Anda di halaman 1dari 102

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN GEDUNG IGD DAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA

A UMUM

Aceh adalah sebuahprovinsidiIndonesia. Aceh terletak di ujung utara pulauSumaterad


merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalahBanda Aceh.
Jumlah penduduk provinsi ini sekitar 4.500.000 jiwa.
Luas wilayah NAD seluas 57.365,57 km per segi atau merangkumi 12.26% pulau Sumatra
yang terdiri atas 119 buah pulau, 73 sungai yang besar dan 2 buah danau.
area terluas yang mencapai 39.294,20 km2 adalah lahan hutan, diikuti lahan perkebunan ke
seluas 3.675,01 km2. Sedangkan lahan pertambangan mempunyai luas terkecil yaitu 4,43 km

Batas Utara : Teluk Benggala


Batas Selatan : Samudra Hindia
Batas Timur : Selat Malaka
Batas Tenggara da: Sumatera Utara

Demikian sekilas tentang kota dimana akan dilaksanakan Pembangunan Gedung IGD
dan Administrasi Rumah Sakit Umum Daerah Muraxa

B PELAKSANAAN

Metode pelaksanaan merupakan penjabaran tata cara dan teknik-teknik pelaksanaan pekerja
Pada dasarnya metode pelaksanaan konstruksi merupakan penerapan konsep rekayasa yang
pada keterkaitan antara persyaratan dalam dokumen pelelangan, keadaan teknis dan ekono
di lapangan, dan seluruh sumber daya termasuk pengalaman kontraktor. Metode pelaksanaa
proyek untuk setiap jenis bangunan berbeda-beda.
Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Penggunaan metode yang t
praktis, cepat dan aman sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek
Sehngga target waktu, biaya dan mutu sebagaimana ditetapkan dapat tercapai.

Adapun pekerjaan yang akan di persiapkan dalam pelaksanaan


Pembangunan Gedung IGD dan Administrasi Rumah Sakit Umum Daerah Muraxa
Sesuai dengan item pekerjaan yang terdapat dalam Bill of Quantity Pembangunan Gedung IG
dan Administrasi Rumah Sakit Umum Daerah Muraxa akan dijelaskan dalam metode ini.

I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pengukuran (Marking)
2 Direksi Keet
3 Gudang Alat dan Bahan
4 Papan Nama Proyek
5 Listrik Kerja dan Air Kerja
6 Mobilisasi dan Demobilisasi
7 K3 dan Lain-lain
8 ADM/Dokumentasi

1 Pengukuran (Marking)
Marking adalah salah satu item pekerjaan surveyor di lapangan yang serin
dibutuhkan pada setiap pekerjaan struktur dan arsitektur, sebagai panduan
untuk memulai pekerjaan yaitu memplot gambar dan ukuran pasangan din
dan gambar kerja ke lantai kerja. Dimaksimalkan agar setiap pekerjaan ata
pemasangan sesuai dengan gambar kerja. Dalam bentuk desain, ukuran, p
ruang secara presisi bisa dicapai.

Peralatan Marking :
a. Waterpass/Theodolite
b. Rambu
c. Unting-unting
d. Alat tulis

Langkah Kerja :
a. Siapkan kebersihan area lantai kerja dari debu, sampah dan air, usaha
kering agar tinta sipatan bisa menempel sempurna di lantai dan tidak
b. Sebar As grid gedung dari silang koordinat central line di empat sudut
Biasanya ditiap lantai telah disediakan saat pekerjaan struktur berupa
ukuran 20 cm x 20 cm untuk keperluan pemindahan as dari lantai ke la
agar vertikality tetap terjaga. Langkah ini menggunakan theodolith. Tem
di as grid di kolom/shear wall. (Penentuan gridline disaksikan oleh direk
c. Setelah as grid tersebar dilantai barulah marking pasangan dinding un
sebagai alatnya digunakan sipatan tinta dasar warna hitam. Garis sipat
untuk posisi pasangan Light break / plester / finsh dan pinjaman garis
mempermudah proses pengkuran selanjutnya juga garis markingan di
existing untuk menjaga vertikality saat pemasangan.
d. Marking dimulai dari pembatas unit selanjutnya toilet dan ruangan lain
e. Secara teknis ukuran ruang diasumsikan dari as dinding untuk meminim
kesalahan yang diakibatkan kekeliruan menghitung jarak ukuran sehin
pada space ruang tidak sesuai dengan gambar rencana.

Penentuan dg waterpass Penentuan Elevasi Finishing

Penentuan Centerline Dinding Penentuan As Opening P

Langkah Akhir
a. Setelah selesai dimarking pengecekan ulang / cross check kembali dila
meminimalisir kesalahan yang selalu ada selama proses pengukuran. R
tidak semata dilakukan survey tapi tetapi dibantu oleh supervisor dan
b. Beri identitas pada sipatan dengan spidol atau pilox agar setiap orang
penandaan mencakup central line pasangan dinding, kolom praktis, pi

2 Direksi keet
Kantor proyek di bangun sebagai tempat bekerja bagi para staf baik staf da
maupun pemilik proyek di lapangan. Pembuatan direksi keet Pembanguna
permanen karena hanya bersifat sementara, namun tetap mengutamakan
pada spesifikasi teknis dokumen pelelangan yakni Direksi keet dilengkapi
dokumen kontrak.
Khusus untuk Direksi Keet dapat juga di sewa / kontrak jangka pendek sesu
Namun hal ini perlu mendapat persetujuan dari direksi / pengawas.
Fasilitas dan kelengkapan Direksi Keet baik dibangun di lokasi pekerjaan m
haruslah memadai dan dapat dipakai dengan nyaman.
Adapun kelengkapan sebagai berikut :
a. Untuk Ruang kantor dan ruang Rapat didalamnya dilengkapi meja, kurs
gambar kerja, time schedule, struktur organisasi proyek, papan tulis,
alat pemadam kebakaran, buku tamu, buku direksi dan laporan harian
Ruang ini digunakan sebagai kantor sementara kontraktor dan dipakai
sewaktu-waktu perlu dilakukannya rapat kerja.
b. Letak direksi keet dibuat pada tempat yang mudah dijangkau dan mud
dalam proses bongkar muat material yang akan digunakan.
c. Barak kerja dibuat untuk tempat tinggal sementara tenaga kerja selam

3 Gudang Alat dan Bahan


Pembuatan Gudang Material dan peralatan bertujuan untuk melindung ma
maupun alat dari pengaruh cuaca.

Gudang Material
Gudang penyimpanan bahan ini dibuat untuk tempat bahan material yang
untuk menjaga keselamatan dari bahan tersebut. Untuk Gudang penyimpa
tempatnya harus baik sehingga terlindung dari kelembaban atau keadaan
yang merusak. Lantai penyimpanan harus kuat dan berjarak minimal 30 cm
dari permukaan tanah.

4 Papan Nama Proyek


Papan nama proyek dibuat sesuai dengan petunjuk direksi/pengawas.
Papan nama proyek ini didirikan pada lokasi yang mudah terlihat oleh
masyarakat yang melintas di area lokasi pekerjaan.
Papan nama proyek ini dipasang dengan 2 (dua) buah kaki yang terbuat da
dan pada bagian bawah diberi adukan secukupnya agar dapat berdiri koko

Papan Nama Proyek


Papan nama proyek ini berisikan informasi mengenai proyek yang sedang d
a. Nama Kegiatan
b. Nama Pekerjaan
c. Sumber Dana
d. Nilai Kontrak
e. Waktu Pelaksanaan
f. Kontraktor Pelaksana
g. Konsultan Pengawas

5 Listrik Kerja dan Air Kerja


Perhitungan kebutuhan sumber daya
Perhitungan sumber daya dalam hal ini adalah menyangkut kebutuhan listi
Perhitungan listrik kerja
Listrik yang dimaksud adalah jumlah daya yang di perlukan untuk pengope
alat-alat yang di butuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan.
a. Mesin potong kramik
b. Bor listrik
c. Pompa air
d. Penerangan
e. Dan alat-alat yang membutuhkan tenaga listrik di lapangan
Kebutuhan air kerja
Kebutuhan air kerja yang di butuhkan untuk keperluan proyek , dan bisa di
atau PDAM .Air kerja di perlukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan;
a. Batchting Plan untuk pembuatan Mortar (Beton Molen)
b. Pengetesan peralatan mekanikal
c. Perawatan Pelesteran Dinding Tembok
d. Perawatan Beton
e. Dan lain-lain

6 Mobilisasi dan Demobilisasi


Mobilisasi Peralatan
Peralatan yang dimobilisasi pda tahap awal, adalah peralatan yang di butu
membangun fasilitas-fasilitas proyek, seperti : Direks Keet, Gudang, Pagar
Peralatan yang di gunakan masih terbatas pada peralatan ringan seperti al
Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, person
perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan
pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan gambar kerja.
Dalam Pelaksanaan Proyek ini Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan yang d
a. Lift Kerja
b. Waterpass/Theodolite
c. Komputer
d. Printer
e. Mesin Las
f. Concrete Vibrator
g. Molen
h. Mini Vibro kap. 1 ton
i. Pompa air 3" dan 4"
j. Generator set kap 25 KVA
k. Dump truck 3 -4 m3
l. Stamper

Personil terdiri dari:


a. Kepala
SiteProyek
Manager_x000D_
b.
c. Tenaga Ahli Struktur
d. Tenaga Ahli Arsitektur
e. Tenaga Ahli Mekanikal
f. Tenaga Ahli Elektrikal
Koordinator HSE_x000D_
g.
Surveyor_x000D_
h.
i. Quality Control
j. Logistik
k. Operator-operator alat berat
Tenaga harian_x000D_
l. _x000D_

Pada saat mobilisasi alat berat diangkut menggunakan mobil trailer, trailer
harus memiliki perlengkapan yang memadai.
Demobilisasi
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralat
dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah digunakan
penyimpanan alat, barak pekerja, gudang, dan lain sebaginya kembali ke k

7 K3 dan Lain-lain
Suatu sistim kerja terpadu, disiplin kerja, fasilitas dan adanya komitmen da
jawab yang jelas sangat diperlukan untuk mengatasi dan mengurangi resik
dan permasalahan yang terjadi. Manajemen yang efektif dan efisien perlu
prioritas utama terhadap resiko-resiko penting sebelum memulai proyek ko
Selain itu, penting untuk menentukan alokasi resiko kecelakaan kerja yang
mengurangi kerugian biaya, waktu dan kualitas akibat resiko tersebut.
Tiga faktor dalam penerpan SMK3 di proyek konstruksi yaitu peran manaje
lingkungan kerja, serta kesadaran dan kualitas pekerja. Penerapan SMK3 ya
memberikan efek yang signifikan terhadap manfaat proyek, yang dapat diu
efisiensi, nilai efisiensi, peningkatan dari hasil kualitas kerja dan juga peni

Safety Talk oleh Koordinator HSE


Kegiatan ini dilakukan seminggu sekali yang wajib dihadiri oleh seluruh pek
Penerapan APD pada para pekerja
APD minimum yang wajib digunakan pekerja :
a. Safety helmet
b. Safety shoes
c. Body harnest (untuk ketinggian diatas 2 m)

8 ADM/Dokumentasi
Administrasi proyek sangat membatu dalam kelancaran proses konstruksi,
kegiatan ini terus berlangsung selama proyek berjalan, hingga selesai.
Dokumentasi berupa foto-foto kegiatan proses kontruksi, sebagai bahan lap

II PEKERJAAN ARSITEKTUR

II.1 PEKERJAAN PASANGAN


Pasangan Batu Bata
a. Sebelum dinding dipasang, batu bata yang digunakan terlebih dahulu di re
b. Pasang acuan kayu (profil) secara vertikal pada setiap ujung dinding yang a
c. Di ukur dan di tandai jarak setiap ketinggian pasangan batu bata dan di ko
horisontalnya antara ujung satu dengan yang lainnya.
d. Beri adukan mortar (sebagai perekat) pada setiap sambungan antara batu
sambungan atas dan bawah dari batu bata / bata ringan tidak boleh memb
e. Tinggi pemasangan dinding batu bata /bata ringan dalam satu hari supaya
untuk menjaga keruntuhan.
f. Adapun peralatan yang digunakan yaitu waterpass, skrop, ember, benang,

Pekerjaan plesteran dinding


Pekerjaan plesteran dilakukan setelah pekerjaan dinding dilakukan atau dapat ju
setelah dinding dipasang. Proses pelaksanaan pekerjaan plesteran yaitu :
Pasir pasang yang akan digunakan terlebih dahulu diayak. Hal ini untuk me
yang ada pada pasir.
Siapkan material yang akan di pakai pada lokasi yang terdekat atau strateg
Siram permukaan batu bata dengan air sampai basah secara merata.
Buat adukan untuk kamprotan dengan perbandingan tertentu (misalkan =
Lakukan kamprotan pada bidang yang telah dicuring dengan jarak lempara
dari permukaan yang dikamprot dengan ketebalan 15 - 20 mm.
Setelah bidang yang dikamprot kering, lakukan penyiraman (curing) selam
Setelah itu mulailah membuat caplakan dengan adukan 1 pc : 3 ps.
Buat kepalaan dengan ketebalan 15 mm.
Lanjutkan dengan penyiraman jika kepalaan telah mengering.
Pastikan bidang yang akan diplester telah dicuring.
Buat adukan 1 pc : 3 ps, gunakan pasir yang diayak ( halus ).
Lakukan plesteran pada bidang bidang yang telah ada kepalaannya
seluruh permukaan pada setiap bagian dengan cara dilempar dari ja
Gunakan jidar untuk meratakan permukaan sesuai dengan kepalaan
Saat plesteran setengah kering, gunakan roskam untuk mengosok per
Lanjutkan dengan curing selama 7 hari : pagi, siang dan sore sampai perm
plesteran benar benar basah seluruhnya.
Setelah cukup usia curing, keringkan bidang tersebut selama 1 hari.

Acian Semen
Setelah plesteran kering,lakukan penyiraman untuk dilakukan peng acian.
Laburkan acian semen pada bidang dinding,lalu ratakan, tunggu sampai seteng
lalu gosok dengan roskam sampai rata.
Setelah kering gosok dengan kertas sak semen sampai halus dan rata.

Openingan Pintu dan Jendela.


Setelah dilakukan plesteran dan acian pada bidang dinding, selanjutnya dilakuka
finishing openingan pintu dan jendela.
Pasang list / jidar untuk meratakan bidang yang akan difinish.
Perhatikan sudut-sudutnya harus benar-benar siku.

Plint keramik
Pada saat melakukan plesteran biasanya 15-20 cm akan disisakan pada bagian
Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemasangan plint keramik.
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pemasangan keramik lantai.
Ukur 11 cm dari atas lantai, marking dengan benang sipat, kemudian lakukan pe
dengan mesin potong keramik, bobok sesuai kebutuhan pemasangan plint.
Pasangan plint keramik, dan finish bagian atasnya dengan tali air.

Keramik dinding
Siapkan peralatan dan bahan bahan yang akan digunakan.
Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain lain.
Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman :
- ukuran / dimensi.
- presisi.
- warna / corak.
Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air ( ember ) selama 1
Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan/tatakan keram
Membuat garis-garis sipatan waterpas pada dinding keramik keliling +/- 1m untu
ketinggian dan kedataran pemasangan keramik.
Membuat lot pada dinding di tiap pojok ruangan dan kesikuannya serta garis pe
untuk pembagian keramik.
Mengukur jarak-jarak dinding untuk lebar dan tinggi ruangan, serta bagian-bagia
ruangan tersebut.
Berdasarkan data data pengukuran kemudian membuat gambar kerja untuk pe
keramik dinding tersebut.
Ukuran pemasangan keramik mengikuti gambar yang sudah dibuat sebelumnya
Pada pelaksanaan pekerjaan keramik dinding, sebaiknya keramik lantai belum te
nantinnya mendapat nut yang segaris antara dinding dan lantai.
Pemasangan keramik harus padat dan rata sehingga tidak ada keramik dengan
Membuat kepalaan keramik baik secara horisontal maupun vertikal mengikuti ga
dan lot ketegakan yang telah dibuat sebelumnya.
Sebelum keramik dipasang sebelumnya dinding dibasahi terlebih dahulu dengan

Pasangan Lantai Keramik


Siapkan peralatan dan bahan bahan yang akan digunakan.
Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain lain.
Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman :
- ukuran / dimensi.
- presisi.
- warna / corak.
Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air ( ember ) selama
1 jam.
Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan /
tatakan keramik, setelah pro ses perendaman.
Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan /
tatakan keramik, setelah pro ses perendaman.
Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini
untuk seluruh kesatuan
Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi
pada shop drawing. Kedudukan benang harus datar dan siku , apabila
dinding yang ada adalah dinding keramik, maka kedudukan nad
lantai harus disesuaikan dengan yang ada pada dinding.
Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan , sepanjang garis dasar
yang telah terpasang
Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi
keramik dengan waterpass.
Isi bagian / daerah permukaan lantai yang lain nya dengan adukan / spesi.
Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai
selesai, usahakan supaya tidak ada las lasan
Jika keramik sudah terpasang semua, ketuk per mukaan keramik dengan
palu karet untuk mendatarkan / meratakan permukaan keramik supaya
tidak rusak / cacat.
Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass
Bersihkan permukaan pasangan keramik yang telah terpasang dengan
kain / lap basah sampai bersih.
Untuk menghindari naiknya lantai ( menggelembungnya lantai ) maka
buatlah delatasi.
Kemudian siapkan isian / bahan cor nad pada bak air ( ember ) dan
aduklah hingga rata
Setelah adukan rata , isi sela sela nad dengan bahan cor nad dengan
menggunakan sendok spesi ( sekop ). Pengisian nad dilakukan
apabila kedudukan keramik telah kuat atau spesi telah kering
Kemudian rapikan nad tersebut dengan cape.
Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar -benar kering.
Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah
dipasang nad dari sisa sisa bahan cor nad dengan menggunakan
kain / lap basah sampai bersih

Step nozing
Setelah keramik tangga dipasang baik yang horizontal maupun yang vertikal
barulah dipasang step nozing pada bagian pinggir anak tangga. Dimana
ukuran step nozing sudah disiapkan pada saat pemasangan keramik yang
horizontal pada anak tangga tersebut.

II.2 PEKERJAAN SANITARY


Pekerjaan sanitair yang dilakukan meliputi pekerjaan pemasangan pipa air
bersih dan air kotor, pipa buangan air hujan, pemasangan kran air, Floor Drain
Kloset, dan lain sebagainya. Pemasangan ini berdasarkan persetujuan pemilik
dan dilihat oleh konsultan pengawas.

II.3 PEKERJAAN PLAFOND + PARTISI

Dalam proyek ini plafond yang digunakan ada empat jenis yaitu plafond
gypsum rangka metal furing atau hollow, plafond Kalsi Board rangka Kayu.
Dalam proyek ini plafond yang digunakan ada empat jenis yaitu plafond
gypsum rangka metal furing atau hollow, plafond Kalsi Board rangka Kayu.
Adapun cara pelaksanaan Plafond Gypsum yaitu :
Rangka metal furing/hollow dipasang terlebih dahulu sesuai dengan gambar
kerja (Shop Drawing).
Memperhatikan ruangan, dan mencari sisi dari ruang yang siku terlebih dahulu.
Pasang alat bantu (Scafolding), jika bisa scafolding yang digunakan memiliki
roda supaya tidak merusak keramik.
Kemudian pasang papan gypsum sesuai dengan gambar kerja.
Pemasangan diatur pertemuan antar papan pertigaan.
Untuk setiap sambungan dipasang textil untuk menutup sambungan tersebut
dipakai compound

Pemasangan plafond Kalsi Board rangka kayu


Rangka kayu dipasang terlebih dahulu sesuai dengan gambar kerja (Shop
Drawing).
Memperhatikan ruangan, dan mencari sisi dari ruang yang siku terlebih dahulu.
Pasang alat bantu (Scafolding), jika bisa scafolding yang digunakan memiliki
roda supaya tidak merusak keramik.
Kemudian pasang kalsi board sesuai dengan gambar kerja.
Pemasangan diatur pertemuan antar papan pertigaan dan diberi resin.

II.4 PEKERJAAN PENGECATAN


Pada permukaan dinding luar dan dalam, gypsum dilakukan pekerjaan
pengecatan dengan cat air dengan terlebih dahulu membersihkan permukaan
dari kotoran-kotoran, dinding-dinding diratakan/dihaluskan dengan plamir,
sebelum dicat dengan cat air dilakukan pengecatan dengan cat dasar.
Untuk bahan-bahan dari kayu seperti : piri-piri, lisplank, Kozen kayu dan Pintu
panel dilakukan pengecatan dengan cat minyak, sebelum dicat permukaan
bahan -bahan tersebut dibersihkan terlebih dahulu lalu diberi alkali kemudian
dicat dengan cat dasar untuk kemudian baru di cat dengan cat minyak.
Untuk bahan-bahan dari Besi seperti : railing tangga, penutup besi, pagar,
dan lain sebagainy. sebelum dicat permukaan bahan-bahan tersebut
dibersihkan terlebih dahulu lalu diberi minayk cat kemudian dicat dengan cat
dasar untuk kemudian baru di cat dengan cat minyak.
II.5 PEKERJAAN RAILLING
Pekerjaan railling dipabrikasi di work shop sampaipengecatan.
Pemasangan dilokasi dengan menggunakan dynabolt.

II.6 PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA


Pemasangan kusen aluminium dilakukan setelah balok gantung dan dinding
terpasang dan sudah difinishing. Sedangkan untuk pemasangan pintu dan
jendela dapat dilakukan kemudian, atau ketika pekerjaan lantai selesai
dilakukan namun tetap memperhatikan gambar detail yang ada pada shop
drawing.
Bersamaan dengan pemasangan pintu dan jendela, dipasang juga aksesoris
dari pintu dan jendela seperti, kunci tanam, handle jendela, handle pintu, dan
lain sebagainya.
Pemasangan kusen almunium sebaiknya seluruh kusen dilapisi dengan
plastik pembungkus kusen agar kusen tidak rusak atau kotor.
Pemasangan pintu sebaiknya dilakukan setelah keramik terpasang.

II.7 PEKERJAAN ATAP CARPORT ( Lantai Dasar )


Perakitan rangka baja WF, UNP serta besi Hollow sebagai rangka utama atap
penutup atap menggunakan ACP (alumunium composite panel)

II.8 PEKERJAAN LAIN-LAIN


Dalam hal ini pekerjaan lain-lain meliputi :
- Huruf tulisan Rumah Sakit MEURAXA di dinding dekoratif (Detail C)
- Dinding Dekoratif ( gambar detail C ) Aci motif kuas roll, kombinasi Hollow Stain
- Pasangan Batu Alam di faade bangunan ( muka ) Batu Andesit bakar (detail O
- Sun Screen (dilantai 3 sisi luar ) lihat detail Ornamen ( Detail D )
- Pekerjaan talang Plat Almunium tebal 1mm

II.9 PEKERJAAN TAMBAHAN STRUKTUR RINGAN


Kolom Praktis
Setelah ketinggian pasangan bata / bata ringan mencapai 1 meter, sebaiknya
dipasang tulangan kolom praktis yang sudah terangkai.
Pada setiap ketinggian 1 meter sebaiknya dilakukan pengecoran untuk menghin
Pengecoran dilakukan setelah tulangan terpasang dan bekisting sudah dijepit pa
Agar pengecoran kolom baik sebaiknya bekisitngnya diperiksa jangan sampai bo
jangan terlalu encer.

Balok praktis
Setelah pasangan bata / bata ringan telah mencapai elevasi yang ditentukan, ke
tulangan balok praktis jangan lupa memasang beton decking pada bagian bawa
Setelah tulangan terpasang dengan sempurna, kemudian pasang bekisting sam
beri perkuatan lalu lakukan pengecoran.

III PEKERJAAN MEKANIKAL


III.1 PEKERJAAN AIR CONDITIONING
Penggunaan AC dalam proyek ini terdiri dari beberapa type
Untuk type AC Wall Mounted terpasang menempel pada dinding
Pemasangan AC WM dilakukan setelah Plafond terpasang, atau
Untuk type AC Split duct menggunakan diffuser yang berada pada plafond
Pemasangan difusser sebelum pekerjaan rangka plafond dilaksanakan

III.2 PEKERJAAN EXHAUST FAN


Pemasagan exhaust fan dilakukan setelah pekerjaan pemasangan plafond seles
Titik exhaust fan disesuaikan dengan gambar kerja.
Dengan Spesifikasi sesuai dengan kontrak :
Exhouse fan Ceilling Mounted ( 2000 Cfm )
Exhouse fan ( 2500 Cfm )
Exhouse fan ( 1500 Cfm )
Grill ( 4 x 4 Inchi )
Grill (14 x 10 Inchi )
Ducting BJLS
Instalasi Listrik

III.3 PEKERJAAN FIRE HYDRAND


MATERIAL UTAMA
Pompa fire Hydrant merupakan satu kesatuan yang terdiri dari pompa pembantu
jockey pump, pompa utama penggerak electric dan pompa utama penggerak e
Elektrik Pump
Merk : GAE Torshima
Kap : 750 gpm
Head : 80 m
Rpm : 2900
Daya : 75 kw/3Ph/50 Hz
Type : Cent.End Suction

Jockey Pump
Merk : GAE Torshima
Kap : 75 gpm
Head : 80 m
Rpm : 2900
Daya : 15 kw/3Ph/50 Hz
Type : Cent.End Suction

Diesel Pump c/w Diesel Engine


Merk : GAE Torshima
Kap : 750 gpm
Head : 80 m
Rpm : 2900
Type : Cent.End Suction

Perlengkapan Engine :
Alarm control valve c/w alarm gong
Primming tank Kap : 200 ltr ( fibre glass )
Pressure tank Kap : 1000 ltr
Pondasi pompa Elektrik
Pondasi Pompa Diesel
material bantu

III.4 INSTALLASI OKSIGEN


Pemasangan Pipa installasi menggunakan bahan tembaga, dengan valve sesuai
spesifikasi dalam kontrak sebagai berikut :
MATERIAL UTAMA
- Tabung Oksigen 150.kg/m
- Header Oksigen 1.5 m'
- Valve Gas 50.mm
15.mm
- Pipa Spare ke Tabung
- Material Bantu
PEKERJAAN INSTALASI
- Pipa Tembaga 40.mm
32.mm
25.mm
20.mm
15.mm
- Nozzle Oksigen
- Support P15.mm
- Fitting-fitting
- Material Bantu

III.5 PEKERJAAN AIR BERSIH


Instalasi Air bersih :
1. Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah denah Plumbing serta Diagra
Isometri dimana dapat diketahui jalur-jalur instalasi pipa itu diletakkan.
2. Pemasangan pipa dilaksanakan setelah pasangan bata dan sebelum pekerjaa
plesteran dan acian, fungsi untuk menghindari bobokan yang menyebabkan ker
takan dinding. (Untuk instalasi dalam bangunan).
3. Untuk pemasangan di luar bangunan seperti pipa saluran air hujan dikerjakan
setelah pekerjaan plesteran diselesaikan.
4. Pipa yang melewati plat dak atau balok atau kolom beton harus dipasang spa
atau pemipaan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan pengecoran.
5. Pipa yang posisi/letaknya sudah betul segera ditutup dengan plug/dop yang t
mudah lepas (menghindari kotoran/adukan masuk sehingga terjadi penyumbata
6. Hindari belokan pipa/ knik pipa dengan pembakaran.
7. Posisi pipa pada kamar mandi harus disesuaikan dengan saniter
8. Rencana instalasi air bersih diletakkan pada perempatan nat keramik / as
keramik, simetris dengan luas keramik.
9. Setelah instalasi terpasang segera diadakan test tekanan pipa :
- Untuk pipa PVC maximum 6 Bar

III.6 PEKERJAAN AIR TINJA


Installasi Air Tinja
1. Pipa saluran dari closet menuju ke septictank harus diperhatikan kemiringann
karena kemiringan pipa dapat memperlancar penyaluran kotoran apabila digelo
dengan air, kemiringan minimal 2 %.
2. Pipa sebaiknya dipergunakan kwalitas yang baik atau minimal type D.
3. Jangan ada percabangan untuk pipa yang ditanam di tanah (bangunan 1 lanta
rena bila ada penyumbatan susah untuk perbaikannya.
Untuk bangunan bertingkat (ada shaft) harus dibuat clean out dan fan out.

III.7 INSTALLASI AIR HUJAN


Saluran Air Hujan.
1. Pipa diletakkan persis dibawah lobang talang yang telah diberi torong talang.
2. Pipa saluran air hujan dapat dipasang menempel di dinding luar dengan meng
nakan klem atau dapat ditanam di dinding bila berukuran < 2 .
3. Bila saluran pembuang air hujan berupa saluran tertutup harus dibuat bak ko
pada pertemuan pipa air hujan dengan saluran pembuang.
4. Bila terdapat sambungan, arah shock harus sebelah atas, dan penyambungan
harus benar-benar kuat.

III.8 INSTALLASI AIR KOTOR


1. Hal yang perlu diketahui :
Denah instalasi dan diagram isometris pipa air kotor serta jalur pembuangan.
2. Hindari /jangan terlalu banyak percabangan.
3. Sambungan harus betul-betul rapat.
4. Untuk air bekas (mandi/cuci) harus dibuat Manhole untuk kontrol pembersiha
(bak kontrol) pada tempat-tempat tertentu.
5. Untuk lubang saluran pembuang harus diberi saringan.
6. Sparing harus melebihi rencana peil lantai beton & tebal beton.
( diatas plat = 25 cm, dibawah plat = 15 cm ), bagian atas supaya ditekuk atau
digepengkan / ditutup dengan cara dipanaskan.
7. Posisi sparing harus sesuai dengan type saniter (jika saniter telah ditentukan)
8. Jika saniter belum ditentukan , dipakai sistem Block Out.
9. Sparing Clean out harus dipasang bersamaan dengan sparing closet (bila ada
mana letak sparing clean out berada di samping atau dekat dengan sparing clos
fungsinya adalah untuk pembersihan apabila closet terjadi penyumbatan.
10. Fan out dipasang bila dalam instalasi saluran kotor banyak percabangan den
saluran pembuangannya lewat shaft. Fungsinya untuk mengurangi tekanan uda
pada pipa pada saat closet di gelontor dengan air.
11. Floor drain supaya diletakkan jauh dari pintu dan dekat dengan kurasan bak

III.9 PEKERJAAN FIRE ALARM


Peratalatan Utama
MCFA 10 Zone
Annuciator Panel
Instalasi dari MCFA ke Annuciator
Test Commissioning

Yang dimaksud pekerjaan Fire Alarm adalah pekerjaan pemasangan instalasi


sistem deteksi dini untuk kebakaran dalam gedung dan sistem komunikasi deng

a. Proses Pelaksanaan.
a.1. Handling.
Untuk material material fire alarm, karena dimensinya tidak terlalu be
maka untuk pekerjaan yang dekat dengan gudang, pengangkutannya d
Tetapi untuk yang lokasinya jauh maka pengangkutannya dapat mengg

a.2. Pemasangan / Pelaksanaan.


Pada saat pengecoran plat lantai, pekerjaan instalasi Fire Alarm, Telpon
segera dimulai dengan pemasangan sparing conduit bersamaan denga
Setelah bekisting plat lantai dibongkar, maka pekerjaan wiring kabel un
dapat segera dimulai sesuai shop drawing yang disetujui.
Test tahanan kontinuitas.
Pada saat pekerjaan bata (dinding), sparing dan wiring Fire Alarm dipas
dimana titik Fire Alarm (bell, manual station, dll)nanti diletakkan.
Setelah dinding dilakukan finishing, ceiling sudah terpasang dan kondis
(ruangan terkunci) maka titik Fire Alarm dan Detector dapat segera dip
Setelah itu dilanjutkan dengan connection instalasi ke terminal box Fire
Connection terminal box per lantai dengan MDF Fire Alarm.
b. Pengetesan.
Untuk pekerjaan ini dilakukan test kontinuitas.

TESTING DAN COMMISIONING.


Sesuai dengan standart yang ada dalam elemen elemen ISO 9001, maka peke
adalah suatu item yang harus menjadikan concern bagi pelaksanaan pekerjaan
nantinya kami merencanakan Tahap Pekerjaan Inspection and Test sebagai berik

1. Incoming Inspection
Adalah inspeksi yang dilakukan pada saat penerimaan barang dari vendor / supp
untuk memastikan bahwa barang yang dikirim / yang kami terima adalah baran
dengan spesifikasi, kebutuhan dan pesanan.
2. Inprocess Inspection
Adalah inspeksi yang dilakukan pada saat pelaksanaan pekerjaan . Dengan dem
terdapat kesalahan dalam proses pekerjaan dapat dideteksi sejak dini.
3. Final Inspection
Adalah inspeksi yang dilakukan pada saat pekerjaan telah selesai. Hal ini untuk
semua pekerjaan atau peralatan yang dipasang sesuai dengan rencana.
4. General Testing dan Commisioning.
Pada tahap ini pelaksanaan Partial Test maupun General Testing dan Commision
oleh Kontraktor dengan disaksikan oleh Konsultan / Owner.

VI PEKERJAAN ELEKTRIKAL

Sebelum pekerjaan elektrikal dilaksanakan, perlu ditunjukkan contoh-contoh materi


tipe dan juga merek yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan.
Pengadaan material untuk pekerjaan elektrikal disimpan di sekitar lokasi terdekat d
area pekerjaan dan melindungi diri dari kemungkinan kerusakan material menyebabka
benturan perangkat keras, sedangkan material lain disimpan di gudang tertutup.
Teknis pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan gambar desain, RKS dan spesifikas
teknis pekerjaan elektrikal dan mekanikal.
Pelaksanaan pekerjaan elektrikal dan mekanikal sesuai dengan perencanaan dan m
kontrol yang lebih lanjut, sehingga dikerjakan oleh orang yang berkompeten di bidang
Untuk pekerjaan instalasi listrik, telepon, ducting, dan fire alarm dilakukan sebelum
plesteran dan dinding dan pemasangan plafond.
Instalasi Stop Kontak dan Saklar-Saklar dipasang pada dinding dengan rapi sesuai p
pada gambar-gambar rencana, setelah semua instalasi titik api dan instalasi stop kont
terpasang barulah diberi lampu-lampu sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar-ga

PEKERJAAN PANEL
Pekerjaan Panel
Yang dimaksud pekerjaan Panel adalah pekerjaan pengadaan dan pemasangan panel
PENERANGAN, P. SDP STOP KONTAK, LP. Basement, LP. 1, LP. 2, LP. 3, P. AB, LP. R. Pomp
SDP AC, P.AC-1, P.AC-2, P.AC-3, Grounding Panel beserta pengkabelannya, termasuk pr
penyambungan ke instalasi existing

a. Proses Pelaksanaan.
a.1. Handling.
Untuk material material Panel ini perlu dirakit terlebih dahulu sebelum
dilakukan pemasangan.

a.2. Pemasangan / Pelaksanaan.


Pekerjaan tersebut perlu dikoordinasikan dengan pihak sipil khususnya
untuk kesiapan ruangan panel dan trafo.

Pekerjaan Kabel Feeder


Yang dimaksud pekerjaan Pengkabelan Feeder adalah penyambungan
kabel dari panel utama ke panel-panelbagi mulai dari Ground Floor
sampai Level Roof.

START PEK
FLOW CHART A
PERSIAPAN DAN
- Lahan kerja
- Alat dan Fasilitas kerja
- Material yang disetujui
- Shop Drawing yang di acc
- Tenaga kerja

PABRIKASI
- Pembuatan ulir pipa MARKING
- Gantungan pipa - Jalur pipa
- Pemotongan pipa - Titik Sanitary
- Cat dasar

BOBOKAN
- Jalur pipa ke ttk Sanitary
- Jalur pipa tembus dinding
BOBOKAN
- Jalur pipa ke ttk Sanitary
- Jalur pipa tembus dinding

INSTALASI
- Pas. gantungan
- Pasang pipa
- Cat Finish

PASANG TEST PIPA


- Pompa
- Tanki
Yes

PERBAIKAN PASANG
No - Gate Valve
TEST - Accesories Sanitary
Yes

TESTING &
COMMISSIONING

FINISH
tara pulauSumateradan

12.26% pulau Sumatra,

lahan perkebunan kecil


s terkecil yaitu 4,43 km2.

n Gedung IGD

k pelaksanaan pekerjaan.
konsep rekayasa yang berpijak
aan teknis dan ekonomis
or. Metode pelaksanaan

gunaan metode yang tepat,


aan pada suatu proyek konstruksi.

ah Muraxa
mbangunan Gedung IGD
alam metode ini.

i lapangan yang seringkali


ktur, sebagai panduan di lapangan
ukuran pasangan dinding unit
r setiap pekerjaan atau
ntuk desain, ukuran, penempatan

ampah dan air, usahakan agar tetap


na di lantai dan tidak mudah hilang.
al line di empat sudut gedung.
rjaan struktur berupa sparing
han as dari lantai ke lantai
unakan theodolith. Tempatkan pula
e disaksikan oleh direksi)
pasangan dinding unit dikerjakan,
arna hitam. Garis sipatan dibuat
h dan pinjaman garis untuk
ga garis markingan dibuat didinding

oilet dan ruangan lainnya.


dinding untuk meminimalkan resiko
ng jarak ukuran sehingga berpengaruh

entuan Elevasi Finishing Lantai

Penentuan As Opening Pintu

oss check kembali dilakukan guna


proses pengukuran. Review pekerjaan
u oleh supervisor dan disaksikan oleh direksi.
lox agar setiap orang / tukang bisa mengerti,
ding, kolom praktis, pinjaman dan elevasi.

i para staf baik staf dari kontraktor, pengawas,


ksi keet Pembangunan tidak di bangun secara
tetap mengutamakan kenyaman yang mengacu
reksi keet dilengkapi dengan ketentuan dalam

ak jangka pendek sesuai dengan kebutuhan.


si / pengawas.
di lokasi pekerjaan maupun disewa

dilengkapi meja, kursi,


proyek, papan tulis,
si dan laporan harian proyek.
ontraktor dan dipakai

ah dijangkau dan mudah dicapai


digunakan.
ra tenaga kerja selama proyek berlangsung.
untuk melindung material

bahan material yang sifatnya


tuk Gudang penyimpanan semen,
mbaban atau keadaan cuaca lain
erjarak minimal 30 cm

ireksi/pengawas.
dah terlihat oleh

h kaki yang terbuat dari kaso 5/7,


gar dapat berdiri kokoh.

proyek yang sedang dilaksnakan seperti :


angkut kebutuhan listik peroyek dan air kerja.

rlukan untuk pengoperasian

i lapangan

n proyek , dan bisa di peroleh dari sumur


butuhan-kebutuhan;

eralatan yang di butuhkan untuk


Keet, Gudang, Pagar proyek.
atan ringan seperti alat-alat untuk pengukuran.
kan peralatan, personil, dan
rjaan di lapangan, dan mengembalikan

lisasi Peralatan yang dilakukan terdiri dari:


an mobil trailer, trailer yang digunakan

n pemindahan peralatan yang telah


yang telah digunakan sebgai tempat
ebaginya kembali ke kondisi awal.

adanya komitmen dan tanggung


dan mengurangi resiko kecelakaan kerja
ktif dan efisien perlu untuk memberikan
m memulai proyek konstruksi.
kecelakaan kerja yang tepat agar dapat
t resiko tersebut.
si yaitu peran manajemen, kondisi dan
a. Penerapan SMK3 yang baik akan
proyek, yang dapat diukur dalam parameter
as kerja dan juga peningkatan aktivitas pekerjaan.

hadiri oleh seluruh pekerja di proyek, tanpa terkecuali.

an proses konstruksi, seperti dalam pencatatan progress


n, hingga selesai.
ksi, sebagai bahan laporan progress.

n terlebih dahulu di rendam di dalam air sebentar.


p ujung dinding yang akan dipasang.
n batu bata dan di kontrol kesetimbangan

mbungan antara batu bata dan pada setiap


gan tidak boleh membentuk garis lurus/vertikal.
alam satu hari supaya tidak lebih dari 1 meter,

krop, ember, benang, sipatan, pacul, dan cetok.

ilakukan atau dapat juga dilakukan sehari


lesteran yaitu :
ayak. Hal ini untuk menghilangkan sampah-sampah

g terdekat atau strategis dari dinding yang akan di plester.


h secara merata.
tertentu (misalkan = 1 pc : 2 ps)
dengan jarak lemparan 50 cm
5 - 20 mm.
raman (curing) selama 3 hari; pagi, siang & sore.
an 1 pc : 3 ps.

ah mengering.

diayak ( halus ).
ah ada kepalaannya sampai selesai
ara dilempar dari jarak 50 cm
uai dengan kepalaan.
uk mengosok permukaan dinding sampai halus & rata.
dan sore sampai permukaan

ebut selama 1 hari.

kan peng acian.


unggu sampai setengah kering,

us dan rata.
g, selanjutnya dilakukan untuk

sisakan pada bagian bawah dinding.

, kemudian lakukan pemotongan


emasangan plint.

( ember ) selama 1 jam.


udukan/tatakan keramik, setelah proses perendaman.
mik keliling +/- 1m untuk menentukan

uannya serta garis pertengahan dinding

an, serta bagian-bagian yang terpasang pada

gambar kerja untuk pembagian pemasangan

ah dibuat sebelumnya sebagai acuan kerja.


eramik lantai belum terpasang sehingga

ada keramik dengan spesi kosong


n vertikal mengikuti garis sipatan

erlebih dahulu dengan air.

( ember ) selama

tempat dudukan /
Penentuan peil ini

ntai sesuai elevasi


dan siku , apabila
kedudukan nad
ng.
njang garis dasar

kerataan elevasi

engan adukan / spesi.


posisinya sampai

an keramik dengan
n keramik supaya

terpasang dengan

nya lantai ) maka

air ( ember ) dan

cor nad dengan


n nad dilakukan
h kering

r kering.
amik yang sudah
n menggunakan

aupun yang vertikal


ak tangga. Dimana
ngan keramik yang

asangan pipa air


kran air, Floor Drain
persetujuan pemilik

jenis yaitu plafond


ard rangka Kayu.
uai dengan gambar

siku terlebih dahulu.


digunakan memiliki

ambungan tersebut

gambar kerja (Shop

siku terlebih dahulu.


digunakan memiliki

diberi resin.

ilakukan pekerjaan
ersihkan permukaan
an dengan plamir,
n cat dasar.
ozen kayu dan Pintu
m dicat permukaan
beri alkali kemudian
n cat minyak.
enutup besi, pagar,
an-bahan tersebut
an dicat dengan cat
antung dan dinding
masangan pintu dan
jaan lantai selesai
ang ada pada shop

sang juga aksesoris


a, handle pintu, dan

en dilapisi dengan
or.

angka utama atap

(Detail C)
kombinasi Hollow Stainless
ndesit bakar (detail Ornamen A dan B)

1 meter, sebaiknya

ecoran untuk menghindari resiko rubuh.


isting sudah dijepit pada kedua sisinya.
iksa jangan sampai bocor dan adukannya

si yang ditentukan, kemudian pasang


ng pada bagian bawah dan samping.
pasang bekisting samping
da pada plafond
ilaksanakan

sangan plafond selesai

dari pompa pembantu


a utama penggerak engine.
, dengan valve sesuai dengan

Plumbing serta Diagram


u diletakkan.
dan sebelum pekerjaan
ang menyebabkan kere-

n air hujan dikerjakan

n harus dipasang sparing

ngan plug/dop yang tidak


ga terjadi penyumbatan).

n nat keramik / as

erhatikan kemiringannya,
kotoran apabila digelontor
inimal type D.
nah (bangunan 1 lantai), ka-

out dan fan out.

h diberi torong talang.


ding luar dengan menggu

p harus dibuat bak kontrol

s, dan penyambungannya

jalur pembuangan.

k kontrol pembersihan

supaya ditekuk atau

niter telah ditentukan).

paring closet (bila ada), di -


at dengan sparing closet,
penyumbatan.
nyak percabangan dengan
ngurangi tekanan udara

t dengan kurasan bak.

masangan instalasi
tem komunikasi dengan orang lain
nsinya tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat
g, pengangkutannya dapat menggunakan tenaga manusia.
utannya dapat menggunakan bantuan mobil pengangkut.

lasi Fire Alarm, Telpon dan Sound System dapat


duit bersamaan dengan pembesian plat lantai.
kerjaan wiring kabel untuk Fire Alarm

wiring Fire Alarm dipasang pada dinding


nanti diletakkan.
terpasang dan kondisi keamanan sudah terjamin
ector dapat segera dipasang.
si ke terminal box Fire Alarm di masing masing lantai.
ire Alarm.

ISO 9001, maka pekerjaan Inspection and Test


laksanaan pekerjaan ini. Didalam pelaksanaan
and Test sebagai berikut :

ang dari vendor / supplier, hal ini diperlukan


i terima adalah barang yang benar benar sesuai

kerjaan . Dengan demikian maka apabila


si sejak dini.

selesai. Hal ini untuk memastikan bahwa


ngan rencana.

esting dan Commisioning dilakukan

contoh-contoh material,
persetujuan.
ekitar lokasi terdekat dengan
material menyebabkan
gudang tertutup.
n, RKS dan spesifikasi
an perencanaan dan membutuhkan
berkompeten di bidangnya.
rm dilakukan sebelum

g dengan rapi sesuai penempatannya


dan instalasi stop kontak dan saklar
teknis dan gambar-gambar rencana.

n pemasangan panel LVMDP, P. SDP


P. 3, P. AB, LP. R. Pompa, P.FH, P. Lift, P.
belannya, termasuk proses

PEKERJAAN ME
OW CHART AIR BERSIH, AIR KOTOR
DAN AIR TINJA

PABRIKA
- Pembuatan ulir pipa
- Gantungan pipa
- Cat dasar

MARKING
Jalur pipa
itik Sanitary

BOBOKAN
pa ke ttk Sanitary
pa tembus dinding
BOBOKAN
pa ke ttk Sanitary
pa tembus dinding

NSTALASI
ngan
a

PERBAIKAN

No
TEST PIPA

Yes

PASANG

Sanitary

FINI
START

PEKERJAAN ME
PERSIAPAN
- Lahan, Alat & Fas. kerja
FLOW CHART SPRINKLER & H
- Material yg disetujui
- Shop Drawing acc
- Tenaga kerja

PABRIKASI MARKING
embuatan ulir pipa - Jalur pipa
antungan pipa
at dasar BOBOK
- Jalur pipa tembus dinding

PEK. INSTALASI
- Pas. pipa utama
- Pas. pipa Raiser
- Pas gantungan
- Cat finish
PEK. INSTALASI
- Pas. pipa utama
- Pas. pipa Raiser
- Pas gantungan
- Cat finish

TEST
PIPA

MARKING
- Titik Sprinkler
- Titik Box Hydrant

PEK. PEMASANGAN
- Pipa Droper Sprinkler
- Pipa Ke Box Hydrant
- Box Hydrant Sanitary

TEST
PIPA

PEK. PEMASANGAN
- Titik Sprinkler
- Valve Sanitary

TEST

FLASHING

TEST
FINISH COMMISIONING
START
KERJAAN ME
SPRINKLER & HYDRANT PEK. PERSIA
- Lahan Ker
- Alat Kerja
- Fasilitas Ke
- Material app
- Shop Drawing
- Tenaga Ke

PEK. PABRIKASI
- Cable Tray
- Penggantung Cable Tray
- Dukungan Equipment
PEK. CEILING

PEK. MARKING
- Aksesori di Ceiling

PEK. PEMASANGAN
- Aksesori di Ceiling
START

PEK. PERSIAPAN
PEKERJAAN ME
- Lahan Kerja FLOW CHART ELEKTRO
- Alat Kerja
- Fasilitas Kerja
- Material approval
- Shop Drawing ACC
- Tenaga Kerja

PABRIKASI PEK. MARKING


- Jalur Pipa Dalam Dinding
ble Tray - Titik Peralatan (outlet
ment telp,outlet speaker,dll)

PEK. BOBOKAN PEK. PEMASANGAN


- Jalur Kabel Tembus Ddg - Outlet Telpon
- Peralatan - Outlet Speaker
PEK. INSTALASI
- Conduit, Kabel
- Grouping & Labelling

ARKING
ing
TEST
CONTINUITAS

ASANGAN
g

TEST
COMMISIONING

FINISH
ERJAAN ME
ART ELEKTRONIK

Anda mungkin juga menyukai