Anda di halaman 1dari 199

PERANCANGAN OCEANARIUM DI SEMARANG

DENGAN PENDEKATAN KONSEP ARSITEKTUR


METAFORA

Landasan konseptual
Perencanaan dan perancangan arsitektur

TUGAS AKHIR
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik
Arsitektur

Di Susun Oleh :
Arief Wahyu Nur Hidayat
(5112411032)

PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TENIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2015
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

HALAMAN PERSETUJUAN

Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur dengan judul


Oceanarium di Semarang dengan konsep Arsitektur Metafora ini yang disusun
oleh Arief Wahyu Nur Hidayat dengan NIM 5112411032 telah disetujui oleh
pembimbing untuk diajukan ke Sidang Ujian Tugas Akhir pada :

Hari : Selasa

Tanggal : 15 Desember 2015

Dosen Pembimbing II Dosen Pembimbing I

Ir. EKO BUDI SANTOSO, M.T Ir. Bambang Setyohadi, M.T

NIP. 19631114199102 1 001 NIP 19670509200112 1 001

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Negeri Semarang

Drs. Sucipto, M.T


NIP 19630101 199102 1 001

ii
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

HALAMAN PENGESAHAN

Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur dengan judul


Oceanarium di Semarang dengan Konsep Arsitektur Metafora ini telah
dipertahankan oleh oleh Arief Wahyu Nur Hidayat dengan NIM 5112411032 di
hadapan Panitia Ujian Tugas Akhir Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Teknik
Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang pada Senin, tanggal 7
Desember 2015

Panitia Ujian Tugas Akhir:


Ketua Sekretaris

Drs. Sucipto, M.T Ir. Bambang Setyohadi, M.T


NIP 19630101 199102 1 001 NIP 19670509200112 1 001

Pembimbing I Pembimbing II

Ir. Bambang Setyohadi, M.T Ir. Eko Budi Santoso, M.T


NIP. 19670509200112 1 001
NIP. 19631114199102 1 001

Penguji

Andi Purnomo, S.T, M.A


NIP. 19710415199803 1 004

Mengetahui,
Dekan Fakultas Teknik
Universitas Negeri Semarang

Dr. Nur Qudus, M.T


NIP. 19691130199403 1 001

iii
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam penyusunan Landasan


Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini tidak terdapat karya yang
pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi,
dan sepanjang sepengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat
yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis
diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Semarang, 29 Desember 2015

Arief Wahyu Nur Hidayat

NIM. 5112411032

iv
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur
(LP3A) Tugas Akhir Oceanarium di Semarang Dengan Konsep Arsitektur
Metafora ini dengan baik dan lancar tanpa terjadi suatu halangan apapun yang
mungkin dapat mengganggu proses penyusunan LP3A Oceanarium ini.

LP3A Oceanarium ini disusun sebagai salah satu syarat untuk


kelulusan akademik di Universitas Negeri Semarang serta landasan dasar untuk
merencanakan desain Oceanarium nantinya. Judul Tugas Akhir yang penulis
pilih adalah Oceanarium di Semarang Dengan Konsep Arsitektur Metafora.

Dalam penulisan LP3A Oceanarium ini tidak lupa penulis untuk


mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu,
membimbing serta mengarahkan sehingga penulisan LP3A Oceanarium ini dapat
terselesaikan dengan baik. Ucapan terimakasih saya tujukan kepada :

1. Allah SWT, yang telah memberikan kemudahan, kelancaran, serta


kekekuatan sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik
2. Bapak Prof. Dr. Fathur Rohman, M.Hum., Rektor Universitas Negeri
Semarang
3. Bapak Dr. Nur Qudus, M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri
Semarang
4. Bapak Drs. Sucipto, M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas
Negeri Semarang
5. Bapak Ir. Bambang Bambang Setyohadi K.P, M.T., selaku Kepala Program
Studi Teknik Arsitektur S1 Universitas Negeri Semarang dan selaku Dosen
Pembimbing I yang memberikan masukan, arahan, ide-ide, dan persetujuan
dalam penyusunan LP3A Oceanarium ini dengan penuh keikihlasan dan
ketabahan dalam membantu memperlancar Tugas Akhir

v
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

6. Bapak Ir. Eko Budi Santoso, M.T, yang juga selaku pembimbing yang
memberikan arahan, bimbingan, masukan dan persetujuan dalam
penyusunan LP3A Oceanarium ini
7. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Arsitektur UNNES yang memberikan bantuan
arahan dalam penyusunan LP3A Oceanarium ini
8. Kedua orang tua, kerabat dan saudara-saudara saya, Terimakasih untuk
semua perhatian dan kesabarannya dalam menyikapi semua tingkah laku
penulis selama pengerjaan LP3A Oceanarium ini
9. Semua keluargaku, teman-teman Arsitektur UNNES 2010-2015 yang telah
memberikan dukungan
Ucapan terimakasih ini penulis haturkan kepada semua pihak yang
tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dorongan dan
motivasi. Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan, maka segala
saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi
sempurnanya penulisan LP3A Oceanarium ini. Semoga penulisan ini dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan pada umumnya.

Semarang, 29 Desember 2015

Penulis

vi
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

PERSEMBAHAN

Tugas Akhir LP3A Oceanarium di Kawasan Pantai Marina Semarang ini

penulis persembahkan kepada :

Ketua Jurusan Teknik Sipil, Drs. Sucipto, M.T. yang telah memberikan ijin
bagi penulis untuk melaksanakan Tugas Akhir Oceanarium
Kaprodi S1 Arsitektur Ir. Bambang Bambang Setyohadi K.P, M.T. yang
memberikan arahan dalam program Tugas Akhir ini sehingga memperlancar
proses penulisan LP3A Oceanarium ini
Pembimbing Tugas Akhir Ir. Bambang Bambang Setyohadi K.P, M.T. dan Ir.
Eko Budi Santoso, M.T, yang memberikan arahan, bimbingan, masukan dan
persetujuan dalam penyusunan Tugas akhir Oceanarium ini dengan penuh
keikihlasan dalam membantu memperlancar jalannya proses Tugas Akhir
Seluruh Bapak/Ibu Dosen Arsitektur UNNES yang memberikan bantuan
arahan dalam penyusunan Tugas Akhir ini
Kedua orang tua, dan saudara-saudara saya, Terimakasih untuk semua
perhatian dan kesabarannya dalam menyikapi semua tingkah laku penulis
selama pengerjaan Tugas Akhir ini
Teman-teman seperjuangan Tugas Akhir Periode 3 terimakasih atas
bantuan dan kerja samanya selama Tugas Akhir ini.
Semua teman-teman Arsitektur UNNES 2010-2015 yang telah memberikan
dukungan

vii
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

ABSTRAK

Arief Wahyu Nur Hidayat


2015
Oceanarium di Semarang Dengan Konsep Arsitektur Metafora
Dosen Pembimbing :
Ir. Bambang Setyohadi, M.T dan Ir. Eko Budi Santoso, M.T
Teknik Arsitektur S1

Sampai saat ini, SeaWorld Ancol adalah satu-satunya oceanarium


berkapasitas besar yang ada di Indonesia, hal ini tidak sebanding dengan
kekayaan laut yang dimiliki Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan
terbesar di dunia dengan jumlah pulau 13.466, luas daratan 1.922.570 km2 dan
luas perairan 3.257.483 km2.
Kecenderungan masyarakat gemar memelihara binatang laut dalam wadah
akuarium atau kolam, merupakan salah satu bukti adanya usaha manusia
mendekatkan diri terhadap alam, dengan memelihara dan memperlajari
kehidupan lain di luar dirinya, sebagai akibat munculnya kebutuhan rekreasi dari
kegiatan rutinitas sehari-hari. Untuk dapat mengungkapkan rahasia kehidupan
laut, perlu adanya suatu usaha menampilkan dalam media atau wadah yang
tepat agar dapat diamati secara jelas dengan tidak meninggalkan unsur-unsur
habitat aslinya. Oleh karena itu dengan adanya media atau wadah tersebut,
diharapkan mampu menjadi jembatan pengetahuan masyarakat akan rahasia
kehidupan laut. Iwan Sutrisno, 1993
Pemilihan lokasi tapak perencanaan diperlukan sebuah lokasi yang tepat
dari segi peruntukan lahan, lahan yang tepat adalah lahan yang memiliki area
yang langsung bebatasan dengan air laut dan diperuntukkan sebagai kawasan
wisata, aksebilitas yang mudah dijangkau, jaringan infrastruktur juga sangat
diperlukan dalam pemilihan lokasi guna untuk mendukung sarana yang ada
dalam bangunan. Selain itu juga view kedalam maupun keluar tapak yang akan
menjadi ketertarikan suatu tempat wisata. Dari beberapa kriteria di atas dipilihlah
satu site rencana yang berada di Pantai Marina, Semarang. dengan luas 7,30
Ha. Pendekatan perencanaan Oceanarium ini meliputi pendekatan site,
pendekatan pelaku dan aktivitas, pendekatan studi besaran ruang, pendekatan
arsitektural (klimatologi, aksesbiitas, view, topografi, kebisingan), pendekatan
struktur, pendekatan utilitas, serta pendekatan penekanan desain Arsitektur
Metafora.
Dari beberapa pendekatan perencanaan dan perancangan di dapatkan
Konsep Perencanaan dan Perancangan yang nantinya akan mendasari desain
Oceanarium di Kawasan Pantai Marina Semarang ini. Konsep Perencanaan dan
Perancangan Oceanarium di dasarkan pada pengambilan suatu bentuk biota
laut yang akan diterapkan dalam bangunan. Harapannya Oceanarium ini dapat
menjadi sebuah wadah edukasi wisata untuk semua kalangan, agar lebih
mengetahui tentang kekayaan biota laut yang dimiliki Indonesia dan wahib untuk
menjaga dan melestarikannya. Selain itu juga dapat menjadi area rekreatif untuk
keluarga dan juga peningkatan kawasan wisata biota air laut di Kota Semarang.

viii
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Kata Kunci : Oceanarium, Rekreasi, Metafora, Semarang


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................. ii

HALAMAN PENGESAHAN................................................................ ............... iii

PERNYATAAN ................................................................................................. iv

KATA PENGANTAR ......................................................................................... v

PERSEMBAHAN............................................................................................. vii

ABSTRAK................................................................ ....................................... viii

DAFTAR ISI................................................................ ....................................... ix

DAFTAR TABEL................................................................ ............................. xiv

DAFTAR DIAGRAM ........................................................................................ xv

DAFTAR GAMBAR................................................................ ........................ xvii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................1

1.1 Latar Belakang .......................................................................................1


1.2 RumusanPermasalahan .........................................................................3
1.2.1 Umum............................................................................................3

1.2.2 Khusus ..........................................................................................4

1.3 Maksud Dan Tujuan ...............................................................................4


1.3.1 Maksud ..........................................................................................4

1.3.2 Tujuan ...........................................................................................4

1.4 Manfaat ..................................................................................................4


1.5 Lingkup Pembahasan .............................................................................5
I.5.1 Ruang Lingkup Substansial ...........................................................5

I.5.2 Ruang Lingkup Spasial ..................................................................5

ix
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

1.6 Metode Pembahasan .............................................................................6


1.7 Sistematika Pembahasan .......................................................................7
1.8 Alur Pikir .................................................................................................8
BAB 2 TINJAUN PUSTAKA DAN STUDI KASUS ............................................9

2.1 Tinjauan Oceanarium .............................................................................9


2.1.1 Pengertian Ocean .......................................................................9
2.1.2 Pengertian Aquarium ..................................................................10
2.1.2.1 Fungsi Aquarium .............................................................11

2.1.2.2 Macam-macam aquarium ................................................11

2.1.3 Pengertian Oceanarium ..............................................................12


2.1.3.1 Fungsi Oceanarium .......................................................13
2.1.3.2 Sistem Utilitas dan Pengoperasian Oceanarium ............13
2.1.3.3 Kajian Fauna .................................................................17
2.1.3.4 Bentuk, dimensi, dan konstruksi aquarium ....................18
2.2 Kajian Arsitektur Metafora ......................................................................23
2.3 Studi Kasus ............................................................................................27
2.3.1 Fresh Water TMII ........................................................................27
2.3.1.1 Fresh Water TMII ..........................................................27
2.3.1.2 Batasan Fresh Water TMII ............................................27
2.3.1.3 Koleksi Fresh Water TMII ..............................................27
2.3.1.4 Denah dan Tampak Bangunan Fresh Water TMII .........29
2.3.1.5 Struktur Organisasi Pengelola Fresh Water TMII ...........34
2.3.1.6 Sirkulasi Pengelola ........................................................34
2.3.1.7 Ruang Pengelola ...........................................................35
2.3.1.8 Sirkulasi Pengunjung .....................................................39
2.3.1.9 Karakteristik Pengunjung ...............................................40
2.3.1.10 Ruang Sirkulasi Pengunjung .........................................40
2.3.1.11 Ruang Utilitas Fresh water ............................................45
2.3.2 Kura-Kura Ocean Park ................................................................48
2.5.2.1 Lokasi Kura-Kura Ocean Park .......................................48
2.5.2.2 Situasi Bangunan ..........................................................48
2.5.2.3 Tampak Bangunan ........................................................48

x
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.5.2.4 Struktur Organisasi Bangunan.......................................49


2.5.2.5 Pembagian Ruang Bangunan.......................................49
2.5.2.6 Sistem Utilitas Aquarium ...............................................53
2.5.2.7 Perawatan Aquarium .....................................................54
2.3.3 SeaWorld Ancol Jakarta .............................................................55
2.3.3.1 Misi wisata Seaworld Ancol ...........................................55
2.3.3.2 Lokasi Sea world Ancol Indonesia .................................55
2.3.3.3 Struktur Organisasi PT.Sea World Indonesia ................56
2.3.3.4 Analisa Pengguna Fasilitas (Pengunjung) .....................57
2.3.3.5 Analisa Pengguna Fasilitas (Pengelola) ........................58
2.3.3.6 Fasilitas Ruang Sea world di Ancol ...............................59
2.3.3.7 Tata pamer akuarium ....................................................63
2.3.3.8 Cara Penyajian Objek Pamer ........................................64
2.3.3.9 Cara Perawatan biota air ...............................................65
2.3.4 Churami Okinawa, Japan ............................................................69
2.3.5 Batumi Akuarium.........................................................................72
2.3.6 Primorsky Aquarium ...................................................................74
BAB 3 TINJAUN LOKASI .................................................................................77

3.1 Tinjauan Kota Semarang......................................................................77


3.1.1 Peta BWK Kota Semarang ..........................................................78
3.1.2 Tinjauan Kebijakan Pemanfaatan Tata Ruang kota ....................79
3.1.3 Potensi Pembagian Wilayah .......................................................81
3.1.4 Pendekatan Pemilihan Lokasi .....................................................82
3.1.4.1 Kriteria Pemilihan Lokasi ...............................................82
3.2 Pemilihan Tapak ..................................................................................85
3.2.1 Pendekatan Pemilihan Tapak .....................................................85
3.2.2 Alternatif Tapak ...........................................................................86
3.2.3 Tapak Terpilih .............................................................................95
BAB 4 PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ....96

4.1 Pendekatan Aspek Fungsional ............................................................97


4.1.1 Analisa Bangunan ....................................................................... 97
4.1.2 Analisa Pelaku aktifitas ............................................................... 97
4.1.3 Analisa Kebutuhan Ruang dan Hubungan Ruang ....................... 98

xi
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

4.1.4 Analisa Sirkulasi Luar dan Dalam.............................................. 103


4.1.5 Studi Kapasitas dan Besaran Ruang......................................... 105
4.2 Pendekatan Aspek Kontekstual.......................................................... 114
4.2.1 Pendekatan Site Terpilih ........................................................... 114
4.2.2 Site Oceanarium ....................................................................... 115
4.3 Analisa Arsitektural .......................................................................... 116
4.3.1 Analisa Dan Pendekatan Penerapan Konsep Metafora........... 116
4.3.2 Kegunaan dari Penerapan Metafora ...................................... 116
4.3.3 Contoh bangunan oceanarium berkonsep arsitektur Metafora
................................................................................................ 117
4.3.4 Konsep Metafora Pribadi .......................................................... 118
4.4 Analisa Struktur ................................................................................. 119
4.4.1 Struktur Kaki / Pondasi............................................................. 119
4.4.2 Struktur Badan ......................................................................... 120
4.4.3 Struktur Kepala / Atap .............................................................. 121
4.5 Pendekatan Sistem Utilitas Bangunan ............................................... 123
4.5.1 Instalasi Elektrikal ..................................................................... 123
4.5.2 Istalasi penerngan dan stop kontak ........................................... 123
4.5.3 Sistem penghawaan ................................................................. 126
4.5.4 Instalasi CCTV (Close Circuit Television) .................................. 127
4.5.5 Instalasi Sound System............................................................. 127
4.5.6 Instalasi Pemadam Kebakaran ................................................. 128
4.5.7 Sistem Air Bersih bangunan ...................................................... 130
4.5.8 Sistem Penyediaan air laut........................................................ 131
4.5.9 Pembuangan Limbah ................................................................ 133
4.6 Pendekatan teknis Aquarium ............................................................ 134
4.6.1 Bahan Bangunan Aquarium ..................................................... 135
4.6.2 Bentuk, dimensi, dan konstruksi Aquarium............................... 135
4.6.3 Terowongan dunia bawah air (Under Water) .......................... 141

BAB 5 KONSEP PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN...... 143

5.1 Pendekatan Aspek Fungsional ......................................................... 143


5.1.1 Analisa Sirkulasi Luar dan Dalam............................................. 143

xii
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

5.1.2 Studi Kapasitas dan Besaran Ruang........................................ 144


5.2 Pendekatan Aspek Kontekstual......................................................... 151
5.2.1 Site Terpilih .............................................................................. 151
5.2.2 Hasil Zoning Site ...................................................................... 152
5.3 Analisa Struktur ................................................................................. 154
5.3.1 Struktur Kaki / Pondasi............................................................. 154
5.3.2 Struktur Badan ......................................................................... 154
5.3.3 Struktur Kepala / Atap .............................................................. 156
5.4 Aspek Sistem Utilitas Bangunan ...................................................... 157
5.4.1 Sistem Elektriktikal ................................................................... 157
5.4.2 Instalasi Penerangan dan Stop kontak ..................................... 157
5.4.3 Sistem penghawaan ................................................................ 158
5.4.4 Instalasi CCTV (Close Circuit Television) ................................. 158
5.4.5 Instalasi Sound System............................................................ 159
5.4.6 Sistem Perlindungan bahaya kebakaran .................................. 160
5.4.7 Suplai air bersih bangunan ...................................................... 160
5.4.8 Sistem Penyendiaan air laut..................................................... 161
5.4.9 Pembuangan Limbah ............................................................... 163
5.5 Analisa Aquarium .............................................................................. 164
5.5.1 Bahan Bangunan Aquarium ..................................................... 164
5.5.2 Bentuk, dimensi, dan konstruksi Aquarium............................... 164
5.5.3 Teknis Aquarium ...................................................................... 166
5.5.4 Terowongan dunia bawah air (Under Water) .......................... 167

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 170

xiii
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Ketebalan Kaca untuk Aquarium Air Laut. .....................................20

Tabel 2.2 Ketebalan aCRYLIC untuk Aquarium Air Laut ...............................20

Tabel 2.3 Perbandingan Bahan Plastik, Kaca, dan Acrylic. ...........................21

Tabel 2.4 Perbandingan antara Kaca dan Acrylic. .........................................22

Tabel 2.5 Daftar koleksi biota air tawar Fresh ...............................................28

Tabel 2.6 Besaran Ruang Fresh Water TMII .................................................39

Tabel 2.7 Karakteristik pengunjung ...............................................................40

Tabel 2.8 Besaran ruang sirkulasi penngunjung ............................................45

Tabel 2.9 Besaran Ruang Utilitas ..................................................................47

Tabel 3.1 Penentuan Tapak ..........................................................................93

Tabel 4.1 Kebutuhan Ruang .........................................................................99

Tabel 4.2 Besaran Ruang .............................................................................105

Tabel 4.3 Penghawaan buatan......................................................................119

Tabel 4.4. Tabel ketebalan acrylic untuk aquarium air laut. ...........................125

Tabel 4.5 Ketebalan Kaca untuk Aquarium Air Laut. .....................................125

Tabel 4.6 Perbandingan Bahan Plastik, Kaca, dan Acrylic. ...........................126

Tabel 4.7 Debit Pompa dan Arus Maksimal yang dapat Dicapai. ..................131

Tabel 5.1 Besaran Ruang .............................................................................140

Tabel 5.2 Ketebalan Kaca untuk Aquarium Air Laut. ....................................164

Tabel 5.3. Tabel ketebalan acrylic untuk aquarium air laut. ...........................164

Tabel 5.4 Perbandingan Bahan Plastik, Kaca, dan Acrylic. ...........................165

Tabel 5.5 Perbandingan antara Kaca dan Acrylic. .........................................166

xiv
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 2.1 Struktur Organisasi ................................................................... 34

Diagram 2.2 Sirkulasi pengelola ................................................................... 34

Diagram 2.3 Sirkulasi pengunjung ................................................................ 39

Diagram 2.4 Struktur Organisasi PT.Sea World Indonesia............................ 56

Diagram 2.5 Analisa Pengguna Fasilitas (Pengunjung) ................................ 57

Diagram 2.6 Analisa Pengguna Fasilitas (Pengelola) ................................... 58

Diagram 2.7 Cara perawatan biota air .......................................................... 65

Diagram 2.8 Perlakuan pencegahan penyakit............................................... 66

Diagram 2.9 Running sistem air .................................................................... 67

Gambar 4.1 diagram pengelola gedung ....................................................... 98

Diagram 4.2 Hubungan Ruang ......................................................................102

Diagram 4.3 Sirkulasi Luar ............................................................................103

Diagram 4.4 Sirkulasi Pengunjung ................................................................104

Diagram 4.5 Sirkulasi Pengelola ...................................................................104

Diagram 4.6 Sirkulasi penyediaan air laut ....................................................122

Diagram 5.1 Sirkulasi Luar ............................................................................139

Diagram 5.2 Sirkulasi Pengunjung ................................................................139

Diagram 5.3 Sirkulasi Pengelola ...................................................................140

Diagram 5.4 :Konsep Instalasi Penerangan ..................................................155

Diagram 5.5 Konsep Instalasi Penerangan ..................................................155

Diagram 5.6 :Konsep Instalasi Penerangan ..................................................156

Diagram 5.7 : Konsep Instalasi AC ................................................................156

Diagram 5.8 Instalasi CCTV ..........................................................................157

Diagram 5.9 : Konsep Instalasi Sound System .............................................157

xv
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Diagram 5.10 : Konsep Instalasi Pemadam Kebakaran.................................158

Diagram 5.11 : Konsep Instalasi Pemadam Kebakaran................................159

Diagram 5.12 Sirkulasi penyediaan air laut ...................................................160

Diagram 5.13 : Konsep Instalasi Air Kotor dan Air Bekas .............................162

Diagram 5.14 Konsep metafora.....................................................................167

xvi
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Sistem ditributor air lautke aquarium .......................................... 17

Gambar 2.2 Kategori Combine Metaphor pada Museum of Fruit ................... 25

Gambar 2.3 Sydney Opera House ................................................................. 26

Gambar 2.4 Roncham Chapel oleh Lee Corbizier .......................................... 26

Gambar 2.5. Stasiun TGV, Paris.................................................................... 26

Gambar 2.6 Denah Lokasi ............................................................................. 27

Gambar 2.7 Denah Lantai 1 ........................................................................... 29

Gambar 2.8 Denah Lantai 2 (kanan) ............................................................. 30

Gambar 2.9 Denah Lantai 2 (tengah belakang) ............................................ 30

Gambar 2.10 Denah Lantai 2 (tengah depan) ............................................... 31

Gambar 2.11 Denah Lantai 2 (kiri) ................................................................ 31

Gambar 2.12 Denah Typical Aquarium ......................................................... 32

Gambar 2.13 Tampak Depan........................................................................ 32

Gambar 2.14 Tampak Belakang ................................................................... 32

Gambar 2.15 Tampak Samping .................................................................... 33

Gambar 2.16 Perspektif ................................................................................ 33

Gambar 2.17 Situasi KOP ............................................................................. 48

Gambar 2.18 Perspektif bangunan depan ..................................................... 48

Gambar 2.19 Perspektif bangunan belakang ................................................. 49

Gambar 2.20 Pintu masukdan maket bangunan ............................................ 49

Gambar 2.21 R.souvenir dan Hall .................................................................. 50

Gambar 2.22 Loket dan R.Pengelola ............................................................ 50

Gambar 2.23 Kolam sentuh dan R.pamer Aquarium ...................................... 51

Gambar 2.24 Hiu dan Penyu yang dipamerkan di Misteri Bawah Laut ........... 51

Gambar 2.25 Lorong dan Pintu masuk misteri bawah laut ............................. 51

xvii
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.26 Fish Terapy .............................................................................. 52

Gambar 2.27 R.Ausiovisual 3d ...................................................................... 52

Gambar 2.28 R.Iptek dan arena berma .......................................................... 53

Gambar 2.29 Rumah pompa.......................................................................... 53

Gambar 2.30 Chiller di R.Chiller .................................................................... 54

Gambar 2.31 Trafo ........................................................................................ 54

Gambar 2.32 Peta Seaworld .......................................................................... 55

Gambar 2.33 Akuarium utama ....................................................................... 59

Gambar 2.34 Akuarium ekosistem laut .......................................................... 59

Gambar 2.35 Akuarium Air Tawar .................................................................. 60

Gambar 2.36 Kolam Bayi Buaya .................................................................... 61

Gambar 2.37 Kolam Sentuh .......................................................................... 61

Gambar 2.38 Toko Cenderamata .................................................................. 62

Gambar 2.39 Lorong Antasena ...................................................................... 62

Gambar 2.40 Objek Pamer ............................................................................ 64

Gambar 2.41 Churaumi Okinawa ................................................................... 69

Gambar 2.42 Churaumi Okinawa ................................................................... 70

Gambar 2.43 Eksterior Churaumi Okinawa .................................................... 71

Gambar 2. 44 Bentukkan Battumi Okinawa .................................................. 72

Gambar 2. 45 Konsep BatumiOkinawa .......................................................... 73

Gambar 2. 46 Sketsa Ide Batumi Aquarium ................................................... 73

Gambar 2. 47 Potongan Batumi dan Site Plan ............................................... 73

Gambar 2.48 Interior Batumi Akuarium .......................................................... 73

Gambar 2.49 The Primorsky Aquarium dari Far Eastern Cabang Akademi
Ilmu Pengetahuan Rusia sedang dibangun atas permintaan Presiden
Federasi Rusia .............................................................................................. 74

Gambar 2.50 Proses pembangunan dan gambar rencana bangunan ............ 75

xviii
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.51 Perspektif Site plan .................................................................. 76

Gambar 2.52 Tampak Depan......................................................................... 76

Gambar 3.1. Peta Kota Semarang; Sumber : Bappeda Semarang, 2014 ...... 78

Gambar 3.2 Peta BWK semarang, ................................................................. 81

Gambar 3.3 Peta BWK semarang .................................................................. 83

Gambar 3.4 Alternatif Tapak .......................................................................... 86

Gambar 3.5 Alternatif Tapak1 ........................................................................ 87

Gambar 3.6 Alternatif Tapak 1 ....................................................................... 88

Gambar 3.7 Alternatif Tapak 2 ....................................................................... 89

Gambar 3.8 Alternatif Tapak2 ........................................................................ 90

Gambar 3.9 Alternatif Tapak3 ........................................................................ 91

Gambar 3.10 Alternatif Tapak3 ...................................................................... 92

Gambar 3.11 Alternatif Tapak ........................................................................ 95

Gambar 4.1 Site Terpilih .............................................................................. 114

Gambar 4.2 Foto Site dan batas site .......................................................... 114

Gambar 4.3 Luasan dan batas site .............................................................. 115

Gambar 4.4 Genset ..................................................................................... 116

Gambar 4.5 Pencahayaan Tidak Langsung ................................................ 118

Gambar 4.6 Alternatif sirkulasi .................................................................... 123

Gambar 4.7 Thermometer ........................................................................... 127

Gambar 4.8 Chiller....................................................................................... 127

Gambar 4.9 pH Meter Digital ...................................................................... 128

Gambar 4.10 Refraktometer ........................................................................ 128

Gambar 4.11 Aerator .................................................................................. 129

Gambar 4.12 Pompa Sirkulasi ..................................................................... 130

Gambar 4.13 Potongan Terowongan di darat ............................................ 132

Gambar 4.14 Terowongan di pantai ............................................................ 132

xix
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 4.15 Sirkulasi Terowongan ............................................................. 133

Gambar 4.16 Battumi Okinawa Oceanarium ............................................... 135

Gambar 4.17 Primorsky Aquarium Oceanarium ........................................... 135

Gambar 4.18 : Konsep Struktur Pondasi ...................................................... 136

Gambar 4.19 skedul kolom dan balok .......................................................... 137

Gambar 4.20 ACP (Alumunium Composit Panel)......................................... 138

Gambar 4.21 bitumen, aqualine,dak beton .................................................. 138

Gambar 5.1 Luasan dan batas site .............................................................. 147

Gambar 5.2 Analisa View ............................................................................ 148

Gambar 5.3 Analisa Klimatologi ................................................................... 149

Gambar 5.4 Analisa Topografi ..................................................................... 150

Gambar 5.5 Analisa Aksesibilitas ................................................................. 151

Gambar 5.6 Analisa Drainase ...................................................................... 152

Gambar 5.7 Analisa Pengolahan Air Laut .................................................... 153

Gambar 5.8 Zoning Tapak ........................................................................... 154

Gambar 5.9 Alternatif filtrasii ........................................................................ 161

Gambar 5.9 : Konsep Struktur Pondasi........................................................ 168

Gambar 5.23 skedul kolom dan balok .......................................................... 169

Gambar 5.17 ACP (Alumunium Composit Panel)......................................... 169

Gambar 4.18 bitumen, aqualine,dak beton .................................................. 170

xx
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sampai saat ini, SeaWorld Ancol adalah satu-satunya oceanarium
berkapasitas besar yang ada di Indonesia, hal ini tidak sebanding dengan
kekayaan laut yang dimiliki Indonesia. Indonesia adalah negara
kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau 13.466, luas daratan
1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Seaworld Ancol
Indonesia dibuka pada tanggal 3 Juni 1994. Pengunjung Seaworld
berjumlah 2000 orang/hari pada hari-hari biasa. Sedangkan pada hari
libur, pengunjung dapat mencapai 3500-4000 orang/ hari. Sangat
disayangkan dengan pengunjung yang sebanyak itu namun hanya bisa
mengunjungi wahana tersebut di Jakarta. Data dan informasi geospasial
produk Badan Informasi Geospasial (BIG), 2015.

Pusat Penelitian Oceanografi LIPI menyatakan bahwa Indonesia


merupakan pusat biodiversitas kelautan dengan keanekaragaman
spesies biota laut yang sangat tinggi. Informasi mengenai kekaayan laut
yang berlimpah tersebut menjadi tidak tersalurkan sebagai bahan edukasi
bagi masyarakat luas. Minimnya pengetahuan masyarakat akan
kehidupan dunia laut, salah satunya disebabkan oleh kurangnya sarana
pendukung yang mampu memberikan informasi secara jelas dan orisinil
mengenai kehidupan laut beserta isinya.

Kecenderungan masyarakat gemar memelihara binatang laut


dalam wadah akuarium atau kolam, merupakan salah satu bukti adanya
usaha manusia mendekatkan diri terhadap alam, dengan memelihara dan
memperlajari kehidupan lain di luar dirinya, sebagai akibat munculnya
kebutuhan rekreasi dari kegiatan rutinitas sehari-hari. Untuk dapat
mengungkapkan rahasia kehidupan laut, perlu adanya suatu usaha
menampilkan dalam media atau wadah yang tepat agar dapat diamati
secara jelas dengan tidak meninggalkan unsur-unsur habitat aslinya. Oleh

1
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

karena itu dengan adanya media atau wadah tersebut, diharapkan


mampu menjadi jembatan pengetahuan masyarakat akan rahasia
kehidupan laut. Iwan Sutrisno, 199

Kondisi klimatologi kota Semarang, termasuk iklim tropis dengan


suhu udara rata-rata adalah 27,3 C. Dengan kata lain Semarang memiliki
temperatur yang cukup baik untuk aktivitas pertanian, pariwisata dan
sebagainya. Peraturan Daerah Tingkat II Semarang No. 2,1990 : 29

Di samping itu, kondisi topografi Kota Semarang memperlihatkan


adanya elemen-elemen estetik alami, yang tersebar di seluruh wilayah,
baik yang berupa laut, pesisir, daratan serta alam perbukitan. Potensi
alam ini perlu dikembangkan untuk peningkatan kegiatan rekreasi dan
pariwisata, dalam rangka pengembangan fugsi Kota Semarang. Sehingga
Kota ini juga memiliki sistem transportasi yang lengkap, yaiitu sistem
transportasi air (pelabuhan samudera), sistem transportasi darat (jalur
jalan darat dan kereta api), dan sistem transportasi udara (Bandara).

Dilihat dari lingkup regional Jawa Tengah, Kota Semarang


berdasarkan fakta sejarah umum maupun sejarah perkotaan, bahwa
perkembangan kota Semarang di dominasi oleh tiga kegiatan fungsional,
yaitu sebagai

Pusat Pemerintahan di provinsi Jawa Tengah


Kota perdagangan utama di Jawa Tengah
Kota transit di Jawa Tengah baik dalam lingkup regional, nasional
maupun internasional. Peraturan Daerah Tingkat II Semarang No.
2,1992 : 67

Kehadiran Oceanarium di Semarang sebagai fasilitas rekreasi


yang bersifat alam dan pengetahuan / pendidikan, memberi masukan
besar bagi perkembangan serta kemajuan fasilitas rekreasi dan
pendapatan daerah, juga membawa dampak positif bagi masyarakat,
untuk dapat mengetahui potensi kekayaan biota laut Indonesia, sehingga
masyarakat akan memupuk rasa cinta tanah air serta kekayaan alam

2
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

yang terkandung di dalamnya, termasuk laut dan segala isinya, tidak


berbeda ketika kita melakukan Pendakian.

Semarang merupakan lokasi yang potensial bagi pengembangan


pariwisata Jawa Tengah karena Semarang merupakan Ibu Kota jawa
Tengah yang menjadi pusat jalur paket wisatawan asing maupun
domestik. Disamping itu juga menduduki prioritas pengembangan utama.
Dalam rencana pengembangan kota-kota pusat pelayanan Jawa Tengah,
Semarang merupakan Home-base utama. Semarang merupakan Titik
Tumbuh bagi kota-kota lain di Jawa Tengah. Dan merupakan Titik Simpul
Distribusi Barang dan Jasa Jawa Tengah. Posisi ini mendoroong
tumbuhnya Semarang menjadi kota bisnis, yang dengan sendirinya akan
meningkatkan tuntutan kebutuhan akan sektor pariwisata.

Maka diperlukan suatu wahana wisata untuk memenuhi


kebutuhan akan tempat rekreasi, edukasi, observasi dan konservasi biota
laut berupa oceanarium publik yang nantinya diharapkan dapat
membangkitkan sektor pariwisata, ekonomi dan pendidikan kota
Semarang.

1.2 Rumusan Permasalahan


Oceanarium sebagai wadah untuk rekreasi juga memperkenalkan
dan meneliti biota laut untuk generasi sekarang dan masa depan. Dari
latar belakang diatas muncul berbagai permasalahan sebagai berikut:

a) Bagaimana menciptakan Oceanarium yang nantinya bisa


membangkitkan citra wisata kawasan kota Semarang?
b) Bagaimana memasukan citra samudera atau biota laut kedalam
bentuk bangunan oceanarium sehingga tidak asing terhadap
makna bentuk Oceanarium.
c) Bagaimana menciptakan sebuah bangunan maupun kawasan yang
menarik dan memiliki sarana edukasi, rekreasi dan konservasi,
sehingga bisa dijadikan landmark wisata pantai Kota Semarang.

3
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

1.3 TUJUAN DAN SASARAN


1.3.1 TUJUAN
Untuk mendapati alur pikir yang benar dalam pelaksanaan
Tugas Akhir dengan judul Perancangan Oceanarium di
Semarang Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora.
Untuk mendapati standart standart dalam merancang
Oceanarium.
1.3.2 SASARAN
Tersusunnya Landasan Program Perencanaan Dan
Perancangan Arsitektur Oceanarium di Semarang. berdasarkan
aspek aspek panduan perencanaan dan perancangan (
Arsitektur Metafora ).

1.4 MANFAAT
1. SECARA SUBYEKTIF
Manfaat penulisan LP3A secara subyektif adalah memenuhi salah
satu syarat mengikuti tugas akhir di jurusan Arsitektur Fakultas
Teknik Universitas Negeri Semarang serta sebagai landasan
program yang nantinya akan dilanjutkan dalam bentuk grafis.
Sebagai pegangan dan acuan dalam perancangan Oceanarium di
Semarang yang diharapkan bermanfaat pula sebagai tambahan
pengetahuan serta wawasan bagi mahasiswa yang akan
melaksanakan Tugas Akhir.

2. SECARA OBYEKTIF
Memberikan fasilitas rekreasi untuk lingkup skala propinsi dan
nasional yang dalam perkembangannya dapat mencapai sasaran
internasional
Meningkatkan kecintaan dan pengetahuan masyarakat terhadap
kehidupan biota air
Mengembangkan potensi daerah lokasi obyek sehingga dapat
menjaga kelestarian ekosistem laut dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat di sekitarnya

4
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

1.5 Lingkup Pembahasan


1. Ruang Lingkup Substansial
Oceanarium adalah sebuah tempat penangkaran ikan-ikan dan
hewan- hewan air laut lainnya dalam suatu akuarium raksasa yang
dibuat menyerupai habitat aslinya, dilengkapi dengan fasilitas
penelitian serta fasilitas lainnya yang berhubungan dengan wisata
yang dapat menunjang kegiatan Oceanarium tersebut.
Oceanarium di Semarang merupakan bangunan yang bersifat
rekreatif (menghibur) ,edukatif (mendidik), observatif (pengumpulan
data melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat
dan langsung di lapangan) dan konservatif, dengan sasaran
wisatawan semua umur terutama pelajar, dari wilayah Jawa Tengah
dan Sekitarnya.
Termasuk dalam kategori bangunan publik, terdiri dari indoor dan
outdoor area dengan penataan landscapenya.

2. Ruang Lingkup Spatial


Oceanarium Skala nasional di mana obyek perancangan menjadi
area rekreasi edukasi, konservasi dan observasi biota laut tingkat
nasional. Pemilihan lokasi harus dipertimbangkan baik secara tata
letak lahan terpilih maupun kegiatan di dalam bangunan sehingga
dapat berjalan secara optimal. Untuk itu lokasi yang sesuai ialah
wilayah yang memiliki aksesbilitas yang cukup mudah dan memenuhi
syarat dengan fungsi sebagai kawasan pemukiman dan pariwisata.

5
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

1.6 METODE PEMBAHASAN


Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif Analisis, yaitu
pengumpulan data data primer dan data data sekunder dengan
mengulas dan memaparkan data dari studi yang meliputi data fisik, sistem
pengolahan, aktivitas, dan pemakaian, serta dilengkapi data literature
guna merumuskan masalah dan menganalisis data untuk memperoleh
kesimpulan, pengumpulan data dilakukan dengan cara :
1. OBSERVASI
Pengamatan langsung pada bangunan Oceanarium
2. STUDI LITERATUR
Mengumpulkan data dan refrensi yang relevan dengan pembahasan,
diantaranya literatur tentang oceanarium.
3. STUDI KOMPARATIF
Studi terhadap bangunan bangunan yang sejenis guna
mendapatkan informasi tentang Oceanarium.
4. WAWANCARA
Wawancara kepata narasumber tentang Oceanarium dan kebutuhan
sector pariwisata di kota Semarang, salah satunya wawancara
dengan pakar pariwisata atau travel.

6
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

1.7 SISTEMATIKA DAN PEMBAHASAN


Secara garis besar sistematika penulisan pada LP3A sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Menjelaskan mengenai latar belakang, tujuan sasaran, manfaat, lingkup
pembahasan, metode pembahasan, sistematika penulisan, dan alur pikir.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN STUDI KASUS
Membahas Regulasi (peraturan peraturan), refrensi melalui sumber
sumber yang berisi syarat maupun teori dan standart dari pembahasan,
metode dan sistematika pembahasan.
BAB III TINJAUAN LOKASI
Menguraikan tentang tinjauan lokasi tapak, keadaan geografis
Semarrang, kebijakan kebijakan pemerintah Kota Semarang, serta
potensi Kota Semarang sebagai kota pariwisata.
BAB IV PENDEKATAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN
PERANCANGAN ARSITEKTUR
Berisi tentang pendekatan untuk menentukan kapasitas, ruang, dan tapak
gedung.
BAB V KONSEP PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN
PERANCANGAN ARSITEKTUR
Berisi tentang kesimpulan dari pendekatan program dan bab bab
sebelumnya.
BAB VI PENUTUP
Berisi simpulan dan penutup.

7
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

1.8 ALUR PIKIR

LATAR BELAKANG
Aktualitas :
SeaWorld Ancol adalah satu-satunya oceanarium berskala besar yang ada.
Dengan pengunjung yang besar dan hanya memiliki 1 bangunan oceanarium besar di Indonesia
Dipilihnya Semarang sebagai lokasi aquarium publik ini memiliki tujuan pemerataan sektor kepariwisataan di wilayah
Jawa
Dan juga Semarang merupakan ibu kota propinsi Jawa Tengah yang menduduki prioritas pengembangan utama dari
kota-kota di Jawa Tengah.
Semarang sebagai kawasan pantai utara tidak memiliki ombak yang besar dan bukan daerah rawan bencana.

TUJUAN
Untuk memperoleh alur pikir, dapat memecahkan masalah, dan mendapati standart tentang Oceanarium.
SASARAN
Tersusunnya Landasan Program Perencanaan Dan Perancangan Arsitektur Kendal Oceanarium berdasarkan aspek
aspek panduan perencanaan dan perancangan ( Design Guidelines ).
RUANG LINGKUP
Substansial
SeaWorld Ancol adalah satu-satunya oceanarium yang ada. Dan Semarang merupakan salah satu tempat yang cocok
untuk mengambangkan kawasan tersebut

Spasial
Lokasi akan terdapat pada area pesisir dengan aksesbilitas mudah dan dekat dengan tempat penginapan dan kantor.

STUDI PUSTAKA
STUDI LAPANGAN
Tinjauan Kota Semarang Tinjauan umum oceanarium
Tinjauan Lokasi dan Tapak Tinjauan Kota Semarang
Tinjauan Arsitektur Metafora
STUDI BANDING
Fresh Water TMII (Jakarta)
Kura Ocean Park (Kendal)
SeaWorld Ancol (Jakarta)

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN


DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A)
PERANCANGAN OCEANARIUM DI
SEMARANG DENGAN PENDEKATAN
KONSEP ARSITEKTUR METAFORA

8
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN STUDI KASUS

2.1 Tinjuan Oceanarium

2.1.1 Pengertian Ocean

Ocean yang berarti Samudra atau lautan adalah laut yang luas dan
merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan
bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar.
http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra

Secara geografis, manusia membagi wilayah laut menjadi empat bagian


kecil, masing-masing diberi identitas sebagai Ocean, kita terjemahkan
sebagai samudera: Samudera Atlantic(k), Samudera Hindia (menjelaskan
istilah Indian Ocean), Samudera Pasific dan Samudera Artic. Samudera
Pasifik, pada beberapa teks, juga dipisahkan dengan Samudera Antartik
sehingga total menjadi lima samudera. Samudera Pasifik ialah yang paling
luas (50,1% dari luas laut), diikuti oleh Samudera Atlantik (26,0%),
Samudera Hindia (20,5%) dan Samudera Artik (3,4%). Di darat, kita
mengenal istilah continent, diartikan sebagai benua, ialah daratan luas yang
diskret dan idealnya, masing-masing dipisahkan oleh laut. Berdasarkan
kebiasaan atau konvensi (bukan kriteria baku), kita mengenal tujuh benua,
ialah: Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartik, Eropa dan
Australia. Pada catatan ini, kita bisa melihat bahwa istilah benua dan
samudera bisa saling dipertukarkan. Pada beberapa teks, istilah continent
(benua) dibuat untuk menunjukkan kondisi antipodal (berlawanan) Benua
Eropa ialah antipodal dari Benua Australia.
http://mulaidengankanan.blogspot.com/2012/09/pengertian-laut.html

9
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.1.2 Pengertian Aquarium

Menurut Websters, 3rd New International Dictionary, disebutkan


Aquarium adalah sebuah tempat atau wadah untuk mengoleksi dan
memamerkan koleksi yang berhubungan dengan air. Sedangkan, menurut
Gosse, kata Aquarium berasal dari Bahasa latin yang berarti istilah untuk
menggambarkan sebuah bejana/wadah dimana organisme air dipelihara
terus untuk fungsi konservasi. Menurut Albert Fraser Brunner, dalam 1st
Congress International DAqurologie Monaco (Fondation Albert, 1960, hal.
1), Aquarium adalah bangunan dimana masyarakat dapat melihat hewan air
dari dekat, mengetahui identitasnya, dirancang dan didekorasi menarik
dengan mengutamakan unsur edukasi. Aquarium adalah salah satu bentuk
museum ilmu pengetahuan dalam wujud wadah/lembaga yang mengelola
seluruh kegiatan dengan cakupan biota air, pemeliharaan dan perawatan
serta penyajian koleksi tersebut dengan maksud hiburan/rekreasi maupun
sebagai sumber informasi baik untuk kepentingan edukasi maupun ilmu
pengetahuan lain.

Adapun persyaratan umum fasilitas Aquarium antara lain:

Hindari bentuk persegi untuk kemudahan pembersihan.

Tangki harus dapat dimasuki dari area kerja.

Menggunakan bahan dengan kejernihan besar dan daya lentur


tinggi.

Peletakan tangki mempertimbangkan ukuran, aksesibilitas,


perawatan, pembersihan, dan pemipaan tangki.

Tidak boleh terkena sinar matahari dan aliran udara dingin secara
langsung.

Pipa pembuangan terletak didasar wadah.

Terdapat pipa overflow dan pipa pengisi air di setiap tangki.

10
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.1.2.1 Fungsi Aquarium

Aquarium memiliki fungsi sebagai wadah untuk memelihara


ikan atau tumbuh-tumbuhan air yang diteliti, sehingga mempermudah
para peneliti untuk melakukan pekerjaannya tanpa perlu mendatangi
daerah yang diteliti secara berulang kali, cukup dengan contoh atau
sampel saja, sehingga menghemat biaya untuk penelitian. Didalam
perkembangannya aquarium juga dimanfaatkan oleh umum untuk
menghias ruang dalam skala yang lebih kecil.Selain itu, Aquarium
dapat memberikan kepuasan dan ketenangan jiwa disamping
sebagai hiasan perabot rumah.

2.1.2.2 Macam-macam Aquarium

Terdapat bermacam-macam aquarium, tetapi secara umum


aquarium dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Aquarium Geografik, aquarium dengan nuansa hijau dengan


suasana pegunungan alami.

2. Aquarium Display, aquarium dengan wadah-wadah yang


membatasi ruang gerak biotanya

Berdasarkan keadaan air yang ada, aquarium dapat dibedakan


menjadi dua, yaitu:

1. Aquarium air laut, dimana di dalamnya dipelihara jenis-jenis


binatang dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di air laut.

2. Aquarium air tawar, dimana didalamnya dipelihara jenis-jenis


binatang dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di air tawar.

Berdasarkan penggunaannya, aquarium dapat dibagi menjadi :

1. Aquarium untuk penelitian (riset), hanya digunakan untuk


tempat binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan untuk diteliti.

2. Aquarium untuk umum, hanya digunakan untuk umum sehingga


dalam hal ini pengunjung merupakan faktor utama.

11
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

3. Aquarium untuk penelitian dan umum, digunakan dengan tujuan


utama untuk penelitian, tetapi untuk umum juga diberi
kesempatan untuk melihatnya sehingga aquarium ini memiliki
fungsi ganda.

2.1.3 Pengertian Oceanarium

Oceanarium terdiri dari dua kata yaitu Ocean dan rium. Ocean
berasal dari bahasa Inggris yang artinya lautan atau samudra, sedangkan
rium merupakan penggalan dari kata Aquarium yang artinya tempat atau
wadah.

Maka Oceanarium adalah sebuah tempat penangkaran ikan-ikan dan


hewan- hewan air laut lainnya dalam suatu Aquarium raksasa yang dibuat
menyerupai habitat aslinya, dilengkapi dengan fasilitas penelitian serta
fasilitas lainnya yang berhubungan dengan wisata yang dapat menunjang
kegiatan Oceanarium tersebut. Selain itu, juga akan disediakan fasilitas
pendidikan berupa mini museum tentang biota laut serta mini theater yang
akan mempertontonkan film tentang biota laut, sehingga nantinya dapat
dijadikan sebagai sarana rekreasi sekaligus sarana pendidikan informal bagi
masyarakat.

Sebuah Oceanarium membutuhkan struktur yang bisa menahan beban


yang besar.Bangunan Aquarium memilik beban hidup yang besar karena
merupakan bangunan public yang banyak dikunjungi.Beban mati yang
ditanggung oleh bangunan juga besar, karena air memiliki beban yang berat,
juga tangki dan sistem utilitas Aquarium lainnya.

Oceanarium merupakan sebuah sarana pariwisata sekaligus media


konservasi keanekaragaman hayati laut Indonesia.Pengunjung yang datang
ke Aquarium diharapkan dapat mengamati dan menikmati keindahan laut
Indonesia. Pameran disajikan dalam Aquarium memang menarik namun
memiliki fungsi pendukung yang cukup rumit.Perbandingan area pengunjung
(termasuk tangki Aquarium) dengan area persiapann dapat mencapai 2:3.

12
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.1.3.1 Fungsi Oceanarium

Ocenarium memiliki fungsi yang paling utama adalah


sebagai ajang rekreasi yang mengenalkan biota laut kepada
khalayak umum mulai dari habitat, adaptasi, kehidupan, tingkah
laku, makanan, keindahan yang ditampilkan, keseimbangan
dalam rantai makanan, dll yang diharapkan nantinya dapat
mempunyai rasa melindungi dan melestarikan biota laut untuk
masa yang akan mendatang

Selain itu Ocenarium juga berfungsi sebagai wadah


penelitian dan pembibitan biota laut yang diharapkan dapat
memberikan bibit baru yang melestarikan biota laut yang juga
hampir punah. Serta memberikan ilmu penelitian bagi khalayak
tertentu yang nantinya dapat dijadikan pembelajaran tentang
biota laut.

2.1.3.2 Sistem Utilitas dan Pengoperasian Oceanarium

Kualitas air laut yang digunakan dalam sebuah Aquarium


adalah pondasi yang paling penting. Maka dari itu, pemilihan lahan
yang tepat untuk membangun sebuah Aquarium harus
dipertimbangkan. Lahan yang berada di pinggir laut akan sangat
menguntungkan dan mempermudah sistem utilitasnya. Namun, air
laut yang dapat dipakai tidak boleh sembarangan, berikut syarat-
syarat lingkungan laut yang memenuhi kriteria untuk membuat
Aquarium:

Air laut harus berkualitas tinggi, yaitu memiliki konsentrasi bahan


berbahaya yang minim, tidak memiliki polusi air, temperature
rata-rata kurang dari 20oC.

Memiliki populasi organisme liar seperti plankton untuk


menciptakan ekosistem yang baik di dalam Aquarium

13
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Memiliki parasit yang dibutuhkan

Memiliki populasi binatang mikrobiologi yang seimbang

Sirkulasi air laut dan gelombang baik, hal ini akan berkaitan
dengan pembaharuan air.

Jenis instalasi air yang digunakan berbeda, tergantung dengan


situasi lokal yang ada.Karena instalasi dan pengoperasian sistem air
Aquarium ini mahal, biasanya kualitas air yang dapat diterima
tergantung dengan kemahalan sistem yang dipakai. Sistem teknikal
dari pengadaan air pada Aquarium yang paling dasar adalah sebagai
berikut:

a. Sistem Terbuka

Prinsip sistem ini yaitu pakai dan buang. Sistem ini


merupakan sistem yang sederhana dan tidak memberikan
banyak masalah tetapi membutuhkan biaya yang sangat mahal.
Yang harus diperhatikan adalah tidak boleh adanya kontak
dengan pipa-pipa berbahan logam. Saluran air rata-rata yang
harus diganti kira-kira 1 lb atau 1 pon (3,2 gram) ikan per 100
galon dari 1 volume tiap ikan per dua jam sekali. Jadi tiap jam
untuk aquarium kapasitas 100.000 galon air harus bersirkulasi
antara 50.000 hingga 100.000 galon. Dan 1,2 sampai 2,4 milyar
gallon air yang dibutuhkan selama 24 jam. Air yang diambil dari
laut disaring melalui intake station, setelah melalui proses filtrasi
maka air dapat langsung digunakan pada tangki, sampai dalam
kurun waktu tertentu air tidak memenuhi syarat lagi, maka air
dibuang atau diganti. Sistem ini biasanya digunakan apabila air
laut yang ada kondisinya masih bagus dan tersedia cukup
banyak. Keuntungan dari sistem ini adalah air yang diperoleh
akan bersifat alami sesuai dengan kondisi aslinya. Sedangkan
kerugiannya adalah biaya pengontrolan lebih mahal.

14
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

intake station
Air Laut
diambil
Air laut di tangki yang
masih diendapkan

Tangki air laut

Air laut dari Siap pakai


Tiap jam air
aquarium laut aquarium
dibuang berganti

Diagram 2.1 Sistem terbuka


Sumber : http://anditriplea.blogspot.com/2013/02/sistem-pengolahan-dan-pengadaan-air_7027.html

b. Sistem Tertutup

Prinsip dari sistem ini pakai dan daur ulang. Pada sistem
ini, air langsung masuk ke dalam display aquarium selanjutnya
masuk ke dalam tangki reservoir setelah melalui beberapa filtrasi.
Jadi pergantian air yang dibutuhkan hanya untuk menggantikan
air yang hilang akibat evaporasi dan akibat pembersihan tangki
atau saluran filter. Walaupun begitu tetap harus ada pergantian
dengan air yang baru dengan perbandingan 1:3 dari total volume
setiap dua minggu sekali. Sistem ini biasa digunakan apabila
kondisi air laut yang ada relatif kurang memenuhi syarat. Pada
sistem ini, air yang tidak dipakai diproses lagi, dan setiap dua
minggu 10 20% air tersebut diganti. Selama ini dapat dilakukan
secara lokal maupun opular dengan adanya kemajuan teknologi,
penggunaan air tidak terbatas pada air laut.

15
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

intake station Sand filtrasion Chilorine filtration


Air Laut

Tangki air laut


Pergantian dengan air yang
baru dengan perbandingan
1:3 dari total volume setiap
dua minggu sekali. Display Tangki air laut
aquarium Siap pakai

Diagram 2.1 Sistem tertutup


Sumber : http://anditriplea.blogspot.com/2013/02/sistem-pengolahan-dan-pengadaan-air_7027.html

c. Sistem Semi-tertutup

Tiap display aquarium memiliki sistem resirkulasi air


sendiri. Tambahan sumber air untuk pengurangan air yang terjadi
akibat penguapan berasal dari pipa tangki utama yang kemudian
didistribusikan kemasing-masing bagian sistem air tiap aquarium.
Dalam proses sirkulasi, air melalui penyaringan biologi (biological
filtering). Penyesuaian terhadap temperatur yang diinginkan
dapat disesuaikan dengan bantuan alat pemanas atau pendingin
yang berada dalam pipa penyaringan. Dalam sistem sirkulasi ini
disarankan untuk mengganti minimal 10% air, untuk aquarium air
tawar dan 40% air aquarium laut setiap satu bulan sekali untuk
menghindarkan partikel-partikel yang dapat membahayakan biota
air. Pada bangunan yang menjadi pembanding di Seaworld
Indonesia, air yang ada dimasing-masing aquarium tidak setiap
hari diganti. Aquarium di Seaworld Indonesia menggunakan
sistem resirkulasi terus menerus selama 24 jam. Bila dari hasil
pengukuran menunjukkan kualitas airnya sudah tidak bagus,

16
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

maka akan diganti. http://anditriplea.blogspot.com/2013/02/


sistem-pengolahan-dan-pengadaan-air_7027.html

BIOLOGICAL
FILTERING

Diagram 2.1 Sistem semi tertutup


Sumber : http://anditriplea.blogspot.com/2013/02/sistem-pengolahan-dan-pengadaan-air_7027.html

2.1.3.3 Kajian Fauna

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan setidaknya 950


spesies terumbu karang, 8.500 spesies ikan tropis, 555 spesies
rumput laut, dan 18 spesies padang lamun hidup dalam perairan
Indonesia. Terdapat banyak hewan endemik khas Indonesia yang
menjadikan atraksi laut Indonesia semakin kaya. Namun, diantara
sekian banyak hewan endemik Indonesia, banyak yang berstatus
hampir punah, dan dalam bahaya punah.

Sebuah Aquarium, perlu memperhatikan sifat dan ukuran dari


hewan laut yang akan ada didalam Aquariumnya. Hal ini ditujukan
agar ikan tidak stress dan mudah mati didalam Aquarium. Untuk ikan-
ikan tetentu memerlukan perhatian khusus. Beberapa ikan juga dapat
digabungkan dalam satu Aquarium untuk efektivitas ruang.

17
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.1.3.4 Bentuk, dimensi, dan konstruksi aquarium

- Bentuk Aquarium

Adapun bentuk-bentuk Aquarium yang ada, antara lain :

Bentuk bulat : kekurangannya kaca berfungsi sebagai lensa


yang dapat mengecilkan atau membesarkan penglihatan
terhadap ikan-ikan yang ada didalamnya.

Memanjang ke atas : kekurangannya tekanan air terhadap


kaca akan lebih besar sehingga memerlukan kaca yang
lebih tebal.

Lonjong/ silinder : kelebihannya mudah dibersihkan,


kekurangannya sama seperti bentuk bulat yaitu penipu
penglihatan mata.

Diorama : Aquarium ini dibuat di dalam tembok dan hanya


dinikmati dari satu sisi saja. Pembuatannya lebih mahal dan
membutuhkan perawatan yang rumit. Kelebihannya yaitu
menimbulkan kesan seolah sedang mengintip kehidupan
bawah laut.

Kubus : pembuatannya lebih mudah. Kerangkanya bisa


dibuatdari:

o Besi, mudah pembuatannya dan murah. Tahan lama


asalkan dirawat dengan baik.

o Alumunium, ada bermacam-macam ukuran maupun tebal


atau panjangnya. Tidak semua tukang las bisa
mengerjakannya sehingga biaya pemasangan relatif
mahal.

o Serba kaca, merupakan yang paling praktis, murah dan


mudah dirakit sendiri.

o Plastik, kekurangannya mudah tergores dan retak.

18
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Bentuk rumah-rumahan

Segienam : model ini biasanya diletakkan dengan menempel


didinding. Bentuk ini dibuat untuk memenuhi tuntutan
Aquarium yang lebih besar, keinginan menghadirkan
Aquarium yang menyatu dengan rumahnya.

- Dimensi Aquarium

Pembuatan aquarium air laut memerlukan perhatian


tersendiri mengingat bahwa aquarium laut mendapatkan beban
berupa dorongan air yang lebih besar jika dibandingkan dengan
beban dorongan pada air tawar. Hal ini disebabkan air laut
memilki berat yang lebih besar dibandingkan air tawar. Berat air
laut per liternya sama dengan 1,03 kg. Selain itu, umumnya
aquarium air laut banyak menggunakan batuan, sehingga
mengharuskan aquarium air laut di buat dengan menggunakan
kaca atau bahan yang lebih tebal sehingga mampu menahan
gaya dorongan ataupun tekanan air laut yang ada di dalamnya.

Aquarium air laut biasanya lebih besar dari pada aquarium air
tawar. Volume aquarium air laut ideal minimal 90 liter atau
berukuran panjang 70 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 40 cm.
Ukuran aquarium ditentukan oleh banyaknya penghuni
aquarium. Banyaknya ikan yang dapat ditampung di aquarium
secara kasar dapat dinyatakan sebagai 10 liter per centimeter
panjang ikan. Artinya jika aquarium memiliki volume 200 liter,
maka banyaknya ikan sepanjang 5 centimeter yang dapat
ditampung sekitar 4 ekor. Berikut merupakan dimensi aquarium
untuk bahan kaca dan acrylic. Tabel ketebalan kaca untuk
aquarium air laut. Iwan Sutrisno, 1997

19
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

DIMENSIAQUARIUM(cm) TEBALKACA MINIMAL(mm)


Panjang Lebar Tinggi
60 30 30 5
80 30 30 7
80 45 45 7
90 45 45 8
100 50 50 8
130 50 50 10
200 75 75 15
Tabel 2.1 Ketebalan Kaca untuk Aquarium Air Laut.

Sumber : Eko Budi Kuncoro Akuarium Laut Penerbit Kanisius edisi Pertama 2004.

- Konstruksi Aquarium

Saat ini di pasaran telah banyak dijual aquarium dengan


berbagai bahan, seperti kaca, fiberglass, maupun acrylic.
Masing-masing bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing.

DIMENSIAQUARIUM(cm) TEBALACRYLIC MINIMAL(mm)


Panjang Lebar Tinggi
70 55 45 6
90 55 45 8
130 55 55 10
150 55 60 10
180 60 60 15
240 120 80 20

Tabel 2.2 Ketebalan aCRYLIC untuk Aquarium Air Laut.

Sumber : Eko Budi Kuncoro Akuarium Laut Penerbit Kanisius edisi Pertama 2004.

20
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

BAHAN KEKURANGAN KELEBIHAN


PLASTIK Cepat buram atau kusam Bahan lebih ringan

KACA Tidak kuat terhadap Murah dan bersifat


tekanan air laut, konduktor
menggunakan sambungan
lem sehingga tidak
menutup kemungkinan
terjadi kebocoran.

ACRYLIC Sulit menjadi konduktor, Lebih ringan, kuat, lebih


sehingga aquarium menjadi cerah bila terkena sinar,
panas. permukaan lebih licin
sehingga sulit ditumbuhi
oleh lumut, dapat dipoles
apabila terjadi goresan,
lebih lentur sehingga
mudah dibentuk sesuai
keinginan, tidak
membutuhkan
sambungan.

Tabel 2.3 Perbandingan Bahan Plastik, Kaca, dan Acrylic.

Sumber : Eko Budi Kuncoro Aquarium Laut Penerbit Kanisius edisi Pertama 2004.

21
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Pada umumnya bahan utama untuk aquarium yaitu kaca


dan acrylic. Beberapa pertimbangan dalam menentukan
bahan aquarium antara kaca dan acrylic, yaitu:

PERTIMBANGAN KACA ACRYLIC


HARGA Murah Lebih mahal dari kaca
GORESAN Tahan goresan Goresan pada acrylic
mudah dihilangkan

BERAT Lebih berat Ringan


KEMAMPUANMENGHAN Mudah menghantar Menghantar panas tetapi
TAR PANAS panas, sehingga mudah tidak sebaik kaca.
dipengaruhi oleh suhu
ruang.

SAMBUNGAN Menggunakan sambungan Tidak


sehingga memungkinkan menggunakan
terjadi kebocoran sambungan

KEJERNIHANBAHAN jernih Lebih tembus pandang


dari pada kaca

Tabel 2.4 Perbandingan antara Kaca dan Acrylic.

Sumber : Prof. Ir. Budiono Mismail Aquarium Terumbu Karang Penerbit UB Press
Cetakan I 2010.

22
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.2 Kajian Arsitektur Metafora

Metafora adalah perumpamaan suatu hal dengan sesuatu yang lain.


Dalam bidang arsitektur, metafora berarti mengumpamakan bangunan
sebagai sesuatu yang lain. Cara menampilkan perumpamaan tersebut
adalah dengan memindahkan sifat-sifat dari sesuatu yang lain itu ke dalam
bangunan, sehingga akhirnya para pengamat dan pengguna arsitekturnya
bisa mengandaikan arsitektur itu sebagai sesuatu yang lain.

Penggunaan metafora sebagai channel untuk kreatifitas arsitektural


telah popular di antara arsitek pada abad ini. Metafora telah ditemukan untuk
menjadi channel yang sangat kuat, lebih berguna bagi pencipta dari pada
pengguna. Melalui metafora, imajinasi perancang bisa diuji dan
dikembangkan. Mereka yang memiliki daya imajiasi yang tinggi tidak akan
mengalami kesulitan dalam menggunakan metafora, bahkan metafora akan
semakin memperluas dan memperdalam daya imajinasi mereka
(Antoniades, 1992).

Ada sedikit kerancuan antara metafora, analogi, dan mimesis. Ketiga


hal itu sama-sama menghadirkan suatu desain dengan melihat hal lain. Tapi
ada yang membedakan di sini. Yaitu bila suatu bangunan dirancang dengan
menyerupai sesuatu yang lain tanpa memperhatikan sifat-sifat dari sesuatu
yang ditiru itu, maka bisa dikatakan bangunan ini memiliki tema analogi atau
mimesis. Terlebih bila bentuk yang diambil yang menyerupai sesuatu hal
tersebut tidak ada kaitannya dengan fungsi bangunan yang dirancang. Tapi
apabila suatu bangunan mengambil bentuk sekaligus sifat dari sesuatu yang
lain, maka bisa dikatakan bangunan ini bertemakan metafora. Terutama bila
sifat-sifat sesuatu yang lain itu sesuai dengan fungsi bangunan yang
dirancang. Terlebih lagi bila hasil rancangan atau bentuk akhir dari
rancangannya nanti menghasilkan interpretasi yang berbeda di antara
pengamat dan pengguna bangunan, sehingga metaforanya bisa menjadi
rahasia perancang.

23
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Ada tiga kategori metafora :

Intangible metaphor; kreasi metafora berangkat dari konsep, ide, kondisi


manusia, atau kualitas tertentu (individualitas, kealamiahan, komunitas,
tradisi, budaya)

Tangible metaphor; metafora berangkat dari visual atau karakter


material (rumah sebagai istana, atap kuil sebagai langit)

Combine metaphor, di mana konseptual dan visual saling menindih


sebagai titik keberangkatan desain. (Antoniades, 1992)

Intangible metaphor, dalam penerapannya pada desain arsitektur,


adalah lebih menggunakan sifat-sifat non fisik daripada sifat fisik yang
tampak pada suatu hal untuk diterapkan pada bangunan. Sebagai contoh:
bila seorang perancang ingin merancang bangunan Music Center dengan
menggunakan kategori intangible metaphor, maka dia bisa menampilkan
konsep dari unsur-unsur musik yang non fisik ke dalam bangunannya,
seperti nada, tempo, ketukan, dan konsep-konsep musik lainnya. Hal ini
tentulah tidak mudah karena musik dan arsitektur merupakan dua jenis seni
yang sangat berbeda, di mana musik merupakan unsur bunyi atau suara,
sedangkan arsitektur lebih kepada visual. Hal inilah yang menyebabkan
intangible metaphor sulit untuk diraba, terlebih lagi untuk diterapkan.

Tangible metaphor lebih mudah untuk diraba, karena lebih bersifat


fisik, yaitu sebuah arsitektur menampilkan sifat fisik dari sesuatu yang lain.
Sebagai contoh: bila seorang arsitek ingin merancang sebuah music center
seperti contoh di atas, tetapi ingin menggunakan tema tangible metaphor.
Yang bisa dilakukan dalam menerapkan tema tersebut adalah dengan cara
merancang bentuk bangunan menyerupai bentuk kunci G, atau menyerupai
bentuk alat musik. Hal ini lebih mudah untuk dilakukan, tapi arsitek harus
berhati-hati karena dalam menggunakan tema ini bisa dengan mudah terjadi
kerancuan dengan analogi dan mimesis.

24
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Combine metaphor merupakan gabungan antara kedua hal di atas.


Jadi dalam merancang bukan hanya menampilkan sifat-sifat fisik dari subyek
yang lain, tapi juga sifat non fisiknya. Kategori ini merupakan kategori yang
paling sulit untuk diterapkan. Contoh yang tepat untuk kategori ini adalah
pada obyek kasus, yaitu Museum of Fruit. Bangunan ini menggunakan tema
metafora dengan kategori combine metaphor. Bangunan Museum of Fruit
menggunakan konsep penyebaran bibit dalam menerapkan idenya sekaligus
juga menerapkan bentuk fisik dari tumbuhan dan buah-buahan. Bagaimana
cara menerapkannya akan dijelaskan pada subbab selanjutnya. Ernaning
Setiyowati, 2007

Kegunaan dari Penerapan Metafora


a. Mempengaruhi pengertian orang terhadap suatu obyek yang kemudian
dianggap belum atau suatu hal yang tidak dapat dimengerti.
b. Dapat menimbulkan interpretasi-interpretasi yang lain dari orang yang
mengamatinya.
c. Menyebabkan pengamat memandang suatu obyek dari karya Arsitektural
dari sudut pandang yang lain.
d. Dapat menghasilkan karya Arsitektur yang ekspresif.

Gambar 2.1 Crescent Moon Tower


Sumber : Ernaning Setiyowati

25
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.2 Kategori Combine Metaphor pada Museum of Fruit


Sumber : Ernaning Setiyowati

Gambar 2.3 Sydney Opera House


Sumber : gagasdhio.wordpress.com

Gambar 2.4 Roncham Chapel oleh Lee Corbizier


Sumber : gagasdhio.wordpress.com

26
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.5. Stasiun TGV, Paris


Sumber : gagasdhio.wordpress.com

2.3 Studi Banding


2.3.1 Fresh Water TMII
2.3.1.1 Lokasi Fresh Water TMII
Museum berada di komplek Taman Mini Indonesia Indah
(TMII), Jakarta timur.

Gambar 2.6 Denah Lokasi


Sumber :Google Earth

2.3.1.1 Batasan Fresh water

Batas Utara : Rumah ibadah umat Hindu


Batas Selatan : JalanMabes Hankam
Batas Barat : Museum Transportasi
Batas Timur : Rumah Serangga

2.3.1.2 Koleksi Fresh Water TMII

27
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Koleksi yang dimiliki Fresh Water TMII ini di dominasi oleh


biota dalam negeri juga dilengkapi beberapa biota air tawar
luar negeri. Jumlah biota ada 1.2479 koleksi dari 172 spesies,
meliputi tanaman air, reptilia, crustacea dan ikan beragam
jenis, ukuran dan asal. Baik dari berbagai perairan Indonesia
maupun negara lain.(Arsip Fresh Water TMII)

Tabel 2.5 Daftar koleksi


biota air tawar Fresh
water TMII
Sumber
28 : Data Survey
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Denah dan Tampak Bangunan Fresh Water TMII

1. Denah Lantai 1

Gambar 2.7 Denah Lantai 1


Sumber :Data Survey

29
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2. Denah lantai 2
Pada denah lantai 2 ini saya membagi menjadi beberapa
segmen dikarenakan file yang saya miliki adalah video.

Gambar 2.8 Denah Lantai 2 (kanan)


Sumber :Data Survey

30
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.9 Denah Lantai 2 (tengah belakang)


Sumber :Data Survey

Gambar 2.10 Denah Lantai 2 (tengah depan)


Sumber :Data Survey

31
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.11 Denah Lantai 2 (kiri)


Sumber :Data Survey

3. Denah Typical Aquarium

Gambar 2.12 Denah Typical Aquarium


Sumber :Data Survey

4. Tampak Depan

Gambar 2.13 Tampak Depan


Sumber :Data Survey

5. Tampak Belakang

32
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.14 Tampak Belakang


Sumber :Data Survey

6. Tampak Samping

Gambar 2.15 Tampak Samping


Sumber :Data Survey

7. Perspektif

33
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.16 Perspektif


Sumber :Data Survey

2.3.1.1 Struktur Organisasi Pengelola Fresh Water TMII

Diagram 2.1 Struktur Organisasi


Sumber :Data Survey

2.3.1.2 Sirkulasi Pengelola

34
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Datang

Absen Parkir

Toilet Kerja Pulang

Istirahat
Ishoma

Diagram 2.2 Sirkulasi pengelola


Sumber :Data Survey

2.3.1.3 Ruang Pengelola


No Ruang Dimensi Gambar

1 R. Direktur Utama 30 m

2 R. Koordinator Unti Kerja BPP-TMII 30 m

35
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

3 R. Manajer 25 m

4 R. Dewan Pembina Flora & Fauna 20 m -

5 R. Penelitian dan Pengembangan m -

6 R. Asisten Manajer Bagian Umum 24 m

R. TU, Kepersonaliaan & 24 m


Perencanaan

R. Keuangan & verivikasi 36 m -

R. Perlengkapan 12 m -

R. ME 12 m -

36
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

R. Tiketing dan pelayanan 15 m

6 R. Asisten Manajer bagian Operasi 20 m -

R. Peragaan dan karantina

- Drop off 265 m

- R. Laboratorium 54 m

- Gudang pakan 9 m

- R. Isolasi kecil 16 m

37
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

- R. Isolasi besar 272 m

- R. Budi daya ikan hias 180 m

- R. Pembibitan 240 m

- R. Pembesaran 96 m

R. Keamanan dan ketertiban 30 m

R. Marketing dan informasi 25 m -

R. Pengembangan usaha hasil 12 m -


budaya

7 R. Staff Khusus 24 m -

38
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

8 R.Rapat 40 m

9 Toilet 6,8 m

Tabel 2.6 Besaran Ruang Fresh Water TMII


Sumber :Data Survey

2.3.1.4 Sirkulasi Pengunjung

39
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Datang

Tiketing Parkir

Toilet Mencari informasi

Melakukan transaksi Mengunakan


pembelian fasilitas

Pulang

Diagram 2.3 Sirkulasi pengunjung


Sumber :Data Survey

2.3.1.5 Karakteristik Pengunjung


No Usia Jenis Golongan Karakteristik
Pemakai
Kelamin
1 1 Cepat bosan, bingung,
cuek, hanya melihat-
Pelajar
lihat yang disukai, suka
tampilan menarik.
2 Menengah Cepat bosan, hanya
Masyarakat
kebawah melihat koleksi yang
Pria dan umum
dan disukai saja
Wanita
3 menengah Lebih menghargai,
keatas singgah lebih lama
Masyarakat
untuk mengamati
mancanegara
koleksi, mempelajari
dan Hobbies
dan bertanya apabila
ada yang tidak

40
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

No Usia Jenis Golongan Karakteristik


Pemakai
Kelamin
dimengerti
Tabel 2.7 Karakteristik pengunjung
Sumber :Data Survey

2.3.1.6 Ruang Sirkulasi Pengunjung


No Area, Dimensi Gambar
Bangunan dan
Ruang
1 Parkir 3000 m

Hal.pakir
begabung
dengan
taman
serangga.

41
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2 Pintu masuk 2 m

3 Loket 15 m

4 loby 15 m

5 Hall 120 m

6 R.pamer

Aquarium besar 40 m

42
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Aquarium @13,5 m
Sedang

Aquarium kecil 4,5 m

Touch Pool 30 m

43
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Display 30 m
Perikanan

Display 60 m
Ekosistem

Display Ikan 90 m
Besar

44
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Display ikan 36 m
nusantara

7 Perpustakaan 148 m

8 R.computer 128 m -

9 Souvenir 120 m

10 Fish Terapy 25 m

11 Mushola -

Toilet -

Tabel 2.8 Besaran ruang sirkulasi penngunjung


Sumber :Data Survey

45
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.3.1.7 Ruang Utilitas Fresh water


No Ruang Dimensi Gambar

R,mechanical 25 m

R. genset 15 m

R. AHU 12 m

Resepvoir 128 m

R.Panel 15 m

Lift Barang

46
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Filter Aquarium
Besar

Filter Aquarium
Sedang

Tandon air per


Toilet

Tabel 2.9 Besaran Ruang Utilitas


Sumber :Data Survey

47
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

48
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.3.2 KURA-KURA OCEAN PARK (KOP)


2.3.2.1 Lokasi Kura-Kura Ocean Park
Pantai Kartini adalah obyek wisata pantai di Bulu, Jepara,
Jawa Tengah. Pantai ini terletak 2,5 km arah barat dari
pendopo Kantor Bupati Jepara. Kawasan dengan luas lahan
3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai
jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut
Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Obyek wisata
kura-kura ocean park berlokasi di dalam komplek obyek
wisata Pantai Kartini Jepara.
2.3.2.2 Situasi Bangunan

Gambar 2.17 Situasi KOP


Sumber : Google Earth

2.3.2.3 Tampak Bangunan

Gambar 2.18 Perspektif bangunan depan


Sumber : Data Survey

49
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.19 Perspektif bangunan belakang


Sumber : Data Survey

Gambar 2.20 Pintu masukdan maket bangunan


Sumber : Data Survey

2.3.2.4 Struktur Organisasi Bangunan


Untuk Struktur Organisasi Kura-kura Ocean Park ini belum
ada. Semua anggota yang berjumlah 13 (Hanya 3 karyawan
tetap) hanya melakukan perintah langsung dari pengelola
Pantai Kartini.

2.3.2.5 Pembagian Ruang Bangunan


Kura-kura ocean park terdiri atas 2 lantai. Lantai bawah
bagian depan digunakan sebagai kantor pengelola, loket
penjualan tiket masuk, pintu masuk, stand-stand penjualan
souvenir khas jepara, dan juga toilet umum.

50
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.21 R.souvenir dan Hall


Sumber : Data Survey

Gambar 2.22 Loket dan R.Pengelola


Sumber : Data Survey

Sedangkan untuk lantai bawah bagian dalam dimanfaatkan


sebagai taman laut yang terdiri dari sebuah aquarium besar
yang memiliki lorong misteri bawah laut dari lorong tersebut
kita dapat menyaksikan kehidupan keindahan taman bawah
laut yang dihuni oleh berbagai macam ikan-ikan berukuran
besar dari jenis : Hiu, Dotty Back, Angel Fish, Pari, Giant
Trafelly (GT), Kakap, Kerapu, Jenaha, Triger, Mimi &
Mintuna, Buntal, dan berbagai jenis ikan lainnya, beberapa
penyu sisik dan aneka terumbu karang.

51
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.23 Kolam sentuh dan R.pamer Aquarium


Sumber : Data Survey

Gambar 2.24 Hiu dan Penyu yang dipamerkan di Misteri Bawah Laut
Sumber : Data Survey

Gambar 2.25 Lorong dan Pintu masuk misteri bawah laut


Sumber : Data Survey

Selain aquarium besar, terdapat juga aquarium dinding


berjumlah 12 buah dan 4 buah aquarium meja (portable)
berisi beberapa jenis ikan laut dan ikan air tawar berukuran

52
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

kecil dan sedang, 2 buah Touche Screen informasi seputar


Jepara, 1 buah kolam sentuh (touch pool) yang berisi ikan
komunitas air tawar utamanya kura-kura jinak yang dapat
dipegang oleh pengunjung, dan juga Kolam Fish Spa yang
berisi ribuan ikan Garra Rufa yang berasal dari Turki.
Di lantai 2 pengunjung bisa mendapati berbagai macam
permainan pintar ( Jepara Sciece Park ) seperti Papan
Kreatif, Air Mancur Melayang, Peraga Sensor Tepuk dan
Sensor Gerak, Kipas Angin Tanpa Baling-Baling, Simulator
Pesawat Terbang, dan berbagai permainan pintar lainnya.
Pengunjung juga bisa menyaksikan pertunjukan Film IMAX
Deep Sea 3D, Dinosaurs Alive dan film-film menarik lainnya
di Teater 3D Kura-kura Ocean Park.

Gambar 2.26 Fish Terapy


Sumber : Data Survey

Gambar 2.27 R.Ausiovisual 3d


Sumber : Data Survey

53
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.28 R.Iptek dan arena bermain


Sumber : Data Survey

2.3.3 Sistem Utilitas Aquarium


Untuk Utilitas Aquarium terdapat bangunan Water Cleaner yang di
khususkan untuk menyaring air dan mengendapkan air dari laut. Dan
setelah bersih air tersebut baru bisa di supplay ke aquarium-
aquarium. Yang sudah dirancang langsung mengalirkan ke masing-
masing aquarium.
Dan untuk masalah pompa airnya KOP ini menggabungkan
pompa dengan filternya langsung dengan menggunakan filter G-9000
dan pompa air Sanyo.

Gambar 2.29 Rumah pompa


Sumber : Data Survey

54
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

R.Chiler ini memiliki 4 Chiller yang digunakan untuk pendingin


aquarium utama.

Gambar 2.30 Chiller di R.Chiller


Sumber : Data Survey

Untuk listrik sendiri bangunan ini memilikidaya 1500 KVA begitu


juga Genset yang dimilikinya.

Gambar 2.31 Trafo


Sumber : Data Survey

2.3.4 Perawatan Aquarium


Untuk perawatan aquarium sendiri tergantung masing-masing
kebutuhan akuarium, aquarium kecil dan menengah selalu
dibersihkan setiap 3 minggu sekali namun untuk aquarium besar
hanya dibersihkan bila benar-benar terlihat kotor, karena telah banyak
menggunakan filter.

55
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.3.3 Seaworld Ancol Jakarta


2.3.3.1 Misi wisata Seaworld di Ancol
o Menjadikan sumber pendidikan kelautan bagi masyarakat
o Mengajarkan betapa pentingnya konservasi perairan
o Mengajarkan untuk mencintai lingkungan kita yang berharga
o Menyediakan hiburan yang bermutu tinggi

2.3.3.2 Lokasi Sea world Ancol Indonesia

Gambar 2.32 Peta Seaworld


Sumber : Google

56
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.3.3.3 Struktur Organisasi PT.Sea World Indonesia

PEMILIK SAHAM

BOARD OF
COMMISION

PRESIDENT
DIRECTOR

MANAGING
DIREKTOR

GENERAL HUMAN

ADVISOR MANAGER RESOURCES


DEPARTEMENT

BUILDING
CURAT MARKETI MANAGEMENT FINANCE RETAIL
ORIAL NG

MARKETING

EXECUTIVE MAINTENANCE ACCOUNT PHOTO


ING

EDUCATION MERC.
TICKETING
HAND
TOUR GUIDE SECURITY TICKETIN MERC
G HAND

INFORMATION

STAFF GATE CONTROL

CLEANING

SERVICE

57
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.3.3.4 Analisa Pengguna Fasilitas (Pengunjung)

Aquarium Air Aquarium Air


Laut Tawar

Diagram 2.5 Analisa Pengguna Fasilitas (Pengunjung)


Sumber : Lina Herlin, 2008

58
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.3.3.5 Analisa Pengguna Fasilitas (Pengelola)

Naik Naik Kendaraan


Berjalan kaki
Kendaraan umum

Masuk kawasan Masuk kawasan Masuk kawasan

Masuk
Parkir
bangunan

Lobby Bag. Pelayanan

Istirahat Bag. Administratif

Kerja Bag. Pendidikan

Toilet
Bag. Perpustakaan

Keluar
Staff

Diagram 2.6 Analisa Pengguna Fasilitas (Pengelola)


Sumber : Lina Herlin, 2008

PENGELOLA
Pengelola Aquarium laut terbagi atas
- Pegawai biasa,
- Kurator (akuaris),
- teknisi Aquarium,
- dokter biologi,

59
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

- staf laboratorium,dan administrasi


2.3.3.6 Fasilitas Ruang Sea world di Ancol
Aquarium Air Tawar
Aquarium utama

Gambar 2.33 Aquarium utama


Sumber : Lina Herlin, 2008

Didalam Aquarium utama ini, terdapat ribuan satwa laut Indonesia.


Sebanyak 3500 spesis ikan laut Indonesia dipelihara disini (jumlah ini
merupakan 37% dari jumlah jenis spesies ikan laut di dunia). Ukuran
Aquarium ini mencapai 36 x 24m, dan dalamnya bervariasi dari 4.5
hingga 6 m dan menyimpan 5 juta liter air asin. Karena besarnya
Aquarium utama ini tercatat sebagai Aquarium air asin terbesar di
Asia tenggara.
Aquarium Hiu
Aquarium ekosistem laut
Didalam Aquarium ini berisi koral dan sponge yang memperlihatkan
keindahan biota dalam laut.

60
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.34 Aquarium ekosistem laut


Sumber : Lina Herlin, 2008

Aquarium Air Tawar


Didalam Aquarium ini dilengkapi dengan koleksi-koleksi satwa air
tawar dari seluruh dunia, termasuk diantaranya piranha dari
sungai amazon dan belut listrik

Gambar 2.35 Aquarium Air Tawar


Sumber : Lina Herlin, 2008

Aquarium Dugong
Didalam Aquarium ini berisi ikan duyung (dugong)

Photo spot
Diarea ini pengunjung dapat melakukan photo-photo diri untuk
membawa sesuatu yang berkesan untuk di bawa pulang sebagai
kebanggaan tersendiri setelah mengunjungi sea world ini

Garra Rufa
Ikan berasal dari Kangel Turkin sebagai ikan dokter yaitu jenis
ikan terapi untukpenderita penyakit kulit atau dengan kata lain
ikan pembersih kulit.Berbagai penyakit kulit dapat disembuhkan
diantaranya, membantu pengelupasan sel kulit mati,
meningkatka kelembapan kulit, menyembuhkan bekas
luka,detoksifikasi kulit, membantu peremajaan kulit,

61
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Kolam Bayi Buaya


Di kolam ini kita dapat memberi makan bayi-bayi buaya muara.
Kita dapat bergabung bersama staf SeaWorld Indonesia untuk
memberi makan bayi-bayi tersebut menggunakan tongkat
panjang. Dengan meletakkan makanan sekitar 10 cm di atas
mereka dan niscaya mereka akan melompat untuk
menangkapnya

Gambar 2.36 Kolam Bayi Buaya


Sumber : Lina Herlin, 2008

Kolam Sentuh
Di area ini kita bergabung bersama staff SeaWorld Indonesia
memberi makan hewan. Dengan menggunakan tongkat, kita
dapat mencoba memberi makan ikan hiu dan penyu

Gambar 2.37 Kolam Sentuh


Sumber : Lina Herlin, 2008

62
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Kolam Piranha
Didalam Aquarium ini dilengkapi dengan koleksi koleksi ikan
piranha dari sungai Amazone

Kolam Kerondong
Rekahan dan lubang yang ada di terumbu karang merupakan
tempat tinggal kerondong. Hewan laut yang lengah dan berada
dekat rekahan merupakan mangsa mereka.

Toko Cenderamata
Di area ini anda dapat membeli berbagai cinderamata khas
SeaWorld.

Gambar 2.38 Toko Cenderamata


Sumber : Lina Herlin, 2008

Lorong Antasena
Lorong Antasena adalah lorong bawah air sepanjang 80m yang
dioperasikan dengan pinjakan berjalan otomatis dengan kubah
tembus pandang. Memungkinkan pengunjung untuk menikmati
pemandangan "bawah laut" tanpa harus khawatir tersandung
saat menengadah keatas untuk melihat ikan.

63
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.39 Lorong Antasena


Sumber : Lina Herlin, 2008

Perpustakaan
Untuk menambah pengetahuan anda dengan membaca buku di
perpustakaan. Setelah melihat kehidupan aslinya, disinilah
tempat untuk mencari informasinya melalui literatur.

Food Court
Pengunjung dapat memilih hidangan ringan atau snack di taman
hidangan, atau makan siang atau malam di Restauran Seafood
yang dindingnya dirancang sedemikan rupa hingga anda dapat
turut menikmati wisata bawah laut.

Komputer layar sentuh


Yang menyediakan kuis kelautan yang menarik. Ditempatkan di
beberapa tempat sehingga pengunjung dapat menikmati fasilitas
tambahan tanpa melupakan fasilitas utamanya

2.3.3.7 Tata Pamer Aquarium

Cara penataan ruang pamer Aquarium sebagai ruang utama


pertunjukan Aquarium tergantung dari sifat pamerannya, yaitu :
1. Sifat pameran tetap
Sistematika pameran tetap
Yang diganti hanya keragaman objek koleksinya
Pergantian objek koleksi diatur dalam jangka waktu tertentu,
seperti 5-9 tahun
2. Sifat Pameran Temporer
Objek dan tema dari pameran dapat selalu berubah
Jangka waktu pameran relative singkat misalnya 1 minggu atau
1 bulan

Cara penataan pameran yang tetap, perletakannya tidak dapat

64
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

diubah-ubah. Display Aquarium sebagai objek pameran yang tetap


ialah Aquarium dengan ukuran besar dan sedang. Sebaliknya, pada
penataan pameran temporer Aquarium yang dipakai adalah
Aquarium dengan ukuran kecil.

2.3.3.8 Cara Penyajian Objek Pamer


Prinsip cara menyajikan objek koleksi jangan sampai menimbulkan
kebosanan pengunjung yang akan mengamatinya. Untuk itu, cara
pengamatan dibuat bervariasi, seperti :

Gambar 2.40 Objek Pamer


Sumber : Lina Herlin, 2008

Sistem Ruang Terbuka


Objek pameran berada di tengah-tengah ruangan sehingga
pengunjung dapat melihat dari segala arah.
Penyajian Aquarium dapat diletakkan secara berkelompok dengan
Aquarium lainnya atau tersendiri.
Sangat baik untuk menempatkan objek-objek biota dengan ukuran
yang besar.

Diorama
Aquarium diletakkan dipinggir ruangan
Pengamatan hanya dapat dilakukan dari satu/dua arah saja
Dapat berfungsi sebagai pemisah antar ruang
Cocok untuk mewadahi biota dengan ukuran sedang atau kecil

Vitrine
Dapat diletakkan di tengah-tengah ruangan

65
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Desain vitrine yang bulat memungkinkan pengunjung leluasa


melihat dari segala arah
Sangat cocok untuk objek-objek biota dengan ukuran kecil Meja
dengan kaca pembesar dan mikroskop
Berfungsi untuk mengamati objek biota yang sangat kecil
seperti hewan protozoa yang hanya bisa dilihat dengan
mikroskop
Objek diletakkan pada preparat

2.3.3.9 Cara Perawatan Biota Air


a. Perlakuan terhadap biota laut (baru)

Biota baru

Karantina

Tidak luka

Perlakuan Perlakuan penyakit


pencegahan penyakit khusus

66
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Perlakuan pencegahan penyakit


Perendaman silang : air tawar salinitas 15 ppt dan pormalin 2 cc/100
ltr, air laut salinitas 20 ppt dan pormalin 2 cc / 100 liter

Observasi Pemeriksaan Pemeriksaan


gejala klinis Lab

Tindakan Terapi Observasi


pencegahan supportif dan hasil terapi
untuk yang lain kausatif

Diagram 2.8 Perlakuan pencegahan penyakit

Sumber : Lina Herlin, 2008

Perlunya pengelolaan air


Kondisi air baku tidak sepenuhnya sesuai dengan
kebutuhan biota SWI
Terdapatnya partikel atau material yang tidak diinginkan
Penyesuaian dengan kondisibiota yang ada
Mengurangi dampak seminimal mungkin

Pengelolaan air di SWI diantaranya :


Pengelolaan sumber air laut baru
Pengelolaan sumber air tawar baru
Sirkulasi dalam Aquarium
Standar kualitas air
Pemeriksaan kualitas air

67
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Pantai Filter
mekanik

Bak penukaran ozon Tangki air laut

Reaktor Ozon

Bio Tower
Aquarium
Aquarium

Karantina

Filter aquarium

Diagram 2.9 Running sistem air


Sumber : Lina Herlin, 2008

Keterangan :
1.Air laut
2. Air laut difilter secara mekanik
3.Air laut didesinfeksi dengan O3
4.Air laut kaya O3 dinetralkan kembali

68
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

5.Air laut diendapkan


6.Air laut siap pakai
2.3.4 Churaumi Okinawa, Japan
Lokasi : Motobu,Okinawa, Jepang.
Jumlah Hewan : 26,000
Jumlah Spesies : 740
Volume Tangki terbesar : 7.500 m
Total Volume Tangki :10.000
Jumlah Pameran : 77 tangki

Churaumi berasal dari :bahasa


okinawan, dimana terdiri dari dua kata yaitu
Chura,artinya Tangki yang indah dan
umi berarti aquarium, sehingga arti
Churaumi yaitu aquarium yang indah.
Churaumi Okinawa adalah Aquarium
terbesar kedua di dunia dan merupakan
bagian dari Expo Park yang berlokasi di
Okinawa, jepang. Aquarium ini
memamerkan kehidupan biologi laut di
terumbu karang, laut dalam, dan arus
Kuroshio yang mengalir melintasi
Kepulauan Jepang.

Aquarium terdiri dari empat lantai,


dengan tangki berisi makhluk laut dalam,
seperti hiu karang dan ikan tropis.
Aquarium diatur pada 19.000 m2 tanah,
dengan total tangki sebanyak 77 tangki
berisi 10.000 m3 air. Air yang digunakan
untuk pameran, air laut dipompa ke
aquarium dari 350 sumber lepas pantai , 24
jam sehari. Tangki utama, menampung
Gambar 2.41 Churaumi Okinawa 7.500 meter3 air dengan ukuran panjang
Sumber : Google

69
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

10 m lebar 35 meter dan kedalaman 27 m,


menggunakan bahan kaca acrylic
berukuran 8,2 meter X 22,5 meter dengan
ketebalan 60 cm (24 in).

Pameran yang ditampilkan di aquarium


okinawa ini, meliputi :

Aquarium laut terumbu karang

Aquarium Laut Karang memamerkan


800 koloni terumbu karang dari 70
spesies di dalam aquarium berkapasitas
300 m. Aquarium ini terbuka di bagian
atasnya, agar sinar matahari yang
Gambar 2.42 Churaumi Okinawa
Sumber : Google dibutuhkan terumbu karang dapat
masuk.

Aquarium Laut Kuroshio

Kaca acrylic di Aquarium Churaumi pernah dicatat Guinness World


Records sebagai panel acrylic terbesar di dunia hingga dikalahkan oleh
panel milik Aquarium Dubai yang lebarnya 32,88 m, tinggi 8,3 m, tebal
750mm, dan beratnya 245,614 kg. Di dalam Aquarium Laut Kuroshio
dipelihara tiga ekor hiu paus. Jinta adalah nama hiu paus terbesar, dua
ekor lainnya diberi nama Number 15 dan Number 18.

Aquarium laut dalam

Aquarium ini memamerkan spesies ikan laut dalam, termasuk di


antaranya Etelis carbunculus, Thyrsitoides marleyi dan spesies yang sulit
dipelihara di aquarium. Koleksi aquarium laut dalam terdiri dari 70 spesies
yang sebagian besar berasal dari kedalaman laut 200 m di lepas pantai
Okinawa.

Fasilitas Lainnya

70
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Selain pertunjukan yang harus membayar tiket masuk, di dalam


kompleks Taman Ocean Expo tersedia pertunjukan-pertunjukan lain yang
tidak memungut biaya masuk, di antaranya pertunjukan lumba-lumba
hidung botol dan paus pembunuh palsu di Okichan Theater, kolam lumba-
lumba, kolam penyu, aquarium manatee, dan pantai buatan bernama
Pantai Emerald.

Gambar 2.43 Eksterior Churaumi Okinawa


71
Sumber : Google
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.3.4 Batumi Aquarium


Lokasi : Str Rustaveli, Batumi, Republik Georgia
Luas aquarium : 2.000 m2
Selesai Pembangunan : 2013

Sesuai dengan namanya Batumi Aquarium


terinspirasi dari Bentukkan kerikil yang
berkarakteristik yang ditemukan di pantai
Batumi dan akan memberikan pemandangan
pantai dan laut hitam.

Batumi adalah kota provinsi Adjara/Ajaria


barat daya, terletak bersebelahan dengan Laut
Hitam. Batumi merupakan pusat wisata dan
komersial pelabuhan, yang terdapat banyak
cafe, pantai, hotel, dan area budaya dan
rekreasi lainnya.

Bangunan ini menggabungkan program


pendidikan, Aquarium komersial, dan rekreasi.
Zoning aquarium ini ada empat area pameran
swadaya dimana masing-masing dari empat
bangunan batu ini menggunakan nama biotipe
laut yang unik, yaitu Laut Mediterania, Laut
Hitam / Laut Merah, Laut Aegea, dan Samudra
Gambar 2. 44 Bentukkan Battumi Okinawa
Hindia. Keempat pameran terpisah dihubungkan Sumber : Google
dengan pusat multiguna termasuk auditorium,
cafe, dan fungsi retail dengan pemandangan
Laut Hitam dan Batumi Beach.

72
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Tujuan pendidikan Batumi Aquarium


adalah dalam suatu pengaturan belajar,
sehingga didapatkan ruang yang berfungsi
untuk mendengarkan, menyaksikan, mengalami
menyerap dan bereksperimen, dirancang dalam
konfigurasi yang memungkinkan untuk
Gambar 2. 45 Konsep BatumiOkinawa
aquarium lingkungan yang merangsang
Sumber : Google
interaktif pengunjung. Fasilitas pendukung
difokuskan pada ruang tengah seperti fasilitas
bermain, restoran, retail, dan kegiatan bersantai
sebelum melanjutkan petualangan melalui
pameran aquarium. Pameran yang disuguhkan
tidak hanya berupa pameran aquarium laut saja,
Gambar 2. 46 Sketsa Ide Batumi Aquarium
tetapi juga aquarium budaya yang menawarkan Sumber : Google

perjalanan pendidikan, menghibur dan secara visual merangsang indera


pengunjung melalui zoning yang berbeda. Pemandangan dari laut yang
berbeda memberikan kesempatan yang menarik untuk penelitian lapangan
yang inovatif. Dilengkapi ruang publik dan tempat- tempat pertemuan di
sepanjang bangunan.

Gambar 2. 47 Potongan Batumi dan Site Plan


Sumber : Google

73
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2.3.4 Primorsky Aquarium


Gambar 2.48 Interior Batumi Akuarium
Sumber : Google
Arsitek :OJSCPrimorgrajdanproekt
Lokasi :Vladivostok,Rusia
Pemimpin Proyek :IgorMoskalenko
Tim Desain : Yulia Otlyachkina, Victor zaycev, Anna Ushakova, Sergey
Skobelev
Proyek Tahun :2010
Luas proyek :35.000m
Foto-foto : Alexander Hitrov

Primorsky Aquarium di aquarium ini dirancang menjadi pusat penelitian


biota laut yang terletak di dekat bangunan utama. Bangunan ini memiliki rukuran
lebar 150 meter, dan luas keseluruhan sekitar 35 000 meter . Volume tangki di
gedung pameran lebih dari 10.000 meter. Dua tank terbesar berkapasitas sekitar
7.000 ton. Dalam Aquarium Primorsky iniberisi biota laut dari kelima lautan dunia
yang akan diisi sekitar 500 spesies penghuni air laut dan tawar.

Aquarium bangunan ini menampilkan kehidupan biota zona air Rusia seperti Laut
Jepang, Laut Okhotsk, Laut Bering, Danau Baikal, Sungai Amur dan Danau
Khanka; serta biota lautan kutub dingin, laut tropis yang hangat dan sungai dan
wilayah laut terbuka.

74
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.49 Perspektif Site plan


Sumber : Google

The Primorsky Aquarium, akan menjadi fasilitas unik di kota


Vladivostok. Pameran yang indah, wisata menarik yang berbeda, program
pendidikan untuk anak-anak dan orang dewasa, menunjukkan dan mengenalkan
aneka biota laut, interaksi dengan lumba-lumba, daerah rekreasi yang nyaman,
wilayah yang indah dilengkapi dengan beragam landscape dengan taman dan air
terjun, toko-toko dan kafe.

Gambar 2.50 Tampak Depan


Sumber : Google

75
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.51 Proses pembangunan dan gambar rencana bangunan


Sumber : Google

76
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Gambar 2.52 The Primorsky Aquarium dari Far Eastern Cabang Akademi Ilmu
Pengetahuan Rusia sedang dibangun atas permintaan Presiden Federasi Rusia.
Sumber : Google

77
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

BAB III

TINJAUAN LOKASI

3.1 Tinjauan Kota Semarang


Dipilihnya Semarang sebagai lokasi untuk kehadiran wahana wisata
Oceanarium dikarenakan Semarang merupakan lokasi yang potensial bagi
pengembangan pariwisata Jawa Tengah karena Semarang merupakan Ibu
Kota jawa Tengah yang menjadi pusat jalur paket wisatawan asing maupun
domestik. Disamping itu juga menduduki prioritas pengembangan utama.
Dalam rencana pengembangan kota-kota pusat pelayanan Jawa Tengah,
Semarang merupakan Home-base utama. Semarang merupakan Titik
Tumbuh bagi kota-kota lain di Jawa Tengah. Dan merupakan Titik Simpul
Distribusi Barang dan Jasa Jawa Tengah. Posisi ini mendorong tumbuhnya
Semarang menjadi kota bisnis, yang dengan sendirinya akan meningkatkan
tuntutan kebutuhan akan sektor pariwisata.

Gambar 3.1. Peta RTRW Kota Semarang; Sumber : Bappeda Semarang, 2014

78
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

3.1.1 Peta BWK Kota Semarang

Gambar 3.2 Peta BWK semarang,


sumber : BAPPEDA Semarang,2014

78
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

3.1.2 Tinjauan Kebijakan Pemanfaatan Tata Ruang Kota


A. Rencana pembagian Wilayah Kota (BWK) sebagaimana dimaksud
dalam pasal 9 ayat (2) :
1. BWK I meliputi kecamatan semarang tengah, Kecamatan
Semarang Timur dan Kecamatan Semarang Selatan dengan
luas kurang lebih 2.223 (dua ribu dua ratus dua puluh tiga)
hektar.
2. BWK II meliputi Kacamatan Candisari dan Kecamatan
Gajahmungkur dengan luas kurang lebih 1.320 (seribu tiga ratus
dua puluh) hektar.
3. BWK III meliputi Kecamatan Semarang Barat dan Kecamatan
Semarang Utara dengan luas kurang lebih 3.522 (tiga ribu lima
ratus dua puluh dua)hektar.
4. BWK IV meliputi Kecamatan Genuk dengan luas kurang lebih
2.738 (dua ribu tujuh ratus tiga puluh delapan) hektar.
5. BWK V meliputi Kecamatan Gayamsari dan Kecamatan
Pedurungan dengan luas kurang lebih 2.622 (dua ribu enam
ratus dua puluh dua) hektar.
6. BWK VI meliputi Kecamatan Tembalang dengan Luas kurang
lebih 4.420 (empat Ribu empat ratus dua puluh) hektar.
7. BWK VII meliputi Kecamatan Banyumanik dengan luas kurang
lebih 2.509 (dua ribu lima ratus sembilan) hektar.
8. BWK VIII meliputi Kecamatan Gunungpati dengan luas kurang
lebih 5.399 ( lima ratus sembialn puluh sembilan) hektar.
9. BWK IX meliputi Kecamatan Mijen dengan luas kurang lebih
6.213 (enam ribu dua ratus tiga belas) hektar.
10. BWK X Meliputi Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Tugu
dengan Luas kurang lebih 6.393 ( enam ribu tiga ratus sembilan
puluh tiga) hektar.

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


79
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

B. Rencana pengembangan fungsi utama masing masing BWK


sebagaimana dimaksud pada ayat (1 ) meliputi :
1. Perkantoran, perdagangan dan jasa di BWK I, BWK II, BWK III
2. Pendidikan kepolisian dan olah raga di BWK II
3. Transportasi udar dan transportasi laut di BWK III
4. Industri di BWK IV dan BWK VIII
5. Pendidikan di BWK VI dan BWK III
6. Perkantoran militer di BWK VII
7. Kantor dan pelayanan publik di BWK IX
C. Rencana penetapan pusat pelayanan sebagaiman dimaksud dalam
pasal 9 ayat (2) meliputi :
a. Pusat pelayan kota
b. Sub pusat pelayanan kota
c. Pusat lingkungan
D. Pusat pelayanan Kota yang Sebagaimana dimaksud dalam pasal
11 di tetapkan di BWK I, BWK II dan BWK III
E. Pusat pelayanan skala Kota berfungsi sebagai pusat pelayanan
Pemerintahan Kota dan Pusat Kegiatan Perdagangan dan Jasa
F. Pusat kegiatan Pemerintahan sebagaiman dimaksud pada ayat (2)
berupa pusat pelayanan kegiatan Pemerintaha yang dilengkapi
dengan pengembangan fasilitas meliputi :
a. Kantor Walikota
b. Fasilitas Kantor Pemerintahan pendukung dan pelayanan publik
G. Pusat pelayanan Perdagangan dan Jasa skala Kota dilengkapi
dengan :
a. Pusat pembelanjaan skala Kota
b. Perkantoran swasta
c. Kegiatan jasa lainnya
H. Sub pusat pelayanan Kota sebagaimana dimaksud dalam pasal 11
ayat 2 merupakan pusat BWK yang dilengkapi dengan Sarana
lingkungan perkotaan

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


80
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

3.1.3 Potensi Pembagian Wilayah Kota


Kota Semarang dalam lingkup regional Jawa Tengah
merupakan kota yang berada dalam hirarki tertinggi dalam fungsi
administrasi, kegiatan sektor ekonomi maupun politik
dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa Tengah. Dalam
kedudukan tersebut, fungsi Kota Semarang sebagai berikut. Saat
ini Kota Semarang terjadi tiga dominasi kegiatan fungsional,
yaitu :
a. Sebagai pusat pemerintahan propinsi Jawa Tengah.
b. Sebagai pusat perdagangan utama Jawa Tengah
c. Sebagai pusat transportasi dalam lingkup regional,
nasional, maupun internasional

No. Kegiatan Lingkup

1. Pemerintahan Lokal, regional

Lokal, regional, nasional,


2. Perdagangan
internasional

Lokal, regional, nasional,


3. Transportasi
internasional

Lokal, regional, nasional,


4. Industri
internasional

5. Pendidikan Lokal, regional

6. Pariwisata Lokal, regional

Tabel 3.1. Fungsi Kota Semarang

Sumber: Perda Kodya Dati II Semarang No. 02 Th 2011

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


81
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

3.1.4 Pendekatan Pemilihan Lokasi


3.1.4.1 Kriteria Pemilihan Lokasi
Untuk merancang bangunan dimana masyarakat dapat
melihat biota laut dari dekat, mengetahui identitasnya,
dirancang dan didekorasi menarik dengan tujuan edukasi,
rekreasi dankonservasi Lokasi Oceanarium harus memenuhi
faktor faktor sebagai berikut :
1. Terdiri dari media tanah dan air laut
Dengan adanya tanah dan air laut, memudahkan
oceanarium mengambil dan menyaring air laut langsung
dari laut lepas. Karena air lat yang dibutuhkan berskala
besar.
2. Faktor Lingkungan
Kondisi lingkungan harus tetap bernuansa pantai agar
bangunan ini benar-benar menjiwai biota laut. Dan juga
didukung dengan adanya wisata lain yang berada disekitar
bangunan ini.
3. Faktor Ketertarikan
Lokasi yang akan dipilih harus menarik bagi pengguna
Oceanarium yang akan direncanakan. Menarik dalam arti
tempat masih dalam area kunjungan pariwisata turis lokal
maupun mancanegara.
4. Faktor Strategis
Untuk menarik para wisatawan, tempat harus strategis
dalam bidang sejarah budaya, kenyamanan transportasi,
dan juga kepopuleran tempat atau lokasi tersebut.

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


82
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Pemilihan Lokasi :
Berdasarkan analisa yang telah disebutkan diambil BWK yang
mempunyai potensi sesuai dengan kriteria lokasi. BWK III adalah satu-
satunya wilayah dalam Kota Semarang yang cukup sesuai dan potensial
sebagai lokasi Oceanarium di Semarang, BWK tersebut :

Gambar 3.3 Peta BWK semarang


sumber : BAPPEDA Semarang,2014

Bagian Wilayah Kota III Kota Semarang


BWK III meliputi Kecamatan Semarang barat dan Semarang Utara,
Wilayah Perencanaan III ini memiliki luas keseluruhan 3.521,75
Ha.Kecamatan Semarang Utara : 1.135,275 Ha, Kecamatan Semarang Barat
: 2..386,473 Ha.
Batas-batas wilayah BWK III :
a. Sebelah Selatan : Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan
Gajah Mungkur, Kecamatan Semarang Selatan dan
Kecamatan Ngaliyan.
b. Sebelah Timur : Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan
Genuk.

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


83
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

c. Sebelah Utara : Laut Jawa


d. Sebelah Barat : Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Tugu.

Penentuan ruang wilayah perencanaan BWK III adalah sebagai berikut:


a. Permukiman : 1898,637 ha.
b. Perdagangan dan Jasa : 170,103 ha.
c. Campuran Perdagangan dan Jasa,Permukiman : 84,927 ha.
d. Perkantoran : 84,323 ha.
e. Pendidikan : 51,037 ha.
f. Kesehatan : 18,025 ha.
g. Peribadatan : 9,380 ha.
h. Olahraga dan Rekreasi : 66,285 ha.
i. Pelayanan Umum : 17,381 ha.
j. Makam : 22,773 ha.
k. Pergudangan : 91,556 ha.
l. Industri : 183,838 ha.
m. Bandar Udara : 182,976 ha.
n. Pelabuhan Laut : 36,911 ha.
o. Stasiun Kereta Api : 80,292 ha.
p. Retarding Basin : 1,245 ha.
q. Kawasan Khusus Militer : 37,939 ha.
r. Kawasan Budaya : 2,236 ha.
s. Terminal : 64,730 ha.
t. Jaringan Jalan dan Utilitas : 347,199 ha.
u. Konservasi dan Ruang Terbuka Hijau Lainnya : 69,955 ha.

Batas wilayah administrasi BWK III adalah :


Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah barat : Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Tugu
Sebelah Selatan :Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan
Gajah Mungkur, Kecamatan Semarang
Selatan dan Kecamatan Ngaliyan.
Sebelah Timur : Kecamatan Kecamatan Semarang Timur

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


84
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

dan Kecamatan Genuk.

3.2 Pemilihan Tapak


3.2.1 Pendekatan Pemilihan Tapak
Berdasarkan analisa yang telah disebutkan diambil BWK yang
mempunyai potensi sesuai dengan kriteria lokasi. BWK III adalah wilayah
dalam Kota Semarang yang sesuai dan potensial sebagai lokasi
Oceanarium di Semarang, Namun Semarang memiliki kendala dalam
masalah ROB. Asusmsi bahwa penurunan yang terjadi di BM Stasiun
Pasut juga mengikuti fungsi linier, maka dapat diperkirakan penurunan
yang terjadi di BM Stasiun Pasut adalah sebesar 5,165 cm/tahun.
Anindya Wirasatriya, Agus Hartoko, Suripin,2006.
Pada pemilihan tapak untuk Oceanarium di Semarang, maka perlu
diadakan penilaian dan pembobotan tapak yang telah dipilih dari segi
pencapaian, lingkungan, kawasan, topografi, pendekatan tampilan
bangunan, utilitas, dimensi tapak. Maka untuk pemilihan lokasi untuk
Oceanarium perlu adanya kriteria lokasi yang harus dipenuhi. Kriteria
lokasi Oceanarium di semarang sebagai berikut :
1. Pencapaian (30)
Mudah dicapai dan memiliki banyak alternatif
Kualitas jalan baik
2. Kawasan (30)
Memiliki karakter spesifik / image kawasan wisata
Berpotensi dalam pengembangan kawasan
Mendukung keberadaan dan penampilan bangunan
3. Topografi (20)
Berada di kawasan pantai
Relatif datar dan kondisi tanah baik
4. Ketersediaan jaringan (20)
Air bersih
Listrik (PLN)
Pembangunan umum
Komunikasi

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


85
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

5. Luasan (20)
Memenuhi persyaratan luas

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


86
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

3.2.2 Alternatif Tapak


Berdasarkan analisa kriteria diatas, berikut area yang cukup sesuai
dengan potensial sebagai Ocearium di Semarang adalah di kawasan
Semarang Utara yang berdekatan dengan air laut. Alternatif tapak
tersebut antara lain:
1. Alternatif Tapak 1
Lokasi ini sudah masuk dalam kawasan pantai Marina. Yang
terletak di bagian paling utara yang berdekatan dengan laut. Site ini
didukung dengan pesona pantai dan penginapan yang berada di
sekitarnya. Luas site ini adalah 2,1 Ha.

Gambar 3.5 Alternatif Tapak1


Sumber : Google earth

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


86
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Batas-batas Site 1
Utara : Laut Jawa
Selatan : Lahan kosong Site
Timur : Sungai
Barat : Villa Pantai

Sungai

Lahan kosong Laut jawa

Gambar 3.6 Alternatif Tapak 1


Sumber : Analisis 2015

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


87
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Pembahasan penilaian alternatif lokasi 1 :


1. Pencapaian
Untuk masalah pencapaian, lokasi ini memang satu paket dengan
wisata pantai marina. Sehingga jika pengunjung hanya ingin
mengunjungi bangunan Ocenarium saja mereka harus membayar
double yangg pertama untuk tiket masuk kawasan pantai dan
keduanya adalah tiket bangunan itu sendiri.
2. Kawasan
Untuk penilaian kawasan, area ini memang sangat cocok untuk
didirikan oceanarium, namun dengan rencana bangunan yang begitu
besar dengan kawasannya, area ini sangat berbahaya karena terlalu
dekat dengan air laut.
3. Topografi
Area ini memiliki topografi yang datar dengan kondisi tanah reklamasi,
untuk mencegah kenaikan air laut yang nantinya dapat mencapai area
ini di sekitar pantai Marina sudah ditalut.
4. Ketersediaan jaringan
Untuk kesediaan jaringan mulai air bersih, listrik, komunikasi dan
pembangunan umum semua sudah tersedia
5. Luasan (20)
Sayang sekali dengan bangunan yang akan dibangun di alternatif
tapak ini begitu besar karena akan mencakup wilayah nasional
sehingga alternatif site 1 ini masih kurang dalam memenuhi luasan
lokasi yang dibutuhkan.

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


88
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

2. Alternatif Tapak 2
Lokasi ini berada di sebelah barat Convention Center Marina Semarang
dan Taman Rekreasi Marina. Dengan adanya fasilitas pendukung
disebelah bangunan, diharapkan dapat menunjang fungsi bangunan di
sekitarnya secara maksimal. Dengan daya tarik wisatawan yang lebih. Site
yang akan diambil ini memiliki luasan 4,13 Ha.

Gambar 3.7 Alternatif Tapak 2


Sumber : Goolge Earth

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


89
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Batas-batas Site 2
Utara : Lahan kosong dan Pantai
Selatan : Perumahan
Timur : Lahan kosong
Barat : Convention Center Marina Semarang dan
Taman Rekreasi Marina

Taman Rekreasi
Marina

Lahan kosong Pantai Convention Hall


Marina

Panorama
Site

Gambar 3.8 Alternatif Tapak2


Sumber : Analisis 2015

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


90
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Pembahasan penilaian alternatif lokasi 2 :


1. Pencapaian
Alternatif lokasi 2 ini memiliki akses pencapaian yang bagus tanpa
harus masuk dalam kawasan Pantai Marina, Lokasi ini bisa dicapai
langsung oleh bus pariwisata berkapasitas 42 orang dikarenakan area
ini melewati jalan utama ke pantai marina.
2. Kawasan
Untuk penilaian kawasan, area ini memang sangat cocok untuk
didirikan oceanarium, dengan dukungan kawasan yang
mendukungnya diantaranya adalah bersebelahan dengan Taman
ekreasi Marina, Convention Hall Semarang dan bagian belakang
alteratif tapak ke 2 ini langsung bertemu dengan pantai marina.
3. Topografi
Area ini memiliki topografi yang datar dengan kondisi tanah reklamasi,
dan bagian belakang masih berupa pasir pantai
4. Ketersediaan jaringan
Untuk kesediaan jaringan mulai air bersih, listrik, komunikasi dan
pembangunan umum semua sudah tersedia
5. Luasan (20)
Alternatif lokasi ke 2 ini memiliki luasan yang dapat digunakan untuk
bangunan Oceanarium berskala nasional dan tentunya masih ada
lahan kosong yang nantinya bisa digunakan untuk bermain landscape
dan area pengembangan.

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


91
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

3. Alternatif Tapak 3
Tapak ini terletak di dekat pemukiman warga, jika diteruskan lagi lebih
dekat dengan PRPP dan Taman Maerokoco. Dengan pemilihan site ini
diharapkan dapat melengkapi taman wisata PRPP dan Maerokoco yang
mulai redup aktivitas turisnya belakangan ini. Site ini memiliki luas 6,42
Ha.

Gambar 3.9 Alternatif Tapak3


Sumber : Google Earth

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


92
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Batas-batas Site 2
Utara : Lahan kosong
Selatan : Perumahan dan PRPP
Timur : Lahan kosong
Barat : Perumahan

Lahan kosong

Panorama gerbang
perumahan

Panorama
Site

Gambar 3.10 Alternatif Tapak3


Sumber : Analisis 2015

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


93
Perancangan Oceanarium di Semarang
Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora
ARIEF WAHYU N H (5112411032)

Pembahasan penilaian alternatif lokasi 2 :


1. Pencapaian
Alternatif lokasi 3 ini memiliki akses pencapaian yang bagus tanpa
harus masuk dalam kawasan Pantai Marina, Lokasi ini bisa dicapai
langsung oleh bus pariwisata berkapasitas 42 orang dikarenakan area
ini melewati jalan utama ke pantai marina.
2. Kawasan
Untuk penilaian kawasan, area ini memang cocok untuk pembuatan
Oceanarium, namun area ini terlalu jauh dari laut sehingga pada
proses pengambilan maupun pemutaran air laut yang nantinya
dibutuhkan di bangunan ini terlalu jauh..
3. Topografi
Area ini memiliki topografi yang datar dengan kondisi tanah reklamasi
4. Ketersediaan jaringan
Untuk kesediaan jaringan mulai air bersih, listrik, komunikasi dan
pembangunan umum semua sudah tersedia
5. Luasan (20)
Alternatif lokasi ke 2 ini memiliki luasan yang dapat digunakan untuk
bangunan Oceanarium berskala nasional dan tentunya masih ada
lahan kosong yang nantinya bisa digunakan untuk bermain landscape
dan area pengembangan.

ARIEF WAHYU N H (5112411032)


94
Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Penilaian ke 3 alternatif tapak yang menjadi area perancangan


Ocenarium dilakukan penilaian pembobotan sebagai berikut :

Tapak
Bobot
Kriteria 1 2 3

Pencapaian 30 30 30 30

Kawasan 30 30 30 10

Topografi 20 10 20 6

Ketersediaan Jaringan 20 10 20 10

Luasan 20 7 20 20

Jumlah 120 87 120 76

Tabel 3.1 Penentuan Tapak

3.2.3 Tapak terpilih

Berdasarkan analisa maka lokasi tapak yang terpilih yaitu :


Alteratif Tapak 2
Lokasi : Jl. Taman Marina, Semarang
Tata Guna Lahan : Wilayah BWK III
Lingkungan : - Padat Penduduk
- Area Pariwisata
- Berdekatan dengan pantai
Batas Utara : Lahan kosong dan Pantai
Selatan : Perumahan
Timur : Lahan kosong
Barat : Convention Center Marina Semarang dan
Taman Rekreasi

Kondisi Eksisting : Lahan Kosong (April 2015)


Kondisi Tapak : Datar
Luas : 73.205m

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 95


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

KDB : 60% Luas Lahan


KDH : 30% Sisa Luas Lahan
GSB : 50% Lebar Jalan 100 m dari garis pantai
Potensi Utama : Dengan penggunaan site ini, didukung
dengan adanya Pantai Marina, Convention
Center, dan Taman rekreasi Mariina
semakin melengkapi fasilitas pariwisata
pantai di Semarang.
Lapisan tanah tanah : Termasuk dalam tanah reklamasi pantai.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No.40/PRT/M/2007

Gambar 3.11 Alternatif Tapak


Sumber : Google Earth yang diolah di CAD

Adapun persyaratan pendirian bangunan menurut Rencana Detail Tata


Ruang kota Semarang, tahun 2000 2010 adalah sebagai berikut:
1. KLB (Koefisien lantai bangunan) yang diijinkan adalah setiap lantai
maximal mempunyai ketinggian 5 m.
2. KDB (Koefisien Dasar bangunan) yang diijinkan adalah 60%
3. Ketinggian bangunan yang diijinkan adalah 10 lantai
4. Garis sempadan bangunan untuk jalan lokal sekunder adalah 12 m

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 96


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

BAB IV

PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN DAN


PERANCANGAN

Adalah suatu usaha untuk melakukan pendekatan pada acuan


merencanakan dan merancang sehingga diharapkan dalam perancangan
Ocenarium di Semarang ini mampu mendekati kelayakan dalam memenuhi
persyaratan pembangunan sebuah jasa pariwisata biota laut di Semarang.
Adapun dasar pendeketakan yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
2. Pendekatan Aspek Fungsional
Perlu pendekatan dalam aspek fungsional, yaitu di perinci apa dan siapa saja
pelaku di dalam ruangan dan bermanfaat untuk menentukan kapasitas
sehingga dapat ditemui besaran ruangnya.
3. Pendekatan Aspek Kontekstual
Dasar pendekatan kontekstual adalah untuk memahami dan menganalisis lokasi
yang terpilih sehingga Oceanarium ini dapat menemukan zoning bangunan.
4. Pendekatan Aspek Arsitektural
Berkaitan dengan konsep bangunan, pada bangunan ini menggunakan
konsep desain Metafora. Yakni mengumpamakan bangunan sebagai sesuatu
yang lain.
5. Pendekatan Struktural
Membahas pertimbangan struktur untuk menganalisa yang akan dimunculkan
pada penerapan konsep strukturnya, mulai dari atap, struktur badan, dinding dan
pondasi.
6. Pendekatan Sistem Utilitas
Membahas tentang bahan yang akan digunakan dalam sistem utilitas
oceanarium
7. Pendekatan Teknis Aquarium
Menjelaskan tentang ukuran, dimensi, konstruksi aquarium yang akan dibuat
dalam oceanarium ini. Dan juga aspek teknis yang perlu dipertimbangkan dalam
pembuatan aquarium besar.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 97


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

4.1 Pendekatan Aspek Fungsional


4.1.1 Analisa Bangunan
Oceanarium adalah sebuah tempat penangkaran ikan-ikan
dan hewan- hewan air laut lainnya dalam suatu akuarium
raksasa yang dibuat menyerupai habitat aslinya, dilengkapi
dengan fasilitas penelitian serta fasilitas lainnya yang
berhubungan dengan wisata yang dapat menunjang kegiatan
Oceanarium tersebut. Selain itu, juga disediakan fasilitas
pendidikan berupa mini museum tentang biota laut serta mini
theater yang akan mempertontonkan film tentang biota laut.
Fungsi Oceanarium adalah :
Ajang rekreasi dan bermain yang mengenalkan biota laut
Memberikan pertunjukan berupa atraksi dan pemutaran film
Mendidik agar mempunyai rasa melindungi dan melestarikan
biota laut
Wadah pelestarian, penelitian dan pembibitan biota laut

Cakupan target wisatawan bangunan ini adalah seluruh


Jawa dengan kapasitas bangunan dapat digunakan untuk 5000
wisatawan.
4.1.2 Analisa Pelaku aktifitas
Pelaku aktivitas pada bangunan selalu dipengaruhi oleh manusia
yang memakai bangunan ini. Pemakai gedung dapat digolongkan
menjadi dua jenis seperti berikut:
Pengunjung
Pengunjung adalah orang yang datang guna menikmati sajian
fasilitas dan biota atau barang yang dipamerkan. Misal untuk
mengunjungi ruang Audiovisual yang disajikan atau mengamati
biota laut yang ditampilkan dan lain sebagainya. Pengunjung ini

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 98


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

bebas untuk mengatur dirinya sebagai penikmat fasilitas yang


disediakan.
Pengelola
Pengelola bangunan adalah orang yang bertugas untuk menjaga,
merawat, meneliti,0 memasarkan, dan melayani kepada
masyarakat yang ingin menyewa jasanya.

Gambar 4.1 diagram pengelola gedung


Sumber : analisa penyusun,2015

4.1.3 Analisa Kebutuhan Ruang dan Hubungan Ruang


i. Kebutuhan ruang
Sasaran proyek perancangan Oceanarium ini meliputi 3
aspek yaitu aspek Edukasi, Rekreasi, dan Konservasi.
Berdasarkan sasaran proyek perancangan tersebut maka
kebutuhan ruang pada Oceanarium ini terbagi menjadi 3
kelompok yaitu (arena pameran, terowongan antasena,
terowongan antasena berarus, dll), Edukasi (mini museum,
perpustakaan, R.Audio Visual, kelas pengenalan biota laut, dll),

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 99


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN
FUNGSI PENGGUNA JENIS KEGIATAN RUANG YANG
DIBUTUHKAN

Konservasi (Pusat penelitian dan budidaya terumbu karang,


taman mangrove, dll).

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 100


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

- Pengunjung Datang dan masuk Pintu Gerbang


Membeli tiket Loket
Duduk, menunggu
Hall, Lobby
Mencari informasi
R.Informasi
Melihat pameran aneka biota
R.Peraga (Akuarium
laut.
dinding)
Melihat akuarium dengan ban
berjalan di terowongan
Terowongan Berarus.
antasena
Lebih mengenal Biota dengan kolam kecil tanpa
Rekreasi penutup.
memgang
Kolam sentuh.

Relaksasi. Kolam relaksasi.


R. Cinderamata
Melihat-lihat, memilih barang,
Kasir
membayar dan menerima uang

Makan, minum, bincang-


Cafetaria
bincang,duduk, mendengarkan
musik

- Pengelola Mengelola administrasi kegiatan R. Administrasi


R. TU
Mengelola Keuangan R.Keuangan
Mengelola bangunan R.Pengelola
Mengelola peralatan R. Mekanikal
Mengontrol Peralatan R. Kontrol
Menasehati setiap kegiatan R. Advisor
yang diadakan

Melakukan pemasaran atau Kantor brending


promosi.
R. Marketing
Menerima tamu R.Tamu
Rapat R. Meeting
Mengetes karyawan yang akan R. HRD
masuk
R. Tiketing
Menjual tiket

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 101


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Mengamankan kawasan Pos jaga


R. CCTV

- Peneliti Meneliti, merawat, membuat Laboratorium k e r i n g


laporan, memperbaiki alat Lab Laboratorium b a s a h
ikan, terumbu karang, dan biota
Kolam penangkaran
laut lainnya.
Kolam pembibitan
Meletakan peralatan yang belum
Kolam karantina
atau tidak dibutuhkan
R. Isolasi
Kolam perawatan.
Konservasi dan Budi Daya Gudang peralatan

Pembudidaya atau Budi daya tumbuhan laut yang Kolam Budidaya


pengelola nantinya akan di tampilkan pada R.Penjualan
ruang peragaan dan dapat juga
untuk di jual

Untuk menurunkan biota laut Drop Off


yang baru datang

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 102


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Edukasi - Pengunjung Mencari tahu serta membaca Perpustakaan


buku mengenai biota-biota laut.

Menonton film tentang biota laut.


Melihat aneka biota laut yang R.Audio Visual
diawetkan.

Belajar memahami tentang biota Mini Museum


laut menggunakan media
elektronik R. Touch Screen

Pengunjung dan Bersantai di taman Landscape taman yang


Pengelola didukung dengan fasilitas

Menitipkan Kendaraan Parkir


Melakukan ibadah Musholla
Servis
Buang air Toilet

Pengelola Menaruh barang masing-masing R. Loker


pegawai

Memasak Dapur
Servis dan Service
Istirahat pegawai R. Istirahat
Menaruh dan menyimpan Lavatory
peralatan kebersihan

Menyimpan barang yang tidak Gudang


terpakai

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 103


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Pengelola Wadah untuk mengurus R. Monitor


masalah mekanikal elektrikal R. Panel
air,pembuangan, serta servis
R. Staff Panel
alat
R. Genset
Utilitas
R. Pompa
R. AHU
R. Reservoir
R. Tangki Filtrasi

Tabel 4.1 Kebutuhan Ruang


Sumber : Analisa Pribadi dan literatur

ii. Hubungan Ruang

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 104


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Diagram 4.2 Hubungan Ruang


Sumber : Analisa Pribadi dan literatur
4.1.4 Analisa Sirkulasi Luar dan Dalam
i. Analisa Sirkulasi Luar
Analisa sirkulasi ruang luar pada Ocenarium meliputi pergerakan
pengunjung, pengelola dan pengantar / penjemput dalam
mencapai bangunan. Perencanaan zona parkir perlu
mempertimbangkan kepentingan pelaku yang bersangkutan agar
sirkulasi kendaraan yang berjalan lancar .

Diagram 4.3 Sirkulasi Luar


Sumber : Analisa Pribadi dan literatur

ii. Analisa Sirkulasi Dalam

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 105


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Analisa pada ruang dalam saling mempengaruhi dengan pola


organisasi ruang yang dihubungkan. Terdapat beberapa
konfigurasi jalur sebagai dasar untuk dikembangkan sesuai
dengan pola pergerakan yang diinginkan.

Sirkulasi Pengunjung

Datang Beli tiket Hall

R.Pamer Aquarium

Toilet Touch Screen

Mushola Kolam terbuka

Kolam sentuh

R.Audio Visual

Kantin

Pulang R.Souvenir

Diagram 4.4 Sirkulasi Pengunjung


Sumber : Analisa Pribadi dan literatur

Sirkulasi Pengelola
R.Karyawan

Dapur
Loker
Aquarium

ARIEF
DatangWAHYU N H (5112411032) 106
Membersihkan area

R.Pengelola
Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Diagram 4.5 Sirkulasi Pengelola


Sumber :4.1.5
Analisa Studi
Pribadi dan literatur
Kapasitas dan Besaran Ruang
LUAS
KEBUTUHAN STANDAR
KAPASITAS SUMBER LITERATUR
RUANG LITERATUR
(m)
R.Penerima
Hall 4000 org 0,5 m/org NAD 2000
Lobby lounge
Informasi 2 org 9 m/org HMC 18
Loket 4 org 14 m/org HMC 56
Toilet
WC 2000 P 1,2 SRG 40
2000 W m/60P/40W 60
Urinoir 0,6 m/60 P SRG 20
Wastafel 0,9 m/40 W SRG 45
R. Introduksi 10%. 30org 0,6 m/org NAD 180

Sirkulasi 30% 753

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 107


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

R.Peragaan
R. 4000 org 0,65- AJM 2600
Pengamatan 0,9m/org 520
Sirkulasi 6000
Aquarium 250
besar
Aquarium 50
sedang
Aquarium kecil
Kolam Sentuh
Kolam terbuka SRG 50
R. Duduk 50 org 0,74 m/org TSS 37
R. Pengawas 2 org 4,8 m/org SRG 10
Karantina Ikan
Klm 100 m SRG 100
Penjajakan 150 m SRG 75
Klm Pemulihan 150 m SRG 75
Klm 1 org PAH 18
Pembibitan 3 org PAH 27
R. Pengawas 2 buah SRG 20
R. Pegobatan 315
Gudang 94,5

Sirkulasi 30%

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 108


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Ampliteater
Hall 500 org 0,05 m/org PAH 25
Informasi 2 org 4,8 m/org PAH 10
Loket 4 org 4,8 m/org PAH 20
Panggung 5 org 8,55 m/org TSS 42,5
R.duduk+Sirku 500 org 0,74 m/org TSS 444
lasi 20%
R.pelatih 5 org 4,0 m/org PAH 25

Kolam 6 ekor 19,6 m/ekor S 117,6

Peragaan
Kolam istirahat 6 ekor 19,6m/ekor S 117,6

Kolam
penyimpanan 5 org 8,55 m/org TSS 42,75

Back stage 2 org 12 m/org PAH 24

R.Kontrol 2 org 0,7 m/org PAH 24

suara
20 org 1,5 m/org PAH 14
R.kontrol
cahaya
15 org 1,5 m/org PPMU 22,5
R.Istirahat
20
R.rias / ganti
Gudang alat
Toilet
300 org 0,05 m/org HMC 15
Pria
200 org 0,05 m/org HMC 10
Wanita

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 109


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

R. Audio visual
Auditorium 250 org 1,5 m/org NAD 375
R.Pengelola 1 org 10 m/org PPMU 10
R. Proyektor PPMU 60
R. Koleksi PPMU 10
Gudang PPMU 20
475
Sirkulasi 10% 47,5

Touch Sreens
R. Permainan 10 org 2 m/unit SRG 20
R. Menonton 20 org 0,74 m/org TSS 14,8
34,8
Sirkulasi 20% 3,48

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 110


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Pengelola
R.Kepala 1 org 10 m/org NAD 10
bagian 6 org 2,25 m/org NAD 13,5
R. Administrasi 4 org 4 m/org NAD 16
R. TU 6 org 4 m/org NAD 24
R.Keuangan 2 org 4 m/org NAD 8
R. Mekanikal 2 org 4 m/org NAD 8
R. Kontrol 8 org 10

R.Tamu 18 org 100

R. Meeting 3 org 4 m/org 12

R. HRD 2 org 4 m/org 8

R.kurator 2 org 2,25 m/org 5

Pos jaga 2 org 2,25 m/org 5


30
R. CCTV
6
R. Istirahat
Pantry
Toilet
3 org 0,05 m/org HMD 0,15
Pria
2 org 0,05 m/org HMD 0,1
Wanita
30 org 2 m/org 60
Loker
63,15
Sirkulasi 20%

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 111


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Peputakaan
R.Penerima 1 org 0,9 m/org TSS 90
R. Penitipan 100 org 0,06 m/org NAD 6
brg AJM
R. Katalog 5000 buku 9 m TSS 6
R. buku 100 org 162 buku/m TSS 30,86
R. Baca 1,875 m/org PPMU 187,5
R. Film & 40 m SRG 40
audio
R. 9

Peminjaman &
Fotocopy
372,3

Sirkulasi 20% 74,4

Lab Zoologi
Kepala lab 1 org 10 m/org NAD 10
R.Diskusi 10 org 1,62 m/org NAD 16,2
Lab. Alat 1 unit 6,72 m/org SRG 6,72
Lab. Basah 1 unit 44,8 m/org SRG 56
Lab. Kering 1 unit 14,4 m/org SRG 18
R. Koleksi 1 unit 60 m SRG 60

Gudang Alat 12 m SRG 12


178,9

Sirkulasi 20% 35,8

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 112


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Lab Botani
Kepala lab 1 org 10 m/org NAD 10
R.Diskusi 10 org 1,62 m/org NAD 16,2
Lab. Alat 1 unit 6,72 m/org SRG 6,72
Lab. Basah 1 unit 44,8 m/org SRG 56
Lab. Kering 1 unit 14,4 m/org SRG 18
R. Koleksi 1 unit 60 m SRG 60

Gudang Alat 12 m SRG 12


178,9

Sirkulasi 20% 35,8

Toko 10 buah 9m/buah SRG 90


Cinderamata
Sirkulasi 30 %
Cafetaria
Hall 100 org 0,2 m/org EA 20
Kasir 2 org SRG 10
R. Makan 100 org 1,3 m/org EA 130
Dapur 100 org 0,54 m/org EA 54
Gudang Basah 100 org 0,6 m/org EA 60
Gudang kering 100 org 0,18 m/org EA 18

Toilet
Pria 70 org 0,2 m/org TSS 14

Wanita 30 org 0,2 m/org TSS 6

Sirkulasi 20% 312

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 113


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Utilitas
R. Monitor 2 org 18 m/org SRG 18
R. Staf 4org 4,8 m/org SRG 19,2
perawat
gedung SRG 128
R. SRG 10
Transfomator SRG 18
R. Panel SRG 30
R. Genset 250 m TSS 56,4
R. Pompa 500 m TSS 169

Reservoir air 125 m TSS 41

laut 65 m TSS 21,2

Tangki filtrasi 2 m 10 m/org TSS 20

Tangki SRG 200

Bulanan SRG 64

Tangki harian
Workshop
Services yard
Drop off
Karantina
R. Isolasi 200
R. 150
Penempatan
ikan baru 80
R. Pengobatan 50
R. Filter 150
R. Pembibitan

Tabel 4.2 Besaran Ruang


Jumlah Luas : 17.953,03
Sumber : Analisa Pribadi dan literatur
Keterangan:
NAD : Neufert Architects Data
TSS : Time Saver Standards
PAH : Planning Architecture Hand Book

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 114


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

AJM : AJ Metric
PPMU : Pedoman Pembakuan Museum Umum Tingkat Propinsi
HMC : Hotel, Motel and Condominium
EA : Encyclopedia Architecture
SRG : Studi Ruang Gerak
S : Survey

PERHITUNGAN KEBUTUHAN PARKIR PENGUNJUNG


Kapasitas : 5000 orang
Jenis Kendaraan : asumsi
Bus wisata (30%) : 1.500 org
Mobil (40%) : 2.000 org
Motor (20%) : 1.000 org
Lain-lain (10%) : 500 org
Standar :
a) 1 bus = 40 orang, 43 m/bus
Jumlah bus = 1500 : 40 = 38 bus
Luas = 25 x 43 m = 1.634 m
b) 1 mobil = 4 orang, 25 m/mobil
Jumlah mobil = 2.000 : 4 = 500 mobil
Luas = 500 x 25 m = 12.500 m
c) 1 motor = 2 orang, 1,5 m/motor
Jumlah motor = 500 : 2= 250 motor
Luas = 250 x 1,5 m = 375 m
PERHITUNGAN KEBUTUHAN PARKIR PENGELOLA
`Jumlah karyawan = 90 orang
Asumsi : Jumlah mobil = 25 mobil

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 115


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Luas = 25 x 25 m = 625 m
Jumlah motor = 50 motor
Luas = 50 x 1,5 m = 75 m

TOTAL KEBUTUHAN LUAS PARKIR =(10.470 + 700 + 575 + 625 + 75)m


= 14.584 m
Total kebtuhan lahan : 17.953,03+ 14.584 m = 32.537,03 m

4.2 Pendekatan Aspek Kontekstual


4.2.1 Pendekatan Site Terpilih

Gambar 4.1 Site Terpilih


Sumber : Analisis 2015

Taman Rekreasi
Batas-batas Site 2
Marina
Utara : Lahan kosong dan Pantai
Selatan: Perumahan
Timur : Lahan kosong
Barat : Convention Center Marina Semarang dan
Taman Rekreasi Marina
Lahan kosong Pantai Marina Convention Hall

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 116


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.2 Foto Site dan batas site


Sumber : Analisis 2015

Adapun persyaratan pendirian bangunan menurut Rencana Detail Tata


Ruang kota Semarang, tahun 2000 2010 adalah sebagai berikut:

5. KLB (Koefisien lantai bangunan) yang diijinkan adalah setiap lantai


maximal membpunyai ketinggian 5 m.
6. KDB (Koefisien Dasar bangunan) yang diijinkan adalah 60%
7. Ketinggian bangunan yang diijinkan adalah 10 lantai
Garis sempadan bangunan (GSB) untuk jalan lokal sekunder
adalah 12 m dan dari tepi pantai 100 m

4.2.2 Site Oceanarium

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 117


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.3 Luasan dan batas site


Sumber : Pribadi

4.3 Analisa Arsitektural


4.3.1 Analisa Dan Pendekatan Penerapan Konsep Metafora

Metafora adalah perumpamaan suatu hal dengan sesuatu yang


lain. Dalam bidang arsitektur, metafora berarti mengumpamakan
bangunan sebagai sesuatu yang lain. Cara menampilkan
perumpamaan tersebut adalah dengan memindahkan sifat-sifat dari
sesuatu yang lain itu ke dalam bangunan, sehingga akhirnya para
pengamat dan pengguna arsitekturnya bisa mengandaikan arsitektur
itu sebagai sesuatu yang lain.

Ada tiga kategori metafora :

Intangible metaphor, kreasi metafora berangkat dari konsep, ide,


kondisi manusia, atau kualitas tertentu (individualitas,
kealamiahan, komunitas, tradisi, budaya)

Tangible metaphor; metafora berangkat dari visual atau karakter


material (rumah sebagai istana, atap kuil sebagai langit)

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 118


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Combine metaphor, di mana konseptual dan visual saling


menindih sebagai titik keberangkatan desain. (Antoniades, 1992)

4.3.2 Kegunaan dari Penerapan Metafora


e. Mempengaruhi pengertian orang terhadap suatu obyek yang
kemudian dianggap belum atau suatu hal yang tidak dapat
dimengerti.
f. Dapat menimbulkan interpretasi-interpretasi yang lain dari orang
yang mengamatinya.
g. Menyebabkan pengamat memandang suatu obyek dari karya
Arsitektural dari sudut pandang yang lain.
h. Dapat menghasilkan karya Arsitektur yang ekspresif.

4.3.3 Contoh bangunan oceanarium berkonsep arsitektur Metafora


1. Battumi Okinawa Oceanarium ini terinspirasi dari Bentukkan kerikil
yang berkarakteristik yang ditemukan di pantai Batumi dan akan
memberikan pemandangan pantai dan laut hitam. Berlokasi di Str
Rustaveli, Batumi, Republik Georgia

Gambar 4.4 Battumi Okinawa Oceanarium


Sumber : Google
2. Dolphinarium di akuarium ini dirancang menjadi pusat penelitian
biota laut yang terletak di dekatnya. Bangunan ini memiliki
rukuran lebar 150 meter, dan luas keseluruhan sekitar 35 000
meter . Bangunan ini terinspirasi dari kerang laut penghasil

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 119


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

mutiara. Bangunan ini berada di Vladivostok , Rusia

Gambar 4.5 Primorsky Aquarium Oceanarium


Sumber : Google

4.3.4 Konsep Metafora Pribadi

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 120


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.6 Konsep bangunan


Sumber : Ilustrasi pribadi

4.4 Pendekatan Konsep Struktur


Dalam pendekatan konsep struktur untuk perencanaan dan perancangan
Oceanarium, penulis membuat dasar pertimbangan untuk menganalisa yang
akan muncul hasil penerapan konsep strukturnya. Secara bertahap struktur
yang akan ada mulai dari struktur kaki / pondasi, struktur badan, struktur
kepala / atap, dan struktur-struktur khusus jika diperlukan. Berikut
pendekatan konsep struktur Oceanarium.
4.4.1 Struktur Kaki / Pondasi
Dasar Pertimbangan :
1. Topografi datar, jenis tanah reklamasi
2. Untuk menopang 3 lantai
Kesimpulan:
Mengunakan jenis pondasi dalam setempat yaitu Mini Pile
dengan Pile Cap yang cukup dalam dan Pondasi Lajur Batu
Kali.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 121


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.7 : Konsep Struktur Pondasi


Sumber : Analisa
4.4.2 Struktur Badan
1. Kolom bangunan menggunakan IWF atau tulangan besi ulir
2. Menggunakan bahan beton karena lebih mudah dibentuk
menjadi apapun.
3. Menghubungkan Sloof, Kolom, dan Balok yang saling
mengikat satu kesatuan.
4. Untuk dinding bisa menggunakan ACP, atau bahan material
lain dengan menggunakan frame yang dapat dibuat alurnya
sendiri dengan tujuan memudahkan untuk memberikan bentuk
peniruan.
5. Menggunakan struktur shell yang nantinyamenjadi cangkang untuk
badan sekaligus atap bangunan.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 122


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.8 skedul kolom dan balok


Sumber : Analisa

Gambar 4.9 ACP (Alumunium Composit Panel)


4.4.3 Sumber
Struktur Kepala : Google
/ Atap
Untuk tingkat kerumitan yang lebih tinggi, struktur yang paling
cocok adalah struktur cangkang (shell). Struktur Cangkang/Shell
Structure menurut R.Sutrisno (1983), adalah plat yang
melengkung ke satu arah atau lebih yang tebalnya jauh lebih kecil
daripada bentangannya. Gaya-gaya yang harus didukung dalam
struktur cangkangdisalurkan merata melalui permukaan bidang
sebagai gaya-gaya membran yang diserap oleh bentuk
strukturnya.Dengan demikian tidak terdapat gaya lintang dan
momen lentur. Suatu Struktur Shell harus mempunyai tiga syarat
yaitu :
1. Harus mempunyai bentuk lengkung, tunggal maupun ganda
(single or double).
2. Harus tipis terhadap permukaan ataupun bentangannya
3. Harus dibuat dari bahan keras, kuat, ulet dan tahan terhadap
tarikan dan tekanan.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 123


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Untuk menentukan struktur yang tepat yang akan digunakan pada


suatu bangunan, langkah bijak pertama yang harus dilakukan
adalah dengan mengetahui struktur yang ada beserta sifat dan
penggunaannya..
Bentuk shell diklasifikasikan menjadi tiga macam sesuai dengan
bentuk terjadinya :
1. Rotational Surface
Adalah bidang yang diperoleh bilamana suatu garis lengkung
yang datar diputar terhadap suatu sumbu. Shell dengan
permukaan ratisional dapat dibagi tiga yaitu, Spherical
Surface, Elliptical Surface, Parabolic Surface.
2. Transitional Surface
Adalah bidang yang diperoleh bilamana ujung ujung suatu
garis lurus digeser pada dua bidang sejajar. Shell dengan
permukaan transitional dibagi dua yaitu Cylindrical Surface
dan Elliptical Surface.

3. Translational Surface
Adalah bidang yang diperoleh dengan garis lengkung yang
datar digeser sejajar diri sendiri terhadap garis lengkung yang
datar lainnya. Shell dengan translational dibagi menjadi
Hyperbolic Paraboloid dan Conoid.

Sebagai sebuah struktur menurut Sukawi (2010), Shell


digolongkan menjadi beberapa macam berdasarkan :

1. Secara Geometri

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 124


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.10 shell secara geometri


Sumber : Google

2. Berdasarkan Proses Pembentukan

Gambar 4.11 shell berdasarkan proses pembentukan


Sumber : Google
3. Berdasarkan Penggolongan Kedudukan Kurva

Gambar 4.12 shell berdasarkan Penggolongan Kedudukan Kurva

Sumber : Google
4.5 Pendekatan Sistem Utilitas Bangunan
i. Sistem Elektrikal
Sistim elektrikal pada Oceanarium ini menggunakan listrik yang

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 125


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

bersumber dari PLN dengan tenaga cadangan dari generator set


(genset). Bila listrik dari PLN padam, selang sembilan detik
generator akan menyala dengan back up listrik 80 % dari kapasitas
listrik PLN.

PENERANGAN
TRAFO
AC
AUTOMATIC SWITCH MDP SDP
MACHINE

GENSET STOP KONTAK

Diagram 4.6 :Konsep Instalasi Penerangan


CCTV

Sumber : Analisa Pribadi


SOUND SYSTEM

ii. Instalasi Penerangan dan Stop Kontak


Instalasi penerangan dan stop kontak saling mendukung. Dengan
adanya stop kontak di sebelah saklar penerangan dan di area
tertentu dapat memberikan akses listrik kepada alat elektronik
apapun yang akan digunakan dalam bangunan ini. Ada 2 model
penerangan yaitu dengan pencahayaan alami dan buatan.
a. pencahayaan alami

Sistem ini menggunakan pencahayaan matahari atau sinar


matahari, dengan ciri ciri akan ketergantungannya dengan cuaca
dan waktu, intensitas tidak dapat diatur, dan dapat menimbulkan
panas dan silau.

Pemecahan efek matahari dapat dilakukan dengan


perletakan dan desain bukaan yang tepat., penanaman, pemilihan
dan perletakan vegetasi dengan tepat serta penggunaan kaca non
glare dengan heat reflecting atau material bangunan lain yang
sesuai yang dapat mengatasi panas yang ditimbulkan. Contoh
refleksi cahaya yang dapat menimbulkan cahaya alami pada

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 126


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

bangunan.

b. Pencahayaan buatan

Pencahayaan buatan merupakan bentuk pencahayaan pada


suatu ruangan atau bangunan dengan cara memberikan
penerangan lampu yang dialiri listrik, pencahaan buatan
kebanyakan dilakukan pada malam hari namun terkadang
dilakukan pada siang hari juga, sebagai elemen pendukung.
Pencahayaan buatan dibagi menjadi 2, yaitu ;

1) Pencahayaan langsung
a) Wall washer, pencahayaan kebawah dipasang pada
permukaan dinding .
b) Down light, pencahayaan kebawah, langsung pada obyek
dan dipasang pada plafond.
c) Track light, pemasangan lampu sorot secara linear
sepanjang dinding atau tergantung pada aplikasi pada ruang
yang cukup luas.
d) Spot light, penyinaran dengan cahaya kuat / terang untuk
obyek utama.
2) Pencahayaan tidak langsung
a) Cove light, pencahayaan diarahkan kelangit langit
sehingga pantulannya memberikan cahaya pada ruangan.
b) Valance light, diarahkan keatas atau kebawah dari sumber
yang disembunyikan oleh papan horisontal.
c) Cornice lighting, diarahkan kebawah secara vertikal dari
aksesoris interior pada plafond.
Macam pencahayaan buatan dapat dilihat pada gambar berikut :

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 127


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.13 Pencahayaan Tidak Langsung


Sumber : neufert, ernst, 2002

Diagram 4.14 Konsep Instalasi Penerangan


Sumber : Analisa Pribadi

iii. Sistem Penghawaan


Terdapat dua jenis penghawaan atau pengondisian udara, yaitu :

a. Penghawaan alami (ruang power dan ruang-ruang bangunan


peneglola)
Penghawaan alami adalah dengan pemanfaatan sirkulasi udara
alami, digunakan pada ruang ruang yang membutuhkan sirkulasi
udara bebas tanpa menuntut tingkat kenyamanan tinggi
b. Penghawaan buatan (yang akan dimaksimalkan di bangunan
utama)

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 128


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

1. Pengahawaan buatan dengan menggunakan AC spilt ataupun


central. Sekarang banyak Ac yang sudah modern dengan
teknologi sensor orang pada ruangan tersebut.
2. Dengan turbin ventilation ( memasukkan udara ke dalam
bangunan ), exhaust fan ( mengisap udara panas dari dalam
ruangan ) dan local fan ( mengeluarkan udara yang ada
ruangan untuk mempercepat penguapan udara panas di dalam
ruangan ). Ketiga sistem ini lebih hemat biaya, namun proses
kerjanya kurang efektif karena temperature dan kelembaban
udara tidak dapat diatur/dikondisikan secara akurat sesuai
dengan kebutuhan, serta kebersihan udara tidak terjamin.

turbin ventilation exhaust fan AC split AC central

Tabel 4.3 Penghawaan buatan


Sumber : Google
iv. Instalasi CCTV (Close Circuit Television)
Dengan adanya pemberian keamanan secara coninue dengan cara
merekam kegiatan setiap ruangan yang memerlukan dalam bentuk
video recorder, agar mudah mengetahui secara dini bentuk
kejahatan di setiap ruang yang perlu keamanan. Dengan
menempatkan CCTV di setiap titik ruangan yang membutuhkan.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 129


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.15 jenis CCTV


Sumber : Google

v. Instalasi Sound System


Sistim Sound System dalam hal ini menerapkan sistim yang sama
hanya dalam bentuk pengeluaran yang berbeda: audio dengan
hasil suara sedangkan dalam bentuk gambar. Semua sistim audio-
video dikontrol oleh suatu ruang control yang bertanggung jawab
terhadap penayangan audio-video pada tiap titik ruangan yang
telah ditentukan.

Diagram 4.16 Instalasi Sound System


Sumber : Google

vi. Instalasi Pemadam Kebakaran

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 130


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

a. Pendeteksian awal terhadap api


Alat yang bekerja dalam pendeteksian awal terhadap api
adalah heat + smoke detector. Alat ini mampu mendeteksi panas
dalam satu ruangan apabila panas telah melampaui kondisi
ambang batas suhu yang ditentukan. Alat ini juga mendeteksi
adanya asap yang terakumulasi dalam jumlah banyak pada suatu
ruangan. Deteksi ini akan dilanjutkan dengan pembunyian alarm
sebagai tanda bahaya. Dalam hal ini perlu juga diletakkan alarm
manual yang letaknya mudah dilihat dan dicapai, sebagai back up
pada perangkat otomatis bila pengguna sekolah menyadari api
terlebih dahulu dibanding alarm otomatis.

Gambar 4.17 Instalasi pemadam


Sumber : Google

b. Pemadaman api
Untuk langkah pemadaman diperlukan perangkat sebagai
berikut:

Sprinkler
Alat ini berfungsi memancarkan sejumlah air bertekanan
secara otomatis dan merata ke semua arah sebagai
pemadam kebakaran yang dipasang pada plafond ruangan,
biasanya terpadu dengan smoke + heat detector. Alat akan
bekerja secara otomatis bila kepala sprinkler pecah akibat
panas dan otomatis akan menyemburkan air untuk
memadamkan api.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 131


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Hydrant Box
Alat ini terdiri atas keran putar, selang air penyiram (hose)
yang tergulung rapi dalam suatu box yang terhubung dengan
tempat air dengan up feed system. Panjang selang berkisar
2530 meter diletakkan minimal 1 unit pada tiap lantai
bangunan. Alat ini ditempatkan dalam kotak kaca yang
ditanam dalam dinding. Jika kebakaran terjadi maka kotak
kaca akan dipecahkan dan kran diputar untuk mengalirkan air
melalui selang.
Hydrant Pillar
Alat ini terletak dibagian luar bangunan, berfungsi sebagai
tempat penyambungan antara selang air dengan ground
reservoir untuk memadamkan api di bagian luar bangunan.
Fire Extinguisher
Alat pemadam kebakaran yang menggunakan bahan kimia
tertentu yang berfungsi memadamkan api secara langsung.
Bentuknya berupa tabung dengan ukuran tertentu. Diletakkan
minimal satu pada tiap lantai bangunan bersama hydrant box.

c. Penyelamatan / pengevakuasian pengguna


Upaya penyelamatan dilakukan dengan penempatan:
Pintu darurat
Tangga darurat
Tangga darurat dalam hal ini juga merupakan kompartemen
sehingga dilengkapi dengan pressure-fan atau stair pressurection
yang berfungsi menghisap asap kemudian dialirkan ke vent-duct
yang dalam hal ini merupakan shaft asap. Disamping itu pressure
fan juga berfungsi sebagai pemberi tekanan agar tekanan udara di

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 132


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

dalam tangga darurat lebih tinggi daripada tekanan di luar tangga


darurat sehingga asap tidak dapat masuk ke dalam ruangan
tangga darurat.

Penerangan darurat
Komunikasi darurat

vii. Sistem air bersih bangunan

Kebutuhan air bersih dapat diambil dari saluran air yang


bersumber dari sumur artesis dan PDAM. Air dari sumur artesis
dan PDAM akan digunakan untuk kebutuhan air minum, air pengisi
kolam renang, air mandi, air pengisi alat pemadam kebakaran,
kebutuhan penyiraman tanaman pada landscape, dan
sebagainya.

Dalam sistim distribusi air PDAM akan digunakan tangki


penampung (ground resevoir) dengan menganut sistim up-feed
system. Untuk ground reservoir, air yang ada di dalam
dihubungkan dengan 2 macam pompa: pompa untuk menaikkan
air keatas bangunan dan pompa khusus hydrant pillar yang hanya
bekerja kala kran hydrant pillar dibuka saat terjadi bahaya
kebakaran.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 133


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Diagram 4.9 Instalasi air bersih bangunan


Sumber : Google
viii. Sistem Penyediaan air laut
Bangunan aquarium didukung oleh alat filtrasi untuk
menjernihkan air laut. Air untuk main tank (tangki utama) dan
akuarium air laut lainnya diperoleh dari laut Semarang.
Sistem filtrasi terdiri darii 2 macam (Konstruksi, 1994:55) ::
Penyaringan terhadap benda-benda padat digunakan jenis
pressurize filter (filter bertekanan) dan sand filter (filter pasir)
Untuk mematikan zat-zat kimia yang tidak dikehendaki
digunakan ozon
Adapun proses penyediaan air laut adalah ;

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 134


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Diagram 4.10 Sirkulasi penyediaan air laut


Sumber : Iwan Sutrisno, 1997
Keterangan :
Salt water reservoir: bak penampungan air laut
: unit pompa penggerak arus
Pressurize filter : alat penyaring bertekanan, untuk
menyaring lumpur. Alat ini berupa lempengan persegi panjang
yang diletakan berhadap-hadapan secara egak lurus dan tetap,
tetapi dapat digerakan ke depan serta ke belakang. Setiap plat
disambung dan dipasang saringan sebagai penahan lumpur
(Sugiharto, 1987 : 141)
Sand Filter : alat penyaring pasir dengan sistem
pemutaran kembali air laut (Sugiharto, 1987:162)
Ozonasi : sterilisasi zat alami air laut dengan penambahan
ozon
Aerasi : penambahan oksigen ke dalam air laut dengan
memancarkan air, menjaga air laut agar tetap segar.

Ka saringan Air laut


pertama pressurise
Saringan Penjernihan
pertama pertama
R1

w
N
w
ARIEF WAHYU N H (5112411032) 135
Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

K1 P1

P2

K2
R2
Penjernihan
kedua
Saringan
kedua
K2. Saringan Ke tangki persediaan /
kedua penyimpanan

Gambar 4.11 Sirkulasi penyaringan air laut


Sumber : Iwan Sutrisno, 1997

Keterangan gambar :
K1 : Air laut keluar dari saringan I R1 : Perputaran kembali limbah dari penjernihan I
K2 : Air laut yang keluar dari saringan II R2 : Perputaran kembali limbah dari penjernihan II
P1 : Pompa pembuangan dari saringan i W : Sumur pengumpul
P2 : Pompa pembuangan dari saringan II X : Klep pengontrol yang terapung

ix. Pembuangan Limbah

Sistim pembuangan limbah cair atau air kotor yang berasal


dari WC, binatu, dapur dan lavatory akan langsung dibuang ke bak
kontrol untuk menyaring material yang masih bersifat padatan
(seperti: plastik, pembalut wanita dan sebagainya) untuk kemudian
dialirkan ke dalam STS (Sewage Treatdment System) dengan
bahan kimia yang bersifat menghancurkan dan mengencerkan
limbah. Setelah melewati STS, limbah dianggap sudah layak untuk
dibuang ke riol kawasan yang kemudian berlanjut ke riol kota
karena dianggap sudah tidak banyak mengandung bahan kimiawi
yang membahayakan lingkungan.

4.6 Pendekatan teknis Aquarium


4.4.1 Bahan Bangunan Aquarium
Bahan bangunan harus ramah dengan biota laut sehingga tidak
memperpendek usia biota laut tersebut.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 136


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

4.4.2 Bentuk, dimensi, dan konstruksi Aquarium


- Bentuk Aquarium
Bentuk bulat : kekurangannya kaca berfungsi sebagai lensa
yang dapat mengecilkan atau membesarkan penglihatan
terhadap ikan-ikan yang ada didalamnya.

DIMENSIAQUARIUM(cm) TEBALACRYLIC MINIMAL(mm)

Memanjang ke atas : kekurangannya tekanan air terhadap


kaca akan lebih besar sehingga memerlukan kaca yang
lebih tebal.
Lonjong/ silinder : kelebihannya mudah dibersihkan,
kekurangannya sama seperti bentuk bulat yaitu penipu
penglihatan mata.
Diorama : akuarium ini dibuat di dalam tembok dan hanya
dinikmati dari satu sisi saja. Pembuatannya lebih mahal dan
membutuhkan perawatan yang rumit. Kelebihannya yaitu
menimbulkan kesan seolah sedang mengintip kehidupan
bawah laut.
Kubus : pembuatannya lebih mudah.
Bentuk rumah-rumahan
Segienam : model ini biasanya diletakkan dengan menempel
didinding. Bentuk ini dibuat untuk memenuhi tuntutan
akuarium yang lebih besar, keinginan menghadirkan
akuarium yang menyatu dengan rumahnya.

- Dimensi Aquarium
Berikut merupakan dimensi aquarium untuk bahan kaca dan
acrylic. Tabel ketebalan kaca untuk aquarium air laut.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 137


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Panjang Lebar Tinggi


70 55 45 6
90 55 45 8
130 55 55 10
150 55 60 10
180 60 60 15
240 120 80 20

- Konstruksi Aquarium
Saat ini di pasaran telah banyak dijual aquarium dengan berbagai
bahan, seperti kaca, fiberglass, maupun acrylic. Masing-masing

bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.


BAHAN KEKURANGAN KELEBIHAN
ACRYLIC Sulit menjadi konduktor, Lebih ringan, kuat, lebih cerah bila
sehingga aquarium terkena sinar, permukaan lebih licin
menjadi panas. sehingga sulit ditumbuhi oleh lumut,
dapat dipoles apabila terjadi goresan,
Tabel 4.4. Tabel ketebalan acrylic untuk
lebihaquarium
lentur air laut.
sehingga mudah dibentuk
sesuaiKanisius
Sumber : Eko Budi Kuncoro Akuarium Laut Penerbit keinginan, tidak 2004.
edisi Pertama membutuhkan
sambungan.

Tabel 4.5 Perbandingan Bahan Plastik, Kaca, dan Acrylic.

Sumber : Eko Budi Kuncoro Akuarium Laut Penerbit Kanisius edisi Pertama 2004.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 138


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

5.4.1 Teknis Aquarium


Keadaan di laut tropis dapat dikatakan selalu konstan, oleh
sebab itu keadaan air dalam aquarium harus sedemikian juga. Suhu
harus dijaga antara 25oC sampai 28oC, pH(derajat keasaman)
sekitar 8,4, dan salinitas (kadar garam) dengan berat jenis sekitar
1,021. Derajat keasaman dan mutu air akan banyak berubah karena
adanya interaksi para penghuni aquarium.

Suhu

Suhu yang terjaga sekitar 26oC merupakan hal yang mutlak


untuk aquarium air laut. Alat yang digunakan untuk mengukur
suhu aquarium yaitu Thermometer.

Gambar 4.18 Thermometer


Sumber : Google
Thermometer digunakan untuk melihat suhu air di dalam
aquarium. Suhu yang baik untuk aquarium air laut yaitu
berkisar antara 25oC-29oC. Apabila didalam aquarium laut
tersebut lebih banyak dipelihara karang dan anemone laut,
maka sebaiknya suhu dipertahankan pada 26oC, sedangkan
apabila lebih banyak dipelihara ikan maka suhu dipertahankan
pada 27oC. Suhu yang terlalu tinggi dapat diatasi dengan
peralatan pendingin khusus (chiller) atau dengan kipas angin
yang diletakkan di bawah sungkup aquarium.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 139


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.19 Chiller


Sumber : Google
Chiller berfungsi untuk mendinginkan atau menurunkan
panas air laut dalam aquarium. Aquarium besar yang dilengkapi
dengan lampu metal halide dapat menyebabkan kenaikan suhu
dari 27oC hingga 30oC-32oC. Hal ini menyebabkan
metabolisme ikan dan hewan laut lainnya juga meningkat yang
berarti bahwa organ tubuh dipaksa bekerja cepat sehingga
menyebabkan ikan dan terumbu karang mati.
Derajat Keasaman (pH)

Derajat keasaman (pH) merupakan ukuran konsentrasi


hidrogen dan ion hidroksida dalam larutan. Aquarium air laut
mempunyai pH antara 8,0 sampai 8,5 artinya air lebih bersifat
basa. Alat yang digunakan untuk mengukur derajat keasaman
atau pH yaitu pH-meter.

Gambar 4.20 pH Meter Digital


Sumber : Google

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 140


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Salinitas(kadarGaram)

Kadargaram(salinity)adalah ukuran beberapa banyak


garam yang larut dalam air, diukur dengan gramperliter. Air laut
daerah tropis mempunyai kadar garam sekitar 35 gram per liter.
Alat yang digunakan untuk mengukur kadar garam adalah
refraktometer.

Gambar 4.21m Refraktometer


Sumber : Google
Oksigen

Aerator adalah alat untuk menyuplai oksigen yang


berbentuk gelembung- gelembung (buble) yang masuk ke
dalam air dengan selang kecil. Pada aquarium air tawar alat
ini merupakan alat vital, tetapi pada aquarium air laut, aerator
hanya digunakan pada saat listrik PLN mati.

Gambar 4.15 Aerator AC Gambar 4.16 Aerator

Gambar 4.22 Aerator


Sumber : Google
Pencahayaan

Pencahayaan untuk aquarium air laut sekurang-kurangnya


harus memenuhi dua fungsi utama, yaitu pencahayaan

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 141


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

harus mampu melestarikan kehidupan dan fungsi-fungsi


kehidupan penghuni aquarium, mulai dari pengaruh kalor
yang dihasilkan oleh lampu dan efek warna lampu yang
mengubah perilaku biota laut. pencahayaan juga harus
memberikan keindahan bagi aquarium sehingga memberikan
kenikmatan bagi yang memandang.
Pompa air

Keberadaan pompa air sangat dibutuhkan pada setiap


aquarium, tanpa pompa tersebut maka pemeliharaan
aquarium akan sia-sia. Pompa air dalam aquarium berfungsi
sebagai hati dari sistem aquarium air laut. Pompa yang baik
adalah pompa yang memenuhi syarat-syarat antara lain;
konsumsi energi rendah namun kekuatan outputnya besar,
selain itu mudah diinstal (dipasang kembali) setelah
dibersihkan. Kegunaan dari pompa meliputi tiga bagian antara
lain :

b. Pompa sirkulasi / filter


Pada aquarium yang berukuran kecil, perpaduan
batu koral dan gerakan air oleh aerator sudah cukup
menjaga kejernihan air dalam aquarium, tetapi tidak
berlaku untuk aquarium dengan ukuran yang lebih
besar. Pada aquarium dengan ukuran yang besar, ikan
yang dipelihara cukup banyak, sehingga sisa makanan
dan kotoran hasil buangan dari badan ikan pun banyak
dan dapat menjadi racun. Oleh sebab itu, diperlukan alat
penyaringan (filter).
Pompa sirkulasi yang diperlukan yaitu pompa yang
kuat karena merupakan sistem utama semua sistem
filtrasi, dan berfungsi membawa air dari aquarium ke filter
serta dikembalikan lagi ke dalam aquarium. Bahan yang
digunakan untuk menyaring air terdiri atas dua macam,
yaitu karbon aktif yang berwarna hitam dan serat filter

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 142


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

yang berwarna putih.

Gambar 4.23 Pompa Sirkulasi


Sumber : Google
c. Pompa Arus
Pompa arus digunakan untuk menciptakan
arus dalam air sehingga suplay oksigen ke dalam
aquarium tetap terjaga. Adapun arus air diciptakan
sesuai dengan kondisi alam lautan yaitu sebagai berikut.
Air pada lapisan air laut mempunyai kerapatan (density)
yang lebih rendah dibandingkan dengan lapisan yang
ada dibawahnya, sehingga semakin kebawah terjadi
penurunan kandungan oksigen terlarut. Dengan adanya
arus, maka lapisan permukaan akan berpindah ke bawah
dan lapisan bawah akan berpindah ke atas. Hal ini
berlangsung terus sehingga kandungan oksigen pada
berbagai lapisan akan sama.
Pada aquarium tanpa arus ikan akan banyak
berkumpul di permukaan karena hanya pada lapisan ini
paling banyak mengandung oksigen. Posisi pompa pada
aquarium akan mempengaruhi kuat lemahnya arus pada
suatu daerah di dalam aquarium.
Secara umum, debit pompa dan panjang arus
tercantum pada tabel berikut :

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 143


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

DEBIT POMPA (liter/ jam) PANJANG ARUS MAKSIMAL (m)


250 0,55
270 0,75
300 0,85
540 1,50
1000 1,75
1200 2,00
2000 3,00
2280 3,10
Tabel 4.6 Debit Pompa dan Arus Maksimal yang dapat Dicapai.
Sumber : Eko Budi Kuncoro Akuarium Air Laut Penerbit Kanisius edisi Pertama 2004.

d. Pompa Protein Skimmer

Telah dijelaskan sebelumnya kegunaan dari pompa


protein skimmer yaitu untuk untuk merombak materi
organik (protein) alga yang melayang bebas, dan sisa-
sisa pakan. Penggunaan skimmer didasarkan pada filtrasi
pada adanya sistem filtrasi, tingkat kepadatan organisme,

5.4.2 Terowongan dunia bawah air (Under Water)


a. Bentuk
Bentuk terowongan dapat dilihat melalui tampak ataupun potongan
bangunan.
1. Terowongan di darat :

Ikan tidak sesuai ukuran Masih memungkinkan melihat


ARIEF WAHYU sebenarnya,
N H (5112411032)
akibat bentuk ikan dalam ukuran sebenarnya, 144
kaca yang cekung melalui kaca tegak lurus
Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 4.24 Potongan Terowongan di darat


2. Terowongan di pantai : entuk trowongan mengikuti prinsip pipa
Sumber : Iwan Sutrisno, 1997
bulat, yang dapat saling meniadakan gaya-gaya desakan air.
Sedangkan prinsip struktur penyangga yang dapat dipakai
antara lain :

Gambar 4.25 Terowongan di pantai


Sumber : Iwan Sutrisno, 1997

b. Sirkulasi
Sirkulasi terowongan dapat dilihat melalui denah bangunan.
Adapun sirkulasi yang dapat terjadi antara lain:
Langsung

Membelok

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 145


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Melingkar

Gambar 4.26 Sirkulasi Terowongan


Sumber : Iwan Sutrisno, 1997

Gambar 4.26 Pembuatan Terowongan


ARIEF WAHYU N H (5112411032) 146
Sumber : http://indonesian.alibaba.com/product-gs/indoor-acrylic-tunnel.html
Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 147


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

BAB V
KONSEP PROGRAM
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

5.1 Aspek Fungsional


4.6.1 Analisa Sirkulasi Luar dan Dalam
iii. Analisa Sirkulasi Luar
Analisa sirkulasi ruang luar pada Oceanarium meliputi pergerakan
pengunjung dan pengelola dalam mencapai bangunan.

Diagram 5.1 Sirkulasi Luar


Sumber : Analisa Pribadi dan literatur

iv. Analisa Sirkulasi Dalam


Sirkulasi Pengunjung

Datang Beli tiket Hall

R.Pamer Aquarium

Toilet Touch Screen

Mushola Kolam terbuka

Kolam sentuh

R.Audio Visual
Diagram 5.2 Sirkulasi Pengunjung
Sumber : Analisa Pribadi dan literatur Kantin

Pulang R.Souvenir

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 148


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Sirkulasi Pengelola R.Karyawan

Dapur
Loker
Aquarium

Datang Membersihkan area

R.Pengelola

R.Karantina Istirahat

Laboratorium Gudang

Toilet

Mushola

Diagram 5.3 Sirkulasi Pengelola Kantin


Pulang
Sumber : Analisa Pribadi dan literatur

4.6.2 Studi Kapasitas dan Besaran Ruang

LUAS
KEBUTUHAN STANDAR LITERATUR
KAPASITAS SUMBER
RUANG LITERATUR (m)

R.Penerima
4000 org 0,5 m/org NAD 2000
Hall
Lobby lounge
2 org 9 m/org HMC 18
Informasi
4 org 14 m/org HMC 56
Loket
Toilet
2000 P 1,2 SRG 40
WC
2000 W m/60P/40W 60
0,6 m/60 P SRG 20
Urinoir
0,9 m/40 W SRG 45
Wastafel
10%. 30org 0,6 m/org NAD 180

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 149


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

R. Introduksi
753
Sirkulasi 30%
R.Peragaan
R. Pengamatan 4000 org 0,65- AJM 2600
Sirkulasi 0,9m/org 520
Aquarium besar 6000
Aquarium 250
sedang
Aquarium kecil 50

Kolam Sentuh
Kolam terbuka SRG 50
R. Duduk 50 org 0,74 m/org TSS 37
R. Pengawas 2 org 4,8 m/org SRG 10

Karantina Ikan
Klm Penjajakan 100 m SRG 100
Klm Pemulihan 150 m SRG 75
Klm Pembibitan 150 m SRG 75
R. Pengawas 1 org PAH 18
R. Pegobatan 3 org PAH 27
Gudang 2 buah SRG 20
315

Sirkulasi 30% 94,5

Ampliteater
Hall 500 org 0,05 m/org PAH 25
Informasi 2 org 4,8 m/org PAH 10
Loket 4 org 4,8 m/org PAH 20
Panggung 5 org 8,55 m/org TSS 42,5
R.duduk+Sirkula 500 org 0,74 m/org TSS 444
si 20%
R.pelatih 5 org 4,0 m/org PAH 25
19,6 m/ekor S 117,6

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 150


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Kolam 6 ekor
Peragaan 19,6m/ekor S 117,6
Kolam istirahat
Kolam 6 ekor 8,55 m/org TSS 42,75
penyimpanan 12 m/org PAH 24
5 org
Back stage 0,7 m/org PAH 24
R.Kontrol suara 2 org 1,5 m/org PAH 14
R.kontrol 1,5 m/org PAH 22,5
2 org
cahaya PPMU 20

R.Istirahat 20 org
R.rias / ganti 0,05 m/org HMC 15
15 org
Gudang alat 0,05 m/org HMC 10

Toilet 300 org


Pria
200 org
Wanita

R. Audio visual
Auditorium 250 org 1,5 m/org NAD 375
R.Pengelola 1 org 10 m/org PPMU 10
R. Proyektor PPMU 60
R. Koleksi PPMU 10
Gudang PPMU 20
475
Sirkulasi 10% 47,5

Touch Sreens
R. Permainan 10 org 2 m/unit SRG 20
R. Menonton 20 org 0,74 m/org TSS 14,8
34,8
Sirkulasi 20% 3,48

Pengelola
R.Kepala bagian 1 org 10 m/org NAD 10
R. Administrasi 6 org 2,25 m/org NAD 13,5

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 151


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

R. TU 4 org 4 m/org NAD 16


R.Keuangan 6 org 4 m/org NAD 24
R. Mekanikal 2 org 4 m/org NAD 8
R. Kontrol 2 org 4 m/org NAD 8
R.Tamu 8 org 10
R. Meeting 18 org 100

R. HRD 3 org 4 m/org 12

R.kurator 2 org 4 m/org 8

Pos jaga 2 org 2,25 m/org 5

R. CCTV 2 org 2,25 m/org 5

R. Istirahat 30
6
Pantry
Toilet
Pria
3 org 0,05 m/org HMD 0,15
Wanita
2 org 0,05 m/org HMD 0,1
Loker
30 org 2 m/org 60
Sirkulasi 20%
63,15

Peputakaan
1 org 0,9 m/org TSS 90
R.Penerima
100 org 0,06 m/org NAD 6
R. Penitipan brg
9 m AJM 6
R. Katalog
5000 buku 162 buku/m TSS 30,86
R. buku
100 org 1,875 m/org TSS 187,5
R. Baca
40 m PPMU 40
R. Film & audio
SRG 9
R. Peminjaman
& Fotocopy
372,3
74,4
Sirkulasi 20%
Lab Zoologi
Kepala lab 1 org 10 m/org NAD 10
R.Diskusi 10 org 1,62 m/org NAD 16,2

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 152


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Lab. Alat 1 unit 6,72 m/org SRG 6,72


Lab. Basah 1 unit 44,8 m/org SRG 56
Lab. Kering 1 unit 14,4 m/org SRG 18
R. Koleksi 1 unit 60 m SRG 60
Gudang Alat 12 m SRG 12
178,9
Sirkulasi 20% 35,8

Lab Botani
Kepala lab 1 org 10 m/org NAD 10
R.Diskusi 10 org 1,62 m/org NAD 16,2
Lab. Alat 1 unit 6,72 m/org SRG 6,72
Lab. Basah 1 unit 44,8 m/org SRG 56
Lab. Kering 1 unit 14,4 m/org SRG 18
R. Koleksi 1 unit 60 m SRG 60

Gudang Alat 12 m SRG 12


178,9

Sirkulasi 20% 35,8

Toko 10 buah 9m/buah SRG 90


Cinderamata
Sirkulasi 30 %
Cafetaria
Hall 100 org 0,2 m/org EA 20
Kasir 2 org SRG 10
R. Makan 100 org 1,3 m/org EA 130
Dapur 100 org 0,54 m/org EA 54
Gudang Basah 100 org 0,6 m/org EA 60
Gudang kering 100 org 0,18 m/org EA 18

Toilet
Pria 70 org 0,2 m/org TSS 14

Wanita 30 org 0,2 m/org TSS 6

Sirkulasi 20% 312

Utilitas

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 153


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

R. Monitor 2 org 18 m/org SRG 18


R. Staf perawat 4org 4,8 m/org SRG 19,2
gedung
R. Transfomator SRG 128
R. Panel SRG 10
R. Genset SRG 18
R. Pompa SRG 30

Reservoir air 250 m TSS 56,4

laut TSS 169

Tangki filtrasi 500 m TSS 41

Tangki Bulanan 125 m TSS 21,2

Tangki harian 65 m 10 m/org TSS 20

Workshop 2 m SRG 200


SRG 64
Services yard
Drop off
Karantina
R. Isolasi S 200
R. Penempatan S 150
ikan baru
R. Pengobatan S 80
R. Filter S 50
R. Pembibitan S 150

Jumlah Luas 17.953,03

Tabel 5.1 Besaran Ruang


Sumber : Analisa Pribadi dan literatur

Keterangan:
NAD : Neufert Architects Data
TSS : Time Saver Standards
PAH : Planning Architecture Hand Book
AJM : AJ Metric
PPMU : Pedoman Pembakuan Museum Umum Tingkat Propinsi

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 154


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

HMC : Hotel, Motel and Condominium


EA : Encyclopedia Architecture
SRG : Studi Ruang Gerak
S : Survey
PERHITUNGAN KEBUTUHAN PARKIR PENGUNJUNG
Kapasitas : 5000 orang
Jenis Kendaraan : asumsi
Bus wisata (30%) : 1.500 org
Mobil (40%) : 2.000 org
Motor (20%) : 1.000 org
Lain-lain (10%) : 500 org
Standar :
d) 1 bus = 40 orang, 43 m/bus
Jumlah bus = 1500 : 40 = 38 bus
Luas = 25 x 43 m = 1.634 m
e) 1 mobil = 4 orang, 25 m/mobil
Jumlah mobil = 2.000 : 4 = 500 mobil
Luas = 500 x 25 m = 12.500 m
f) 1 motor = 2 orang, 1,5 m/motor
Jumlah motor = 500 : 2= 250 motor
Luas = 250 x 1,5 m = 375 m

PERHITUNGAN KEBUTUHAN PARKIR PENGELOLA


`Jumlah karyawan = 90 orang
Asumsi : Jumlah mobil = 25 mobil
Luas = 25 x 25 m = 625 m
Jumlah motor = 50 motor
Luas = 50 x 1,5 m = 75 m

TOTAL KEBUTUHAN LUAS PARKIR =(10.470 + 700 + 575 + 625 + 75)m


= 14.584 m
Total kebtuhan lahan : 17.953,03+ 14.584 m = 32.537,03 m

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 155


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

5.2 Konsep Konstektual


5.2.1 Site terpilih

Gambar 5.1 Luasan dan batas site


Sumber : Pribadi

Lokasi : Jl. Taman Marina, Semarang


Tata Guna Lahan : Wilayah BWK III
Lingkungan : - Padat Penduduk
- Area Pariwisata
- Berdekatan dengan pantai
Batas Utara : Lahan kosong dan Pantai
Selatan : Perumahan
Timur : Lahan kosong
Barat : Convention Center Marina Semarang dan
Taman Rekreasi
Kondisi Eksisting : Lahan Kosong dan datar (Maret 2015)
Luas : 73.205 m2

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 156


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

KDB : 60% Luas Lahan


KDH : 30% Sisa Luas Lahan
GSB : 50% Lebar Jalan, 100 m dari garis pantai
5.2.2 Zoning Site

Gambar 5.2 Zoning Tapak


Sumber : Ilustrasi Pribadi

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 157


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

5.3 Analisa Arsitektural


Metafora adalah perumpamaan suatu hal dengan sesuatu yang lain. Dalam
bidang arsitektur, metafora berarti mengumpamakan bangunan sebagai
sesuatu yang lain. Cara menampilkan perumpamaan tersebut adalah
dengan memindahkan sifat-sifat dari sesuatu yang lain itu ke dalam
bangunan, sehingga akhirnya para pengamat dan pengguna arsitekturnya
bisa mengandaikan arsitektur itu sebagai sesuatu yang lain.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 158


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Diagram 5.3 Konsep metafora


Sumber : Iiustrasi pribadi

5.4 Pendekatan Konsep Struktur


5.4.1 Struktur Kaki / Pondasi
Mengunakan jenis pondasi dalam setempat yaitu Pile cap dengan
panjang dan lebar yang telah ditentukan agar bangunan tetap aman
dan Pondasi Lajur Batu Kali.

Gambar 5.4 : Konsep Struktur Pondasi


Sumber : Analisa
.
5.4.2 Struktur Badan
1. Kolom bangunan menggunakan IWF atau tulangan besi ulir
2. Menggunakan bahan beton karena lebih mudah dibentuk
menjadi apapun.
3. Menghubungkan Sloof, Kolom, dan Balok yang saling

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 159


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

mengikat satu kesatuan.


4. Untuk dinding bisa menggunakan ACP, atau bahan material
lain dengan menggunakan frame yang dapat dibuat alurnya
sendiri dengan tujuan memudahkan untuk memberikan bentuk
peniruan.
5. Menggunakan struktur shell yang nantinyamenjadi cangkang untuk
badan sekaligus atap bangunan.

Gambar 5.11 skedul kolom dan balok


Sumber : Analisa

Gambar 5.12 ACP (Alumunium Composit Panel)


Sumber : Google

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 160


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

5.4.3 Struktur Kepala / Atap


Untuk tingkat kerumitan yang lebih tinggi, struktur yang paling
cocok adalah struktur cangkang (shell). Struktur
Cangkang/Shell Structure menurut R.Sutrisno (1983), adalah
plat yang melengkung ke satu arah atau lebih yang tebalnya
jauh lebih kecil daripada bentangannya. Gaya-gaya yang
harus didukung dalam struktur cangkangdisalurkan merata
melalui permukaan bidang sebagai gaya-gaya membran yang
diserap oleh bentuk strukturnya.Dengan demikian tidak
terdapat gaya lintang dan momen lentur.

Gambar 5.13 Struktur shell


Sumber : Google

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 161


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Gambar 5.11 shell berdasarkan proses pembentukan


5.5 Aspek Sistem Utilitas Sumber
Bangunan: Google

5.3.1 Instalasi Elektrikal


PENERANGAN
TRAFO
AC
AUTOMATIC SWITCH MDP SDP
MACHINE

GENSET STOP KONTAK

CCTV

SOUND SYSTEM
Diagram 5.4 :Konsep Instalasi Penerangan
Sumber : Analisa Pribadi

5.3.2 Instalasi Penerangan dan Stop Kontak

Instalasi Penerangan untuk kebutuhan bangunan dan


lingkungan sekitar bangunan dengan jenis lampu yang sesuai.
Menggunakan jenis lampu khusus untuk perlakuan ruang khus
agar lebih menarik.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 162


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Diagram 5.5 Konsep Instalasi Penerangan


Sumber : Analisa Pribadi

5.3.3 Sistem Penghawaan

Menggunakan model AC Split dan AC Central, AC Split


membutuhkan ruang untuk penempatan outdoor AC sedangakan
AC Central membutuhkan space ruang di langit-langit untuk
penempatan ducting dan AC Cassete serta harus ada Ruang AHU
(Air Handling Unit).

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 163


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Diagram 5.6 : Konsep Instalasi AC


Sumber : Analisa
5.3.4 Inslatasi CCTV

Diagram 5.8 Instalasi CCTV


5.3.5 Instalasi SoundSumber
System: Ilustrasi Pribadi

Semua sistim audio-video dikontrol oleh suatu ruang control


yang bertanggung jawab terhadap penayangan audio-video
pada tiap titik ruangan yang telah ditentukan.

Diagram 5.7 : Konsep Instalasi Sound System


Sumber : Analisa
5.3.6 Sistim Perlindungan Bahaya Kebakaran

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 164


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Untuk langkah pemadaman diperlukan perangkat sebagai


berikut:
Sprinkler
Hydrant Box
Hydrant Pillar
Fire Extinguisher

Upaya penyelamatan dilakukan dengan penempatan:


Pintu darurat
Tangga darurat

Diagram 5.8 : Konsep Instalasi Pemadam Kebakaran


Sumber : Analisa
5.3.7 Suplai air bersih bangunan

Kebutuhan air bersih dapat diambil dari saluran air yang


bersumber dari sumur artesis dan PDAM. Air dari sumur artesis
dan PDAM akan digunakan untuk kebutuhan air minum, air pengisi
kolam renang, air mandi, air pengisi alat pemadam kebakaran,
kebutuhan penyiraman tanaman pada landscape, dan
sebagainya.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 165


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Dalam sistim distribusi air PDAM akan digunakan tangki


penampung (ground resevoir) dengan menganut sistim up-feed
system. Untuk ground reservoir, air yang ada di dalam
dihubungkan dengan 2 macam pompa: pompa untuk menaikkan
air keatas bangunan dan pompa khusus hydrant pillar yang hanya
bekerja kala kran hydrant pillar dibuka saat terjadi bahaya
kebakaran.

Diagram 5.9 : Konsep Instalasi Air Bersih


Sumber : Ilmu Teknik Sipil.com

5.3.8 Sistem Penyediaan air laut


Bangunan aquarium didukung oleh alat filtrasi untuk

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 166


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

menjernihkan air laut. Air untuk main tank (tangki utama) dan
akuarium air laut lainnya diperoleh dari laut Semarang.
Sistem filtrasi terdiri darii 2 macam (Konstruksi, 1994:55) ::
Penyaringan terhadap benda-benda padat digunakan jenis
pressurize filter (filter bertekanan) dan sand filter (filter pasir)
Untuk mematikan zat-zat kimia yang tidak dikehendaki
digunakan ozon
Adapun proses penyediaan air laut adalah ;

Diagram 5.10 Sirkulasi penyediaan air laut


Sumber : Iwan Sutrisno, 1997

Keterangan :
Salt water reservoir: bak penampungan air laut
: unit pompa penggerak arus

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 167


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Pressurize filter : alat penyaring bertekanan, untuk


menyaring lumpur. Alat ini berupa lempengan persegi panjang
yang diletakan berhadap-hadapan secara egak lurus dan tetap,
tetapi dapat digerakan ke depan serta ke belakang. Setiap plat
disambung dan dipasang saringan sebagai penahan lumpur
(Sugiharto, 1987 : 141)
Sand Filter : alat penyaring pasir dengan sistem
pemutaran kembali air laut (Sugiharto, 1987:162)
Ozonasi : sterilisasi zat alami air laut dengan penambahan
ozon
Aerasi : penambahan oksigen ke dalam air laut dengan
memancarkan air, menjaga air laut agar tetap segar.

Ka saringan Air laut


pertama pressurise
Saringan Penjernihan
pertama pertama
R1

K1 P1
w P2
R2
Saringan
K2 N Penjernihan
w
kedua kedua
K2. Saringan Ke tangki persediaan /
kedua penyimpanan

Diagram 5.11 Sirkulasi penyaringan air laut


Sumber : Iwan Sutrisno, 1997
Keterangan gambar :
K1 : Air laut keluar dari saringan I R1 : Perputaran kembali limbah dari penjernihan I
K2 : Air laut yang keluar dari saringan II R2 : Perputaran kembali limbah dari penjernihan II
P1 : Pompa pembuangan dari saringan i W : Sumur pengumpul
P2 : Pompa pembuangan dari saringan II X : Klep pengontrol yang terapung

5.3.9 Pembuangan Limbah

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 168


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Sistim pembuangan limbah cair atau air kotor yang berasal


dari WC, binatu, dapur dan lavatory akan langsung dibuang ke bak
kontrol untuk menyaring material yang masih bersifat padatan
(seperti: plastik, pembalut wanita dan sebagainya) untuk kemudian
dialirkan ke dalam STS (Sewage Treatdment System) dengan
bahan kimia yang bersifat menghancurkan dan mengencerkan
limbah. Setelah melewati STS, limbah dianggap sudah layak untuk
dibuang ke riol kawasan yang kemudian berlanjut ke riol kota
karena dianggap sudah tidak banyak mengandung bahan kimiawi
yang membahayakan lingkungan.

Diagram 5.12 : Konsep Instalasi Air Kotor dan Air Bekas


Sumber : Analisa

5.6 Analisa Aquarium


5.4.3 Bahan Bangunan
Tahan terhadap air laut yang mengandung garam
Tidak mengganggu ekosistem laut
Khusus untuk aquarium menggnakkan bahan-bahan seperti
frame logam, satiless steel, plastik, plexiglass, kaca, acrilic
(Dwiponggo, 1976:6)
5.4.4 Bentuk, dimensi, dan konstruksi aquarium

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 169


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

- Bentuk Aquarium yang akan digunakan


Memanjang ke atas : kekurangannya tekanan air terhadap
kaca akan lebih besar sehingga memerlukan kaca yang
lebih tebal.

Lonjong/ silinder : kelebihannya mudah dibersihkan,


kekurangannya sama seperti bentuk bulat yaitu penipu
penglihatan mata.

Diorama : akuarium ini dibuat di dalam tembok dan hanya


dinikmati dari satu sisi saja. Pembuatannya lebih mahal dan
membutuhkan perawatan yang rumit. Kelebihannya yaitu
DIMENSIAQUARIUM(cm) TEBALACRYLIC MINIMAL(mm)
Panjang Lebar Tinggi

menimbulkan kesan seolah sedang mengintip kehidupan


bawah laut.

Kubus : pembuatannya lebih mudah.

Bentuk rumah-rumahan

Segienam : model ini biasanya diletakkan dengan menempel


didinding. Bentuk ini dibuat untuk memenuhi tuntutan
akuarium yang lebih besar, keinginan menghadirkan
akuarium yang menyatu dengan rumahnya.

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 170


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

70 55 45 6
90 55 45 8
130 55 55 10
150 55 60 10
180 60 60 15
240 120 80 20

Tabel 5.3. Tabel ketebalan acrylic untuk aquarium air laut.


Sumber : Eko Budi Kuncoro Akuarium Laut Penerbit Kanisius edisi Pertama 2004.

- Konstruksi Aquarium
bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
BAHAN KEKURANGAN KELEBIHAN

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 171


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

ACRYLIC Sulit menjadi konduktor, Lebih ringan, kuat, lebih


sehingga aquarium menjadi cerah bila terkena sinar,
panas. permukaan lebih licin
sehingga sulit ditumbuhi
oleh lumut, dapat dipoles
apabila terjadi goresan,
lebih lentur sehingga
mudah dibentuk sesuai
keinginan, tidak
membutuhkan
sambungan.
Tabel 5.4 Perbandingan Bahan Plastik, Kaca, dan Acrylic.
Sumber : Eko Budi Kuncoro Akuarium Laut Penerbit Kanisius edisi Pertama 2004.

5.4.5 Teknis Aquarium


Keadaan di laut tropis dapat dikatakan selalu konstan, oleh
sebab itu keadaan air dalam aquarium harus sedemikian juga. Suhu
harus dijaga antara 25oC sampai 28oC, pH(derajat keasaman)
sekitar 8,4, dan salinitas (kadar garam) dengan berat jenis sekitar
1,021. Derajat keasaman dan mutu air akan banyak berubah karena
adanya interaksi para penghuni aquarium. Untuk itu Aquarium ini
harus benar-benar diperhatikan demi menjaga kehidupan biota laut
didalamnya dengan menggunakan Thermometer, Chiller, pH meter,
Refraktometer, Aerator, dengan penyesuaian pencahayaan
aquarium yang disesuaikn dengan cahaya habitat aslinya.

5.4.6 Terowongan dunia bawah air (Under Water)


c. Bentuk

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 172


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Bentuk terowongan dapat dilihat melalui tampak ataupun potongan


bangunan.
1. Terowongan di darat :

Ikan tidak sesuai ukuran Masih memungkinkan melihat


sebenarnya,Gambar 5.13 Potongan Terowongan
akibat bentuk di ukuran
ikan dalam darat sebenarnya,
kaca yang cekung Sumber : Iwan Sutrisno,
melalui
1997 tegak lurus
kaca

2. Terowongan di pantai : entuk trowongan mengikuti prinsip pipa


bulat, yang dapat saling meniadakan gaya-gaya desakan air.
Sedangkan prinsip struktur penyangga yang dapat dipakai
antara lain :

Gambar 5.14 Terowongan di pantai


Sumber : Iwan Sutrisno, 1997

d. Sirkulasi
Sirkulasi terowongan dapat dilihat melalui denah bangunan.
Adapun sirkulasi yang dapat terjadi antara lain:

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 173


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

Langsung

Membelok

Melingkar

Gambar 5.15 Sirkulasi Terowongan


Sumber : Iwan Sutrisno, 1997

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 174


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 175


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

DAFTAR PUSTAKA

Sutrisno, Iwan; Seaworld Indonesia di Semarang, Universitas Khatolik


Soegijapranata, Semarang, 1997
Peraturan Daerah Tingkat II Semarang No.2, 1990 : 29
Peraturan Daerah Tingkat II Semarang No.2, 1990 : 67
http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra. 14 April 2015. 22.05 WIB
http://mulaidengankanan.blogspot.com/pengertian-laut. 14 April 2015. 22.45 WIB
Kuncoro, Eko Budi; Akuarium Laut, Kanisius, Jakarta, 2004.
BAB II DESKRIPSI PROYEK OCEANARIUM, Google, 15 April 2015. 00.12 WIB
Ainsyah , Sinta Isfandiary; Lovinas Aqua-Marine Life, Institut Teknologi Bandung,
Bandung, 2014
Setiyowati , Ernaning; Metaphor As The New Power Of Design , 2007
http://Presidents Medals Refracting History - Fort Perch Rock Oceanarium.htm
http://Seaworld Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.htm
http://O-Fish Ketebalan Kaca Akuarium.com .15 April 2015. 00.45 WIB
http://Separate oceanariums _ - ,
.com. 15 April 2015. 00.48 WIB
http://The Gulf Stream oceanarium _ - ,
.com. 15 April 2015. 00.51 WIB
http://. -Blue Planet Aquarium.com.
15 April 2015. 00.53 WIB
http://BIG.com/ Bersama Menata Indonesia Yang Lebih Baik.15 April 2015. 00.56
WIB
http://In Progress Primorsky Aquarium _ OJSC Primorgrajdanproekt _
ArchDaily.com 1 Mei 2015. 11.03 WIB
Lembaran Daerah Kota Semarang No.8 Tahun 2001 Seri E. 7 Mei 2015
Oktaria, R.Yhudis Armi; Oceanarium Di kawasan Pantai Marina Semarang,
Universitas Diponegoro, Semarang, 2005
Anggeni, rikardus Grace Kriss; Akuarium Laut Di Yogyakarta, Universitas Atma
Jaya, Yogyakarta, 2010
Chrishand, Derindra Katlyn, Taman dan Aquarium di Tepi Laut, Universitas
Khatolik Soegijapranata, Semarang, 2014

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 176


Perancangan Oceanarium di Semarang

Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Metafora

PENDAHULUAN

http://Atap Teduh Lestari.com 15 Mei 2015. 01.56 WIB


http://Material atap lengkung Atap lengkung zincalume Atap lengkung
Bahan atap lengkung Atap Zincalume. 15 Mei 2015. 01.58 WIB
http://anditriplea.blogspot.com/2013/02/sistem-pengolahan-dan-pengadaan-
air_7027.html

ARIEF WAHYU N H (5112411032) 177