Anda di halaman 1dari 2

10 Diagnosa Penyakit Demam Tifoid

Untuk ke akuratan dalam penegakan diagnosa penyakit, dokter akan melakukan


beberapa pemeriksaan laboratorium diantaranya pemeriksaan darah tepi,
pemeriksaan Widal dan biakan empedu.

a. Pemeriksaan darah tepi merupakan pemeriksaan sederhana yang mudah


dilakukan di laboratorium sederhana untuk membuat diagnosa cepat. Akan ada
gambaran jumlah darah putih yang berkurang (lekopenia), jumlah limfosis yang
meningkat dan eosinofilia.

b. Pemeriksaan Widal adalah pemeriksaan darah untuk menemukan zat anti


terhadap kuman tifus. Widal positif kalau titer O 1/200 atau lebih dan atau
menunjukkan kenaikan progresif.

c. Diagnosa demam Tifoid pasti positif bila dilakukan biakan empedu dengan
ditemukannya kuman Salmonella typhosa dalam darah waktu minggu pertama dan
kemudian sering ditemukan dalam urine dan faeces. Sampel darah yang positif
dibuat untuk menegakkan diagnosa pasti. Sample urine dan faeces dua kali
berturut-turut digunakan untuk menentukan bahwa penderita telah benar-benar
sembuh dan bukan pembawa kuman (carrier). Sedangkan untuk memastikan
apakah penyakit yang diderita pasien adalah penyakit lain maka perlu ada diagnosa
banding. Bila terdapat demam lebih dari lima hari, dokter akan memikirkan
kemungkinan selain demam tifoid yaitu penyakit infeksi lain seperti Paratifoid A, B
dan C, demam berdarah (Dengue fever), influenza, malaria, TBC (Tuberculosis), dan
infeksi paru (Pneumonia).

12. Perawatan dan Pengobatan Penyakit Demam Tifoid

Perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit demam Tifoid atau types
bertujuan menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit,
mencegah terjadinya komplikasi, serta mencegah agar tak kambuh kembali.
Pengobatan penyakit tifus dilakukan dengan jalan mengisolasi penderita dan
melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Pasien
harus berbaring di tempat tidur selama tiga hari hingga panas turun, kemudian baru
boleh duduk, berdiri dan berjalan.Selain obat-obatan yang diberikan untuk
mengurangi gejala yang timbul seperti demam dan rasa pusing (Paracetamol),
Untuk anak dengan demam tifoid maka pilihan antibiotika yang utama adalah
kloramfenikol selama 10 hari dan diharapkan terjadi pemberantasan/eradikasi
kuman serta waktu perawatan dipersingkat. Namun beberapa dokter ada yang
memilih obat antibiotika lain seperti ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole,
kotrimoksazol, sefalosporin, dan ciprofloxacin sesuai kondisi pasien. Demam
berlebihan menyebabkan penderita harus dirawat dan diberikan cairan Infus.

11. Pencegahan Penyakit Demam Tifoid


Pencegahan penyakit demam Tifoid bisa dilakukan dengan cara perbaikan higiene
dan sanitasi lingkungan serta penyuluhan kesehatan. Imunisasi dengan
menggunakan vaksin oral dan vaksin suntikan (antigen Vi Polysaccharida capular)
telah banyak digunakan. Saat ini pencegahan terhadap kuman Salmonella sudah
bisa dilakukan dengan vaksinasi bernama chotipa (cholera-tifoid-paratifoid) atau
tipa (tifoid-paratifoid). Untuk anak usia 2 tahun yang masih rentan, bisa juga
divaksinasi.

11. Pencegahan

Kebersihan makanan dan minuman sangat penting dalam pencegahan demam


thypoid. Merebus air minum sampai mendidih dan memasak makanan sampai
matang juga sangat membantu. Sanitasi lingkungan, termasuk pembuangan
sampah dan imunisasi, berguna untuk mencegah penyakit. Secara detail, srategi
pencegahan demam thypoid mencakup hal-hal sebagai berikut :

a. Penyediaan sumber air minum yang baik

b. Penyediaan jamban yang sehat

c. Sosialisasi budaya cuci tangan

d. Sosialisasi budaya merebus air sampai mendidih sebelum diminum

e. Pemberantasan lalat

f. Pengawasan kepada para penjual makanan dan minuman

g. Sosialisasi pemberian ASI pada ibu menysui

h. Imunisasi