Anda di halaman 1dari 14

I.

Judul Percobaan : Halogen


II. Tujuan percobaan : Tujuan Umum:
Mahasiswa mampu memahami sifat oksidator
halogen
Tujuan Khusus:
a. Mahasiswa mampu membuat air klor dan air

brom.
b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi klorine,
bromine, iodine dalam pelarut CCl4.
c. Mengidentifikasi daya oksidasi klorine,
bromine, dan iodine.
III. Dasar Teori :
Golongan halogen adalah kelompok unsur-unsur yang sangat kontras
terhadap golongan alkali. Alkali adalah kelompok logam yang sangat reaktif dan
elektropositif sedangkan halogen adalah kelompok nonlogam yang sangat reaktif
dan elektronegatif. Paling reaktif untuk alkali terdapat pada unsur paling bawah
sedangkan untuk halogen terdapat pada unsure paling atas dari golongannya
dalam sistem periodik unsur (Sugiyarto, 2004, hal: 234).

Unsur-unsur halogen yang terletak pada golongan VIIA merupakan unsur


yang sangat reaktif dengan electron valensi ns2 np5 sehingga hanya butuh 1
elektron untuk membentuk konfigurasi stabil seperti halnya gas
mulia. Kereaktifan unsur halogen memungkinkan berbagai senyawa seperti
senyawa alkil halida (gugus alkil dan halogen), senyawa oksihalogen (asam oksi
dan halogen), senyawa ion (logam golongan IA dan IIA) dan senyawa antar
halogen (Saito, 2012).

Penemuan unsur-unsur halogen selalu membawa perbaikan-perbaikan


dalam ilmu pengetahuan kimia. Sebagai contoh, penemuan gas hijau klorin dari
senyawa asamnya hidroklorida oleh Scheele pada tahun 1774 membawa
konsekuensi pembaruan definisi asam yang pada mulanya dipahami sebagai
senyawa yang mengandung oksigen (Sugiyarto, 2004, hal: 234).

Halogen adalah unsur-unsur golongan VIIA atau sekarang lebih dikenal dengan
golongan 17 dalam tabel sistem periodik unsur yang mempunyai elektron valensi
7 pada subkulit nsnp. Istilah halogen berasal dari istilah ilmiah bahasa Perancis
dari abad ke-18 yang diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu halo genes yang
artinya pembentuk garam karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan
logam membentuk garam. Halogen merupakan sekumpulan unsur nonlogam yang
saling berkaitan erat, lincah, dan berwarna terang. Secara alamiah bentuk
molekulnya diatomic, ntuk mencapai keadaan stabil atom-atom ini cenderung
menerima satu elektron dari atom lain atau dengan menggunakan pasangan
elektron secara bersama hingga membentuk ikatan kovalen. Atom unsur halogen
sangat mudah menerima elektron dan membentuk ion bermuatan negatif satu. Ion
negatif disebut ion halida, dan garam yang terbentuk oleh ion ini disebut halida.
Halogen digolongkan sebagai pengoksidator kuat karena kecenderungannya
membentuk ion negatif. Selain itu, halogen adalah golongan yang paling reaktif
karena unsur-unsurnya memiliki konfigurasi elektron pada subkulit
ns2 np5 (Samadaranta, 2011).

Dalam kondisi SATP, fluorin berupa gas tidak berwarna, klorin berupa gas
hijau pucat, bromine berupa cairan minyak merah coklat dan iodine berupa
padatan hitam metalik. Titik leleh dan titik didih molekul diatomic halogen naik
secara perlahan dan hal ini berkaitan dengan sifaf polarisabilitas molekul-molekul
yang bersangkutan. Sifaf polarisabbilitas molekul diatomic halogen naik secara
perlahan dengan naiknya nomor atom, hal ini disebabkan oleh naiknya jari-jari
atau volume atom dan jumlah total elektron sehingga posisi elektron makin
mudah terdistribusi secara tak homogen disepanjang waktunya. Dengan demikian
berakibat naiknya gaya disperse atau gaya London dan pada gilirannya
mengakibatkan naiknya titik leleh dan titik didih molekul yang bersangkutan
( Sugiyarto, 2004, hal: 234).

Fluorin merupakan salah satu unsur halogen berbentuk gas (non logam)
yang sangat reaktif, beracun, korosif, berbau menyengat dan tidak enak serta
berwarna kuning kehijau-hijauan, karena merupakan unsur yang reaktif, maka
fluorin depat membentuk beberapa jenis senyawa seperti hidrogen fluorid,
natrium fluorid dan lain-lain. Dalam bentuk klorofluorokarbon (CFC) dapat
digunakan sebagai Freon yang terdapat pada aerosol spray dan sebagai
refrigerant. Fluor digunakan dalam industri minyak pelumas. Fluor memiliki
massa atom 18,99840 sma, jari-jari 0,57 dengan titik didih 85,0 K. Klorin yang
sangat penting dalam industri kimia anorganik, dihasilkan bersama dengan
natrium hidroksida. Gas klorin berbau busuk (tidak enak) dan dalam jumlah yang
besar gas ini cukup berbahaya bagi manusia, sebagai contoh gas ini digunakan
sebagai racun pada perang dunia. Klorin merupakan salah satu unsur yang reaktif
memiliki massa atom 35,4527 sma, jari-jari 0,97 dan memiliki titik didih
239,16 K, digunakan sebagai pembunuh kuman dalam air dan larutan klorin dapat
pula digunakan sebagai pemutih (Svehla, 1985, hal: 274).

Bromin merupakan unsur halogen yang beracun dan mudah menguap


untuk membentuk molekul gas diatomik. Cairan bromin dapat menimbulka luka
apabila kontak langsung dengan kulit dan luka tersebut sembuh dalam jangka
yang lama. Bromin dapat larut dalam air dan sangat larut dalam pelarut-pelarut
organik seperti alkohol, eter, kloroform dan karbon disulfide. Selain itu juga
bromin dapat membentuk senyawa-senyawa seperti HBr, HOBr dan beberapa
senyawa lainnya. Di alam bromin tidak terdapat dalam bentuk unsur bebas tetapi
ditemukan dalam senyawa-senyawa bromida. Bromin memiliki sifat fisik yaiitu,
jari-jari atom Br 1,12 , masa atom 79,904 sma dan memiliki titik didih 331,85
K. Bromin digunakan untuk bahan obat celup dan untuk membuat senyawa
dibromoetana yang digunakan sebagai bahan baku zat anti ketukan pada bensin
bertimbal. Iodin berupa padatan ungu kehitaman, cepat menyublin pada suhu
kamar serta memberikan uap berwarna ungu. Iodin mempunyai sifat seperti metal
dan senyawa iodin sangat penting dalam bidang kimia organik dan kesehatan. Iod
terdapat sebagai ioda dalam air laut dan sebagai iodat dalam garam Chili. Iodin
mempunyai massa atom 126,045 sma, jari-jari atomnya 1,2 dan memiliki titik
didih 457,5 K (Svehla, 1985, hal: 286).

Klorin dapat diperoleh dari antara HCL pekat dengan padatan kalium
permanganat atau pencampuran dari padatan NaCl, mangan (IV) oksida dan asam
sulfat pekat. Klorin dapat larut dalam air (air klorin) membentuk 67% molekul
(di)klorin terhidrat dan 33% berupa campuran HCl dan hipoklorit. Bromin dan
iodin larut dalam pelarut non polar seperti CCl 4 dan memberikan warna yang khas
yaitu kecoklatan untuk bromin dan violet untuk iodin; tambahan pada iodin
menghasilkan warna biru dengan air kani, sehingga hal tersebut dapat dipakai
untuk uji karakteristik. (Fakhili dan Desi, 2014 hal:40)

IV. Alat dan Bahan :


Alat:
1. Tabung Reaksi 6. Gelas Kimis
2. Rak Tabung Reaksi 7. Gelas Ukur
3. Pipa Bengkok 8. Neraca Analitik
4. Pipet Tetes 9. Penjepit Kayu
5. Spatula 10. Kaca Arloji
Bahan:
1. Padatan NaCl dan MnO2 6. Larutan I2 (0,05 gram I2 dalam 100ml
etanol)
2. Larutan Amilum 7. Air Bromine (0,5 ml Br2 dalam 100ml air)
3. Larutan KI 0,1 M 8. Asam Sulfat Pekat
4. Larutan KBr 0,1 M 9. Indicator Universal
5. Larutan AgNO3 0,1 M 10. CCl4

V. Prosedur Percobaan :
1. Buatlah gas X dari air (klorin) dengan cara:
Campurkan 1 gram NaCl dan 1 gram MnO 2 di dalam tabung uji reaksi,
tambahkan H2SO4 pekat sebanyak 2 mL dan alirkan gas yang terjadi ke
dalam tabung uji reaksi lain (A-C) selama 1 menit untuk masing-masing
tabung hingga nampak kemungkinan adanya perubahan (kerjakan dalam
lemari asap). (Tabung uji reaksi A, B, dan C masing-masing berisi
aquadest 15 mL), larutan KI 2 mL, larutan KBr 2 mL. Untuk tabung A
setelah dialiri gas tersebut harus ditutup dengan sumbat untuk keperluan
uji klorin.
2. Uji terhadap larutan A (air klorin Y)
a. Masukkan sepotong kecil indikator universal ke dalam larutan A.
b. Masukkan 5 tetes larutan AgNO3 ke dalam tabung uji reaksi kemudian
tambahkan 5 tetes larutan A dan amati perubahan yang terjadi.
c. Kedalam larutan 1-2 mL CCl4 masukkan 10 tetes larutan A, kemudian
kocok campuran ini cukup kuat.
d. Kedalam larutan 1 mL KI tambahkan 10 tetes larutan A, amati dan
kemudian tambahkan 1-2 tetes amilum. Ulangi perlakuan ini tetapi
sebagai ganti amilum yaitu penambahan 2 mL CCl4 dan dikocok.
e. Kedalam larutan 1 mL KBr, tambahkan 10 tetes larutan A kemudian 2
mL CCl4 dan dikocok.
3. Uji hasil larutan B setelah dialiri gas X, lakukan hal yang sama seperti pada
(2d) dan bandingkan hasilnya.
4. Uji hasil larutan C setelah dialiri gas X, lakukan hal yang sama seperti pada
(2e) dan bandingkan hasilnya.

VI. Hasil Pengamatan :


No Perlakuan Hasil Pengamatan
1. Serbuk NaCl + MnO2 + Terbentuk larutan berwarna abu-abu kehitaman dan
H2SO4 Pekat terdapat gelembung air pada dinding tabung serta
menghasilkan uap tak berwarna.

Dialirkan ke dalam air (A) Larutan tak berwarna, dan terdapat uap pada
dinding tabung.

Dialirkan ke dalam KI (B) Larutan menjadi berwarna kuning dan terdapat uap
pada dinding tabung.

Dialirkan ke dalam KBr (C) Larutan tak berwarna dan terdapat uap pada dinding
tabung.
2. Larutan A + Indikator Lakmus biru berubah menjadi berwarna merah
universal artinya larutan bersifat asam

Larutan A + AgNO3 Larutan tak berwarna.


Larutan A + CCl4
Larutan tak berwarna dan terbentuk dua lapisan.
Larutan A + KI + Amilum
Larutan tak berwarna.
Larutan A + KI + CCl4
Larutan tak berwarna dan terbentuk dua lapisan tak
saling campur. Batas lapisan berbentuk cekung.
Larutan A + KBr + CCl4
Larutan tak berwarna dan terbentuk dua lapisan tak
saling campur, bagian bawah seperti gel
3. Larutan B + KI + Amilum Larutan menjadi berwarna kuning muda.

Larutan B + KI + CCl4 Larutan tak berwarna dan terbentuk dua lapisan tak
saling campur.
4. Larutan C + KBr + CCl4 Larutan tak berwarna dan terbentuk dua lapisan
tidak saling bercampur. Batas antara 2 larutan itu
berbentuk cembung.

VII. Persamaan Reaksi :


1.
NaCl Na+ + Cl-
MnO2(aq) + 2H2SO4(aq) + Cl- Mn2+ + Cl2(g) + 2SO42- + 2H2O(g)
a. Cl2(g) + H2O(l) OCl-(aq) + 2H+(g) + Cl-(aq)
b. Cl2(g) + 2KI(aq) 2KCl + I2
c. Cl2(g) + 2KBr(aq) 2KCl + Br2
2.
OCl-(aq) + Cl-(aq)+ Indikator Universal pH = 5
a.
2Cl-(aq) + AgNO3(aq) AgCl2(s) + NO3-
b.
2Cl-(aq) + CCl4(aq)
c.
2Cl-(aq) + 2KI(aq) + amilum 2KCl(aq) + I2 + amilum
d.
2Cl-(aq) + 2KI(aq) + CCl4(aq) 2KCl(aq) + I2 + CCl4(aq)
e.
2Cl-(aq) + 2KBr(aq) + CCl4(aq) 2KCl(aq) + Br2 + CCl4(aq
3.
2KCl + I2 + 2KI(aq) + amilum 2KCl + 4KI(aq) + amilum
2KCl + I2 + 2KI(aq) + CCl4(aq) 2KCl + 4KI(aq) + CCl4(aq)
4.
2KCl2(g) + Br2(aq) + 2KBr(aq) + CCl4(aq) 4KCl + 2Br2 + CCl4(aq)

VIII. Pembahasan

Pada praktikum ini kami melakukan percobaan tentang halogen. Adapun


bahan bahan yang dipakai yaitu: Padatan NaCl dan MnO2, Larutan I2 (0,05
gram I2 dalam 100ml etanol),Larutan Amilum, Air Bromine (0,5 ml Br2
dalam 100ml air),Larutan KI 0,1 M,Asam Sulfat Pekat, Larutan KBr 0,1 M,
Indicator Universal(kertas lakmus biru),Larutan AgNO3 0,1 M dan CCl4 .
Pada percobaan pertama yaitu serbuk NaCl berwarna putih ditambah
dengan serbuk MnO2 berwarna hitam kemudian ditetesi dengan larutan
H2SO4 pekat berwarna bening menjadi larutan berwarna abu-abu kehitaman
dan menghasilkan gelembung air disertai uap tak berwarna (Gas X). Gas X
yang dihasilkan tersebut kemudian dialirkan kedalam air 1 menit
kemudian ditutup dengan sumbat. Hasil pengamatan yang didapat yaitu
pada air yang dialiri gas tersebut tidak terjadi perubahan warna dengan kata
lain air tidak berwarna dan terdapat uap air pada dinding tabung.
Selanjutnya pada Gas X yang telah dihasilkan kemudian dialirkan kedalam
larutan KI selama 1 menit kemudian ditutup dengan sumbat. Hasil
pengamatan yang didapat yaitu larutan menjadi berwarna kuning dan
terdapat uap pada dinding tabung. Selanjutnya Gas X yang telah dihasilkan
pada langkah sebelumnya, dialirkan kedalam larutan KBr selama 1 menit
kemudian ditutup dengan sumbat. Hasil pengamatan yang didapat yaitu
tidak terjadi perubahan warna dan terdapat uap pada dinding tabung.
Pada percobaan kedua yaitu menggunakan air yang telah dialiri dengan
gas X sebagai bahan utama yang akan diuji. Langkah pertama yaitu
mengukur pH air yang telah dialiri dengan gas X menggunakan indicator
universal dan didapatkan hasil berupa berubahnya kertas lakmus warna biru
ke warna merah. Hal ini dikarenakan penambahan H2SO4 pekat terhadap
NaCl dan MnO2 menghasilkan gas X yang bersifat asam. Kemudian 5 tetes
air yang telah dialiri gas X ditambah dengan 5 tetes AgNO 3 menghasilkan
larutan menjadi tak berwarna. Adapun fungsi dari AgNO3 yaitu untuk
mengendapkan unsur-unsur halogen.Selanjutnya 2mL larutan CCl4 berwarna
bening ditambah dengan 10 tetes air yang telah dialiri gas X lalu dikocok
kuat-kuat menghasilkan larutan tak berwarna dan terbentuk dua lapisan
yang tak saling campur. Berdasarkan persamaan reaksi laruta ini tidak
bereaksi. Selanjutnya untuk larutan KI sebanyak 1 ml ditambahkan 10 tetes
larutan air yang telah dialiri gas X kemudian ditambahkan amilum
menghasilkan larutan tak berwarna. Untuk larutan KI sebanyak 1 ml diberi
10 tetes larutan air yang telah dialiri gas X kemudian ditambahkan CCl 4 dan
dikocok kuat-kuat menghasilkan larutan tak berwarna dan terbentuk dua
lapisan tak saling campur. Batas lapisan berbentuk cekung. Selanjutnya 1
mL KBr ditambah 10 tetes air yang telah dialiri gas X dan ditambah 2 mL
CCl4 menghasilkan larutan tak berwarna dan terbentuk dua lapisan tak
saling campur, bagian bawah seperti gel larutan.
Untuk percobaan ketiga ini menggunakan Larutan KI yang telah dialiri
gas X sebagai bahan utama yang akan diuji. Pada percobaan pertama yaitu 2
mL larutan KI ditambah 10 tetes larutan KI yang telah dialiri gas X dan
ditambah 2 tetes amilum menghasilkan larutan berwarna kuning muda. 2
mL larutan KI ditambah 10 tetes larutan KI yang telah dialiri gas X dan
ditambah 2 mL CCl4 dan dikocok kuat-kuat menjadi larutan yang tidak
berwarnna dan tidak saling bercampur.
Pada percobaan terakhir yaitu 1 mL KBr ditambah dengan 10 tetes
larutan KBr yang telah dialiri gas X dan 2 mL CCl4 menghasilkan larutan
tak berwarna dan terbentuk dua lapisan tidak saling bercampur. Batas antara
2 larutan itu berbentuk cembung.
Terbentuknya 2 lapisan larutan saat ditambahkan larutan CCl 4,
disebabkan karena adanya perbedaan sifat kepolaran antara CCl4 dan
campuran larutan yang ada pada setiap tabung reaksi tersebut, dimana CCl 4
merupakan senyawa yang bersifat nonpolar yang disebabkan tidak adanya
elektron bebas dalam molekulnya, sehingga tidak dapat dilarutkan oleh
campuran yang ada dalam setiap tabung reaksi yang sifatnya polar.

Dalam percobaan ini diketahui iodin memiliki tingkat kepolaran yang


begitu rendah sehingga sebagian dari unsur ini dapat bereaksi dengan
kloroform.

Dari hasil di atas dapat terlihat bahwa tingkat kelarutan dari unsur
halogen semakin ke bawah semakin kecil (F>Cl>Br>I) dari atas ke bawah
unsur-unsur halogen semakin reaktif. Diketahui bahwa halogen cenderung
larut dalam pelarut-pelarut organik karena gaya tarik menarik antar molekul
yang baru terbentuk memiliki kekuatan yang sama dengan kekuatan ikatan
yang diputus dalam halogen dan pelarut. Selain itu kelarutan juga ditentukan
oleh kekuatan ikatan, dimana kekuatan ikatan dari unsur halogen semakin
berkurang dari atas ke bawah. Kelarutan juga dipengaruhi oleh polaritas
ikatan, dimana dari keempat halogen fluorin-lah yang merupakan unsur
yang paling elektronegatif sedangkan iodin mempunyai sifat yang paling
tidak elektronegatif.

IX. Kesimpulan
Klorin didapatkan dengan mereaksikan padatan NaCl dengan MnO4
dan Asam sulfat pekat.
Fungsi penambahan AgNO3 yaitu untuk mengendapkan unsur-unsur
halogen
Campuran larutan ketika ditambahkan dengan larutan CCl 4 akan
membentuk dua lapisan tak saling campur dikarnakan perbedaan
kepolaran antara CCl4 dan campuran larutan
Kelarutan unsur halogen cenderung semakin kecil F>Cl>Br>I
karena dipengaruhi oleh kekuatan ikatan dan polaritas ikatan.
Kekeruhan unsur halogen dari atas ke bawah dalam satu golongan
cenderung semakin besar F<Cl<Br<I, dengan menggunakan larutan
AgNO3 sebagai pengujinya pada percobaan ini.

X. Daftar Pustaka

Gulo,F dan Desi. 2014. Panduan Praktikum Kimia Anorganik 1: Universitas


Sriwijaya.
Saito, Taro. 2012. Halogen dan Halida. http//www.cmhem-is-tru.org.com/
(Diakses pada 9 Oktober 2016)

Samadaranta.2011. Halogen http://samadaranta.worpress.com/2011/10/29/h


alogen (Diakses pada 9 Oktober 2016)

Sugiyarto, Kristian H. 2010. Kimia Anorganik Logam. Yogyakarta: Graha


Ilmu.

Svehla, G. 1985. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif. Jakarta: PT.

Kalman Media Pustaka.


XI. Gambar Alat

Gas X dialirkan ke
aquades

Gas X dialirkan ke kalium


iodida

Gas X dialirkan ke kalium


bromida
Larutan A + kertas lakmus
biru kertas lakmus
merah

2b, 2c, 2d1, 2d2, 2e

KI + amilum
KI + CCl4
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1

HALOGEN

Disusun oleh:

Kelompok 1

Ayu Shelli Mardiana (06101281419022)


Ade Putra Kuasa
(06101281419024)
Rabeka Yulina Fitri
(06101281419028)
Nabilah hasanah
(06101281419031)
Robiatul Adawiyah (06101381419050)
Else Yusnaini (06101381419052)

Dosen pengampu:
Drs. M. Hadeli L., M.Si
Maefa Eka Haryani, S.Pd., M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2016