Anda di halaman 1dari 8

I.

Judul Percobaan : Sifat Periodisitas Spesies


II. Tujuan Percobaan :

Tujuan umum : Mahasiswa memahami adanya kemiripan atau keteraturan


sifat sifat spesies.

Tujuan Khusus: Setelah melakukan kegiatan laboratories, mahasiswa


dapat membandingkan valensi logam logam alkali (Na dan
K) alkali tanah (Mg, Ca, dan Ba) dan alumunium.

III. Dasar Teori

Sifat-sifat atom mempunyai suatu keteraturan periodisitas. Adapun


pengertian dari perioditas tersebut merupakan pengulangan sifat atau kemiripan
sifat antara suatu unsur dengan unsur lain yang dapat dilihat kecenderungannya
berdasarkan pada periode dan golongan. Suatu Keteraturan ini dapat diprediksi
menggunakan tabel periodik unsur dan dapat dijelaskan dengan menganalisis
konfigurasi elektron dari setiap unsur. Setiap unsur mempunyai kecenderungan
mengambil atau melepaskan elektron valensi untuk mencapai pembentukan oktet.
Kestabilan oktet dapat dilihat dalam gas inert atau gas mulia, yang termasuk
golongan 18 (dulu VIIIA).

Ada dua macam keteraturan lainnya yang penting. Pertama, elektron


ditambahkan satu kali dari kiri ke kanan tabel. Pada peristiwa ini, tarikan inti
elektron kulit terluar bertambah, jadi elektron menjadi dekat ke inti dan mengikat
lebih kuat. Kedua, penurunan kolom pada tabel periodik, elektron terluar menjadi
kurang kuat ikatannya terhadap inti. Hal ini terjadi karena jumlah tingkat energi
terisi yang utama bertambah seiring penurunan unsur pada masing-masing
golongan.

Salah satu manfaat penataan unsur-unsur di dalam tabel periodik unsur


adalah pemahaman sifat-sifat kimiawi baik bagi unsur -unsur dalam posisi periode
maupun golongan. Adanya persamaan sifat dan keteraturan memudahkan untuk
mempelajari setiap unsur dalam tabel periodik. Keteraturan ini menjelaskan sifat
periodisitas yaitu antara lain.:

1. Jari-jari atom

Jari-jari atom merupakan jarak elaktron terluar ke inti atom dan


menunjukan ukuran suatu atom. Jari-jari atom sukar diukur sehingga
pengukuran jari-jari atom dilakukan dengan cara mengukur jarak inti antar
dua atom yang berikatan sesamanya.
Dalam suatu golongan, jari-jari atom semakin ke atas cenderung
semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin ke atas, kulit elektron
semakin kecil. Dalam suatu periode, semakin ke kanan jari-jari atom
cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin ke kanan jumlah
proton dan jumlah elektron semakin banyak, sedangkan jumlah kulit
terluar yang terisi elekteron tetap sama sehingga tarikan inti terhadap
elektron terluar semakin kuat.

2. Energi ionisasi

Jika dalam suatu atom terdapat satu elektron di luar subkulit yang
mantab, elektron ini cenderung mudah lepas supaya mempunyai
konfigurasi seperti gas mulia. Namun, untuk melepaskan elektron dari
suatu atom dperlukan energi. Energi yang diperlukan untuk melepaskan
elektron dari suatu atom di namakan energi ionisasi. Dalam suatu periode
semakin banyak elektron dan proton gaya tarik menarik elektron terluar
dengan inti semakin besar (jari-jari kecil) Akibatnya, elektron sukar lepas
sehingga energi untuk melepas elektron semakin besar. Hal ini berarti
energi ionisasi besar.

Jika jumlah elektronnya sedikit, gaya tarik menarik elektron dengan inti
lebih kecil (jari-jarinya semakain besar). Akibatnya, energi untuk
melepaskan elektron terluar relatif lebih kecil berarti energi ionisasi kecil.

3. Keelektronegatifan

Kelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik


elektron dari atom lain. Faktor yang mempengaruhi keelektronegatifan
adalahgaya tarik dari inti terhadap elektron dan jari-jari atom.

Unsur-unsur yang segolongan : keelektronegatifan makin ke bawah


makin kecil, karena gaya taik-menarik inti makin lemah. Unsur-unsur
bagian bawah dalam sistem periodik cenderung melepaskan elektron.

4. Sifat Logam

Sifat-sifat unsur logam yang spesifik, antara lain : mengkilap,


menghantarkan panas dan listrik, dapat ditempa menjadi lempengan tipis,
serta dapat ditentangkan menjadi kawat / kabel panjang. Sifat-sifat logam
tersebut diatas yang membedakan dengan unsur-unsur bukan logam. Sifat-
sifat logam, dalam sistem periodik makin kebawah makin bertambah, dan
makin ke kanan makin berkurang.
Batas unsur-unsur logam yang terletak di sebelah kiri dengan batas
unsur-unsur bukan logam di sebelah kanan pada system periodic sering
digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal.

Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan bukan


logam menunjukkan sifat ganda.

5. Kereaktifan

Reaktif artinya mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada system


periodik, makin ke bawah makin reaktif, karena makin mudah melepaskan
elektron. Unsur-unsur bukan logam pada sistem periodik, makin ke bawah
makin kurang reakatif, karena makin sukar menangkap electron.

Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya


melepas atau menarik elektron. Jadi, unsur logam yang paling reatif adalah
golongan VIIA (halogen).

Dari kiri ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan


menurun kemudian bertambah hingga golongan VIIA. Golongan VIIA
tidak rekatif.

6. Afinitas Elektron

Afinitas elektron ialah energi yang dibebaskan atau yang diserap


apabila suatu atom menerima elektron.

Jika ion negatif yeng terbentuk bersifat stabil, maka proses


penyerapan elektron itu disertai pelepasan energi dan afinitas elektronnya
dinyatakan dengan tanda negative. Akan tetapi jika ion negative yang
terbentuk tidak stabil, maka proses penyerapan elektron akan
membutuhkan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda
positif. Jadi, unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif
mempunyai kecenderungan lebih besar menyerap elektron daripada unsur
yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negative nilai afinitas
elektron berarti makin besar kecenderungan menyerap elktron.

Dalam satu periode dari kiri ke kanan, jari-jari semkain kecil dangaya tarik
inti terhadap elektron semakin besar, maka atom semakin mudah menarik
elektron dari luar sehingga afinitas elektron semakin besar.

Pada satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom makin besar,
sehingga gaya tarik inti terhadap elektron makin kecil, maka atom semakin
sulit menarik elektron dari luar, sehingga afinitas elektron semakin kecil.
IV. Alat dan Bahan
a. Setrifuge
b. Labu ukur 100 ml
c. Tabung sentrifuge yang berskala
d. Larutan natrium klorida 0.2 M
e. Larutan kalium klorida 0.2 M
f. Larutan magnesium klorida 0.2 M
g. Larutan kalsium klorida 0.2 M
h. Larutan barium klorida 0.2 M
i. Larutan alumunium klorida 0.2 M
j. Larutan perak nitrat 0.2 M

V. Prosedur
1. Tuangkan kedalam sebuah tabung sentrifuga berskala 2.0 ml larutan
natrium klorida 0.2 ml (dengan menggunakan pipet atau buret). Kemudian
tambahkan 4 ml larutan perak nitrat 0,2 ml. Goyang-goyang tabung agar
reaksi berjalan lebih sempurna.
2. Biarkan tabung tersebut dalam posisi berdiri selama 1 menit, kemudian
pusingkan selama 5 menit. Akhirnya dengan membiarkan tabung tegak
selama beberapa menit diperoleh permukaan horizontal pada endapan.
3. Ukurlah volume (tinggi) dan volume (tinggi) relative endapan yang
terbentuk.
4. Ulang pengerjaan (1) dan (2) dengan menggunakan semua larutan garam
klorida 0,2 M yang lain.

VI. Hasil Pengamatan

Volume dan volume relative endapan perak klorida yang terbentuk pada setiap
percobaan yaitu sebagai berikut :

Nomor Larutan 0.2 ml Endapan


Percobaan 1.0 ml 4,0 ml (ml/cm) Tinggi relative
Tinggi
1 NaCl AgNO3 1,7 cm 1,1+1.7
2 = 1.4

cm
2 KCl AGNO3 2 cm 1.2+2
2 = 1.6

cm
3 BaCl2 AgNO3 2,2 cm 1.2+2.2
2 = 1.7

cm
VII. Reaksi
a. NaCl (aq) + AgNO3 (aq) AgCl (s) + NaNO3(aq)
b. KCl (aq) + AgNO3 (aq) AgCl (s) + KNO3(aq)
c. BaCl2 (aq) + AgNO3 (aq) AgCl (s) + Ba(NO3 )2 (aq)

VIII. Pembahasan

Pada praktikum ini dilakukan percobaan tentang sifat periodisitas spesies. Adapun
hal yang akan dilihat atau pun diamati diantaranya adalah adanya endapan dan
perubahan warna endapan. Pada percobaan ini dibutuhkan alat sentrifuga dan
tabung sentrifuga. Adapun kegunaan sentrifuga untuk memisahkan bahan-bahan
berdasarkan perbedaan berat jenis. Cara kerja alat ini yaitu memutar sampel
dengan kecepatan tinggi. Adapun kegunaan tabung sentrifuga yaitu untuk
menyimpan larutan yang akan dimasukkan kedalam sentrifuga. Larutan larutan
yang digunakan pada percobaan ini yaitu NaCl, KCl, BaCl 2 dengan konsentrasi
untuk setiap larutan yaitu 0.2 M. Pada percobaan ini masing-masing larutan
diambil 2.0 ml dan dimasukkan kedalam tabung sentrifuga kemudian
ditambahkan AgNO3 sebanyak 4 ml. selanjutnya dimasukkan kedalam sentrifuga
selama 5 menit, setelah itu didiamkan. Untuk larutan NaCl ditambahkan dengan
AgNO3 didapatkan tinggi endapan yaitu 1.7 cm. Selanjutnya untuk larutan KCl
ditambahkan AgNO3 didapatkan tinggi endapan 2 cm dan yang terakhir BaCl 2
ditambahkan AgNO3 didapatkan tinggi endapan 2.2 cm. Untuk tinggi relative
endapan yang terbentuk dari masing masing larutan didapatkan dari tinggi awal
endapan ditambah dengan tinggi endapan dibagi 2. Untuk campuran larutan NaCl
ditambahkan AgNO3 tinggi relatifnya sebesar 1.4 cm, pada KCl ditambahkan
AgNO3 tinggi relatifnya 1.6cm dan pada BaCl2 ditambahkan AgNO3 tinggi
relativnya 1.7 cm. Hal ini berarti bahwa Semakin kekanan endapan yang terbentuk
semakin tinggi. Semakin tinggi endapan yang terbentuk maka semakin tinggi
tingkat valensinya dan juga semakin reaktif. Endapan yang terbentuk dipengaruhi
oleh banyaknya valensi. Untuk kelarutan NaCl>KCl>BaCl2, hal ini berarti bahwa
senyawa golongan alkali lebih mudah larut didalam air, sedangkan senyawa alkali
tanah sukar larut didalam air. Jika kelarutan suatu zat semakin besar, maka
semakin banyak zat tersebut yang larut dan semakin banyak yang terionisasi.
Untuk keelektronegativan hal yang terjadi adalah dalam satu golongan
keelektronegativan semakin kecil. Hal ini dikarnakan gaya tarik menarik inti
semakin lemah. Adapun untuk unsur yang seperiode keelektronegativan semakin
kekanan semakin besar. Ketika keelektronegativan semakin besar, unsur yang
bersangkutan cenderung menerima elektron dan membentuk bilangan oksidasi
negative. Berdasarkan energi ionisasinya, untuk unsur-unsur yang segolongan
energi ionisasinya semakin kecil. Hal ini dikarnakan elektron akan keluar dan
menjauh dari inti, sehingga elektron terluar makin mudah untuk dilepaskan. Untuk
kereaktifannya sendiri, logam logam dari golongan alkali (Na dan K) lebih reaktif
dibandingkan logam alkali tanah, hal ini dikarenakan jumlah elektron valensinya
yang hanya satu dan ukuran jari jari atom yang besar.kereaktifan logam alkali
dibuktikan dengan kemudahannya bereaksi. Berdasarkan hasil pegamatan warna
endapan yang terbentuk sebelum disentrifuga berwarna keperakan dan setelah
disentrifuga warna endapan yaitu putih.

IX. Kesimpulan
1. Semakin kekanan endapan yang terbentuk semakin tinggi.
2. Semakin tinggi endapan yang terbentuk maka semakin tinggi tingkat
valensinya dan juga semakin reaktif.
3. Senyawa golongan alkali lebih mudah larut didalam air dibandingkan
dengan alkali tanah.
4. Dalam satu golongan keelektronegativan semakin kecil, dan dalam satu
periode keelektronegativan semakin kekanan semakin besar.
5. Unsur-unsur yang segolongan energi ionisasinya semakin kecil.
X. Daftar Pustaka

Anonim. 2012. Prinsip Kerja Centrifuge. (online)


https://www.scribd.com/mobile/doc/188775522/Prinsip-Kerja-Centrifuge /
(diakses pada 22 agustus 2016)

Rifai, A. K. 2012. Sifat Logam Alkali Dan Logam Alkali Tanah. (online)
http://uhibbu-ilaiki.blogspot.co.id/2012/12/sifat-sifat-logam-alkali-dan-
logam.html?m=1 / (diakses pada 22 agustus 2016)

Winarto, D. 2012. Sifat Periodisitas Unsur Kimia. (online)


http://www.ilmukimia.org/2013/01/sifat-periodisitas-unsur-kimia.html?
m=1 / (diakses pada 15 agustus 2016)

Zhivina. 2011. Sifat Periodik Unsur. (online)


https://zhivinachem.wordpress.com/sifat-periodik-unsur/ (diakses pada 22
Agustus 2016)
Jawaban Pertanyaan :

1. Reaksi pengendapan yang terjadi pada percobaan ini adalah:


NaCl (aq) + AgNO3 (aq) AgCl (s) + NaNO3(aq)
KCl (aq) + AgNO3 (aq) AgCl (s) + KNO3(aq)
BaCl2 (aq) + AgNO3 (aq) AgCl (s) + Ba(NO3 )2 (aq)

2. Perbandingan tinggi (volume) relative endapan yang terbentuk pada


perlakuan larutan klorida: Natrium, kalium, dan barium adalah: 1,4 cm :
1,6 cm : 1,7 cm
3. Ini berarti bahwa perbandingan ion klorida pada garam klorida natrium,
kalium dan barium adalah 1:1:2
Dan dengan demikian, perbandingan valensi natrium, kalium dan barium
adalah 1:1:2