Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II


Reaksi Oksidasi Reduksi (2)
Pengaruh Asam dan Basa Terhadap Logam

DISUSUN OLEH
Kelompok :1 (Satu)
Nama : Citra Suciati (06101281419035)
Diah Anggraini (06101281419023)
Dwi Anggraini (06101381419056)
Hari Fitri ( 06101381419050)
Muhammad Fernando (061013814158)
Nurhidayah (06101381419055)
Tri Rahmasari (06101281419057)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA PALEMBANG


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2017
I. Nomor Percobaan : III
II. Judul Percobaan : Reaksi Oksidasi Reduksi (2)
Pengaruh Asam dan basa Terhadap Logam
III. Tujuan Percobaan : Mempelajari Pengaruh
Asam dan Basa
Terhadap Logam
IV. Dasar Teori

Pengertian Reduksi Oksidasi

Pengikatan Oksigen :

Senyawa yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga reaksi
antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat besi adalah senyawa yang
terbentuk dari hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi
merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Pada reaksi tersebut, besi mengalami
oksidasi dengan cara mengikat oksigen menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi
dinamakan reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan oksigen.( Anonim. 2011.
Reaksi Oksidasi dan Reduksi.(online).http://kimiaku.wordpress.com/2011/10/20/reaksi-
oksidasi-dan-reduksi-redoks/, diakses tanggal 17 februari 2017)

ASAM

Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA) secara umum merupakan senyawa
kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7.
Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada
zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa.
Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam.
Contoh asam adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat (digunakan dalam
baterai atau aki mobil). Asam umumnya berasa masam, tapi cairan asam pekat sangat
berbahaya dapat merusak kulit dan hati-hati mata, jika terpercik asam pekat bisa berakibat
kebutaan. Jika kena asam pekat harus langsung dicuci dengan air mengalir sampai benar-
benar bersih.
Asam Klorida Dan Kegunaannya

Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hydrogen klorida (HCl). Ia adalah asam kuat,
dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini juga digunakan secara
luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan hati-hati karena merupakan cairan
yang sangat korosif (dapat menyebabkan pengikisan) dan berbau menyengat. HCL termasuk
bahan kimia berbahaya atau B3.

Asam klorida pernah menjadi zat yang sangat penting dan sering digunakan dalam awal
sejarahnya. Ia ditemukan oleh alkimiawan Persia yang bernama Abu Musa Jabir bin Hayyan
sekitar tahun 800. Senyawa ini digunakan sepanjang abad pertengahan oleh alkimiawan
dalam pencariannya mencari batu filsuf, dan kemudian digunakan oleh ilmuwan Eropa dalam
rangka membangun pengetahuan kimia modern.

Asam Nitrat Dan Kegunaannya

Asam nitrat adalah cairan jernih tidak berwarna jika masih baru, akan menjadi kekuning-
kuningan jika terkena cahaya atau sering terbuka botolnya karena sebagian kecil memecah :

4 HNO3 2 H2O + 4 NO2 + O2

Oleh karena itu harus selalu disimpan di dalam botol yang berwarna gelap (coklat, biru,
hijau). Sebagai pengoksidasi harus ditangani secara hati-hati, jika tertumpah dapat membakar
kertas, jerami atau kayu. Dapat meledak botolnya jika disimpan di tempat panas, uapnya
beracun. HNO3 pekat memiliki kadar antara 50-75%. Asam nitrat berasap memiliki kadar
95% dan titik didih 86 oC.

Di laboratorium digunakan sebagai pelarut bijih mineral atau sebagai pengoksidasi


(pengabuan basah). Dalam aneka industri, misalnya : HNO3 encer untuk membuat pupuk
buatan {NaNO3, Ca(NO3)2}, HNO3 pekat untuk membuat bahan peledak (nitro selulosa,
nitro gliserin, TNT), serta untuk membuat zat warna azo, anilin, nitril, sianida, dll.

BASA

Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika
dilarutkan dalam air.Basa adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk
unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostik merupakan istilah yang
digunakan untuk basa kuat. Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan
basa sangat tergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan
konsentrasi larutan basa tersebut.

Natrium Hidroksida Dan Kegunaannya

Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik alkali dan, adalah dasar
logam kaustik. Natrium hidroksida murni adalah padatan putih yang tersedia dipelet, serpih,
butiran, dan sebagai larutan jenuh 50%. Ini adalah higroskopis dan mudah menyerap karbon
dioksida dari udara,sehingga harus disimpan dalam wadah kedap udara. Hal ini sangat larut
dalam air dengan pembebasan panas. Hal ini jugalarut dalam etanol dan metanol, meskipun
pameran kelarutanrendah dalam pelarut daripada kalium hidroksida. Natrium hidroksida cair
juga merupakan basis yang kuat, namun suhutinggi yang diperlukan aplikasi batas.(online).
(http://kimiaanalis.blogspot.com/2011/12/naoh-natrium-hidroksida.html,diakses tanggal 17
februari 2017 )

Natrium Tiosulfat Dan Kegunaannya

Larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3) termasuk dalam larutan baku sekunder, oleh karena itu,
larutan yang akan digunakan dalam titrasi perlu distandardisasi terlebih dahulu. Hal ini
disebabkan kestabilan larutan ini mudah dipengaruhi oleh pH rendah (<5), sinar matahari,
dan adanya daya bakteri yang memanfaatkan sulfur (S). Pada pH yang rendah (<5),
kestabilan larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3) akan terganggu sebab S2O32- akan mengalami
penguraian menurut reaksi berikut :

S2O32- + H+ D HS2O3- D HSO3- + S

Reaksi penguraian yang terjadi pada S2O32- ini berjalan lambat, maka kesalahan pada waktu
titrasi tidak perlu dikuatirkan walaupun larutan yang dititrasi bersifat cukup asam, asal titrasi
dilakukan dengan penambahan titran yang tidak terlalu cepat. Selain disebabkan adanya
reaksi penguraian S2O32- ,ketidakstabilan larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3) juga dipengaruhi
oleh adanya aktivitas dari bakteri yang menyebabkan terjadinya perubahan S 2O32- menjadi
SO3-, SO42-, dan S. S ini tampak sebagai endapan koloidal yang membuat larutan menjadi
keruh ( tanda bahwa larutan harus diganti ). Untuk mencegah aktivitas dari bakteri, pada
pembuatan larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3) hendaknya digunakan air yang sudah
dididihkan atau dapat pula ditambahkan pengawet seperti khloroform, natrium benzoat, atau
HgI2.
Logam

Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar listrik dan
panas, serta mempunyai titik cair tinggi. Bijih logam ditemukan dengan cara penambangan
yang terdapat dalam keadaan murni atau bercampur. Bijih logam yang ditemukan dalam
keadaan murni yaitu emas, perak, bismut, platina, dan ada yang bercampur dengan unsur-
unsur seperti karbon, sulfur, fosfor, silikon, serta kotoran seperti tanah liat, pasir, dan tanah.

Besi (Fe)

Besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi merupakan logam transisi yang
berada pada golongan VIII B dan periode 4. Besi adalah logam paling melimpah nomor dua
setelah alumunium. Besi adalah logam yang dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai
dalam keadaan unsur bebas. Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang
banyak digunakan untuk kehidupan manusia sehari-hari. Besi juga mempunyai nilai
ekonomis yang tinggi. Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam
penggunaannya.

Besi merupakan unsur transisi yang mempunyai sifat logam sebagaimana semua unsur
transisi lainnya. Sifat logam ini dipengaruhi oleh kemudahan unsur tersebut untuk melepas
elektron valensi. Selain itu, keberadaan electron pada blok d yang belum penuh menyebabkan
unsur Fe memiliki banyak elektron tidak berpasangan. Elektron- elektron tidak berpasangan
tersebut akan bergerak bebas pada kisi kristalnya sehingga membentuk ikatan logam yang
lebih kuat dibandingkan dengan unsur golongan utama. Adanya ikatan logam ini
menyebabkan titik leleh dan titik didih serta densitas unsur Fe cukup besar sehingga bersifat
keras dan kuat. Anonim. 2012 (online). (http://qboyciidreamer.blogspot.com/2012/03/artikel-
tentang-besi.html,diakses tanggal 17 februari 2017 )

Seng (Zn)

Seng adalah logam yang berwarna putih kebiruan, dan disimbolkan dengan Zn. Logam ini
termasuk ke dalam kelompok logam-logam golongan II-B dalam tabel periodik unsur kimia,
mempunyai nomor atom 30 dan berat atom 65,38. Mineral yang umum adalah ZnS. Mineral
lainnya adalah kompleks produk oksi dan garam-garam serta silikat (walaupun jumlahnya
lebih sedikit). Mineral-mineral dalam tanah liat juga dapat menyerap Zn (Allen, 1989).
Sebagi kofaktor, Zn dapat mengakibatkan keaktifan enzim lainnya. Kekurangan zat mineral
seng dapat mengakibatkan hati dan ginjal membengkak, dan terjadi gejala gizi besi.
Diperkirakan kebutuhan seng adalah 15 mg bagi setiap anak diatas 11 tahun.(online).
(http://lets-belajar.blogspot.com/2012/03/logam-zn.html,diakses tanggal 17 februari 2017)

Tembaga (Cu)

Tembaga atau cuprum dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29.
Tembaga di alam tidak begitu melimpah dan ditemukan dalam bentuk bebas maupun dalam
bentuk senyawaan. Bijih tembaga yang terpenting yaitu pirit atau chalcopyrite (CuFeS 2),
copper glance atau chalcolite (Cu2S), cuprite (Cu2O), malaconite (CuO) dan malachite
(Cu2(OH)2CO3) sedangkan dalam unsur bebas ditemukan di Northern Michigan Amerika
Serikat. Dalam jumlah kecil tembaga ditemukan pada beberapa jenis tanaman, bulu-bulu
burung terutama yang berbulu terang dan dalam darah binatang-binatang laut seperti udang
dan kerang.(online) (http://wanibesak.wordpress.com/2010/11/07/tembaga-tambang-sifat-
dan-kegunaan/, diakses tanggal 17 februari 2017)

V. ALAT DAN BAHAN

Tabung Reaksi
Rak Tabung
Pipet Pencet
Logam (Fe, Zn, Cu, Pb)
Paku Besi
Larutan Na2S2O3
NaOH 2M
HNO3 5M
HCl 5M

VI. CARA KERJA


1. Siapkan sepotong kecil logam Fe, Zn, dan Cu. Bersihkan logam tersebut
menggunakan sabut baja (ampelas) dan tempatkan sample tersebut ke dalam tabung-
tabung secara berpisah.
2. Tambahkan 3 ml larutan HCl 5M kedalam tabung tes dan catat perubahan yang terjadi
pada tabel lembar kerja dan tuliskan persamaan reaksinya.
3. Jika tidak terjadi, panaskan tabung-tabung tes tersebut secara hati-hati dan catat
perubahan yang terjadi
4. Ulangi langkah-langkah tersebut untuk logam-logam lain
5. Ulangi cara kerja pada langkah 1-4 dengan menggunakan larutan HNO3 5M sebagai
pengganti larutan HCl. Catat semua pengamatan anda dan tulis pula persamaan
reaksinya.
6. Ulangi cara kerja pada langkah 1-4 dengan menggunakan larutan HCl. Catat hasil
pengamatan.
7. Ke dalam tabung tersebut , tambahkan 2 ml Na2S2O3 amati perubahan yang terjadi dan
catat pada tabel

VII. HASIL PENGAMATAN

Pengaruh Asam Terhadap Logam (HCl)

Logam Dingin Panas


Fe (s) (Silver) + HCl (aq) 5M 3ml (tidak
Fe berwarna) Timbul gas H2
Zn (s) (abu-abu) + HCl (aq) 5M 3ml (tidak
Zn berwarna) Timbul gas H2

Cu Cu (s) (merah bata) + HCl (aq) 5M 3ml


(tidak berwarna) larutan tidak
bereaksi setelah dipanaskan
larutan berubah menjadi kuning bening.

Pengaruh Asam terhadap Logam (HNO3)

Logam Dingin Panas


Fe Fe(s) (silver) + HNO3 (aq) 5M 3ml (tidak
berwarna) Larutan berwarna
kuning berkarat , dan timbul gas H2.
Zn Zn(s) (abu-abu) + HNO3 (aq) 5M 3ml
(tidak berwarna) timbul gas H2
dan Zn larut didalam larutan HNO3
Cu Cu(s) (merah bata) + HNO3 (aq) 5M 3ml .
(tidak berwarna) timbul gas H 2
dan larutan berwarna biru .

Pengaruh alkali (NaOH) dan pengaruh sulfida Na2S2O3

Logam Pengaruh alkali Pengaruh sulfida


Fe Fe(s) (silver) + NaOH (aq) 2M 3ml Larutan (bening) + Na2S2O3 (aq) 2ml
(tidak berwarna) tidak (tidak berwarna) larutan tetap
berekasi . setelah dipanaskan tidak bereaksi dan berwarna bening
larutan tetap tidak bereaksi. (tidak berwarna)
Zn Zn(s) (abu-abu) + NaOH (aq) 2M 3ml Larutan (bening) + + Na2S2O3 (aq) 2ml
(tidak berwarna) Timbul (tidak berwarna) larutan tetap
sedikit gas H2 , larutan tetap bening . berwarna bening
Setelah dipanaskan larutan
tetap berwarna bening .
Cu Cu(s) (merah bata) + NaOH (aq) 2M Larutan (bening) + Na2S2O3 (aq) 2ml
3ml (tidak berwarna) tidak (tidak berwarna) larutan tetap
berekasi . tidak bereaksi dan berwarna bening
setelah dipanaskan larutan (tidak berwarna)
tetap tidak bereaksi .

VIII. MEKANISME REAKSI

(1). Pengaruh Asam terhadap Logam (HCl)

Zn (s) + 2HCl (aq) ZnCl2 (s) + H2 (g)

ZnCl2 (s) + Na2S2O3 (aq) S (s) + ZnSO4 (aq) +NaCl (S)

2 Fe (s) + 6 HCl (aq) 2 FeCl3 (aq) + 3 H2 (g)


FeCl3 (aq) + Na2S2O3 (aq) NaCl (s) + Fe2(SO3)3 (aq)

Cu (s) + 2HCl (aq) CuCl (s) + H2 (g)

CuCl (s) + Na2S2O3 (aq) CuS2O3 (aq) + NaCl (s)

(2). Pengaruh Asam terhadap Logam (HNO3)

Zn (s) + 4 HNO3 (aq) Zn(NO3)2 (aq) + 2NO2 (g) + 2 H2O (aq)

Zn(NO3)2 (aq) + Na2S2O3 (aq) Zn(S2O3)2(aq) + NaNO3 (s)

Fe (s) + 4 HNO3 (aq) Fe(NO3)3 (aq) + 2 H2O (aq) + NO (g)

2 Fe(NO3)3 (aq) + 3 Na2S2O3 (aq) Fe2(S2O3)3 (aq) + 6 NaNO3 (s)

3 Cu (s) + 8 HNO3 (aq) 3 Cu(NO3)2 (aq) + 2 NO (g) + 4 H2O (aq)

Cu(NO3)2 (aq) + Na2S2O3 (aq) 2 NaNO3 (s) + CuS2O3 (aq)

(3). Pengaruh Alkali terhadap Logam (NaOH)

Cu (s) + 2 NaOH (aq) Cu(OH)2 (aq) + 2 Na

Zn (s) + 2NaOH (s) + 2H2O (l) Na2[Zn(OH)4] (aq) + H2 (g)

Fe (s) + NaOH (s) + H2O (l) Na2[Fe(OH)4] (aq) + H2 (g)

IX. PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini , kami melakukan percobaan mengenai Reaksi Oksidasi
Reduksi (2) Pengaruh Asam dan Basa Terhadapa Logam. Pada percobaan kali ini kami
menggunakan sebanyak 3 sampel logam yaitu Fe, Cu dan Zn. kami juga menggunakan
beberapa larutan yang digunakan sebagai pelarut (zat penguji). Pada tahap yang pertama
kami menggunakan larutan HCl 5 M sebagai pereaksi dengan menggunakan beberapa logam
yang akan diuji yaitu Fe , Zn dan Cu . Pada logam Fe kami membersihkan paku dengan cara
mengamplasnya, lalu dengan menggunakan logam Cu dan Zn sebesar sekitar 5 cm . Lalu
pada uji logam dengan menggunakan kami menempatkan tiap- tiap logam pada tabung
reaksi, lalu menambahkan sebanyak 3 ml larutan HCl dan melihat perubahan yang terjadi.
Pada percobaan 1 menggunakan Fe lalu ditambahkan larutan HCl dan timbul gelembung gas.
Selanjutnya uji logam Cu dengan HCl , dimana Cu memiliki warna merah bata dan setelah
dicampurkan tidak terjadi perubahan dan itu berarti itu tidak bereaksi. Karena larutan tidak
bereaksi berarti larutan harus dipanaskan, setelah dipanaskan larutan berubah menjadi
berwarna kuning bening dan terdapat gelembung gas. Lalu dengan menggunakan logam Zn ,
dimana setelah direaksikan timbul gelembung gas dan reaksi yang terjadi sangat cepat. Pada
percobaan kedua kami menggunakan larutana HNO 3 sebagai larutan penguji dalam percobaan
ini , pada tahap awal kami menggunakan logam Fe sebagai sampel . Setelah itu letakkan
ketiga sampel logam kedalam masing-masing tabung reaksi dan ditambahkan dengan larutan
HNO3 . Pada percobaan pertama menggunakan sampel Fe dimana setelah ditambahkan
dengan HNO3 larutan berubah menjadi berwarna merah kecoklatan (berkarat) dan timbul
gelembung gas H2. Lalu menggunakan sampel yang kedua yaitu Cu dimana setelah
direaksikan dengan HNO3 timbul gas H2 dan larutan berwarna biru . Selanjutnya sampel
logam yang ketiga yaitu Zn dimana Zn memiliki warna abu-abu lalu setelah ditambahkan
dengan HNO3 larutan bereaksi dengan timbulnya gas H2 dan Zn yang melarut dalam HNO3.

Selanjutnya untuk uji yang ketiga adalah uji logam dengan menggunakan alkali
dimana disini menggunakan larutan basa Natrium Hidroksida (NaOH) untuk perlakuan yang
digunakan sama seperti uji pada asam diatas, dimana menggunakan 3 jenis logam yaitu Fe,Cu
dan Zn . Pada tahap awal kami menyediakan 3 tabung reaksi yang sudah diberi label dan
memasukkan masing-masing logam tersebut ke dalam tabung reaksi sesuai dengan label,
setelah itu ditambahkan dengan NaOH secara bergantian, dan setelah itu ditambah lagi
larutan Na2S2O3 dan diamati perubahan yang terjadi. Pada logam yang pertama yaitu Fe,
setelah ditambahkan dengan Natrium Hidroksida tidak terjadi reaksi pada logam Setelah itu
campuran larutan ditambahkan dengan larutan Na2S2O3 dan yang terjadi ,ternyata larutan
tetap tidak bereaksi. Selanjutnya pada logam yang kedua yaitu Cu , dimana setelah
ditambahkan dengan NaOH tidak terjadi reaksi dan kemudiana larutan tersebut ditambahkan
dengan larutan Na2S2O3 dan diamati lagi dan ternyata larutan masih tetap tidak
bereaksi.Untuk logam yang ketiga yaitu Zn dimana pada penambahan dengan NaOH ada
sedikit gelembung gas yang dihasilkan,setelah itu larutan ditambahkan dengan arutan
Na2S2O3 dan diamati reaksi yang terjadi ternyata larutan tetap bening tanpa ada perubahan
yang signifikaan dari sebelumnya.
X. KESIMPULAN

1. Zn akan lebih cepat bereaksi apabila direaksikan dengan HNO 3 dibandingkan dengan
HCl
2. Logam (Fe,Cu dan Zn) ternyata sulit bereaksi bahkan tidak berekasi dengan larutan
alkali atau NaOH.
3. Fe yang direaksikan dengan HNO3 ternyata akan lebih cepat mengkarat / berkorosi
dibangdingkan dengan Fe didalam HCl

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Besi. (online). (http://qboyciidreamer.blogspot.com/2012/03/artikel-tentang-

besi.html,diakses tanggal 17 februari 2017)

Anonim. 2012. Logam Zn. (online). (http://lets-belajar.blogspot.com/2012/03/logam-zn.

html,diakses tanggal 17 februari 2017)

Anonim. 2011. Natrium Hidroksida. (online). (http://kimiaanalis.blogspot.com/2011/12/naoh

-natrium-hidroksida.html, diakses tanggal 17 februari 2017 )

Anonim. 2011. Reaksi Oksidasi dan Reduksi. (online). (http://kimiaku.wordpress.com/2011/


10/20/reaksi-oksidasi-dan-reduksi-redoks/, diakses tanggal 17 februari 2017)

Anonim. 2010. Tembaga dan kegunaanya. (online) (http://wanibesak.wordpress.com/2010/11

/07/tembaga-tambang-sifat-dan-kegunaan/, diakses tanggal 17 februari 2017)

LAMPIRAN

Hasil Akhir...