Anda di halaman 1dari 3

Stud i analisis

Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dan mengetahui


penggunaan Internet, penyalahgunaan internet, dan ketergantungan.Selain itu
Tujuannya untuk menambahkan studi yang lebih besar dari penguunaan
internet dibandingkan hasil dari survei.

Kajian Pembenaran/Penelitian sebelumnya

Kajian pembenaran termasuk bagian pada penelitian sebelumnya. Hal ni


terbukti dari meningkatnya penggunaan Internet oleh mahasiswa dan studi
menunjukkan efek merugikan. Sehingga, penelitian ini dimaksudkan untuk
menambah dan memperjelas temuan tersebut.

Defenisi

Teorema tidak selalu secara spesipik digambarkan, tetapi kita berpikir pada
bagian yang paling utama yaitu penyalahgunaan internet, ketergantungan dan
depresi merupakan keterbatasan yang dijelaskan oleh operasioanl. Beberapa
teorema sebelumnya banyak berhubungan dengan demografi dan cara
penggunaann internet denagan mudah dan dapat digambarkan secara
operasioanl.

HYPOTHESES/

Tidak ada yang biasa dinyatakan. Hipotesis yang paling mendasar tersirat
bahwa penyalahgunaan Internet yang lebih besar adalah ketergantungan
dan akan menyebabkan depresi yang lebih besar. hipotesis lainnya yang
tersirat bahwa ketergantungan dan depresi mempunyai hubungan yang sangan
besar dari penggunaan internet seperti penggunaan internet yang lebib
spseifik untuk sex.

SAMPLE
Sampel diambil dari kels pysikologi, dengan jumlah sampel 411 dengan
jumalah yang sangat besar dan disusun berdasarkan jenis kelamin, umur,
suku,kebangsaan, perguruan tinggi. Data penggunaan Internet dikumpulkan
sebagai bagian dari studi ini menunjukkan penggunaan lebih tinggi dari
penelitian sebelumnya (90% vs 73%).

INSTRUMENTATION
Instruemn terdiri dari beberapa item kuisioner dengan.Format yang berbeda
dan digabungkan menjadi satu instruments.

PROCEDURES/RESULTS AND
INTERNAL VALIDITY/ Langkah-langkah / Hasil interdal Validitas

Prosedur terdiri dari pemberian kuesioner setengah sampel dalam bentuk


kertas(tertulis), setengah lainnya melalui Internet dan instruksi.
Pemisahan menjadi kelompok-kelompok didasarkan pada sesi pengumpulan data
yang mewakili mereka. Hal ini tidak jelas apakah dilakukan secara acak,
atau berapa banyak sesi terlibat. Penelitian ini menggunakan tiga metode
penelitian : metode survey, Kausal komperatif dan hubungan antara variabel.
DATA ANALISIS, PEMBAHASAN, DAN INTERPRETASI

Metode yang digunakan dalam analisis data secara teknis sesuai. hubungan-
korelasi kurang dari 0,20 dan Efek ukuran di bawah 0,50.Dari data
disimpulan bahwa semakin banyak menghabiskan waktu degan menggunakan
internet dapat menyebabkan penyalahgunaan internet.

Maint point
THE NATURE OF CAUSAL-COMPARATIVE RESEARCH(Sifat peNELITIAN Kausal
Koperativ)
Penelitian kausal-komparatif, sama halnya seperti penelitian
korelasional, berusaha untuk mengidentifikasi hubungan antar
variabel.
Penelitian kausal-komparatif mencoba untuk menentukan penyebab atau
akibat dari perbedaan yang sudah ada antara kelompok atau individu
Pendekatan kausal-komparatif merupakan dasar untuk mencari perbedaan
dengan catatatan antara dua kelompok dan kemudian mencari
kemungkinan penyebab, atau konsekuensi/ akibat perbedaan tersebut
Ada tiga jenis penelitian kausal-komparatif (eksplorasi efek,
eksplorasi penyebab, dan eksplorasi konsekuensi/akibat), dalam tujuan
dan struktur ketiganya berbeda.
Studi kausal-komparatif digunakan sebagai alternatif Ketika sebuah
eksperimen yang dilakukan membutuhkan waktu yang cukup lama dengan
biaya yang cukup mahal.
Seperti dalam studi korelasional, hubungan dapat diidentifikasikan
dalam studi kausal-komparatif, namun sebab-akibat tidak dapat
diketahui sepenuhnya.
CAUSAL-COMPARATIVE VERSUS CORRELATIONAL RESEARCH
Kesamaan dasar antara studi kausal-komparatif dan korelasional adalah
bahwa berusaha untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel. Ketika
hubungan diidentifikasikan melalui penelitian kausal-komparatif
(atau dalam penelitian korelasional), mereka sering dipelajari dilain
waktu dengan penelitian eksperimen.
CAUSAL-COMPARATIVE VERSUS EXPERIMENTAL RESEARCH
Dalam penelitian eksperimental, bagian dari anggota variabal dapat
dimanipulasi; pada penalitian causal comparative perbedaan antar
kelompok sudah ada.
STEPS IN CAUSAL-COMPARATIVE RESEARCH
Dalam penelitian kausal-komparatif Langkah pertama adalah merumuskan
masalah dengan mengidentifikasi fenomena tertentu yang menarik dan
kemudian mempertimbangkan kemungkinan penyebab, atau konsekuensi/
akibat dari, fenomena ini
Tugas yang paling penting dalam memilih sampel untuk studi kausal-
komparatif adalah untuk menggambarkan dengan hati-hati karakteristik
yang akan dipelajari dan kemudian memilih kelompok yang berbeda dalam
karakteristik ini.
Dalam studi kausal comparative Tidak ada batasan untuk jenis
instrumen yang dapat digunakan.
Desain dasar kausal-komparatif melibatkan dua kelompok yang berbeda
pada variabel tertentu dan kemudian membandingkan mereka pada
variabel- variabel lain.
ANCAMAN INTERNAL untuk VALIDITAS DALAM PENELITIAN Koperatif
Dua kelemahan dalam penelitian kausal-komparatif adalah kurangnya
pengacakan dan ketidak mampuan untuk memanipulasi variabel
independen.
Sebuah ancaman besar bagi validitas internal pada studi kausal-
komparatif adalah seleksi subjek. Prosedur utama yang peneliti dapat
digunakan untuk mengurangi ancaman ini termasuk pencocokan studi pada
variabel yang terkait, menjadikan homogen pada Sub kelompok, dan
menggunakan teknik pencocokan statistik.
Ancaman lain terhadap validitas internal dalam studi kausal-
komparatif meliputi lokasi, instrumentasi. Selain itu, tipe 3 studi
tunduk pelaksanaan, sejarah, pematangan, sikap subyek, regresi, dan
ancaman pengujian.
DATA ANALYSIS IN CAUSAL-COMPARATIVE STUDIES

Langkah pertama dalam analisis data studi kausal-komparatif adalah


membangun frekuensi poligon.
Sarana dan standar deviasi biasanya dihitung jika variabel yang
terlibat adalah kuantitatif.
Tes yang paling umum digunakan dalam studi kausal-komparatif adalah-
test untuk perbedaan antara sarana.
Analisis kovarians sangat berguna dalam studi kausal-komparatif.
Hasil penelitian kausal-komparatif harus selalu ditafsirkan dengan
hati-hati,karena mereka tidak membuktikan sebab dan akibat.
HUBUNGAN VARIABEL KATEGORIS

Kedua crossbreak tabel dan kontingensi koefisien n dapat digunakan


untuk menyelidiki kemungkinan hubungan antara variabel kategori,
meskipun prediksi dari crossbreak tabel tidak tepat.