Anda di halaman 1dari 3

IDE KREATIF MAHASISWA

Kwarsiorkor merupakan bahasa atau istilah yang diambil dari salah satu
suku di Afrika yang berarti kekurangan kasih sayang Ibu. Hal ini menunjukan
bahwa seorang Ibu menjadi ujung tombak dalam perjuangan melawan
kwarsiorkor, Ibu memegang peranan penting dalam mendukung upaya mengatasi
masalah gizi ini, terutama dalam hal asupan gizi keluarga, mulai dari penyiapan
makanan, pemilihan bahan makanan, sampai menu makanan. Meskipun demikian
Ibu bukanlah satu-satunya faktor yang berhubungan dengan kejadian kwasiorkor
ini karena faktor penyebab masalah ini sangat kompleks, diantaranya; faktor
sosial ekonomi, kesediaan pangan, daya beli, budaya, bencana alam dan keadaan
politik. Oleh sebab itu untuk cara penanggulangan masalah ini pun menjadi sangat
kompleks sehingga dibutuhkan pendekatan multi disiplin ilmu maupun multi
metoda.
Sebagai seorang mahasiswa, khususnya masiswa keperawatan yang
bergelut dalam bidang kesehatan sudah semestinya kita memberikan sebuah ide
atau solusi untuk mengatasi masalah kwasiorkor ini. Berikut beberapa ide yang
yang dapat kami sampaikan :

a. PBB (Penyuluhan Besar-Besaran)


Peningkatan status gizi bayi dan anak-anak menuntut pula
peningkatan pengetahuan keluarga khususnya Ibu. Oleh karena itu
sebelum mengambil langkah yang lain hal yang paling utama adalah
meningkatkan terlebih dahulu pengetahuan keluarga seputar gizi.
Survei menunjukkan bahwa ibu dengan pengetahuan gizi yang lebih
baik menyiapkan lebih banyak gizi dan vitamin pada setiap makanan
dalam rumah tangga. Pengetahuan ibu akan gizi tidaklah terkait erat
dengan tingkat pendidikan formal mereka maupun tingkat pendapatan. Ini
menunjukkan bahwa penyuluhan mengenai informasi tentang gizi dapat
meningkatkan kualitas menu makanan
Kegiatan ini dilaksanakan disetiap posyandu yang ada. Penyuluhan
ini meliputi pengetahuan seputar asi, gizi; bahan-bahan makanan sehari-
hari, sampai ke pembuatan menu harian juga disertai dengan praktek
pembuatan MPASI (makanan pendamping asi).
b. Diadakaannya kegiatan PKSA (Perlombaan Keluarga Sayang Anak)
Untuk memotivasi keluarga maka diperlukan sesuatu hal yang
terlihat menyenangkan, salah satunya perlombaan. Kegiatan PKSA ini
terdiri dari berbagai macam perlombaan seperti lomba bayi sehat, loba
cerdas-cermat seputar asi, lomba penyusunan menu mpasi dan lain-lain.
Kegiatan ini dilakukan ditingkat posyandu setelah itu pemenangnya
dilombakan lagi antar puskesmas.
Kegiatan PKSA ini dapat dijadikan evaluasi terhadap keberhasilan
kegiatan sebelumnya yaitu kegiatan penyuluhan.
c. Pembukaan Lapangan pekerjaan oleh Pemerintah
Untuk mengatasi masalah ekonomi terkait rendahnya daya beli tentu
diperlukaan lapangan pekerjan yang memadai. Krisis ekonomi, disusul
krisis keuangan global, bermuara pada pertambahan jumlah warga miskin
di Indonesia. Pemutusan hubungan kerja dan anjloknya daya beli adalah
masalah yang menghantam pilar kualitas gizi masyarakat. Oleh karena itu
pelaku usaha kreatif yang digawangi oleh pemerintah harus membuka
lapangan pekerjaan khususnya didaerah-daerah tertinggal dengan angka
kemiskinan tinggi.
d. Bank Sampah Bersama (BSB)
BSB ini merupakan kegiatan pengelolaan sampah berbasis
masyarakat. Tidak hanya menjadikan lingkungan bersih BSB ini juga bisa
menjadikan masyarakat menjadi sehat.
Di BSB setiap warga bisa menukarkan sampahnya dengan bahan
makanan pokok, selain itu bisa juga ditukar dengan susu bayi dan tentu
saja bisa ditukar dengan uang. Program BSB ini akan mendorong
masyarakat untuk memilah sampah, tak hanya membuat lingkungan
sekitar bersih namun program ini pun dapat membuat masyarakat menjadi
sehat.

e. Kichen Garden
Kitchen Garden tidak hanya terbatas berkebun dipekarangan, namun
boleh menggunakan sistem pertanian lain, apabila lahan terbatas, seperti
menggunakan teknik penanaman dipot, menggunakan media penanaman
air, infuse, dan lain-lain.
Program ini akan membuat masyarakat memiliki asupan bahan
makanannya lebih sehat dan beraneka ragam karena berasal dari bahan
makanan yang ditanam sendiri. Secara tidak sadar, masyarakat sudah turut
berupaya untuk melakukan penguatan ketahaanan pangan di rumah.
f. 3M (memantau, menilai, menganalisis)
Memantau, menilai, dan menganalisis situasi gizi secara terus-
menerus. Progmam ini dilakukan oleh perawat komunitas dengan dibantu
para kader yang terlatih. Perawat harus senantiasa memantau status gizi
masyarakatnya, dan apabila ditemukan indikasi yang mengarah pada gizi
buruk segera lakukan penilaian jika diketahui hal ini memang gizi buruk
maka segera lakukan tidakan.
Selain itu Perawat juga harus meningkatkan pengasuhan /
pengawasannya pada masyarakat yang menjadi kelompok rawan.