Anda di halaman 1dari 8

LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN

ASAM KLORIDA
HCl
Berat molekul 36,5
HCl sangat korosif. Uap HCl bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan. Kontak fisik
dengan asam yang satu ini harus dihindari, karena akan menyebabkan iritasi berat.
KESEHATAN -inhalasi : menyebabkan iritasi parah disaluran pernapasan
bagian atas
-konsumsi : menelan HCl menyebabkan luka bakar pada
tenggorokan, mulut, kerongkongan, dan saluran pencernaan
-kontak kulit : menyebabkan luka bakar kemerahan dan nyeri kulit
KEBAKARAN Produk ini tidak mudah terbakar, tidak membakar, tapi panas
menimbulkan uap/kabut yang sangat beracun.
REAKTIVITAS Stabil dibawah kondisi biasa penggunaan dan penyimpanan. Tidak
polimerisasi. Tidak kompatibel dengan paduan aluminium dan
aluminium.
SIFAT-SIFAT FISIKA
Keadaan fisik : cair Titik didih : 108,58C @760mmHg
Bau : beraroma tajam Titik lebur : -62,25C (-80F)
Molekul berat : tidak dipakai Tekanan uap : 16 kPa (@20C)
Warna : tak berwarna ke kuning muda Kelarutan : larut dalam air dingin, air panas,
pH : asam dietil eter
KESELAMATAN DAN KEAMANAN
PENANGANAN Lantai sebaiknya terlapisi dengan bahan tahan asam. Simpan dalam
DAN container aslinya, Jaga tetap tersegel aman. Simpan di tempat sejuk,
PENYIMPANAN kering, berventilasi baik, jauhkan dari alkali, agen pengoksidasi dan
chemical yang mudah terurai seperti sulfida, karbonat, logam, oksida
logam, hidroksida, amin, karbida, formaldehid. Lindungi container
dari kerusakan fisik dan sinar matahari langsung. Cek rutin
kebocorannya.
TUMPAHAN Jangan menyentuh bahan tumpahan/cecerannya. Gunakan pakaian
DAN PVC lengkap dan alat pernapasan. Wadah dan serap tumpahan dengan
KEBOCORAN pasir, tanah, bahan inert atau vermiculte. Gunakan soda abu atau
kapur untuk netralisir. Kumpulkan residunya. Semua material
pembersih dipindahkan, diwadahi, disimpan dengan baik dan dibuang
ke tempat yang aman/sesuai.
ALAT Gunakan pakaian pelindung lengkap dan alat pernapasan (SCBA).
PELINDUNG
DIRI
PERTOLONGAN inhalasi : bawa ke tempat udara segar. Jika tidak bernapas,
PERTAMA berikan pernapasan buatan, panggil dokter.
-konsumsi : jangan berusaha untuk memuntahkan. Berikan
besar kuantitas air/susu magnesium. Jangan memberikan apapun
melalui mulut. Mendapat perhatian medis segera.
Kontak mata : terus siram mata dengan air dalam jumlah besar
minimal 20 menit.jika iritasi berlanjut hubungi dokter.
PEMADAMAN Jika terjadi kebakaran, gunakan semburan air, dinginkan container
API dengan siraman
INFORMASI LINGKUNGAN
Limbah larutan HCl tidak boleh langsung dibuang ke sungai atau tanah, kecuali setelah
dinetralkan dengan larutan soda atau kapur sampai pH 6-9. Gas HCl dapat diserap kedalam
larutan kapur. Cemaran HCl dalam udara dapat menyebabkan hujan atau embun asam yang
korosif terhadap instalasi logam

LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN

ASAM SULFAT
H2SO4
Berat molekul 98,08
Asam sulfat banyak digunakan dalam industry. Cairan kental, amat korosif. Bereaksi
dengan jaringan tubuh. Berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata. Bereaksi hebat
dengan air dan mengeluarkan panas (eksotermis). Bereaksi pula dengan logam, kayu,
pakaian dan zat organik. Uapnya amat iritatif terhadap saluran pernafasan.
KESEHATAN Efek jangka panjang (akut) :
Penghirupan uap asam menyebabkan iritasi pada hidung dan
tenggorokan serta mengganggu paru-paru. Cairan asam dapat merusak
kulit dan menimbulkan luka yang amat sakit. Dapat menimbulkan
kebutaan bila kena mata.
Efek jangka pajang (kronis) :
Penghirupan uap asam kadar kecil dalam jangka panjang berakibat
iritasi pada hidung, tenggorokan dan paru-paru.
Nilai ambang batas : 1 mg/m3 (ACGIH 1987-88)
Toksisitas :
LD 50 = 2,14 g/kg (tikus); LC 50 = 510 mg/m3 (tikus)
IDLH : 80 mg/m3
KEBAKARAN Tidak terbakar, tetapi asam pekat bersifat oksidator yang dapat
menimbulkan kebakaran bila kontak dengan zat organic seperti gula,
selulosa dan lain-lain. Amat reaktif dengan bubuk zat organic.
REAKTIVITAS Mengalami penguraian bila kena panas, mengeluarkan gas SO2. Asam
encer bereaksi dengan logam menghasilkan gas hydrogen yang
eksplosif bila kena nyala atau panas. Asam sulfat bereaksi hebat
dengan air.
SIFAT-SIFAT FISIKA
0
Titik Leleh : 10 C Tekanan Uap : 1 mmHg (146oC)
Titik Didih : 290 0C Berat jenis : 1,84 (100%)
Larut dalam air dalam segala perbandingan Berat jenis uap : 3,4 (udara=1)
KESELAMATAN DAN PENGAMANAN
PENANGANAN Hindari kontak langsung dengan asam. Cegah penghisapan uap atau
DAN kabut, dengan bekerja dalam almari asam atau dengan ventilasi yang
PENYIMPANAN baik. Pengenceran asam dilakukan dengan menambahkan asam
sedikit demi sedikit kedalam air dan bukan sebaliknya. Ingat
isotermik. Simpan asam dalam wadah yang kuat ditempat berventilasi
dan dingin. Jauhkan dari air, zat organic mudah terbakar dan logam.
Perhatikan kebocoran wadah. Kebocoran dapat merusak lantai
TUMPAHAN Jangan sentuh tumpahan asam. Merusak kulit atau pakaian, dan lantai.
DAN Netralkan tumpahan dengan larutan soda atau kapur, sebelum disiram
KEBOCORAN dengan air. Beri ventilasi. Hati-hati terhadap tempat rendah (uap lebih
berat dari pada udara). Pakai alat pelindung diri, dalam menangani
tumpahan asam.
ALAT Paru-paru :filter penyerap asam atau respirator udara
PELINDUNG Mata : safety goggles dan pelindung muka.
DIRI Kulit : gloves (CPE, neoprene, PE), pakaian kerja dan safety shoes.
PERTOLONGAN Penghirupaan : bawa korban ke tempat segar, cari pengobatan
PERTAMA Terkena mata : cuci dengan air bersih (dan hangat) selama 20 menit
dan segera bawa ke dokter
Terkena kulit : cuci dengan air bersih 20 menit, cari pengobatan.
Tertelan : bila sadar, beri minum 1-2 gelas air, bawa ke dokter.
PEMADAMAN Kebakaran dapat di padamkan dengan bubuk kimia atau CO 2.
API Kebakaran besar dipadamkan dengan air, tetapi harus hati-hati sebab
dapat menimbulkan panas (pemadaman dari jarak jauh)
INFORMASI LINGKUNGAN
Penyebab asam dalam air limbah dan mengganggu kehidupan tanaman dan binatang dalam
air. Penetralan dapat dilakukan dengan soda atau air kapur sampai pH 6-9 sebelum dibuang
ke lingkungan. Residu netralisasi dapat dicampur dengan tanah atau pasir.

LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN

KALIUM PERMANGANAT
KMnO4
Berat molekul 158,04
Kalium permanganat dapat dibuat dengan oksidasi elektrolitik mineral manganese. Digunakan
dalam pemutih (bleaching) resin, lemak, minyak, jerami dan sutera. Jangan dipakai sebagai
antiseptic, reagen analisa, oksidator, pengawet kayu dan pengolahan air. Bersifat oksidator,
iritan dan korosif.
SIFAT-SIFAT BAHAYA
KESEHATAN Efek terhadap kesehatan:
Penghirupan debu bahan akan mengakibatkan iritasi nasal (hidung) dan
saluran pernafasan. Demikian pula apabila terkena mata, bahkan dapat
mengakibatkan gangguan pandangan. Bila tertelan dapat menyebabkan
gangguan setempat maupun sistemik bergantung pada konsentrasi, anemia
dan kerusakan ginjal adalah termasuk efek sistemik.
Nilai ambang batas: 5 mg Mn/m3
Toksisitas:
143 mg/kg (oral, manusia) : gangguan paru-paru, pernafasan dan usus
KEBAKARAN Tidak terbakar, tetapi karena sifatnya oksidator, maka ia eksplosif, dapat
membakar zat organic atau zat organic baik berupa cair maupun padatan.
Bahan dapat membantu kebakaran bahan lain.
REAKTIVITAS Stabil dalam wadah tertutup pada suhu kamar. Bereaksi eksplosif dengan
bahan inkompatibel : asam asetat, HCl pekat, anhidrida asam asetat,
formaldehida, ammonium nitrat, dimetilformamida (DMF). Juga akan
menyala bila kontak dengan gliserol, DMF, kayu dan bahan organic
lainnya.
SIFAT-SIFAT FISIKA
Wujud zat : Kristal, tidak berbau Berat jenis (air=1) : 2,703
Warna : ungu tua, Kristal mengkilat Kelarutan : larut dalam air sebanyak 65 g/L pada
Titik leleh : 240oC 20oC
KESELAMATAN DAN PENGAMANAN
PENANGANAN Hindari terbentuknya sebu bahan, pasang ventilasi atau local exhauster
DAN agar cemaran di tempat kerja < NAB. Bila sepatu atau pakaian terkena
PENYIMPANAN bahan segera cuci tangan bahan segera cuci karena dapat menimbulkan
kebakaran. Jaga agar tidak kontak dengan mata dan kulitdan tidak
menghirup debu dengan memakai alat pelindung diri. Simpan bahan di
tempat dingin, kering, berventilasi dan jauh dari panas serta bahan
incompatible terutama senyawa ammonium dan hydrogen peroksida
TUMPAHAN Beritahu safety personnel, evakuasi personel yang tak diperlukan serta
DAN jauhkan sumber panas, hindari terbentuknya debu dan kontak bahan
KEBOCORAN dengan mata atau kulit. Bahan tumpahan dapat dinetralkan dengan
bisulfit atau garam fero setelah diasamkan dengan 3M H2SO4. Lantai
bekas tumpahan dapat dicuci dengan air sabun.
ALAT Pernafasan : respirator debu (OSHA/NIOSH) dan pakailah SCBA bila
PELINDUNG dalam keadaan darurat.
DIRI Mata : kacamata, goggles
Kulit : gloves (karet, PVC), sepatu dan apron.
PERTOLONGAN Penghirupan : pindahkan korban ke tempat udara segar, serta beri
PERTAMA bantuan pernafasan bila perlu.
Terkena kulit : segera lepaskan pakaian terkontaminasi. Siram bagian
yang terkena bahan dengan banyak air, cuci dengan air sabun dan bilas
dengan air.
Terkena mata : segera semprotkan air dengan hati-hati, alirkan terus air
15 menit.
Tertelan : bila sadar, beri minum 1-2 gelas air atau susu. Bawa ke dokter
untuk pengobatan.
PEMADAMAN Gunakan air atau semprotan air untuk memadamkan api. KMnO 4 dapat
API membantu proses kebakaran. Personel pemadam kebakaran harus
memakai SCBA untuk menghindari keracunan dari produk kebakaran.
INFORMASI LINGKUNGAN
Limbah bahan atau bekas pembersihan tumpahan jangan dibuang ke perairan. Konsentrasi 1-
100 ppm merupakan batas toleransi median dimana selama 96 jam waktu percobaan, 50%
binatang percobaan dapat survive (TLm96).
LEMBAR DATA KESELAMATAN BAHAN

HIDROGEN PEROKSIDA
H2O2
Berat molekul : 34,02
Adalah oksidator yang berupa cairan yang tidak berwarna dan tidak berbau. Banyak
digunakan sebagai bahan pemutih, bahan bakar roket dan pengolahan air. Kadar 3% dapat
dipakai sebagai antiseptic. Uapnya iritan terhadap mata dan hidung. Bahaya cairannya
bergantung pada kepekatan. Bersifat eksplosif apabila ada katalisator (logam-logam). Dapat
membakar zat organic (reduktor)
SIFAT-SIFAT BAHAYA
KESEHATAN Efek jangka pendek (akut) :
Uap berbahaya untuk hidung, tenggorokan dan dapat menyebabkan
paru-paru basah. Cairan pekat amat berbahaya untuk mata dan kulit.
Dapat menimbulkan warna putih pada kulit atau luka bakar.
Efek jangka panjang (kronis) :
Iritan terhadap kulit, mata dan jaringan membrane.
Nilai ambang batas : 1 ppm (1.5 mg/m3)
Toksisitas :
LD 50 (oral, tikus) : 2 g/kg
KEBAKARAN Tidak terbakar. Tetapi dapat menimbulkan kebakaran bila kontak
dengan bahan organic (reduktor). Oleh panas dapat terurai dengan
menghasilkan O2 yang meningkatkan kebakaran.
REAKTIVITAS Biasanya tidak stabil bila kena panas, sinar matahari atau kontak dengan
bahan organic. Konsentrasi diatas 90% dapat dipakai sebagai bahan
peledak.
Larutan H2O2 amat sensitive dan mudah terurai hebat oleh katalisator
seperti MnO2 atau logam-logam berat. Hasil uraian berupa oksigen
dapat menimbulkan kebakaran atau peledakan.
SIFAT-SIFAT FISIKA
Wujud zat : cairan Berat jenis uap : 1,2 (udara=1)
Titik leleh : - 0,43oC Berat jenis cairan : 1,29 (20oC)
Titik didih : 152oC Larut dalam alcohol & eter.
Tekanan uap : 1 mmHg (15,3oC) Larut dalam air dalam segala perbandingan
KESELAMATAN DAN PENGAMANAN
PENANGANAN Hindari hydrogen peroksida dari kontaminan debu atau logam, karena
DAN ia akan mudah terurai. Reaksi penguraian hebat akan terjadi apabila
PENYIMPANAN terkontaminasi katalis seperti MnO2. Juga harus disimpan ditempat
yang dingin, berventilasi, jauh dari bahan inkompatibel : bahan organic
mudah terbakar (benzene, keton, karbon), oksidator (permanganate,
nitrit) dan logam (besi, tembaga, nikel, krom). Bila menangani H2O2
pakailah pakaian pelindung dan gloves (pelindung kulit)
TUMPAHAN Gunakan alat pelindung diri dalam menangani kebocoran/tumpahan,
DAN beri ventilasi didaerah kerja. Jangan sentuh cairan. Sedikit tumpahan
KEBOCORAN dapat disiram dengan air. Tumpahan jumlah banyak dapat diserap
dengan tanah atau pasir. Jauhkan material yang mudah terbakar.
ALAT Pernafasan : respirator atau dengan suplai udara atau SCBA.
PELINDUNG Mata/muka : kacamata, goggles dan perisai muka
DIRI Kulit : gloves dan pakaian kerja (karet alam, neoprena, PVC).
Catatan : kontaminan dalam pakaian kerja harus segera dicuci, karena
dapat membakar bila kering.
PERTOLONGAN Terhirup uap : segera bawa ke tempat udara segar
PERTAMA Terkena mata : cuci dengan air bersih (selama 15 menit) dan bawa ke
dokter
Terkena kulit : cuci dengan air bersih, ambil pakaian yang
terkontaminasi.
Tertelan : segera beri minum air 250 mL untuk mengencerkan, jangan
dirangsang untuk muntah.
PEMADAMAN Gunakan banyak air dalam bentuk kabut. Dinginkan tangki H 2O2 yang
API terbakar dengan semprotan air, karena suhu yang tinggi dapat
menimbulkan ledakan karena penguraian.
INFORMASI LINGKUNGAN
Limbah hydrogen peroksida dapat direduksi dengan sulfit dan dibuang setelah diencerkan
dengan air dan dinetralkan sampai pH : 6-9