Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK LANSIA DI BANGSAL ANGGREK DI

RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA PUNCANG GADING SEMARANG

A. PENGKAJIAN KELOMPOK
1. Target Group
PM dibangsal Anggrek sebanyak 11 orang
2. Dimensi Group
a. Karakteristik kelompok lansia
1) Usia
Usia PM yang berada dibangsal Anggrek berada pada pada

kelompok umur elderly (60-74 tahun) terdapat 10 orang dan

kelompok umur old (75-90 tahun) terdapat 1 orang.


2) Jenis Kelamin
PM yang berada dibangsal Anggrek berjenis kelamin perempuan

semua dengan jumlah 11 orang.


3) Suku
Semua PM yang berada dibangsal Anggrek memiliki suku Jawa
4) Agama
Semua PM yang berada dibangsal Anggrek beragama Islam
b. Tingkat tumbuh kembang/ maturasi kelompok
Lansia yang berada dibangsal Anggrek merupakan lansia yang tumbuh

dan berkembang sesuai dengan golongan usianya. PM memiliki koping

yang tidak efektif, kurangnya tingkat kepercayaan diri PM mengatasi

suatu masalah, dan gangguan pola tidur.


c. Masalah Kesehatan Utama yang lazim terjadi
Lansia yang berada dibangsal Anggrek merupakan lansia yang masih

mampu melakukan aktivitasnya secara mandiri, terdapat 1 orang

mengalami hipertensi, gangguan pendengaran 2 orang, nyeri 4 orang,

gangguan pola tidur 3 orang, 1 orang mengalami keluhan kesehatan

yang tidak mengalami kesehatan yang berarti.


d. Imunisasi
Tidak ada
3. Dimensi Psikologis
a. Gambaran diri kelompok lansia
PM tinggal di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading

Semarang karena sebagian ada yang diurus keluarganya dan juga

sebagian sudah tidak memiliki keluarga.


b. Keterampilan Koping
PM sering mengikuti kegiatan senam, karaoke, rebana, dan kegiatan

rohani di Panti. Namun ada satu lansia yang kadang kadang hanya

mengikuti kegiatan di Panti.


c. Insiden dan prevalen masalah psikologis
Pasien merasa sedih karena sudah tidak ada keluarga yang

mengurusnya.
d. Stressor psikologis didalam masyarakat
4. Dimensi Lingkungan Fisik
a. Lokasi/tempat tinggal target group
PM tinggal ditempat Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang

Gading Semarang dibangsal Anggrek dengan tempat tidur sebanyak 16

unit dan terisi hanya 11 tempat tidur.


b. Kondisi lingkungan yang dapat membahayakan (polusi, pertukaran

cuaca, resiko penyakit)


Ventilasi dan pencahayaan dikamar baik, kamar mandi dalam kondisi

baik.
c. Kondisi perumahan/ tempat hunian target group
Kondisi dibangsal Anggrek tampak bersih
5. Dimensi Lingkungan Sosial
a. Sikap komunitas terhadap target group
Sikap para lansia dibangsal Anggrek dan sosialisasi antar teman tidak

terjalin dengan baik. Hanya 4 lansia dari 11 yang bersosialisasi dengan

baik. Terdapat 1 PM yang selalu membuat gaduh.


b. Status sosial dan ekonomi target geoup
Status sosial dan ekonomi para lansia dibangsal Anggrek semuanya

sama tidak memiliki pekerjaan sehingga tidak memiliki penghasilan


sendiri. Semua kebutuhan dipenuhi oleh Rumah Pelayanan Sosial Lanjut

Usia Pucang Gading Semarang.


c. Pendidikan
Semua PM dibangsal Anggrek berpendidikan SD.
d. Pekerjaan
PM sebagian besar dulu memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta.
e. Pelayanan kesehatan yang bersifat protektif
PM mendapat pengobatan seminggu sekali.
f. Transportasi (termasuk khusus)
PM mendapat transportasi khusus apabila sakit dirujuk ke Rumah sakit

dan jika ada kegiatan contoh seperti hari lansia akan diantar secara

bersama-sama ke tempat tujuan.


6. Dimensi perilaku
a. Kebutuhan nutrisi
Lansia yang berada diruang anggrek mendapatkan kebutuhan nutrisi

sehari-harinya makan 3x/hari, makan nasi, sayur, lauk-pauk, dan

mendapatkan snack. Tidak ada yang mengalami gangguan pemunuhan

nutrisi.
b. Merokok
Lansia yang berada diruang anggrek ada sebagian yang berpiralaku

tidak sehat : yaitu kebiasan merokok. Ada 2 lansia perokok dari 11

jumlah lansia yang diruang anggrek. Sehari-hari menghabiskan 5-6

batang rokok.
c. Gerak badan
Diunit lansia puncang gading semarang ada kegiatan rutin setiap pagi

yaitu senam, semua lansia yang diruang anggrek mengikuti senam pagi.
d. Aktivitas rekreasi
Aktivitas rekreasi yang dilakukan lansia diruang anggrek yaitu

menonton televise, karena diruangan anggrek ada 1 unit televise,

kesenian menyanyi, rebana, pengajian.


e. Perlindungan khusus yang digunakan
Lansia diruang anggrek tidak ada yang memerlukan perlindungan

mandiri karena lansia diruangan anggrek adalah lansia yang mandiri


7. Dimensi kesehatan
a. Pelayanan kesehatan yang dibutuhkan
Diunit pelayanan social setiap hari sabtu ada pemeriksaan oleh dokter

puskesmas yang dilakukan secara rutin. Lansia diruang anggrek

mendapatkan pemeriksaan sesuai dengan keluhan dan masalah yang

dialaminya

b. Sikap terhadap kesehatan dan pelayanan kesehatan


Lansia diruang anggrek begitu peduli terhadap kesehatan, antusias

terhadap pelayanan kesehatan yang diadakan diunit pelayanan social

pucang gading.
c. Jaminan pemeliharan kesehatan
Semua lansia diruang anggrek kesehatannya dijamin oleh BPJS.

B. ANALISA DATA

DATA FOKUS DIAGNOSA KEPERAWATAN


DS : Ketidakefektifan koping b/d tingkat percaya diri
- PM mengatakan bahwa PM merasa sedih
yang tidak adekuat dalam kemampuan mengatasi
karena tidak mempunyai keluarga dan jauh
masalah
dari keluarga
- PM mengatakan bahawa PM tidak percaya

diri
DO:
- PM terlihat sedih saat mengungkapkan

perasaannya
- PM terlihat malu saat diminta menceritakan

masa lalunya
- PM terlihat bingung saat ditanya solusi dari

masalahnya
DS : Gangguan pola tidur b/d kurang kontrol tidur
- PM mengatakan mengeluh pusing ketika

bangun tidur
- PM mengatakan sering terbangun pada
malam hari
- PM mengatakan tidur tidak nyenyak
DO :
- Kantong mata PM terlihat menghitam
- PM terlihat lemas
- TD PM menurun

C. PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN

Resiko Minat Waktu


Dana Resiko Frekuens Potensi
Masalah Terjadi Untuk Untuk
Yang Tempat Menjad i Menjadi untuk Jumlah
Keperawatan Masala Mengatas Mengatas
Tersedia i Parah Masalah penkes
h i i
Ketidakefektifan

koping b/d

tingkat percaya

diri yang tidak

adekuat dalam 3 2 3 2 1 3 3 3 20

kemampuan

mengatasi

masalah

Gangguan pola

tidur b/d kurang


3 2 1 2 1 2 2 2 15
kontrol tidur

D. DAFTAR PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN


1. Ketidakefektifan koping b/d tingkat percaya diri yang tidak adekuat dalam
kemampuan mengatasi masalah
2. Gangguan pola tidur b/d kurang kontrol tidur
E. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK LANSIA

Tujuan Evaluasi Rencana Keperawatan


Diagnosa
TUM TUK Kriteria Standa Evaluator Strategi Intervensi
Keperawatan
r
Ketidakefe Setelah Setelah 1. Dicision Pembimbing : 11 PM Dicision making :

ktifan koping dilakukan dilakukan asuhan making Dra. Tri dikumpulkan 1. Menginformasikan PM alternative atau
2. Coping
b/d tingkat asuhan keperawatan selama Indrianti di bangsal solusi penanganan lain
enhancement 2. Memfasilitasi PM untuk membuat
percaya diri keperawatan 1 minggu 3. Anticipat Anggrek
keputusan
yang tidak selama 1 diharapkan PM ory guidance setelah senam 3. Bantu PM mengidentifikasi

adekuat dalam minggu dapat : Lansia. keuntungan dan kerugian dari keadaan
1. Mengidentifika Leader (Hasbi
kemampuan tingkat
si pola koping Assydiqi)
mengatasi percaya diri Fasilitator
yang efektif
masalah PM adekuat 2. Mengungkapka (Khusnul Coping enhancement :

n secara verbal Khotimah, Sri 1. Anjurkan PM untuk mengidentifikasi

tentang koping Wahyu gambaran perubahan peran yang

yang efektif. Handayani, realistis


3. Mengatakan 2. Gunakan pendekatan tenang dan
Yayuk Nur A)
penurunan Observer meyakinkan
3. Hindari pengambilan keputusan pada
stress (Susmita Dewi
4. PM mampu saat PM mengalami stress berat
mengidentifika A)

si strategi Anticipatory guidance :

koping 1. Bantu PM untuk mengidentifikasi

mengenai krisi situasi dan efek yang

mungkin terjadi
2. Bantu PM untuk memutuskan

mengenai cara menyelesaikan

masalah
3. Bantu PM untuk beradaptasi pada

perubahan nilai

Gangguan pola Setelah Setelah Sleep Pembimbing : 11 PM Sleep Enhacement :


1. Jelaskan pentingnya tidur yang
tidur b/d kurang dilakukan dilakukan asuhan Enhacement Dra. Tri dikumpulkan
adekuat
kontrol tidur asuhan keperawatan selama Indrianti di bangsal 2. Fasilitasi PM untuk mempertahankan

keperawatan 1 minggu Anggrek aktivitas sebelum tidur


3. Ciptakan lingkungan yang nyaman
selama 1 diharapkan PM : setelah senam
1. Jumlah jam
minggu PM Lansia.
tidur dalam Leader (Hasbi
tidak ada
batas normal Assydiqi)
gangguan Fasilitator
(6-8 jam/hari)
pola tidur 2. Pola tidur, (Khusnul
kualitas dalam Khotimah, Sri

batas normal Wahyu


3. Perasaan segar
Handayani,
sesudah tidur
Yayuk Nur A)
atau istirahat Observer
4. Mampu
(Susmita Dewi
mengidentifika
A)
si hal hal yang

meningkatkan

tidur
F. CATATAN ASUHAN KELOMPOK LANSIA

Diagnosa
Kegiatan Tanggal Evaluasi Hasil Analisa (SWOT)
Keperawatan
Ketidakefektifan Dicision making : 13 April 2017 S:- S:-
PM mengatakan W : Petugas tidak
koping b/d tingkat 1. Menginformasikan PM
mengetahui cara bisa memantau PM
percaya diri yang alternative atau solusi
mengatasi stress satu persatu selama
tidak adekuat dalam penanganan lain
2. Memfasilitasi PM yang baik 24 jam
kemampuan O: Keberhasilan
untuk membuat O:
mengatasi masalah PM tampak ngobrol akan timbul jika
keputusan
3. Bantu PM dengan rekan- setiap PM sadar

mengidentifikasi rekannya dan PM akan pentingnya

keuntungan dan mengikuti kegiatan kesehatan


T : Jika stress tidak
kerugian dari keadaan di Panti
4. Memberikan Terapi dimanagement akan
A:
music untuk Masalah teratasi memperburuk

menurunkan stress sebagian kondisi kesehatan

pada PM P: Kelebihan :
Pertahankan PM merasa senang

intervensi dan dengan ngobrol dan

berikan penyuluhan menghabiskan waktu

pola hidup sehat bersama mahasiswa

dihari lansia. maupun lansia lain

Kekurangan :
PM terkesan sulit

untuk

memanagement

stress bila sedang

tidak ada aktivitas

maupun teman

ngobrol
Gangguan pola tidur Sleep Enhacement : 14 April 2017 S: Kelebihan :
1. Jelaskan pentingnya PM mengatakan PM mengetahui
b/d kurang kontrol
tidur yang adekuat bahwa PM merasa pentingnya tidur dan
tidur 2. Fasilitasi PM untuk
lebih nyaman jika PM senang karena
mempertahankan
lingkungannya didampingi
aktivitas sebelum tidur
3. Ciptakan lingkungan bersih dan tidak bau mahasiswa

yang nyaman O: Kekurangan :


Lingkungan tampak Sebagian PM tetap

bersih dan nyaman, tidak bisa tidur

serta sebagian PM karena

terlihat istirahat ketergantungan pada

dengan nyaman mahasiswa

A:
Masalah teratasi

sebagian

P:
Pertahankan

intervensi