Anda di halaman 1dari 1

PROSEDUR PENGAWASAN BP UPK TERHADAP KELOMPOK

1. Indentifikasi :

Intinya jika mengetahui suatu kelompok atau beberapa kelompok SPP bermasalah (tunggakan)
satu sampai dua kali. UPK harus langsung melakukan identifikasi kelokasi masalah. Sehingga
diperoleh data awal, masalah dan hambatan yang terjadi dalam kelompok Apakah masuk dalam
kategori masalah micro finance (Keuangan), kelembagaan, penyelewengan dana atau force
mejeur (bencana). Kemudian baru kita melakukan klarifikasi ke kelompok dan anggota
kelompok.

2. Klarifikasi :
Upaya klarifikasi adalah turun langsung ke kelompok dan anggota yang menunggak, dengan
mewawancarai dan melakukan cross cek kebenaran data terhadap kelompok dan anggota. Jika
diperoleh kesamaan data (masalah) maka dilakukan rekapitulasi masalah kongkrit yang harus
diselesaikan segera. Jika berbeda atau tidak sesuai data identifikasi sesuai dengan kategori
masalah dengan masalah dilapangan, maka dilakukan investigasi (ceking langsung kepada
pemanfaat) disetiap anggota kelompok.

3. Investigasi :
Investigasi adalah salah satu upaya untuk memastikan langsung benar atau tidaknya hasil
rekapitulasi identifikasi dan klarifikasi yang telah dilakukan sebelumnya. Inti permasalahan akan
diperoleh secara pasti dan akurat. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan rencana penyelesaian
masalah tunggakan, agar diperoleh solusi penyelesaian dari masalah dimaksud. Untuk itu perlu
dilakukan proses tindak lanjutnya melalui musyawarah. Hal ini dmulai dari musyawarah
kelompok, desa, dan kecamatan.

4. Tindak lanjut :
Proses penyelesaian dengan musyawarah diawali dari musyawarah kelompok, yaitu untuk
memperoleh kesepakatan dari semua anggota kelompok. Dalam musyawarah kelompok anggota
harus mengambil suatu keputusan. Apakah tunggakan ditalangi melalui kas kelompok atau
rekening tanggung renteng. Jika ditalangi tunggakan melalui kas kelompok maka akan
mengurangi dana simpanan kelompok. Jika melalui rekening tanggung renteng maka dana
kelompok yang ada pada rekening dicairkan untuk menanggulangi tunggakan anggota dan
anggota yang melakukan tunggakan tetap berkewajiban mengembalikan dana tanggung renteng
sesuai dengan kesepakatan, atau dengan istilah lain habis angsuran pinjaman baru bisa
pembagian dana tanggung renteng. Jika dalam musyawarah kelompok tidak mendapatkan solusi,
maka dilanjutkan dengan melakukan Musyawarah Desa. UPK dan BP-UPK, melaporkan hasil
musyawarah kelompok yang stagnan kepada Kepala Desa untuk musywarahkan pada tingkat
desa.