Anda di halaman 1dari 19

Laporan Praktikum Anatomi Hewan

Sistem Saraf pada Hewan Vertebrata

Penyusun:
1. Larasati Hening Putri 16030204068
2. Armita Hildan Haniyah 16030204080
3. Mas Fathimah Azzahra 16030204085

Pendidikan Biologi Unggulan


Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Surabaya
2017
I. Judul Praktikum : Sistem Saraf pada Hewan Vertebrata
II. Tanggal Praktikum : Rabu/ 8 Maret 2017
III. Rumusan Masalah :
Bagaimana perbedaan bagian-bagian sistem saraf pada hewan vertebrata?
IV. Tujuan :
Untuk mendeskripsikan perbedaan bagian-bagian sistem saraf pada hewan
vertebrata
V. Dasar Teori
Sistem saraf dibedakan atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi
dan secara fungsional atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
Jaringan sel terdiri dari dari dua jenis sel utama: neuron (sel saraf) dan sel
penunjangnya. Sebuah neuron terdiri dari badan sel dan jalurnya, yakni
dendrit dan akson yang masing-masing membawa implus ke badan sel dan
menjauhi badan sel, lapisan zat lipda dan protein yang dikenal sebagai
myelin, membentuk selubung yang meliputi beberapa akson dengan
demikian sangat meningkatkan konduksi implus, Neuron saling
berhubungan pada sinaps (titik persentuhan antara-neuron). Neuronglia (sel-
gila) adalah sel yang tidak peka terhadap rangsangan dan merupakan
komponen pokok jaringan saraf dan neuronglia berguna sebagai penunjang
dan pemasok zat gizi bagi neuron (Keith L, Moore dan Anne M.R. Agur,
2002:24).
Fungsi Sistem Saraf menurut (Naomi E. Balaban dan James E-
Bobick, 2014:119) adalah merupakan salah satu sistem pengatur utama
tubuh dalam mempertahankan homeostasis, fungsinya untuk 1).
Memonitoring lingkungan internal dan eksternal tubuh 2). Menyatukan
informasi penginderaan dan 3). Mengarahkan atau mengkordinasi reaksi
sistem organ lainya terhadap masukan penginderaan.
Sistem Saraf Pusat terdiri dari otak (cerebrum, encephalon) dan
medulla spinalis, fungsi utama sistem saraf pusat ialah sebagai berikut : 1.
Pelaku integrasi dan koordinasi isyarat neural yang masuk dan keluar. 2.
Pelaksana fungsi mental luhur seperti berpikir dan belajar. Seberkas serabut
saraf (akson) yang menghubungkan bagian sistem saraf, entah dekat
ataupun jauh, disebut traktus (jaras), dan sekelompok badan sel saraf
dikenal sebagai nukleus. Cairan serebropsi nalis (liquor cerebrospinalis) dan
meninges (selaput pembungkus otak dan medulla spinalis: dura meter, pia
mater dan archoidea mater) meliputi dan melindungi saraf pusat, Kita tidak
bisa berfungsi tanpa sistem saraf pusat kita. Dia mengontrol semua bagian
tubuh ini menerima dan menafsirkan pesan dari semua bagian tubuh dan
mengirimkan instruksi.
1. Otak Besar (Cerebrum)
Cerebrum merupakan bagian otak yang terbesar (85%),
yang terdiri dari sepasang hemisfer diensefalom terususun oleh
talamus, hipotalamus, epitalamus, dan subtalamus. Batang otak atau
yang terkenal dengan brain stemteridir dari otak tengah
(midlbrain/mesensefalon), pons dan medula oblongata serebelum
merupakan pusat kordinasi untuk gerakan otot dan terletak
dibelakang batang otak.
2. Otak Kecil (Cerebellum)
Cerebellum dan batang otak menempati atap pelindung
sebagai pemisah serebellum dan serebrum. Permukaan serebelum
berbeda dengan serebrum, karena tampak berlapislapis kedua
hemisfer serebellum dipisahkan oleh suatu subdivisi kortikal
berbentuk seperti vermis.

3. Otak Tengah Otak Tengah (Mesenfalon)


Otak tengah atau mesensefalon adalah segmen batang otak
yang berlokasi antara diensefalon dan pons. Bagian otak ini
merupakan penghubung antara pons dan serebelum dengan
serebrum struktur anatomi fungsional otak tengah terdiri dari empat
bagian, yaitu: tektum, tegmentum, substansia nigra, dan
pedunkulus serebri.
4. Medulla Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)
Sumsum tulang belakang (medulla spinalis) merupakan
perpanjangan dari sistem saraf pusat, seperti halnya dengan sistem
saraf pusat yang dilindungin oleh tengkorang kepala yang keras
sumsum tulang belakang juga dilindungi oleh ruas-ruas tulang
belakang. Sumsum tulang belakang memanjang dari pangkal lehar
hingga ke selangkangan bila sumsum tulang belakang ini
mengalami cidera ditempat tertentu, maka akan mempengaruhi
sistem saraf disekitarnya bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan
diarea bagian bawah tubuh, seperti anggota gerak bawah (kaki),
secara anatomis, sumsum tulang belakang merupakan kumpulan
sistem saraf yang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang
sumsum tulang belakang atau biasa disebut medulla spinalis ini,
merupakan kumpulan sistem saraf dari dan ke otak.
Pada praktikum kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai
perbedaan-perbedaan bagian-bagian penyusun sitem saraf pusat pada
hewan vertebrata kelas pisces, amphibi, reptile, aves, dan mamalia

VI. Hasil Praktikum


Tabel Pengamatan

Pembeda Pisces Amphibi Reptil Aves Mamalia


A. UKURAN
a. Bulbus > medula < fraktus
Olfaktori spinalis olfaktori
b. Medula > Lobus > cerebral
> Lobus optikus > hipofisis > Lobus olfaktori
Oblongata olfaktori pudendle
< hemisphere < Lobus
c. Cerebelum < Serebrum > Lobus optikus > Pons paroli
serebrum olfaktori
< Lobus
d. Hipotise < Lobus Optikus
olfaktori
e. Lobus
< Serebrum > Hipofisis < Lobus optikus
Olfaktori
f. Serebrum > Serebelum > Tektum > Cerebelum
> Lobus < Medula
g. Tektum < Cerebelum < cerebelum
olfaktori oblongata
h. Lobus < Medula < Traktus
> Lobus olfaktori
Optikus oblongata olfaktori
i. Epifisis <Cerebelum
j. Medula > Lobus
> Tektum > Cerebelum < Cerebrum < Serebrum
spinalis olfaktori
k. Hemisphere > Epitalamus
B. ADA/TIDAKNYA ORGAN
a. Bulbus
Olfaktori
+ - + - -
b. Hemisphere
cerebrum
+ - - - +
c.Epitalamus + - - - -
d.
Infundibulum
+ - - - -
e. Hipofise + - + - -
f. Lobus
Optikus
+ + + + -
g. Cerebelum + + + + +
h. Medula
oblongata
+ + + + +
i. Saraf spinal + - + - -
j. Saraf kranial + - - - -
k. Lobus
Olfaktori
- + - + -
L. Cerebrum + + + + +
M. Tektum + + + + +
N. Traktus
Olfaktori
- - + - -
O. Epifisis - - + - -
P. Fosa
rhomboidea
- - + - -
Q. Nervus
optikus
- - + - -
R. Khiasma
optisi
- - + - -
S. Talamus - - - - +
T. Hipotalamus - - - - +
U. Gl. Pinea - - - - +
V. Cerebral
pudendle
- - - - +
W. Kolikulus - - - - +
X. Pons Paroli - - - - +
Y. Medula
spinalis
+ + + + +
C. Bagian yang Berkembang
Cerebrum:
Tektum : Lobus Cerebrum : Karena
Karena dilihat Cerebrum : Olfaktori: Karena, fungsi cerebrum
dari fungsinya Pada bagian Karena lobus cerebrum menentukan
tektum otak cerebrum olfaktori membuat kelas tingkat
berfungsi utamanya fungsinya aves memiliki kecerdasan
sebagai bagian lobus berhubungan kemampuan intelektual dan
penciuman dan frontal yang dengan indera berpikir, analisa, sebagai pusat
penglihatan, paling penciuman, logika, bahasa, kesadaran.
sehingga berhubungan sehingga indera kesadaran, Oleh karena itu
memudahkan dengan penciuman pada perencanaan, pada kelas
kelas pisces aktivitas gerak. reptil sangat memori dan mamalia
dalam mencari Aktivitas gerak tajam. Hal ini kemampuan cenderung
mangsa di dalam pada amphibi terbukti saat visual sehingga hewan-
air yang ini yaitu kelas reptil hewan kelas aves hewannya
membutuhkan gerakan- mudah dalam banyak dijumpai lebih mudah
tingkat gerakan mencari mangsa bisa dilatih untuk dilatih
penglihatan melompat. melalui indera terutama suara, seperti lumba-
yang tajam. penciuman. tingkah laku, dll. lumba, anjing
laut, dll.

VII. Analisis
Evolusi perkembangan otak pada vertebrata berbeda-beda
antara kelas satu dengan yang lain. Perbedaan otak pada vertebrata
antara lain terletak pada bagian-bagian otak, ukuran pada masing-
masing bagian, dan bagian otak yang paling berkembang.
A. Sistem Saraf pada Pisces
Pada kelas pisces bagian-bagian otak terdiri dari bulbus
olfaktori, hemisphere serebrum, epitalamus, infundibulum, hipofise,
lobus optikus, serebelum, serebrum, tektum, medula oblongata, saraf
spinal, saraf kranial, dan medula spinalis.
Masing-masing bagian pada otak memiliki perbedaan ukuran.
Pada bagian bulbus olfaktori lebih besar dibandingkan dengan medula
spinalis. Bagian medula oblongata lebih besar daripada lobus optikus
sedangkan lobus optikus lebih kecil dari hemispehere serebrum.
Bagian medula spinalis lebih besar daripada lobus olfaktori. Bagian
serebelum lebih kecil daripada hemisphere serebrum sedangkan
hemisphere serebrum lebih besar daripada epitalamus.
Pada kelas pisces ini bagian otak yang paling berkembang
adalah otak tengah (tektum). Hal ini karena dilihat dari fungsinya
tektum berfungsi sebagai penciuman dan penglihatan, sehingga
memudahkan kelas pisces dalam mencari mangsa di dalam air yang
membutuhkan tingkat penglihatan yang tajam.

B. Sistem Saraf pada Amphibi


Pada kelas amphibi bagian-bagian otak terdiri dari lobus
olfaktorius, serebrum, otak tengah (tektum), lobus optikus, serebelum,
medula oblongata, dan medula spinalis.
Masing-masing bagian pada otak memiliki perbedaan ukuran. Pada
bagian serebelum lebih kecil daripada serebrum. Pada bagian medula
oblongata terlihat lebih besar dibandingkan dengan lobus olfaktori
sedangkan lobus olfaktori lebih kecil daripada tektum. Pada bagian
lobus optikus lebih kecil dibandingkan dengan medula oblongata.
Pada kelas amphibi ini bagian otak yang paling berkembang
adalah otak besar (cerebrum). Pada bagian cerebrum utamanya bagian
lobus frontalis yang paling berhubungan dengan aktivitas gerak.
Aktivitas gerak pada amphibi ini yaitu utamanya pada gerakan-
gerakan melompat.

C. Sistem Saraf pada Aves


Pada kelas aves bagian-bagian otak terdiri dari serebrum, lobus
olfaktorius, otak tengah (tektum), lobus optikus, serebelum, medula
oblongata, dan medula spinalis.
Masing-masing bagian pada otak memiliki perbedaan ukuran. Pada
bagian medula oblongata lebih besar dari lobus olfaktorius. Pada
bagian serebelum lebih besar daripada lobus optikus sedangkan lobus
optikus lebih kecil daripada traktus olfaktorius. Pada bagian lobus
olfaktori pada aves lebih kecil dibandingkan dengan lobus optikus.
Pada bagian serebrum lebih besar daripada serebelum dan lebih kecil
daripada bagian medula spinalis.
Pada kelas aves ini bagian otak yang paling berkembang adalah
Cerebrum. Karena, fungsi cerebrum membuat kelas aves memiliki
kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan,
memori dan kemampuan visual sehingga hewan kelas aves banyak
dijumpai bisa dilatih terutama suara, tingkah laku, dll.

D. Sistem Saraf pada Reptile


Pada kelas reptile bagian-bagian otak terdiri dari bulbus
olfaktorius, traktus olfaktorius, lobus olfaktorius, epifisis, lobus
optikus, serebelum, fosa rhomboidea, medula oblongata, nervus
optikus, khiasma optisl, hipofisis, saraf spinal, cerebrum, tektum dan
medula spinalis.
Masing-masing bagian pada otak memiliki perbedaan ukuran. Pada
bagian bulbus olfaktori lebih kecil daripada traktus olfaktori. Bagian
medula oblongata lebih besar daripada hipofisis. Pada bagian
cerebelum lebih kecil daripada lobus olfaktori dan lebih besar
dibandingkan dengan tektum (otak tengah) dan epifisis. Lobus
olfaktori lebih besar dibandingkan dengan hipofisis. Pda bagian
serebrum lebih besar dibandingkan dengan tektum.
Pada kelas reptile ini bagian otak yang paling berkembang adalah
Lobus Olfaktori. Karena lobus olfaktori fungsinya berhubungan
dengan indera penciuman, sehingga indera penciuman pada reptil
sangat tajam. Hal ini terbukti saat kelas reptil mudah dalam mencari
mangsa melalui indera penciuman.
E. Sistem Saraf pada Mamalia
Pada kelas mamalia bagian-bagian otak terlihat lebih kompleks
dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain. Bagian-bagian otak
pada kelas mamalia terdiri dari hemisphere serebrum, talamus,
hipotalamus, gl. Pineal, cerebral pudendle, kolikulus, pons paroli,
serebelum, medula oblongata, dan medula spinalis.
Masing-masing bagian pada otak memiliki perbedaan ukuran. Pada
bagian medula oblongata memiliki ukuran yang lebih besar
dibandingkan dengan cerebral pudendle. Pada bagian cerebelum
memiliki ukuran lebih besar daripada bagian pons paroli. Bagian
tektum memiliki ukuran lebih kecil daripada cerebelum. Pada bagian
medula spinalis lebih kecil daripada serebrum dan pada bagian
hemisphere serebrum memiliki ukuran lebih besar daripada medula
oblongata.
Pada kelas mamalia ini bagian otak yang paling berkembang
adalah Cerebrum. Karena, cerebrum menentukan tingkat kecerdasan
intelektual dan sebagai pusat kesadaran. Oleh karena itu pada kelas
mamalia cenderung hewan-hewannya lebih mudah untuk dilatih
seperti lumba-lumba, anjing laut, dll.

VIII. Pembahasan
Unit terkecil dari sistem saraf disebut neuron (sel saraf). Setiap neuron
terdiri atas inti dan jaringan (perpanjangan sel). Perpanjangan sel terdiri atas
dendrite (berfungsi sebagai penerima impuls) dan axon (berfungsi sebagai
penerus impuls). Pertemuan antara axon dan dendrite dari sel saraf lainnya
disebut synapse. Sistem saraf pada vertebrata dapat dibedakan atas:
Sistem saraf pusat (systema nervorum centrale), disusun oleh otak
(encephalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis).
Sistem saraf tepi (systema nervorum periphericum), disusun oleh
saraf otak (nervi cerebralis) dan saraf spinal (nervi spinalis).
Sistem saraf otonom, disusun oleh sistem saraf parasymphatic dan
sistem saraf symphatic.
A. Sistem Saraf pada Pisces
Sistem saraf pusat pada pisces disusun oleh otak (enchephalon) dan
sumsum tulang belakang (medulla spinalis).
1. Otak (Encephalon)
a. Telencephalon, adalah wilayah yang paling anterior dari
otak disebut juga otak depan. Pada ikan berfungsi untuk
penerimaan, elaborasi, dan penghantar impuls bau. Ukuran
telensefalon bervariasi sesuai dengan kebutuhan ikan. , terdiri
atas:
Lobus olfactorius, merupakan bagian telencephalon yang
paling anterior
Tractus olfactorius, merupakan lanjutan dari lobus
olfactorius dan berfungsi sebagai nervus cerebralis I.
Bulbus olfactorius, merupakan lanjutan dari tractus
olfactorius dan berakhir sebagai sepasang bola, mempunyai
lanjutan sebagai benang-benang halus yang menuju ke dinding
lekuk hidung.
Hemispher cerebrum, terdapat di bagian posterior lobus
olfactorius. Bagian dasarnya disebut corpus striatum,
sedangkan bagian atap dan dinding samping disebut
pallium.

b. Diencephalon, terletak di sebelah belakang dari


telencephalon bagian ventral. Bersama-sama dengan
telencephalon termasuk bagian dari otak muka (prosencephalon).
Pada diencephalon terdapat thalamus, hypothalamus, lobus
inferior, dan saccus vasculosus.
c.Mesencephalon atau otak tengah ikan mempunyai ukuran
relatif besar. Mesensefalon terdiri dari tectum RSAL optik, pada
dorsal terdapat dua lobus optik, dan pada ventral terdapat
tegmentum. Tectum terdiri dari zona sel-sel saraf atau neuron.
Sebagian besar serat-serat saraf optik berakhir di tectum.

d. Metencephalon
Pada metencephalon terdapat bagian menonjol yang
disebut Cerebellum, memiliki fungsi utama yaitu mengatur
kesetimbangan tubuh dalam air, mengatur tegangan otot dan
daya orientasi terhadap ruang. Pada ikan bertulang sejati
cerebellum terbagi atas dua bagian besar, yaitu valvula
membrane dan corpus membrane yang besarnya tergantung
spesiesnya.

e. Myelencephalon, merupakan bagian otak paling


belakang (posterior), dengan membran oblongata sebagai
komponen utamanya. Komponen ini merupakan pusat untuk
menyalurkan rangsangan keluar melalui saraf cranial.
Myelencephalon merupakan pusat dari saraf sensorik
kecuali pada saraf kranial penciuman (I) dan penglihatan
( II ).

2. Sumsum Tulang Belakang( Medula Spinalis)

Sumsum tulang belakang, bersama dengan otak,


membentuk sistem saraf pusat (SSP). Ini menyerupai, tali
berwarna krem yang tebal dan terdiri dari saraf yang
menyampaikan pesan antara otak ke seluruh tubuh. Sumsum
tulang belakang membentang dari medulla oblongata yang
terletak pada bagian bawah otak ke punggung bawah dan
ditempatkan di sebuah terowongan yang dibuat oleh tulang
vertebra tulang belakang.

B. Sistem Saraf Pada Amphibi


Sistem saraf pusat pada Amphibi disusun oleh otak (enchephalon)
dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Pada amphibi, Otak
dan sumsum tulang belakang dilindungi oleh tengkorak dan ruas-ruas
tulang belakang juga dibungkus oleh 2 lapisan selaput
yaitu durameter yang berbatasan dengan tulang dan pipiamater yang
batasan dengan jaringan saraf.

1. Otak (Encephalon)
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu:
a. Lobus olfaktorius
Lobus olfaktorius pada amphibi memiliki trunckus bulbus
olfaktorius. Lobus ini tidak terlalu berkembang. Oleh karenanya
berbentuk relative kecil dan merupakan penonjolan dari bagian
yang disebut hemisperium serebri. Kurang berkembangnya
lobus olfaktorius yang berperan sebagai pusat pembau pada
amphibi, berhubungan dengan cara hidupnya yang tidak terlalu
banyak membutuhkan peran dari lobus olfaktorius sebagai pusat
pembau.

b. Otak Besar (Cerebrum)


Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan atau
gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga
beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum
yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area
sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang
berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan.
Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area
motor dan sensorik
Serebrum pada amphibi terdiri atas sepasang
hemispermiun serebri. Pada serebrum memungkinkan terjadinya
aktivitas-aktivitas yang kompleks, misalnya pembiakan dan
macam-macam gerak.

c. Otak tengah (mesencephalon)


Otak tengah terletak di depan otak kecil. Di depan otak
tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis. Thalamus
amphibi terletak di bagian dorsal otak dan merupakan jembatan
antara serebrum dan mesenshefalon. Sedangkan kelenjar
hipofisis terletak pada bagian ventral otak yang berfungsi
mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Oleh karenanya
dikatakan sebagi Master of Glands.
Pada bagian atas (dorsal) otak tengah juga terdapat lobus
optikus dan sepasang nervus optikus yang saling bersilangan.
Pertemuan atau persilangan antara dua nervus optikus disebut
sebagai chiasma. Lobus ini merupakan pusat penglihat, karena
semua nervus optikus bermuara pada lobus ini. Lobus ini juga
berfungsi mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil
mata, dan juga merupakan pusat pendengaran. Lobus optikus
pada amphibi lebih berkembang daripada lobus olfaktorius. Hal
ini karena amphibi, contohnya katak merupakan hewan
Nokturnal.
Selain itu, pada bagian dorsal otak tengah juga terdapat
kelenjar epifisis. Kelenjar ini disebut juga Badan pineal yang
berfungsi ketika terjadi pembentukan pigmen pada permukaan
tubuh.
Pada bagian ventral, selain terdapat kelenjar hipofisis
juga terdapat kelenjar hypothalamus dan infundibulum. Pada
kelenjar hypothalamus terdapat sel-sel neurosekretori (sel saraf
yang menghasilkan secret). Secret dari sel ini berupa
neurohormon yang berfungsi untuk mempercepat penyampaian
impuls dari sinapsis yang satu ke sinapsis yang lain. Sedangkan
infundibulum, merupakan tangkai dari hipofisis yang berfungsi
menghubungkan hipofisis dengan hypothalamus.

d. Otak Kecil (Serebelum)


Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi
gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi
tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya
maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.
Serebelum pada amphibi mereduksi, karena aktifitas otot
relative berkurang.

e. Sumsum lanjutan (medulla oblongata)


Sumsum lanjutan berfungsi menghantar impuls yang datang
dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum lanjutan juga
mempengaruhi refleks fisiologi seperti detak jantung (pusat
pengatur percepatan dan penghambat denyut jantung) , tekanan
darah (pusat pengaturan penyempitan dan pelebaran pembuluh
darah), volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan
sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum lanjutan juga
mengatur gerak refleks yang lain.

2. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)


Medulla spinalis merupakan lanjutan dari medulla oblongata
yang masuk ke dalam kanalis vertebralis. Pada amphibi, medulla
spinalis mengalami pembesaran di bagian servikalis. Medulla
spinalis berfungsi menghantarkan impuls sensori dari saraf perifer
ke otak dan menyampaikan impuls motoris dari otak ke saraf
perifer. Selain itu juga merupakan pusat dari refleks.
C. Sistem Saraf Pada Aves

1. Otak (Encephalon)
Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu:

a. Otak Besar (Cerebrum)


Pada otak besar tidak banyak mempunyai neuron (Unit
struktural dan fungsional dari sistem saraf) dan bentuknya juga
tidak berlipat-lipat. Otak besar (cerebrum) ini merupakan bagian
yang paling berkembang pada aves. Karena, fungsi cerebrum
membuat kelas aves memiliki kemampuan berpikir, analisa,
logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan
kemampuan visual sehingga hewan kelas aves banyak dijumpai
bisa dilatih terutama suara, tingkah laku, dll.

b. Otak tengah (mesencephalon)


Otak tengah burung berbentuk 2 gelembung, berkembang
dengan cukup baik dan sebagai pusat saraf penglihat
berkembang baik dengan membentuk gelembung sehingga
indra penglihat burung berkembang dengan baik.

c. Otak Kecil (Serebelum)


Di permukaan otak kecil terdapat lipatan lipatan yang
mampu menampung sel-sel saraf lebih banyak. Sel sarf yang
makin banyak pada otak kecil menunjukkan pusat
keseimbangan burung ketika terbang.

d. Sumsum lanjutan (medulla oblongata)


Sumsum lanjutan berfungsi sebagai penghantar impuls
yang datang dari medula spinalis menuju otak. Sumsum lanjutan
ini mengandung sel saraf (neuron) yang membantu mengatur
detak jantung, respirasi dan tekanan darah.

2. Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Aves memiliki ruas tulang belakang yang berwarna abu-abu


yang terletak disepanjang tubuhnya dan membentuk saraf tulang
belakang yang merupakan sistem koordinasi dan berfungsi
sebagai pengantar pesan dan informasi ke otak.
Pada saat burung memutuskan untuk bergerak, saraf
tulang belakang mengirimkan pesan ke otak kemudian ke otot
yang berhubungan dengan pergerakan itu dan menghasilkan
gerakan.

D. Sistem Saraf Pada Reptil


Sistem saraf pusat pada reptile meliputi otak dan sumsum tulang
belakang.
1. Otak (ensefalon), otak mempunyai lima bagian utama, yaitu:
a. Otak besar (serebrum)
Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan
sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa
gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang
berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor)
yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi
mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu
terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan
sensorik.
b. Otak tengah (mesensefalon)
Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di
depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang
mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal)
otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks
mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat
pendengaran.
c. Otak kecil (serebelum)
Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan
otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh.
Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka
gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.

d. Jembatan varol (pons varoli)


Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak
kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar
dan sumsum tulang belakang.
e. Sumsum sambung (medulla oblongata)
Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang
dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga
mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung,
tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat
pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum
sambung juga mengatur gerak refleks yang lain.
Bagian otak reptile yang paling berkembang adalah lobus
olfaktori. Reptil memiliki lobus olfaktorius yang panjang
sehingga reptil memiliki penciuman yang tajam. Hal ini sangan
memudahkan kelas reptile dalam menangkap dan menentukan
letak mangsanya. Lobus optikulus yang berada ditengah
menyebabkan lobus optikulus terdesak oleh otak besar sehingga
reptil kurang baik dalam penglihatan .

2. Sumsum tulang belakang (Medulla spinalis)


Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada
bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk
dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori
dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang
melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum
tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor.
Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung
(asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf
sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Pada bagian
putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf
membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls
ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls
yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.

E. Sistem Saraf Pada Mamalia


Sistem saraf pada spesies ini yang paling sempurna dibandingkan
dengan kelompok lain, meskipun setiap spesies pada mamalia agak
berbeda, dan yang paling sempurna pada manusia.
1. Otak (ensefalon), terdapat dalam rongga tengkorak, diliputi
durameter, arachnoid, dan piameter.
a. Otak besar (serebrum)
Pada mamalia tinggi, serebrum terdiri dari lobus frontalis,
parietalis, temporalis, oksipitalis tiap-tiap sepasang, hemispehr
dihubungkan batang otak, ditengah ada talamus dan
hipotalamus. Pada bagian cerebrum merupakan bagian yang
berkembang paling baik karena, cerebrum menentukan tingkat
kecerdasan intelektual dan sebagai pusat kesadaran.
b. Otak tengah (mesensefalon)
Pada bagian mesencephalon ada bentukan bulat empat
disebut korpora quadrigemina dan epifisis. Otak tengah
(mesensefalon) merupakan sebuah pusat koordinasi dari respons
refleks untuk indra penglihatan.
c. Otak kecil (serebelum)

Pada bagian serebelum didapati adanya girus, terdiri lobus


lateral sepasang dengan tonjolan disebut flokulus, dan lobus
sentral serta lobus medius atau vermis. Otak Kecil terletak di
bagian belakang kepala dan dekat leher. Fungsi utama otak kecil
adalah sebagai pusat koordinasi gerakan otot yang terjadi secara
sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Jika terjadi rangsangan
yang membahayakan, gerakan sadar yang normal tidak mungkin
dilaksanakan. Otak kecil merupakan pusat keseimbangan.
Apabila terjadi gangguan (kerusakan) pada otak kecil maka
semua gerakan otot tidak dapat dikoordinasikan.

d. Sumsum Lanjutan (medulla oblongata)

Sumsum lanjutan (sumsum sambung) atau medula


oblongata terletak di persambungan antara otak dengan tulang
belakang. Fungsi sumsum lanjutan adalah untuk mengatur suhu
tubuh, kendali muntah, pengatur beberapa gerak refleks (seperti
batuk, bersin, dan berkedip), dan pusat pernapasan. Selain itu,
sumsum lanjutan berperan untuk mengantarkan impuls yang
datang menuju otak. Sumsum sambung pun mempengaruhi
refleks fisiologi, seperti jantung, tekanan darah, volume,
respirasi, pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.
2. Sumsum tulang belakang (Medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang atau medula spinalis berada di
dalam tulang belakang. Sumsum tulang belakang terbagi menjadi
dua lapisan, yaitu lapisan luar yang berwarna putih dan lapisan
dalam yang berwarna kelabu. Sumsum tulang belakang dilindungi
oleh tulang belakang atau tulang punggung yang keras. Tulang
punggung terdiri dari 33 ruas.
Fungsi utamanya adalah sebagai pusat gerak refleks. Di
dalam sumsum tulang belakang, terdapat saraf sensorik, motorik,
dan saraf penghubung. Fungsi saraf-saraf tersebut adalah sebagai
pengantar impuls dari otak dan ke otak.
Sumsum tulang belakang memiliki fungsi penting dalam
tubuh. Fungsi tersebut antara lain menghubungkan impuls dari
saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, menghubungkan impuls dari
otak ke saraf motorik; memungkinkan menjadi jalur terpendek
pada gerak refleks.

IX. Simpulan

Bedasarkan praktikum tersebut, dapat diketahui bahwa


terdapat perbedaan bagian-bagian otak pada hewan vertebrata kelas
pisces, aves, amphibi, reptil, dan animalia. Perbedaan tersebut terletak
pada perkembangan otak yang berbeda-beda. Hal ini didasari oleh
fungsi bagian-bagian otak dalam aktivitas hewan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Keith L, Moore dan Anne M.R. Agur. 2002. Anatomi Klinis Dasar: Hipokrates
Lagler, K.F., J.E. Bardach, R.R. Miller, dan D.R.M. Passino. 1977. Ichthyology.
Second edition. John Wiley and Sons, Inc. New York.
Naomi E. Balaban dan James E-Bobick. 2014. Ilmu Pengetahuan Anatomi dan
Fisiologi.
Pratiwi,DA.1996. Biologi 2. Jakarta : Erlangga
Sukiya. 2003. Biologi Vertebrata. Yogyakarta: Biologi FMIPA UNY
Tjandrakirana, B. Widowati, dan D. Nur. 2017. Petunjuk Praktikum Anatomi
Hewan (Vertebrata). Surabaya: Universitas Negeri Surabaya