Anda di halaman 1dari 7

FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

UNIVERSITAS HALU OLEO


JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA

TUGAS 2

INSTRUMENTASI GEOFISIKA

OLEH

NAMA : BERNARDINUS AUREALINO ELFRID LELO


NIM : R1A1 15 008

KENDARI

2017
SOAL

1. Tentukan sensor dan daftar berbagai spesifikasi yang perlu dipelajari


dengan seksama sebelum menggunakan thermocouple untuk membaca
suhu tungku ?
2. Jelaskan perbedaan antara range dan span dari suatu tranduser ?
3. Apa yang dimaksud dengan kesalahan non-linier ? Bagaimana itu berbeda
dari kesalahan histeris ?
JAWABAN :

1. Sensor yang perlu dipelajari dengan seksama sebelum menggunakan


thermocouple untuk membaca suhu tungku:
Termokopel adalah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah
perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase).
Termokopel yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor
standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan
suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari
1 c.
Daftar berbagai spesifikasi yang perlu dipelajari dengan seksama sebelum
menggunakan thermocouple untuk membaca suhu tungku :
Tabel Tipe dan spesifikasi termokopel

Tipe Range Overall Resolusi 0,1C Resolusi 0,025C


Thermokopel
B 20 s/d 1820 150 s/d 1820 600 s/d 1820
E -270 s/d 910 -270 s/d 910 -260 s/d 910
J -210 s/d 1200 -210 s/d 1200 -210 s/d 1200
K -270 s/d 1370 -270 s/d 1370 -250 s/d 1370
N -270 s/d 1300 -260 s/d 1300 -230 s/d 1300
R -50 s/d 1760 -50 s/d 1760 20 s/d 1760
S -50 s/d 1760 -50 s/d 1760 20 s/d 1760
T -270 s/d 400 -270 s/d 400 -250 s/d 400
Thermocouple suhu tinggi didefinisikan sebagai sensor yang digunakan

pada suhu 2000 dan seterusnya. Sensor ini umumnya terbuat dari

logam mulia atau refractory keramik (Molybdenum,Tantalum, Alumina,


Circonia atau Quartz). Thermocouple jenis ini dapat mengukur suhu

sampai 5000 dan digunakan dalam tungku temperature tinggi.


Tersedia beberapa jenis termokopel, tergantung aplikasi penggunaannya
A. Tipe K (Chromel (Ni-Cr alloy) / Alumel (Ni-Al alloy))
Termokopel untuk tujuan umum. Lebih murah. Tersedia untuk rentang
suhu 200 C hingga +1200 C.
B. Tipe E (Chromel / Constantan (Cu-Ni alloy))
Tipe E memiliki output yang besar (68 V/C) membuatnya cocok
digunakan pada temperatur rendah. Properti lainnya tipe E adalah tipe
non magnetik.
C. Tipe J (Iron / Constantan)
Rentangnya terbatas (40 hingga +750 C) membuatnya kurang
populer dibanding tipe K
D. Tipe J memiliki sensitivitas sekitar ~52 V/C
Tipe N (Nicrosil (Ni-Cr-Si alloy) / Nisil (Ni-Si alloy))
Stabil dan tahanan yang tinggi terhadap oksidasi membuat tipe N
cocok untuk pengukuran suhu yang tinggi tanpa platinum. Dapat
mengukur suhu di atas 1200 C. Sensitifitasnya sekitar 39 V/C pada
900 C, sedikit di bawah tipe K. Tipe N merupakan perbaikan tipe K
Termokopel tipe B, R, dan S adalah termokopel logam mulia yang
memiliki karakteristik yang hampir sama. Mereka adalah termokopel
yang paling stabil, tetapi karena sensitifitasnya rendah (sekitar 10
V/C) mereka biasanya hanya digunakan untuk mengukur temperatur
tinggi (>300 C).\
E. Type B (Platinum-Rhodium/Pt-Rh)\
Cocok mengukur suhu di atas 1800 C. Tipe B memberi output yang
sama pada suhu 0 C hingga 42 C sehingga tidak dapat dipakai di
bawah suhu 50 C.
F. Type R (Platinum /Platinum with 7% Rhodium)
Cocok mengukur suhu di atas 1600 C. sensitivitas rendah (10 V/C)
dan biaya tinggi membuat mereka tidak cocok dipakai untuk tujuan
umum.

G. Type S (Platinum /Platinum with 10% Rhodium)


Cocok mengukur suhu di atas 1600 C. sensitivitas rendah (10 V/C)
dan biaya tinggi membuat mereka tidak cocok dipakai untuk tujuan
umum. Karena stabilitasnya yang tinggi Tipe S digunakan untuk
standar pengukuran titik leleh emas (1064.43 C).
H. Type T (Copper / Constantan)
Cocok untuk pengukuran antara 200 to 350 C. Konduktor positif
terbuat dari tembaga, dan yang negatif terbuat dari constantan. Sering
dipakai sebagai alat pengukur alternatif sejak penelitian kawat
tembaga. Type T memiliki sensitifitas ~43 V/C

2. Perbedaan antara range dan span dari suatu tranduser :

A. Range penjelasannya kurang lebih misal anda memiliki alat ukur


thermometer batang, di angka skala terendah terlihat bilangan 20 C
sedang pada angka tertinggi ditulis 100 C. Maka Range alat ukur
tersebut adalah 20 C - 100 C. Besaran range selalu ditulis dua
bilangan, yaitu antara bilangan terkecil ukur berapa sebagai batas
minimal alat ukur itu mampu menunjukan pengukurannya. Dan
bilangan terbesar ukur sebagai batas maksimal alat ukur itu mampu
memperlihatkan hasil pengukurannya.

B. Span untuk alat ukur yang sama di atas memiliki angka 80 C. Yaitu
100 dikurangi 20. Disinilah letak beda kedua istilah itu. Walau
keduanya diterjemahkan dengan satu kata yaitu rentang, untuk
Range harus ditunjukkan dengan dua angka sebagai rentang
pengukuran alat ukur tersebut. Sedang Span ditunjukkan dengan
satu angka, yaitu selisih maksimal penunjukkan dikurang minimal
penunjukkan sebagai rentang-nya.

3. Sistem non-linear merupakan suatu sistem yang sifatnya tidak tetap,


mudah berubah, sulit dikontrol, dan sulit diprediksi. Sistem semacam ini
memiliki tingkat ke-sensitivitas-an yang sangat tinggi. Sistem non-linear
ini dapat digambarkan seperti kedua bagan berikut ini.
Dalam kedua bagan tersebut dapat diamati 2 hal, yaitu yang pertama,
bahwa input-input yang berlainan dalam suatu proses dapat menghasilkan
output yang sama, dan yang kedua, bahwa satu input yang ada dalam suatu
proses dapat memberikan output yang sama. Di sinilah letak ke-sensitif-an
sistem. Sistem non-linear seperti ini dapat dimodelkan dengan non-linear
programming, seperti jaringan saraf tiruan atau kecerdasan buatan.

Sistem fisiologis di dalam tubuh manusia sebagian besar merupakan suatu


sistem non-linear. Sistem kekebalan tubuh manusia (imunitas) merupakan
suatu bentuk sistem non-linear, gangguan-gangguan tertentu, baik
gangguan fisik, kimia, dan lain sebagainya dengan kuantitas yang sama
belum tentu dapat menyebabkan orang tersebut jatuh sakit. Sistem
pernapasan manusia merupakan suatu sistem yang dapat dipaksakan
menjadi bentuk sistem yang linear, laju napas seseorang bergantung pada
seberapa berat kerja yang dilakukan seseorang tersebut. Detak jantung
juga dapat digolongkan ke dalam sistem yang linear, ritme detak jantung
akan bergantung pula pada seberapa berat kerja yang dilakukan seseorang.
Apabila kita ingin memilah wilayah mana dalam sistem fisiologis tubuh
manusia yang merupakan sistem linear dan sistem non-linear, maka kita
dapat mengamati tingkat sensitivitas suatu sistem yang ada dalam tubuh
manusia. Apabila sistem tersebut memiliki tingkat sensitivitas yang
rendah, maka sistem ini dapat dipaksakan menjadi sistem yang linear.
Sementara untuk sistem-sistem yang memiliki tingkat sensitivitas yang
cukup tinggi, maka sistem tersebut dapat digolongkan dalam wilayah
sistem yang non-linear.

Bagaimana itu berbeda dari kesalahan histeris ?


Karena Keakuratan perangkat ini tergantung pada nilai sebelumnya
dan arah variasi. Histeresis menyebabkan perangkat untuk menunjukkan
ketidaktelitian dari nilai yang benar, karena dipengaruhi oleh pengukuran
sebelumnya. kesalahan histeris adalah suatu karakteristik dari instrument
yang menunjukkan nilai respon yang diberikan oleh instrument tersebut
ketika diberikan sinyal input naik dan sinyal pada waktu tuurunnya.