Anda di halaman 1dari 12

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOM[POK


DI RUANG MERAK PANTI BINA LARAS HARAPAN SENTOSA 1

Diajukan sebagai tugas Keperawatan Jiwa

Penyusun :
Guntur Afriyanto
(1610721042)

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Januari, 2017
BAB I
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
ISOLASI SOSIAL

A. TOPIK
SESI 1 : TAKS (Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi) Memperkenalkan Diri

B. TUJUAN
1. Tujuan umum:
Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan: nama lengkap,
nama panggilan, asal dan hobi
2. Tujuan khusus:
a. Klien mampu menyebutkan nama lengkap
b. Klien mampu menyebutkan nama panggilan
c. Klien mampu menyebutkan asal
d. Klien mampu menyebutkan hobby
e. Klien mampu melakukan kontak mata
f. Klien mampu duduk tegak
g. Klien mampu menggunakan bahasa tubuh yang sesuai
h. Klien mampu mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

C. LANDASAN TEORI
Sosilaisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan
orang lain (Gail W Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada
individu yang menarik diri, yaitu percobaan untukmenghindari interaksi
dengan orang lain. Individu yang mempunyai mekanisme koping maladaptive
bila tidak segera melibatkan terapi baik yang menimbulkan masalah-masalah
yang lebih banyak dan buruk.Hampir diseluruh dunia terdapat sekitar 450 juta
(11%) orang yang mengalami skizofrenia (ringan sampai berat) (WHO, 2006).
Hasil survey kesehatan Mental Rumah Tangga di Indonesia menyatakan 185
orang per 1000 penduduk Indonesia mengalami skizofrenia (ringan sampai
berat). Berdasarkan survey di Rumah Sakit masalah keperawatan yang paling
banyak ditemukan adalah menarik diri (17,91%), halusinasi (26,39%),
perilaku kekerasan (17,41%), dan harga diri rendah (16,92%). (Pikiran Rakyat
Bandung, 2007). Penatalaksaan klien dengan riwayat menarik diri dapat
dilakukan salah satunya dengan pemberian intervensi Terapi Aktktivitas
Kelompok Sosialisasi, yang merupakan terapi modalitas keperawatan jiwa
dalam sebuah aktivitas secara kolektif dalaqm rangka pencapaian penyesuaian
psikologis , perilaku dan pencapaian adaptif optimal pasien.
a. Tujuan Dan Manfaat TAK Sosialisasi memperkenalkan diri:
1) Mempunyai banyak teman
2) Menambah Pengetahuan
3) Mudah mendapat bantuan orang lain
4) Dapat membagi pengalaman dengan orang lain
5) Dapat membagi perasaan dengan orang lain
6) Dapat mengetahui perasaan orang lain
b. Kerugian Tidak Bersosialisasi
1) Tidak mempunyai teman
2) Kurang pengetahuan
3) Susah mendapatkan bantuan dari orang lain
4) Dikucilkan dari orang lain
5) Tidak dapat berbagi perasaan dengan orang lain
c. Teknik Sosialisasi yang Baik
1) Memberikan ucapan salam
2) Bersosialisasi dengan orang lain secara bertahap dengan cara :
memperkenalkan diri (tatap muka, tersenyum dan membalas senyum)
3) Ikut dalam kegiatan kelompok di lingkungan : senam pagi, mengikuti
kegiatan jahit menjahit (untuk perempuan), menonton TV bersama
teman.
4) Mengikuti aturan/ etika di lingkungan (sopan santun)
5) Apabila meninggalkan teman bicara sebaiknya mengucapkan salam
perpisahan sesuai situasi

D. KLIEN
1. Kriteria
a. Pasien yang sehat fisik
b. Pasien yang sudah diintervensi oleh perawat
c. Pasien isolasi social yang sudah dapat bersosialisasi
d. Pasien yang dapat membaca dan menulis
e. Pasien yang menyetujui kontrak
f. Pasien yang belum mengikuti TAKS

2. Proses Seleksi
Klien diseleksi berdasarkan pengkajian dari perawat. Penyeleksian
masalah berdasarkan masalah keperawatan. Selanjutnya dilakukan kontrak
dengan klien.

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
a. Hari / tanggal : Selasa, 24 Januari 2017
b. Jam : 09.00 09.45 WIB
c. Acara : 45 menit
- Fase Orientasi : 10 menit
- Fase Kerja : 20 menit
- Fase Terminasi : 15 menit +
45 menit
d. Tempat : Ruang Merak Panti Bina Laras Harapan
Sentosa 1
e. Jumlah pasien : 5 orang

2. Tim terapis
a. Leader : Guntur Afriyanto
- Melakukan validasi perasaan pasien hari ini
- Memimpin dalam menginstruksikan terapi aktivitas kelompok
Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya terapi.
Menetapkan tujuan dan peraturan kelompok
Membacakan tujuan dan peraturan kelompok sebelum kegiatan
dimulai
Memberi reinforcement positif

b. Co leader : Marizka Febriani S


Membantu tugas leader
Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader
Mengingatkan leader bila ada kegiatan yang menyimpang
Mengingatkan pemimpin untuk lamanya waktu kegiatan
Bersama leader menjadi contoh kerjasama yang baik

c. Fasilitator : Rendy Trikurnia S


- Ikut serta dalam anggota sebagai anggota kelompok
- Memotivasi anggota kelompok yang kurang atau tidak aktif
selama TAK berlangsung
- Menyiapkan alat/media
- Mengantisipasi hal hal diluar rencana

3. Metode dan media


a. Metode
- Dinamika Kelompok
- Diskusi dan Tanya jawab
- Bermain Peran dan Simulasi
b. Media
- Laptop
- Speeker
- Jadwal Kegiatan Harian
- Bola Tenis
- Buku catatan dan pulpen
-

F. PROSES PELAKSANAAN
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
Pada tahap ini terapis melakukan:
a. Salam terapeutik
1) Salam dari terapis kepada klien
2) Perkenalkan nama dan panggilan terapis
b. Evaluasi/ validasi:
1) Menyakan perasaan klien saat ini
c. Pelaksanaan tujuan dan aturan main
1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri.
2) Menjelaskan aturan main berikut:
- Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus
meminta ijin kepada terapis.
- Lama kegiatan 45 menit
- Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

3. Tahap kerja
a. Leptop yang beriisi lagu-lagu akan dihidupkan serta bola diedarkan
berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu kearah kanan yang sedang
memgang bola) dan pada saat music dihentikan maka anggota
kelompok yang memegang bola memperkenalkan dirinya
b. Hidupkan kembali music dan edarkan bola tenis berlawanan dengan
arah jarum jam
c. Pada saat music dihentikan, anggota kelompok yang memegang bola
mendapat giliran untuk menyebutkan: salam, nama lengkap, nama
panggilan, hobi dan asal. Dimulai dari terapis sebagai contoh
d. Tulis nama panggilan pada papan nama / kertas dan tempel / pakai
e. Ulangi b, c, dan d sampai semua anggota kelompok mendapatkan
giliran
f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan member
tepuk tangan

4. Tahap Terminasi
a. Evaluasi Respon Subjektif
1) Terapis menyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
3) Kemampuan Verbal
Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1. Menyebutkan nama Lengkap
2. Menyebutkan nama panggilan
3. Menyebutkan asal
4. Menyebutkan hobi
Jumlah
b. Evaluasi Respon Objektif
Nama Klien
No. Aspek yang dinilai
1. Kontak Mata

2. Duduk tegak
3. Menggunakan bahasa tubuh
yang sesuai
4. Mengikuti kegiatan dari awal
sampai akhir
Jumlah

c. Rencana Tindak Lanjut


1) Terapis menganjurkan tiap anggota kelompok melatih
memperkenalkan diri kepada orang lain di kehidupan sehari-hari.
2) Terapis menganjurkan memasukan kegiata
memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan harian.
d. Kontrak yang akan datang
1) Menyepakati kegiatan berikut yaitu berkenalan dengan
anggota kelompok
2) Menyepakati waktu dan tempat

G. Sumber:
Keliat, Budi Anna. (2015). Keperawatanh Jiwa Terapi Aktivitas
Kelompok. Jakarta: EGC
BAB II
LAPORAN HASIL

Therapy Aktivitas Kelompok Sosialisasi sesi 1 kegiatan memperkenalkan diri


telah dilaksanakan tanggal 26 Januari 2017 jam 09.30 tempat di Panti Bina laras
Harapan sentosa 1 Cengkareng, Jakarta Barat. Jumlah peserta yang mengikuti
TAKS sesi 1 kegiatan memperkenalkan diri diikuti oleh 8 peserta dari ruang
merak dengan diagnosa keperawatan isolasi social, yaitu Tn. I, Tn M, Tn. MM, Tn
A, Tn. N, Tn. H, Tn W dan Tn. O. Waktu untuk melakukan TAK sesi 1
memperkenalkan diri selama 30 menit. Pada kegiatan ini berjalan dengan lancar.
Semua klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.Aspek yang dinilai dalam
meperkenalkan diri yaitu kemampuan verbal yaitu klien mampu menyebutkan
nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi. Dan kemampuan non verbal aspek
yang dinilai yaitu kontak mata, duduk tegak, menggunakan bahasa tubuh yang
sesuai dan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Apabila klien
menyebutkan aspek tersebut diberi tanda ceklist (). Klien dapat dikatakan
mampu melakukan kegiatan apabila semua komponen yang dinilai dari kegiatan
tersebut bila dijumlahkan hasilnya 3 atau 4 dan klien tidak mampu bila semua
aspek yg dijumlahkan mendapat nilai, 0 atau 1 atau 2.
A. Evaluasi Kemapuan Verbal

Nama Klien
Tn.I Tn.M Tn.MM Tn. A Tn.N Tn. H Tn.W Tn.O
No. Aspek yang
dinilai
1. Menyebutkan
nama Lengkap
2. Menyebutkan
nama panggilan
3. Menyebutkan
asal
4. Menyebutkan
hobi
Jumlah 4 4 4 4 4 4 4 4
Tabel 1 Evaluasi kemampuan verbal

B. Evaluasi Kemampuan Non verbal


Nama Klien
Tn.I Tn.M Tn.MM Tn. A Tn.N Tn. H Tn.W Tn.O
No. Aspek yang dinilai
1. Kontak Mata -

2. Duduk tegak
3. Menggunakan bahasa
tubuh yang sesuai
4. Mengikuti kegiatan dari
awal sampai akhir
Jumlah 4 4 4 4 4 4 4 3
Tabel 2 Evaluasi kemampuan non verbal

Berdasarkan tabel 1 Evaluasi kemampuan Verbal semua klien mampu


memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal
dan hobi secara mandiri dengan jumlah aspek verbal 4. Kecuali atas nama Tn. O
walaupun jumlah aspek verbalnya 4.namun catatan saat memperkenalkan diri
memperkenalkan diri dibantu oleh perawat. Pada Tn. O ini walau telah berhasil
melakukan kegiatan memperkenalkan diri namun harus perlu dilatih kembali agar
dapat melakukan kegiatan tersebut secara mandiri.
Berdasarkan tabel 2 Evaluasi kemampuan non verbal semua klien mampu
melakuakan aspek non verbal yaitu kontak mata, duduk tegak, menggunakan
bahasa tubuh yang sesuai dan mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan
jumlah nilai semua aspek 4, kecuali pada Tn. O nilai jumlah aspek 3 karena pada
kontak mata lebih cenderung menunduk saat memperkenalkan diri. Pada aspek
kontak mata ini Tn. O perlu deilatih kembali
Pada pasien kelolaan perawat yaitu Tn. H usia 40 tahun. Alasan masuk
dijaring oleh dinsos pada saat sedang sendiri di jalanan, Awal masuk rumah sakit
klien sering menyendiri dan tidak mau berinteraksi, klien mengatakan juga
mendengar suara- suara yang menyeramkan saat sedang sendiri, klien mengatakan
suara-suara itu menyuruh klien melompat dari ketinggian, klien mengatakan
suara-suara itu muncul 2 kali sehari, klien mengatakan pernah dipukuli oleh
petugas panti karena ketauan mencuri, klien mengatakan akibat dipukuli klien
menjadi takut untuk berinteraksi. Klien merasa takut bila suara-suara yang
meyuruhnya melompat dari ketinggian datang, klien merupakan anak pertama dari
7 bersaudara. Klien tidak memiliki pekerjaan, Ibu klien adalah seorang penjahit
sedangkan ayah klien seorang kuli. Saudara laki-laki klien juga bekerja sebagai
kuli.Klien mengatakan tidak memiliki cita-cita.Klien tampak menyendiri, klien
dapat membaca Al-Quran surat al fatihah, surat annas dan surat al ikhlas, klien
mengatakan sembayang sehari 3 kali yaitu subuh, magrib dan isya. Sedangkan
untuk solat zuhur dan ashar tidak dilakukan karena klien tidur. Klien mengatakan
sudah pernah melakuakn TAK sebelumnya. Hasil dari evaluasi Tn. H pada saat
melakukan TAKS yaitu pada kemapuan verbal klien dapat menyebutkan nama
lengkap, nama panggilan, asal dan hobi. Namun suara klien masih pelan. Pada
aspek kempuan verbal ini klien mampu melakukannya tetapi perlu dilatih kembali
agar suara klien lantang. Karena suara yang pelan menandakan klien tidak percaya
diri. Pada kemampuan non verbal yang dinilai klien mampu melakukan kontak
mata namun sesekali klien menunduk, pada aspek duduk tegak klien mampu
melakukannya, pada spek menggunakan bahasa tubuh yang sesuai saat
memperkenalkan diri klien juga mampu melakukannya. Dan klien juga mengikuti
kegiatan TAKS sesi 1 dari awal hingga akhir. Pada kemampuan kontak mata
walau klien sudah dapat melakukanya namun perlu dilatih kembali.
Klien dapat melatih kegiatan memperkenalkan diri dengan sesama teman
dan memasukannya ke dalam jadwal kegiatan, hal yang menjadi perhatian saat
dilatih TAK atau TAK apada sesi selanjutnya adalah suara klien yang harus keras
dan jelas, kontak mata klien dan posisi duduk klien.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. TAK diikuti oleh 8 peserta dari ruang merak
2. 7 peserta yang mengikuti TAK dapat memperkenalkan diri secara mandiri
dan 1 peserta memerlukan bantuan perawat
3. 8 peserta yang mengikuti TAK sudah mampu menyebutkan nama lengkap
4. 8 peserta yang mengikuti TAK sudah mampu menyebutkan nama
panggilan
5. 8 peserta yang mengikuti TAK sudah mampu menyebutkan asal
6. 8 peserta yang mengikuti TAK sudah mampu menyebutkan hobi
7. 7 peserta yang mengikuti TAK mampu melakukan kontak mata saat
memperkenalkan diri, namun 1 peserta tidak mampu melakukan kontak
mata
8. 8 peserta yang mengikuti TAK mampu melakukan duduk dengan tegak
saat memperkenalkan diri
9. 8 peserta yang mengikuti TAK dapat menggunakan bahasa tubuh yang
tepat pada saat TAK
10. 8 klien peserta TAK mengikuti kegiatan dari awal samapai akhir

B. Saran
1. Untuk Peserta TAK
Peserta TAKS sudah cukup baik, aktif dalam mengikuti kegiatan, namun
peserta atas nama Tn. O perlu dilatih kembali untuk TAKS pada
kemampuan verbalnya agar dapat melakukan secara mandiri. Pada
kemampuan non verbalnya perlu dilatih kembali pada aspek kontak mata
karena klien masih sering menunduk saat menyebutkan nama
2. Untuk Perawat/leader
Perlu dilatih kembali saat menjadi leader TAK agar tidak nervous dan
kreatif dalam menjalankan permainan agar klien tidak jenuh atau bosan
dalam melakukan TAKS