Anda di halaman 1dari 1

Penghitungan jumlah mikroorganisme dilakukan dengan metode hitungan cawan.

Penghitungan dilakukan dengan melihat total jumlah mikroorganisme, jumlah bakteri


Staphylococcus aureus, dan jumlah bakteri koliform.
Penghitungan jumlah bakteri S. aureus dengan menggunakan Vogel Johnson Agar
(VJA). Koloni S. aureus dalam pengamatan terlihat bulat, licin/halus, konveks, basah,
berdiameter 2-3 cm jika koloni tidak padat, berwarna abu-abu sampai hitam pekat, dikelilingi
oleh zona opak (opaque zone), dengan atau tanpa zona luar yang jelas/terang (clear zone)
(Lukman et al. 2014). Hasil kultur pada penghitungan terdapat adanya 1 koloni pada
pengenceran 10-3, namun pada pengenceran 10-4, dan 10-5 tidak terdapat adanya koloni bakteri
sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah bakteri S. aureus adalah 1x103 cfu/ml. S. aureus
merupakan mikroflora normal pada permukan kulit, saluran pernafasan dan saluran pencernaan.
S. aureus dalam jumlah yang banyak dalam pangan asal hewan akan menyebabkan terjadinya
penyakit.. Enterotoksin yang dihasilkan oleh S. aureus menjadi faktor penyebab bakteri ini
menjadi pathogen karena dapat menyebabkan keracunan (Jeremy et al, 2001).

Jeremy MY, John KM, and Patrick MS. 2001. Identification of a Novel Two-
Component Regulatory System That Acts in Global Regulation of
Virulence Factors of Staphylococcus aureus. J Bacteriol.183(4): 1113-
1123.

Lukman DW, Sudarwanto M, Sanjaya AW, Purnawarman T, Latif H, Soejoedono RR. 2014.
Higiene Pangan. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan IPB.