Anda di halaman 1dari 2

INISIASI 6 (PENGEMBANGAN PRODUK BARU)

PENGEMBANGAN PRODUK BARU


Proses pengembangan produk merupakan langkah teknis untuk mentransformasikan ide-ide
menjadi produk nyata. Proses ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilaksanakan mengingat
banyaknya pertimbangan yang harus diputuskan dalam proses pengembangan produk baru,
termasuk teknis produksi dan studi kelayakan produk.

Desain Produk
Produk memiliki tiga komponen utama yaitu nama atau sering disebut dengan merek, ide, dan
kemasan atau pembungkusan.
Desain produk baru mempengaruhi operasi perusahaan yaitu berkaitan dengan spesifikasi produk
yang akan dibuat. Produk baru harus didefinisikan secara teknis, tidak hanya sesuai keinginan
pasar tetapi juga harus mempertimbangkan proses produksi yang akan digunakan untuk
membuat produk. Pertimbangan-pertimbangan dalam desain produk dapat berasal dari faktor-
faktor yang dapat memunculkan kesempatan atau ancaman pasar yang meliputi perubahan-
perubahan dalam hal: ekonomi, sosial dan demografi, politik, kewajiban, atau legal, persaingan
biaya atau ketersediaan sumber daya dan teknologi.
Pengembangan produk yang berhasil dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satu cara yang
dapat digunakan adalah melakukan outsourching terhadap beberapa fungsi utamanya ke
perusahaan lain. Perusahaan yang menspesialisasikan diri untuk memproduksi produk untuk
perusahaan lain disebut dengan produsen kontrak. Penggunaan produsen kontrak dapat
bermanfaat bagi perusahaan karena perusahaan dapat fokus pada kompetensi intinya saja.
Kompetensi inti memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1. Menyediakan akses potensial ke berbagai pasar yang lebih luas
2. Meningkatkan manfaat bagi konsumen, dan
3. Sulit bagi pesaing untuk meniru

Standarisasi merupakan ketiadaan variasi dalam suatu produk, jasa ataupun proses. Produk yang
terstndarisasi dibuat dalam jujmlah yang banyak dengan item-item yang identik, seperti
komputer dan kalkulator. Standarisasi memiliki kelebihan-kelebihan dan juga kekurangan.
Untuk mengatasi kelemahan standarisasi sekaligus menekan biaya, perusahaan dapat memilih
kastemisasi massa. Kastemisasi massa adalah suatu strategi memproduksi barang dan jasa yang
terstandarisasi tetapi memasukkan beberapa tingkatan kastemisasi massa, yaitu:
1. Diferensiasi tertunda dan
2. Desain modular.
Reliabilitas memiliki pengertian mengukur kemampuan suatu produk, bagian, jasa atau sistem
secara keseluruhan untuk menjalankan fungsinya dalam beberapa kondisi tertentu. Arti penting
reliabilitas ditekankan pada penggunannya oleh calon pembeliuntuk membandingkan alternatif-
alternatif dan oleh penjual penjual sebagai penentu harga.
Reliabilitas dapat ditingkatkan melalui berbagai cara sebagai berikut:
a. Meningkatkan desain komponen
b. Meningkatkan teknik produksi dan perakitan
c. Meningkatkan pengujian produk
d. Menyediakan cadangan
e. Meningkatkan prosedur perawatan preventif
f. Meningkatkan desain sistem

Proses Pengembangan Produk


Pengembangan produk baru merupakan serangkaian aktivitas yang bertujuan untuk
mengembangkan atau menciptakan suatu produk baru yang sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan konsumen.
Pengembangan produk baru diorganisasikan melalui beberapa proses yang dilakukan
berdasarkan fase-fase yang spesifik. Fase-fase yang digunakan oleh perusahaan dalam
mengembangkan produk baru secara umum menurut Schroeder (2000) meliputi pengembangan
konsep, desai produk dan uji coba.
Proses pengembangan produk menurut Schroeder (2000) tersebut dapat dirinci lagi ke dalam
bebrapa tahap sebagai berikut(Stevenson, 2005)
a. Pemunculan ide
b. Analisis kelayakan
c. Spesifikasi produk
d. Spesifikasi proses
e. Pengembangan prototipe
f. Rewiew desain
g. Uji Pasar.
h. Evaluasi
Pengembangan produk baru yang dimulai dari pengembangan konsep, desain produk, sampai uji
coba tidak selamanya dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan. Seringkali dalam praktek terjadi
ketidaksesuaian dalam proses pengembanagn produk baru. Seberapa baik perencanaan atau
teknologi yang digunakan ketidaksesuaian antara desain produk dan operasi dapat saja terjadi.
Ketidaksesuaian ini dapat muncul dalam hal teknologi, infrastruktur, atau sistem penghargaan.
Untuk mengatasi masalah-masalah berkaitan dengan pengembanagn produk baru, perlu
dilakukan pendekatan dari sisi pemasaran, teknis, serta produksi secara bersama-sama. Terdapat
dua pendekatan dalam hal ini yaitu pendekatan tradisional yang menekankan pada proses yang
bertahap yang berarti teknologi akan ditransfer secara proses yang bertahap antara pemasaran,
teknis, dan operasi dan pendekatan simultan yang dilakukan dengan melibatkan semua fungsi
dari awal proses dengan membentuk suatu tim pengembangan produk baru, segera setelah
pengembangan konsep dimulai.
Quality Function Deployment (QFD) merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan
"suara konsumen" ke dalam pengembangan produk atau jasa. QFD merupakan alat untuk
menyelaraskan permintaan-permintaan konsumen ke dalam spesifikasi-spesifikasi teknis.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa permintaan konsumen dapat dibuat ke dalam setiap
aspek proses produksi. Struktur QFD didasarkan pada matriks. Matriks utama mengaitkan
permintaan konsumen (apa yang diinginkan konsumen) dengan persyaratan teknis (bagaimna
keinginan tersebut dapat diwujudkan) yang disebut dengan rumah kualitas.
Last modified: Saturday, 2 April 2016, 7:01 PM