Anda di halaman 1dari 2

1. Bagaimana peran ilmu gulma dalam ketahanan pangan di Indonesia?

2. Apa yang dimaksud dengan gulma? Jelaskan perbedaan karakteristik antar gulma dan
tanaman?
3. Mengapa para petani lebih sering memperhatikan masalah mengenal HPT dibanding
gulma?
4. Jelaskan problem problem yang ditimbulkan gulma terhadap manusia?
5. Sebutkan dan jelaskan pemanfaatan gulma beserta contohnya!

Jawaban

1. Peran ilmu gulma bagi ketahanan pangan Indonesia sama pentingnya dengan ilmu
pengendalian hama dan penyakit karena dalam kegiatan budidaya tanaman pangan
dan hortikultura, perkembangan gulma di lahan cukup merugikan secara ekonomi.
Kerugian yang diakibatkan adanya kompetisi antara gulma dan tanaman budidaya
dapat mencapai 95% (Seminar HIGI ke-29).Hal ini tentunya berpengaruh terhadap
ketersediaan pangan nasional.
2. gulma merupakan tumbuhan pengganggu atau tumbuhan yang belum diketahui
manfaatnya, dikehendaki tumbuh baik dari segi tempat dan waktu yang tidak tepat
yang tidak diinginkan oleh petani serta menyebabkan kerugian bagi kegiatan budidaya
tanaman. Perbedaan karakteristik gulma dan tanaman budidaya yakni kemampuan
bertahan hidup, adanya seleksi baik seleksi buatan atau seleksi alami membuat
tanaman budidaya kehilangan daya bertahan hidup di habitat liar. Berbeda dengan
gulma yang hanya mengalami seleksi alam, membuat kemampuan bertahan hidup
gulma semakin tinggi. Selain itu, akibat seleksi buatan, tanaman budidaya kehilangan
daya kompetisinya seperti kehilangan alelopati untuk bersaing dengan gulma. Selain
itu, daya kepekaan terhadap zat aktif yang berbeda akibat seleksi buatan pada
tanaman budidaya. Tanaman budidaya yang dikembangkan melalui pemuliaan
tanaman membuat beberapa struktur kimianya menjadi berbeda dengan gulma yang
dikategorikan kedalam famili yang sama. Hal ini membuat perbedaan tingkat
kepekaan yang berbeda terlebih pada reaksinya saat diberikan herbisida.
3. petani lebih memperhatikan masalah HPT dibandingkan dengan masalah gulma
karena gejala yang ditimbulkan dengan HPT lebih terlihat kerusakannya baik berupa
kerusakan fisik berupa bolong ataupun kerusakan fisiologis (layu, daun menguning,
atau gejala hiperplastik). Sedangkan kerugian yang diakibatkan dengan gulma tidak
terlihat secara jelas yakni berupa tanaman kerdil atau yang lainnya. Selain itu,
pengendalian gulma cukup menghabiskan biaya dibandingkan dengan pengendalian
HPT terkait penyebaran gulma yang lebih luas dan cepat dibandingkan dengan
penyebaran HPT sehingga petani pengendalian gulma tidak dilakukan secara intensif
dibandingkan dengan pengendalian HPT.

Problem-problem yang ditimbulkan gulma oleh manusia :


Menimbulkan alergi bagi manusia
Polen gulma yang bertebaran di udara dapat terhirup oleh manusia sehinggan
menimbulkan iritasi pernapasan serta alergi. Selain itu bagian tanaman berupa duri
bisa menyebabkan iritasi bagi kulit manusia.
Mengurangi mutu hasil produk pangan dan hortikultura
Mutu yang menurun akibat adanya gulma dapat menurunkan harga produk sehingga
keuntungan bagi petani menjadi berkurang
Menghambat kelancaran aktivitas manusia
Pertumbuhan gulma pada fasilitas umum dapat menghambat aktivitas manusia,
contohnya pertumbuhan di landasan pacu udara dapat mengurangi pandangan pilot
saat pendaratan atau pertumbuhan gulma air dapat mengganggu kegiatan nelayan di
danau atau sungai

4. Pemanfaatan gulma :
Pemanfaatan sebagai sayuran
Beberapa gulma dapat dimanfaatkan sebagai sayuran salah satunya Limnocharsi flava
atatu dikenal dengan genjer
Sebagai penutup lahan
Gulma sebagai tumbuhan penutup lahan dapat menjaga tanah dari erosi contohnya
Eupatorium pallessens