Anda di halaman 1dari 11

https://adimasramdhani.wordpress.

com/2011/03/14/pengendapan-precipitation-
chemistry/

adi masramdhani

pengendapan (Precipitation chemistry)

Maret 14, 2011 oleh adimasramdhani

Pengendapan adalah pembentukan yang


solid dalam larutan atau dalam lainnya padatselama reaksi kimia
atau oleh difusi dalam padatan. Bila reaksi terjadi dalam cair, zat padat yang
terbentuk disebut endapan, atau ketika dipadatkan oleh sentrifus, peletseorang. Cairan
yang tersisa di atas padat dalam kedua kasus disebut supernatant atau
supernatan. Bubuk yang berasal dari curah hujan juga historis dikenal sebagai bunga.

Alam metode presipitasi termasuk pengendapan atau sedimentasi, dimana bentukpadat selam
a periode waktu tertentu karena gaya ambien seperti gravitasi
atausentrifugasi. Selama reaksi kimia, curah hujan juga dapat terjadi khususnya
jika suatusubstansi larut dimasukkan ke dalam solusi dan kepadatan terjadi menjadi lebih
besar (jika endapan akan mengapung atau bentuk suspensi). Dengan zat larut, curah hujandi
percepat sekali solusi menjadi jenuh.

Dalam padatan, pengendapan terjadi jika konsentrasi salah satu solid berada di atas batas
kelarutan pada host
padat, karena misalnya quenching cepat atau implantasiion, dan suhu cukup tinggi
bahwa difusi dapat menyebabkan pemisahan menjadipresipitat. Curah hujan
di padatan secara rutin digunakan untuk mensintesis nanoclusters.
Tahap penting dari proses presipitasi adalah awal nukleasi. Penciptaan partikel padathipotetis
mencakup pembentukan sebuah interface, yang memerlukan beberapaenergi
berdasarkan energi relatif dari permukaan padat dan solusi. Jika energi initidak
tersedia, dan tidak ada permukaan yang cocok nukleasi tersedia, jenuh terjadi.

Aplikasi

Reaksi Pengendapan dapat digunakan untuk membuat pigmen, menghilangkangaram dari air
dalam pengolahan air, dan dalam analisis anorganik kualitatif klasik.

Pengendapan juga berguna untuk mengisolasi produk reaksi selama hasil


pemeriksaan. Idealnya, produk reaksi yang tidak larut dalam reaksi pelarut. Dengan
demikian, presipitasi sebagai itu terbentuk, sebaiknya membentuk
kristal murni.Contoh ini akan menjadi sintesis porfirin dalam refluks asam propionat. Dengan
pendingin campuran
reaksi terhadap suhu kamar, kristal dari endapan porfirin, dandikumpulkan oleh filtrasi:

Pengendapan juga mungkin terjadi ketika antisolvent (pelarut di mana produk yangtidak
larut) ditambahkan, secara drastis mengurangi kelarutan produk yang diinginkan.Setelah
itu, endapan dapat dengan mudah dipisahkan
dengan penyaringan,penuangan, atau sentrifugasi). Sebuah contoh akan sintesis krom klorida
tetraphenylporphyrin: air ditambahkan ke dalam larutan reaksi DMF, dan produkpresipitat
Presipitasi juga berguna dalam produk memurnikan:. mentah bmim Cldiambil di asetonitril,
dan jatuh ke etil asetat, dimana presipitat. Dalam metalurgi, presipitasi dari larutan
padat juga merupakan cara yang bergunauntuk memperkuat paduan,
proses ini dikenal sebagai penguatan larutan padat.

Representasi menggunakan persamaan kimia


Contoh reaksi presipitasi: perak nitrat Kering (AgNO3) ditambahkan ke larutan yang
mengandung kalium klorida
(KCl) dan presipitasi dari klorida padat putih, perakdiamati. (Zumdahl, 2005)

Perak klorida (AgCl) telah membentuk padat, yang diamati sebagai endapan.

Reaksi ini dapat ditulis menekankan ion dipisahkan dalam larutan gabungan. Ini dikenal
sebagai persamaan ion.

Ag + (aq) + NO3-(aq) + K + (aq) + Cl-(aq) AgCl (s) + K + (aq) + NO3-(aq)

Cara terakhir untuk mewakili reaksi endapan dikenal sebagai reaksi ionik bersih.Dalam hal in
i, ion penonton ada (mereka yang tidak berkontribusi
terhadap reaksi)yang tersisa dari formula sepenuhnya. Ini menyederhanakan persamaan di
atassebagai berikut:

Ag + (aq) + Cl-(aq) AgCl (s)

Kation sensitivitas

Formasi Presipitat berguna dalam mendeteksi jenis kation dalam garam. Untukmelakukan ini,
alkali terlebih dahulu bereaksi dengan garam tidak diketahui untuk menghasilkan endapan
yang merupakan hidroksida garam tidak diketahui. Untuk mengidentifikasi kation,
warna endapan dan kelarutan dalam kelebihan dicatat. Proses serupa sering digunakan untuk
memisahkan kimia yang sama.
http://www.ilmukimia.org/2014/02/reaksi-
pengendapan.html

Reaksi Pengendapan
Pengertian Reaksi Pengendapan
Pengendapan (presipitasi) adalah reaksi pembentukan padatan dalam larutan
atau di dalam padatan lain selama reaksi kimia. Pengendapan juga dapat terjadi
karena adanya difusi dalam padatan. Ketika reaksi terjadi dalam larutan cair,
padatan terbentuk disebut sebagai endapan. Bahan kimia yang menyebabkan
adanya padatan disebut sebagai pengendap. Tanpa kekuatan energi gravitasi
yang cukup untuk membawa partikel-partikel padat ke bawah bersama-sama,
maka endapan akan tetap sebagai suspensi. Setelah terjadi sedimentasi,
endapan dapat disebut sebagai pelet. Cairan yang sudah tidak mempunyai
endapan supernatant. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar di bawah ini.

Penjelasan Pengendapan
Pengendapan dapat terjadi jika konsentrasi senyawa melebihi kelarutan.
Pengendapan dapat terjadi dengan cepat dari larutan jenuh. Pengendapan erat
kaitannya dengan hasil kali kelarutan (Ksp).

Dalam padatan, pengendapan terjadi jika konsentrasi salah satu padatan berada
di atas batas kelarutan. Pengendapan padatan sering digunakan untuk
mensintesis nanoclusters.

Tahap penting dari proses presipitasi adalah nukleasi. Pembentukan partikel


padatan meliputi pembentukan antarmuka, yang memerlukan beberapa energi
didasarkan pada energi permukaan relatif padatan atau larutan. Jika tidak, maka
akan terjadi kejenuhan.

Reaksi Kimia Pengendapan


Contoh dari reaksi pengendapan adalah ketika larutan perak nitrat (AgNO 3)
ditambahkan ke dalam larutan yang mengandung kalium klorida (KCl). Maka
aakan terbentuk endapan putih perak klorida (AgCl).

AgNO3 (aq) + KCl (aq) AgCl (s) + KNO3 (aq)

Reaksi ini dapat ditulis dengan menekankan pada disosiasi ion. Hal ini dikenal
sebagai persamaan ion.

Ag+ (aq) + NO3- (aq) + K+ (aq) + Cl- (aq) AgCl (s) + K+ (aq) + NO3- (aq)

Suatu cara untuk menjelaskan reaksi endapan dikenal sebagai reaksi ion bersih.
Dalam hal ini, setiap ion pendukung (tidak berperan terhadap reaksi) akan
dihilangkan. Persamaan di atas disederhanakan menjadi seperti berikut:

Ag+ (aq) + Cl- (aq) AgCl (s)

Warna Endapan
Banyak senyawa yang mengandung ion logam menghasilkan endapan dengan
warna yang khas. Berikut ini adalah warna khas untuk berbagai logam. Namun
demikian, banyak dari senyawa ini dapat menghasilkan warna yang sangat
berbeda.

Senyawa Warna

Emas Oranye

Krom Hijau tua, hijau keruh, oranye, ungu, kuning, coklat

Kobalt Warna merah muda

Tembaga Biru

Besi(II) Hijau

Besi(III) Coklat kemerahan

Mangan Merah muda pucat

Nikel Hijau
http://organiksmakma3b30.blogspot.com/2013/04/pengendapan.html

Senin, April 15, 2013 Analisis Gravimetri 9 comments

PENGENDAPAN

Pengendapan adalah proses membentuk endapan yaitu padatan yang


dinyatakan tidak larut dalam air walaupun endapan tersebut sebenarnya
mempunyai kelarutan sekecil apapun. Prosedur analisis menentukan jumlah
pereaksi yang digunakan atau ditambahkan kedalam sampel/analat agar
terbentuk endapan. Dalam kasus dimana jumlah pengendap tidak disebutkan,
biasanya dapat dilakukan estimasi kasar dengan cara perhitungan sederhana
yang melibatkan konsentrasi pereaksi dan perkiraan berat zat/konstituen yang
ada. Biasanya disarankan pemakaian pengendap berlebih karena kelarutan
endapan-endapanberkurang atau menurun, yang disebabkan oleh efek ion yang
sama (common ion effect). Kelebihan pengendap yang banyak tidak diinginkan,
bukan saja karena pemborosan pereaksi tetapi juga karena endapan dapat
cenderung melarut kembali dalam kelebihan pereaksi yang banyak, membentuk
ion rangkai (kompleks). Sebagai contoh, senyawaan perak diendapkan dengan
senyawa klorida dan endapan menjadi lebih, tidak dapat larut bila terdapat
cukup kelebihan klorida, tetapi kelebihan klorida yang besar melarutkan endapan
tadi :

Ag Cl + 2Cl Ag Cl3 2

Secara umum, bila tidak ditentukan, dapat digunakan atau ditambahkan


10% kelebihan pengendap. Dalam semua hal, cairan supernatan atau saringan
(filtrat) harus diuji untuk mengetahui kesempurnaan endapan dengan
menambahkan sedikit penambahan jumlah pengendap.
Hal yang utama dalam analisis gravimetri ialah pembentukan endapan
yang murni dan mudah disaring .

Pengendapan mulai terjadi dengan terbentuknya sejumlah partikel kecil


yang disebut inti-inti (nukla) bila ketetapan hasil kali kelarutan (Ksp) suatu
senyawaan dilampaui. Partikel-partikel kecil ini ukurannya akan membesar dan
akan mengendap kedasar wadah. Partikel-partikel yang relatif besar ini seringkali
lebih murni dan lebih mudah disaring. Pada umumnya ukuran partikel meningkat
mencapai ukuran maksimum dan kemudian berkurang bila konsentrasi pereaksi
pereaksi dinaikkan. Diketahui bahwa makin kecil kelarutan suatu endapan maka
semakin kecil ukuran partikelnya. Tetapi ketentuan ini merupakan aturan kasar
atau tidak mutlak sebagai contoh perak klorida (AgCl) dan bariumsulfat (BaSO 4)
mempunyai kelarutan molar yang sama (Ksp sekitar 10 10 tetapi partikel
bariumsulfat jauh lebih besar daripada perak klorida bila digunakan kondisi
pengendapan yang serupa. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kelarutan
ialah :

- suhu

- pH

- pemakaian zat pengkompleks

Pengendapan sangat umum dilakukan pada suhu tinggi, dengan alasan


bahwa garam dari asam lemah seperti kalsiumoksalat (CaC 2O4) dan seng sulfida
(ZnS) lebih baik bila diendapkan dalam suasana asam lemah daripada suasana
basa. Bariumsulfat akan lebih baik diendapkan dalam larutan asam klorida 0,01
M sampai dengan 0,05 M karena kelarutan akan meningkat dengan terbentuknya
ion hidogensulfat (HSO4-).

Setelah endapan terbentuk kadang-kadang perlu dilakukan pencernaan


(digestion) atau penuaan (aging) artinya endapan tersebut dibiarkan
bersentuhan atau kontak dengan larutan induk (mother liquor), biasanya pada
suhu yang ditinggalkan sebelum penyaringan dilakukan.

Partikel-partikel kecil dari endapan berbentuk kristalin seperti BaSO 4, lebih


dapat larut dibandingkan partikel-partikel besarnya yang mengakibatkan larutan
tersebut lewat jenuh terhadap partikel besar. Untuk meningkatkan ukuran
partikel dari kecil menjadi besar seperti pada endapan kristalin BaSO 4, dilakukan
proses pemasakan (ripening). Pemasakan ini dapat dilakukan diatas penangas air
(water bath) dimana wadah beserta endapan disimpan diatasnya selama 30 60
menit. Endapan selai (gelatin) seperti besi (III) hidroksida tidak dicerna (digest)
karena endapan kecilnya tidak begitu berbeda dengan endapan besarnya
sehingga tidak terjadi peningkatan ukuran yang berarti. Untuk memperoleh
endapan dengan partikel berukuran besar, pengendapan dilakukan dengan
menambahkan perlahan-lahan larutan encer pengendap. Endapan kristalin
biasanya dicernakan pada suhu yang dinaikan sebelum penyaringan yang
bertujuan untuk makin meningkatkan ukuran partikel.

Pada waktu proses pengendapan suatu endapan, dapat terjadi suatu zat
yang biasanya dapat larut akan terbawa mengendap dan peristiwa ini disebut
kopresipitasi. Sebagai contoh suatu larutan barium klorida yang mengandung
sedikit ion nitrat dan kedalam larutan ini ditambah pengendap asamsulfat maka
endapan bariumsulfat akan mengandung barium nitrat. Hal ini diistilahkan nitrat
tersebut dikopresipitasi bersama sulfat.

Kopresipitasi dapat terjadi karena terbentuknya kristal campuran atau oleh


adsorpsi ion-ion selama proses pengendapan. Kristal campuran ini memasuki kisi
kristal endapan, sedangkan ion-ion yang teradsorpsi ditarik kebawah bersama-
sama endapan pada proses koagulasi.

A.1 Endapan Kristalin


Pada waktu pembentukan endapan kristalin seperti bariumsulfat,
ketidakmurnian teradsorpsi sewaktu partikel-partikel endapan masih kecil. Ketika
partikel tersebut membesar dapat terjadi pengotor tersebut berada/masuk
dalam kristal. Pengotoran jenis ini disebut oklusi. Kopresipitasi dapat dikurangi
tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali, dengan cara penambahan kedua
pereaksi itu?. Bila diketahui bahwa sampel atau pengendap mengandung ion
pengotor maka larutan ini dapat ditambahkan kepada larutan yang lain. Dengan
demikian konsentrasi pengotor dapat dijaga agar minimum pada tahap-tahap
awal presipitasi.

Kemurnian suatu endapan kristalin dapat ditingkatkan dengan jalan


disaring, dilarutkan kembali (ulang) dan kemudian diendapkan kembali. Hal ini
dapat dilakukan bila endapan tersbut mudah dilarutkan. Tetapi endapan
bariumsulfat yang tidak mudah dilarutkan kembali, kemurniannya dapat
ditingkatkan engan proses penuaan atau pencernaan.
A.2 Endapan selai/gelatin
Partikel-partikel endapan selai jumlahnya lebih banyak dan jauh lebih kecil
ukurannya dibandingkan partikel endapan kristalin. Karena kecil maka luas
permukaan pada larutannya sangat besar/luar biasa besarnya. Keadaan seperti
ini mengakibatkan teradsorpsinya air dalam jumlah relatif besar. Hal ini
menyebabkan endapan tersebut mirip gelatin dan adsorpsi ion-ion lainnya
sangat ekstensif. Partikel-partikel endapan selai tidak mudah tumbuh menjadi
besar dan pengotor tidak akan masuk kedalam endapan tapi akan terikat pada
permukaan partikel-partikel kecil tadi.

Ion-ion hidrogen dan hidroksida mudah teradsorpsi oleh endapan selai


seperti Fe(OH)3 dan Al(OH)3.

Besi (III) hidroksida bermuatan positif pada pH 8,5 tetapi bermuatan


negatif pada pH lebih tinggi dari itu. Untuk meningkatkan kemurnian endapan
selai dapat dilakukan dengan pencucian atau pengendapan ulang. Proses
pencernaan tidak berguna karena endapan selai tersebut sedikit sekali dapat
larut sehingga partikel-partikelnya tidak terlalu cenderung tumbuh untuk
membesar.

A.3 Pengendap
Pengendap yang digunakan umumnya zat anorganik walaupun pada
beberapa penetapan digunakan zat organik sebagai pengendap.

Pengendap anorganik biasanya berupa basa, asam atau garamnya. Basa


yang sering dipakai adalah amonia (larutan gas amoniak dalam air), NaOH atau
KOH. Endapan yang terbentuk berupa hidroksida yang akan berubah menjadi
oksidanya bila bentuk pertama dipijarkan. Pemakaian pengendap selalu
berlebihan untuk mendapatkan pengendapan sempurna tetapi dapat terjadi
bahwa hidroksida yang mengendap mula-mula akan larut dalam basa
pengendap berlebih. Sebagai contoh, endapan Cu(OH) 2 dapat larut dalam NH4OH
sehingga yang terakhir ini tidak dapat digunakan sebagai pengendap untuk
memperoleh endapan Cu(OH)2. Pereaksi yang tepat adalah NaOH. Sebaliknya
endapan Al(OH)3 akan larut dalam basa kuat, NaOH atau KOH. Endapan Zn(OH) 2
akan larut dalam basa lemah (NH 4OH) atau basa kuat (NaOH/KOH), jadi
senyawaan seng harus diendapkan dengan suatu garam misalnya (NH 4)2HPO4.
Senyawaan barium dapat diendapkan dengan H 2SO4 sehingga membentuk
endapan BaSO4. Pengendapan BaSO4 dapat dilakukan dengan memakai Na 2SO4
(garam) sebagai pengganti asam sulfat. Endapan perak klorida juga terbentuk
bila pengendap NaCl ditambahkan kedalam suatu larutan garam perak.

Secara umum endapan yang berbentuk hidroksida akan terurai bila


dipijarkan pada suhu tinggi membentuk oksidanya yang kemudian ditimbang
(bobot tetap). Endapan seperti BaSO 4 relatif sukar terurai pada suhu tinggi tetapi
akan tereduksi bila ada zat pereduksi seperti C atau H 2. Pereduksi C diperoleh
dalam kertas saring yang dipakai sebagai penyaring.

Sejumlah ion logam dapat diendapkan dengan pereaksi organik. Zat


organik seperti - hidroksi kuinolina [ - kuinolinolina atau oxine (oksina)]
membentuk senyawaan yang mengendap dengan ion-ion logam seperti
alumunium, besi, seng, tembaga, zirkonium dan sebagainya. Zat ini hampir tak
dapat larut dalam air dan bila akan dipakai sebagai pengendap maka harus
dilarutkan dalam suatu pelarut organik tertentu seperti asamasetat atau
metanol.

Rumus oksina : C9H7OH

Selain oksina, zat organik lainnya yang digunakan sebagai pengendap


ialah dimetilglioksima, yang rumusnya :

CH3 - C = NOH

CH3 - C = NOH
Pereaksi ini dengan senyawaan nikel membentuk endapan merah
N1(C4H7N2O2)2. Ion-ion pengganggu misalnya Fe 3+, Al3+,B3+ yang dapat dicegah
dengan menambahkan senyawaan organik tertentu (sitrat atau tartrat)
Dimetilglioksima hanya sedikit larut dalam air, maka biasanya dipakai larutan 1%
dalam etanol. Senyawaan tembaga dapat diendapkan dengan pereaksi benzoin a
- oksina (kupron) yang membentuk endapan hijau

Rumus zat ini :

C6H5 - CH = OH

C6H5 - C = NOH

Benzoin a - oksina sangat sedikit dapat larut dalam air tetapi mudah larut
dalam etanol. Pereaksi yang dipakai adalah larutan 2% dalam etanol.

Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook