Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Pada tahun 1971 seorang onkolog(pakar tumor) Amerika Serikat, Van Resseler Potter, penulis
Bioethics: bridge to the future(1971) mengabadikan istilah bioetika. Selaku penanggung
jawab, istilah ini, dia menginginkan bioetik sebagai sebuah cabang ilmu tersendiri atau
sebuah tinjauan baru berdasarkan tinjauan biologis. Bioetika dilukiskan oleh petter untuk
mempertahankan hidup dan terppusat pada ilmu-ilmu biologis untuk memperbaiki mutu
hidup. Dalam arti yang lebih luas bioetika adalah penerapan etika dalam ilmu-ilmu biologis,
obat, pemeliharaan kesehatan dan bidang-bidang terkait.1

Bioetika berasal dari kata bios yang berati kehidupan dan ethos yang berarti norma-norma
atau nilai-nilai moral. Bioetika merupakan studi interdisipliner tentang masalah yang
ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu kedokteran baik skala mikro
maupun makro, masa kini dan masa mendatang.5

Tujuan

dari pembuatan makalah ini adalah agar siswa mampu memahami prinsip prinsip bioetika

Hipotesis :

dokter melakukan 4 prinsip-prisip bioetik.

ISI

Prinsip-Prinsip dasar Bioetik ada 4 yaitu

Prinsip beneficence
Prinsip non malefince
Prinsip autonomi
Prinsip justice

1. Beneficince (kemurahan hati)


Inti dari kemurahan hati yaitu tanggung jawab untuk melakukan kebaikan.yang
menguntungkan pasien dan menghindari perbuatan yang merugikan atau
membahayakan pasien. Dokter harus bekerja semaksimal mungkin untuk membuat
pasien puas atas pelayanan kesehatannya. 2
Ciri ciri prinsip ini adalah:Menutamakan Alturisme, Memandang pasien atau keluarga
bukanlah suatu tindakan tidak hanya menguntungkan seorang dokter, Mengusahakan
agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan suatu
keburukannya,menjamin kehidupan baik minimal manusia.
Contoh dari scenario PBL:
Paragraph 1 : dokter bagus bertugas dari pagi hari sampai sore hari tetapi tidak
menutup kemungkinan ia harus mengobati pasien dimalam hari bila ada warga
desa yang membutuhkan pertolongannya.diddsini dokter bagus menjalankan
tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab.
Paragraph 2. Ada seorang ibu yang sudah sakit dua hari. Setelah memeriksa
pasien tersebut dr. bagus memberikan beberapa macam obat dan vitamin serta
nasihat agar istirahat yang cukup.
Paragraph 4. Pasien yang menderita keganasan stadium lanjud diberikan resep
obat untuk meminimalkan rasa sakit pasien. Dr. bagus melakukan tugasnnya
dengan tanggung jawab yaitu memberikan resep obat kepada pasien.
Paragraph 6. dokter mencurigai kemungkinan adanya penyakit jantung, dan
dokter memberikan surat rujukan. Tindakan ini sesuai dengan ciri beneficence
yaitu meminimalisasi akibat buruk dan mengusahakan agar kebaikannya lebih
banyak dari keburukannya.

2. Non maleficince (tidak membehayakan)


Non maleficence adalah prinsip etik tidak melakukan sesuatu yang membahayakan
orang lain.3
Ciri-ciri dari prinsip ini yaitu: pasien dalam keadaan amat berbahaya, dokter sanggup
mencegah bahaya atau kehilangan tersebut. Manfaat bagi pasien lebih banyak dari
pada kerugian dokter, Menolong pasien emergensii,Mencobati pasien yang luka, tidak
membahayakan hidup pasien karena kelalaian, menguntungkan pasien tetapi tidak
merugikan dokter, menghindari mespresentasi pasien,

Contoh dari scenario PBL

Paragraph 5 dokter bagus meminta kesediaan pasien keempat untuk menunggu


diluar karenaia akan terlebih dahulu member pertolongan kepada pemuda
yang sedang dalam emergensi tersebut. dalam paragraph ini dokter bagus
mengutamakan pasien yang dalam keadaan emergersi tersebut karena pasien
tersebut sudah mengalami pendarahan yang sangat hebat.
Paragraph 5 dokter mengambil keputusan untuk mengamputasi tangan dari
pasien tersebut agar mencegah terjadinya perdarahan yang lebih lanjud dan
agar tidak memperburuk keadaan pasien.
3. Autonomi
Autonomi merupakan keadaan dimana orang bersikap mandiri, mempunyai tanggung
jawab, autoritas, dan tanggung gugat untuk pekerjaannya dan juga untuk waktu
pribadinya.4
Ciri ciri dari prinsip ini yaitu: menghargai hak menentukan nasip sendiri, menghargai
martabat pasien, berterus terang, menjaga rahasia pasien, melaksanakan informed
consent, tidak berbohong kepada pasien meskipun demi kebaikan pasien, menjaga
hubungan (kontak)
Contoh dari scenario PBL.
Paragraph 3. Dokter menyarankan supaya anak kecil tersebut di rujuk ke
rumah sakit tetapi ibu dari anak tersebut menolak karena tidak memiliki biaya.
Dokter memberikan hak sepenuhnya untuk mengambil keputusan kepada ibu
dari anak kecil tersebut.
Paragraph 5. Dokter Bagus meminta persetujuan kepada istri dari pasien yang
tangannya terpotong tersebut untuk mengamputasi tangan pasien tersebut dan
istrinya pun menyetujuainya.

4. Justice (keadilan)
Justice(keadilan) adalah prinsip etik berdasarkan asumsi hak asasi manusia. Prinsip
ini meliputi konsep adil dan merata. Keadilan dapat diseskripsikan sebagai sebagai
bekerja dalam satu kumpulan hokum moral, menghormati hak dan pandangan orang
lain atau pemerataan dalam penyebaran sumber.3
Ciri dari prinsip ini yaitu: memberlakukan segala sesuatu secara universal,
menghargai hak hokum pasien, menghargai hak orang lain, menjaga kelompok rentan,
tidak membedakan palauanan pasien atas dasar SARA, status social, tidak melakukan
panyalahgunaan wewenang, menghormati hak populasi yang sama-sama rentan
penyakit/ gangguan kesehatan, bijak dalam makrroaloksi.
Contoh dari scenario PBL
Paragraph 5. Pasien gawat darurat yang didahulukan dibandingkan pasien
yang telah mengantri dalam hal ini dokter tersebut adil dalam memberi
kesempatan yang sama terhadap pribadi dalam posisi yang sama.
Paragraph 5. Dr Bagus tidak membeda-bedakan pasiennya. Ia memberlakukan
semua nya sama dan tidak memandang SARA.

KESIMPULAN

Sebagi dokter Dokter Bagus telah melakukan dan menerapkan prinsip-prinsip bioetik dalam
menjalankan kegiatannya sehari-hari di puskesmas. dan walaupun dokter bagus hanya
bekerja di sebuah puskesmas dokter bagus menjalankan tugasnya sesuai dengan prinsip-
prinsip bioetik.
DAFTAR PUSTAKA

1. Chang, William. 2009. Bioetika : Sebuah Pengantar. Yogyakarta :Kanisius hal 13

2. Priharjo, Robert. Pengantar Etika Keperawatan. Hal 45

3. Brooker, Cris.2009. Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta. Hal 124

4. Swansburg, Russell. 2001. Pengembangan Staf Keperawatan. Hal 291

5. Hanafiah, M. Yusuf, Amri Amir. 2009. Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan.
Jakarata: EGC. Hal 3