel 7.1
Program Pembangunan Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2016-2021
Dalam Rangka Pencapaian Visi dan Misi Bupati

Misi 1 :
Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi ekonomi lokal melalui sektor agribisnis, pariwisata,
dan industri berwawasan lingkungan

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
1. Meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan agribisnis dan lembaga keuangan pertanian
Terciptanya Kesempatan kerja di Meningkatkan kesempatan kerja di sektor Penumbuhan wirausahawan baru di sektor Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
sektor agribisnis pertanian melalui pengolahan produksi pertanian
pemasaran hasil pertanian, dan Penumbuhan kelompoktani baru
pengembangan usaha agribisnis melalui
kelompoktani
Meningkatnya Produksi Pangan Meningkatkan produksi hasil pertanian, Intensifikasi pertanian, perkebunan dan Program Peningkatan Ketahanan Pangan
perkebunan dan peternakan peternakan
Optimalisasi lahan pertanian
Pembangunan infrastruktur pertanian
Pengembangan sarana dan alat mesin
pertanian
Penguatan permodalan kelembagaan tani Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
Terlaksananya intervensi Pencegahan dan penanggulangan rawan Penanganan Desa Rentan Pangan Program Peningkatan Ketahanan Pangan
pencegahan dan penanggulangan pangan Penyediaan bahan pangan serta cadangan
rawan pangan Serta Teratasinya pangan masyarakat dan pemerintah
kerawanan pangan Pengembangan penganekaragaman pangan
Pengawasan distribusi dan akses pangan
Terwujudnya Sentra Produksi Mengembangkan Sentra Agribisnis berbasis Deliniasi sentra agribisnis dan penetapan Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
Pertanian, Perkebunan dan Kawasan sentra berbasis kawasan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-12


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Peternakan Diversifikasi olahan dan pemasaran hasil
pertanian
Meningkatnya kapasitas Menumbuhkan dan meningkatkan kapasitas Optimalisasi peran kelembagaan petani Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
kelembagaan tani berorientasi kelembagaan tani sebagai kekuatan ekonomi sebagai lembaga keuangan
agribisnis berbasis potensi lokal petani Penumbuhan dan pengembangan ekonomi
petani melalui kelembagaan tani
Meningkatnya Produksi Pertanian Meningkatkan produksi dan kualitas hasil Intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
Non Pangan pertanian non pangan komoditi pertanian non pangan Program Peningkatan Produksi Pertanian
Meningkatkan adopsi teknologi pertanian Program Peningkatan Ketahanan Pangan
2. Meningkatkan daya beli masyarakat melalui pengembangan minapolitan
Meningkatnya kualitas dan Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelaku Penumbuhan wirausahawan baru di sektor Program Peningkatan Kesejahteraan Pelaku
kuantitas pelaku perikanan perikanan perikanan Perikanan
Peningkatan pendapatan pelaku perikanan
Meningkatnya produksi, nilai Meningkatkan produksi dan nilai tambah Peningkatan kuantitas armada dan alat Program Pengembangan Perikanan Tangkap
tambah produk perikanan serta produk perikanan tangkap yang ramah lingkungan
sarana prasarana perikanan Peningkatan produksi dan Seritifikasi Program Pengembangan Budidaya
pembenihan, pembudidaya ikan Perikanan
peningkatan jenis dan unit pengolahan serta Program Peningkatan Kesejahteraan Pelaku
sertifikasi pengolahan hasil perikanan Perikanan
Fasilitasi pemasaran dan kemitraan produk
perikanan
Pembangunan sarana prasarana perikanan Program Pengembangan Perikanan Tangkap
Program Peningkatan Kesejahteraan Pelaku
Perikanan
Terwujudnya sentra perikanan Mengembangkan Sentra Perikanan berbasis Penetapan kawasan melalui peraturan Bupati Program Peningkatan Kesejahteraan Pelaku
budidaya air tawar, laut, dan Kawasan Perikanan
pengolahan hasil perikanan Diseminasi teknologi perikanan tangkap, Program Pengembangan Perikanan Tangkap
budidaya dan pengolahan hasil

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-13


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Peningkatan kapasitas kelembagaan Program Peningkatan Kesejahteraan Pelaku
perikanan Perikanan
3. Meningkatkan kesempatan dan produktivitas Kerja serta perluasan kesempatan usaha
Meningkatnya kesempatan kerja Perluasan kesempatan kerja, Peningkatan Perluasan Kesempatan kerja, yang diikuti Program perluasan dan pengembangan
dan produktivitas pekerja dan serta Produktivitas Tenaga Kerja dan perlindungan dengan pengendalian rasio pekerja laki-laki kesempatan kerja
melindungi hak-hak pekerja Hak-hak Pekerja serta proporsi pekerja dari penduduk sekitar
perusahaan
menjalin kerjasama dengan institusi
penerima kerja dalam penempatan pencari
kerja
meningkatkan perluasan kesempatan kerja Program Peningkatan Kualitas dan
melalui penempatan tenaga kerja di dalam Produktifitas Tenaga Kerja
dan di luar negeri
Meningkatkan kompetensi pencari kerja Pelatihan kerja dan kewirausahaan Program Peningkatan Kualitas dan
Produktifitas Tenaga Kerja
pengawasan K3 dan hubungan industrial Program Perlindungan Pengembangan
tripartit Lembaga Ketenagakerjaan
Meningkatnya Kemandirian Peningkatan Produktivitas masyarakat Pelatihan masyarakat berbasis potensi Program Peningkatan Kualitas dan
Masyarakat Perdesaan dalam dalam mengembangkan potensi daerah daerah Produktifitas Tenaga Kerja
Pengelolaan Potensi Daerah
Meningkatnya jumlah transmigran Pemberangkatan KK Transmigran Sosialisasi program transmigrasi Program pengembangan wilayah
yang diberangkatkan dan Transmigrasi
terbinanya transmigran dan Pembinaan sosial ekonomi di pemukiman Pembinaan transmigran
translok translok dan transmigran
4. Menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong pembangunan industri di berbagai sektor yang memiliki daya saing dan berwawasan lingkungan
Terciptanya Iklim Usaha yang Penciptaan iklim investasi yang Kondusif Penyederhanaan prosedur perizinan dan Program Peningkatan Promosi dan
Kondusif dan Kemudahan Investasi dan Pembangunan Industri di Berbagai penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif Kerjasama Investasi
Sektor Yang Berwawasan Lingkungan
Penyelesaian masalah pengaduan perizinan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-14


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Penyederhanaan prosedur perizinan dan Program Peningkatan Iklim Investasi dan
penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif Realisasi Investasi
Mendorong pertumbuhan industri meningkatkan kemampuan daya saing Pembinaan dan pelatihan industri kecil Program Pengembangan Industri Rumah
rumah tangga, kecil dan menengah Industri rumah tangga industri kecil dan menengah Tangga, Kecil Menengah
menengah Penerapan teknologi tepat guna
5. Meningkatkan pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal
Tertatanya Objek Wisata Meningkatkan dan Pengembangan Obyek Meningkatkan Sarana Prasarana Obyek Program Pengembangan Pariwisata
Wisata Wisata dan Pengembangan Produk Wisata
Terlaksananya Pembinaan Membangun, mengembangkan serta Peningkatan hubungan serta memfasilitasi
Masyarakat Pariwisata meningkatkan pembinaan kemitraan Kemitraan dengan pemangku kepentingan
terhadap stakeholder pariwisata dan secara sinergis dalam pengelolaan
ekonomi masyarakat dalam pengelolan kepariwisataan daerah dan kemandirian
kepariwisataan daerah ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal
Meningkatkan Produk kepariwisataan yang Peningkatan Pengembangan pemasaran
Meningkatnya jumlah kunjungan
dikembangkan serta penguatan fungsi wisata dan kunjungan wisatawan serta
wisatawan
stakeholder kepariwisataan kontribusi PAD dalam sektor kepariwisataan
6. Meningkatkan kesejahteraan Masyarakat melalui pengembangan ekonomi masyarakat berbasis ekonomi lokal
Meningkatnya penataan dan penataan pengelolaan koperasi dan UMKM Pembinaan dan pelatihan pengelola koperasi Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan
pengembangan kelompok- Koperasi
kelompok usaha masyarakat dan Optimalisasi fungsi dan peran PLUT Program Pengembangan Kewirausahaan
koperasi dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil
Menengah
Kerjasama permodalan dengan Bank Program Pengembangan Sistem Pendukung
Pemerintah dalam pemberian modal kerja dan Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah
Kerjasama BUMD/ BUMD
7. Meningkatkan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat dan Peningkatan Nilai Ekspor
ketersediaan kebutuhan pokok Menjaga stabilitas dan distribusi kebutuhan Pengawasan distribusi dan ketersediaan Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan
masyarakat barang-barang penting barang-barang penting dan Pengembangan Ekspor

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-15


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Meningkatnya nilai ekspor Pengembangan Ekonomi Berbasis Potensi Pembinaan, promosi dan fasilitasi yang Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan
kabupaten sukabumi Lokal mendorong potensi ekspor dan Pengembangan Ekspor
Pengawasan barang -barang beredar
Peningkatan SDM dan alat-alat kemetrologian
yang sesuai standar
Tersedianya sarana perdagangan Penyediaan sarana perdagangan Pembangunan Pasar rakyat yang mampu program penyediaan sarana dan prasarana
bersaing dengan pasar modern . perdagangan
8. Meningkatkan kapasitas lembaga dan kemandirian usaha ekonomi mikro perdesaan
Meningkatnya Manajemen Meningkatkan Kapasitas Lembaga dan Kebijakan Pengembangan Ekonomi Berbasis Program Pengembangan Lembaga Ekonomi
Pengelolaan BUMDesa kemandirian Usaha Ekonomi Mikro Potensi Lokal dan Lembaga Keuangan Mikro Pedesaan
Meningkatnya Pemberdayaan Perdesaan
Lembaga Usaha Ekonomi Desa

Misi 2 :
Mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan religius

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
9. Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal
Meningkatnya pelestarian dan Meningkatakan SDM bidang seni dan budaya Peningkatan penghargaan dan pembinaan Program Pengembangan Nilai-nilai Budaya
apresiasi masyarakat terhadap kepada seniman, budayawan, komunitas seni, dan Pembinaan Kesenian
budaya dan kearifan lokal budaya, pariwisata dan masyarakat
Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Peningkatan pelestarian budaya lokal
budaya daerah
Melestarikan kesenian daerah Pengembangan seni dan budaya sunda

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-16


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Meningkatkan minat dan bakat generasi muda
terhadap seni dan budaya daerah
Melestarikan seni dan budaya Meningkatkan minat dan bakat generasi muda
terhadap seni dan budaya daerah
Penyediaan gedung pagelaran seni budaya

Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana Penataan sarana prasarana peninggalan


peninggalan sejarah dan budaya sejarah dan budaya
10. Meningkatkan kualitas dan partisipasi pemuda dalam pembangunan
Optimalisasi pembinaan pemuda Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana Dukungan Pembangunan sarana dan Program Pembinaan dan Peningkatan
sehingga dapat berperan aktif olahraga prasarana kepemudaan dan olahraga Partisipasi Pemuda dan Prestasi Olahraga
dalam pembangunan Meningkatkan kompetensi pemuda Pelatihan keterampilan bagi pemuda
Meningkatkan Kualitas Sarana dan Prasarana Peningkatan Peran Serta Organisasi
Aktivitas Kepemudaan Dalam Rangka Kepemudaan dalam Pembangunan ;
Perwujudan Pemuda Mandiri Peningkatan Pembinaan Karakter Pemuda
Yang Mandiri dan Kreatif
Meningkatkan kemandirian pemuda Pelatihan pemuda produktif dari setiap
kecamatan
11. Meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga
Meningkatnya Pembinaan Olahraga Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Meningkatkan prestasi olahraga masyarakat Program Pembinaan dan Peningkatan
yang berorientasi pada prestasi Olahragawan Berprestasi Secara Partisipasi Pemuda dan Prestasi Olahraga
Berkelanjutan
Meningatkan kualitas sarana prasarana Penataan dan pembangunan sarana
olahraga prasarana olahraga di setiap kecamatan

Meningkatnya Pembinaaan Meningkatkan Kualitas dan kuntitas Olahraga Memasyarakatkan Olahraga


Olrahraga Masyarakat Masyarakat

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-17


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
12. Meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan, dan pengembangan nilai-nilai keagamaan
meningkatnya kualitas kehidupan Meningkatkan Pemahaman, Penghayatan, kebijakan Program Peningkatan Pemahaman, Program Peningkatan Pemahaman,
beragama Pengamalan dan Pengembangan Nilai-nilai Penghayatan, Pengamalan dan Penghayatan, Pengamalan dan
Keagamaan; Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan; Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan;
Program Penguatan Lembaga-lembaga
Sosial dan Pendidikan Keagamaan
13. Mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat
Meningkatnya peran pemerintah Melibatkan seluruh komponen dan pelaku Meningkatkan peran serta dan keterlibatan Program Pemeliharaan Keamanan,
dan masyarakat dalam kamtibmas masyarakat dalam Kamtibmas Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat
pemeliharaan ketertiban umum dan
ketentraman masyarakat
Menguatnya kelembagaan sosial Dukungan kegiatan, pembinaan dan Penataan dan peningkatan kapasitas
dan organisasi kemasyarakatan desiminasi tentang kelembagaan sosial dan kelembagaan sosial dan organisasi
dalam pembangunan manusia yang organisasi kemasyarakatan kemasyarakatan
berdaya saing tinggi dan religius.
Meningkatnya pembinaan dan pendidikan dan pelatihan politik bagi parpol Harmonisasi antara eksekutif, legislatif,
pendidikan politik daerah yudikatif dan lembaga politik lainnya serta
lembaga -lembaga kemasyarakatan
Menurunnya gangguan terhadap Peningkatan kualitas SDM satpol PP dan Meningkatkan sarana Patroli dan Jumlah
ketertiban umum dan keamanan memperkuat sarana dan prasarana Anggota
masyarakat kegiatan pengamanan berbagai kegiatan
PHBN dan Pemda
Meningkatnya Kepatuhan Peningkatan upaya pencegahan dan
Masyarakat terhadap Perda dan persuasif dalam menegakkan perda
Perkada penyelenggaraan pelatihan, bimtek, diklat
dan lain-lain
pengiriman CPPNS
Meningkatnya pengetahuan dan Peningkatan kualitas SDM satpol PP dan kegiatan pembinaan tanggap bencana
keterampilan anggota Sat.Linmas memperkuat sarana dan prasarana
dalam penanganan berbagai tugas kegiatan pamyah dan pengendalian
kenyamanan lingkungan
RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-18
PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
khususnya tanggap darurat
penanggulangan bencana
14. Meningkatkan penanganan dan kemandirian penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), Melestarikan Keperintisan, Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Sosial.
Menurunnya Jumlah Penyandang Pembangunan Modal Sosial melaui Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Program Pemberdayaan Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial, Bimbingan, Pelatihan dan Bantuan bagi dalam penanganan permasalahan sosial Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),
Berdayanya Komunitas Adat dan Masyarakat Miskin dan Pembangunan Nilai- berbasis gotong royong untuk menumbuhkan komunitas adat dan Pelestarian Nilai-nilai
Pelestarian Nilai-nilai Keperintisan, nilai Keperintisan dan Kepahlawanan. nilai-nilai kesetiakawanan sosial. Keperintisan, Kepahlawanan &
Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Kesetiakawanan Sosial (K2KS).
Sosial.
Terehabilitasi dan Terbantunya Rehabilitasi, Pelatihan dan Bantuan bagi Meningkatkan kesejahteraan Penyandang Program Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial
Penyandang Disabilitas, Tuna Penyandang Disabilitas Tuna Sosial, Anak Disabilitas, TS, ANKN dan Benca Sosial
Sosial, Anak Nakal Korban naka Korban Narkotika (ANKN), ODHA dan dengan Pendekatan Pendampingan atau
Narkotika (ANKN), Anak Jalanan, Bencana Sosial Kelompok Masyarakat Tertentu.
ODHA, ABH, BWBLP dan WNI-
Migran Bermasalah, Korban
Perdagangan Orang dan Korban
Tindak Kekerasan
Meningkatnya Pelayanan, Peningkatan Basis Data Terpadu dalam Menjalin Koordinasi dan Kerjasama dalam
Perlindungan dan Jaminan Sosial Pelayanan Kesejahteraan Sosial dalam Peningkatan Pelayanan dan Perlindungan
bagi Masyarakat Miskin dan Korban Penanganan Perlindungan dan Penjaminan serta Jaminan Kesejahteraan bagi Warga
Bencana Alam. Kesejahteraan Sosial melalui Program Sistem Miskin berbasis Pelayanan Satu Data Terpadu
layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di (BDT)
Kabupaten Sukabumi
15. Meningkatkan Partisipasi Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS)
Meningkatnya Partisipasi Potensi Menjalin Kemitraan dengan lembaga dan / Pelatihan, Bimbingan dan Bantuan Program Pemberdayaan Potensi Sumber
Sumber Kesejahteraan Sosial atau Elemen Khusus Penyelenggara Penunjangan Sarana Prasarana serta Kesejahteraan Sosial
(PSKS) Kesejahteraan Sosial. Peningkatan Sumber Daya PSKS

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-19


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
16. Meningkatkan perlindungan terhadap anak dan perempuan
Peningkatan Partisipasi, Pengembangan Sistem Informasi Gender Peningkatan Partisipasi Perempuan di Program Pemberdayaan, perlindungan anak
Pemberdayaan Perempuan dan dan Anak Berbagai Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan perempuan
Pengembangan Hak-hak Anak dan Perlindungan Anak
Peningkatan Kualitas Hidup dan Maksimalisasi Peran dan Fungsi Lembaga Advokasi Kekerasan pada Perempuan dan Program Pemberdayaan, perlindungan anak
Perlindungan Perempuan & Anak Perlindungan Perempuan dan Anak dan Anak dan Perlindungan Hak-hak Hukum dan perempuan
Perencanaan Aksi Tindak Pidana Perempuan dan Anak
Perdagangan Orang

Misi 3 :
Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
17. Mewujudkan Reformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional
Meningkatnya kualitas dan Meningkatkan kualitas dan Kompetensi Peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan Program Pendidikan Kedinasan
Kompetensi aparatur aparatur dan pelatihan aparatur
Penyelenggraan kegiatan pendidikan dan pelatihan
aparatur
Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan Program Pembinaan dan Pengembangan
pelatihan Aparatur
Peningkatan Profesionalisme anggota KORPRI
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Program Peningkatan Kapasitas Sumber
Daya Aparatur

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-20


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Meningkatnya disiplin aparatur Meningkatkan kualitas sumber daya Peningkatan Disiplin Aparatur Program Pembinaan dan Pengembangan
aparatur Aparatur
Program peningkatan Disiplin Aparatur
Tertatanya struktur organisasi Penataan kelembagaan perangkat penataan kelembagaan perangkat daerah yang sesuai Program Penataan Kelembagaan dan
pemerintah yang efektif dan Daerah dengan peraturan perundang-undangan Ketatalaksanaan
efisien
peningkatan kapasitas ketatalaksanaan Penataan ketatalaksanaan perangkat Daerah
perangkat daerah
Meningkatnya Kualitas Standarisasi pelayanan publik pada Penataan standar pelayanan dan maklumat pelayanan Program Penataan Pelayanan Publik
pelayanan Publik seluruh perangkat daerah Peningkatan sistem dan mekanisme, SDM dan Sarpras Daerah
peningkatan akses pelayanan secara manual maupun
berbasis IT
peningkatan kewenangan yang dimiliki oleh Kecamatan
Peningkatan Pelayanan Administrasi perkantora Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
Meningkatnya kerjasama antar peningkatan kemudahan Penyusunan pedoman perjanjian kerjasama daerah Program Kerjasama Pembangunan
pemerintah daerah, Instansi penyelenggaraan kerjasama daerah
Pemerintah dan Lembaga Non
Pemerintah
Meningkatnya pengelolaan Penataan Batas Wilayah administrasi Penyusunan pedoman penegasan batas daerah Program Pengelolaan Wilayah
administrasi kewilayahan pemerintahan Pelaksanaan penegasan batas daerah Administrasi Kecamatan dan Desa
Penetapan batas wilayah administratif pemerintahan
Kecamatan, kelurahan dan desa
Terwujudnya Pemekaran peningkatan dan penguatan koordinasi, melaksanakan Koordinasi dan konsultasi dengan Program Penataan Daerah Otonom Baru
Kabupaten Sukabumi konsultasi dan lobi kepada Pemerintah Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat
provinsi, Pemerintah Pusat dan
penguatan ketersediaan kelengkapan persyaratan
Stakeholder lainnya
pemekaran Kabupaten Sukabumi

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-21


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Terwujudnya akuntabilitas Peningkatan kualitas laporan Penyusunan LPPD, ILPPD dan EKPPD Program Peningkatan Budaya Organisasi
penyelenggaraan pemerintahan penyelenggaraan pemerintahan deerah Pemerintah yang Bersih, Peduli dan
daerah Profesional
Meningkatnya kapasitas Peningkatan kualitas SDM anggota DPRD pelaksanaan bimtek, seminar dan inhouse training bagi Program peningkatan kualitas lembaga
pimpinan dan anggota DPRD pimpinan dan anggota DPRD perwakilan rakyat daerah
Kabupaten Sukabumi dalam
produktifitas kedewanan
Meningkatnya kualitas Melaksanakan komunikasi pimpinan Melaksanakan Gerakan Turun ke Bawah dalam Program Peningkatan Pelayanan
pelayanan kedinasan kepala daerah dengan berbagai elemen rangka mendengarkan suara rakyat. Kedinasan Kepala Daerah dan Wakil
daerah dan wakil kepala daerah mesyarakat Kepala Daerah
Tersedianya Produk hukum Penataan produk hukum daerah menyediakan produk hukum daerah untuk mendukung Program Penegakan Supremasi Hukum
yang diperlukan masyarakat penyelenggaraan pemerintahan
Penyelarasan peraturaan daerah
Penyediaan bahan kebijakan di bidang ekonomi Program Peningkatan Budaya Organisasi
Peraturan tentang budaya sunda, pemakaian sunda dan Pemerintah yang Bersih, Peduli dan
pakaian adat sunda Profesional
tertib hukum penyelenggaraan pemerintahan
Meningkatnya kualitas Peningkatan peran serta seluruh Peningkatan akses seluruh komponen masyarakat Program Perencanaan dan Pengendalian
perencanaan dan pembangunan komponen masyarakat dalam dalam berpartisipasi menyusun dokumen perencanaan Pembangunan Daerah
daerah perencanaan pembangunan daerah pembangunan
Melaksanakan pengendalian pembangunan daerah
Meningkatnya birokrasi yang Peningkatan kualitas dan kuantitas Mengirimkan Aparat Pengawas Internal Pemerintah Program Peningkatan Budaya Organisasi
profesional dan akuntabel aparatur pengawas internal pemerintah (APIP) untuk mengikuti Diklat Teknis Subtansi Pemerintah yang Bersih, Peduli dan
(APIP) yang profesional Pengawasan/Diklat Fungsional (Sertifikasi) Profesional
Terwujudnya pemerintahan Meningkatkankan efektifitas sistem Pemantauan penyelesaian Tindaklanjut Hasil
yang bersih bebas korupsi kolusi pemantauan, evaluasi dan monitoring Pemeriksaan terhadap SKPD secara intensif
dan nepotisme penerapan SPIP Meminimalisir adanya temuan yang berulang pada
setiap SKPD
Meingkatkan sinergi SKPD dengan APIP dalam hal
identifikasi, analisis, dan pengendalian risiko

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-22


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Memberikan keyakinan terbatas mengenai akurasi,
keandalan, dan keabsahan informasi yang disajikan
dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
Kab. Sukabumi
Memberikan keyakinan terbatas terhadap RKA SKPD
berdasarkan Pagu Anggaran dan/atau Alokasi Anggaran
yang ditetapkan, Recana Stratejik, Rencana Kerja
SKPD, standar biaya, dan kebijakan pemerintah lainnya
serta memenuhi kaidah perencanaan, penganggaran
Melaksanakan pemantauan, evaluasi dan monitoring
penerapan SPIP terhadap SKPD
Melaksanakan evaluasi/penilaian terhadap Sistem
Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) SKPD
Mengkoordinir dan memfasilitasi mengisian dan
penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara
(LHKPN) ke KPK
melakukan Penilaian secara mandiri pelaksanaan
reformasi birokrasi kepada SKPD
Melaksanakan rapat koordinasi dengan Kepala SKPD
(PA), KPA dan Bendahara Pengeluaran atas hasil
pemeriksaan sebagai bahan evaluasi dan peningkatan
pemahaman serta persamaan persepsi
Melaksanakan pemeriksaan tertentu atas permintaan
pimpinan atau atas rendahnya kinerja SKPD
Melaksanakan penanganan pengaduan dari
masyarakat/lembaga atas kinerja SKPD atau kinerja
pegawai

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-23


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
18. Meningkatkan efektifitas pengelolaan keuangan dan aset daerah
Tersedianya Pedoman Meningkatkan kinerja pengelolaan Menyusun pedoman Pelaksanaan APBD yang mengacu Program Peningkatan dan
Pelaksanaan APBD keuangan dan asset daerah pada peraturan perundangan Pengembangan Pengelolaan Keuangan
Tersedianya Laporan Keuangan Meningkatkan kinerja pengelolaan Pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka dan Asset Daerah
dan Aset Daerah yang keuangan dan asset daerah menghasilkan data yang komprehensif dan akuntabel
akuntabel
Penyusunan bahan kebijakan tentang pengelolaan
keuangan dan aset daerah
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Program Peningkatan Pengembangan
Kinerja dan Keuangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan
Meningkatnya Pendapatan Asli Meningkatkan kinerja pengelolaan Ekstensifikasi dan optimalisasi PAD Program Peningkatan Sumber-Sumber
Daerah keuangan dan asset daerah Peningkatan SDM petugas pajak dan penyediaan sarana Penerimaan Daerah
dan prasarana penunjang
Meningkatnya pengelolaan dan Peningkatan tata kelola kearsipan Peningkatan sumber daya manusia dan sarana Program peningkatan kualitas dan
pelayanan tata kearsipan kearsipan pelayanan tata kearsipan
pemerintah daerah
19. Meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil
Meningkatnya kualitas Peningkatan kualitas pelayanan Pembentukan Instansi Pelaksana di Kecamatan Program Penataan Administrasi
pelayanan administrasi admistrasi kependudukan dan pencatatan Kependudukan
kependudukan sipil Peningkatan Administrasi kependudukan Pelayanan
Pencatatan Sipil
Peningkatan Kapasitas Petugas Registrasi Desa/kel
Meningkatkan koordinasi dalam pelayanan
kependudukan dan Pencatatan sipil
Peningkatan Penggunaan Tekonologi meningkatkan pelayanan-pelayanan terpadu bidang
Informasi dalam memperkuat dan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil
integrasi data kependudukan
20. Mengoptimalkan pengelolaan administrasi pertanahan
Tertib administrasi pertanahan Penataan administrasi pertanahan Penyelesaian sengketa tanah Program Penataan Ruang dan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-24


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
inventarisasi tanah milik Pemerinta Kabupaten Sukabumi Pertanahan
21. Membangun budaya partisipasi masyarakat
Meningkatnya partisipasi Membangun budaya partisipasi Peningkatan Peran serta masyarakat dalam Program Peningkatan Partisipasi
masyarakat dalam masyarakat pembangunan Pembangunan Kecamatan
pembangunan Memperluas wajib pungut retribusi dan Peningkatan Sumber Penerimaan Daerah di wilayah Program Peningkatan Sumber-Sumber
pajak daerah Penerimaan Daerah
22. Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Pemerintah Desa
Meningkatnya Penyelenggara Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Peningkatan Kinerja Pemerintahan dan Peningkatan Program Peningkatan Kapasitas Aparatur
Pemerintah Desa yang terlatih Pemerintah Desa kualitas pelayanan publik Pemerintah Desa
Meningkatnya Pengelolaan
Administrasi Desa
23. Meningkatkan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan
Meningkatnya Keterampilan Meningkatkan Keberdayaan Masyarakat Peningkatan Peran serta masyarakat dalam Program Peningkatan Keberdayaan
Tenaga Teknis dan Masyarakat Pedesaan pembangunan Masyarakat Pedesaan
Status Desa Tertinggal dan Meningkatkan kualitas ekonomi, Meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat desa
Sangat Tertinggal lingkungan dan sosial dalam bidang ekonomi, lingkungan dan sosial
Meningkatnya Pemberdayaan
Lembaga dan Organisasi
Masyarakat
24. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Sukabumi yang mendukung E-Goverment
Meningkatnya Penyebaran Mengembangkan sistem penjalinan dan Peningkatan penjalinan dan kerjasama dengan Media program peningkatan publikasi dan
Informasi Pemda terhadap kerjasama dengan Media Massa Massa kerjasama informasi daerah
Masyarkat luas baik internal Peningkatan sistem Informasi Publik dan Daerah melalui
maupun eksternal Kabupaten Media pemerintah
melalui kerjasama dengang Peningkatan Fasilitas Pengadaan Barang dan Jasa
media massa baik media cetak, Pemerintah secara Elektronik (LPSE)
radio, televisi maupun media
online

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-25


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Meningkatkan kualitas dan Mengembangkan Sistem Informasi dan Peningkatan infrastruktur dan sistem elektronik Program Pengembangan Sistem
kuantitas Penyelenggaraan Informatika Informasi dan Teknologi Informasi
Pemerintahan Kabupaten Peningkatan prasarana, Sarana dan fasiiltas Penunjang
Sukabumi berbasis IT menuju Kominfo
e-government Peningkatan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan
penggunaan TIK Kominfo
Peningkatan pelaksanaan penataan dan pengawasan
menara telekomunikasi
Terlaksananya pengadaan Meningkatan kapasitas dan Jumlah SDM Sarana Prasarana Unit Layanan Pengadaan (ULP) Program Perencanaan dan Pengendalian
barang dan jasa secara yang telah memiliki Sertifikat Pengadaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Pembangunan Daerah
elektronik Barang dan Jasa Pemerintah Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terpenuhi
mengoptimalkan layanan pengadaan Sarana Prasarana Unit Layanan Pengadaan (ULP)
secara elektronik (LPSE) Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terpenuhi
Pelatihan pengadaan Barang dan jasa dalam rangka
antisipasi terhadap ADD dan DAD

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-26


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

MISI 4 :
Optimalisasi pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
25. Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Meningkatnya kualitas pelayanan Upaya peningkatan mutu pelayanan dengan Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM dan Program pengadaan, peningkatan sarana
Rumah Sakit menekankan patient safety dan sarana prasarana rumah sakit dan prasarana rumah sakit
penyempurnaan proses pelayanan yang
mengacu evident base dan pada pemenuhan
Standar Pelayanan Minimal
Tersedianya obat, bahan kimia dan Meningkatkan ketersediaan, Pemenuhan ketersediaan obat dan perbekalan Program Obat dan Perbekalan Kesehatan
perbekalan kesehatan keterjangkauan, pemerataan dan kualitas kesehatan untuk sarana pelayanan kesehatan
farmasi dan alat kesehatan
Pembinaan Kesehatan Ibu dan Mengoptimalkan fasilitas dan peran tenaga Peningkatan akses layanan dan derajat Program Upaya Kesehatan Masyarakat
Reproduksi kesehatan dalam upaya penurunan AKI dan kesehatan
AKB
Menurunnya kasus kematian ibu Mengoptimalkan fasilitas dan peran tenaga Peningkatan akses layanan dan derajat Program Upaya Kesehatan Masyarakat
dan bayi kesehatan dalam upaya penurunan AKI dan kesehatan
AKB
Menurunnya angka kesakitan Meningkatkan kompetensi petugas dalam Penurunan angka kesakitan Program Upaya Kesehatan Masyarakat
melaksanakan pelayanan kesehatan anak
balita termasuk SDIDTK
Meningkatkan mutu dan pelayanan
kesehatan di Puskesmas
Meningkatnya pembinaan upaya Meningkatkan Akses Peayanan Kesehatan Peningkatan akses layanan dan derajat Progran Pembinaan Kesehatan Khusus
kesehatan kerja dan olahraga Dasar yang Berkualitas kesehatan
Meningkatnya pembinaan,
pengembangan dan pengawasan
upaya kesehatan tradisional dan
komplementer

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-27


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
Meningkatnya mutu dan akses
pelayanan keperawatan, kebidanan
dan keteknisian medik
Meningkatnya akses pelayanan
kesehatan dasar yang berkualitas
bagi masyarakat

Meningkatnya Mutu dan Akses


Pelayanan Kesehatan Jiwa dan
NAPZA
Meningkatnya layanan kesehatan Meningkatkan jumlah, pemerataan, dan Peningkatan akses layanan dan derajat Program Pelayanan Kesehatan Penduduk
untuk masyarakat kualitas pelayanan kesehatan bagi kesehatan Miskin
Meningkatnya layanan kesehatan masyarakat miskin
untuk masyarakat miskin
Meningkatnya pelayanan gizi Mengoptimalkan fasilitas dan peran tenaga Peningkatan akses layanan dan derajat Program Perbaikan Gizi Masyarakat
masyarakat kesehatan dalam upaya penurunan masalah kesehatan
gizi
Meningkatnya kualitas kesehatan Meningkatkan Upaya Penyehatan Peningkatan akses layanan dan derajat Program Penyehatan Lingkungan
lingkungan Lingkungan kesehatan
Meningkatnya perilaku hidup bersih Meningkatkan Promosi Kesehatan dan Peningkatan akses layanan dan derajat Program Promosi Kesehatan dan
dan sehat Pemberdayaan Masyarakat kesehatan Pemberdayaan Masyarakat
Menurunnya angka kesakitan Meningkatkan Pengendalian Penyakit dan Peningkatan akses layanan dan derajat Program Pencegahan dan Pengendalian
akibat penyakit menular dan Penyehatan Lingkungan kesehatan Penyakit
penyakit tidak menular
Meningkatnya Kesehatan Jemaah Meningkatkan Pengendalian Penyakit dan Peningkatan akses layanan dan derajat Program Pencegahan dan Pengendalian
Haji Kab. Sukabumi Penyehatan Lingkungan kesehatan Penyakit
meningkatnya akses pelayanan Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Peningkatan akses layanan dan derajat Program Peningkatan dan Pembangunan
kesehatan puskesmas dan jaringannya. kesehatan Fasilitas Kesehatan

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-28


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
26. Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas
menurunnya laju pertumbuhan Menurunkan Pasangan Usia Subur yang Percepatan Pencapaian SPM Bidang KB dan Program Pengendalian Penduduk dan
penduduk isterinya dibawah usia 20 tahun KS di Kabupaten Sukabumi Keluarga Berencana
Penyusunan Grand Design dan Road Map
Pengendalian Kuantitas Penduduk Di
Kabupaten Sukabumi
Menurunkan Pasangan Usia Subur yang ingin
ber-KB tidak terpenuhi (UnmeetNeed)
Meningkatkan Ratio Petugas Lapangan
Keluarga Berencana/Penyuluh Keluarga
Berencana (PLKB/PKN) menjadi 1 Petugas di
setiap 2(dua) Desa/Kelurahan
Meningkatkan Ratio Pembantu Pembina
Keluarga Berencana (PPKBD) 1 (satu) petugas
di setiap Desa/Kelurahan
Meningkatkan penyediaan alat dan obat
kontrasepsi untuk memenuhi perminataan
masyarakat setiap tahun
Meningkatkan penyediaan informasi data
mikro keluarga di setiap Desa/Kelurahan di
setiap Desa/Kelurahan setiap tahun
meningkatnya kesertaan ber-KB Meningkatkan Cakupan Anggota Bina Revitalitasasi Program Keluarga Kecil Program Keluarga Kecil Yang Berkualitas
pasangan usia subur (PUS) Pra-KS Keluarga Balita(BKB) ber-KB Berkualitas dengan melalui peningkatan :
dan KS 1 anggota kelompok usaha 1. kesehatan; 2. pendidikan;
ekonomi produktif dari 80 persen 3. nilai agama; 4. perekonomian; dan
menjadi 82 persen dan pembinaan 5. nilai sosial budaya
keluarga menjadi sekitar 70
persen.

RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2016 2021 VII-29


PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

Sasaran Strategi Kebijakan Umum Program

1 2 3 4
27. Meningkatkan budaya baca masyarakat
Terwujudnya pembudayaan gemar Meningkatkan sosialisasi dan promosi gemar Gerakan hibah buku Program Pengembangan Budaya Baca dan
membaca masyarakat membaca Peningkatan kesadaran gemar membaca Pembinaan Perpustakaan
masyararakat
Peningkatan kapasitas pengelola
perpustakaan, dan peningkatan pelayanan
28. Meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan untuk menghasilkan SDM yang religius, mandiri dan berdaya saing
Meningkatnya akses dan mutu Mendekatkan akses layanan pendidikan Kepastian anak usia sekolah menperoleh Program Wajar Dikdas 9 Tahun
layanan pendidikan kepada masyarakat layanan pendidikan
Penyediaan Beasiwa Transisi dan Rawan DO
Menjamin anak usia sekolah medapatkan Penyediaan Beasiwa Miskin dan Rawan DO
layanan pendidikan melalui jalur pendidikan Perluasan Sekolah Inklusif di semua Jenjang
formal dan nonformal Pendidikan
Meningkatkan Capaian Indikator SPM Sistem Penganggaran berbasis prioritas
Dikdas pr