Anda di halaman 1dari 12

SIDLACOM (Survey, Investigation, Design, Land Aquisation,

Construction, Operation & Maintenance)

PAPER

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Ukur Tanah yang
diampu oleh :
Dr. Ir. H. Iskandar Muda P, M.T.

Oleh :
Annisa Rohima (1600724)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Pembangunan merupakan infrastruktur darat yang berperan sangat penting
dalam perkembangan suatu wilayah. Pembangunan berfungsi untuk mendukung
kegiatan ekonomi, pendidikan, social budaya, serta pertahanan dan keamanan
suatu wilayah. Prasarana bangunan merupakan salah satu fasilitas infrastruktur
yang strategis, sehingga kondisi prasarana bangunan harus terus terpelihara
dengan baik agar tingkat pelayanan terhadap suatu kelayakan pembangunan tetap
terjaga. Untuk mempertahankan kondisi suatu bangunan tetap baik, diperlukan
system pengelolaan dan pemeliharaan bangunan yang baik dan komprehensif.
Proyek adalah suatu kegiatan yang menggunakan modal/resources/factor
produksi untuk mencapai suatu tujuan/target tertentu sedemikian rupa sehingga
kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat (benefit) setelah suatu jangka waktu
tertentu.
Tahapan kegiatan proyek biasanya dimulai dari lahirnya suatu gagasan yang
muncul dari suatu kebutuhan, pemikiran tentang kemungkinan terlaksananya,
memutuskan untuk menjelaskan lebih merinci tentang hal yang dibutuhkan,
menuangkannya pada bentuk rencana awal rancangan yang lebih detail dan pasti,
melakukan persiapan administrasi untuk pelaksanaan pembangunan dengan
memilih calon pelaksana, kemudian melakukan pembangunan pada area
konstruksi, serta mempersiapkan pemeliharaan dan penggunaan bangunan
tersebut.
Tindakan pemeliharaan dan peningkatan kapasitas bangunan yang dilakukan
secara berkala dan berkelanjutan akan menjaga kualitas bangunan dan
memperpanjang usia kelayakannya. Salah satunya menggunakan metode
SIDLACOM dalam melakukan pembangunan dan dalam meningkatkan tertib
penyelenggaraan pembangunan guna mewujudkan prasarana dan sarana bidang
pekerjaan umum yang efisien, efektif, dan produktif, dipandang perlu
menyempurnakan materi sistem pengendalian manajemen yang tertuang dalam
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 67/KPTS/1998 tentang Petunjuk
Praktis Pengendalian Pelaksanaan Proyek di Bidang Pekerjaan Umum untuk Para
Pemimpin Proyek/Bagian Proyek; Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan
maksud agar para penyelenggara proyek/satuan kerja di lingkungan Departemen
Pekerjaan Umum dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dengan tidak
menyimpang dari peraturan dan ketentuan yang berlaku, sehingga diperoleh hasil
yang tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan tepat manfaat.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa yang dimaksud dengan SIDLACOM?
2. Bagaimana tahapan metode SIDLACOM?
3. Bagaimana tahapan pelaksanaan proyek?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan maksud dari SIDLACOM secara rinci
2. Untuk mengetahui bagaimana tahapan metode SIDLACOM
3. Untuk mengetahui tahapan pelaksanaan proyek

1.4 Manfaat
Manfaat yang ingin diperoleh dari pembuatan paper ini adalah :
1. Mengetahui lebih dalam atau lebih luas mengenai maksud dan pengertian dari
SIDLACOM
2. Mengetahui tahapan dalam metode SIDLACOM
3. Mengetahui tahapan pelaksanaan proyek secara lebih rinci
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian SIDLACOM


Tata cara pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan kontrak jasa pelaksanaan
konstruksi (pemborongan), yang disusun sesuai kaidah penyelenggaraan
pembangunan prasarana dan sarana dalam lingkungan departemen pekerjaan
umum, dengan urutan tahapan kegiatan SIDLACOM. Tahapan pembangunan
proyek dari tahap awal hingga ke tahap proyek bias beroperasi dan menghasilkan
manfaat yang menguntungkan, secara singkat akan diuraikan dengan diawali
timbulnya gagasan yang muncul dari pemilik proyek yang dalam hal ini bisa
pihak pemerintah yang disebabkan karena tugas dan kewajibannya menjadi agen
pembangunan, maupun investor /swasta yang tertarik untuk membangun suatu
proyek karena melihat sisi prospektif ekonomis akan sangat menguntungkan
secara financial.
Gagasan untuk membangun proyek dimaksud akan ditindak lanjuti dengan
langkah yang dikenal sebagai tahapan SIDLACOM, yaitu :
a. Survey
Survey merupakan perencanaan yang bersifat umum dengan tujuan untuk
mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan maksud akan dibangunnya proyek
yang dimaksud. Survey akan menjawab hal-hal bersifat teknis maupun non-teknis
tentang apa; dimana; kapan; mengapa serta bagaimana; proyek dimaksud yang
akan dibuat, sehingga data hasil survey yang diperlukan adalah data tentang hal-
hal yang terkait dengan bangunan proyek /tujuan proyek, tapak /lokasi proyek,
pengaruh proyek terhadap manusia dan lingkungannya. Survey yang akan
dilakukan antara lain tentang tapak dimana proyek akan dibangun akan dilakukan
dengan maksud untuk mengetahui keadaan topografi, hidro-meteorologi,
demografi, sosial budaya, ekonomi, dan lain-lainnya pada wilayah atau area yang
akan terpengaruh oleh keberadaan proyek. Dengan survey yang dilakukan akan
diperoleh hasil survey yang dapat dipakai untuk dasar-dasar perencanaan umum
atas proyek yang akan dibangun.

b. Investigation /investigasi
Langkah selanjutnya setelah survey adalah pengambilan data (investigasi)
atas survey yang diperlukan dalam perencanaan umum (survey) untuk kemudian
dilakukan pengambilan data teknis. Data teknis yang akan diambil adalah data
yang dibutuhkan guna proses perencanaan teknis (design) atau data teknis yang
dibutuhkan dalam rangka pembangunan struktur bangunan sipil /non sipil lainnya,
antara lain adalah berupa data geologi teknik, mekanika tanah, hidrologi,
seismologi, oceanology, humadity dan data teknis /standart lainnya.
c. Design
Tahapan (detail) design akan dilaksanakan setelah rencana proyek
dinyatakan feasibel. Tahapan sebelumnya akan diawali dengan langkah survey
dan investigasi sebagaimana diuraikan diatas. Detail design akan
mempertimbangkan aspek teknis secara utuh, artinya proyek yang akan dibangun
harus cukup stabil sebagaimana bangunan dan mampu berfungsi sesuai dengan
peruntukannya.
d. Land Acquisation (Pembebasan Lahan)
Pembebasan lahan untuk keperluan tapak bangunan perlu disediakan dengan
proses yang cukup rumit, oleh sebab itu proses pembebasan lahan sejatinya
memerlukan teknis, strategi dan cara /perlakuan yang tepat. Hal ini mengingat
bahwa pada era setelah reformasi, terbukanya kebebasan berpendapat dalam
menyampaikan hak-hak warga masyarakat. Oleh sebab itu maka proses
pembebasan lahan perlu diantisipasi dengan strategi , teknis dan perlakuan sebagai
berikut :
1. Warga masyarakat merupakan bagian dari stake holder yang akan ikut
menikmati keuntungan.
2. Sosialisasi proyek dengan sebaik-baiknya sehingga warga (sebagai bagian
dari salah satu stake holder) bias menerima kehadiran proyek dan akan
bermanfaat bagi semuanya.
3. Negosiasi harga harus berdasarkan saling menguntungkan. Terutama untuk
proyek yang akan difungsikan sebagai proyek komersial
4. Negosiasi akan dilakukan hanya diantara mereka yang berkepentingan.

e. Construction
Pelaksanaan konstruksi akan menjadi domain kontraktor dan akan
dilaksanakan dengan memperhatikan hasil studi amdal. Memenuhi ketentuan
kontrak pelaksanaan pekerjaan proyek dengan gambar teknis, metode kerja,
menjaga kualitas dan kuantitas agar sesuai persyaratan teknis / spesifikasi yang
telah ditentukan, harus dilaksanakan oleh kontraktor. Pelaksanaan pekerjaan
konstruksi sebagai bagian dari kegiatan proyek dengan semua kebutuhan dananya
perlu dijelaskan kepada mahasiswa.
f. Operation and Maintenance (O and M)
Pembiayaan O dan M proyek dalam analisa ekonomi teknik akan
diperhitungkan sebagai bagian dari annual cost, yang bersifat rutin. Berapa dan
tergantung dari besar kecilnya scope proyek yang akan dibangun maka
implementasi SIDLACOM juga akan menyesuaikan dengan scope proyek yang
dimaksud. Ditinjau dari aspek teknis, ekonomis serta lingkungan maka
pembangunan suatu proyek perlu juga dilakukan studi yang dikenal sebagai studi
tekniks (capability study: civil engineering), studi kelayakan (feasibility study:
economic engineering), studi analisis dampak lingkungan (acceptability study:
environment impact assessment). Semua tahapan studi sebagaimana disebutkan
diatas akan menghasilkan kesimpulan bahwa semua aspek akan bisa diterima dan
bisa dipertanggungjawabkan secara teknis, ekonomis serta lingkungan dengan
manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan masyarakat.
2.2 Tahapan metode SIDLACOM
Menurut peraturan menteri pekerjaan umum nomor : 603/prt/m/2005
tentang pedoman umum sistem pengendalian manajemen penyelenggaraan
pembangunan prasarana dan sarana bidang pekerjaan umum.
1. Perencanaan konstruksi (SID)
a. Tahap pra kontrak : (1) Persiapan pengadaan; (2)
b. Tahap penandatanganan kontrak: (1) Penyusunan dokumen kontrak; (2)
Penandatangan kontrak
c. Tahap pasca penandatanganan kontrak: (1) Persiapan pelaksanaan
kontrak; (2) Pelaksanaan kontrak; (3) Serah terima pekerjaan; (4)
Evaluasi produk konsultan /desain (4) Pemanfaatan produk.
2. Pengadaan lahan (Land Acquistion)
a. Penetapan lokasi pembangunan
b. Permohonan pengadaan tanah
c. Pelaksanaan pengadaan tanah
d. Keberatan atas keputusan panitia
e. Pelaksanaan pemberian ganti rugi
f. Pelepasan, penyerahan, dan permohonan ha katas tanah
g. Pengamanan asset
3. Pelaksanaan konstruksi
a. Tahap pra kontrak
1) Persiapan pengadaan
2) Pemilihan penyedia jasa
b. Tahap penandatanganan kontrak
1) Penyusunan dokumen kontrak
2) Penandatangan kontrak
c. Tahap pasca penandatanganan kontrak
1) Persiapan pelaksanaan kontrak
2) Pelaksanaan kontrak :
a) Mobilisasi
b) Pemeriksaan bersama
c) Tinjauan desain
d) Pembayaran uang muka
e) Buku harian dan laporan harian, mingguan, dan bulanan
f) Pengendalian pelaksanaan pekerjaan
g) Pengukuran prestasi pekerjaan
h) Pembayaran prestasi pekerjaan
i) Perubahan kegiatan pekerjaan
j) Denda dang anti rugi
k) Penyesuaian /eskalasi harga
l) Keadaan kahar /force majeure
m) Penghentian dan pemutusan kontrak
n) Perpanjangan waktu
o) Kerja sama dengan sub kontraktor
p) Kompensasi
q) Perselisihan /dispute
r) Serah terima pekerjaan
s) Laporan hasil penilaian pelaksanaan program mutu
3) Serah terima pekerjaan
4) Evaluasi produk konsultan /desain
5) Pemanfaatan produk
4. Operasi dan pemeliharaan / O & P (Operation & Maintenace /O & M)
a. Penyiapan perangkat O & P
b. Program O & P
c. Ketersediaan perangkat /sumber daya O & P
d. Perencanaan perbaikan
e. Pelaksanaan perbaikan
f. Kegagalan bangunan
g. Keluaran /output
h. Manfaat /outcome
i. Penyerahan proyek selesai

2.3 Tahapan pelaksanaan proyek


Secara garis besar tahapan proyek konstruksi dapat dibagi menjadi :
2.3.1 Tahap perencanaan (planning)
Merupakan penetapan garis-garis besar rencana proyek, meliputi :
Rekruitment konsultan (MK, perencana) untuk menterjemahkan kebutuhan
pemilik, membuat TOR, survey, feasibility study kelayakan proyek, pemilihan
desain, schematic design, program dan budget, financing. Disini merupakan tahap
pengelolaan (briefing), studi, evaluasi dan program yang mencakup hal-hal teknis
ekonomis, lingkungan, dll.

Hasil dari tahap ini adalah :


a. Laporan survey
b. Studi kelayakan
c. Program dan bugdet
d. TOR (Term Of Reference)
e. Master plan

2.3.2 Tahap perancangan (design)


Tahap perancangan meliputi tiga sub tahap yaitu:
1. Tahap Pra-Desain (Preliminary Design)
Preliminary design (pra rancangan) yang mencakup kriteria desain, skematik
desain, proses diagram blok plan, rencana tapak, potongan, denah, gambar
situasi/site plan tata ruang, estimasi cost.
2. Tahap Pengembangan Desain (Development Design) / Detail Desain (Detail
Design).
Design development (pengembangan rancangan) merupakan tahap pengembangan
dari pra rancangan yang sudah dibuat dan perhitungan-perhitungan yang lebih
detail, mencakup :
a. Perhitungan-perhitungan detail (struktural maupun non struktural) secara
terperinci
b. Gambar-gambar detail (gambar arsitektur, elektrikal, struktur, mekanal, dsb)
c. Outline specification (garis besar)
d. Estimasi cost untuk konstruksi secara terperinci
3. Desain Akhir dan Penyiapan Dokumen Pelaksanaan (Final Design &
Construction Document)
Merupakan tahap akhir dari perencanaan dan persiapan untuk tahap pelelangan,
mencakup :
a. Gambar-gambar detail, untuk seluruh bagian pekerjaan
b. Detail spesifikasi
c. Bill of quantity (daftar volume)
d. Estimasi biaya konstruksi (secara terperinci)
e. Syarat-syarat umum administrasi dan peraturan umum (dokumen lelang)
Tujuan dari tahap ini adalah :
a. Untuk melengkapi penjelasan proyek dan menentukan tata letak, rancangan,
metoda konstruksi dan taksiran biaya agar mendapatkan persetujuan dari
pemilik proyek dan pihak berwenang yang terlibat.
b. Untuk mempersiapkan informasi pelaksanaan yang diperlukan, termasuk
gambar rencana dan spesifikasi serta untuk melengkapi semua dokumen
tender.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perancangan (design) ini
adalah :
a. Mengembangkan ikhtisar proyek menjadi penjelasan akhir.
b. Memeriksa masalah teknis
c. Meminta persetujuan akhir ikhtisar dari Pemilik proyek
d. Mempersiapkan rancangan skema (pra-desain) termasuk taksiran biayanya,
rancangan terinci (detail desain), gambar kerja, spesifikasi, jadwal, daftar
volume, taksiran baiaya akhir, dan program pelaksanaan pendahuluan
termasuk jadwal waktu.

2.3.3 Tahap pengadaan/pelelangan (procurement/tender)


Tujuan dari tahap ini adalah untuk menunjuk Kontraktor sebagai pelaksanan atau
sejumlah kontraktor sebagai sub-kontraktor yang melaksanakan konstruksi di
lapangan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah :
a. Prakualifikasi
Seringkali dalam tahap pelelangan diadakan beberapa prosedur agar
kontraktor yang berpengalaman dan berkompeten saja yang diperbolehkan
ikut serta dalam pelelangan. Prosedur ini dikenal sebagai babak prakualifikasi
yang meliputi pemeriksaan sumber daya keuangan, manajerial dan fisik
kontraktor yang potensial, dan pengalamannya pada proyek serupa, serta
integritras perusahaan. Untuk proyek-proyek milik emerintah, Kontraktor
yang memenuhi persyaratan biasanya dimasukkan ke dalam Daftar Rekanan
Mampu (DRM).

b. Dokumen Kontrak
Dokumen kontrak sendiri didefinisikan sebagai dokumen legal yang
menguraikan tugas dan tangjung jawab pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya. Dokumen kontrak akan ada setelah terjadi ikatan kerjasama antara
dua pihak atau lebih. Sebelum hal itu terjadi terdapat proses pengadaan atau
proses pelelangan dimana diperlukan Dokumen lelang atau dokumen tender.
2.3.4 Tahap pelaksanaan (construction)
Tujuan dari tahap pelaksanaan adalah untuk mewujudkan bangunan yang
dibutuhkan oleh pemilik proyek dan sudah dirancang oleh Konsuktan Perencana
dalam batasan biaya dan waktu yang telah disepakati, serta dengan kualitas yang
telah disyaratkan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah merencanakan,
mengkoordinasikan, dan mengendalikan semua operasional di lapangan.
Perencanaan dan pengendalian proyek secara umum meliputi :
a. Perencanaan dan pengendalian jadwal waktu pelaksanaan
b. Perencanaan dan pengendalian organisasai lapangan
c. Perencanaan dan pengendalian tenaga kerja
d. Perencanaan dan pengendalian peralatan dan material
Sedangkan koordinasi seluruh operasi di lapangan meliputi :
a. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan, baik untuk bangunan
sementara maupun bangunan permanen, serta semua fasilitas dan
perlengkapan yang terpasanag.
b. Mengkoordinasikan para Sub-Kontraktor
c. Penyeliaan umum.
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi untuk gedung berbeda dengan pekerjaan
konstruksi jalan atau konstruksi bendungan, pelabuhan dsb. Pada pekerjaan
konstruksi, 4 target yang harus dicapai kontraktor :
a. Selesai dengan mutu/kualitas paling tidak sama dengan yang ditentukan
dalam spec/perencanaan
b. Selesai dengan waktu lebih kecil atau sama dengan waktu perencanaan
c. Selesai dengan biaya paling tidak sama dengan biaya yang direncanakan
d. Selesai dengan tidak menimbulkan dampak lingkungan (sosial, fisik, dan
administratif)
e. Pemeriksaan lab/testing
f. Penyerahan pertama
g. Masa pemeliharaan
h. Penyerahan kedua.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Tahap pelaksanaan pembangunan menurut peraturan menteri pekerjaan
umum nomor: 603/prt/m/2005 tentang pedoman umum system pengendalian
manajemen penyelenggaraan pembangunan prasarana dan sarana bidang
pekerjaan umum. Tergantung dari besar kecilnya scope project yang akan
dibangun maka implementasi SIDLACOM juga akan menyesuaikan dengan
scope project yang dimaksud. Ditinjau dari aspek teknis, ekonomis serta
lingkungan maka pembangunan suatu proyek perlu juga dilakukan studi yang
dikenal sebagai studi tekniks (capability study: civil engineering), studi kelayakan
(feasibility study: economic engineering), studi analisis dampak lingkungan
(acceptability study: environment impact assessment). Semua tahapan studi
sebagaimana disebutkan diatas akan menghasilkan kesimpulan bahwa semua
aspek akan bisa diterima dan bisa dipertanggung jawabkan secara teknis,
ekonomis serta lingkungan dengan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan
masyarakat.

3.2 Saran
Sebaiknya kita sebagai teknik sipil yang akan membangun sesuatu harus
berlandasakan peraturan yang berlaku seperti pada peraturan menteri pekerjaan
umum nomor: 603/prt/m/2005 tentang pedoman umum system pengendalian
manajemen penyelenggaraan pembangunan prasarana dan sarana bidang
pekerjaan umum agar sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh
pemerintah. Dan selain itu segala sesuatu jika berlandaskan peraturan maka
kedepannya akan lebih baik dari sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Kemenpu (2005). peraturan menteri pekerjaan umum.[Daring]. Tersedia:


http://www.bppk.kemenpu.go.id/ [10 Februari 2017]

Zanius (2012, Maret). Peraturan pembangunan. [Daring]. Tersedia:


http://zanius.blogspot.co.id/2012/03/peraturan-pembangunan.html [10
Februari 2017]

Ir. Andri Suharto (2015, Oktober). Tahap-tahap proyek.[Daring]. Tersedia:


https://irandrisuharto.wordpress.com/2015/10/13/tahap-tahap-proyek/ [10
Februari 2017]