Anda di halaman 1dari 44

LaporanKasus

EPISODEDEPRESIBERAT

TANPAGEJALAPSIKOTIK

DisusunOleh:

MeirisaRahmaPratiwi 04054821618039

DessyCarmeliaN 04054821618040

NurAnnisaFaradina 04084821618174

AlAmirahZainab 04084821618175

PrabashniRamani 04054821517143

Pembimbing:

dr.AbdullahShahab,SpKJ(K)

BAGIANILMUKEDOKTERANJIWA

RUMAHSAKITERNALDIBAHARPALEMBANG

i
FAKULTASKEDOKTERANUNIVERSITASSRIWIJAYA

2017

HALAMANPENGESAHAN

JudulLaporanKasus:
EPISODEDEPRESIBERATDENGANGEJALAPSIKOTIK

Oleh:
MeirisaRahmaPratiwi 04054821618039

DessyCarmeliaN 04054821618040

NurAnnisaFaradina 04084821618174

AlAmirahZainab 04084821618175

PrabashniRamani 04054821517143

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam mengikuti ujian
kepaniteraanklinikseniordiBagianIlmuKesehatanJiwaFakultasKedokteran
UniversitasSriwijayaPeriode13September201616Oktober2016

Palembang,Januari2017
Pembimbing,

ii
dr.AbdullahShahab,SpKJ(K)

KATAPENGANTAR

PujidansyukurkehadiratAllahSWTataskaruniaNyasehinggapenulisdapat
menyelesaikan laporan kasus yang berjudul Episode Depresi Berat dengan Gejala
Psikotik.

Laporan kasus ini merupakan salah satu syarat Kepaniteraan Klinik di


Bagian/Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang
FakultasKedokteranUniversitasSriwijaya.

Penulismengucapkanterimakasihkepadadr.AbdullahShahab,SpKJ(K)selaku
pembimbing yang telah memberikan bimbingan selama penulisan dan penyusunan
laporankasusini.

Penulismenyadarimasihbanyakkekurangandalampenyusunanlaporankasus
ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak sangat penulis harapkan.
Semogalaporankasusinidapatmemberimanfaatbagipembaca.

Palembang,Januari2017

iii
Penulis

iv
DAFTARISI
HALAMANJUDUL............................................................................... i

HALAMANPENGESAHAN. ii

KATAPENGANTAR. iii

DAFTARISI iv

BABIPENDAHULUAN 1

BABIISTATUSPASIEN.......................... 3

BABIIITINJAUANPUSTAKA................ 16

BABIIIANALISISKASUS................... 35

DAFTARPUSTAKA....................................................................................... 40
28

5
BABI
PENDAHULUAN

Salah satubentuk gangguanmood yangseringterjadi padasemua usia di


masyarakat yaitu gangguan depresi. Depresi merupakan satu masa terganggunya
fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala
penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor,
konsentrasi,anhedonia,kelelahan,rasaputusasadantidakberdaya,sertabunuhdiri.1
SedangkanmenurutSinopsisPsikitari,moodadalahkeadaanemosionalinternalyang
meresapdariseseorang.Emosiadalahkompleksitasperasaanyangmeliputipsikis,
somatikdanperilakuyangberhubungandenganafekdanmood.2
Prevalensikejadiandepresicukuptinggihampirlebihdari350jutapenduduk
duniamengalamidepresi.Surveyyangdilakukandi17negaraeropa,ratarata1dari
20orangpernahmengalamidepresi.Gangguandepresipalingseringterjadidengan
prevalensi seumur hidup sekitar 15%. Perempuan dua kali lipat lebih besar
dibandingkan lakilaki. Hal ini diduga adanya perbedaan hormon. Ratarata usia
penderitasekitar40tahun.Dataterkinimenunjukkan,gangguandepresiberatdiusia
kurangdari20tahun,yangmungkinberhubungandenganmeningkatnyapengguna
alkoholdanpenyalahgunaanzat.3 SebuahpenelitiandiAmerikaSerikatdidapatkan
bahwagangguandepresifberat terjadi pada13sampai 14juta orangdewasadan
mengakibatkan penderitaan yang signifikan bagi penderitanya dalam hidup.4
PrevalensidiIndonesiaberdasarkandataRiskesda stahun2007mencapai11,6%atau
dideritasekitar19jutagangguanmentalemosionalpendudukdiatas15tahunorang.5
Pasiendepresimemperlihatkankehilanganenergidanminat,merasabersalah,
sulitberkonsentrasi,hilangnyanafsu makan,berpikiruntukmatidanbunuhdiri.
Tanda dan gejala lain termasuk perubahan dalam tingkat aktivitas, kemampuan

6
kognitif, bicara dan fungsi vegetatif (termasuk tidur, aktivitas seksual dan ritme
biologiyanglain).Gangguaninihampirselalumenghasilkanhendayainterpersonal,
sosial dan fungsi pekerjaan. Neurotransmitter yang mungkin berkurang pada
gangguandepresiadalahnorepineprin,dopamin,danserotonin.3
Gangguandepresifberatsekarangtelahmenjadi2masalahkesehatanyang
seriusdimanadiperkirakangangguaniniakanmendudukiperingkatkeduapenyebab
disabilitaspadatahun2020,setelahpenyakitkardiovaskular. 6Gangguandepresiberat
dengangejalapsikotikadalahdepresiyangparahwalaubukanpenderitapsikotik.7
Hingga sekarang terapi yang paling efektif untuk gangguan depresif berat
yaitu kombinasi antara psikoterapi dan farmakoterapi. Psikoterapi jangka pendek
dapatdibagimenjadiyaituterapikognitif,terapiperilakudanterapiinterpersonal.2

7
BABII
STATUSPASIEN

I. IDENTIFIKASIPASIEN
a. Nama :Ny.E
b. Jeniskelamin :Perempuan
c. Umur :52tahun
d. Statusperkawinan :Kawin
e. Agama :Islam
f. Tingkatpendidikan :SMA
g. Warganegara :Indonesia
h. Sukubangsa :Sumatera
i. Alamat :KomplekMegahAsriISukajadiTalangKelapa
j. Pekerjaan :IbuRumahTangga

II. ANAMNESIS
A. ALLOANAMNESIS
Diperolehdari :Nn.Y
Jeniskelamin :Perempuan
Umur :27tahun
Alamat :KomplekMegahAsriISukajadiTalangKelapa
Pendidikan :SMA
Pekerjaan :Belumbekerja
Hubungandgnpasien :Anakkandung

a. SebabUtama :Sulittidurdanseringmenangis
b. KeluhanUtama :Tidakada
c. RiwayatPerjalananPenyakit
5bulanyanglalu,pasienmulaimerasatidakbisatidur.Pasien
juga merasa kepalanya terasa berat, dada sesak, dan badan tidak enak.
Pasienjugamenjadilebihpendiam,pemurung,danseringmenangis.Pasien

8
bahkan sempat beberapa kali mengatakan ingin bunuh diri kepada anak
pasien.Pasienmasihbisamerawatdiridanmelakukanaktivitasseharihari
denganbaik.
3mingguyanglalu,pasientidakbisatidursamasekali.Saattidak
bisatidurpasienmenangishisteris.Pasienjugaterlihatsemakinpendiam,
murungdanlebihseringmelamun.Pasienmasihbisamerawatdiritapitidak
memilikikeinginanuntukmelakukanapapun.Pasienmerasakesepiandan
tidakdisayang.PasienkemudianberobatkePuskesmasTalangKelapalalu
dirujukkeRSErnaldiBaharPalembang.

d. RiwayatPenyakitDahulu
Penyakitdengankeluhanyangsamasebelumnyadisangkal.

e. RiwayatPremorbid
- Lahir : Lahir cukup bulan,spontan, langsung
menangis,ditolongbidan
- Bayi :Tumbuhkembangbaik
- Anakanak :Interaksisosialbaik
- Remaja :Interaksisosialbaik
- Dewasa :Interaksisosialbaik

f. Riwayatperkembanganorganobiologi
- Riwayatkejang()
- Riwayatdemamtinggiyanglama()

- Traumakepala()
- Alergi()

g. Riwayatpenggunaanalkoholdanobatobatanterlarang
RiwayatmengonsumsialkoholdanNAPZAdisangkal.

h. Riwayatpendidikan
PasienlulusdariSekolahMenengahAtas,bisamengikutipelajaran,nilai
baik.

9
i. Riwayatpekerjaan
IbuRumahTangga.

j. Riwayatperkawinan
Pasienmenikahsatukali,tahun1986,usiaperkawinan30tahun,atasdasar
sukasamasuka,tidakharmonis.

k.Keadaansosialekonomi
Pasien tinggal bersama anak perempuannya yang kedua yang belum
menikahdisebuahrumahmilikorangtuapasien.
Kesan:Keadaansosialekonomimenengahkebawah.

l. Riwayatkeluarga
Pasienmerupakananakketigadaritigabersaudara.
Riwayatkeluargadengangangguanjiwadisangkal.
Polaasuh:normal,kasihsayangdancukupadil

Pedigree

B. AUTOANAMNESISDANOBSERVASI
Wawancara dan observasi dilakukan pada Kamis, 12 Januari 2017
pukul 10.00 s.d. 10.45 WIB di Poliklinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar,
Palembang.Penampilanpasiencukuprapi,pasienmemakaibluslenganpanjang
berwarna hijau dengan bawahan celana hitam. Pasien berperawakan berisi
dengantinggibadansekitar150cmdanberatbadan60kg,warnakulit
sawo matang. Pemeriksa dan pasien duduk saling berhadapan. Selama

10
wawancarapasientampaktenangdanmaumenatappemeriksa.Pasienmampu
menjawabpertanyaandenganjelasdandapatdimengerti.Wawancaradilakukan
denganmenggunakanbahasaIndonesia.

Pemeriksa Pasien Interpretasi


Selamatpagi,Ibu.Kami Pagi,dokter(menjawab Kontak(+)
Perhatian(+)kurang
doktermudabagianjiwa sambilmenjabattangan
Konsentrasikurang
(tersenyumdan tanpatersenyum) Afeksesuai
Moodhipotimik
mengulurkantangan)
Dayaingatbaik
Ernawati.
SiapanamanyaBu?
Yadokter. Kooperatif
BolehyaBukitangobrol
ngobrolsebentarya.
52tahundok. Dayaingatbaik
Kalobolehtahuusianya
Orientasitempat
berapaBu?
DiTalangKelapo
baik
TinggalnyadimanaBu? Orientasiwaktubaik
DirumahsakitErnaldi
Orientasipersonal
Sekarangkitadimana? Bahar.
baik
Kamis.
HariinihariapayaBu?
Inianaksamasuamisaya
Ibukesinisamasiapa?
dok.
(sambilmenunjukkeluarga
pasien)
KenapaBukesini? Mauberobatdok. Discriminative
judgementbaik

Kenapaibumauberobat? Sakitsayadok.
Discriminative
insightbaik

11
SakitgimanaBu? Susahtidurdokkepala
Afeksesuai
rasanyaberat
Moodhipotimik,
(pasienmempertahankan
Emosistabil,dalam,
kontakmatasambil
terkendali,adekuat,
memegangkepala)
empatidapat
dirabarasakan,arus
SulittidurkenapaBu?
emosilambat
Banyakyangdipikirin
Adamasalahapa dok. Afeksesuai
Moodhipotimik
memangnyaBu?
Inisuamikantentara,
Rasa
jarangpulang,pulang
permusuhan/dendam
pulangbawaanaksudah
Perasaaninferior
nikahlagi.Kesaldokrasa Perasaantidak
hatimaumeledak.Saya berguna.
beban,kesal,emosilihat
suami.Manamikirinanak
cucurumahsepicuma
Ibumasihsukamasak,
akusamabungsu.Sudah
berkebun,melakukanhobi
tidakadagunalagirasa
dirumah?
hidup. Kehilanganminat
(menunduk)
Ibupernahinginbunuhdiri?
Dulukadangkadang
Kenapa?
masih,sekarang..
Idebunuhdiri
(menggelengkepaladan Perasaantidak
Ibuseringdengarbisikan menunduk) berguna
bisikan?
Yapernahdok.
Capekrasanya,sudah Halusinasiauditorik
Kalaumelihatbayangan
untukapalagijugasaya ()

12
bayanganatauhalhallain hidup.
Halusinasivisual()
yangtidakterlihatorang
Tidakdok.
lain?

Ibupernahmerasabadan Tidakjugadok.
Waham()
ataupikiransepertiada
yangmengendalikan,
merasaadayanganeh?
Tidakdok.
Depersonalisasi&
SekarangapayangIbu
derealisasi()
rasakan?
Aliensi()
DulupernahsepertiiniBu? Sedihdok.

Baiklahkalaubegitu
Tidakpernah
terimakasihyaIbusudah
maudiajakceritacerita. Iyadokter,makasih
Silahkantunggudiluardulu
yaa,nantidipanggilkembali
untukbertemudokter
spesialisjiwanya.
TerimakasihBu
III. PEMERIKSAAN
A. STATUSINTERNUS
1).KeadaanUmum
Sensorium :Composmentis
Tekanandarah :120/70mmHg
Frekuensinadi :82x/menit
Frekuensinapas :20x/menit
Suhu :36,70C

B.STATUSNEUROLOGIKUS
1) Uratsyarafkepala(pancaindera) :tidakadakelainan
2) Gejalarangsangmeningeal :tidakada

13
3) Gejalapeningkatantekananintracranial :tidakada
4) Mata
Gerakan :baikkesegalaarah

Persepsimata :baik,visusnormal

Pupil :bentukbulat,sentral,isokor,
3mm/3mm

Reflekscahaya :+/+

Reflekskornea :+/+

Pemeriksaanoftalmoskopi :tidakdilakukan

5).Motorik
Lengan Tungkai
FungsiMotorik
Kanan Kiri Kanan Kiri
Gerakan Luas Luas luas Luas
Kekuatan 5 5 5 5
Tonus Eutoni Eutoni eutoni Eutoni
Klonus
Refleksfisiologis + + + +
Reflekspatologis

6).Sensibilitas :normal
7).Susunansyarafvegetatif:tidakadakelainan
8).Fungsiluhur :tidakadakelainan
9).Kelainankhusus :tidakada

14
C.STATUSPSIKIATRIKUS
KEADAANUMUM
a. Sensorium :Composmentisterganggu
b. Perhatian :Berkurang
c. Sikap :Kooperatif
d. Inisiatif :Ada
e. Tingkahlakumotorik :Normoaktif
f. Ekspresifasial :Cenderungsedih
g. Verbalisasi :lancardanjelas
h. Carabicara :lancar
i. Kontakpsikis
Kontakfisik :ada,kurang
Kontakmata :ada,kurang
Kontakverbal :ada,cukup

KEADAANKHUSUS(SPESIFIK)
a. Keadaanafektif
Afek :depresif(sesuai)
Mood :hipotimik
b. Hidupemosi
Stabilitas :stabil
Dalamdangkal :dalam
Pengendalian :terkendali
AdekuatInadekuat :adekuat
Echtunecht :echt
Skaladiferensiasi :normal
Einfuhlung :bisadirabarasa
Arusemosi :lambat
c. Keadaandanfungsiintelektual
Dayaingat :baik
Dayakonsentrasi :baik
Orientasiorang/waktu/tempat :baik

15
Luaspengetahuanumum :sesuai
Discriminativejudgement :baik
Discriminativeinsight :baik
Dugaantarafintelegensi :baik
Depersonalisasidanderealisasi :tidakada
d. Kelainansensasidanpersepsi
Ilusi :tidakada
Halusinasi :auditorik(),visual(
e.Keadaanprosesberpikir
Psikomotilitas :normal
Mutu :baik
f.Aruspikiran
Flightofideas :tidakada
Inkoherensi :tidakada
Sirkumstansial :tidakada
Tangensial :tidakada
Terhalang(blocking) :tidakada
Terhambat(inhibition) :tidakada
Perseverasi :tidakada
Verbigerasi :tidakada
g.Isipikiran
Waham :tidakada
PolaSentral :tidakada
Fobia :tidakada
Konfabulasi :tidakada
Perasaaninferior :ada
Kecurigaan :tidakada
Rasapermusuhan/dendam:ada
Perasaanberdosa/salah :tidakada
Hipokondria :tidakada
Idebunuhdiri :ada

16
Idemelukaidiri :tidakada
Lainlain :tidakada
h.Pemilikanpikiran
Obsesi :tidakada
Aliensi :tidakada
i.Bentukpikiran
Autistik :tidakada
Simbolik :tidakada
Dereistik :tidakada
Simetrik :tidakada
Paralogik :tidakada
Konkritisasi :tidakada
Overinklusif :tidakada

j. Keadaandoronganinstinktualdanperbuatan
Hipobulia :tidakada
Vagabondage :tidakada
Katatonia :tidakada
Stupor :tidakada
Pyromania :tidakada
Raptus/Impulsivitas: tidakada
Mannerisme :tidakada
Kegaduhanumum :tidakada
Autisme :tidakada
Deviasiseksual :tidakada
Logore :tidakada
Ekopraksia :tidakada
Mutisme :tidakada
Ekolalia :tidakada
Lainlain :tidakada

17
k.Kecemasan :ada
l.Dekorum
Kebersihan :baik
Caraberpakaian :baik
Sopansantun :baik
m.Realitytestingability
RTAtidakterganggu

D. PEMERIKSAANLAIN
a. Pemeriksaanelektroensefalogram :tidakdilakukan
b. Pemeriksaanradiologi/CTscan :tidakdilakukan
c. Pemeriksaanlaboratorium :tidakdilakukan
d. HamiltonDepressionRatingScale(HDRS)
Total:21(depresiberat)

IV. DIAGNOSISMULTIAKSIAL
AksisI :F.32.2EpisodeDepresiBerattanpaGejalaPsikotik
AksisII :Tidakadadiagnosa
AksisIII :Tidakadadiagnosa
AksisIV :Masalahprimarysupportgroup(keluarga)
AksisV :GAFscalesaatini7061

V. DIAGNOSISBANDING
- F.32.2EpisodeDepresiBerattanpaGejalaPsikotik
- F.48.0Neurastenia
- F.51.0InsomniaNonOrganik

VI. TERAPI
a. Psikofarmaka
Fluoxetinetablet1x20mg,
Merlopamtablet1x2mg,

b. Psikoterapi
Suportif
- Memberidukungandanperhatiankepadapasiendalammenghadapi
masalah.
- Memotivasipasienagarminumobatsecarateratur

18
Kognitif
Menerangkantentang gejala penyakit pasienyangtimbul akibat
cara berpikir yang salah, mengatasi perasaan, dan sikapnya terhadap
masalahyangdihadapi.

Keluargadanlingkungan
Memberikanpenyuluhanbersamadenganpasienyangdiharapkan
keluargadapatmembantudanmendukungkesembuhanpasien.

SosialBudaya
Terapi kerja berupa memanfaatkan waktu luang dengan
melakukan hobi atau pekerjaan yang disukai pasien dan bermanfaat.
Terapirekreasidapatberupaberliburataubepergiankesuatudaerahyang
disenangipasien.

Religius
Bimbingan keagamaan agar pasien selalu menjalankan ibadah
sesuaiajaranagamayangdianutnya,yaitumenjalankansolatlimawaktu,
menegakkanamalansunahsepertimengaji,berzikir,danberdoakepada
AllahSWT.

VII. PROGNOSIS
Dubiaadbonam

19
BABIII
TINJAUANPUSTAKA

3.1 Definisi
Depresi merupakan salah satu gangguan mood. Gangguan mood dianggap
sebagai sindrom, yang terdiri atas sekelompok tanda dan gejala bertahan selama
bermingguminggu,berbulanbulanyangmenunjukkanpenyimpangannyatafungsi
habitualseseorangsertakecenderunganuntukkambuh,seringdalambentukperiodik
atau siklik.1 Pasien dengan mood terdepresi (yaitu, depresi) merasakan hilangnya
energi danminat, perasanbersalah, sulit berkonsentrasi, hilang nafsumakan, dan
pikiran tentang kematian atau bunuh diri. Berdasarkan WHO Depresi merupakan
gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood,
kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu
makan,kehilanganenergi,danpenurunankonsentrasi.2
Episodedepresiberat harusadasetidaknya2minggudanseseorangyang
didiagnosismemilikiepisodedepresifberatterutamajugaharusmengalamiempat
gejaladaridaftaryangmencakupperubahanberatbadandannafsumakan,perubahan
tidur dan aktivitas, tidak ada energi, rasa bersalah, masalah dalam, berpikir dan
membuatkeputusan,sertapikiranberulangmengenaikematiandanbunuhdiri.1

3.2 Epidemiologi
Gangguandepresifberatadalahsuatgangguanyangsering,denganprevalensi
seumur hidup adalah kirakira 15 persen, kemungkinan setinggi 25 persen pada
wanita.Prevalensigangguandepresifpadawanitaduakalilebihbesardibandingkan
lakilaki.2 Alasan perbedaan ini yang telah di hipotesiskan antara lain perbedaan

20
hormonal,pengaruhkelahirananak,stressorpsikososialyangberbedaantaralakilaki
danperempuan,sertamodelperilakuketergantunganyangdipelajari.1
Rataratausiaonsetuntukgangguandepresiberatkirakira40tahun,50%
dari semua pasien mempunyai onset antara 20 dan 50 tahun. 2 Beberapa data
epidemiologi barubaru ini menyatakan bahwa insidensi gangguan depresi berat
mungkin meningkat pada orangorang yang berusia kurang dari 20 tahun. Jika
pengamatantersebutbenar,mungkinberhubungandenganmeningkatnyapenggunaan
alkohol dan zatzat lain pada kelompok usia tersebut.2 Pada umumnya gangguan
depresi berat terjadi paling sering pada orang tua yang tidak memiliki hubungan
interpersonalyangeratatauberpisah.1,2

3.3 EtiologidanPatofisiologi
a. Faktororganobiologi1,3
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat kelainan pada amin
biogenik,seperti:5HIAA(5Hidroksiindolaseticacid),HVA(Homovanilicacid),
MPGH (5 methoxy0hydroksi phenil glikol), di dalam darah, urin dan cairan
serebrospinal pada pasien gangguan mood. Neurotransmiter yang terkait dengan
patologi depresi adalah serotonin dan epineprin. Penurunan serotonin dapat
mencetuskandepresi,danpadapasienbunuhdiri,beberapapasienmemilikiserotonin
yang rendah. Aktivitas serotonin diduga berkurang pada depresi. Serotonin
bertanggungjawabuntukkontrolregulasiafek,agresi,tidurdannafsumakan.Pada
beberapa penelitian ditemukan jumlah serotonin yang berkurang di celah sinaps
dikatakan bertanggung jawab untuk terjadinya depresi. Pada terapi despiran
mendukungteoribahwanorepineprinberperandalampatofisiologidepresi.
Noreprinefrin. Dalam beberapa penelitian diduga adanya peranan
langsung sistem noradrenergik dalam depresi. Jenis bukti lain juga melibatkan
reseptor adrenergik alfa2 dalam depresi, karena aktivasi reseptor tersebut

21
menyebabkanpenurunanjumlahnoreprinefrinyangdilepaskan.Reseptoradrenergik
alfa2jugaberlokasipadaneuronserotonergikdanmengaturjumlahserotoninyang
dilepaskan.
Serotonin. Penurunan serotonin dapat mencetuskan depresi, dan beberapa
pasien yang bunuh diri memliki konsentrasi metabolit serotonin di dalam cairan
serebrospinalisyangrendahdankonsentrasitempatambilanserotoninyangrendahdi
trombosit, beberapa pasien depresi juga memiliki respons neuroendokrin yang
abnormal, sebagai contoh hormon pertumbuhan, prolaktin, dan hormon
adrenokortikotropin(ACTH)terhadapprovokasidenganagenserotonerik.
Dopamin.Walaupunnoreprinefrindanserotoninadalahaminbiogenikadalah
aminbiogenikyangpalingseringdihubungkandenganpatofisiologidepresi,dopamin
juga telah diperkirakan memiliki peranan dalam depresi. Data menyakan bahwa
aktvitasdopaminmungkinmenurunpadadepresidanmeningkatpadamania.
Regulasi neuroendokrin. Hipotalamus adalah pusat regulasi sumbu
neurohormonaldanhipotalamussendirimenerimabanyakmasukan(input)neuronal
yangmenggunakantransmiteraminbiogenik.Berbagaidisregulasitelahdilaporkan
padapasiendengangangguanmood.Kelainanneuroendokrinyangtelahdigambarkan
padapasiendengangangguanmoodadalahpenurunansekresinokturnalmelantonin,
penurunanpelepasanprolaktin,penurunankadarFSHdanLH,danpenurunankadar
testosteronpadalakilaki.
Sumbuadrenal. Hubunganantarahipersekresikortisoldandepresiadalah
salah satu pengamatan paling tua dalam psikiatri biologi. Neuron di nukleus
paraventrikular(PVN; paraventricularnucleus)melepaskan corticotropinreleasing
hormon (CRH),yangmenstimulasipelepasanhormonadrenokortikotropik(ACTH)
dari hipofisis anterior. ACTH selanjutnya menstimulasi pelepasan kortisol dari
korteksadrenal.Kortisolmemberikanumpanbalik(feedback) padajaringankerja
melalui reseptor kortisol di hipokampus dan menyebabkan penurunan pelepasan

22
ACTH.Suatupenelitianmenemukanbahwapasiendepresimungkinmemilikifungsi
reseptorkortisolyangabnormaldihipokampus.Banyakpenelitimenemukanbahwa
hiperkortisolemiadapatmerusakneuronhipokampus,suatusiklusyangmelibatkan
stres, stimulasi pelepasan kortisol, dan ketidakmampuan untuk menghentikan
pelepasan kortisol dapat menyebabkan bertambahnya kerusakan pada hipokampus
yangtelahmengalamikerusakan.Beberpapenelitianmengatakanbahwastreskronik
merupakan faktor pemicu terjadinya depresi, dimana stres itu sendiri tidak hanya
berdampak padaperilaku namunjugapadasistem endokrin,imunitas, dansistem
neurotransmiter.Ditemukanadanayahubunganeratantarastresdanperubahanpada
axisHPAdansistempusatnoreprinefrin.Depresidapatterjadiakibatdariadanya
disfungsi pada area otak yang dimodulasi oleh axis HPA seperti pada korteks
frontalis,hipokampus,amygdala,danbasalganglia.Ditemukanjugabahwaareaarea
pada otak tersebut mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap efek stres yang
dikarenakankejadianpadamasalampadikehidupan.

b. Faktorgenetik1,3
Genetik merupakan faktor penting dalam perkembangan gangguan
mood,tetapijalurpenurunansangatkompleks.Tidakhanyasulituntukmengabaikan
efekpsikososial,tetapijugafaktornongenetikkemungkinanjugaberperansebagai
penyebab berkembangnya gangguan mood setidaktidaknya pada beberapa orang.
Penelitiangenetikdankeluargamenunjukkanbahwaangkaresikodiantaraanggota
keluarga tingkat pertama dari individu yang menderita depresi berat (unipolar)
diperkirakan 2 sampai 3 kali dibandingkan dengan populasi umum. Angka
keselarasansekitar11%padakembardizigotdan40%padakembarmonozigot.
Penelitian menunjukkan anak biologis dari orang tua yang terkena
gangguan mood berisiko mengalami gangguan mood walaupun anak tersebut
dibesarkanolehkeluargaangkat.Penelitianpadaanakkembarmenunjukkananak

23
kembarmonozigotlebihbesarkemungkinanmengalamigangguandepresidaripada
anakkembardizigot.

c. FaktorPsikososial10
Faktor psikososial seperti hilangnya peranan sosial, hilangnya
otonomi, kematian teman atau sanak saudara, penurunan kesehatan, peningkatan
isolasidiri,keterbatasanfinansial,danpenurunanfungsikognitif .Sedangkanmenurut
Kane,faktorpsikososialUniversitasSumateraUtarameliputipenurunanpercayadiri,
kemampuanuntukmengadakanhubunganintim,penurunanjaringansosial,kesepian,
perpisahan,kemiskinandanpenyakitfisik.
Faktor psikososial yang mempengaruhi depresi meliputi: peristiwa
kehidupan dan stressor lingkungan, kepribadian, psikodinamika, kegagalan yang
berulang,teorikognitifdandukungansosial.
Peristiwakehidupandanstresorlingkungan.Peristiwakehidupanyang
menyebabkanstres,lebihseringmendahuluiepisodepertamagangguanmooddari
episodeselanjutnya.Paraklinisimempercayaibahwaperistiwakehidupanmemegang
peranan utama dalam depresi,klinisilainmenyatakan bahwaperistiwakehidupan
hanya memiliki peranan terbatas dalam onset depresi. Stressor lingkungan yang
palingberhubungandenganonsetsuatuepisodedepresiadalahkehilanganpasangan.
Stressorpsikososialyangbersifatakut,sepertikehilanganorangyangdicintai,atau
stressor kronis misalnya kekurangan finansial yang berlangsung lama, kesulitan
hubunganinterpersonal,ancamankeamanandapatmenimbulkandepresi.
Faktorkepribadian.Beberapacirikepribadiantertentuyangterdapat
pada individu, seperti kepribadian dependen, anankastik, histrionik, diduga
mempunyairesikotinggiuntukterjadinyadepresi.Sedangkankepribadianantisosial
dan paranoid (kepribadian yang memakai proyeksi sebagai mekanisme defensif)
mempunyairesikoyangrendah.

24
Faktor kognitif. Adanya interpretasi yang keliru terhadap sesuatu,
menyebabkandistorsipikiranmenjadinegatiftentangpengalamanhidup,penilaian
diri yang negatif, pesimisme dan keputusasaan. Pandangan yang negatif tersebut
menyebabkanperasaandepresi

3.4 ManifestasiKlinis
Mood terdepresi, kehilangan minat dan berkurangnya energi adalah gejala
utamadaridepresi.Pasienmungkinmengatakanperasaannyasedih,tidakmempunyai
harapan, dicampakkan, dantidak berharga. Emosi pada mood depresi kualitasnya
berbedadenganemosidukacitaataukesedihanyangnormal.3
Pikiranuntuk melakukan bunuhdiri dapat timbul pada sekitar dua pertiga
pasiendepresi,dan10sampai15persendiantaranyamelakukanbunuhdiri.Mereka
yangdirawatdirumahsakitdenganpercobaanbunuhdirimempunyaiumurhidup
lebihpanjangdibandingkanyangtidakdirawat.Beberapapasiendepresiterkadang
tidakmenyadiariiamengalamidepresidantidakmengeluhtentanggangguanmood
meskipunmerekamenarikdiridarikeluarga,temandanaktivitasyangsebelumnya
menarikbagidirinya.3
Hampir semua pasien depresi (97%) mengeluh tentang penurunan energi
dimana mereka mengalami kesulitan menyelesaikan tugas, mengalami hendaya di
sekolahdanpekerjaan,danmeurunnyamotivasiuntukterlibatdalamkegiatanbaru.
Sekitar 80 persen pasien mengeluh masalah tidur, khususnya terjada dini hari
(terminalinsomsia)danseringterbangundimalamharikarenamemikirkanmasalah
yangdihadapi.Kebanyakanpasienmenunjukkanpeningkatanataupenurunannafsu
makan demikian pula dengan bertambah dan menurunnya berat badannya serta
mengalamitidurlebihlamadaribiasanya.3
Kecemasan adalah gejala tersering dari depresi dan menyerang 90 persen
pasien depresi. Berbagai perubahan asupan makanan dan istirahat dapat

25
menyebabkantimbulnyapenyakitlainsecarabersamaa,sepertidiabetes,hipertensi,
penyakitparuobstruksikronik,danpenyakitjantung.Gejalalaintermasukhaidyang
tidaknormaldanmeurunnyaminatsertaaktivitasseksual.3
Pada pemeriksaan status mental, episode depresi memperlihatkan retardasi
psikomotor menyeluruh merupakan gejala yang paling umum, walaupun agitasi
psikomotor juga sering ditemukan, khususnya pada pasien usia lanjut.
Menggenggamkantangandanmenariknarikrambutmerupakangejalaagitasiyang
paling umum.Secara klasik, seorang pasien depresi memiiki postur yang
membungkuk, tidak terdapat pergerakan yang sponta, dan pandangan mata yang
putus asa dan memalingkan pandangan.Pasien depresi seringkali dibawa oleh
keluargaatautemankerjanyakarenanpenarikansosialdanpenurunanaktivitassecara
menyeluruh.2
Banyakpasienterdepresimenunjukkan suatukecepatandanvolumebicara
yangmenurun,beresponsterhadappertanyaandengankatatunggaldanmenunjukkan
responsyangmelambatterhadaptpertanyaan.Secarasederhana,pemeriksamungkin
harusmenungguduaatautigamenituntukmendapatkansuaturesponsterhadapsuatu
pertanyaan.2
Pasienterdepresidenganwahamatauhalusinasidikatakanmenderitaepisode
depresifberatdenganciripsikotik.Wahamatauhalusinasiyangsesuaidenganmood
terdepresidikatansesuaimood(moodcongruent).Wahamsesuaimoodpadaseorang
pasien terdepresi adalah waham bersalah, memalukan, tidak berguna, kemiskinan,
kegagalan, kejar dan penyakit somatic terminal (sevagai contoh, kanker dan otak
yang membusuk).Isi waham atau halusinasi yang tidak sesuai mood (mood
incongruent) adalah tidak sesuai dengan mood terdepresi. Pasien depresi juga
memilikipandangannegatiftentangduniadandirinyasendiri.2

PerubahanFisik

26
Penurunannafsumakan.
Gangguantidur.
Kelelahandankurangenergi
Agitasi.
Nyeri,sakitkepala,ototkerandannyeri,tanpapenyebabfisik.

PerubahanPikiran
Merasa bingung, lambat dalam berfikir, penurunan konsentrasi dan sulit,
mengungatinformasi.
Sulitmembuatkeputusandanselalumenghindar.
Kurangpercayadiri.
Merasabersalahdantidakmaudikritik.
Padakasusberatseringdijumpaiadanyahalusinasiataupundelusi.
Adanyapikiranuntukbunuhdiri.

PerubahanPerasaan
Penurunanketertarikandenganlawanjenis.
Merasabersalah,takberdaya.
Tidakadanyaperasaan.
Merasasedih.
Seringmenangistanpaalasanyangjelas.
Iritabilitas,marah,danterkadangagresif.

PerubahanpadaKebiasaanSeharihari
Menjauhkandiridarilingkungansosial,pekerjaan.
Menghindarimembuatkeputusan.
Menundapekerjaanrumah.
Penurunanaktivitasfisikdanlatihan.
Penurunanperhatianterhadapdirisendiri.
Peningkatankonsumsialcoholdanobatobatanterlarang.

27
3.5 Diagnosis
a. Skalapenilaianobjektifuntukdepresi
Skala penilaian objektif untuk depresi dapat berguna dalam praktik klinis
untukmendapatkandokumentasikeadaanklinispadapasienterdepresi. ZungSelf
RatingDepressionScaleadalahskalapelaporanyangterdiridari20pertanyaan.Skor
normal adalah 34 atau kurang, skor terdepresi adalah 50 atau lebih. Skala
memberikan petunjuk global tentang kekuatan (intensitas) gejala depresi pasien,
termasukekspresiafektifdaridepresi.3
RaskinDepressionScaleadalahskalayangdinilaiolehdokteryangmengukur
keparahan depresi pasien, seperti yang dilaporkan oleh pasien dan seperti yang
diamati oleh dokter, pada skala lima angka dari tiga dimensiL laporan verbal,
pengungkapanperliaku,dangejalasekunder.Skalainimemilikirentang3sampai13:
normaladalah3,danterdepresiadalh7ataulebih.2
HamiltonRatingScaleforDepression (HAMD)adalahskaladepresifyang
digunakansecaraluasyangmemilikisampai24nomor,masingmasingnyamemiliki
nilai0sampai4atau0sampai2,denganskortotaladalah0sampai76.Penilaian
diturunkan dari suatu wawancara klinis dengan pasien. Klinisi menilai jawaban
pasienterhadappertanyaantentangperasaanbersalah,bunuhdiri,kebiasaantidur,dan
gejaladepresilainnya.2

b.PedomandiagnosismenurutPPDGJIII.4
Pedomandiagnostikpadadepresidibagimenjadi:
Semuagejalautamadepresi:
o afekdepresif
o kehilanganminatdankegembiraan
o berkurangnyaenergiyangmenujumeningkatnyakeadaanmudahlelah.
Gejalalainnya:

28
o konsentrasidanperhatianberkurang
o hargadiridankepercayaandiriberkurang
o gagasantentangrasabersalahdantidakberguna
o pandanganmasadepanyangsuramdanpesimis
o gagasanatauperbuatanmembahayakandiriataubunuhdiri
o tidurterganggu
o nafsumakanberkurang

Episodedepresifbiasanyaharusberlangsungsekurangkurangnya2minggu,
akantetapijikagejalaamatberatdanberonsetsangatcepat,makamasihdibenarkan
untukmenegakkandiagnosisdalamkurunwaktudari2minggu.

Tingkat Gejala Gejala Fungsi Keterangan


Depresi Utama Lain
Ringan 2 2 Baik
Nampak
Sedang 2 34 Terganggu
Distress
Sangat
Berat 3 >4 SangatDistress
terganggu
Tabel1.PenggolonganDepresiMenurutICD10

EpisodedepresifringanmenurutPPDGJIII
(1) Sekurangkurangnyaharusada2dan3gejalautamadepresisepertitersebutdi
atas
(2) Ditambahsekurangkurangnya2darigejalalainnya
(3) Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya lamanya seluruh episode
berlangsungsekurangkurangnyasekitar2minggu
(4) Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa
dilakukannya.

EpisodedepresifsedangmenurutPPDGJIII

29
(1) Sekurangkurangnyaharusada2dan3gejalautama
(2) Ditambahsekurangkurangnya3atau4darigejalalainnya
(3) Lamanyaseluruhepisodeberlangsungminimum2minggu
(4) Menghadapikesulitannyatauntukmeneruskankegiatansosial,pekerjaan,dan
urusanrumahtangga.

EpisodeDepresifBeratdenganTanpaGejalaPsikotikmenurutPPDGJIII:
(1) Semua3gejalautamadepresiharusada
(2) Ditambahsekurangkurangnya4darigejalalainnyadanbeberapadiantaranya
harusberintensitasberat
(3) Bilaadagejalapenting(misalnyaretardasipsikomotor)yangmenyolok,maka
pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak
gejalanya secara rinci. Dalam hal demikian, penilaian secara menyeluruh
terhadapepisodedepresiberatmasihdapatdibenarkan.
(4) Sangat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan sosial,
pekerjaanatauurusanrumahtangga,kecualipadatarafyangsangatterbatas.

EpisodeDepresifBeratdenganGejalaPsikotikmenurutPPDGJIII:
EpisodedepresiberatyangmemenuhikriteriamenurutNo.3diatas(F.32.2)
tersebutdiatas,disertaiwaham,halusinasiataustupordepresi.
Wahambiasanyamelibatkanidetentangdosa,kemiskinanataumalapetaka
yang mengancam dan pasien merasa bertanggung jawab atas hal itu. Halusinasi
auditorik atau alfatorik biasanyaberupasuarayangmenghinaataumenuduh,atau
baukotoran.Retardasipsikomotoryangberatdapatmenujupadastupor.

3.6 Tatalaksana
Tujuan terapi depresi adalah untuk mengurangi gejala depresi akut,
meminimalkan efek samping, memastikan kepatuhan pengobatan, membantu
pengembalianketingkatfungsisebelumdepresi,danmencegahepisodelebihlanjut.

30
Berbagaiobatdanteknikpsikoterapitelahdikembangkanuntukmemulihkan
penderita depresi. Pada sebagian besar kasus, pengobatan penderita depresi akan
paling efektif dengan mengkombinasikan pemberian obatobatan oleh psikiater
denganpemberianpsikoterapiolehpsikolog.7
Semua pasien depresi harus mendapatkan psikoterapi dan beberapa
memerlukan tambahan terapi fisik. Kebutuhan terapi khusus bergantung pada
diagnosis,beratpenyakit,umurpasien,danresponterhadapterapisebelumnya.Bila
seseorangmenderitadepresiberat,makadiperlukanseorangyangdekatdanyang
dipercayainya untukmembantunya selama menjalani pemeriksaan danpengobatan
depresitersebut.Kadangseorangpenderitadepresiberatperlurawatinapdirumah
sakit,kadangcukupdenganpengobatanrawatjalan.7,8

a.Terapipsikologi
Psikoterapi suportif selalu diindikasikan. Berikan kehangatan, empati,
pengertian,danoptimistik.Bantupasienmengindentifikasidanmengekspresikanhal
halyangmembuatnyaprihatindanmelontarkannya.Identifikasifaktorpencetusdan
bantulah untuk mengoreksinya. Bantulah memecahkan problem eksternal (misal
pekerjaan)arahkanpasienterutamaselamaepisodeakutdanbilapasientidakaktif
bergerak.
Terapi kognitifperilaku Bertujuan memberikan peringanan gejala melalui
perubahan pikiran sasaran, mengidentifikasi kognisi yang menghancurkan diri
sendiri,memodifikasianggapansalahyangspesifikdanmempermudahpengendalian
diri terhadap pola pikiran. Terapi ini juga dapat sangat bermanfaat pada pasien
depresiringandansedang.Diyakiniolehsebagianorangketidakberdayaanyang
dipelajari, depresi diterapi dengan memberikan pasien latihan keterampilan dan
memberikanpengalamanpengalamansukses.Dariperpektifkognitifpasiendilatih
untuk mengenal dan menghilangkan pikiranpikiran negatif dan harapanharapan
negatif.Terapiinimencegahkekambuhan.8

31
Keluargadanlingkungan.Memberikanpenyuluhanbersamadenganpasien
yangdiharapkankeluargadapatmembantudanmendukungkesembuhanpasien.
SosialBudaya. Terapi kerja berupa memanfaatkan waktu luang dengan
melakukanhobiataupekerjaanyangdisukaipasiendanbermanfaat.Terapirekreasi
dapatberupaberliburataubepergiankesuatudaerahyangdisenangipasien.
Religius.Bimbingankeagamaanagarpasienselalumenjalankanibadahsesuai
ajaran agama yang dianutnya, yaitu menjalankan solat lima waktu, menegakkan
amalansunahsepertimengaji,berzikir,danberdoakepadaAllahSWT.
b.Terapifisik
Padafarmakoterapidigunakanobatantidepresan,dimanaantidepresandibagi
dalambeberapagolonganyaitu:
Golongantrisiklik,seperti:amitryptylin,imipramine,clomipraminedan
opipramol.
Golongantetrasiklik,seperti:maproptiline,mianserindanamoxapine.

GolonganMAOIReversibel(RIMA,ReversibelInhibitorofMonoAmine
OxsidaseA),seperti:moclobemide.
Golonganatipikal,seperti:trazodone,tianeptinedanmirtazepine.

Golongan SSRI (Selective Serotonin ReUptake Inhibitor), seperti :


sertraline,paroxetine,fluvoxamine,fluxetinedancitalopram.

Dalam pengaturan dosis perlu mempertimbangkan onset efek primer (efek


klinis) sekitar 24 minggu, efek sekunder (efek samping) sekitar 1224 jam serta
waktuparuhsekitar1248jam(pemberian12kaliperhari).3

Adalimaprosesdalampengaturandosis,yaitu:

32
1. Initiating Dosage (dosis anjuran), untuk mencapai dosis anjuran selama
mingguI.Misalnyaamytriptylin25mg/haripadahariIdanII,50mg/hari
padahariIIIdanIV,100mg/haripadahariVdanVI.
2. TitratingDosage(dosisoptimal),dimulaipadadosisanjuransampaidosis
efektif kemudian menjadi dosis optimal. Misalnya amytriptylin 150
mg/hari selama 7sampai15hari (migguII),kemudian mingguIII200
mg/haridanmingguIV300mg/hari.
3. StabilizingDosage (dosisstabil),dosisoptimaldipertahankanselama23
bulan. Misalnya amytriptylin 300 mg/hari (dosis optimal) kemudian
diturunkansampaidosispemeliharaan.
4. MaintiningDosage(dosispemeliharaan),selama36bulan.Biasanyadosis
pemeliharaandosisoptimal.Misalnyaamytriptylin150mg/hari.
5. Tapering Dosage (dosis penurunan), selama 1 bulan. Kebalikan dari
initiatingdosage.Misalnyaamytriptylin150mg/hari100mg/hariselama
1minggu,100mg/hari75mg/hariselama1minggu,75mg/hari50
mg/hariselama1minggu,50mg/hari25mg/hariselama1minggu.

Dengan demikian obat anti depresan dapat diberhentikan total. Kalau


kemudiansindromdepresikambuhlagi,prosesdimulailagidariawaldanseterusnya.
Padadosispemeliharaandianjurkandosistunggalpadamalamhari(singledoseone
hourbeforesleep),untukgolongantrisiklikdantetrasiklik.UntukgolonganSSRI
diberikandosistunggalpadapagiharisetelahsarapan. Pemberianobatantidepresi
dapatdilakukandalamjangkapanjangolehkarenaaddictionpotentialnyasangat
minimal.

EfekSampingobatantidepresiadalah:7
1. Tricyclicantidepressants.
Obatobatan yang termasuk kedalam kelompok ini (misal Amitryptiline)
sudahdipakai bertahun tahun dantelah terbukti tidak kalah manjur dibandingkan

33
denganobatantidepresiyanglebihbaru.Hanyasaja,karenabanyaknyadanlebih
kerasnya efek samping obat, maka obat tricyclic antidepressant biasanya tidak
diberikansebelumobatjenisSSRIdicobadantidakberhasil.Efeksampingobatini
antaralain:penglihatankabur,mulutkering,gangguanbuangairbesardangangguan
kencing,detakjantungcepatdanbingung.Obatjenisinijugaseringmenyebabkan
penambahanberatbadan.7

2.Tetracyclic.
Obatobatan yang termasuk kedalam kelompok ini misalnya Maproptiline
(Ludiomil)efeksampingnyasepertiTCA;efeksampingotonomik,kardiologikrelatif
lebihkecil,efeksedasilebihkuat diberikanpadapasienyangkondisinyakurang
tahan terhadap efek otonomik dan kardiologik (usia lanjut) dan sindrom depresi
dengangejalaanxietasdaninsomniayangmenonjol.8

Tabel2.DosisObatTrisiklikdanTetrasiklikpadaOrangDewasa

34
3.Selectiveserotoninereuptakeinhibitors(SSRI).
BanyakdokteryangmemulaipengobatandepresidenganSSRI.Efeksamping
yang paling sering adalah menurunnya dorongan seksual dan sulitnya mencapai
orgasme. Berbagai efek samping lainnya biasanya menghilang sejalan dengan
penyesuaiantubuhterhadapobatobatantersebut.BeberapaefeksampingSSRIyang
seringadalah:sakitkepala,sulittidur,gangguanpencernaan,danresah/gelisah.7
Tabel 3. Dosis Obat Selective Serotonin Reuptake Inhibitor pada Orang
Dewasa

4.Monoamineoxidaseinhibitors(MAOIs).
Obat obatan dalam kelompok ini biasanyamerupakan pilihan terakhir bila
obatdarikelompoklainsudahtidakmempanmengobatidepresi.Obatobatandalam
kelompokinibisamenimbulkanefeksampingyangserius,bahkanbisamenyebabkan
kematian. Obat MAOIs memerlukan diet ketat karena bila berinteraksi dengan
makanan seperti keju, acar mentimun (pickles) dan anggur, serta obat anti pilek
(decongestant) dapat berakibat fatal. Selegiline (Emsam) merupakan obat jenis
terbarudalamkelompokiniyangmemakainyatidakdengandiminum,cukupdengan
ditempelkan di kulit. Obat selegiline mempunyai lebih sedikit efek samping
dibandingkan dengan obat MAOIs lainnya.7 Empat jenis MAOI yang sering

35
digunakandiAmerikaSerikat,yaituIsocarboxazid, Phenelzine, Tranylccypromine
danSelegiline.

5.Atypicalantidepressant
Merupakanobatantidepresiyangtidakbisadimasukkankedalamkelompok
obatlainnya.Padabeberapakasus,obattersebutdikombinasikanuntukmengurangi
efeknyaterhadaptidur.Obatterbarudalamkategoriiniadalahvilazodone(Vibryd).
Obatvilazidonemempunyaiefeksampingkecilterhadapdoronganseksual.Beberapa
efeksampingdarivilazodoneyangseringmunculadalah:mual,muntah,mencretdan
sulittidur.7

6.Obatobatanlainnya.
Dokter mungkin mengobati depresi dengan obat obat lainnya, misalnya
denganobatstimulant,obatuntukmenstabilkansuasanahati(mood),obatanticemas/
anxiety, dan obat anti psikotik. Pada beberapa kasus, dokter mungkin
mengkombinasikan beberapa obat agar dihasilkan efek yang optimal. Strategi ini
dikenalsebagaiaugmentation(penguatan/tambahan).7

36
Algoritmapengobatanfarmakoterapiepisodedepresisedangatauberattanpaada
kontrindikasiterhadapantidepresan.

Gambar1.AlgoritmaPengobatanFarmakoterapiEpisodeDepresiSedang/
Berat 12

BABIV

37
ANALISISKASUS

Seorang wanita usia 52 tahun, ibu rumah tangga dan sudah menikah
mempunyai 2 orang anak perempuan, dibawa ke rumah sakit oleh anak
perempuannyadengankondisipasiencomposmentis,dengansebabutamasulittidur
danseringmenangis
5bulanyanglalu,pasienmulaimerasatidakbisatidur.Pasienjugamerasa
kepalanyaterasaberat,dadasesak,danbadantidakenak.Pasienjugamenjadilebih
pendiam, pemurung, dan sering menangis. Pasien bahkan sempat beberapa kali
mengatakaninginbunuhdirikepadaanakpasien.Pasienmasihbisamerawatdiridan
melakukanaktivitassehariharidenganbaik.
3mingguyanglalu,pasientidakbisatidursamasekali.Saattidakbisa
tidurpasienmenangis histeris.Pasienjugaterlihatsemakinpendiam,murungdan
lebihseringmelamun.Pasienmasihbisamerawatdiritapitidakmemilikikeinginan
untuk melakukan apapun. Pasien merasa kesepian dan tidak disayang. Pasien
kemudianberobatkePuskesmasTalang KelapalaludirujukkeRSErnaldiBahar
Palembang.
Saatdilakukanwawancarapsikiatri,pasienbisamenyebutkannama,umur,
alamatdanyangmengantardenganbenar.Pasienmengetahuibahwadirinyasakitdan
alasandibawaberobat.Pasientampakterlihatsedihdankehilanganminat.Ketika
ditanyayangdirasakannyasaatini,pasienmengakusedihkarenakesepiandanlelah
denganhidupnya.Perubahanperilakupasiendilihatpertamakaliolehanakpasien
saatsuamipasienmembawaanakdariistrikeduasedangkanpasientidaktahubahwa
suaminyatelahmenikahlagi.Semenjakitupasienmenjadilebihpendiamdansuka
menyendiri. Ditambah lagi dengan cucunya yangtelah pindah rumah pasien juga
merasa kesepian. Pasien juga terlihat memiliki perasaan bersalah, tidak berguna,
perasaaninferiordansempatmemilikiidebunuhdirikarenamasalahnyatersebut.
Pasien sempat mendengar bisikanbisikan yang tidak jelas. Pasien dan keluarga

38
mengatakan bahwapasientidakpernahmemiliki keluhanyangsamasebelumnya.
Riwayat penyakit yang sama di keluarga disangkal. Riwayat penyakit fisik lain
disangkal. Pasien mengatakan bahwa dia tidak merokok, tidak mengkonsumsi
minumankerasataumenggunakanzatterlarang.
Berdasarkanautoanamnesisdanpemeriksaanstatusmental,didapatkangejala
klinisbermaknaberupapasienlebihpendiam,seringmelamun,seringmenyendiri,
sukamengurungdiri,nafsumakanberkurang,susahmemulaitidurdanjikaterbangun
susahuntuktidurkembali,emosiyanglabil,berbicarasendiridansulitmenentukan
realita dan nonrealita. Status psikiatri, keadaan umum kompos mentis terganggu,
tampak sedih, perhatian dan konsentrasi berkurang, kontak psikis yang menurun,
mood/afek hipotimik/appropriate. Bentuk pikir logis realis, arus pikir koheren, isi
pikir preokupasi terhadap masalah yang dihadapi, perasaan inferior, bersalah dan
tidak berguna, ide bunuh diri ada. Persepsi halusinasi auditorik tidak ada. Dapat
disimpulkanpasienmemilikikelainankesadaran,kelainanperhatian,sertakelainan
pikirandanperasaansehinggapasiendapatdisimpulkanmengalamigangguanjiwa.
Gejalatersebutdidominasidengangejalanonpsikotiksehinggadidiagnosisgangguan
jiwanonpsikotik.
Padastatusinternustidakditemukanadanyakelainandanpadapemeriksaan
statusneurologijugatidakditemukanadanyakelainan,sehinggagangguanmental
organikdapatdisingkirkandandidiagnosisgangguanjiwanonpsikotiknonorganik.
Dariautoanamnesisdanaloanamnesissertapemerikanstatusmental,pasien
mengetahuibahwadirinyasakitdanalasandibawaberobatsehingga discriminative
insightdanjudgementbaik.Gangguanasosiasisepertiasosiasilonggar,inkoherensi,
atau neologisme juga tidak ada. Gangguan afek dan ambivalensi juga tidak ada.
Hanyaterdapatgejalaautismberupapenarikandiridarikehidupannyatadantidak
ada halusinasi dan waham sehingga berdasarkan kriteria Bleurer tidak dapat
ditegakkan diagnosis skizofrenia pada kasus ini. Gejala yang paling kuat kearah
skizofreniaadalahgejala afekdangangguanasosiasi,bilahanyasatumakaharus

39
didukungoleggejalakhaslain.Olehkarenaitu,diagnosisbandingskizofreniadapat
disingkirkan.
Dariautoanamnesisdanpemeriksaanstatusmentaldidapatkan3gejalautama
depresi yang dialami sejak beberapa bulan ini berupa kehilangan minat dan
kegembiraan,mudahlelah,danafekdepresif(hipotimia),disertai5gejalatambahan
berupakonsentrasidanperhatianberkurang,gagasantentangrasabersalahdantidak
berguna, gagasan atau perbuatan yang membahayakan diri (bunuh diri), tidur
teganggu, dan nafsu makan berkurang. Berdasarkan PPDGJ III dapat ditegakkan
diagnosis aksis I sebagai Episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32.2).
DiagnosisaksisIItidakadadiagnosis.AksisIII tidakadadiagnosis.AksisIVstressor
berupamasalahprimarysupportgroup(keluarga).AksisVGAFscalesaatini7061.
Kemudiandilakukanpemeriksaanpenunjangmenggunakanskalanilaidepresi
dari Hamilton Depression Rating Scale (HDRS) yang teridiri dari 24pertanyaan,
didapatkanperasaansedihyangadahanyabiladitanya(1);perasaanbersalah(1);
keinginanbunuhdiriberupaideideataugerakgeraktentangbunuhdiri(3);insomnia
(early), kadangkadang mengeluh sulit tidur setiap malam (2); insomnia (middle)
mengeluhgelisahdanterganggusepanjangmalam(1);Insomnia(late)bangunterlalu
pagitetapidapattidurkembali(1);Kerjadankegiatanpikirandanperasaantentang
ketidakmampuan,keletihanataukelemahansehubungandengankegiatan,kerjaatau
hobi(1);Retardasijelaslambandalamwawancara(2);Agitasitidakada(0);Anxietas
psikis ketegangan dan mudah tersinggung yang bersifat subyektif (1); Anxietas
somatik (0); gejala somatik gastrointestinal (0); gejala somatik umum (0); gejala
genital (0);hipokondriasis (0);kehilanganberatbadan kemungkinanberatbadan
berkurangsehubungandengansakit sekarang(1);tilikan (0);vasiasidiurnal (0);
depersonalisasidanderealisasi(0);gejalaparanoid(0);gejalaobsesifkompulsif(0);
ketidakberdayaan (2); keputusasaan (2); Perasaan tidak berharga menunjukkan
perasaan tidak berharga (kehilangan harga diri) secara spontan (2). Dari hasil

40
perhitunganmakadidapatkannilai21yangmenunjukkanpasienmengalamidepresi
berat.
Depresi merupakan salah satu gangguan mood. Pasien dengan mood
terdepresi(yaitu,depresi)merasakanhilangnyaenergidanminat,perasanbersalah,
sulitberkonsentrasi,hilangnafsumakan,danpikirantentangkematianataubunuh
diri.Gangguandepresiberatmerupakan suatumasaterganggunyafungsimanusia
yang berkaitan dengan perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk
perubahanpadapsikomotor,kemampuankognitif,pembicaraandanfungsivegetatif.
Episodedepresiberatdengangejalapsikotikmerupakandepresiyangparahwalau
bukan penderita psikotik. Diagnosis gangguan ini ditegakkan berdasarkan adanya
gejalaepisodedepresifberatditambahdengangejalapsikotik.
Penyebabdarigangguandepresiterdiridarifaktorbiologis,faktorgenetika
danfaktorpsikososial.Padahipotesistimbulnyadepresidihubungkandenganperan
beberapa neurotransmiter aminergik. Hipotesistersebutmenjadi dasarpenggunaan
danpengembanganobatobatantidepresan.
Padagangguandepresiyangseringterdapatpikiranpikiranataurancangan
bunuhdiri,makasebaiknyapenderitadenganemosiyangtidakdapatdikendalikan
sebaikanyadirawatdirumahsakitdenganpemberianterapipsikoterapidanobatanti
depresan. Psikoterapi bermanfaat untuk mengurangi atau menghilangkan keluhan
keluhan dan mencegah kambuhnya pola perilaku maladaptif atau gangguan
psikologik.Psikoterapidapatdiberikansecaraindividual,kelompok,ataupasangan
sesuaidengangangguanpsikologisyangdialaminya.
Pemberian anti depresan diberikan melalui tahapantahapan, yaitu dosis
initial, titrasi,stabilisasi, maintenance dandosis tapering.Dimana dosis danlama
pemberiannya berbedabeda. Pada kasus ini, emosi pasien yang relatif stabil dan
masihdapatdikendalikanmenurutkeluarga,makapasiendilakukanrawatjalandan
diberiantidepresan amitriptylinetablet1x25mgdanclozapinetablet2x25mg.
Amitriptylin merupakan antidepresi trisiklik. Amitriptylin bekerja dengan
menghambatpengambilankembalineurotransmiterdiotak.Amitriptylinmempunyai

41
2gugusmetil,termasukamintersiersehinggalebihresponsifterhadapdepresiakibat
kekurangan serotonin. Senyawa ini juga mempunyai aktivitas sedatif dan
antikolinergikyangcukupkuat.Hipotesissindromdepresidisebabkanolehdefesiensi
relatif salah satu atau beberapa aminergic neurotransmitter seperti noradrenalin,
serotonin,dandopaminesehinggapemberianamytriptilincukupbaikdipilihsebagai
obat antidepresi. Dosis yang diberikan merupakan dosis inisial terapi depresi.
Sedangkan clozapine yang diberikan sebagai pilihan obat antipsikotik karena
mekanismekerjadanefeksindromekstrapiramidalyangrendah.Keuntunganefek
sindromekstrapiramidalyangrendahadalahtidakmemberatkangejalanegatifyang
sudah ada pasien ini, meningkatkan kepatuhan, tidak menganggu kognisi, risiko
dysphoriakurang,danefeksampingmotorikringan.
Prognosisbergantungpadadiagnosisyangtepatdansedinimungkin,terapi
yang adekuat, serta dukungan dari keluarga. Pasien depresi membutuhkan terapi
jangka panjang agar dapat mengurangi relaps atau rekurensi. Karena beragamnya
penyebab depresi, beberapa modalitas terapi dapat digunakan. Kombinasi
farmakoterapi dengan psikoterapi lebih efektif untukmengobati depresi berat dan
mencegah relaps atau rekurensi, dibandingkan dengan hanya farmakoterapi atau
psikoterapi.

42
DAFTARPUSTAKA

1. SadockBJandSadockVA.GangguanMood/SuasanaPerasaan.Dalam:Kaplan
&SadockBukuAjarPsikiatriKlinis.Edisi2,editor:MuttaqinHandElseriaRN.
Jakarta:EGC;2010.p.189229.
2. KaplanHI,BJSadock,JAGrebb.SinopsisPsikiatri.Jilid1,JakartaBarat:Bina
RupaAksara,2012.Hal:813816
3. Tomb DA, Buku Saku Psikiatri.Edisi 6, Cetakan 1. Jakarta: Penerbit Buku
KedokteranEGC,2004.Hal:4763
4. KesslerRC,BerglundP,DemlerO,JinR,MerikangasKR,WaltersEE.Lifetime
PrevalenceandAgeofOnsetDistributionsofDSMIVDisordersintheNational
ComorbiditySurveyReplication.ArchGenPsychiatry2005;62:593602.
5. [RISKESDAS] Riset Kesehatan Dasar. 2007. Jakarta: Badan Penelitian dan
PengembanganKesehatan,DepartemenKesehatan,RepublikIndonesia.
6. Charu Taneja, George I Papakostas, Yonghua Jing, Ross A Baker, Robert A
Forbes,danGerryOster.CostEffectivenessofAdjunctiveTherapywithAtypical
AntipsychoticsforAcuteTreatmentofMajorDepressiveDisorder.TheAnnalsof
Pharmacotherapy2012;46:642649.
7. Maslim, Rusdi. 2001.Diagnosis GangguanJiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ III.
Jakarta:BagianIlmuKedokteranJiwaFKUnikaAtmaJaya.
8. JiwoT.PusatPemulihandanPelatihanPenderitaGangguanJiwa.
9. Tomb DA, Buku Saku Psikiatri.Edisi 6, Cetakan 1. Jakarta: Penerbit Buku
KedokteranEGC,2004.Hal:4763
10. Junaldi I. Anomali Jiwa. Dalam: Gangguan Kecemasan. Edisi 1.
Yogyakarta:PercetakanAndi,2012.Hal:124141.
11. Kane.1999.EssentialsofClinicalGeriatrics4thEdition,USA:McGrowHill
Companies,231245.
12. Teter, C. S., Kando, J. C., Wells, B. G., & Hayes, P. E., 2007, Depressive
Disorder

43
44

Anda mungkin juga menyukai