Anda di halaman 1dari 17

REGULASI KEUANGAN PUBLIK

MAKALAH INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS


AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

KELOMPOK VIII
NAMA NIM
1. LISA MARLINA JN 15043025
2. M NUR CANIAGO 15043059
3. SILVIA PUTRI 15043013

DOSEN MATA KULIAH :


VITA FITRI SARI, S.E.,M.SI.

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................................2
KATA PENGANTAR....................................................................................................2
BAB I.............................................................................................................................3
PENDAHULUAN.........................................................................................................3
A. Latar Belakang....................................................................................................4
B. Rumusan Masalah...............................................................................................4
C. Tujuan Penulisan................................................................................................4
BAB II...........................................................................................................................6
PEMBAHASAN............................................................................................................6
A. Defenisi Regulasi Keuangan Publik...................................................................6
B. Teknik Penyusunan Regulasi Publik..................................................................6
C. Regulasi Dalam Siklus Akuntansi Sektor Publik...............................................7
D. Penyusunan Regulasi Publik............................................................................8
E. Review Regulasi Akuntansi Sektor Publik.......................................................9
F. Dasar Hukum Keuangan Publik Di Indonesia..................................................10
G. Permasalahan Regulasi Keuangan Publik Di Indonesia...................................12
BAB III........................................................................................................................14
PENUTUP...................................................................................................................14
A. Kesimpulan.......................................................................................................14
B. Saran.................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................15
KASUS YANG RELEVAN.........................................................................................16

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT., Yang Maha Pengasih Lagi Maha
Penyayang kami haturkan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan

Akuntansi Sektor Pabrik | 2


Rahmat, Hidayah dan inayah-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Regulasi Keuangan Publik.
Adapun makalah tentang Regulasi Keuangan Publik telah kami usahakan
semaksimal mungkin dengan bantuan berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu kami sadar sepenuhnya bahwa ada
kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun dari segi lainnya. Oleh
karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya
bagi pembaca yang ingin memberikan saran dan kritik kepada kami sehingga kami
dapat memperbaiki makalah ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah tentang Regulasi
Keuangan Publik ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat
memberikan inspirasi terhadap pembaca.

Padang, 6 September 2016

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akuntansi Sektor Pabrik | 3


Setiap organisasi publik pasti menghadapi berbagai isu dan permasalahan baik
yang berasal dari luar (lingkungan) maupun dalam organisasi. Karena itu, setiap
organisasi publik pasti mempunyai regulasi publik sebagai wujud kebijakan
organisasi dalam menghadapi isu dan permasalahan yang dihadapinya.
Semua proses yang terangkai mulai dari perencanaan, penganggaran, realisasi
anggaran, pengadaan barang dan jasa, pelaporan keuangan dan audit perlu adanya
regulasi. Sehingga organisasi publik pun menggunakan regulasi publik sebagai alat
untuk memperlancar jalannya siklus akuntansi sektor publik agar tujuan organisasi
dapat tercapai.
Sebuah regulasi publik disusun dan ditetapkan jika solusi alternatif atas suatu
permasalahan telah dapat dirumuskan. Penyusunan dan penetapan regulasi publik
juga dilakukan dengan misi tertentu sebagai wujud komitmen serta langkah
organisasi publik menghadapi rumusan solusi permasalahan yang ada.

B. Rumusan Masalah
1. Apa defenisi regulasi keuangan publik ?
2. Bagaimana teknik penyusunan regulasi publik ?
3. Dimana letak regulasi dalam siklus akuntansi sektor publik ?
4. Bagaimana penyusunan regulasi publik ?
5. Bagaimana review regulasi akuntansi sektor publik ?
6. Apa dasar hukum keuangan publik di indonesia ?
7. Apa permasalahan regulasi keuangan publik di indonesia ?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi dari regulasi publik.
2. Untuk memahami bagaimana teknik penyusunan regulasi publik.
3. Untuk mengetahui dimana keberadaan regulasi didalam siklus akuntansi
sektor publik.
4. Untuk mengetahui bagaimana cara penyusunan regulasi publik.
5. Untuk mengetahui bagaiaman review regulasi akuntansi sektor publik.
6. Untuk mengetahui apa dasar hukum yang melandasi keuangan publik di
Indonesia.

Akuntansi Sektor Pabrik | 4


7. Untuk mengetahui apa saja yang merupakan permasalahan regulasi
keuangan publik di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Defenisi Regulasi Keuangan Publik

Regulasi berasal dari bahasa inggris, yaitu regulation atau peraturan. Dalam
kamus bahasa indonesia (Reality Publisher, 2008) kata peraturan mengandung arti
kaidah yang dibuat untuk mengatur, petunjuk yang dipakai untuk menata sesuatu
dengan aturan, dan ketentuan yang harus dijalankan serta dipatuhi. Regulasi publik
adalah ketentuan yang harus dijalankan dan dipatuhi dalam proses pengelolaan
organisasi publik, baik pada organisasi pemerintah pusat, pemerintah daerah,partai
politik, yayasan dan lain sebagainya. Jadi regulasi keuangan publik adalah ketentuan
yang harus dijalankan dan dipatuhi dalam proses pengelolaan organisasi publik, baik

Akuntansi Sektor Pabrik | 5


pada organisasi pemerintah pusat, pemerintah daerah,partai politik, yayasan dan lain
sebagainya pada sector keuangan dan adminsitrasi keuangan.

B. Teknik Penyusunan Regulasi Publik

Peraturan public disusun dan ditetapkan terkait beberapa hal, yaitu yang pertama,
regulasi publik yang dimulai dengan adanya berbagai isu yang terkait. Kedua
,tindakan yang diambil terkait dengan isu yang ada adalah berbentuk regulasi atau
aturan yang dapat diinterprestasikan sebagai wujud dukungan penuh organisasi
publik. Ketiga, peraturan adalah hasil dari berbagai aspek dan kejadian.
Tahapan dalam penyusunan regulasi publik yaitu sebagai berikut :
1. Pendahuluan, yaitu permasalahan atau tujuan yang ingin dicapai.
2. Mengapa diatur, yaitu regulasi public harus diketahui mengapa regulasi
tersebut disusun.
3. Permasalahan dan misi, sebagai wujud komitmen serta langkah organisasi
public menghadapi rumusan solusi permasalahan yang ada.
4. Dengan apa diatur ? setiap permasalahan diatur dengan jenjang regulasi yang
sesuai, sehingga permasalahan tersebut segera dapat disikapi dan ditemukan
solusi yang tepat sasaran.
5. Bagaimana mengaturnya ? substansi regulasi merupakan solusi permasalahan
yang ada. Regulasi publik yang disusun benar-benar merupakan wujud
kebijakan organisasi public dalam menghadapi berbagai permasalahan publik
yang ada.
6. Diskusi/ Musyawarah, yaitu merupakan salah satu tahapan dalam
menyusun atau penetapan regulasi.
7. Catatan, yaitu sebagai dasar penetapan regulasi publik.

Dalam istilah teknik, tahapan penyusunan regulasi public diatur dengan aturan
masing-masing organisasi publik. Aturan tersebut dapat mengatur cara penyusunan
draft regulasi maupun tahapan mulai dari penyusunan, pembahasan, analisis, hingga
penetapan regulasi.

Akuntansi Sektor Pabrik | 6


C. Regulasi Dalam Siklus Akuntansi Sektor Publik

Hasil regulasi dari siklus akuntansi sektor publikdapat


dilihatpada tabeldibawah ini :
Regulasi Tahapan dalam Siklus
Contoh Hasil Regulasi Publik
Akuntansi Sektor Publik
Peraturan Pemerintah No.7 /2005 mengenai
Regulasi Perencanaan Publik
Rencana Pembangunan Jangka Menengah
(RPJM)
Undang- undang Republik Indonesia
Regulasi Anggaran Publik Nomor 18 tahun 2006 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara Tahun
Anggaran 2007
Peraturan Presiden republik Indonesia
Regulasi tentang Pelaksanaan Realisasi Nomor 93 tahun 2006 tentang rincian
Anggaran Publik Anggaran Belanja Pusat tahun Anggaran
2007
- Otorisasi kepala Daerah Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Regulasi Pengadaab Barang dan Jasa Publik SK Gubernur dalam pengadaan barang
dan jasa
Regulasi Laporan Pertanggungjawaban Peraturan daerah tentang penerimaan
Publik Laporan Pertanggungjawaaban
Gubernur/Bupati/Walikota.

D. Penyusunan Regulasi Publik

Regulasi dalam sektor publik dalah instrumen atura yang secara sah diterapkan
oleh organisasi publik ketika menyelenggarakan perencanaan, penganggaran, realisasi
anggaran, pengadaan barang dan jasa, pelaporan keuangan, audit, serta
pertanggungjawaban publik. Perumusan masalah penyusunan regulasi publik diawali
dengan merumuskan masalah yang akan diatur. Salah satu cara untuk menggali

Akuntansi Sektor Pabrik | 7


permaslahan ini adalah melakukan penelitian. Untuk masalah publik yang ada dalam
masyarakat, observasi atas objek permasalahan itu harus dilakukan.

Penyusunan regulasi publik


1. Perumusan Masalah, meliputi :
a. Apa masalah publik yang ada?
b. Siapa masyarakat yang perilakunya bermasalah?
c. Siapa aparatpelaksana yang perilakunya bermasalah?
d. Analisis keuntungan dan kerugian atas penerapan regulasi publik?
e. Tindakan apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah publik?
2. Perumusan Draft Regulasi Publik
Secara sederhana, draft regulasi publik harus dapat menjelaskan siapa organisasi
pelaksana aturan, kewenangan apa yang diberikan padanya, perlu tidaknya
memisahkan antara organ pelaksana peraturan dan organ yang menetapkan sanksi
atas ketidakpatuhan, persyaratan apa yang mengikat organisasi pelaksana, serta apa
sanksi yang dapat dijatuhkan kepada aparat pelaksana jika menyalahgunakan
wewenang.
3. Prosedur Pembahasan
Tiga tahap penting dalam pembahasan draft regulasi publik, yaitu dengan lingkup
tim teknis pelaksana organisasi publik (eksekutif). Dengan lembaga legislatif (dewan
penasehat, dewan penyantun, dan lain-lain) dan dengan masyarakat.
4. Pengesahan dan pengundangan
Tahap pengesahan draft regulasi publik yang dilakukan dalam bentuk
penandatanganan naskah oleh pihak organisasi publik (pimpinan organisasi).
Kemudian dilakukan anjuran tahapan sosialisasi regulasi publik, hal ini diperlukan
agar terjadi komunikasi hukun antara regulasi publik dan masyarakat yang harus
dipatuhi.

Akuntansi Sektor Pabrik | 8


E. Review Regulasi Akuntansi Sektor Publik

Judicial Review(hak uji materiil) merupakan kewenangan lembaga peradilan


untuk menguji kesahan dan daya jual produk-produk hukum yang dihasilkan oleh
eksekutif, legislatif serta yudikatif dihadapan konstitusi yang berlaku. Pengujian
hakim terhadap produk cabang kekuasaan legislatif, dan cabang kekuasaan eksekutif
adalah konsekuensi dari dianutnya prinsip checks and balances, berdasarkan doktrin
pemisahan kekuasaan.
Dalam melakukan proses judical review, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan. Pertama, setelah mengidentifikasi permasalahan yang ada mengenai
regulasi terkait, surat permohonan judical review dapat diajukan kepada ketua
Mahkamah Konstitusi/ Mahkamah Agung Indonesia. Kemudian susun materi judical
review yang telah diajukan. Dalam PERMA No. 1 Tahun 1999 disebutkan bahwa bila
dalam 90 hari setelah putusan diberikan kepada pegugat, maka peraturan per UU
batal demi hukum. Serta seluruh atau sebagian pasal UU bertentangan dengan UUD.
Ada dua alternatif yang dapat ditawarkan untuk perbaikan di kemudian hari, yaitu
Alternatif pertama, segala peraturan atau kelengkapan dari peraturan yang diputuskan
tidak konstitusional, maka akan kehilangan pengaruhnya sejak hari dimana putusan
tersebut dibuat. Dengan catatan peraturan atau kelengkapan darinya sehubungan
dengan hukum pidana kehilangan pengaruhnya secara retroaktif.
Alternatif kedua, dapat diberikan kewenangan bagi MA ataupun MK nantinya
untuk memtuskan dampak atas masing-masing putusan, apakah berdampak terhadap
peraturan yang timbul sejak pencabutan dilakukan (ex nunc) atau berdampak
retroaktif (ex tunc).

F. Dasar Hukum Keuangan Publik Di Indonesia


1. Dasar Hukum Keuangan Negara

Akuntansi Sektor Pabrik | 9


Keuangan Negara dapat diinterpretasikan sebagai pelaksanaan hak dan
kewajiban warga yang di nilai dengan uang, dalam kerangka tata penyelenggaraan
pemerintah.
Tabel: HakdanKewajiban Negara (Bastian, 2010)
Hak-hak negara yang dimaksud Kewajiban Negara adalah Berupa
mencakup Pelaksanaan Tugas - Tugas
Pemerintah sesuai dengan
pembukaan UUD 1945 yaitu:
Hak monopoli, mencetak dan Melindungi segenap bangsa Indonesia
mengedarkan uang. dan seluruh tumpah darah indonesia.

Hak untuk memungut sumber- Memajukan kesejahteraan umum.


sumber keuangan seperti pajak,
bea dan cukai. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hak untuk memproduksi barang
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia
dan jasa yang dapat dinikmati oleh
yang berdasarkan kemerdekaan,
khalayak umum, yang dalam hal
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
ini pemerintah dapat memperoleh
(kontraprestasi) sebagai sumber
penerimaan negara.
Dalam UUD 1945 Amandemen VI secara khusus diatur mengenai Keuangan
Negara yaitu pada bab VIII pasal 23 yang berbunyi sebagai berikut:
a. Anggaran pendapatan dan belanja Negara sebagai wujud dari pengelolaan
keuangan Negara ditetapkan setiap tahun dengan undang undang dan
dilaksanakan secara terbuka secara bertanggung jawab untuk sebesar
sebesarnya kemakmuran masyarakat.
b. Rancangan Undang Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat
dengan memperhatikan pertimbangan DPD.

Akuntansi Sektor Pabrik | 10


c. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja yang diusulkan oleh presiden, pemerintah
menjalankan anggaran pendapatan dan belanja Negara tahun lalu.

Terdapat tiga Undang-undang yang digunakan untuk penerapannya, yaitu :


1. UU No.17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara
Mengatur mengenai semua hak dan kewajiban Negara mengenai keuangan dan
pengelolaan kekayaan Negara, juga mengatur penyusunan APBD dan penyusunan
anggaran kementrian/lembaga Negara (Andayani, 2007).

2. UU No.1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara


Mengatur penggunaan anggaran atau pengguna barang, bahwa undang-undang ini
mengatur tentang pengelolaan keuangan Negara yang meliputi pengelolaan uang,
utang, piutang, pengelolaan investasi pemerintah dan pengelolaan keuangan badan
layanan hukum(Andayani, 2007).

3. UU No.15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung


jawab Keuangan Negara
Mengatur tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan
Negara yang dilaksanakan oleh BPK. BPK menyampaikan laporan hasil pemeriksaan
atas laporan keuangan kepada DPR dan DPD. Sedangkan laporan keuangan
pemerintah daerah disampaikan kepada DPRD. (Andayani, 2007)

2. Dasar Hukum Keuangan Daerah

Pembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional


didasari pada prinsip otonomi daerah dalam pengelolaan sumber daya. Prinsip
otonomi daerah memberikan kewenangan yang luas dan tanggungjawabnya pada
pemerintahan daerah secara proporsional. Dalam rangka penyelenggaraan Daerah

Akuntansi Sektor Pabrik | 11


Otonom, dijelaskan dalam Pasal 64 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974, tentang
fungsi penyusunan APBD.

3. Dasar Hukum Keuangan Organisasi Publik Lainnya

Ada beberapa UU ataustandar yang mengaturnya, yaitu :


PSAK No. 45 tentang Organisasi Nirlaba
UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan
UU No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik
PP No. 29 Tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik

G. Permasalahan Regulasi Keuangan Publik Di Indonesia

Permasalahan regulasi keuangan publik di Indonesia yaitu :


1. Regulasi yang berfokus pada manajemen
Regulasi public mengatur seluruh proses pengelolaan organisasi publik. Selain itu
juga harus berfokus pada tujuan pencapaian organisasi public yaitu kesejahteraan
publik.

2. Regulasi belum bersifat teknik


Banyak regulas ipublik di indonesia yang tersusun dengan sangat baik untuk
tujuan kesejahteraan publik. Namun, banyak diantaranya tidak dapat diaplikasikan
dalam masyarakat.

3. Perbedaan interpretasi antara undang-undang dan regulasi di bawahnya


Salah satu permasalahan regulasi di Indonesia adalah perbedaan interpretasi
antara undang-undang dan regulasi dibawahnya. Dalam banyak kajian, beberapa ayat

Akuntansi Sektor Pabrik | 12


atau pasal dari undang-undang atau regulasi terkait sering menimbulkan berbagai
interpretasi yang berbeda dalam melaksanakannya.

4. Pelaksanaan regulasi yang bersifat transisi berdampak pemborosan anggaran


Saat ini, banyak regulasi yang bersifat transisi telah dilaksanakan secara bertahap
dan membutuhkan kapasitas tertentu untuk melaksanakannya. Hal ini akan
mempengaruhi anggaran yang senantiasa meningkat dan cenderung boros.

5. Pelaksanaan regulasi tanpa sanksi


Sanksi adalah hukuman jika organisasi public tidak melaksanakan regulasi
tersebut. Dengan tidak adanya sanksi, organisasi akan seenaknya melaksanakan atau
tidak melaksanakan regulasi tersebut. Sanksi terhadap organisasi yang tidak
melaksanakan regulasi hendaknya dicantumkan dalam setiap regulasi publik.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Regulasi public adalah ketentuan yang harus dijalankan dan dipatuhi dalam
proses pengelolaan organisasi publik, baik pada organisasi pemerintah pusat,
pemerintah daerah, partai politik, yayasan, LSM, organisasi keagamaan tempat
peribadatan, maupun organisasi social masyarakat lainnya.
Peraturan public disusun dan ditetapkan terkait beberapa hal, yaitu yang pertama,
regulasi publik yang dimulai dengan adanya berbagai isu yang terkait. Kedua,
tindakan yang diambil terkait dengan isu yang ada adalah berbentuk regulasi atau
aturan yang dapat diinterprestasikan sebagai wujud dukungan penuh organisasi
publik. Ketiga, peraturan adalah hasil dari berbagai aspek dan kejadian

Akuntansi Sektor Pabrik | 13


B. Saran

Sebaiknya permasalahan regulasi keuangan publik di Indonesia dapat diatasi


dengan memberikan sanksi yang sesuai dengan penyebabnya. Sehingga Regulasi
publik yang ada di Indonesia dapat dipatuhi dalam proses pengelolaan organisasi
publik, baik itu pada organisasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, partai politik,
yayasan, LSM dan organisasi lainnya yang telah di atur sesuai dengan UU yang
mengaturnya.

DAFTAR PUSTAKA

Deddi Nordiawan, 2010, Akuntansi Sektor Publik, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Indra Bastian, 2010, Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar, Penerbit


Erlangga, Jakarta.

Mardiasmo, 2009, Akuntansi Sektor Publik, Edisi Pertama, Penerbit Andi Offset,
Yogyakarta.

Royan, 2014, Akuntansi Sektor Publik, Diakses pada 5September 2016,


http://royanmakalah.blogspot.co.id

Naldo jauhari, 2015, Akuntansi Sektor Publik, Diakses pada 6 September 2016,
http://naldojauhari.blogspot.co.id

Nia, 2013, Akuntansi Sektor Publik, Diakses pada 6 September 2016,

Akuntansi Sektor Pabrik | 14


http://niia1993.blogspot.co.id

KASUS YANG RELEVAN

Presiden: Fokus Pemerintah Saat Ini Deregulasi dan Pembangunan


Infrastruktur

Jakarta, Kominfo Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa kita harus


bersiap menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berubah.Tahun lalu terjadi
krisis Yunani, diikuti depresiasi Yuan yang kemudian memunculkan ketakutan akan
kenaikan suku bunga. Oleh sebab itu kita harus mampu menyesuaikan dengan
tantangan ekonomi global, ungkapnya dalam Dialog Publik Membangun Ekonomi
Indonesia yang Berdaya Saing di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/03/2016).

Fokus pemerintah saat ini adalah pada persoalan deregulasi dan pembangunan
infrastruktur. Data Bappenas menyebutkan bahwa terdapat 42.000 regulasi baik itu

Akuntansi Sektor Pabrik | 15


berbentuk Undang-Undang, Perpres, Inpres, Kepres, Kepmen dan lain-lain. Hal ini
sangat menyulitkan dan menghambat fleksibilitas dan kecepatan dunia usaha.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa regulasi yang tidak penting perlu


dihilangkan dan tidak semuanya perlu dikaji. Perlu diubah cara berpikirnya, jika
regulasi yang ada menyulitkan dan tidak sesuai maka perlu direvisi. DPR juga
sebaiknya tidak usah memproduksi UU terlalu banyak, yang terpenting adalah
kualitas bukan kuantitas dari regulasi tersebut, terangnya.

Upaya pemerintah dalam melakukan deregulasi perizinan diperlukan untuk


berbagai proyek strategis seperti proyek Mass Rapid Train (MRT), Light Rapid
Transit (LRT), listrik 35.000 MW dan kereta cepat. Presiden Jokowi mengatakan
dampak kemacetan di kota-kota besar telah mengakibatkan kerugian besar. Dalam
satu tahun kita kehilangan Rp 35 Triliun, itu baru dari dua kota yaitu Jakarta (Rp 28
Triliun) dan Bandung (Rp 7 Triliun), oleh karena itu pembangunan MRT, LRT dan
kereta cepat menjadi fokus pemerintah, agar kita tidak kehilangan uang percuma
akibat kemacetan, jelas Presiden Joko Widodo.

Presiden juga menaruh perhatian terhadap pembangunan Tol Sumatera, jalan


pelabuhan dan jalur kereta api. Untuk pembangunan Tol Sumatera, setidaknya
Presiden telah melakukan pengecekan sebanyak 6 kali untuk
mengetahui progress pembangunannya. Setelah saya turun ke lapangan ternyata
baru diketahui ada masalah pembebasan lahan yang belum selesai,
kemudian groundbreaking yang belum dibangun. Tujuan saya mengecek adalah
supaya orang yang bekerja tahu jika diawasi, misalnya saya cek ke lapangan 6 kali,
maka saya pastikan menterinya dating minimal 10 kali, dan Dirjennya pasti akan
lebih banyak lagi, terangnya.

Presiden Joko Widodo menambahkan bahwa keterbukaan tidak bisa


dielakkan, begitu juga dengan percepatan perkembangan ekonomi digital. Aplikasi

Akuntansi Sektor Pabrik | 16


lokal seperti gojek, traveloka, bukalapak dan lain-lain akan berkompetisi dengan
kompetitor global. Sehingga kita harus melakukan kalkulasi untung rugi terhadap
industri yang akan masuk ke Indonesia. National interest yang harus dipegang, dan
yang terpenting kecepatan bertindak yang dibutuhkan, ujarnya.

Lebih lanjut Presiden menerangkan bahwa jika dibandingkan dengan negara


lain kita terlambat dalam mempersiapkan teknoprenur, padahal potensi digital
ekonomi sangat besar. Untuk itu pemerintah tahun ini akan mendorong pembentukan
SMK Inpres, vokasi dan politeknik yang diharapkan mampu melahirkan teknoprenur.

Di samping itu Presiden menjelaskan bahwa semakin banyak inkubator yang


lahir akan mempercepat perkembangan ekonomi digital Indonesia. Kita akan
menjaring 200 start up lokal untuk dikirim ke Silicon Valley untuk belajar.
Pemerintah melalui Otoirtas Jasa Keuangan tengah mempersiapkan aturan main
untuk dunia digital Indonesia, ujar Joko Widodo. (VE)

Akuntansi Sektor Pabrik | 17

Anda mungkin juga menyukai