Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM 6

CLIPPER

Anggota Kelompok : 1. M. Ridwan Al Idrus


2. Zuhud Islam Shofari

Kelas : 1A TEL

Jurusan : Teknik Elektro

Program Studi : D3 Teknik Elektronika

Politeknik Negeri Bandung

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
menciptakan alam semesta beserta isinya dengan penuh keindahan dan
kesempurnaan. Juga atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
tugas ini.
Laporan ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah
Prakitkum Analog. Adapun judul dari laporan ini adalah Laporan Praktikum 6
Clipper
Selain itu, tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang
terlibat dalam pembuatan laporan ini. Yang telah membantu baik dari segi
finansial, materil, moril, saran serta masukan atau hal lainnya dalam pembuatan
laporan ini.
Dengan laporan ini semoga berguna dan bermanfaat bagi saya sendiri
khususnya dan khalayak pembaca pada umumnya. Saya menyadari bahwa dalam
makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu, saran dan kritik senantiasa
saya harapkan dari semua pihak untuk menyempurnakan laporan ini.

Bandung, 26 Maret 2017

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hampir sebagian besar peralatan elektronika menggunakan sumber daya


listrik 220 volt / 50 Hz dari PLN. Beberapa peralatan seperti radio atau tape kecil
menggunakan baterai sebagai sumber tegangan namun sebagian menggunakan
listrik PLN sebagai sumber tenaganya. Untuk itu dibutuhkan suatu rangkaian yang
dapat mengubah arus listrik bolak-balik (AC) dari PLN menjadi arus listrik searah
(DC). Komponen yang melaksanakan konversi ini disebut dengan rangkaian
penyearah gelombang yang dalam perkembangannya dikembangkan menjadi
suatu catu daya.
Secara prinsip, rangkaian penyearah gelombang terdiri dari transformator,
dan dioda. Transformator merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk
menurunkan dan menaikkan tegangan. Dioda merupakan komponen aktif yang
digunakan sebagai penyearah arus listrik, pengaman arus dan tegangan listrik,
serta pemblokir arus dan tegangan listrik. Serta Kapasitor ada sebagai filter dalam
rangkaian penyearah.
Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang mengubah
gelombang sinus AC (Alternating Current) menjadi deretan pulsa DC Ini
merupakan dasar atau langkah awal untuk memperoleh arus DC halus yang
dibutuhkan oleh suatu peralatan elektronika. Oleh karena itu percobaan ini
penting untuk dilakukan agar dapat diterapkan dalam aplikasi kehidupan sehari-
hari

1.2 Tujuan

Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa mampu :


Mahasiswa mampu menjelaskan cara kerja
rangkaian pemotong (clipper) menggunakan diode dan zener.
Mahasiswa mampu menggambarkan bermacam-
macam bentuk gelombang outpu rangkaian pemotong.
BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Rangkaian Clipper

Dalam system elektronika sering dijumpai bahwa sinyal input tidak boleh
melebihi level tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan rangkaian
pemotong atau sering disebut rangkaian clipper. Perhatikan gambar berikut ini :

Gambar 6.1. a. Rangkaian diode Clipper


b. Kurva karakteristik transfer

Bila Vin bentuk sinus naik dari harga nol ke harga positif maka D2 akan Off dan
D1 juga akan Off selama Vin lebih kecil dari VA. Dalam kondisi demikian Vo =
Vin. Bila Vin sudah lebih besar dari VA, maka D1 akan konduksi dan Vo = VA. Bila
Vin turun dari harga nol ke harga negative maka D1 akan Off dan D2 juga Off
selama Vin<VB. Dalam kondisi denikian Vo = Vin. Bila Vin sudah lebih besar dari
VB maka D2 akan On dan Vo = VB. Dengan demikian karakteristik transfer suatu
rangkaian clipper dapat digambarkan seperti gambar 1.b, sehinggauntuk tegangan
maksimum input sinus yang lebih besar dari VA atau VB akan terpotong menjadi
sesuai VA atau VB.

Untuk gelombang bentuk lain, misal bentuk pulsa (spike). Dengan konfigurasi
rangkaian berikut dengan input sinyal kotak akan dihasilkan bentuk gelombang
pulsa / spike. Diode akan memotong levelnya sesuai dengan konfigurasinya.
Gambar 6.2 Rangkaian pembentuk pulsa

BAB 3
HASIL DAN PENGAMATAN

3.1 Alat dan Komponen Yang digunakan

Sumber tegangan DC 1 buah


Multimeter 1 buah
Function Generator 1 buah
Osiloskop 1 buah
Dioda Si, 1N4007 / persamaannya 2 buah
Resistor 1 k/ 2W 1 buah
Kapasitor 0,01 uF 1 buah
Papan percobaan (protoboard) 1 buah
Kabel penghubung secukupnya

3.2 Langkah Langkah Percobaan

A. Diode Clipper
1. Susun dan rangkai percobaan seperti gambar 6.2
2. Atur Generator Fungsi, sehingga tegangan Vs = 10 Vpp/sinus/1kHz
3. Ukur dan amati tegangan output rangkaian menggunakan osiloskop,
gambarkan sinyalnya pada kertas grafik.
4. Atur VA sehingga tegangannya berubah dari 3 V menjadi 2 V. Ulangi
langkah 3.
5. Kembalikan VA ke harga semula kemudian atur VB sehingga tegangannya
berubah dari 3 V ke 2 V. Ulangi langkah 3.
6. Catat semua hasil di lembar hasil.

B. Diode zener clipper pulsa


1. Susun dan rangkai percobaan seperti gambar 6.3. diode D1 belum
dihubungkan.
2. Atur amplitude Generator Fungsi sehingga tegangannya Vs = 6
Vpp/segiempat/1 kHz. Amati dengan osiloskop.
3. Amati dan ukur tegangan output pada beban, R gunakan osiloskop.
Gambarkan bentuk gelombangnya.
4. Pasangkan diode pada terminal Y- G, ulangi langkah 3!
5. Ubah polaritas diode, kemudian ulangi langkah 3!

C. Diode Zener Clipper


1. Susun dan rangkai percobaan seperti gambar 6 4
2. Atur Generator Fungsi pada gelombang kotak sehingga Vs = 6 Vpp/1 kHz.
3. Atur sumber tegangan,V2 pada posisi nol sehingga zener mendapat catu 0
Volt.(titik katoda zener berhubungan dengan ground).
4. Ukur dan amati bentuk gelombang output Vo pada titik Y dengan
osiloskop dan gambarkan bentuk gelombangnya pada kertas grafik.
5. Atur V2 sehingga VQ = +5 V terhadap ground, kemudian ulangi langkah
C.4.
6. Ulangi langkah C.4 untuk VQ = 10 V.
7. Bereskan semua peralatan pada tempatnya!

3.3 Gambar Rangkaian Percobaan

Gambar 6.3 Rangkaian diode Clipper

Gambar 6.4 Rangkaian diode Clipper dengan input pulsa


Gambar 6.4 rangkaian dioda zener Clipper

3.4. Data Hasil Pengukuran

Terlampir

BAB 4

ANALISA DAN KESIMPULAN

3.5 Analisa

Rangkaian clipper (pemotong) berfungsi untuk memotong atau


menghilangkan sebagian sinyal masukan yang berada di bawah atau di atas
level tertentu.
Pada hasil percobaan A(+) didapatkan gelombang sinus yang gelombang
atasnya terpotong. Hal ini disebabkan oleh output rangkaian dengan anoda
dioda, maka bagian negatip dari sinyal input akan dilewatkan, dan bagian
positip akan dipotong (berarti clipper positip).

Pada hasil percobaan A(-) didapatkan gelombang sinus yang gelombang


bawah terpotong. Hal ini disebabkan oleh output rangkaian dengan katoda
dioda, maka bagian positip dari sinyal input akan dilewatkan, dan bagian
negatip akan dipotong (berarti clipper negatip).

Pada hasil percobaan A(+)&(-) didapatkan gelombang sinus yang


gelombang atas dan bawah terpotong. Bila Vin bentuk sinus naik dari harga
nol ke harga positif maka D2 akan Off dan D1 juga akan Off selama Vin lebih
kecil dari VA. Dalam kondisi demikian Vo = Vin. Bila Vin sudah lebih besar
dari VA, maka D1 akan konduksi dan Vo = VA. Bila Vin turun dari harga nol ke
harga negative maka D1 akan Off dan D2 juga Off selama Vin<VB. Dalam
kondisi denikian Vo = Vin. Bila Vin sudah lebih besar dari VB maka D2 akan
On dan Vo = VB.

Pada hasil percobaan B dan C didapatkan gelombang sinyal seperti pada


hasil pengamatan. Bentuk gelombangnya berbeda dengan percobaan A
dikarenakan percobaan A menggunakan dioda silicon sedangkan percobaan B
dan C menggunakan dioda zener.hal ini disebabkan oleh dioda zener yang
memiliki sisi exklusif pada daerah breakdownnya, sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai stabilizer atau pembatas tegangan. Karena dioda zener
bekerja pada daerah reverse

3.6 Kesimpulan

Dalam sistem elektronika sering dijumpai bahwa sinyal input tidak boleh
melebihi level tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan rangkaian
pemotong atau sering disebut rangkaian clipper.