Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat RahmatNyalah saya diberikan kesehatan sehingga dapat
membuat laporan awal Eksplorasi Tidak Langsung II.
Terima kasih juga saya haturkan kepada instruktur Laboratorium
Eksplorasi Universitas Islam Bandung, serta teman-teman seperjuangan, karena
berkat saran dan bimbingan merekalah laporan ini bisa diselesaikan.
Laporan awal ini tidak luput dari kesalahan. Maka dari itu, pembaca
diharapkan dapat memberikan kritik serta saran yang membangun untuk
melengkapi kekurangan laporan ini. Terima kasih.
Jazakallahu Khoiron Katsiron
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bandung, 30 Maret 2017

Aldi Gustian Muhari.

1
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang..............................................................................1
1.2 Maksud dan Tujuan.......................................................................1
1.2.1 Maksud.................................................................................1
1.2.2 Tujuan...................................................................................1
BAB II LANDASAN TEORI..................................................................................2
2.1 Eksplorasi Tidak Langsung............................................................2
2.2 Metode Eksplorasi Geofisika.........................................................2
2.2.1 Metode Geolistrik..................................................................2
2.2.2 Pengolahan Data Geolistrik..................................................4
2.3 Metode Eksplorasi Geokimia.........................................................5
2.3.1 Lingkungan Geokimia...........................................................6
2.3.2 Prinsip Dasar Eksplorasi Geokimia.......................................6
BAB III KESIMPULAN.........................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang
dapat digunakan dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan aktifitas manusia.
Kebutuhan hidup manusia akan bahan tambang yang bergerak semakin
kompleks ini tentunya memerlukan bahan tambang yang lebih banyak lagi untuk
memenuhi kebutuhan tersebut, oleh karena itu diperlukanlah suatu kegiatan
eksplorasi untuk mencari dan menemukan bahan galian yang baru untuk
memenuhi kebutuhan tersebut.
Kepastian mengenai keberadaan suatu potensi bahan galian sangatlah
penting dalam merencanakan seluruh aktivitas pertambangan yang didasarkan
pada informasi informasi mengenai persebaran endapan, tingkat kepastian,
geometri badan bijih dan faktor faktor lainya. Indikasi awal keterdapatan suatu
bahan galian yang didapat dari survey tinjau tingkat keyakinannya masih sangat
rendah, oleh karena itu untuk meningkatkan tingkat kepercayaan atau
kepercayaan mengenai sumberdaya ini, dapat dilakukan dengan dengan
menggunakan metode dalam tahap eksplorasi tidak langsung. Eksplorasi tidak
langsung dapat diterapkan untuk eksplorasi berbagai macam bahan galian,
sehingga penting bagi seorang engineer untuk memahami kegiatan apa saja
yang dilakukan dalam tahapan eksplorasi ini.

1.2 Maksud dan Tujuan


1.2.1 Maksud
Maksud dibuatnya laporan awal ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang
dilakukan dalam kegiatan eksplorasi tidak langsung.
1.2.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami mengenai eksplorasi tidak langsung.
2. Untuk mengetahui dan memahami kegiatan yang dilakukan dalam
eksplorasi tidak langsung.

1
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Eksplorasi Tidak Langsung


Eksplorasi tidak langsung merupakan salah satu dari beberapa kegiatan
yang dilakukan dalam tahapan eksplorasi umum. Eksplorasi tidak langsung ini
dilakukan tanpa mengalami kontak langsung atau tidak bersentuhan secara
langsung dengan bahan galian dan dilakukan dengan memanfaatkan
karaktersitik tertentu dari bahan galian yang akan dicari. Karakteristik yang
dimaksud adalah sifat fisik maupun sifat kimia dari bahan galian tersebut. Setiap
jenis bahan galian memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda beda. Dengan
menganalisis sifat fisik maupun kimia batuan, maka dapat diketahui indikasi
keterdapatan mengenai suatu bahan galian. Informasi mengenai kedua sifat
tersebut didapat dengan menggunakan metode geofisika maupun geokimia.

2.2 Metode Eksplorasi Geofisika


Metode eksplorasi menggunakan geofisika merupakan metode eksplorasi
yang memanfaatkan sifat fisika dari suatu batuan. Setiap jenis batuan memiliki
sifat fisika yang berbeda beda atantara satu dengan yang lainya. Interpretasi
mengenai sifat fisik batuan dapat menunjukan indikasi adanya suatu bahan
galian yang akan dicari. Metode ini dilakukan dengan cara mengukur besaran
besaran fisik batuan yang ada dibawah permukaan. Metode ini dapat dilakukan
dengan beberapa cara, diantaranya adalah sebagai berikut :
Metode seismik
Metode geomagnetik
Metode geolistrik
Metode gravitasi
2.2.1 Metode Geolistrik
Metode geolistrik merupakan suatu metode yang digunakan dalam
eksplorasi dengan memanfaatkan sifat kelisitrikan atau tahanan dari suatu
batuan. Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk memetakan
kondisi di bawah permukaan dengan mengenali sifat kelistrikan berupa tahanan
jenis. Metode ini

2
3

digunakan untuk mengetahui indikasi awal adanya lapisan pembawa air. Selain
itu penerapan metode ini juga dapat dilakukan dalam bidang eksplorasi panas
bumi. Metode ini digunakan untuk mencari lokasi keberadaan dari suatu mineral
mineral sulfida. Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang mudah menghantarkan
arus listrik yang diinjeksikan kedalam tanah yang selanjutnya akan dibaca tingat
konduktifitasnya. Metode ini dilakukan dengan menancapkan empat electrode
kedalam tanah. Dua electrode digunakan sebagai alat untuk merambatkan arus
listrik kedalam bumi, sedangkan 2 elektrode lainnya digunakan untuk alat yang
berfungsi untuk mengukur volatse yang ditimbulkan oleh arus yang diinjeksikan
oleh dua electrode lainnya. Terdapat beberapa konfigurasi electrode, namun
yang banyak digunakan adalah cara wenner dan schlumberger.
Konfigurasi Wenner maupun Schlumberger memiliki kelemahan serta
kelebihannya masing masing. Pada konfigurasi Wenner, memiliki keunggulan
berupa ketelitian dalam pembacaan tegangan yang lebih baik dibandingkan
dengan yang lainya, namun tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat
permukaan. Sedangkan untuk konfigurasi Schlumberger, memiliki kelebihan
tersendiri berupa kemampuan untuk mendeteksi adanya non-homogenitas
lapisan batuan pada permukaan yang diteliti. Namun konfigurasi ini memiliki
kelemahan dalam pembacaan tegangan pada electrode lebih besar tingkat
biasnya, sehingga diperlukan suatu alat ukur multimeter yang mempunyai
karakteristik high impedance dengan akurasi yang tinggi yaitu yang bisa
mendisplay tegangan minimal 4 digit atau 2 digit di belakang koma.

Sumber : ptbudie.com
Gambar 2.3
Hasil Eksplorasi Geofisika Geolistrik
4

2.2.2 Pengolahan Data Geolistrik


Dari hasil pengukuran geolistrik, akan didapat data berupa tahanan dan
voltase. Untuk dapat menentukan kondisi bawah permukaan, data tersebut harus
diolah sehingga menghasilkan informasi mengenai potensi keberadaan bahan
galian. Pengolahan data geolistrik dapat dilakukan dengan cara manual ataupun
menggunakan software yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing
masing.
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengolah data geolistrik
adalah metode manual dengan menggunakan grafik. Metode ini dikenal dengan
istilah matching curve. yang merupakan tahapan penginterpretasian secara
vertikal. Dalam metode ini, data hasil pengukuran diolah dengan cara
membandingkan nilai a dengan kurva induk dan kurva bantu. Terdapat
beberapa jenis kurva induk yang digunakan untuk meinterpretasikan data
geolistrik, yaitu kurva Q, kurva H, Kurva A, dan kurva K. Keempat kurva tersebut
merupakan bagian dari Ebert Graph.
Untuk mengolah data dengan menggunakan ebert graph dapat dilakukan
dengan prosedur sebagai berikut :
Dekatkan kurva tahanan jenis dengan kurva induk sehingga didapat
segmen yang berimpitan paling banyak
Untuk menentukan ketebalan, gunakan koordinat tegak pada dua
lapisasan.
Posisikan segmen yang berimpitan pada kurva bantu yang sesuai.
Tentukan titik pusat dari segmen tersebut
Cari titik pusat untuk setiap segmen
Tentukan koordinat tiap titik pusat dengan menggunakan kertas double
log
Catat nilai koreksi tiap titik pusat
Tentukan ketebalan serta kedalaman tiap segmen
Tentukan resistivitas tiap segmen
Dewasa ini, pengolahan secara manual sudah jarang digunakan. Hal ini
tidak terlepas dari kekurangan yang dimiliki metode ini, yaitu tingkat keakuratan
yang rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh penginterpretasian setiap orang yang
berbeda untuk satu kurva yang sama.
Metode lain yang digunakan untuk mengolah data geolistrik adalah
dengan menggunakan software. Terdapat beberapa jenis software yang biasa
digunakan, diantaranya adalah Progress, ip2win, res2div, dan res3div. IPI2win
5

merupakan software yang digunakan untuk tujuan mengolah data vertical electric
sounding ataupun induced polarization. Software ini digunakan untuk mengetahui
kondisi bawah permukaan sesuai dengan kurva bantu, layaknya metode manual.

2.3 Metode Eksplorasi Geokimia


Metode lain yang dilakukan dalam tahap eksplorasi tidak langsung adalah
metode eksplorasi geokimia. Metode geokimia ini dilakukan untuk mencari bahan
tambang dengan cara menkonsentrasikan pada pengukuran dengan melihat
distribusi suatu unsur dan migrasi unsur bijih yang akan dicari. Metode eksplorasi
ini dilakukan dengan cara mengukur jejak unsur dalam batuan, tanah, sedimen
sungai aktif, maupun gas. Yang dicari dari kegatan ini adalah anomali geokimia
yang dihasilkan. Adanya anomali ini mengidikasikan keterdapatan suatu bahan
tambang yang dicari.

Sumber : ptbudie.com
Gambar 2.4
Peta Sebaran Anomali Geokimia

Selain itu metode geokimia ini biasanya digunakan pada daerah sungai.
Material yang mengalami pelapukan biasanya akan terbawa oleh aliran sungai
dan terkonsentrasi pada daerah hilir. Metode ini cocok digunakan untuk
eksplorasi bahan tambang yang terbentuk melalui proses pelapukan dan
pengendapan, khususnya daerah alluvial.
6

2.3.1 Lingkungan Geokimia


Menurut Rose et al (1979), berdasarkan perbedaan tekanan, temperatur,
dan sifat-sifat kimianya, lingkungan geokimia dapat diklasifikasikan ke dalam dua
kelompok, yaitu :
1. Lingkungan kedalaman (deep seated environment), yaitu lingkungan yang
meluas ke arah bawah, mulai dari level terendah yang dapat dicapai oleh
sirkulasi air permukaan sampai ke level terdalam di mana batuan
biasanya terbentuk. Lingkungan ini dicirikan oleh : proses-proses
magmatik dan metamorfik yang dominan, temperatur dan tekanan yang
tinggi, sirkulasi fluida terbatas, dan kandungan oksigen bebas yang relatif
kecil. Istilah-istilah sejenis yang sering digunakan adalah : hipogen,
primer, dan endogen.
2. Lingkungan permukaan (surficial environment), adalah lingkungan di
mana terjadi proses-proses pelapukan, erosi, dan sedimentasi, yaitu di
permukaan bumi, yang mencakup proses-proses yang terjadi setelah
tubuh batuan terbentuk. Lingkungan ini dicirikan oleh temperatur dan
tekanan yang relatif rendah dan konstan, pergerakan solusi yang bebas,
serta oksigen bebas, air, dan CO2 yang melimpah. Istilah-istilah sejenis
yang sering digunakan adalah : supergen, sekunder, dan eksogen.

Sumber : psdg.bgl.esdm.go.id
Foto 2.1
Pengambilan Conto Geokimia

2.3.2 Prinsip Dasar Eksplorasi Geokimia


Segala hal yang pastinya memiliki prinsip prinsip yang memberikan
karakteristik. Sama akan halnya pada eksplorasi Geokimia juga memiliki
beberapa prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan. Prinsip dasar eksplorasi
geokimia pada dasarnya terdiri dari 2 metode:
7

1. Metode yang menggunakan pola dispersi mekanis diterapkan pada


mineral yang relatif stabil pada kondisi permukaan bumi (seperti: emas,
platina, kasiterit, kromit, mineral tanah jarang). Cocok digunakan di
daerah yang kondisi iklimnya membatasi pelapukan kimiawi.
2. Metode yang didasarkan pada pengenalan pola dispersi kimiawi. Pola ini
dapat diperoleh baik pada endapan bijih yang tererosi ataupun yang tidak
tererosi, baik yang lapuk ataupun yang tidak lapuk. Pola ini terlihat kurang
seperti pada pola dispersi mekanis, karena unsur-unsurnya yang
membentuk pola dispersi bisa :
a. Memiliki mineralogi yang berbeda pada endapan bijihnya (contohnya:
serussit dan anglesit terbentuk akibat pelapukan endapan galena)
b. Dapat terdispersi dalam larutan (ion Cu2+ dalam airtanah berasal dari
endapan kalkopirit)
c. Bisa tersembunyi dalam mineral lain (contohnya Ni dalam serpentin
dan empung yang berdekatan dengan sutu endapan pentlandit)
d. Bisa teradsorbsi (contohnya Cu teradsosbsi pada lempung atau
material organik pada aliran sungai isa dipasok oleh airtanah yang
melewati endapan kalkopirit)
e. Bisa bergabung dengan material organik (contohnya Cu dalam
umbuhan atau hewan)
Kemudian ada beberapa hal yang mendasar dan sangat perlu kita ketahui
hal dasar yang berkaitan dengan prospeksi Geokimia:
1. Unsur penunjuk (indicator element) = unsur utama bijih dalam badan bijih
yang dicari
2. Unsur jejak (pathfinder element) = berasosiasi dengan badan bijih tapi
sulit dideteksi, lebih bebas dari bising, atau lebih luas penyebarannya dari
unsur petunjuk.
BAB III
KESIMPULAN

Dari pemaparan diatas, maka ada beberapa kesimpulan mengenai


eksplorasi tidak langsung ini bahwa :
1. Eksplorasi tidak langsung merupakan salah satu dari beberapa kegiatan
yang dilakukan dalam tahapan eksplorasi umum. Eksplorasi tidak
langsung ini dilakukan tanpa mengalami kontak langsung atau tidak
bersentuhan secara langsung dengan bahan galian dan dilakukan
dengan memanfaatkan karaktersitik tertentu dari bahan galian yang akan
dicari.
2. Dalam eksplorasi tidak langsung, terdapat 2 kegiatan yang dilakukan,
yaitu eksplorasi geofisika dan eksplorasi geokimia. Eksplorasi geofisika
merupakan metode eksplorasi yang pada prinsipnya memanfaatkan sifat
fisik dari suatu bahan galian. Eksplorasi geofisika ini dilakukan dengan
berbagai metode, diantaranya metode seismik, magnetik, dan geolistrik.
Sedangkan untuk eksplorasi dengan menggunakan metode geokimia
merupakan eksplorasi yang memanfaatkan sifat kimia dari suatu bahan
galian, dan didapatkan outpun berupa anomali geokimia.

8
DAFTAR PUSTAKA

1. Rahim, Azhary. 2014. Metode Eksplorasi Tidak Langsung.


tambangunp.blogspot.co.id. Diakses pada tanggal 29 Maret 2017.
Pukul 22.43 WIB (Online)
2. Budiman. 2010. Geokimia Eksplorasi.
bybudimanyusuf.blogspot.co.id. Diakses pada tanggal 29 Maret 2017
pukul 21.40 WIB (Online)
3. Setyobudi, Prihatin Tri. 2010. Geolistrik. ptbudie.com. Diakses
pada
tanggal 29 Maret 2017 pukul 21.21 WIB (Online)