Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN

Pokok Bahasan : Perawatan Metode Kangguru


Sub Pokok bahasan : Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Metode
Kangguru
Waktu dan pelaksanaan : April 2017 Pukul 09.00 WIB sampai selesai
Tempat : RSPA. Boyolali
Pelaksana :
1. Aisyah Sri Rahayu J 230 165 002

2. Hafit Prasetyo Bayu Aji J 230 165 078

3. Susanti Nurpatminingsih J 230 165 086

Audience / sasaran : Keluarga yang memiliki bayi dengan Berat Badan Lahir
Rendah

A. Latar Belakang
Metode kangguru (kangaroo care) mulai dikembangkan sejak 1978 oleh
Neos Edgar Rey dan Hector Martines, peneliti pada Instituto Materno Infantile
in Santa Fe De Bogota Colombia. Dan akhirnya diterapkan di Columbia pada
tahun 1983, metode kangguru disebut juga dengan perawatan bayi lekat,
Kangaroo Mother Care, Breastcrawl, dan skin to skin contact.
Awalnya metode ini hanya diperuntukkan bagi bayi premature dengan
berat badan yang kurang (BBLR), karena terbukti efektif meningkatkan berat
badan bayi dengan cepat dan optimal, serta dapat menstabilkan suhu tubuh,
denyut jantung, dan frekuensi pernapasan bayi premature. Namun, sekarang
metode kangguru ini tidak terbatas bagi mereka yang melahirkan bayi premature
dan berat badan kurang saja. Metode ini juga dilakukan pada bayi normal, baik
itu yang lahir secara normal melalui vagina, maupun melalui bedah cesar.
Bahkan, pelaksanaan proses inisiasi menyusui dini, merupakan salah satu
penerapan dari metode kangguru.

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 1


Hal ini karena saat melakukan metode kangguru, dimana terjadi kontak
antara kulit ibu dan kulit bayi (skin to skin contact), terbukti tidak hanya efektif
meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis bayi, tetapi juga ibu. Tidak itu saja,
metode ini juga dapat meningkatkan kualitas hubungan antara ibu dan bayinya.
Banyaknya manfaat penerapan metode kangguru pada ibu dan bayi, serta
penggunaannya yang praktis, ekonomis, dan dapat dilakukan dimana saja, baik
saat perawatan di rumah sakit maupun setelah pulang dirumah, menuntut kita
untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai pelaksanaan metode kangguru,
tata cara dan manfaatnya, terutama bagi ibu yang mempunyai BBLR/ bayi
dengan berat badan kurang.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 30 menit keluarga
mengetahui, memahami tentang pentingnya dan cara menggunakan
perawatan metode kangguru.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan keluarga dapat mengerti :
a. Pengertian Perawatan Metode Kangguru
b. Tujuan Perawatan Metode Kangguru

c. Keuntungan Perawatan Metode Kangguru Untuk Bayi

d. Kriteria Bayi yang dilakukan Perawatan Metode Kangguru


e. Persiapan sebelum Perawatan Metode Kangguru
f. Cara Melakukan Perawatan Metode Kangguru

C. KARAKTERISTIK PESERTA
Keluarga yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 2


D. MEDIA DAN ALAT
1. Lembar Balik / Poster
2. Leaflet
3. Baju ukuran besar dari badan
4. Handuk atau kain lebar yang elastik atau kantong yang dibuat sedemikian
untuk menjaga tubuh bayi

E. METODE
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya Jawab

F. ORGANISASI PELAKSANA

Keterangan :
Lembar Balik / poster

Moderator

Penyampai materi

Fasilitator

Peserta
G. PLAN OF ACTION
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Individu
1 5 menit Pembukaan : Menjawab salam
Memberi salam perkenalan Mendengarkan dan
Menjelaskan tujuan pembelajaran Memperhatikan

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 3


2 10 menit Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan Menyimak dan mendengarkan
secara berurutan dan teratur.
Materi :
a. Pengertian Perawatan Metode
Kangguru
b. Tujuan Perawatan Metode
Kangguru
c. Keuntungan Perawatan Metode
Kangguru Untuk Bayi
d. Kriteria Bayi yang dilakukan
Perawatan Metode Kangguru
e. Persiapan sebelum Perawatan
Metode Kangguru
f. Cara Melakukan Perawatan
Metode Kangguru

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 4


3 10 menit Evaluasi:
Meminta individu untuk menjelaskan Bertanya dan menjawab
kembali atau menyebutkan :
a. Pengertian Perawatan Metode
Kangguru
b. Tujuan Perawatan Metode
Kangguru
c. Keuntungan Perawatan Metode
Kangguru Untuk Bayi
d. Kriteria Bayi yang dilakukan
Perawatan Metode Kangguru
e. Persiapan sebelum Perawatan
Metode Kangguru
f. Cara Melakukan Perawatan
Metode Kangguru

4 5 menit Penutup :
Mengucapkan terima kasih dan Menjawab salam
mengucapkan salam

H. MATERI
1. Pengertian Perawatan Metode Kangguru
2. Tujuan Perawatan Metode Kangguru

3. Keuntungan Perawatan Metode Kangguru Untuk Bayi

4. Kriteria Bayi yang dilakukan Perawatan Metode Kangguru


5. Persiapan sebelum Perawatan Metode Kangguru
6. Cara Melakukan Perawatan Metode Kangguru

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 5


I. EVALUASI
1. Struktur
a. Peserta hadir ditempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang menyusui
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
(SAP, leaflet, lembar balik)
2. Proses
a. Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugas
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
c. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
d. Peserta mengajukan pertanyaan dan mahasiswa menjawab pertanyaan
secara benar
3. Hasil
Peserta mampu :
a. Menyebutkan pengertian metode kangguru
dengan bahasa sendiri
b. Menyebutkan waktu pelaksanaan metode
kangguru
c. Menyebutkan pengertian BBLR
d. Menyebutkan 2 dari 4 alasan penggunaan
metode kangguru pada BBLR
e. Menyebutkan 3 dari 5 kriteria BBlR untuk
metode kangguru
f. Menjelaskan cara melakukan metode
kangguru
g. Menjelaskan pemantauan saat melakukan
metode kangguru
h. Menyebutkan 5 dari 8 manfaat metode
kangguru pada BBLR

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 6


DAFTAR PUSTAKA
Bohnhorst, B, T. Heyne. (2011). Skin to skin (Kangoroo) care, respiratory
control, and thermoreguatin. J Pediatric 138 (2) : 193-7
Depkes RI. (2008). Perawatan Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) dengan metode
kangguru. Jakarta: Health Technology Assesment Indonesia. Depkes RI
Feldman, R, A, L. Eidelman. (2009). Comparison of skin to skin (Kangoroo) and
tradicional care : Parenting outcomes and preterm infant development.
Pediatics 110 : 16-26
Wong, D, L. (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong. Volume 1. Edisi 6.
Penerbit Buku Kedokteran: EGC

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 7


Lampiran Materi
Perawatan Metode Kangguru (PMK)

A. Pendahuluan
Asuhan metode Kangguru merupakan asuhan yang
dirancang untuk neonatus dengan berat badan lahir rendah
atau kurang bulan. Asuhan ini dikenal juga dengan metode skin
to skin yaitu kontak kulit dengan kulit anatara ibu dan bayi
dengan mempertahankan suhu tubuh normalnya (Wong, 2008).
Kontak kulit dengan kulit harus dimulai secara bertahap
dengan transisi secara hati-hati sehingga menjadi
berkesinambungan. Sesi selama 60 menit atau kurang harus
dihindari karena perubahan yang terlalu sering akan membuat
bayi stress. Waktu kontak kulit dengan kulit diperpanjang secara
bertahap agar menjadi selama mungkin. Ibu bisa tidur dengan
bayi yang diletakan dengan posisi kangguru benar. Lamanya
bayi dalam posisi Kangguru kalau mungkin 24 jam terus
menerus. Jika 24 jam sehari tidak bisa dilakukan, bisa digantikan
minimal 1 jam per hari. Kalau ibu tidak sempat bisa fungsinya
sementara diganti oleh keluarga lain (Bohnhorst, 2011).
Perawatan Metode Kangguru dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
1) PMK Intermiten.
Adalah jangka waktu perlekatan bayi dengan ibu minimal 60 menit perhari.
Bayi dalam proses penyembuhan yang masih memerlukan pengobatan medis
misalnya menggunakan infus dan oksigen.
2) PMK kontinyu
Adalah kondisi yang harus dalam keadaan stabil, dan bayi harus dapat
bernapas secara alami tanpa bantuan oksigen.

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 8


BBLR membutuhkan bantuan dan waktu untuk penyesuaian kehidupan
di luar rahim. Mereka juga memerlukan bantuan untuk tetap hangat dan
mendapatkan ASI yang cukup untuk tumbuh. Satu cara untuk menolong bayi
mendapatkan kebutuhan ini adalah menjaga bayi tetap kontak kulit dengan kulit
ibunya. Perawatan metode kangguru adalah suatu cara agar BBLR terpenuhi
kebutuhan khusus mereka terutama dalam mempertahankan kehangatan suhu
tubuh. Untuk melakukan PMK, tentukan bayi memiliki berat lahir <2500 gram,
tanpa masalah/komplikasi (Feldman, 2009).

B. Tujuan Perawatan Metode Kangguru


Menurut Ulfah (2010), tujuan dalam perawatan metode kangguru yaitu
kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi dapat menurunkan hilangnya panas
melalui konduksi dan radiasi serta bertujuan untuk mempertahankan neutral
thermal environment/NTE, yaitu kisaran suhu lingkungan sehingga bayi dapat
mempertahankan suhu tubuhnya tetap normal dengan metabolisme basal
minimum dan kebutuhan oksigen terkecil. Metode ini dapat juga dilakukan
untuk bayi sehat. Sehingga dengan kontak langsung kulit ibu bayi ini kebutuhan
dasar dari bayi berupa kehangatan, ASI, kasih sayang dan perlindungan bisa
dipenuhi.

C. Keuntungan Perawatan Metode Kangguru


Beberapa penelitian menyebutkan metode ini
memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh bayi
dan ibu :
1) Untuk meningkatkan Berat Badan terutama pada BBLR
2) Menjaga kehangatan, agar suhu tubuh bayi tetap normal.
Suhu optimal didapat lewat kontak langsung kulit ibu dengan
kulit bayi. Suhu ibu merupakan sumber panas yang efisien
dan murah.
3) Mempercepat pengeluaran ASI dan meningkatkan
keberhasilan menyusui sehingga Inisiasi Menyusu Dini juga

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 9


akan cepat tercapai dalam tahap metode ini dan apabila ASI
sudah keluar manfaat ekonomis juga akan dirasakan. Ibu
selain mudah, praktis dan murah dapat meyusui bayinya,
tidak perlu juga membeli susu formula yang harganya cukup
mahal
4) Menjalin ikatan batin antara ibu dan bayi.
Metode ini akan lebih mendekatkan ikatan batin ibu dan si
bayi, karena apabila bayi berada di inkubator, hubungan bayi
dan ibu akan terbatas. Dengan metode PMK ini akan
diketahui pengaruh kontak langsung ibu-bayi : ikatan kasih
sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti
skin to skin contact. Bayi akan merasa aman dan puas
karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan
mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi
masih dalam rahim. Bayi dapat merasakan sentuhan lembut
ibu, ungkapan rasa sayang dan perhatian seorang ibu. Bayi
prematur yang mendapat banyak sentuhan ibu, menurut
penelitian, menunjukkan kenaikan berat badan yang cepat
dari pada jika si bayi jarang disentuh.
5) Perlindungan dari infeksi
6) Mengurangi lama menangis pada bayi
7) Dapat mengurangi biaya rumah sakit.
Hal ini berkaitan dengan penggunaan ikubator di rumah sakit
yang cukup mahal, sehingga dengan menggunakan asuhan
metode kangguru dapat mengurangi biaya rumah sakit
8) Metode bisa dilakukan oleh anggota keluarga lain, jika ibu
perlu istirahat, termasuk ayah, saudara,atau petugas
kesehatan. Bila tidak ada yang menggantikan , bayi diberi
pakaian hangat atau topi, dan diletakkan di box bayi dalam
ruangan yang hangat (Feldman, 2009).

D. Kriteria Melakukan Perawatan Metode Kangguru

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 10


1. Bayi tidak mengalami Kesulitan Bernapas
2. Bayi tidak mengalami Kesulitan Minum
3. Bayi tidak Kejang
4. Bayi tidak Diare
5. Ibu dan keluarga bersedia dan tidak sedang sakit
Lakukan PMK untuk menghangatkan bayi bila memenuhi syarat diatas.
Metoda kangguru sangat baik dilakukan selama dalam perjalanan ke tempat
rujukan. Metoda ini berguna untuk mempercepat terjadinya kestabilan suhu
tubuh dan merangsang bayi baru lahir segera mengisap puting payudara ibu
(Feldman, 2009).

E. Persiapan sebelum melakukan Perawatan Metode Kangguru


1. Persiapan ibu
a) Membersihkan daerah dada dan perut dengan cara mandi
dengan sabun 2-3 kali sehari.
b) Membesihkan kuku dan tangan
c) Baju yang dipakai harus bersih dan hangat sebelum
dipakai.
d) Bila baju ibu tidak dapat menyokong bayi, ibu dapat
menggunakan handuk/ kain (dilipat diagonal,difiksasi
dengan ikatan atau peniti yang aman di baju ibu), kain
lebar yang elastik, atau kantong yang dibuat sedemikian
rupa untuk menjaga tubuh bayi. Bisa juga memakai baju
dengan ukuran lebih besar dari badan ibu, bayi diletakkan
di antara payudara ibu,baju ditangkupkan. Kemudian ibu
memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar ibu
tidak jatuh.
e) Selama pelaksanaan Metode Kangguru ibu tidak memakai
BH
f) Bagian bawah baju diikat dengan pengikat baju atau kain
g) Memakai kain baju yang dapat direnggang
2. Persiapan Bayi

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 11


a) Bayi jangan dimandikan, tetapi cukup dibersihkan dengan
kain bersih dan hangat
b) Bayi perlu memakai tutup kepala atau topi, kaos kaki, dan
popok selama penggunaan metode ini.
c) Posisi bayi vertikal ditengah payudara atau sedikit ke
samping kanan/kiri sesuai dengan kenyamanan bayi serta
ibu.Usahakan kulit bayi kontak langsung dengan kulit
ibunya terus menerus
d) Saat ibu duduk atau tidur posisi bayi tetap tegak
mendekap ibu.
e) Setelah bayi dimasukkan ke dalam baju, ikat kain
selendang di sekeliling atau mengelilingi ibu dan bayi.

F. Pelaksanaan Perawatan Metode Kangguru memiliki 4 komponen :


1. Posisi PMK
Bayi telanjang dada (hanya memakai popok,topi, kaus tangan, kaus kaki),
diletakkan telungkup di dada dengan posisi tegak atau diagonal. Tubuh bayi
menempel/kontak langsung dengan ibu. Atur posisi kepala, leher dan badan
dengan baik untuk menghindari terhalangnya jalan napas. Kepala menoleh
ke samping di bawah dagu ibu (ekstensi ringan). Tangan dan kaki bayi
dalam keadaan fleksi seperti posisi katak

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 12


Gambar 1. Kemudian fiksasi dengan selendang

Gambar 2. Ibu mengenakan pakaian/blus longgar sehingga bayi berada


dalam 1 pakaian dengan ibu. Jika perlu, gunakan selimut.

Gambar 3.
a) Bayi diletakkan diantara payudara ibu dalam posisi tegak
dengan dada bayi menempel pada dada ibu.
b) Kepala bayi dipalingkan ke sisi kanan atau kiri, dengan
posisi sedikit tengadah.
c) Kedua tungkai bayi ditekuk sedikit seperti posisi kodok.

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 13


d) Dalam posisi berdiri tubuh ibu dan bayi diikat dengan kain
selendang atau kemben berbahan elastis untuk menahan
badan bayi agar tidak jatuh.
e) Pastikan bahwa kain melekat erat dibagian dada dan
bukan dibagian perut, jangan mengikat terlalu keras
dibagian perut bayi tapi harus disekitar epigastrium ibu.
Dengan cara ini bayi leluasa bernafas dengan perut dan
nafas ibu akan menstimulasi bayinya .
f) Selanjutnya bayi hanya mengenakan popok, topi hangat,
dan kaus kaki. Tetapi apabila suhu sedang dingin, boleh
dipakaikan baju tanpa lengan berbahan katun yang dibuka
di bagian depannya, agar dada bayi tetap dapat
menempel (kulit ke kulit) pada dada ibu.
g) Ibu dapat bebas bergerak,seperti duduk,berjalan, berdiri,
makan, dan lain-lain.
h) Pada waktu tidur, PMK dapat dilakukan dengan cara posisi
ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan
beberapa bantal di belakang punggung ibu.

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 14


Gambar 4. Bisa melakukan KMC dengan posisi berdiri

Gambar 5. Bisa melakukan KMC dengan posisis duduk

Gambar 6. Bisa melakukan KMC dengan posisi tiduran

2. Nutrisi
Selama pelaksanaan PMK, BBLR hanya diberikan ASI. Melalui PMK akan
mendukung dan mempromosikan pemberian ASI eksklusif, karena ibu menjadi
lebih cepat tanggap bila bayi ingin menyusu. Bayi bisa menyusu lebih lama dan
lebih sering. Bila bayi dibawa ke fasilitas kesehatan dan bayi tidak mampu
menelan ASI dapat dilakukan pemasangan Oro Gastric Tube (OGT) untuk
dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 15


3. Dukungan

Keluarga memberikan dukungan pada ibu dan bayi untuk pelaksanaan


perawatan metoda kangguru. Di fasilitas kesehatan , pelaksanaan PMK akan
dibantu oleh petugas kesehatan.

4. Pemantauan

BBLR yang dirawat di fasilitas kesehatan yang dapat dipulangkan lebih


cepat (berat < 2000 gram) harus dipantau untuk tumbuh kembangnya. Apabila
didapatkan tanda bahaya harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Kunjungi BBLR minimal dua kali dalam minggu pertama, dan selanjutnya sekali
dalam setiap minggu sampai berat bayi 2500 gram dengan mempergunakan
algoritma MTBM (Bohnhorst, 2011).

G. Hal- hal yang perlu dipantau selama PMK


Hal- hal yang perlu dipantau selama PMK adalah sebagai berikut :
1. Pastikan suhu aksila normal (36,5 37,5 C )
2. Pastikan pernapasan normal (30-60 X/menit)
3. Pastikan tidak ada tanda bahaya
4. Pastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup (minimal menyusu tiap 2 jam)
Pastikan pertumbuhan dan perkembangan baik (berat badan akan turun pada
minggu pertama antara 10-15%, pertambahan berat badan pada minggu kedua
15g/KgBB/hari) (Feldman, 2009).

Profesi NERS XVI UMS Stase Keperawatan Anak | 16