Anda di halaman 1dari 2

Proses Terjadinya Kehamilan

A. Organ Reproduksi Wainita

Berikut organ reproduksi wanita bagian internal :

1. Uterus, terdapat 3 bagian :


a. Endometrium, yaitu tempat implantasi hasil konsepsi.
b. Myometrium, yaitu lapisan bagian tengah uterus.
c. Perimetrium, yaitu lapisan bagian terluar uterus.
2. Cervix atau mulut rahim
3. Vagina
4. Fimbria, berfungsi menangkap sel telur yang telah matang dan
menghantarkannya ke tuba pallofi.
5. Tuba pallofi, berfungsi sebagai tempat pertemuan antara sel sperma dengan
ovum yang memiliki panjang 12 cm dengan diameter 3-8 ml.
6. Ovarium, berfungsi menghasilkan sel-sel telur. Terbagi menjadi 2 bagian :
a. Cortex ovari atau bagian dalam, mengandung folikel-folikel atau sel telur
yang akan berkembang kemudian terjadi ovulasi. Folikel nantinya akan
berubah menjadi corpus luteum yang akan menghasilkan hormon
progesteron dan estrogen.
b. Modulla ovari, yang mengandung pembuluh darah limfa dan saraf-saraf.
B. Fisiologi Haid
Fisiologi haid terbagi menjadi 3 masa, yaitu :
1. Masa menstruasi
2. Masa proliferasi
3. Masa sekresi

Fisiologi haid yang normal pada wanita dengan siklus menstruasi selama
21-35 hari, dan 2-8 hari adalah waktu keluarnya darah dengan jumlah darah yang
keluar sekitar 20-60 ml/hari.

Setiap permulaan siklus menstruasi kadar hormon gonadotropin FSH dan


LH sejak akhir masa luteal. Hormon FSH dan hipotalamus perlahan mengalami
setelah akhir dari corpus luteum, dan pertumbuhan folikel dimulai pada fase
folikuler. Hal ini merupakan pemicu untuk pertumbuhan lapisan endometrium.
Peningkatan level esterogen menyebabkan feedback negatif pada
pengeluaran FSH hipofisis. Hormon LH sebagai akibat dari level estradiol
tetapi pada akhirnya fase folikuler level hormon LH drastis. Pada akarfasi fase
folikuler, hormon FSH merangsang reseptor hormon LH yang terdapat pada sel
grandulosa dan dengan rangsangan dari hormon LH keluarlah hormon
progerteron.

Setelah perangsangan oleh hormon estrogen, hipofisis LH terpicu yang


menyebabkan terjadinya ovulasi yang muncul 24-36 jam kemudian. Ovulasi
adalah penanda fase transisi dari fase politerasi ke sekresi dari folikuler ke luteal.
Kadar estrogen pada awal fase luteal dri sesaat sebelum terjadi ovulasi sampai
fase pertengahan, dan kemudian meningkat kembali karena sekresi corpus luteum.
Progesteron setelah ovulasi dan dapat merupakan penanda bahwa sudah terjadi
ovulasi. Kedua hormon ertogen dan progesteron selama masa hidup corpus
luteum kemudian untuk mempersiapkan siklus berikutnya. Jika tidak terjadi
pembuahan maka endometrium yang tadinya menebal akan meluruh dan
terjadinya pendarahan yang disebut menstruasi.

C. Fertilisasi

Fertilisasi (pembuahan) terjadi didalam tuba pallofi saat sel sperma


menembus sel telur matang yang ukurannya lebih besar. Proses ini membentuk sel
telur yang dibuahi (zigot) yang mengandung 23 pasang kromosom. Saat
berhubungan seksual sekitar 300 juta sperma terejakulasi ke dalam vagina, sedikit
sperma yang masuk ke serviks, dan sedikit lagi yang mencapai tuba pallofi. Hanya
beberapa ratus sperma mencapai sel telur di tuba pallofi, tapi hanya satu yang
akan membuahinya.

Setelah terjadi fertilisasi hasil konsepsi tersebut akan membelah menjadi 2


yang disebut zigot.