Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH MIKOLOGI

Basidiomycota

Di susun oleh :

RafikaArdiani 145040201111072

Endah Ari Wahyuni 145040201111073

NurtrianaWulandari 145040201111082

Eka Arif Wibawa Hadi Saputra 145040201111122

JenicaAsri 145040201111162

Kelompok 5

Kelas D

MINAT HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang

Di dunia ini terdapat banyak jenis mahluk hidup yang


kemudian dari jenis-jenis tersebut di golongkan berdasarkan
beberapa penggolongan. Penggolongan tersebut diantaranya
adalah penggolongan berdasarkan kingdom yakni kingdom
Animalia, kingdom plantaedan kingdom Fungiataujamur.
Kingdom fungi ini di bagi kembali menjadi beberapa ordo atau
bangsa. Menurut(Alexopoulos, 1996) fungi atau jamur adalah
organisme yang memiliki inti, berspora, tidak memiliki klorofil,
berupa benang benang bercabang. Dinding sel terdiri atas
selulosa, khitin atau keduanya. Hidup tergantung dari zat zat
organik yang terdapat pada substrat yang digunakan sebagai
tempat tumbuhnya, oleh karena itu jamur digolongkan
organisme heterotrof. Jamur dibedakan menjadi dua menurut
penampakannya, yaitu jamur makroskopis dan mikroskopis.

Jamur makroskopis relatif mempunyai ukuran yang besar,


sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Jamur mikroskopis
dapat dilihat dengan jelas menggunakan mikroskop. Sedangkan
jamur makroskopis adalah jamur yang memiliki tubuh buah
cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang,
dapat dipetik oleh tangan, berada di atas atau di dalam tanah,
tidak selalu berdaging, tidak selalu dapat dimaka. Jamur-jamur
tersebut terutama jamur yang termasuk kedalam ordo
Basidiomycota kemudian diketahui memiliki banyak spesies-
spesies yang terdapat didalamnya. Dari beberapa spesies
tersebut, diketahui memiliki klasifikasi maupun peran yang
berbeda. Oleh karena itu, pembuatan makalah ini ditujukan
untuk mengetahui klasifikasi beserta peran-peran yang dimiliki
oleh masing-masing spesies jamur yang termasuk kedalam ordo
Basidiomycota.
1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini diantaranya


adalah:

1. Untuk mengetahui klasifikasi dari ordo Basidiomycota


2. Untuk mengetahui karakteristik dari ordo Basidiomycota
3. Untuk mengetahui berbagai spesies dari ordo Basidiomycota
4. Untuk mengetahui peran dari masing-masing ordo Basidiomycota

1.3 Manfaat

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan makalah ini


diantaranyaadalah:
1. Dapat mengetahui klasifikasi dari ordo Basidiomycota
2. Dapat mengetahui karakteristik dari ordo Basidiomycota
3. Dapatmengetahui berbagai spesies dari ordo Basidiomycota
4. Dapat mengetahui peran dari masing-masing spesies ordoBasidiomycota
BAB II
ISI
2.1 Karakteristik Basidiomycota
Pada dasarnya, Basidiomycota adalah jamur filamen terdiri dari hifa
(kecuali yang membentuk ragi) dan mereproduksi secara seksual melalui
pembentukan sel-sel khusus berbentuk kelompok (basidia) yang biasanya
memiliki spora eksternal (biasanya empat), yang merupakan meiospora khusus
yang dikenal sebagai basidiospora (Swann dan Hibbert,2007).
Spora pada basidiomycota terdapat spora aseksual yang disebut
basidiospora diproduksi diatas basidium. Basidium adalah struktur berbentuk
gada yang terdiri atas satu atau empat sel yang akan memproduksi basidiospora
(Abadi, 2003).

Ciri-ciri umum basidiomycota yaitu meskipun dianggap monofiletik,


Basidiomycota sangat bervariasi, dengan bentuk uniseluler dan multiseluler,
seksual dan aseksual, dan darat dan perairan. Produksi basidia adalah fitur yang
paling sering diperhatikan. Basidium adalah sel di mana fusi inti dan meiosis
terjadi sebelum mengembangkan basidiospora biasanya haploid. Namun, basidia
terbatas pada Basidiomycota seksual. Fitur lain yang menjadi karakteristik adalah
dikaryon berumur panjang, di mana semua sel dalam talus mengandung dua inti
haploid sebagai akibat dari peristiwa kawin.

Basidiomycota memiliki ciri-ciri yang yang lain yaitu:

a. Hifanya bersekat, mengandung inti haploid.

b. Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari
bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya
lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya
basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.

c. Reproduksi secara seksual dan aseksual.

d. Miselium ada 3 macam, yaitu:


1. Miselium primer, yaitu miselium yang sel-selnya berinti satu hasil
pertumbuhan basidiospora.

2. Miselium sekunder, yaitu miselium yang sel-selnya berinti dua.

3. Miselium tersier, yaitu miselium yang terdiri atas miselium sekunder


yang terhimpun membentuk jaringan yang teratur pada pembentukan
basidiokarp dan basidiofor yang menghasilkan basidiospora.

Basidiomycota mencakup sebagian besar spesies makroskopis yang sering


dikenal sebagai mushroom atau cendawan sejati, terlihat amat mencolok dan
sering kita jumpai. Terdapat sekitar 25.000 jenis fungi yang dieklompokkan dalam
Basidiomycota yang meliputi cendawan, fungi rak, puffball, rust, smut. Nama itu
berasal dari basidium (Bahasa Latin yang berarti alas kaki) suatu tahapan
diploid sementara dalam siklus hidup organisme tersebut. Bentuk basidium mirip
gada menyebabkan anggota dari fungi tersebut dikenal dengan nama umum fungi
gada. Basidiomycota merupakan pengurai penting bagi kayu dan bagian
tumbuhan yang lainnya (Campbell,2003).
1. Struktur tubuh

Gambar struktur tubuh Basidiomycota ( Putri, 2011)


Ciri morfologis yang ada dapat dikembangkan lagi menjadi ciri yang
lebih spesifik dimulai dari bagian tudung jamur sampai bagian dasar tangkai
jamur. Dapat dilihat dari literatur berikut menurut Mueller (2004), morfologi dari
Basidiomycota yaitu:
1. Tudung (pileus)
Tudung (pileus) merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di bagian
bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh
selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan
pecah.
Macam - macam tipe tudung Basidiomycota antara lain :
1. Pileal shape / bentuk tudung

Keterangan :
a. Cuspidate (berpuncak runcing)
b. Plane W / slight umbo (sedikit menonjol)
c. Plane W / flattened umbo (tonjolan rata)
d. Plane / papillate ( berpapila)
e. Mammilate / pappilate (berpapila cembung)
f. Campanulate (berbentuk lonceng)
g. Convex atau hemispheric (cembung / setengah bulat)
h. Broadly paraboloic (berbentuk parabola)
i. small paraboloic (parabola kecil)
j. Conic (berbentuk kerucut)
k. Plane (lebar)
l. Broadly convex (cembung melebar)

2. Pileal Surface / permukaan tudung

K
eterangan :
a. Smooth (halus)
b. Veluntious (berbulu sangat rapat)
c. Villose (berbulu panjang)
d. Minutely / pubescent (berbulu jarang / berbulu rapat)
e. Radially fibrillose (berfibri)
f. Tessellated / netted (berbentuk jaring)
g. Areolate / cracked (berbercak)
h. Innately scaley / squamulose (berduri)
i. Squamose scales (bersisik kasar)
j. Pruinose / granular (berlapis butiran)
k. Warty / scurfy (berbutir kasar / berbutir halus)
l. Rugose / rugulose (berkerut)
m. Scrobiculate (berlekuk)

3. Pileus margin / tepi tudung

Keterangan :
a. Translucent striate (bergaris halus)
b. Sulcate striate (bergaris melengkung)
c. Plicate striate (bergaris runcing)
d. With rolled margin (dengan tepi bergulung kedalam)
e. Undulating (tepi menggulung keluar)
f. Rimos (tepi terbelah)
g. Cekung tidak bergaris
h. Not striate smooth (halus tidak bergaris)
i. Tuberculate striate (bergulung keluar dan bergaris)
j. Umbonate (berlekuk)
k. Umbilicate (pucuk cekung)
l. Papilla (berpapila)
m. Slighty (sedikit berlekuk)
n. Depressed (tepi berlekuk)
o. Mod indeted (agak cekung)
p. Deeplyindented (cekung dalam)
q. Infudibbuliform (berbentuk U)

2. Hifa

Basidiostructur
Sumber : http3.bp.blogspot.com_ basidiostructure.gif
Hifa bersekat melintang, berinti satu (monokariotik) dan dua (dikariotik).
Miseliumnya berada pada substrat. Dari hifa dikariotik dapat muncul tubuh buah
yang berbentuk payung atau bentuk lain yang menjulang di atas substrat. Tubuh
buah atau basidiokrap merupakan tempat tumbuhnya basidium. Pada bagian ujung
basidium akan tumbuh empat basidiospora. (Campbell, 2003).
3. Cara hidup
Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme
lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh
makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan
miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena
jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang
menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat
itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat
bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
Cara hidup Basidiomycota yaitu saprofit dengan mengubah susunan zat
organik yang mati, misalnya saprofit pada serasah daun, merang padi, batang
pohon yang mati, dll. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim
hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks
menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa
dapat juga langsung menyerap bahan-bahan organik dalam bentuk sederhana yang
dikeluarkan oleh inangnya (Campbell, 2003).
2.2 Anggota Basidiomycota
Filum Basidiomycota adalah salah satu anggota dari Jamur sebenarnya
yang memiliki ciri antara lain memiliki alat reproduksi seksual berupa
basidiospora. Filum ini terbagi menjadi 6 golongan besar, yaitu:
a. Ustilaginales (Jamur gosong)
Basidium memiliki dinding silang atau tidak bersepta. Ini adalah
promycelium dari teliospora tersebut. Teliospora tunggal atau sekumpulan dalam
kerak atau kolom, yang tersisa di jaringan host atau meledak melalui epidermis.
Hanya teliospora dan basidiospora yang diproduksi.
Genus: Ustilago, penyebab busuk pada jagung (U. maydis) ; Urocystis,
penyebab busuk pada bawang (U. cepulae); Sporisorium, penyebab busuk
menonjol pada sorghum (S. sorghi); Sphacelotheca, penyebab gosong bengkak
pada sorgum (S. cruentum).
b. Uredinales (Jamur Karat)
Basidium dengan dinding silang. Sel jantan disebut spermatia fertile
khusus menerima hifa di spermagonia. Memproduksi dua dari beberapa spora
yaitu teliospora, basidiospora, aeciospore dan uredospore.
Genus: Cronartium, beberapa spesies menyebabkan karat pada pinus;
Gymnosporangium, menyebabkan karat pada apel (G. juniperi-virginianae);
Hemileia,penyebab karat daun kopi (H. vastatrix);Phakopsora, penyebab karat
pada kedelai (Phakopsora, P. pachyrrhiz); Phragmidium, Puccinia, Uromyces.
c. Exobasidiales, basidiocarp kurang, basidia berproduksi dipermukaan pada
jaringan yang terparasit.
Genus: Exobasidium, penyebab pembengkakan daun, bunga dan jaringan
pada beberapa tanaman hias.
d. Ceratobasidiales, Basidiocarp seperti jaring laba-laba, tidak mencolok.
Basidia tanpa dinding lintas, dengan empat sterigmata menonjol
genus: : Athelia, Thanatephorus, Typhula.
e. Agaricales (the mushrooms), basidium tanpa dinding lintas, diproduksi
pada lamellae. Kebanyakan adalah jamur mikoriza
genus: Armillaria, Crinipellis, Marasmius, Pleurotus,Pholiota
f. Aphyllophorales, Basidia tanpa dinding lintas diproduksi pada hifa
hymeniumforming dan melapisi permukaan pori-pori kecil atau tabung
genus: : Athelia, Chondrostereum Corticium, Heterobasidion,
Ganoderma
2.3 Peran Basidiomycota
1. Peran Basidiomycota yang menguntungkan
Dewasa ini budidaya jamur (Mushrooming the mushroom) yang dapat
dikonsumsi telah banyak dilakukan orang yaitu dengan menggunakan limbah
pertanian sebagai media tumbuhnya. Budidaya jamur yang dapat dimakan (edible
mushroom) merupakan salah satu cara mengatasi kekurangan pangan dan gizi
serta menganekaragamkan pola komsumsi pangan rakyat (John Willey dan Sons
Inc, 1996).
Beberapa contoh basidiomycota yang menguntungkan sebagai bahan
makanan dan obat (edible mushroom):
1. Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.)
Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.) sebagai bahan dasar masakan dan
makanan ringan. Sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan
mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan
dan diabetes. Kandungan asam folatnya (vit. B-komplek) tinggi dan dapat
menyembuhkan anemia dan obat antitumor, mencegah dan menanggulangi
kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi.
Gambar contoh kegunaan jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.)
2. Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus)
Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan
mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5
buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori. Selain sebagai sumber protein
nabati, juga dapat mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah koroner pada
penderita penyakit hipertensi dan jantung akibat kolesterol. Jamur ini juga
dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan formula obat penghalus kulit.
Jamur kancing dimasak utuh atau dipotong-potong lebih dulu. Jamur
kancing cepat berubah warna menjadi kecoklatan dan hilang aromanya setelah
dipotong dan dibiarkan di udara terbuka. Jamur kancing segar sebaiknya cepat
dimasak selagi masih belum berubah warna.

Gambar Contoh kegunaan Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus)


3. Jamur merang (Volvariella volvaceae)
Jamur merang (Volvariella volvaceae) digunakan sebagai bahan dasar
masakan dan makanan ringan. Kandungan antibiotiknya berguna untuk
pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan penyakit
kanker. Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.
Gambar contoh kegunaan jamur merang (Volvariella volvaceae)
4. Jamur kuping (Auricularia auricular)
Jamur kuping (Auricularia auricular) Jamur yang banyak dipakai untuk
masakan . Dapat dibuat sebagai sari buah dan jamur kuping, kuah jamur
kuping,dsb. Lendir yang terkandung di dalamnya berkhasiat untuk menetralkan
senyawa berbahaya (beracun) yang terdapat di dalam bahan makanan, membuat
sirkulasi darah lebih bebas bergerak dalam pembuluh jantung, dan di Inggris
digunakan sebagai obat sakit tenggorokan. Jamur kuping bisa mengurangi dahak,
memperkuat energi bermanfaat bagi kecerdasan, menghilangkan kekeringan
mengkuatkan tubuh, menyuburkan rambut, melancarkan darah, merawat lambung,
dan yang lebih penting dapat menyapu bersih aneka macam sampah beracun di
dalam tubuh anda.

Gambar Contoh kegunaan Jamur kuping (Auricularia auricular)


5. Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum)
Dari 80 spesies Ganoderma di dunia yang telah diketahui berkhasiat obat,
hanya spesies Ganoderma lucidum yang paling banyak dan populer digunakan
sebagai obat karena mengandung bahan aktif berupa germanium organik hingga
mencapai 2000 ppm dan polisakarida. Kedua zat (Germanium organik dan
polisakarida) aktif dan kombinasinya hanya ditemukan pada jamur Ling-zhi.
Germanium organik (GE+32) merupakan unsur kimia yang dapat larut dalam air,
memiliki sifat semi konduktor netral dan mudah bersatu dengan elektron dan
substansi lain. GE juga termasuk semacam oksida sekui (bentuk dari suatu
kombinasi oksida) yang memungkinkan logam berat dalam tubuh diikat dan
dikeluarkan dalam waktu 20 jam. Kandungan germanium organik pada Ling-zhi
antara 800-2000 ppm, berarti lebih tinggidibandingkan ginseng (GE hanya 250-
320 ppm) yang selama ini populer di masyarakat sebagai obat unggul.
Ling zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengonsumsi
ramuan dari ling zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun
(constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ
lain yang sakit. Sejauh ini belum pernah ditemukan efek negatif yang ditimbulkan
setelah mengonsumsi ramuan ling zhi.

Gambar contoh kegunaan Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum)


6. Jamur shiitake (Lentinus edodes),
Jamur ini biasa digunakan sebagai bahan makanan. Spora Shiitake dikenal
dapat meredakan efek serangan influenza, menghambat pertumbuhan sel kanker,
leukemia dan rheumatik. Enzim-enzim yang terkandung di dalam jamur dapat
memproduksi asam amino tertentu yang mampu mengurangi kadar kolesterol dan
menurunkan tekanan darah, dapat menghambat pertumbuhan sel virus, dan lain-
lain.
Jamur enokitake (Flammulina velutipes), dikenal juga sebagai jamur
musim dingin (winter mushroom). Jamur maitake (Grifola frondosa),
mengeluarkan aroma harum kalau dimasak, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai
hen of the woods. Jamur matsutake (Tricholoma matsutake), jamur langka yang
belum berhasil dibudidayakan dan diburu di hutan pinus wilayah beriklim sejuk.
(M Kobori, M Yoshida, M Ohnishi-Kameyama, dan H Shinmoto, 2010)
2. Peran Basidiomycota yang merugikan
Tidak semua basidiomycota menguntungkan, ada pula yang merugikan,
antara lain :
a. Puccina graminis atau jamur karat

Jamur ini termasuk Ordo Uredinales (Rust Fungi). Jamur ini tidak
mempunyai basidiokarp. Hidup parasit pada rumput, gandum, murbei, dan lain-
lain. Miselium jamur ini tidak menelusup jauh dari tempat infeksinya dan
membentuk bercak seperti karat, sehingga disebut jamur karat (Indrawati Gandjar
& Wellizar S, 2006: 86).
b. Ustilago maydis

Ustilago maydis adalah cendawan penyebab penyakit gosong bengkak


pada jagung (corn smut). Cendawan ini merupakan dimorfik, artinya dalam siklus
hidupnya dapat terjadi dua bentuk, yaitu membentuk sel khamir dan membentuk
miselium. U. maydis umumnya menyerang tongkol jagung dengan masuk ke
dalam biji dan menyebabkan pembengkakan serta terbentuknya kelenjar.
Pembengkakan akan mengakibatkan kelobot rusak dan kelenjar pecah hingga
spora U. maydis dapat menyebar (Jos Ruiz-Herrera, Alfredo D. Martnez-
Espinoza (1998: 149158).
c. Amanita muscaria

Jamur ini adalah jamur beracun yang termasuk ke dalam golongan


basidiomycota. Jamur ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari merah
terang, jingga, kuning, hingga putih. A. muscaria dapat ditemukan di berbagai
daerah di seluruh dunia karena jamur ini mampu tumbuh di berbagai suhu, mulai
dari suhu dingin seperti di kutub hingga daerah tropis sekalipun. Namun, ciri khas
dari jamur ini adalah adanya bercak-bercak putih di bagian kepala. A. muscaria
memang terkenal sangat beracun karena dalam 2-3 jam setelah menghirup jamur
ini dapat terjadi diare, vertigo, koma, muntah, dan beberapa efek lainnya. Amanita
muscaria, dapat menyebabkan halusinasi jika dimakan. Pada bagian tubuh buah
dari jamur ini, terdapat senyawa asam ibotenat dan muscimol yang bersifat
halusinogen dan psikoaktif. Senyawa tersebut dapat mempercepat mengganggu
sistem saraf, denyut jantung, mulut kering dan halusinasi (Thomas J. Volk, 1999).
d. Ganoderma applanatum, jamur ini menyebabkan kerusakan pada kayu
e. Ganoderma pseudoferreum, jamur ini penyebab busuk akar pada tanaman
coklat, kopi, teh, karet dan tanaman perkebunan lain
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Basidiomycota merupakan jamur filamen terdiri dari hifa bersekat, yang
cara hidupnya termasuk saprofit. Basidiomycota memiliki alat reproduksi seksual
berupa basidiospora. Spora pada basidiomycota terdapat spora aseksual yang
disebut basidiospora diproduksi diatas basidium Dalam Basidiomycota terdapat
Filum yang dibagi menjadi 6 golongan besar, yaitu: Ustilaginales (Jamur gosong),
Uredinales (Jamur Karat), Exobasidiales, Ceratobasidiales, Agaricales, dan
Aphyllophorales. Dari segi peran Basidiomycota yaitu dapat merugikan dan
menguntungkan. Peran Basidiomycota yang menguntungkan yaitu basidiomycota
sebagai bahan makanan dan obat. Sedangkan untuk peran merugikan yaitu
terjadinya penyakit Puccina graminis atau jamur karat, Ustilago maydis, Amanita
muscaria, Ganoderma applanatum, jamur ini menyebabkan kerusakan pada kayu,
Ganoderma pseudoferreum, jamur ini penyebab busuk akar pada tanaman coklat,
kopi, teh, karet dan tanaman perkebunan lain.
DAFTAR PUSTAKA
Agrios, G.N. 1997. Plant Pathology. Forth Edition. Academic Press. New York
Alexopoulos, C. C. (1996). Introductory Mycology . Canada: John Wiley & Sons,
Inc.
Campbell, Reece dan Mitchell. 2003. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Latif. A.L. 2003. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Malang: Bayumeida
M Kobori, M Yoshida, M Ohnishi-Kameyama, dan H Shinmoto. "Ergosterol
peroxide from an edible mushroom suppresses inflammatory responses in
RAW264.7 macrophages and growth of HT29 colon adenocarcinoma cells".
National Food Research Institute; Diakses pada 26 November 2010
Swann dan Hibbert. 2007. Ciri-ciri Jamur Basidoimicota.http://artikeltop.xyz/ciri-
ciri-jamur-basidiomycota.html. Akses 5 April 2017