Anda di halaman 1dari 45

Teknik Sipil

Universitas Islam Lamongan

BAB I
SEBUTKAN DAN JELASKAN PENGETAHUAN MENGENAI SIFAT-SIFAT
FISIK MATERIAL ( TANAH )

1.1 Latar Belakang

Material yang berada di permukaan bumi sangat beraneka ragam, baik jenis, bentuk,
dan lain sebagainya. Oleh karenanya alat yang dapat dipergunakan untuk memindahkannya
pun beraneka ragam juga. Yang dimaksud dengan material dalam bidang pemindahan tanah
mekanis (earthmoving) meliputi tanah, batuan vegetasi, (pohon, semak belukar, dan alang-
alang) dimana semuannya mempunyai karakteristik dan sifat fisik masing-masing yang
berpengaruh besar terhadap alat berat terutama dalam hal :

a. Menentukan jenis alat yang akan digunakan dan taksiran yang diproduksi atau kapasitas
produksinya.
b. Perhitungan volume pekerjaan.
c. Kemampuan kerja alat pada kondisi materiak yang ada.

Dengan demikian, mutlak diperlukan kesesuaian alat dengan kondisi material. Jika
tidak, akan menimbulkan kesulitan berupa tidak efisiennya alat yang otomatis akan
menimbulkan kerugian karena banyaknya "loss time". Beberapa sifat fisik material yang
penting untuk diperhatikan dalam pekerjaan tanah adalah sebagai berikut :

a. Pengembangan material
b. Berat material
c. Kekerasan material
d. Bentuk material
e. Daya dukung tanah
f. Kekerasan material

A. PENGEMBANGAN MATERIAL (SWELL FACTOR)


Penegembangan material adalah perunahan berupa penambahan atau pengurangan
volume material (tanah) yang digannggu dari bentuk aslinya. Material dibagi dalam 3 keadaan
:

Keadaan Asli (bank condition), keadaan material yang masih alami dan belum
mengalami gangguan teknologi disebut keadaan asli (bank). Dalam keadaan seperti ini
butiran-butiran yang dikandungnya masih terkonsolidasi dengan baik. Ukuran tanah
demikian dinyatakan dalam ukuran alam atau bank measure= Bank Cubic Meter
(BCM) yang digunakan sebagai dasar perhiotungan jumlah pemindahan tanah.

1
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Keadaan Gembur (loose condition), adalah keadaan material tanah setelah diadakan
pengerjaan (disturb), tanah demikian biasanya terdapat didepan dozer blade, diatas
truck, didalam bucket, dan sebagainya. ukuran volume tanah dalam keadaan lepas
biasanya dinyatakan dalam loose measure = Loose Cubic Meter (LCM) yang besarnya
sama dengan BCM+%swell x BCM dimana faktor "swell" ini tergantung dari jenis
tanah. Dengan demikian, dapat dimengerti bahwa LCM mempunyai nilai yang lebih
besar dari BCM.

Keadaan Padat (Compact), keadaan padat adalah keadaan tanah setelah ditimbun
kembali dengan disertai usaha pemadatan. keadaan ini akan dialami oleh material
yang mengalami proses pemadatan (pemampatan). Perubahan volume terjadi karena
adanya penyusutan rongga udara diantara partikel-partikel tanah tersebut. Dengan
demikian volumenya berkurang, sedangkan beratnya tetap. Ukuran volume tanah
dalam keadaan padat biasanya dinyatakan dalam compact measure= Compact Cubic
Meter (CCM)

Berikut tabel mengenai faktor kembang tanah :

2
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Tabel faktor konversi volume tanah / material :

Keterangan : A) Asli (bank)


B) Gembur (loose)
C) Padat (compact)
Adapun cara perhitungan volume dari berbagai keadaan tanah sebagai berikut :
- Pengembangan (swelling)

- Penyusutan (shrinkage)

Dimana : Sw =swell=% pengembangan


Sh = shrinkage= %penyusutan
B = Berat jenis tanah keadaan asli
L = Berat jenis tanah keadaan lepas
C = Berat jenis tanah keadaan padat

3
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Cara lain adalah dengan menggunakan Load Factor (LF) yaitu presentase
pengurangan density material dalam keadaan asli menjadi keadaan lepas.

Volume tanah asli = LF X volume tanah lepas, dengan demikian :

Daftar load factor, presentase swell dan berat berbagai jenis material dapat dilihat pada tabel
berikut :

4
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Contoh Soal:

1). Bila 300 BCM (Bank Cubic Meter) tanah biasa asli digemburkan, maka berapakah
volumenya sekarang?

Jawaban:
Dari tabel faktor konversi, diperoleh data bahwa tanah biasa, faktor konversi dari asli ke
gembur adalah 1,25 maka :
Volume Gembur = Volume asli x Faktor
= 300 x 1,25
= 375 LCM (Loose Cubic Meter)

2). Terdapat 400 LCM tanah biasa asli yang sudah digemburkan. Jika kemudian tanah
dipadatkan dengan compactor, maka berapakah volumenya sekarang?

Jawaban:
Dari tabel faktor konversi tanah biasa dari gembur ke padat sebesar 0,72 maka :
Volume Padat = volume gembur x faktor
= 400 x 0,72
= 288 CCM (Compacted Cubic Meter)

5
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

B. BERAT MATERIAL
Berat adalah sifat yang dimilkiki oleh setiap material. Kemampuan suatu alat berat untuk
melakukan pekerjaan seperti mendorong, mengankat, mengankut, dan lain-lain akan
dipengaruhi oleh berat material tersebut. Berat material ini akan berpengaruh terhadap volume
yang diangkut atau didorong, dalam hubungannya dengan Draw Bar pull (DBP) atau tenaga
tarik yang tersedia pada alat bersangkutan. pada saat sebuah Dump Truck mengangkut tanah
dengan berat 1,5 t/m3, alat dapat bekerja dengan baik. Tetapi pada saat mengangkat tanah
seberat 1,6 t/m3, ternyata alat pengangkut mengalami beban berat sehingga unit terlihat berat
menggelindingkan rodanya. Berat material ini dihitung dalam satuan berat (kg,ton,lb), dimana
biasanya dihitung dalam keadaan asli atau dalam keadaan lepas.

C. BENTUK MATERIAL
Faktor ini harus dipahami karena akan berpengaruh terhadap banyak sedikitnya material
tersebut dapat menempati suatu ruangan tersebut. Mengingat material yang kondisi butirannya
yang seragam, kemungkinan besar isinya dapat sama (senilai) dengan volume ruangan yang
ditempatinya. sedangkan material yang berbongkah-bongkah akan lebih kecil dari nilai
volume ruangan yang ditempatinya. Oleh karena itu pada material jenis ini akan berbentuk
rongga-rongga udara yang memakan sebagai isi ruangan. Ukuran butir ini akan berpengaruh
terhadap pengisian bucket, misalnya pada pengisian munjung (heaped) dan rongga-rongga
yang terbentuk dalam bucket. Berapa material yang mampu ditampung oleh suatu ruangan
dapat dihitung dengan cara mengoreksi ruangan tersebut dengan suatu faktor yang disebut
"faktor muat" yaitu dengan "bucket faktor" atau "pay load factor" .

D. KOHESIVITAS (DAYA IKAT MATERIAL)


Yang dimaksud dengan kohesivitas material adalah daya lekat atau kemampuan saling
mengikat diantara butir-butir material itu sendiri, sifat ini jelas berpengaruh terhadap alat,
misalnya pengaruhnya terhadap spilage faktor (faktor pengisian). Material ini berada pada
suatu tempat, akan munjung. Volume material yang menempati ruangan ini kemungkinan akan
bisa melebihi volume ruangannya, misalnya tanah liat. Sedangkan material dengan
kohesivitas yang kurang baik, misalnya pasir, apabila menempati suatu ruangan akan sukar
menggunung, melainkan permukaanya cenderung rata.

E. DAYA DUKUNG TANAH


Daya dukung tanah didefinisikan sebagai kemampuan tanah untuk mendukung alat yang
berada diatasnya. Jika suatu alat berada distas tanah, maka alat tersebut akan memberikan
"ground pressure", sedangkan perlawanan yang diberikan oleh tanah adalah "daya dukung".
Jika ground pressure alat lebih besar dari daya dukung tanah, maka alat tersebut akan
terbenam. Demikian pula sebaliknya, alat akan berada dalam keadaan aman untuk
dioperasikan jika ground pressure lebih kecil dari daya dukung tanah dimana alat tersebut
berada. Hal ini perlu dicermati oleh setiap pelaksana dilapangan untuk menghindari "looose"
atau kerugian yang akan diderita oleh perusahaan.

6
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Nilai daya dukung tanah dapat diketahui dengan cara pengukuran (test) langsung dilapangan.
Alat yang umum digunakan untuk test daya dukung tanah disebut : "cone penetrometer".

F. KEKERASAN MATERIAL
Material yang kasar akan lebih susah dikoyak, digali atau dikupas oleh alat berat. Hal ini
akan menurunkan produktivitas alat. material yang umumnya tergolong keras adalah
bebatuan., Batuan dalam pengertian earthmoving terbagi dalam tiga batuan dasar yaitu :

a. Batuan Beku : sifat keras, padat, pejal, dan kokoh


b. Batuan Sedimen : merupakan perlapisan dari yang lunak sampai yang keras
c. Batuan Metamorf : umumnya perlapisan dari yang keras, padat, dan tidak teratur.

Pengukuran kekerasdan tanah biasa dilakukan dengan cara shear meter, rippe meter,
seismik (suara atau getaran), dan soil investigation drill (penegeboran).

BAB II

7
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

SEBUTKAN DAN JELASKAN PENGETAHUAN MENGENAI FUNGSI,


APLIKASI, MACAM, DAN SPESIFIKASI ALAT BERAT

2.1 Latar Belakang

Alat Berat adalah mesin berukuran besar yang didesain untuk


melaksanakan fungsi kontruksi seperti pengerjaan tanah (earthworking)
dan memindahkan bahan bangunan . Alat berat umumnya terdiri atas lima
komponen, yaitu implemen, alat traksi, struktur, sumber tenaga dan
transmisinya (power train), serta sistem kendali .

A. WHEEL LOADER

Wheel loader adalah suatu alat yang mirip dengan shovel dozer, tetapi beroda karet
(ban) sehingga baik kemampuan maupun kegunaannya sedikit berbeda yaitu pada
kemampuan beroperasi di daerah yang keras dan rata, kering tidak licin karena traksi daerah
basah akan rendah, tetapi tidak mampu mengambil tanah sendiri tanpa dibantu dozing/stock
pilling terlebih dahulu dengan bulldozer.

Wheel Loader adalah alat yang digunakan untuk mengangkat material yang akan dimuat
kedalam dump truck atau memindahkan material ke tempat lain. Saat loader menggali, bucket
didorongkan pada material, jika bucket telah penuh maka traktor mundur dan bucket diangkat
ke atas untuk selanjutnya dipindahkan.

Pada dasarnya wheel loader memiliki kegunaan - kegunaan sebagai berikut :

Pembersihan lapangan atau lokasi pekerjaan (land clearing).

Penggusuran tanah dalam jarak dekat.

Meratakan timbunan tanah dan mengisi kembali galian-galian tanah.

Menyiapkan bahan-bahan dari tempat pengambilan material.

Mengupas tanah bagian yang jelek (stripping)

Meratakan permukaan atau menghaluskan permukaan bidang rata disebut finishing.

Komponen utama pada wheel loader yaitu :

1. Cab

8
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Cab adalah bagian dari wheel loader dari mana operator menjalankan mesin. Ini biasanya
memiliki pintu, duduk, dan mengendalikan loader. Ini biasanya terlihat seperti sebuah bilik
kaca dipasang di tengah loader dan mungkin tidak tertutup.

2. Lift Arm

Lift Arm terpasang di depan loader, di depan taksi. Inilah yang berguna untuk mengangkat
ember depan atas dan bawah. Ia bekerja dalam hubungannya dengan silinder ember,
perangkat hidrolik yang memotivasi lengan.

3. Bucket

Bucket adalah bagian yang paling nyata dari sebuah wheel loader. Berbentuk sekop besar.
Sering kali, satu mesin memiliki beberapa jenis ember yang dapat dilampirkan sebagai
mereka dibutuhkan. Misalnya, beberapa wheel loader datang dengan tujuan umum ember,
satu ember untuk membawa batu, satu untuk untuk membawa batubara dan lainnya untuk
penanganan lebih mudah memuat bahan seperti kotoran.

Cara kerja dari Wheel Loader

Cara kerja Wheel loader ini sama seperti halnya alat berat pada umumnya, dimana alat
penggerak utamanya mengguanakan sistem hidrolik. Karena tenaga hidrolik mempunyai daya
atau tenaga yang sangat besar, sehingga bisa memungkinkan untuk mengeruk, mengangkut
material atau benda yang berukuran besar.

Untuk pengoperasian bucket dipakai kendali hidrolis (hydraulic controlled), sedangkan


kendali kabel (cabel controlled) sudah jarang digunakan pada excavator-loader. Penggunaan
loader biasanya adalah untuk memuat material dan membawa, serta membongkar. Jika daerah
sekitar material yang dikerjakan datar, maka loader dapat bergerak dengan leluasa dalam
posisi yang menyenangkan.

Wheel loader yang bekerja dengan gerakan dasar pada bucket dan cara membawa muatan
untuk dimuatkan ke alat angkut atau alat yang lain. Gerakan bucket yang penting ialah
menurunkan bucket diatas permukaan tanah, mendorong ke depan (memuat/menggusur),
mengangkat bucket, membawa dan membuang muatan. Apabila harus dimuatkan ke lat
angkut, misalnya truk, ada beberapa cara pemuatan yaitu :

V Loading

L Loading

Cross Loading

9
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Overhead Loading

Konstruksi Wheel Loader

Wheel loader selalu terpasang bucket container yang dipasang dibagian depan. Bucket
digunakan untuk menggali, memuat tanah atau material yang granular, mengangkatnya dan
diangkat untuk kemudian dibuang (dumping) pada suatu ketinggian pada dump truck dan
sebagainya. Loader ini sangat kaku, untuk menggerakkan bucket dapat digunakan cable atau
hydraulic. Tenaga gali pada keadaan horizontal (bucket tidak diangkat) didapat dari gerakan
prime-mover nya, sehingga praktis baik kendali cabel maupun hydraulic hanya mempunyai
fungsi untuk menggerakkan bucket ke atas dan ke bawah.

Untuk menggali, bucket harus didorong pada material, jika telah penuh, traktor
mundur dan bucket diangkat ke atas untuk selanjutnya material dibongkar di tempat yang
telah ditentukan. Untuk saat ini, umumnya loader dibuat dengan kendali hydraulic yang
dilengkapi dengan tangan-tangan (arms) yang kaku untuk mengoperasikan bucketnya.

Ukuran bucket bervariasi antara cuyd sampai dengan 25 cuyd kapasitas muncung
terbesar. Yang biasa dipakai dan tersedia banyak adalah loader dengan ukuran bucket sampai
dengan 5 cuyd. Loader bucket sifatnya lebih permanen dipasang pada traktor dibandingkan
dengan blade bulldozer dengan memperhatikan perbandingan proporsional ukuran bucket
dengan traktor, sehingga pada waktu loader bekerja dengan bucket penuh pada keadaan
ekstrim tidak sampai terguling ke depan (terjungkal).

Produsen alat berat biasanya memberikan angka keamanan 2 untuk mengimbangi


terjungkalnya loader ke depan, artinya perbandingan berat imbang dengan berat bucket
pada waktu penuh dalam keadaan ekstrim adalah dua kali. Untuk memperbesar angka
keamaan terhadap bahaya guling, berat traktor biasanya diperbesar 40 @ 60% lebih besar dari
kapasitas muatan terguling (tipping load capacity), dengan demikian ukuran bucket dan
traktor harus betul-betul proporsional.

Pada Umumnya Wheel Loader ini juga memiliki kelebihan dan kekurangannya,
diantara lain sebagai berikut :

Kelebihan Wheel Loader

Mobilitas yang tinggi

Manuver daerah pemuatan loading point lebih sempit dibanding dengan track shovel
dan,

Kerusakan permukaan loading point lebih kecil karena menggunakan ban karet.

10
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Kekurangan Wheel Loader

Dalam menempatkan muatan ke dalam dump truck kurang merata bahkan kadang-
kadang bisa miring, walaupun faktor ini sangat dipengaruhi oleh skill operator.

Pengaplikasian Wheel Loader dalam kehidupan sehari-hari

Penggunaan Wheel loader yang lain adalah untuk menggali pondasi basement, dengan
syarat ruangnya memungkinkan untuk bekerjanya loader tersebut. Disamping itu dapat juga
digunakan untuk memuat material yang telah ditiadakan, misalnya pada pembuatan
terowongan, pada daerah pengambilan batu (quarrying). Wheel loader juga dapat digunakan
untuk menggali butiran-butiran lepas bebatuan untuk dibongkar ke dalamgrizly
hopper pada crusher plant.

Fungsi Wheel Loader

Wheel loader adalah tractor dengan roda karet yang dilengkapi dengan sebuah
perlengkapan kerja, yaitu bucket yang berfungsi untuk menggali (digging), membawa
(carrying), dan memuat (loading). Wheel loader sangat efisien untuk bekerja di daerah kering,
rata, dan kokoh, terutama jika dituntut agar kerusakan landasan kerja minimal dengan
mobilitas kerja yang tinggi. Wheel loader memiliki bucket yang cukup lebih besar
dibandingkan dengan hydraulic excavator, sehingga dalam kondisi tertentu, Wheel Loader
dapat bekerja dengan produktivitas lebih tinggi.

11
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Susunan Produk Wheel Loader

Terdapat 6 (enam) model utama pada wheel loader, yaitu : wheel loader, wheel dozer, trash
compactor, trash loader, backhoe loader, dan towing tractors.

Wheel loader

Wheel Dozer

Reach Loader

Trash Loader

12
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Trash Compactor

Skid Steer Loader

Towing Tractor

Backhoe Loader

Gambaran Umum Wheel Loader


Berikut ini adalah gambaran umum dari sebuah wheel loader.

13
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

1. Bucket
2. Lift arm
3. Tilt lever
4. Bucket cylinder
5. Front working lamp
6. ROPS
7. Rear wheel
8. Turn signal lamp
9. Head lamp
10. Lift cylinder
11. Front wheel
12. Rear working lamp
13. Rear combination lamp

Perlengkapan Kerja

Bucket merupakan perlengkapan yang terdapat pada sebuah Wheel Loader. Fungsi
utama bucket pada sebuah wheel loader sama dengan yang terdapat pada alat-alat yang lain,
seperti Dozer Shovel maupun Excavator, yaitu untuk menggali (digging) dan memuat
(loading) material tanah, batu, kayu dan lain-lain. Berikut ini ditunjukkan berbagai macam
tipe dari bucket yang digunakan pada Wheel Loader. General purpose bucket (stockpile)

14
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

General purpose bucket digunakan untuk memuat material-material timbunan (stockpile


product), seperti crushed rock atau bahan-bahan konstruksi lainnya.General purpose bucket
(excavating). Bucket ini digunakan untuk menggali dan memuat batu-batu bekas ledakan
(balsted rock) atau untuk menggali tanah biasa. Bucket ini memiliki sebuah flat blade,
straight cutting edge, dan dilengkapi dengan konstruksi yang kokoh dan anti aus.

Light material bucket digunakan untuk memuat material-material ringan (specific


grafity: dibawah 1.2 t/m3), seperti salju, pupuk atau makan ternak. Bucket ini serupa dengan
general purpose bucket dengan konstruksi yang lebih lebar, sehingga dapat memuat lebih
banyak material. Bucket ini juga dapat digunakan untuk memuat batu bara ringan (specific
gravity : dibawah0.89 t/m3). Spade-nose rock bucket (V-edge type) Spade-nose rock bucket ini
digunakan untuk memuat batu-batu bekas ledakan, bucket ini dirancang dengan cukup kokoh
dan tahan terhadap keausan.

Heavy duty bucket sangat berguna untuk menggali dan memuat batu-batu bekas
ledakan. Konstruksinya sangat kokoh dan memiliki gigi-gigi besar kelas satu. Chip bucket
merupakan salah satu bucket yang besar dan digunakan untuk memuat material-material
ringan dengan specific gravity di bawah 0.55 t/m3, seperti serpihan-serpihan kayu atau butiran
butiran material ringan. Pada sisi belakang dan atas bucket terbuat dari anyaman kawat yang
bertujuan untuk mengurangi berat bucket. Bucket ini sangat cocok dipakai di pabrik kertas
atau penggergajian. Skeleton bucket sangat cocok digunakan untuk menggali dan memuat
batu-batu bekas ledakan atau bekerja di crusher. Bucket ini dirancang memiliki kisi-kisi yang
berfungsi mengeluarkan tanah atau batu-batu kecil, sehingga hanya batu-batu dengan ukuran
tertentu saja yang termuat. Side dump bucket ini dapat membuang material dengan arah ke
depan maupun ke samping, sehingga sangat cocok digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan
konstruksi. Multi purpose bucket ini adalah bucket serba guna yang dapat digunakan untuk
beberpa variasi pekerjaan, seperti scraping, dozing, scoping, dan loading. Grapple merupakan
salah satu peralatan yang dipasang pada bagian depan wheel loader, seperti halnya bucket.
Grapple ini digunakan untuk memuat kayu atau material yang sejenisnya. Berikut akan
diberikan beberapa contoh grapple yang digunakan pada wheel loader.

Log grapple digunakan untuk memuat batang kayu dengan berbagai variasi ukuran,
dari batang kayu pendek dengan diameter kecil sampai dengan batang kayu panjang dengan
diameter besar. Grapple ini dirancang sedemikian rupa, sehingga ketika digunakan untuk
memuat dan menumpahkan material, alat tetap dalam kondisi stabil.

Log-lumber grapple digunakan untuk memuat potongan-potangan (serpihan) batang


kayu dengan berbagai ukuran, dari ukuran yang terkecil sampai yang terbesar. Grapple ini
memilki fork yang mirip dengan yang dimiliki forklift tetapi tidak dapat digunakan seperti
halnya fork pada forklift karena konstruksinya tetap.

15
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Lumber grapple ini memilki bentuk L dan sangat cocok digunakan untuk memuat
potongan-potongan kayu dengan ukuran kecil (berdiameter kecil dan pendek). Bagian kanan
dan kiri dari fork dapat dilakukan pengaturan (adjustment) guna menyesuaikan dengan ukuran
kayu yang akan dimuat.

Pipe grapple adalah sebuah log grapple dengan tambahan bantalan untuk digunakan
memuat pipa atau material yang sejenis.

Log lumber fork memiliki bentuk yang sama dengan log lumber grapple tetapi tidak
memiliki penjepit di bagian atas.

Dumping fork digunakan untuk memuat tumpukan serpihan kayu-kayu kecil ke truck.
Atau dapat juga digunakan untuk memuat batanganbatangan kayu dengan diameter kecil dan
pendek

Spesifikasi Case Wheel Loader 521 E

Limited Slip Front Differential Limited slip w/45% transfer on front and rear
Type axles
Straight tipping load - kg 8406 kg
Main Pump Type/ Total Flow - gpm / l-
L/min
min
Reach, 45 dump; 7 ft clearance - m 1469 mm

16
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Dump reach at full ht discharge - in / m 2665 m


Turning radius, outside of tire - ft-in / m 4972 mm
Operating Weight - kg 10 464 kg
Axle Oscillation 24
Lift Capacity Full Ht - kg 5560 kg
Hinge Pin Height - m 3608 mm
Bucket breakout force - lbf / kN 9445 kg
Peak Torque @ RPM - lb-ft / N-m 391 lb-ft | 530 N-m
4F/3R Proportional w/Electronic control Module
Transmission Type
torque
Full turn tipping load - kg 7320 kg
Net Engine Power - hp / kW 118 hp | 88 kW
Bucket Capacity - cu meter 1.35 m3

B. EXCAVATOR

Excavator (ekskavator) adalah alat berat yang terdiri dari lengan (arm), boom (bahu)
serta bucket (alat keruk) dan digerakkan oleh tenaga hidrolis yang dimotori dengan mesin
diesel dan berada di atas roda rantai (trackshoe). Excavator merupakan alat berat paling
serbaguna karena bisa menangani berbagai macam pekerjaan alat berat lain.

Sesuai dengan namanya (excavation), alat berat ini memiliki fungsi utama untuk
pekerjaan penggalian. Namun tidak terbatas itu saja, excavator juga bisa melakukan pekerjaan
kontruksi seperti membuat kemiringan (sloping), memuat dump tuck (loading), pemecah batu
(breaker), dan sebagainya. Karena perannya yang multifungsi, maka excavator selalu
ditampilkan dalam segala jenis pekerjaan berat baik di darat maupun di atas air.

Di Indonesia, excavator sering disebut bego/beko, yang diambil dari bahasa inggris
backhoe yang berarti aktor belakang. Backhoe sendiri adalah excavator mini yang
ditempelkan di belakang mesin tracktor dan biasanya digunakan untuk pekerjaan di lahan-
lahan pertanian di Amerika Serikat.

17
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Aplikasi Excavator

18
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Excavator adalah alat yang digunakan untuk pekerjaan menggali. Di lain hal, beberapa
pekerjaan lain dalam aplikasi excavator adalah loading/unloading material dan lifting.
Excavator dilengkapi dengan beberapa attachment untuk aplikasi lain, seperti
hammering/breaking, grapple, etc.

Beberapa merek excavator yang beredar di wilayah NKRI beserta pabrikannya, adalah
Komatsu (Jepang), Caterpillar (USA), Hitachi (Jepang), Kobelco (Jepang), Volvo, Sumitomo,
dll . Aplikasi Hammer digunakan untuk memecah batuan keras yang sulit untuk dipecahkan.
Aplikasi ini biasanya digunakan untuk pembukaan jalan maupun pemotongan gunung.

Aplikasi Grapple digunakan untuk kegiatan didunia kehutanan / pertanian. Grapple


digunakan untuk mengangkat batang pohon setelah di cutting sesuai peraturan pemerintah
(HTI) ke dalam truck atau sering disebut loading/unloading on truck.

Bagaimana cara memilih excavator ??

Excavator dipilih berdasarkan class-nya. Dimulai dari excavator small class (2.5 ton
8 ton), medium class (10 ton 20 ton), large class (25 ton up). (sumber : caterpillar
excavator). Class-class ini yang menyesuaikan jenis pekerjaannya. Small Class biasanya
diaplikasikan untuk pekerjaan construction atau agriculture. Medium Class digunakan untuk
construction, mining, forestry / kehutanan, dan agriculture / pertanian. Large Class digunakan
untuk kegiatan mining / pertambangan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih excavator adalah kapasitas
bucket, power, dan material yang akan dikerjakan. Atau hal lain yaitu spesifikasi panjang
boom dan stick / arm apabila ingin melakukan pekerjaan penggalian sungai. Dalam aplikasi
Mining, produktivitas excavator sangat diutamakan. Khususnya masalah Machine
Availability, Cycle Time, dan operating cost. Machine Availability dan cycle time sangat
berpengaruh terhadap produktifitas kerja. Sedangkan operating cost digunakan untuk
mengetahui berapa biaya excavator dalam produksi (biasanya US$ / ton) .

Jenis Excavator

Karena perbedaan kebutuhan dalam pemakaian Excavator dalam suatu bidang industri,
sehingga Excavator dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jenis bucketnya,
antara lain :

1. Standart Bucket : adalah jenis bucket yang sering digunakan karena flexible untuk
beberapa kondisi pekerjaan.

19
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

2. Ripper Bucket : Bucket jenis ini cocok untuk menggali lapisan bebatuan dan tanah
liat yang keras. Bucket ini mempunyai penetrasi cukup dalam.

3. Trapezoid bucket : Digunakan untuk membangun kanal atau irigasi.

4. Slope finishing bucket : Digunakan untuk meratakan permukaan tanah karena


memiliki bucket yang datar dan lebar.Biasa untuk meratakan jalan, kanal, sisi lereng,
sisi sungai, dll.

5. Ditch Cleaning Bucket : Berfungsi untuk membersihkan sungai atau mengeruk


lumpur di dasar sungai. Bucket ini mempunyai beberapa lubang yang berfungsi
sebagai tempat keluarnya air.

20
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

6. Single shank ripper : Digunakan untuk mempersiapkan lahan yang akan digali
terutama untuk lahan bebatuan dan juga untuk mencabut akar batang pohon.

7. Three shank ripper : Alat yang efisien untuk untuk menggali batuan pada lereng,
menghancurkan dan mengangkat pondasi beton, dan juga untuk mencabut akar batang
pohon.

8. Clamshell bucket : Digunakan untuk memindahkan material

9. Spike hammer : Cocok untuk struktur beton, lereng bendungan, dll.

10. Grapple : Digunakan untuk mengangkat batang kayu.

21
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

11. Lifting magnet : Digunakan untuk mengangkat barang-barang yang terbuat dari
logam

12. Scrap grapple : Untuk mengangkat dan memindahkan material dengan bentuk yang
tidak beraturan.Memiliki 4 buah cakar yang dapat membuka dan menutup dengan
silinder dan hidrolik masing-masing.

13. Magnet fork excavator : Didasarkan pada lifting magnet dan fork yang memberikan
performa pengoperasian dalam penanganan potongan-potongan material, yaitu
mengkombinasikan kekuatan magnet dan fork.

Spesifikasi Excavator Komatsu Pc600 - Pc350 - Pc300

EXCAVATOR pC300

22
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Spesifikasi Excavator Pc300

Mesin

Membuat Komatsu

Model -Cummins N855C

Gross Daya 180 hp 134,2 kw

Pemindahan 855 Cu In 14 L

Operasional

Operasi Berat 63.934,1 29000 kg

Kapasitas bahan bakar 116.2 gal 440 L

Hydrauilc Sistem Fluid Kapasitas 58,1 gal 220 L

Sistem Hidrolik Relief Valve Tekanan 3698 psi 25.496,8 kPa

Hidrolik Pompa Arus Kapasitas 126,8 gal / min 480 L / min

Mekanisme ayunan

Kecepatan ayunan 6,5 rpm

Undercarriage

Sepatu Ukuran 24 di 610 mm

23
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Tekanan tanah 8,4 psi 57,8 kPa

Max Kecepatan Travel 1.9 mph 3 km / jam

Melacak Gauge 7,8 ft di 2.390 mm

Boom / Option Tongkat (HEX) 1

Boom / Option Tongkat (HEX) 1 Tongkat 8'2 "(2500mm)

Pengiriman Tinggi Unit 10,6 ft di 3230 mm

Pengiriman Panjang Unit 37.1 ft di 11.295 mm

Max Menggali Kedalaman 21,5 ft di 6540 mm

Max Jangkauan Seiring Tanah 34.2 ft di 10.420 mm

Max Cutting Tinggi 32,7 ft di 9960 mm

Max Loading Tinggi 23 ft di 7000 mm

Max Vertikal Dinding Menggali Kedalaman 18,2 ft di 5550 mm

Boom / Option Tongkat (HEX) 2

Boom / Option Tongkat (HEX) 2 Tongkat 10'1 "(3080mm)

Max Menggali Kedalaman 23,5 ft di 7150 mm

Max Jangkauan Seiring tanah 35,8 ft di 10.920 mm

Max Cutting Tinggi 33,1 ft di 10.080 mm

Max Loading Tinggi 23,4 ft di 7140 mm

Max Vertikal Dinding Menggali Kedalaman 20,3 ft di 6200 mm

Boom / Option Tongkat (HEX) 3

Boom / Option Tongkat (HEX) 3 Tongkat 13'5 "(4080mm)

Max Menggali Kedalaman 26,6 ft di 8120 mm

Max Jangkauan Seiring tanah 38,8 ft di 11.830 mm

Max Cutting Tinggi 34,4 ft di 10.480 mm

24
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Max Loading Tinggi 24 ft di 7330 mm

Max Vertikal Dinding Menggali Kedalaman 24 ft di 7330 mm

Ukuran

Lebar ke luar Tracks 9,8 ft di 3000 mm

Tinggi ke Puncak Cab 10 ft di 3050 mm

Tanah Pembersihan 1,6 ft 500 mm

Penyeimbang Pembersihan 3,7 ft di 1.125 mm

Tail swing Radius 11.1 ft di 3370 mm

Panjang Track di Lapangan 11.4 ft di 3480 mm

Excavator Pc350

Spesifikasi Excavator Pc350

Mesin

Membuat Komatsu

Model SAA6D108E

Gross Daya 232 hp 173 kw

25
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Daya Diukur @ 2.050 rpm

Pemindahan 436,3 cu in 7.2 L

Jumlah Silinder 6

operasional

Operasi Berat 71.209,3 32.300 kg

Kapasitas bahan bakar 142,7 gal 540 L

Hydrauilc Sistem Fluid Kapasitas 54,2 gal 205 L

Sistem Hidrolik Relief Valve Tekanan 5050 psi 34.818,5 kPa

Hidrolik Pompa Arus Kapasitas 138,4 gal / min 524 L / min

Mekanisme ayunan

Kecepatan ayunan 10 rpm

undercarriage

Ukuran sepatu 23,6 di 600 mm

Tekanan tanah 9,5 psi 65,5 kPa

Max Kecepatan Travel 3.4 mph 5,5 km / h

Melacak Gauge 8,5 ft di 2.590 mm

Ember

Referensi Bucket Capacity 1,7 yd3 1,3 m3

Boom / Option Tongkat (HEX) 1

Boom / Option Tongkat (HEX) 1 Boom 21'3 "(6470mm) / Stick 10'5" (3185mm)

Pengiriman Tinggi Unit 10.8 ft di 3280 mm

Pengiriman Panjang Unit 36.2 ft di 11.020 mm

Max Menggali Kedalaman 24,2 ft di 7380 mm

26
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Max Jangkauan Seiring tanah 35,8 ft di 10.920 mm

Max Cutting Tinggi 33,5 ft di 10.210 mm

Max Loading Tinggi 23,3 ft di 7110 mm

Max Vertikal Dinding Menggali Kedalaman 21,3 ft di 6480 mm

Ukuran

Lebar ke luar Trek 10,5 ft di 3190 mm

Tinggi ke Puncak Cab 10.3 ft di 3130 mm

Tanah Pembersihan 1,6 ft 500 mm

Penyeimbang Pembersihan 3,9 ft di 1.185 mm

Tail swing Radius 10,8 ft di 3300 mm

Panjang Track di Lapangan 12,1 ft di 3700 mm

Excavator Pc600

Spesifikasi Excavator Pc600

27
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Mesin

Membuat Komatsu

Model SA6D140E-3

Kekuatan Net 385 hp 287 kw

Daya Diukur @ 1.800 rpm

Pemindahan 930 cu in 15,2 L

Turbocharged Aspirasi dengan aftercooler

Jumlah Silinder 6

Operasional

Berat operasi 124.520 56.600 kg

Kapasitas bahan bakar 232,5 gal 880 L

Sistem Pendingin Cairan Kapasitas 15,1 gal 57 L

Hydrauilc Sistem Fluid Kapasitas 95,1 gal 360 L

Minyak mesin Kapasitas 9,8 gal 37 L

Ayunan drive Kapasitas Fluid 3.4 gal 13 L

Sistem Hidrolik Relief Valve Tekanan 4.978,2 psi 34.323,2 kPa

Hidrolik Pompa Arus Kapasitas 216,6 gal / min 820 L / min

Mekanisme Ayunan

Kecepatan ayunan 8.3 rpm

undercarriage

Jumlah Sepatu per Side 49

Ukuran sepatu 23,6 di 600 mm

Jumlah Carrier Roller per Side 3

28
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Jumlah Track Roller per Side 8

Tekanan tanah 14,5 psi 100 kPa

Max Kecepatan Perjalanan 3 mph 4,9 km / h

Drawbar Tarik 93.255,5 414,8 kN

Melacak Gauge 8,5 ft di 2.590 mm

Ember

Referensi Bucket Capacity 3,5 yd3 2,7 m3

Minimum Bucket Capacity 3,1 yd3 2,4 m3

Bucket Maksimum Kapasitas 4,6 yd3 3,5 m3

Boom / Option Tongkat (HEX) 1

Boom / Option Tongkat (HEX) 1 booming 7660mm w / lengan 3500mm

Pengiriman Tinggi Unit 14,1 ft di 4300 mm

Pengiriman Panjang Unit 42 ft di 12.810 mm

Max Menggali Kedalaman 27,9 ft di 8.490 mm

Max Jangkauan Seiring Tanah 42 ft di 12800 mm

Max Cutting Tinggi 39 ft di 11.880 mm

Max Loading Tinggi 26,1 ft di 7.960 mm

Max Vertikal Dinding Menggali Kedalaman 24,6 ft di 7510 mm

Boom / Option Tongkat (HEX) 2

Boom / Option Tongkat (HEX) 2 booming 6600mm w / lengan 2900

Pengiriman Tinggi Unit 15.1 ft di 4600 mm

Pengiriman Panjang Unit 38,8 ft di 11.830 mm

Max Menggali Kedalaman 23,2 ft di 7.060 mm

29
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Max Jangkauan Seiring Tanah 37.1 ft 11300 mm

Max Cutting Tinggi 36,5 ft di 11.140 mm

Max Loading Tinggi 23,7 ft di 7210 mm

Max Vertikal Dinding Menggali Kedalaman 18,5 ft di 5630 mm

Ukuran

Lebar ke luar Trek 12,8 ft di 3900 mm

Tinggi ke Puncak Cab 10,8 ft di 3290 mm

Tanah Pembersihan 2,6 ft 780 mm

Penyeimbang Pembersihan 4,5 ft di 1.365 mm

Tail swing Radius 12,5 ft di 3800 mm

Panjang Track di Lapangan 15,1 ft di 4600 mm

C. SCRAPER
Adalah alat berat yang berfungsi untuk mengeruk, mengangkut dan menabur tanah
hasil pengerukan secara berlapis. Scraper juga dapat digunakan sebagai alat pengangkutan
untuk jarak yang relative jauh (2000 m) pada tanah datar dengan pengerak roda ban (tire).
Alat berat ini biasa disebut juga alat gali tanah. Scraper merupakan alat berat beroda ban
(tire) yang dipakai untuk memuat/mengangkut dan membuang secara individu dengan atau
tanpa dibantu pendorong (buldozer).

Fungsi Scraper :

1. Memuat
2. Mengangkut

30
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

3. Membongkar muatan

Bentuk scraper mirip dengan truk biasa Yang membedakannya yaitu bak bawah
scraper dapat diturunkan dengan ujungnya berbentuk seperti bilah. (Jony Kasvaroh).

Berikut dibawah ini beberapa penggunaan Scraper :

1. Pengupasan permukaan tanah (stripping top soil)


2. Peralatan contour sekeliling building site
3. Penggalian untuk saluran Drainase dan saluran Irigasi
4. Penggalian dan pengurugan (Cut and fill earthwork) untuk badan jalan,dll.

Pemilihan scraper untuk pekerjaan ini tergantung pada :

1. Karakteristik material yang dioperasikan


2. Panjang jarak tempuh
3. Kondisi jalan
4. Alat Bantu yang diperlukan

Produksi Scraper

Produksi Scrapper dapat dihitung secara teoritis tergantung dari faktor :

a. Keadaan material
b. Tenaga yang tersedia untuk memuat
c. Rute pengangkutan:

31
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Keadaan lahan

Kemiringan

Traksi

d. Kecepatan yang dipakai sepanjang rute


e. Efisiensi
f. Faktor-faktor lain yang mungkin timbul

Scraper ukuran besar umumnya mempunyai dua mesin untuk menggerakkan roda
depan dan belakang. Besar mesin dapat mencapai 550 hp per buahnya. Selain bermesin
sendiri, dikenal pula pula scaper tanpa mesin. Scraper jenis ini perlu ditarik alat lain untuk
pengoperasiannya. Hanya sedikit yang masih menggunakan alat jenis ini.

Dua scraper dapat dioperasikan bersama dengan formasi push-pull. Dalam formasi ini
kedua scraper digandengkan hingga dapat saling menarik-mendorong untuk mengoptimalkan
kinerja. Pada scraper terdapat hopper yang berbentuk vertikal dan bisa bergerak dengan
leluasa. Selain itu juga terdapat bagian yang tajam di posisi horisontal. Kapasitas muat dari
hopper pada scraper ini sekitar 8 - 34 m3 tergantung dari tipenya. Alat berat ini sangat efisien
digunakan pada ladang pertanian karena selain memiliki fungsi sebagai pengangkut juga bisa
berfungsi sebagai mesin pemotong.

Jenis-Jenis Scraper

Ada 2 macam Scraper yaitu:

1. Towed Scraper

Dalam operasinya ditarik buldozer karena memang tidak bermesin, tenaganya diambil
dari buldozer. Towed Scrapper jarak angkut tidak lebih dari 500 meter. Towed scraper
umumnya ditarik crawler traktor dengan kekuatan mesin 300 hp atau lebih. Scraper jenis ini
dapat menampung material 8 30 m3.
2. Motor Scraper

Dalam pengoperasiannya ada yang menggunakan mesin tunggal / Front dan ada yang
menggunakan mesin ganda / Front and Rear. Scraper yang bermesin tunggal harus dibantu
pendorong (buldozer), sedangkan yang bermesin ganda tidak harus dibantu pendorong
buldozer. Jarak angkut motor scraper antara (500 2000 meter), sangat effektif material/tanah
yang diambil tidak terlalu keras dan medan operasi memotong/meratakan bukit yang cukup
luas .

32
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Pengoperasian Scraper

Scraper terdiri dari beberapa bagian antara lain bowl, apron, dan tail gate. Bowl adalah
bak penampung muatan terletak diantara ban belakang. Bagian depan bowl dapat digerakan
kebawah untuk operasi pengerukan dan pembongkaran muatan. Pada bagian sisi depan bowl
berkisar antara 3 sampai 38 m3

1. Apron adalah dinding bowl bagian depan yang dapat diangkat pada saat pengerukan
dan pembongkaran. Apron dapat menutup kembali pada saat pengangkutan material.
Beberapa model scraper memiliki apron yang dapat mengangkut material sepertiga
dari material di bowl.

2. Tail gate atau ejector merupakan dinding belakang bowl. Pada saat pemuatan dan
pengangkutan material dinding ini tidak bergerak. Namun pada saat pembongkaran
muatan ejector bergerak maju untuk mendorong material keluar dari bowl.

Pengoperasian dengan alat bantu dilakukan dengan dua cara:

1. Push-loaded. Alat Bantu dipakai hanya pada saat pengerukan dan pengisian

2. Push pull. Dua buah scraper dioperasikan dengan cara ini keduanya saling membantu
didalam pengerukan. Scraper yang dibelakang mendorong scraper didepannya pada
saat pengerukan dan scraper didepannya menarik scraper yang dibelakang pada saat
pengerukan.

Kemampuan Power Scraper

Kemampuan Power Scrapper :

1. Dapat menggali dan mengisi muatannya sendiri

2. Mengangkut ke tempat yang telah ditentukan

3. Menyebar dan meratakan muatan itu.

Produktivitas Scraper

Produktivitas sraper tergantung pada jenis material, tenaga untuk mengangkut, kondisi
jalan, kecepatan lat, efisiensi alat. Volume material yang akan dipindahkan akan
mempengaruhi kapasitas scraper yang dipilih. Sedangkan jumlah pengangkutan per jam
tergantung pada waktu siklus scraper.

33
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Pusher (Alat Pendorong)

Pemakaian alat Bantu atau pusher pada scraper didalam operasinya dapat menaikan
produktivitas alat. Waktu siklus pusher adalah waktu yang dibutuhkan untuk memuat material
kedalam scraper ditambah waktu yang dibutuhkan pusher untuk bergerak dari satu scraper ke
scraper yang lain.

D. MOTOR GRADER

34
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Motor grader adalah alat berat yang digunakan untuk meratakan jalan, membentuk
jalan (grading) yang dibiasa digunakan dalam proyek pembangunan jalan. Motor grader
merupakan salah satu alat berat yang sangat penting untuk konstruksi jalan. Grader juga dapat
digunakan untuk pengupasan lapisan atas yang hendak dibuang, atau dikurangi, mencampur
material dan meratakan/ menyebarkannya lagi. Meratakan area dengan grader sangat
diperlukan untuk pemadatan yang sempurna oleh compactor.

Grader mempunyai roda dari karet sehingga dapat dikendarai di jalanan beraspal, 4
wheel drive dengan transmisi otomatis. Grader juga berbeda dari alat berat yang lain, karena
hasil akhirnya merupakan visualisasi dari sang operator.

Salah satu skill yang membedakan operator grader professional dan pemula adalah
kemampuan untuk memvisualisasikan hasil akhir yang sempurna, tikungan, kemiringan,
tanjakan dan turunannya dan membentuk jalanan sesuai dengan visualisasi tersebut.

Fungsi Motor Grader

a. Membuat jalan, seperti membentuk jalan (grading)


b. Meratakan jalan, dan finishing

Motor grader adalah sebuah traktor roda dengan dilengkapi peralatan kerja (work equipment)
seperti:

1. Blade yang berfungsi untuk meratakan tanah,


2. Scarifier yang dipasang pada bagian depan blade digunakan untuk memecah material
material keras .
3. Ripper yang dipasang pada bagian belakang alat yang berguna juga untuk memecah
material-material keras.

Bagian - Bagian Motor Grader

35
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

1. Blade lift cylinder


2. Drawbar lift cylinder
3. Cab
4. Rear wheel
5. Ripper
6. Articulate cylinder
7. Blade
8. Front wheel
9. Head lamp

Perlengkapan Kerja

Pada sebuah motor grader ada beberapa perlengkapan kerja yang digunakan, seperti dibawah
ini:

1. Front blade
Front blade sangat dibutuhkan untuk pekerjaan- pekerjaan spreading (penaburan) yang sulit.

2. Front pull hook


Front pull hook dipasang dibagian depan alat yang berfungsi untuk menarik. Terdapat
dua tipe hook, yaitu front weight with nails dan Ushape bracket welded on front axle. Jika
front attachment, seperti front blade dipasang, maka hook tersebut tidak tersedia.

3. Push plate

36
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Komponen ini digunakan untuk menumbangkan pohon atau mendorong alat lain pada
saat terjebak dalam lumpur. Push plate juga berfungsi sebagai pemberat (counterweight)
untuk menjaga agar roda depan tidak terangkat pada saat alat tersebut digunakan untuk
melakukan pekerjaan ripping.

4. Scarifier
Scarifier digunakan untuk menggali material-material keras seperti aspal atau lapisan
es yang tidak mampu digali dengan menggunakan blade. Banyaknya jumlah gigi yang
terdapat pada scarifier tergantung pada kekerasan material yang akan digali.

5. Extension blade
Dengan menggunakan extension blade ini, blade dapat diperpanjang baik satu sisi
maupun kedua sisi. Pekerjaan yang dilakukan dapat lebih efisien tetapi hanya dapat digunakan
untuk pekerjaan-pekerjaan ringan saja.

6. Hydraulic blade tip control


Dengan adanya hydraulic blade tip control, maka sudut potong blade dapat diatur
secara hidrolik melalui kabin operator.

7. Rear mounted ripper


Ripper ini digunakan untuk menggali batu atau material keras yang tidak dapat
dikerjakan dengan menggunakan scarifier

37
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

E. COMPACTOR

Compactor digunakan untuk memadatkan tanah atau material sedemikian hingga tercapai
tingkat kepadatan yang diinginkan. Jenis rodanya biasanya terbuat dari besi seluruhnya atau
ditambahkan pemberat berupa air atau pasir, bisa terbuat dari karet (berupa roda ban) dengan
bentuk kaki kambing (sheep foot). Ada juga yang ditarik dengan alat penarik seperti
bulldozer, atau bisa menggunakan mesin penarik sendiri, yang berukuran kecil bisa
menggunakan tangan dengan mengendalikannya ke arah yang akan dipadatkan.
Untuk pemadatan pengaspalan biasanya menggunakan road roller, tire roller atau drum
roller, tetapi untuk pemadatan tanah biasanya menggunakan sheep foot roller atau drum roller.
Pada dasarnya tipe dan jenis compactor adalah sebagai berikut :

Smooth steel rollers (penggilas besi dengan permukaan halus). Jenis ini
dibedakan lagi menjadi beberapa macam, jika ditinjau dari cara pengaturan rodanya,
diantaranya :

a. Three wheel rollers (penggilas roda tiga)

Three wheel roller

38
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

b. Tandem rollers (penggilas tandem)

Tandem Roller

c. Pneumatic tired rollers (penggilas roda ban angin)

Pneumatic tired roller

39
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Sheep foot type rollers (penggilas kaki kambing)

Sheep foot type rollers

Vibratory rollers (penggilas getar)

Vibratory plate compactor (alat pemadat-getaran)

Alat-alat penggilas lain :

Mesh grid rollers (penggilas dengan roda anyaman)

Mesh grid rollers

40
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Segment rollers (penggilas dengan roda terdiri dari lempengan-lempengan).

Jenis-jenis compactor di atas mempunyai spesifikasi tersendiri untuk dipakai dalam usaha
pemadatan untuk berbagai jenis tanah, atau dengan memperhatikan berbagai faktor, misalnya:

Untuk tanah plastis dan cohesive, maka alat pemadat sheep foot roller adalah paling
cocok, sebab alat ini memadatkan dari lapisan bagian bawah akibat kaki kambing yang
terdapat padanya. Demikian juga penggunaan pneumatic roller yang cukup berat sangat
efektif untuk digunakan.

Pasir dan atau kerikil berpasir, vibrating roller dan pneumatic tired roller sering
dipergunakan untuk tanah jenis ini. Pasir bercampur lempung atau tanah liat, compactor yang
sesuai untuk jenis tanah ini antara lain segmented rollers.

41
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

F. DUMP TRUCK

Dump Truck adalah sebuah truck yang mempunyai bak material yang dapat
dimiringkan sehingga untuk menurunkan material hanya dengan memiringkan bak
meterialnya sehingga muatannya akan dapat meluncur kebawah. Untuk memiringkan bak
digunakan oleh pompa hidrolis.

Dump Truck

Sebagai alat pengangkut, dump truck banyak kegunaannya antara lain untuk
mengangkut tanah, pasir, batu kerikil, sampah dan yang lainnya dalam hal ini tidak terlalu
memerlukan kehati-hatian dalam pengangkatan maupun penurunan sehingga jika terjadi
benturan atau gesekan material tidak menjadi masalah (muatan curah/Balles load). Bila
digunakan untuk mengangkat unit atau kemasan seperti baja profil, batangan kayu, peti
kemas, dan lain sebagainya (muatan/unit) diperlukan kehati-hatian dalam pengangkatan dan
penurunannya.

Truck adalah kendaraan khusus alat angkut karena kemampuan untuk bergerak cepat,
kapasitas besar dan biaya operasional relative murah. Jenis truck ada yang beroperasi di jalan
umum dengan tanjakan tidak terlalu besar (on road) dan ada yang tidak dapat beroperasi di
jalan umum (off road) yang disebabkan oleh besarnya kapasitas angkut. Jenis daripada truck
off road hanya digunakan pada proyek besar atau di daerah lokasi tertentu saja.

Klasifikasi Dump Truck


Untuk klasifikasi Dump Truck dapat dibedakan menurut :

a. Ukuran dan jenis bahan bakar


b. Jumlah kecepatan (versenelling)
c. Metode penurunan muatan (belakang/samping)
d. Jumlah roda dengan gandar serta susunan roda gerak
e. Jenis muatan yang diangkut ( pasir, tanah, batu, dan sebagainya)
f. Kapasitas muatan (dalam Ton atau m3)

Pemilihan Ukuran Dump Truck

42
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Pada prinsipnya dalam pemilihan ukuran Dump Truck harus sesuai dengan alat
pemuat yang akan digunakan untuk menghindari terjadinya alat-alat lain tidak bekerja.
Faktor-faktor yang menentukan dalam pemilihan Dump Truck adalah :

a. Biaya pemilikan dan pengoperasiannya


b. Kondisi medan
c. Waktu pengoperasian : pemuatan (loading), handling time ( waktu angkut), dumping
(pengosongan) dan retuning ( waktu kembalian)
d. Kapasitas alal-alat pemuat ( Exavator, Loader, atau tenaga manusia)
e. Biasanya untuk kapasitas angkut 5-15 ton (on road) dan yang mencapai 235 ton (off road)

Dengan membedakan arah muatan yang ditumpahkan, Dump Truck dibedakan dalam tiga
macam yaitu :

1. Rear Dump Truck, yang membuang muatan kebelakang


2. Side Dump Truck, membuang muatan kesamping
3. Bottom Dump Truck, membuang muatan kebawah

Prinsip Kerja Dump Truck

Prinsip kerja Dump Truck dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu :

1. Gerakan Travelling Atau Gerakan Jalan


Gerakan travelling atau gerakan jalan disini yang dimaksud adalah gerakan dari Dump
Truck untuk berjalan mengangkat muatan dari suatu tempat menuju ke tempat lain untuk
memindahkan muatan atau menumpahkan muatan tersebut. Gerakan berjalan dari Dump
Truck tersebut dimulai dari suatu sumber tenaga yang dinamakan mesin penggerak yang mana
dari mesin penggerak tersebut memutar poros penggerak, dari poros ini melalui kopling dan
menggerakan transmisi roda gigi yang diatur oleh handle gigi. Transmisi ini memutar roda-
roda Dump truck untuk berjalan memindahkan muatan dari suatu tempat menuju tempat lain
yang dikehendaki melalui poros propeller dan gigi deferensial.

2. Gerakan Dumping Atau Menumpahkan Muatan


Gerakan dumping atau menumpahkan muatan dengan memiringkan bak muatan
dengan kemiringan tertentu makan muatan akan meluncur ke bawah. Untuk memiringkan
muatan tersebut digunakan sistem hidrolis dimana daya yang didapatkan dari mesin
penggerak diteruskan ke mekanisme roda gila untuk menggerakan pompa hidrolik. Pompa
hidrolik ini akan mendorong atau mengalirkan fluida menuju ke katup pengontrol dimana
dalam katup pengontrol ini aliran fluida akan diatur tekanan minyak oli yang masuk ke dalam
silinder hidrolik. Tekanan minyak yang telah di atur oleh katup pengontrol akan mendorong
silinder hidrolik untuk menumpahkan muatan yang ada di dalam bak material

43
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Bagian-Bagian Dump Truck

1. Dump Body

2. Rock Ejector

3. Final Drive

4. Oil retarder Tank

5. Steering & Hois tank

6. Front Wheel

7. Turn Signal lamp

8. Head lamp

9. Radiator

10. Canopy Spill Guard

Jenis-Jenis Dump Truck

Kendaraan alat berat dump truck terdiri dari dua golongan jika ditinjau dari besar muatannya:

a) On High Way Dump Truck (muatan dibawah dari 20 m3)

b) Off High Way Dump Truck (muatannya diatas 20 m3)

Jika dilihat dari cara pengosongan muatan, jenis truck dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

1. End-Dump atau Rear Dump


Dump Truck jenis ini mengosongkan muatannya dengan cara ditumpahkan ke belakang

2. Side-Dump
Dump Truck jenis ini mengosongkan muatannya dengan cara ditumpahkan ke samping

3. Bottom-Dump
jenis ini mengosongkan muatannya dengan cara ditumpahkan ke samping

44
Teknik Sipil
Universitas Islam Lamongan

Berdasarkan ukuran muatan :

1. Ukuran kecil
Memiliki kapasitas angkut maksimum 25 ton.

2. Ukuran sedang
Memiliki kapasitas 25 sampai 100 ton

3. Ukuran besar
Kapasitas muatannya lebih dari 100 ton

BAB III

PENUTUP

Demikian makalah ini saya buat, jika banyak tulisan atau kata yang salah saya mohon
maaf . Sebagai pemenuhan tugas yang telah diberikan kepada saya di semester 6 ini . Semoga
makalah tugas mata kuliah PTM & Alat Berat ini bisa diterima dan berguna sebaik-baiknya .

Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Sugeng Dwi H, ST, MT .
Selaku dosen pengampu di kelas Teknik Sipil VI B ini . Sekian dari saya...

Wassalamuallahikum wr.wb

45