Anda di halaman 1dari 2

Hattori Hanzo mungkin ninja yang paling kita kenal karena didapati ada film kartunnya Ninja

Hatori. Dia adalah seorang pengikut dan pelayanan di Tokugawa Ieyasu, dan merupakan
kekuatan utama Ieyasu menjadi shogun dan penguasa Jepang.

Tumbuh di Inga, Hanzo pertama kali didapati ikut dalam pertempuran panjang pada tahun 1570-
an. Tindakan yang paling terkenal pada tahun 1582, ketika Oda Nobunaga tewas setelah
mengkhianati salah satu pengikutnya, Akechi Mitsuhide.

Demi keselamatan Ieyasu dan juga keselamatan provinsi Mikawa, Hanzo bersama-sama rekan
ninja Iga membawa mantan pesaing mereka, klan Koga untuk mengawal Ieyasu ke tempat
yang lebih aman. Ada juga beberapa sumber yang mengatakan bahwa Hanzo membantu
menyelamatkan keluarga Ieyasu yang ditangkap.

Seorang guru tombak-tempur dan taktik, Hanzo setia melayani Tokugawa sepanjang
hidupnya. Di bawah kepemimpinan Tokugawa, ninja Iga menjadi penjaga istana Keshogunan
Tokugawa di kastil Edo, akhirnya menjadi agen rahasia shogun di bawah kepempinan
Oniwabansh.

Setelah kematian Hanzo pada tahun 1596, pengganti yang didapati menerima posisi Hanzo
sebelumnya dinobatkan sebagai Hattori Hanzo, pula. Sebuah praktek yang menjadi tradisi para
pemimpin Iga dan diabadikan sebagai mitos bahwa Hattori Hanzo abadi.

Kato Danzo

Kato Danzo adalah ninja yang mempopulerkan gagasan bahwa ninja memiliki kekuatan
supranatural. Danzo seorang ahli sulap dan banyak orang percaya bahwa dia adalah tukang sihir.
Trik-nya seperti menelan banteng di depan orang banyak dan juga bunga instan yang mereka
lemparkan (shuriken), bahkan memberinya julukan Tobi Kato (Kato terbang).

para peneliti percaya bahwa ia pasti menjadi master hipnosis, meskipun tidak ada yang bisa
memverifikasinya. Salah satu cara reputasi Kato melonjak, akhirnya ia menarik perhatian Uesugi
Kenshin, yang memutuskan untuk menguji kemampuan ninja-nya. Kenshin menantang Danzo
untuk mencuri Naginata berharga (pedang) dari salah satu pengikutnya, Naoe Kanetsugu.
Tidak hanya Danzo yang berhasil menyusup ke benteng yang dijaga begitu ketat dan juga
mengambil pedang Naginata, tapi ia juga menangkap seorang gadis, pembantu istana.
Kenshin yang terkesan padanya dan mulai mencari tau, membawa Danzo ke dalam introgasinya,
Disaat introgasi Kenshin terhadap Danzo, tiba-tiba Danzo tak diinginkan lagi oleh Kenshin,
entah kesimpulan apa yang ada di benak Kenshin, apakah Kanetsugu itu berkomplot dengan
Danzo atau Kenshin memiliki kecurigaan lainnya.

Danzo menjadi pesaing Kenshin dan juga Takeda Shingen. Namun mengenaskan, Danzo terbukti
ketika Shingen menduga bahwa dia adalah seorang agen rahasia dan diperintahkan agar
membunuhnya, pada akhirnya Danzo dipenggal pada tahun 1569.

Fuma Kotaro
Klan Fuma adalah kelompok ninja yang unik di antara ninja yang lain, karena berdiri sendiri dari
persatuan Iga dan Koga dalam melayani klan Hojo di Odawara. Jonin Fuma Kotaro adalah
pemimpin kelima klan dan generasi mereka paling dikenal. Pada saat itu, Fuma dikenal senagai
200 rappa (pengganggu pertempuran) bekerja sebagai perampok, bajak laut, dan pencuri dalam
melayanin Hojo.

Pada tahun 1580, putra Takeda Shigen, Katsuyori menyerang Hojo saat di benteng
Odawara. Semalaman, Kotaro dan anak buahnya diam-diam menyusup ke kamp Takeda dan
menyebabkan kegaduhan dan juga saling membunuh pada malam itu. Pada tahun 1590, Hojo
dikalahkan oleh Toyotomi Hideyoshi, akhirnya Fuma dikucilkan sebagai sampah masyarakat.

(meskipun kemungkinan besar ini tidak benar) cerita masyarakat yang tersebar bahwa pada tahun
1596, Fuma Kotaro dibunuh Hattori Hanzo tapi kemudian dikhianati oleh mantan Ninja Takeda
Kosaka Jinnai, dan akhirnya Fuma Kotaro dipenggal atas perintah Tokugawa Ieyasu pada tahun
1603.

Momochi Sandayu

Ishikawa Goemon disinyalir sebagai murid Momochi Sandayu sebelum menjadi Nukenin.
Momochi Sandayu adalah salah satu pendiri dari Iga Ryu Ninjutsu, dan dianggap salah satu dari
tiga ninja besar pada saat itu Iga Jonin atau antara lain Hattori Hanzo dan juga Fujibayashi
Nagato.

Nama asli Sandayu adalah Momchi Tanbe Yasumitsu, meskipun beberapa sumber menyatakan
bahwa itu tidak benar. Sumber-sumber lain mengklaim bahwa Sandayu dan Fujibayashi Nagato
sebenarnya satu orang yang sama. Ia diyakini telah tewas pada tahun 1581, ketika Oda Nobunaga
menyerang provinsi Iga di Tensho.

Menyedihkan memang ketika Sandayu harus melindungi tiga rumah yang berbeda sekaligus,
karena di identifikasi yang berpenghuni di dalam rumah tersebut ialah para istri dan juga
keluarga. Memang sulit baginya, dia harus berpindah ke lain rumah dan menggunakan identitas
yang berbeda.