Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1 Latar Belakang

Mud log adalah analisa secara kontinyu terhadap lumpur pemboran untuk
menyellidiki adanya kandungan minyak atau gas dari formasi yang sedang dilakukan
suatu pemboran.Metode ini banyak digunakan dalam pemboran eksplorasi kerena
mud log ini merupakan pemeriksaan secara kuantitatif pertama kali dilakukan untuk
mendeteksi adanya minyak dan gas dalam formasi
Mud Logging Unit merupakan suatu instrument yang digunakan didaerah
pemboran, yang berfungsi didalam mencatat data pemboran dan ,monitoring proses
pemboran. mud logging instrumen merupakan produksi baru dengan teknologi tinggi
yang mengandung berbagai macam teknik seperti pengeboran minyak, geologi,
teknologi penginderaan, teknik microelectric, teknologi komputer, mesin precisition,
analisis kromatografi, teknologi kontainer manufaktur, distribusi yang kuat dan teknik
UPS.
Mud logging sering ditulis sebagai satu kata "mudlogging". Produk jadi bisa
disebut "lumpur log" atau "mudlog". Deskripsi kerja adalah "lumpur logger" atau
"mudlogger". Menurut Bateman (1985), mud logging merupakan proses
mensirkulasikan dan memantau perpindahan mud dan cutting pada sumur selama
pemboran.
Lumpur logging instrumen dapat memonitor secara terus-menerus,
menunjukkan minyak dan gas bumi selama periode pengeboran dan memberikan
penjelasan dan evaluasi untuk menunjukkan, dengan cara mengumpulkan dan
menganalisa sampel batuan, itu menetapkan lapisan batuan secara real-time. Tujuan
utamanya adalah untuk mengetahui berbagai parameter pengeboran,parameter
formasi sumur yang sedang dibor dan pemantauan aktifitasperkerjaan rig pengeboran.
BAB II

2. Sensor-sensor Mudlogging
Adapun sensor yang di gunakan pada mud logging diantaranya:
2.1 Sensor On the Rig Floor
2.1.1Draw Work Sensor
Mesin hoisting yang merupakan komponen dari rotary drilling rig. Fungsi
utamanya adalah untuk menyediakan sarana untuk menaikkan dan menurunkan
travelling block.
2.1.2 Heave Sensor
Digunakan untuk menarik dan operasi pemindahan rig.
2.1.3 Pressure Sensor
Sensor yang digunakan untuk memonitor tekanan bawah permukaan yang
diterapkan lubang bor. Data yang dikumpulkan dari sensor ini yang digunakan
untuk validasi perhitungan nilai-nilai atau memastikan masalah downhole
potensial seperti washout, kick, atau kehilangan sirkulasi.
2.1.4 Rotary Torque Gauge
Fungsi Rotary Torque Gauge untuk mengukur perubahan torsi yang terjadi
pada rangkaian pipa bor, ketika kegiatan pemboran sumur sedang berlangsung.
Torsi yang terjadi ini dapat disebabkan oleh perubahan karakteristik lapisan
batuan yang ditembus, terjadi kerusakan di cone pada pahat bor, dan terjadi
kerusakan pada rangkaian pipa bor. Ditinjau dari cara perekaman torsi yang
terjadi dapat dibedakan system perekamannya yaitu secara listrik dan hidro
mekanik.

2.1.5 Proximity Sensor


Proximity sensor adalah sensor yang mampu mendeteksi benda-benda yang ada
didekatnya tanpa kontak fisik. Proximity sensor sering memancarkan medan
elektromagnetik atau sinar radiasi elektromagnetik (inframerah) dan mencari
perubahan sinyal dilapangan.

2.1.6 Mud Flow Puddle


Fungsi Return Mud Flow Sensor untuk mengukur perubahan aliran lumpur
bor / fluida pemboran lainnya keluar dari dalam sumur. Dengan
demikian, Driller dapat mengetahui ulah sumur ketika mengebor sumur maupun
mencabut / memasukkan
a. Ketika mengebor sumur
Tanda-tanda akan terjadi semburan liar sumur (blowout) dapat ditunjukkan dari :
Kecepatan aliran lumpur bor meningkat untuk kecepatan pompa yang tetap
(parameter bor tetap)
Berat jenis lumpur bor menurun.
Viskositas lumpur bor (detik Marsh Funnel) meningkat.
Volume lumpur bor di dalam mud tank bertambah.
Tanda-tanda akan terjadi hilang lumpur (mud loss) dapat ditunjukkan dari:
Kecepatan aliran lumpur bor menurun atao tidak ada aliran lumpur bor
kembali dri dalam sumur untuk kecepatan pompa yang tetap (parameter bor
tetap).
Volume lumpur bor di dalam mud tank berkurang.
b. Ketika_round_trip
Jika aliran lumpur bor kembali ke permukaan bertambah naik, walaupun tidak
memasukkan rangkaian pipa ke dalam sumur. Hal ini dapat menimbulkan
semburan liar. Jika aliran lumpur bor tidak kembali ke permukaan, walaupun
sedang memasukkan rangkaian pipa ke dalam sumur. Hal ini dapat menimbulkan
hilang lumpur
2.2. Sensor On Mud Pit
Mud pit sensor dan flow out adalah alat yang paling utama untuk deteksi awal
adanya kick. Tentunya observasi kandungan gas selama drilling, temperatur, serta
cutting/serbok bor juga amat dibutuhkan. Software yang canggih juga ada yang
akan membantu kita untuk mendeteksinya. Tetapi kembali mud pit sensor yang
langsung memberikan signal ke mudlogging unit. Yang perlu diingat adalah
lubang bor itu berbentu U-tube = yang masuk sama dengan yang keluar.
2.2.1 Pit Level Sensor
Pit level sensor dipasang pada mud log untuk memantau volume dan
perubahannya.
2.2.2 Electromagnetic Flowmetter
Didalam electromagnetic flowmeter, terdapat kumparan elektromagnetik yang
menghasilkan medan magnet dan elektroda yang menangkap gaya perpindahan
listrik (tegangan). Karena itu meskipun tampak seolah-olah tidak ada aliran
flowmeter electromagnetic didalam pipa aliran dapat diukur.
2.2.3 Temperature Sensor
Aliran temperatur lumpur yang masuk dan keluar dari lubang dapat dipantau.
Temperatur meningkat saat waktu pengeboran atau karena sirkulasi lumpur
semakin hangat terhadap sistem aktif yang dimasukkan kembali ke dalam lubang
bor. Jika air ditambahkan ke sistem lumpur, misalnya untuk mencairkan lumpur,
perbedaan temperature tidak beraturan cenderung mengarah ke temperatur yang
lebih rendah.
2.2.4 Density Sensor
Fungsi Mud Density Sensor untuk mengukur perubahan berat jenis lumpur
bor baik yang masuk ke dalam sumur maupun yang keluar dari sumur. Dengan
demikian, Driller dapat mengetahui gejala-gejala kesulitan pemboran yang
ditunjukkan dari perubahan berat jenis lumpur bor terutama yang keluar dari
dalam sumur, yaitu :

a. Jika berat jenis lumpur yang keluar dari sumur mendadak berkurang jauh sekali
tidak setara dengan berat jenis lumpur bos yang masuk ke dalam sumur, maka hal
ini memberikan_tanda-tanda_sumur_akan_menyembur.

b. Jika berat jenis lumpur yang keluar dari sumur mendadak bertambah jauh
sekali tidak _searah dengan berat jenis lumpur bor yang masuk ke dalam sumur,
maka hal ini _memberikan tanda-tanda terjadi pertambahan partikel padat
(misalnya pasir) di dalam _sistem lumpur bor, sehingga hilang lumpur mungkin
dapat terjadi pada zone-zone _lemah.
2.2.5 Resistivity Sensor
Pengukuran resistivitas dilakukan saat pengeboran matang untuk mencocokkan
kualitas dan keragaman salinan wireline.
BAB III

3. Mudlogging Gas Equipment

3.1 Degasser
Alat yang digunakan dalam pengeboran untuk menghilangkan gas dari cairan
pengeboran yang tidak bisa membentuk gelembung. Vessel ini digunakan untuk
memisahkan gas dengan lumpur. Terdiri dari suatu vessel yang mempunyai
permukaan datar dan sebuah vacuum pump yang berguna untuk mengurangi tekanan
didalam vessel sekitar 5psia yang mengeluarkan gas dari lumpur.

3.2 Gas Detector

Gas detector merekam tingkat gas alam yang dibawa oleh lumpur. Makin
kental gas yang dimasukkan maka semakin kuat respon elektronik alat. Gas detector
biasanya digunakan untuk mendeteksi kebocoran gas dengan sistem control otomastis
untuk memudahkan menangani kebocoran gas.

3.2 Draegger Analyzer