Anda di halaman 1dari 3

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan

Ditulis pada 11 April 2012

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan. Setelah sebelumnya kita


membahas mengenai pengertian pembinaan menurut psikologi, kini kita akan
membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan tersebut. Ini
dia faktornya

1. Psikologi

Psikologi berasal dari kata Yunani psyche yang artinya jiwa, dan logos yang
artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi (menurut arti kata) psikologi
artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejala-gejalanya,
proses maupun latar belakangnya. Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang
mempelajari dan menyelidiki pengalaman dan tingkah laku individu yang di
pengaruhi atau ditimbulkan oleh situasi tertentu.

Aspek psikis/mental psikologis merupakan masalah terdalam bagi anak yatim,


sebab masalah ini menyangkut kepercayaan diri. Adanya hambatan dan
tekanan-tekanan yang di sandang oleh anak yatim, seperti orang tua bercerai
atau keduanya telah meninggal dunia menyebabkan kemunduran mental
psikologis, adanya berbagai jenis penyakit tekanan di bidang perekonomian
maupun sosial menyebabkan terjadinya tekanan jiwa, sehingga hilangnya
kepercayaan diri pada anak yatim tersebut. Pembinaan mental psikologis perlu
dilakukan untuk mengembalikan rasa kepercayaan diri mereka serta rasa
optimis dalam menata masa depan menjadi lebih baik. Hal ini tentu saja dapat
dilakukan oleh psikiater yang memiliki ilmu kejiwaan atau pembina yang
memiliki pemahaman tentang kejiwaan seseorang.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan

2. Sosial

Sosial merupakan suatu hal yang berhubungan dengan lingkungan masyarakat.


Dengan tujuan untuk hidup bermasyarakat serta saling memahami kepribadian
masing-masing sebagai anggota masyarakat. Dalam lingkungan sosial, manusia
adalah makhluk sosial yang berarti saling membutuhkan orang lain untuk
memenuhi berbagai kebutuhannya.

Keberhasilan dalam memberikan pembinaan sosial kepada anak yatim


ditentukan oleh kemampuan mereka dalam melakukan interaksi sosial dengan
orang-orang dan teman sebaya yang ada disekitarnya. Serta memiliki sikap
terbuka dalam menerima kehadiran orang lain dalam kehidupannya agar
memiliki teman untuk saling berbagi.

3. Motivasi

Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu. Motif dapat di katakan sebagai daya penggerak dari dalam
dan di dalam subyek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi
mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi
intern. Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya
penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu,
terutama bila kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan sangat di rasakan
mendesak.

Menurut Suryabrata, S (Djaali, 2008: 101) bahwa motivasi adalah keadaan yang
terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas
tertentu guna mencapat suatu tujuan.

Sedangkan menurut Gates, dkk (Djaali, 2008: 101) bahwa motivasi adalah suatu
kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang
mengatur tindakannya dengan cara tertentu.

Berdasarkan kedua definisi tersebut, maka dapat di simpulkan bahwa motivasi


adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang
mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan.

Adanya motivasi dalam diri anak yatim tentu saja mempengaruhi keberhasilan
sebuah pembinaan. Dalam hal ini motivasi dapat mendorong anak yatim untuk
mengikuti pembinaan yang diberikan kepadanya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan


4. Minat

Minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas
tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu
hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat
hubungan tersebut maka semakin besar minat yang dimilikinya.

Menurut Slameto (1990: 30) mengemukakan bahwa minat adalah


kecenderungan yang tetap memperhatikan dan mengenang berupa kegiatan
yang diminati seseorang dan di perhatikan terus menerus yang disertai rasa
senang.

Berdasarkan definisi tentang minat tersebut di atas maka dapat di simpulkan


bahwa minat merupakan dari kemampuan psikis yang dapat membangkitkan
motivasi terhadap suatu objek. Minat dapat diekspresikan melalui pernyataan
yang menunjukkan bahwa seseorang lebih menyukai suatu hal dari pada hal
yang lainnya, dan dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu
aktivitas. Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan diperoleh kemudian. Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi Pembinaan