Anda di halaman 1dari 8

PENATALAKSANAAN STROKE

1. PENATALAKSANAAN STROKE NON HEMORAGIK


(SNH)
A. Perawatan Umum :
Pasang IVFD RL gtt/m
Pasang NGT kalau sulit menelan
Pasang kateter folley/kondom kalau perlu
Tirah baring dengan elevasi kepala 300 (memakai 1
bantal kepala)
Diet TKTP rendah garam / Diet lambung II
Pemeriksaan darah perifer lengkap dan trombosit, kimia
darah (glukosa, elektrolit, ureum, kreatinin) masa protrombin
dan masa tromboplastin parsial)
Buat rekaman EKG dan foto thoraks
Lakukan CT-scan yang merupakan standard baku emas.

B. Medikamentosa :
1. Hemoreologi :
Pentoksifilin drips 2 x 300 mg dalam Sol. RL tiap 12 jam
(2 flash/hr) selama 3-7 hr, dilanjutkan oral 2 x 400 mg. (DO :
16 mg/kgBB/hr) mis: BB 50 kg x 16 mg/kgBB = 800 mg/hr.
Naftidofurii Oksalat (VascupraxR) oral 100 mg/kapsul; 3
x 1 kapsul.
2. Anti trombolik / Anti Platelet :
Asam asetil salisilat / Asetosal (AspiletsR) obat pilihan
pertama. Dosis : 80 320 mg/hr (1 tablet sehari untuk jangka
panjang).
Antikoagulan oral (Warfarin / Dikumarol) diberikan
pada pasien dengan factor resiko penyakit jantung (fibrilasi
atrium, infark miokard akut, kelainan katup). Dosis awal : 10
mg/hr dan disesuaikan setiap hari berdasarkan hasil masa
protrombin / trombotes (masa protrombin 1,3-1,5 kali nilai
kontrol atau INR = 2-3 atau trombotes 10-15%), biasanya
baru tercapai setelah 3-5 hari pengobatan. Bila masa
protrombin / trombotes sudah stabil maka frekuensi
pemeriksaannya dikurangi menjadi setiap minggu
kemudian setiap bulan. Diberikan minimal sampai 1 tahun.
Antikoagulan : Heparin, untuk mencegah terutama
timbulnya emboli serebral yang dapat berasal dari jantung
dan pembuluh darah besar di dalam dan di dasar tengkorak.
Diberikan Heparin bolus 5000 U, diikuti dengan infuse drips
1000 U/jam dengan sasaran APTT 1,5 sampai 2 kali normal.
Sebagai infrakutaneus (LMWII) Heparinoid melalui injeksi
subkutaneus, Fraksiparin 0,3 cc setiap 12 jam selama 5-10
hari, untuk mencegah pembentukan thrombus dalam vena
profunda.
3. Fibrinolitik Agent :
Pemberian recombinant Tissue Plasminogen Aktivator
(r-TPA) dapat dipastikan kurang dari 3 jam dan hasil CT
Scan otak tidak memperlihatkan infark dini yang luas.
Merupakan pengobatan langsung untuk pengobatan defisit
neurologist adalah pada prinsipnya segera melakukan
reperfusi, yaitu segera membuka lagi pembuluh darah yang
menutup untuk mencegah kematian sel daerah iskemik,
sebelum terjadinya nekrosis di daerah inti iskemik.
Pemberian r-TPA secara intravena (jika indikasi dipenuhi)
dalam dosis 0,9 mg/kg (maksimum 90 mg) dengan 10%
diberikan dalam bolus dan sisanya diberikan dalam jangka
60 menit.
4. Anti Edema Otak, diberikan satu cara / gabungan
berikut ini :
Gliserol 50% oral 3x30 cc per hari (3xCII), atau Gliserol
10% (IV) dalam 0,4% NaCl dengan dosis 0,25-1 g/kgBB
setiap 4-6 jam.
Manitol 20% bolus, 1 g/kgBB dalam 20-30 menit
kemudian disusul dengan dosis 0,25-0,5 g/kgBB setiap 6 jam
sampai maksimal 48 jam, tergantung pada TIK penderita,
CPP osmolaritas serum dan kondisi klinis.
Furosemid 1 mg/kgBB intravena.
5. Neuroprotektor : diberikan satu cara / gabungan :
Pirasetam 12 gram bolus dalam 30 menit bila onset < 24
jam atau injeksi 4x3 gram setiap hari selama 3-8 hari
tergantung perbaikan klinis, dilanjutkan oral 2 x 1200 mg
atau 3 x 800 mg.
Sitikolin (NicholinR). Dosis : 1-2 x 500 mg IV.
(Sediaan 100 mg/2 ml ampul; 250 mg/2 ml ampul)
Tujuannya : mencegah dan memblok proses yang
menyebabkan sel-sel terutama di daerah penumbra
6. Neuroboransia :
Vit B1, Vit B6, Vit B12, Vit E (Nevradin ER, NeorusanbeR,
NevraminR). Dosis : 2x1 tab. / Inj / IM 1 ampul per hari.
7. Lain-lain:
1) Anti Hipertensi:
Golongan penghambat ACE : Kaptopril 25 mg
sublingual bila target TD telah tercapai, obat dapat
ditelan dengan dosis 3x12,5-25 mg.
Golongan antagonis kalsium yang bekerja perifer :
Nifedipin dimulai dengan dosis 5 mg sublingual dan
dapat dinaikkan menjadi 10 mg sublingual tergantung
respons sebelumnya, bila target TD telah tercapai, obat
dapat ditelan dengan dosis 3x5 10 mg.
Pemberian obat Anti Hipertensi jika TD sangat tinggi
pada 3 kali pengukuran selang 15 menit, bila:
1. MABP > 130 mmHg
2. TD sistolik > 220 mmHg
3. TD diastolik > 120 mmHg
4. Bila ada GGA, gagal jantung dan MCI.
Tekanan darah diturunkan 30% dari TD sistolik awal
dalam 15-60 menit. Target TD yang ingin dicapai
180/100 mHg dan jangan sampai 120/80 mmHg karena
bisa menyebabkan hipoperfusi otak. Bila terjadi hipotensi
lakukan drips dopamine.
2) Anti Kejang :
Diasepam injeksi dan Fenitoin oral 3 x 100 mg untuk
profilaksis kejang.
3) Antibiotik injeksi dan Parasetamol
bila ada tanda-tanda infeksi.

2. PENATALAKSANAAN STROKE HEMORAGIK


INTRACEREBRAL (ICH)
A. Perawatan Umum
Pasang IVFD RL 14 gtt/m
Berikan O2 : 2-4 liter, pasang gudel (kalau ada tanda-
tanda gangguan pernafasan).
Pasang NGT kalau sulit menelan atau tidak sadar.
Pasang kateter folley / kondom kalau perlu
Tirah baring dengan elecasi kepala 300 (memakai 1
bantal kepala)
Diet TKTP rendah garam / Diet lambung II
Pemeriksaan darah perifer lengkap dan trombosit, kimia
darah (glukosa, elektrolit, ureum, kreatinin), masa protrombin
dan masa tromboplastin parsial)
buat rekaman EKG dan foto thoraks
Lakukan CT-Scan yang merupakan standard baku emas.
B. Medikamentosa
1. Neuroprotektor : diberikan satu cara / gabungan :
Pirasetam 12 gram bolus dalam 30 menit bila onset < 24
jam atau injeksi 4x3 gram setiap hari selama 3-8 hari
tergantung perbaikan klinis, dilanjutkan oral 2x1200 mg atau
3x800 mg.
Sitikolin (NicholinR) Dosis 1-2 x 500 mg IV
(Sediaan 100 mg/2 ml ampul ; 250 mg/2 ml ampul)
Tujuannya : mencegah dan memblok proses yang
menyebabkan sel-sel terutama di daerah penumbra.

2. Anti Edema Otak, diberikan satu cara/gabungan


berikut ini :
Gliserol 50% oral 3x30 cc perhari (3xCII), atau
Gliserol 10% (IV) dalam 0,4% NaCl dengan dosis 0,25-1
g/kgBB setiap 4-6 jam.
Manitol 20% bolus, 1 g/kgBB dalam 20-30
menit kemudian disusul dengan dosis 0,25-0,5 g/kgBB
setiap 6 jam sampai maksimal 48 jam, tergantung pada TIK
penderita, CPP osmolaritas serum dan kondisi klinis.
Furosemid 1 mg/kgBB intravena.
3. Neuroboransia :
Vit B1, Vit B6, Vit B12, Vit E (Necradin ER,
NeurosanbeR, NevraminR). Dosis 2x1 tab. / Inj. IM 1 ampul
per hari).
4. Anti Hipertensi:
Golongan penghambat ACE : Kaptopril 25 mg
sublingual bila target TD telah tercapai, obat dapat ditelan
dengan dosis 3x12,5-25 mg.
Golongan antagonis kalsium yang bekerja perifer :
Nifedipin dimulai dengan dosis 5 mg sublingual dan dapat
dinaikkan menjadi 10 mg sublingual tergantung respons
sebelumnya, bila target TD telah tercapai, obat dapat ditelan
dengan dosis 3x5 10 mg.
Pemberian obat Anti Hipertensi jika TD sangat tinggi pada 3
kali pengukuran selang 15 menit, bila:
1. MABP > 130 mmHg
2. TD sistolik > 220 mmHg
3. TD diastolik > 120 mmHg
4. Bila ada GGA, gagal jantung dan MCI.
Tekanan darah diturunkan 30% dari TD sistolik awal dalam
15-60 menit. Target TD yang ingin dicapai 180/100 mHg
dan jangan sampai 120/80 mmHg karena bisa menyebabkan
hipoperfusi otak. Bila terjadi hipotensi lakukan drips
dopamine.
5. Anti Kejang :
Diasepam injeksi dan Fenitoin oral 3 x 100 mg untuk
profilaksis kejang.
6. Antibiotik injeksi dan Parasetamol bila ada tanda-
tanda infeksi.

3. PENATALAKSANAAN STROKE HEMORAGIK


SUBARAKHNOID (SAH)
A. Perawatan Umum : (sda)
B. Medikamentosa :
1. Neuroprotektor :
Pirasetam : (sda)
Sitikolin (NicholinR) : (sda)
2. Anti Edema Otak :
Gliserol 50% oral atau Gliserol 10% IV (sda)
Manitol 20% (sda)
Furosemid (sda)
3. Neuroboransia : (sda)
4. Lain-lain :
Anti Hipertensi (sda)
Anti kejang (sda)
Antibiotik injeksi dan Parasetamol (sda)
Anti trombolitik : As. Traneksamat 6x500 mgIV
selama 5-6 hari pertama dan dilanjutkan secara oral 3x500
mg sampai 3 minggu. Tujuannya : untuk mencegah lisis dari
bekuan darah yang menutup dinding aneurisma bila belum
pecah oleh bekuan fibrin (trombosed aneurism).
Kortikosteroid : Dexamethason 3x1 ampul IV.