Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ryolla Zata Qisthina

NIM : D1091141023
Mata Kuliah : Manajemen Administrasi Pembangunan

REVIEW JURNAL ADMINISTRASI PEMBANGUNAN


IMPLEMENTASI PENYUSUNAN RKPD KABUPATEN

Administrasi pembangunan merupakan proses pengendalian usaha


(administrasi) oleh negara/pemerintah untuk merealisirkan pertumbuhan yang
direncanakan ke arah suatu keadaan yang dianggap lebih baik dan kemajuan di
dalam berbagai aspek kehidupan bangsa. Administrasi pembangunan memiliki
2(dua) fungsi, yakni Pembangunan Administrasi dan Administrasi Pembangunan.
Pembangunan administrasi memiliki arti penyempurnaan administrasi yang telah
ada, sedangkan administrasi pembangunan memiliki makna administrasi bagi
pembangunan. Kedua fungsi tersebut saling melengkapi satu sama lain guna
menghasilkan suatu kebijakan. Peran serta masyarakat ramai sangat diperlukan
agar kebijakan tersebut dapat berhasil dan tercapailah perubahan ke arah
moderenisasi, pembangunan bangsa dan pembangnan sosial.

Administrasi bagi pembangunan adalah admnistrasi dari dan bagi


pembangunan, di mana biasanya menggunakan pendekatan manajemen, karena
bersangkutan dengan manajeman pembangunan. Dalam hal ini, manajeman
pembangunan tersebut meliputi perencanaan pembangunan, pengerahan sumber
daya dan penganggaran. Sedangkan pembangunan administrasi memiliki
kelanjutan berupa pembaharuan administrasi. Pembaharuan yang diharapkan
berupa perubahan sikap birokrasi dengan unsur birokrasi harus dapat membangun
partisipasi rakyat; birokrasi hendaknya tidak cenderung berorientasi kepada yang
kuat, tetapi harus lebih kepada yang lemah dan kurang berdaya; peran birokrasi
harus bergeser dari mengendalikan menjadi mengarahkan, dan dari memberi
menjadi memberdayakan; serta mengembangkan keterbukaan dan
kebertanggungjawaban.
Terdapat 9 fungsi administrasi bagi pembangunan, yakni perencanaan,
pengerahan sumber daya, pengerahan partisipasi masyarakat, penganggaran,
pelaksanaan pembangunan, koordinasi, pemantauan dan evaluasi, pengawasan
dan peran informasi. Telah disebutkan bahwa salah satu fungsi administrasi bagi
pembangunan adalah perencanaan. Perencanaan merupakan pengambilan
keputusan dari sejumlah pilihan, untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Selain
itu, perencanaan merupakan tugas pokok dalam administrasi bagi pembangunan.

Perencanaan dalam administrasi pembangunan nantinya merumuskan


suatu kebijakan publik. Kebijakan publik ini salah satunya adalah berupa Rencana
Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). RKPD ini merupakan salah satu bentuk
pendelegasin kewenangan dari pemerintah pusat ke daerah guna mempercepat
pembanguna di daerah. RKPD merupakan hasil yang didasarkan atas Undang-
Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional. Dimana peraturan ini menyatakan bahwa setiap daerah berkewajiban
menyusun perencanaan pembangunan daerah. RKPD adalah salah satu hasil
perencanaannya.

RKPD merupakan dokumen perencanaan pemerintah untuk periode satu


tahun dan merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD). Sebagai contoh terdapat sebuah studi tentang implementasi
penyusunan RKPD, tepatnya yakni RKPD Kabupaten Kampar, Provinsi Riau
tahun 2014. Berikut merupakan review dari hasil studi tersebut.
No Bagian Hasil Review
1 Pendahuluan Guna mencapai keinginan dalam mempercepat pembangunan daerah
maka dibentuklah otonomi daerah, dengan lebih mengoptimalisasai
peran birokrasi dalam memberikan pelayanan publik dan
memberdayakan kekuatan masyarakat sebagai modal sosial yang sangat
dibutuhkan dalam proses pembangunan. Pemerintah daerah maupun
DPRD sebagai pengambil kebijakan (policy maker) harus produktif
memformulasikan aspirasi masyarakat dan mewujudkan aspirasi tersebut
dalam bentuk program-program pembangunan yang diharapkan dapat
menghasilkan produk unggulan yang dapat memberikan kontribusi
positif bagi pembangunan daerah.
Perencanaan perlu dilakukannya manajemen guna konsistensinya
perencanaannya yang ada. RKPD merupakan salah satu bentuk
perencanaan pembangunan daerah yang merupakan penjabaran dari
RPJMD.
No Bagian Hasil Review
Penyusunan RKPD Kabupaten Kampar Tahun 2014 didasarkan atas
hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah tahun sebelumnya dan
hasil penjaringan aspirasi masyarakat memlalui Musrenbang yang
dimulai dari Musrenbang Desa/Kelurahan, Kecamatan hingga
Kabupaten.
Musrenbang berguna untuk menghasilkan prioritas pembangunan serta
sinkronisasi saranan, arah kebijakan, program dan kegiatan SKPD serta
kebutuhan riil masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan
Kabupaten Kampar. RKPD. RKPD Kabupaten Kampar Tahun 2014
selanjutnya akan dijadikan acuan bagi pemerintah daerah membuat
KUA-PPAS (Kebijakan Umum APBD- Prioritas dan Plafon Anggaran
Sementara) Kabupaten Kampar Tahun 2014.
Dalam penyusunan RKPD Kabupaten Kampar terjadi penyimpangan,
yakni berupa ketidaksesuaian jadawal dan format penulisan.
2 Metode Peneliti menggunakan perspektif pendekatan kualitatif. Teknik analisis
yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kualitatif.
Saat menyajikan data menggunakan interactive model analysis.
3 Hasil dan Tertuang dalam Pemendagri Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 99 ayat (1),
Pembahasan RKPD memuat Rancangan kerangka ekonomi, program prioritas
(Implementasi pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju
Penyusunan dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan dan pagu indikatif dari
RKPD APBD, serta sumber-sumber laun yang ditempuh dengan mendorong
Kabupaten) partisipasi masyarakat.
RKPD Kabupaten Kampar disusun oleh Bappeda Kabupaten Kampar.
Hal ini mengacu pada Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 Pasal 101
ayat (1).
4 Hasil dan Dalam Penjelasan Lampiran Permendagri Nomor 54 Tahun 2010,
Pembahasan Persiapan Penyusunana RKPD terdiri dari 4 langkah, yakni sebagai
(Persiapan berikut:
Penyusunan a. Penyusunana Rancangan Keputusan Kepala Daerah tentang
RKPD) Pembentukan Tim Penyusun RKPD
b. Orientasi mengenai RKPD
c. Penyusunana Agenda Tim Penyusunan RKPD, dan
d. Penyiapan Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah
5 Hasil dan Perumusan rancangan awal RKPD merupakan awal dari seluruh proses
Pembahasan penyusunan rancangan RKPD untuk memberikan panduan kepada
(Penyusunan seluruh SKPD Kabupaten Kampar. Penyusunan rancangan ini
Rancangan menggunakan pendekatan teknokratis dan partisipatif.
Awal) Bappeda Kabupaten Kampar melalui Tim Penyusunan RKPD
Kabupaten Kampar telah melakukan Perumusan Rancangan Awal
RKPD Kabupaten Kampar akan tetapi belum melakukan semua
rangkaian kegiatan berikut dan membuat format yang sesuai rincian.
6 Hasil dan Penyusunan rancangan RKPD digunakan untuk menyusun RKPD
Pembahasan Kabupaten yang merupakan rangkaian mulai dari penyusunan rancangan
(Penyusunan awal RKPD dan berakhir pada penetapan RKPD. Tahapan penyusunan
Rancangan rancangan RKPD Kabupaten berupa evaluasi rancangan awal RKP;
RKPD) verifikasi dan integritas rancangan Renja SKPD; penyelarasan penyajian
rancangan RKPD; dan ditutup dengan Rapat Pembahasan Rancangan
Awal RKPD. Hasil rapat akan menjadi Rancangan RKPD Kabupaten
Kampar Tahun 2014.
7 Hasil dan Musrenbang RKPD Kabupaten Kampar Tahun 2014 merupakan forum
Pembahasan antarpemangku kepentingan dalam rangka membahas rancangan RKPD.
(Pelaksanaan Musrenbang ini diselenggarakan pada 25- 27 Maret 2013 dengan peserta
Musrenbang SKPD, Muspida, LSM, Lembaga Keuangan, Tokoh Masyarakat dan
No Bagian Hasil Review
RKPD) Lembaga Perguruan Tinggi. Peserta selanjutnya dibagi menjadi 5
kelompok diskusi, yakni kelompok Akhlak Moral, Ekonomi Kerakyatan,
SDM, dan Kesehata dan Infrastruktur.
8 Hasil dan Rancangan akhir RKPD Kabupaten dirumuskan berdasarkan masukan
Pembahasan hasil musrenbang Kabupaten dengan memperhatikan hasil musrenbang
(Perumusan Provinsi dan Nasional RKP untuk mencapai sinergitas, harmonisasi, dan
Rancangan sinkronisasi pembangunan.
Akhir RKPD)
9 Hasil dan RKPD Kabupaten Kampar Tahun 2014 diresmikan melalui Peraturan
Pembahasan Bupati Kampar Nomor 30 Tahun 2013 tanggal 27 Mei 2013. Penetapan
(Penetapan RKPD ini selanjutnya dijadikan acuan dalam penyempurnaan Renja
RKPD) SKPD.
10 Hasil dan Terdapat 4 faktor yang mempengaruhi implementasi penyusunan RKPD
Pembahasan Kabupaten Kampar, yakni sebagai berikut;
(Faktor-faktor a) Regulasi, berkaitan dengan perubahan peraturan dna keputusan
yang yang berkaitan dengan Perencanaan Pembagunan Daerah.
Mempengaruhi b) Komitmen, berkaitan dengan kesediaan diri untuk memegang
Implementasi teguh visi, misi serta kemauan Kepala Daerah dan Kepala
Penyusunan SKPD dalam melaksanakan Penyusunan RKPD Kabupaten
RKPD Kampar berdasarkan peraturan yang ada.
Kabupaten) c) SDM, berkaitan dengan kemampuan dari aparatur pada SKPD
dalam melakukan tugasnya.
d) Perangkat pendukung, berkaitan dengan ketersediaan perangkat
pendukung yang dapat membantu aparatur yang akan
membantu aparatur dalam melaksanakan tugasnya.
11 Simpulan Terdapat kesalahan dalam penyusunan RKPD Kabupaten Kampar
Tahun 2014 yakni berupa Surat Keputusan Pembentukan Tim Penyusun
RKPD Kabupaten Kampar seharusnya ditetapkan oleh Surat Keputusan
Bupati Kampar tetapi untuk Kabupaten Kampar ditetapkan oleh Kepala
Bappeda Kabupaten Kampar serta adanya beberapa format yang belum
disesuaikan dengan peraturan yang ada.
Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah Regulasi, Komitmen, Sumber
Daya Manusia dan Perangkat Pendukung.

Sumber:
Yulison, Benni dan Isril. (2014). Implementasi Penyusunan RKPD Kabupaten.
Jurnal Administrasi Pembangunan. II(III), hal 241- 246. Disadur dari
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=180276&val=2266&titl
e=IMPLEMENTASI%20PENYUSUNAN%20RKPD%20KABUPATEN
pada 6 Maret 2017

Djumiarti, Titik. 2010. Administrasi bagi Pembangunan: Manajemen


Pembangunan. Disadur dari http://eprints.undip.ac.id/9849/1/administrasi-
bagi-pembangunan-manajemen-pembangunan_%5BRead-Only%5D.pdf
pada 16 maret 2017