Anda di halaman 1dari 13

TRANSISI BANK PRIAYI (HULP-EN SPAARBANK DER INLANDSCHE BESTUURS

AMBTERANEN) MENUJU BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) 1896-1990

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan Oleh:

VITA AULIA RAMADHANI


Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Jurusan Pendidikan Sejarah
NIM. 35 2014 019

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat serta karunia-
Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Proposal ini yang alhamdulillah tepat
pada waktunya yang berjudul TRANSISI BANK PRIAYI (HULP-EN SPAARBANK DER
INLANDSCHE BESTUURS AMBTERANEN) MENUJU BANK RAKYAT
INDONESIA(BRI) 1895-1990.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan
Proposal ini. Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita.

Palembang, April 2017

Penulis
A. Latar belakang

Indonesia telah mengenal dunia perbankan sejak masa kolonialisasi Belanda di


Indonesia, yaitu sejak berdirinya Pada masa itu De javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada
tanggal 24 Januari1828 kemudian menyusul Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij,
NV pada tahun 1918 sebagai pemegang monopoli pembelian hasil bumi dalam negeri dan
penjualan ke luar negeriserta terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia
Belanda.
Di dunia, Bank pertama kali di dunia didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma pada
umumnya pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun
kembali kekuatan armada lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis akan
tetapi pemerintahan Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian
berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh Charles Montagu direalisasikan
dengan membentuk sebuah lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi
dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu duabelas hari.
Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan
tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh
para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa
Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua
Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang.
Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran
uang.Dalam perjalanan sejarah kerajaan pada masa dahulu penukaran uangnya dilakukan antar
kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan
nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya,
kegiatan operasional perbankan Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan
peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali
kepada masyarakatyang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan
perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Di Indonesia sendiri istilah peminjaman uang atau koperasi kemudian dikenal sejak
berdirinya sebuah bank kecil di kota Purwakarta, Jawa Tengah, oleh Raden Bei Aria
Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden
atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan
yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri
tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun
1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik
Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI
sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville
pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. - Sejarah Bank
BRI.
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok
Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang
intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia
Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank
Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang
No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan
Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas.
Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun
2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi
perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih
digunakan sampai saat ini. Begitu banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh masyarakat
Indonesia dari hadirnya Bank Rakyat Indonesia (BRI).

B. Batasan Masalah

Untuk lebih terarah dan agar pembahasan ini tidak terlalu luas, maka penelitian ini perlu
diberikan batasan dalam penulisannya, adapun pembatasan dalam penelitian ini yaitu:Transisi
bank Priayi (Hulp-en spaarbank der inlandsche bestuurs amberanen) menuju Bank Rakyat
Indonesia (BRI) 1896-1990 dilihat dari sisi masa kolonial hingga akhir pemerintahan kolonial.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah: Bagaimana masa transisi Bank Priayi hingga berubah menjadi Bank Rakyat
Indonesiaatau disingkat dengan BRI.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah antara lain sebagai berikut:


a. Tujuan Umum
Menerapkan metodologi penulisan sejarah untuk mengkaji sejarah secara
mendalam Menjadi bahan rujukan, melatih dan meningkatkan daya pikir dalam penulisan
sejarah.
b. Tujuan Khusus
1. Memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi Bank BRI di Indonesia pada
tahun 1896-
2. Memberikan gambaran mengenai GAPI sebagai bank pertama di Indonesia pada
tahun 1896-

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi peneliti, menambah pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana masa transisi
perkembangan Bank Rakyat Indonesia masa pra merdeka hingga merdeka.
2. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi refrensi bagi peneliti yang akan datang.
3. Menambahkan wawasan baru tentang sejarah Bank Rakyat Indonesia (BRI)

F. Prosedur Penelitian

a. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini digunakan metode sejarah. Menurut Suryabrata dalam
Metode Penelitian (1994: 16) tujuan penelitian historis untuk membuat rekonstruksi masa
lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi,
memverifikasikan, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh
kesimpulan yang kuat, semua upaya tersebut harus melelui proses pengumpulan data.
Metode itu sendri berarti cara, jalan, atau petunjuk pelaksanaan atau petunjuk pelaksanaan atau
petunjuk teknis. Metode disini dapat dibedakan dari metodologi adalah Sicience of Methods
yakni ilmu yang membicarakan jalan. Secara umum metode penelitian dapat diartikan sebagai
cara ilmiauntuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu dan Menurut
Abdulrahman, Apa bila tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis peristiwa-
pristiwa masa lampau maka metode yang digunakan adalah metode histiris. Metode historis itu
bertumpun pada empat langkah kegiatan: Heuristik, kritik, Interprstasi, dan Histiografi.

Bedasarkan uraian-uraian diatas agar dalam penulisan penelitian lebih ilmiah, data, tujuan, dan
kegunaannya. Penulis menggunakan metode historis (Sejarah), yang memiliki empat langkah,
Heuristik, Kritik, Interprestasi, dan Histiografi.

b. Heuristik

Menurut G.J Renier, Heuristik adalah suatu teknik, suatu seni, dan bukan suatu ilmu.
Heuristik seringkali merupakan suatu keterampilan dalam menemukan, mengemukakan,
menangani, dan memperinci, bibliografi, atau mengklarifasikan dan merawat catatan catatan.
Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode studi pustaka dan studi lapangan.
Studi pustaka dilakukan dengan cara menilai buku sumber yang ada perpustakan secara kritis
yang berhubungan dengan penelitian. Selanjutnya membuat tulisan dengan sumber yang
dikumpulkan. Untuk mendapatkan data yang relevan tentang Transisi bank Priayi (Hulp-en
spaarbank der inlandsche bestuurs amberanen) menuju Bank Rakyat Indonesia (BRI) 1896-
1990 maka peneliti mencari data melalui perpustakaan, dokumen Arsip daerah, serta artikel dan
jurnal yang ada di internet terkait dengan masalah yang diteliti.
b. Kritik Sumber
Penulisan sejarah dikenal dua macam sumber yaitu sumber primer dan sumber skunder.
sumber primer adalah kesaksian dari seseorang dengan mata kepala sendiri atau saksi dengan
panca indra yang lain atau dengan alat mekanisme. Sumber kedua adalah sumber skunder,
sumber skunder adalah merupakan kesaksian dari siapapun yang bukan saksi mata, yakni dari
orang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan.
Kritik sumber merupakan verifikasi sumber yaitu pengujian kebenaran atau ketetapan
dari sumber sejarah. Kritik sumber ada dua yaitu kritik eksteren dan kritik intern untuk menguji
kredibilitas sumber.
- Kritik eksternal
Hal ini berguna untuk menetapkan keaslian atau auntentitas data, dilakukan kritik
eksternal. Apakah fakta peninggalan ata dokumen itu merupakan yang sebenarnya, bukan palsu.
Berbagai tes dapat dipergunakan untuk menguji keaslian tersebut. Misalnya untuk menetapkan
umum dokumen melibatkan tanda tangan, tulisan tangan, kertas, cat, bentuk huruf, penggunaan
bahasa, dan lain-lain.
- Kritik Internal
Setelah dilakukan suatu dokumen diuji melalui kritik eksternal, berikutnya dilakukan
kritik internal. Walaupun dokumen itu asli, tetapi apakah mengukapkan gambaran yang benar,
Bagaimana mengenai penulis dan penciptanya, Apakah ia jujur, adil dan benar-benar memahami
faktanya, dan banyak lagi pertanyaan yang bisa muncul seperti diatas. Sejarahwan harus benar-
benar yakin bahwa datanya antentik dan akurat. Hanya jika datanya autentik dan akuratlah
sejarawan bisa memandang data tersebut sebagai bukti sejarah yang sangat berharga untuk
ditelaah secara serius.
Setelah peneliti melakukan pengumpulan data/ sumber. Maka sumber-sumber tersebut
perlu di kritisi keabsahanya. Peneliti menggunakan kritik eksternal yaitu asli/ tidaknya suatu
sumber/ karena peneliti menggunakan sumber primer maka keaslian tidak diragukan lagi.

c. Interpretasi
Tahap keempat adalah interpretasi atau penafsiran sejarah penulisan. Dalam tahap ini
dilakukan analisis berdasarkan data-data yang diperoleh yang akhirnya dihasilkan suatu sintesis
dari seluruh hasil penulisan yang utuh disebut dengan historiografi. Setelah penulis
mengkomunikasikan hasil penelitiannya maka disebut tulisan atau karyai sejarah.
Interpretasi adalah menafsirkan fakta sejarah dan merangkai fakta tersebut hingga
menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Dari berbagi fakta yang ada kemudian
perlu disusun agar mempunyai bentuk dan struktur. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga
ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran
yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit. Bagi sejarawan akademis, interpretasi yang
bersifat deskriptif saja belum cukup. Dalam perkembangan terakhir, sejarawan masih dituntut
untuk mencari landasan penafsiran yang digunakan.

c. Historiografi
Setelah melakukan proses analisis dan sintesis, proses kerja mencapai tahap akhir yaitu
historiografi atau penulisan sejarah. Proses penulisan dilakukan agar fakta-fakta yang
sebelumnya terlepas satu sama lain dapat disatukan sehingga menjadi satu perpaduan yang logis
dan sistematis dalam bentuk narasi kronologis.
Historiografi adalah proses penyusunan fakta-fakta sejarah dan berbagai sumber yang
telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah. Setelah melakukan penafsiran terhadap
data-data yang ada, sejarawan harus sadar bahwa tulisan itu bukan hanya sekedar untuk
kepentingan dirinya, tetapi juga untuk dibaca orang lain. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan
struktur dan gaya bahasa penulisan nya. Sejarawan harus menyadari dan berusaha agar orang lain
dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan.

D. Tinjauan Pustaka

a. Transisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) transisi ialah suatu peralihan dari
keadaan (tempat, tindakan, dan sebagainya) pada yang lain. pada umumnya keadaan belum
stabil.
b. Bank
Menurut Kamir (2002) bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya
didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan
menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote Kata bank berasal dari banca berarti
tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha
yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada
masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan
taraf hidup rakyat banyak.
Di dunia, Bank pertama kali di dunia didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma pada
umumnya pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun
kembali kekuatan armada lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis akan
tetapi pemerintahan Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian
berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh Charles Montagu direalisasikan
dengan membentuk sebuah lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi
dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu duabelas hari.
Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan
tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh
para pedagang. Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika dibawa oleh bangsa
Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua
Amerika. Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang.
Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran
uang.Dalam perjalanan sejarah kerajaan pada masa dahulu penukaran uangnya dilakukan antar
kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan
nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya,
kegiatan operasional perbankan Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan
peminjaman uang. Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali
kepada masyarakatyang membutuhkannya. Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan
perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

c. Priayi
Priayi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang termasuk
lapisan masyarakat yang kedudukannya dianggap terhormat, misalnya golongan pegawai negeri.
Sedangkan menurut Ensiklopedia bebas, Priayi adalah istilah dalam kebudayaan Jawa untuk
kelas social dalam golongan bangsawan. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena
memiliki keturunan dari keluarga kerajaan.
Kata priayi konon berasal dari dua kata Jawa para dan yayi yang secara harafiah berarti
"para adik", maksudnya adalah para adik raja. Namun Robson (1971) berpendapat bahwa kata ini
bisa pula berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta priy, yang berarti kekasih. Golongan
priayi tertinggi disebut Priayi Ageng (bangsawan tinggi). Gelar dalam golongan ini terbagi
menjadi bermacam-macam berdasarkan tinggi rendahnya suatu kehormatan. Beberapa gelar dari
yang tertinggi hingga dengan hanya satu gelar saja yaitu Raden. Gelar seorang priayi juga dapat
meningkat seiring dari usianya. Misalnya ketika seorang anak laki-laki lahir diberi nama
Bomantara, ia bergelar Raden Mas, jadi nama lengkapnya adalah Raden Mas Bomantara, ketika
menginjak akil balik gelarnya bertambah satu kata menjadi Bandara Raden Mas, ketika menapak
dewasa (18 atau 21 tahun) bertambah lagi menjadi Bandara Raden Mas Aryo. Pada saat dewasa
dan telah memiliki jabatan dalam hierarki kebangsawanan, ia akan memiliki gelar yang berbeda
dari gelar yang telah ia miliki. Misalnya ia menduduki jabatan pemimpin ksatrian maka gelarnya
akan berubah menjadi Gusti Pangeran Adipati Haryo. Dan setiap kedudukan yang ia jabat ia
akan memilki gelar tambahan atau gelar yang berubah nama.

d. Bank Rakyat Indonesia (BRI)


bank BRI adalah Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7
tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi
perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik
Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham
bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai saat ini. Begitu banyak manfaat yang dapat
diperoleh oleh masyarakat Indonesia dari hadirnya Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Visi dan Misi Bank BRI - Sejarah Bank BRI

1. Visi BRI
Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
2. Misi BRI

Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada


usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas
dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan teknologi informasi yang
handal dengan melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate
Governance (GCG) yang sangat baik.

Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang


berkepentingan (stakeholders).

E. Interprestasi

Tahap selanjutnya adalah interprestasi, yaitu berupa analisis (menguraikan) dan sintensis
(menyatukan) fakta-fakta sejarah. Hal ini dilakukan agar fakta-fakta yang tampaknya terlepas
antara satu sama lain bisa menjadi satu hubungan yang saling berkaitan. Dengan demikian dapat
dikatakan sebagai proses memeknain fakta. Pada tahap analisis, peneliti menguraikan sedetail
mungkin ketiga fakta (mentifact, socifact, dan artifact) dari berbagai sumber atau data sehingga
unsur-unsur kecil dalam fakta tersebut menampakkan koherensinya. Penafsiran dalam metode
sejarah menimbulkan subjektivitas sejarah, sangat sukar di hindari, karena di tafsikan oleh
sejarawan (si subjek), sedangkan yang objektif adalah fakta. Penafsiran model sejarah tersebut
dapat di terapkan pada ilmu antropologi, seni pertunjukan, studi agama, fiologi, arkeologi, dan
ilmu sastra.

F. Historiografi

Fase terakhir dalam penelitian sejarah adalah historiografi merupakan cara penulisan,
pemaparan atau laporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Historiografi merupakan
cara penulisan, pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah hendaknya memberikan
gambaran yang jelas mengenai proses penelitian, sejak dari awal (fase perencanaan), penyajian
historiografi meliputi pengantar, hasil penelitian, simpulan. Penulisan sejarah sebagai laporan
seringkali di sebut karya historiografi yang harus memperhatikan aspek kronologis, periodesasi,
serialisasi, dan kausalitas, sedangkan pada penelitian antropologi tidak boleh mengabaikan aspek
holistik (menyeluruh).
Historiografi Menurut.
adalah cara penulisan, pemaparan, atau memberikan laporan dari hasil penelitian yang dilakukan
sehingga penulis sejarah dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian
yang sudah dilakukan dari awal penelitian sampai selesai penelitian.
Sedangkan pengertian lain dari historiografi adalah suatu kegiatan intelektual untuk
memahami sejarah hal itu menjurus bahwa historiografi adalah proses terakhir dari metode
historis. Dalam tahap ini peneliti mulai menulis secara kritis supaya dapat dipertanggung
jawabkan faktanya. Historiografi adalah bagian inti dari suatu penelitian. Didalamnya memuat
bab bab yang berisi uraian serta pembahasan masalah yang sedang diteliti.
Adapun bagian kesimpulannya adalah mengemukakan generalisasidari yang telah
diuaraikan. Simpulan merupakan hasil dari analisis serta fakta sejarah dari masalah yang diteliti.
Setelah semua itu tercapai akan jadi bahan penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan
penulisaanya.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Internet :

https://id.wikipedia.org/wiki/Priayi

http://fetty.note.fisip.uns.ac.id/
http://prettyhermione.blogspot.co.id/

http://aria-wiriatmadja.blogspot.co.id/p/kiprah-diperbankan.html

Sumber Buku :

Gottchlak,Louis. 1975. Pengantar Sejarah. Jakarta. Universitas Indonesia: UI Press

Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. 2013. Yogyakarta:Tiara Wacana.

Dudung Abdurahman.1999.Metode Penelitian Sejarah.Jakarta: PT Logos wacana


Ilmu.

Sugeng Priyadi.2012.Metode Penelitian Pendidikan Sejarah.Yogyakarta: Ombak

Nino Oktorino DKK.2009.Ensiklopedia Sejarah Dan Budaya. Jakarta: PT LENTERA ABADI