Anda di halaman 1dari 26

BAB II

LANDASAN TEORI

2. 1. Energi Panas

a. Definisi Energi Panas

Dalam dunia teknologi energi, panas menjadi salah satu media yang

dapat direkayasa karena sifatnya yang dapat berpindah, berubah nilainya, yang

selalu diikuti dengan perubahan energi panas. Sebuah benda yang

temperaturnya naik, menandakan adanya energi panas yang masuk padanya.

Sebaliknya, jika sebuah benda mengalami penurunan temperatur, maka ia

melepaskan energi panas yang sebelumnya ia punya ke benda lain di

sekitarnya.

Perubahan energi panas tidak dapat dipisahkan dengan fenomena

perpindahan panas. Keduanya saling berkaitan. Terjadinya perpindahan panas

dari satu benda ke benda lain, selalu dikuti dengan perubahan energi panas

yang terkandung di dalam kedua benda tersebut. Saat terdapat dua benda

dengan temperatur yang berbeda dalam kondisi diatermik (diathermic), terjadi

perpindahan energi dalam bentuk kalor. Diatermik adalah sebuah kondisi saat

dua benda atau lebih dapat melakukan perpindahan panas.

Energi panas adalah bagian dari energi internal yang bertanggungjawab

atas temperatur sebuah sistem. Secara mikroskopis, energi panas dapat

diidentifikasi sebagai energi mekanik kinetik dari partikel konstituen atau

bentuk lain dari energi kinetik sehubungan dengan kondisi-mikro mekanika-

6
quantum. Perbedaan mendasar antara energi kinetik dengan energi panas

adalah bahwa energi panas merupakan sebuah energi yang menjelaskan

ketidakteraturan, contohnya adalah gerakan acak dari partikel atau sistem

isolasi sebuah sistem. Partikel konstituen adalah pertikel yang sudah tidak

dapat lagi dipecah menjadi lebih kecil pada skala perhitungan energi.

(Sumber: https//:googlecom)

b. Sumber Energi Panas

Sumber energi panas terbesar didunia adalah energy matahari. Panas

matahari merupakan sumber energi yang sangat potensial terkhusus negara

beriklim tropis seperti di Indonesia yang mendapat sinar matahari sepanjang

tahun. Di bumi juga terdapat sumber energi panas bumi yang terkandung

didalamnya. Indonesia juga merupakan negara dengan sumber energi panas

bumi (geothermal) yang sangat potensial dengan kekayaan energi panas yang

melimpah yang disebabkan oleh karena negara Indonesia dilalui jalur gunung

api. Sebagai contoh salah satu provinsi diindonesia yakni Sumatra Barat

berdasarkan hasil inventarisasi Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral

lokasi panas bumi tersebar di 16 titik lokasi mengikuti jalur Sesar Besar

Sumatera di 5 (lima) Kabupaten yaitu: Kabupaten Pasaman, Kabupaten Agam,

Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten 50 Kota dan

Cadangan terduga panas bumi di Sumatera Barat, menurut data Departemen

Energi dan Sumber Daya Mineral diperkirakan mencapai 858 MWe (Mega

Watt equivalent), sedangkan sumberdaya yang masih spekulatif dan hipotesis

mencapai 798 MWe.

7
c. Sifat-sifat Energi Panas

Sifat umum energi panas adalah tidak dapat dilihat dan didengar namun

perubahan energi ini dapat dirasakan. Sifat khusus energi panas merupakan

energi yang dapat berpindah dari tempat yang bersuhu lebih tinggi ke tempat

yang bersuhu lebih rendah dengan 3 cara yaitu secara:

1. Konduksi

Pada konduksi perpindahan energi panas (kalor) tidak di ikuti dengan zat

perantaranya. Misalnya sebuah batang besi panas diletakkan ke batang besi lain

yang dingin. Kita tidak akan melihat besi panas itu bergerak namun tiba-tiba

besi yang semula dingin akan menjadi panas. Atau dengan contoh yang lebih

simpel, yakni satu logam panjang yang dipanaskan. Satu ujung logam panjang

yang di beri nama A dipanaskan maka beberapa saat kemudian ujung yang lain

(kita sebut ujung B) juga akan ikut panas. Pemanfaatan konduksi dalam

kehidupan sehari-hari sendiri bisa dengan mudah kita temukan, misalnya saja

saat memasak air maka kalor berpindah dari api (kompor) menuju panci dan

membuat air mendidih.

2. Radiasi

Merupakan proses terjadinya perpindahan panas (kalor) tanpa

menggunakan zat perantara. Perpindahan kalor secara radiasi tidak

membutuhkan zat perantara, contohnya kita bisa melihat bagaimana matahari

memancarkan panas ke bumi dan api yang memancarkan hangat ke tubuh anda.

Kalor dapat di radiasikan melalui bentuk gelombang cahaya, gelombang radio

dan gelombang elektromagnetik. Radiasi juga dapat dikatakan sebagai

8
perpindahan kalor melalui media atau ruang yang akhirnya diserap oleh benda

lain. Contoh radiasi dalam kehidupan sehari-hari dapat anda lihat saat anda

menyalakan api unggun, anda berada di dekat api unggun tersebut dan anda

akan merasakan hangat.

3. Konveksi

Merupakan perpindahan kalor (panas) yang disertai dengan berpindahnya

zat perantara. Konveksi sebenarnya mirip dengan konduksi, hanya saja jika

konduksi adalah perpindahan kalor tanpa disertai zat perantara sedangkan

konveksi merupakan perpindahan kalor yang di ikuti zat perantara. Contoh

konveksi dalam kehidupan sehari-hari dapat anda lihat pada proses pemasakan

air. Saat air dimasak maka air bagian bawah akan lebih dulu panas, saat air

bawah panas maka akan bergerak ke atas (dikarenakan terjadinya perubahan

masa jenis air) sedangkan air yang diatas akan bergerak kebawah begitu

seterusnya sehingga keseluruhan air memiliki suhu yang sama. Selain itu

contoh konveksi yang lain juga dapat anda temui pada ventilasi ruangan dan

cerobong asap.

2.2 Thermolektrik

a. Defenisi Thermoelektrik

Prinsip kerja dari Termoelektrik adalah dengan berdasarkan Efek Seebeck

yaitu jika 2 buah logam yang berbeda disambungkan salah satu ujunganya,

kemudian diberikan suhu yang berbeda pada sambungan, maka terjadi

perbedaan tegangan pada ujung yang satu dengan ujung yang lain.

9
Fenomena termoelektrik pertama kali ditemukan tahun 1821 oleh ilmuwan

Jerman, Thomas Johann Seebeck. Ia menghubungkan tembaga dan besi dalam

sebuah rangkaian. Di antara kedua logam tersebut lalu diletakkan jarum

kompas. Ketika sisi logam tersebut dipanaskan, jarum kompas ternyata

bergerak. Belakangan diketahui, hal ini terjadi karena aliran listrik yang terjadi

pada logam menimbulkan medan magnet. Medan magnet inilah yang

menggerakkan jarum kompas. Fenomena tersebut kemudian dikenal dengan

efek Seebeck.

Penemuan Seebeck ini memberikan inspirasi pada Jean Charles Peltier

untuk melihat kebalikan dari fenomena tersebut. Dia mengalirkan listrik pada

dua buah logam yang direkatkan dalam sebuah rangkaian. Ketika arus listrik

dialirkan, terjadi penyerapan panas pada sambungan kedua logam tersebut dan

pelepasan panas pada sambungan yang lainnya. Pelepasan dan penyerapan

panas ini saling berbalik begitu arah arus dibalik. Penemuan yang terjadi pada

tahun 1934 ini kemudian dikenal dengan efek Peltier. Efek Seebeck dan Peltier

inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan teknologi termoelektrik.

b. Prinsip Kerja Termoelektrik

Teknologi termoelektrik bekerja dengan mengonversi energi panas

menjadi listrik secara langsung (generator termoelektrik), atau sebaliknya,

dari listrik menghasilkan dingin (pendingin termoelektrik). Untuk

menghasilkan listrik, material termoelektrik cukup diletakkan sedemikian

rupa dalam rangkaian yang menghubungkan sumber panas dan dingin. Dari

rangkaian itu akan dihasilkan sejumlah listrik sesuai dengan jenis

10
bahan yang dipakai. Kerja pendingin termoelektrik pun tidak jauh

berbeda. Jika material termoelektrik dialiri listrik, panas yang ada di

sekitarnya akan terserap. Dengan demikian, untuk mendinginkan udara,

tidak diperlukan kompresor pendingin seperti halnya di mesin-mesin

pendingin konvensional.

Untuk keperluan pembangkitan lisrik tersebut umumnya

bahan yang digunakan adalah bahan semikonduktor. Semikonduktor adalah

bahan yang mampu menghantarkan arus listrik namun tidak sempurna.

Semikonduktor yang digunakan adalah semikomduktor tipe n dan tipe p.

Bahan semikonduktor yang digunakan adalah bahan semikonduktor

ekstrinsik. Persoalan untuk Termoelektrik adalah untuk mendapatkan bahan

yang mampu bekerja pada suhu tinggi.

Terdapat tiga sifat bahan Termoelektrik yang penting, yaitu :

1. Koefisien Seebeck (s)

2. Konduktifitas panas (k)

3. Resistivitas (r)

11
Gambar 2.1 skema dasar Termoelektrik
(Sumber: https//:googlecom)

c. Jenis Thermoelektrik

Termoelektrik memiliki dua jenis yaitu:

1). Thermoelektrik Cooler (TEC)

Thermoelektrik Cooler adalah penerapan dari prinsip efek peltier yang

mengkonversikan energi listrik menjadi panas dan dingin pada kedua sisi

peltier. Thermoelektrik cooler ini banyak dimanfaatkan sebagai pendingin

CPU komputer, kulkas mini dan coolbox serta banyak lagi peralatan yang

memanfaatkan sisi dingin yang dihasilkan pada peltier.

12
Gambar 2.2 Peltier tipe TEC.
(Sumber: https//:googlecom)

2). Thermoelektrik Generator (TEG)

Thermoelektrik Generator adalah penerapan dari prinsip efek seebeck yang

memanfaatkan perbedaan temperature pada kedua sisi peltier menjadi beda

potensial listrik. Pada prinsipnya antara TEC dan TEG keduanya menggunakan

peltier, namun

yang menjadi perbedaan mendasar adalah ketahanan terhadap menahan panas

yang dimiliki TEG jauh lebih besar karena telah dibuat dari bahan yang tahan

panas.

13
Gambar 2.3. Peltier tipe TEG.
(Sumber: https//:googlecom)

2.3. Sistem Konversi Energi Panas Dengan Thermoelektrik

a. Cara Kerja Elemen Peltier

Elemen peltier adalah merupakan bagian terpenting dari thermoelektrik

generator, kedua sisi yang terbuat dari keramik memiliki fungsi sebagai sisi

panas dan sisi dingin yang kemudian menghasilkan arus positif dan negatif.

Gambar 2.4. Cara kerja elemen peltier.

(Sumber: https//:googlecom)

Dari gambar dapat kita lihat bahwa thermoelektrik generator bukanlah keeping

pada panel surya yang mengkonversi energi panas menjadi listrik. Pada

prinsipnya thermoelektrik generator yang dikonversikan menjadi energi listrik

berupa tegangan dan arus adalah ketika terjadinya perbedaan temperatur antara

kedua sisi peltier (efek seeback) dan tentunya akan terjadi perbedaan

temperatur pada kedua sisi peltier bila diberi aliran listrik (efek peltier).

14
b. Perhitungan Daya keluaran pada peltier

Jika nilai tegangan (V) dan arus (I) telah didapatkan, besar daya peltier dapat

dihitung berdasarkan persamaan:

= .(1)

Dimana:

= ()

= ()

= ()

Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh J. Richard Buist and

Paul G. Lau [2], parameter tegangan (/), arus / yang diperoleh

dari pembacaan grafik jika nilai telah diketahui.. Sehingga besar daya (P)

dapat ditentukan .

Berikut grafik Efisiensi peltier:

15
Gambar 2.4. Grafik efisiensi maksimal peltier.

(Sumber: J. Richard Buist and Paul G. Lau, thermoelektrik Power Generator

Design and selection from TE Cooling Module Specifications )

Grafik diatas menunjukkan nilai efisiensi dari sebuah peltier yang dapat

ditentukan dengan memasukkan nilai temperatur pada kondisi panas dan

temperature yang lebih dingin. Dan dapat juga ditentukan jika nilai arus (I) ,

tegangan (V) dan banyaknya kalor yang masuk (h).

Diperoleh nilai efficiency maksimal peltier ( Emaks ) :

Emaks = efficiency ( % )

Menggunakan persamaan sebagai berikut :

I V
E = Qhot .

(2)

Banyaknya kalor yang masuk ( Qhot ) dapat di tentukan yaitu :

16
I V
Qhot = E .(3)

Berikut grafik hubungan antara suhu dan tegangan :

Gambar 2.6. Hubungan suhu dengan V (Tegangan).

(Sumber: J. Richard Buist and Paul G. Lau, thermoelektrik Power Generator

Design and selection from TE Cooling Module Specifications )

Grafik diatas menunjukkan hubungan antara perbedaan suhu dengan besar nilai

(Tegangan). Jika hanya diketahui besar nilai temperaturnya maka dapat

ditentukan besar tegangannya dengan persamaan dibawah:

V
= vmaks peltier .(4)
Vmaks

Berikut grafik hubungan antara suhu dan arus :

17
Gambar 2.7. Grafik hubungan suhu dengan I (Arus).

(Sumber: J. Richard Buist and Paul G. Lau, thermoelektrik Power Generator

Design and selection from TE Cooling Module Specifications )

Grafik diatas menunjukkan hubungan antara perbedaan suhu dengan besar nilai

(Arus). Jika hanya diketahui besar nilai temperaturnya maka dapat ditentukan

besar arusnya dengan persamaan dibawah:

I
= Imaks I maks peltier . (5)

c. Rangkaian Pada Peltier

1. Rangkaian seri

Rangkaian seri adalah rangkaian hambatan (resistor) yang disambungkan

secara berturut-turut.Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik

18
yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian. Rangkaian listrik seri

adalah suatu rangkaian listrik, di mana input suatu komponen berasal dari

output komponen lainnya.

Kelemahannya adalah ketika salah satu komponen dari rangkaian tersebut

dicabut atau mengalami kerusakan seperti habis atau mungkin tidak

berfungsi, maka komponen lain yang terdapat di dalam rangkaian tersebut

tidak akan berjalan dan juga berfungsi dengan baik bahkan dapat

menyebabkan mati total. Seperti contoh pada tiga buah bola lampu yang

dirangkai atau disusun secara seri. Maka input dari lampu tersebut akan

dihasilkan dari output lampu yang lain yang terdapat di rangkaian tersebut.

Dan seandainya salah satu lampu tersebut di cabut dan juga putus atau

rusak, tentu lampu yang ada di rangkaian tersebut bisa ikut padam.

Kelebihan dari rangkaian seri adalah: Lebih menghemat daya yang

dikeluarkan pada baterai, Pengerjaan yang singkat , dan Tidak memerlukan

banyak penghubung pada penyambungan jalur sehingga hemat kabel dan

saklar (hemat biaya).

19
Gambar 2.8 rangkaian seri

(Sumber: https//:googlecom)

Sifat-sifat Rangkaian Seri:

- Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.

- Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri jika besar

tahanan sama. Jumlah penurunan tegangan dalam rangkaian seri dari

masing-masing tahanan seri adalah sama dengan tegangan total sumber

tegangan.

- Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian seri, tahanan

total rangkaian menyebabkan naiknya penurunan arus yang mengalir

dalam rangkaian. Arus yang mengalir tergantung pada jumlah besar

tahanan beban dalam rangkaian.

20
- Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak terhubung atau

putus, aliran arus terhenti.

2. Rangkaian paralel

Rangkaian Paralel adalah suatu rangkaian listrik yang tersusun secara

berderet, di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama.

Hal ini lah yang mengakibatkan rangkaian paralel menghabiskan biaya yang

lebih banyak di bandingkan dengan rangkaian seri.

Selain memiliki kelemahan, susunan paralel juga memiliki kelebihan

tertentu dibandingkan susunan seri. Salah satu kelebihannya adalah jika

salah satu komponen dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap

berfungsi sebagaimana mestinya.

Gambar 2.9 rangkaian paralel

(Sumber: https//:googlecom)

21
Sifat-sifat Rangkaian Paralel :

- Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan

sumber.

- Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian

individu. Arus masing-masing cabang adalah tergantung besar tahanan

cabang.

- Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel, tahanan total

rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total lebih besar. (Tahanan total

dari rangkaian paralel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil

dalamrangkaian).

- Jika terjadi salah satu cabang tahanan paralel terputus, arus akan terputus

hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Rangkaian cabang yang lain tetap

bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.

2.4. Perpindahan Panas

Dalam banyak aplikasi teknik, perpindahan panas terjadi melalui media

terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda, masing-masing konduktivitas

termal yang berbeda memiliki. Perhatikan, misalnya, cairan panas mengalir di

dalam tabung ditutup dengan lapisan seragam isolasi termal. Konduktivitas

termal dari logam tabung dan isolasi yang berbeda; maka masalah perpindahan

panas dari fluida panas ke dingin, lingkungan luar melibatkan konduksi melalui

22
media komposit terdiri dari dua silinder konsentris sejajar. Konsep ketahanan

termal dibahas sebelumnya diterapkan sekarang untuk prediksi satu dimensi,

laju perpindahan panas mapan dengan konduksi melalui struktur komposit.

Komposit Slab

Pertimbangkan dinding komposit yang terdiri dari tiga lapisan paralel dalam

kontak termal yang sempurna seperti yang diilustrasikan pada Gambar. 3-8.

Mempertimbangkan tingkat aliran panas Q melalui daerah A slab. Jaringan

tahan panas setara juga ditunjukkan dalam gambar ini.

Dengan menerapkan konsep tahan panas, kami segera menulis

Ta T 1 T 1T 2 T 2T 3 T 3Tb
= = =
Q= Ra R1 R2 = R3 Rb . (6)

Mana tahan panas berbagai didefinisikan sebagai.

1 L1 L2 L3
Ra = Aha R1 = Ak 1 R2 = Ak 2 R3 = Ak 3 and Rb =

1
Ahb . (7)

23
Gambar 2.10 A gabungan dari tiga dinding di jalur seri dan jaringan tahan

panas setara.

Dengan menjumlahkan pembilang dan pembilang dan denomirators dari

jatah individu dalam Persamaan . ( 6 ) , kita memperoleh

TaTb
Q= R w (8.a)

dimana R =Ra + R1 + R2 +R3 + Rb .(8.b)

Berikut R adalah resistansi termal total jalur aliran panas melalui suatu

daerah A dari suhu Ta untuk Tb dan berbagai resistensi individu ditentukan

oleh Persamaan . ( 7 ) . Susunan dinding komposit ditampilkan adalah

pengaturan seri karena resistensi termal individu dihubungkan secara seri .

Gambar 2.11 A gabungan dari dua bahan di jalur paralel dan jaringan tahan
panas setara.

24
Gambar 2.12 jaringan mendekati aliran panas termal Equivalent melalui

dinding komposit sebagai aliran panas satu dimensi .

Gambar 2.11 menunjukkan gabungan dari dua bahan dikombinasikan dalam

jalur paralel dengan ujung dipertahankan pada suhu seragam Ta dan Tb . The

eqUiva1ent jaringan tahan panas juga ditunjukkan dalam gambar ini . Total laju

perpindahan panas Q melalui pengaturan paralel ini diberikan oleh

TaTb
Q = R .

(9.a)

di mana resistensi paralel setara adalah

(9.b)

Gambar 2.13 llustrates gabungan dari beberapa bahan yang berbeda diatur

25
secara paralel dan seri jalur. Sebuah jaringan tahan panas setara ditampilkan

dalam gambar ini didasarkan 'Pada asumsi bahwa jalur aliran panas dapat

diperkirakan sebagai satu-dimensi. Pada kenyataannya, aliran panas melalui

sistem tersebut adalah dua dimensi. Tetapi jika semua bahan memiliki

konduktivitas termal yang sama, aliran panas benar-benar satu-dimensi, dan

analisis menjadi tepat. Oleh karena itu, jika konduktivitas termal bahan dalam

komposit tidak berbeda secara signifikan, pendekatan masalah sebagai salah

satu dimensi mungkin wajar

2.5

Dalam merancang sistem penyimpanan daya dibutuhkan pemahaman

tentang berbagai hal yang mendukung diantaranya adalah thermoelektrik,

baterai, inverter dan solar charge controller.

a. Thermoelektrik

Prinsip kerja dari Termoelektrik adalah dengan berdasarkan Efek

Seebeck yaitu jika 2 buah logam yangberbeda disambungkan salah satu

ujunganya, kemudiandiberikan suhu yang berbeda pada sambungan, maka

terjadi perbedaan tegangan pada ujung yang satu dengan ujung yang lain.

Teknologi termoelektrik bekerja dengan mengonversienergi panas menjadi

listrik secara langsung (generatortermoelektrik), atau sebaliknya, dari listrik

menghasilkan dingin(pendingin termoelektrik). Untuk menghasilkan listrik,

materialtermoelektrik cukup diletakkan sedemikian rupa dalam rangkaianyang

26
menghubungkan sumber panas dan dingin. Dari rangkaianitu akan dihasilkan

sejumlah listrik sesuai dengan jenisbahan yang dipakai.

b. Akumulator (accu atau aki)

kumulator (accu atau aki) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi

(umumnya energi listrik) dalam bentuk energi kimia. Contoh dari akumulator

adalah baterai dan kapasitor. Pada umumnya di Indonesia, kata akumulator

(sebagai aki atau accu) hanya dimengerti sebagai baterai mobil/motor.

Sedangkan dalam bahasa inggris, kata akumulator dapat mengacu kepada

baterai, kapasitor, kompulsator, dll. Di dalam standar internasional setiap satu

cell akumulator memiliki tegangan sebesar 2 volt, sehingga akumulator 12 volt

memiliki 6 cell sedangkan akumulator 24 volt memiliki 12 cell.

c. Inverter

Inverter adalah sebuah alat yang mengubah listrik arus searah (DC)

untukalternating current (AC), AC dapat dikonversi pada setiap tegangan

yangdiperlukan dan frekuensi dengan menggunakan transformator yang

tepat,switching, dan sirkuit kontrol. Ada beberapa topologi inverter yang ada

sekarangini, dari yang hanya menghasilkan tegangan keluaran kotak bolak-

balik (push-pullinverter) sampai yang sudah bisa menghasilkan tegangan sinus

murni (tanpaharmonisa). Inverter satu fasa, tiga fasa sampai dengan multifasa

dan ada jugayang namanya inverter multilevel (kapasitor split, diode clamped

dan susunankaskade).

d. Solar Charge Controller

27
Solar charger controller adalah sebuah alat untuk mengatur tegangan yang

masuk ke battery Fungsi dari solar charge controller memiliki fungsi yaitu

untuk mengatur agar tidak terjadi over charger atau kelebihan pengisian yang

dilakukan peltier ke battery.

Berikut adalah diaram sistem alir energi.

Thermoelektr Baterai Inverter


ik

Solar Charge
Controller

Gambar 2.14 Diagram alir energy

(Sumber: https//:googlecom)

Secara garis besar system kerja thermoelektrik adalah energi panas

dikonversi menjadi energi listrik dimana daya dari hasil pengkonversian

tersebut akan di alirkan ke baterai.Kemudian charging baterai ini akan di

kontrol oleh sollar charge controller untuk indikasi baterai telah dalam kondisi

penuh atau tidak.Daya yang tersimpan pada baterai kemudian bisa digunakan

dengan menggunakan inverter.

2.6. Sistem Pembuangan Pada Mesin Diesel

Sistem pembuangan (exhaust system) terdiri dari exhaust manifold,

exhaust pipe (knalpot) dan muffler. Exhaust manifold menampung gas bekas

28
dari silinder dan mengeluarkan ke udara melalui knalpot. Muffler menyerap

bunyi yang disebabkan oleh keluarnya gas bekas. Sistem exhaust termasuk

juga katalitik konverter, dimana gas bekas dibersihkan sebelum dikembalikan

ke udara.

2.7. Panas Yang Dikeluarkan Komponen Dalam Kamar Mesin

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, di dalam kamar mesin kapal

terdapat banyak komponen yang menghasilkan panas buangan hasil

pembakaran yang kemudian dibuang keudara bebas. Komponen- komponen

tersebut adalah pompa-pompa, mesin bantu, dan mesin utama kapal yang

menyumbangkan buangan energi terbesar serta masih banyak komponen

lainnya. Berikut dijabarkan beberapa komponen dalam kamar mesin yang

menghasilkan panas buangan terbesar.

1. Mesin utama kapal

Mesin penggerak utama diatas kapal merupakan mesin yang bekerja dengan

putaran yang tinggi, sehingga menghasilkan panas buangan hasil pembakaran

yang besar. Pada penelitian ini memfokuskan pemanfaatan panas buangan pada

mesin utama kapal.

Sebagai contoh mesin utama kapal Caterpillar type M 20 C [4] memiliki

exhaust gas temperature (intake 25 C) hingga 360 C .

29
Gambar 2.15. Mesin penggerak utama kapal.
(Sumber:Marine.cat.com)

Pada mesin utama kapal terdapat bagian-bagian yang dapat dimanfaatkan

energi panas yang dihasilkan menggunakan thermoelektrik generator, namun

potensi panas terbesarnya terdapat di pipa buang (exhaust pipe) yang

merupakan jalur yang dilalui gas buang sebelum dilepaskan di udara bebas.

2. Generator

Generator diatas kapal berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk mensuplai

kebutuhan listrik diatas kapal.

Generator juga menghasilkan panas buangan yang besar, sebagai contoh pada

generator Caterpillar model C9 ( 60 Hz, 1800 rpm) memiliki exhaust gas

temperature 105C.

30
Gambar 2.15. Contoh generator diatas kapal.
(Sumber:Marine.cat.com)

31