Anda di halaman 1dari 3

BAB II

ISI

A. CAIRAN TUBUH
Tubuh kita terdiri dari 2 komponen yakni cairan dan jaringan, dimana 40%
dari berat tubuh kita terdiri dari soft tissue dan 60% dari berat tubuh kita adalah
air. Cairan tubuh dipisahkan oleh membran sel sehingga ada yang terdapat di
dalam sel (intraseluler) yang berjumlah 40% dan ada yang terdapat diluar sel
(ekstraseluler) yang berjumlah 20%. Cairan ekstraseluler terdiri atas cairan
interstitial yaitu cairan yang berada di ruang antar sel berjumlah 15% dan plasma
darah yang hanya berjumlah 5%. Selain itu juga dikenal cairan antar sel khusus
disebut cairan transeluler misalnya, cairan cerebrospinal, cairan persendian,
cairan peritoneum, cairan pleura, dan lain-lain. Membran yang memisahkan
kompartemen tersebut bersifat permeabel terhadap air. Pergerakan cairan antar
kompartemen ditentukan oleh tekanan osmosis dari cairan tersebut. Pergerakan
terjadi sampai osmolalitas cairan pada masing-masing kompartemen menjadi
sama. Osmolalitas dikontrol oleh intake cairan dan regulasi eksresi air oleh
ginjal.
Cairan intraselular. Cairan yang terkandung di antara sel disebut cairan
intraselular. Pada orang dewasa, sekitar duapertiga dari cairan dalam tubuhnya
terdapat di intraselular (sekitar 27 liter rata-rata untuk dewasa laki-laki dengan berat
badan sekitar 70 kilogram), sebaliknya pada bayi hanya setengah dari berat badannya
merupakan cairan intraselular.
Cairan ekstraselular. Cairan yang berada di luar sel disebut cairan
ekstraselular. Jumlah relatif cairan ekstraselular berkurang seiring dengan usia. Pada
bayi baru lahir, sekitar setengah dari cairan tubuh terdapat di cairan ekstraselular.
Setelah usia 1 tahun, jumlah cairan ekstraselular menurun sampai sekitar sepertiga
dari volume total. Ini sebanding dengan sekitar 15 liter pada dewasa muda dengan
berat rata-rata 70 kg. Cairan ekstraselular dibagi menjadi:
1. Cairan Interstitial. Cairan yang mengelilingi sel termasuk dalam cairan
interstitial, sekitar 11 - 12 liter pada orang dewasa. Cairan limfe termasuk dalam
volume interstitial. Relatif terhadap ukuran tubuh, dengan volume sekitar 2x lipat
pada bayi baru lahir dibandingkan orang dewasa.
2. Cairan Intravaskular. Merupakan cairan yang terkandung dalam pembuluh
darah (misal volume plasma). Rata-rata volume darah orang dewasa sekitar 5 6
L dimana 3 L nya adalah plasma, sisanya ialah sel darah merah, sel darah putih
dan platelet.
3. Cairan Transeluler. Merupakan cairan yang terkandung diantara rongga tubuh
tertentu seperti serebrospinal, perikardial, pleura, sendi sinovial, intraokular dan
sekresi saluran pencernaan. Pada keadaan sewaktu, volume cairan transeluler
adalah sekitar 1 liter, tetapi cairan dalam jumlah banyak dapat masuk dan keluar
dari ruang transeluler.
B. PENGERTIAN TERAPI CAIRAN/INFUS
Terapi Intravena adalah menempatkan cairan steril melalui jarum langsung ke
vena pasien. Biasanya cairan steril mengandung elektrolit (natrium, kalsium,
kalium), nutrient (biasanya glukosa), vitamin atau obat. (Wahyuningsih, 2005).
Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian
sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena
(pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan
dari tubuh (Yuda, 2010).
Memasang Infus adalah memasukkan cairan atau obat langsung ke dalam
pembuluh darah vena dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama dengan
menggunakan infus set.
Terapi intravena (IV) digunakan untuk memberikan cairan ketika pasien tidak
dapat menelan, tidak sadar, dehidrasi atau syok, untuk memberikan garam yang
dirperlukan untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit, atau glukosa yang
diperlukan untuk metabolisme dan memberikan medikasi (Wahyuningsih, 2005).

C. TUJUAN PEMBERIAN TERAPI CAIRAN/INFUS


Tujuan Pemberian Terapi Intravena (Infus) menurut setyorini, 2006 :
a. Memberikan atau menggantikan cairan tubuh yang mengandung air,
elektrolit, vitamin, protein, lemak, dan kalori, yang tidak dapat
dipertahankan secara adekuat melalui oral
b. Memperbaiki keseimbangan asam-basa
c. Memperbaiki volume komponen-komponen darah
d. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam tubuh
e. Memonitor tekanan vena sentral (CVP)
f. Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan diistirahatkan