Anda di halaman 1dari 24

METODE PELAKSANAAN

Kegiatan : Pembangunan Taman Bawah Jembatan Sultanah


Latifah
Pekerjaan : Pek. Landscape Dan Penataan Taman Bawah Jbt
Sultanah Latifah
Lokasi/Kecamatan : Siak
Tahun Anggaran : 2017
Unit Penanggung Jawab : Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang

Dalam melaksanakan Pekerjaan tersebut diatas diperlukan Metoda


Pelaksanaan yaitu cara pelaksanaan suatu pekerjaan agar selesai
dengan baik dan waktu yang tepat sesuai dengan rencana kerja
( Bestek ).

Adapun metode yang digunakan yaitu sebagai berikut :


I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan merupakan pekerjaan awal yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek. Sebelumnya segala izin
yang dibutuhkan sudah diurus, time schedule telah dibuat, dan
kontraktor telah memiliki Shop Drawing. Pekerjaan pendahuluan
yang dilakukan dalam proyek ini meliputi :
1. Pembersihan lapangan dan perataan tanah
Sebelum pekerjaan dilakukan, maka kami akan
terlebih dahulu melakukan Pembersihan yang terdapat di
lokasi pekerjaan. Pekerjaan ini meliputi pembersihan
semua tanaman tumbuh termasuk pembongkaran akar-
akar pohon yang terkena bangunan dan halaman
sekeliling bangunan Serta Pembongkaran Bangunan Lama.,
material hasil pembongkaran serta pembersihan tersebut
diangkut keluar lokasi pekerjaan.
2. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Menentukan lokasi/kedudukan bangunan dan
menentukan elevasi Nol sesuai dengan gambar kerja).
Membuat tiang bowplank dan harus kuat di pancang.
Sebelum papan dipasang terlebih dahulu diukur
dengan waterpass (timbang air) dengan sudut persudut
harus siku.
3. Papan Nama Proyek
Sebelum dimulainya pekerjaan utama, maka terlebih dahulu
kami akan membuat serta memasang papan nama proyek
yang menerangkan data umum pekerjaan serta nilai kontrak
serta papan penunjuk arah masuk lokasi kegiatan. Bahan
serta ukuran yang digunakan mengacu pada spesifikasi
teknis. Pemasangannya dilokasi pekerjaan, dimana mudah
dilihat serta dibaca oleh umum.
4. Administrasi dan Dokumentasi
Kontraktor wajib mencatat dan melaporkan setiap kegiatan
yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan, yaitu data
Administrasi proyek berupa ;
_ Laporan Harian
_ Laparan Mingguan
_ Laporan Bulanan
_ Backup Data Volume Pekerjaan
_ Foto Dokumentasi Pekerjaan (0%, 50% dan 100%)
_ Shop Drawing
_ Asbuilt Drawing
Laporan
Laporan
Backup
Foto
Asbuilt Harian
Data
Mingguan
Volume
Dokumentasi
Drawing. Pekerjaan
Pekerjaan ( 0 %, 50 % dan 100 % )

5. Pembuatan Direksi Keet


Dalam pelaksanaan proyek ini Direksi Keet yang dibuat
terdiri dari Kantor ukuran 5x10m, Ruang rapat Ukuran 4x4m,
gudang ukuran 6 x 10m, barak pekerja ukuran 3x10m (2
Lantai), rumah genset, serta Toilet.

Untuk Ruang kantor dan ruang Rapat didalamnya dilengkapi


meja, kursi, gambar kerja, time schedule, struktur organisasi
proyek, papan tulis, alat pemadam kebakaran, buku tamu,
buku direksi dan laporan harian proyek. Ruang ini digunakan
sebagai kantor sementara kontraktor dan dipakai sewaktu-
waktu perlu dilakukannya rapat kerja.

Barak kerja dibuat untuk tempat tinggal sementara tenaga


kerja selama proyek berlansung.

Contoh Gambar Barak Pekerja

Gudang penyimpanan bahan ini dibuat untuk tempat bahan


material yang sifatnya untuk menjaga keselamatan dari
bahan tersebut. Untuk Gudang penyimpanan semen,
tempatnya harus baik sehingga terlindung dari kelembaban
atau keadaan cuaca lain yang merusak. Lantai penyimpanan
harus kuat dan berjarak minimal 30 cm dari permukaan
tanah.
Gambar Gudang Material

Letak direksi keet dibuat pada tempat yang mudah dijangkau


dan mudah dicapai dalam proses bongkar muat material
yang akan digunakan.

6. Pembuatan Jalan Kerja Proyek.


Pekerjaan ini dilakukan untuk mempermudah aksesibiltas
kendaraan yang masuk ke dalam lokasi proyek, sehingga
pengangukatan material dapat berjalan lancar. Jalan tersebut
terbuat dari material timbunan tanah yang dipadatkan. Jika
cuaca panas dan permukaan jalan kering maka dapat
dilakukan pennyiraman dengan menggunakan water tanker.
Pekerjaan ini dilakukan beriringan dengan pekerjaan Direksi
Keet.

Selain Pekerjaan diatas, ada hal lain yang perlu disampaikan


kepada setiap orang dilokasi proyek yaitu memberikan
aturan bahwa setiap orang yang berada di dalam lokasi
proyek harus selalu memakai alat pelindung diri dan
Senantiasi mematuhi peraturan K3 yang ada di lokasi.

II. PEKERJAAN GERBANG

1. PEKERJAAN GALIAN TANAH PONDASI


Setelah pekerjaan Persiapan dan pekerjaan pemancangan
selesai dilakukan, hal yang dilakukan selanjutnya yaitu
pekerjaan galian tanah pondasi. Galian tanah pondasi
diperlukan untuk perletakan pondasi plat

Pengalian dilakukan sesuai dengan gambar rencana pondasi


dan telah mendapat persetujuan dari pengawas. Bidang
horizontal galian tanah harus mempunyai jarak yang lebih
besar dari lebar pondasi, hal ini berfungi untuk
memungkinkan pemasangannya, penopangan dan lain-lain.
Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana.

Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yang telah ditentukan


oleh pengawas, karena tanah tersebut akan dipakai kembali.

2. PEKERJAAN PONDASI PLAT SETEMPAT


Dalam Proyek ini jenis pondasi yang digunakan yaitu pondasi
Plat Setempat, yang mana metode pelaksanaan pondasi Plat
Setempat dipakai pada bangunan Gerbang Utama.
Adapun Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Plat Setempat yaitu :

a. Pondasi Plat Setempat


Pondasi Plat Setempat terbuat dengan mutu beton K-225.
Hal pertama dilakukan yaitu merakit tulangan dan
bekisting pondasi sesuai dengan gambar kerja. Perakitan
dan pembuatan mal ini dapat dilakukan bersamaan
dengan pengalian tanah pondasi. Setelah itu bekisting
diletakkan diatas lantai kerja dan besi tulangan
dimasukkan ke dalam bekisting. Sebelum besi tulangan
diletakkan di dalam bekisting, diatas lantai kerja di
berikan beton tahu kira-kira berukuran 2x2x2 cm dengan
mutu beton yang sama. Beton tahu ini berfungsi agar
kedudukan tulangan pas berada di tengah dan
memberikan ruang untuk selimut beton yang cukup.

Jika tulangan dan bekisting telah dipasang maka


campuran beton dapat dituang. Ketinggian curahan harus
diperhatikan agar seluruh rongga dapat tertutupi oleh
material.

Bahan-bahan yang digunakan dalam campuran beton


harus sesuai dengan job mix design yang ada. Bebas dari
material organik, debu dan telah mendapat persetujuan
dari pengawas.

3. PEKERJAAN PEDESTAL
Pengecoran pedestal dilakukan setelah pondasi plat
setempat selesai dilakukan. Pada dasarnya pelaksanaan
pedestal sama dengan pelaksanaan Pondasi Plat Setempat.
Bekisting dan tulangan besi dirakit terlebih dahulu sesuai
dengan shop drawing. Setelah itu barulah campuran beton
dituangkan, campuran beton yang digunakan sama dengan
campuran beton Pondasi yaitu mutu beton K-225. Campuran
beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan job mix
design dan nilai slump tesnya sesuai dengan spesifikasi
teknis. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya
persetujuan dari pengawas.

4. PEKERJAAN BAJA (PIPA GALVANIS)


Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
Pekerjaan Baja. Fabrikasi pipa galvanis dilakukan
ditempat fabrikasi. Pipa galvanis yang digunakan
yaitu besi 100 mm sebagai tulangan atap
gerbang utama dan sebagai sengkang. Besi ini
dirakit /dilas dan dibentuk sesuai dengan shop
drawing.
Dengan demikian welder akan dapat
mempersiapakan segala sesuatunya untuk proses
pengelasan

Proses Pelaksanaan Pekerjaan Pengelasan Pipa Galvanis

5. BLOOMENBAK GERBANG

PEKERJAAN DINDING
Setelah pekerjaan struktur lantai satu selesai, maka
pekerjaan dinding dapat segera dimulai. Sebelum dinding
dipasang, batu bata yang digunakan terlebih dahulu di
rendam di dalam air sebentar.
Proses Pengerjaan dinding bata yaitu :
Adukan spesi terlebih dahulu diaduk, sesuai dengan
campuran yang terdapat pada gambar kerja dan
spesifikasi teknis.
Dilakukan pengukuran terhadap posisi yang akan
dipasangi bata.
Dibuat kepala pada sisi sebelah kiri dan kanan kemudian
ditarik benang
Bata yang akan dipasang , harus siku dan ditegak
luruskan oleh surveyor.
Sebelum dipasang batu bata dibasahi terlebih dahulu
kemudian baru dipasang.
Batu bata disatukan dengan menggunakan spesi yang
sudah disiapkan.
Terakhir dilakukan penguukuran dengan menggunakan
waterpass. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah batu
bata yang dipasang telah lurus.
Adapun peralatan yang digunakan yaitu waterpass, skrop,
ember, benang, sipatan, pacul, dan cetok.

PEKERJAAN PLESTERAN
Pekerjaan plesteran dilakukan setelah pekerjaan dinding
dilakukan atau dapat juga dilakukan sehari setelah dinding
dipasang. Proses pelaksanaan pekerjaan plesteran yaitu :
Pasir pasang yang akan digunakan terlebih dahulu
diayak. Hal ini untuk menghilangkan sampah-sampah
yang ada pada pasir.
Kemudian spesi diaduk sesuai dengan kebutuhan spesi
yang diperlukan.
Pasangan dinding bata terlebih dahulu disiram air
Dibuat kepala plesteran pada beberapa bagian
Permukaan dinding diplesteer kemudian diratakan
dengan sipatan
Setelah proses plesteran selesai dilakukan baru lah dap
dilakukan proses pengacian dengan menggunakan
campuran semen dan air.
Apabila sudah kering digosok menggunakan kertas bekas
sak semen hingga halus.
Peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini sama dengan
peralatan yang digunakan pada pekerjaan dinding.

PEKERJAAN ACIAN
Pekerjaan Acian yang dilakukan dalam proyek ini meliputi
pekerjaan Pasangan Dinding.
Proses pelaksanaan Pekerjaan Acian yaitu :
Mula-mula permukaan Dinding setelah diplester
Kemudian campuran Semen dengan air yang digunakan
sesuai dengan spesifikasi teknis yang ada.
PEKERJAAN PENGECATAN
Pada permukaan dinding luar dan dalam dilakukan pekerjaan
pengecatan dengan cat air dengan terlebih dahulu
membersihkan permukaan dari kotoran-kotoran, dinding-
dinding diratakan/dihaluskan dengan plamir, sebelum dicat
dengan cat air dilakukan pengecatan dengan cat dasar.

Untuk bahan-bahan dari Besi seperti : railing tangga,


penutup besi, pagar, dan lain sebagainy. sebelum dicat
permukaan bahan-bahan tersebut dibersihkan terlebih
dahulu lalu diberi minyak cat kemudian dicat dengan cat
dasar untuk kemudian baru di cat dengan cat minyak.

Jenis, mutu dan bahan cat serta pengerjaan pengecatan


disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar-gambar
rencana.

PEKERJAAN URUGAN PASIR


Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan
pasir urug, kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat
stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk menstabilkan
permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir
dipadatkan perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir
yang sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang
ada yaitu sekitar 7 cm.

III. PEKERJAAN SCULPTURE 1

1. BASE PLAT
Dalam Proyek ini jenis base plat yang digunakan yaitu Base
Plat, yang mana metode pelaksanaan Base Plat dipakai pada
bangunan Pos Jaga, Pagar dan Bangunan Utama.
Adapun Pelaksanaan Pekerjaan Base Plat yaitu :

- Base Plat
Base Plat Setempat terbuat dengan mutu beton K-225.
Hal pertama dilakukan yaitu merakit tulangan dan
bekisting pondasi sesuai dengan gambar kerja. Perakitan
dan pembuatan mal ini dapat dilakukan bersamaan
dengan pengalian tanah pondasi. Setelah itu bekisting
diletakkan diatas lantai kerja dan besi tulangan
dimasukkan ke dalam bekisting. Sebelum besi tulangan
diletakkan di dalam bekisting, diatas lantai kerja di
berikan beton tahu kira-kira berukuran 2x2x2 cm dengan
mutu beton yang sama. Beton tahu ini berfungsi agar
kedudukan tulangan pas berada di tengah dan
memberikan ruang untuk selimut beton yang cukup.

Jika tulangan dan bekisting telah dipasang maka


campuran beton dapat dituang. Ketinggian curahan harus
diperhatikan agar seluruh rongga dapat tertutupi oleh
material.
Bahan-bahan yang digunakan dalam campuran beton harus
sesuai dengan job mix design yang ada. Bebas dari material
organik, debu dan telah mendapat persetujuan dari
pengawas.

2. PIPA GALVANIS 75
Pekerjaan Baja. Fabrikasi pipa galvanis dilakukan ditempat
fabrikasi. Pipa galvanis yang digunakan yaitu besi 75 mm
sebagai tulangan Sculpture utama dan sebagai skor. Besi ini
dirakit /dilas dan dibentuk sesuai dengan shop drawing

PEKERJAAN SCULPTURE 2

1. PEKERJAAN GALIAN TANAH PONDASI


Setelah pekerjaan Persiapan dan pekerjaan pemancangan
selesai dilakukan, hal yang dilakukan selanjutnya yaitu
pekerjaan galian tanah pondasi. Galian tanah pondasi
diperlukan untuk perletakan pondasi plat

Pengalian dilakukan sesuai dengan gambar rencana pondasi


dan telah mendapat persetujuan dari pengawas. Bidang
horizontal galian tanah harus mempunyai jarak yang lebih
besar dari lebar pondasi, hal ini berfungi untuk
memungkinkan pemasangannya, penopangan dan lain-lain.
Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana.

Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yang telah ditentukan


oleh pengawas, karena tanah tersebut akan dipakai kembali.

2. PEKERJAAN PONDASI PLAT SETEMPAT


Dalam Proyek ini jenis pondasi yang digunakan yaitu pondasi
Plat Setempat, yang mana metode pelaksanaan pondasi Plat
Setempat dipakai pada bangunan Gerbang Utama.
Adapun Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Plat Setempat yaitu :

a. Pondasi Plat Setempat


Pondasi Plat Setempat terbuat dengan mutu beton K-225.
Hal pertama dilakukan yaitu merakit tulangan dan
bekisting pondasi sesuai dengan gambar kerja. Perakitan
dan pembuatan mal ini dapat dilakukan bersamaan
dengan pengalian tanah pondasi. Setelah itu bekisting
diletakkan diatas lantai kerja dan besi tulangan
dimasukkan ke dalam bekisting. Sebelum besi tulangan
diletakkan di dalam bekisting, diatas lantai kerja di
berikan beton tahu kira-kira berukuran 2x2x2 cm dengan
mutu beton yang sama. Beton tahu ini berfungsi agar
kedudukan tulangan pas berada di tengah dan
memberikan ruang untuk selimut beton yang cukup.

Jika tulangan dan bekisting telah dipasang maka


campuran beton dapat dituang. Ketinggian curahan harus
diperhatikan agar seluruh rongga dapat tertutupi oleh
material.

Bahan-bahan yang digunakan dalam campuran beton harus


sesuai dengan job mix design yang ada. Bebas dari material
organik, debu dan telah mendapat persetujuan dari
pengawas.

3. PEKERJAAN KOLOM
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
Pekerjaan Pembesian. Fabrikasi pembesian dilakukan
ditempat fabrikasi. Besi yang digunakan yaitu besi 12
sebagai tulangan utama dan besi 6 sebagai sengkang
(begel). Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan shop
drawing.
Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9
mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan diberi
skur-skur penahan agar tidak mudah roboh.
Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang
dilakukan. Kontrol kualitas pertama yaitu Kontrol Kualitas
Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol kualitas
terhadap posisi dan kondisi bekisting, posisi dan
penempatatan pembesian, jarak antar tulangan, panjang
penjangkaran, ketebalan beton decking (Beton tahu),
ukuran baja tulangan yang digunakan, posisi
penempatan water stop.

Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat


pengecoran. Pada saat berlangsungnya pengecoran,
campuran dari Concrete mixer Truck diambil sampelnya.
Sampel diambil menurut ketentuan yang tercantum
dalam spesifikasi.

Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-


sama dengan konsultan pengawas untuk selanjutnya
dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas.
Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh
Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah
pengecoran selesai dilakukan dengan dibasahi air dan
dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah

4. PEKERJAAN SLOOF
Pengecoran balok sloof dilakukan setelah pondasi plat
setempat selesai dilakukan. Pada dasarnya pelaksanaan
balok sloof sama dengan pelaksanaan Pondasi Plat
Setempat. Bekisting dan tulangan besi dirakit terlebih dahulu
sesuai dengan shop drawing. Setelah itu barulah campuran
beton dituangkan, campuran beton yang digunakan sama
dengan campuran beton Pondasi yaitu mutu beton K-225.
Campuran beton tersebut terlebih dahulu telah dilakukan job
mix design dan nilai slump tesnya sesuai dengan spesifikasi
teknis. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya
persetujuan dari pengawas.

5. PEKERJAAN BALOK
Pelaksanaan pekerjaan ini sama dengan pelaksanaan
pekerjaan kolom, hanya saja dalam pengerjaan bekisting
perlu adanya tambahan kayu dolken/ubar. Kayu ini berfungsi
sebagai steger/penopang dari bekisting agar bekisting tetap
pada tempatnya (tidak terjadi lendutan). Kayu steger
tersebut ditegakkan dengan jarak sekitar 40 cm.
Pelaksanaan pengecoran balok atau ring balok, biasanya
seiringan dengan pelaksanaan Pelat lantai. Dalam proyek ini
tulangan yang digunakan yaitu besi 12 & 10 sebagai
tulangan utama dan besi 8 sebagai sengkang (begel)

6. PEK. FINISHING LANTAI DGN ANDESIT BINTIK BAKAR


40X40
Pelaksanaan pekerjaan ini mengikuti pengajuan gambar shop
drawing pekerjaan finishing dengan pemasangan batu
andesit /batu templek.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : batu andesit, batu
templek, semen PC, pasir dan air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, waterpass,
gerinda listrik, benang, selang air, dll

7. PEK. BAJA
- BAJA IWF
Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi baja, harus dikerjakan dengan teliti
dan akurat. Berikut ini merupakan acuan standar kerja yang dalam
pekerjaan struktur baja :

1. Semua pekerjaan pengadaan bagian-bagian konstruksi baja, seperti


pelat-pelat, profil, baut, angkur-angkur dan las.

2. Semua pekerjaan pembuatan bagian-bagian konstruksi baja, seperti


sambungan-sambungan pengelasan, seperti las sudut maupun penuh.

3. Semua pekerjaan pemasangan dan penyesuaian konstruksi baja


seperti pemasangan semua elemen-elemen rangka baja dan
pengecatan.

4. Semua pekerjaan pelaksanaan dan penyesuaian grouting.

5. Penyiapan gambar shop drawing sebagai acuan kerja.

. Berikut ini langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan struktur


baja :

a. Pemahaman gambar kerja.

Konsep pemahaman gambar-gambar baja / gambar


pelaksanaan sebelum masuk bengkel. Dalam gambar detail
baja untuk ukuran-ukuran yang biasanya tidak ditentukan
seperti misalnya pada kelekan kuda-kuda portal sebaiknya di
pakai standarisasi ukuran yang dipakai, jadi tidak
menggunakan skala.

b. Pola pengukuran.

Pola (maal) dan peralatan-peralatan lain yang di butuhkan


untuk menjamin ketelitian pekerjaan harus di sediakan pada
saat pabrikasi. Semua pengukuran harus di lakukan dengan
menggunakan pita-pita baja yang telah di sepakati.

c. Pelurusan.

Sebelum melakukan pekerjaan lain yang dilakukan pada


pelat, maka semua pelat harus diperiksa keratanya, semua
batang-batang di periksa kelurusanya, harus bebas dari
puntiran dan bila perlu harus di perbaiki sehingga bila pelat-
pelat di susun akan terlihat rapat keseluruhanya.

d. Pemotongan.

Pekerjaan baja dapat dipotong menggunakan gunting, geraji


atau dengan las pemotong. Permukaan yang di peroleh dari
hasi pemotongan harus siku terhadap bidang yang di potong
tersebut, tepat dan rata menurun ukuran yang diperlukan.

e. Pengelasan.

Pekerjaan las dikerjakan oleh tukang las dibawah


pengawasan langsung pelaksana struktur dengan pekerjaan
las. Ukuran elektroda, arus tegangan listrik dan kecepatan
busur listrik yang digunakan, harus seperti yang dinyatakan
oleh pabrik Las listrik dengan kawat baja jenis RD. pelat-
pelat baja yang akan di las harus bersih terbebas dari
kotoran seperti minyak, cat, karet atau lapisn lainya yang
dapat mempengaruhi mutu las. Yang terpenting dalam
pengelasan ini ialah kita harus memperhatikan kebersamaan
dan rupa las, serta kematangan pengelasan.

f. Pengeboran.

Bila memungkinkan, semua pelat, potongan-potongan dan


sebagianya harus dijepit bersama-sama untuk membuat
lubang dan di bor menembus seluruh tebal dari material. Bila
menggunakan baut pada salah satu lubang, maka lubang ini
di bor lebih kecil dan kemudian baru diperbesar untuk
mencapai ukuran yang sebenarnya.

g. Montase percobaan.

Sebelum di angkat dan di pasang, pekerjaan baja harus di


lakukan montase percobaan pada bengkel pemborong
pabrikasi dan terlindung dari cuaca untuk diperiksa. jiks
terjadi perbedaan kedudukan, batang yang berdekatan harus
dimontase bersama-sama pada kedudukan yang di
kehendaki lengkap dengan perletakan-perletakanya, gelagar
melintang dan seluruh batang-batang penguat.

h. Pemberian tanda untuk pemasangan akhir.


Setiap bagian harus di beri tanda yang jelas menggunakan
pahatan atau dengan cat. Cat dan warna yang berbeda
digunakan untuk membedakan bagian-bagian yang saran.

i. Pengecatan.

Sebagai kelanjutan berhasil baiknya montase percobaan,


maka permukaan dari seluruh pekerjaan baja, kecuali pada
bagian yang di kerjakan menggunakan mesin perkakas dan
pada perletakan, dibersihkan seluruhnya sehingga menjadi
logam yang bersih dengan menggunakan mesin penyemprot
pasir. Setelah semua permukaan baja dalam keadaan bersih
dan kering, di beri bahan-bahan dasar dengan suatu lapisan
dengan bahan-bahan pelindung lainya.

j. Pemasangan baut akhir.

Setiap pemasangan di buat bersama-sama dengan baut stel


sehingga bagian dari pelat yang satu dengan lainya
berhubungan rapat satu sama lainya secara menyeluruh.
Baut cincin keras harus di pasang dengan cincin baut yang
diperlukan, sdibawah kepala baut dan sebuah di bawah mur.
Selain itu harus diperhatikan bahwa cincin baut terpasang
dengan cekungnya menghadap keluar. Dalam memasukan
dan mengencangkan baut baja harus diatur sedemikian rupa
sehingga selalu rapat, selain itu pemasangan baut baja
harus diperiksa terlebih dahulu oleh konsultan dan jika sudah
di setujui oleh konsultan maka baut baja boleh dipasang.

k. Pengecetan baja.

Sebelum memasuki tahap pengecetan, baja harus di


bersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran seperti
minyak, cat, lumpur karatan dll. Pengecatan tidak dapat
dilakukan pada cuaca yang berkabut, berdebu atau pada
cuacalain yang jelek. Permukaan yang akan di cat harus
kering dan tidak boleh berdebu. Cara mengecatnya harus
dengan kuat pada permukaan baja, seluruh baut yang ada
pada sudut-sudut, sambungan pelat dan lekuk-lekuk yang
ada pada baj, kemudian diratakan secara baik.

- RANGKA HOLLOW
Lingkup pekerjaan rangka hollow 40x40 meliputi penyediaan
tenaga kerja, bahan, alat-alat bantu yang diperlukan
sehingga konstruksi Baja Ringan selesai dilaksanakan.
Bagian pekerjaan ini adalah : Pekerjaan Rangka Hollow,
Pekerjaan skor yang semuanya terbuat dari bahan rangka
hollow.

Persyaratan bahan

a. Bahan harus merupakan baja ringan sesuai dengan SNI


b. Pemakaian ukuran masing masing bagian kuda kuda
dan rangka atap disesuaikan dengan hasil perhitungan
struktur kuda kuda baja ringan.

Pedoman pelaksanaan

a. Rangka Hollow yang dipakai harus melampirkan bukti


perhitungan struktur baja ringan yang dikeluarkan oleh
distributor atau agen produsen baja ringan.
b. Konstruksi harus dibuat sesuai dengan gambar detail
hasil perhitungan struktur rangka hollow tersebut, untuk
ukuran baja maupun cara atau sistem
penyambungannya.
c. Perhitungan kekuatan Skor juga harus
mempertimbangkan adanya gantungan untuk lampu
dan Grc serta pertimbangan lain seperti faktor kekuatan
tiupan angin dan lainnya.
Pemasangan rangka hollow baja ringan harus rapi, lurus
dan kuat (terutama apabila ada penyambungan).

- PEK. PENUTUP SCULTURE GRC ORNAMEN

Berikut langkah-langkah pengerjaan pemasangan penutup


sculture grc ornamen setelah rangka hollow selesai
dipasang. Anda bisa membaca cara pemasangan rangka
hollow pada sebelumnya: pelaksanaan Pemasangan GRC
(Bagian Pertama)
1. Menyiapkan peralatan dan bahan yang Anda
butuhkan untuk pemasangan seperti sekrup grc,
pistol sekrup (screw gun) atau mesin bor, pisau
cutter, siku tukang, compound grc dan tape grc.
Tandai lokasi rangka pada siku metal dengan spidol
2.
atau gunakan benang untuk mempermudah Anda
menemukan posisi yang tepat saat mengencangkan
sekrup grc pada metal dengan pistol sekrup.
1. Selalu memulai memasang papan grc dari sudut
ruangan, sehingga papan bisa dipergunakan selembar
penuh. Posisikan panel gypsum dalam keadaan
menyilang dengan rangka hollow.
2. Bagian cekung pada tepian papan grc harus selalu
dipasangkan bersama dan menghadap lantai. Hal ini
berfungsi untuk penyambungan dua papan grc dengan
menggunakan compound dan tape grc.
3. Menggunakan sekrup, pastikan kepala sekrup tidak
sampai terpendam dan merobek lembaran kertas
pelapis grc. Kepala sekrup ini nantinya akan ditutupi
dengan lapisan compound dan tape grc.
4. Sekrup yang dipasang harus berjarak minimal 10mm
dari semua tepian panel gypsum. Sementara jarak antar
sekrup maksimal 150mm untuk yang berada tepian
panel dan 240mm pada sekrup tengah panel.
5. menopang panel grc agar stabil dengan memasang
pertemuan dua panel secara zigzag sesuai dengan
rangka hollow yang telah dibuat. Oleh sebab itu cukup
gunakan setengah lembar dari panel pertama untuk
dipergunakan pada panel kedua.
6. Teruskan pemasangan panel grc di seluruh ruangan
dengan mengulangi langkah-langkah 1-7.

- PEMASANGAN KANSTIN

Beton pembatas atau biasa disebut beton kanstin


adalah salah satu bagian perkerasan block beton
terkunci yang fungsinya menjepit dan menahan lapisan
paving block agar tidak tergeser pada waktu menerima
beban, sehingga blok tetap saling mengunci. Beton
pembatas harus terpasang sebelum penebaran pasir
alas.

- PEMASANGAN PAVING BLOCK

Pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan secara bertahap, y


aitu dimulai dari zona selatan, kemudian berlanjut
ke zona utara. Pada
pelaksanaan pekerjaan area parkir di kawasan selatan
, penulis dapat melihat secara langsung pengerjaan
paving secara keseluruhan,
mulai dari persiapan lahan sampai dengan finishing.
Urutan tahapan pekerjaan area parkir sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan
Tahap awal pelaksanaan pekerjaan paving dimulai de
ngan pengukuran dan
dilanjutkan dengan pekerjaan timbunan. Pekerjaan ini
terdiri dari:
a. Pengukuran/staking out
Staking out dilakukan untuk pengecekan bench
mark di lapangan untuk memastikan bahwa kondi
si, titik koordinat, elevasi dan dimensi telah benar
sesuai shop drawing. Untuk
mempermudah pelaksanaannya, digunakan
benang sebagai acuan bentuk dan acuan level dari
curb. Permukaan tanah
merupakan base bagi struktur dan pondasi paving.
b. Pekerjaan timbunan tanah bertujuan untuk p
enyesuaian elevasi tanah.
Dilaksanakan secara mekanik dengan alat berat.
Perataan timbunan tanah menggunakan motor g
rader (Gambar 8.a), sedangkan pemadatan tana
h menggunakan vibro roller (Gambar 8.b).

(a) Perataan timbunan tanah (b) Pemadatan tanah

Gambar 8. Pekerjaan Persiapan

2. Pekerjaan Struktur Paving


Mesin yang digunakan adalah: mesin fabrikasi pav
ing, vibrating plate, gerobak dorong dan cone block
cutter. Material yang digunakan untuk pekerjaan pond
asi paving adalah sirtu dan pasir urug. Tahapan
pekerjaan struktur paving dijelaskan sebagai
berikut:
a. Penghamparan material untuk pondasi paving bloc
k.
Sirtu digunakan sebagai sub base pondasi paving, d
imobilisasi menggunakan dump truck , kemudian
sirtu dihampar menggunakan manual lapis per la
pis sesuai dengan garis kelandaianLalu sirtu diratak
an sampai memiliki elevasi yang telah ditentukan.
Hamparan sirtu kemudian dipadatkan.

3. Pekerjaan Finishing Paving


Setelah Cone block terpasang rapi, kemudian
ditaburkan sirtu diatas permukannya. Selanjutnya t
aburan sirtu disapukan agar memenuhi celah antar co
ne block sebagai nat (Gambar 9.a), tahapan terakhir d
ilakukan pemadatan menggunakan vibrating plate (G
ambar 9.b).

(a) Pengisian nat antar paving (b) Pemadatan paving

Gambar 9. Pekerjaan Finishing Paving

IV. PEKERJAAN LANDSCAPE


- Pek. Perkerasan
Pek. Kanstin
Pek. Batu Andesit Bintik Bakar 40x40

Pada pekerjaan perkerasan sama pelaksanaan dengan


pekerjaan yang diatas.

- Pattern Concrete

a. Pengukuran ulang lahan akan diperiksa terhadap gambar


kerja yang diberikan.

b. Pemasangan Bekisting dan Pembesian


Bekisting dipasang di area kerja disesuaikan dengan pola
yang diinginkan. Bekisting dibuat dari bahan yang kuat dan
lentur sehingga dapat membentuk pola yang diinginkan
seperti kaso dan triplek. Pembesian dengan menggunakan
wiremesh digelar di area kerja yang telah dibatasi dengan
bekisting pada posisi mengambang dengan menggunakan
beton pengganjal. Cetakan tambahan dengan menggunakan
besi beton akan disiapkan pula jika diperlukan. Lahan siap
untuk pengecoran dengan beton Ready-Mix. Mutu beton
disesuaikan dengan peruntukkan.

c. Pengecoran Beton
Beton Ready-Mix dituang dilokasi dan dilevel sesuai dengan
elevasi setempat. Beton dipadatkan seperti biasa dan
diratakan (screeding) menggunakan alat bantu aluminum
yang tidak mudah melengkung. Biarkan beton curing
secukupnya; tergantung keadaan cuaca saat pengecoran,
semakin panas cuacanya, proses curing akan semakin cepat.

d. Pewarnaan Beton dan Pengecapan


Dalam keadaan beton setengah setting dan telah diratakan,
tebar Colour Hardener diatas beton kemudian diratakan
kembali sehingga warna hardener tercampur rata dan
masuk ke dalam permukaan beton yang setengah basah.
Tebaran Colour Hardener masih akan diulang pada bagian
beton yang masih belum tertutup warna dengan sempurna.
Colour Hardener berfungsi sebagai warna utama beton dan
juga sebagai addictive yang mampu menaikan mutu beton.

Setelah beton tertutup Colour Hardener secara merata,


Release Agent ditebarkan secara sedikit-sedikit diatasnya
dan tidak diratakan. Release Agent berfungsi sebagai warna
efek sehingga penggunaannya hanya sebatas untuk
tambahan. Ukuran tebaran untuk Release Agent adalah
0,2kg / 1m2. Kemudian permukaan beton siap untuk dicap
sesuai pola / tekstur yang diinginkan dengan menggunakan
cetakan motif. Pengecapan beton dapat dilakukan jika
tingkat kekeringan beton telah mencapai +/- 80%.

e. Pengeringan
Setelah proses pengecapan selesai, permukaan akan
ditutup dengan plastik cor dan tidak boleh dilewati sampai
dengan beton berumur cukup keras untuk diakses.
Sebaiknya umur beton adalah 28 hari.
f. Pembersihan dan Aplikasi Sealer / Coating
Setelah beton mengering dan cukup umur, lalu cuci beton
dengan air, sedikit sabun dan sikat secara manual atau cuci
dengan water pressure hingga permukaan beton dianggap
bersih.
Permukaan beton yang masih basah didiamkan agar kering
dengan sendirinya. Setelah kering sempurna, Sealer /
Coating akan diaplikasikan pada permukaan beton yang
sudah kering sehingga terlihat hasil beton yang berpola dan
berwarna. Demikian juga warna efek dari Release Agent
akan timbul dengan sendirinya. Tunggu 2 - 3 jam sebelum
permukaan beton yang sudah dilapisi Sealer / Coating siap
untuk dapat diakses.
g. Perawatan Stamped / Pattern Concrete
Tidak diperlukan usaha yang terlalu rumit untuk perawat
permukaan Stamped / Pattern Concrete. Faktor
pertimbangan utama dalam hal perawatan umumnya
adalah lokasi perkerasan Stamped / Pattern Concrete itu
sendiri; apakah terletak di area indoor atau outdoor
(intensitas terkena panas dan hujan yang sering) dan
frekuensi lintasan benda yang bergerak di atasnya (pejalan
kaki atau mobil).
- Ubin Taktil (difable)

Pada pekerjaan ini pertama-tama persiapan, Pastikan


seluruh permukaan rata, tidak ada material lain di atasnya.
bisa menggunakan alat untuk melihat apakah permukaan
sudah rata apa belum. Jika tidak melakukan pengukuran
kerataan permukaan, ada kemungkinan ubin yang Anda
pasang bisa mengalami retak
menentukan poros lokasi yang akan dikerjakan
Menyebarkan Adonan Perekat dan Memasang Ubin sesuai
dengan shop drawing

- Grass Block (difable)

- Langkah 1 : Persiapan Awal

- Pemeriksaan pondasi bertujuan untuk memastikan


pondasi dibangun dengan tepat. Usahakan kondisi
permukaan pondasi yang berhubungan dengan pasir
alas sudah rata, tidak bergelombang, dan rapat.
Perhatikan pasir alas tidak boleh dipakai untuk
memperbaiki kekurangan pondasi karena
spesifikasinya berbeda. Cek tingkat kemiringan
pondasi untuk jalan kendaraan adalah 2,5 persen dan
untuk trotoar adalah 2 persen. Ukuran lebar pondasi
juga harus cukup sampai di bawah beton penahan dan
beton pembatas.

- Setelah itu, dilakukan penentuan lokasi titik awal


pemasangan khususnya pada tanah miring sehingga
grass block yang telah terpasang tidak tergeser. Jadi
proses pemasangannya nanti dilakukan dengan
berurut-urutan yang dimulai dari satu sisi tadi. Hindari
pemasangan grass block secara acak karena akan
mengacaukan jalannya pekerjaan.

- Supaya proses pemasangan grass block dapat


terlaksana dengan baik, Anda perlu memasang benang
pembantu sebagai pembatas area kerja. Pemasangan
benang pembantu ini dilakukan setiap jarak 4-5 meter.
Apabila di area kerja terdapat fitur-fitur seperti lubang
drainase, bak tanaman, dan konstruksi lainnya, maka
diperlukan benang pembantu tambahan untuk
mempertahankan pola ikatan grass block.

- Langkah 2 : Pemasangan Beton

- Beton pembatas (kanstin) adalah bagian perkerasan


grass block yang berfungsi untuk menghimpit dan
menahan lapisannya sehingga saling mengunci dan
tidak tergeser sewaktu menerima beban. Pemasangan
beton pembatas ini harus dikerjakan sebelum proses
penebaran pasir alas. Ada bermacam-macam bentuk
beton pembatas dengan proses pembuatan yang
beraneka ragam pula seperti beton pracetak, beton cor
di tempat, dan sebagainya.

- Untuk membuat beton pembatas, mulailah dengan


membangun lapisan beton penahan secara rata
dengan ketebalan minimal 7 cm. Kemudian segera
pasang beton pembatas di atas lapisan tersebut selagi
kondisinya masih basah agar kelurusan dan ketinggian
beton pembatas dapat disesuaikan dengan mudah.
Lalu tuangkan adukan beton pada bagian belakang
beton pembatas. Setelah beton penahan agak
mengering, timbun tanah di atasnya. Beberapa orang
kerap memadukan beton pembatas dengan tali air dan
mulut air sebagai saluran drainase air.

- Langkah 3 : Penebaran Pasir Alas


- Pasir alas yang digunakan untuk menutupi susunan
grass block harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu.
Di antaranya yaitu butiran kasar, tajam, berurutan
maksimal 9.5 mm, bersih dari lumpur dan kotoran,
kadar airnya kurang dari 10%, serta bersifat gembur.

- Pasir ini lantas dihamparkan sedemikian rupa di atas


grass block menggunakan jidar untuk menghasilkan
ketebalan yang seragam yakni 5 cm. Oleh sebab itu,
pengerjaan penghamparan pasir ini idealnya dilakukan
dengan gundukan-gundukan kecil supaya ringan dalam
menarik jidar. Pasir alas yang sudah ditebarkan dengan
rata kemudian dijaga agar tidak terinjak atau
ditumpuki material.

- Langkah 4 : Pemasangan Grass Block

- Pelaksanaan pemasangan grass block biasanya


dilakukan dengan menyusunnya menurut pola-pola
tertentu. Beberapa pola pasangan yang umum
diterapkan antara lain pola susunan bata, pola
anyaman tikar, dan pola tulang ikan. Perlu kehati-
hatian yang tinggi saat memasang grass block sesuai
pola, khususnya pada barisan pertama. Pastikan
proses pemasangan ini selalu memperhatikan benang
pembantu supaya susunannya membentuk pola yang
baik.

- Selama proses pemasangan berlangsung, pekerja


harus selalu berada di atas grass yang telah terpasang
dengan arah kerja ke depan supaya tidak
menimbulkan lendutan ke bawah. Setelah grass block
terpasang sempurna, celah-celah yang ada di
antaranya lalu diisi memakai nat berupa abu batu.
Terakhir padatkan grass block menggunakan alat
manual sebanyak 1-2 kali putaran sehingga timbul
daya saling mencengkeram antar-grass block.

- Pekerjaan Rumput
- Posisi penanaman dilakukan sesuai gambar atau
design yang telah diberikan.
- Tanaman perdu dan rumput ditanam dengan jarak
sesuai dengan gambar.
- Setelah selesai ditanam di teruskan dengan memasang
penunjang tanaman yaitu steger bambu yang sesuai
dengan spek.
- Untuk rumput gajah mini atau manila sebelumna
dilakukan pembersihan ahan pada lokasi yang akan di
tanam.
- Tanah yang jelek dibuang dan diganti dengan tanah
yang subur yang masih mempunyai top soil.
- Pengaturan kemiringan agar tidak menjadi genangan
air.
- Pemadatan atau perataan dengan manual diikuti
dengan penyiraman agar rumput yang telah di tanam
tidak menempel pada alat pemadatan.
- Posisi penanaman dilakukan sesuai gambar atau
design yang telah diberikan.

- Pekerjaan Penanaman Pohon


Dalam kegiatan penanaman pohon jalan perlu suatu
perencanaan yang jelas terkait dengan kebijakan, latar
belakang, tujuan, lokasi penanaman, jenis tanaman yang
akan ditanam, cara penanaman, cara pemeliharaan,
peralatan dan rencana biaya serta jadwal/ waktu. Di dalam
perencanaan juga termasuk penting adalah kelengkapan
berupa gambar, peta, foto dan daftar yang menunjukkan
lokasi dan daerah-daerah jalan yang akan ditanami dan
jenis tanaman.

A. Penentuan Lokasi Penanaman Lokasi penanaman jalan harus


berdasarkan ketentuan teknis yang berlaku berdasarkan
peraturan perundang-undangan bidang jalan. Lokasi
penanaman harus berada di dalam area jalur penanaman. 1)
Jalur penanaman Pohon pada sistem jaringan jalan di luar kota
harus ditanam di luar ruang manfaat jalan. Pohon pada sistem
jaringan jalan di dalam kota dapat ditanam di batas ruang
manfaat jalan, median, atau di jalur pemisah. Ruang manfaat
jalan meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang
pengamannya. Ruang manfaat jalan merupakan ruang
sepanjang jalan yang dibatasi lebar, tinggi, dan kedalaman
tertentu. Ruang manfaat jalan hanya diperuntukkan bagi
median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran
tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan
galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan, dan bangunan
pelengkap lainnya
B. Peletakan tanaman Tanaman jalan harus diletakkan pada
tempat atau daerah yang sesuai dengan rencana dan tetap
memperhatikan aspek fungsi, keselarasan, keharmonisan,
keindahan dan keselamatan. Hal-hal utama yang perlu
diperhatikan adalah jarak tanaman dengan perkerasan dan
jarak antara tanaman di jalur tanam. a) Jarak tanaman
terhadap perkerasan Peletakan tanaman dengan berbagai fungsi
selalu akan berkaitan dengan letaknya di jalur tanaman, hal ini
memperlihatkan bahwa kaitan titik tanam dengan tepi
perkerasan perlu dipertimbangkan. Jarak titik tanam dengan
tepi perkerasan mempertimbangkan pertumbuhan perakaran
tanaman agar tidak mengganggu struktur perkerasan jalan.
Jarak Titik Tanam Pohon dengan Tepi Perkerasan
C. Peletakan tanaman Tanaman jalan harus diletakkan pada
tempat atau daerah yang sesuai dengan rencana dan tetap
memperhatikan aspek fungsi, keselarasan, keharmonisan,
keindahan dan keselamatan. Hal-hal utama yang perlu
diperhatikan adalah jarak tanaman dengan perkerasan dan
jarak antara tanaman di jalur tanam. a) Jarak tanaman
terhadap perkerasan Peletakan tanaman dengan berbagai fungsi
selalu akan berkaitan dengan letaknya di jalur tanaman, hal ini
memperlihatkan bahwa kaitan titik tanam dengan tepi
perkerasan perlu dipertimbangkan. Jarak titik tanam dengan
tepi perkerasan mempertimbangkan pertumbuhan perakaran
tanaman agar tidak mengganggu struktur perkerasan jalan.
Jarak Titik Tanam Pohon dengan Tepi Perkerasan.

V. ELEKTRIKAL LAMPU TAMAN

Sebelum pekerjaan elektrikal dilaksanakan, perlu ditunjukkan


contoh-contoh material, tipe dan juga merek yang akan
digunakan untuk mendapatkan persetujuan.
Pengadaan material untuk pekerjaan elektrikal disimpan di
sekitar lokasi terdekat dengan area pekerjaan dan
melindungi diri dari kemungkinan kerusakan material
menyebabkan benturan perangkat keras, sedangkan
material lain disimpan di gudang tertutup.
Teknis pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan gambar
desain, RKS dan spesifikasi teknis pekerjaan elektrikal dan
mekanikal.
Pelaksanaan pekerjaan elektrikal dan mekanikal sesuai
dengan perencanaan dan membutuhkan kontrol yang lebih
lanjut, sehingga dikerjakan oleh orang yang berkompeten di
bidangnya.
Untuk pekerjaan instalasi listrik, telepon, ducting, dan fire
alarm dilakukan sebelum plesteran dan dinding dan
pemasangan plafond.
Instalasi Stop Kontak dan Saklar-Saklar dipasang pada
dinding dengan rapi sesuai penempatannya pada gambar-
gambar rencana, setelah semua instalasi titik api dan
instalasi stop kontak dan saklar terpasang barulah diberi
lampu-lampu sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar-
gambar rencana.
VI. PEKERJAAN LAIN-LAIN

- Pekerjaan Bangku Taman Stainless


Dikerjakan menurut sesuai dengan gambar shop drawing

- Pekerjaan Sign Board Acrilic Nama Taman


Dikerjakan menurut sesuai dengan gambar shop drawing
- Pekerjaan Saluran Drainase
Saluran drainase terbuat dari beton berbentuk U. Pada
awalnya tanah digali dengan kedalam yang sesuai
spesifikasi. Kemudian diberikan urugan pasir dan dipadatkan
setiap lapisnya. Lantai kerja diletakkan diatas urugan pasir
dengan mutu beton K-175. Saluran beton U ditch diletakkan
diatas lantai kerja, jika panjang saluran tidak cukup maka
disambung dengan mengunakan campuran semen dan pasir.
Bagian atas saluran diberikan Grill penutup dari besi untuk
mengurangi resiko orang atau sesuatu jatuh ke dalamnya.

- Finishing Pekerjaan/Tahpa Akhir Pelaksanaan


Pekerjaan finishing yang dimaksud disini adalah melakukan
penyempurnaan-penyempurnaan terhadap semuahasil
pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan. Selain itu juga
pekerjaan finishing yang dimaksud disini adalahmelakukan
pembersihan-pembersihan diseluruh area atau lokasi
pekerjaan dari sisa-sisa bahan yang sudah
tidakterpakai. Pekerjaan finishing ini menjadi sangat penting
karena akan mencerminkan hasil akhir yang baik
sehinggasemua kekurangan-kekurangan yang ada sudah
disempurnakan.

Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan semua (100%) akan


diajukan permohonan untuk diadakan pemeriksaan terhadap
pekerjaan, setelah dinyatakan pekerjaan yang dilakukan
bagus dan cukup akan dilakukan permohonan serah terima
pertama (I). Setelah diadakan serah terima pertama barulah
masa pemeliharaan dapat dilaksanakan.
pekerjaan jika terdapat kerusakan pada bangunan maka
akan dipertanggung jawabkan.
- Penutup
1. Demikianlah metode pelaksanaan ini sebagai pedoman
dalam pelaksanaan pekerjaan dan harus dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab
sesuai ketentuan yang berlaku dan apabila ada perbedaan
antara satu sama lainnya, maka akan dikonsultasikan
dengan Pengawas / Direksi dan Pemimpin Kegiatan.
2. Semua perubahan yang terjadi dilapangan sebagai akibat
perubahan-perubahan atau hal hal lain, akan diatur
dalam suatu Addendum Kontrak sebagai akibat dari
pekerjaan tambah / kurang

Pekanbaru, 21 November
2011
Penawar;
PT. TANNNNNTO

(TANTO)
Direktur

Anda mungkin juga menyukai