Anda di halaman 1dari 22

Rangkuman Artikel Kompetensi Perawat dalam Bencana

Instumen dan Koding


Penelitian Tujuan Desain dan Implikasi dan
Intervensi Proses Hasil Kompeten
Oleh Penelitian Sample Rekomendasi
Pengumpulan Data si
Chan et al. Penelitian yang Penelitian ini Intervensi yang Pada penelitian ini Hasil padal penelitian Hasil menunjukkan Mitigasi
(2010) dilakukan oleh menggunakan dilakukan pada menggunakan dua ini, semua peringkat bahwa pelatihan
Chah et al. desain survei penelitian ini adalah alat ukur yang diisi setelah pelatihan berhasil
(Developmen adalah untuk pretest-posttest dengan oleh partisipan, yaitu: (keseluruhan rata-rata meningkatkan
t and mengetahui untuk menilai memperkenalkan 1. Kuesioner = 3,71) di 10 domain pengetahuan yang
Evaluation bagaimana perubahan kompetensi- Kompetensi kompetensi berkaitan dengan
of an pengembangan partisipan dan kompetensi disaster Disaster Nursing keperawatan bencana kompetensi
Undergradu dan evaluasi peserta dalam nursing yang dari dari ICN. Instumen secara signifikan keperawatan
ate Training sebuah pelatihan ini ICN. Dalam menggunakan lebih tinggi daripada bencana. Pelatihan ini
Course for program terkait dengan penyampaiannya, skala likert dengan peringkat sebelum dapat berfungsi
Developing pelatihan pada sikap dan kompetensi lima poin pelatihan sebagai dasar untuk
International mahasiswa penilaian diri dikenalkan dengan terstruktur sesuai (keseluruhan rata-rata studi keperawatan
Council of program terhadap model based action dengan kerangka = 2,09; nilai p 0,001). bencana lanjutan.
Nurses sarjana untuk kompetensi learning, yaitu kompetensi dari Tidak ada statistik Kerangka
Disaster mengembangk keperawatan antara lain : ICN, yang terdiri korelasi yang nyata Kompetensi dari ICN
Nursing an kompetensi bencana. Sampel 1. Kompetensi dari 125 item di 10 antara nilai ujian tentang Keperawatan
Competencie mahasiswa dalam penelitian Pencegahan/mitig domain. Validitas peserta dan Bencana dapat
s in China) dalam ini adalah para asi pendidikan konten dan kompetensi diri yang digunakan untuk
keperawatan partisipan yang melalui reliabilitas telah dirasakan setelah mengembangkan dan
bencana ikut pada sebuah penggunaan seni dilakukan dengan pelatihan (Spearman menilai hasil belajar
berdasarkan kursus pelatihan kerajinan untuk skor 0,92-0,96. rho: 0,04-0,13, nilai p pelatihan awal ini,
dengan dengan topik menggambarkan Kuesioner 0,05). Ada korelasi dan kerangka ini
kompetensi pelatihan bencana yang diberikan pada hari yang sedang dan merupakan kerangka
Disaster "Pengantar sering terjadi di sebelum kursus cukup kuat antara yang lengkap dan
Nursing dari Keperawatan berbagai daerah pelatihan dimulai skor keseluruhan informatif dalam
ICN Bencana" di Cina. dan pada sesi kompetensi yang membimbing
dimana pelatihan 2. Kompetensi terakhir dari dirasakan sendiri pengembangan
ini dirancang dan Kesiapsiagaan kursus pelatihan. dengan kedua "saya kurikulum masa
diterapkan pada disampaikan 2. Disaster Nursing bersedia untuk depan dengan
150 mahasiswa. melalui Course Evaluation berpartisipasi sebagai meratakan
kampanye Questionnaire penolong selama kompetensi yang
kesadaran yang terdiri dari bencana" (Spearman diharapkan di 10
masyarakat, tiga bagian. rho = 0,19, nilai p domain keperawatan
pembuatan kit Bagian pertama, 0,05) dan "Saya telah bencana. Pelatihan ini
pribadi/darurat dengan lima item, memperoleh berusaha untuk
untuk orang- untuk kompetensi dasar memberlakukan dua
orang yang rentan mengevaluasi dalam peran prinsip lain dari
dalam keadaan sikap peserta sayapenolong dalam desain kurikulum
bencana. dalam bekerja di perawatan bencana pendidikan
3. Kompetensi bidang "(Spearman rho = keperawatan
respon keperawatan 0,40, nilai p0,01). profesional (WHO,
disampaikan bencana. Bagian Berkenaan dengan 2009) dengan
melalui kedua menilai sumber pelatihan dan memadukan berbagai
kunjungan sumber daya pembelajaran, strategi belajar dan
lapangan ke situs pelatihan dalam Mayoritas peserta mengajar dalam
yang terkena delapan item. menilai kursus konteks kehidupan,
gempa, tempat (Nilai Cronbach pelatihan tersebut misalnya PBL,
tinggal masing-masing menguntungkan bermain peran,
sementara, tenda item adalah 0,78 dalam aspek kuliah, belajar aksi,
rumah sakit, dan 0,77,). Bagian organisasi, kerja kelompok,
perawatan ketiga terdiri dari merangsang kunjungan ke lokasi
darurat, dua pertanyaan- kesempatan belajar bencana dan rumah
perawatan pertanyaan terbuka partisipatif, metode sakit. Keterbatasan
intensif, tentang aspek penilaian, dan dalam penelitian ini
perawatan positif dan negatif kualitas dari pengajar. adalah bahwa bahan
trauma, dan dari pengalaman ajar yang digunakan
departemen belajar peserta. dalam pelatihan ini
rehabilitasi. didasarkan
4. Kompetensi sepenuhnya pada
Pemulihan/rehabi bencana alam dan
litasi tidak membahas
disampaikan bencana buatan
melalui manusia.
kunjungan ke Keterbatasan lain dari
warga di daerah pelatihan ini
pemukiman dan melibatkan peserta
role play dari disiplin
menangani keperawatan.
kerentanan dan Literatur
membina harapan menunjukkan bahwa
di kalangan akan lebih baik untuk
penduduk yang melibatkan disiplin
tinggal di rumah- ilmu kesehatan yang
rumah sementara. berbeda dalam
program pelatihan
bencana
Bahrami, Untuk Penelitian Kompetensi dalam Kompetensi yang Karena perawat Preparedne
Aliakbari, menentukan deksriptif Setelah melakukan triage, life diperlukan selama darurat adalah ss
Aein, (2014) kompetensi dengan jumlah mendapatkan support, dan adalah triage, life anggota dari tim
perawat gawat sample sebanyak penjelasan terkait keterampilan klinik support, dan medis darurat,
Investigation darurat dalam 40 perawat tujuan penelitian dan dasar di evaluasi keterampilan klinik mereka harus siap
of triage, gawat darurat menggunakan eight- dasar, namun perawat untuk tanggap
competencie lifesupport, informed consent,
yang diambil peserta diberikan station objective masih belum dapat bencana melalui
s of nurses in dan
melalui briefing tujuan ujian structured clinical mencapai kompetensi program pelatihan
disaster keterampilan
purposive dilaksanakan, examination (OSCE). tersebut yang
response by klinik dasar
utilizing pada pada sampling Tes mencakup 3 berkesinambungan.
metode tes yang
objective tahap respon keterampilan utama
digunakan, tugasnya
structured bencana triage, airway
selama tes, dan
clinical management, life
metode yang
examination support, keterampilan
digunakan untuk
dasar klinik,
evaluasi di setiap
termasuk
station. Responden venipuncture and
dibagi menjadi 2 rehydration,
kelompok, setiap menjahit,
kelompok 20 orang. pemasangan NGT,
1 grup di tes pagi pemasangan kateter
hari, grup lainnya urin, dan
pada malam hari. mengeluarkan cairal
dari pleura.
Pada hari tes, Untuk menilai
prosedur tes, metode performa setiap
evaluasi, dan peran individu di station,
evaluator dijelaskan checklist khusus telah
di buat untuk setiap
kembali. Responden station berdasarkan
melengkapi lebar pedoman dan buku
registrasi. Tempat keperawatan
tes dirancang professional
sedemikian rupa
agar responden
masuk dari 1 pintu
dan keluar melalui
pintu lainnya setelah
selesai, sehingga
tidak ada kontak
antar responden
yang akan test,
responden yang
menunggu, dan
responden yang
telah selesai.
Instruksi telah ditulis
di depan pintu seiap
station dan sebelum
masuk station
mereka harus
membacanya
terlebih dahulu
selama 1 menit.
Selama performa
keterampilan,
evaluator menilai
performa setiap
responden
menggunakan
checklist. Penilai
tidak memberikan
saran apapun terkait
performa. Setelah
selesai, responden
pindah ke station
selanjutnya. Durasi
setiap station adalah
10 menit. Points
setiap station
ditentukan
berdasarkan
penilaian pada setiap
item yang ada pada
checklist di tiap
section.
Loke & Fung Tujuan dari Penelitian ini Kerangka Penelitian ini tidak Kompetensi yang Penelitian ini Preparedne
(2014). penelitian ini dibagi menjadi kompetensi menggunakan dibutuhkan paling mengeksplorasi ss
adalah untuk dua bagian: keperawatan instrumen tertentu, disebutkan terkait kompetensi bencana
(Nurses mengeksploras wawancara bencanadari ICN karena penelitian ini dengan yang dirasakan
Competencie i persepsi kelompok fokus yang terdiri dari menggunakan desain penanggulangan perawat Hong Kong
s in Disaster perawat Hong atau focus group empat tema dan penelitian eksplorasi bencana; dengan dan memberikan latar
Nursing: Kong tentang discussion sepuluh domain dengan metode FGD kompetensi etika dan belakang yang
Implications kompetensi (FGD) dan digunakan untuk dan penulisan hukum untuk diperlukan untuk
for yang penyelidikan tabulasi kompetensi inquiry. keperawatan bencana menginformasikan
Curriculum dibutuhkan tertulis. FGD yang dirasakan 1. Wawancara sebagian besar kebutuhan
Development untuk adalah untuk keperawatan kelompok diabaikan oleh pendidikan. Temuan
and Public
keperawatan digunakan untuk bencana yang dilakukan secara perawat di Hong dari studi ini juga
Health)
bencana. mengeksplorasi dilaporkan oleh terpisah antara Kong. Dengan sifat memberikan
kompetensi dan perawat.Kerangka perawat di tiga kompleksitas administrator rumah
pengetahuan dan kopetensi in terdiri spesialisasi. bencana, kompetensi sakit kebutuhan
kesiapan dari 4 tema, yaitu : Mereka diminta khusus yang untuk
keperawatan 5. Kompetensi untuk menyatakan diperlukan jika mengembangkan
bencana yang Pencegahan/mitig kompetensi perawat untuk pendidikan
dilaporkan oleh asi mereka dianggap menangani kejadian berkelanjutan untuk
perawat dengan 6. Kompetensi perlu untuk yang merugikan mempersiapkan
menjawab Kesiapsiagaan menangani masyarakat porsi perawat mereka
pertanyaan atau 7. Kompetensi bencana di daerah mereka. dengan kompetensi
memberikan respon khusus mereka. untuk perawatan
informasi.Kemu 8. Kompetensi 2. Permintaan bencana di
dian Pemulihan/rehabi tertulis dilakukan spesialisasi masing-
diikutidengan litasi untuk lebih masing. Penelitian ini
permintaan memperkuat juga menunjukkan
tertulis, yang temuan dari bahwa konteks set
terdiri dari tabel wawancara sesuai kompetensi
menentukan kelompok. bentuk keperawatan bencana
empat tahap tertulis dari diperlukan untuk
bencana sesuai pengumpulan data perawat Hong Kong.
dengan kerangka memiliki Kerangka ICN dapat
bencana ICN keuntungan dari digunakan sebagai
sebagai dasar, menempatkan panduan; dengan
dan perawat peserta di bawah modifikasi lebih
diminta untuk tekanan kurang lanjut dan perbaikan
menuliskan apa dan memberi untuk meningkatkan
yang mereka mereka waktu penerapan dan
anggap untuk validitas kompetensi
kompetensi merenungkan apa bagi masyarakat yang
keperawatan yang diminta. dilayani perawat.
yang dibutuhkan
untuk masing-
masing dari
empat tahap
bencana.
Sebanyak 15
perawatdiwawan
caraidan 30
perawatmenyeles
aikanpernyataan
tertulispadaform
yang diberikan
tentang
kompetensiyang
merekarasakan
perlu
terkaitdengankep
erawatanbencana
. Jadi total
responden
adalah 45
responden.

Jan Nilsson Mendeskripsik Penelitian ini Competencies : Data dikumpulkan Nilai rata-rata Berdasarkan fakta- Preparedne
et.al, 2015 an dan memiliki desain Self-reported dengan mengenai self- fakta bahwa kedua ss
membandingka deskriptif Disaster Nursing menggunakan reported DNC (DNC NSs dan RNs
Disaster n self-reported dengan Competence (DNC) Skala NPC (Nurse 1-3 dan keseluruhan diidentifikasi sebagai
Nursing: Disaster menggunakan yaitu : Professional DNC) menunjukkan pemain kunci penting
Self- Nursing cross-sectional DNC 1 (menangani Competence). bahwa RNs dalam merespon
Reported Competence study Skala NPC melaporkan kekerasan, peristiwa
situasi yang
Competence (DNC) di data dari dua melibatkan berdasarkan kompetensi DNC serius dan
Of Nursing kalangan sampel diwakili kekerasan, ancaman persyaratan yang signifikan lebih bencana, wawasan
kompetensi formal tinggi dari NSs,
Students And mahasiswa oleh 569 NSs kekerasan atau bahwa bencana alam
yang terdiri dari mengenai
Registered keperawatan dan 227 RNS. ancaman bahaya); atau buatan manusia
88-item termasuk kemampuan untuk
Nurses, With sebelum DNC 2 (bertindak
tiga item menilai menangani situasi tidak akan
Focus On wisuda, dan di sesuai dengan
DNC yaitu DNC 1 yang melibatkan penurunan angka atau
Their antara peraturan
(menangani situasi kekerasan, ancaman keseriusan, dan hasil
Readiness To registered keselamatan yang
yang melibatkan kekerasan, atau dari penelitian ini
Manage nurses dengan ada dalam kasus
kekerasan, ancaman bahaya mengarah ke
kebakaran dan
Violence, pengalaman ancaman kekerasan (DNC 1) (P rekomendasi
situasi bencana?;
Serious profesional. atau ancaman 0,007); menerapkan pendidikan dalam
DNC3 (menerapkan
Events And Tujuan lainnya bahaya); DNC 2 prinsip-prinsip kesiapsiagaan
prinsip-prinsip
Disasters adalah untuk (bertindak sesuai kedokteran bencana bencana,
kedokteran bencana
menyelidiki dengan peraturan selama serius respon dan
pada saat kejadian
kemungkinan keselamatan yang peristiwa, baik di manajemen harus
serius, baik dalam
hubungan ada dalam kasus dalam dan di luar disertakan dan
dan di luar fasilitas
kebakaran dan fasilitas kesehatan
antara self- kesehatan?) selanjutnya
situasi bencana?; (DNC 3) (P
reported DNC dikembangkan dalam
dan faktor latar DNC3 0,008); dan secara program keperawatan
belakang / (menerapkan keseluruhan DNC (p dasar serta dalam
background. prinsip-prinsip 0,005), (Tabel 2). semua program
kedokteran bencana Hasil penelitian pascasarjana
pada saat kejadian menunjukkan bahwa keperawatan. Selain
serius, baik dalam pengalaman kerja itu, dianjurkan
dan di luar fasilitas dengan peristiwa yang berbasis tim
kesehatan?) serius dapat reguler latihan
Data meningkatkan bencana dan diskusi /
dikumpulkan kesiapan perawat
pendidikan
selama minggu terdaftar (RNs) untuk
bagaimana
terakhir dari 3 menangani
tahun Program kekerasan, untuk menangani peristiwa
keperawatan di bertindak sesuai yang mengancam dan
tingkat sebelas dengan peraturan kekerasan seharusnya
perguruan tinggi / keselamatan, dan diimplementasikan di
universitas untuk menerapkan semua tempat kerja
perguruan tinggi prinsip-prinsip kesehatan, tidak
di Swedia. Pada pengobatan bencana sedikit yang non-
saat pengumpulan pada saat kejadian emergency,
data, NSs telah serius. sebagai RNs bekerja
menyelesaikan Ditemukan juga dalam perawatan
semua program perbedaan yang non- emergency
yang teoritis dan signifikan antara dalam penelitian ini
klinis dalam ketergantungan NSs
juga menyorot tetang
program dan siap pada Universitas /
kebutuhan mereka
untuk mengambil University College.
posisi sebagai untuk pengalaman
perawat terdaftar. dalam kesiapan self-
Data yang reported keperawatan
dikumpulkan dari bencana yang lebih
sekelompok RNs baik
selama mereka kesiapan.
minggu pertama
memasuki program
spesialis
keperawatan di
bidang dari
operating-, dengan
kesehatan
masyarakat,
prehospital-, atau
perawatan lansia di
lima HEIs.
Sebelum diterima
untuk spesialis
apapun pendidikan
keperawatan di
Swedia, RNS harus
memiliki minimal
satu tahun
pengalaman kerja
profesional sebagai
perawat terdaftar.
Aliakbari F, Mengeksploras Qualitative Data dikumpulkan Hasil penelitian Hasil penelitian Aliakbari F, et al Respon
et al (2014) i kompetensi analytical dengan in-depth didapatkan lima tema menunjukkan bahwa (2014)
perawat dalam research interview yang utama yaitu: (1) perawat
Iranian merespon Partisipan dilakukan pada kompetensi membutuhkan
Nurses situasi krisis penelitian adalah partisipan. Lama manajemen, (2) beberapa kemampuan
Experience melalui studi 35 orang perawat waktu wawancara kompetensi etik dan tertentu yang penting
of Essential kualitatif yang memiliki sekitar 40 100 legal, (3) kerja tim, untuk dimiliki agar
Technical pengalaman menit. Waktu dan (4) kemampuan dapat memberikan
Competences dalam pelayanan tempat wawancara personal, (5) pelayanan kesehatan
in Disaster kesehatan ditentukan sesuai kemampuan teknis secara maksimal pada
Response: A selama dengan kesepakatan spesifik saat terjadi bencana.
Qualitative terjadinya gempa partisipan. Data Perawat juga
Content Iran atau wawancara membutuhkan
Analysis bencana lainnya mencapai saturasi kemampuan untuk
Study selama 10 tahun setelah dilakukan menggunakan
terakhir. sebanyak 30 peralatan emergensi
Pemilihan wawancara Rumah Sakit, skill
sampel terstruktur dan lebih triage, perawatan
menggunakan dari lima kali untuk psikologis, dan
purposive mengkonfirmasikan informasi ilmiah
sampling kategori data yang mengenai situasi
sudah didapatkan. krisis serta
manajemen respon
terhadap bencana.
Hasil penelitian ini
dapat digunakan
sebagai masukan
dalam menyusun
program pelatihan
dalam persiapan
bencana.
Kathryn Sebuah studi Sebuah studi Survei Untuk mengukur Tujuh puluh empat Pentingnya Preparadne
parker et al, dilakukan kuasi- KompetensiManaje dampak siswapada siswa mulai kursus mahasiswa ss
2009 untuk menguji eksperimental men bencana program online online.Dari jumlah kedepannya
perubahan menggunakan Survei ini terdiri dari mengenai ini, 47 (64%) dapatterlibat dalam
The impact persepsi siswa survei dilakukan sepuluh item yang sikap belajar menyelesaikan.Sebua pembelajaran
of an online dengan dengan mengukur interprofessional.Kesi h survei lanjutan interprofessional
interprofessi kompetensi menggunakan pentingnyakompeten apan untuk Belajar dikirim ke peserta dengan
onal course manajemen pre-test, post-test simanajemen Interprofessional didik yang menarik rekannyadapat
in disaster bencana dan Desain bencana Skala (RIPLS) yang diri dari kursus;10 meningkatkan
management sikap Sampel termasuk dan dikembangkan dikembangkan oleh (21%) kualitas pelayanan
competency interprofession mahasiswa oleh tim evaluasi Parsell dan Bligh siswa dan bantuan yang
and attitude al setelah sarjana di bidang untuk mencocokkan (1999) merupakan menjawab.Alasan diberikan selama
towards kursus selesai kesehatan dan hasilprogram instrumen yang yang paling sering bencana. Dalam ilmu
interprofessi bersekutu bidang pembelajaran dikembangkan untuk dikutip untuk kesehatan dan
onal dari lima besar, . Timanggota ini menjatuhkan kursus program sekutu,
learning lembaga pengembangan tujuan, dan ini kurikulum sarjana
pendidikan kurikulum, tim digunakan dengan '' masalah teknis harus mendukung
perkotaan penasehat klinis dan izin dari penulis. dengan bagian-bagian pengembangan
tentu saja Statistik deskriptif yang berbeda dari kompetensi
profesor review menggunakan SAS kursus '' (n 6; 60%) kolaboratif dan
survei untuk dihitung untuk item diikuti oleh, memastikan peserta
meningkatkan survei demografi '' tidak cukup waktu didik siap untuk
validitas item.Survei untuk untuk bekerja di bekerja di
menggunakanskalaL menyediakan profil lapangan '' (n 4; praktek kolaboratif
ikertuntuk mengukur peserta.Ukuran 40%), '' beban kerja
persepsi peserta dari pemusatan dan tidak apa yang saya
kompetensi dalam standar deviasi yang diharapkan '' (n 2)
keterampilan DM dihitung pada semua dan alasan pribadi (n
mulai dari 1 survei.Pengujian 2).Mayoritas siswa
untuk 5, di mana 1 reliabilitas dilakukan yang mengambil
pemula / untuk kompetensi Tentu saja untuk
pengalaman yang DM kepentingan, tanpa
sangat terbatas dan 5 survei dan kredit, dengan
kompetensi RIPLS.Cronbach pengecualian dari
kinerjadokter.Peserta alpha untuk Penyakit mahasiswa
menyelesaikan Manajemen keperawatan, di mana
survei DM secara Kompetensi siswa memperoleh
online sebelum Survei itu kredit terhadap waktu
memulai kursus dan 0,97.Cronbach alpha penempatan klinis.
segera setelah kursus untuk item Mayoritas peserta
delapan minggu keseluruhan survei didik adalah
selesai.Survei pasca- RIPLS adalah perempuan, 25 tahun
kursus samaterdiri 0.90.Alpha untuk atau lebih muda,
dari Teamwork dan yang saat ini terdaftar
sepuluh item pre-test Kolaborasi subskala di
dengan empat adalah 0,93 dan 0,88 sebuah perguruan
tambahan item untuk tinggi atau
terbuka Pasien keterpusatan universitas
subskala.Alpha untuk Program.Mayoritas
subskala Profesional memiliki beberapa
Identity, dengan pengalaman bekerja
item bernada negatif, dalam tim;paling
hanya 0,59;dengan 590
asli, data non-recoded L. Atack et al.
itu J Interprof Perawatan
adalah 0,84 Download dari
informahealthcare.co
m oleh University of
Huddersfield pada
12/29/14
Untuk penggunaan
pribadi saja.
tidak memiliki
pengalaman DM
sebelumnya (Tabel
I).Siswa berasal dari
berbagai
program;semua
berada di tahun
program kedua atau
ketiga

kompetensi
Tiga puluh enam
siswa, (77%)
menyelesaikan kedua
pra dan survei pasca-
kompetensi.pra The
Tentu saja rata-rata
adalah 2,72 (SD 0,79)
dan pasca-kursus
rata-rata adalah 4,08
(SD 0,72).Itu
siswa membuat
keuntungan yang
signifikan secara
statistik pada semua
kompetensi (nilai p
untuk semua item
adalah 50,0001) serta
skor keseluruhan
untuk survei (t
10.12; df 34; p
50,0001)
(Tabel II).
Kompetensi di mana
siswa membuat
keuntungan terbesar
adalah: proses
mendefinisikan dan
tanggung jawab
pribadi selama
bencana,
menunjukkan
komunikasi yang
efektif dengan
klien dan staf,
menjelaskan langkah-
langkah keamanan
untuk mengambil
saat bencana dan
menganalisis masa
lalu
bencana.
Survei kompetensi
pasca-tentu saja
termasuk empat
pertanyaan terbuka
yang dirancang untuk
memberikan
pemahaman yang
lebih mendalam
tentang cara di mana
siswa memperoleh
kompetensi dalam
manajemen bencana
dan praktik
interprofessional.The
menyeluruh tema,
diidentifikasi dari
umpan balik
mahasiswa dari
empat pernyataan,
adalah bahwa kursus
online meningkatkan
perawatan klien
melalui
pengembangan
keterampilan
interprofessional dan
manajemen
bencana.empat besar
sub-tema yang
mewakili hasil kursus
diidentifikasi:
meningkatkan
kesiapan untuk
praktek
saat bencana,
membangkitkan
praktek
interprofessional,
wawasan perspektif
klien
dan pengembangan
niat baru, kegiatan
baru.
Nowak, et al. Mengevaluasi Desain yang Instrument yang Hasil penelitian Hasil penelitian Nowak, et al. 2015 preparedne
2015 jika pendidikan digunakan yaitu digunakan menunjukkan bahwa menunjukkan ketika ss
evidence based quasi dikembangkan oleh pada kelompok pembelajaran
Community disaster eksperimen. The American Red intervensi keperawatan bencana
partnership mengajarkan Sampel Cross Student Nurse menunjukkan tingkat menggunakan format
teaching keterampilan melibatkan 58 yang terdiri 42 soal pembelajaran yang menarik dan
volunteerism dasar dan mahasiswa pre/postest yang tertinggi berbasis bukti akan
emergency mengembangk keperawatan telah di validasi dibandingkan menghasilkan
preparedness an jiwa secara isi oleh 14 kelompok kontrol. keluaran yang lebih
and kesukarelawan ahli keperawatan baik dibanding
awarding red dalam bencana. pembelajaran dengan
cross masyarakat Terdapat dua metode tradisional.
certificate in kelompok Diharapkan melalui
nursing mahasiswa yaitu program
school kelompok kontrol pembelajaran model
curricula dan kelompok Schmidt dapat
intervensi. Intervensi meningkatkan
dilakukan dengan keterampilan individu
memberikan dan professional
pembelajaran sebagai mahasiswa
tentang prinsip dasar yang siap terjun
kesiapsiagaan sebagai sukarelawan.
bencana. Kelompok
intervensi
mendapatkan
pembelajaran
dengan berbagai
metode sedangkan
kelompok kontrol
hanya mendapatkan
kuliah ceramah.
Kelompok control
diberikan informasi
tentang bagaimana
bekerjasama dengan
masayarakat
sedangkan
kelompok intervensi
mendapatkan
sertifikat sebagai
sukarelawan.
Sebelum dan
sesudah intervensi
diberikan
pre/postest.
Analisis
menggunakan One
Way RMANOVA

Denise M. Tujuan Penelitian ini Cornerstone of Instrumen penelitian 1. Para perawat 1. Program C3DC Preparedne
Danna,; penelitian ini merupakan Cultural ini menggunakan yang ini mendukung ss
Stephanie S. menjelaskan penelitian survey Competency online module berpartisipasi masuknya semua
Pierce; pengembangan (penggunaan During the Disaster evaluation scores mewakili profesional
Rose M. , program C3DC) Cycle (C3DC): and perceived effect populasi pada perawatan
Schaubhut; implementasi, oleh tenaga terdiri dari 12 Web on profesional wilayah New kesehatan dalam
Luanne dan evaluasi kesehatan berbasis practice yang terdiri Orlean, menerima
modul pendidikan kemungkinan pendidikan pada
Billingsley,; program perawat dan keperawatan, dua dari beberapa item tidak representatif budaya
and Marsha C3DC. mahasiswa program akademik, pertanyaan untuk diterapkan kompetensi
J. Bennett Tujuan keperawatan. komponen a train (pada setiap modul di daerah lain selama siklus
(2015) program Survey pertama : the trainer, dan online : terdiri dari Louisiana. bencana, dan
C3DC: dilakukan untuk multi-user virtual tiga sesi inti dan 2. Peserta secara memberikan
Educating a. mendidik mengetahui environment sembilan sesi pada konsisten menilai gambaran pada
nurse to perawat pengetahuan, (MUVE). Semua populasi rentan, hal 12 modul baik pengembangan
dan dan sangat baik , kurikulum.
provide kebutuhan, dan komponen ini diperlukan peserta
mahasiswa dan 90% dari Dimana program
culturally ketertarikan program pendidikan guna menyelesaikan
keperawata peserta yang sarjana telah ulir
competent perawat dan tersebut diciptakan evaluasi untuk terus berpartisipasi isi budaya
care during n untuk executif perawat oleh fakultas SON dapat menerima
memberika dalam sesi kompetensi,
disasters dalam yang berpartisipasi kredit pendidikan Second Life kesiapsiagaan
n
membudayakan dalam hibah sebagai keperawatan dengan setuju bahwa sesi serta tanggap
keamanan,
kompetensi pengembang dari menggunakan skala ini berkaitan, darurat krisis
kualitas,
dan budaya selama bencana masing-masing Likert : sangat baik, menarik, dan menjadi
perawatan di Lousiana modul . baik, adil , miskin , sesuai dengan kurikulum pada
yang (jumlah sampel Tiga modul pertama dan tidak sama pengetahuan dan semua program
kompeten nurse executif adalah modul inti, sekali). akuisisi sarjana.
untuk 18, dan perawat meliputi (a) dasar- keterampilan, 2. Perawat memiliki
populasi 55). dasar tentang Data dikumpulkan dilakukan oleh peran
yang rentan Survey kedua : kesiapsiagaan dari : penggunaan para ahli, dan mengadvokasi
dan sesuai dengan pengembangan
Implementasi bencana ; (b) program C3DC
masyarakat harapan peserta. dan penyebaran
penggunaan pemahaman secara online oleh
selama 3. Lebih dari 40% kebijakan tingkat
program C3DC kompetensi bencana perawat dan
siklus peserta kelembagaan
secara online keperawatan ; dan mahasiswa
bencana mengalami pada kerentanan
melalui web (c) masalah etika keperawatan.
b. memberika masalah sosial dan
(jumlah sampel dan hukum.
n pelatihan teknologi, dan bencana di
dari bulan Juli Sembilan modul
C3DC, 25% peserta tempat kerja
2011 sampai
pendidikan, pendidikan mengatakan tidak masing-masing.
Desember 2013,
dan berikutnya fokus pernah mencapai 3. Perawat dapat
Sekitar
melanjutka 1.903 perawat pada populasi rentan tingkat berpartisipasi
n program dan mahasiswa yang dianggap kenyamanan pada dalam
pendidikan keperawatan berisiko tinggi Second Life. pembentukan
keperawata berpartisipasi mengalami efek 4. Program C3DC kebijakan negara,
n dalam program samping dari berhasil dikirim yang meliputi
menggunak C3DC. Sebanyak bencana, meliputi melalui berbagai populasi yang
an strategi 1.362 peserta (a) orang dewasa konten rentan dan
pembelajar berpartisipasi pendekatan (kelas budaya
yang lebih tua/
an dalam modul tradisional dan kompetensi dalam
lansia; (b) maternal /
transforma pelatihan online, kuliah, modul tanggap darurat
sional dan dan 34 siswa perinatal / neonatal; online, dan tradisional pada
modalitas menyelesaikan (c) membutuhkan lingkungan saat terjadi
c. menyebarl kursus elektif medis / sakit parah; virtual), namun bencana.
uaskan dalam program (d) anak-anak / belum ada 4. Perawat dapat
temuan dan C3DC. pediatri; (e ) keuntungan yang berkolaborasi
pelajaran tunawisma; jelas dari dengan agen-agen
dari (f) individu modalitas federal dalam
pelatihan, penyandang cacat; tersebut. pengembangan
program (g) individu yang praktik terbaik
pendidikan hidup di daerah untuk
, dan pedesaan; (h) membudayakan
melanjutka individu dengan kompetensi
n program
penyakit mental; dan selama bencana.
pendidikan
(i) individu dengan
keperawata
n setempat, kemampuan bahasa
regional, Inggris yang
dan terbatas.
khalayak
nasional.