Anda di halaman 1dari 31

Ir.

Tetty Helfery Sihombing, MP


Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan

Jakarta, 22 Oktober 2015


Agenda
Peraturan Tentang Pengawasan Pemasukan
Obat dan Makanan / Bahan Obat dan Makanan
Ke Dalam Wilayah Indonesia

Rancangan Revisi Peraturan Pemerintah


Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP yang
Berlaku di BPOM

SKI Pelayanan Prioritas

Evaluasi Penerbitan Surat Keterangan


Impor Pangan
1
Peraturan tentang Pengawasan Pemasukan Obat
dan Makanan / Bahan Obat dan Makanan Ke
Dalam Wilayah Indonesia

1. Peraturan Kepala Badan POM No. 12 Tahun 2015


tentang Pengawasan Pemasukan Obat dan
Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia
Revisi PerKa BPOM Nomor 27 Tahun 2013

2. Peraturan Kepala Badan POM No 13 Tahun 2015


tentang Pengawasan Pemasukan Bahan Obat dan
Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia
Revisi PerKa BPOM Nomor 28 Tahun 2013
Perubahan dalam Peraturan Pengawasan Pemasukan Obat dan
Makanan / Bahan Obat dan Makanan Ke Dalam Wilayah Indonesia

Perka BPOM Perka BPOM Perihal


No. 12 / 2015 No. 13 /2015
Pasal 8 Pasal 6 SKI Pelayanan Prioritas
Pasal 13 (3) dan Pasal 12 (3) Fasilitas lupa password
(4) dan (4) Permohonan (menunjukkan asli API,
NPWP, SIUP/IUI)
diproses dlm 3 hari

Pasal 17 Pasal 16 Pembayaran PNBP (maks 3 hari setelah


mengupload permohonan, maksimal 20
item/pengajuan)

Pasal 18 (2) - Pemohon harus melampirkan bukti


penerimaan pendaftaran ulang untuk produk
dengan izin edar kurang dari 3 bulan
sebelumnya 1 bulan
Lanjutan
Perka BPOM Perka BPOM Perihal
No. 12 / 2015 No. 13/2015

Pasal 25 Pasal 21 Tanggung Jawab Pemohon, terhadap


kelengkapan, kebenaran, dan keabsahan
dokumen

Bab Pasal 26 Pasal 22 Permohonan tolakan paling banyak 3 kali


dalam jangka waktu paling lama 30 hari.
Jika melewati 30 hari sejak nomor Aju
diterbitkan maka data akan hilang secara
otomatis

- Pasal 24, Klausul Tentang SKK-NOM


Pasal 25
Lanjutan
Perka BPOM Perka BPOM Perihal
No. 12 / 2015 No. 13 / 2015

Pasal 28 Pasal 26 Dokumen pemasukan


produk jadi (ML) disimpan
selama min 3 tahun oleh
pemegang izin edar.
Dokumentasi pemasukan bahan
pangan dan BTP disimpan
selama 1 thn setelah masa
kedaluwarsa atau paling sedikit 3
thn oleh perusahaan yang
mengajukan permohonan SKI.

Pasal 29 Pasal 27 Pembayaran PNBP secara e-p


ayment ( Billing ID)
Pasal 31 Pasal 30 Ketentuan Sanksi lebih tegas
SANKSI
(1) Pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan ini, dapat
dikenai sanksi administratif berupa:
a. peringatan tertulis;
b. penghentian sementara kegiatan pemasukan dan/atau
peredaran
c. pemusnahan/re-ekspor.

(2) Dalam hal diketahui bahwa dokumen merupakan dokumen


diduga palsu dan/atau dokumen tidak absah maka
permohonan SKI ditolak dan pemohon tidak dapat
mengajukan permohonan SKI selama 1 tahun.

(3) Dalam hal ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan SKI


Pelayanan Prioritas maka pemohon tidak diberikan
pelayanan prioritas selama 2 (dua) tahun.
2
Rancangan Revisi Peraturan Pemerintah Tentang Jenis dan Tarif
Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku di BPOM
PP 48 Tahun 2010 Rancangan Revisi
Surat Keterangan Impor: Surat Keterangan Impor:
Bahan Baku, Produk Bahan Baku Rp. 50.000/item produk
Pangan, Bahan Tambahan Produk jadi Rp. 100.000/item produk
Bahan Tambahan Rp. 50.000/item produk
Rp. 50.000/item produk
- Tujuan penggunaan Rp. 100.000/item produk
khusus
1) Tujuan registrasi, riset
dan pameran

- 2) Tujuan penggunaan Rp. 50.000/item produk


pribadi
- Komoditi non obat dan Rp. 50.000/item produk
makanan
3
SKI Pelayanan Prioritas

Pelayanan Prioritas adalah pelayanan SKI untuk pemasukan


Obat, Obat Tradisional, Obat Kuasi, Kosmetika, Suplemen
Kesehatan, dan Pangan Olahan ke dalam wilayah Indonesia
melalui proses rekomendasi secara otomatis oleh sistem.
SKI Pelayanan Prioritas
1. Pengembangan SKI melalui pelayanan Prioritas
dilakukan secara bertahap

Produk Pangan

Bahan Baku Pangan

2. Usulan waktu SKI Prioritas : 6 bulan


3. Track record importir melalui Smart Company Profiling
(SCP)
4. Tetap melakukan pembayaran PNBP secara e-payment
Penetapan Pelayanan Prioritas

Penetapan
Produk (HS Code) Perusahaan Evaluasi Dokumen
Importir (Rekam Evaluasi Complience
Jejak) Keputusan Deputi terhadap regulasi di
Daftar perusahaan peredaran
HS Code Sampling berkala
Uraian Barang
Evaluasi Evaluasi Pelaksanaan
Penetapan (6 Bulan)

Daftar perusahaan yang memperoleh pelayanan prioritas


ditetapkan melalui Keputusan Deputi yang akan diupdate
setiap 6 (enam) bulan
Evaluasi Penetapan Perusahaan
Pelayanan Prioritas di berikan kepada importir yang
memiliki rekam jejak yang baik dengan HS Code
tertentu yang telah dikaji berdasarkan resiko

Hasil
pengawasan
post market
Rekam
Jejak
Hasil kajian yang baik
evaluasi
permohonan
SKI
KEPUTUSAN DEPUTI PENGAWASAN KEAMANAN
PANGAN DAN BAHAN BERBAHAYA NOMOR 3832
TAHUN 2015
PENETAPAN PERUSAHAAN DI BIDANG PANGAN YANG
MEMPEROLEH PELAYANAN PRIORITAS DALAM
PENERBITAN SURAT KETERANGAN IMPOR BAHAN
PANGAN DAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN

Importir Bahan Baku Pangan:


110 perusahaan/importir
Importir Bahan Tambahan Pangan
59 Perusahaan/importir
4
Sertifikasi Impor Pangan 2012 - 2015
100000

80000
Trend meningkat hingga tahun 2014, prediksi tahun
60000 2015 terjadi penurunan jumlah SKI dan item produk

40000

20000

0
2012 2013 2014 2015
Jumlah SKI 29392 33379 34922 34884
Jumlah Item 88333 91566 93035 91858
Penerbitan SKI Tahun 2014
10000

8000

6000

4000

2000
tertinggi
terendah
0
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember
SKI 2442 2894 3011 3260 3100 3456 2082 2989 3086 3101 2762 2739
PRODUK 6171 7535 7797 8613 7865 9453 5875 7563 8084 8100 7747 8232
Penerbitan SKI Tahun 2015 (data s.d September 2015)
10000

8000

6000

4000

2000

0
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September
SKI 2715 2765 3169 3411 3047 3082 1828 3339 2936
PRODUK 7054 7198 8104 8517 7703 8532 4886 8591 7499

Timeline Pengerjaan SKI tahun 2014 dan 2015


Timeline Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep
2014 7.83 8.46 6.83 8.71 9.3 7.07 6.66 6.53 7.22
2015 6.53 6.72 6.13 6.48 6.87 6.07 5.18 5.94 5.77
List Negara Pengekspor

Secara keseluruhan, negara pengekspor pangan (produk pangan, bahan pangan, dan bahan
tambahan pangan) ke Indonesia terbanyak adalah Singapura (9117 item), Malaysia (8772 item),
China ( 8468 item), United States (1731 item), dan Australia (6482 item)
Komoditi Pangan Impor Tahun 2014
Produk Pangan
Biskuit
6%
6% 17% Cokelat
6%
Bahan Tambahan Pangan
9% 14% Mie Instan
1%
9% Keju
3% 3% 2% 2% 1%
12% Makanan Ringan 4%
10%
11% Kembang Gula/Beraroma 7%
Coklat Padat 49%

Bahan Pangan Perisa


Kentang Beku
28%
Vitamin dan Mineral
6% Susu Skim/Non Fat
6% 19%
6%
Keju
7% Perisa Essence/Penyedap Rasa
Bubuk Whey
16% Pewarna Pengatur Keasaman
9% Tepung Bumbu
Susu Bubuk Full Cream Penguat Rasa BTP Campuran
10% 11% Maltodekstrin Pengental Stabilizer
10% Es Krim Pengawet Makanan Pemanis Buatan
Penerbitan SKI Re-Impor 2014
No Perusahaan Jenis Pangan Negara Alasan Penolakan Tindak lanjut
Penolak

1 (9 X RE-IMPOR)
peraturan label tidak
analisa cemaran
mencantumkan informasi
logam dan mikro
PT. BUMITANGERANG HASIL OLAH alkalizing agent dan
India bila hasil sesuai
MESINDOTAMA COKLAT perbedaan metode
akan direproses
penghitungan kandungan
kembali
bahan alkalisasi dlm
alkalized cocoa powder
2
PT. MAYORA INDAH TBK KEMBANG GULA / India perbedaan jenis pangan, Dimusnahkan
BERAROMA penghitungan kadar abu
dan parameter pengujian
analisa mikro

3 PT. PAPANDAYAN COCOA COKLAT BUBUK Australia perbedaan range warna re-proses
INDUSTRIES internal PT. Papandayan
dengan range warna
customer

4 PT MAXINDO KARYA KRIPIK Netherlands Bentuk Kripik banyak yang disortir dan dikirim
ANUGERAH patah kembali
Penerbitan SKI Re-Impor 2015
No Perusahaan Jenis Pangan Negara Alasan Penolakan Tindak lanjut
Penolak

analisa cemaran
Dikembalikan karena tidak logam dan mikro
PT. Papandayan cocoa
1 coklat butter Japan sesuai dengan spesifikasi bila hasil sesuai
industries
yang diminta buyer akan direproses
kembali

analisa cemaran
Warna tidak sesuai dengan logam dan mikro
PT. HALDIN PACIFIC
2 Perisa Philippines spesifikasiyang diminta bila hasil sesuai
SEMESTA
buyer akan direproses
kembali
analisa cemaran
dikembalikan karena tidak
logam dan mikro
PT. BAHARI MAKMUR United sesuai spesifikasi dari
Hasil olah Udang bila hasil sesuai
3 SEJATI States barang (ada es dalam
akan direproses
udangnya)
kembali
analisa cemaran
Dikembalikan dikarenakan
logam dan mikro
situasi perang (barang
PT. WINFELA INDO PRIMA Coklat Bubuk Yemen bila hasil sesuai
4 belum masuk ke wilayah
akan direproses
Yaman)
kembali
Penerbitan SKI di BBPOM/Balai POM
5000
4500
4000
3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
0
Bandar Banjarmasi
Medan Pekanbaru Palembang Semarang Surabaya Denpasar Manado Makassar Batam
Lampung n
2014 1053 20 8 84 1842 4843 41 20 86 3 16
2015 298 8 14 34 1363 1814 49 15 30 5 6

Dari 22 Balai yang diberi pendelegasian wewenang, hanya 11 balai yang


menerbitkan SKI (data s.d September 2015
Pemeriksaan Sarana Distribusi dan Produk Impor
Pemeriksaan sarana distribusi pangan (gudang importir)

Pengambilan sampel (official sampling) untuk confirmatory test


Cemaran (mikroba dan logam berat)
Kandungan senyawa kimia/BTP/narkoba
Cemaran radioaktif

Pemeriksaan kesesuaian label produk dengan persetujuan pendaftaran

Pemeriksaan kemasan bahan baku dan produk untuk HOREKA

Pengamanan dan Pembukaan segel (ML sedang proses, ijin khusus)

Pemusnahan produk (TIE, shelf life<2/3, TMS hasil uji)


Pemeriksaan Sarana Distribusi dan Produk Impor
2015
Kegiatan 2014 (data s.d September
2015)
Official sampling 10 1
Pemeriksaan label produk ML 25 20
Pemusnahan produk 7 8
Pemeriksaan kemasan HOREKA 6 2
Pembukaan segel 0 4
Audit kebenaran pendistribusian 3 5
Pengamanan produk 1 4
JUMLAH KEGIATAN 52 44

2014 2015
official sampling

0% 6% 2%
12% pemeriksaan label 9% 2%
19% produk ML 11%
pemusnahan produk
13% 9% 46%
pemeriksaan kemasan
5%
HOREKA
48%
pembukaan segel
18%

Audit kebenaran
pendistribusian
pengamanan produk
FOKUS KEGIATAN PENERBITAN SKI
Supervisi Eksportasi dan Importasi Pangan
Tahun 2014, BBPOM di Makasar, BBPOM di Medan, BBPOM di
Semarang, BBPOM di Banjarmasin, BBPOM di Bandar Lampung
Tahun 2015 : BalaiPOM di Batam, BBPOM di Makasar, BBPOM di
Pontianak, BBPOM di Padang, BBPOM di Pekanbaru, BBPOM di
Palembang, BBPOM di Denpasar, BBPOM di Banda Aceh

Survey Kepuasan Pelanggan


Indeks Kepuasan Pelanggan Direktorat Insert Pangan BPOM tahun
2014 termasuk dalam kategori baik dengan nilai 2,964 (74,108 dalam
skala 1-100). Artinya pelanggan merasa puas dalam mengurus layanan
di Direktorat Insert Pangan BPOM.

Pelayanan Surat Perintah Bayar (SPB) Online


Melalui pelayanan SPB Online ini, pelanggan hanya perlu mengirimkan
SPB melalui email (import_pangan@yahoo.co.id) dengan format yang
telah ditetapkan petugas mereply melalui online/email dan
memberikan nomor pengajuan
PERMASALAHAN SKI
Importir berbeda dengan pemilik nomor persetujuan pendaftaran

Ketidaktepatan dalam memilih komoditi pangan impor

Tidak lengkapnya dokumen sertifikat, antara lain :


a. Health Certificate dari negara asal,
b. COA tidak ada analisa logam berat ;.
c. Sertifikat radiasi tidak lengkap (produk susu dari Eropa dan produk dari
Jepang)

Eksportir berbeda dengan produsen negara asal

Belum dilengkapi spesifikasi yang detail / data di SKI tidak lengkap (contoh :
no.batch)
Pengecekan kesesuaian label edar dengan label yang disetujui pada
saat pendaftar
Kasus Pemalsuan
Dokumen analisa laboratorium eksternal
Pemalsuan hasil analisa, tanggal, stempel, kertas, logo
Dokumen Health Certificate
Pemalsuan tanggal dokumen

Dokumen Izin Edar (No. ML)

Dokumen analisa laboratorium (COA)


Pemalsuan no.batch, penempelan no.batch, exp.date

Pemalsuan stempel produsen

Pemalsuan tanda tangan evaluator di label ijin edar ML

Pemalsuan Purchase Order Surat Keterangan Non Obat Makanan (SKK NOM)
sertipang@yahoo.com -------(021) 4244691 ext 1325