Anda di halaman 1dari 15

Prosiding

Seminar Nasional Teknik Industri


UK. Petra 2014
Menuju Era Green Governance, Green Industry

Editor:
Siana Halim

Diterbitkan oleh:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyrarakat (LPPM)


Petra Press
Universitas Kristen Petra
Surabaya
Prosiding

Seminar Nasional Teknik Industri


UK. Petra 2014
Menuju Era Green Governance, Green Industry

Surabaya, 8 November 2014


http://industri.petra.ac.id/snti2014

Editor:
Siana Halim
Program Studi Teknik Industri
Universitas Kristen Petra
Surabaya

Pelaksana:
Program Studi Teknik Industri
Universitas Kristen Petra
Surabaya

Diterbitkan oleh:

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyrarakat (LPPM)


Petra Press
Universitas Kristen Petra
Surabaya
Hak Cipta @2014 pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyrakat (LPPM)
Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia

Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan


sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, secara elektronik maupun
mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa
izin tertulis dari penulis.

Diterbitkan oleh:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Petra Press
Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Indonesia
Telp. (031) 2983140, 2983111
Fax (031) 2983111
E-mail: lppm@petra.ac.id, puslit@petra.ac.id

ISBN: 978-602-71225-1-2
Kata Pengantar

Mahalnya biaya lingkungan memacu pemerintah dan pelaku-pelaku industri untuk


mempertimbangkan perilaku green baik dalam lingkungan pemerintahan maupun
industri. Saat ini pelbagai konsep dan teknologi yang mendukung perilaku green banyak
dikembangkan oleh para ahli. Analisa diantaranya terhadap waste, energy, efek rumah
kaca menjadi hot topic yang diteliti dan diterapkan baik di lingkungan pemerintahan,
industry, akademik dan umum.

Menjawab tantangan di atas, Seminar Nasional Teknik Industri UK. Petra 2014: Menuju
Era Green Governance, Green Industry diselenggarakan untuk mewadahi para akademisi,
praktisi dan umum untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat praktis menuju perilaku green.

Seminar yang diikuti oleh call for papers ini menarik: 39 makalah.

Seminar ini tidak dapat terlaksana dengan baik, tanpa bantuan dari berbagai pihak.
Panitia berterima kasih kepada para penulis untuk ide dan konsep yang mereka
tuangkan dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada seminar ini. Panitia,
berterima kasih kepada para pembicara utama yang telah membagikan kepakaran
mereka. Tak lupa, kerja keras mitra bebestari dalam memberi masukan untuk
memperbaiki mutu makalah, sangatlah kami hargai.

Harapan kami, seminar ini akan memberikan wahana yang mampu mewadahi
pertukaran ide, pengalaman dan kepakaran dari setiap pesertanya.

Indriati N. Bisono Siana Halim


Ketua Umum SNTI UKP2014 Ketua Pelaksana SNTI UKP2014
Panitia Pelaksana

Panitia Seminar Nasional Teknik Industrik UK. Petra berterima kasih kepada para
anggota dan mitra bebestari dalam kontribusinya, sehingga seminar ini dapat terlaksana.

Organisasi:
Program Studi Teknik Industri,
Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia

Panitia:
Ketua umum Indriati N. Bisono
Ketua pelaksana Siana Halim
Sekretaris Liem Yenny Bendatu
Anggota
Jani Rahardjo I Gede Agus Widyadana
Tanti Octavia I Nyoman Sutapa
Felecia Herry C. Palit
Debora Y.A Togar W.S Panjaitan

Mitra Bebestari:
Dewan redaktur, dan mitra bebestari Jurnal Teknik Industri, UK. Petra
Daftar Isi
SNTI 01 Pembuatan Aplikasi Facebook untuk Sinkronisasi dengan Learning 1
Management System
O Hans Darius Panduwinata, Andreas Handojo, Justinus Andjarwirawan
Email: handojo@petra.ac.id, justin@petra.ac.id
SNTI 02 Perencanaan Sistem Enterprise Architecture di SMA Siwalima Ambon 5
Denissa Alfiany Luhulima, Adi Wibowo, Agustinus Noertjahyana
Email: denissa6luhulima@gmail.com, adiw@petra.ac.id
SNTI 03 Rancang Bangun Sistem Informasi Pembelian, Penjualan, Perhitungan Harga 9
Pokok Produksi untuk Mendukung Proses Bisnis pada UD. Sakti Mega Scale
Megawati Kwanditanto, Yulia, Andy Febrico Bintoro
Email: megakwan@gmail.com; yulia@peter.petra.ac.id
SNTI 04 Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan, Pembelian, Inventori untuk 16
Mendukung Proses Bisnis Toko Sari Utama
Melisa Effendi, Yulia, Andy Febrico Bintoro
Email: melisaeffendi@gmail.com, yulia@peter.petra.ac.id
SNTI 05 Pengendalian Persediaan Sparepart dan Bahan Penunjang Proses di PT X 24
Felecia ,Juwita E. Pamudji
Email: felecia@peter.petra.ac.id, juwita_estherina@hotmail.com
SNTI 06 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesuksesan Proses Belajar Mengajar di 29
Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra
Melisa Kartika Dewi, Siana Halim
Email: melisa_tahu@yahoo.com, halim@petra.ac.id
SNTI 07 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Siswa SMA dalam Memilih Perguruan 36
Tinggi
Angelin Tabita, Siana Halim
tabita_92@yahoo.com, halim@petra.ac.id
SNTI 08 Pembuatan Aplikasi Enterprise Resource Planning Modul Penjualan, 41
Inventori dan Manajemen Hak Akses pada PT. Godong Seger Abadi
Steven Wijaya, Yulia, Rudy Adipranata
cosmicorang@gmail.com, yulia@petra.ac.id, rudya@peter.petra.ac.id
SNTI 09 Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat dalam Upaya Mensukseskan 48
Swasembada Garam
Ratih Setyaningrum, Ariati Anomsari, Eko Hartini, Damar Sancoko
Email: ratihha@gmail.com
SNTI 10 Pemilihan Suplier Bahan Baku dengan Metode Data Envelopment Analysis 52
untuk Meningkatkan Produktivitas
Hana Catur Wahyuni, Heri Sugiono
Email: hanacatur@umsida.ac.id
SNTI 11 Program untuk Menghilangkan Efek Backlight Menggunakan Teori Retinex 57
Kartika Gunadi, Liliana, Kevin Pangestu
Email: kgunadi@peter.petra.ac.id, lilian@peter.petra.ac.id
SNTI 12 Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Lingkungan bagi Industri Kecil 61
dan Menengah
Atikha Sidhi Cahyana
Email: Atikhasidhi@umsida.ac.id
SNTI 13 The Effect of Combine Stock Control Methods by Incorporating Human 69
Judgement
Inna Kholidasari
Email: i.kholidasari@bunghatta.ac.id
SNTI 14 Peningkatan Inventory Accuracy dengan Meninjau Ulang Error-Handling 76
Report secara Periodik di PT X
Dicky Riyanto, Debora Anne Yang Aysia
Email: dicky_riyanto@hotmail.com, debbie@peter.petra.ac.id
SNTI 15 Perhitungan Carbon Footprint pada Perusahaan Peleburan Logam di 82
Surabaya
Togar W. Panjaitan, Yenny Bendatu, Hutomo Saputra
Email: togar@peter.petra.ac.id, yenny@peter.petra.ac.id
SNTI 16 Rancangan Meja Mini Multifungsi Berasaskan Aspek Ergonomis 87
Ayu Bidiawati JR, Eva Suryani, Budi Darmayanto
Email: ayubidiawati@bunghatta.ac.id, evasuryani@bunghatta.ac.id
SNTI 17 Sistem Monitoring Kualitas Air Sungai Secara Online Sebagai Media 92
Pengawasan Limbah Cair Industri
Suwito, Tasripan, Fitri Leo P.
Email: mas.suwito@gmail.com
SNTI 18 Identifikasi Gunung Api Purba di Daerah Watuadeg dan Pilang, Kecamatan 99
Berbah Kabupaten Sleman, Yogyakarta Berdasarkan pada Data Geolistrik
Winarti, Hill Gendoet Hartono
Email: winyayadida@yahoo.com
SNTI 19 Pengembangan Model Pengukuran Kinerja Sekolah Unggul 106
Muhammad Rosiawan, Yenny Sari, Arbi Hidayat, Catharine Frida Paskatya
Email: mrosiawan@staff.ubaya.ac.id, ysari@staff.ubaya.ac.id,
arbi@staff.ubaya.ac.id, cacak.oke@gmail.com
SNTI 20 SMS-Broadcast System untuk Universitas Kristen Petra 117
Rosalina, Andreas Handojo ,Sontama Baktiano, Dian Christiani, Devi
Christiani
Email: m26411094@john.petra.ac.id, m26411103@john.petra.ac.id,
m26411106@john.petra.ac.id, m26411163@john.petra.ac.id,
handojo@peter.petra.ac.id
SNTI 23 Analisi Pengaruh Tingkat Component Commonality terhadap Schedule 123
Instability, Service Level dan Total Cost dalam Sistem Rantai Pasok
Sederhana.
Mochammad Aldy Anwar
Email: aldy.anwar11@gmail.com
SNTI 24 Pengaruh Komposisi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tkks), Air, 135
Dengan Starter Rumen Sapi Terhadap Karakteristik Produktifitas Biogas
Novi Caroko, Wahyudi, Sudarja
Email: novicaroko@yahoo.co.id, wahyudi@ft.umy.ac.id,
sudarja_msn@yahoo.com
SNTI 26 Penerapan Teknik Strategic Choice Approach dalam Penstrukturan Masalah 141
Pengelolaan Rantai Pasokan.
Iwan Mumin Basarah, Sani Susanto
Email: iwanmuminbasarah@yahoo.com, sjrhsjrh@gmail.com
SNTI 27 Analisis Persediaan Kebutuhan Material pada Produk Tail Boom Eurocopter 148
dengan Menggunakan Metode MRP (Studi Kasus Pada PT Dirgantara
Indonesia)
Alfa Firdaus, Muhammad Kholil , Nanda Pratama
Email: m.kholil2009@gmail.com
SNTI 28 Metode Six Sigma dalam Mengurangi Kerenggangan Pintu Lemari Es Bagian 161
Bawah pada PT. LG Electronic Indonesia
Muhammad Kholil, Khalis Kurniadi
Email: m.kholil2009@gmail.com, khalis.kurniadi@gmail.com
SNTI 29 Upaya Peningkatan Kemampuan Analisa Masalah Melalui Implementasi 171
Tools Fishbone Diagram di PT E-T-A Indonesia
Andrianto Tjondro, Jani Rahardjo
Email: andriantotjondro@yahoo.co.id, jani@peter.petra.ac.id
SNTI 30 Upaya Penurunan Internal Claim dengan Metode DMAIC di PT. E-T-A 177
Indonesia
Andre Tjahyono, Indriati Bisono
Email: oei_andre_tjahyono@yahoo.com, mlindri@peter.petra.ac.id
SNTI 31 Upaya Peningkatan Output Produksi di PT. X 183
Dandi Lonata Christnawan, Jani Rahardjo
Email: dandy.chrisnawan@yahoo.com, jani@petra.ac.id
SNTI 32 Penyusunan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control pada 192
Perusahaan Pipa Baja
Samuel Evan Pratama, Togar W.S. Panjaitan
Email: samuelevan@outlook.com, togar@peter.petra.ac.id
SNTI 33 Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT X 196
Fenni Suryanita Budiman, Togar Wiliater Soaloon Panjaitan
Email: fennisb2006@yahoo.co.id, togar@petra.ac.id
SNTI 34 Penjadwalan Pada Permasalahan Job Shop dengan Algoritma Disjunctive 202
Programming
Tanti Octavia, I Gede Agus Widyadana, Garry Tjondrokusumo
Email: tanti@peter.petra.ac.id, gede@peter.petra.ac.id, garrytjeng@yahoo.com
SNTI 35 Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas pada Industri Pembuatan Pipa Besi 205
Henry Hutomo Halim, Herry Christian Palit
Email: xin_shizeiten@yahoo.com, herry@petra.ac.id
SNTI 36 Perancangan Key Performance Indicators di PT E-T-A Indonesia 211
Theo Hanjaya Irawan, Jani Rahardjo
Email: iamtheo@live.com, jani@peter.petra.ac.id
SNTI 37 Model Rantai Pasok Apel di Jawa Timur 216
I Gede Agus Widyadana, Tanti Octavia, Herry Christian Palit
Email: gede@peter.petra.ac.id, tanti@peter.petra.ac.id, herry@peter.petra.ac.id
SNTI 38 Skema Integrasi Model Kano, SERVQUAL, Kansei Engineering dan TRIZ 220
dalam Upaya Peningkatan Kualitas Layanan
Markus Hartono, Yenny Sari, Amanda Septina Oeij
Email: markus@staff.ubaya.ac.id, ysari@staff.ubaya.ac.id
SNTI 39 Analisa Barang Strategis serta Pemilihan Alternatif Kebijakan Pembelian 228
(Studi Kasus pada Sebuah Perusahaan Pengolahan Kayu)
Zainal Abidin, I Nyoman Sutapa
Email:zainaldyne@hotmail.com, mantapa@peter.petra.ac.id
SNTI 40 Aplikasi Sistem Pemesanan Barang dan Penagihan Hutang pada CV. Putra 236
Abadi Gemilang Berbasis Android
Suwandy Abadi, Justinus Andjarwirawan, Agustinus Noertjahyana
suwandy_abadi91@hotmail.com, justin@petra.ac.id, ,agust@petra.ac.id
SNTI 43 Pengembangan Algoritma Perancangan Alat Bantu Berbasis Quality Function 243
Deployment (QFD) di IKM Supporting Industry
(Studi Kasus pada Perancangan Mesin Perakit Slang Air Brake)
Cucu Wahyudin, Aan Mintarsih
Email: cucu_wahyudin517@yahoo.co.id
SNTI 44 Perancangan Sistem Informasi Proses Sertifikasi Peralatan di PT X 250
Meity Martaleo1, Aditya Lucky Septiadi1
meity.martaleo@unpar.ac.id, aditseptiadi@gmail.com
Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri UK Petra 2014 ISBN 978-602-71225-1-2
Menuju Era Green Governance, Green Industry
Surabaya, 8 November 2014

Pengaruh Komposisi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS),


Air, dengan Starter Rumen Sapi terhadap Karakteristik
Produktifitas Biogas

Novi Caroko1, Wahyudi1, Sudarja1

Abstrak: Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu alternatif bahan baku
biogas. Optimalisasi pemanfaatannya sebagai bahan baku biogas perlu terus dilakukan, salah
satunya adalah penggunaan starter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan rumen sapi sebagai starter terhadap karakteristik proses dekomposisi anaerobik
pada tahapan proses pembuatan biogas dengan bahan tandan kosong kelapa sawit. Metode
penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan
rancangan percobaan faktor tunggal yang terdiri dari 4 variasi, yaitu: (A) tandan kosong kelapa
sawit : rumen sapi : air (2 : 2 : 4,5) kg, (B) tandan kosong kelapa sawit : rumen sapi : air (2 : 1,5 :
4,5) kg, (C) tandang kosong kelapa sawit : rumen sapi : air (2 : 1 : 4,5) kg, (D) tandan kosong
kelapa sawit : rumen sapi : air (2 : 0,5 : 4,5) kg. Proses pembuatan biogas dilakukan dengan
sistem tumpak alami (hanya sekali pengisian bahan baku pada awal percobaan). Pada tahapan
hidrolisis, pemberian rumen dalam jumlah yang banyak akan menambah tekanan pada
tahapan ini. Pada tahapan asidifikasi, pemberian jumlah rumen dalam jumlah banyak akan
mempercepat proses tahapan ini dan menambah tekanan pada tahapan ini. Sedangkan pada
tahapan metanogenesis, dengan pemberian jumlah rumen yang banyak ternyata tidak selalu
berdampak pada tekanan yang tinggi, namun pada kadar metana yang dihasilkan.

Kata kunci: Tandan kosong kelapa sawit, rumen sapi, biogas, kadar metana.

Pendahuluan barel atau setara dengan 0,3% cadangan minyak


dunia, Caroko [2]. Jika hanya mengandalkan keter-
Sebagai negara agraris, perindustrian sawit di Indo- sediaan bahan bakar fosil yang ada, maka 50 tahun
nesia telah berkembang sangat pesat. Pada awal kedepan Indonesia akan menjadi bahan negara
Tahun 1968 luas areal perkebunan Kelapa Sawit yang miskin energi. Sehubungan dengan adanya
mencapai 105.669 Ha. Menurut Ditjenbun[1] pada permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan
Desember 1992 luas arealnya berkembang menjadi penelitian terhadap tandan kosong kelapa sawit
467.469 Ha dengan produksi CPO sebanyak (TKKS) dengan menggunakan starter rumen sapi
3.276.000 ton, dan pada Tahun 2013 sasaran untuk mendapatkan biogas yang optimal sebagai
pengembangan Kelapa Sawit pada Tahun 2013 di- alternatif pengganti bahan bakar fosil.
perkirakan mencapai 9,15 juta Ha dengan produksi
24,43 juta ton. Melihat kondisi perkembangan jum- Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari pengu-
lah areal perkebunan sawit, tidak hanya berdampak raian material biomassa. gas yang dihasilkan dari
pada perkembangan jumlah produksi, tetapi akan proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikro-
berdampak juga pada peningkatan jumlah limbah organisme dalam kondisi tanpa udara (anaerobik).
yang dihasilkan. Biogas dihasilkan dari bantuan bakteri metanogen
atau metanogenik. Bakteri ini secara alami terdapat
Selain permasalahan limbah yang ada, Indonesia dalam limbah yang mengandung bahan organik,
juga mengalami krisis persedian bahan bakar seperti limbah ternak dan dan sampah organik.
minyak (BBM). Indonesia memproduksi 345 juta Pada umumnya biogas terdiri atas gas metana
barel, mengimpor minyak mentah sebesar 124 juta (CH4) 50% sampai 70%, gas karbondioksida (CO2)
barel pada Tahun 2010 dan mengkonsumsi 423 30% sampai 40%, hidrogen (H2) 5% sampai 10%,
barel. Terdapat devisit sebesar 97 barel per tahun. dan gas-gas lainnya dalam jumlah yang sedikit.
Cadangan minyak Indonesia sebesar 3,7 milyar Secara umum jumlah energi yang terdapat dalam
biogas tergantung pada konsentrasi metana.
1 Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogjakarta. Semakin tinggi kandungan metana, maka semakin
Jl. Lingkar Selatan Kasihan, Bantul Yogyakarta 55183. besar kandungan energi (nilai kalor) biogas.
Email: novicaroko@yahoo.co.id, wahyudi@ft.umy.ac.id,
Sebaliknya semakin kecil kandungan metana, maka
sudarja_msn@ yahoo.com
nilai kalorinya semakin kecil, Wahyuni [3].

135
Caroko et al. / Pengaruh Komposisi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit / SNTI UK. Petra / Surabaya, November 2014 / pp. 135140

Metode Penelitian Alat

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pusat Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
Penelitian Energi Regional (PUSPER) Universitas Rangkaian Digester; Termometer; Pisau pencincang
Muhammadiyah Yogyakarta. Meteran kain; Selang waterpas; Timbangan; Lem
plastik; Klem selang; Ember plastik; Thermostat
Bahan dan Alat Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperi-
Bahan dan alat yang digunakan pada proses pene- men dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan
litian ini adalah sebagai berikut: rancangan percobaan faktor tunggal yang terdiri
dari 4 perlakuan, yaitu: (A) tandan kosong kelapa
Bahan sawit: rumen sapi: air (2 : 2 : 4,5) kg, (B) tandan
kosong kelapa sawit: rumen sapi: air (2 : 1,5 : 4,5) kg,
Limbah industri sawit berupa Tandan Kosong (C) tandang kosong kelapa sawit : rumen sapi : air (2
Kelapa Sawit (TKKS); Rumen sapi; Air : 1 : 4,5) kg, (D) tandan kosong kelapa sawit : rumen
sapi : air (2 : 0,5 : 4,5) kg. Proses pembuatan biogas
dilakukan dengan sistem tumpak alami (hanya
sekali pengisian bahan baku pada awal percobaan).
Rangkaian digester yang digunakan pada penelitian
ini dapat dilihat pada Gambar 4. Dan Gambar 5.

Gambar 1. Tandan kosong kelapa sawit

Gambar 4. Rangkaian Digester

Gambar 2. Limbah Rumen sapi

Gambar 3. Air Gambar 5. Rangkaian Digester.

136
Caroko et al. / Pengaruh Komposisi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit / SNTI UK. Petra / Surabaya, November 2014 / pp. 135140

Variabel Pengamatan Gambar 6 di atas menunjukkan perbedaan rata-rata


tekanan yang terjadi pada proses pembentukan
Adapun pengamatan yang dilakukan pada peneli- biogas. Hal tersebut terjadi karena disebabkan
tian ini adalah Aktivitas Dekomposisi yaitu, dengan berbagai faktor antara lain yaitu, perbandingan
melakukan pengamatan harian. Adapun yang diu- dekomposisi setiap variasi yang berbeda, suhu,
kur pada pengamatan penelitian ini adalah beda ke- waktu yang dibutuhkan pada setiap proses tahapan
tinggian (H) pada manometer U, dengan meng- pembentukan biogas. Pengamatan penelitian yang
gunakan rumus sebagai berikut: dilakukan dari tahapan pembentukan biogas antara
P = .g.H lain adalah sebagai berikut.
P1-P2 = .g.H
Keterangan: Tahapan Hidrolisis
air = 995,8 kg/m3
g = 9,81 m/s2 Pada tahapan hidrolisis dapat dilihat hasil sebagai
H = beda ketinggian (m) berikut.
P = beda tekanan (N/m2)
P1 = tekanan didalam digester Dari Gambar 7 dan Gambar 8 dapat diketahui
P2 = tekanan lingkungan (1 atm) bahwa semakin lama diproses hidrolisis maka
1 N = 1 kg.m/s2 tekanan gas yang terbentuk semakin besar. Dari
1 atm = 101325 N/m2 keempat variasi, variasi B memiliki tekanan gas
yang tertinggi yakni sebesar 114122,125 N/m2
Penentuan tahapan yang terjadi pada proses terben- dengan durasi waktu yang dibutuhkan untuk
tuknya biogas, berdasarkan pada teori terbentuknya menyelesaikan tahapan hidrolisis ini selama 14
tahapan seperti, Hidrolisis, Asidifikasi dan Metano- hari. Sedangkan variasi C dan D memiliki waktu
genesis. yang lebih cepat selama 7 hari, sehingga tekanan
yang dihasilkan rendah dengan nilai 101911,128
Hasil dan Pembahasan N/m2 dan 109384,258 N/m2.

Pada penelitian ini tingginya tekanan dan lamanya Pada variasi B membutuhkan durasi waktu yang
waktu yang dibutuhkan pada tahapan hidrolisis lebih lama dalam menyelesaikan tahapan hidrolisis,
sangat dipengaruhi oleh kesesuaian kombinasi sedangkan variasi C dan D membutuhkan waktu
perbandingan bahan pada tiap variasi perlakuan. yang singkat. Hal ini disebabkan karena pada
Pengaruh substrat terhadap aktifitas dekomposisi variasi C dan D memiliki kandungan air yang lebih
dapad dilihat pada Gambar 6. besar dari variasi B.

120000.000 Semakin tinggi kandungan air menunjukkan waktu


tahap hidrolisis semakin singkat. Perbandingan
115000.000
substrat dan air optimum pada fermentasi media
110000.000
padat tergantung pada daya ikat air (water holding
Tekanan

A
(N/m2)

105000.000
B
capacity), kualitas dan ukuran partikel substrat,
100000.000 C (Purwanto [4]). Tingginya tekanan pada variasi B
95000.000
D disebabkan karena perbandingan pada variasi B
yang memiliki komposisi rumen yang lebih banyak
90000.000
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 dibandingkan dengan senyawa organik yang lebih
Hari kecil sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap
Gambar 6.Gambar
Grafik rata-rata
1. Grafik rata-rataproduksi
produksi tekantekan gas
gas harian. harian kemampuan bakteri Bacteroides dan Lactobacillus
yang terdapat pada Rumen dalam mendekomposisi
14 serat kasar berupa hemiselulosa, selulosa, dan lignin
15
menjadi gula sederhana.
8 A
10 7 7 Semakin tinggi kandungan senyawa organik kom-
B plek pada bahan, maka proses dekomposisi pada
Durasi
(Hari)

5 tahap hidrolisis akan kurang maksimal. Hal ini


C
disebabkan karena bakteri Ruminococcus belum
0 D maksimal dalam mendekomposisi bahan organik
A B C D komplek. Pada tahap hidrolisis, gas yang dihasilkan
VARIASI dari proses dekomposisi berupa H2+CO2+H2O, se-
hingga pada tahapan ini gas tidak bisa terbakar
Gambar 7. Histogram lamanya waktu tahapan hidrolisis
dengan baik, (Purwanto, [4]).
Gambar
setiap 1.
variasi perlakuan Histogram lamanya waktu

tahapan hidrolisis 137


Caroko et al. / Pengaruh Komposisi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit / SNTI UK. Petra / Surabaya, November 2014 / pp. 135140

Tahapan Asidifikasi Pada Gambar 9 dan Gambar 10 menunjukkan


bahwa proses asidifikasi membutuhkan waktu yang
Setelah melalui tahapan hidrolisis, selanjutnya lebih lama dibandingkan dengan tahapan hidrolisis.
adalah tahapan asidifikasi. Hasil pengamatan pada Pada tahapan asidifikasi durasi tercepat yakni
tahapan asidifiakasi dapat dilihat pada Tabel 1 dan selama 12 hari pada variasi B sedangkan durasi
dijelaskan pada Gambar 8 dan Gambar 9. terlama yakni membutuhkan waktu selama 19 hari
pada variasi A. Pada variasi B jumlah substrat, air,
Tabel 1. Presentase Kadar metana. dan rumen yang berimbang memberikan rentan
waktu tahapan hidrolisis yang cepat dan tekanan
Variasi kadar metana (%) yang tinggi, hal ini disebabkan karena jumlah air
A 39,753 yang lebih banyak dari substrat sehingga memu-
B 55,047 dahkan bakteri asetogenik dalam merombak hasil
C 44,929 rombakan dari tahapan hidrolisis, jumlah bakteri
D 43,678 yang banyak akan mempengaruhi tekanan yang
dihasilkan pada tahapan ini. Proses perubahan
110849.5114122.1 109384.2 asam organik menjadi asam asetat dibutuhkan
114000
78 25 58 molekul-molekul air yang ekses, maka dengan
109000 A penambahan air yang lebih banyak akan mening-
101911.1 katkan pembentukan asam asetat yang nantinya
Tekanan
(N/m2)

104000 28 B akan diubah menjadi gas metana pada tahapan


selanjutnya atau metanogenesis, (Saputro, et al.,
99000 C [5]).
94000
D Tahapan Metanogenesis
A B C D
VariasiTahap metanogenesis merupakan tahap akhir dari
beberapa tahapan pembentukan biogas. Pada tahap
Gambar 8. Histogram tekanan tertinggi tahapan hidro-
metanogenesis menghasilkan gas metana, karbon-
lisis setiap variasi
Gambar perlakuan
1 Histogram tekanan tertinggi tahapan hidrolisis
dioksida serta gas-gas lainnya. Hasil pengamatan
setiap variasi perlakuan. tahapan metanogenesis dapat dilihat pada Gambar
20
19 11 dan Gambar 12.
18
17
16 14 14 13
12 A
Durasi (Hari)

14
12 12
A
B 9
10 10
8 B
Durasi
(Hari)

C 8
6
4 6 4 C
D 3
2 4
0 D
2
A B C D
0
Variasi A B C D
Variasi
Gambar 9. Histogram lamanya waktu tahapan asidifikasi
Gambar 1. Histogram lamanya Gambar
setiap variasi perlakuan. waktu
Gambar111. Histogram
Histogram lamanya
lamanya waktumetano-
waktu tahapan tahapan
metanogenesis
genesis setiapsetiap
variasivariasi perlakuan
perlakuan
tahapan asidifikasi
120000 115978.1
97
108807.8
115000
111211.0 110000
24 99
A 108000 103239.6 A
110000 105818.6 84
Tekanan

Tekanan

106000
(N/m2)

(N/m2)

47 102516.7 102790.3 B
B
105000 93 104000 101715.7 20
52
C 102000 C
100000
100000 D
D
95000 98000
A B C D A B C D
Variasi Variasi
Gambar 10. Histogram tekanan tertinggi pada tahapan Gambar 12. Histogram tekanan tertinggi pada tahapan
Gambar 1 Histogram
asidifikasi setiap tekanan tertinggi pada tahapan
variasi perlakuan metanogenesis setiap variasi perlakuan
asidifikasi setiap variasi perlakuan.

138
Caroko et al. / Pengaruh Komposisi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit / SNTI UK. Petra / Surabaya, November 2014 / pp. 135140

55.047 yang dilakukan Palupi [6], menyatakan bahwa


60.000
44.929 43.678 dengan pemberian substrat yang lebih sedikit,
39.753
Persentase

A kondisi tersebut akan memberi kesempatan bagi


40.000
mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang.
(%)

B
Karena dengan bahan padatan organik yang lebih
20.000 C rendah menyebabkan beban kerja mikroorganisme
D tidak terlalu besar, dengan demikian proses perom-
0.000 bakan cenderung lebih cepat dan terjadi dalam
A B C D retensi waktu yang lebih pendek, (Palupi, [6]).
Variasi
Sementara itu pada variasi D dengan pemberian
Gambar 13. Histogram tekanan tertinggi pada tahapan kadar substrat yang lebih besar akan sangat mem-
metanogenesis setiap variasi perlakuan pengaruhi dari kerja metan. Dalam hal ini variasi D
membutuhkan waktu yang lebih lama untuk me-
Gambar 11 dan Gambar 12 menunjukkan bahwa nyelesaikan tahapan metanogenesis. Dengan proses
lamanya durasi tahapan metanogenesis sangat yang lebih lama tersebut akan menyebabkan pe-
mempengaruhi besarnya tekanan gas yang dihasil- ningkatan produksi gas metan pada tahapan meta-
kan. Hal itu dapat dilihat pada variasi D yang nogenesis dengan jumlah besar, sehingga tekanan
memiliki tekanan tertinggi pada tahapan metano- yang dihasilkan dalam digester akan meningkat.
genesis dengan nilai tekanan 108807,899 N/m2.
Pada tahapan asdifikasi variasi D membutuhkan Sementara itu dengan pemberian jumlah Rumen
waktu yang cukup lama yaitu 17 hari, dan pada yang semakin banyak,maka akan mempengaruhi
tahapan metanogenesis prosesnya terjadi selama 13 kadar metana yang dihasilkan. Hal tersebut dapat
hari dengan rentang waktu terlama dibandingkan dilihat pada Tabel 1.
dengan variasi lainnya. Sedangkan nilai tekanan
gas terendah pada tahapan metanogenesis ini yaitu Pada penelitian ini pengaruh tekanan yang dihasil-
pada perlakuan A dengan nilai tekanan 101715,752 kan terhadap kadar metana yang dihasilkan tidak
N/m2 dengan durasi waktu yang dibutuhkan untuk memberikan dampak yang sangat signifikan. hal
menyelesaikan proses tahapan metanogenesis ini tersebut dapat dilihat pada kadar metana yang
selama 3 hari. dihasilkan. Pada variasi B dengan pemberian ru-
men dengan kadar lebih banyak, dengan produk-
Penurunan tekanan dari tahapan sebelumnya yang tifitas tekanan gas yang rendah tapi dengan waktu
dihasilkan dari setiap variasi ini disebabkan karena retensi yang cepat, menghasilkan kadar metan yang
pada tahapan ini merupakan tahapan yang terakhir lebih efisien dengan nilai 55%.
dalam proses pembentukan biogas. Dari hasil asam-
asam yang dihasilkan pada tahapan asidifikasi akan Dibandingkan dengan variasi D dengan pemberian
diuraikan menjadi metana serta gas-gas lainnya rumen dalam jumlah sedikit akan menghasilkan
dalam jumlah yang bervariasi. Pada tahapan meta- tekanan tinggi dengan retensi waktu yang lama,
nogenesis laju beban yang semakin tinggi akan akan tetapi hanya menghasilkan kadar metana
memerlukan waktu dengan retensi yang lebih lama. sebesar 43%. Peningkatan presentase kadar metana
Bisa dikatakan bahwa semakin banyak jumlah disebabkan karena perbandingan jumlah komposisi
substrat, maka akan membutuhkan waktu yang yang diberikan pada variasi tersebut dapat dikata-
kan berimbang, dari pemberian tandan kosong
lebih lama dalam menyelesaikan tahapan ini. Pada
kelapa sawit, rumen dan air, yang menyebabkan
variasi A proses tahapan metanogenesis berlang-
proses metanogenesis yang berjalan secara mak-
sung secara singkat yaitu selama 3 hari. Hal ini
simal. Kadar metan yang besar disebabkan karena
disebabkan, karena jumlah pemberian Tandan
jumlah rumen yang besar.
Kosong Kelapa Sawit dan air yang lebih sedikit dan
jumlah rumen yang lebih besar dibandingkan Sedangkan pada variasi D jumlah bakteri yang
dengan variasi lain. Dalam hal ini pemberian rumen sedikit akan menyebabkan proses metanogenesis
yang banyak akan mempengaruhi waktu retensi menjadi terhambat akibat dari banyaknya substrat
peroduksi gas pada tahapan metanogenesis yang yang diberikan dari pada rumen, sehingga aktifitas
akan cenderung lebih pendek. pada proses tahapan metanogenesis pada tahapan
ini tidak berjalan secara maksimal.
Menurut Saputro et al. [5] pemberian jumlah sum-
ber bakteri lebih besar dari pada jumlah persediaan Tekanan yang tinggi pada variasi D disebabkan
makanan yang disediakan, maka akan mengakibat- karena lamanya produksi gas pada tahapan meta-
kan kekurangan makanan sehingga bakteri tidak nogenesis yang disebabkan oleh banyaknya asam
terlalu produktifitas. Sedangkan menurut penelitian yang akan dirombak dari tahapan sebelumnya,

139
Caroko et al. / Pengaruh Komposisi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit / SNTI UK. Petra / Surabaya, November 2014 / pp. 135140

sehingga akan menghasilkan gas yang banyak, pemberian jumlah rumen yang banyak ternyata
namun pada kasus diatas tingginya gas yang tidak selalu berdampak pada tekanan yang tinggi,
dihasilkan tidak mempengaruhi kadar metana yang namun pada kadar metana yang dihasilkan.
dihasilkan, karena jumlah rumen yang diberikan
pada perlakuan ini merupakan jumlah yang paling Daftar Pustaka
rendah walaupun dengan perbandingan substrat
yang banyak. 1. Ditjenbun, Direktorat Jendral Perkebunan, 2013
2. Caroko, N., Biomassa, Yogyakarta: Fakultas
Menurut penelitian yang dilakukan Palupi [6], pe- Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakar-
nambahan kadar substrat ternyata tidak mening- ta, 2013.
katkan aktivitas bakteri metanogen dalam meng-
3. Wahyuni, S., Biogas Energi ALternatif Pengganti
konversi asam organik yang dihasilkan menjadi
BBM, Gas dan Listrik. Jakarta: AgroMedia
biogas.
Pustaka, 2013.
4. Purwanto, dkk. ,Optimasi Konsentrasi Berbagai
Sedangkan penelitian yang dilakukan Gamayanti,
Biomassa dengan Starter Kotoran Sapi terhadap
[7] menyatakan bahwa penambahan limbah cairan
rumen dapat menghasilkan kadar metan yang lebih Aktivitas Dekomposisi Anaerobik pada Proses
tinggi (mencapai 53%) dengan volume 405,5 ml Pembuatan Biogas. Yogyakarta: Fakultas Per-
dalam waktu 40 hari, hal ini menunjukkan bahwa tanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
penambahan limbah cairan rumen memberikan 2012.
dampak positif terhadap pembentukan biogas mau- 5. Saputro, R. R., dan Putri, D. A. Pembuatan
pun kadar gas metan. Biogas dari Limbah Peternakan. Semarang:
Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, 2009.
Simpulan 6. Palupi. ,Studi Pembuatan Biogas Dari Tandan
Kososng Kelapa Sawit, Perikarp, dan lumpur
Pemberian rumen sebagai starter sangat ber- Limbah Pabrik Kelapa Sawit Melalui Permentasi
pengaruh pada proses pembentukan biogas. Pada Media Padat. Bogor: Fakultas Teknologi Per-
tahapan hidrolisis, pemberian rumen dalam jumlah tanian Institute Pertanian Bogor, 1994.
yang banyak akan menambah tekanan pada 7. Gamayanti, K. N.. Pengaruh Penggunaan Lim-
tahapan ini. Pada tahapan asidifikasi, pemberian bah Cairan Rumen dan Lumpur Gambut seba-
jumlah rumen dalam jumlah banyak akan memper- gai Starter dalam Proses Fermentasi Metanoge-
cepat proses tahapan ini dan menambah tekanan nik. Yogyakarta: Fakultas Peternakan Univer-
pada tahapan ini. sitas Gadjah Mada, 2012.

Sedangkan pada tahapan metanogenesis, dengan

140