Anda di halaman 1dari 10

1

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

I. Catatan Pendahuluan
Bicara tentang kesehatan fisik, tubuh manusia menjadi ranah paling urgen
begi berbagai pemeriksaan medis. Pernyataan tersebut menyuratkan betapa anatomi
tubuh manusia, mulai dari ujung kaki sampai rambut kepala, termasuk semua bagian
inner physical manusia, entah yang menyangkut sistem pencernaan, sistem
pernafasan, maupun hal-hal yang berkaitan dengan sistem urogenital, dapat menjadi
objek dari serangan penyakit. Lain kata, semua bagian tubuh dapat saja bersifat
rentan terhadap berbagai penyakit.
Dalam kerangka pikir inner physical manusia, sistem urogenital manusia
menduduki peran penting. Mengapa penting? Salah satu bagian dari sistem ini ialah
kelenjar Prostat. Sayangnya, Prostat atau kelenjar Prostat ini sering mengalami
gangguan, khususnya saat seorang pria berada pada usia paruh baya (40 59 tahun).
Gangguan yang sering terjadi ialah terjadinya pembesaran kelenjar, yang pada
gilirannya beresiko memicu gangguan yang lebih serius seperti kanker Prostat dan
gagal ginjal.
Sejalan dengan gambaran singkat di atas, maka dalam artikel sederhana ini,
penulis mencoba memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang menjadi status
questiones tulisan ini, seperti apa itu pembengkakan kelenjar Prostat, gejala-gejala
awalnya, etiologi-nya, diagnosa-nya, perawatan, maupun pengobatannya.

II. Sekilas tentang Kelenjar Prostat


2. 1 Apa itu Kelenjar Prostat?
Kelenjar Prostat ialah sebuah kelenjar kecil sebesar buah kenari di bagian
bawah kandung kemih seorang pria, yang berfungsi mengatur produksi sperma oleh
2

testis. Bagi pria, Prostat berperan penting dalam proses ejakulasi 1. Defenisi senada
berikut ini dapat menjelaskan juga apa itu kelenjar Prostat.

The prostate is a walnut-sized gland that forms part of the male


reproductive system. The gland is made of two lobes, or regions,
enclosed by an outer layer of tissue2.

2. 2 Letak Kelenjar Prostat


Kelenjar Prostat terletak di antar tulang kemaluan dan dubur, mengelilingi
saluran buang air kecil (uretra) pada pintu saluran yang masuk ke kandung kemih.
Secar lebih jelas, kelenjar tersebut dapat kita lihat dalam gambar berikut.

Gambar 1. Penampang Kandung Kemih


Kita tahu bahwa jika rangsangan seks sampai ke penis, pembuluh darah arteri
akan menjadi lebih lebar, dan karenanya terjadi ereksi, di mana penis akan menjadi
tegang. Nah, selanjutnya dalam tahap orgasme, kelenjar Prostat akan berkontraksi,
1
Tim Redaksi VitaHealth, PROSTAT, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2004, 7.
2
http://kidney.niddk.nih.gov/kudiseases/pubs/prostateenlargement/, diambil pada hari Selasa, 20
November 2007.
3

membesar, dan otot pelindungnya menebal, sehingga menjepit saluran kemih agar
memberikan jalan kepada saluran sperma untuk ejakulasi. Setelah ejakulasi, terjadilah
relaksasi otot Prostat tersebut sehingga saluran kemih terbuka kembali. Maka bisa
dibayangkan apa jadinya jika Prostat ini membengkak3
Meskipun demikian, hingga kini para ilmuwan tidak mengetahui semua fungsi
Prostat. Sejauh ini, satu utama Prostat ialah to squeeze fluid into the urethra as sperm
move through during sexual climax4.

III. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)


3. 1 Defenisi dan Penyebab
Benign prostatic hyperplasia (BPH) atau hyperplasia Prostat jinak adalah
pembengkakan yang terjadi pada kelenjar Prostat, yang dialami oleh pria paruh baya
(usia 40 59 tahun), sehingga menyumbat saluran kemih.
Dalam dunia medis, apa yang menjadi penyebab terjadinya pembesaran
kelenjar Prostat ini masih tetap menjasi misteri 5. Ada yang menyebut BPH
merupakan salah satu gejala penuaan, andropause, yang terjadi pada pria.
Pertambahan usia menjadi semakin tua mengakibatkan penurunan kadar hormon pria,
terutama testosteron. Penurunan kadar testosteron secara langsung menyebabkan
penurunan kemampuan ejakulasi. Para ahli berpendapat bahwa dihidrotestosteron
(DHT) yang memacu pertumbuhan Prostatseperti yang terjadi pada masa pubertas
adalah penyebabnya6.
Tetapi ada juga yang menyebutkan bahwa BPH disebabkan oleh infeksi dalam
kelenjar Prostat (Prostatitis Bacterial). Meskipun demikian, tetap diakui bahwa BPH
ini sulit diatasi. Beberapa sebab lain yang dapat disebutkan di sini ialah stress kronis,
kolesterol yang tinggi, zat-zat nikotin dan konitin, toksin (pestisida, deterjen, dan

3
Tim Redaksi VitaHealth, PROSTAT, 14.
4
http://en.wikipedia.org/wiki/Benign_prostatic_hyperplasia#Etiology , diambil pada hari Selasa, 20
November 2007.
5
Tim Redaksi VitaHealth, PROSTAT, 17 18.
6
Tim Redaksi VitaHealth, PROSTAT, 20 22.
4

limbah pabrik), dan kekurangan mineral (seng, tembaga, selenium). Jika tidak diatasi
secara dini, BPH dapat berakibat pada terjadinya kanker Prostat atau bahkan juga
gagal ginjal karena urin yang tertahan akan balik ke ginjal sehingga beban kerja ginjal
semakin besar.
Sebagai catatan tambahan, BPH ini sering juga dikenal dengan Nodular
hyperplasia, Benign prostatic hypertrophy, atau Benign enlargement of the prostate
(BEP). Berikut disajikan gambar perbandingan antara Prostat normal dan Prostat
yang membengkak7.

Gambar 2. Perbandingan antara Prostat normal dan Prostat yang membengkak


3. 2 Gejala-gejala BPH
Seringkali gejala-gejala Benign prostatic hyperplasia (BPH) dikelompokkan
dalam dua bagian yaitu, gejala yang bersifat obstruktif dan gejala yang bersifat

7
http://images.google.co.id/images?q=Benign+Prostatic+Hyperplasia&hl=id&um=1&ie=UTF-
8&sa=X&oi=images&ct=title, diambil pada hari Selasa 20 November 2007.
5

irritatif8. Akan tetapi, gejala yang umum terjadi, yang langsung berkaitan dengan
kedua hal di atas ialah sebagai berikut.
a. Sering buang air kecil dan tidak sanggup menahan buang air kecil,
sulit mengeluarkan atau menghentikan urin. Mungkin juga urin
yang keluar hanya merupakan tetesan belaka.
b. Sering terbangun waktu tidur di malam hari, karena keinginan
buang air kecil yang berulang-ulang.
c. Pancaran atau lajunya urin lemah.
d. Kandung kemih terasa penuh dan ingin buang air kecil lagi, padahal
baru saja melakukannya.
e. Pada beberapa kasus, timbul rasa nyeri berat pada perut akibat
tertahannya urin.

3. 3 Etiologi BPH
Testis menghasilkan beberapa hormon seks pria (testosteron dan hormon-
hormon lain yang berhubungan dengannya), yang secara keseluruhannya disebut
androgen9. Oleh beberapa ahli, androgen ini ditengarai memainkan peran permisif
dalam BPH. Dalam arti ini, androgen menjadi ranah bagi BPH. Mengapa demikian?
Testosteron sebagian besar dikonversikan oleh enzim 5-alfa-reduktase tipe 2, menjadi
dihidrotestosteron (DHT) yang lebih aktif secara fisiologis di jaringan sasaran sebagai
pengatur fungsi ereksi. Dihidrotestosteron (DHT), yang merupakan metabolit dari
testosteron, adalah mediator dari pertumbuhan Prostat. Fakta ini dikuatkan dengan
penelitian para ilmuwan yang mencatat bahwa orang-orang yang tidak meproduksi
DHT, tidak mengalami BPH.

8
http://en.wikipedia.org/wiki/Benign_prostatic_hyperplasia#Etiology, diambil pada hari Selasa, 20
November 2007.
9
http://en.wikipedia.org/wiki/Benign_prostatic_hyperplasia#Etiology, diambil pada hari Selasa, 20
November 2007.
6

Dalam skala mikroskopis, semua pria di seluruh dunia yang berusia 70 tahun
pernah mengalami BPH. Meskipin begitu, hal itu tergantung juga pada gaya hidup.
Orang-orang yang hidup dengan gaya modern lebih rentan terkena BPH
dibandingkan dengan masyarakat yang bermode rural-life style.

3. 4 Diagnosa10
Ketika memasuki usia 50 tahun, hampir setiap pria mengalami pembengkakan
prostate. Ironisnya, sebagian besar menyepelekan dan menganggap gangguan ini
hanya sebatas tanda bahwa mereka beranjak tua. Padahal, jika terdapat gejala-gejala
seperti yang disebutkan di atas, seseorang dapat saja menjadi suspect BPH. Kondisi
tersebut menuntut pasien BPH untuk bertemu dengan seorang dokter yang
berpengalaman di bidang urology. Beberapa test biasanya dilakukan oleh dokter
untuk mengidentifikasi masalah dan memutuskan pengobatan apa yang harus pasien
terima. Beberapa test yang biasanya dilakukan seorang dokter urology dapat
disebutkan di sini.
a. Digital Rectal Examination (DRE)
Test ini biasanya merupakan test pertama yang dilakukan dokter. Dokter
memasukkan jari ke rectum dan merasakan Prostat dekat rectum. Test ini
memberikan opini bagi dokter tentang ukuran dan kondisi Prostat.
b. Prostate-Specific Antigen (PSA) Blood Test
Test ini untuk mendeteksi ada tidaknya kanker BPH.
c. Rectal Ultrasound and Prostate Biopsy
Jika dicurigai terdapat kanker dalam Prostat, test ini pun dilakukan, yaitu
dengan menangkap gelombang suara yang diarahkan ke Prostat. Pola-pola
gema suara itu dicatat untuk menentukan ada tidaknya tumor.

10
http://kidney.niddk.nih.gov/kudiseases/pubs/prostateenlargement/, diambil pada hari Selasa, 20
November 2007.
7

d. Urine Flow Study


Dokter meminta pasien untuk membuang air kecil ke dalam sebuah alat
khusus untuk mengukur seberapa cepat air seni mengalir. Suatu arus yang
dikurangi sering kali menyarankan BPH.
e. Cystoscopy
Dalam test ini, dokter menyisipkan sebuah tabung kecil melalui uretra,
yang memuat sebuah lensa dan sistem pencahayaan yang membantu
dokter untuk melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih.

3. 5 Pencegahan dan Perawatan11


3. 5. 1 Pencegahan
Upaya pencegahan terhadap terjadinya BPH dapat dilakukan setelah
mengenal gejala-gejala BPH. Karena itu, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan
beberapa cara.
a. Berusaha untuk tidak stress.
Agar tidak stress, orang harus mengenal pemicu stress itu sendiri.
Relaksasi dan peregangan setelah bekerja atau melakukan sebuah
pekerjaan berat juga sangat diperlukan.
b. Mengubah pola makan.
Makanan yang dianjurkan di sini ialah makanan yang rendah lemak dan
kaya serat. Sebaliknya, makanan yang mengandung gula dan tepung
olahan sebaiknya dihindari.
c. Olahraga yang cukup dan teratur, yang mencakup pemanasan, latihan, dan
peregangan.
3. 5. 2 Perawatan
Yang termasuk dalam kategori perawatan adalah pengobatan dan terapi sulih
hormon. Dalam pengobatan, yang pertama adalah obat untuk mengurangi pembesaran
kelenjar Prostat dan memperlancar aliran buang air kecil. Biasanya dokter
11
Bagian ini disadur secara garis besar dari Tim Redaksi VitaHealth, PROSTAT, 29 53.
8

memberikan finasteride dengan dosis 5 mg/tablet untuk menghambat produksi


hormon dehidrotestosteron yang merangsang terjadinya pembesaran kelenjar
Prostat12. Yang kedua adalah obat-obatan kelompok alpha blockers untuk
menghambat produksi adrenalin, sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan
membantu melonggarkan otot lunak yang melingkari Prostat. Alpha blockers yang
lazim diresepkan oleh dokter ialah Prazosin HCl 1 mg, 2 mg/tablet, Doksazosin 1
mg, 2 mg/tablet, dan Terazosin HCl 1 mg, 2 mg/tablet13.
Untuk terapi sulih hormon, diberikan pada pria usia pertengahan dan lanjut
usia untuk mengatasi keluhankeluhan andropause. Hanya saja pemberiannya harus
berada di bawah pengawasan dokter. Selama pengobatan oleh dokter, testosteron
diberikan dalam bentuk senyawa undarkanoat (4 mg/kapsul). Tujuan terapi sulih
hormone adalah mengontrol keseimbangan hormon testosteron sehingga dapat
membantu mengatasi keluhan gangguan Prostat14.
Beberapa pengobatan lain yang ditawarkan adalah terapi herbal, akupuntur,
dan pijat Prostat. Akan tetapi semua hal itu tidak akan berguna jika pasien tidak
menjaga kesehatannya sendiri dan mengatur pola hidup.

IV. Catatan Penutup


Telah menjadi rahasia umum bahwa kesehatan merupakan tuntutan mutlak
bagi keberlangsungan hidup manusia. Tanpa tubuh yang sehat, aktivitas manusia
menjadi terhambat. Lantaran itu, benarlah adagium Yunani klasik yang mengatakan,
mensana in corpora sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula.
Tuntutan untuk hidup sehat ini tentu saja berlaku juga bagi sistem urogenital
manusia, yang dalam artikel ini diberi penekanan pada kelenjar Prostat.
Pembengkakan pada Prostat sebagai biang keladi bagi munculnya kanker Prostat dan

12
Yang perlu diperhatikan adalah efek samping obat itu karena dapat menyebabkan impotensi,
penurunan libido, dan pengurangan volume cairan ejakulasi.
13
Efek samping yang ditimbulkan adalah pusing, sakit kepala, lemah, mual, muntah, diare dan
konstipasi.
14
Efek samping terapi sulih hormon adalah kerusakan hati.
9

gagal ginjal, secara langsung menuntut sebuah tanggung jawab besar terhadap nilai
kesehatan itu sendiri. Defenisi, etiologi, diagnosa, dan berbagai penjelasan lain dalam
artikel ini kiranya cukup memberi gambaran pada kita untuk memberi perhatian yang
lebih sejak usia dini pada kelenjar Prostat ini. Mungkin bagi kebanyakan orang, hal
ini dianggap biasa-biasa saja. Akan tetapi mengingat akibat yang ditimbulkan pada
masa tua kelak sangat beresiko, maka tak ada salahnya juga bila kelenjar Prostat ini
dijaga.

Daftar Pustaka:

Tim Redaksi VitaHealth, PROSTAT, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.

http://kidney.niddk.nih.gov/kudiseases/pubs/prostateenlargement/, diambil pada hari


Selasa, 20 November 2007.

http://en.wikipedia.org/wiki/Benign_prostatic_hyperplasia#Etiology, diambil pada


hari Selasa, 20 November 2007.

http://images.google.co.id/images?
q=Benign+Prostatic+Hyperplasia&hl=id&um=1&ie=UTF-
8&sa=X&oi=images&ct=title, diambil pada hari Selasa 20 November 2007.
10