Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM REKAYASA BAHAN P3

PERCOBAAN POLIMER TERMOPLASTIK


DAN TERMOSET

DIONISIUS ANDY K
NRP 2412.100.106

Asisten Laboratorium
Ayu Rachma Permata Sari
NRP 2411.100.033

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK FISIKA


JURUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2014
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM REKAYASA BAHAN P3

PERCOBAAN POLIMER TERMOPLASTIK


DAN TERMOSET

DIONISIUS ANDY K
NRP 2411.100.106

Asisten Laboratorium
Ayu Rachma Permata Sari
NRP 2411.100.033

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK FISIKA


JURUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2014
i
Halaman ini memang dikosongkan

ii
FINAL REPORT
LABWORK MATERIAL ENGINEERING P3

EXPERIMENT THERMOPLASTIC POLYMER


AND THERMOSET

DIONISIUS ANDY K
NRP 2411.100.106

Laboratory Assistant
Ayu Rachma Permata Sari
NRP 2411.100.033

STUDY PROGRAM S1 ENGINEERING PHYSICS


DEPARTMENT OF ENGINEERING PHYSICS
FACULTY OF INDUSTRIAL TECHNOLOGY
SEPULUH NOPEMBER INSTITUTE OF TECHNOLOGY
SURABAYA
2014
iii
Halaman ini memang dikosongkan

iv
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN RESMI

PERCOBAAN POLIMER TERMOPLASTIK


DAN TERMOSET

OLEH :
DIONISIUS ANDY K
NRP. 2412.100.106

Surabaya, 28 November 2014


Mengetahui/Menyetujui

Asisten Praktikan

Ayu Rachma Permata Sari Dionisius AK


NRP. 2411 100 033 NRP. 2412 100 106

v
Halaman ini memang dikosongkan

vi
PERCOBAAN POLIMER TERMOPLASTIK
DAN TERMOSET

Nama : DIONISIUS ANDY K


NRP : 2412100106
Nama Asisten : AYU RACHMA PERMATA SARI

ABSTRAK
Polimer merupakan salah satu jenis material yang memiliki
aplikasi cukup luas dalam berbagai bidang. Berdasarkan sifat
polimer terdiri dari termoplastik, termoset dan elastomer. Dalam
perkembangannya diperlukan suatu metode untuk menentukan
jenis suatu polimer yaitu dengan beberapa pengujian salah
satunya dengan uji bakar. Dalam percobaan ini digunakan dua
jenis polimer, polimer A (Resin+Hardener) dan polimer B
(PVC/Lem tembak). Untuk mengetahui sifat kedua polimer
tersebut dilakukan uji bakar. Dalam pengamatan selama uji bakar
didapatkan data perilaku polimer (Adan B) terhadap peningkatan
suhu dan waktu. Dimana didapatkan kesimpulan bahwa polimer
A (Resin+Hardener) adalah polimer termoset dan polimer B
(PVC/Lem tembak) adalah termasuk dalam polimer termoplastik,
atas dasar respon masing-masing polimer tersebut terhadap
temperature.

Kata kunci : termoplastik, termoset, polimer

vii
Halaman ini memang dikosongkan

viii
EXPERIMENT THERMOPLASTIC POLYMER
AND THERMOSET

Student Name : DIONISIUS ANDY K


NRP : 2412100106
Assistant Name : AYU RACHMA PERMATA SARI

ABSTRACT
Polymer is one kind of material which has a fairly extensive
application in various fields. Based on the properties of polymer
consisting of thermoplastics, thermosets and elastomers. In its
development, we need a method to determine the type of a
polymer that is with some testing one of them with test fuel. In this
experiment used two types of polymers, polymer A (resin +
hardener) and polymer B (PVC / Glue firing). To determine the
properties of the polymer fuel test. In observation of the data
obtained during the test fuel behavior of polymers to the increase
of temperature and time. Where it was concluded that the polymer
A (resin + hardener) is a thermoset polymer and polymer B
(PVC/Glue) is included in the thermoplastic polymer, based on
the response of each of these polymers to temperature

Keywords: thermoplastics, thermosets, polymer

ix
Halaman ini memang dikosongkan

x
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah


memberikan rahmat dan anugrahnya, sehingga laporan resmi ini
dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Laporan resmi ini merupakan salah satu persyaratan yang harus
dipenuhi setiap praktikan sebelum beranjak ke praktikum
berikutnya.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak
terima kasih kepada :
1. Kedua orang tua dan teman-teman yang telah
memberikan segala dukungan baik moril maupun materil
serta perhatiannya.
2. Dosen pengajar mata kuliah Rekayasa Bahan yang telah
membimbing dan memberikan ilmunya.
3. Asisten yang setia membimbing dan mendampingi dari
mulai praktikum hingga penyelesaian laporan resmi.
Dalam penyusunan laporan resmi ini tentunya masih jauh
dari sempurna baik menyangkut isi maupun bahasa yang
digunakan sehingga tidak menutup kemungkinan bagi penulis
untuk menerima kritik maupun saran yang membangun demi
kesempurnaan. Akhir kata, semoga laporan resmi ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi semua pihak pada
umumnya, semoga laporan ini dapat menambah ilmu
pengetahuan dan membuka wawasan bagi yang membacanya.

Penulis.

xi
Halaman ini memang dikosongkan

xii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ..................................................................... i


Halaman Pengesahan ........................................................... v
Abstrak .................................................................................. vi
Abstract .................................................................................. vii
Kata Pengantar ..................................................................... viii
Daftar Isi ............................................................................... xi
Daftar Gambar ..................................................................... xii
Daftar Tabel .......................................................................... xiii
BAB I Pendahuluan ............................................................. 1
1.1 Latar Belakang ................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................ 1
1.3 Tujuan ............................................................................... 2
1.4 Manfaat . 2
BAB II Dasar Teori .............................................................. 3
2.1 Polimer ............................................................................. 3
2.2 Susunan Rantai Polimer 4
2.3 Klasifikasi Polimer.... 5
2.3.1 Berdasarkan Sumber.. 5
2.3.2 Berdasarkan Sifat Termal 6
2.3.3 Berdasarkan Sifat Monomer.. 6
2.4 Hubungan Struktur terhadap Sifat Mekanik ................... 7
2.5 Pengujian Polimer.. 8
BAB III Metodologi Percobaan ........................................... 9
3.1 Peralatan dan Bahan ......................................................... 9
3.2 Prosedur Percobaan .......................................................... 9
BAB IV Analisis Data dan Pembahasan ............................ 11
4.1 Analisis Data .................................................................... 11
4.2 Pembahasan ...................................................................... 14
BAB V Kesimpulan dan Saran ............................................ 15
5.1 Kesimpulan ....................................................................... 15
5.2 Saran ................................................................................. 15
Daftar Pustaka
Lampiran

xi
Halaman ini memang dikosongkan

xii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Aplikasi Bahan Polimer 3


Gambar 2.2 struktur linear 4
Gambar 2.3 Struktur Branched 4
Gambar 2.4 Struktur Cross-linking 5
Gambar 2.5 Alternating Copolimer 6
Gambar 2.6 Random Copolimer 6
Gambar 2.7 Block Copolimer 7
Gambar 2.8 Graft Copolimer 7

xiii
Halaman ini memang dikosongkan

xiv
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Data kondisi pada polimer A (hardener 3 tetes) 11


Tabel 4.2 Data kondisi pada polimer A (hardener 4 tetes) 11
Tabel 4.3 Data kondisi pada polimer A (hardener 5 tetes) 11
Tabel 4.3 Data kondisi pada polimer C 12
Tabel 4.5 Data kondisi pada polimer A
(data Kelompok 11) 12
Tabel 4.6 Data kondisi pada polimer PVC
(Data Kelompok 11) 13

xv
Halaman ini memang dikosongkan

xvi
xvii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Polimer merupakan suatu molekul raksasa (makromolekul)
yang terbentuk dari susunan ulang molekul kecil yang terikat
melalui ikatan kimia. Suatu polimer akan terbentuk bila seratus
atau seribu unit molekul kecil disebut monomer yang saling
berkaitan dengan satu rantai. Polimer sangat erat kaitannya dalam
kehidupan sehari hari, banyak sekali aplikasi yang dapat kita
jumpai mulai dari hal yang sederhana seperti botol air mineral,
hingga sesuatu yang sangat penting dalam tubuh kita yaitu
protein. Sekarang ini perkembangan polimer sudah sangat pesat
bahkan sampai sekarang berbagai penelitian tentang polimer
masih berlangsung untuk bisa menghasilkan material baru yang
bisa mendukung kemajuan teknologi sekarang ini.
Oleh Karena aplikasi dan perkembangan dari material
polimer yang mulai berkembang serta meluas, maka diperukan
pemahaman yang lebih dalam tentang karakteristik dari jenis
material ini. Maka dari itu perlu dilaksanakan praktikum tentang
material polimer.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang ingin dibahas didalam praktikum
kali ini adalah sebagai berikut :
a. Apa yang dimaksud polimer itu ?
b. Bagaimana sifat-sifat dari polimer termoplastik dan termoset ?
c. Bagaimana membedakan polimer termoplastik dan termoset ?

1
2

1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum kali ini
adalah sebagai berikut :
a. Dapat mengenal bahan polimer.
b. Dapat mengetahui sifat-sifat polimer termoplastik dan
termoset.
c. Dapat membedakan polimer termoplastik dan termoset.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh setelah melakukan
praktikum ini antara lain adalah sebagai berikut.
a. Praktikan mampu mengenal lebih jauh tentang material
polimer.
b. Praktikan mampu mengetahui sifat sifat polimer
termoplastik dan thermoset.
c. Praktikan mampu membedakan polimer termoplastik
dan thermoset.
d. Praktikan mengetahui cara pengujian polimer untuk
mengetahui sifat termal polimer.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Polimer
Suatu polimer adalah rantai berulang dari atom yang
panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik
yang disebut monomer.
Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari
molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari
satu unit monomer. Manusia sudah berabad-abad menggunakan
polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar, dan permen karet.
Tapi industri polimer modern baru mulai berkembang pada masa
revolusi industri. Di akhir 1830-an, Charles Goodyear berhasil
memproduksi sebentuk karet alami yang berguna melalui proses
yang dikenal sebagai vulkanisasi. Saat ini aplikasi polimer
sudah berkembang pesat diber bagai bidang kehidupan.

Gambar 2.1 Aplikasi Bahan Polimer


Pada gambar ditas dapat dilihat hasil dari aplikasi
penggunaan material polimer, dimana pada gambar tersebut
aplikasi polimer digunakan untuk membuat plastik.

3
4

2.2 Susunan Rantai Polimer


Beberapa susunan rantai yang menyusun sebuah polimer
adalah sebgai berikut.

a. Linear Polymer
Merupakan bentuk paling sederhana dari molekul
polimer. Polimer linear tersusun atas satu rantai panjang yang
kontinu, tanpa adanya percabangan dari rantai tersebut.

Gambar 2.2 struktur linear

b. Branched Polymer
Branched polymer terdiri atas satu rantai utama yang
mempunyai rantai molekul lebih kecil sebagai cabang.
Sebuah struktur rantai bercabang cendrung menurunkan
tingkat kristanilitas ( cristanility ) dan kepadatan ( density )
polymer tersebut.

Gambar 2.3 Struktur Branched


Terdapat berbagai jenis branched polymer yang dapat
terbentuk. Salah satunya yang dinamakan dengan star-
branching. Star-branching terbentuk ketika polimerisasi
dimulai dengan single monomer dan mempunyai cabang
radial keluar. Polymer dengan tingkat kecabangan yang tinggi
disebut dendrimers.
5

c. Cross-Linking
Cross-linking dalam polymer terjadi ketika ikatan valensi
primer terbentuk antara moleku-molekul rantai polymer yang
terpisah. Selain ikatan dimana monomer membentuk rantai
polymer, ikatan polymer yang lain terbentuk diantara polymer
tetangganya. Ikatan ini dapat terbentuk secara langsung
diantara rantai tetangganya, atau dua rantai dapat terikat
menjadi rantai yang lain. Walupun tidak sekuat ikatan pada
rantai, cross-links mempunyai peran yang sangat pentin pada
polymer. Polymer mempunyai ikatan cross-links yang banyak
mempunyai "memory." Ketika polymer diregangkan, ikatan
cross-links mencegah rantai untuk berpisah. Ikatan ini
memperkuat, namun ketika tegangan dihilangkan maka
struktur akan kembali ke bentuk semula dan objek pun
demikian.

Gambar 2.3 Struktur Cross-linking

2.3 Klasifikasi Polimer


Beberapa klasifikasi dari polimer antara lain adalah sebagai
berikut.
2.3.1 Berdasarkan Sumber
Berdasarkan sumbernya polimer dapat dikelompokkan
dalam 3 kelompok, yaitu:
Polimer Alam, yaitu polimer yang terjadi secara alami.
Contoh: karet alam, karbohidrat, protein, selulosa dan
wol.
Polimer Semi Sintetik, yaitu polimer yang diperoleh dari
hasil modifikasi polimer alam dan bahan kimia. Contoh:
selulosa nitrat (yang dikenal lewat misnomer nitro
6

selulosa) yang dipasarkan dibawah nama - nama


Celluloid
Polimer sintesis, yakni polimer yang dibuat melalui
polimerisasi dari monomer - monomer polimer.

2.3.2 Berdasarkan Sifat Termal


Berdasarkan sifat termalnya, polimer dapat di
klasifiaksikan menjadi 2 yaitu:
Termoplastik, yaitu polimer yang bisa mencair dan
melunak. Hal ini disebabkan karena polimer - polimer
tersebut tidak berikatan silang (linier atau bercabang)
biasanya bisa larut dalam beberapa pelarut.
Termoset, yaitu polimer yang tidak mau mencair atau
meleleh jika dipanaskan. Polimer - polimer termoset
tidak bisa dibentuk dan tidak dapat larut karena
pengikatan silang, menyebabkan kenaikan berat
molekul yang besar.

2.3.3 Berdasarkan Jenis Monomer


Alternating copolymers
Monomer yang berbeda tersusun berurutan

Gambar 2.5 Alternating Copolimer


Random copolymers
Monomer yang berbeda tersusun acak

Gambar 2.6 Random Copolimer


7

Block copolymers
Monomer yang sama membentuk grup dan 2 grup
yang berbeda tersusun berurutan.

Gambar 2.7 Block Copolimer

Graft Copolymers
Rantai-rantai cabang terdiri dari monomer yang
berbeda dengan rantai utama.

Gambar 2.8 Graft Copolimer

2.4 Hubungan Struktur terhadap Sifat Mekanik


Chain Length
Semakin panjang rantai memuat ketangguhan dan kekuatan
polimer semakin meningkat hal ini disebabkan karena
terjadi peningkatan interaksi dalam rantai seperti ikatan
Van der Waals yang membuat rantai menjadi lebih kuat
pada posisinya dalam menahan deformasi dan perpecahan
matriks, baik pada tegangan tinggi maupun temperatur
tinggi.
8

Branching
Sebuah struktur rantai bercabang cendrung menurunkan
tingkat kristanilitas ( cristanility ) dan kepadatan ( density )
polymers, sehinga juga akan menurunkan sifat mekanik
seperti kekuatan dan ketangguhan sebuah polimer.

Cross-Linking
Struktur rantai Cross-linking akan meningkatkan kekuatan
& ketangguhan polimer. Karena ikatan cross-links yang
banyak membuat sebuah polimer memiliki "memory."
Ketika polymer diregangkan, ikatan cross-links mencegah
rantai untuk berpisah.

2.5 Pengujian Polimer


Untuk dapat mendapatkan sifat sifat dari polimer maka
digunakan pengujian pengujian atara lain sebagai berikut.
Uji Mekanik
Yaitu untuk mengetahui sifat mekanik sebuah polimer,
dengan menggunakan lengan penarik, dimana polimer yang
digunakan sebagai sampel dibentuk memanjang seperti
tulang anjing (dog bone). Has ail uji ini adalah seperti
tensile strength, yield strength, elongation dan ultimate
tensile strength.
Uji Kekerasan
Untuk mengetahui kekerasan dari suatu polimer, dapat
menggunakan pengujian dengan indentor, ataupun yang
paling sederhana menggunakan uji pantul.
Uji Termal
Dilakukan untuk mengetahui sifat termal dari suatu polimer
dan dapat juga digunakan untuk menggolongkan suatu
polimer termasuk thermoset maupun termoplastik. Uji ini
dilakukan dengan memanaskan polimer sampel uji, dan
dipanaskan dengan peningkatan suhu yang telah ditentukan
sebelumnya.
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1. Peralatan
Adapun peralatan yang dibutuhkan dalam percobaan ini
adalah:
a. Hotplate/kompor listrik
b. Termometer digital
c. Wadah untuk mencampur bahan (gelas plastik)
d. Pengaduk
e. Cetakan (plastisin)
f. Wadah tahan panas/panci
g. Polimer A (Resin + Hardener)
h. Polimer B (Lem tembak/PVC)

3.2. Prosedur Percobaan


Prosedur percobaan yang ada dalam pelaksanaan
praktikum ini adalah:
a. Peralatan dan bahan disiapkan.
b. Dibuat 3 macam polimer dari bahan resin dengan 3
jumlah hardener yang berbeda yaitu 2, 4, dan 6 tetes.
Diaduk rata, kemudian dimasukkan ke dalam cetakan
yang telah disediakan. Ditunggu hingga kering dan
dilepaskan dari cetakan.
c. Bahan polimer A dimasukkan ke dalam wadah tahan
panas.
d. Diletakkan wadah di atas hot plate atau kompor
listrik, lalu nyalakan (set suhu hot plate 300C).
e. Diamati kenaikan suhu polimer dan dicatat jika
terjadi perubahan pada polimer.
f. Dilanjutkan pengamatan hingga perubahan besar
terjadi (misal: meleleh atau gosong) dan dicatat
suhunya (pada saat terjadi perubahan).

15
16

g. Ditentukan manakah yang termasuk termoplastik dan


termoset, jelaskan mengapa.
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Data


Berdasarkan percobaan Polimer yang telah dilakukan
didapatkan data sebagai berikut :

4.1.1 Percobaan Polimer A (data Kelompok 6)


Berdasarkan praktikum, diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.1 Data kondisi pada polimer A (hardener 3 tetes)


Waktu
Suhu (C) Kondisi
(menit)
15 62,7 Tidak berubah
30 75 Mulai gosong
45 90 Gosong (cokelat muda)
60 97 Gosong (cokelat tua)

Tabel 4.2 Data kondisi pada polimer A (hardener 4 tetes)


Waktu
Suhu (C) Kondisi
(menit)
15 62,7 Tidak berubah
30 75 Mulai gosong
45 90 Gosong (cokelat muda)
60 97 cokelat tua

Tabel 4.3 Data kondisi pada polimer A (hardener 5 tetes)


Waktu
Suhu (C) Kondisi
(menit)
15 62,7 Tidak berubah
30 75 Mulai gosong
45 90 Gosong sebagian
60 97 Agak cokelat

11
12
2

4.1.2 Percobaan Polimer B


Untuk polimer B percobaaan tidak dapat dilakukan
dikarenakan polimer B tidak kering , sehingga tidak dapat
dilakukan uji panas.

4.1.3 Percobaan Polimer Lem tembak/PVC (data


Kelompok 6)
Berdasarkan praktikum, diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.4 Data kondisi pada polimer C


Waktu
Suhu (C) Kondisi
(detik)
51 36 1/8 meleleh
82 38,9 meleleh
144 42 meleleh
212 45,3 meleleh
240 44 7/8 meleleh
275 46 Meleleh total

4.1.4 Percobaan Polimer A (data Kelompok 11)

Pada percobaan yang telah dilakukan, ketiga sampel


polimer dipanaskan secara perlahan kemudian diamati
perubahan nya sebagai berikut.

Tabel 4.5 Data kondisi pada polimer A


Waktu Keadaan Polimer A(Resin+hardener)
Suhu
(menit) Hardener Hardener Hardener 7
(oC)
5 tetes 6 tetes tetes
1 40,6 Tetap Tetap Tetap
:
6 88 Sedikit
meleleh
7 96
8 105
13
2

9 113
10 119 Sedikit Sedikit
meleleh meleleh
11 123,9
12 122
13 132,5
14 127
15 136,8
:
21 179
22 194
23 >200
24 >200
:
33 >200 Warna Warna Warna
kecoklatan kecoklatan kecoklatan
:
40 >200 Warna Warna Warna
coklat coklat menghitam

4.1.5 Percobaan Polimer Lem Tembak/PVC (data


Kelompok 11)

Tabel 4.6 Data kondisi pada polimer PVC


Waktu(menit) Suhu(oC) Keadaan Polimer B
1 80,9 Bagian bawah meleleh
2 114,4 Meleleh 25 %
3 134 Meleleh 50 %
4 144 Meleleh 75 %
5 152 Meleleh 100 %
14
2

4.2 Pembahasan
Dari data tersebut tampak bahwa polimer yang dibuat
dengan resin dan hardener mengalami perubahan warna dan
akhirnya menjadi arang (gosong) bila dianaskan. Secara
teoritis, polimer yang dibuat merupakan polimer termoset,
dimana polimer jenis ini memiliki sifat akan menjadi arang
jika dipanaskan lebih lanjut. Dari data data yang telah
didapatkan baik data kelompok 6 dapat dilihat bahwa Polimer
dengan hardener paling sedikit (2 tetes) relatif kurang tahan
terhadap pemanasan, yang dapat dilihat pada tabel 4.1, 4.2 dan
4.2, yaitu pada suhu 90C polimer dengan hardener 2 tetes
sudah gosong berwarna coklat muda, sedangkan polimer
dengan hardener 5 tetes hanya gosong sebagian. Hal ini tidak
sesuai dengan secara teori, dimana seharusnya polimer dengan
hardener lebih banyak akan lebih cepat kering dan lebih stabil
terhadap pemanasan. Hal tersebut dikarenakan pada proses
pembuatan polimer, terdapat kesalahan atau
ketidaksempurnaan dalam melakukan pengadukan, sehingga
antara resin dan hardener tidak tercampur dengan baik. Hal
tersebut menyebabkan polimer tidak kering sempurna,
sehingga terdapat bagian-bagian yang serupa dengan lelehan.
Sedangkan data yang didapatkan oleh kelompok 11 sudah
sesuai degan teori yaitu, sampel dengan jumlah pemberian
hardener yang paling banyak lenih cepat kering.
Pada proses pemanasan polimer jenis lem
tembak/PVC, hasil yang ditunjukkan sesuai dengan teori yaitu
polimer ini mengalami pelelehan karena sifatnya termoplastik.
Polimer jenis ini akan meleleh ketika dipanaskan, tetapi dapat
dibentuk kembali setelah dipanaskan, Yang dapat dilihat pada
tebel 4.4 dan tebel 4.7, semakin tinggi suhu pemanasan akan
membuat PVC menjadi leleh. Perubahan yang ditunjukkan
adalah meleleh dan bukan perubahan warna atau menjadi
gosong, sehingga PVC adalah jenis polimer termoplastik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Suatu polimer adalah rantai berulang dari atom
yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa
molekul identik yang disebut monomer.
2. Berdasarkan sifat thermalnya polimer dibedakan
menjadi 2, yaito polimer termoplastik dan polimer
thermoset
3. Polimer thermoplastic adalah polimer yang ketika
dimanaskan akan mudah meleleh pada suhu
beberapa ratus derajat celcius saja, dan dapat di
daur ulang, sedangkan polimer jenis thermoset,
meleleh pada suhu yang lebih tinggi dari
termoplastik, namun jika terus dipanaskan polimer
jenis ini akan menjadi arang.
4. Polimer A adalah bahan termoset, sedangkan
polimer C adalah bahan termoplastik.

5.2. Saran
Sebaiknya alat-alat praktikum misalnya panic pemanas
dibersihkan sampai bersih setelah praktikum selesai,
sehingga tidak mengganggu pengambilan data dari
kelompok selanjutnya.

15
16

Halaman ini sengaja dikosongkan


DAFTAR PUSTAKA

[1] Wikipedia. Polimer. 2014. Retrieved From


http://id.wikipedia.org/wiki/Polimer diakses pada tanggal
13 Desember 2014 pukul 07.03.

[2] USUpress. Polimer: Ilmu Material. 2014. Retrieved From


http://usupress.usu.ac.id/files/Polimer;%20Ilmu%20Material_Nor
mal_bab%201.pdf
diakses pada tanggal 13 Desember 2014 pukul 08.10.

[3] Khairul umam, Nur H, Nurmawati. 2007. Struktur dan Sifat


Polimer.Universitas Indonesia

29
LAMPIRAN

Resume Jurnal
SINTESIS DAN KARAKTERISASI POLIMER
SUPERABSORBAN DARI AKRILAMIDA

Superabsorbent Polymer (SAP) merupakan


polimer yang dapat menyerap air dalam jumlah yang sangat
banyak. Dalampenelitian ini, polimer SAP disintesis dari
akrilamida dengan menggunakan crosslinker N,N-metilene
bisakrilamide (MBA) dan inisiator amonium persulfat
(APS). Dengan memfasiasikan komposisi dari MBA dan
APS.
Bahan-bahan untuk pembuatan SAP ini diperoleh dari
distributor bahan. Yaitu APS dan MBA. Semuanya merupakan
padatan murni dari Merck, Jerman. Penelitian ini menggunakan
peralatan laboratorium standar yang mencakup labu bundar
berleher 4, oven, magnetic stirer, kondesor, pemanas listrik,
pompa dan termometer.
Hasil menunjukkan bahwa Kapasitas absorbsi SAP
terbesar dari penelitian ini adalah 14,5 g/g yang dimiliki oleh
polimer dengan komposisi APS 0,2% dan MBA 0,6%.
Komposisi APS dan MBA harus pas, karena jika MBA yang
berperan sebagai crosslink terlalu banyak, maka akan semakin
banyak pula terbentuk ikatan crosslink sehingga menyebabkan
polimer menjadi padat dan memiliki struktur mikropori yang
sedikit, sehingga daya adsorbsi air juga akan berkurang, tetapi
jika komposisi MBA terlalu sedikit, maka juga akan tercipta
ikatan crosslink yang sedikit pula yang menyebabkan bagian
polimer yang tak ber ikatan akan larut dengan air, yang juga akan
menurunkan daya adsorbsi.