Anda di halaman 1dari 3

DEFISIENSI VITAMIN

No Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

Puskesmas Dr. Eva Elvita Syofyan


Simp. Sei. Duren 197109192001122002

Pengertian Defisiensi vitamin adalah kekurangan sekelompok senyawa organik berbobot


molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme
yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.
Tujuan Meningkatkan pelayanan dalam diagnosis dan tatalaksana terhadap kasus
defisiensi vitamin
Kebijakan

Referensi Vitamin. US National Library of Medicine dan National Institue of Health


Prosedur Vitamin adalah mikronutrisi yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh dalam
jumlah sedikit. vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin a, d, e dan k,
sedangkan vitamin yang larut dalam air adalah vitamin b dan vitamin c
vitamin b terdiri dari :
- vitamin b1 (tiamin)
- vitamin b2 (riboflavin)
- vitamin b6 (piridoksin)
- asam pantotenat
- niasin
- biotin
- asam folat
- vitamin b12 (kobalamin).
1. Vitamin A
Fungsi :
menunjang pertumbuhan tulang dan kesehatan mata, kulit dan gusi, membantu
membran mucous (selaput yang melindungi organ tubuh tertentu dan
mengeluarkan lendir, misal: di mata, di paru-paru, perut dan sebagainya) agar
tetap tahan terhadap iritasi dan infeksi.
Sumber :
Wortel, sayuran hijau, brokoli, susu, keju, ikan salmon, aprikot, buah persik,
dsb.
2. Vitamin B-kompleks
Fungsi :
Menunjang sistem saraf yang sehat, jaringan dan kullit; membantu
menghasilkan sel-sel darah merah dan metabolisme karbohidrat, lemak, dan
protein agar menghasilkan energi.
Sumber :
daging merah, ekstrak ragi, produk susu, telur, kacang, pisang, biji-bijian, roti
gandum, ikan nasi, serat dan kentang.
3. Vitamin C
Fungsi :
menunjang kulit, tulang, dan sendi yang sehat. meningkatkan absorbsi zat
besi; membantu tubuh mengatasi stress dan melawan infeksi.
Sumber :
buah jeruk, blackcurrant, lada hijau, brokoli, kol dan kentang.
4. Vitamin D
Fungsi :
menunjang tulang dan gigi yang kuat, mengatur penyerapan fosfor dan
kalsium.
Sumber :
telur, produk susu, margarin, minyak ikan, sinar matahari pagi juga
meningkatkan kadar vitamin D.
5. Vitamin E
Fungsi :
menunjang sirkulasi darah yang sehat, sistem reproduksi dan saraf,
menguatkan otot, meningkatkan stamina dan menurunkan tekanan
darah.Sumber :
almond, zaitun, minyak bunga matahari, telur, produk susu, sereal gandum,
brokoli, wortel, seledri, apel, alpukat
6. Vitamin K
Fungsi :
menghasilkan zat penggumpal darah yang mencegah pendarahan.
Sumber :
daging tanpa lemak, brokoli, bayam, tomat, kacang, bubur gandum, alpukat,
juga dihasilkan oleh bakteri yang ada di dalam usus.

Sarana dan Vitamin, makanan, gizi


Prasarana

Kriteria Rujukan Defisiensi vitamin berat dengan penyulit

Unit terkait Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas Non Rawat Inap, Pustu, Poskesdes,
Polindes

Rekamhistoriperubahan
no Yang dirubah Isi perubahan Tglmulaidiberlakukan