Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN

PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MODEL REPRESENTATIF KIMIA


(MAKROSKOPIS, SUB MIKROSKOPIS, DAN SIMBOLIK)
DALAM PEMBELAJARAN ASAM BASA

1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam perkembangan sumber
daya manusia yang berkualitas. Kemajuan suatu negara dipengaruhi oleh
sumber daya manusia yang dimiliki, sehingga pendidikan menjadi kebutuhan
mendasar di setiap negara.
Salah satu upaya pemerintah dalam penyempurnaan serta peningkatan kualitas
pendidikan adalah dengan mengadakan perombakan dan pembaharuan
kurikulum yang berkesinambungan, mulai dari kurikulum 1968 sampai
kurikulum 2013 namun penggunaan kurikulum 2013 masih belum semua
sekolah menerapkannya.
Beberapa masalah yang sering ditemukan dalam penyelenggaraan pendidikan
seperti pembelajaran yang masih terpusat kepada guru. Kelemahan tersebut
dapat dilihat pada saat berlangsungnya proses pembelajaran dikelas seperti
interaksi aktif antar siswa dengan guru atau siswa dengan siswa yang jarang
terjdi.
Selama ini pembelajaran kimia yang berlangsung di kelas masih didominasi
oleh guru, sementara siswa cenderung pasif. Guru hanya mengajarkan konsep
dan teori yang kadang susah dijangkau oleh pemikiran siswa.
Selain itu, penyajian materi pelajaran kurang menarik dan aktivitas siswa
dalam pembelajaran sangat kurang. Untuk Latihan soal, guru hanya menyuruh
siswa mengerjakan LKS. Hal inilah yang menyebabkan minat siswa untuk
mengerjakan soal sangat rendah, terlihat dari adanya beberapa siswa yang
menyontek pekerjaan temannya untuk sekedar memenuhi tugas mengerjakan
LKS. Keadaan Seperti ini harus diubah terutama dalam hal penyajian dan
pendekatan yang menarik dan mampu mengajak siswa belajar aktif.
Perkembangan teknologi informasi dan Sumber Daya Manusia (SDM)
merupakan tantangan bagi penyelenggara pendidikan dalam meningkatkan
mutu pembelajaran. Sutrisno (2008) mengemukakan bahwa peningkatan mutu
pelaksanaan pembelajaran di sekolah dilakukan dengan berbagai strategi,
salah satu diantaranya melalui penerapan pendidikan dan pelatihan berbasis
kompetensi (competency based education and training). Pendekatan berbasis
kompetensi digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum,
pengembangan bahan ajar, pelaksanan pembelajaran, dan pengembangan
prosedur penilaian.
Materi pembelajaran kimia adalah suatu cabang ilmu pengetahuan alam yang
materi - materinya terdiri atas pelajaran yang bersifat teoritis, eksperimen,
analisa, hafalan danjuga perhitungan.
Kimia adalah salah satu cabang dari bidang ilmu alam Kimia adalah ilmu yang
mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala
atom (mikroskopik) hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta
interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari.
Dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dalam pembelajaran kimia,
diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan diIndonesia.
Salah satu materi pokok yang diajarkan pada semester genap kelas XI SMA
yaitu materi asam basa. Materi pokok asam basa yang dipelajari mencakup
teori asam basa dan perhitungan pH Larutan. Sehingga materi pokok asam
basa ini bersifat hafalan, hitungan dan membutuhkan pemahaman konsep yang
kuat sehingga sering dianggap sulit bagi siswa.
Pengetahuan dan pemahaman dalam kimia terbagi dalam 3 level berbeda,
yakni makroskopik, simbolik dan mikroskopik. Sangatlah penting
menyeimbangkan hubungan konseptual diantara ketiga level tersebut agar
siswa dapat memahami kimia secara mendalam.
Level makroskopik dalam kimia berkaitan dengan fenomena yang dapat
diobservasi seperti pembakaran lilin, perubahan warna, dan sebagainya
( dalam materi asam basa fenomena asam basa dalam kehidupan sehari-hari
yang dapat dirasa). Level makroskopik dapat diajarkan pada siswa melalui
kegiatan pengamatan atau praktikum (praktikum dengan menggunakan
indikator asam basa). Level simbolik berhubungan dengan operasi komputasi,
pictorial, dan aljabar (dalam perhitungan kimia). Pada level ini, guru dapat
menggunakan persamaan kimia, grafik, mekanisme reaksi, rumus, analogi dan
angka.
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata
medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Dengan
demikian media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur
pesan.
Media pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu tenaga
pendidik dalam menyampaikan informasi kepada peserta didik. Telah banyak
media pembelajaran yang dikembangkan untuk mengatasi kesulitan belajar
pada materi-materi kimia. Semisal untuk materi level submikroskopik pada
larutan asam basa, guru dapat menggunakan video atau animasi terkait untuk
memberikan gambaran peristiwa kasat mata apa yang sebenarnya terjadi.
Media animasi merupakan media yangberupa gambar yang bergerak dan
disertaid engan suara Dengan kata lain, media animasi termasuk jenis
multimedia, yang didalamnya terdapat berbagai komponen penyusun (semisal
gerak, video, sound,evaluasi dan sebagainya). Dalam pembelajaran, media
animasi banyak dimanfaatkan untuk menggambarkan materi yang sebelumnya
menjadi abstrak menjadi sesuatu yang dapat diamati, baik dalam bentuk
analogi maupun penggambaran. Dengan media animasi, suatu materi dapat
dipahami lebih cepat karena siswa belajar dengan menggunakan lebih dari satu
jenis stimulus.
2. Tujuan Penelitian
Dari uraian dan beberapa hasil penelitian yang telah diungkap diatas maka
permasalahan utama dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana
pengaruh dari penggunaan media animasi untuk meningkatkan pemahaman siswa
terhadap model representatif kimia (makroskopis, sub mikroskopis, dan simbolik)
dalam pembelajaran asam basa.
3. Pertanyaan Penelitian
1. Bagaimana pengaruh penggunaan media animasi dalam meningkatkan
pemahaman siswa terhadap model representatif kimia (makroskopis, sub
mikroskopis, dan simbolik) dalam pembelajaran asam basa?
2. Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran kimia sebelum dan
sesudah di terapkan media animasi?

4. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin di capai yaitu untuk mengetahui pengaruh
penggunaan media animasi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap model
representatif kimia (makroskopis, sub mikroskopis, dan simbolik) dalam
pembelajaran asam basa.

5. Manfaat
1. Bagi siswa dapat mendorong siswa lebih mudah memahami pembelajaran asam
basa ari ketiga model representatif
2. Bagi guru dapat mempertimbangkan dalam memilih media pembelajaran yang
bervariasi.