Anda di halaman 1dari 17

ARCHITECTURE LEADERSHIP TRAINING (ALT)

DEPARTEMEN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MAHASISWA


HIMPUNAN MAHASISWA STHAPATI ARSITEKTUR
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA

I. LATAR BELAKANG
Mahasiswa sebagai generasi muda Indonesia, merupakan bagian
dari seluruh rakyat Indonesia dan berperan sebagai kader bangsa,
selalu berusaha menempa diri dan mengembangkan potensi yang
dimiliki agar dapat memberikan darma bakti kepada masyarakat,
bangsa, dan negara. Maka dari itu, Himpunan Mahasiswa Sthapati
Arsitektur FTSP ITS memiliki peran sebagai wadah yang dapat menaungi
semua aktivitas baik dalam bidang akademis, maupun non-akademis
khususnya bagi mahasiswa jurusan Arsitektur ITS.
Regenerasi kepengurusan adalah yang paling fundamental bagi
keberlangsungan organisasi. Regenerasi berfungsi sebagai pergantian
dan keberlanjutan suatu organisasi. Dengan adanya regenerasi
eksistensi organisasi tersebut akan terus berjalan adan akan terus
dinamis. Tentunya, sebelum regenerasi itu senderi berlangsung, perlu
adanya pembekalan sejak dini mengenai keorganisasian. Pelatihan
untuk pematerian tentang apa saja yang harus dilakukan ketika
memegang suatu kepengurusan ke depannya akan sangat bermanfaat
jika dilakukan lebih awal. Oleh karena itu diadakannya Architecture
Leadership Training, dengan harapan memberikan pembekalan dan
peningkatan kualitas calon fungsionaris yang nantinya akan memegang
kepengurusan Hima Sthapati Arsitektur FTSP ITS..
Hal ini dimaksudkan untuk terus meningkatkan kinerja dan
mengembangkan potensi, serta mempererat internal dalam
fungsionaris, kegiatan pelatihan ini diadakan dengan harapan, di masa
kepengurusan ini dapat melahirkan kader kader yang bertanggung
jawab dan terus berkeiningan untuk berkembang lebih baik lagi
khususnya untuk regenerasi ke kepengurusan selanjutnya.

II. DASAR PEMIKIRAN


1. Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa Keluarga
Mahasiswa ITS IV Bab III Pasal 10 ayat 2.
2. Arahan kahima dalam arahan kerja Departemen PSDM Hima Sthapati
Arsitektur ITS

III. NAMA KEGIATAN


Architecture Leadership Training (ALT)

IV. TUJUAN
ALT bertujuan untuk membekali staff fungsionaris Hima Sthapati
2015/2016 (angkatan 2014) agar memahami segala hal yang berkaitan
dengan keorganisasian sehingga akan siap untuk kemudian melanjutkan
estavet kepengurusan Himpunan Mahasiswa Sthapati Arsitektur ITS
mendatang.

V. SASARAN KEGIATAN
Seluruh mahasiswa Arsitektur angkatan 2014 baik yang menjadi
staff Hima Sthapati 2015/2016 maupun yang bukan.

VI. BENTUK KEGIATAN


Kegiatan ini berbentuk pelatihan manajemen organisasi. Materi yang
disampaikan merupakan materi dasar LKMM TM berdasarkan kurikulum
LKMM TM dari Dikti. Materi ALT ini terdiri dari beragam jenis
penyampaian, dengan trend utama tiap materi dibawakan adalah
dengan gaya memandu / mengarahkan (bukan menggurui). Selain itu
pada tiap materi ada jenis penyampaian lainnya, yaitu :
Latihan : Proses mengulang sesuatu sehingga menjadi
terampil. Memiliki nilai benar atau salah, ketika salah diulang hingga
benar.
Ceramah : Pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar,
mengenai suatu hal, pengetahuan
Eksperimen : Percobaan yg bersistem dan berencana (untuk
membuktikan kebenaran suatu teori dsb
Tanya Jawab : soal jawab; diskusi; wawancara. Lebih menjurus ke
tukar pengalaman dan tukar pikiran

Deskripsi materi terlampir

VII. DESKRIPSI KEGIATAN


ARCHITECTURE LEADERSHIP TRAINING HIMASTHAPATI 2016
merupakan suatu kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh
Himpunan Mahasiswa Sthapati Arsitektur ITS, dimana kegiatan ini
adalah sebuah wadah pembekalan untuk staff fungsionaris Himpunan
Mahasiswa Sthapati pada masa kepengurusan 2015/2016 untuk
memahami segala hal yang berkaitan dengan keorganisasian sehingga
akan siap untuk mengembangkan kemampuan berorganisasinya serta
kemudian siap pula untuk melanjutkan estavet kepengurusan Himpunan
Mahasiswa Sthapati Arsitektur ITS mendatang.

VIII. RINCIAN KEGIATAN


a. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Hari : Rabu
Tanggal : 04 Mei 2016
Waktu : 15.00 20.15
Tempat : SG 101

Hari : Kamis
Tanggal : 05 Mei 2016
Waktu : 07.30 16.45
Tempat : SG 101

b. Tolok Ukur Keberhasilan


Diikuti minimal 3 perwakilan tiap departemen/BSO/Unit
Peningkatan pemahaman keseluruhan peserta sebesar 30%
melalui metode pretest dan post test

IX. SUSUNAN KEPANITIAAN


PELINDUNG :
Ir. I Gusti Ngurah Antaryama, Ph.D
196804251992101001
PEMBINA
Angger Sukma, ST, MT

198203022008121002
Defry Agatha Ardianta, ST, MT

198008252006041004

PENANGGUNG JAWAB
Gilang Fajar K 3213100060
M. Nuril Ardan 3213100028

PANITIA
Ketua Pelaksana : Hasan Busri
3214100023
Sekretaris : Rochadi Mahalalita S.
3213100083
Bendahara : Whibi Rouzan F.
3213100021
Sie Acara : Raihana Putri
3213100051
Ahmad Rizal
3213100006
Kusmira Okvi Karenza 3213100043

Sie Konsumsi : Anastasia Maria Delfiera


3213100039
Ghina Rasyida 3213100086
Debrilian Esther 3213100050
Sie Perlegkapan & Perizinan : Fauzan Permana N.
3213100037
Aldino Fajri
3213100009
Wandy Witama 3213100062
Ariq Amrizal H. 3213100029
Sie Kestari : Dwita Hapsari
3213100071
Natasha Ayu Haryani
3213100006
Avinda Tasya
3213100003
Sie Dokumentasi : Jafni Zulfahmi
3213100023
Chandra Miraz 3213100089
Nadya Oktavianty
3213100134

X. SUSUNAN ACARA
Rabu, 04 Mei 2016
Tempat Penanggung
Jam Kegiatan Detail kegiatan Pengisi/Pemateri
kegiatan jawab
15.0 Persiapan dan Peserta melakukan Di depan Sie
0 Registrasi absensi dan registrasi ruang SG perlengkapa
15.3 di depan ruang SG 101 n, sie acara
0 101 dilanjutkan dan sie
dengan pembukaan
kestari
acara.
Sambutan oleh:
1. Ketua Departemen
PSDM Arsitektur ITS
15.3
Pembukaan (Muhammad Nuril
0- Pembukaan + MC dan Sie
Architecture Ardan Arsitektur
15.4 Sambutan acara
Leadership Training 2013)
5
2. Kahima Sthapati
Arsitektur ITS (Gilang
Ruang SG
Fajar K)
101
15.4
5- Peserta mengerjakan Sie Acara,
Pre- Test
16.0 soal-soal Pre- Test Sie Kestari
0
16.0
Klasifikasi Penjelasan mengenai Pemateri : Permadi
0- Sie Acara,
Masalah Klasifikasi Masalah (Teknik Industri
17.3 Sie Kestari
Organisasi Organisasi 2012)
0
17.3
Masjid
0- Peserta sholat
Isho Manarul Sie Acara
18.0 maghrib
Ilmi
0
18.0
Pengukuran Penjelasan mengenai Pemateri : Yanuar
0- Sie Acara,
Kinerja pengukuran kinerja (Teknik Informatika
20.0 Sie Kestari
Organisasi organisasi 2013)
0 Ruang SG
20.0 101
0- MC dan Sie
Penutupan
20.1 acara
5

Kamis, 05 Mei 2016


Tempat Penanggung
Jam Kegiatan Detail kegiatan Pengisi/Pemateri
kegiatan jawab
Peserta melakukan
07.30 absensi dan registrasi di Di depan
Persiapan dan Sie perlengkapan,
- depan ruang SG 101 ruang SG
Registrasi sie acara
08.00 dilanjutkan dengan 101
pembukaan acara.
08.00 Penjelasan mengenai Pemateri : Tiara
Analisa Kondisi Sie Acara, Sie
- Analisa Kondisi (Sistem Informasi -
Organisasi Kestari
10.00 Organisasi 2012)
10.00
Ruang SG Sie konsumsi, sie
Coffee Break
101 acara
10.15
10.00 Rencana Penjelasan mengenai
Pemateri : Suto (FTK Sie Acara, Sie
Pengembangan Rencana Pengembangan
2012) Kestari
12.00 Organisasi Organisasi
Masjid
12.00 Peserta Sholat dzuhur
Manarul Ilmi Sie konsumsi, sie
- Ishoma dilanjutkan dengan
dan ruang acara
13.00 makan siang
SG 101
13.00 Penjelasan mengenai Pemateri : Rizqi
Sie Acara, Sie
Branding teknik dan bagaimana Heronova Putra
Kestari
14.30 cara Branding (Arsitektur 2012)
14.30
Peserta mengerjakan Ruang SG Sie Acara, Sie
-14.4 Pos Test
soal post test 101 Kestari
5
14.45
- Penutupan MC dan Sie acara
15.00
XI. ANGGARAN DANA
Pemasukan
Dana Jurusan Rp 1.628.500,00
Pengeluaran
Administrasi
Cetak proposal 4x @ Rp 10.000,00 Rp 40.000,00
Publikasi dan Dokumentasi
- Spanduk 6x1m @Rp 15.000,00/m Rp 90.000,00
- Name Tag peserta 35 x @Rp. 2.500 Rp 87.500,00
- Poster 10 lembar @ Rp 10.000,00 Rp 100.000,00
- Sertifikat pemateri 6 buah @ Rp 3.000,00 Rp 36.000,00
- Sertifikat peserta 35 buah @ Rp 3.000,00 Rp
105.000,00
- Lembar pre-test, post- test 3 x 35 x 2 x @200 Rp
42.000,00
- Lembar feedback 40 x 6 materi @200 Rp 48.000,00
Rp 548.500,00
Konsumsi
- Peserta @ Rp 12.000,00 x 35 x 1 Rp
420.000,00
- Panitia @ Rp 12.000,00 x 21 x 1 Rp
252.000,00
- Pemateri 6 x @ Rp. 13.000,00 Rp 78.000,00
- Air minum galon @ Rp 5.000,00 x 3 Rp 15.000,00
- Coffe Break @ 3.000,00 x 35 x 3 Rp
315.000,00

Rp 1.080.000,00

TOTAL PENGELUARAN Rp 1.628.500,00

XII. PENUTUP
Demikian proposal Pelatihan ARCHITECTURE LEADERSHIP
TRAINING HIMASTHAPATI 2015/2016 ini kami susun. Kegiatan ini
tidak akan dapat berjalan lancar tanpa dukungan dan kerjasama dari
pihak-pihak yang terkait. Semoga kegiatan ini dapat berjalan sesuai
dengan tujuan diadakannya kegiatan ini serta memberi manfaat kepada
para pihak yang terkait. Akhir kata, terima kasih kami sampaikan
kepada pihak-pihak yang terkait dalam keberlangsungan dan kelancaran
kegiatan ini.
LEMBAR PENGESAHAN
KEGIATAN ARCHITECTURE LEADERSHIP TRAINING (ALT)
HIMPUNAN MAHASISWA STHAPATI ARSITEKTUR
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA

Surabaya, 25 April 2016

Kepala Departemen PSDMKetua Panitia Sekretaris

Muhammad Nuril Ardan Hasan Busri Rochadi Mahalalita S.


NRP. 3213100028 NRP. 3214100023 NRP. 3213100083
Menyetujui,

Ketua Jurusan Ketua HIMA Sthapati


Arsitektur FTSP ITS Arsitektur FTSP ITS

Ir. I Gusti Ngurah Antaryama, Ph.D Gilang


Fajar K
NIP. 196804251992101001 NRP. 3213100060

LAMPIRAN
A. Output Pelatihan
Membentuk peserta Architecture Leadership Training yang memiliki
wawasan keorganisasian sebagai bekal dalam melanjutkan estavet
kepengurusan Hima Sthapati Arsitektur ITS kedepannya.

B. Standar Kompetensi Pelatihan


1. Peserta memiliki wawasan dalam menganalisa serta
mengklasifikasikan permasalahan organisasi
2. Peserta memiliki pengetahuan tentang ancaman, hambatan,
tantangan dan peluang sebuah organisasi (himpunan) dan
bagaimana tindaklanjutnya terhadap hal-hal tersebut.
3. Peserta dapat menetapkan indikator kerja sebuah organisasi dan
bagaimana mengukurnya.
4. Peserta dapat mengetahui kondisi perkembangan dan kinerja
organisasi dari hasil analisa organisasi
5. Peserta memiliki wawasan dalam hal teknik pengembangan
organisasi berdasarkan analisa dan data yang ada serta berdasar
tujuan dan indikator kerja
6. Peserta mampu memiliki gagasan terhadap terciptanya sebuah
kondisi ideal kinerja organisasi

C. Materi pelatihan
1. Klasifikasi Masalah Organisasi
a. Tujuan
1. Peserta mampu menjelaskan ancaman, hambatan, tantangan,
dan peluang organisasi
2. Peserta mampu menjelaskan faktor-faktor penyebab hancur
dan berkembangnya organisasi

b. Topik Bahasan
Topik 1 : Identifikasi Masalah Organisasi
Topik 2 : Pemecahan Masalah Organisasi

c. Pokok bahasan
1. Ancaman, hambatan, tantangan, dan peluang organisasi
2. Sumber ancaman, hambatan, tantangan, dan peluang
organisasi yang berasal dari dalam organisasi;
3. Sumber ancaman, hambatan, tantangan, dan peluang
organisasi yang berasal dari luar.

2. Teknik Pengukuran Kinerja Organisasi


a. Tujuan
Peserta mampu menetapkan indikator kinerja dan bagaimana
mengukurnya
b. Topik Bahasan
Topik 1 : Model-model Pengukuran Kinerja Organisasi
Topik 2 : Analisa SWOT
c. Pokok bahasan
Indikator kinerja:
a. Manajemen organisasi
b. Perangkat
c. SOP
d. Output
Proses pengukuran kerja
Melakukan pengukuran kinerja
a. Menetapkan indikator
b. Pengumpulan data
c. Analisis data
d. Laporan

3. Analisa Kondisi Organisasi


a. Tujuan
1. Peserta mampu Menganalisis dan mengetahui faktor internal
dan eksternal yang mempengaruhi jalannya suatu organisasi
2. Peserta dapat Mengetahui dan menilai kondisi sebenarnya
suatu organisasi (riil, eksisting)
3. Sebagai dasar dan acuan untuk melakukan rencana
pengembangan organisasi

b. Topik Bahasan
Topik 1 : Metode analisa SWOT dan kerns
Topik 2 : Klasifikasi kondisi existing terhadap kuadran organisasi

c. Pokok bahasan
Teknik analisis SWOT
Manfaat Analsis SWOT:
- Untuk mempertimbang-kan faktor-faktor internal dan
eksternal keberlangsungan organisasi
- Untuk menilai kondisi suatu organisasi
- Untuk menentukan alternatif yang harus ditempuh
dalam upaya menggunakan dan mengembangkan
potensi yang ada dan yang belum ada dalam organisasi
secara efektif dan efisien

Teknik analisis Kerns


- Metode yang memandang bahwa strength dan
weakness merupakan satu perspektif internal, dan
memiliki bobot total 1 (begitu pula eksternal)

- Tidak perlu membreakdown ke dalam poin S, W, O dan


T, hanya membedakan mana faktor internal dan
eksternal

Kuadran organisasi
1. Kuadran 1 (Progresif)
Kuadran I (+,+) menunjukkan Organisasi dalam Kondisi
Kuat dan ditunjang oleh Peluang pengembangan yang
besar. Sangat mudah untuk melakukan developing dan
expansi dari Organisasi ini.
2. Kuadran 2 (diversifikasi strategi)
Posisi pada Kuadran II ( +,- ) menandakan organisasi
yang kuat namun menghadapi tantangan besar
sehingga diperkirakan roda organisasi akan mengalami
kesulitan untuk terus berputar bila hanya bertumpu
pada strategi sebelumnya Maka organisasi disarankan
untuk memperbanyak ragam strategi taktisnya
3. Kuadran 3 (ubah strategi)
Posisi pada kuadran III ( -,+ ), menandakan organisasi
sangat lemah namun sangat berpeluang Artinya,
organisasi disarankan untuk mengubah strategi
sebelumnya Sebab diperkirakan dengan strategi lama
sangat sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada
sekaligus memperbaiki kinerja organisasi
4. Kuadran 4 (strategi bertahan)
Posisi pada kuadran IV ( -,- ), menandakan kondisi
internal organisasi ini lemah dan dihadapkan pada
kondisi eksternal yang sulit Menggunakan Strategi
Bertahan berarti mengendalikan kinerja internal agar
tidak semakin terperosok, strategi ini dipertahankan
sambil terus berupaya membenahi diri

4. Rencana Pengembangan Organisasi


a. Tujuan
1. Peserta mampu merumuskan pertumbuhan dan masalah
Umum suatu Organisasi
2. Peserta mampu menerapkan Penggunaan Analisasi SWOT
dalam menilai pertumbuhan dan masalah suatu organisasi;

b. Topik Bahasan
Topik 1 ; perumusan masalah organisasi
Topik 2 : pengembangan alternatif solusi
Topik 3 : penyusunan rencana pengembangan Organisasi

c. Pokok Bahasan
- Peserta menyusun Rencana Pengembangan Organsiasi (RPO)
dengan memperhatikan sistematika; Penjelasan umum tentang
Sistematikan membuat RPO, yaitu :
1. Isi pendahuluan
2. Idetifikasi masalah
3. Maksud, tujuan dna manfaat RPO;
4. Indikator kinerja untuk Pengembangan Organsiasi jangka
Pendek dan panjang;
5. Serta bentuk pengembangan organsiasi;

5. Branding
a. Tujuan
Peserta memiliki pemahaman tentang teknik branding organisasi
guna menunjang pengembangan organisasi bidang eksternal

b. Topik Bahasan
Topik 1 : Strategi Branding

c. Pokok bahasan
- Media branding
a. Proker internal dan eksternal
b. Media sosial
c. Creative campaign
d. Prestasi ormawa
- Obyek branding organisasi
a. Program kerja
Sasaran dan kreatifitas konsep program kerja akan
menjadi nilai tersendiri untuk menunjukkan kualitas
organisasi. Semakin menarik tentu semakin terbranding
organisasi tersebut. Mungkin ini masih dalam tahap
terbrandingnya event/prokernya, namun secara tidak
langsung ini juga akan berdampak terhadapa
terbrandingnya organisasi itu sendiri.
b. Agenda
c. Fundamental keorganisasian
Yang berkaitan dengan fundamental organisasi adalah
sebagai berikut:
1. Budaya organisasi
2. Sistem staffing
3. AD/ART/KDKM
4. PPSDM
5. Grand Design Kaderisasi
6. Grand Design Pemetaan
7. SOP organisasi
d. Kabinet/kepengurusan
Konsep dan tema kabinet ditiap kepengurusan akan
berbeda-beda. Dan lazimnya hal ini juga akan
mempengaruhi bagaimana eksternal organisasi melihat
keunikan organisasi tersebut.

- Strategi Branding Organisasi


a. Penguatan visi, misi dan tujuan Kepengurusan/organisasi
b. Membuat konsep/tema kepengurusan yang disesuaikan
dengan visi, misi dan tujuan kepengurusan
c. Self branding
Dengan menciptakan program kerja, agenda ataupun hal-
hal lain yang mewadahi bidang kerja serta didasarkan
pada visi, misi dan tujuan kepengurusan yang ada, serta
tentunya melalui AKL terhadap subyek program kerja,
agenda dll. Self branding ini ditumbuhkan saat setiap
pengurus akan membuat proker, agenda dll. Di
departemennya masing-masing.
d. Internal branding
Internal branding adalah penguatan branding untuk
bidang internal, bidang-bidang atau proker yang berkaitan
langsung dengan elemn internal. Elemen internal yang
dimaksud adalah seluruh fungsionaris himpunan, warga
jurusan, mahasiswa jurusan, dll. Pengutan branding
internal ini selanjutnya akan menguatkan internal
organisasi/bidang sehingga keberadaan organisasi
tersebut benar-benar dapat dirasakan
e. Eksternal branding
Branding ke bidang eksternal. Setelah kesemua elemen
branding (self branding internal branding) terlaksana,
secara tidak langsung akan menciptakan perspektif yang
baik dari eksternal terhadap organisasi/himpunan. Setelah
itu, untuk lebih menguatkan, perlu adanya kegiatan,
agenda atau proker yang memang melibatkan pihak-pihak
eksternal organisasi, misal: KM ITS, masyarakat, dll.