Anda di halaman 1dari 17

A.

EKOSISTEM dan PERAN MANUSIA

1. Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini
menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem
adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan
dekomposer/pengurai (mikroorganisme).

a. Faktor Abiotik
Faktor abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan kimia. Faktor fisik
utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai berikut.

1) Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan
organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu
tertentu.

2) Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu.
Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen
untuk berfotosintesis.

3) Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup
organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan
penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup
lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain,
misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.

4) Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan
organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur
penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.

5) Ketinggian
Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat tersebut, karena
ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia yang berbeda.

6) Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji
tumbuhan tertentu.

7) Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis
lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan
bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.

2. Interaksi antar komponen


Interaksi antar komponen ekologi dapat merupakan interaksi antar organisme, antar
populasi, dan antar komunitas.
a. Interaksi antar organisme
Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu
akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu
dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak
kita lihat di sekitar kita. Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan
ada yang kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut.

1) Netral
Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang
bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral.
Contohnya : antara capung dan sapi.

2) Predasi
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat
erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi
sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang,
rusa,dan burung hantu dengan tikus.

3) Parasitisme
Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu
organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya
sehingga bersifat merugikan inangnya.

4) Komensalisme
Komensalisme merupakan hubunganantara dua organisme yang berbeda spesies dalam
bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan
dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.

5) Mutualisme
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling
menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteriRhizobium yang hidup pada bintil

2. Peran Manusia
Di bumi ini jumlah ekosistem yang belum dipengaruhi manusia, baik secara langsung
maupun tidak langsung, hanya tinggal sedikit saja; malahan cukup banyak ekosistem yang
merupakan ciptaan manusia. Manusia memang mahluk paling penting dalam biosfer. manusia
menjadi sangat penting, karena mempunyai perbedaan dari mahluk lain. Perbedaan itu dapat
dilihat dari segi ekologik.

a. Manusia Sebagai Organisme yang Dominan Secara Ekologik


Manusia penting karena mereka merupakan mahluk hidup yang dominan secara
ekologik. Maksudnya, organisme dikatakan dominan secara ekologik jika:
1) Manusia dapat berkompetensi secara lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
terutama dalam hal makanan jika dibandingkan dengan mahluk lain dalam suatu ekosistem,
dan
2) Manusia mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya,
atau terhadap organisme yang lain.
Manusia merupakan mahluk dominan secara ekologik karena sifat-sifat anatomi serta
mentalnya, sifat-sifat itulah yang menyebabkan manusia dapat berkompetensi dan berhasil
dengan baik mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Dengan demikian ia dapat memberi
pengaruh besar terhadap lingkungannya beserta organisme lainnya dalam ekosistem. Manusia
merupakan satu jenis, mamalia yang dapat berkembang baik dengan sesama jenis,
mempunyai sifat anatomi dan fisiologi yang hampir sama dengan hewan terutama primata
seperti simpanse. Namun, ada sifat-sifat penting yang membedakannya dengan primata
lainnnya. Dengan demikia, manusia dapat lebih mampu memegang sesuatu. Manusia, selalu
bersifat herbivora, juag bersifat karnivora dan predator. Otak besar manusia jika
dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Otak bagian depan yang merupakan pusat pikiran
lenih besar dan kompleks jika dibandingkan dengan primata lainnya.

b. Manusia Sebagai Mahluk Pembuat Alat


Jika dibandingkan dengan hewan besar lainnya, manusia tidak dapat bergerak cepat,
panca indra pencium, dan pendengar kurang berkembang, kulit perlindungan tidak ada, anak-
anaknya sangat lama tergantung pada pemeliharaan induk. Kekurangan itu diatasinya dengan
sifat, penglihatan, tiga dimensi, kemampuan penalaran yang besar, dan kemampuan membuat
alat, seperti ranting kayu yang dipatah-patahkan. Hanya manusia yang dapat membuat dan
menggunakan alat.

Kemampuan dapat membuat alat erat hubungannya dengan sikap tegak manusia yang
memungkinkan ia dapat bebas menggunakan tangannya. Disamping itu, kemampuan itu erat
pula hubungannya dengan kemampuan penalaran berkat otaknya yang lebih tinggi. Jadi,
dapat dikatakan bahwa manusia menjadi dominan dalam ekosistem berkat kemampuannya
membuat dan menggunakan alat.

c. Manusia Sebagai Mahluk Perampok


Perkembangan dominasi manusia sejalan dengan perkembangan alat-alat yang
digunakannya. Manusia dikenal sebagai mahluk mengeksploitasi ekosistem yang paling
hebat. Ia dapat memanfaatkan baik ekosistem darat maupun ekosistem air. Hal ini terjadi
karena sifatnya yang omnivora dan kebutuhannya yang beraneka ragam. Sejak semula
manusia mengeksploitasi ekosistem tidak hanya untuk makanan tetapi juga untuk keperluan
lain seperti pakaian dan rumah. Sejak itu kebutuhan akan bahan organik untuk obat-obatan,
papan, serat, dan lain-lain meningkat.

Sebagai salah satu mata rantai dari jaringan-jaringan, manusia dapat memusnahkan
organisme lain yang berkompetisi dengannya dalam memperoleh makanan atau kebutuhan
lain. Dalam sistem pertanian misalnya, manusia berusaha menghilangkan atau mengurangkan
jumlah mata rantai dalam jaring-jaring makanan dari tanaman makanannya serta tanaman
makanan ternaknya.

Manusia juga mengeksploitasi ekosistem untuk keperluan yang tidak konsumtif,


misalnya untuk kepercayaannya seperti hewan korban, hewan untuk olahraga, untuk piaraan
di rumah, untuk prestise sosial. Manusia juga menjadikan tumbuh-tumbuhan untuk estetika,
seperti bunga-bunga dan hiasan.

.
d Manusia Sebagai Mahluk pengotor
Manusia merupakan satu-satunya mahluk yang mengotori lingkungannya. Hewan
membuang kororan berupa feces yang dapat diuraikan untuk di daur ulang karena terdiri dari
zat organik. Selain feces manusia juga membuang kotoran organik yang penguraiannya
lambat sekali, kotoran bahan sintetik dan juga racun. Semua ini akan mencemari lingkungan.
Sumber kotoran yang dibuang manusia berasla dari rumah, perkebunan, tempat kerja,
transportasi, dan kegiatan rekreasi. Bahan-bahan pencemaran ini dapat berupa bahan padat,
gas, dan cair.

Bahan buangan berbentuk padat ada yang dapat dihancurkan secara biologik, seperti
makanan sisa; ada yang tidak dapat dihancurkan secara biologik, seperti: kertas, besi, gelas,
dan plastik.

Bahan buangan berbentuk gas merupakan pulotan yang paling banyak dihasilkan sebagai
kotoran dari kawasan industri, misalnya senyawa-senyawa karbon (CO,CO2, hidrokarbon),
belerang dioksida. Sumbernya ialah pembakaran sampah rumah tangga, industri besi dan baja
industri mobil. Saat ini yang paling banyak menghasilkan polutan berupa gas adalah mobil
dan industri kimia polutan cara pertama dihasilkan oleh rumah tangga.

Untuk mempertahankan hidup yang diinginkannya, manusia memanfaatkan alam dengan


mengambil kekayaan alam. Jika keinginan mengambil kekayaan itu tidak diikuti dengan
keinginan memelihara, terjadilah pemanfaatan yang berlebihan. Hal ini menyebabkan
tekanan-tekanan kerusakan, seperti terbentuknya tanah-tanah kritis, erosi dan banjir.

Kegiatan manusialah yang menyebakan lalan, hutan, dan rawa yang tadinya mempunyai
keselarasan alamiah (setelah menjadi pemukiman manusia) menjadi sangat berubah.
Pemeliharaan keseimbangan dan keselarasan di tempat itu dimungkinkan dengan subsidi
materi dan energi serta kesadaran kemampuan dan keamanan seluruh masyarakat di tempat
itu.

B. PRINSIP-PRINSIP EKOLOGI
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai
komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora biotik antara lain suhu, air,
kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang
terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan
tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang
saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Faktor biotik
adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun
hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai
konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer. Faktor biotik juga meliputi
tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan
biosfer. Tingkatan- tingkatan organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling
berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Secara lebih terperinci, tingkatan organisasi makhluk hidup adalah sebagai berikut.
1. Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang
pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup,
seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus
mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara
anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus
seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu,
seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur
dan tingkah laku demikian disebut adaptasi. Ada bermacam-macam adaptasi makhluk hidup
terhadap lingkungannya, yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah
laku.

a. Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya.
Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.

1) Gigi-gigi khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar
dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong
yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

2) Moncong
Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah
dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap.
Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang
berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah
panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.

3) Paruh
Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam.
Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya.

4) Daun
Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar,
memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat
menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora,
serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang
diperlukan.

5) Akar
Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh
di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.

b. Adaptasi fsiologi
Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan
hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut.
1) Kelenjar bau
Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi
lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

2) Kantong tinta
Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh
datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat
kedudukan cumi-cumi dan gurita.

3) Mimikri pada kadal


Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warnaini
dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan
sekitarnya.

3. Adaptasi tingkah laku


Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku.
Contohnya sebagai berikut :

a. Pura-pura tidur atau mati


Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering
berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.

b. Migrasi
Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai
untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat
sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju
ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan
betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara
tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya
ke laut.

2. Populasi

Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu tertentu disebut
populasi Misalnya, populasi pohon kelapa dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah
2552 batang. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi
ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus
perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi.
Misalnya, dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa
selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk
mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang
dengan lamanya waktu perubahan terjadi : 700 - 500 = 200 batang 1990-1980 10 tahun =
20 batang/tahun
Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata berkurangnya
pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penyebab kecepatan
rata-rata dinamika populasi ada berbagai hal. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana
alam, kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya karena tebang pilih.
Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas untuk kelompoknya
yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik iniantara lain :
kepadatan( densitas), laju kelahiran(natalitas), laju kematian( morta litas), potensi biotik,
penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas danmortalitas merupakan penentu
utama pertumbuhan populasi.

Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi. Hal ini khusus untuk
organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan dan manusia.Imigrasi adalahperpindahan
satu atau lebih organisme kedaerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah oleh satu
atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah terdapat kelompok dari jenisnya.
Imigrasi ini akan meningkatkan populasi.

Emigrasi adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu atau lebih organisme
sehingga populasi akan menurun. Secara garis besar, imigrasi dan natalitas akan
meningkatkan jumlah populasi, sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah
populasi. Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak selalu
menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok bila ada gangguan drastis
dari lingkungannya, misalnya adanya penyakit, bencana alam, dan wabah hama.

3. Komunitas
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan
daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas
memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan
populasi. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara
komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.

C. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN HIDUP


Manusia dengan lingkungan hidup saling berhubungan. Menurut Prof. Drs. H.R.
Bintarto lingkungan adalah sesuatu disekitar kita, baik berupa benda maupun nonbenda yang
dapat memaengatuhi dan dipengaruhi oleh sikap dan tindakan kita. Unsur unsur
linmgkungan hidup dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

1. Unsur Hayati
Lingkungan hidup yang terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-
tumbuhan, dan jasa renik (mikrooragnisme).

2. Unsur Sosial Budaya


Lingkungan sosial dan budaya yang dibuat oleh manusia, merupakan system nilai,
gagasan, dan keyakinan dalam prilaku sebagai makhluk sosial.
D. UPAYA UNTUK MEMPERTAHANKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN dan
MENCEGAH PENCEMARAN
Lingkungan hidup merupakan sumber daya alam atau kekayaan alam yang sangat
dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup yang jumlahnya sangat terbatas.
Manusia selalu berupaya untuk mengeksploitasi kekayaan alam secara optimal dengan
menggunakan alat sederhana atau peralatan modern. Jika pengambilan sumber daya alam
secara berlebihan maka bisa menimbulkan terjadinya kelangkaan sumber daya alam untuk
memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari.

Apabila sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui habis begitu saja, maka
manusia harus menunggu selama jutaan tahun lamanya untuk mendapatkannya
kembali,sehingga manusia baru bisa menikmatinya kembali setelah menunggu begitu lama.

Oleh sebab itu sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk menjaga dan merawat
lingkungan alam kita ini dengan sebaik mungkin agar sumber daya alam yang ada di muka
bumi ini tidak akan habis. Seharusnya setiap manusia mempunyai kesadaran akan dirinya
masing-masing untuk menjaga,memelihara,serta merawat sumber daya alam dengan baik.
Dan usaha untuk melestarikan sumber daya alam harus seimbang antara pemerintah dengan
masyarakat luas, agar sumber daya alam ini bisa tetap terjaga dengan baik antara lain :

1. Upaya pemerintah untuk melestarikan lingkungan hidup


Pemerintah berkewajiban menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya untuk menjaga,merawat, serta melestarikan lingkungan hidup.
Dan upaya ini dilakukan pemerintah melalui penyuluhan,bimbingan,pendidikan, dan
penelitian tentang lingkungan hidup.

Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk melestarikan lingkungan hidup


adalah mengajak seluruh rakyat indonesi untuk mencegah berbagai macam pencemaran dan
mempertahankan pelestarian hutan. Bentuk upaya pemerintah untuk melestarikan lingkungan
hidup adalah memotivasi prakarsa dan keterlibatan masyarakat agar lebih berperan aktif
dalam upaya meningkatkan lingkungan hidup.

2. Usaha pelestarian lingkungan hidup bersama pemerintah dan masyarakat


Upaya pemerintah Indonesia untuk melestarikan lingkungan hidup mendapatkan
dukungan dan tanggapan dari masyarakat luas dengan melakukan upaya-upaya pelestarian
sumber daya alam dan lingkungan hidup sebagai berikut :

a. pelestarian tanah
b. pelestarian air sungai dan danau.

3. Pelestarian udara
Udara atau lapisan atmosfer dibumi merupakan benda gas yang sanagt bermanfaat
dalam melindungi bumi dari benda-benda yang ada di luar angkasa dan udara juga
bermanfaat ubtuk bernapas,pengaturan iklim dan cuaca, sistem penerbangan,pelayaran, serta
pembuahan pada tanaman.
Upaya untuk melestarikan udara adalah :
a. Mengembangkan penghijauan
b. Mencegah kebakaran hutan dan sistem ladang yang dapat menimbulkan kabut asap
c. Mewajibkan cerobong asap yang tinggi dengan filter penyaringan di setiap pabrik
d. Menghentikan pengoperasian kendaraan bermotor dengan system buangan gas/asap yang
ambang batas

4. Pelestarian Hutan
Hutan tropis secara internasional sering disebut sebagai paru-paru dunia, karena sifatnya
yang menyerap panas dan memproduksi oksigen yang sangat bermanfaat bagi kehidupan
manusia.

Upaya melestarikan hutan :


a. melakukan reboisasi
b. mempertahankan hutan lindung dan suaka marga satwa
c. menebang hutan dan menanamnya kembali

5. Pelestarian laut dan pantai


Indonesia merupakan negara kepulauan yang di kelilingi oleh selat dan lautan serta
memiliki garis pantai terpanjang didunia. Upaya untuk melestarikan laut dan pantai:

a. mencegah tumpahnya minyak mentah yang dapat mematikan makhluk hidup di laut
b. melarang pembuangan limbah ke laut
c. membudidayakan tanaman bakau ditepi pantai
d. melarang bahan peledak dalam penangkapan ikan

6. Pelestarian flora dan fauna


Tumbuh-tumbuhan di Indonesia sangat beraneka ragam jenisnya dan memiliki ciri khas
sebagai tumbuh-tumbuhan dan hewan tropis yang belum tentu di miliki oleh negara lain.
Upaya untuk melestarikan flora dan fauna adalah :

a. mempertahankan cagar alam untuk melindungi berbagai jenis tanaman langka


b. mempertahankan suaka marga satwa untuk melindungi berbagai macam jenis hewan langka
c. membudayakan sikap menyayangi hewan dan tanaman langka kepada masyarakat
d. melarang pemburuan satwa langka yang dilindungi oleh undang-undang dan
memberikan sanksi pidana kepada pemburu yang melanggar.
Peranan Manusia Dalam Ekosistem

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :

Diposkan oleh Abi Asmana di 10:19 PM

Manusia adalah salah satu mahkluk hidup yang harus berinteraksi dengan alam
lingkungannya. Manusia mempengaruhi lingkungan hidupnya, sebab mengusahakan dan
memanfaatkan sumber daya alam untuk keperluan hidupnya. Sebaliknya manusia juga sangat
tergantung pada lingkungannya. Manusia bersama organisme lain di dalam lingkungannya
merupakan suatu ekosistem.

gambar : pulsk.com
Dalam kehidupannya, manusia berhubungan, memanfaatkan dan didukung oleh lingkungan
hidupnya, baik lingkungan dalam pengertian biofisik maupun pengertian kognitif.
Pengertian kognitif adalah pengertian hanya di dalam angan-angan seperti ekonomi, sosial,
budaya, adat istiadat, bahasa yang satu sama lain saling berhubungan, saling mendukung,
saling mempengaruhi dan saling memanfaatkan atau istilah ringkas dari itu semua saling
interaksi. Sedang pengertian biofisik adalah keadaan senyatanya sebagian dari alam
lingkungannya.

Pengaruh manusia terhadap lingkungannya semakin lama semakin banyak dan beraneka
ragam. Hal ini berakibat kualitas lingkungan semakin menurun karena kerusakan dan atau
pencemaran lingkungan.

Berikut peranan manusia dalam ekosistem, di antaranya adalah :

1. Manusia Sebagai Komponen Lingkungan yang Dominan.


Lingkungan hidup manusia terdiri dari lingkungan biotik dan lingkungan yang nonbiotik,
artinya lingkungan hidup manusia tidak hanya ditentukan oleh benda hidup tetapi juga oleh
hal-hal yang bersifat tidak hidup, di samping kebudayaan dan perilakunya. Dalam kesatuan
ekosistem, kedudukan manusia adalah sebagai bagian dari unsur lain yang erat kaitannya dan
tergantung pula pada kelestarian ekosistemnya, namun faktor manusia sangat dominan.
Manusia harus dapat menjaga keserasian hubungan timbal balik dengan lingkungannya agar
keseimbangan ekosistem tidak terganggu.
2. Manusia Sebagai Perusak Lingkungan.
Jika manusia mengusahakan sumber daya alam hanya berlandaskan pandangan untuk
keperluan jangka pendek, agar dapat memanfaatkan produksi sebanyak mungkin dengan
modal seminimal mungkin dalam waktu singkat, maka hal ini hanya akan memakmurkan
generasimya, tetapi menyengsarakan generasi penerusnya. Hal-hal yang akan timbul di
antaranya adalah deteriorasi lingkungan atau merosotnya kualitas lingkungan, sehingga tak
mampu memberi kehidupan yang layak bagi manusia, bahkan bencana alam yang selalu
mengancam.
Menurut konsep bio-ekosistem, dinyatakan bahwa manusia dan mahkluk lain di alam ini
sama kedudukan dan fungsinya. Dalam konsep ini proses rumah tangga lingkungan dan
ekosistem terdapat dua komponen, yaitu komponen lingkungan atau produsen dan komponen
kesatuan mahkluk hidup atau konsumen. Proses rumah tangga suatu ekosistem atau
lingkungan akan terlihat lingkaran energi, materi, dan informasi yang dipengaruhi oleh
kekuatan dari komponen produsen dan konsumen. Selama kekuatan-kekuatan tersebut msih
berimbang, selama itu pula proses pengaliran energi dan materi dalam rumah tangga
ekosistem tidak akan terganggu. Tata lingkungan seperti tersebut dinamakan tata lingkungan
dalam keadaan keseimbangan ekologis.
Ciri-ciri pokok dari suatu bio-ekosistem adalah :

Kesatuan-kesatuan hidup atau kelompok-kelompok mahkluk hidup akan melakukan


niche (fungsi dan peran)-nya masing-masing dalam pengaturan rumah tangga
lingkungan.

Komponen lingkungan yang terdiri dari berbagai kesatuan lingkungan dengan unsur-
unsur ruang dan struktur masing-masing akan ikut serta mempengaruhi jalannya
proses rumah tangga lingkungan.

Kesatuan-kesatuan hidup dan kesatuan-kesatuan lingkungan dengan kemampuan atau


kekuatannya masing-masing berdasar asasnya akan bergerak ke arah tercapainya
keseimbangan ekologi.

3. Manusia Sadar Akan Kekeliruannya.


Setalah sadar akan kedudukannya sebagai bagian dari ekosistem dan tahu bahwa hakekat
kehidupan serta kelangsungan keberadaannya sangat tergantung dari kondisi lingkungan dan
habitatnya, tergantung dari sikap dan perilaku manusia, maka manusia berusaha mulai
menjaga keseimbangan ekologis agar tidak goncang, kelestarian mulai diperhatikan
Peranan manusia dalam
ekosistwem
manusia adalah makhluk hidup yang diberi akal dan pikiran oleh Tuhan
yang Maha Esa,sehingga manusia mempunyai banyak peran dalam
lingkungan sekitarnya baik itu peran baik atau bahkan peran
buruk.Manusia dapat bertindak sebagai pemelihara dan pembangun
ekosistem atau hanya perusak ekosistem.

Ekosistem dibentuk dari dua komponen yaitu biotik dan abiotik, manusia
hendaklah memelihara kedua komponen tersebut agar kehidupan
manusia dibumi tidak terganggu sebab jika satu ekosistem saja hilang
atau rusak maka akan berdampak buruk bagi kehidupan
manusia,misalnya banjir,kekeringan,dan tanah longsor terjadi karena
ekosistem hutan telah hilang atau rusak.

Manusia berperan juga sebagai pengambil manfaat dari ekosistem


sehingga manusia dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya secara
berkelanjutan. Pengambilan manfaat ini juga harus didasarkan pada
kelangsungan ekosistem artinya manusia mengambil manfaat tanpa
merusak ekosistem agar manusia dapat memperoleh manfaat dari
ekosistem secara terus menerus.

Secara keseluruhan peranan manusia dalam ekosistem adalah:


1.memelihara dan melestarikan ekosistem
2.mengambil manfaat dari ekosistem

Karena manusia merupakan komponen biotik dalam sebuah ekosistem


yang memiliki peranan dan tanggung jawab untuk mengelola ekosistem.
Maka harus bisa menjaga dan melestarikan ekosistem tersebut demi
kesejahteraan hidup bagi manusia ataupun tumbuhan serta hewan yang
lainnya.

Sedangkan sebuah ekosistem juga bisa mengalami perubahan, baik itu


secara langsung ataupun tidak langsung dan tinggal cara kita untuk
menjaga agar tidak mengalamiperubahan. Perubahan dalam ekosistem itu
bisa terjadi akibat dari:
a. Pengaruh dari alam
contoh:
- angin ribut
- gempa bumi
- banjir dan tanah longsor

b. Pengaruh dari tindakan manusia


contoh:
- penebangan hutan secara liar
- penggunaan bahan bakar yang berlebihan
- pemburuan terhadap hewan liar
- pemberantasan hama dengan pestisida.
Kliping
IPA
PERANAN MANUSIA DALAM EKOSISTEM

DI BUAT OLEH :
ANDHIKA SEPTIAN P
Kliping
IPA
PERANAN MANUSIA DALAM EKOSISTEM

DI BUAT OLEH :
AHMAD MAULUDIN
Kliping
IPA
PERANAN MANUSIA DALAM EKOSISTEM

DI BUAT OLEH :
APIANSYAH MAULANA

Anda mungkin juga menyukai